P. 1
JENIS PENELITIAN

JENIS PENELITIAN

|Views: 22|Likes:
Dipublikasikan oleh Evi Dianti

More info:

Published by: Evi Dianti on Apr 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/03/2014

pdf

text

original

JENIS PENELITIAN

NURINDAH FITRIA, M.Psi., Psi.

dan belajar untuk sekelompok mahasiswa  Penelitian yang lain mencoba untuk menguji hubungan antara variabel-variabel  Misal: Apakah ada hubungan antara konsumsi gula dan level aktivitas anak-anak TK?  Apakah ada hubungan antara jumlah waktu tidur dan IPK mahasiswa? .HUBUNGAN ANTAR VARIABEL  Beberapa penelitian dilakukan hanya untuk mendeskripsikan variabel individual sebagaimana mestinya  Misal: petugas melakukan survei untuk mejabarkan kebiasaan makan. tidur.

peneliti harus melakukan observasi sebagai sebuah bentuk pengukuran kedua variabel  Hasil pengukuran dapat dikelompokkan menjadi dua data berbeda yang membantu menentukan metode penelitian yang berbeda dan teknik statistik yang berbeda .HUBUNGAN ANTAR VARIABEL  Untuk menghadirkan hubungan antar variabel.

rasio) . ordinal.METODE KORELASIONAL  Data didapatkan melalui pengukuran sederhana dua variabel dari tiap individu  Biasanya hubungan antar variabel diamati dari dua variabel yang hadir secara alamiah pada tiap individu  Metode korelasional/strategi penelitian korelasional adalah menentukan apakah ada hubungan antara dua variabel yang diamati  Teknik statistik yang digunakan tergantung pada level pengukuran/skala yang didapat untuk masing-masing variabel (nominal. interval.

KELOMPOK: METODE EKSPERIMEN & NONEKSPERIMEN  Melibatkan perbandingan dua atau lebih kelompok skor  Salah satu variabel digunakan untuk menentukan kelompok  Contoh:  Penelitian untuk menentukan apakah performa di sekolah berhubungan dengan konsumsi sarapan pagi yang dilakukan oleh siswa  Pada penelitian ini satu kelompok siswa SD diberikan sarapan pagi bergizi tiap pagi dan kelompok pembanding tidak diberikan sarapan apapun  Kemudian performa akademiknya dihitung .

METODE EKSPERIMEN  Tujuan akhir: menunjukkan hubungan sebab-dan-akibat antara dua variabel  Perubahan nilai pada satu variabel akan menyebabkan perubahan yang terjadi di variabel kedua .

Variabel kedua yang diobservasi (diukur) untuk menentukan apakah manipulasi menyebabkan sebuah perubahan  Kontrol: Peneliti harus melakukan beberapa kontrol terhadap situasi penelitian untuk memastikan variabel lain/yang tidak relevan tidak akan mempengaruhi hubungan yang .METODE EKSPERIMEN  Dua karakteristik penting dalam metode eksperimen:  Manipulasi: Peneliti memanipulasi satu variabel dengan mengubah nilainya dari satu tingkat ke tingkat lain.

waktu. jenis kelamin. misal usia. misal pencahayaan. intelijensi  Variabel lingkungan. cuaca .METODE EKSPERIMEN  Dua kategori umum yang harus dikontrol peneliti:  Variabel partisipan.

dengan tujuan menentukan apakah perubahan temperatur ruangan menyebabkan perubahan pada performa memori  Peneliti memanipulasi temperatur dengan membuat dua atau lebih kondisi perlakuan berbeda dan membuat kontrol terhadap variabel partisipan dan variabel lingkungan .METODE EKSPERIMEN  Contoh:  Penelitian pengaruh tempereatur terhadap performa memori.

Dalam penelitian perilaku.METODE EKSPERIMEN  Variabel dalam metode eksperimen  Variabel bebas: variabel yang dimanipulasi oleh peneliti. variabel bebas biasanya terdiri dari dua (atau lebih) kondisi perlakuan untuk subjek. Variabel bebas terdiri dari kondisi anteseden yang dimanipulasi terlebih dahulu untuk mengamati variabel terikat  Variabel terikat: variabel yang diobservasi untuk menilai efek perlakuan .

Tujuannya untuk mendapatkan batas dasar untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimen  Kelompok Eksperimen: individu-individu dalam kelompok ini menerima perlakuan .METODE EKSPERIMEN  Kondisi/kelompok dalam metode eksperimen:  Kelompok Kontrol: individu-individu di dalma kelompok ini tidak menerima perlakuan eksperimental. Biasanya tidak menerima perlakuan appaun atau menerima perlakuan netral atau plasebo (tipuan).

METODE NON-EKSPERIMEN DAN QUASI. tetapi variabel bebasnya biasanya sudah terberi/alamiah dimiliki oleh individu-individu dalam kelompok. bukan didapat dari suatu perlakuan/manipulasi  Kelompok biasanya ditentukan oleh variabel partisipan atau variabel waktu sehingga peneliti tidak dapat melakukan kontrol terhadap kedua hal tersebut .EKSPERIMEN  Masih membandingkan dua kelompok.

jadi definisi operasional:  Pertama.KONSTRUK DAN DEFINISI OPERASIONAL  Konstruk: atribut / karakteristik internal yang tidak dapat secara langsung diamati tetapi berguna untuk menjabarkan dan menjelaskan perilaku  Definisi operasional: prosedur pengukuran (serangkaian pelaksanaan) untuk mengukur perilaku eksternal dan menggunakan hasilnya sebagai definisi dan pengukuran kontruk melalui hipotesis. menjabarkan serangkaian pelaksanaan pengukuran konstruk .

Tidak ada nilai yang hadir antara dua kategori yang bersebelahan  Variabel kontinu terdapat angka tak terbatas dari kemungkinan nilai yang terdapat diantara dua nilai yang diamati.VARIABEL DISKRIT DAN KONTINU  Variabel diskrit terdiri dari kategori yang terpisah dan tidak dapat dibagi. Variabel kontinu dapat dibagi menjadi angka-angka dari bagian-bagian yang kecil. .

Batas nyata memisahkan dua skor yang berdekatan yang berada pada pertengahan antra dua sekor.  Batasan nyata atas merupakan bagian atas interval  Batasan nyaa bawah merupakan bagian . Tiap skor memiliki batasan nyata.BATAS NYATA  Merupakan batasan interval bagi skor- skor yang dihadrikan dalam garis bilangan kontinu.

Pengukuran skala ordinal mengurutkan observasi dalam bentuk .LEVEL PENGUKURAN  Skala Nominal: terdiri dari serangkaian kategori yang memiliki nama berbeda. tetapi tidak membuat perbedaan secara kuantitatif apapun antar observasi  Skala Ordinal: terdiri dari serangkaian kategori yang diatur melalui rangkaian urutan. Pengukuran skala nominal menggunakan penamaan dan observasi kategori.

LEVEL PENGUKURAN  Skala Interval: terdiri dari kategori yang berurutan dimana semua interval memiliki ukuran yang jelas sama. Meskipun demikian. Dalam satu skala interval. Dengan skala rasio. rasio angkaangka memang mencerminkan rasio kekuatan. rasio kekuatannya tidaklah bermakna.  Skala Rasio: merupakan skala interval dengan sifat tambahan sebuah titik nol mutlak. . perbedaan yang setara antar angka pada skala menunjukkan perbedaan yang setara dalam kekuatannya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->