Anda di halaman 1dari 11

Corporate Governance

TATA KELOLA ETIS & AKUNTABILITAS Dibuat Oleh:

Ilham Illahi 12 158 004 Yanuaricko Bostani 12 158 015

Pendahuluan
Dalam perusahaan terdapat dua pihak yang memiliki perbedaan kepentingan. Pihak pertama, adalah pemilik perusahaan yang mempunyai modal disebut dengan principal dan pihak kedua yang diperkerjakan oleh pemilik perusahaan yang disebut agent (manajer) sebagai pengelola perusahaan berkeinginan untuk meningkatkan kemakmuran

Pengertian Corpoarate Governance


Corporate governance (FCGI) didefinisikan sebagai seperangkat peraturan yang menerapkan hubungan antara pemegang saham, pengurus, pihak kreditur, pemerintah, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya sehubungan dengan hak-hak dan kewajiban mereka, atau dengan kata lain system yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan

Tujuan Corporate Governance


Memudahkan

akses terhadap investasi domestik maupun asing; Mendapatkan cost of capital yang lebih murah; Memberikan keputusan yang lebih baik dalam meningkatkan kinerja ekonomi perusahaan; Meningkatkan keyakinan dan kercayaan dari stakeholders terhadap perusahaan. Melindungi direksi dan komisaris dari tuntutan hukum. Mencegah perekayasaan laporan keuangan oleh pihak manajemen.

Prinsip-prinsip Corporate Governance


Fairness

(Keadilan) Transparancy (Keterbukaan/Transparansi) Accontability (Akuntabilitas) Responsibility Independency ( Independen)

Konsep Corporate Governance


Konsep Corporate Governance terdiri atas 2 cakupan 1. Cakupan sempit dihadapkan pada dua isu:
Permasalahan Permasalahan

Keagenan (agency problem) Kontrak yang Tidak Lengkap.

2. Cakupan Luas
CG merupakan konsep yang menitikberatkan pada tanggung jawab yang diemban perusahaan kepada sejumlah pemangku kepentingan, di samping pemilik atau pemegang saham

Tata Kelola Perusahaan (Corporate Governance) Indonesia


Indonesia

sebagai Negara berkembang juga merasakan dampak dari buruknya Tata kelola Perusahaaan (corporate governance), perusahaan Indonesia terutama perusahaan BUMN, juga pernah mengalami beberapa masalah. Contoh: PT. Garuda

Continue....
Pertama,

kisruh sejumlah pilot lokal yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG). Kedua,dalam laporan keuangan tengah tahun, PT Garuda Indonesia (Persero) mengalami kerugian sepanjang semester pertama sebesar Rp 185,73 miliar akan tetapi PT Garuda juga mencatat kenaikan pendapatan dari Rp 7,75 T menjadi Rp

GCG DAN ETIKA


Sternberg

mendefinisikan etika bisnis sebagai suatu bidang filosofi yang berhubungan dengan pengaplikasian ethical reasoning terhadap berbagai praktik dan aktivitas dalam berbisnis. Etika bisnis merupakan upaya untuk mencarikan jalan keluar atau paling tidak mengklarifikasikan berbagai

Konsep Etika Bisnis melalui Pendekatan teological


Proses mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai aktivitas manusia dengan berpedoman pada tujuan (ends/aims/goals/objectives/purp oses) di dalam melakukan sesuatu aktivitas

Kesimpulan
GCG

diperlukan untuk menumbuhkan keseimbangan antara pihak internal perusahaaan dengan pihak eksternal perusahaan. Perlunya Code of Conduct dalam perusahaan.