Anda di halaman 1dari 12

Disusun Oleh: Diaz Kurniasari Hidayah Fauzi Ramadhan Octaviani Ratnasari Tanti Yulianti Raga Pertiwi Yuli Yulianah

Keteledoran yang terjadi pada saat bekerja bisa disebabkan beberapa faktor. Diantaranya: ketidakseimbangan/kemampuan fisik ketidakseimbangan/kemampuan psikologi kurangnya pengetahuan kurang keteramplitan stress mental stress fisik turunnya motivasi

Apa Itu Human Error?

Human error didefinisikan sebagai suatu keputusan atau tindakan yang mengurangi atau potensial untuk mengurangi efektifitas, keamanan atau performansi suatu sistem suatu penyimpangan dari suatu performansi standart yang telah ditentukan sebelumnya, yang mengakibatkan adanya penundaan waktu yang tidak diinginkan, kesulitan, masalah, insiden, kegagalan ketidaksesuaian kerja yang bukan hanya akibat dari kesalahan manusia, tetapi juga karena adanya kesalahan pada perancangan dan prosedur kerja

Pengetahuan yang tidak memadai Kurangnya pendidikan dan pelatihan Kurangnya imajinasi/tinjauan ke masa depan Kurangnya wibawa dalam mengambil keputusan Kepercayaan/ketergantungan pada pihak lain Estimasi yang terlalu rendah dalam desain dan konstruksi Ketidaktahuan, kelalaian dan kecerobohan Situasi yang benar-benar tidak diketahui Kurangnya kemampuan untuk berkomunikasi Stress mental/stress fisik Ketidakseimbangan fisik/psikologis Motivasi menurun

Dampak yang dapat diakibatkan oleh human error sebagai berikut : Kerugian materiil baik industri ataupun orang yang melakukan kelalaian. Terhambatnya proses produksi. Kehilangan sebagian anggota fisik. Kehilangan nyawa. Mengurangi produktivitas Merugikan bagi keluarga yang ditinggalkan

Di salah satu sekolah kejuruan terjadi beberapa contoh kasus human error salah satunya adalah, ada siswa baru yang dia sangat penasaran dengan alat sentrifuse konvensional. Dia memutar dengan kencang, karena alat itu dalam kondisi tidak baik, tabung yang berada di dalamnya melontar keluar dan mengenai siswa tersebut dan akhirnya siswa tersebut mengalami pendarahan pada kepalanya. Akhirnya dia dilarikan ke rumah sakit.

Pada sebuah perusahaan kontruksi yang sedang membongkar bagunan, seorang pemilik sedang duduk sambil menelepon dia tidak mengetahui tembok yang dia pakai untuk bersandar ternyata akan roboh. Pemilik tersebut tidak memakai helm pengaman. Karyawannya memanggil pemilik tersebut karena posisi dia sedang menelpon suara karyawan tersebut tidak dihiraukan. Akhirya pemilik konstruksi tersebut tertimpa reruntuhan bangunan. Dia dilarikan ke rumah sakit, akhirnya nyawanya tidak tertolong lagi.

seorang anak muda menggunakan sepeda motor dengan kecepatan yang tinggi pada jalur busway, tanpa dia sadari ada nenek nenek yang hendak menyebrang. Kecepatan motor tersebut tidak dapat dihentikan seketika, demi menghindari nenek tersebut, dia membanting strir kea rah trotoar. Seketika anak muda tersebut terlontar sejauh 5 meter. Dia larikan kerumah sakit akibatnya dia mengalami amnesia parsial.

Untuk kasus pertama, sifat ingin tahu itu perlu, akan tetapi kita harus menanyakannya terlebih dahulu pada orang yang benar benar mengerti. Sehingga kita tidak menggunakannya dengan asal asalan. Selain itu pihak sekolah juga seharusnya memberikan lambing peringatan bahwa alat tersebut rusak. Agar tidak terjadi hal seperti ini lagi.

Seharusnya pemilik tersebut harus lebih mengetahui Kesehatan dan Keselamatan Kerja dibandingkan karyawannya. Setidaknya pemilik tersebut menggunakan safety helmet apabila ada bangunan yang terjatuh lukanyapun tidak begitu parah. Karena kecerobohannya mengakibatkan kehilangan nyawanya sendiri.

Seharusnya anak muda tersebut tidak menggunakan jalur busway, karena dapat menghambat jalanya busway tersebut, selain itu pemuda tersebut seharusnya taat lalu lintas, dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Akibat kecerobohannya nyawa pmuda dan nenek tersebut dapat melayang.