Anda di halaman 1dari 45

PERANCANGAN RANTAI ROL

SEPEDA MOTOR SUPRA-X


1. Gilang Aperlin ( 07 171 041 )
2. Pupadri A F ( 07 171 052 )
3. M Alif ( 07 171 060 )
4. Hafiz Zachari ( 07 171 061 )
Kelompok 8
RANTAI ROL
Rantai Rol adalah tipe dari rantai yang
kebanyakan digunakan untuk transmisi
tenaga penggerak
Kontruksi Rantai Rol
Rantai terdiri dari dua bagian utama yang
terhubung pada bush. Bagiannya adalah pin
dan roller.
Pelumasan Rantai Rol
Lubrication terletak antara pin, bushing dan
roller .
Variasi Rantai Rol
Double Strand
Triple Strand
Single Strand
Variasi Rantai Rol
Rangkaian tunggal (paling banyak digunakan)
Rangkaian banyak (dua atau tiga), biasa
digunakan untuk transmisi beban berat

Penggunaan Rantai Rol
Bicycles, Motorcycles biasanya digunakan
pada kecepatan rendah 600 - 800 ft/min dan
menengah 2000-3000 ft/min
Penggunaan Rantai Rol
Forklift (lift truck)
Penggunaan Rantai Rol
Chainsaw (Gergaji Mesin)
Keausan Rantai Rol
Efek dari keausan pada sebuah rantai rol adalah
perubahan jarak pitch dan menyebabkan rantai
bertambah panjang.

Kekuatan Rantai Rantai Rol
Kekuatan rantai rol lebih banyak diterukur karena
adanya beban tarik terhadapnya.
Stress vs Strain curve typical of
structural steel
1. Ultimate Strength
2. Yield strength
3. Rupture
4. Strain hardening region
5. Necking region.
Tujuan Perancangan
1. Mengetahui nomor rantai yang dipilih
2. Mencari panjang rantai menurut jumlah
mata rantai
3. Mencari jumlah gigi sproket
4. Mencari diameter poros
5. Mencari jarak sumbu poros
6. Membandingkan hasil perhitungan dengan
pengukuran (data sebernarnya)

Batasan Masalah
Batasan masalah pada perancangan
yang kami lakukan adalah segala
sesuatu yang merupakan tujuan dari
perancangan.
Karakteristik Umum
Transmisi daya biasanya digunakan ketika
jarak poros lebih besar dari pada transmisi
roda gigi tetapi lebih pendek dari transmisi
sabuk.
Rantai mengait pada gigi sprocket dan
meneruskan daya tanpa slip, jadi menjaga
agar perbandingan putaran tetap.



Keuntungan
Mampu meneruskan daya yang besar
Tidak memerlukan tegangan awal
Pemasangan mudah
Pemakaian yang lebih luas dari roda gigi

Kerugian
Variasi kecepatan tidak dapat dihindari
Suara dan getaran karena tumbukan antara
rantai dan sproket
Perpanjangan rantai karena keausan pin dan
bush yang diakibatkan oleh gesekan sproket.
Rantai rol tidak bisa dipakai untuk kecepatan
tinggi

Material Rantai Rol
Untuk bahan pin, bush dan roller digunakan
baja karbon atau baja dengan dilapisi khrom
dengan pengerasan permukaan.
Sproket dibuat dari baja karbon untuk ukuran
kecil dan besi atau baja cor untuk ukuran besar.

Nomor
Rantai
Jarak Bagi
P
Diameter rol
R
Lebar Rol
W
Plat Mata Rantai
Diameter Pin
D
Tebal
T
Lebar
H
Lebar
h
40 12,7 7,94 7,95 1,5 12,0 10,4 3,97
Ukuran Umum Rantai 40
Ukuran Individual
Nomor
Rantai
Jarak Bagi
P
Diameter rol
R
Lebar Rol
W
Plat Mata Rantai
Diameter Pin
D
Tebal
T
Lebar
H
Lebar
h
50 15,875 10,16 9,53 2,0 15,0 13,0 5,09
Ukuran Umum Rantai 50
Ukuran Individual
Nomor
Rantai
Jarak Bagi
P
Diameter rol
R
Lebar Rol
W
Plat Mata Rantai
Diameter Pin
D
Tebal
T
Lebar
H
Lebar
h
60 19,05 11,91 12,70 2,4 18,1 15,6 5,96
Ukuran Umum Rantai 60
Ukuran Individual
Faktor Koreksi fc
Jumlah Rangkaian Faktor
2
3
4
5
6
1,7
2,5
3,3
3,9
4,6
Faktor koreksi untuk rantai berangkaian banyak
Diameter Lingkaran Jarak Bagi
{ }
{ }
p
1
p
2
k
1
k
2
p
d
180
sin( )
z
p
D
180
sin( )
z
180
d 0.6 cot( ) p
z
180
D 0.6 cot( ) p
z
=

=

= +

= +
Diameter Bos atau Naf
{ }
{ }
Bmax
1
Bmax
2
180
d p cot( ) 1 0.76
z
180
D p cot( ) 1 0.76
z

=
Kecepatan Rantai dan Beban Kerja
1 1
p z n
1000 60

u =

Dimana :

