Anda di halaman 1dari 11

Laporan Praktikum III

Kimia Medisinal I Praktikum III

Disusun Oleh: Dyah Putri Ayu Dinastyar 10.04.008

Sekolah Tinggi Farmasi Muhammdiyah Tangerang 2010-2011


1

Laporan Praktikum III

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan laporan makalah yang berjudul Identifikasi Asam ini. Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak terlepas dari bantuan pihak lain. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan rasa terima kasih pada semua pihak yang telah menyumbangkan pikiran dan bantuan kepada penulis khususnya Dosen Pembimbing mata kuliah Kimia Medisinal I. Saya menyadari bahwa hasil penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis menerima saran dan kritik dari para pembaca. Akhirnya, penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis, dan umumnya untuk para pembaca. Amiin.

Tangerng, April 2012

Penyusun

Laporan Praktikum III

Daftar Isi
Kata Pengantar Daftar Isi BAB I Pendahuluan BAB II Alat dan Bahan BAB III Prosedur Kerja ......................................................................................... i ......................................................................................... ii ......................................................................................... 1 ......................................................................................... 5 ......................................................................................... 6

BAB IV Hasil Pengamatan ......................................................................................... 7 BAB V Pembahasan BAB VI Kesimpulan Daftar Pustaka Lampiran ......................................................................................... 8 ......................................................................................... 9 ......................................................................................... 10 ......................................................................................... 11

Laporan Praktikum III

BAB I Pendahuluan

Asam Salisilat Asam salisilat memiliki rumus molekul C6H4COOHOH berbentuk kristal berwarna merah muda terang hingga kecoklatan yang memiliki berat molekul sebesar 138,123 g/mol dengan titik leleh sebesar 156oC dan densitas pada 25oC sebesar 1,443 g/mol. Mudah larut dalam air dingin tetapi dapat melarutkan dalam keadaan panas. Asam salisilat dapat menyublim tetapi dapat dipanaskan secara cepat pada suhu sekitar 200oC. Selain itu asam salisilat mudah menguap dalam steam. Asam salisilat kebanyakan digunakan sebagai obatobatan dan sebagai bahan intermediet pada pabrik obat farmasi seperti aspirin dan beberapa turunannya. Sebagai antiseptik, asam salisilat merupakan zat yang mengiritasi kulit dan selaput lendir. Asam salisilat tidak diserap oleh kulit, tetapi membunuh sel epidermis dengan sangat cepat tanpa memberikan efek langsung pada sel dermis. Setelah pemakaian beberapa hari akan menyebabkan terbentuknya lapisan-lapisan kulit yang baru. Obat ini sangat spesifik untuk rematik akut yang dapat mencegah kerusakan jantung yang biasanya terjadi akibat rematik, tetapi menghilangkan sakit yang amat sangat secara keseluruhan, dan beberapa saaat setelah pemakaiannya akan menurunkan temperatur tubuh kembali normal. 10-20% asam salisilat dalam larutan yang terdiri dari asam nitrat selulosa dalam eter dan alkohol digunakan sebagai penghilang kutil dan katimumul pada kaki. Dalam hal ini asam salisilat menyebabkan pelunakam lapisan kulit sehingga katimumul dan kutil terlepas bersama kulit. Bubuk sehalus debu yang mengandung sama salisilat yang dikombinasikan. Asam Benzoat Asam benzoat adalah zat pengawet yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal. Asam benzoate berbentuk padatan kristal berwarna putih, memiliki berat molekul

