Anda di halaman 1dari 11

1. Jelaskan secara singkat perbedaan antara pengukuran akuntansi dan pengungkapan akuntansi.

Dari dua proses akuntansi ini, manakah yang menurut anda akan menunjukkan kemajuan inovatif yang besar selama 10 tahun mendatang? Mengapa ? jawab: Pengukuran akuntasi : Proses mengidentifikasikan, mengelompokkan dan menghitung aktivitas ekonomi atau transaksi. Pengukuran ini memberikan masukan mendalam mengenai profitabilitas operasi suatu perusahaan dan kekuatan posisi keuangannya. Pengungkapan akutansi : Standard dan praktik pengungkapan dipengaruhi oleh sumber-sumber keuangan, sistem hukum, ikatan politik dan ekonomi, tingkat pembangunan ekonomi, tingkat pendidikan, budaya dan pengaruh lainnya. Yang menunjukkan kemajuan inovatif yang besar selama 10 tahun mendatang adalah pengungkapan akuntansi, karena meskipun praktik pegungkapan sangat berbeda-beda di setiap Negara, tetapi sekarang perlahan mulai timbul kemiripan (konvergensi) dengan secara sukarela mengadopsi standar pelaporan keuangan internasioal (IFRS) atau GAAP Amerika serikat, mematuhi ketentuan pasar bursa efek dan badan regulator domestic dan luar negeri memberikan respon terhadap berbagai permintaan informasi yang diajukan para investor dan analis. 2. Mengapa perusahaan multinasional terlihat semakin bertanggung jawab kepada konstituennya, dan bukannya kelompok investor tradisional? Jawab : Karena perusahaan multinasional pada umumnya pengungkapan akuntansinya didorong oleh perbedaan dalam tata kelola perusahaan dan keuangan. Contoh di amerika serikat, inggris dan Negara-negara anglo amerika lainnya, pasar ekuitas menyediakan kebanyakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan sehingga menjadi sangat maju. Di pasar-pasar tersebut, kepemilikan cenderung tersebar luas diantara banyak pemegang saham dan perlindungan terhadap investor sangat ditekankan. Sedangkan dikebanyakan Negara-negara lain, keemilikan saham masih tetap sangat terkonsentrasi dan bank secara tradisional menjadi sumber utama pembayaran perusahaan. 3. Haruskah perusahaan asing yang bermaksud menerbitkan surat berharga di amerika serikat diwajibkan untuk melakukan pengungkapan sebanyak yang dilakukan oleh perusahaan Amerika Serikat yang menerbitkan surat berharga di amerika serikat? Lakukanlah evaluasi yang kritis terhadap argument-argumen yang disajikan dalam bab ini .. Jawab : Ya, diharuskan karena bursa efek dan badan regulator pemerintah umumnya mengharuskan perusahaan asing yang mencatat saham untuk memberikan informasi keuangan dan non keuangan yang sama dengan yang diharuskan kepada perusahaan domestic. Perusahaan asing yang sahamnya tercatat pada suatu bursa efek umumnya memiliki fleksibilitas dalam prinsip akuntansi yang digunakan dan ruang lingkup pengungkapan. Dikebanyakan Negara, perusahaan asing yang tercatat sahamnya harus menyerahkan kepada bursa efek setiap informasi yang di umumkan, yang dibagkan kepada para pemegang saham atau yang dilaporkan kepada badan regulator di pasar domestic. Namun demikian, kebanyakan Negara tidak mengawasi atau menegakkan pelaksanaan ketentuan kesesuaian pengungkapan antar wilayah (yuridiksi). 4. Aturan akuntansi di jepang, prancis dan jerman sekarang telah mewajibkan pengungkapan hasil keuangan segmen usaha. Namun demikian, para manajer di negara-negara ini secara tradisional menentang pengungkapan informasi segmen yang detail. Mengapa para manajer ini memilih untuk mengungkapan sedikit informasi mengenai segmen usaha perusahaanya dan mengapa aturan akuntansi menjadi semakin ketat terlepas dari penolakan manajer ini?

Jawab : Para manajer memilih untuk mengungkapkan sedikit informasi mengenai segmen usaha perusahaannya dikarenakan demi melindungi manajemen yang berkuasa, kepemilikan yang terkonsentrasi pemilik keluarga yang merupakan secara tradisional sumber utama. Aturan akuntansi yang menjadi semakin ketat setelah penolakan manajemen merupakan pengungkapan sebagai pengendalian manajemen, meminimalkan resiko didalam kegiatan perusahaan 5. Apa saja perbedaan antara pengungkapan sukarela dan pengungkapan wajib ? berikanlah setidaknya dua penjelasan mengenai perbedaan praktik pengungkapan sukarela yang dilakukan oleh para manajer. Berikanlah pula setidaknya dua penjelasan mengenai perbedaan praktik pengungkapan waib yang dilakukan oleh para manajer. Jawab : Perbedaan antara pengungkapan wajib dan sukarela : Sukarela : a. Investor di seluruh dunia menuntut informasi yang lebih detail dan lbih tepat waktu, tingkat pengungkapan sukarela semakin meningkat, baik di Negara-negara dengan pasar yang sudah maju maupun yang sdan berkembang. b. Dalam laporan terakhir Badan Standar Akuntansu keuangan (FASB) menjelaskan sebuah proyek FASB mengenai pelaporan bisnis yang mendukung pandangan bahw perusahaan akan mendapatkan manfaat pasar modal dengan meningkatkan pengungkapan sukarelanya. c. Manajer memiliki informasi mengenai kinerja perusahaan sat ini pada masa mendatang yang lebih baik bila dibandingkan dengan pihak eksternal. d. Bukti-bukti kuat mnunjukkan bahwa manajer perusahaan sering memiliki dorongan kut untuk menunda pengungkapan berita negative, mengelola laporan keuangan untuk lebih menunjukkan wajah positif perusahaan dan menlai lebih kinerja dan prospek keuangan perusahaanya. Wajib ; a. Perlindungan terhadap pemegang saham atau investor berbeda dari satu Negara ke Negara lain. b. Pada umumnya bursa efek dan badan regulator pemerintah mengharuskan perusahaan asing yang mencatatkan saham untuk memberikan informasi keuangan dan non keuangan yang sama dengan yang diharuskan kepada perusahaan domestic. c. Investor yang memiliki informasi yang cukup untuk mengevaluasi kinerja dan prospek sebuah perusahaan. Tempat yang terbukti atas hal ini adalah AS, yang standar pengungkapannya secara umum dipandang paling ketat di dunia. d. Perlindungan pemengang saham di AS itu sangat ketat, sedangkan perlindungan pemegang saham di negra-negara lain kurang mendapat perhatian. Contohnya cina melarng insider traiding ( perdagangan yang melibatkan klangan dalam) sedangkan penegakan hokum yang lemah membuat penegakan aturan itu hampir tidak ada. 6. Apa yang dimaksud dengan pelaporan tiga baris bawah (triple Buttom-line reporting) dan mengapa pelaporan ini menjadi trend yang makin berkembang dikalangan perusahaan multinasional yang besar? Saat ini terdapat beberapa ketentuan apabila melakukan pelaporan jenis ini. Apakah pengaturan lebih banyak diperlukan? Mengapa? Jawab : Pelaporan tiga baris bawah (triple buttom line reporting) adalah laporan ketahanan yang mengintegrasikan kinerja ekonomi, social dan lingkungan. Pelaporan tanggungjawab social semakin menjadi tren utama dikalangan perusahaan multinasional, hal ini menunjukkan bahwa

