Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN SGD 1 KELENJAR SALIVA

Kelompok SGD 1 :
Afaf Kris Aditya W Gerald Z Hafid Nur A Maria V.A. Zulfi F Putri F Andhika A.A Jessica Monica Dea Shifa

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG 2011/2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya kepada kami, sehingga kami bisa menyelesaikan laporan hasil SGD 3 Kelenjar Tiroid dan Paratiroid. Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas SGD yang telah dilaksanakan. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik. Keberadaan makalah ini sungguh sangat membahagiakan, karena selama ini mahasiswa kedokteran gigi dapat belajar mengenai topik atau subjek yang memang harus dipelajari. Selain itu kita sebagai mahasiswa dapat lebih mengerti tentang kelenjar tiroid dan paratiroid,mengenai fungsinya sebagai salah satu pengatur system metabolism di dalam tubuh. Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu kami dalam mengerjakan laporan ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah bersusah payah membantu baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan laporan ini. Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil laporan ini. Karena itu kami berharap semoga laporan ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama. Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama. Semoga laporan yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang lebih baik lagi. Amin.

Jazakumullhahi khoiro jaza

Semarang, 2 April 2012 Penyusun

SALIVA
Pengertian Saliva
Saliva merupakan cairan tidak berwarna yang berada pada rongga mulut yang disekresikan oleh kelenjar-kelenjar saliva dan dialirkan ke dalam rongga mulut melalui suatu ductus atau saluran.Saliva terdiri dari 98% air dan selebihnya adalah elektrolit,mukus dan enzim-enzim.Sekresi normal saliva berkisar dari 800-1500 mL dengan kecepatan aliran normal 1-2 mL/menit.

Kelenjar Saliva
Saliva ini diproduksi oleh kelenjar liur yang berada di sekitar mulut dan tenggorokan untuk memastikan kestabilan di sekitar rongga mulut.Kelenjar saliva terdiri dari kelenjar saliva mayor dan kelenjar saliva minor.Kelenjar saliva menghasikan mukus dan soros.Seros merupakan cairan encer berfungsi untuk produksi enzim-enzim dan imunoglobulin terutama Ig-A.Sedangkan mukos ini merupakan cairan kental yang menghalangi masuknya benda asing (patogen) ke dalam tubuh.

Kelenjar Saliva Mayor


Kelenjar saliva mayor terdiri dari Kelenjar parotis,kelenjar submandibularis,dan kelenjar sublingualis.Perbedaan ketiganya dapat dilihat pada tabel berikut, Kelenjar Letak Parotis Disebelah depan dan bawah telinga Berupa seros Submandibularis Dibawah korpus mandibularis pada dasar mulut Seros dan mukus sama besarnya Penghasil saliva terbanyak Ductus wharton bermuara disamping frenulum Sublingualis Dibawah lidah

Sekret

Ductus

Merupakan kelenjar terbesar Ductus stenson yang bermuara kre buccal mukosa pipi depan m2 atas

Seros dan mukus,namun sekret mukus>seros Mempunyai banyak ductus Ductus bartolin bermuara di sepanjang plica sublingualis yaitu suatu linger mukosa di dasar mulut

Kelenjar Saliva Minor


Kelenjar saliva minor merupakan kelenjar kecil-kecil yang terletak di dalam mukosa atau submukosa.Kelenjar saliva minor hanya menyumbangkan 5% dari pengeluaran ludah 24 jam.Kelenjar saliva tersebut diantaranya adalah, Kelenjar labial (glandula labialis) Terdapat pada bibir atas dan bibir bawah dengan asinus asinus seromukus. Kelenjar buccal (glandula buccalis) Terdapat pada mukosa pipi, dengan asinus-asinus seromukus. Kelenjar Bladin-Nuhn (glandula lingualis anterior) Terletak dibagian bawah ujung lidah disebelah garis median , dengan asinus seromukus. Kelenjar Von Ebner (Gustatory Gland,Albuminous Gland,glandula lingualis posterior) Terletak pada pangkal lidah,dengan asinus-asinus murni seros. Kelenjar Weber (glandula lingualis posterior) Terdapat di pangkal lidah , dengan asinus-asinus mukus. Kelenjar-kelenjar pada pallatum dengan asinus-asinus mukus.