Laporan Praktikum III

213,25 g/mol, titik didih dan titik leleh 323

dan 17

. Asam benzoate merupakan asam

karbiksilat aromatic paling sederhana, dapat dimurnikan dengan rekristalisasi dari air, larut dengan baik dalam air panas tapi buruk dalam air dingin, stabil dalam kondisi biasa. Asam benzoat disebut juga senyawa antimikroba karena tujuan penggunaan zat pengawet ini dalam kedua makanan tersebut untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri terutama untuk makanan yang telah dibuka dari kemasannya. Jumlah maksimum asam benzoat yang boleh digunakan adalah 1000 ppm atau 1 gram per kg bahan (permenkes No 722/Menkes/per/1X/1988). Pembatasan penggunaan asam benzoat ini bertujuan agar tidak terjadi keracunan. Konsumsi yang berlebihan dari asam benzoat dalam suatu bahan makanan tidak dianjurkan karena jumlah zat pengawet yang masuk ke dalam tubuh akan bertambah dengan semakin banyak dan seringnya mengkonsumsi. Lebih-lebih lagi jika dibarengi dengan konsumsi makanan awetan lain yang mengandung asam benzoat. Asam benzoat mempunyai ADI 5 mg per kg berat badan (hanssen, 1989 dalam Warta Konsumen, 1997). Asam benzoat berdasarkan bukti-bukti penelitian menunjukkan mempunyai toksinitas yang sangat rendah terhadap manusia dan hewan. Pada manusia, dosis racun adalah 6 mg/kg berat badan melalui injeksi kulit tetapi pemasukan melalui mulut sebanyak 5 sampai 10 mg/hari selama beberapa hari tidak mempunyai efek negatif terhadap kesehatan. Asam Sitrat ( C6H8O7 ) Asam sitrat merupakan asam organic lemah yang ditemukan padad daun dan buah, tumbuhan genus sitrit ( jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet yang alami dan baik, selain digunkan sebagai penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan. Dalam biokimia, asam sitrat dikenal sebagai senyawa antara dalam siklus asam sitrat yang terjadi didalam mitokondria , yang penting dalam metabolism makhluk hidup. Asam sitrat merupakan zat pemberi cita rasa dan pengawet makanan dan minuman, pengendali pH dalam larutan pembersih rumah tangga dan obat-obatan, bahan sabun dan detergent, pemulih bahan penukar ion pada alat penghilang kesadahan , sebagai pelapis pipa mesin dalam pemurnian dan juga sebagai zat antioksidan. Jika mengkonsumsi asam sitrat berlebih dapat menyebabkan pengapuran dalam tulang. Dalam bentuk kering atau pekat, dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Pengkonsumsian berlebih pada minuman berkarbonasi dapat menyebabkan kerusakan pada gigi serta iritasi pada lambung.

Laporan Praktikum III

BAB II Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini. A. Alat a. b. c. d. e. f. g.

Tabung reaksi Rak tabung gelas Beaker gelas Batang pengaduk Botol semprot Lampu spirtus Indakator universal

B. Bahan-bahan a. Sampel : Asam Benzot, Asam Sitrat, Asam Salisilat b. Pereaksi Kimia : NaOH, FeCl3, H2SO4, CuSO4, KMnO4, Asam Oksalat, Etanol, Metanol

Laporan Praktikum III

BAB III Prosedur Kerja

1. Uji Organoleptis a. Pada uji organoleptis, masing-masing sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi. Kemudaian dari tiap sampel yang berada dalam tabung reaksi dimasukkan beberapa tetes Aquadest. Kemudian mengamati kelarutan dari masing-masing sampel. b. Masing-masing sampel di uji pH dengan menggunakan indikator universal untuk mengetahui tingkat ketinggian pH dari masing-masing sampel setelah melakukan prosedur 1.

2. Reaksi Spesifikasi Asam Salisilat Masing-masing sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi. Kemudian ditambahkan dengan Metanol + H2SO4 dan panaskan. Kemudian mengamati perubahan aroma dari tiaptiap sampel. 3. Reaksi Spesifikasi Asam Benzoat Masing-masing sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi. Kemudian ditambahkan dengan etanol + H2SO4 dan panaskan. Kemudian mengamati perubahan aroma dari tiaptiap sampel. 4. Reaksi Identifikasi Spesifikasi Asam Sitrat Masing-masing sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi. Kemudian kedalam tabung reaksi ditambahkan CuSO4 + NaOH sambil menggoyangkan tabung reaksi tersebut perlahan-lahan. Kemudian mengamati perubahan warna yang terjadi terhadapa masingmasing sampel.