jumlah perusahaan yang menerbitkan laporan lingkungan hidup, social atau ketahanan, selain laporan keuangan tahunan semakin bertambah Ya, karena untuk menyeragamkan pelaporan di antar Negara satu dengan Negara lain dengan standar IFRS. 7. Apakah menerut anda pengungkapan sukarela oleh perusahaan-perusahaan dinegara pasar berkembang lebih banyak atau lebih sedikit bila dibandingkan dengan di negara maju? Mengapa? Jawab : Menurut kami pengungkapn sukarela oleh perusahaan-perusahaan di negara maju lebih banyak karena investor diseluruh dunia menuntut informasi yang lebih detail dan lebih tepat waktu, tingkat pengungkapan sukarela semakin meningkat 8. Apakah menurut anda pengungkapan wajib oleh perusahaan-perusahaan dinegara pasar berkembang lebih banyak atau lebih sedikit bila dibandingkan dengan di negara maju? Mengapa? Jawab : Menurut kami pengungkapan wajib oleh perusahaan-perusahaan di negara berkembang itu banyak, tetapi masih terbilang sangat dasar bagi Negara berkembang. Karena belum menyeragamkan standar IFRS di semua negara. Sedangkan bagi perusahaan-perusahaan maju pengungkapan wajib itu di haruskan seperti amerika serukat yang memiliki standar pengungkapannya secara umum di pandang paling ketat di dunia. 9. Apakah dua tujuan besar untuk pasar berorientasi investor? Manakah dari tujuan ini yang menurut anda paling penting ? berikan alasan untuk jawaban anda? Jawab : Dua tujuan utama untuk pasar berorientasi investor yaitu investor dapat menerima informasi yang material tepat pada waktunya dan dapat dilindungi melalui pengawasan dan penegakan aturan yang efektif. Menurut saya tujuan yang paling penting yaitu perlindungan investor melalui pengawasan dan penegakan aturan yang efektif, karena dengan adanya pengawasan dan penegakan aturan dapat menghindari terjadinya tindakan criminal dalam hal pengungkapan informasi yang ditujukan kepad investor, hal ini bertujuan untuk meningkatkan keyakinan investor, yang akan meningkatkan likuiditas, mengurangi biaya transaksi, dan meningkatkan kualitas pasar secara keseluruhan. 10. Dari perspektif sebuah regulator pasar surat berharga, apakah lebih banyak pengungkapan yang diminta selalu lebih baik daripada lebih sedikit pengungkapan ?Mengapa? Jawab : Tingkat pengungkapan yang rendah di negara-negara pasar berkembang tersebut konsisten dengan sistem tata kelola perusahaan dan keuangan di negara-negara itu. Pasar ekuitas tidak terlalu berkembang, bank dan pihak internal seperti kelompok keluarga menyalurkan kebanyakan kebutuhan pendanaa dan secara umum tidak terlalu banyak adanya kebutuhan akan pengungkapan publik yang kredibel dan tepat waktu, bila dibandingkan dengan perekonomian yang lebih maju. Namun demikian, permintaan investor atas informasi mengenai perusahaan yang tepat waktu dan kredibel di Negara-negara pasar berkembang semakin banyak regulator memberikan respons terhadap permintaan ini dengan membuat ketentuan pengungkapan yang lebih ketat dan meningkatkan upaya-upaya pengawasan dan penegakan aturan. 11. menurut anda, mengapa laporan tahunan di prancis dan jerman lebih banyak berisi peramalan laba dan penjualan, bila dibandingkan dengan laporan tahunan inggris dan AS? Jawab :

Laporan tahunan di perancis dan jerman lebih banyak berisi peramalan laba dan penjualan di karenakan merupakan negara pasar berkembang dimana kepemilikan saham masih tetap sangat terkonsentrasi dan bank menjadi sumber utama pembiayaan perusahaan. Sedangkan pada laporan tahunan inggris dan AS lebih cenderung dalam menyediakan pendanaan yang dibutuhkan perusahaan. 12. Apakah yang dimaksud dengan tata kelola perusahaan ? perusahaan yang sahamnya tercatat di beberapa Negara diwajibkan mengungkapkan informasi mengenai praktik tata kelola perusahaan yang dijalankan. Mengapa investor dan para analis berpendapt bahwa informasi ini bermanfaat bagi mereka? Jawab : Tata kelola perusahaan adalah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan, dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi. Tata kelola perusahaan juga mencakup hubungan antara para pemangku kepentingan (stakeholder) yang terlibat serta tujuan pengelolaan perusahaan. Informasi dari laporan keuangan perusahaan sangat bermanfaat bagi investor dan manajemen untuk melakukan ramalan laba dan mengukur kinerja keuangan perusahaan.Kketepatan ramalan laba untuk masing-masing pasar modal dan masing-masing negara berbeda-beda, dan itu dipengaruhi oleh faktor faktor yang berbeda pula diantaranya interval waktu peramalan, besaran perusahaan, umur perusahaan, penjamin emisi, auditor, leverage, premium saham. Keuangan dan non Keuangan / sukarela dan wajib Dalam pencapaian efisiensi dan sebagai sarana akuntabilitas publik, pengungkapan laporan keuangan menjadi faktor yang signifikan. Pengungkapan laporan keuangan dapat dilakukan dalam bentuk penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang ditempuh, kontinjensi, metode persediaan, jumlah saham yang beredar dan ukuran alternatif, misalnya pospos yang dicatat berdasar historical cost (Ainun Naim dan Fuad Rakhman , 2000). Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi, yaitu proses pengkomunikasian laporan. Laporan keuangan merupakan mekanisme yang penting bagi manajer untuk berkomunikasi dengan pihak investor luar, yaitu investor publik diluar lingkup manajemen serta tidak terlibat dalam pengelolaan perusahaan (Simanjuntak dan Widiastuti, 2004). Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemakai laporan agar dapat membantu aktivitas ekonomi dari suatu perusahaan, oleh karena itu laporan keuangan penting bagi penggunanya untuk mengambil keputusan ekonomi. Kusumawati dan Sasongko (2005) berpendapat bahwa laporan keuangan perlu dikomunikasikan kepada semua pihak yang terkait termasuk manajemen itu sendiri untuk bisa digunakan sebagai media untuk menyampaikan informasi mengenai kinerja manajemen perusahaan. Namun yang paling berkepentingan dalam laporan keuangan sebenarnya adalah para pengguna eksternal. Informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu ungkapan wajib (enforced/mandatory disclosure) dan ungkapan sukarela (voluntary disclosure). Pengungkapan wajib merupakan pengungkapan minimum yang di syaratkan oleh standar akuntansi yang berlaku (peraturan mengenai pengungkapan laporan keuangan yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui keputusan ketua BAPEPAM No. SE-02/PM/2002). Jika perusahaan tidak bersedia untuk mengungkapkan informasi secara sukarela, pengungkapan wajib akan memaksa perusahaan untuk

