Anda di halaman 1dari 5

1.

Latar Belakang Inti dari pembahasan ini adalah pengalaman, mengapa demikian, karna atas dasar pengalaman-lah penulis memberikan goresan yang berisikan pendapat-pendapat seseorang tentang apa yang mereka jelaskan pada suatu persoalan yang dimana dalam persoalan tersebut ada konflik dan ada pemecahan konflik, dari situ pula bermunculan semua karakter-karakter asli manusia, yaitu; 1. Ada yang berkarakter memang sesungguhnya seseorang itu tidak tahu apaapa tentang permasalah tersebut yang dibicarakan oleh teman-temannya, namun dengan sifat antusiasnya dan penasarannya dia ingin mencari tahu apa yang tidak dia ketahui mengenai permasalahn tersebut sehingga dapat dijadikan bahan pelajaran nantinya. 2. Karakter kedua adalah seseorang yang memang tahu, tapi karna kepandaiannya itu dapat membuat dia menjadi terangkat dalam bahan permasalahan tersebut, sehingga dia menjadi orang yang tidak mau angkat bicara dikarenakan takut terjadi kesalahan yang membuat dirinya menjadi terangkat dalam permasalahan tersebut. 3. Sedangkan karakter yang ketiga adalah seseorang yang tahu sebagian atau bahkan seluruhnya, namun dia hanya mau berbicara ketika apa yang di bahasakan oleh teman-temannya sengat dia kuasai, maka dia akan angkat bicara dalam permasalahn itu dan terkadang membuat perasaan temantemannya tersinggung, baik yang secara yang ia sadari maupun yang tidak ia sadari. Tapi yang namanya kehidupan memang begitu kok, karna kalau

bukan di lakukan seperti itu, maka orang itu tidak akan mau untuk instropeksi diri untuk apa yang akan menjadi planning-nya ke depan. Dan sekarang kita lanjut kepermasalahan, entah pada suatu konflik tersebut mereka anggap selesai namun dalam sudut pandang lain ternyata belum selesai. Bermunculan-lah semua pemikiran yang kadang membuat kita Falacy (kesalahan berfikir) dan kadang juga bermunculan pemikiran yang membuat kita memfungsikan arti pikiran yang sebenar-nya, tapi semua itu asik untuk di jadikan bahan komentar dari teman-teman sekalian, maka dari itu pula untuk teman-teman sekalian, kita semua ini manusia yang mempunyai batasan pikiran yang tidak melebihi dari sang-pencipta kita. Di samping itu pula saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman saya yang banyak membantu yang secara tidak sadar telah kujadikan bahan penelitian yang bersifat nyata dan objektif, sekali ku ucapkan thanks all. Lanjut ke pembahasan, Jadi kami khususnya penulis meminta bahan yang bisa dijadikan pembahasan kami untuk selanjut-nya dan kami meminta dari pembaca sekalian untuk membenarkan pendapat kami ini agar tidak terjadi kesalahan pahaman yang tak berarti. Tapi berlanjut dari pengalaman, kami telah mengkaji beberapa masalah yang kami bahasakan dan kami pertimbangkan tapi belum menemukan titik temu yang baik. 1. SEMPURNA Menurut yang telah dibahasakan dari teman-teman saya, muncul dua pembahasan yang mendefinisikan dari arti Sempurna. 1. Sempurna yang pertama adalah suata kehidupan yang selalu diliat dari sisi baiknya terus tanpa ada keburukan yang dilakukan, dan bila dikemudian hari

terjadi kelakuan yang mengarah terhadap keburukan maka tidak lagi dikatakan sempurna, pendapat ini terus dipertahankan oleh seseorang yang mengeluarkan pendapat tersebut, sedangkan di sudut lain ada yang berasumsi bahwa, 2. Sempurna itu adalah keseimbangan antara baik dan buruk, sehingga menjadi suatu kesatuan yang menjadikan manusia itu merupakan makhluk sempurna diantara makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Iblis diciptakan dan dipandang buruk oleh manusia, malaikat diciptakan juga selalu dipandang. Dar hal tersebut muncul pertanyaanbenar mana? Manusia sempurna-kah atau tidak

sempurna?.

Dari hasil pembahasan ini yang mereka argumenkan muncul beberapa seseorang yang mengatakan tidak ada manusia yang diciptakan sempurna ada juga yang berargumen bahwa manusia semua diciptakan sempurna pastilah mereka mengatakan hal tersebut tentu ada alasan yang jelas mereka harus pertahankan masing-masing. Dan mari kita dengarkan alasan mereka masingmasing!!! 1. yang mengatakan tidak ada manusia yang diciptakan sempurna alasannya karna manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan YME yang dilengkapi akal pikiran untuk melakukan suatu pemikiran yang menghasilkan asumsi, karya ilmiah dan beberapa sumber pengetahuan lainnya, namun kadang seseorang itu juga melakukan fallacy atau yang sering disebut kesalahan dalam berfikir, dan selain itu manusia

juga di lahirkan kebumi bagaikan kertas yang tak tergores dan bersih tanpa tinta, namun dalam proses perjalanan kehidupan tersebut harus mengalami goresan yang harus dijalani untuk menuju kesempurnaan entah itu melakukan hal yang positif maupun hal yang negative tergantung dari manusianya karna kehidupan itu adalah pilihan, manusia diciptakan ke dunia juga itu adalah pilihan dan dari sudut pandang itulah dikatakan manusia tidak ada yang sempurna dan untuk lebih terperinci lagi bahwa kesempurnaan itu hanyalah milik sang-Pencipta. 2. sedangkan asumsi berikutnya mengatakan bahwa manusia adalah makhluk yang sempurna, alasannya adalah Tuhan menciptakan manusia ke bumi dengan proses yang terbilang cukup lama dan pada saat dilahirkan ke bumi mereka melakukan kelakuan baik dan buruk yang mengakibatkan manusia itu sendiri mendapat ganjaran yang sesuai apa yang mereka lakukan, dan inti dari pembahasan yang dibahasakan bahwa manusia bisa dikatakan sempurna jika bisa melakukan hal yang baik dan hal yang buruk. Dan dari pembahsan tersebut kami meminta masukan-masukan dari yang telah mambaca blogku, karna sebetulnya kami membutuhkan refrensi yang tentunya sumbernya dari temanteman sekalian!!!

Dari pembahasan diatas kami membutuhkan komentar teman-teman sekalian tentang pendapat kami atau tambahan, baik tambahan pembahasan yang telah kami bahasakan ataupun tambahan pembahasan yang akan kami bahasakan. Selain itu, kami memeliki opsi pilihan pembahasan yang nantinya kami akan bahasakan, yaitu: 1. Definisi bebas tentang masalah 2. Apa itu maksud dari kedewasaan 3. Apa definisi tentang pasti tapi ada, mungkin tapi ada, dan mustahil tapi ada