Anda di halaman 1dari 24

Biopharmeceutical Classification System (BCS)

By: Nurul Hidayah 9711328 Riang Pramulia

PENDAHULUAN
Bioavaibilitas dan bioekivalensi memainkan peranan penting di dalam pengembangan sediaan farmasi. Prinsip biofarmaseutika, solubilitas dan permeabilitas adalah hal yang sangat penting di dalam penemuan obat baru mempengaruhi farmakokinetika (absorpsi obat).

DEFINISI
Biopharmaceutical Classification System (BCS) adalah Klasifikasi atau penggolongan obat berdasarkan solubilitas dan permeabilitas yang dikorelasikan dengan bioavaibilitasnya di dalam tubuh manusia. BCS banyak digunakan dalam design dan pengembangan inovasi obat, bentuk sediaan yang baru, dan dalam farmakologi klinis (obat-obat; obatmakanan).

Why BCS???
BCS dasar kerangka pada scientific untuk menggambarkan 3 langkah laju absorpsi oral. 3 langkah yanag dibutuhkan sehingga obat dapat diabsorpsi adalah: - Pelepasan obat dari sediaan; - Kelarutan obat di dalam saluran pencernaan - Permeasi melalui membran GI untuk menuju ke sirkulasi hepatik. BCS digunakan sebagai patokan dalam regulasi bioekivalensi obat sediaan oral.

Continue
Pemberian obat secara oral pada percobaan in vivo tergantung pada karekteristik kelarutan dan permeabilitas obat tersebut.
Laju pelepasan atau kelarutan bahan obat tidak akan menjadi parameter tunggal dalam hal absorpsi jika tingkat permeasi terbatas.

Studi disolusi invitro dapat digunakan untuk menunjukkan ketersediaan hayati (BA) atau bioekivalensi (BE) dari produk obat melalui korelasi in vitro - in vivo (IVIVC).
Jika disolusi terbatas obat dengan mudah melewati cairan GI obat sukar dilepaskan dari sediaan keterbatasan absorpsi.

Continue
Studi in-vivo diperlukan dalam hal untuk menilai tingkat penyerapan bioavailabilitas dan bioekivalensi. Jika obat solubilitas laju disolusi lambat pelepasan obat lebih lambat absorpsi sangat rendah sehingga selanjutnya absorpsi obat diatur oleh laju pengosongan lambung. Solver problem: Dibuat sediaan obat harus mampu bertahan di daerah absorpsi dalam jangka waktu yang cukup lama. Masalah di atas menunjukkan pentingnya untuk mengetahui karakteristik solubilitas dan permeabilitas obat pengembangan formulasi. BCS untuk membimbing pengembangan berbagai teknologi pemberian obat oral. Pengetahuan BCS: membantu para peneliti untuk mengembangkan sediaan obat berdasarkan mekanismenya dibandingkan dengan pendekatan secara empiris.

Classification of BCS
Class I High solubility, High permeability Obat golongan ini diabsorpsi dengan baik. Jumlah yang dibasorpsi > dibandingkan dengan eksresi. Jika waktu solubility obat > daripada laju pengosongan lambung maka laju solubilias yang akan dibatasi.

Contoh obat: Metoprolol, diltiazem, verapamil, propanolol.

Classification of BCS (Continue.)


Class II Low solubility, High Permeability Absorpsi obat kelas II biasanya lebih lambat dibandingkan dengan Class I.

Contoh: Fenitoin, Danazol, Ketokonazol, asam mefenamat, dan nifedipin.

Classification of BCS (Continue.)


Class III High solubility, Low Permeability Absorpsi obat dibatasi oleh terbatasnya zat yang terlarut.

Contoh: Simetidin, Acyclovir, Neomycin B, Captopril.

Classification of BCS (Continue.)


Class IV Low solubility, Low Permeability Mempunyai BA yang buruk. Menunjukkan banyak masalah dalam pemberian sediaan oral. Sangat jarang untuk dikembangkan. Contoh: Taxol, HCT.

Classification of BCS (Continue.)

Classification of BCS (Continue.)

Contoh BCS Beberapa Obat

Contoh BCS Beberapa Obat

(WHO., 2011)

Contoh BCS Beberapa Obat

(Raimar Lobenberga, Gordon L. Amidonb., 2000)

Extension to BCS: Containing Six Class


Menurut Bergstrom C. dkk, (2003) BCS dapat dibagi menjadi 6 kelas dimana: Laju solubilitas diklasifikasikan menjadi 2 yaitu Low dan High Permeabilitas diklasifikasikan menjadi 3 yaitu low, intermediate, atau high. Klasifikasi ini berdasarkan: 1. Gambaran kalkulasi luas permukaan; Berhubungan dengan bagian non polar molekul yang menghasilkan prediksi yang baik tentang permeabilitas. 2. solubilitas serta permeabilitas. Model ini berguna untuk indikasi awal berkaitan dengan profil penyerapan senyawa selama tahap awal penemuan obat sehingga diperlukan modifikasi untuk mengoptimalkan parameter farmakokinetik obat baru tersebut

CLASS BOUNDARIES USED IN BCS


Highly soluble: kekuatan dosis paling tinggi yang dapat larut dalam 250 ml air pada rentang pH 1 sampai 7,5.
Highly permeable: absorpsi obat pada tubuh manusia adalah 90% dari dosis obat yang diberikan dibandingkan dengan dosis referensi intravena. Rapidly dissolving: ketika 85% dari jumlah zat aktif yang tertera pada label melarut dalam waktu 30 menit dalam volume 900 ml larutan buffer.

1. Application of BCS in Oral Drug Delivery Technology


BCS memberikan informasi karakteristik kelarutan dan permeabilitas obat memudahkan tugas para peneliti untuk memutuskan teknologi penghantarannya yang ideal. Class I Tantangan utama: untuk mencapai profil target terkait dengan profil farmakokinetik dan/atau farmakodinamik. Pendekatan formulasi mencakup pengendalian kecepatan pelepasan dan sifat fisikokimia obat tertentu seperti profil pH kelarutan dari obat.

1. Application of BCS in Oral Drug Delivery Technology


Class II Sistem yang dikembangkan untuk obat kelas II didasarkan pada mikronisasi, liofilisasi, dan penambahan surfaktan, formulasi sebagai emulsi dan sistem mikroemulsi dan penggunaan agen pengompleks seperti siklodekstrin. Class III Obat kelas III memerlukan teknologi untuk memperbaiki keterbatasan permeabilitas absolut. Peptida dan protein merupakan bagian dari kelas III. Class IV Obat kelas IV menyajikan sebuah tantangan besar bagi pengembangan sistem penghantaran obat dan rute pemberian seperti obat parenteral dengan formulasi yang mengandung zat yang mempertinggi kelarutan.

Continue

2. Application of BCS in New Drug Application (NDA) and Abbreviated New Drug Application (ANDA)

Prinsip-prinsip sistem klasifikasi BCS dapat diterapkan pada NDA dan ANDA yaitu dengan meningkatkan atau memodifikasi pembuatan obat di industri farmasi. Klasifikasi obat berdasarkan BCS dapat menghemat waktu dan biaya pengembangan sediaan farmasi oleh perusahaan farmasi.

3. Application of BCS in optimization of new chemical entity


BCS memberikan kesempatan kepada ahli kimia sintetis untuk memanipulasi dalam struktur kimia obat yang sudah ada untuk mengoptimalkan sifat fisikokimia molekul sehingga memperbaiki penghantaran dan penargetan obat.

4. Application of BCS for pharmacological screening


Digunakan untuk studi Human Drug Absorption (HDA) untuk mengetahui karakteristik biofarmaseutikal obat baru.

Daftar Pustaka
Raimar Lobenberga, Gordon L. Amidonb., 2000. Modern bioavailability, bioequivalence and biopharmaceutics classication system. New scientic approaches to international regulatory standards. Review article. European Journal of Pharmaceutics and Biopharmaceutics 50 (2000) 3-12. The University of Michigan, Ann Arbor, MI, USA. WHO., 2011. General notes on Biopharmaceutics Classification System (BCS)-based biowaiver applications. Prequalification of Medicines Programme Guidance Document. Vikash Dash and Asha Kesari., 2011. Role of Biopharmaceutical Classification System In Drug Development Program. Journal of Current Pharmaceutical Research 2011; 5 (1): 28-31.

Thank You For Your Attention