RIS-PNPM

1. Latar Belakang 38,6 juta penduduk Indonesia adalah penduduk miskin. Sekitar 65% dari penduduk miskin tersebut bermukim di Pedesaan (sumber BPS: 2008). Rendahnya akses terhadap pelayananan prasarana dasar seperti jalan dan jembatan, air minum, irigasi dan sebagainya, merupakan salah satu penyebab kemiskinan di pedesaan. Untuk mengurangi pertumbuhan kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan serta meningkatkan kesempatan kerja bagi

masyarakat miskin pedesaan, maka pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM Mandiri). Dalam upaya mendukung penanggulangan kemiskinan di daerah pedesaan, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah melaksanakan berbagai program. Di antaranya, Program Kompensasi

Pengurangan Subsidi-Bahan Bakar Minyak di bidang Infrastruktur Perdesaan (PKPS-BBM IP) pada tahun 2005, Rural Infratructure Support (RISP) pada tahun 2006, Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) yang dimulai pada tahun 2007 sampai 2011 dan RIS-PNPM Mandiri yang dimulai pada tahun 2009 sampai 2011. Rural Infrastructure Support Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri atau yang dikenal dengan RIS-PNPM Mandiri, merupakan program pemberdayaan masyarakat yang berada di bawah payung PNPM Mandiri. Program ini berupaya untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok melalui partisipasi dalam memecahkan

Riau. dan Sumatera Selatan. Peningkatan kepekaan dan kesadaran di semua tingkatan melalui pelaksanaan Public Awareness Campaign (PAC) yang optimal. Hal-hal tersebut dilakukan melalui: 1. dengan sasaran lokasi mengikuti ketetapan SK Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat dengan rincian siklus sebagai berikut: Siklus Program RIS PNPM Mandiri I RIS PNPM Mandiri II RIS PNPM Mandiri III RIS PNPM Mandiri IV Tahun 2009 2010 2011 2011 2012 2012 Dalam pelaksanaan RIS PNPM Mandiri akan terus ditingkatkan. terutama dalam meningkatkan kualitas pemberdayaan masyarakat dan meningkatkan peran stekholder dalam pelaksanaan program. RIS PNPM Mandiri dilaksanakan dengan beberapa penguatan dari pelaksanaan program RIS PNPM Mandiri sebelumnya. RIS-PNPM Mandiri merupakan program berbasis pemberdayaan yang bantuannya meliputi memfasilitasi dan memobilisasi masyarakat dalam melakukan identifikasi permasalahan kemiskinan. Lokasi RIS PNPM Mandiri terfokus di empat provinsi yaitu Jambi. kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. . Lampung. menyusun perencanaan dan melaksanakan pembangunan infrastruktur desanya.berbagai permasalahan yang terkait kemiskinan dan ketertinggalan desanya sebagai upaya peningkatkan kualitas kehidupan.

Peningkatan kapasitas penyelenggara melalui pelatihan yang akan diintegrasikan ke dalam system penyelenggaraan program dan dikelola oleh Tim Desain Pelatihan dan Manajemen atau National Training Design and Management Team (NTDMT). Pemantauan kinerja yang akan dilakukan secara berjenjang dari tingkat pusat. kabupaten. Penilaian kinerja yang dikaitkan dengan sistem. dan 6. sampai ke tingkat terendah di desa. hampir miskin. Maksud Program ini dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan dan memperkuat implementasi tata kelola pemerintahan yang baik (good governance ) di tingkat pemerintah daerah. propinsi. terutama dalam proses pengambilan keputusan. 3. Tujuan RIS PNPM Mandiri bertujuan untuk mewujudkan peningkatan akses kepada masyarakat miskin. Peningkatan partisipasi masyarakat secara aktif dalam pelaksanaan program khususnya peran serta perempuan dan masyarakat kelompok miskin. 3. 4. penghargaan. sampai tingkat desa berdasarkan kinerja dalam pelaksanaan program. dan sanksi bagi penyelenggara program. 2. . dan kaum perempuan terhadap pelayanan infrastruktur dasar perdesaan berbasis pemberdayaan masyarakat dalam tata kelola pemerintahan yang baik. kabupaten. dari tingkat propinsi.2. Penguatan mekanisme serta implementasi penanganan pengaduan. 5..

Berkelanjutan 5. monitoring dan evaluasi 5. Akuntabel 4.Prinsip 1. jembatan. meliputi: penyediaan air minum.4. Transparan 3. Prinsip dan Pendekatan 6. Kerangka Jangka Menengah . Ruang Lingkup • Pembangunan infrastruktur transportasi perdesaan guna mendukung peningkatan aksessibilitas masyarakat desa. Komponen & Output Kegiatan • • Penguatan kapasitas perencanaan dan pengembangan masyarakat. Acceptable 2. sanitasi perdesaan 6.1. yaitu: jalan. yaitu: irigasi perdesaan. tambatan perahu. • Pembangunan infrastruktur yang mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Peningkatan layanan dan infrastruktur desa melalui community development grant • Peningkatan kapasitas untuk pelaksanaan program. • Pembangunan infrastruktur yang mendukung produksi pertanian.

Kesetaraan dan keadilan gender 8.2.6. dan kaum perempuan dalam pelayanan infrastruktur dasar. Keterpaduan program pembangunan 7. Pendekatan 1. Indikator Kinerja Program Indikator dampak dan sasaran : Mengurangi kemiskinan dan memperkuat tata pemerintahan daerah di tingkat lokal dalam RIS PNPM. Pemberdayaan masyarakat 2.Mandiri. Otonomi dan desentralisasi 4. • Jumlah KK miskin berkurang dengan sekurang-kurangnya 20% dibandingkan baseline. • Tingkat kepuasan terhadap pelayanan dasar perekonomian meningkat sebesar minimal 20% dibandingkan baseline. Penguatan kapasitas kelembagaan 8. Keswadayaan 6. Keberpihakan kepada yang miskin 3. Manfaat Program : Manfaat program RIS-PNPM Mandiri adalah meningkatkan akses masyarakat miskin. Partisipatif 5. .

Peningkatan layanan dan infrastruktur desa melalui penyaluran dana BLM(2014) • Penyaluran investasi BLM (250 juta Rp per desa per siklus) telah dilaksanakan di masing-masing desa sasaran. • Perumusan RKM berbasis masyarakat yang dirancang dengan baik dan disetujui disemua desa sasaran program RIS-PNPM Mandiri.Indikator Output : 1. • PJM pronangkis dan rencana pembangunan desa untuk desa sasaran program sudah jelas serta kesetaraan gender terpenuhi dan berkurangnya masyarakat miskin di desa daerah sasaran. • Pelaksanaan rembug-rembug warga sebagai ajang peningkatan kapasitas kemampuan SDM masyarakat bagi masyarakat desa sasaran program RISPNPM Mandiri.500 desa. dengan keterwakilan perempuan di masing-masing organisasi sekurang-kurangnya 40%. • Jumlah infrastruktur yang terbangun dan memiliki kualitas memadai dan memiliki fungsi pengaturan Operasional dan Pemeliharaan (O&P) lebih dari 70% desa sasaran. Penguatan kapasitas untuk perencanaan dan pembangunan masyarakat (2014) • Pelaksanaan fungsi organisasi-organisasi masyarakat pada sekitar 1. 2. • Penyelesaian Gender Audit untuk semua program investasi BLM desa sasaran program. .

3. untuk menilai jalannya program dan dampak yang ditimbulkan Q3/2011 (interim) dan Q4/2012 (akhir). • • Pembuatan rincian rencana kerja tahunan dan jadwal personil. . Peningkatan kapasitas untuk pelaksanaan program dan monitoring dan evaluasi (2011) • Jumlah konsultan yang direkrut telah dilatih dan beroperasi sekitar 82 orang. dengan 30% di antaranya adalah perempuan.070. • • Perluasan pelaksanaan sistem M&E. • Pelaksanaan rencana Aksi gender. Penyediakan laporan M&E eksternal melalui pemantauan dan evaluasi dampak oleh LSM independen. • Pembuatan dan pelaksanaan mekanisme penanganan pengaduan yang efektif. Proses perencanaan masyarakat dan komunitas investasi dilaksanakan di desa sasaran yang dipilih berdasarkan standar dan kriteria yang telah disepakati. • Jumlah fasilitator masyarakat yang direkrut telah dilatih dan disebarkan sekitar 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful