P. 1
Kebijakan Pembiayaan Pendidikan Nasional

Kebijakan Pembiayaan Pendidikan Nasional

|Views: 173|Likes:
Dipublikasikan oleh MohammadNasiruddinAbbas

More info:

Published by: MohammadNasiruddinAbbas on Apr 22, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2012

pdf

text

original

APBN APBD Provinsi APBD Kab.

/Kota

AKPK

PENDIDIKAN
Belanja Pegawai Belanja Modal Belanja Operasional

MUTU

Panduan Analisis Keuangan Pendidikan Kabupaten/Kota
Versi Agustus 2010

KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA

P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | i

DAFTAR ISI
Daftar Isi ………………………………………………………………………… Daftar Singkatan/Istilah …………………………………………………………. Daftar Lampiran ………………………………………………………………… BAB I PENDAHULUAN 1.1 Apa itu AKPK ……………………………………………………………. 1.2 Tujuan AKPK ……………………………………………………………. 1.3 Proses Penyusunan AKPK ……………………………………………….. 1.4 Manfaat AKPK …………………………………………………………… 1.5 Sumber Data AKPK ……………………………………………………… 1.6 Cara Menyusun AKPK …………………………………………………… i ii iii 1 1 1 6 6 7

BAB II KONSEP-KONSEP YANG DIGUNAKAN DALAM AKPK 2.1 Anggaran Sektor Pendidikan di Kabupaten/Kota ………………………….. 8 2.2 Pemilahan Per Jenis Belanja ………………………………………………... 8 2.3 Pemilahan Per Jenjang Pendidikan …………………………………………. 12 BAB III CONTOH KERANGKA LAPORAN AKPK 1 Pendahuluan ………………………………………………………………... 16 2 Ringkasan Temuan dan Rekomendasi ……………………………………… 16 3 Dana Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota ………………………. 16 a. Pendapatan Daerah ………………………………………………………. 16 b. Belanja Sektor Pendidikan ……………………………………………….. 17 c. Pembiayaan Daerah………………………………………………………. 18 d. Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Biaya ………………………………. 19 e. Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan ……………………… 20 f. Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan/Per Jenis Biaya ……... 21 g. Belanja Operasional Sekoah Negeri Per Jenjang Per Murid…………….. 22 4. Dana Sektor Pendidikan dari Pemerintahan Lebih Tinggi …………………. 23 a. Dana Sektor Pendidikan Dari APBD Provinsi …………………………… 23 b. Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Dekonsentrasi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) …………………………………... 24 c. Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Kemendiknas Yang Dikelola Sendiri.. 24 d. Dana Sektor Pendidikan Kabupaten/Kota Dari Berbagai Sumber Informasi yang disajikan ………………………………………………... 24 BAB IV TAHAPAN IMPLEMENTASI 4.1 Tahap I – Persiapan ………………………………………………………… 4.2 Tahap II – Penghitungan AKPK …………………………………………….. 4.3 Tahap III – Lokakarya Internal AKPK ……………………………………… 4.4 Tahap IV – Lokakarya Eksternal AKPK ……………………………………. 4.5 Tahap V – Penyusunan Laporan AKPK …………………………………….. 26 27 27 27 28

P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | ii

DAFTAR SINGKATAN/ISTILAH
AKPK APBD APBN Bappeda BKD BOS DAK DAU DBE1 DPA PAUD PLS RAPBD Renstra TK SD SKPD SMP SMA SMK USAID Analisis Keuangan Pendidikan Kabupaten/Kota Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Badan Kepegawaian Daerah Bantuan Operasional Sekolah Dana Alokasi Khusus Dana Alokasi Umum Decentralized Basic Education Component 1 Dokumen Pelaksanaan Anggaran Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Luar Sekolah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Rencana Strategis Taman Kanak Kanak Sekolah Dasar Satuan Kerja Perangkat Daerah Sekolah Menengah Pertama Sekolah Menengah Atas Sekolah Menengah Kejuruan United Stated Agency for International Development

3. 2. Contoh Lampiran Dari Laporan AKPK Contoh Bahan Presentasi Hasil Penghitungan AKPK .P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | iii DAFTAR LAMPIRAN 1. Komponen Belanja Operasional Sekolah Non-Gaji Yang Ditetapkan oleh BSNP Untuk SD/MI.

yaitu Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota.P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | 1 BAB I PENDAHULUAN 1. 2. Menampilkan gambaran umum pendapatan dan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota. 6. Menghitung belanja operasional sekolah negeri per murid untuk setiap jenjang pendidikan (TKN. Membandingkan porsi belanja sektor pendidikan dalam APBD Kabupaten/Kota dengan belanja urusan-urusan wajib lainnya 4. yang juga mencakup konklusi dan rekomendasi umum mengenai pendanaan sektor pendidikan. dan Pemerintah Pusat. Dan menghitung bagian dari belanja operasional sekolah negeri per murid untuk setiap jenjang pendidikan yang diberikan secara tunai ke sekolah. mempresentasikan hasil AKPK kepada pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan serta membuat Laporan AKPK. SMAN. SDN. Proses Penyusunan AKPK Menampilkan gambaran umum pendapatan dan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota. terutama SKPD Urusan Pendidikan. SMPN.1 Apa itu AKPK? Analisis Keuangan Pendidikan Kabupaten/Kota (AKPK) adalah suatu metode untuk menghitung dan menganalisis belanja sektor pendidikan di Kabupaten/Kota (Kabupaten/Kota) dari berbagai sumber pendanaan pemerintah. untuk menilai: a. SMKN) dari APBD Kabupaten/Kota. . 7. Menghitung total belanja sektor pendidikan dari berbagai Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) milik Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di Kabupaten/Kota. 3. 1. untuk menilai apakah anggaran dari APBD Kabupaten/Kota per murid yang dialokasikan ke sekolah sudah cukup besar jika ditambahkan dengan anggaran per murid yang dialokasikan ke sekolah dari APBN (dana BOS) dan APBD Provinsi (pendamping BOS. Menghitung dana sektor pendidikan Kabupaten/Kota dari APBD Provinsi dan APBN dan porsi masing-masing dalam total belanja sektor pendidikan di Kabupaten/Kota. Tujuan spesifik AKPK adalah: 1. 5. 8.2 Tujuan AKPK Tujuan utama dari AKPK adalah untuk mengetahui pola penganggaran belanja sektor pendidikan pada setiap jenjang pendidikan dan jenis belanja. jika ada). Pemda Provinsi. Menghitung penggunaan belanja sektor pendidikan dalam APBD Kabupaten/Kota berdasarkan: jenis belanja dan jenjang pendidikan. dibandingkan dengan porsi APBD Kabupaten/Kota. Apakah ada peluang untuk menambah pendapatan daerah yang hasilnya diperuntukkan bagi sektor pendidikan.3 1. 1. misalnya dibandingkan dengan standar Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). Berdasarkan informasi pada nomor 1 s/d 7.

P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | 2 b. misalnya. pinjaman untuk rehabilitasi gedung sekolah.1 % 100.1 (+) 10.0 2.0% 37.5 8. Apakah terdapat komponen pembiayaan yang hasilnya untuk kepentingan sektor pendidikan.058. Disamping itu.1 (-) 387.1 M) (Total Dana Perimbangan Rp850.9 398.6 Rp (Milyar) Rp (Milyar) 1. Contoh: Komposisi Pendapatan Komposisi Dana Perimbangan (Total Pendapatan Rp996. sebagai salah satu indikasi komitmen Pemda Kabupaten/Kota terhadap sektor pendidikan.6% . yang angkanya berbeda dengan belanja bidang/urusan pendidikan pada APBD Kabupaten/Kota. Cara menghitung total belanja sektor pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota dapat diilustrasikan sebagai berikut: Tahun 2008 Total Belanja APBD Kabupaten/Kota Total Belanja Sektor Pendidikan Total Belanja Urusan Pendidikan Sesuai APBD/DPA Belanja Bukan Urusan Pendidikan: Pendidikan Tinggi Belanja Sektor Pendidikan dari Urusan Pendidikan Belanja dari Satuan Kerja Di luar Urusan Pendidikan: Dinas PU Cipta karya Sekretariat Daerah Kantor Arsip dan Perpustakaan Bappeda Belanja Sektor Pendidikan Dari Urusan Bukan Pendidikan 388. Menghitung total belanja sektor pendidikan dari berbagai Daftar Pelaksanaan Anggaran (DPA) milik Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) di Kabupaten/Kota.4 0. Analisis ini menghitung belanja sektor pendidikan. juga ditampilkan persentase belanja sektor pendidikan (termasuk gaji tetapi di luar biaya pendidikan kedinasan) terhadap total belanja APBD Kabupaten/Kota guna menetapkan pencapaian pemerintah Kabupaten/Kota terhadap amanat Perubahan ke-4 UUD 1945 Pasal 31 Ayat 4 tentang pengalokasian anggaran minimal 20% dari APBD (termasuk gaji guru tetapi di luar biaya pendidikan kedinasan (Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PUU-V/2007 tanggal 20 Februari 2008). terutama SKPD Urusan Pendidikan.8 M) 2.6 1.1 0.

. Jenis belanja yang dipakai dalam AKPK adalah sebagai ditampilkan pada bagan di bawah ini. Jenis belanja yang mendapat alokasi anggaran paling besar dan paling kecil.058. Tujuan pemilahan berdasarkan jenis belanja adalah untuk menilai: i. Membandingkan porsi belanja sektor pendidikan dalam APBD Kabupaten/Kota dengan belanja urusan-urusan wajib lainnya. Contoh: Porsi Belanja Sektor Pendidikan dengan Urusan-Urusan Lainnya Total Belanja APBD Kab/Kota Rp 1.P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | 3 3. Jenis belanja. untuk menilai (a) apakah sektor pendidikan sudah mendapat alokasi anggaran yang relatif cukup besar. Besarnya anggaran yang dialokasikan untuk masing-masing jenis belanja?. Menghitung penggunaan belanja sektor pendidikan dalam APBD Kabupaten/Kota berdasarkan: a. ii.9 milyar 4. iii. dan (b) jika alokasi anggaran belanja untuk sektor pendidikan masih relatif kecil. Apakah anggaran belanja lebih banyak digunakan untuk hal-hal yang berkaitan langsung dengan pemberian pelayanan pendidikan di sekolah atau sebaliknya digunakan lebih banyak untuk kepentingan birokrasi. apakah terlihat adanya peluang untuk meningkatkan alokasi tersebut.

Non-Sekolah TOTAL BELANJA Keseluruhan Tahun: 2008 Rp (Milyar) 326.4 100. Contoh: Penggunaan Belanja Sektor Pendidikan dalam APBD Kabupaten/Kota (Berdasarkan Jenjang Pendidikan) Uraian TKN SDN SMPN SMAN SMKN PAUD PLS SKB DINAS/UPTD/KCD PENDIDIKAN LAIN-LAIN TOTAL BELANJA Tahun: Rp (Milyar) 0. PAUD.1 9.3 % % 100. SMAN. PLS.96 9.7 0.9 28.7 0 266.9 12. NON-PENDIDIKAN.5 28.0 .1 241. Jenjang pendidikan.6 22.8 266. DINAS/UPTD/KCD PENDIDIKAN.4 398.5 19.7 5.6 100. SDN.0 100. LAIN-LAIN untuk secara garis besar menilai apakah alokasi anggaran per jenjang terlihat realistis. Sekolah b.3 0.4 1.9 8. Infrastruktur ii.0 % % 100.0 88. karena jumlah sekolah dan guru SDN terbanyak di antara jenjang sekolah negeri lainnya.2 34.3 0.9 2.7 100.3 0.04 74.8 4.0 100.0 b. Proses Pembelajaran b. Misalnya. Non-Sekolah Belanja Operasional: a.6 27. Gaji Bukan Pendidik Belanja Modal: a.3 50.5 100.6 318.0 25.3 8.4 8.1 0.7 10.0 100.0 99.1 398.0 100.5 2. SMAN.0 2.4 35.4 2.3 0.0 % 91.6 17.6 0 0. SDN seharusnya mendapat alokasi yang terbesar. diikuti oleh SMPN.0 0.0 82.9 Rp (Milyar) 243.2 100. Sekolah i.6 22. dan SMKN.P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | 4 Penggunaan Belanja Sektor Pendidikan dalam APBD Kabupaten/Kota (Berdasarkan Jenis Belanja) Uraian Belanja Gaji: a. SMPN.7 8.4 11.0 95.1 0.0 0.9 37.5 22.0 8.1 2008 % 0.1 SDN Tahun: 2008 % 82.2 66.1 100. sesuai kondisi riil di Kabupaten/Kota yang bersangkutan.6 0. Gaji Pendidik b.8 2. SMKN. Pengelompokan per jenjang dimaksud adalah seperti pada Tabel berikut: TKN.0 97.5 1.3 100.2 5.

000 534. Informasi ini kemudian juga akan bermanfaat pada saat membuat Rencana Biaya dan Pendanaan untuk Rencana Strategis (Renstra) SKPD Dinas Pendidikan. jika ada). maka semakin sedikit kebutuhan-kebutuhan sekolah yang bersifat barang atau kegiatan operasional non-gaji diadakan oleh pihak lain (Dinas Pendidikan/UPTD/KCD Pendidikan) selain sekolah yang bersangkutan. SMAN.937.P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | 5 5.878 10.000 2.075.392. Contoh: Belanja Operasional Sekolah Negeri Per Murid dalam APBD Kabupaten/Kota Tahun: 2008 Uraian TKN SDN SMPN SMAN SMKN Total Rp 143.480. Tentunya dana tunai yang diberikan ke sekolah harus didukung dengan penggunaan. maka akan semakin mendorong kemajuan MBS. dan jika dibandingkan dengan standar Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP). antara lain transparan dan akuntabel. untuk menilai apakah anggaran dari APBD Kabupaten/Kota per murid yang dialokasikan ke sekolah sudah cukup besar jika dibandingkan dengan anggaran per murid yang dialokasikan ke sekolah dari APBN (dana BOS) dan APBD Provinsi (dana pendamping BOS. 7. SDN. SMKN) dari APBD Kabupaten/Kota.337 3.776. Menghitung belanja operasional sekolah per murid untuk setiap jenjang pendidikan negeri (TKN. Bagian ini ingin memperlihatkan berapa porsi anggaran untuk belanja operasional sekolah negeri non-gaji yang diberikan secara tunai ke sekolah. Dan menghitung bagian dari belanja operasional sekolah negeri per murid untuk setiap jenjang pendidikan yang diberikan secara tunai ke sekolah.000 Jumlah Murid 83 192. .071 48. SMPN.000 990.804 6. dibandingkan dengan porsi APBD Kabupaten/Kota.425 91.478 56. Menghitung dana sektor pendidikan Kabupaten/Kota dari APBD Provinsi dan APBN dan porsi masing-masing dalam total belanja sektor pendidikan di Kabupaten/Kota. Tujuan dari langkah penghitungan ini untuk mengetahui berapa kontribusi APBD Provinsi dan APBN terhadap pendanaan sektor pendidikan di Kabupaten/Kota serta program/kegiatan apa saja yang didanai dari sumbersumber ini. dan pelaporan yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance).757. maka sekolah harus mempunyai otonomi atas dana operasional sekolah. terutama yang di luar gaji (pegawai sekolah negeri umumnya PNS dan karena itu gaji pegawai dibayar langsung oleh Pemda Kabupaten/Kota).223 Rp/Murid 644. Latar belakang pemikirannya adalah jika Pemda Kabupaten/Kota ingin mendorong manajemen berbasis sekolah (MBS). pencatatan.705 85.000 668. Dengan dasar pemikiran ini.874 6.

2. Seluruh bidang/urusan pendidikan . 1. bagian-bagian yang digunakan dalam analisis terutama: a. terutama dalam memprioritaskan alokasi anggaran ke berbagai sektor pembangunan. Masukan dalam pembuatan proyeksi pendanaan untuk Rencana Biaya dan Rencana Pendanaan dalam Renstra SKPD Dinas Pendidikan. Dari kedua dokumen APBD ini. dan berbagai jenis belanja. berbagai jenjang pendidikan. Menilai apakah pembiayaan sektor pendidikan di Kabupaten/Kota sudah ditujukan untuk mencapai pelayanan pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan. yang juga mencakup konklusi dan rekomendasi umum mengenai pendanaan sektor pendidikan. Rincian APBD dari setiap bidang/urusan dan setiap satuan kerja dalam setiap bidang/urusan yang mempunyai anggaran untuk sektor pendidikan. mempresentasikan hasil AKPK kepada pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan serta membuat Laporan AKPK. Peraturan Daerah dan Keputusan Bupati mengenai APBD b.P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | 6 Contoh: 8. Berdasarkan informasi pada nomor 1 s/d 7.5 Sumber Data AKPK Dokumen dan data yang diperlukan untuk melakukan AKPK adalah sebagai berikut: 1. 3. APBD Kabupaten/Kota Dokumen APBD Kabupaten/Kota yang diperlukan adalah Ringkasan APBD dan Penjabaran APBD. terutama dalam hal ketersediaan pendanaan multi sumber. terutama dengan adanya informasi pembiayaan operasional sekolah non-gaji per murid per jenjang pendidikan. yang mencakup: i. Masukan bagi pengambil kebijakan pendanaan APBD Kabupaten/Kota. 1. Rincian pendapatan (jika ada) d. Ringkasan APBD c.4 Manfaat AKPK Manfaat dari AKPK ini antara lain: 1.

SMKN. bila anggaran untuk pelatihan guru ada pada DPA Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau DPA satuan kerja lainnya yang tidak termasuk dalam bidang/urusan pendidikan. jika APBD Perubahan dan DPA Perubahan isinya lengkap (mencakup semua program/kegiatan yang tidak diubah maupun yang diubah). c. MADRASAH) dimana guru yang bersangkutan mengajar. SMUN. DPA dari semua satuan kerja yang berada dibawah bidang/urusan pendidikan. Tetapi. Halaman-halaman yang relevan dari APBD satuan-satuan kerja di luar bidang/urusan pendidikan yang didalamnya terdapat program/kegiatan untuk bidang/urusan pendidikan e.P a n d u a n   P e n y u s u n a n   A K P K                                                                         | 7 2. SMPN. namun sebagai sumber informasi penulisan laporan AKPK maupun sumber informasi secara umum bagi pembuat analisis. jumlah murid. Daftar belanja untuk pelatihan guru berdasarkan jenis pelatihan dan jenjang pendidikan (TKN. maka APBD yang digunakan adalah APBD Perubahan dan DPA Perubahan saja. jika APBD yang digunakan adalah APBD Perubahan. dan APBN sebagaimana dirinci pada Bagian D ke dalam Aplikasi AKPK Berbasis Excel sebagaimana dijelaskan pada Petunjuk Teknis Penggunaan Aplikasi Excel AKPK berdasarkan konsep-konsep yang dijelaskan pada Bab II. Lampiran IV s/d lampiran terakhir APBD (sebagai informasi tambahan) g. Jika Pemda Kabupaten/Kota membuat APBD Perubahan dan DPA Perubahan hanya mencakup perubahannya saja. maka DPA yang digunakan harus juga DPA Perubahan. dan g di atas tidak dipakai sebagai sumber data untuk dimasukkan ke dalam Aplikasi Excel AKPK. SEKOLAH SWASTA. Halaman-halaman yang relevan dari DPA satuan-satuan kerja di luar bidang/urusan pendidikan. SDN. 6. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) SKPD Dinas Pendidikan. Rekapitulasi APBD Berdasarkan Bidang/Urusan f. Status dokumen APBD dan DPA yang digunakan harus sama. mencakup jumlah sekolah. ii. 5. 3. DPA SKPD Kabupaten/Kota yang mengelola anggaran untuk pendidikan. Pemilahan belanja tidak langsung (belanja gaji) pada DPA Dinas Pendidikan antara belanja gaji guru dan belanja gaji non-guru. Dokumen dan data yang dirinci di atas diperlukan untuk tahun-tahun anggaran yang akan dianalisis. dan jumlah guru. Buat Laporan Hasil AKPK sebagaimana contoh Kerangka Laporan AKPK pada Bab III. 1.6 Cara Menyusun AKPK Cara menyusun AKPK adalah sebagai berikut: 1. Data profil pendidikan per jenjang pendidikan. 2. Masukkan data-data dari APBD Kabupaten/Kota. Dokumen pada butir a. APBD Provinsi. maka APBD dan DPA yang digunakan adalah APBD Awal dan APBD Perubahan serta DPA Awal dan DPA Perubahan. Misalnya. . 4. yang di dalamnya terdapat program/kegiatan untuk bidang/urusan pendidikan. f.

pendidikan menengah dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya. Untuk Non-Sekolah . Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah. Gaji Non-Pendidik b. Sub Bidang 1 Kebijakan Wewenang/Kewajiban Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. pemuda. Belanja Operasional Non-gaji i. Belanja Operasional Gaji i. b. Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. maka anggaran belanja untuk program/kegiatan yang bukan pendidikan tidak dihitung (misalnya untuk: olahraga.Panduan Penyusunan AKPK |8 BAB II KONSEP-KONSEP YANG DIGUNAKAN DALAM AKPK 2. kebudayaan. tanggung jawab Pemda Kabupaten/Kota dalam Bidang Pendidikan adalah sebagai berikut: No. ketika menghitung anggaran sektor pendidikan. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan sekolah dasar bertaraf internasional. Pemerintah Daerah Provinsi. Di dalam PP ini. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. c. pendidikan tinggi) walaupun terdapat pada dokumen anggaran satuan kerja Urusan Pendidikan.2 Pemilahan Per Jenis Belanja Didalam AKPK. pendidikan dasar. Belanja Operasional a. belanja sektor pendidikan dipilah berdasarkan jenis belanja sebagai berikut: 1. pendidikan dasar. 2 Pembiayaan a.1 Anggaran Sektor Pendidikan di Kabupaten/Kota Yang dihitung dalam AKPK sebagai anggaran sektor pendidikan di Kabupaten/Kota adalah anggaran belanja yang digunakan untuk memberikan pelayanan pendidikan sesuai dengan urusan wajib Pemda Kabupaten/Kota yang ditetapkan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Gaji Pendidik ii. Pembiayaan penjaminan mutu satuan pendidikan sesuai kewenangannya. Untuk Sekolah ii. b. a. pendidikan menengah dan pendidikan nonformal. Dengan demikian. 2.

dan lain-lain yang digunakan/dilakukan oleh panitia pelaksana). Dasar pemikirannya adalah belanjabelanja pendukung tidak akan terjadi bila tidak ada kegiatan utama. biaya-biaya operasional proyek.150.000 10.Panduan Penyusunan AKPK |9 2. Untuk Non-Sekolah Perbedaan Belanja Operasional dan Belanja Modal Belanja operasional adalah belanja untuk pengadaan barang dan jasa yang digunakan/dimanfaatkan dalam waktu satu tahun atau kurang. Belanja pegawai dan belanja barang dan jasa diklasifikasikan sesuai kegiatan utama. Konsep ini sama dengan kapitalisasi biaya proyek pembangunan fisik.000.000 7. Biaya-biaya ini mencakup gaji pegawai proyek. Karena pengadaan ATK. klasifikasi belanja-belanja pendukung dari setiap kegiatan utama mengikuti klasifikasi belanja kegiatan utamanya. Untuk Sekolah i Infrastruktur ii PBM (Proses Belajar Mengajar) b. yang merupakan kegiatan utama. Sedangkan belanja modal adalah belanja untuk pengadaan barang dan jasa yang digunakan/dimanfaatkan dalam waktu lebih dari satu tahun. maka belanja pegawai dan belanja barang dan jasa diklasifikasikan sebagai belanja operasional non-gaji. digabung dan total nilainya menjadi nilai gedung tersebut (kapitalisasi). diklasifikasikan sebagai belanja operasional non-gaji.850. Prinsip Pemilahan Berdasarkan Jenis Belanja Pemilahan belanja sektor pendidikan berdasarkan jenis dilakukan berdasarkan prinsip penggabungan belanja. Belanja Modal a. serta biaya modal proyek yang dikeluarkan selama proyek dibangun hingga selesai. semua biaya yang dikeluarkan untuk membangun suatu gedung. dari saat gedung tersebut mulai dibangun hingga selesai. Penggabungan Kegiatan Operasional Misalnya. kegiatan Pengadaan ATK yang terdiri dari belanja pegawai (honor panitia pelaksana kegiatan) dan belanja barang dan jasa (ATK. Dalam akuntansi proyek. perjalanan dinas.000 Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan Penyusunan Laporan Capaian Kerja dan Ikhtisar Realisasi kinerja SKPD . Penggabungan belanja artinya untuk setiap kegiatan pada dokumen anggaran. Contoh: Program Kegiatan Detil pada DPA Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Total Kegiatan Jumlah (Rp) 2.

000 Pemilahan di AKPK: Jenis Belanja Belanja Operasional Non Gaji Non Sekolah Penggabungan Kegiatan Pengadaan Modal Misalnya.000 Wajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah Aturan Pemilahan Berdasarkan Jenis Belanja Berikut ini dijelaskan kegiatan-kegiatan apa saja pada dokumen anggaran yang diklasifikasikan untuk setiap jenis belanja. mengikuti klasifikasi belanja dari kegiatan utamanya. dan lain-lain Belanja modal terdiri dari nilai pembangunan gedung baru tersebut yang dikontrakkan ke pihak ketiga. Belanja Operasional Gaji. • kegiatan-kegiatan belanja langsung di dokumen anggaran yang dicantumkan sebagai belanja pegawai dan/atau belanja barang dan jasa.000.000 Jumlah (Rp) 4. biaya perjalanan dinas untuk monitoring ke lokasi pembangunan. honor konsultan pengawas. Gaji Pendidik. yaitu belanja modal-nya.Infrastruktur Jumlah (Rp) 1. dan belanja modal.000.106.500. namun sesungguhnya merupakan unsur menambah gaji. kegiatan Pembangunan Gedung Baru terdiri dari belanja pegawai. dan lain-lain Belanja barang dan jasa terdiri dari biaya ATK. Contoh: Program Kegiatan Detil pada DPA Jenis Belanja Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Total Kegiatan Pemilahan di AKPK: Jenis Belanja Belanja Modal Untuk Sekolah . biaya cetak dan penggandaan. Paket C). biaya makanan dan minuman.000 1. Belanja Operasional a. belanja pegawai dan belanja barang dan jasa diklasifikasikan sebagai belanja modal sekolah-infrastruktur.150. Belanja pegawai terdiri dari honor panitia pelaksana kegiatan. meliputi: • gaji dan tunjangan serta honor untuk guru (PNS maupun non-PNS) yang bekerja di sekolah negeri serta sekolah swasta dan madrasah (jika dalam ada pembayaran gaji dan tunjangan serta honor dari APBD Kab/Kota bagi guru sekolah swasta/madrasah). honor konsultan teknis. Paket B. • honor tutor PAUD dan PLS (khususnya Paket A.100.650.Panduan Penyusunan AKPK | 10 Jumlah (Rp) 10. belanja barang dan jasa. terdiri dari: i. Dalam hal ini.000 1. Contoh: . 1.

Belanja Operasional Non-gaji. b. Untuk Non Sekolah Belanja operasional non-gaji untuk non sekolah mencakup: • belanja operasional non-gaji untuk administrasi kegiatan PAUD/PLS dan pengelolaan lokasi/ruang/gedung pelaksanaan kegiatan PAUD dan PLS (misalnya SKB). meliputi: • gaji dan tunjangan serta honor untuk tenaga kependidikan (PNS maupun non-PNS) yang bekerja di sekolah negeri serta sekolah swasta dan madrasah (jika ada pembayaran gaji dan tunjangan serta honor dari APBD Kab/Kota bagi tenaga kependidikan sekolah swasta/madrasah). . insentif.Panduan Penyusunan AKPK | 11 Pembayaran kepada guru untuk tambahan jam mengajar. • gaji dan tunjangan serta honor untuk pegawai bukan tutor (PNS maupun non-PNS) yang bekerja di lokasi dimana kegiatan PAUD dan PLS dilaksanakan. • gaji dan tunjangan serta honor untuk pegawai (PNS maupun nonPNS) yang bekerja di Kantor Dinas Pendidikan maupun UPTD/KCD Pendidikan. uang makan atau transpor yang rutin diberikan kepada semua guru (biasanya diberikan untuk setiap bulan). dan belanja operasional non-gaji Dinas Pendidikan serta UPTD/KCD Pendidikan • pemberian beasiswa kepada siswa (*) • pelaksanaan lomba-lomba oleh Dinas Pendidikan untuk tingkat kabupaten/kota dan keikutsertaan lomba-lomba di tingkat provinsi dan nasional • pemberian beasiswa kepada guru • pelaksanaan akreditasi sekolah • pelaksanaan sertifikasi guru (*) Catatan: Pemberian beasiswa kepada siswa untuk meringankan beban biaya personal (biaya pendidikan yang dikeluarkan oleh orangtua diklasifikasikan sebagai biaya operasional non-gaji non sekolah. Belanja-belanja yang diklasifikasikan sebagai belanja operasional sekolah non-gaji dapat mengacu Standar Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) (lihat contoh untuk SD/MI pada Lampiran 1) ii. • kegiatan-kegiatan belanja langsung di dokumen anggaran yang dicantumkan sebagai belanja pegawai dan/atau belanja barang dan jasa. Contoh: uang makan atau transpor yang rutin diberikan kepada semua pegawai bukan pendidik (biasanya diberikan untuk setiap bulan). Gaji Non Pendidik. namun tetap merupakan biaya sektor pendidikan). Untuk Sekolah Belanja operasional non-gaji untuk sekolah mencakup sekolah negeri serta sekolah swasta dan madrasah (jika dalam ada pengeluaran APBD Kab/Kota untuk sekolah swasta/madrasah). terdiri dari: i. namun sesungguhnya merupakan unsur menambah gaji. ii. misalnya SKB.

Panduan Penyusunan AKPK | 12 2. Termasuk di dalamnya pembangunan gedung dan ruang. UPTD/KCD Pendidikan. dan lain-lain untuk kantor Dinas Pendidikan. serta lain-lain. pengadaan peralatan dan kendaraan bermotor. Infrastruktur Yang diklasifikasikan sebagai belanja modal-sekolah untuk infrastruktur meliputi belanja modal-sekolah yang bukan untuk PBM. Balitbang Depdiknas) b. NON-PENDIDIKAN. misalnya pelatihan PAKEM.3 Pemilahan Per Jenjang Pendidikan Setiap belanja untuk sektor pendidikan juga dipilah ke dalam jenjang pendidikan sebagai berikut: TKN. DINAS/UPTD/KCD PENDIDIKAN. SKB. Untuk Non Sekolah Yang diklasifikasikan sebagai belanja modal untuk non-sekolah adalah belanja modal yang manfaatnya bukan untuk sekolah. uang transpor. atau siswa. guru. PLS. pelatihan tentang mata pelajaran. tetapi karena klasifikasi pembagian hanya dua. dan siswa. Proses Belajar Mengajar (PBM) Yang diklasifikasikan sebagai belanja modal untuk sekolah – PBM adalah semua belanja modal-sekolah yang bersifat meningkatkan mutu pendidikan. jika dilaksanakan rutin setiap tahun. maka dalam AKPK. 2. antara lain: • buku pelajaran. dianggap untuk infrastruktur. semua belanja modalsekolah yang tidak termasuk dalam belanja modal-sekolah untuk PBM. Untuk Sekolah Yang diklasifikasikan sebagai belanja modal untuk sekolah adalah yang manfaatnya untuk sekolah.. 2004. pengadaan meubeler dan peralatan untuk administrasi sekolah. dan lainlain. guru. dan lain-lain) • pelatihan guru untuk sertifikasi • pelatihan guru untuk meningkatkan keterampilan sebagai guru. buku perpustakaan. ii. SMKN. dan lain-lain. SMPN. Walaupun mungkin ada komponen-komponen belanja modal yang tidak bersifat infrastruktur sebagaimana pengertian umum. LAIN-LAIN . Catatan: Pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sebagai guru. antara lain pembangunan gedung/ruang/pagar. SMAN. Belanja modal untuk sekolah hanya dibagi dua. yaitu: i. Belanja Modal Belanja modal terdiri dari: a. uang buku. dapat juga dianggap sebagai belanja operasional sekolah (Dari studi Abbas Gozali dkk. SDN. dan alat peraga • peningkatan kualifikasi guru (mencakup semua biaya kuliah: biaya semester (SPP/DPP). PAUD.

yang diperuntukkan bagi sekolah negeri sesuai jenjangnya (TKN. antara lain pendidikan tinggi. Catatan: Pendidikan tinggi. NON-PENDIDIKAN Semua belanja untuk program/kegiatan yang tidak terkait urusan wajib bidang pendidikan dari Pemda Kabupaten/Kota. SMPN. kebudayaan. SDN. SMKN). dan belanja modal untuk sekolah swasta dan madrasah. SMKN Belanja Semua belanja operasional gaji untuk sekolah (untuk pendidik dan non-pendidik). SMPN. arsip dan perpustakaan daerah dianggap NON-PENDIDIKAN karena tidak termasuk dalam urusan wajib pemerintah Kabupaten/Kota berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. belanja operasional non-gaji. DINAS/UPTD/KCD Belanja operasional gaji non-pendidik. dan belanja modal untuk sekolah. dan belanja modal non-sekolah untuk Dinas/UPTD/KCD Pendidikan. belanja operasional non-gaji untuk sekolah. belanja operasional sekolah PLS. Pemda Provinsi. pemuda. olahraga. belanja operasional sekolah PAUD. belanja PENDIDIKAN operasional non-gaji non-sekolah. PLS Belanja operasional gaji (pendidik dan non-pendidik) PLS. kebudayaan. dan Pemda Kabupaten/Kota. Jenjang TKN. belanja operasional non sekolah PAUD.Panduan Penyusunan AKPK | 13 Berikut ini dijelaskan ke jenjang mana setiap belanja harus dikelompokkan. olahraga. belanja modal PLS. SDN. . arsip dan perpustakaan daerah. belanja modal PAUD. SMAN. terutama tentang pembiayaannya. belanja operasional non sekolah PLS. SMAN. PAUD Belanja operasional gaji (pendidik dan non-pendidik) PAUD. pemuda. Belanja operasional non-sekolah yang diklasifikasikan di kelompok DINAS/UPTD/KCD PENDIDIKAN antara lain: • pemberian beasiswa kepada siswa untuk meringankan beban biaya personal • pelaksanaan lomba-lomba oleh dinas pendidikan untuk tingkat kabupaten dan keikutsertaan dalam lomba-lomba di tingkat provinsi dan nasional • pemberian beasiswa kepada guru untuk meningkatkan kualifikasi • pelaksanaan akreditasi sekolah • pelaksanaan sertifikasi guru LAIN-LAIN Semua belanja operasional gaji (pendidik dan nonpendidik).

Program/Kegiatan Yang Didanai (Di luar Dana BOS) ii. Ruang Lingkup dan Metode i. 3. Belanja Operasional Sekolah Negeri Per Jenjang Per Murid Dana Sektor Pendidikan dari Pemerintah Lebih Tinggi a. d. Perhitungan Belanja Sektor Pendidikan ii. Perbandingan Belanja Sektor Pendidikan dengan Urusan Urusan Besar Lain Pembiayaan Daerah Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Biaya Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Per Jenis Biaya c. Dana Sektor Pendidikan Dari Anggaran Depdiknas Yang Dikelola Oleh Pusat Dana Sektor Pendidikan Kabupaten/Kota Dari Berbagai Sumber . Dana Per Jenjang (Di luar Dana BOS) iii. f. Pendapatan Daerah b. APBD Kabupaten/Kota ii. d. 4. Contoh: Kerangka Laporan AKPK DAFTAR ISI Kata Pengantar Kepala Dinas Pendidikan Daftar Isi 1. Dana BOS Pada Tahun Yang Dianalisis c. c. APBD Propinsi iii.Panduan Penyusunan AKPK | 14 BAB III CONTOH KERANGKA LAPORAN AKPK Pada Bab ini ditunjukkan Contoh Kerangka Laporan AKPK yang dapat dijadikan acuan bagi penyusunannya. Tujuan Analisis Manfaat Hasil Analisis 2. g. Pendahuluan a. Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Dekonsentrasi Depdiknas i. Dana Sektor Pendidikan Dari APBD Propinsi i. Program/Kegiatan Yang Didanai ii. Latar Belakang b. 5. APBN Ringkasan Temuan dan Rekomendasi Dana Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota a. Dana Per Jenjang b. e. Belanja Daerah i. Kerangka ini dapat digunakan sesuai sistematika yang disajikan di bawah ini.

Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SMKN Per Jenis Belanja .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang TKN Per Jenis Belanja . DAFTAR LAMPIRAN Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Tabel 11 Tabel 12 Tabel 13 Tabel 14 Tabel 15 Tabel 16 Tabel 17 Tabel 18 Tabel 19 Ringkasan Pendapatan APBD Kabupaten/Kota .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SMAN Per Jenis Belanja .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang Dinas/KCD Pendidikan Per Jenis Belanja .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SDN Per Jenis Belanja .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SKB Per Jenis Belanja .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang PAUD Per Jenis Belanja .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Dana Sektor Pendidikan Dari Dana BOS (APBN) .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang PLS Per Jenis Belanja . sesuai dengan Tabel-tabel analisis yang ada dalam Aplikasi AKPK.Panduan Penyusunan AKPK | 15 Berikut ini Contoh Daftar Lampiran.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Penghitungan Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Porsi Belanja Gaji.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Dana Sektor Pendidikan Kabupaten/Kota Dari Berbagai Sumber – Tahun Lalu dan Tahun Berjalan . dan Operasional Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Operasional Sekolah Per Jenjang Per Murid Dari APBD Kabupaten/Kota – Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Dana Sektor Pendidikan Dari APBD Provinsi – Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Dekonsentrasi (diluar BOS) Dari Kemendiknas (APBN) . Modal.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SMPN Per Jenis Belanja .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Belanja Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang LAINLAIN Per Jenis Belanja .

1). Komposisi Dana Perimbangan. Dana Milyar tahun Milyar tahun Pesan yang disampaikan: • Dana Perimbangan merupakan komponen terbesar dalam Pendapatan Daerah.2 2. a. yaitu PAD.2). berarti Pemda masih sangat tergantung kepada transfer dana dari Pemerintah Pusat. Tujuan Analisis c. Komposisi Pendapatan Daerah. Ruang Lingkup dan Metode i.1 M) (Total Dana Perimbangan Rp850. Manfaat Hasil Analisis d. Lampiran: Tabel 1 – Ringkasan Pendapatan APBD Kabupaten/Kota Tahun Lalu dan Tahun Berjalan . APBD Provinsi iii. • Ada atau tidak adanya sumber-sumber dana selain dana perimbangan yang cukup besar. 3. • DAU merupakan komponen terbesar dalam Dana Perimbangan. termasuk nilai (dlm rupiah) dan porsi/persentase masing-masing komponen untuk anggaran yang dianalisis (Gambar 1. Latar Belakang b.8 M) Informasi yang disajikan: • Secara singkat. Perimbangan. APBD Kabupaten/Kota ii. APBN Ringkasan Temuan dan Rekomendasi Dana Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota Pendapatan Daerah Gambar 1. • Secara singkat. termasuk nilai (dlm rupiah) dan porsi/persentase masing-masing komponen untuk anggaran yang dianalisis (Gambar 1. dilihat dari sisi nilai rupiahnya maupun porsi/persentasenya. (Total Pendapatan Rp996.Panduan Penyusunan AKPK | 16 1. Pendahuluan a. Lain-Lain Pendapatan Yang Sah.1 Gambar 1.

Pesan yang disampaikan: • Belanja sektor pendidikan dihitung dari belanja SKPD Urusan Pendidikan. dikurangi anggaran untuk program-kegiatan (dirinci) yang tidak termasuk dalam urusan pendidikan (berdasarkan PP 38/2007). kemudian ditambah dengan anggaran pendidikan yang ada di SKPDSKPD yang bukan Urusan Pendidikan. Belanja Sektor Pendidikan i. Bab XIII.6 1.5 8.0 2.6% Informasi yang disajikan: • Perhitungan untuk mendapatkan total belanja sektor pendidikan (dlm rupiah) dan porsi/persentase-nya terhadap total belanja APBD untuk tahun anggaran yang dianalisis.9 398.0% 37. Lampiran: Tabel 2 – Penghitungan Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota .1 % 100.1 (+) 10.1 0.058. Perhitungan Belanja Sektor Pendidikan Tahun 2008 Total Belanja APBD Kabupaten/Kota Total Belanja Sektor Pendidikan Total Belanja Urusan Pendidikan Sesuai APBD/DPA Belanja Bukan Urusan Pendidikan: Pendidikan Tinggi Belanja Sektor Pendidikan Dari Urusan Pendidikan Belanja Dari Satuan Kerja Di luar Urusan Pendidikan: Dinas PU CIPTA KARYA Sekretariat Daerah Kantor ARPUS BAPPEDA Belanja Sektor Pendidikan Dari Urusan Bukan Pendidikan 388. Pasal 49. • Komentar apakah amanat perubahan ke-4 pasal 31 UUD 45 dan amanat UU 20/2003.1 (-) 387.4 0.6 Rupiah (Milyar) Rupiah (Milyar) 1. ayat (1) yang telah dipertegas oleh Mahkamah Konstitusi tentang memprioritaskan sekurangkurangnya 20% dari APBD sudah dicapai.Panduan Penyusunan AKPK | 17 b.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan .

dalam nilai (Milyar rupiah) dan persentase (Gambar 2).9 0 0 35. Pembiayaan Daerah Rp (Milyar) 83.9 milyar Informasi yang disajikan: • Perbandingan belanja sektor pendidikan dengan urusan-urusan besar lainnya.Panduan Penyusunan AKPK | 18 ii. Pesan yang disampaikan: • Besar atau kecilnya persentase belanja sektor pendidikan di dalam total belanja APBD dibandingkan dengan persentase belanja urusanurusan lain. • Ada atau tidak adanya urusan-urusan yang sama pentingnya seperti atau lebih penting dari sektor pendidikan sehingga mendapatkan alokasi anggaran yang sama atau lebih besar dari sektor pendidikan.9 PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya Pencairan Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Milik Pemda Yang Dikerjasamakan Dengan Pihak Ketiga Penerimaan Pinjaman Daerah Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman Penerimaan Piutang Daerah PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH Pembentukan Dana Cadangan Penyertaan Modal (Investasi) Pemda Pembayaran Pokok Utang Pemberian Pinjaman Daerah PEMBIAYAAN NETTO . c. Perbandingan Belanja Sektor Pendidikan dengan Urusan-Urusan Besar Lain Gambar 2 Porsi Belanja Sektor Pendidikan dengan Urusan-Urusan Lainnya Total Belanja APBD Rp 1.0 0 21.9 48.0 0 0 21.0 0 0 62.058.

Non-Sekolah TOTAL BELANJA Tahun: 2008 Rp (Milyar) 326.0 8.5 2.1 100.9 37. Belanja operasional gaji dibagi menjadi gaji pendidik dan gaji-bukan-pendidik. Yang diklasifikasikan sebagai belanja modal untuk sekolah-PBM adalah buku. SMPN.9 28. • Beri komentar bahwa belanja operasional-gaji pendidik mengambil porsi yang sangat besar dalam belanja sektor pendidikan. SMAN.6 27. d. SMKN berdasarkan data dari profil pendidikan dan standar nasional pendidikan (SNP). Komponenkomponen belanja modal untuk sekolah lainnya diklasifikasikan sebagai infrastruktur. misalnya pinjaman untuk membangun gedung sekolah baru atau merehabilitasi ruang kelas. Sekolah i. berdasarkan perhitungan rasio gurumurid.4 1. dan pelatihan guru yang manfaatnya lebih dari 1 tahun.4 8. Belanja operasional non-gaji dibagi untuk sekolah dan untuk non-sekolah. operasional-gaji. Belanja modal untuk sekolah dibagi menjadi 2 klasifikasi. operasional-non-gaji).2 9. Jika. Gaji Pendidik b.96 % 82.7 100.0 25.04 74.1 % % 100.6 318. pendidikan untuk meningkatkan kualifikasi guru. Infrastruktur ii. Sekolah b.5 28. sehingga tersisa sedikit sekali untuk belanja modal sekolah dan belanja operasional-non-gaji untuk sekolah.9 17. Pesan yang disampaikan: • Jelaskan bahwa belanja modal dibagi menjadi belanja modal untuk sekolah dan non-sekolah. Non-Sekolah Belanja Operasional: a. dimana dana digunakan untuk membayar personalia yang tidak diperlukan. (Gambar 3).0 82.0 95. yaitu infrastruktur dan proses belajar mengajar (PBM). dalam nilai (Milyar rupiah) dan persentase untuk tahun anggaran yang dianalisis. Beri komentar bahwa hal ini merupakan suatu penggunaan anggaran yang tidak efisien.0 Informasi yang disajikan: • Penggunaan belanja sektor pendidikan berdasarkan jenis belanja (modal. . media pembelajaran. terdapat kelebihan guru di jenjang-jenjang tertentu.Panduan Penyusunan AKPK | 19 Bagian ini ditampilkan dalam Laporan AKPK hanya jika ada komponen pembiayaan yang diperuntukkan bagi sektor pendidikan.0 8.2 5. Juga tentang belanja modal sekolah untuk PBM yang nilainya jauh lebih kecil daripada belanja modal sekolah untuk Infrastruktur.5 100. Gaji Bukan Pendidik Belanja Modal: a. Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Biaya Gambar 3 Keseluruhan Uraian Belanja Gaji: a. • Hitung rasio guru-murid di berbagai jenjang sekolah negeri: SDN.2 34.3 100.1 398.0 97. walaupun bukan bersifat infrastruktur sebagaimana pengertian umum. Proses Pembelajaran b.8 4.