mengungkapkannya. Sedangkan pengungkapan sukarela yaitu pengungkapan butir-butir yang dilakukan secara sukarela oleh perusahaan tanpa diharuskan oleh peraturan yang berlaku. Salah satu cara bagi manajer untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan adalah melalui pengungkapan sukarela secara lebih luas. Perusahaan dapat menarik perhatian lebih banyak analis, meningkatkan akurasi ekspektasi pasar, menurunkan ketidaksimetrisan informasi pasar dan menurunkan kejutan pasar (market surprise) dengan melakukan pengungkapan yang lebih luas (Naim dan Rakhman, 2000 dalam Zubaidah dan Zulfikar, 2005). Dalam penelitian ini faktor-faktor keuangan meliputi ukuran perusahaan, leverage, likuiditas dan profitabilitas. Ukuran perusahaan yaitu besarnya total asset yang dimiliki oleh perusahaan yang akan mempengaruhi luas pengungkapan karena semakin besar perusahaan tersebut, maka akan semakin dikenal oleh publik sehingga mengungkapkan banyak informasi merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam pencapaian efisiensi dan sebagai sarana akuntabilitas publik. Leverage merupakan pengukur besarnya aktiva yang dibiayai dengan hutang, oleh karena itu perusahaan dengan leverage yang tinggi memiliki kewajiban untuk melakukan pengungkapan yang lebih luas daripada perusahaan dengan leverage yang rendah. Ainun Naim dan Fuad Rakhman (2000) membuktikan bahwa rasio leverage mempunyai hubungan positif dengan kelengkapan pengungkapan. Likuiditas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya kepada kreditur jangka pendek. Tingkat likuiditas yang tinggi akan menunjukkan kuatnya kondisi keuangan perusahaan, perusahaan semacam ini cenderung untuk melakukan pengungkapan informasi yang lebih luas kepada pihak luar karena ingin menunjukkan bahwa perusahaan itu kredibel. Tetapi disisi lain, perusahaan dengan likuiditas rendah cenderung mengungkapkan lebih banyak informasi kepada pihak eksternal sebagai upaya untuk menjelaskan lemahnya kinerja manajemen. Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Dengan tingkat profitabilitas tinggi akan mendorong para manajer untuk memberikan informasi yang lebih terinci, sebab mereka ingin meyakinkan investor terhadap profitabilitas perusahaan dan kompensasi terhadap manajemen. Fitriani (2001) membuktikan bahwa variabel net profit margin mempunyai hubungan positif dengan kelengkapan pengungkapan. Jadi, semakin tinggi net profit margin suatu perusahaan maka semakin tinggi indeks kelengkapan pengungkapannya. Sedangkan faktor-faktor non keuangan meliputi proporsi kepemilikan saham oleh publik dan umur perusahaan. Proporsi kepemilikan saham oleh publik merupakan perbandingan jumlah antara pemegang saham publik dengan yang dimiliki oleh perusahaan. Dalam mendapatkan modal, salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan menjual sahamnya. Semakin banyak saham yang dijual, maka semakin banyak pula saham yang beradar dimasyarakat. Semakin besar porsi pemilikan publik, semakin banyak pihak yang membutuhkan informasi tentang perusahaan, sehingga semakin banyak pula butir-butir informasi yang mendetail yang dituntut untuk dibuka dalam laporan tahunan. Semakin besar porsi saham yang dimiliki publik, akan semakin banyak informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan. Umur perusahaan merupakan lamanya perusahaan didirikan dan beroperasi, sehingga semakin tua umur perusahaan maka semakin banyak pengalaman dalam mempublikasikan laporan keuangan, sehingga dengan pengalaman yang semakin banyak tersebut maka perusahaan akan semakin mengetahui informasi tentang perusahaan. Definisi Segmen terdiri dari :

a. Segmen perusahaan adalah komponen suatu entitas yang aktivitasnya mewakili kegiatan usaha utama atau kelompok pelanggan. Suatu segmen dapat berbentuk sebuah anak perusahaan, suatu divisi, suatu departemen, dalam beberapa hal sebuah joint venture atau anak perusahaan lain bukan investasi. Aktiva, kinerja dan aktivitas segmen tersebut secara jelas dapat dipisahkan secara fisik dan operasional dari aktiva, kinerja dan aktivitas yang lain dalam entitas yang sama. b. Segmen Industri adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda menurut pembagian industri, atau sekelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda, terutama untuk para pelanggan di luar perusahaan. Sebagai misal, industri dapat dikelompokkan menjadi industri perhotelan dan pariwisata, industri transpor, industri pertambangan, industri jasa profesional dan lain-lain. c. Segmen Geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dan mempunyai usaha di suatu atau sekelompok negara dalam suatu wilayah geografis tertentu. Perbedaaan akuntansi dan auditing Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Sedangkan pengertian auditing adalah proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi yang dilakukan seseorang yang independen dan kompeten untuk dapat menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi dimaksud dengan kriteriakriteria yang telah ditetapkan. Sebenarnya dari pengertian ditas kita bisa melihata danya perbedaan yang sangat prinsip dari keduanya. Akuntansi lebih menekankan pada proses pencatatan sedangkan auditing berfokus pada proses penelusuran. Dalam audit keuangan (Financial audit) kegiatan penelusuran ditujukan pada pencarian bahan pembuktian keuangan sesuai dengan laporan keuangan, karena obyek audit adalah data-data akuntansi, maka auditor dituntut untuk memahami kaedah prinsip akuntansi. Auditing bukanlah cabang dari ilmu akuntansi, akan tetapi merupakan cabang ilmu yang bebas, yang mendasarkan pada hasil kegiatan akuntansi atau hasil kegiatan lainnya. Yang gampang aja deh, dalam mengerjakan laporan keuangan, akuntansi mengerjakan nya maju, dari bukti transaksi sampai laporan keuangan, nah dari situ baru deh dilaporkan untuk menghasilakan suatu keputusan. Nah, kalau Auditing, kegiatan menelusur,,, dari laporan keuangan sampai bukti transaksi. (berbeda arah dengan akuntansi) Hubungan akuntansi dan auditing Akuntansi dan Auditing merupakan ilmu yang saling terkait, namun akuntansi lebih menekankan pada segi konstruktifnya, sedangkan auditing menekankan pada segi analitis. Auditing merupakan suatu proses sistematik yang bertujuan untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti yang dikumpulkan atas pernyataan/asersi tentang aksi aksi ekonomi dan kejadian-kejadian dan melihat bagaimana tingkat hubungan antara pernyataan/asersi dengan kenyataan dan mengkomunikasikan

hasilnya kepada yang berkepentingan. Jadi, auditing adalah ilmu memeriksa, yaitu membandingkan antara fakta dan kriteria. Berdasarkan pernyataan mengenai definisi auditing, dapat kita hubungkan antara akuntansi dan auditing. Dua ilmu ini saling terkait satu sama lain. Secara umum hubungan antara auditing dan accounting dapat dijelaskan sebagai berikut, Accounting adalah suatu proses menghasilkan data dan informasi dalam bentuk Financial Statement. Sedangkan Auditing adalah suatu proses mengevaluasi informasi dan menghasilkan kesimpulan (opini / rekomendasi) yang membandingkan antara fakta dan kriteria. Standar Auditing ada tiga macam yaitu, GAAS (Generally Accepted Auditing Standards), Standar Kerja Lapangan, GAAP( Generally Accepted Accounting Principles). Tahapan dalam audit terjadi setelah tahapan akuntansi selesai dilaksanakan, karena dalam melakukan audit di perlukan Laporan Keuangan yang merupakan hasil akhir dari proses akuntansi. Proses Akuntansi bersifat konstruktif, diawali dengan mengumpulkan bukti pembukuan (bukti bukti transaksi), bukti pembukuan dicatat dalam bentuk Special Journal (Jurnal Penjualan, Jurnal Pembelian, Jurnal Penerimaan Kas, dan Jurnal Pengeluaran Kas). Setelah semua transaksi dicatat pada masing masing kolom Special Journal, Tiap tiap jurnal dicatat dalam General Ledger, dan dilakukan penyesuaian pada transaksi yang memerlukan penyesuaian. Melalui transaksi yang telah disesuaikan dapat diperoleh Trial Balance yang terdiri atas Aktiva dan Passiva dari suatu perusahaan. Tahap selanjutnya adalah pembuatan Worksheet, kemudian diperoleh Financial Statement (Laporan Keuangan) yang akan menjadi bahan bukti untuk melakukan audit. Financial Statement yang dihasilkan dari proses akuntansi, akan mengalami tahap audit. Audit terhadap Laporan Keuangan diperlukan karena, (1) Ada potensi konflik antara penyedia informasi dengan pengguna informasi, (2) Informasi mempunyai konsekuensi ekonomi yang sangat penting bagi business maker, (3) Keahlian sering menghendaki informasi disajikan dan diverifikasi, (4) User sering tercegah mempunyai hubungan langsung dengan informasi. Dalam melakukan audit harus sesuai dengan Standar Auditing yang telah ditetapkan. Standar Auditing terdiri dari tiga standar penting yaitu :

