Anda di halaman 1dari 53

Kegiatan Belajar 1 HAKIKAT DAN SISTEMATIKA LAPORAN PENELITIAN

A. Standar Kompetensi Petatar memiliki kemampuan pengetahauan mengenai hakikat sebuah laporan penelitian dan langkah-langkah penyusunan perangkat tata susunan laporan penelitian. B. Kompetensi Dasar

Petatar memahami hakikat laporan penelitian dan penyusunan cover luar, pernyataan, pengantar, daftar isi, dan daftar tabel. C. Daftar Referensi

Utama :

Depdikbud. 1995.

Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat

Tambahan :

Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis. Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga.

Jos. Daniel Parera. 1987.

Nasution. 1991.

Mertode Research Penelitian Ilmiah. Bandung: Jemmars.

D. Ringkasan Materi 1. Hakikat Laporan

Melaporkan merupakan suatu kegiatan penyampaian atau penyajian fakta-fakta dan pemikiran-pemikiran hasil penelitian yang sudah dilaksanakan. Ciri efektivitas sebuah laporan adalah; a. obyektifitas; b. kelengkapan;

c. kejelasan; d. singkat; e. padat; dan f. berorentasi kepada pembaca. Hal pertama yang harus diketahui oleh penyusun laporan adalah untuk apa laporan disusun dan kepada siapa laporan akan disampaikan. Berdasarkan tujuan dan sasaran laporan di atas, maka isi dan bahasa yang digunakan pun akan disajikan sedemikian rupa agar pembaca memahami maksud laporan tersebut dengan baik. Oleh karena itu, penyusun laporan penelitian harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut. a. Apa tujuan dan maksud laporan itu? b. Informasi apa yang akan ditekankan? c. Apa yang ingin diketahui oleh pembaca? d. Sikap apa yang akan dikembangkan oleh pembaca? e. Tindakan apa yang diharapkan dari pembaca? f. Bagaimana sajian laporan dalam bentuk yang konkrit? g. Desain laporan yang mana yang akan digunakan? Pertanyaan-pertanyaan di atas bukan untuk dijawab secara lisan, tapi diimplementasikan dalam bentuk sikap, pemikiran, dan tindakan. Oleh karena itu, langkah-langkah yang harus ditempuh adalah sebagai berikut. a. Mengumpulkan bahan dan informasi b. Menyusun kerangka laporan c. Merancang cara penyajiannya d. Memilih bahasa yang akan digunakan e. Menepati waktu penyusunan laporan

2. Sistematika Laporan

Laporan hasil penelitian merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban kegiatan penelitian yang dituangkan dalam bahasa tulis. Adapun sistematika penulisannya yang secara konvensi telah dituangkan dalam Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru.

Secara garis besar kerangka laporan penelitian mencakup tiga bagian utama, yakni bagian pendahuluan (atau bagian pengantar), bagian isi, dan bagian penunjang. A. Bagian Pendahuluan, terdiri atas : Halaman judul; lembaran persetujuan; kata pengantar; daftar isi; daftar table; daftar gambar dan lampiran; serta abstrak atau ringkasan. B. Bagian Isi, umumnya terdiri dari beberapa bab yaitu : Bab I. Permasalahan atau Pendahuluan Bab II. Kajian Teori atau Pembahasan Kepustakaan Bab III. Metodologi atau Uraian Metode dan Prosedur Pengkajian Bab IV. Hasil-hasil dan Diskusi Hasil Kajian Bab V. Kesimpulan dan Saran-saran C. Bagian Penunjang, biasanya terdiri atas : 1. Daftar Pustaka 2. Lampiran-lampiran yang diperlukan dalam menunjang isi laporan Dalam bagian ini dan pembahasan selanjutnya, kita akan membahas bagaimana teknik atau cara pengembangan laporan tersebut, sehingga lebih mudah dan cepat menyusun sebuah laporan penelitian. Untuk itu, penulis laporan harus memperhatikan norma-norma berikut. a. Jenis dan spesifikasi kertas yang digunakan adalah HVS A 4 dengan berat 70-80 gram untuk isi, sedangkan cover luar menggunakan kertas buffalo atau linen. b. Naskah berukuran 21 cm X 28 cm. c. Naskah diketik dengan huruf yang sama (arial atau times new roman) dengan poin 12, kecuali judul atau sub judul 14 poin dan bold (tebal). d. Format naskah berjarak margin kiri dan atas 4 cm, sedangkan margin kanan dan bawah 3 cm.

4 3 4 3

e. Penulisan halaman di awal laporan menggunakan huruf Romawi kecil (i, ii, iii, dan seterusnya), sedangkan dalam isi laporan menggunakan angka Arab (1, 2, 3, dan seterusnya) dan diketik di atas kanan, kecuali pada awal bab diketik di bawah tengah. Baiklah, kita mulai dari penyajian contoh format-format yang harus dibuat oleh penyusun Laporan Hasil Penelitian sebagaimana dicontohkan dalam Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru di bawah ini. Contoh: Cover Luar KEEFEKTIFAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA INTENSIF BERDASARKAN KURIKULUM 2004

(Uji Coba Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Membaca Intensif pada Siswa Kelas II Semester 2 di SMP Negeri 42 Bandung Tahun Ajaran 2004)

LAPORAN PENELITIAN Diajukan kepada Tim Penilai Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru di Lingkungan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan Nasional oleh

Drs. Dedi Abdullah NIP: 131861420

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 42 BANDUNG DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2004

Contoh: Lembar Pernyataan

SURAT PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa Laporan Penelitian dengan judul Keefektifan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Membaca intensif Berdasarkan Kurikulum 2004 ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko/sanksi yang dijatuhkan kepada saya apabila kemudian ditemukan adanya pelanggaran terhadap etika keilmuan dalam karya saya ini atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.

Bandung, 25 April 2004 Yang membuat pernyataan

Drs. Dedi Abdullah NIP: 131420861

Contoh: Lembar Persetujuan

LEMBAR PERSETUJUAN DAN PENGESAHAN LAPORAN HASIL PENELITIAN


Nama : Drs. Dedi Abdullah NIP : 131861420

Judul : Keefektifan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Membaca intensif Berdasarkan Kurikulum 2004

Bandung, 25 April 2004 Disetujui dan disahkan oleh KEPALA SEKOLAH SMP NEGERI 42 BANDUNG Drs. Oma Ruhimat NIP: 130863465

Contoh: Kata Pengantar

KATA PENGANTAR

Hasil laporan penelitian yang berjudul Keefektifan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Membaca Intensif Berdasarkan Kurikulum 2004 ini merupakan penelitian yang dilakukan di Kelas II SMP Negeri 42 Bandung. Laporan hasil penelitian isi sebagai bahan pemerolehan angka kredit unsur Pengembangan Profesi dan Sub Unsur Melaksanakan Kegiatan Karya Tulis/Karya Ilmiah di Bidang Pendidikan. Sistematika Laporan ini dikembangkan ke dalam lima bab. Bab I Pendahuluan yang isinya mendeskripsikan Latar Belakang Penelitian, Pembatasan dan Perumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Asumsi, Metode dan Teknik Penelitian. Bab II Kajian Teoretis yang mengupas pembahasan teori, Pengkajian Hasil Penelitian, Kerangka Pemikiran dan Argumentasi Keilmuan, serta Pengajuan Hipotesis. Bab III Metode Penelitian, Populasi dan Sampel, Instrumen Penelitian, Pengumpulan dan Analisis Data. Bab IV Analisis dan Hasil Analisis Data, Hasil Penelitian, Pengujian Hipotesis, Diskusi Hasil Penelitian. Bab V Simpulan dan Saran. Dalam pelaksanaan penelitian, penulis mendapat dorongan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh kerena itu, penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat: 1. Bapak Drs. Oma Ruhimat, selaku Kepala

Sekolah Menangah Pertama 42 Bandung yang telah memberikan dorongan dan bantuan fasilitas dalam penelitian. 2. Rekan-rekan guru SMP 42 Bandung yang telah memberikan semangat dan dorongannya. 3. Para Staf Tata Usaha dan para pegawai SMP 42 Bandung yang senantiasa setia membantu berbagai keperluan penelitian.