Yang diklasifikasikan sebagai NON-PENDIDIKAN adalah program/kegiatan yang tidak terkait wewenang Pemda Kabupaten/Kota di bidang pendidikan (berdasarkan PP 38/2007).8 266. SDN.2 66.9 8. .3 50. dan Kebudayaan.1 0. Modal.1 2008 % 0. Lampiran: Tabel 3 – Porsi Belanja Gaji.7 5. namun berdasarkan ketentuan Pemda termasuk tugas SKPD Pendidikan.1 9.6 0. Olahraga.4 398.3 0. LAIN-LAIN.8 2. Jelaskan bahwa dalam AKPK bantuan seperti ini diklasifikasikan sebagai belanja operasional non-sekolah.0 Informasi yang disajikan: • Belanja yang dikelompokkan per jenjang sebagai berikut: TKN.7 10. Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan Uraian TKN SDN SMPN SMAN SMKN PAUD PLS SKB DINAS/UPTD/KCD PENDIDIKAN LAIN-LAIN TOTAL BELANJA Tahun: Rp (Milyar) 0.6 22.Apakah ada bantuan dari APBD Kabupaten/Kota untuk meringankan beban biaya personal bagi siswa kurang mampu.1 0.0 2. SMPN. biasanya mencakup: Pendidikan Tinggi. PLS. NON-PENDIDIKAN DINAS/UPTD/KCD PENDIDIKAN. SMAN. Jika rasio tersebut belum memenuhi SNP.3 0.Yang diklasifikasikan sebagai LAIN-LAIN adalah belanja program/kegiatan untuk sekolah swasta dan madrasah. SMKN. untuk siswa sekolah negeri dikelompokkan .4 2.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan e. beri komentar bahwa alokasi anggaran yang sedikit untuk belanja modal-PBM mengakibatkan pelayanan pendidikan yang mutunya di bawah SNP. dan Operasional Sektor Pendidikan dari APBD Kabupaten/Kota . Pemuda. Jelaskan secara garis besar apa saja program/kegiatan Pemda Kabupaten/Kota yang manfaatnya diterima oleh sekolah swasta dan madrasah. Pesan yang disampaikan: • Jelaskan bahwa: .4 35. PAUD.6 100. .Panduan Penyusunan AKPK • | 20 Hitung rasio buku-murid dan media pembelajaran-murid atau media pembelajaran per rombongan belajar.9 12.

dan SMKN.Panduan Penyusunan AKPK | 21 • di bawah DINAS/UPTD/KCD Pendidikan. karena jumlah sekolah. SMPN. diikuti oleh SMPN. sedangkan untuk siswa sekolah swasta dan madrasah dikelompokkan di bawah LAIN-LAIN.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan f. guru. Secara garis besar beri komentar apakah alokasi anggaran per jenjang terlihat realistis. SMAN. Misalnya.Apakah ada belanja-belanja yang nilainya cukup besar yang dianggap tidak terlalu relevan dalam mendukung pemberian pelayanan pendidikan untuk sekolah berdasarkan SNP. dan SMKN. SDN seharusnya mendapat alokasi yang terbesar. sesuai kondisi riil di Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Lampiran: Tabel 4 – Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota . tetapi lebih spesifik lagi untuk setiap jenjang SDN. mencakup . dan siswa SDN terbanyak di antara jenjang sekolah negeri lainnya. tampilkan juga pemilahan belanja sektor pendidikan per jenjang pendidikan dan per jenis belanja sebagai berikut: SDN SMPN SMAN SMKN Komentar yang disampaikan mirip dengan komentar pada butir d. SMAN. misalnya belanja untuk lomba-lomba nilainya jauh lebih besar dibandingkan dengan bantuan untuk siswa kurang mampu. Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan/Per Jenis Biaya Untuk mempertajam analisis belanja sektor pendidikan per jenis biaya (butir d di atas). .

Panduan Penyusunan AKPK | 22 antara lain besarnya persentase untuk belanja gaji serta kecilnya persentase untuk belanja operasional sekolah dan belanja modal – PBM.223 Rp/Murid 1. jika ada).000 48. Dengan dasar pemikiran ini.937. • Mengapa alokasi anggaran untuk TKN per murid jauh lebih tinggi daripada untuk jenjang yang lain. maka semakin sedikit kebutuhan-kebutuhan sekolah yang bersifat barang atau kegiatan operasional non-gaji diadakan oleh pihak lain selain sekolah yang bersangkutan (Dinas Pendidikan/UPTD/KCD Pendidikan). maka sekolah harus mempunyai otonomi atas dana operasional sekolah.878 10.478 56. terutama yang di luar gaji (pegawai sekolah negeri umumnya PNS dan karena itu gaji pegawai dibayar langsung oleh Pemda Kabupaten/Kota). • Jelaskan berapa dana operasional sekolah yang diberikan secara tunai maupun yang dalam bentuk natura (in kind).000 534.000 192.392. Beri komentar bahwa jika Pemda Kabupaten/Kota ingin mendorong manajemen berbasis sekolah (MBS).776. maka akan semakin mendorong kemajuan MBS. .675 3.705 85. antara lain transparan dan akuntabel. dan APBD Kabupaten/Kota.480.874 Informasi yang disampaikan adalah: • Apakah anggaran dari APBD Kabupaten/Kota per murid yang dialokasikan ke sekolah sudah cukup besar jika ditambahkan dengan anggaran per murid yang dialokasikan ke sekolah dari APBN (dana BOS) dan APBD Provinsi (dana pendamping BOS.425 91.000 2. Beri komentar bahwa tentunya dana tunai yang diberikan ke sekolah harus didukung dengan penggunaan. • Penjelasan singkat tentang mekanisme penyaluran dana operasional sekolah dari APBN.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan g. dan pelaporan yang didasarkan pada prinsipprinsip tata kelola yang baik (good governance).804 6.728. Lampiran: Tabel-Tabel 5 s/d 14 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Berbagai Jenjang Per Jenis Belanja . Belanja Operasional Sekolah Negeri Per Jenjang Per Murid Uraian TKN SDN SMPN SMAN SMKN Tahun: 2008 Jml Total Rp Murid 83 143.075. misalnya dibandingkan dengan standar Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang telah ditetapkan oleh BSNP atau yang telah dihitung sendiri oleh Pemda Kabupaten/Kota.757.000 990. pencatatan.071 668. APBD Provinsi.

000. Kejar Paket B setara SMP 6. • Program/kegiatan apa saja yang akan menjadi prioritas APBD Provinsi di tahun-tahun mendatang.632.000 100. Paket B lanjutan 3.500.500.000 224.000 40. Pembinaan PAUD 2.000 12.000.000 800.000 224.030.000. .000 636.000.000 314.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan 4.500 Total Rp 264.030.217.000 135.000. Dana Sektor Pendidikan dari Pemerintahan Lebih Tinggi a.000 7.000 42.000.000 3.707. • Apakah pendanaan dari APBD Provinsi untuk sektor pendidikan selama ini membantu percepatan pencapaian program/kegiatan yang telah direncanakan dalam Rencana Strategis SKPD Dinas Pendidikan dan hal-hal apa yang dapat membuat pendanaan dari APBD Provinsi menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan pendanaan Renstra SKPD Dinas Pendidikan.500.823. Rehab ruang Kelas SD/MI 2 Rehab ruang Kelas SMP/MTs 3.Panduan Penyusunan AKPK | 23 Lampiran: Tabel 15 –Belanja Operasional Sekolah Per Jenjang Per Murid Dari APBD Kabupaten/Kota . Insentif guru SD/MI Non PNS di daerah terpencil Belanja operasional Non Sekolah Gurdacil 4. Insentif Gurdacil PNS SD/MI 5. Bantuan Gubernur untuk Siswa (BAGUS) Program PNIF 1. Kejar Paket A Keaksaraan Fungsional 5. Keaksaraan Fungsional (KF) 2.000 630. Dana Sektor Pendidikan Dari APBD Provinsi i.000 7. Bantuan Propinsi Untuk PAUD Program Pendidikan Dasar 1.000.000.000.500.000 Pesan yang disampaikan: • Program/kegiatan apa saja yang merupakan prioritas APBD Provinsi selama ini. Bantuan Peningkatan Mutu PKBM …………………………… dan seterusnya Total Dana 15.000.000 1. Program/Kegiatan yang Didanai Contoh informasi yang disajikan: Uraian Program PAUD 1.440.000.000 569.857. Paket B Kelas 2 (Pontren) 4.

d. Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Dekonsentrasi Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Informasi yang disajikan dan pesan yang disampaikan dibagian ini mirip dengan untuk bagian a. Lampiran: Tabel 17 – Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Dekonsentrasi (Non BOS) Kemendiknas (APBN) .9 72.8 394.2 1. Lampiran: Tabel 16 – Dana Sektor Pendidikan Dari APBD Provinsi .Tahun Lalu dan Tahun Berjalan b.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan c. jika pendanaan yang diberikan oleh APBD Provinsi dihitung per murid.0 . APBD Kabupaten/Kota Non DAK DAK 2.5 3.6 498.9 3.7 17.1 79. Jelaskan UPT Kemendiknas yang mana saja yang mengelola dana ini dan bagaimana mekanisme pelaksanaan program/kegiatan yang didanai.6 15.Tahun Lalu dan Tahun Berjalan Tabel 18 . APBN: Dana Dekonsentrasi Kemendiknas (tidak termasuk BOS) BOS Dana Kemendiknas Dikelola Di Pusat Tahun 2008 Rp % (Milyar) 398.Panduan Penyusunan AKPK | 24 ii. APBD Provinsi: 3.2 84. Dana Sektor Pendidikan Kabupaten/Kota Dari Berbagai Sumber Informasi yang disajikan: Uraian 1.0 10. ditambah dengan informasi tentang dana BOS dari APBN.7 100. Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Kemendiknas Yang Dikelola Sendiri Informasi yang disajikan dan pesan yang disampaikan dibagian ini mirip dengan untuk bagian b. Dana Per Jenjang Pesan yang disampaikan adalah. apakah untuk setiap jenjang dana tersebut nilainya besar atau kecil.Dana Sektor Pendidikan Dari Dana BOS (APBN) .

Panduan Penyusunan AKPK | 25 Pesan yang disampaikan: Kontribusi pendanaan APBD Kabupaten/Kota sangat besar dibandingkan dengan kontribusi pendanaan dari APBD Provinsi maupun APBN. dibayar dari APBD Kabupaten/Kota. Hal ini disebabkan karena belanja gaji. Lampiran: Tabel 19 – Dana Sektor Pendidikan Kabupaten/Kota Dari Berbagai Sumber – Tahun Lalu dan Tahun Berjalan . yang mengambil alokasi anggaran terbesar.

yaitu Pembentukan Tim Penyusunan AKPK dan Penyiapan Data. Penghitungan AKPK. yaitu: a) kompetensi dalam bidang keuangan/penganggaran/perencanaan. Karena keanggotaan Tim Penyusun AKPK bersifat lintas SKPD. . maka Pemilihan anggota Tim Kerja sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan dua kemampuan utama.Persiapan Tahap Persiapan bertujuan menyiapkan dua hal utama yang diperlukan dalam persiapan penyusunan AKPK. PowerPoint).1 Tahap I . b) keterampilan mengoperasikan komputer (khususnya MS Office Word. 4. yaitu: Persiapan AKPK. Bidang Sosial Budaya Anggota Tim Penyusun AKPK memang terdiri dari 5 orang. antara lain.5 Sumber Data AKPK. (4) menyusun Laporan AKPK bersama Tim Kerja. mengatur pembuatan surat pengantar untuk mendapatkan data. Penyusunan Laporan AKPK. Secara umum. Lokakarya Konsultasi Eksternal. Sedangkan anggota Tim Penyusun AKPK lainnya bertugas: (1) memastikan dan mendukung Tim Kerja dalam menyiapkan data. Anggota Tim Penyusun AKPK diusulkan terdiri dari 5 orang sebagai berikut: Jml Org 1 1 1 1 1 Tim Kerja Kepala/Sekretaris Dinas Pendidikan Bagian Perencanaan Dinas Pendidikan Bagian Keuangan Dinas Pendidikan Bagian Keuangan Setda/DPKAD KaSubBid Bappeda. Excel. Lokakarya Konsultasi Internal. pembentukannya sebaiknya ditetapkan oleh Bupati atau Sekretaris Daerah. anggota Tim Kerja bertugas menyiapkan data dan menghitung AKPK. jika diperlukan. Data yang harus disiapkan untuk menghitung AKPK sebagaimana dirinci pada Bab I. (2) memastikan Tim Kerja melakukan penghitungan AKPK. Bagian 1. Tim Penyusun AKPK bertugas melaksanakan implementasi AKPK sesuai tahapantahapannya. (3) menyampaikan hasil AKPK kepada pemangku kepentingan pada saat Lokakarya Konsultasi Eksternal. tetapi yang menjadi anggota Tim Kerja cukup 3 orang sebagaimana dapat dilihat pada tabel diatas.Panduan Penyusunan AKPK | 26 BAB IV TAHAPAN IMPLEMENTASI Bab ini membahas tentang implementasi penyusunan AKPK yang secara umum dilakukan dalam tahap-tahap.

AKPK.4 Tahap IV – Lokakarya Konsultasi Eksternal AKPK Pada Lokakarya Eksternal AKPK. Perencanaan. Kemudian. Bahan presentasi menggunakan bentuk PowerPoint dan slideslide yang akan ditampilkan tidak banyak berbeda dari yang untuk Lokakarya Konsultasi Internal. Tim Kerja AKPK menyiapkan bahan presentasi hasil penghitungan AKPK untuk Lokakarya berikutnya. kemampuan menggunakan PowerPoint diperlukan untuk menyiapkan bahan presentasi hasil penghitungan AKPK. Contoh bahan presentasi dalam bentuk PowerPoint dapat dilihat pada Lampiran 3. kecuali angka-angka yang sudah disempurnakan. Keuangan) dan pejabat lainnya yang dianggap dapat memberi masukan terhadap hasil penghitungan AKPK. Pendidikan Luar Sekolah. 4. anggota Tim Kerja mempresentasikan hasil penghitungan AKPK untuk mendapatkan persetujuan pihak internal Dinas Pendidikan terhadap angka-angka hasil penghitungan. Pendidikan Menengah. anggota Tim Penyusun AKPK mempresentasikan hasil penghitungan AKPK kepada pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan sektor Pendidikan. Pihak internal Dinas Pendidikan termasuk merupakan para pejabat dilingkungan Dinas Pendidikan. untuk: (1) menyampaikan tentang hasil penghitungan AKPK.Panduan Penyusunan AKPK | 27 Kemampuan pertama diperlukan pada saat penghitungan AKPK maupun tindak lanjut hasil penghitungan. yaitu Lokakarya Konsultasi Eksternal.3 Tahap III – Lokakarya Konsultasi Internal AKPK Pada Lokakarya Konsultasi Internal AKPK. untuk menghitung AKPK untuk satu tahun anggaran dengan menggunakan Aplikasi Excel .AKPK. Kemampuan menggunakan Excel diperlukan untuk penggunaan Aplikasi Excel . Setelah selesai menghitung AKPK. Tim Kerja AKPK menyiapkan bahan presentasi hasil penghitungan AKPK. sedangkan kemampuan menggunakan MS Office Word diperlukan untuk menyusun Laporan AKPK. Berdasarkan masukan dari pihak internal Dinas Pendidikan. 4. . Biasanya. yaitu para kepala bidang (antara lain Pendidikan Dasar. yaitu Lokakarya Konsultasi Internal. Tim Kerja yang terdiri dari 3 orang memerlukan waktu kirakira 4 hari kerja. untuk kepentingan tahap berikutnya. 4. khususnya pendanaan Pendidikan. dan (2) mendapatkan dukungan terhadap butirbutir yang direkomendasikan untuk perbaikan pendanaan atau hal-hal lain terkait pengembangan sektor Pendidikan di Kabupaten/Kota. hasil penghitungan AKPK disempurnakan oleh Tim Kerja.2 Tahap II – Penghitungan AKPK Penghitungan AKPK dilaksanakan oleh anggota Tim Kerja dan disupervisi oleh anggota-anggota lain dari Tim Penyusun AKPK yang tidak termasuk dalam Tim Kerja.

5 Tahap V . .Penyusunan Laporan AKPK Lokakarya Eksternal AKPK dilanjutkan dengan penulisan Laporan AKPK yang dibuat oleh seluruh anggota Tim Penyusun AKPK dan diserahkan kepada pihak yang berwenang atau pihak yang memberi perintah dilaksanakannya penyusunan AKPK.Panduan Penyusunan AKPK | 28 Pihak-pihak yang diusulkan untuk diundang pada Lokakarya Konsultasi Eksternal antara lain sebagai berikut: Jumlah Orang Bupati/Wakil Bupati/Sekretaris Daerah Bappeda: Kepala Bidang Sosial Budaya Sekretaris Daerah/Kepala DPKAD Kepala Dinas Pendidikan Wakil Dinas Pendidikan Wakil DPRD: (Komisi Pendidikan & Panitia Anggaran) Wakil Dewan Pendidikan Wakil Depag Wakil Media Wakil LSM Pendidikan 1 1 1 1 5 2 1 1 1 1 4.

3 1. Pemeliharaan jaringan e.17 1.25 1.22 1.9 1.32 1. Kepala Sekolah b.3 2. Perbaikan alat pembelajaran f.27 1.6 1. Pemeliharaan halaman d.4 5.26 1.24 1.8 1. Perbaikan mebel e.1 Transpor lokal (dalam kota): a.12 1.18 1.4 1.1 Pemeliharaan dan Perbaikan Prasarana a.5 Listrik Telepon Internet Gas Air (PAM) 6 Asuransi 6.2 5.21 1.2 4 Transportasi 4. Pemeliharaan mebel b. Pengecatan gedung f.1 2.1 5.14 1.29 1. Tata Usaha Transpor Antar Kota (dalam provinsi): a.33 1.6 Daya dan Jasa 2. Perbaikan alat perpustakaan .13 1. Pemeliharaan komputer d. Kepala Sekolah b.15 1. Penggantian atap/seng h. Perbaikan alat olahraga g.23 1. Pemeliharaan kelas b.16 1.5 1.34 2 Pensil Pulpen Tinta (Board Marker) Tinta Printer (catridge black) Tinta Printer (catridge colour) Tinta Printer Black (refill) Tinta Printer Colour (refill) Tinta Stempel Penghapus Pensil Penghapus Tinta Buku satuan pelajaran Buku rencana pembelajaran Buku absensi Buku nilai Kertas manila Kapur tulis Buku induk guru Buku induk siswa Buku rapor Kertas HVS Kertas karbon Penggaris Amplop Stepler 10M Isi Steples 10 M Stepler 3 M Isi Steples 3 M Penyimpanan dokumen siswa Penyimpanan dokumen (Ordner) Perporator (Pelubang kertas) Gunting Board Marker Penghapus papan tulis Bak Stempel 5 Konsumsi 5. Guru (25% dari jumlah guru) c.2 1.1 Asuransi kebakaran Rapat Penerimaan Siswa Baru Rapat Evaluasi Semester Rapat Evaluasi Kenaikan Kelas Rapat Evaluasi Kelulusan Rapat Koordinasi Rapat Komite Sekolah 4.20 1. Guru c.2 2.3 5.19 1.31 1.11 1.1 1.28 1.5 5.2 3 Pemeliharaan dan Perbaikan Ringan 3.30 1.10 1.4 2. Pemeliharaan alat pelajaran c. Pengecatan pagar g. Penggantian/perbaikan Pemeliharaan dan Perbaikan Sarana a.7 1.Panduan Penyusunan AKPK   Lampiran 1 ‐ 1  LAMPIRAN 1 Halaman 1 dari 2 Komponen Belanja Operasional Sekolah Non-Gaji Yang Ditetapkan Oleh BSNP Untuk SD/MI 1 Alat Tulis Sekolah 1. Pemeliharaan kantor c. Tata Usaha 3.

13 8.16 8.2 8.12 8.30 8.18 8.1 8.9 8 Biaya kegiatan pramuka Biaya pembinaan prestasi olah raga Biaya pembinaan prestasi kesenian Biaya kegiatan UKS Biaya kegiatan Porseni Olimpiade Kegiatan kerohanian Peringatan hari besar Nasional Biaya perpisahan kelas terakhir Bahan dan Alat Habis Pakai 8.20 8.19 8.21 8.15 8.8 8.28 8.27 8.22 8.25 8.6 7.26 8.8 7.5 8.7 8.3 7.9 8.24 8.5 7.2 7.31 Alkohol Kapas Batere (sedang) Batere (petak) Gunting Minyak kayu putih Bethadin Bohlam senter Lem Tisue Cairan pembersih lantai Tabung reaksi Pipet Pinset Jaring/net voli Bola kasti Bola voli Shuttle cock Jaring/net badminton Pemukul bola Raket Bola sepak Sapu Kain pel Pengepel lantai Kain praktek jahit Jarum jahit Benang jahit Sekop sampah .1 7.14 8.7 7.11 8.4 7.23 8.Panduan Penyusunan AKPK   Lampiran 1 ‐ 2  LAMPIRAN 1 Halaman 2 dari 2 Komponen Belanja Operasional Sekolah Non-Gaji Yang Ditetapkan Oleh BSNP Untuk SD/MI 7 Pembinaan Siswa 7.29 8.10 8.6 8.17 8.

Lampiran 2 .1 LAMPIRAN 2 Contoh Lampiran Dari Laporan AKPK .

982.148.000.00% -1.000 19.394.926.83% 0.000 2.000.431.397.38% 43.000 12.000 2.08% 30.190.000 33.000 7.571.68% 34.43% (41.00% 996.063.36% 100% 20.227.000 387.050.130.820.124.08% % 4. Dan Tahun ….55% 0.82% Rp 61.000 9.00% 41.355.000.53% 1.648.944.000 610.57% 27.875.000 20.000 100.000 15.891.289.000.396.000) -49.362.337.000 2.000) (2.960.00% 0.950.00% 0.067.46% 85.000 164.000 .000.000 100.831.81% 55.912.000 8.397.973.16% Naik (Turun) Rp 15.Tahun ….59% 13.000) (18.461.00% 26.Tabel 1 .34% 10.664.228.000 12.000) (20.279.718.80% -21.39% -5.020.000 0 100.330.510.00% 36.015.000 4.05% -2.185.07% Lampiran 2 . Uraian PENDAPATAN ASLI DAERAH Pajak Daerah Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah DANA PERIMBANGAN Dana Bagi Hasil Pajak / Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Tahun : 2007 Rp 46.000.000 49.54% 52.00% 18.561.63% 7.000 100% 0.00% 8.77% 23.608.000.912.929.80% 4.05% 13.00% 29.820.946.44% 0.000 630.000 29.958.000.901.335.000 0 0 36.37% 80.10% 7.185.796.59% -24..239.000 38.42% Tahun : 2008 % 6.000 850.978.000 % 24.2 100.000 787.053.89% 77.000 100.000 682.000) 71.34% 100.564.067.22% 39.00% 25.268.541.Ringkasan Pendapatan APBD Kabupaten/Kota .896.000 959.000.000) 0 0 (1.915.0002% LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH Hibah Dana Darurat Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Bantuan Keuangan dari Pemerintah Daerah lainnya Bantuan Pemerintah Pusat TOTAL PENDAPATAN Provinsi atau 125.000 11.100.839.000.926.949.18% 1.00% 0. Kabupaten/Kota: ………………….000 62.564.18% 16.738.669.15% 28.289.11% 1.10% 83.00% 0.46% 13.306.93% 5.000 0 0 35.000 156.750.000 (8.986.412.271.57% 82.000 24.798.

71% 19.907 100.00% 2.237.121.000 361.500 388.121.000 387.000 2.969.800 29.23% 100.649.334.573.275 100.250.573.389.65% 100.038.000 10. SEKDA Kantor ARPUS BAPPEDA Total Belanja Diluar Urusan Pendidikan Total Belanja Sektor Pendidikan 5.595.52% 100. Pendidikan Satuan Kerja Diluar Urusan Pendidikan : Dinas PU CIPTA KARYA.368 7.800 130.77% 3.553.775 3.Tabel 2 – Penghitungan Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota – Tahun ….98% 33.20% 100.452.387.00% 2.075 75.521.994.907 839.00% 74.030.00% 1.168 30.108.042.995.183.969.29% 1.030..772.03% 100.871.060.183.00% 26.000.275 1.368 7.52% Tahun : 2007 Rp % % Rp Tahun : 2008 % % Naik (Turun) Rp % Lampiran 2 .000 (19.051.000. Dan Tahun ….00% 7.850.500.000 2.000) 347.244.600.989.28% 7.907 3.549.61% 27.275 384.097.000 360.28% -0.000 368.695.000.800 398.100. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Satuan Kerja Didalam Urusan Pendidikan: Dinas Pendidikan Non DAK DAK Total Belanja Urusan Pendidikan Dikurangi dengan pendidikan tinggi Total Belanja Sektor Pendidikan dari Urs.933.00% 98.800 130.91% 361.00% 97.105.907 100.000 0 0 8.797.3 .000 347.560.288.000 2.907 358.075.00% 27.389.425.00% 388.387.977.060..086.350.

741.152.100) (19.511) (19.571 18.46% -50.037.539.55% -26.04% 8.700 (12.860) 29.50% 100.59% 8.800 13.88% 7.818.00% 100..182.947.872 245.800.09% Belanja Modal : a.199.400. Infrastruktur ii.114.26% 9.913. Dan Tahun …. b.59% 0.199.152.403.800 35.351.00% 25. Operasional Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota – Tahun …..000) (3.000 27.74% 100.077.164) 17.046.89% 91.800 39.4 .922.730.075.100 30.144.157.77% -56. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 . Modal.724.000 318.60% 100. Proses Pembelajaran b.593.00% 92.860) (9.555.301 55.98% 5.57% -35.970.050.62% 29. b.135 17.075 Tahun : 2008 % % 100.805.00% 100. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.389.875.639.285.12% 100.100 48.74% Rp 326.907 100.427.67% -12.812.311.900 52.357.678.69% -58.07% % % 100.164 5.639 (10.877.06% % 82.19% % 71.00% 94.722.168 % 23.411.740.106.00% 75.035 368.101.115.656.195.164.175 398.166.870.275 8.128 73.836 3.Tabel 3 – Porsi Belanja Gaji.274.00% 100. Sekolah i.319.04% 74.40% 15.461.00% 13.800 32.634.33% 62.00% 8.912.838.100 26.00% 83.00% 97.713.864.887.636) (7.000 3.67% 100.941.04% Naik (Turun) Rp 62.618. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 264.376.906.50% 2.990.463.00% 37.800) (12.02% 24.042.210 8.66% -30.193.790 36.174.924.96% 100.41% 16.134.950.52% -37. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.

482.588.275.74% 2.376 22.589.800.302.48% -1.72% 60.085 50.967 8.252.928.042.002.11% 0.904 60.04% 60.89% 100.297.10% 0.733.470.239 398.710.000 377.90% 12.00% Naik (Turun) Rp 679.07% 8.11% 8.861.865 44.776.71% 5.98% 2.00% Tahun : Rp 833.857 (3.168 % 441.897.319.872.836 35.090 266.57% 0.109 11.039 21.722.832.56% 15.863.08% 8.295.5 .569.617 416.907 2007 % 0..765 10.949 420.189.286.07% 0.274.075 2008 % 0.401.376.295 4.618.575.901.13% 20.539.075.61% 100.39% 5.181 (9.046.042 21.331) (4.92% 7.400.86% -28.691.100 426.163.225 221.16% 16.856.736.000 2..393.666.34% 5.10% 0.098 368.881.953. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian TKN SDN SMPN SMAN SMKN PAUD PLS SKB DINAS & KCD LAIN-LAIN TOTAL BELANJA Tahun : Rp 154.504.859) 29.463.336.541 30.Tabel 4 – Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Tahun ….664) 1.000) 1. Dan Tahun ….576.04% 502.864.19% -15.09% Lampiran 2 .154.542.723 (11.616.000 265.100 161.21% 66.728.827.75% 3.62% -52.147.665.13% 0.

00% 0. b. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.000 193.28% 0.508) 193..98% Belanja Modal : a.180.72% 100.865 396.752.728.294.600.480.00% 100.634.542.000 39.00% 100.72% -78.01% 14.728.00% 0.000 0 0 143. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.929. Dan Tahun …. Sekolah i.00% 100.000 193.00% 25.000 0 833.00% 0.225 97.00% 99.000 193.480.329.717 17.00% 0.17% % 59.Tabel 5 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang TKN Per Jenis Belanja Tahun ….21% 100.180.180.78% 407.00% % 74.090 493. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 114.000 143.000 193. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 . Proses Pembelajaran b.508 0 0 0 0 0 39. Infrastruktur ii.129..00% 100.13% 260.000 193.373 (13.00% % % 100.180.164.61% Naik (Turun) Rp 382.046.000 0 0 103.000 0 154.090 3.865 441.00% 100.94% % 334.225 100.090 Tahun : 2008 % % 100.19% Rp 496.00% 0.00% 17.00% 85.99% 100.589.00% 100.164. b.6 .752.00% 100.81% 100.000 103.529.00% 23.180.180.000 0 679.94% 260.

00% 0.31% % 88.224.00% 100. b.305.000) (328. Dan Tahun ….705) (63.107. Sekolah i.00% 99.00% 100.668 0 668.832.904 100.075.107.45% % % 100.622 1.054.775 56.805) (2.000 996.521.45% 11.00% 89.200.000) 0 44. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.36% Belanja Modal : a.462 22.129.302.711.085 Tahun : 2008 % % 100.24% Rp 243.556 0 996.383.7 .043 10.594) (2.622 241.88% -85.036.66% 0.19% -32.129.92% -9.568.500 2.056 22.34% 10.032.27% Naik (Turun) Rp 47.261.92% -10..181 20.569.726.607.395.82% -2.519.25% 100.733.00% 100.00% 100.485.433.00% 11.00% 0.824.336.36% 0.066.568.204.564.Tabel 6 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SDN Per Jenis Belanja Tahun ….204.501.00% 88.94% % 24.056 25.485.054.000 0 266.580 (9.845.624.670. Proses Pembelajaran b.000 668.961.358.00% 100.62% 100.594) (2.805 25.55% 0.261.546. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.481.32% 30. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 .00% 8.486.64% 100.462 19.00% 100.38% 5.94% -32.78% -9.351.47% % 91.00% 0.00% 100.795 2.00% 0.845.00% 100.075.00% 94.980.000 22.000 0 221.616.953.422. b. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 195.889) 0 (328.848 184..997. Infrastruktur ii.

137) 0 (680.00% 100.45% 100.993) (6.700 2.762.35% % 86.00% 5.00% 24.26% 0.00% 99.404.00% 0.693 9.00% 0.00% 64.000 2.18% % 70.72% 0.000 0 50.546.808.25% 100.156.676 345.262.00% 96.379.71% % % 100.360.706 0 3.00% 100.130 1.665.98% -70.700 4.170.757.691.78% % 3.79% 100.986 5.039 100.000) (680.000 4.608.22% -70.954.00% 100.470. Infrastruktur ii.178.00% 8.691 1.993) (10.937.676 43.362.019.401.985 (1.78% -70.437.324.350.393.024.00% 63.161.575.98% -71.00% 100.Tabel 7 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SMPN Per Jenis Belanja Tahun ….000 3..546. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 .20% Naik (Turun) Rp 1.437.757.000) 0 (9.196.937.370.21% 0. Dan Tahun ….429.78% -19. Proses Pembelajaran b.163.75% 3..00% 5.00% 100.01% -74.376 Tahun : 2008 % % 100.956.659. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 42.92% -19.54% Belanja Modal : a.760.783.872.170.569 0 2.600.664) -15.693 14. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.588.00% 100.401.856) (3.014.656) (10.8 .531.28% 35.222.222.600.019.783.560.329 2.74% 36. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.000 0 60. b.11% Rp 43.961.00% 100.954. Sekolah i.39% 6.347 40. b.00% 100.956.454.324.656 14.

16% Naik (Turun) Rp 3.776.00% 100.031.00% 0.500.00% 100.00% 0.47% 0.61% 21.455 0 21.00% 100.Tabel 8 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SMAN Per Jenis Belanja Tahun ….00% 99.00% 100.574 1. b.031.574) (920.036.731.967 Tahun : 2008 % % 100.00% 4.574 4.832.948.00% 100.574) 633.255.455 2.259.967 18.145.000 3.000 0 2.20% 34.000 0 22.000) 0 (1. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.145.00% 0.47% -86.000 990.00% 100.463.776.553.589.982 728.00% 65.76% -100.00% 21.887 4. Proses Pembelajaran b.000 0 0 990.99% 100.004.536.500.861.53% 100.666.000 3. Infrastruktur ii.255.189..85% Rp 18. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 14.755.00% 100.551.00% Belanja Modal : a.362.544.109 100.098 4.426 (1.098) (920.588.000 3. Sekolah i.455) 0 1. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 .01% 4.967 97.00% 95.00% 10.07% % 68.9 .804.136.00% 0.036.223.62% % 25.264.62% -53.544.455) (1.00% 100.819..200.857 7.559.80% 0.588.51% % 80. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.019.65% -20.136.61% -20.321.464.553.58% 31.295. Dan Tahun ….00% 15.544.86% -53.856.574 2.080 13.464.33% 100.08% % % 100.500.536. b.910.00% 100.985 (630.

.000 0 8.080.599 0 1.00% 100.209.028.331) -28.080. b.252.00% 0. b.42% -79. Sekolah i.637.00% 89.067.00% 0.00% 45.316. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.00% 100.019 75.028.267.30% -79.286.975.570.716. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.14% 100.627 (481.975.504.576.052.159.599 0 534.26% % 30.868.875.00% 6.00% 98. Dan Tahun ….48% -86.00% 100.86% 1.497) (2.392.10 .18% 50.392 556.26% -57..573.654.096 2.00% 100.222.567.080.91% Rp 6.00% 13.99% 100.539.096 5.250.00% 100.019 6.561.106.445 1.445 0 11.709.785) (1.785 2.497) (4.000 534.000 1.222.00% 0.25% % 43. Proses Pembelajaran b.445) (715.00% 0.408 4. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 .016 5.00% 100.141.00% 10.00% -59.43% Naik (Turun) Rp 1.10% % 80.00% 100.711) 0 (715.30% -100.567.600.27% Belanja Modal : a.141.949 100.109.00% 100.99% 45.Tabel 9 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SMKN Per Jenis Belanja Tahun ….48% 100.868.445) 0 (3.868.610 2.599 1.875.82% 0.392.159.00% 49.00% 100.183.928.016) (4. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 5. Infrastruktur ii.267.051.510.215.48% -57.83% % % 100.310 0 1.500.617 Tahun : 2008 % % 100.01% 10.250.

Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.000 285.00% 100.948.00% 100.776.00% 0.000 0 416.00% 100.948.960.000 283.45% % 1.46% % 76.400.000 1.00% -100.200.00% -100.61% 12.00% 100.Tabel 10 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang PAUD Per Jenis Belanja Tahun …..00% 100. Non-Sekolah Belanja Operasional : a. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 .00% -100.39% 100.00% 0.00% 23.800) 0 #DIV/0! 100.000 Tahun : 2008 % % 100.16% Naik (Turun) Rp 3. b.320.00% 100.920.960.800) (1.267.94% 100.11% % % 100.19% 0. b. Infrastruktur ii.000 1.45% -6.000 100.948.800 0 0 97. Proses Pembelajaran b.800 1.227.800) (1.00% 0.948.000 (1.120.00% 0.200) (6.000 90. Dan Tahun ….06% 11.00% 21.000 1.00% 100.84% 0 (6.376.00% 0.00% Belanja Modal : a.00% % 78.920.43% Rp 325.00% 87.04% -6.000) -1.000 38.200) 0 (4.11 .800 1.00% 0.200 97. Sekolah i.840.440.00% 100.000 40..00% 88.948.267.227.000 0 0 0 0 0 90.948.200 0 420.600.68% 5.400. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 321.

00% 5. Proses Pembelajaran b.500.000 124.00% 100.500.00% 100.74% 100.00% 100.482.000 1.482.095.500.00% % 0. b.00% % % 100. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 .000 0 124.070.00% Rp 1.000 124.00% 100.100 Tahun : 2008 % % 100.500.275..070.698.698.500.100 19.00% 502.00% 100.000) 1. Dan Tahun ….100 452.000 0 124.89% 100.070.00% 0. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 0 0 0 0 0 0 0 0 377.00% 0.000 227.00% 100.00% 0..00% 60.000 0 124. b.26% 39.100 225. Sekolah i.000 1.100 (150.482.698.00% 0.577.147.500.000 0 124. Infrastruktur ii.00% 100.Tabel 11 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang PLS Per Jenis Belanja Tahun ….47% % 74.000 0 452.000 100.00% 100.000.577.000.100 0 2.72% % Belanja Modal : a.00% 19.070.00% 0.89% 98.665.00% 100.095.698.64% Naik (Turun) Rp 1. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.00% 100.000 0 75.95% -100.897.000 377.12 .000 150.

00% 0.663.000 49.80% Naik (Turun) Rp 39. Proses Pembelajaran b.09% 100.13 .00% 100.000.034.00% 100. Infrastruktur ii.00% 0.67% 100.00% 98. b.861.00% 100.00% 28.Tabel 12 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang SKB Per Jenis Belanja Tahun ….39% Belanja Modal : a. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 .05% 16.97% 3.295 3.00% 0.000..295 35. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.00% 100.002.59% 1.000.541 216.836 3.600.863.00% 0.56% 3.632.541 100..00% 100.000 0 51.00% % % 100.263.000 0 1.00% 0.000 0 161.000.000.00% 100.968.000 120. Sekolah i.968. b.836 Tahun : 2008 % % 100.00% % 81.229.000 120.41% 100.000 120.229.000 51.600.600.00% 100.836 251.000 0 426.000 0 265.000 0 120.00% 100.000 0 120.00% 18.00% 0.434.00% 100.000 1. Dan Tahun ….000 120.600. Non-Sekolah Belanja Operasional : a. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 216.33% Rp 255.00% 12.97% % 18.000.295 60.11% % 59.541 0 0 0 0 0 0 49.632.

022.00% 100.969. Dan Tahun ….022.036.154.700 0 0 0 100.723 16.140 0 3. b.00% 0.00% 10.00% 8.797.067.195.790 3.913.14 .82% % 16.00% 74.035 0 22.742.175 35.790 0 6.00% 100.41% 21.357.539. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 . Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 4.90% Naik (Turun) Rp 1.41% 15..00% 0.49% Belanja Modal : a.55% % 21.152.797.838.00% 0.700 3.710.08% Rp 6.732.00% 100.00% 100.100 0 0 0 3.49% 0.152.064.849.042 100. Proses Pembelajaran b.800 26.883 0 1.00% 100.838.00% 0. b.755.765 Tahun : 2008 % % 100.100 22. Sekolah i.00% 100.913.78% 100. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.901.00% 0.195.134.00% 100.539. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.00% 0.800 0 0 0 3.732.883 17.00% 100.864.064.035 30.742.00% % % 100.755.175 0 26. Infrastruktur ii.14% % 16.00% 100.140 4.00% 100.907 0 4.28% 17..62% 0.00% 73.Tabel 13 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang Dinas/KCD Pendidikan Per Jenis Belanja Tahun ….55% 16.134.036.907 3.827.357.067.969.00% 100.849.728.

375.00% 100.00% 68.40% 42.859) -81.511.54% 100.08% % 409.00% 0.618.239 0 0 3.942. Proses Pembelajaran b.950.800.841.471.342) (2.174.350.174.226. Non-Sekolah Belanja Operasional : a.240.600.000 21.077.24% % 5.00% 16.452.402.206..000 6.00% 100.350.243.00% 100.846.00% 0.311 3. Sekolah i.65% 100.00% 10.00% Belanja Modal : a.070.890.000 0 10.841.736.78% 0.710.30% % 59.581 3.00% 100.00% -52.61% -55.35% 10.342) (1.424.000) (11.148.402.800.403.953.881.148.22% 31. Sekolah Non-Sekolah TOTAL BELANJA Lampiran 2 .000) (7. b.000 0 1.452.45% -100.561.691.154 1.00% 89.00% 100..098 100.000 9.332.119.56% Rp 6.00% 57.841.511. Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Belanja Gaji : a.67% 470.471.Tabel 14 – Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kabupaten/Kota Untuk Jenjang Lain-Lain Per Jenis Belanja Tahun ….070.000 3.070.41% -100.240.00% 0.581 2.15 .00% 100.20% % % 100.787.517 1.523.393.40% -100.070.523.00% 30.00% 100. Gaji Pendidik Gaji Bukan Pendidik Tahun : 2007 Rp 1.000 7.00% 100.794 (128.427 0 16.732.206 128.243.000) (6.00% 0.483 5.00% -69.00% 100.427) 0 (13.360.16% Naik (Turun) Rp 4.00% 78.29% -67.61% -69. Infrastruktur ii.239 1. b.239 1.60% 100.735.311) (2. Dan Tahun ….226.915) (1.961.297.119.239 Tahun : 2008 % % 100.

Tabel 15 – Belanja Operasional Sekolah Per Jenjang Per Murid Dari APBD Kabupaten/Kota Tahun ….. Dan Tahun ….. Kabupaten/Kota: ……………………
Tahun : 2007 Uraian TKN SDN SMPN SMAN SMKN Total Rp 39,752,000 996,204,000 3,437,956,000 2,136,031,455 1,250,267,445 Jml Murid 96 193,378 42,638 9,970 4,754 Rp/Murid 414,083 5,152 80,631 214,246 262,993 Total Rp 143,480,000 668,075,000 2,757,937,000 990,776,000 534,392,000 Tahun : 2008 Jml Murid 83 192,071 48,878 10,804 6,223 Rp/Murid 1,728,675 3,478 56,425 91,705 85,874 Naik (Turun) Rp/Murid 1,314,591.4 (1,673.3) (24,206.4) (122,541.3) (177,119.0) % 317.47% -32.48% -30.02% -57.20% -67.35%

Lampiran 2 - 16

Halaman 1 dari 2 Tabel 16 – Dana Sektor Pendidikan Dari APBD Provinsi Tahun ….. Dan Tahun ….. Untuk Kabupaten/Kota: …………………… Tahun 2008
Uraian Program PAUD 1. 2. Pembinaan PAUD Bantuan Propinsi Untuk PAUD (Bantuan Propinsi 2007) Rp 264,030,000 40,000,000 224,030,000

Program Dikdas 1. 2. 3. 4. 5. 6. Rehab ruang Kelas SD/MI Rehab ruang Kelas SMP/MTs Insentif guru SD/MI Non PNS di daerah terpencil Belanja operasional Non Sekolah Gurdacil Insentif Gurdacil PNS SD/MI Bantuan Gubernur untuk Siswa (BAGUS)

12,823,000,000 7,440,000,000 800,000,000 630,000,000 7,000,000 314,000,000 3,632,000,000

Program PNF 1. 2. 3. 4. 5. 6. Keaksaraan Fungsional (KF) Paket B lanjutan Paket B Kelas 2 (pontren) Bantuan Sosial Penyelenggaraan Kejar Paket A Keaksaraan Fungsional (Bantuan Propinsi 2007) Bantuan Penyelenggaraan Kejar Paket B setara SMP (Bantuan Propinsi 2007) Bantuan Peningkatan Mutu PKBM(Bantuan Propinsi Tahun 2007)

1,707,500,000 135,000,000 224,000,000 100,500,000 636,000,000 569,500,000 42,500,000

Program Dikmen 1. 2. Bantuan khusus murid/bantuan siswa miskin Honor Guru Pamong dan Pesuruh Sekolah a. b. 3. Belanja guru pamong sekolah Belanja gaji Pesuruh sekolah

1,062,687,500 859,170,000

52,931,250 10,586,250 140,000,000 15,857,217,500

Bantuan Peningkatan sarana dan Prasarana SMAN 1 Lohbener dan SMK Pertambangan (Bantuan Propinsi 2007) Total

Halaman 2 dari 2 Tabel 16 – Dana Sektor Pendidikan Dari APBD Provinsi Tahun ….. Dan Tahun ….. Untuk Kabupaten/Kota: …………………… Tahun 2007
Uraian Program PAUD Peningkatan PAUD Rp 84,030,000 84,030,000

Program Wajar Dikdas 9 tahun 1. 2. Rolesharing rehabilitasi SD/MI Bantuan Gubernur Untuk Siswa (BAGUS)

7,531,500,000 5,960,000,000 1,571,500,000

Program manajemen pelayanan pendidikan 1. 2. Dana stimulan kegiatan pengumpulan, pengolahan dan pembuatan data pendidikan Block grant SMP terbuka

201,070,000 16,000,000 185,070,000

Program Pendidikan Non Formal 1. 2. 3. 4. 5. Kejar paket A KF Kejar Paket B setara SMP Kejar Paket B Salafiah Kejar paket C Terpadu Kejar Paket A KF

6,421,644,900 636,000,000 569,500,000 438,963,900 483,745,000 4,293,436,000

Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bantuan untuk honorarium MDA (Bantuan Propinsi 2006)

354,000,000 354,000,000

Total

14,592,244,900

.000 5. 6.000 72.360.194. 2.510.884. Kelompok bermain Bantuan tempat pengasuhan anak Satuan PAUD sejenis Rp 292.000 55.000 58.250 185.000 40.000 180.000.044.920.540.540.000 1. 5. Kejar Paket A Setara SD (smt 8-9) Kejar Paket A Setara SD (smt 10-11) Kejar Paket A Setara SD (smt 12) Kejar Paket B Setara SMP (smt 2-3) Kejar Paket B Setara SMP (smt 4-5) Kejar Paket B Setara SMP (smt 6) Kejar Paket A (KF Tingkat Dasar) Kejar Paket A (KF Tingkat Lanjutan) Program Dikmen 1.161. 2.000 633.000.000 381.000 80. 8.. SMA/MA dan SMK Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Subsidi guru Non PNS(Tunjangan Fungsional) .250 Program PNF 1.250 3.Halaman 1 dari 2 Tabel 17 Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Dekonsentrasi (Non BOS) Kemendiknas (APBN) Tahun ….000 30.100.965.455.000. 3.000. 4.200.000 Total 10.080.000 1.017.364.000. 7.000.688. 4.000.000 3.600. Bantuan dana uji kompetensi SMK Bantuan kegiatan lomba-lamba Block grant TTK SMA Penyelenggaran UN SMP/MTs.000 1. Dan Tahun …. Untuk Kabupaten/Kota: …………………… Tahun 2008 Uraian Program PAUD 1.000 29.779. 3.000. 2.000 759. 3.350.000 2.000.

120. Untuk Kabupaten/Kota: …………………… Tahun 2007 Uraian Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Peningkatan Mutu dan Profesionalisme Guru a.000 1.000 90.000 109. c. Olimpiade SMA.997. 5. Rehabilitasi SD Pendidikan Dasar untuk semua (PEDAS) Bantuan pelaksanaan akreditasi TK/RA/SD/MI/SMP/MTs 4.857.740. Block grant perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan SMP Tahap I (Tim Teknis Kabupaten/TTK) Block grant perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan SMP Tahap II (Tim Teknis Kabupaten/TTK) Block grant perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan SMA (Kegiatan POPSMA.. 3.000 4. SD/MI. SMP/MTs. 4.246.712.780.750.752.000 Program Dikmen 1.040.445. administrasi BKM SMA 160.000.000 25.000.000 332.000 185.000 120. b.000 Program Wajar Dikdas 9 tahun 1.000 Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Bantuan Pendataan dan Pelaporan melalui WEBB bagi TK/RA.040. 2.335.000 Program Pendidikan Non Formal 1.000 124.324.780.500. Dan Tahun ….000 109. 3.000.Halaman 2 dari 2 Tabel 17 Dana Sektor Pendidikan Dari Dana Dekonsentrasi (Non BOS) Kemendiknas (APBN) Tahun ….800.000.899.593. 3. 6.000 1.672.000 .610.000 140.000 215. 2. 2.000 40.000 95.971.530.000.200. SMA/MA/MAN Total 26.000 Rp 10.252. Kejar Paket A Setara SD Kejar Paket B Setara SMP Kejar Paket C Setara SMA Kursus Para Profesi (KPP) Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Taman bacaan masyarakat (TBM) Kejar Paket A KF 10. Tunjangan fungsional guru Non PNS Tunjangan kelebihan mengajar SD terpencil Kualifikasi guru PNS dan Non PNS 8.472. 7.610.000 96.000 7..

105.029.21 .574.132.476.030 Total Rp 48.565.979.514.148.416.31% SDN SDS SDLBN SDLBS SMPN SMPS SMPLBN SMPLBS SMP Terbuka (*) Data merupakan gabungan data BOS dan BOS Buku Lampiran 2 .494. Dan Tahun ….95% -11.000 411.741 21 0 2.734.500 Jml Sekolah 868 12 2 2 71 77 2 2 19 Tahun 2008 Jml Murid 191.550.022.225.194.064.325 19 4 2.081.000 (4.77% 4.620.378 1.000 16.960 22.77% -19.874.734.575.10% -4.000 214.960) (2.040) (99.472.040 511.851 81 63 42.968.241.000 15.322 7.416.596.Tabel 18 – Dana Sektor Pendidikan Dari Dana BOS (APBN) Tahun ….000 6.000 0 504.716 16.835.682.000) 1..000 6.031) (637.299.678) 239. Untuk Kabupaten/Kota: …………………… Tahun 2007 (*) Uraian Jml Sekolah 868 10 2 2 62 69 2 2 19 Total Jml Murid 193.000 72.678 (303.163.000 20.47% -8.621 81 61 46.44% % -8.074.000 Naik (Turun) Rp (4.620.469) (2.45% -6.84% -3.640.000 718..500) 42.000 1.416.000 77.878.678 5.488.398 Total Rp 53.031 16.726.638 14.868 1.469 17.

00% 100.99% % 79.907 3.264.825 Tahun : 2008 % 100.91% 100.563.075.22 .619.695.09% 8.361.500 1.00% 25.131.668 245.83% Naik (Turun) Rp 29.44% 104.500) 827.645.71% -58.750) (4.776.907 364.555.307 % 100.00% 3.500 792.00% 100.722.729.900 104.857.099.600 (19.924.514.00% 21.40% % 75.Tabel 19 – Dana Sektor Pendidikan Dari Berbagai Sumber Tahun ….000 77.500 84.319.972.479.217. Dan Tahun ….00% 3.661.064.968.194.712.85% 85.24% 1.53% -6.042.503.10% 7..346.031.18% 16.000.518 % 8.350.562.904.06% 0.225.61% Rp 398.250 72.000 1.341.575 3.746.246.000 APBD Provinsi : 14.288.10% 0.00% 12.965.244.314.075 394. APBD Kabupaten/Kota Non DAK DAK 2.168 29.00% 99. 3.407.550.274.000 11.67% -18.800.884.250 10.00% 99.18% 74.37% 1.500 15.44% 2.32% 8.76% 100.130.90% 100.250) (15.91% 100. Untuk Kabupaten/Kota: …………………… Uraian Tahun : 2007 Rp 368.592.232.130.09% 0.000 Total 487. APBN : Dana Dekonsentrasi Depdiknas (tdk trmsk BOS) BOS Dana Depdiknas Dikelola Di Pusat Lampiran 2 ..500 26.000 498.595.

Lampiran 3 .1 LAMPIRAN 3 Contoh Bahan Presentasil Hasil Penghitungan AKPK Berikut ini adalah contoh bahan presentasi hasil penghitungan AKPK dalam bentuk PowerPoint: .

2 Apa Analisis Keuangan Pendidikan Kab/Kota  (AKPK)? Analisis Keuangan Pendidikan Kabupaten/Kota (AKPK) Suatu metode untuk menghitung dan menganalisis  belanja sektor pendidikan di Kabupaten/Kota dari berbagai sumber pendanaan  pemerintah. Pemda Provinsi. Amandemen ke‐4 UU 20/2003 ‐ Sistem Pendidikan Nasional UU 14/2005 ‐ Guru dan Dosen PP 19/2005 ‐ Standar Nasional Pendidikan PP 47/2008 ‐ Wajib Belajar PP 48/2008 ‐ Pendanaan Pendidikan PP 38/2007 ‐ Pembagian Urusan Pemerintahan  antara Pemerintah. dan jenis belanja • Penilaian apakah pembiayaan sudah ditujukan utk mencapai  pelayanan pendidikan sesuai Standar Nasional Pendidikan. dan Pemda  Kabupaten/Kota 6 5 Perubahan ke 4 UUD 1945 10 Agustus 2002 Perubahan ke 4 UUD 1945 10 Agustus 2002 Bab XIII : Pendidikan & Kebudayaan Pasal 31 1)Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan 2)Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah Pasal 31 (lanjutan) 4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional wajib membiayainya 7 8 .Lampiran 3 . dan APBN Pemerintah Pusat 1 2 Dasar Pikiran SECARA UMUM Tujuan AKPK Menyajikan informasi secara komprehensif mengenai sumber  dan penggunaan dana sektor pendidikan Proses formulasi kebijakan yang didukung oleh INFORMASI YANG BERMUTU dan DISKUSI PUBLIK akan menghasilkan: KEBIJAKAN PENDIDIKAN LEBIH EFEKTIF yang akan berdampak pada: – implementasi yang lebih akuntabel – kinerja sektor pendidikan yang lebih baik SECARA KHUSUS Menghitung total belanja sektor pendidikan dan porsinya  dalam APBD Kabupaten/Kota Menganalisis penggunaan dana sektor pendidikan menurut  jenis belanja dan menurut jenjang pendidikan secara  keseluruhan maupun per murid Menghitung dana sektor pendidikan dari sumber‐sumber  lainnya: Pemerintah Pusat dan Provinsi Membuat rekomendasi umum ttg pendanaan sektor pendidikan 3 4 Manfaat AKPK • Masukan bagi kebijakan pendanaan APBD Kab/Kota. yaitu : APBD Kabupaten/Kota. terutama  dalam penetapan prioritas pendanaan berbagai sektor  pembangunan. terutama dalam hal  ketersediaan pendanaan multi sumber Kerangka Hukum Pendanaan Sektor Pendidikan • • • • • • • UUD 1945.  APBD Provinsi. jenjang pendidikan.  terutama dgn adanya informasi pembiayaan operasional sekolah  per murid per jenjang pendidikan • Masukan untuk pembuatan proyeksi pendanaan pada Rencana  Strategis (Renstra) SKPD ‐ Dinas Pendidikan.

tunjangan yang melekat pada gaji. Ayat 1: Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi: 1. standar sarana dan prasarana 6. standar isi 2. tunjangan fungsional. dan Sertifikasi Pasal 9: Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat Pasal 13: Pemerintah dan pemerintah daerah wajib menyediakan anggaran untuk peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik bagi guru dalam jabatan yang diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah. dan masyarakat. Ayat 1: Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya Pasal 9. standar pendidik dan tenaga kependidikan 5. standar proses 3. efisiensi. standar pembiayaan 8. Bagian Kedua: Hak dan Kewajiban Pasal 15. standar penilaian pendidikan 13 14 PP 19/2005 Pasal 1 Butir 10 : Standar pembiayaan adalah standar yang mengatur komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan (BOSP) yang berlaku selama satu tahun. tunjangan khusus. pemerintah daerah. dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan atas dasar prestasi (butir a) PP 19/2005 Bab II: Lingkup. standar kompetensi lulusan 4. dan akuntabilitas publik 9 10 Keputusan Mahkamah Konstitusi Negara memprioritaskan anggaran pendidikan  sekurang‐kurangnya 20% dari APBN dan APBD untuk  memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan  nasional Undang-Undang 14/2005 Bab IV: Guru. transparansi. dan Tujuan. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 24/PUU-V/2007 tanggal 20 Februari 2008 11 12 Undang-Undang 14/2005 Bab IV: Guru. Kompetensi. Ayat 3: Warga negara Indonesia yang berusia di atas 15 tahun dan belum lulus pendidikan dasar dapat menyelesaikan pendidikannya sampai lulus atas biaya Pemerintah dan/atau pemerintah daerah 15 16 . Fungsi.3 Undang-Undang 20/2003 Pasal 48 (Pengelolaan Dana Pendidikan): Pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip: Undang-Undang 20/2003 Pasal 49 (Pengalokasian Dana Pendidikan): Dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20% dari APBN pada sektor pendidikan dan minimal 20% dari APBD keadilan. Bagian Kesatu: Kualifikasi.Lampiran 3 . PP 47/2008 Bab VI : Penjaminan Wajib Belajar Pasal 9. Pasal 1 butir 12 : Biaya operasi satuan pendidikan (BOSP) adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yang sesuai standar nasional pendidikan secara teratur dan berkelanjutan. serta penghasilan lain berupa tunjangan profesi. Pasal 2. Ayat 1: Penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) huruf a meliputi gaji pokok. standar pengelolaan 7.

PEMDA PROVINSI. pemeliharaan kantor.e). pendidikan menengah dan pendidikan nonformal (butir 3). pegawai Dinas/KCD ) BELANJA MODAL: 1.nya) satu tahun atau kurang Belanja modal adalah belanja untuk pengadaan barang dan jasa yang digunakan/dimanfaatkan dalam waktu lebih dari satu tahun 23 24 . Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan pendidikan berbasis keunggulan lokal pada pendidikan dasar dan menengah (butir 5. Ayat 4: Warga negara Indonesia usia wajib belajar yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan. Gaji Pendidik (Guru. pemberian beasiswa untuk siswa SD/SMP/SMA/SMK. pemeliharaan gedung sekolah.) PBM (buku teks. biaya telp/air/listrik. komputer/media pembelajaran./Kota. biaya telp/air/listrik. PEMDA PROVINSI. pagar. alat peraga. pendidikan dasar. Ringkasan APBD Kab. pendidikan dasar. Belanja Operasional non sekolah (utk Dinas/KCD Pendidikan) (ATK. DAN PEMDA KABUPATEN/KOTA Bidang Pendidikan – Sub Bidang: Kebijakan untuk Pemerintah Daerah Kabupaten Kota Pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Penyelenggaraan dan/atau pengelolaan satuan pendidikan sekolah dasar bertaraf internasional (butir 5. Biaya operasi pada satuan pendidikan dasar pelaksana program wajib belajar menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah dan/atau pemerintah daerah wajib memberikan bantuan biaya pendidikan sesuai peraturan perundangundangan.4 PP 47/2008 Pasal 9. meubelair. dsb. peralatan kantor. mobil. dsb.Lampiran 3 . Pasal 10. alat laboratorium. RKB. Belanja Operasional Sekolah  (ATK.  peningkatan kualifikasi  & pelatihan guru.  sertifikasi guru. pengadaan lomba. Belanja Modal Non Sekolah Bangunan kantor. pendidikan menengah dan pendidikan nonformal sesuai kewenangannya (butir 1b) . Keputusan Gubernur Tentang Bantuan atau Hibah bersama lampirannya atau Laporan Bantuan Keuangan Provinsi . dsb. Belanja Modal Sekolah Infrastruktur (USB. dsb. rapat.c). DAN PEMDA KABUPATEN/KOTA 18 Sumber Data penghitungan AKPK • DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pendidikan atau SKPD Lain yang menggunakan anggaran pendidikan. Ayat 3: PP 38/2007 PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH.) 2. tutor/pamong) 2.  ujian sekolah.) 2. Gaji Non Pendidik (Tenaga kependidikan/non guru. Laporan Anggaran APBN yang terdapat di Kab. dll.  akreditasi sekolah./Kota dan Provinsi Bidang Pendidikan – Sub Bidang: Pembiayaan untuk Pemda Kabupaten Kota Penyediaan bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. 17 PP 38/2007 PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH. 19 Jenis Belanja Belanja Sektor Pendidikan 20 Langkah‐Langkah Penghitungan AKPK Belanja Operasional Belanja Modal Belanja Operasional Gaji Gaji Pendidik Gaji Non-Pendidik Belanja Operasional Non-Gaji Sekolah Non-Sekolah Sekolah PBM Non-Sekolah Infrastruktur 21 22 BELANJA OPERASIONAL DAN BELANJA MODAL Belanja operasional adalah belanja untuk pengadaan barang dan jasa yang digunakan/dimanfaatkan dalam waktu JENIS  BELANJA  BELANJA OPERASIONAL GAJI: 1. (utk Dinas/KCD  Pendidikan) BELANJA OPERASIONAL NON GAJI: 1. mebelair.

Belanja Operasional Non Gaji Sekolah 29 30 Contoh Pemilahan Kegiatan Utama: Pembangunan Gedung  Sekolah Baru Belanja Pegawai: Honor Panitia Pelaksana.Infrastruktur Bel Operasional Modal – Sekolah .5 1. Makan Minum Rapat. Biaya-biaya ini mencakup gaji pegawai proyek.  Pilah Setiap Kegiatan Per Jenis Belanja + Belanja di DPA: • Dinas PU – Pembangunan/  rehab sekolah SETIAP KEGIATAN PADA DOKUMEN ANGGARAN • Setda – BagKeu – Bantuan kesejah‐ teraan guru swasta Belanja Operasional Gaji .PBM Bel Operasional Modal – Non Sekolah • Dinas Kesehatan – Pembinaan UKS – Program Makanan  Tambahan 25 26 2. dll. 27 28 PRINSIP PEMILAHAN Konsep Penggabungan Belanja mirip dengan kapitalisasi biaya proyek pembangunan fisik. biaya-biaya operasional proyek serta biaya modal proyek. Contoh Pemilahan Kegiatan Utama: Pengadaan ATK utk Sekolah semua biaya yang dikeluarkan untuk membangun suatu gedung. Cetak & Penggandaan. dari awal sampai selesai.Lampiran 3 . Rapat. dll. Perjalanan Dinas.Sekolah Belanja Operasional Non Gaji – Non Sekolah Bel Operasional Modal – Sekolah . digabung = nilai gedung tersebut (kapitalisasi) Belanja Pegawai: Honor Panitia Pelaksana Belanja Barang & Jasa: ATK. Dalam akuntansi proyek.  Pilah Setiap Kegiatan Per Jenjang TKN SDN SMPN SMAN SMKN PAUD PLS Non Pendidikan Dinas/KCD Pddk Lain-Lain PRINSIP PEMILAHAN Penggabungan belanja artinya SETIAP KEGIATAN (YANG SUDAH DIPILAH PER JENIS BELANJA) klasifikasi belanja-belanja pendukung dari setiap kegiatan mengikuti klasifikasi kegiatan utamanya Dasar pemikirannya adalah belanja-belanja pendukung tidak akan terjadi bila tidak ada kegiatan utama. Honor Konsulan Tehnis. Honor Konsultan Pengawas Belanja Barang & Jasa: ATK.  Hitung Belanja Sektor Pendidikan Dari APBD Kab/Kota Belanja di DPA:  • Dinas Pendidikan • KCD Pendidikan  • Sekolah Dikurangi belanja: • Pendidikan Tinggi • Olahraga • Pemuda • Kebudayaan 2. Perjalanan Dinas.Pendidik Belanja Operasional Gaji – Non Pendidik Belanja Operasional Non Gaji . Belanja Modal: Nilai biaya pembangunan gedung sekolah baru Hasil Penghitungan AKPK Belanja Modal Untuk Sekolah 31 32 .

 Pddk (Rp.1m) 80% Dana Bagi Hasil Pajak /  Bukan Pajak Dana Alokasi Umum Dana Alokasi Khusus Sumber Dana Perimbangan Terbesar : Dana Alokasi Umum (DAU) 35 36 Perhitungan Belanja Sektor Pendidikan Tahun 2008 Total Belanja APBD Kabupaten/Kota Total Belanja Sektor Pendidikan Total Belanja Urusan Pendidikan Sesuai APBD/DPA Belanja Bukan Urusan Pendidikan: Pendidikan Tinggi Belanja Sektor Pendidikan Dari Urusan Pendidikan Belanja Dari Satuan Kerja Di luar Urusan Pendidikan: Dinas PU CIPTA KARYA Sekretariat Daerah Kantor ARPUS BAPPEDA Belanja Sektor Pendidikan Dari Urusan Bukan Pendidikan 8.5m) 1% Modal Sekolah ‐ Infra. 398. Kelautan &  Perikanan  (Rp.3 m  2008 ‐ Rp 61. 134. 19.6 Sumber Pendapatan APBD Kab/Kota ‐ 2008 LAIN‐LAIN  PENDAPATAN  YANG SAH (Rp.9 398.8m) 5% 39 Gaji Pendidik  (Rp318.3m) 18% Perkembangan Dana Perimbangan 2008 ‐ Rp 682. 115.Keu  (Rp.1 0.8 m  2007 ‐ Rp 46.2 m) 2% Urs.  (Rp39.3 m 2007 ‐ Rp 12.4 m  2008 ‐ Rp 12.  83.4 m  2008 Dana Alokasi Umum  (Rp682.1 m  2007 ‐ Rp 610. Sudah mencapai amanat perubahan ke‐4 Pasal 31 UUD 45 dan amanat UU 20/2003. 12. PUM.9 m  DANA  PERIMBANGAN  (Rp.1m) 1% Modal Sekolah ‐ PBM  (Rp13.7 m  2008  ‐ Rp 83. Otda.9m) 2% Operasional ‐ Non Sek  (Rp26.9m) 9% PENDAPATAN ASLI  DAERAH (Rp.1  (+) 10. Pek.5 m) 13% Skt. Kesehatan (Rp.9 m  2008 ‐ Rp 850.3m) 6% Perkembangan Pendapatan APBD Kab/Kota 2007 ‐ Rp 787.5) 7% Modal ‐ Non‐Sek  (Rp3.1  (‐) 387.6 1. Umum (Rp.058.0m) 5% Operasional ‐ Non Sek  (Rp30.8 m) 5% Urs. berarti Pemerintah Daerah memiliki political will yang baik untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.3 m  2007  ‐ Rp 125. 850.6m) 11% Gaji Pendidik  (Rp245. 54.4m) 80% 40 . 314. Pasal 49.9 m  2007 2007 ‐ Rp 164.5  Rupiah (Milyar) Rupiah (Milyar) 1.6 m  2008 ‐ Rp 156.1 m) 37% Urs.8 m) 2% Belanja Urusan Besar 2008 Urs.2m) 3% Modal Sekolah ‐ Infra.2m) 2% Operasional ‐ Sekolah  (Rp8.4 m) 2% Dana Bagi Hasil  Pajak / Bukan Pajak  (Rp156.Lampiran 3 . Lain‐lain  (Rp. Pertanian  (Rp.1m) 1% Modal Sekolah ‐ PBM  (Rp5.6 m) 11% • • 37 Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Belanja 2007 Operasional ‐ Sekolah  (Rp18.  Adm. Ayat (1) yang dipertegas oleh keputusan Mahkaman Konstitusi ttg prioritas minimum 20% dari APBD 38 Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Belanja 2008 Modal ‐ Non‐Sek  (Rp3.  (Rp27. 21.0 2.6 388.6% Urs.0% 37.2m) 8% Belanja sektor pendidikan menempati porsi terbesar.  61.8m) 85% Kab/Kota masih tergantung pada anggaran dari  Pemerintah Pusat – dilihat dari  besarnya  porsi  dana perimbangan dalam Pendapatan PDPT ASLI DAERAH DANA PERIMBANGAN LAIN2 PDPT YANG SAH 33 34 Proporsi Dana Perimbangan 2008 Dana Alokasi  Khusus  (Rp.1 % 100.5m) 7% Gaji Bukan Pddk  (Rp8. Bab XIII.9 m) 30% Urs.4 0.4m) 67% Gaji Bukan Pddk  (Rp18.

71% 5.58) 1.57% ‐35. Gaji Bukan Pendidik Belanja Modal : a.19% ‐15.2% ‐67.77% ‐56.43) (2.42  2.00) 1.970  30.878  10.98% 2.00  266.08  % 0. Sekolah b.98  (9.5% ‐30.925  27.89% 100. Belanja Modal – Infrastruktur tidak mendapat alokasi anggaran sama sekali.75% 3.314.15  221.25  0.43  35.59% 0.34% 5.874  (1.10% 0.73  10.00  25.813  39.82% ‐2.07  241. Sekolah i.1 m) 0% Modal Sek‐Inf  (Rp.66% ‐30.33) (0.864  26.194  3.92% ‐9.16  4.42) (0.077  32.68  44. Gaji Pendidik b.675  1.13% 20.67  0.6 m) 1% Opr‐Sek  (Rp. Non‐Sekolah TOTAL BELANJA SDN 2007 Rp 195.673) (24.16% 16.07% 0.075  Naik (Turun) Rp 62  73  (11) (20) (20) (12) (8) 0  (13) (9) (4) 30  % 23.00  221.246  262.09% DINAS & KCD LAIN‐LAIN TOTAL BELANJA 41 42 Perbandingan Belanja Sektor Pendidikan Untuk SDN Per Jenis Belanja  ‐ 2007 & 2008 Uraian SDN Belanja Gaji : a.52  184.27  30.39% 5.96  2.  (Rp.1 m) 1% TKN SDN SMPN SMAN Gaji Pddk (Rp 6. Proses Pembelajaran b.144  17. Belanja Operasional Sekolah dan Belanja Modal Sekolah – PBM mendapat alokasi anggaran yang sangat kecil .993  Tahun :  2008 Jumlah Siswa 83 192.88% ‐85.00  1.59  22.69% ‐58.541) (177.728. Infrastruktur ii.67  (3.464  3. Belanja Modal Sekolah – PBM tidak mendapat alokasi anggaran sama sekali.167  36.13% 0.19% ‐32.00  44.06) 0.594  318. Infrastruktur ii.67  0.74% 2.5 m) 1% Gaji Pddk (Rp.970  4.52% ‐37. 20.86% ‐28.62% ‐52.94% ‐32.  241.27  % 0.54  0. Non‐Sekolah Belanja Operasional : a.Lampiran 3 .206) (122.04% 502.83  (11.00  (0.05  25. 0.619  13. 2.30  Naik (Turun) Rp 47.174  368.4% Gaji Non Pddk  (Rp. 47 48 .57  22.425  91.38  2.33) 0.46% ‐50.55  56.08% 8. 0. 43 44 Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Belanja Untuk Jenjang SMPN  ‐ 2008 Modal Sek‐Inf.92% ‐10.42  0.705  85.948  52.57  2008 Rp 243.00% Tahun :  2008 Rp 0.274  2008 Rp 326.0% ‐57.73  (9. Sekolah i.5 m) 91% Belanja Gaji Pendidik mendapat alokasi anggaran terbesar. Proses Pembelajaran b.92% 7.90  0.90% 12.3 m) 86% Gaji Pddk  (Rp 18.5 m) 6% Belanja Operasional Sekolah Per Siswa 2007 & 2008 Tahun :  2007 Uraian Jumlah Siswa 96 193. Non‐Sekolah TOTAL BELANJA 2007 Rp 264.29) (0.67% ‐12.119) SMKN Belanja Gaji Pendidik mendapat alokasi anggaran terbesar.50  1.90  21.32% 30. Gaji Pendidik b.00  0.223  Rp/Siswa Naik (Turun) Rp % 317.57  60.6 m) 16% Opr‐Sek  (Rp.806  55.05  22. Non‐Sekolah Belanja Operasional : a.754  Rp/Siswa 414. 0. 3.071  48.5 m) 80% 1.61% 100.21% 66. 0.00% Naik (Turun) Rp 0.083  5. 46 Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Belanja Untuk Jenjang SMKN  ‐ 2008 Modal Sek‐PBM (Rp 1.94% % 24.39  398.73  20.478  56.49) (2.  (Rp.11% 0.56% 15.86  8. Gaji Bukan Pendidik Belanja Modal : a.7 m) 0% Modal Sek‐Inf.152  35.376  18.804  6.10% 0. Belanja Operasional Sekolah dan Belanja Modal Sekolah – PBM mendapat alokasi anggaran yang sangat kecil .7 m) 5% Modal Sek‐PBM  (Rp 1.61  0.80  % 441. 1.135  48.19  11.48% ‐1.04% 8.3 m) 1% Gaji Pddk  (Rp 43.04% 60.0 m) 4% Gaji Non Pddk (Rp.11% 8. Belanja Operasional Sekolah mendapat alokasi anggaran yang sangat kecil . 45 Belanja Gaji Pendidik mendapat alokasi anggaran terbesar.427  8.591  3.7 Perbandingan Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Belanja  ‐ 2007 & 2008 Uraian Belanja Gaji : a. Belanja Operasional Sekolah dan Belanja Modal Sekolah – PBM mendapat alokasi anggaran yang sangat kecil dibandingkan Belanja Gaji Pendidik.182  245.5 m) 3% Opr‐Sek  (Rp.78% ‐9.28  0.0 m) 7% Gaji Non Pddk (Rp.83  266.461  5.56  22.69  368. Sekolah b.30  50.378  42.07% 8. 2.1 m) 13% Opr‐Sek (Rp.67  0.30) 29.00  1.49) (2.638  9.72% 60.62% 29.8 m) 5% Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Belanja Untuk Jenjang SMAN  ‐ 2008 Gaji Non Pddk  (Rp.404  8.5% ‐32.52  11. 2.2 m) 80% Belanja Gaji Pendidik mendapat alokasi anggaran terbesar.00  0.16  21.38  0.09% TKN SDN SMPN SMAN SMKN PAUD PLS SKB Perbandingan Belanja Sektor Pendidikan Per Jenjang Pendidikan 2007 & 2008 Uraian Tahun :  2007 Rp 0.57  19. 0. 1.540  398.55% ‐26.36% Belanja Sektor Pendidikan Per Jenis Belanja Untuk Jenjang SDN  ‐ 2008 Modal Sek‐PBM  (Rp.152  80.631  214.57% 0.

9m) 3% TERIMA KASIH APBD Kab/Kota  (Rp398.1m) 80% 49 50 .7m) 17% APBD Provinsi  (Rp15.Lampiran 3 .8 Belanja Sektor Pendidikan Dari Berbagai Sumber 2008 APBN (Rp84.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->