Komposisi Saliva
Saliva komposisi utamanya terdiri dari air sebesar 98% ,dalam saliva juga terdapat komponen lain.Komponen saliva dapat dibedakan atas komponen organik dan anorganik. Komponen organik saliva terdiri dari, 1. Amilase Amilase merupakan protein saliva konsentrasi tinggi . Amilase adalah enzim pencernaan yang terutama diproduksi oleh kelenjar parotis dan submandibularis.Amilase mengubah tepung kanji dari glikogen menjadi kesatuan karbohidrat yang lebih kecil dan akibat pengaruh amilase. 2. Immunoglobulin Immunoglobulin merupakan agen anti bakteri.Terdiri dari sebagian besar Ig-A sekretorik (Sig-A) dan sebagian kecil Ig-G dan Ig-M .Aktivitas antibakteri Sig-A yang terdapat dalam mulut bersifat mukus dan melekat dengan kuat , sehingga antigen dalam bentuk bakteri dan virus akan melekat erat dalam mukosa mulut yang kemudian dilumpuhkan oleh SIg-A.Bakteri mulut yang diselubungi SIg-A lebih mudah difagositosis oleh leukosit (Amerongen, 1991 ; Rensburg, 1995). 3. Mukus Glikoprotein Mukus Glikoprotein merupakan lapisan rongga mulut yang berfungsi dalam lubrikasi jaringan rongga mulut,pengatur interaksi antara epitel permukaan dengan lingkungan luar dan perangkap bakteri.

4. Lisozim Lisozim mempunyai peran aktif terhadap bakteri yaitu berperan aktif menghancurkan dinding sel bakteri dan sangat aktif dalam melisiskan bakteri.Pada saliva ,lisozim berasal dari kelenjar parotis,kelenjar submandibular,dan kelenjar sublingualis (Bradly,1995). 5. Sistem peroksidase Peroksida berperan sebagai sistem antibakteri yang banyak hadir pada kelenjar parotis,terdiri dari hidrogen peroksida, tiosanat dan laktoproksidase(Rensburg,1995). Sistem ini menghambat produksi asam dan pertumbuhan bakteri streptococcus dan lactobacillus yang ikut menjaga pH rongga mulut sekaligus mengurangi terjadinya karies akibat asam yang dihasilkan oleh bakteri (Grant, et al. , 1988).

6. Laktoferin Laktoferin merupakan hasil produksi sel epitel kelenjar dan leukosit PMN yang mempunyai efek bakterisid yang merupakan salah satu fungsi proteksi terhadap infeksi mikroorganisme ke dalam tubuh manusia(Roth dan Calmes, 1981). Laktoferin juga mengikat ion-ion Fe3+ yang diperlukan bagi pertumbuhan bakteri (Amerongen, 1991). 7. Laktoperoksidase Laktoperoksidase mengkatalis oksidasi tiosanat menjadi hipotiosanat yang mampu menghambat pertumbuhan dan pertukaran zat bakteri (Amerongen, 1991) 8. Gustin Berfungsi dalam proses kesadaran pengecap (Amerongen, 1991)

Komponen Anorganik
Komponen anorganik dalam saliva berupa ion kalsium , magnesium, fluoride, HCO , kalium, natrium , klorida,NH.Selain itu terdapat gas karbondioksida, nitrogen, dan oksigen(Rensburg, 1995). Natrium dan kalium mempunyai konsentrasi tertinggi dalam saliva . Klorida sangat penting dalam aktivitas enzimatik amilase. Kalsium dan fosfat sangat penting untuk remineralisasi email. Bikarbonat adalah ion buffer terpenting dalam saliva.Konsentrasi bikarbonat pada kelebihan parotis dan submandibular meningkat dengan meningkatnya aliran saliva (Amerongen , 1991)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sekresi Saliva


1. Stimulasi otonomi Berupa stimulus penglihatan,penghiduan,pikiran,pengecap dan adanya makanan dalam rongga mulut. 2. Obat-obatan Obat yang bersifat parasimpatolitik:menaikkan jumlah saliva Obat yang bersifat parasimpatomimetik:menurunkan jumlah saliva Contoh:atropin,muskarinik,klonidin,obat anti hipertensi. 3. Pengaruh usia Usia anak-anak sampai dengan dewasa laju aliran saliva meningkat dan pada lansia menurun karena elemen sekretorik digantikan oleh jaringan lemak dan jaringan fibrosa. 4. Faktor kimiawi Melalui rangsangan seperti asin ,asam, pedas. 5. Irama sirkardian Waktu tidak makan laju aliran saliva rendah .Hal ini terjadi biasanya pada malam hari.Sekret saliva pada siang malam hari lebih sedikit karena tidak ada aktivitas dalam rongga mulut. 6. Faktor psikis Stress merupakan keadaan psikis yang ikut berpengaruh dalam menghambat sekresi saliva. 7. Rangsangan rasa sakit Misalnya oleh gingivitis , radang, dan pemakaian protesa yang dapat menstimulasi sekresi saliva. 8. Faktor mekanis Dengan mengunyah makan yang keras atau permen karet 9. Jenis kelamin dan fisiologis seseorang Faktor-faktor lain yang mempengaruhi sekresi saliva adalah diet,jenis kelamin dan fisiologis seseorang,kadar hormon,kapasitas buffer,gerak badan