Bandung, 25 April 2004

Penulis

Contoh: Daftar Isi

DAFTAR ISI

Halaman ABSTRAK ......i KATA PENGANTAR ii DAFTAR ISI .. iii DAFTAR TABEL iv DAFTAR GAMBAR DAN LAMPIRAN v BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian ........ 1

1.1 Pemabatasan dan Perumusan Masalah ............2 1.2 Tujuan Penelitian .....3 1.3 Asumsi Penelitian .........4 1.4 Metode Penelitian .. .....5 BAB II KAJIAN TEORETIS 2.1 Pembahasan Teori .. ....6 2.2 Pengkajian Hasil Penelitian .......7 2.3 Kerangka Pemikiran ...8 2.4 Pengajuan Hipotesis .....9 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tujuan Khusus Penelitian .......10 3.2 Metode dan Rancangan Penelitian . ........11 3.3 Populasi dan Sampel. ....12 3.4 Instrumen Penelitian .. .....13 3.5 Pengumpulan dan Analisis Data . .........14 BAB IV HASIL PENELITIAN 4.1 Jabaran Variabel Penelitian .........15

4.2 Hasil Penelitian ...16 4.3 Pengujian Hipotesis ....17 4.4 Diskusi Hasil Penelitian .......18 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 20 5.2 Saransaran . ..21 DAFTAR PUSTAKA . 22 LAMPIRAN-LAMPIRAN

Contoh: Daftar Tabel

DAFTAR TABEL

Nomor
1.1 1.2 1.3 dst

Judul Tabel Jumlah Populasi . Jumlah Sampel Pokok-pokok Materi Soal ..

Halaman

23 30 45

Contoh: Abstrak

ABSTRAK

Laporan Hasil Penelitian ini berjudul Keefektifan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Membaca Intensif. Adapun masalah yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu apakah pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan membaca intensif siswa kelas II SMP Negeri 42 Bandung? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitik dan eksperimen. Data penelitian diperoleh dari proses belajar mengajar dan dari hasil belajar mengajar. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan siswa antara sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Kemampuan tersebut dengan kenaikan ratarata 4% - 45%. Hal ini, menunjukkan bahwa penerapan pendekatan keterampilan Proses, sangat efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa SMP 42 Bandung.

E. Saran-saran Implementasi

Untuk meningkatkan keterampilan pembuatan cover, kata pengantar, pernyataan, daftar isi, dan daftar tabel strategi yang dapat ditempuh sebagai berikut. 1. Tentukan masalah apa yang akan menjadi objek penelitian. Anda bisa memanfaatkan judul penelitian yang telah disusun berdasarkan tugas yang diberikan pada modul sebelumnya.

2. Buatlah kerangka penulisan (bukan daftar isi) dari judul yang diperoleh langkah sebelumnya. Ini pun bisa memanfaatkan tugas yang pernah diberikan pada modul sebelumnya. 3. Dari kerangka penulisan di atas, Anda bisa membuat daftar isi berdasarkan sistematika dari yang dicontohkan dari ringkasan isi modul. Akan tetapi, Anda tidak perlu membuat halaman setiap judul atau sub judul. 4. Buatlah pengantar yang intinya mengantarkan isi laporan penelitian dan uraikan pula hambatan-hambatan yang dialami selama penelitian berlangsung. Hal ini, sebagai pijakan untuk mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian. 5. Pernyataan yang dibuat dapat melihat contoh. Anda cukup mengganti judul penelitian, tempat penelitian, dan waktu penelitian.

F. Tes Formatif

1. Berorentasi pada pembaca salah satu ciri efektifitas sebuah laporan penelitian artinya penulisan laporan . a. disusun untuk dibaca b. penelitian merupakan hasil publik c. harus memperhatikan keterbacaan dan keterpahaman pembaca d. harus memperhatikan tingkat kesesuaian usia pembaca 2. Urutan yang harus ditempuh penulis laporan penelitian adalah . a. merancang penyajian-menyusun kerangka-memilih bahasa b. menepati waktu-memilih bahasa-mengumpulkan bahan c. memilih bahasa-memilih bahan-menyusun kerangka d. menyusun kerangka-merancang penyajian-memilih bahasa 3. Pengetikan judul penelitian pada cover luar diketik dengan spesifikasi . a. kapital, arial/times roman, 14 poin b. kapital, times roman, 12 poin c. standar, arial, 14 poin d. kapital, arial/times roman, 12 poin

4. Penulisan Kata Pengantar berisikan hal berikut . a. Judul penelitian, sistematika penulisan, ucapan terima kasaih b. Fuji syukur, judul penelitian, hambatan c. Judul penelitian, hambatan, hasil penelitian d. Hambatan, cara pemecahan, ucapan terima kasih 5. Urutan Daftar Isi yang sistematis adalah . a. Kata Pengantar, Daftar Tabel, Daftar Isi, Abstrak b. Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Tabel, Daftar Lampiran c. Kata Pengantar, Abstrak, Daftar Tabel, Daftar Isi d. Daftar Isi, Kata Pengantar, Daftar Tabel, Daftar Lampiran

Kegiatan Belajar 2 PENULISAN PENDAHULUAN

A. Standar Kompetensi Peserta memiliki kemampuan menulis komponen-kompenen dalam bagian pendahuluan laporan penelitian karya ilmiah. B. Kompetensi Dasar

Memahami dan mampu menyusun latar belakang membatasi dan merumuskan masalah, merumuskan tujuan, manfaat, asumsi, dan metode dan teknik penelitian. C. Daftar Referensi

Utama :

Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis.

Depdikbud. 1995.

Tambahan :

Rochman Natawidjaja. 1979. Pedoman Penyusunan Laporan. Jakarta: Depdikbud. Nasution. 1991 Mertode Research Penelitian Ilmiah. Bandung: Jemmars. Arifin, E. Zaenal. (1998). Dasar-Dasar penulisan Karangan Ilmiah. Jakarta : Gramedia Lemlit IKIP Malang (1999). Widiasarana Indonesia. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian. Malang : IKIP. D. Ringkasan Materi

Bagian pendahuluan suatu penelitian ilmiah terbagi ke dalam bagian (1) Latar Belakang Penelitian; (2) Rumusan Masalah; (3) Tujuan Penelitian (4) Manfaat Penelitian; (5) Asumsi; dan (6) Metode dan Teknik Penelitian.

1. Latar Belakang Penelitian

Isi bagian ini, peneliti mendeskripsikan isu-isu yang terjadi, memuat masalah-masalah yang akan diteliti, dan mengapa perlu diteliti. Cara pengembangannya, peneliti dapat mengungkapkan kesenjangan-kesenjangan yang muncul di lapangan. Selain itu, munculkan pula kerugian-kerugian apa yang mungkin timbul apabila tidak segera dilakukan penelitian. Akan lebih meyakinkan pembaca, peneliti mengungkapkan hasil peneliti terdahulu sebagai landasan penelitian, baik penelitian lanjutan atau menolak penelitian terdahulu. Untuk mempermudah pengembangan, peneliti dapat menjawab pertanyaan-pertanyan berikut. a. Apa yang terjadi di lapangan? (isu, gejala, fenomena, atau masalah) b. Apakah isu, gejala, fenomena, atau masalah itu terjadi kesenjangan? c. Kerugian apa apabila masalah itu dibiarkan? d. Keuntungan apakah apabila masalah itu diteliti? 2. Pembatasan Masalah

Bagian ini merupakan penyempitan masalah umum yang diuraikan dalam Latar Belakang Penelitian. Dalam penyajiannya sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Oleh karena itu, peneliti memperjelas definisi istilah-istilah yang tergambar dari judul penelitian. Coba perhatikan contoh berikut: Keefektifan; adalah suatu tindakan atau usaha, sehingga memberikan pengaruh atau akibat dari tindakan atau usaha terssebut. Pendekatan keterampilan proses; adalah suatu pengelolaan kegiatan belajar mengajar yang mengutamakan pelibatan siswa secara aktif dan kreatif dengan fokus pembelajaran tidak hanya pada pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga pada pemberian pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam mencapai tujuan. Dalam penelitian ini pendekatan

keterampilan proses yang dimaksud adalah pendekatan dalam pembelajaran membaca intensif yang memandang siswa sebagai subjek belajar melalui kegiatan proses mengarang. 3. Perumusan Masalah

Rumusan masalah biasanya dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya, tetapi lebih utama disajikan dalam bentuk uraian yang komprehensif dan analisis. Untuk mempermudah merumuskan masalah, peneliti dapat melakukan langkah-langkah di bawah ini. a. Identifikasi masalah berdasarkan defenisi istilah di atas! b. Pilih dan fokuskan kepada masalah yang akan diteliti! c. Hubungkan dengan teori atau hasil penelitian sebelumnya! d. Rumuskan dalam kalimat tanya! Sebagai contoh, peneliti dapat menghubungkan dan mengembangkan dari pembatasan masalah di atas.

1. Apakah pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan membaca intensif siswa kelas II SMP Negeri 42 Bandung? 2. Hambatan-hambatan apakah yang terjadi dalam mengajarkan membaca intensif dengan menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses di kelas II SMP Negeri 42 Bandung? 3. Bagaimana cara mengatasi hambatan-hambatan yang ditemukan dalam pengajaran membaca intensif dengan Pendekatan Keterampilan Proses di kalas II SMP Negeri 42 Bandung?

4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini menyajikan hasil yang akan diperoleh/dicapai setelah pelaksanaan penelitian. Dengan demikian, rumusannya harus relevan dengan rumusan masalah yang dirumuskan di atas. Dengan kata lain, tujuan penelitian merupakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam Rumusan Masalah. Di samping itu, rumusan

tujuan ini harus mencerminkan proses penelitiannya itu sendiri. Sebagai contoh, coba perhatikan rumusan Tujuan Penelitian di bawah ini.

1. Mengetahui pengaruh yang ada sebagai akibat penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam pembelajaran membaca intensif terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa kelas II SMP Negeri 42 Bandung. 2. Mendeskripsikan hambatan-hambatan yang ditemukan dalam penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam pembelajaran membaca intensif di kelas II SMP Negeri 42 Bandung. 3. Mendeskripsikan langkah-langkah pemecahan hambatan dalam pembelajaran membaca intensif dengan pendekatan keterampilan proses di kelas II SMP Negeri 42 Bandung. 5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian adalah penjelasan kegunaan yang mendasari argumentasi tentang pentingnya penelitian. Jadi manfaat itu merupakan dampak, baik secara teoretis mapun praktis setelah penelitian dilakukan. Sebagai contoh manfaat dari judul laporan peneltian di atas adalah sebagai berikut. Secara Teoretis, proses dan hasil penelitian ini dapat emberikan manfaat berupa uraianuraian yang berkaitan dengan endekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif. Hal ini, berguna sebagai bahan perbandingan untuk pembelajaran kompetensi lainnya. Secara praktis, manfaat penelitian ini untuk menemukan metode dan teknik yang tepat dan efektif yang dapat dikembangkan para guru dalam rangka meningkatan kualitas hasil pengajaran, khususnya pengajaran kompetensi keterampilan berbahasa. 6. Asumsi

Asumsi sering juga disebut anggapan dasar merupakan titik pangkal penelitian. Pernyataan asumsi ini berupa pemikiran peneliti yang sudah tidak perlu dipersoalkan lagi atau dibuktikan lagi kebenarannya. Kalimat yang digunkan dalam bentuk kalimat deklaratif. Di samping itu, peneliti mengemukakan adanya keterbatasan yang tidak dapat dapat dihindari dan

merupakan pembatas ruang lingkup penelitiannya. Sebagai contoh asumsi dari judul di atas adalah sebagai berikut. Penelitian ini didasari asumsi-asumsi sebagai berikut.

1. Kurikulum 2004 merupakan pengembangan dari kurikulum sebelumnya yang


menggunakan pendekatan katerampilan proses, komunikatif, dan kebermaknaan. 2. Membaca intensif merupakan keterampilan berbahasa yang harus dilatih secara terus-menerus dan berkesinambungan. 3. Tujuan pembelajaran bahasa menekankan kepada kemampuan siswa dalam berkomunikasi, baik dengan bahasa lisan maupun bahasa tulis melalui kegiatan aktif dan kreatif dapat terlaksana dengan pendekatan komunikatif dan keterampilan proses. 7. Metode dan Teknik Penelitian

Metode dan teknik penelitian yang dituangkan dalam bab pendahuluan merupakan garis besarnya saja. Oleh karena itu, peneliti secara singkat menguraikan dari mana dan bagaimana memperoleh data, bagaimana cara menganalisnya, dan langkah-langkah yang dipakai dalam pengambilan kesimpulan. Dalam penelitian pendidikan dikenal dengan metode deskriptif, historis, atau eksperimental. Teknik yang biasa digunakan untuk menjaring data adalah angket, wawancara, observasi partisipatif, obsevasi nonpartiisipatif, tes, atau dokumentasi, dan masih banyak lagi. Sebagai contoh metode dan teknik dari judul penelitian di atas adalah sebagai berikut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik dan eksperimen. Metode deskriptif diarahkan untuk memaparkan gejala-gejala, fakta-fakta, atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat mengenai objek yang diteliti (Rahmat, 1993:24). Untuk mengetahui hasil penerapan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif, penulis menggunakan metode eksperimen dengan desain the randomized pretest-posttest control group design.

R = Random assigment untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol O = Pungukuran awal (pretes) dan pengukuran akhir (postes) X1 = Perlakuan pengajaran dengan pendekatan keterampilan Proses X2 = Perlakuan pengajaran tanpa menggunakan pendekatan keterampilan proses Teknik yang dipilih dan digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik tes dan teknik observasi partisipatif. Adapun teknik

E. Saran-saran Implementasi

Strategi yang dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan menyusun isi pendahuluan ini, Anda dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan di bawah ini.

1. Carilah isu-isu yang berhubungan dengan dunia pendidikan, baik di media massa maupun dalam kegiatan keseharian proses belajar mengajar. 2. Isu-isu yang ditemukan pada langkah di atas, Anda identifikasi isu mana yang dapat dijadikan permasalahan dalam penelitian. Batasi masalah-masalah umum tersebut ke dalam masalah yang lebih spesifik dengan prinsip mudah dan murah dalam menelitinya, tapi tidak mengabaikan keilmiahannya. Cara membatasi masalah dapat ditempuh beberapa cara yaitu dengan diagram jam, diagram pohon, atau diagram akar. 3. Setelah dibatasi permasalahan penelitian di atas, coba rumuskan dalam bentuk kalimat tanya. Dalam langkah ini, Anda hubungkan dengan gagasan atau ide-ide apa yang akan digunakan dalam memecahkan masalah tersebut. 4. Rumusan masalah di atas, Anda jadikan landasan untuk merumuskan tujuan penelitian. Cara yang dapat ditempuh, Anda ubah kalimat tanya menjadi kalimat harapan dengan menghubungkan argumentasi dan metode yang akan digunakan dalam penelitian.

5. Dari masalah umum, masalah yang sudah dibatasi, dan rumusan tujuan penelitian, Anda berasumsi keberhasilan penelitian yang akan dilaksanakan dan ditopang dari berbagai pandangan, pendapat, atau hasil penelitian lain yang pembuktiannya sudah benar-benar valid dan empirik. 6. Untuk membuktikan penelitian itu berhasil kepada pembaca, Anda topang dengan metode dan teknik yang tepat. Pilihlah metode dan teknik yang sudah digunakan oleh peneliti lain. Akan tetapi, berbeda halnya kalau Anda mau mengujicobakan model baru. Berdasarkan langkah-langkah di atas, dapat diukur dari jawaban pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Apa yang menjadi konteks dari permasalahan? Dalam situasi atau lingkungan seperti apa masalah tersebut dapat diamati? (Latar Belakang). Apa yang tidak kita ketahui? Kesenjangan apa dalam pengetahuan kita yang akan terisi oleh hasil penelitian ini? Apa yang perlu diperbaiki? (Permasalahan). Langkah-langkah apa yang akan ditempuh peneliti dan mengisi kesenjangan atau memperbaiki situasi, metode, model atau perangkat yang perlu diperbaiki? (Tujuan) Mengapa penelitian tersebut penting? Siapa yang akan mendapatkan manfaat? Mengapa kita perlu mengetahuinya? (Manfaat). F. TUGAS PESERTA 1. Dalam menyajikan Latar Belakang Masalah sebaiknya.., sehingga pembaca yakin dengan apa yang menjadi tumpuan penelitian. a. memunculkan isu-isu yang berkembang b. mengembangkan permasalahan yang terjadi c. menguatkan dengan pandangan para ahli d. menjajikan hasil penelitian terdahulu

2. Batasan masalah merupakan penyempitan dari . a. masalah yang akan diteliti

b. masalah-masalah yang dibahas dari latar belakang c. tujuan yang hendak dicapai d. isu-isu yang yang muncul 3. Rumusan masalah yang komprehensif dan analisis dirumuskan dalam bentuk . a. uraian b. kalimat tanya c. kalimat berita d. pointers 4. Rumusan tujuan penelitian yang lengkap adalah sebagai berikut. b. Memperoleh gambaran efektifitas pendekatan pemebelajaran di sekolah. c. Mendeskripsikan hambatan yang terjadi dalam pembelajaran berbicara. d. Mendeskripsikan efektifitas pendekatan komunikatif dalam pembelajaran berbicara terhadap kemampuan berpidato siswa di kelas II SMP 42 Bandung. e. Memperoleh gambaran hambatan yang terjadi dalam pembelajaran berbicara di kelas II SMP 42 Bandung.

5. Rumus :

Rumus di atas lebih tepat diterapkan dalam penelitian dengan menggunakan metode . a. deskriptif b. analitik c. pengamatan terlibat d. eksperimen

Kegiatan Belajar 3 PENULISAN KAJIAN TEORETIS

A. Standar Kompetensi Petatar memiliki kemampuan dalam menyusun kajian teoretis sebagai bahan bab II dalam laporan penelitian yang akan disusunnya. B. Kompetensi Dasar Petatar memahami dan mampu menyusun pembahasan teori, pengkajian hasil penelitian terdahulu, kerangka pemikiran, dan merumuskan pengajuan hipotesis. C. Daftar Referensi
Utama :

Depdikbud. 1995.
Tambahan :

Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis.

Jos. Daniel Parera. 1987.

Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga. Depdikbud. 1990. Pedoman Penulisan Karya Imiah (Laporan Buku, Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi). Bandung: IKIP Bandung. Sakri, Adjat (1992). Bangun Paragraf Bahasa Indonesia. Bandung : ITB.

D. Ringkasan Materi Dalam laporan penelitian bab Kajian Teoretis merupakan bagian yang mengungkapkan kerangka acuan pustaka, hasil-hasil penelitian sebelumnya, atau pandangan-pandangan para ahli yang berkaitan erat dengan masalah yang diteliti. Oleh karena itu, peneliti harus

pandai memilih dan memilah sumber yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti. Di dalam pengembangannya, kajian teoretis mencakup hal-hal berikut. 1. Pembahasan Teori Bagian ini menguraikan teori-teori yang berhubungan dengan varibel-variabel penelitian. Dalam pengembangan variabel-variabel penelitian tersebut, peneliti dapat menempuh langkah-langkah sebagai berikut.

a. Buatlah kerangka tulisan (out line) berdasarkan variabel-variabel dalam judul laporan penelitian. Penulisan kerangka dapat berupa pernyataan kalimat-kalimat atau frasefrase. Contoh: a) Pendekatan Keterampilan Proses 1) Dasar Pertimbangan Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses 2) Pengertian Pendekatan Keterampilan Proses 3) Tujuan Pendekatan Keterampilan Proses 4) Bentuk Kegiatan Keterampilan Proses 5) Kurikulum 2004 Berbasis Kompetensi 6) Latar Belakang Lahirnya Kurikulum 2004 7) Komponen-komponen Kurikulum 2004 8) Keterampilan Membaca intensif 9) Tujuan dan Fungsi Membaca intensif 10) Kedudukan Pembelajaran Membaca dalam Kurikulum 2004 b. Buatlah kartu-kartu dari karton yang berukuran 10 cm X 12 cm.

Judul : . .............................. Pengarang : ............................................ Kutipan :

Halaman : ........................................ Penerbit : ........................................ Tahun Terbit : .................................

c. d. Pencarian sumber (buku, surat kabar, majalah, jurnal, internet) e. Gunakanlah kartu-kartu tersebut ketika membaca sumber, baik di kantor, di sekolah, di perpustakaan, atau di toko buku sekalipun. f. Setelah dirasakan cukup sumber, tuangkanlah dalam tulisan dengan cara mengembangkan out line di atas. g. Ketika menuangkan ke dalam tulisan, tidak perlu lagi dihadirkan seluruh buku yang sudah dibaca di hadapan Anda. Anda cukup memilih dan mengurutkan kartu-kartu sesuai dengan kebutuhan. h. Setelah ditulis paragraf demi paragraf, Anda jangan lupa membubuhkan sumber kutipan. i. Baca kembali dan revisi apabila ada yang belum runtut dalam penulisan. Gunakan kata-kata transisi (tetapi, dengan demikian, oleh karena itu, jadi, dan masih banyak lagi) untuk memadukan hubungan antar kalimat atau antarparagraf dalam laporan Anda. Sebagai bahan kajian, berikut disajikan cara penulisan paragraf yang baik. 1. Syarat- Syarat Paragraf yang Baik Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki persyaratan (1) kesatuan, (2) koherensi, (3) kecakupan pengembangan, dan (3) susunan yang terpola.

1. Unsur kesatuan, yaitu setiap paragraf harus mengandung satu pokok pikiran.

2. Unsur penyatuan (koherensi), yaitu upaya untuk mengikat semua kalimat yang ada dalam satu paragraf sehingga merupakan kesatuan yang saling terkait, yang secara bersama-sama mendukung topik paragraph. 3. Unsur kecukupan pengembangan, yaitu menekankan bahwa panjang sebuah paragraf amat ditentukan oleh keluasan dan kerumitan gagasan.

4. Unsur susunan yang terpola, yaitu terdiri dari tiga jenis, (a) susunan kronologis, (b) susunan ruang, dan (c) susunan logis.
2. Pola Pengembangan Paragraf Yang dimaksud dengan pola pengembangan paragraf ialah cara penulis merangkai informasi yang dihimpunnya menurut kerangka dan runtutan tertentu. Informasi dituangkan dalam kalimat. Dengan demikian pola susunan rincian yang sering terpakai dalam tulisan, yakni (a) pola runtunan ruang dan waktu, (b) pola susunan sebab akibat, (c) pola susunan perbandingan, (d) pola susunan ibarat, (e) pola susunan daftar dan (f) pola susunan bergambar. Untuk lebih jelasnya, Anda kami ajak untuk membahas satu persatu. a. Pola runtunan ruang dan waktu Pola ini biasa dipakai untuk memerikan suatu peristiwa atau cara membuat atau melakukan sesuatu selangkah demi selangkah menurut perurutan waktu. Contoh : penggunaan kata transisi , misalnya kata, pertama, mula-mula, kemudian, sesudah itu, selanjutnya. b. Pola susunan perbandingan Perbandingan ditandai dengan rambu seperti tetapi, apalagi, berbeda dengan, demikian pula, sedangkan, sementara itu. c. Pola susunan ibarat Pola ini mempunyai kesamaan dengan pola pembandingan. Tetapi pada pola ibarat kita membandingkan dua perkara yang berlainan, yang memiliki keserupaan. Pada contoh di bawah ini hidup manusia diibaratkan dengan pendakian dan penurunan :

Lelaki tua itu menerangkan sedikit bahwa menurut agama, setengah permulaan hidup seseorang berupa pendakian, dan setengah sisanya penurunan. Pada penurunan, hidup orang tidak lagi menjadi miliknya karena dapat diambil sewaktu-waktu d. Pola susunan daftar Tulisan ilmiah sering mengemukakan informasi dalam bentuk daftar. Contoh : Jika kita melakukan percobaan, maka perlengkapan yang harus ada antara lain (1) timbangan, (2) gelas ukur, (3) termometer, dsb. e. Pola susunan contoh Sebuah gagasan dapat dijelaskan dengan contoh. Dalam pola ini kalimat rinciannya mengemukakan contoh tentang apa yang dimaksudkan oleh pokok bahasan. f. Pola susunan bergambar Anda bisa menyampaikan pernyataan dalam laporan dengan dilengkapi gambar. Gambar tersebut dimaksudkan untuk menambah dan memperjelas pernyataan tertulis.

2. Pengkajian Hasil Penelitian Bagian ini berisi pengkajian hasil penelitian terdahulu atau hasil telaah terhadap teori yang terkait dengan masalah yang sedang diteliti. Cara pengembangannya, peneliti dapat membandingkan, mengkontraskan, meletakan tempat kedudukan masing-masing dalam masalah yang sedang diteliti. Akhirnya, peneliti menyatakan posisi/pendirian disertai dengan alasan-alasan. Untuk memperjelas pemahaman, Anda dapat membandingkannya dengan contoh di bawah ini. Semiawan (1992:18) menjelaskan bahwa melalui pengembangan keterampilan memproseskan perolehan, anak akan mampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep serta menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntut. Keterampilan-keterampilan tersebut akan menjadi roda penggerak di dalam proses penemuan dan pengembangan konsep dan fakta.

Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat manyimpulkan bahwa tujuan utama keterampilan proses ini adalah mengembangkan kreativitas siswa dalam belajar, sehingga siswa menjadi aktif dalam menumbuhkembangkan serta menerapkan kemampuan yang dimilikinya sendiri. .. 3. Kerangka Pemikiran dan Argumentasi Keilmuan

Bagian ini berisi analisis, kajian, dan simpulan secara deduksi hubungan antara varibel berdasar kepada teori dan hasil-hasil penelitian yang telah dibahas di bagian sebelumnya. Dengan demikian, peneliti memaparkan pandangan dan pendapatnya terhadap teori yang diungkapkan secara nyata dan jelas. Untuk memperjelas pemahaman, coba perhatikan contoh di bawah ini. Dari pandangan-pandangan para ahli di atas, penulis kaitkan dengan penerapan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif, yaitu dengan cara memunculkan kegiatan yang diharapkan terjadi pada saat pembelajaran membaca berlangsung. Adapun kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang merupakan prilaku-prilaku yang terjadi di dalam pendekatan keterampilan proses. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah sebagai berikut. 1. Mengamati 2. Mengklasifikasi 3. Menafsirkan 4. Memprediksi 5. Menerapkan 6. Merencanakan Penelitian 7. Mengkomunikasikan ..

4. Pengajuan Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau sub masalah yang diajukan oleh peneliti. Alasan kedudukan hipotesis disimpan setelah Kajian Teoretis, mengingat rumusan hipotesis merupakan penjabaran dari Kajian Teoretis yang harus diuji kebenarannya melalui penelitian ilmiah, apakah akan ditolak atau diterima. Rumusan hipotesis dirumuskan dalam kalimat afirmatif tidak dirumuskan dengan kalimat tanya, kalimat suruh, atau kalimat mengharapkan. Sebagai bahan perbandingan, coba perhatikan rumusan hipotesis yang berkaitan dengan contoh judul penelitian di atas. Sebagaimana digambarkan sebelumnya, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang ada sebagai akibat penerapan Pendekatan Keterampilan Proses dalam pembelajaran membaca intensif terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa kelas II SMP Negeri 42 Bandung Berdasarkan tujuan di atas, penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kemampuan siswa dalam membaca wacana pada kelas yang menggunakan pendekatan keterampilan proses dengan kelas yang tidak menggunakan pendekatan keterampilan proses. Dengan kata lain, terdapat pengaruh positif dari pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif terhadap kemampuan membaca siswa. Untuk mengetahui apakah suatu kajian teori / pustaka baik atau tidak, maka rujukkanlah pada pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab sebagai berikut .

Hal mutakhir apa yang perlu diketahui dalam bidang penelitian kita? Teori apa yang telah ada? Pandangan apa yang perlu diuji? Mengapa mengkaji permasalahan lebih jauh ? Rancangan atau metode penelitian apa yang tidak memuaskan? E. Saran-saran Implementasi

Strategi yang dapat ditempuh dalam menyusun kajian teoretis, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut ini.

1. Buatlah kartu-kartu yang dicontohkan dalam ringkasan materi di muka.


2. Identifikasilah buku-buku atau hasil penelitian terdahulu yang akan digunakan sebagai sumber penulisan laporan hasil penelitian. 3. Carilah buku-buku sumber atau hasil penelitian di perpustakaan, toko buku, atau di situs-situs internet. 4. Baca dan catatlah dalam kartu-kartu yang tersedia. 5. Apabila dirasakan cukup, urutkanlah kartu-kartu tersebut berdasarkan kerangka penulisan yang telah dibuat sebelumnya. 6. Tuangkanlah gagasan atau ide-ide dengan cara menuangkan dari kartu-kartu yang tersedia. Anda cukup menambah kata-kata transisi dan dikembangkan dengan pandangan sendiri. Apabila persis seperti kutipan bagaimana adanya, Anda cantumkan sumber sebagaimana tersedia pada kolom kartu-kartu. Anda sebagai peneliti harus memiliki sikap menolak atau menerima pendapat yang Anda kutip itu. Oleh karena itu, Anda di akhir setiap pembahasan tuangkan sikap Anda. Apabila menerima, cukup menyimpulkan pendapat tersebut dengan cara meramu intisari kutipan dengan penambahan di sana-sini. Jadilah itu sebagai karya Anda sendiri, sedangkan apabila menolak, Anda mengutip dari para ahli yang berbeda pandangan yang membahas permasalahan yang sama. Posisi Anda memihak ahli yang mana, Anda tuangkan pendapatnya dan ditambah di sana-sini berdasarkan pengalaman Anda dalam masalah tersebut. Dengan demikian, tulisan itu menjadi milik Anda. F. Tes Formatif 1. Salah satu cara mengembangkan kajian hasil penelitian adalah . a. mendeskripsikan menganalis - menyimpulkan b. membandingkan mengontraskan menyatakan sikap c. membandingkan menyatakan sikap - menganalisis d. mendeskripsikan contoh - menganalisis 2. Rumusan hipotesis yang tepat adalah sebagai berikut. a. Adanya hubungan yang erat antara tes dan hasil belajar.

b.Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar dengan kegiatan ekstrakurikuler. c.Terdapat perbedaan yang siginifikan antara nilai kemampuan berpidato siswa pada kelas yang menggunakan pendekatan komunikatif dengan kelas yang tidak menggunakan pendekatan komunikatif. d. Adanya hubungan timbal balik antara kemampuan siswa dengan minat membaca dalam pembelajaran membaca cepat.

3. Paragraf yang baik adalah paragraf yang memiliki persyaratan berikut ini, kecuali . a. kesatuan b. koherensi c. kecakupan pengembangan d. deduktif/indiktif 4. Sistematika penyajian modul ini terbagi ke dalam 7 (tujuh) kegiatan pembelajaran. Pertama, membahas hakikat dan sistematika menyajikan contoh-contoh lembaran cover luar, cover dalam, lembar pernyataan, lembar pengesahan/persetujuan, daftar isi, daftar tabel, daftar bagan, daftar gambar, daftra pustaka, dan daftar lampiran laporan penelitian. Kedua, membahas cara pengembangan penulisan bagian pendahuluan. Ketiga, menguraikan cara penyajian Kajian Teoretis. Keempat, menyajikan cara menulis Metode Penelitian. Kelima, menguraikan cara pengembangan penulisan Hasil Penelitian. Keenam, menyajikan langkahlangkah menulis simpulan dan saran. Pola pengembangan paragraf di atas menggunakan . a. pola runtunan ruang dan waktu b. pola susunan sebab akibat c. pola susunan perbandingan d. pola susunan ibarat 5. Hipotesis dirumuskan dengan menggunakan kalimat a. tanya b. suruh c. afirmatif d. argumentatif

Kegiatan Belajar 4 PENYAJIAN METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN

A. Standar Kompetensi Petatar memiliki kemampuan dalam memilih dan menuangkan tulisan dalam bab metode penelitian. B. Kompetensi Dasar Petatar memahami langkah-langkah merumuskan tujuan khusus, metode, populasi, sampel, dan istrumen penelitian, serta pengumpulan dan analisis data dalam laporan hasil penelitian.

C. Daftar Referensi
Utama :

Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan

Depdikbud. 1995.

Tambahan :

Tenaga Teknis.

Jos. Daniel Parera. 1987. Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga. Fraenkel, Jack R. dan Norman E. Wallen. 1993. How to Design and Evaluate Research in Education. McGraw-Hill Inc.

Natawidjaja, Rochman. (1988).

Pengolahan Data Secara Statistik. Bandung : Pasca Sarjana IKIP.

D. Ringkasan Materi 1. Metode Penelitian

Metode penelitian dalam bagian ini lebih rinci dibandingkan dengan pembahasan pada

bagian pendahuluan. Dengan demikian, peneliti merinci langkah-langkah apa yang akan dilakukan dengan metode dan teknik dalam penjaringan, pengolahan, sampai pada penafsiran data yang diperoleh dari lapangan. Dengan kata lain, semua prosedur, proses, dan hasil penelitian dari langkah persiapan sampai akhir penelitian dibahas secara mendetai di bagian ini. Sebagai bahan perbandingan dalam menuangkan metode dan teknik penelitian dari judul laporan penelitian di atas adalah sebagai contoh berikut ini. Motode dengan demikian, kelompok eksperimen akan mengalami perubahan akibat variabel eksperimen bila dibandingkan keadaan sebelum dan sesudahnya. Berbeda halnya dengan kelompok kontrol, karena tidak diberi perlakuan maka tidak mengalami perbahan. Dengan demikian, akan diperoleh gambaran efektif tidaknya pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif. Sebagai mana dijelaskan pada bab sebelumnya, teknik yang dipilih dan digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik tes dan teknik observasi. Penggunaan teknik tes bertujuan untuk mengetahui efektif tidaknya penerapan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif. Untuk mengetahui tujuan tersebut, peneliti membandingkan hasil tes yang diperoleh sebelum penerapan pendekatan keterampilan proses dengan hasil tes yang diperoleh setelah penerapan pendekatan. Dengan demikian, prosedur tes yang diberikan adalah pretes dan postes. Penggunaan teknik observasi sebagai teknik penunjang .................................................................................................. 2. Populasi dan Sampel

Bagian ini menjelaskan di mana dan berapa banyak objek yang diteliti yang dilengkapi dengan kriteria pengambilan sampel secara representatif. Di samping itu, perlu juga dijelaskan alasan pemilihan lokasi dan sampel secara logis dan sistematis. Akan lebih meyakinkan pembaca, peneliti dapat mengaitkan dengan rumusan masalah, latar belakang penelitian, tujuan penelitian, atau dengan cara menganalisis data yang dibahas sebelumnya. Sebagai bahan perbandingan, coba perhatikan contoh berikut. Tempat atau lokasi penelitian yang penulis laksanakan di SMP Negeri 42 Bandung yang beralamatkan di Kecamatan Ciwastra Kelurahan Cijaura Kota Bandung. Lokasi ini dipilih

sebagai objek penelitian yang penulis lakukan mengingat penulis sebagai staf pengajar di sekolah bersangkutan dan lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal penulis. Dengan demikian, dapat menghemat tenaga, waktu, dan biaya dalam pelaksanaannya. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II SMP Negeri 42 Bandung Tahun 2003-2004 yang berjumlah 345 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut dibawah ini. TABEL 1.3 JUMLAH SISWA KELAS II SMP NEGERI 42 BANDUNG TAHUN PELAJARAN 2003-2004

KELAS 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8

LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH 16 21 18 20 19 21 21 19 JUMLAH 25 23 24 24 24 24 23 23 41 44 42 44 43 45 44 42 345

Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti (Arikunto 1993:117). Lebih jelas Suharsimi (1996:29) menjelaskan bahwa pengambilan sampel dari seluruh populasi dengan perhitungan jumlah populasi lebih dari 100 orang, maka sampel dapat diambil sekitar 15% - 25%, sedangkan di bawah 100 orang pengambilan harus 100% atau sampel total. Berdasarkan pendapat tersebut, maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 45 orang atau 15 % dari jumlah populasi dengan menggunakan sampel random. 3. Instrumen Penelitian

Bagian ini memaparkan pemilihan dan penggunaan istrumen dalam pelaksanaan penelitian

disertai dengan alasan dan prosedur penggunannya. Untuk memperjelas pengembangan penulisan bagian ini, coba perhatikan contoh di bawah ini. Dalam penelitian ini sebagai alat penjaring data, penulis menggunakan instrumen berupa lembar tes dan lembar observasi. Lembar tes digunakan untuk mengetahui seberapa jauh kompetensi membaca intensif dapat diimplemantsikan oleh siswa melalui pendekatan keterampilan proses. Lembar observasi digunakan untuk mengatahui aktivitas siswa dalam mengikuti pelaksanaan pengajaran membaca intensif dengan pendekatan keterampilan proses. Berikut ini pokok-pokok materi soal yang diajukan kepada siswa. TABEL 3.2 POKOK-POKOK MATERI SOAL

No. Pokok-pokok Materi

Nomor Soal

Untuk mengukur kesahihan dan tingkat kepercayaan instrumen, maka perlu adanya pengujian instrumen penelitian. Oleh karena itu, peneliti harus mengujicobakan terlebih dahulu instrumen tes kepada siswa di luar subjek penelitian dengan memiliki karakteristik yang sama dengan siswa sebagai sumber penelitian. Dalam menganalisis butir soal untuk mengetahui validitas dan reliabilitas tes, maka diuji taraf kesukaran dan daya pembeda. Untuk mengukur validitas, peneliti dapat menggunakan rumus korelasi product moment.

rxy = Koefisien korelasi yang dicari N = Jumlah siswa X = Skorbutir soal yang dicari Y = Skor total Kriteria untuk menentukan harga koefisien korelasinya adalah: antara 0,800 sampai dengan 1,00 = sangat tinggi antara 0,600 sampai dengan 0,799 = sangat tinggi antara 0,400 sampai dengan 0,599 = sangat tinggi antara 0,200 sampai dengan 0,399 = sangat tinggi antara 0,00 sampai dengan 0,199 = sangat tinggi Untuk mengetahui koefisien reliabilitas soal, peneliti dapat menggunakan rumus SpearmanBrown di bawah ini.

= koefisien reliabilitas seluruh tes = korelasi antara skor genap dan skor ganjil Untuk mengetahui tingkat kesulitan soal, peneliti dapat mencari dengan cara jumlah jawaban betul kelompok tinggi ditambah jumlah jawaban betul kelompok rendah dibagi jumlah siswa kedua kelompok tersebut. peneliti dapat menggunakan rumus di bawah ini.

IF = (Item Facility) indeks tingkat kesulitan yang dicari FH = (Frequency High) jumlah jawaban betul kelompok tinggi FL = (Frequensi Low) jumlah jawaban betul kelompok rendah N = Jumlah siswa kedua kelompok

Pengujian selanjutnya, peneliti menguji daya pembeda dengan menggunakan rumus di bawah ini.

ID = (Item Discrimination) indeks daya pembedayang dicari FH = Jumlah jawaban betul kelompok tinggi FL = Jumlah jawaban betul kelompok rendah N = Jumlah subjek kelompok tinggi dan rendah

4. Pengumpulan dan Analisis Data

Bagian ini, peneliti mengurutkan jadwal penelitian dan cara-cara mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh dari lapangan. Di samping itu, peneliti mengurutkan langkah-langkah menganalisis data, baik data kualitatif (hasil observasi) maupun data kuantitatif (hasil tes membaca intensif). Sebagai bahan perbandingan kedua teknik analisis data tersebut, coba perhatikan contoh di bawah ini yang berhubungan dengan judul laporan di atas. .. Teknik analisis data kualitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini. a. Memilih dan menetapkan wacana yang akan dibaca b. Menelaah isi wacana c. Analisis wacana berdasarkan; (1) ketepatan tema dan isi (2) pengembangan paragraf (3) kepaduan antarkalimat dalam paragraf (4) kepaduan antarparagraf dalam wacana Data dan hasil penelitian pada umumnya perlu dikomunikasikan dengan jelas, singkat, mudah dipahami dan lengkap. Salah satu cara untuk mengkomunikasikan dan menyajikan

data dan hasil penelitian itu yaitu dengan menggunakan tabel dan bagan. Tabel atau daftar adalah suatu cara penyajian data sedemikian rupa, supaya pembaca data itu dapat memahaminya dengan jelas dan tepat. Oleh karena itu, daftar atau tabel harus disusun sedemikian rupa, sehingga jelas dan mudah dibaca.

5. Tabulasi Data

5.1 Manfaat Tabulasi Data Tabulasi data penting dilakukan untuk : a. Menghindarkan pengulangan kata atau kalimat b. Menyingkat uraian c. Memenuhi penyajian data secara kuantitatif, rasional dan obyektif d. Menentukan korelasi antara satu data dengan data yang lainnya e. Menetapkan kesimpulan dari sesuatu penyajian atau uraian f. Menemukan kemungkinan masalah yang dihadapi g. Menemukan kemungkinan sebab terjadinya masalah tersebut h. Menentukan kemungkinan atau alternatif cara pemecahan masalah yang perlu dilakukan

5.2 Menyusun Tabulasi Data Membuat tabulasi data yaitu mengalihkan atau menyusun data dari instrumen yang sudah diklasifikasikan (dikategorikan) ke dalam tabel (daftar) untuk dengan mudah dapat menarik korelasi antara satu data dengan data yang lain dan menarik kesimpulan kuantitatif serta kualitatif dengan lebih tepat dan obyektif. Untuk penelitian yang sederhana cukup menggunakan metode pemilihan dan pencatatan dengan menggunakan tangan yaitu dengan teliti membuat tally (////). Membuat tabulasi dengan tangan memerlukan perencanaan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan waktu. Kategori yang digunakan sebagai dasar tabulasi harus diketahui dengan jelas dan ditentukan terlebih dahulu. Tanpa penentuan kategori, seseorang mungkin harus membuat tabulasi ulang yang berarti harus menggunakan waktu dan usaha yang amat banyak.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan atau harus ada dalam penyajian data dengan menggunakan tabel atau daftar, yaitu : 1. Judul tabel atau daftar yang ditulis di atas tabel 2. Judul baris yang ditulis di bagian kiri dari tabel itu 3. Judul kolom yang ditulis di bagian atas dalam tabel itu 4. Badan daftar atau tabel sesuai dengan kebutuhan 5. Catatan apabila diperlukan Proses mentabulasi menghasilkan tabel-tabel sebagai alat untuk memahami kesamaankesamaan dan hubungan-hubungan antara data. Tabel terdiri atas kolom dan baris di mana data ditempatkan di dalamnya. Ada dua jenis tabel yaitu tabel tunggal dan tabel silang. Tabel tunggal digunakan untuk mendeskripsi variabel tunggal. Tabel tunggal disebut juga tabel frekuensi atau table marginal. Cara sederhana untuk mengorganisir dan meringkaskan data ialah dengan mengelompokkan setiap kode menurut kategori variabel. Tabel silang digunakan untuk menyajikan dua atau lebih variabel yang dibuat dalam bentuk tabel kontingensi.

Contoh-contoh di bawah ini akan menjelaskan bentuk dan jenis tabel sesuai dengan penggunaannya. Contoh: daftar atau tabel biasa untuk variabel tunggal TABEL 3.1 Keadaan Siswa SMP 42 Bandung

Kelas

Laki-laki Perempuan Jumlah

I II III

135 128 138 401

145 143 132 420

280 271 270 821

Jumlah

Catatan : Menurut keadaan 31 Desember 2003

Contoh: tabel kontingensi untuk dua atau lebih variabel TABEL 3.2 Tinggi dan Berat Badan Siswa Kelas 1 SMP 42 Bandung

TINGGI 120 110 - 114 115 - 119 124 25 14 20 5 26 19 30 12 27 11 25 3 28 0 10 2 JUMLAH 45 85 22 BERAT


Catatan : Dikutip dari SMP 42 Bandung

125 - 129 7 5 1 2 15

JUMLAH 46 66 40 14 166

Tabel kontingensi ini dapat pula disusun dalam bentuk di bawah ini.

BERAT BADAN 110 - 115 - 120 114 119 124 25 14 20 5 26 19 30 12 27 11 25 3 28 0 10 2 JUMLAH 44 85 22 TINGGI BADAN BERAT BADAN 125 129 7 5 1 2 15 JUMLAH 46 66 40 14 166

Contoh: Daftar (tabel) Distribusi frekuensi Skor Ujian IPS Kelas III SMP 42

SKOR 31 40 41 50 51 60 61 70 71 80 81 90 JUMLAH

FREKUENSI 6 8 12 22 14 8 70

Selain penyajian data dengan menggunakan bentuk tabel seperti di atas, Anda diperbolehkan juga menggunakan bagan atau diagram. Bagan atau diagram dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk. Di bawah ini dikemukakan beberapa contoh, yaitu : diagram garis atau grafik, diagram batang, dan diagram lingkaran (cyclogram).

Contoh: Diagram Batang (Bargram)

Persentase siswa alumni kelas III SMP A, B, C Pada Akhir Tahun Ajaran 2002/2003

Contoh: Diagram Lingkaran (Cyclogram)

E. Saran-saran Implementasi Untuk mengimplementasikan materi yang telah Anda pahami pada kegiatan belajar ini, maka beberapa strategi yang disarankan adalah sebagai berikut. 1. Gunakan tabel hanya bila benar-benar menolong menjelaskan sesuatu, yaitu memudahkan pembaca mengerti dan melihat apa yang akan diperlihatkan 2. Rumuskan dan deskripsikan hasil-hasil perhitungan data dalam bentuk tabel atau grafik, dan lain-lain. 3. Membuat interpretasi untuk memberi keterangan secara verbal tentang gambaran data yang ditabulasikan. F. TUGAS PESERTA 1. Penentuan sampel penelitian sebaiknya dikaitkan dengan . a. tujuan penelitian b. landasan teoretis

c. pemilihan metode dan teknik d. langkah-langkah analisis data 2. Pengambilan jumlah sampel dapat diambil 15% - 25% apabila jumlah populasi di atas 100 orang. Pandangan itu menurut . a. Winarno Surakhman b. Forqon c. Suharsimi d. Arikunto 3. Instrumen berupa lembar observasi dipergunakan untuk . a. menilai kemampuan siswa b. mengamati aktivitas siswa c. mengetahui nilai raport siswa d. menilai minat baca siswa 4. Salah satu cara untuk mengetahui tingkat kesulitan soal adalah dengan cara . a. jumlah keseluruhan dibagi jumlah jawaban yang benar b. jumlah jawaban benar kelompok tinggi ditambah jumlah jawaban betul kelompok rendah dibagi jumlah siswa kedua kelompok tesebut c. keseluruhan jumlah kelompok benar dibagi jumlah kelompok salah d. jumlah soal yang benar dibagi jumlah soal jumlah yang salah 5. Rumus: Rumus di atas berfungsi untuk . a. menguji reabilitas soal b. menguji penyebaran soal c. menguji daya pembeda d. menguji validitas

Kegiatan Belajar 5 PENYAJIAN HASIL PENELITIAN

A. Standar Kompetensi Petatar memiliki kemampuan dalam mengembangkan hasil-hasil penelitian ke dalam laporan hasil penelitian. B. Kompetensi Dasar Petatar memahami cara-cara menjabarkan variabel, memaparkan hasil penelitian, menguji hipotesis, dan mengembangkan diskusi hasil penelitian. C. Daftar Referensi

Utama :

Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis.

Depdikbud. 1995.

Furqon. (1997). Statistika Terapan untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.


Tambahan :

Jos. Daniel Parera. 1987.

Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga.

Mertode Research Penelitian Ilmiah. Bandung: Jemmars. Nasution. 1991.

D. Ringkasan Materi
1. Jabaran Variabel Penelitian

Sebagai bahan untuk mengarahkan pemaparan hasil penelitian, maka bagian ini berisi penjelasan variabel-variabel penelitian. Coba perhatikan variabel-variabel penelitian yang berhubungan dengan contoh judul laporan penelitian di atas.

.. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran membaca intensif. Adapun yang termasuk variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang berupa kemampuan siswa membaca wacana melalui pendekatan keterampilan proses. Hasil tersebut diperoleh melalui tes yang penulis berikan.

2. Hasil Penelitian

Peneliti dalam bagian ini mengungkapkan dan memaparkan semua hasil pengamatan besaran-besaran variabel dalam berbagai bentuk dan cara. Dengan demikian, pengembangan penulisannya peneliti bertolak ukur kepada persiapan, asumsi, hipotesis, metode, penafsiran data, dan terhadap komponen-komponen lain yang terlibat di dalam penelitian. Sebagai contoh sederhana, coba perhatikan penyajian kerangka penulisan hasil penelitian dari contoh judul laporan penelitian di atas. BAB V PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

5.1 Variabel Penelitian 5.2 Deskripsi Pelaksanaan Pembelajaran 5.2.1 Pertemuan ke-1 5.2.2 Pertemuan ke-2 5.3 Analisis Pelaksanaan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Membaca Intensif 5.3.1 Analisis Komponen Tujuan 5.3.2 Analisis Komponen Bahan 5.3.3 Analisis Komponen Guru 5.3.4 Analisis Komponen Siswa 5.3.4.1 Aktivitas dan Kemampuan Siswa pada Pertemuan Pertama 5.3.4.2 Aktivitas dan Kemampuan Siswa pada Pertemuan Kedua 5.4 Analisis Komponen Evaluasi 5.5 Analisis Komponen Sarana

5.6 Analisis Komponen Metode 5.7 Analisis Data Hasil Kemampuan Siswa dalam Membaca Wacana 5.7.1 Kemampuan Siswa Membaca Wacana Sebelum dan Sesudah Proses Belajar Mengajar 5.7.2 Perbedaan Kemampuan Siswa Kelas Kontrol dengan Kemampuan Siswa Kelas Eksperimen dalam Membaca Wacana Berdasarkan kerangka penulisan di atas, peneliti mengembangkan ke dalam uraian yang menyeluruh, lengkap, dan jelas. Gambar-gambar, tabel, garafik-grafik atau bagan-bagan sangat membatu untuk memperjelas sajian hasil penelitian. Sebagai ilustrasi, Anda dapat mencontoh tabel-tabel di bawah ini. TABEL 5.1 DATA KEMAMPUAN SISWA KELAS EKSPERIMEN DALAM MEMBACA WACANA

NO

Nama Siswa

Pretes

Nilai

Postes

Nilai

3. Pengujian Hipotesis Tidak semua penelitian (terutama yang bersifat deskriptif) menggunakan hipotesis, tapi penelitian yang bersifat analisis lebih diutamakan. Mengingat contoh judul laporan penelitian ini bersifat deskriptif-analitik, maka isi pada bagian ini harus dipaparkan perhitungan yang dilakukan dalam usaha menguji hipotesis dan hasilnya pun dijelaskan dengan gamblang. Sebagai ilustrasi, coba lihat contoh berikut bagaimana cara pengembangan penulisan pengujian hipotesis di bawah ini. . Sebagaimana diuraikan pada bagian terdahulu, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah; Terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kemampuan siswa dalam membaca wacana pada kelas yang menggunakan pendekatan keterampilan proses dengan kelas yang tidak menggunakan

pendekatan keterampilan proses. Dari hipotesis tersebut, peneliti mengumpulkan, menganalisis, dan menafsirkan data yang diperoleh di lapangan. Dengan langkah-langkah tersebut, maka diperoleh simpulan sebagai berikut. Berdasarkan hasil analisis terhadap pelaksanaan Pendekatan Keterampilan Proses dalam pembelajaran membaca diperoleh data sebagai berikut. Hasil evaluasi pretes dan postes pada kelas kontrol tidak menunjukkan perbedaan. Hal ini, diperlihatkan dengan perolehan angka t hitung (0,099) < t tabel (2,021). Berbeda halnya dengan kelas eksperimen memperlihatkan t hitung (9,379) > (2,021). Hal ini, dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa pada kelas eksperimen di dalam membaca intensif sebuah wacana mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan.

Dengan data-data tersebut di atas, maka terdapat perbedaan kemampuan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Perbedaan tersebut diperlihatkan dengan data t hitung (5,949) > t tabel (0,021) pada taraf signifikan 5%. Hal ini, menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan mengenai kemampuan siswa dalam membaca wacana antara siswa yang diperlakukan dengan Pendekatan Keterampilan Proses dengan siswa yang tidak diperlakukan. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan diterima karena t hitung lebih besar dari t tabel. Dengan kata lain adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan hasil membaca siswa yang diperlakukan dengan Pendekatan Keterampilan Proses dengan yang tidak diperlakukan. .. 4. Diskusi Hasil Penelitian

Dalam bagian ini berisikan uraian, pandangan, atau argumentasi peneliti tentang hasil penelitian yang sudah dilakukannya. Cara pengembangan penulisannya mengacu kepada masalah-masalah dan bagian-bagian lainnya yang dibahas pada Bab Pendahuluan. Sebagai ilustrasi, Anda bisa membandingkan dengan contoh di bawah ini. Pendekatan Katerampilan Proses sebagai salah satu pendekatan yang sudah lama dipakai dalam khazanah dunia pendidikan di Indonesia. Sampai lahirnya Kurikulum 2004, pendekatan tersebut masih digunakan dalam pembelajaran Pengembangan Kemampuan

Berbahasa. Akan tetapi, para praktisi pendidikan terutama guru sebagai ujung tombak pendidikan masih terdapat ketidakpahaman dalam mengimple-mentasikan pendekatan tersebut dalam proses belajar mengajar. Akibatnya, siswa tidak sedikit kemampuan membacanya rendah. Penelitian ini ingin mengujicobakan Pendekatan Keterampilan Proses masih efektif tidak dalam pembelajaran membaca. Di samping itu, hasil kegiatan membaca siswa meningkat tidak dengan penerapan pendekatan ini. Untuk menguji keefektifan tersebut di atas, peneliti menggunakan metode deskriptif-analitik dan eksperimen dengan teknik tes dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti dapat menarik simpulan bahwa Pendekatan Keterampilan Proses sangat efektif diterapkan dalam pembelajaran membaca intensif. Hal ini, ditopang dengan hasil analisis data yang menunjukkan terdapat berbedaan yang signifikan antara kemampuan membaca siswa yang diperlakukan dengan pendekatan Keterampilan Proses dengan kemampuan siswa yang tidak diperlakukan. E. Saran-saran Implementasi

Strategi yang dapat ditempuh dalam mengembangkan hasil-hasil penelitian itu adalah sebagai berikut: 1. Hasil penelitian yang berupa data-data diolah berdasarkan teknik pengolahan data. Hasilnya dituangkan dalam tabel-tabel, diagram-diagram, atau gambar-gambar. Di samping itu, deskripsikanlah dalam bentuk uraian singkat dan padat. 2. Berdasarkan deskripsi tabel di atas, maka akan diperoleh hasil penelitian yang objektif. Dari data itulah, Anda hubungkan dengan hipotesis yang pernah diajukan sebelumnya. Jawablah diterima atau ditolak hipotesis tersebut dengan perhitungan yang sudah baku. 3. Berdasarkan hasil penelitian di atas, Anda kembangkan ke dalam uraian yang bersifat argumentatif dengan kata-kata sendiri dan didukung oleh pendapat para ahli. F. Tes Formatif 1.Keefektifan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Membaca Intensif Berdasarkan Kurikulum 2004 Varibel bebas dari judul di atas adalah .

a. Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Membaca Intensif b. Keefektifan Pendekatan Keterampilan Proses c. Pendekatan Keterampilan d. Kurikulum 2004 2. Isi dari uraian Hasil penelitian meliputi hal-hal berikut, kecuali . a. latar belakang penelitian b. asumsi c. hipotesis d. penafsiran data 3. Sebelum mengujian hipotesis harus memaparkan bagian-bagian a. mengumpulkan-menyimpulkan-manafsirkan data b. menafsirkan data-mengolah data-menyimpulkan data c. mengumpulkan data-menganalisis data-menafsirkan data d. mengolah data-menganalisis data-mengumpulkan data 4. Isi Diskusi Hasil Penelitian menguraikan hal-hal berikut, kecuali . a. uraian hasil penelitian b. pandangan hasil penelitian c. argumentasi hasil penelitian d. penafsiran hasil penelitian 5. Apabila hasil uji hipotesis menunjukkan hipotesis diterima dengan kata lain harus menunjukkan . a. t hitung kecil besar dari t tabel b. t hitung sama besar dari t tabel c. t hitung lebih besar dari t tabel d. t tabel lebih besar dari t hitung

Kegiatan Belajar 6 PENYAJIAN SIMPULAN DAN SARAN

A. Standar Kompetensi Petatar memiliki kemampuan untuk menyusun bab simpulan dan saran dalam laporan hasil penelitian. B. Kompetensi Dasar Petatar memahami langkah-langkah menyusun simpulan dan saran dalam laporan hasil penelitian. C. Daftar Referensi

Utama :

Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis.

Depdikbud. 1995.

Tambahan :

Jos. Daniel Parera. 1987.

Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga.

Mertode Research Penelitian Ilmiah. Bandung: Jemmars. Nasution. 1991.

D. Ringkasan Materi
1. Simpulan

Simpulan berbeda dengan ringkasan, tetapi merupakan pemaknaan peneliti berdasarkan hasil penelitian yang telah dianalisis pada bab IV. Cara penyajiannya mengurutkan jawaban dari rumusan masalah yang diajukannya. Di samping itu, langkah yang dapat ditempuh dapat berupa pointer maupun uraian berupa essai padat. Langkah essai padat akan lebih

baik untuk sebuah karya ilmiah. Sebagai bahan perbandingan, coba perhatikan contoh di bawah ini. .. Berdasarkan hasil analisis terhadap pelaksanaan Pendekatan Keterampilan Proses dalam pembelajaran membaca diperoleh data sebagai berikut. Hasil evaluasi pretes dan postes pada kelas kontrol tidak menunjukkan perbedaan. Hal ini, diperlihatkan dengan perolehan angka t hitung (0,099) < t tabel (2,021). Berbeda halnya dengan kelas eksperimen memperlihatkan t hitung (9,379) > (2,021). Hal ini, dapat dikatakan bahwa kemampuan siswa pada kelas eksperimen di dalam membaca intensif sebuah wacana mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan.

Dengan data-data tersebut di atas, maka terdapat perbedaan kemampuan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Perbedaan tersebut diperlihatkan dengan data t hitung (5,949) > t tabel (0,021) pada taraf signifikan 5%. Hal ini, menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan mengenai kemampuan siswa dalam membaca wacana antara siswa yang diperlakukan dengan Pendekatan Keterampilan Proses dengan siswa yang tidak diperlakukan. .. 2. Saran-saran Bagian ini berisi rekomendasi yang berhubungan dengan hasil penelitian. Cara pengembangannya terlebih dahulu menguraikan argumentasi peneliti dari saran yang diajukan. Adapun saran tersebut diajukan kepada para pembuat kebijakan, para pengguna hasil penelitian yang bersangkutan, atau kepada peneliti berikutnya yang berniat untuk melakukan penelitian lanjutan, anjuran penggunaan hasil penelitian, atau peninjauan peraturan sehubungan dengan hasil penelitian. Sebagai contoh dapat dipakai pengembangannya seperti di bawah ini. Berdasarkan simpulan di atas, penulis menyarankan kepada berbagai pihak hal-hal sebagai berikut.

a.

Pendekatan Keterampilan Proses dapat bermakna apabila dipersiapkan dengan

cermat dan matang sebelum pembelajaran berlangsung dan diikuti dengan metode dan teknik yang akurat. Oleh karena itu, kepada rekan-rekan guru agar dalam mengimplementasikan pendekatan tersebut diikuti dengan metode dan teknik yang tepat sesuai dengan kompetensi yang akan dikembangkan dalam diri siswa. b. Kurikulum 2004 belum seluruhnya, baik esensi maupun komponen-komponennya dipahami para guru di lapangan. Oleh karena itu, kepada Pemerintah Pusat atau Daerah segera mensosialisasikan Kurikulum 2004 kepada para guru agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemahaman kurikulum tersebut. c. dsb. E. Saran-saran Implementasi

Strategi implementasi dalam menyusun simpulan dapat dilakukan sebagai berikut. 1. Bacalah kembali hasil penelitian pada bab IV. 2. Analisislah esensi dari hasil penelitian tersebut. 3. Tuangkan dengan kata-kata sendiri esensi tersebut dengan jelas dan sistematis. 4. hubungkan dengan rumusan masalah dan jawablah rumusan tersebut dengan logis dan sistematis. 5. Jangan sekali-kali mengulangi penjelasan-penjelasan yang membosankan. F. Tes Formatif 1. Rumusan simpulan merupakan . a. ringkasan dari hasil penelitian b. pemaknaan peneliti berdasarkan hasil penelitian c. penjabaran dari penafsiran data d. pengembangan dari hasil penelitian 2. Simpulan dapat dirumuskan dengan cara . a. sebab akibat b. argumentatif

c. analisis d. essai padat 3. Saran-saran yang diajukan dalam laporan hasil penelitian berupa a. pengajuan tindak penelitian berikutnya b. pengembangan dari hasil penelitian c. rekomendasi berdasarkan hasil penelitian d. rekomendasi dari temuan data di lapangan 4. Cara penulisan simpulan sebaiknya dikemukakan dahulu . a. deskripsi peneliti b. analisis peneliti c. argumentasi peneliti d. paparan peneliti 5. Pendekatan Keterampilan Proses dapat bermakna apabila dipersiapkan dengan cermat dan matang sebelum pembelajaran berlangsung dan diikuti dengan metode dan teknik yang akurat. Oleh karena itu, kepada rekan-rekan guru agar dalam mengimplementasikan pendekatan tersebut diikuti dengan metode dan teknik yang tepat sesuai dengan kompetensi yang akan dikembangkan dalam diri siswa. Rumusan simpulan di atas, peneliti terlebih dahulu mengemukakan a. argumentasi b. deskripsi c. analisis d. paparan