Standar Umum (General Standard)

Audit dilaksanakan oleh seseorang yang memiliki kualitas dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. Seorang auditor juga harus bersikap netral dan independen, memiliki tingkat kecermatan dan kehati hatian yang baik dalam melaksanakan audit dan membuat laporan. Laporan yang dihasilkan harus sesuai dengan standar auditing (GAAS).

Standar Kerja Lapangan (Standard of Fieldwork)

Dalam pelaksanaan audit harus dilaksanakan dengan baik, oleh sebab itu diperlukan perencanaan yang matang, jika ada petugas junior harus dilakukan supervisi audit. Pemahaman yang memadai atas Internal Control perusahaan sangat diperlukan untuk menentukan sifat waktu dan menetapkan berapa dalamnya audit yang dilakukan. Bukti audit kompeten yang cukup sangat diperlukan dalam pemerikasaan.

Standar Pelaporan (Standard of Report)

Pernyataan Laporan hasil audit yang disajikan harus sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berlaku Umum / GAAP. Jika standar akuntansi yang digunakan tidak konsisten, maka harus dinyatakan sebab dan

akibatnya serta dinyatakan apa efeknya bagi perusahaan. Pengungkapan Laporan hasil audit berupa opini dan harus ada informasi yang lengkap (Disclosure). Ketiga standar penting diatas yang terdiri dari Standar Umum, Standar Kerja Lapangan, dan Standar Pelaporan, pada akhirnya akan menghasilkan opini / rekomendasi yang berdasarkan Interpretasi PSA.