Fungsi Kelenjar Saliva


Saliva dalam rongga mulut mempunyai banyak fungsi , diantaranya adalah 1. Digestif Membasahi makanan yang dikunyah

Menghasilkan enzim-enzim pencernaan (ptialin/amilase yang membantu dalam proses pemecahan karbohidrat 2. Pelumas Melumasi bolus sehingga dapat mudah ditelan dan masuk ke lambung Membantu melarutkan rasa yang ada pada makanan 3. Pelindung Mengahsilkan enzim lisozim Mengandung immunoglobulin terutama Ig-A Sebagai stabilisasi untuk menjaga keasaman dalam rongga mulut Melindungi gigi dari karies: yaitu saliva sebagai self cleansing (membersihkan diri sendiri),dengan kita mengunyah makanan makanan yang keras,berair,dan berserat maka akan merangsang keluarnya saliva dengan otomatis banyaknya saliva yang keluar dapat membersihkan gigi dari sisa makanan yang tertinggal pada gigi. Melindungi jaringan keras dan lunak mulut 4. Pengaturan keseimbangan air dalam keadaan dehidrasi yaitu dengan menurunkan kecepatan salivasi mulut kering memicu untuk minum 5. Sebagai pelarut dan pengecapan 6. Ekskresi zat-zat berbahaya dala tubuh seperti logam berat Hg,Pb 7. Mempertahankan mulut tetap lembab 8. Mencegah kerusakan dan erosi pada gigi 9. Meminimalisir keasaman rongga mulut dan mencegah kerusakan struktur gigi ketika terjadi muntah 10. Berpartisipasi dalam proses penyembuhan luka karena terdapat faktor pembekuan darah dan epidermal growth factor pada saliva 11. Jumlah sekresi air ludah dapat dipakai sebagai ukuran tentag keseimbangan air dalam tubuh 12. Membantu dalam berbicara dan pelumasan pipi dan lidah

Proses Pembentukan Saliva


Proses sekresi saliva dibagi menjadi 2 bagian utama : 1. Biosintesis protein dalam sel asini 2. Transport air dan elektrolit yang menembus epitel lapisan kelenjar lumen Proses sekresi saliva dari sel-sel asinar melewati beberapa ductus hingga ke cavum oris,dapat dilihat pada bagan berikut,

Distal kelenjar sekret

Ductus interkalaris*

Ductus striata **

Ductus intralobaris

Ductus interlobaris

Cavum oris

Ket: *masih terdapat mioepitel:yaitu sel otot yang mengelilingi asini mukosa dan asini serosa yang jika kontraksi akan memeras asini tersebut sehingga mensekresikan saliva **pada ductus ini terjadi seleksi zat-zat Na dan Cl dikembalikan ke ductus interkalaris. Sedangkan K dan ion bikarbonat ditambahkan ke dalam saliva

Saraf yang Mensarafi Kelenjar Saliva


Sekresi saliva sebagian besar berada dibawah kontrol sistem saraf,sebagian kecil lainnya ada dibawah kontrol hormonal.kecepatan aliran sekresi saliva diatur oleh sistem saraf otonom (Bradley, 1995).Kelenjar saliva dipersarafi oleh saraf simpatis dan parasimpatis (N VII).Pengaturan sekresi saliva lebih banyak dilakukan oleh saraf simpatis namun sebagian dilakukan oleh saraf simpatis (Rensburg, 1995). Saraf parasimpatis merangsang keluarnya saliva, sedangkan Saraf simpatis merangsang reseptor dan Kelenjar parotis mendapatkan supply saraf parasimpatis dari nukleus salvarius inferior,kelenjar submandibularis dan sublingualis mendapatkan supply saraf dari nukleus salivarius superior.Supply saraf simpatis untuk kelenjar parotis,submandibularis dan sublingualis berasal dari ganglion simpatis servikal superior dengan plexus saraf yang berjalan ke kelenjar ludah di sepanjang arteri.Kelenjar saliva minordipersarafi oleh serabut saraf parasimpatis yang berasal dari saraf facial yang mencapai kelenjar melalui cabang saraf lingual palatinal (Roth dan Calmes ,1981).

Vaskularisasi Kelenjar Saliva


suplai darah ke kelenjar parotis oleh a.facialis dan a.carotis eksterna suplai darah ke kelenjar submandibularis oleh a.facialis dan a.lingualis suplai darah ke kelenjar sublingualis oleh a.submentalis dan sublingualis Sementara drainase vena ke semua kelenjar saliva terutama melalui vena jugularis eksterna

Waktu Erupsi Gigi Decidui

i1 7,5 6

i2 9 7

c 18 16

m1 14 12

m2 24 20

*dalam bulan

Efek Fisiologis Erupsi Gigi Decidui


Terlihat gelisah Gusi memerah dan bengak Demam Gingiva gatal Ngeces Susah tidur Rewel

Kelainan Akibat Kekurangan dan Kelebihan Saliva


Syndroma Sjorgen Penyakit ini ditandai dengan, o Sekresi ludah dan sekresi air mata menurun o Pembengkakanglandula parotis o Artritis Syndroma Sjorgen merupakan suatu penyakit autoimun yang dapat disebabkan oleh virus.Penderita mengalami keluhan rasa terbakar di lidah,bibir,dan pipi.Pada sindroma ini terjadi atrofi sel-sel asinar lidah yang selanjutnya mempengaruhi sekresi kelenjar saliva. Fibrosis sistik

Kelenjar ludah yang terkena penyakit ini mempunyai susunan abnormal,walaupun perubahannya hanya kecil.Kadar Ca+ yang meningkat dapat menyebabkan pertumbuhan karang gigi,yang terjadi pada 90-100% penderita fibrosis sistik. Tumor kelenjar ludah Pada pertumbuhan tumor di kelenjar ludah menyebabkan pendesakan ke sel-sel asinar,sehingga sekresi ludah menurun. Xerostomia Berasal dari bahasa Yunani , xeros=kering dan stoma=mulut istilah xerostoma berarti mulut kering.xerostoma disebabkan oleh o kesehatan yang menurun resiko radang mulut o obat-obatan pengaruh antikolinergik menghambat sekresi saliva terutama produksi mukus Mucocele Merupakan lesi pada mukosa mulut yang diakibatkan oleh pecahnya kelenjar liur dan keluarnya mucin ke jaringan lunak disekitarnya Susah menelan Kerusakan gigi Mulut luka dan terjadi pembengkakan Infeksi pada kelenjar parotis bagian dalam pipi Sialorrhea Suatu kondisi medis yang ditandai dengan menetesnya air liur atau sekresi saliva yang berlebihan.penyebabnya dapat bervariasi berupa gejala dan gangguan neurologis , infeksi atau keracunan logam berat dan insektisida serta efek samping dari obat-obatan tertentu. Kekurangan saliva dapat menyebabkan karies sedangkan kelebihan saliva dapat membentuk karang gigi

Konsep Mapping

Kelenjar saliva

Mayor

Minor

Saliva

Sekresi

Enzim

Immunoglobulin

Pencernaan

Lubrikasi

Antibodi

Kesimpulan
Saliva merupakan cairan yang tidak berwarna yang ada pada rongga mulut.Saliva dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar saliva.Kelenjar saliva yang mengahsilkan saliva terbagi menjadi dua.Yaitu kelenjar saliva mayor dan kelenjar saliva minor.kelenjar saliva mayor terdiri dari kelenjar parotis,kelenjar submandibularis,dan kelenjar sublingualis.Sedangkan kelenjar saliva minor terdiri dari kelenjar labialis,kelenjar lingualis dan kelenjar-kelenjar palatinal. Saliva didalam rongga mulut mempunyai banyak fungsi diantaranya adalah untuk digestif,proteksi dan pelumas.Sekresi saliva juga akan berkurang dan bertambah pada waktu tertentu.Misalnya saja saat kita tidur karena tidak terjadi aktivitas di mulut maka sekresi saliva lebih sedikit dari siang hari.Selain itu banyak faktor-faktor lain yang mempengaruhi sekresi saliva.Agar jumlah dan kadar saliva tidak mengganggu kesehatan mulut maka bisa dilakukan tindakan pencegahan dengan menjaga kebersihan mulut.

Daftar Pustaka Anonim , diambil dari www.akademik.unsri.ac.id Anonim , diambil dar www.unsri.ac.id Anonim , diambil dari www.unud.ac.id Arey Leslie Brainerd , Human Histology a textbook in outline from W.B. Saunders Company, Third edition Philadelphia , London Toronto:1968 Atlas Histology De Fiore Drg.Lisna Yunita,M.Kes Departemen Biologi Oral FKg USU Medan , diambil dari www.usu.ac.id Drg.Ny.Itjingningsih W.H. , Anatomi Gigi , Jakarta:1991 Edwina A. M.Kidd dan Sally Joyston-Bechel , Dasar-dasar Karies Penyakit dan Penanggulangannya, EGC :1991 Hasskel R and Gayford J.J , Penyakit Mulut , Jakarta:1991 Regina dan Nahak M Maria , Dasar-dasar Ilmu Pencabutan Gigi , Akademi Kesehatan Gigi Denpasar Roth Gerald I and Camles Robert , Oral Biology ,The C.V. Mosbey Company , Chapter 8:196-213:1981