Laporan Praktikum III

BAB IV Hasil Pengamatan

No 1. I. II. 2. I. II. III. 3. 5.

Langkah Percobaan Sampel 1A Uji Organoleptis Bentuk Bau Uji Kelarutan Asam Aquadest pH Rx. Spesifik As. Salisilat Zat + Metanol + H2SO4 Rx. Spesifik Benzoat Zat + Etanol + H2SO4 Rx. Spesifikasi As. Sitrat Zat + CuSO4 + NaOH Kristal Tidak Bau Larut Tidak Larut pH 2 Berbau Metil Salisilat Berbau cutex Hijau Endapan Hijau

Hasil Percobaan Sampel 2A Kristal Tidak bau Larut Tidak Larut pH 3 Sampel 3A Kristal Tidak Bau Larut Larut pH 1

Tidak Berbau

Tidak Berbau

4.

Tidak berbau Biru Endapan Hitam

Tidak berbau Biru Bening

Laporan Praktikum III

BAB V Pembahasan

Pada praktikum III ini praktikan menguji beberapa sampel A, dimana sampel A tersebut terbagi dalam 3 bagian sampel 1A, 2A, dan 3A. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, identifikasi dari masing-masing sampel sebagai berikut : 1. Pada sampel 1A, sampel merupakan senyawa asam salisilat yang berbentuk kristal putih yang larut dalam asam, basa, dan aquadest. Dimana saat pengujian reaksi spesifik, sampel menimbulka bau khas yaitu bau metil salisilat. 2. Pada sampel 2A, sampel merupakan senyawa asam benzoat yang berbentuk kristal putih yang larut dalam asam, basa, dan aquadest. Dimana saat pengujian reaksi spesifik, sampel sampel menimbulkan bau cutex. 3. Pada sampel 3A, sampel merupakan senyawa asam sitrat yang berbentuk kristal putih yang larut dalam asam, basa, dan aquadest. Dimana pada saat reaksi spesifik, sampel menimbulkan warna biru.

Namun, dalam praktikum ini terdapat beberapa kendala dan hasil yang berbeda dengan apa yang diharapkan. Sehingga membuat praktikan sulit untuk mengidentifikasi, berikut beberapa kendala yang dialami : 1. Reaksi spesifik asam benzoat yang seharusnya terjadi pada sampel 2 menghasilkan bau khas asam benzoat tetapi pada sampel ini menghasilkan bau metil salisilat/ minyak gandapura, hal ini mungkin disebabkan karena penambahan etanol yang berlebih pada sampel tersebut. 2. Keterbatasan alat dan bahan. 3. Kurangnya ketelitian 4. Kontaminasi antara alat, bahan dan udara sekitar.

Laporan Praktikum III

BAB VI Kesimpulan

Pada praktikum ini, senyawa-senyawa yang didapat dari pengujian sampel A ialah : 1. Pada sampel 1A, sampel merupakan senyawa asam salisilat yang berbentuk kristal putih yang larut dalam asam, basa, dan aquadest. Dimana saat pengujian reaksi spesifik, sampel menimbulka bau khas yaitu bau metil salisilat. 2. Pada sampel 2A, sampel merupakan senyawa asam benzoat yang berbentuk kristal putih yang larut dalam asam, basa, dan aquadest. Dimana saat pengujian reaksi spesifik, sampel sampel menimbulkan bau cutex. 3. Pada sampel 3A, sampel merupakan senyawa asam sitrat yang berbentuk kristal putih yang larut dalam asam, basa, dan aquadest. Dimana pada saat reaksi spesifik, sampel menimbulkan warna biru.

Laporan Praktikum III

Daftar Pustaka
www.google.com
Fessenden, Ralph J, dan Fessenden, Joan S. 1997. Dasar-dasatr Kimia Organik. Bina Aksara. Jakarta.

10