P : jarak bagi rantai(mm)
Z
1
: jumlah gigi sporoket kecil, dalam hal reduksi putaran.
n
1
: putaran sprocket kecil, dalam hal reduksi putaran

d
102 P
F

=
u
Panjang Rantai
2
2 1
1 2
p p
p
(z z )
6.28
z z
L 2C
2 C

(
(
+

= + +
Keterangan :
Lp : Panjang rantai, dinyatakan dalam jumlah mata rantai
Z1 : Jumlah gigi sprocket kecil
Z2 : Jumlah gigi sprocket besar
Cp : Jarak sumbu poros, dinyatakan dalam jumlah mata rantai
(dapat berupa bilangan pecahan)

Jarak Sumbu Poros
2
2
1 2 1 2
p 2 1
p
z z z z 1 2
C L L (z z )
4 2 2 9.86
C C p

+ +
| | | |
= +
`
| |
\ . \ .

)
=
start
Daya yang ditransmisikan P (kW)
Putaran poros n1 (rpm)
Perbandingan reduksi putaran i
Jarak sumbu poros C (mm)
Faktor koreksi fc
Momen Rencana T1 T2 (kg mm)
A
Daya rencana Pd (kW)
Bahan Poros
Diameter Poros ds1, ds2
A
Jumlah gigi sprocket besar z2
Diameter jarak bagi sprocket kecil dp (mm)
Diameter jarak bagi sprocket besar Dp (mm)
Diameter luar sprocket kecil dk (mm)
Diameter luar sprocket besar Dk(mm)
Diameter naf maksimum sprocket kecil
dB max (mm), dan sprocket besar DB max

Kec rantai v (m/s)
Pemilihan sementara jumlah rangkaian, jarak bagi p (mm),
Dan Nomor rantai
Batas kekuatan rata-rata FB (kg)
Beban maksimum yang diizinkan Fu (kg)
Jumlah gigi sprocket kecil z1

Beban rencana F (kg)
Panjang rantai (dalam jarak bagi) Lp, (mata rantai) L
Penentuan Akhir Nomor
Rantai
Jarak sumbu poros dalam jarak bagi Cp dan C (mm)
Nomor rantai.
Jumlah rangkaian.
Panjang dalam rantai L,
Jumlah gigi sprocket z1, z2.
Diameter poros ds1 ds2
(mm)
Jarak sumbu poros C (mm)
Pelumas
END
DATA
1
2
P 9.18PS 9Hp 6.7113kW
n 7500rpm
i 2.67
n 2800rpm
C 485mm
= = =
= = =
=
( )
( )
c
d
5
1
5
2
f 1
P 1 6.7113 6.7113kW
6.7113
T 9.74 10 871.6 kgmm
7500
6.7113
T 9.74 10 2334.6 kgmm
2800
=
= =
= =
= =
( )
( )
( )
( ) { }
( ) { }
2
B
f 1 f 2
2
a
t b
1
3
s1
1
3
s2
kg
Bahan Poros S40C D 65
mm
S 6 S 2 dengan alur pasak
kg
65
5.41
6 2
mm
Faktor Tumbukan K 2, untuk lenturan C 2
5.1
d 2 2 871.6 14.87mm
5.41
5.1
d 2 2 2334.6 20.6mm
5.41
o =
= =
t = =

= = =
= =
= =
( )
B U
1
2
Dari diagrampemilihan rantai rol, dipilih rantai nomor 40
dengan rangkaian tunggal
dari tabel di dapat :
p 12.7mm, F 1950kg, F 300kg
z 15 sebenarnya
7500
z 15 40.178 40
2800
= = =
=
= = ~
( )
( )
( ) { }
( ) { }
( ) { }
( ) { }
12.7
dp 61.08mm
180
sin
15
12.7
Dp 161.86mm
180
sin
40
180
dk 0.6 cot 12.7 67.3mm
15
180
Dk 0.6 cot 12.7 168.98mm
40
180
dbmax 12.7 cot 1 0.76 46.3mm
15
180
Dbmax 12.7 cot 1 0.76 148mm
40
= =
= =
= + =
= + =
= =
= =
12.7 15 7500
m
23.8
s
1000 60
102 8.05
F 34.5kg
23.8

u= =

= =
( )
( )
( )
2
p
2
2
p
40 15
6.28
15 40 485
L 2
485
2 12.7
12.7
104
L 104 No.40
1 15 40 15 40 2
C 104 104 40 15
4 2 2 9.86
38.4
C 38.4 12.7mm
488.39mm
(
(
+

= + +
=
=

+ + | | | |
= + +
`
| |
\ . \ .

)
=
=
=
PERBANDINGAN HASIL RANCANGAN
DENGAN DATA SEBENARNYA
No VARIABEL HASIL PERHITUNGAN DATA SEBENARNYA
1 Torsi Maksimum 871.6 kg mm 990 kg mm
2 Diameter Poros 14.87 mm 13.25 mm
3 Diameter luar sproket kecil 67.3 mm 65 mm
4 Diameter luar sproket besar 168.9 mm 167.4 mm
5 Panjang Rantai (mata rantai) 104 mata rantai 102 mata rantai
6 Jarak sumbu poros 488.39 mm 485 mm
7 Jarak pitch 12.7 mm 12 mm
8 Beban rata rata 1950 kg 2000 kg