KONTRAK FUTURE Future termasuk salah satu diantara banyak instrumen keuanganyangakhir-ahkir ini dikembangkan. Pertama kali dikembangkan di Chicago, USA sekitar tahun1970-an, kemudian menyebar ke Eropa dan akhir-akhir ini ke negara-negara lain diseluruh dunia. Future dapat dijumpai baik pada pasar uang, pasar komoditas maupun pasar modal. Jadi, future termasuk instrumen derivatif, sebab nilainya berasal dari nilai pokok atau nilai dasar instrumen keuangna. Dengan demikian, future merupakan derivatif dari instrumen pasar modal. Timbulnya transaksi derivatif (turunan), disebabkan masing-masing pihak berkepentingan ingin mengantisipasi ketidak pastian dimasa yangakan datang. Adanya faktor-faktor eksternal yang tidak dapat dikuasai akan berkemungkinan menimbulkan kerugian baik bagi investor maupun debitor. Inilah risiko bisnis yang harus diantisipasi dengan jalan membuat kontrak future. Dibandingkan dengan para investor, para manajer dapat memprediksi situasi perushaan lebih tepat, mengingat manajemen lebih memahami kondisi internal perusahaan. Tetapi baik para investor maupun para manajer tidak dapat memprediksi tingkat bunga dan perubahan harga sekuritas dengan baik. Salah satu cara untuk menghindari tingkat risiko tersebut adalah dengan mengadakan kontrak future. Instrumen ini dimaksudkan untuk melindungi para investor maupun para manajer untuk menghindari risiko tingkat bunga dan perubahan harga sekuritas. Adanya kebutuhan terhadap antisipasi risiko bisnis semacam itu menimbulkan bisnis yan secara spesifik memberikan atau melayani jasa kontrak future. Bab ini akan menjelaskan secara rinci bagaimana dan apa yang melatarbelakangi kontrak future. Sebelum dibahas mengenai future, terlebih dahulu perlu dibedakan antara future, forward, dan spot (cash) markets. Ketiga instrumen keuangan tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda. MANFAAT FUTURE Uraian berikut ini menjelaskan beberapa manfaat future ditinjau dari kepentingan para investor. Kontrak future bertujuan untuk melindungi fluktuasi harga. Dengan kontrak future ini akan diddapatkan adanya jaminan hasil yang konstan. Jika harga pasar sekuritas turun, investor masih dapat memperoleh tingkat hasil tertentu sebag hasil dari sekuritas sudah dijamin dan ditentukan dalam kontrak future. Dari segi lain, kenaikan harga pasar sekuritas mengkompensasi kerugian kontrak future di pasar. Investor memperoleh kepastian bahwa hasil Y pada setiap waktu adalah konstan, tanpa memperhatikan perubahan harga pasar. Apabila harga sekuritas turun maka investor memperoleh keuntungan dari kontrak future. Seperti dijelaskan pada short hedge atau pada gambar 15.5. Future dapat juga digunakan untuk melindungi institusi dari fluktuasi tingkat bunga pinjaman. Seandainya bank komersial ingin meminjam uang dari bank sentral pada tahun mendatang, akan tetapi diperkirakan tingkat bunga pada saat itu tinggi, bank komersial dapat membuat kontrak future dengan bank sentral pada tingkat bunga yang lebih rendah dari pada diramalkan. Pada kontrak tersebut, bank sentral setuju menyediakan sejumlah sekuritas tertentu untuk bank komesial pada harga dan waktu tertentu. Penjual konrak future, pada kasus ini adlah bank sentral juga menghindari risiko bunga dengan pertama membeli sekuritas dari pasar pada tingkat bunga terendah dan menunggu kontrak future tersebut jatuh tempo. Kedua, membayar kontrak future untuk kontrak yang sama dengan tanggal jatuh tempo sesuai dengan kontrak pertama (zero out). Berdasarkan pertimbangan manfaat diatas, para investor dapat memperoleh manfaat atau keuntungan.

Dari sisi lain, hal ini dapat meningkatkan volume perdagangan di lantai bursa. PERBEDAAN ANTARA OPSI DENGAN FUTURE Adanya berbagai kesamaan antara kontrak opsi dengan kontrak future, sehingga masyarakat umum trmasuk mahasiswa, investor, dan manajer kesulitan untuk membedakan diantara keduanya. Bentuk perbedaan kedua instrumen derivatif tersebut adalah : Pada kontrak opsi, pembeli kontrak mempunyai hak dan tidak mempunyai keharusan untuk melaksanakan (di-exercise-kan) hak tersebut. Apabila pembeli opsi meminta haknya, maka penerbit opsi (Option Writer) mempunyai keharusan untuk memberikan hak tersebut kepada pembeli hak opsi. Sedangkan pada kontrak future, baik pembeli maupun penjual berkewajiban untuk melakukan haknya. Pembeli konrak future mendapat keuntungan apabila harga kontrak future naik, dan mendapat rugi apabila harga kontrak future turun. Pembeli oposi mendapat rugi sebesar call premium, dan memperoleh seluruh keuntungan pada saat harga opsi naik. Pada kontrak opsi, keuntungan option writer terbatas sebesar call premium. RINGKASAN Inflasi dan fluktuasi tingkat bunga dipasar tidak dapat dihindari pada perekonomian saat ini. Hal ini menyebabkan ketidakpastian yang akhirnya timbul suatu kontrak future. Kontrak future merupakan kontrak antara seorang pembeli dan penjual, dimana keduanya sdtuju bahwa suatu sekuritas (aktiva atau kas) akan dipertukarkan pada harga tertentu dan pada tanggal tertentu. Harga tersebut ditentukan ata distandarisasi, baik tanggal jatuh tempo maupun jenis suatu aktiva juga ditetapkan. Sebagaian besar harga kontak future ditentukan terlebih dahulu (didepan) dan harga kontrak future pada saat ditetapkan sangat tergantung harga pasar saat itu. Harga yang disetujui antara pembeli dengan penjual diseeebut harga future. Tujuan ditetapkan harga ini adalah untuk menghindari fluktuasi harga pasar. Fluktuasi tersebut menyebabkan perubahan berbagai risiko harga pasar, sehingga investor berusaha menghindari risiko untuk melindungi investasinya. Kontrak future membantu para investor untuk memindahkan risiko tersebut ke institusi lain. Kontrak future mempunyai jangka waktu antara 3 bulan sampai dengan 4 tahun. Kontrak future dapat terdiri dari komoditas seprti bahan-bahan makanan atau industri komoditi, ini disebut future komoditas (Commodity future). Kontrak future berdasar pada instrumen keuangan disebut future keuangan (financia future).

Kontrak forward, swap, opsi, kontrak future Menurut Andrew M. Chisholm, kontrak forward adalah kontrak kesepakatan yang dibuat langsung antara dua pihak dimana satu pihak setuju untuk membeli komoditi atau aset keuangan pada tanggal di masa mendatang pada harga tetap sementara pihak lainnya setuju untuk menyerahkan komoditi atau aset pada harga yang telah di tentukan sebelumnya. Kontrak tersebut tidak memuat unsurunsur yang memungkinkan adanya pilihan lain selain yang telah diperjanjikan. Dalam hal ini kedua belah pihak wajib untuk mematuhi kontrak, yang merupakan komitmen hukum yang mengikat, terlepas

dari nilai komoditi atau aset pada saat penyerahan. Karena kontrak forward dinegosiasikan secara langsung antara dua pihak, persyaratan dan kondisi kontrak dapat disesuai kan. Namun, kemungkinan terdapat risiko dimana satu pihak dapat gagal untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya. Sedangkan kontrak berjangka (futures) menurut Mr. Andrew M. Chisholm, masih dalam bukunya Derivatives Demystified, A Step-by-Step Guide to Forwards, Futures, Swaps and Opt ions, di katakan pada dasarnya kontrak berjangka adalah sama dengan kontrak forward. Kecuali bahwa transaksi di lakukan melalui bursa terorganisir yang teratur dan bukan dinegosiasikan secara langsung antara dua pihak. Dalam konteks ini, satu pihak setuju untuk menyerahkan komoditi atau aset pada masa mendatang (atau dalam kurun tanggal tertentu) dengan harga tetap, dan pihak lain setuju untuk menerima barang yang dikirim tersebut. Kontrak berjangka adalah komitmen hukum dan mengikat. Ada tiga perbedaan utama antara kontrak forward dan kontrak berjangka (futures) di jamin terhadap terjadinya wansprestasi. Kedua, Kontrak berjangka (futures) distandarisasi, untuk mempromosikan perdagangan yang aktif. Ketiga, mereka diselesaikan secara harian. Sementara itu, Opsi Call (meminta) menurut Andrew M. Chisholm adalah memberikan pemegang hak untuk membeli underlying asset pada tanggal tertentu pada harga tetap. Suatu Opsi Put (menawarkan) menyampaikan hak untuk menjual aset subjek yang mendasarinya (underliying) pada tanggal ter tentu dan harga yang tetap. Pembel i Opsi harus membayar jumlah awal uang yang disebut premi kepada penjual atau penulis kontrak. Hal ini karena Opsi memberikan fleksibilitas, tetapi tak perlu dilakukan (diambil). Opsi dinegosiasi kan antara dua pihak di pasar OTC, yang biasanya salah satu pihaknya adalah pedagang khusus, atau diperdagangkan secara bebas di bursa terorganisir. Opsi yang diperdagangkan umumnya produk standar, meskipun beberapa bursa telah memperkenalkan kontrak dengan beberapa fitur yang dapat disesuai kan. SWAP, menurut Andrew M. Chisholm, adalah suatu perjanjian antara dua pihak untuk mempertukarkan 2/3pembayaran pada tanggal rutin dimasa depan, di mana pembayaran dasar dihitung secara berbeda. Sebagai transaksi OTC, Swap memiliki risiko bahwa salah satu pihak mungkin melakukan wanprestasi pada kewajibannya. Swap ini digunakan untuk mengelola atau melindungi nilai risiko yang terkait dengan suku bunga, nilai tukar, harga komoditas, dan harga saham yang berubahubah (volat i le). Contoh khas terjadi ket i ka sebuah perusahaan telah meminjam uang dari bank pada t ingkat bunga yang berubah-ubah dan terkena kemungkinan kenaikan suku bunga; dengan memasuki Swap perusahaan dapat menetapkan biaya pendanaannya. Meskipun sering dianggap sebagai salah satu jenis yang paling mendasar dari produk derivatif, Swap sebenarnya terdiri dari serangkaian kontrak berjangka. Opsi Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan di depan (strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola risiko turunnya nilai jual dari stok XXX yang

dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun. Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike

Swap

Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum [1]" Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan.