PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG

, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur) ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional yang memerlukan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang secara terpadu; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan Presiden; Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Jawa Barat; 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888); 5. Undang…

-25. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739); 9. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934); 11. Peraturan...

-311. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Pertama Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:
1. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan

ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. 2. Rencana...

10. Depok. Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara. dan pengendalian pemanfaatan ruang. 9. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. sosial.-42. 3. budaya. Tangerang. Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. mencegah banjir. Bogor. termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. Sempadan. Kawasan resapan air adalah wilayah yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi yang berguna sebagai sumber air dan sebagai pengontrol tata air permukaan. Sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan sungai. Cianjur.. ekonomi. sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. dan memelihara kesuburan tanah. 8. Kawasan hutan lindung adalah wilayah hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. Kawasan Jakarta. mencegah instrusi air laut. . termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. mengendalikan erosi.. adalah kawasan strategis nasional yang meliputi seluruh wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. 4. Puncak. yang selanjutnya disebut sebagai Kawasan Jabodetabekpunjur. Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. 7. 5. 6. Bekasi. pertahanan dan keamanan negara. pemanfaatan ruang. dan sebagian wilayah Provinsi Banten. dan/atau lingkungan.

dan biologi. Sempadan pantai adalah kawasan sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan fungsi pantai. Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa taman nasional. Suaka. 14. Kawasan sekitar mata air adalah wilayah di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. taman hutan raya... 15. Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu. 13.-510. dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. dan taman wisata alam. 12. 16. Rawa adalah lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terusmenerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri yang khusus secara fisik. Kawasan pantai hutan bakau adalah wilayah pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberi perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan. satwa. kimiawi. Situ adalah suatu wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang airnya berasal dari tanah atau air permukaan sebagai siklus hidrologis yang merupakan salah satu bentuk kawasan lindung. 11. 17. .

pendidikan. . Kawasan. dan rekreasi. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. Kawasan cagar budaya adalah kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alami yang khas yang dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan. menunjang budi daya. sumber daya manusia. menunjang budi daya. atau bergilir dengan tanaman utama padi. pariwisata.-617. jenis asli atau bukan asli. Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. pendidikan. dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. Taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. 24. 23. dan rekreasi. 18. 22. Taman hutan raya adalah kawasan alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami. 19. 20. Kawasan pertanian lahan basah adalah kawasan budi daya pertanian yang memiliki sistem pengairan tetap yang memberikan air secara terus-menerus sepanjang tahun. musiman. 21. ilmu pengetahuan. ilmu pengetahuan. budaya. budaya. yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam baik daratan maupun perairan yang mempunyai ekosistem asli.. pariwisata. dan sumber daya buatan..

adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan lindung. 25. Zona Budi Daya. 28. 27. 29. 30. selanjutnya disebut Zona P. yang penggunaannya lebih bersifat terbuka.-724.. Pemerintah. Prasarana dan sarana wilayah adalah kelengkapan dasar fisik yang memungkinkan wilayah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Reklamasi adalah kegiatan penimbunan dan pengeringan wilayah perairan. Zona adalah kawasan dengan peruntukan khusus yang memiliki batasan ukuran atau standar tertentu. baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. adalah zona pada kawasan budi daya di perairan laut yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan untuk melindungi kawasan budi daya dan/atau kawasan lindung yang berada di daratan dari kerawanan terhadap abrasi pantai dan instrusi air laut.. Zona Penyangga. 32. Kawasan rawan bencana alam geologi adalah kawasan yang potensial mengalami bencana alam geologi. 26. 31. selanjutnya disebut Zona N. selanjutnya disebut Zona B. . Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok. adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan budi daya. Zona Non-Budi Daya. tempat tumbuh tanaman.

36. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 35.-8- 32. Walikota Tangerang. Walikota Bogor. Kabupaten Bekasi. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang penataan ruang. Walikota Tangerang. Koefisien. Bupati Tangerang. atau Walikota. 34. Bupati. Kota Bekasi. Bupati Tangerang. Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. 39. Bupati Cianjur. Bupati Cianjur. Walikota Bekasi. 40. Kepala daerah adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. selanjutnya disebut Pemerintah. 38. dan Walikota Depok. Provinsi Banten. Bupati Bekasi. Kabupaten Tangerang. Walikota Bekasi. Bupati/Walikota adalah Bupati Bogor. Gubernur Jawa Barat. Kota Bogor. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. . Kabupaten Cianjur. dan Walikota Depok. Bupati Bekasi. Gubernur Banten. Walikota Bogor. Bupati Bogor.. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Gubernur Banten. dan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pemerintah daerah adalah Gubernur. 37. Kota Tangerang. 33.. untuk berminat dan bergerak dalam menyelenggarakan penataan ruang. dan Kota Depok. Pemerintah pusat. Peran masyarakat adalah berbagai kegiatan masyarakat yang timbul atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat. Kabupaten Bogor. Provinsi Jawa Barat.

ketinggian.. Bagian . pemecahan hak. 43. selanjutnya disebut KLB. .. 46. kemiringan. 44. dan guna lahan. selanjutnya disebut KDB. izin lokasi. Indeks konservasi alami adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis ideal untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan. Koefisien lantai bangunan. ketinggian. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Koefisien dasar bangunan. pembebanan hak. peralihan hak. dan guna lahan. jenis batuan. adalah perbandingan antara luas lantai bangunan dan luas persil. izin perubahan penggunaan tanah. Administrasi pertanahan adalah pemberian hak. serta izin penunjukan dan penggunaan tanah. 41. pembaruan hak. 42. adalah perbandingan antara luas dasar bangunan dan luas persil. Indeks konservasi aktual adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis yang ada untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan. Koefisien zona terbangun adalah angka perbandingan antara luas total tapak bangunan dan luas zona. penggabungan hak. jenis batuan.-9- 40. kemiringan. peningkatan hak. 45. perpanjangan hak. pemisahan hak.

dan untuk air menjamin permukaan. (2) Sasaran penyelenggaraan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah: a... 2) sinkronisasi pengembangan prasarana dan sarana wilayah secara terpadu. efektif.. dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan pembangunan yang berkelanjutan. terwujudnya kerja sama penataan ruang antarpemerintah daerah melalui: 1) sinkronisasi pemanfaatan kawasan lindung dan budi daya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk. .10 Bagian Kedua Tujuan dan Sasaran Pasal 2 (1) Tujuan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah untuk: a. menjamin tanah menanggulangi banjir. tetap serta berlangsungnya tersedianya konservasi air dan tanah. dan 3) kesepakatan. mengembangkan perekonomian wilayah yang produktif. b. mewujudkan keterpaduan penyelenggaraan penataan ruang antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan dengan memperhatikan keseimbangan kesejahteraan dan ketahanan. mewujudkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan air kawasan. dan c.

tercapainya optimalisasi fungsi budi daya dengan ketentuan: 1) kegiatan budi daya tidak melampaui daya dukung dan ketersediaan sumber daya alam dan energi.. udara.11 - 3) kesepakatan antardaerah untuk mengembangkan sektor prioritas dan kawasan prioritas menurut tingkat kepentingan bersama. 4) pengembangan. 3) daya tampung yang bagi penduduk dan selaras dan serta dengan sarana dapat kemampuan lingkungan penyediaan bersih prasarana sehat mewujudkan jasa pelayanan yang optimal. . 4) situ berfungsi sebagai daerah tangkapan air. 2) tingkat peresapan air hujan dan tingkat pengaliran air permukaan menjamin tercegahnya bencana banjir dan ketersediaan air sepanjang tahun bagi kepentingan umum. b. 3) kualitas air menjamin kesehatan lingkungan.. terwujudnya peningkatan fungsi lindung terhadap tanah. 2) kegiatan usaha pertanian berskala besar dan kecil menerapkan teknologi pertanian yang memperhatikan konservasi air dan tanah.. dan fauna dengan ketentuan: 1) tingkat erosi tidak mengganggu. 5) pelestarian flora dan fauna menjamin pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. air. dan 6) tingkat perubahan suhu dan kualitas udara tetap menjamin kenyamanan kehidupan lingkungan. sumber air baku. c. flora. dan sistem irigasi.

serta membuka kesempatan kerja dan berusaha yang optimal bagi penduduk setempat dalam kegiatan pariwisata. industri. Bagian. tercapainya keseimbangan antara fungsi lindung dan fungsi budi daya. dan pengendalian pemanfaatan ruang. Pasal 4 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki fungsi sebagai pedoman bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam penyelenggaraan penataan ruang secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur. penanggulangan banjir. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk.. serasi dengan lingkungan. pemanfaatan ruang. d. melalui kegiatan perencanaan tata ruang. Bagian Ketiga Peran dan Fungsi Pasal 3 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki peran sebagai acuan bagi penyelenggaraan pembangunan yang berkaitan dengan upaya konservasi air dan tanah. 5) kegiatan pariwisata tetap menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat. . permukiman penerapan lingkungan hidup. dan pengembangan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.. upaya menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan.12 4) pengembangan kegiatan industri menunjang pengembangan kegiatan ekonomi lainnya.. dan 6) tingkat dan gangguan pencemaran melalui lingkungan baku yang mutu serendah-rendahnya dari kegiatan transportasi.

pengawasan pemanfaatan ruang. seluruh wilayah Kabupaten Bogor. arahan pengendalian pemanfaatan ruang. seluruh wilayah Kota Bekasi. (2) Sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.. Paragraf 2 Lingkup Pengaturan Pasal 6 Peraturan Presiden ini meliputi kebijakan dan strategi penataan ruang.. dan sebagian wilayah Provinsi Banten.. peran masyarakat. kelembagaan.13 Bagian Keempat Ruang Lingkup Paragraf 1 Cakupan Kawasan Pasal 5 (1) Kawasan Jabodetabekpunjur meliputi seluruh wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan Kecamatan Cipanas. dan pembinaan. Kecamatan Pacet. seluruh wilayah Kota Depok. dan sebagian wilayah Kabupaten Cianjur yang meliputi Kecamatan Cugenang. rencana tata ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. Kecamatan Sukaresmi. . sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. BAB II. (3) Sebagian wilayah Provinsi Banten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dan seluruh wilayah Kota Tangerang. arahan pemanfaatan ruang. seluruh wilayah Kota Bogor.

Bagian Kedua Strategi Penataan Ruang Pasal 8 Strategi penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan pelaksanaan dari kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang meliputi: a.14 BAB II KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG Bagian Pertama Kebijakan Penataan Ruang Pasal 7 Kebijakan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 adalah ruang mewujudkan kawasan keterpaduan rangka penyelenggaraan lingkungan hidup. BAB III. penataan dalam keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian . c. serta menanggulangi banjir dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan. mendorong pengembangan perekonomian wilayah yang produktif. dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.. b. efektif.. menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan. mendorong terselenggaranya pembangunan kawasan yang dapat menjamin tetap berlangsungnya konservasi air dan tanah.. mendorong terselenggaranya pengembangan kawasan yang berdasar atas keterpaduan antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan.

(3) Rencana struktur ruang merupakan rencana pengembangan susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat yang secara hierarki memiliki hubungan fungsional. rencana struktur ruang. dan b. (4) Rencana pola ruang merupakan rencana distribusi peruntukan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. (2) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan alat untuk keterpaduan dan sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur. Bagian Kedua Rencana Struktur Ruang Pasal 10 (1) Rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) terdiri atas sistem pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana..15 BAB III RENCANA TATA RUANG KAWASAN JABODETABEKPUNJUR Bagian Pertama Umum Pasal 9 (1) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur berisi: a. rencana pola ruang. (2) Sistem… .

(4) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) direncanakan secara terpadu antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. sistem pengelolaan persampahan. sistem drainase dan pengendalian banjir. sistem jaringan tenaga listrik. h. b. . serta memperhatikan fungsi dan arah pengembangan pusat-pusat permukiman. c. g. sistem pengelolaan air limbah. sistem penyediaan air baku. (2) Ruang. sistem transportasi laut. Bagian Ketiga Rencana Pola Ruang Pasal 11 (1) Rencana pola ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (4) terdiri atas rencana distribusi ruang untuk kawasan lindung dan kawasan budi daya. sistem transportasi darat... dan j. i. f.. d. sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. sistem transportasi udara.16 (2) Sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hierarki pusat permukiman sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. e. sistem jaringan telekomunikasi. (3) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.

Zona Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona B2. Zona Penyangga 4 yang selanjutnya disebut Zona P4.. Zona Penyangga 3 yang selanjutnya disebut Zona P3. Zona Non-Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona N1. Zona Budi Daya 7 yang selanjutnya disebut Zona B7.. b.17 (2) Ruang untuk kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Non-Budi Daya sebagai berikut: a. Zona Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona B1. . BAB IV. d. Zona Budi Daya 4 yang selanjutnya disebut Zona B4. (5) Zona Penyangga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. Zona Penyangga 1 yang selanjutnya disebut Zona P1. dan b. Zona Budi Daya 6 yang selanjutnya disebut Zona B6. Zona Penyangga 2 yang selanjutnya disebut Zona P2.. c. Zona Budi Daya 3 yang selanjutnya disebut Zona B3. Zona Non-Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona N2. Zona Budi Daya 5 yang selanjutnya disebut Zona B5. dan g. b. (3) Ruang untuk kawasan budi daya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Budi Daya dan Zona Penyangga. (4) Zona Budi Daya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. dan e. c. f. Zona Penyangga 5 yang selanjutnya disebut Zona P5. e. d.

Setu. Cileungsi. dan Tambun/Cikarang. . (2) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya untuk mendorong pengembangan Pusat Kegiatan Nasional Kawasan Perkotaan Jakarta. (3) Dalam arahan struktur ruang dikembangkan Jalan Lingkar Luar Jakarta Kedua (Jakarta Outer Ring Road 2) dan jalan radialnya sebagai pembentuk struktur ruang Jabodetabekpunjur dan untuk memberikan pelayanan pengembangan sub pusat perkotaan antara lain Serpong/Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. dengan kota inti adalah Jakarta dan kota satelit adalah Bogor. Bekasi. dan kota lainnya.. Cimanggis.18 BAB IV ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 12 Untuk mewujudkan rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ditetapkan arahan pengembangan sistem pusat permukiman dan arahan pengembangan sistem jaringan prasarana. (4) Arahan . Depok. Cinere. Bagian Pertama Arahan Pengembangan Sistem Pusat Permukiman Pasal 13 (1) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 diarahkan pada terbentuknya fungsi dan hierarki pusat permukiman sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Tangerang...

pemisahan. danau. laut. . jaringan jalur kereta api.. Pasal 15 (1) Sistem transportasi darat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf a terdiri atas jaringan transportasi jalan. Bagian Kedua Arahan Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Pasal 14 Pengembangan sistem transportasi diarahkan pada keterpaduan dan saling mendukung intra moda dan inter moda. dan udara dengan mempertimbangkan kemudahan dan efisiensi pengguna jasa transportasi yang berdasarkan analisis bangkitan dan tarikan lalu lintas antarpusat kegiatan. Tangerang.19 (4) Arahan pengembangan sistem pusat permukiman digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. penataan angkutan masal jalan rel dengan angkutan jalan. dan Depok ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sebaliknya. b. yang meliputi moda transportasi darat. dan penyeberangan.. peningkatan pemanfaatan jaringan jalur kereta api pada ruas-ruas tertentu sebagai prasarana pergerakan komuter dari wilayah Bogor.. c. Bekasi. (2) Penataan dan pengembangan sistem transportasi darat di Kawasan Jabodetabekpunjur diarahkan pada: a. dan jaringan transportasi sungai.

industri.20 - c.. pengembangan jalan yang menghubungkan antarwilayah dan antarpusat permukiman. h. jasa dan simpul-simpul transportasi serta pengembangan jalan penghubung antara jalan selain jalan tol dengan jalan tol. d. f. e. pengembangan sistem transportasi masal cepat yang terintegrasi dengan bus yang diprioritaskan.. pertanian. . dan moda transportasi lainnya. i. (3) Untuk. g. pembangunan jalan rel yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.. perdagangan. pengembangan sistem transportasi sungai yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. pembangunan jalan setingkat jalan arteri primer atau kolektor primer yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Citayam di Kota Depok ke jalan lingkar luar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. perkeretaapian monorel. pemisahan penggunaan prasarana antara jaringan jalur kereta api yang bersifat komuter dan jaringan jalur kereta api yang bersifat regional dan jarak jauh. pengembangan sistem jaringan transportasi masal yang menghubungkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan pusat-pusat kegiatan di sekitarnya. dan j. pengembangan jalan tol dalam kota di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang terintegrasi dengan jalan tol antarkota sesuai dengan kebutuhan nyata.

penataan ruang di sekitar dan di kawasan terminal dan sepanjang jalan harus memperhatikan rencana pengembangan transportasi jalan dan ketentuan keselamatan transportasi jalan. . (5) Arahan sistem transportasi darat digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Transportasi Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. ruang milik jalur kereta api.. dan ruang pengawasan jalur kereta api. (2) Untuk. penataan ruang di sekitar dan di kawasan stasiun dan sepanjang jaringan jalur kereta api harus memperhatikan rencana pengembangan perkeretaapian dan ketentuan keselamatan perkeretaapian pada jaringan jalur kereta api. (4) Untuk menjamin keselamatan perkeretaapian dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan perkeretaapian. termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api. Pasal 16 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf b diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api...21 - (3) Untuk menjamin keselamatan transportasi jalan dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan transportasi jalan.

penataan ruang di sekitar dan di kawasan pelabuhan harus memperhatikan kegiatan kepelabuhanan sesuai dengan rencana induk pelabuhan dan ketentuan keselamatan pelayaran pada Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) serta Tatanan Kepelabuhanan Nasional. (2) Untuk menjamin keselamatan operasi penerbangan dan keberlanjutan pengoperasian bandar udara. dan pemeliharaan sungai. Pasal 17 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf c diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut. pertanian. Pasal 18 (1) Penyediaan air baku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf d dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada dan pengembangan prasarananya.. perkotaan. (3) Pengembangan. (2) Pengelolaan sistem air baku harus memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air untuk kegiatan rumah tangga.22 (2) Untuk menjamin keselamatan pelayaran dan keberlanjutan pengoperasian pelabuhan. .. penataan ruang di sekitar dan di kawasan bandar udara harus memperhatikan kegiatan kebandarudaraan sesuai dengan rencana induk bandar udara dan ketentuan kawasan keselamatan operasi penerbangan serta Tatanan Kebandarudaraan Nasional. serta keseimbangan lingkungan secara terpadu. industri..

. (5) Arahan pengelolaan sistem air baku digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50.. (3) Sistem pengelolaan air limbah bagi kegiatan domestik/rumah tangga merupakan sistem yang terpisah dari pengelolaan air limbah industri.23 (3) Pengembangan prasarana air baku dapat dilakukan dengan pembangunan dan pengelolaan waduk multiguna. yang pengelolaannya dilakukan dengan kerja sama antardaerah.. . (4) Sistem pengelolaan air limbah dilaksanakan secara terpusat terutama pada kawasan perumahan padat. dan sentra industri. pemanfaatan kembali. pengelolaan situ. dan sumber-sumber air lainnya.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. saluran pembawa. Pasal 19 (1) Penataan sistem pengelolaan air limbah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf e harus memperhatikan kualitas sanitasi lingkungan dan meminimalkan pencemaran air tanah dan air permukaan. (5) Ketentuan. (4) Strategi pengelolaan sistem penyediaan air baku adalah dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan serta kelestarian daerah aliran sungai. dan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah bagi kegiatan permukiman dan industri dengan memperhatikan baku mutu limbah cair. (2) Strategi pengelolaan air limbah diarahkan untuk pengurangan. dan pemeliharaan sungai. pusat bisnis.

Pasal 20 (1) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f diarahkan untuk meminimalkan pencemaran udara. dan sumber daya air serta meningkatkan kualitas lingkungan.24 (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan air limbah diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan persawahan. tanah.. (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. industri. (2) Strategi… . (2) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun harus memperhatikan tersedianya prasarana dan sarana pengolahan limbah yang telah terpasang. serta jalan. perdagangan. perkantoran. Pasal 21 (1) Sistem drainase dan pengendalian banjir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf g diarahkan untuk mengurangi bahaya banjir dan genangan air bagi kawasan permukiman. (4) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (3) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dilakukan berdasarkan kriteria teknis sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun.

pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan kawasan budi daya yang dilaksanakan dengan ketat di kawasan hulu hingga sepanjang daerah aliran sungai. c. dan pengendalian pembangunan di sempadan sungai. (3) Arahan a. normalisasi sungai-sungai dan anak-anak sungainya. Pasal 22.. f. waduk-waduk pengendali banjir dan pelestarian situ-situ serta daerah retensi air. sungai-sungai prioritas untuk penataan dan d. .25 (2) Strategi drainase dan pengendalian banjir dilaksanakan dengan pengelolaan sungai terpadu dengan sistem drainase wilayah. drainase dan pengendalian banjir di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan melalui upaya: rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan kawasan tangkapan air.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.. pengembangan kawasan sempadan sungai dan anak-anak (4) Penetapan normalisasi sungai dan anak-anak sungainya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dan huruf c diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. dan pembangunan prasarana drainase. pembuatan sudetan sungai. e. pembangunan prasarana dan pengendali banjir. peningkatan fungsi situ-situ dan waduk sebagai daerah penampungan air dengan sistem polder. pengendalian debit air sungai dan peningkatan kapasitas sungai. (5) Arahan pengendalian banjir digambarkan pada Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir dengan skala 1:50.. penataan sungainya.

(4) Penentuan lokasi tempat pembuangan akhir di Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan daya tampung dan volume sampah domestik dan nondomestik dari Jakarta. mendukung pengembangan jaringan transmisi tenaga listrik terinterkoneksi. (2) Strategi pengelolaan persampahan Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dengan pemanfaatan kembali. (3) Arahan pengelolaan persampahan terpadu pada Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan penentuan lokasi tempat pembuangan akhir dan pengolahan sampah terutama incinerator yang tidak mencemari lingkungan... dan c.. (2) Pengembangan. b. dan pengolahan sampah dengan memperhatikan kriteria teknis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik dalam pengembangan Kawasan Jabodetabekpunjur. Tangerang. Depok. Pasal 23 (1) Sistem jaringan tenaga listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf i diarahkan untuk: a. Bekasi. meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik terisolasi di Kepulauan Seribu.26 Pasal 22 (1) Sistem pengelolaan persampahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf h dikembangkan secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Bogor. daur ulang. . dan Cianjur serta berada pada jarak aman yang tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.

meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke seluruh pelosok Kawasan Jabodetabekpunjur. b. Pasal 24 (1) Sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf j diarahkan untuk: a.. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan tenaga listrik diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. mendukung pengembangan sistem jaringan telekomunikasi nasional. (2) Pengembangan. . kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke Kawasan Jabodetabekpunjur. b.27 (2) Pengembangan jangka panjang.. mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. (4) Pengembangan sistem jaringan tenaga listrik dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. c. (3) Pengembangan a. meningkatkan penyediaan informasi yang handal dan cepat di seluruh Kawasan Jabodetabekpunjur dalam rangka perwujudan struktur ruang Kawasan Jabodetabekpunjur.. dan c. sistem jaringan tenaga listrik dilakukan sistem jaringan tenaga listrik harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. dan d.

(5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan telekomunikasi diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. kawasan resapan air. kawasan hutan lindung. kawasan . sempadan sungai.. f. b. sempadan pantai. (4) Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. e. mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. sistem jaringan telekomunikasi dilakukan sistem jaringan telekomunikasi harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat serta keselamatan penerbangan. kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen). c. b. . d..28 (2) Pengembangan jangka panjang. Bagian Ketiga Pengelolaan Kawasan Lindung Pasal 25 (1) Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a terdiri atas: a.. dan c. kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. (3) Pengembangan a.

erosi. g. dan situ. bencana banjir. suaka margasatwa. taman hutan raya. penelitian. c. d. tipe ekosistem. dan sedimentasi. perlindungan keanekaragaman biota. cagar alam. f. amblesan. dan c. dan c. waduk. kawasan sekitar mata air. gejala dan keunikan alam untuk kepentingan perlindungan plasma nutfah. dan kawasan cagar budaya. dan air permukaan. Pasal 26 (1) Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf b terdiri atas: a. rawa. taman nasional. serta . b. b. j. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. air tanah. menjaga fungsi hidrologi tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah. kawasan sekitar danau. pengembangan… b. h. mencegah abrasi. mencegah dan/atau mengurangi dampak akibat bencana alam geologi. (2) Pemanfaatan ruang Zona N1 diarahkan untuk konservasi air dan tanah dalam rangka: a. e. i. dan kawasan rawan bencana alam geologi. kawasan pantai berhutan bakau. konservasi budaya. taman wisata alam. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 diarahkan untuk: a..29 f.

Pasal 27 (1) Pemanfaatan ruang Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1). (3) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c harus dapat menjaga fungsi lindung. .30 c. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). Pasal 29 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melakukan rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan di kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dengan tutupan tumbuhan tetap. Pasal 28 (1) Pemanfaatan ruang di kawasan lindung dibatasi pada kegiatan yang menjamin tidak terganggunya fungsi lindung. dan perlindungan dari pencemaran... (2) Jenis kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 30.. rekreasi dan pariwisata ekologis bagi peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya. pengembangan kegiatan pendidikan dan penelitian.

pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. b. dan/atau b. (4) Di sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan: a. penebangan tanaman. pemanfaatan… . fungsi hidrologi. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. (2) Di kawasan resapan air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf b dilarang menyelenggarakan kegiatan yang mengurangi daya serap tanah terhadap air. pembukaan lahan. dan perburuan satwa yang dilindungi. dan/atau c. (3) Di kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a. kegiatan penggalian yang berakibat terganggunya fungsi lindung kawasan. fungsi hidrologi dan hidraulis. kecuali bangunan yang dimaksudkan bagi upaya peningkatan fungsi lindung. penebangan pohon. kelestarian flora dan fauna.31 Pasal 30 (1) Di kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf a dilarang menyelenggarakan: a. kelestarian flora dan fauna. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kegiatan mendirikan bangunan. b. kegiatan sehingga yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi dan dan luas perusakan terhadap keutuhan kawasan dan ekosistemnya mengurangi/menghilangkan kawasan seperti perambahan hutan. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah.. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. mengganggu kesuburan serta keawetan tanah.

pemanfaatan. dan situ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. fungsi hidrologi. waduk. b. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. waduk. serta mengganggu aliran air. kegiatan yang merusak kualitas air sungai. b. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. pemanfaatan hasil tegakan. dan situ. kelestarian flora dan fauna.32 b. dan situ. kecuali yang dimaksudkan bagi kepentingan umum yang terkait langsung dengan ekosistem laut. kelestarian flora dan fauna. menyebabkan penurunan kondisi fisik kawasan sekitar danau. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian fungsi pantai.. (5) Di sempadan pantai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. pemanfaatan ruang yang mengganggu akses terhadap kawasan sempadan pantai. (6) Di kawasan sekitar danau. pemanfaatan hasil tegakan. (7) Di kawasan sekitar mata air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf g dilarang menyelenggarakan: a. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. kondisi fisik tepi sungai dan dasar sungai. . waduk. b. serta mengganggu debit air. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. dan/atau c. kegiatan yang menyebabkan penurunan kualitas air danau. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. dan/atau c... serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. dan/atau c. fungsi hidrologi dan hidraulis.

Pasal 31 (1) Di kawasan cagar alam dan kawasan suaka margasatwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf a dan huruf b dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan kegiatan yang: a.33 b. b. (9) Di kawasan pantai hutan bakau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf i dilarang melakukan perusakan hutan bakau dan/atau menyelenggarakan pemanfaatan ruang yang mengganggu fungsi hutan bakau sebagai pembentuk ekosistem hutan bakau dan/atau tempat berkembangbiaknya berbagai biota laut di samping sebagai pelindung pantai dari pengikisan air laut serta pelindung usaha budi daya di sekitarnya. (10) Di kawasan rawan bencana alam geologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf j dilarang menyelenggarakan pembangunan dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa mempertimbangkan aspek bencana geologi untuk kelestarian fungsi lingkungan hidup. fauna. (8) Di rawa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf h dilarang menyelenggarakan reklamasi dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa disertai rekayasa teknis untuk mempertahankan fungsi rawa sebagai sumber air dan daerah retensi air. (2) Di kawasan. dan keanekaragaman . c.. mengubah bentang alam dan tipe ekosistem. dan daerah tangkapan air kawasan yang bersangkutan.. pemanfaatan hasil tegakan. mengganggu kelestarian flora.. dan/atau kegiatan yang merusak kualitas air. dan/atau hayati. kondisi fisik kawasan sekitarnya.

maupun menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli. kesuburan dan keawetan tanah. fungsi hidrologi. b. budaya. dapat merusak atau mengganggu koleksi tumbuhan dan satwa baik yang bersifat alami maupun buatan. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman wisata alam.34 (2) Di kawasan taman nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a. (4) Di kawasan taman wisata alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. fungsi hidrologi. yang asli dan bukan asli. mengganggu arsitektur bentang alam untuk keperluan pariwisata. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. dan pendidikan. . kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional. menghilangkan dan/atau c. fungsi dan luas zona inti. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup.. dan/atau b.. kelestarian flora dan fauna. dan/atau b. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. baik mengurangi. kelestarian flora dan fauna.. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. pengembangan ilmu pengetahuan. (3) Di kawasan taman hutan raya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan/atau kegiatan yang: a. kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. (5) Di kawasan.

dan (3) Penetapan… . pemanfaatan ruang yang mengganggu upaya pelestarian budaya masyarakat setempat. kawasan hutan lindung. monumen nasional. (2) Kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. bangunan arkeologi. Pasal 32 (1) Dalam perencanaan kawasan lindung ditetapkan kawasan lindung prioritas dengan kriteria sebagai ruang terbuka hijau regional.. kawasan resapan air dan/atau retensi air. rawa. d.35 (5) Di kawasan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. kawasan konservasi. b. e. kawasan pantai hutan bakau dan rawa di pantai utara. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian lingkungan di sekitar peninggalan sejarah. dan/atau d. c. bangunan arkeologi. dan/atau daerah resapan air. kegiatan yang merusak kekayaan budaya bangsa yang berupa peninggalan sejarah. situ. c. b. waduk. dan monumen nasional serta wilayah dengan bentukan geologi tertentu. pemanfaatan ruang dan kegiatan yang mengubah bentukan geologi tertentu yang mempunyai manfaat tinggi untuk pengembangan ilmu pengetahuan. dan f.

dan merupakan kawasan resapan air. baik vertikal maupun horizontal.. dan bangunan gedung dengan intensitas tinggi.36 (3) Penetapan lokasi kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. (3) Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf c merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah. tingkat pelayanan prasarana dan sarana rendah. (4) Zona… . (4) Proporsi ruang terbuka hijau publik kota/perkotaan di Kawasan Jabodetabekpunjur paling rendah 20% (dua puluh persen) dari luas wilayah masing-masing kota/perkotaan. (2) Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf b merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan sedang dan tingkat pelayanan prasarana dan sarana sedang. tingkat pelayanan prasarana dan sarana tinggi. Bagian Keempat Pengelolaan Kawasan Budi Daya Pasal 33 (1) Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf a merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan tinggi.

rawan intrusi air laut. (5) Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf e merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai kesesuaian lingkungan untuk budi daya pertanian dan mempunyai jaringan irigasi teknis.37 (4) Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf d merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah tetapi subur dan merupakan kawasan resapan air. serta merupakan areal pertanian lahan basah bukan irigasi teknis dan pertanian lahan kering. Pasal 34 (1) Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf a merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai. (6) Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf f merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah. rawan abrasi.. dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah. . (2) Zona... (7) Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf g merupakan zona yang berdekatan dengan Zona N1 pantai dengan karakteristik memiliki daya dukung lingkungan rendah.

Pasal 35 (1) Pemanfaatan ruang Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) diarahkan untuk perumahan hunian padat.. . serta industri ringan nonpolutan dan berorientasi pasar.. (3) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang berada di pantai utara Jakarta dapat dilakukan melalui rehabilitasi dan/atau revitalisasi kawasan. (3) Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf c merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B1 pantai. Pasal 36.38 (2) Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf b merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai yang mempunyai potensi untuk reklamasi. (5) Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf e merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B6 dan/atau B7. (4) Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf d merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B2 pantai. dan difungsikan sebagai pusat pengembangan kegiatan ekonomi unggulan. perdagangan dan jasa.. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui penerapan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dalam aturan daerah.

. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. perkebunan. pertanian. agroindustri. . dan untuk mempertahankan fungsi kawasan resapan air.. Pasal 37 (1) Pemanfaatan ruang Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (3) diarahkan untuk perumahan hunian rendah.39 Pasal 36 (1) Pemanfaatan ruang Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) diarahkan untuk perumahan hunian sedang.. peternakan. dan diupayakan berfungsi sebagai kawasan resapan air. pertanian lahan basah. Pasal 38 (1) Pemanfaatan ruang Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (4) diarahkan untuk perumahan hunian rendah. perdagangan dan jasa. perikanan. industri padat tenaga kerja. dan hutan produksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B2 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pengendalian pembangunan perumahan baru dan pengendalian kawasan terbangun dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. pertanian lahan kering. (2) Pemanfaatan.

dan hutan produksi dengan teknologi tepat guna dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. Pasal 40 (1) Pemanfaatan ruang Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (6) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya dan/atau penyangga fungsi Zona N1. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B6 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 50% (lima puluh persen). Pasal 39 (1) Pemanfaatan ruang Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (5) diarahkan untuk pertanian lahan basah beririgasi teknis. perkebunan. Pasal 41… . peternakan.. perikanan. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B5 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara intensifikasi pertanian lahan basah dengan teknologi tepat guna. agroindustri. lahan kering.40 (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B4 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan pelaksanaan kegiatan budi daya pertanian lahan basah.

dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1... menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona. . penjaga dan penyangga fungsi Zona N1. dan b. intrusi air laut. Pasal 42 (1) Pemanfaatan ruang Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dilaksanakan melalui upaya menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona. penyelenggaraan. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B7 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen).. (2) Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) dilaksanakan melalui upaya: a. khususnya dalam mencegah abrasi. serta berfungsi sebagai pengendali banjir terutama dengan penerapan sistem polder.41 Pasal 41 (1) Pemanfaatan ruang Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (7) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya. intrusi air laut. dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1. khususnya dalam mencegah abrasi. pencemaran. pencemaran.

. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. dan jalur lalu lintas laut dan pelayaran. (3) Pemanfaatan ruang Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) dilaksanakan melalui upaya: a. jalur lalu lintas laut dan pelayaran..42 b. dan b. dan pelabuhan. kecuali pada lokasi yang secara rekayasa teknologi memungkinkan jarak dapat diminimalkan. menjaga fungsi Zona B1 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu fungsi pusat pembangkit tenaga listrik. tidak mengganggu fungsi pembangkit tenaga listrik. dan b. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. menjaga fungsi Zona B2 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai. usaha perikanan rakyat.. muara sungai.. dan tidak mengganggu muara sungai. penyelenggaraan reklamasi dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen) dan/atau konstruksi bangunan di atas air secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter. (4) Pemanfaatan ruang Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) dilaksanakan melalui upaya: a. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 300 (tiga ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter. penyelenggaraan. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya.

jalur lalu lintas laut dan pelayaran. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 45% (empat puluh lima persen) dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. Pasal 43 Kawasan pertanian lahan basah beririgasi teknis dilarang dialihfungsikan untuk kegiatan lain. Pasal 44.43 b. dan b. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. .. usaha perikanan rakyat... menjaga fungsi Zona B6 dan/atau Zona B7 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu muara sungai. (5) Pemanfaatan ruang Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) dilaksanakan melalui upaya: a.

(4) Kegiatan pembangunan yang diperkenankan di Zona B6 dan B7 dilakukan berdasarkan hasil kajian mendalam dan komprehensif dan setelah mendapat rekomendasi dari ketua badan yang tugas dan fungsinya mengkoordinasikan penataan ruang nasional. B4. perumahan dan permukiman. Kecamatan Cibinong. dan Pasal 39 dilarang melakukan pembangunan yang: a. b. dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. mengubah bentang alam. bangunan gedung. sumber daya air.. dan B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. (3) Di Zona B6 dan B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 dan Pasal 41 dilarang melakukan pembangunan yang dapat mengganggu atau merusak fungsi lingkungan hidup. mengurangi daya resap air. mengurangi areal produktif pertanian dan wisata alam. dan Kecamatan Gunung Putri. Pasal 46… . Pasal 38. (2) Di Zona B3. dan/atau b. Pasal 45 Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (2) untuk kegiatan budi daya dilaksanakan berdasarkan hasil kajian mendalam dari dan ketua komprehensif badan yang dan setelah dan mendapat fungsinya rekomendasi tugas mengkoordinasikan penataan ruang nasional. membangun industri yang mencemari lingkungan dan banyak menggunakan air tanah. pariwisata.44 Pasal 44 (1) Di Zona B1 dan B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 dilarang: a. menambah dan/atau memperluas industri sebagaimana dimaksud pada huruf a di Kecamatan Cimanggis. dan/atau c.

Pasal 47 Pola ruang kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. Pasal 48. kawasan perbatasan antardaerah. nasional. kawasan pusat kegiatan ekonomi yang mencakup pusat (3) Penetapan lokasi kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. c. e.. b. f.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. dan internasional. kawasan pertanian beririgasi teknis. dan d. dan kawasan sekitar pelabuhan laut. memiliki peluang investasi yang menghasilkan nilai tinggi. kawasan sekitar bandar udara. c. berdampak luas terhadap pengembangan regional. (2) Kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. daerah aliran sungai yang kritis. kegiatan perdagangan dan pusat kegiatan industri. memiliki potensi strategis yang memberikan keuntungan dalam pengembangan sosial dan ekonomi.45 Pasal 46 (1) Dalam perencanaan kawasan budi daya ditetapkan kawasan budi daya prioritas dengan kriteria sebagai berikut: a. . b.. memiliki aksesibilitas tinggi yang didukung oleh prasarana transportasi yang memadai.. d.

(4) Indeks. Zona P3. rencana rinci tata ruang. (3) Penyusunan rencana rinci dan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual. peraturan zonasi. dan Zona P diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing dengan memperhatikan: a. (3) Hak pengelolaan dalam pemanfaatan ruang Zona P2.. BAB V ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 49 (1) Rencana tata ruang wilayah provinsi/kabupaten/kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur harus disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. oleh Pemerintah dan pemerintah daerah b. ..46 Pasal 48 (1) Pemanfaatan ruang Zona N. dan Zona P5 diberikan kepada pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Rencana tata ruang wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabarkan lebih lanjut dalam rencana rinci yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah untuk mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang dilengkapi dengan peraturan zonasi.. Zona B. c. dan (2) Pengaturan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan melalui koordinasi antarinstansi Pemerintah dan pemerintah daerah. Zona P4. persyaratan-persyaratan teknis.

KDB. perizinan. Pasal 51 Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sebagai upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang melalui penetapan peraturan zonasi. pemerintah daerah provinsi. ruang terbuka hijau. perkantoran. dan rekayasa teknologi yang diperlukan. KLB.47 (4) Indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual digunakan untuk menentukan alokasi pemanfaatan ruang yang meliputi permukiman. dan pemerintah daerah kabupaten/kota memasyarakatkan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dan rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) sesuai dengan kewenangannya masing-masing.. Pasal 50 Pemerintah. pemberian insentif dan disinsentif. dan garis sempadan bangunan... dan kegiatan pertanian. Pasal 52 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diselenggarakan pula dalam rangka penyelesaian administrasi pertanahan. serta pengenaan sanksi. . amplop ruang yang meliputi koefisien dasar ruang hijau. (2) Penyelesaian. (5) Penyusunan rencana rinci sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

- 48 (2) Penyelesaian administrasi pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan apabila pemohon atau pemegang hak atas tanah atau kuasanya memenuhi syarat-syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. (3) Syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan satu kesatuan proses dalam penyelenggaraan administrasi pertanahan.

Pasal 53 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan oleh

bupati/walikota berdasarkan arahan dan rekomendasi gubernur dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dilaksanakan oleh Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (3) Koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan oleh gubernur masing-masing wilayah. (4) Dalam melaksanakan koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang, gubernur berkonsultasi dengan Menteri. (5) Gubernur menyampaikan laporan pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang secara berkala kepada Presiden melalui Menteri. (6) Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 54...

- 49 Pasal 54 Peraturan zonasi merupakan pedoman pengendalian pemanfaatan ruang yang disusun berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. Pasal 55 (1) Setiap pemanfaatan ruang harus mendapatkan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh Pemerintah dan pemerintah daerah menurut kewenangan masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 56 Dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang, agar pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, insentif dan/atau disinsentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diterapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 57 Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51

dimaksudkan untuk: a. melakukan tindakan penertiban terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi; dan b. mengembalikan fungsi ruang melalui rehabilitasi dan revitalisasi kawasan. Pasal 58…

- 50 Pasal 58 (1) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b merupakan bagian dari tindakan mengatur atau menata kembali pemanfaatan tanah dan bangunan yang tidak sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Pelaksanaan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b diprioritaskan pada kawasan lindung di Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Cisarua di Kabupaten Bogor dan di Kecamatan Pacet, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cugenang, dan Kecamatan Cipanas di Kabupaten Cianjur, serta di lokasi-lokasi lain yang ditetapkan berdasarkan keputusan bersama antardaerah. BAB VI PENGAWASAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 59 (1) Pengawasan kegiatan pemanfaatan ruang diselenggarakan dan evaluasi melalui terhadap pemantauan, pelaporan,

pemanfaatan ruang. (2) Kegiatan pemantauan, pelaporan, dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan secara berkesinambungan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. (3) Dalam penyelenggaraan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah dan pemerintah daerah melibatkan partisipasi masyarakat. Pasal 60...

pemantauan merupakan usaha atau perbuatan mengamati. pembatalan. peralihan. pengakuan. pemantauan dilakukan oleh kepala desa/lurah. peningkatan. perpanjangan. pemantauan terhadap kegiatan budi daya yang ada di kawasan lindung dan kawasan pertanian lahan basah dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantungan terhadap fungsi yang sudah ditetapkan. camat. Pasal 61 (1) Kegiatan a... b. mengawasi. . dan memeriksa dengan cermat perubahan kualitas tata ruang dan lingkungan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang.. dan Menteri. 2) perkembangan pemberian. dan pemisahan serta perubahan hak atas tanah lainnya. bupati/walikota. bupati/walikota. c. dan d. penggabungan. gubernur.51 Pasal 60 Kegiatan pemantauan terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: a. pelaporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: laporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan berjenjang melalui dimulai pelaporan dari kepala secara periodik dan desa/lurah. 3) perkembangan. laporan tersebut dilengkapi dengan materi laporan yaitu: 1) perkembangan pembangunan fisik. gubernur sampai dengan Menteri. camat. pemantauan dilakukan baik terhadap kegiatan di kawasan lindung maupun di kawasan budi daya dengan memperhatikan kesesuaian dengan rencana tata ruang. pencabutan. b. perpindahan.

. Menteri terhadap laporan yang disampaikan oleh gubernur. camat. laporan merupakan informasi secara obyektif yang sesuai maupun tidak sesuai dengan rencana tata ruang. 4) masalah-masalah yang perlu segera diatasi. dan d. dan 5) masalah-masalah diantisipasi.. b. gubernur terhadap laporan yang disampaikan oleh bupati/walikota. Pasal 62 (1) Kegiatan evaluasi terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan oleh: a. laporan dapat berupa masukan dari masyarakat. bupati/walikota terhadap laporan yang disampaikan oleh camat.. (2) Ketentuan Menteri. masyarakat. dan e. kepala desa/lurah. d.52 3) perkembangan perubahan fungsi dan pemanfaatan ruang dan izin mendirikan bangunan. c. camat terhadap laporan yang disampaikan oleh kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. masyarakat. dan/atau camat. kepala desa/lurah. kepala desa/lurah terhadap laporan yang disampaikan oleh masyarakat. c. bupati/walikota. . dan/atau lebih lanjut mengenai tata cara pelaporan yang akan muncul dan perlu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan (2) Kegiatan. kepala desa/lurah dan/atau masyarakat.

.53 (2) Kegiatan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil kegiatan pemantauan dan pelaporan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ditangani. (4) Kegiatan evaluasi dilakukan agar pemanfaatan ruang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.. PERAN MASYARAKAT. Bagian Kedua. BAB VII KELEMBAGAAN.. Pasal 64 Koordinasi kelembagaan dan kebijakan kerja sama antardaerah di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama antardaerah. DAN PEMBINAAN Bagian Pertama Kelembagaan Pasal 63 Koordinasi teknis penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai kawasan strategis nasional dilakukan oleh Menteri.. (3) Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan kegiatan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur.

54 Bagian Kedua Peran Masyarakat Pasal 65 Peran masyarakat melalui partisipasi dalam kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (4). daerah dilakukan kepada masyarakat di wilayahnya masing- (4) Pelaksanaan… . (2) Pembinaan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah kepada pemerintah daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 22 ayat (1). Pasal 20 ayat (4). Pasal 23 ayat (4). Bagian Ketiga Pembinaan Pasal 66 (1) Pembinaan merupakan upaya meningkatkan kinerja penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. Pasal 24 ayat (4). (3) Pelaksanaan pembinaan yang penataan diselenggarakan ruang oleh Kawasan pemerintah Jabodetabekpunjur masing.. dan Pasal 59 ayat (3) dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 53 ayat (1) dan ayat (2).

Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. (2) Dalam kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan dan/atau perubahan batas administrasi wilayah provinsi dan/atau wilayah kabupaten/kota yang ditetapkan dengan Undang-Undang.. Pasal 68 (1) Jangka waktu Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 adalah 20 (dua puluh) tahun dan ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. BAB IX… . BAB VIII di Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 67 Penataan ruang kawasan yang berbatasan dengan Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan dengan memperhatikan tujuan dan sasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.55 (4) Pelaksanaan pembinaan yang terkait dengan kepentingan lintas provinsi/kabupaten/kota antardaerah.

b.56 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini... izin terkait disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.. c. . atas izin yang telah diterbitkan dapat dibatalkan dan terhadap kerugian yang timbul sebagai akibat pembatalan izin tersebut dapat diberikan penggantian yang layak. pemanfaatan. izin pemanfaatan ruang pada masing-masing daerah yang telah dikeluarkan dan telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini tetap berlaku sesuai dengan masa berlakunya. izin pemanfaatan ruang yang telah dikeluarkan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini: 1) untuk yang belum dilaksanakan pembangunannya. dan 3) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak memungkinkan untuk menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. 2) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya. pemanfaatan ruang dilakukan sampai izin terkait habis masa berlakunya dan dilakukan penyesuaian dengan menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. maka: a.

. e. pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan tanpa izin ditentukan sebagai berikut: 1) yang bertentangan dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. pemanfaatan ruang yang izinnya sudah habis dan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden ini dilakukan penyesuaian dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. maka penyelesaiannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. (2) Sepanjang. masyarakat yang menguasai tanahnya berdasarkan hak adat dan/atau hak-hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.57 - c.. yang karena Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur ini pemanfaatannya tidak sesuai lagi.. d. dipercepat untuk mendapatkan izin yang diperlukan.. pemanfaatan ruang yang bersangkutan ditertibkan dan disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.

d.. Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. . Pasal 71. semua peraturan pelaksanaan dari: a.58 - (2) Sepanjang rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi belum ditetapkan. b. c.. dan Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. digunakan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai acuan pemberian izin pemanfaatan ruang.. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. Pasal 70 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Presiden ini. tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan peraturan pelaksanaan baru sesuai dengan Peraturan Presiden ini.

Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. BAB X. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. b. . dan d.. c.59 - Pasal 71 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a. Pasal 72 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada huruf a disesuaikan dan ditetapkan paling lambat 2 (dua) tahun terhitung sejak Peraturan Presiden ini diberlakukan.. dan b. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri. dinyatakan tidak berlaku. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah provinsi. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi yang telah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini.. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. peraturan daerah tentang rencana tata tata ruang wilayah provinsi. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Agustus 2008 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.60 - BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 73 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. DR. M. ttd.. Iman Santoso . H. Dr.

Opak Ci Duria n Cilincing g K. Angke Tambelang drain areng keng K. I_ Gunungputri ter Situ Tlajung ang Kum K. Teriti ga K. B e k as i an Bug NA K. Kempul ran I Ci Sono G. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO .000 Lt/dt) I I Ci Ci Kaw ung KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci tis Ci Ja Jalur Bus Prioritas R e n c a n a J a l u r A n g k u ta n M a s s a l Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang Be et Om as Ci Beu at u Ci Pam sal ing Ci Hil ir Waduk Jatiluhur Ci Gaha Waduk 36' Rencana Waduk Ci goro wek g Ci ay Ci Paku Seus Pak ilan n Sungai Ci Dadap CI a 39' Sa da ne Ci Lem a s eng ber Danau/Situ Ci Tateu n Lal ay Ci Awi Ci ump ang Ci Sar ua Ci An Na gar a Ci Sada ne g Ci Ci Jam be Ci Warin 42' gin Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He ong Ci Ma 45' Nag ara Ci Balagung 48' Kuk ulu Ci g 51' D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Jat i Sumber: 1. JL. Pesanggrah B. K. Kelapa P. Jati _ I _ Baw ah I Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. Ancol Tanjungpriok ng I_ I K. Kait 48' A R A H A N S I S T E M T R A N S P O R TA S I 06°00' K. Depok Baru Cileungsi I Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong I_ 24' Pancoranmas Depok 1 Ci Palahl ar I a dan Cen Ci Kud _ I Ci Picung I I I_ Ca ri K. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 K. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG HALTE BUNDERAN HI UKA i ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN Babelan n STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN I_ I i NE JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Genteng Besar P. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Tapen I Ci Maung I_ Ci Bant G. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA Tanahabang T SUBR OTO HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai RAYA 10 TO GA Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara K. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. Melintang Kecil P. ah son er BP 5 JATINEG K. Kaliage Kecil P. Bira Besar P. Lancang Besar rian Mua ra Cidu 56' P. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA 1 aha ban ang Sad I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil b Rara ara Mu K. Kiam ang ning sar ng K. BEKASI BARAT JL. 21 Mala Pondokranji etari K. Pa lian I_ I I_ I _ I I _ I Ci Tarum Bak ung ng K. Pes HALTE BLOK M JL. KYAI TAPA Kru JL. Peran cis TANJUNG PRIOK K. Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. Kapas P. g ban K. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. Jatiuwung WADUK CIPONDOH K. I_ I Kebayoran Baru K. Bekas K. Bapak TE JL. Kali Baru Jambe Ci Ci Buluh Bata Terminal Kampung Rambutan Ci 1 Lem I_ I I_ g Ci Odeng Kali K. Be K. KALI MALANG KOTA BEKASI Tambun KABUPATEN BEKASI K. Sunter kut Ci Ci Pegadunga Serpong JL. Besar P. YANI ang TUBUN KS. Peta Jaringan Kereta Api Di Wilayah Jabotabek (Masa Depan) . Panjang Besar P. Sentio SAHAR I_ I JL. Gosong Keroya P. Gaa 28' 28' P.Jela Bam ne K. Irig Ci 03' asi g K. . CIANAM Kali Egram Ci Lejit aur DEPOK _ I Ci ng I mpu K. Angke K. Cina P. THAMRIN K. Mandalawangi _ I Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede I_ I Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi 54' 54' Ci Kondang 106°18'00'' BT 643616 mT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Tami Ci Nagar Ci Wa len I _ Ci Durian 1891 I gul Ci anten Ci Man ra Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru ten Kere Cisarua ng gira Lul ngn I ggu Ci Asma Ci Saat _ I teg dung Caringin KABUPATEN CIANJUR Ci Angs 1375 G. Pateloran Timur P. GENTENG a Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Pur Mah Ci Katomas 840 Ci Na ung Ci I San Ci Megamen Ci Bunian Ci I_ I ea Ci ete Ker Ci Muhara Ci Gam I_ gku Ci Malang Ci Ci luw un g i Ci Palasar Pur Ci Sodong 1204 wab akti Ci Man I de Ci 42' G. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas Ci Kadu Ci I_ g I_ kut i Kru Kal Setu Babakan Ci un Ci Duria Ci Lalay unge I_ Jant Ci aeu Ci Pay Cinere an I Setu Arman 4 Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' n Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang e Ci Sadan Ci Kud a Jatisampurna Rawa Burangkeng lan uba K. Kramatjati Kali Bar u TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG gra h INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 K. JL. PS. SUPRA JL. Bekasi Barat JL.8 polb ayu K. P eng are K. Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. K. Sempit P.JL. PEJOMP PEJOMP Palmerah JL. Tongkeng P. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. Mampang JL. Kayuangin Melintang P. PANGERAN TOSARI Dukuhatas DIPON JL STASIUN DUKUH ATAS JL. RASU K. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Pasir 52' P. Gegerbentang g _ I I nde 45' Ci tur Ci Gun Ci Gombong Ano m Ci Andam _ I Ci I Ci Bolang _ I G. Tangsi JAK Cipondoh JL. Galia Dur da Ci Ci Sa Ci Tarum Muaragembong ulan P. Cengk K.290 Lt/dt) C Citeureup isan I_ ad _ I Ci S I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu I_ I 30' I _ I _ I I I_ ingk I ang Pam Ci _ I Ci Durian Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Barangba ng I_ as Ci p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas Kemang Ci Jere Teu I Ci Ci Angke _ I I I PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Cilebut gs i G. Sembi langan Cabangbungin Ci Hera ng 3 km 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. Baru I ne K. Kuburan Cina P.BAKOSURTANAL Tahun 2000 2. PU. Sad ang Batas Propinsi KE KAR AWA NG Raj 14 Kal TOL ng ara I an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C et Pondokgede I_ I I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas I_ I I_ Ci tan Bee i Ta rum Uta ra Batas Kabupaten 18' Ci I I_ Ci Kal i Kru un I ran Salu Ci Be et g I Batas Kecamatan Kal len gka gol I Egram Da nas aun g Ci gse ng I Jalan Tol Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu I I I I nde u 21' KE CIKAMPE K Ci I_ I pea ng Jalan Arteri I I_ I I li Suwuk Ka K. Sunter I_ I Ci Sada ngkalan K. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . Pesang 12' JL. MAMPANG A rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. Baru I_ I uku K. _ I I 30' I Ci Ka lon g Rencana Jalan Arteri Rencana Jalan Kereta Api KANAL TARUM BARAT\P (31. 250. DB. Payung Besar K. Cakung P e s ang JL. buk ng uni I ng K. BEKASI TIMUR JL. Bulat P. Pantara Timur Ci Tarum S. MH. S.I K. PASAR li JAGO Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Ka Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S Ci Sad K. Bekasi Ci Taru Ci Slatip m Apung Kali S. Peru am K.Muarakarang D. Lipan P. Semut Kecil P. Ci Pan I Ci Bodas un Ci Guha Setu Batok I Ci I_ Situ Gedong tuj Pa I I_ Setu Pagam ah I Setu Silala a Ci Liwung I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong Situ Cikaret Nambo I I_ ian I Ci I_ I Cibinong I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum Bog _ I I Iwul I I I_ Setu o I _ I I I_ I ur aha n _ I I_ gde Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Cadas Ci Par anje I g K. Pa sa n I Dan i _ I _ I K. Buntu Baru l Kali go DEWI JL. Ban tI K. KAPT. K. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN 12 HALTE GADING R RING ROAD gol ro K. PRAM K. Pantara Barat P. Betingbesa P. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Sod 12 KYAI IN JL. S. Ka rat an _ I I I_ I I_ I KAN Muara Karang Tanjungpriuk I_ I I_ I K. Jambu K.400 Lt/dt) reum Beu Ci Angk _ I K. Karang Ci Hieum _ I reum _ I Ci Tem ng Lutu Ci Ci Kani I_ I I_ I I_ I I_ anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute Kedunghalang I ki _ I I n I_ Ci Ante n ng Ci J Ci Seyah I ria Ci I_ _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. Nawan S. TENDEAN SUPOMO PROF DR. Gab Asin Sukadiri Mauk Ci Pasili ah Ci He ran K. TANJUNG un unge Jant Ci Pang I I_ Univ. Cil iwu RAYA ng I K. Peranci s I_ I I_ K. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci Her ang I Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r g Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I Ci Gadog Ci Serpo I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci I Ci Sun Ci Ci Anjur Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Opak Besar P. Papatheo P. Wetan S. Bengkok I I_ 1511 Ci Mande Ci Mang I Ci Anten Ci Leungsir gan I_ G. Kayuangin Bira P. Ci Jantra Ci Kolear I_ I Pasarminggu Baru K. Mala ng Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ Ci Kampek 3 e K. Mati Ta rum P. Jukung P.0 K.Jeletreng Ci. G 2 Senen JL. K. Sunter K. MEDAN MERDEKA BARAT Ci Rarab SENTRA BARAT K.000 S. CIDENG JL. P E NGGILI N G AN Cangkr O OT batu JATINEG Ci Du rian 22 Kebayoran 13 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA STASIUN MADYA Manggarai DR. PARM AN JL. DAAN MOGOT SATRIA Ci WURUK JL. Sepa Barat P. Pelangi P. CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET STASIUN KAMPUNG MELAYU i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji K. Pin K. Konteng uk SKALA 1 : 150. PROK LAMAS K.Cengkaren I_ I S. K. Salak Ci Badak gu _ Ci Anten Ci Apu Ci Ci Liw Ci Beet t Bee I leum Ci Pa Ci Beet I Ci Haneu las I_ ari i I ased _ I G. Semak Daun 44' P. Krendang 24 Sal I krant olbay ura Ci Ran gon e ung Ci Kakalen JL. Panjang Kecil P. Jambe Ci Sada MANSYUR RIN . MT. Kongsi Tengah P. Karang Congkak P. Jeletren Ater Ang Saluran Irigasi Ca ab Ci ke Rar g Ci Karang I Bar at I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Situ Ci Putat WADUK LIMO PONDOK CABE Cipayung Lentengagung Kal Ci Kal i S a r ua ap ung Ci Jam bala I_ I K. Ci Ma n ri ceu ang Situ Cekdam Ci I I_ K. Ba Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I I ru I _ I 4 I_ I 27' Setu Malangnengah I_ Citayam a I K. JATI JL. Kelor Timur P. Peu Pa yae teuy Bantargebang I_ Liw ung as i Tar um I I_ I Ci Ci i Gro Serpong I_ K. Gelon d K. Betingti 57' S. CBL Waduk Sunter K. DEPOK.Gembong nkon 52' gsi ian ne Tg. onen g Kali G ro Kali ng kjara Cisoka Ci Payaeun Ci Rara b Curug Ci Sabik ng Sasa Pina JL. Bag Ci Tuis Teluknaga Muara Cikarang S. Sunter Barat Ci Tarum K.Perumka 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Tengah Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. WALTER MONGINSIDI 2 JL. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Sugu Ci Jantu Ci Pinan I_ tun Jan Ci _ I I e Dua Ci Pang gan Situ Rawabesar ng Ci Sada Rawa Leungsir Ci I B. MAS MANSYUR MAS MANSUR K. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. Angk Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Blaca n Tg. DAAN MOGOT Kalideres K. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Senen Terminal Senen ER HALTE YARSI PTO .CIKAMPEK Kru kut 7 ka si Ci Tar um K. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad I_ Ci Situ Pulo lis ggi Tun I _ I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ Man _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru Ci How e Sun Ci Geuju K. Rangg K. SUTOM O JL. Gemp ok HALTE GLODOK K. KEBAYORAN BAR U K. Kayuangin (Genteng) P.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. DR. Gemb Sukatani ro an ng pisan K. Sebaru Besar P. Tidung Kecil P. Betingcerme 32' 32' S. Cil JL. und Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota 15' JL.8 KANAL TIMUR K. Peta Jalan Wilayah Jabotabek . I I I_ ng h ran g an g I rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Pam Ci isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r Ci Ket ing Ci Tangkurak t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r Bee t Ci Baregbeg Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. Tawar K. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung a ng Terminal Lebak Bulus Rawabuntu Warung Jati OR Jatisari Ma Ci I_ I BOG K. Kaliage Besar 06°00' Tg. Bantar CB L K. Tonjong K. Koba K. Daha Ci Ant 932 Ci Garu I ri CI LIWUNG\P3. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL. STASIUN PEJOMPONGAN grahan JL. Pluit Ancol ukga Ci Gar K. Melintang Besar P. K. ABDUL JL. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. Baku I_ I n Ci 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan Angke asi HALTE BUS K. Angke Ci I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. Masigit an _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I I_ I Ci ran g Han Ci Jurey I jaw gba eng Ci Ba I I_ len ung I_ rian Du Ci I Bogor Barat Ci Sin dan Sukamakmur ar g don Ci Hide I_ Sad I I _ I Beu an I I I_ _ I I _ I uang Leun I_ I _ I Bunar I Ci Temp Ci Saru a Rancabungur 734 I I_ _ I Ci Patujah I _ I I Jati Kar _ I_ K. Semut Besar P. Terminal Kampung Melayu Sek ra JL. Cika PRAPATAN I_ I Duren Kalibata 3 21 Kali Malang TOL JAKARTA . Wetan nggi a S. Bute Sunda Kelapa Lew ang . Nyamplung P. Tahun 2000 4. DT. T SU 6 5 I_ I AD JL. Pond Kali Kedu kang an K. Sun ter _ I _ I K.CIKAMPEK K. Kongsi Barat P. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan Waduk Pluit K. Kobakrante JL. A. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan I _ G. Tiram buku K. Melinjo P. Pecah gin 40' P. Perak P. Bun S. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 Gondangdia HALTE SARINAH N JL. JELAM gol Gro K. Cant HALTE MASJID AGUNG JL.4 K. BEKASI. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. Peta Dasar Rupabumi . JL. Yu Barat P. S.A I_ I 1 K. Damar Besar P. KP. Angke Ci Laja _ I K. Sekre JL. Asin I Muara Angke S. Bokor P. Pramuka ong P. Sunter Jele g How e Ge lam Ci t am u Ci Le un g s ng Ci treng Ci Baren K. Pasir I_ I JL. Payung Kecil 48' P. Sekunder as Kosambi ci K. Ci l i wu n g I OTISTA JL. Macan Kecil P. GATO I_ I Permatahijau STASIUN PALMERAH STASIUN MENARA BATAVIA JL. Pulopi DR. Caring P Ci Puti I_ K. Enggr tat Du Ci Laja Ci Ci Keas i Ulu K. K. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Swasembada ngke K. Sekunder A OU ART Cikini I M BONJOL A HALTE M B ONJ EGORO O LJL. Blen cong Tarumajaya K. IMAM I 1 JL.BKSP. Putri Barat P. CARING JL. Kendeng Ci Pagedo Ci Suka Ci Surup G. Srengseng K. Angke JA I_ I taris dan i K. Bungin ar bahb Muara Bungin KABUPATEN BEKASI Ci 36' 57' S. Sunter Tenjo I_ Ci Bunar Pamulang K. DA Ci Karang K. Ayer P. BOGOR. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. Pari P. Brengk g II SEL. Derowak DR. LETJEN. Tegalkap Ci Mau k Pakuhaji K.000 06' K. Kra Seg ok atel T E L U K ma J A K A R T A K. Ci 06' Lon Kresek Ci gok K. KARIAN\P (5. Ciher SUDA Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR IVE SAHARI RSO ang e Ba euh MAKAL I_ I K. Pru Beji Gro gol Ci Sadang I_ Gunungsindur _ I Ci I Rawa Gede K. Rawa Jemblung Ci nggis Ma o Rawa Sadang on ngg Kal Situ Rancayuda I Ci Penj Bun Ci Keas K. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. JEN HALTE DUKUH ATAS JEND D. KH.HATTA S. MELAYU BESAR BARAT JL. Rambut Pulauuntungjawa 56' S. Gosonglayar 44' P. Demang Ci I I I_ Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede I I_ empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang Ang ke r Lua Cibinong reu NAROGONG\P(1. Sekati P. ne ur BR JL. Panggang P. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . JL. Krukut ar _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen K. kareng K. LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. Jikin K. Penjaliran Timur P. Hambalang Ci ian Tanahsareal I euh Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea a _ I m A pea Ci Cigudeg e Ci Keun Ci Baya wak I _ I _ I Ci I Du Ci Kasu ngka pur I Ci Kiam Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I C ne ada iS reu m Ci Teure up Ci Herang Ci Baturuyuk I er Ci H ten Bogor Utara _ I Ci deu ng Ci Jurey An a Ci Omas Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along I KOTA BOGOR Ci Keas Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber I I_ ak I I_ I Ci Rawak Ci I_ I_ Ci I Babakanmadang Ci Jayanti _ I Sukmajaya 36' Ci Sero Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Apus I I_ I pea I Am CIDURIAN an I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I I Ci _ I en Ci Madang Ci Du Ci Berang gur k _ I G. Sepa Timur P. iwun BESAR K. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang lur I_ I el iga K. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K.830 Lt/dt Ci Ci Karet Ciomas kgak _ I Ci Teureup ang I I Her Ci Herang Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang Bada Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Rejeg I Dul Liw Ci Keas CIBEET s Ci kis Ci _ I I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I Ci Ci Ci Berang Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Oma k Ci Ci Bung en bulan ian Ci CIBURIAL Ci Keas ng eng San Ci Hide Ci Bada I _ I Ear Ci Jambu Ci Letu h ung Ant Ci Dur Ci ang Ci Paming Ci Kaniki Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat s Ci Her Bogor Selatan Ci Ci Rangra I _ I Apu iK Ci eupa anc Gadog CIAWI g Ci Liwun Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I ng wu eda I ulu _ I Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I 39' Tamansari Pina Megamendung Ci Pam Ci B. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma Batuceper K. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. Karang P. HALTE PS. K. Harapan P. Teras Ma ti TIR TAY ASA Ci Durian S. ANCOL KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum on Baku k I_ I K. K. Lancang Kecil P. Man JL. K. JUANDA JL. Mandung MBA A RAY . KH. Caku Ci Langk Ci Jantung ng Ci Ayan i Gon I_ uk Ci Manceuri K. D. Pam Rawa Ciantra Jamb Ci Ci Pining K. KYAI tI 20. Talaga l Gu ndu Ci Ci Kalong I Her _ I I_ Ci Parak Ci Kereteg Ci ten Ku alih Kun I G. Indonesia Serang _ I I Kali Baru 2 K. KABAU K. Cipu Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Situ Sawangan Ci Ci Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. GUNUNG K. Tahang K. Kambang Ci Leungsi Ci I_ I Ked g Cisauk Setu Ka ran g I Suwuk Univ. Ge mb S. Galiansiman Muara Wetan P. Kemiri Ci Ma nci ri Ci Rumpak K. KABUPATEN TANGERANG K. Sekr ane JL. Tikus P. Karya P. e PRANOTO kut II PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK I_ I SENEN Rawa Pondok Tangerang 9 LETJ EN. Pemagaran P. SA. Baru 3 I_ I _ I in ing Car _ Rumpin I I Situ Cilodong I_ I _ I ung I I_ P Ci Situ Citatah K. Laki P. Macan Gundul P. Banjirkan JL. Sab etan Terminal Grogol JL. Kiuntang K. Banjirkanal KRAMA I_ I STASIUN TANAH ABANG Pulogadung Cakung T RAYA 12 KETERANGAN : 12' . Bam Ci Gem AL BAR Pasi g K. Ulu MINGGU K. Sasakpan I I_ Pondok Terong I_ Bojonggede K. Ulu I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I I Jalan Kolektor Ci Paming kis Ci ria n aur Ka nda I I I I I_ mpu Ci Jantun Kar K. Tahun 1997 3. Ba les ngan P. Tengah P. ja Ko Terminal Tanjung Priok S. Jamb 1 Bekasi Selatan K. Kongsi Timur P. TRUNOJOYO JL. MH. Lem Terminal Pulo Gadung SI BEKA JL. SISINGAMANGARAJA Ci JL. Penjaliran Barat esar P. Karang Bongkok P. Lay gr Ci gau r gau r pa et Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol I Ci Be Ci Genti s I I I Ci Me rak I K. JEN STASIUN SAHARJO 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 HALTE BENHILL N HALTE NKARET MA RMA DIR HALTE POLDA SUDI SU . Lara Teluk Cileleus K. K. Rengat P. Pateloran Barat Skala 1 . CBL S.TANGERANG. STASIUN KOMDAK PROF JL. JL. Angke K. RAYA SENTRA PRIMER K. Damar Kecil S. Ge de I g ng e Jalan Lokal 24' Ci Beet an rah I Ci pa I I Ci uk I Jalan Lain Jalan Kereta Api 27' I Ci I_ I I_ I I ng Sud a I Ci Beu teu I I I a Ci I K. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep. Come A JAKA RT Ci Soge 15 G ng Ci Lowong RAYA 15 HALTE ian JL. KALI MALANG K. Kayuanginputri P. Tidung Besar S. PUNCAK DAN CIANJUR P. Jagung P. Karangkeling S. S u nter II Salura 2 1 K. Irigasi P. MATRAM JL. K. Tengah JL. PRAPATA JL. Gosong Pandan P. Kelor Barat P. Bulanb KE r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo S. Pal S. Pondokcina K. Sekre JAKARTA OUTER RING ROAD K. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r S. TOMAN KEME JL. Boj ongk K. Cikaran K. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Karang Ci Bolang p _I I Irate I K. HARYONO Bekasi Timur ng Sa d Cawang K Durensawit Sa JL. Sa iluman K.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur Ci gbu Sinda G. Kotok Besar P. Taha K. Angke SARTIK 15' 2 JL. Yu Timur S. BUND KR. Angsana ang I_ Ci Ci a Lan gka p _ I I Ci. KH. Sadang B. g Ci Keas I Ci Care h a n I_ Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar _ I ng Ci Jelet r e I_ ng Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir Setu Tunggilis I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I Sad _ I Ci Ci Panyai I_ Ci Pi nan g K. JEND HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. Macan Besar (Matahari) P. Pembu K. Bagong K. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Pisang JL. Genteng Kecil P. Kruku Ci Longo 09' G ROAD I_ I n Ind 11 RIN D. Semut P.Glatik ane 48' 106°54' T K. Sebaru Kecil P. IR. TER 6 Matraman AN Kedung Waringin Ibukota Negara MAS JL. KH. Batu Ci Sada ne 1030 Ci Walen Ci Gun dul Ci Surian eteg Ker I I_ 2211 ana Ci Samp ay I I _I an G. SALE JL. Burung K. GAJAH K. Bira Kecil P. Burung Tg. JEND Kali Sodetan s JL. Kotok Kecil P. Poris K. I_ I ONGAN ONGAN JL. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. METRO JL. SURYO K. Lemo dul I_ Ci Tung Ci G. JEND. Tahang Ci Karan g K. Tua Terminal Kali Deres R Koja 09' uk Cis adn rat K. Kelin K. Canti JL. THAMRIN 17 Karet Menteng al 10 Terminal Rawa Mangun STASIUN KARET INTERCHANGE A1 GELOR JL.

Pasir Situ Rawacipondoh Situ Rawacipondoh K. Penjaliran Barat S. Lancang Besar S.000 06' K. Ci Kali Sodetan ka Sasa Kal i Pesang grahan Ci Manc K. Kobakrante Jatinegara Manggarai ur Cangkr K. Jukung P. CIANAM Ci Lejit aur Situ Rancayuda ar Gunungsindur K. Nyamplung P. Cina P. Ge Cileungsi aur g de Ci Palahl ar ng Stasiun Kereta Api 24' an rah Ci Picung Ci Kud TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Situ Cipicung Ci Tun lis ggi pa Man Ci Keas Ci Geuju g Ci Mar agu ng Ci Sud a Setu Tunggilis Ci Panyai Batas DAS ran Ci Beu teu ran g an g Ci Bare ngko k t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan a Ka Ci s Ci Boda Cibarusah Ci Howe Ci Anggon g Arah Pasokan g juan Ci Han K. S u nter II ria n k Ci Du Ci Waduk Sunter k K. Cakung Tenjo Ci Lalay Ci Bunar Sa Univ. Kru kut Ci euh KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Poris Kalideres Grogol K. Tahun 1997 4. PUNCAK DAN CIANJUR P. Hambalang Ci ian Tanahsareal Hi ngbarang Ci N Ci deu ng An a e er Ci H ten g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ci Ci Keu Asa han Bogor Utara Ci Teure Ka n Cibungbulang Leuwiliang ng Ci Omas Ci Bogor Barat Ci Sin dan gba Ci Sa t u Dramaga Hil ir ro Ci ran g Han Ci Jurey Ci H am bo along ak KOTA BOGOR Ci Keas n Ci Rawak Ci Bad n ur i a Ci D Liwu Setu Leutik Ci Keruh Ci Be Bogor Tengah Bogor Nanggung Ci Beber Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Am CIDURIAN CIDURIAN pea 36' Ci Apus Sukmajaya Sukaraja n Ci Madang Ci Ant a en Ci 932 Ci Berang G. Situ Manceuri uk Ci Care h a n Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar ng Ci Jelet r e ng Ci Ci Bera Ci Be Jeng ir Ci Pi nan g K. Bulat P. SA. Lem K. Kait 48' ARAHAN SISTEM AIR BAKU DAN PENGENDALIAN BANJIR 06°00' nkon gsi K. K. Bapak K.Bakosurtanal Tahun 2000 2. Gosong Keroya P. Tua Koja Cis adn e Ba rat ang eng are Man K. Sod etan K. Melintang Kecil P. Nawan Sukadiri Mauk Ci Pasili bah K. S. Demang Ci e Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua Cibinong reu NAROGONG\P (1. Mala K. Melinjo P. P Permatahijau Tanahabang Klender JAKARTA TIMUR Rawa Besar Cakung Kranji Bekasi Utara K. Kempul 1092 Danau Lido Danau Lido Ci 45' G. Rambut Pulauuntungjawa 56' ulan P. Betingbesa P. Blaca n Tg. Tiram buku Ci K. Sunter Barat Rawa Segaran K. Irigasi P. Ulu Kud a ut Pu tat Rawa Gede Rawa Jemblung Rawa Sadang on Ra ngg Rawa Sadang Rawa Sadang ang Ci Ma hab Ci Rawa Taman Be et ri Le un g s Ci Sada ng Ci Ge lam Ci Ka Rawa Leungsir Rawa Leungsir Ci Kar Ci Paming kis K. Genteng Besar P. Besar P. PU. Tawar K. Enggr tat Ci Laja Ci Pining Ci Pin ang an Sa Ci Ci Keas i Ulu gkok i ng Jele g t am u Ci K. Kelin ci K. Wetan S. Baru Situ Sawangan Ci How e Ci nda ng treng Peru tun Jan gan DAS CIKUPA a dan Ci Cen Situ Cekdam Situ Cekdam Ci Ma n u ri rcieu ang Ci Ci 24' Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Laki P. Kelor Barat P. CIKARANG K.740 Lt/dt) Ci Bun Ci Apus eW et a n 625 Ke as Ci Ci Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea Setu Burung Setu Gede Ci u de K Ge Bad ak Ci Ci Ci Taringul Semplak Ci Miis Sur Situ Cigudeg ung Ci gbu Sinda G. Pelangi P.Jeletreng unge Kali Kruk Jant Ci ng Ci mpu Pondokcina K. Jeletren Ater Ang Ci Kru Ci Jantung ne Pamulang K. Galiansiman Muara Wetan P. Ceng Pasarkemis KE SERANG Rawa Pondok Ci Lowong Ci Soge Batuceper K. DA Ci Karang K. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Papatheo P. Opak Besar P. Ciliw Ci Ran gon e ung uk Ci Kakalen K. Jagung P. Tahang K. Karang Congkak P. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep. S Iri Pondokbitung Bekasi Barat Bekasi gas Cikupa K. Panjang Kecil 36' S. Panjang Besar P. Karang Ci Hieum Ci Sero Ci J Ci Seyah Ci Baya wak KANAL TARUM BARAT\P (31. Cipu g K. Irig Ci 03' asi S. CILEUNGSI K. Pari P. CILEUNGSI Babakanmadang Ci Sero et Ci Baregbeg Ci Gaha Ci Jayanti 36' ang Her Ci Gulinga kgak n CIBEET Ci Rejeg Ci Ci Gam bir goro wek Rawagede kis s Ci Oma Ci Bada k DASCITARUM et g Ci Paming Ci ay Ci Paku Seus Pak anc ilan eupa n Ci Dadap a Ci Jamb an KE CIANJUR Ci 39' Ci Ci Ampe a Mah Lem ber Ci Ci Anten i Ci Apu s Liw ung Ci Beet ay Ci Ci Be Cisarua ng et Ci Tateu n Awi Ci Lul gira ngn eng ump ang dung Ci Sar ua Ci An Ci Samp 42' gin KABUPATEN CIANJUR Ci Walen Ci Gun dul Ci eteg Ker Ci Jam be ay Ci Surian Ci Nangsi Ci Kundul Ci Mang gu Ci Maleber Ci Pagedo gan Ci Suka birus a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak Na gar a eng Ci Maung Ci Tapen Ci Ci He G. Kelapa P. Cipacet Ci Tami ang Ci Tamiang Ci Hera Ci Gado r Leu Ci Anju tik g Ci Gadog Ci Serpo ng Ci e Ci Beureu m en gar gu Ci Sun PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Jurang Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede Ci Ci Anjur gung Heu Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n Kam Ci Bala lan g undi ng 48' Cianjur Leutik Ci Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb n Ci Sarandi 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' Ci Kondang UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Pa sa n Dan gde ur ng Pina K. Sepa Barat P. Daha CI LIWUNG\P 3. Saluran Irigasi rogol li G Ka PONDOK CABE Kali Kali Ci Putat Situ Cipayung Lentengagung Kal Sau KE LEBAK k Duri an Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci Ked K. Srengseng Kru K. ut ruk Kal da KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Ci am K. Gro gol DASCISADANE ne da Kebonjeruk taris Ibukota Propinsi 12' K. S. Wetan S. Tidung Besar S. Kapas P. Kaliage Besar 06°00' Tg. Tidung Kecil P.8 CAKUNG DRAIN K. Baku n Ci Salura K. Ba pak ng und Batas Propinsi Batas Kabupaten 15' s Curug Tambun nter Su K. Ba ru 4 PA S I R K O P O Setu Ci Kum jang Ci Liwung h Ci Pan Tata Reun Ci Cibinong Ci Landak deu ur i a n Ka rang Putatnutug Iwul o Ci Bog Ci Ci Keas Ci K. Teriti K. Batu Ci 2211 ana Ci Angs 1375 an G. Angke K. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r KABUPATEN BEKASI 57' um Ci Tar P. Kayuanginputri P. Kruku 09' K. Karang Beras P. Kebayoran Baru 15' KOTA BEKASI ng kjara KABUPATEN BEKASI K. Ko ja unter ng u K. Angke l go Gro K. Gemb Sukatani ro Sa da Ibukota Negara an ng pisan Ci i K. Sunter DAS CIKUPA Ci Lon gok Sal ura K. Yu Timur S. Sempit P. Kayuangin (Genteng) P. Sekre Tangerang ne taris K. Damar Besar P. Kotok Besar P. Klender Baru batu Cika rang Buaran K.4 K. Peta Sungai dan Situ . Sekr K. Sadang L iw un K. Boj ongk onen g K. Kuburan Cina P. Masigit ased a Ci Pur Ci Ci Sa da ne Ci Pa las ari Ci Lal Ci Katomas 840 Ci Na ggu Ci Asma ra Ci Saat gku San Ci Ci Ci Megamen Ci Bunian ea Ci Muhara Ci Gam Ke reteg DAS CILIWUNG Ci Kereteg Ci Malang ten Ci Duri an Ku luw un g Ci Palasar i Ci Pur 1204 wab akti Ci Man de 42' G. Salak Ci Anten Ci Badak Ci Leungsir G.000 S. Bulanb KE TIR TAY ASA r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo ian Ci Sada S. Brengk L BA Benda Ci Longo n Ind Kalideres JAKARTA UTARA D. Gemp ok DAS CIKEAS. Sun ter Ci Penj o Ci Sadang K. Blen cong Tarumajaya Cik Ci Gem K. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Bant G. Mandalawangi r 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' K. PESANGGRAHAN K. Galia K. Ba les Dur ngan P. Kiuntang Ket ing Nambo Ci Ci Genti s Bee Kanal Ci Cadas Ci tuj ah Ci Tangkurak Ci Beet a Ci Pa an C Ci Par anje Rencana Kanal Ci Hoe Ci Pan gau r Ci Kaw ung Citeureup Ci Me rak Ci Bee Ci Hoe t 30' Ci Patujah Cariu Ci Gentis Waduk Rencana Waduk tis Ci Leun 734 gs i G. Teras Ma ti S. Gaa 28' 28' P. K 3 nggis Ma Ci Keas Ci Pang B. Burung Ci Tarum Muaragembong rian Mua ra Cidu ne 56' P. Codet Ciledug Tebet a rum Tebet DAS CIPINANG SUNTER DAS CIPATUJAH. Pru Beji Ci. Bokor P. Angke Ci Sad Pondokranji etari K. Angsana Ci a Lan Kum K. Semut P. Payung Besar K. Karang Bongkok P. Mati P.290 Lt/dt) Ci Bodas un empuhan Ci T u ri DAS CIANGKE. Sebaru Kecil P.8 ar Waduk Pluit g K. Jati Ci Sad ane ingk Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Ka lon g Ci Barangba ng as Ci Ci reu Ci B e ng uteu Ke p Ci Omas Kemang g ran Ci Ka Ci Jere Pam Teu Ci Ci Angke Bunar reum Ci Temp Ci Saru a Rancabungur uang PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Beu an Ci Kiam Ci ng Ci Tem Ci Kasu Lutu ngka pur Cilebut ng Ci anggel Ci Ci Luar KE e Sadan Ci Keun Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN Ci Kani Ci Ante ki n un Ci Arute Ci Gen Kedunghalang DAS CIDURIAN Ci Asa h an Ci Ma nge nte m A pea Ci Cigudeg euh 33' SODONG\P (7. Gegerbentang g Waduk Cirata na Ci Angsa ang Sada ne ran ong Ci Ma nde Ci Her 45' Ci Bolang tur Ci Gun Ci Gombong Nag ara Ci Ano m Ci Andam Ci Nagar a Ci Wa len Ci Balagung Ci Balagung Ci Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha lan g 48' Kuk ulu Ci g 51' Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Ci Peus Ci Laku ing Jat i 54' 57' Sumber: 1. Kongsi Timur P. Melintang Besar P. Rengat P. Buntu Timur rahan angg rang K. Mandung ang Cakung Matraman Kedung Waringin Ibukota Kabupaten/kota ah son er BP 5 Ci Tarum Jatinegara Saluran K. Panggang P. Bengkok Ci Sono G.Gembong 52' Tg. buk I ri ceu an M ng uni NA ng K. Be K. Sunter K. Ci l i wu Durensawit Bekasi Timur K. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Karang Ci Bolang p Irate K. e ngkalan K. KETERANGAN : 09' K. P es ng Sa iluman ang lur d K. Semak Daun 44' P. mpu ng K. Come Senen Babelan n ng JAKARTA BARAT KOTA TANGERANG K. DT. Pi na p K. Perak P. K. Ang k Setu Jampang Setu Jampang Situ Gedong Setu Batok Ci Beuteung isan 30' Setu Sigagu K. Cil Gondangdia asi K ng iwu I K. Rasm ggong i Ta Kali G rogo l Baru b DAS CIANGKE. Koba K. Bekasi Sepa Sau Ci Ci Ater Kali eum CiRara b Ci Beur Ci Bogo Cipina ng Pa yae 1 ang Ci Langkap Tanjung Barat Sad Ci. Tengah P. Cideng Senen Pulogadung K. Semut Kecil P. KARIAN\P (5. S. Jambu K. Pulopi tI K. Pecah gin 40' P. Bira Besar P. Baw ah Situ Cilodong 27' eureum Ci B Ci Pining Ci Setu Malangnengah Citayam a Citayam Situ Rawalo aha n g K. BEKASI. Bungin ar bahb esar P. Sekre Ci Du ri a K. Proyek Pengelolaan Sumber Air dan Pengendalian Banjir Ci Liwung . Kaliage Kecil P. Karangkeling S. ce Ci Man Angk Ci Pang e Dua u Ci D ne Ci Ci Ci Bun K. Damar Kecil S. Ayer P. S asak pap a rab Ci Ra n Jatiuwung Jayanti Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT K. Konteng uk Ci Muara Angke S. Kendeng Ci Surup 1511 Ci Mande G. Caring P Ci Puti ng K. Pemagaran P. Pond Seg ok atel T E L U K K. Harapan P. Ulu Ci Apus Kebayoran Lama ng Cibitung Rawa Palalangan Ci Kampek Ci Sabik Kru Rara K. ANCOL K. Tahang Kali He ran g K. Hasil deliniasi peta aliran sungai Jabotabek 5. JAKARTA SELATAN Duren Kalibata Mala K. Karya P.400 Lt/dt) reum Beu Ci Baren Ci Jantun Ci K. an Bug Be kas i Ci K. Pal S. Sunt er Jamb Laja Kali Baru T Ci K. Sekati P. Ciher Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA Duri K. Pateloran Timur P. Pantara Timur Ci Tarum Ci Tarum nggi Muara Bungin a S. Be kas i k K. KABUPATEN TANGERANG K. Sasakpan Situ Kadongdong Situ Cikaret Pondok Terong KABUPATEN LEBAK Ci Berang Situ Kibing Situ Citatah ng D Ci Bino Ci Setu Silala Ci Liwung Jasinga Setu Pagam Ci Guha Bojonggede K. Ca K. Peta Dasar Rupabumi . Tua an K. Sun ter g ban K. Betingti 57' S. Macan Kecil P. ning K. Taha K. Bira Kecil P. DEPOK. Lay gr Ci Reundeu 27' s Ci Le u n g i ngke K. Ci Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. Jikin K. P K. Ge mb S. Banjirkan Ci ing K. Gosong Pandan P. Jambe ahan esanggr K. i. Gelon K. Pasir 52' P. Pateloran Barat Skala 1 . Kongsi Tengah P. Jati P Ci Situ Citatah au r in ing Car Rumpin Setu Lebakwangi K. Lara Ci Teluk Cileleus K.Cengkaren Ci Ra rab Rajeg S. Macan Besar (Matahari) P. Pluit K.BKSP JABOTABEK 6. ng h ra Ci Bentang K. Kayuangin Melintang P. Baru K. PESANGGRAHAN Jurangmangu Kali e Ci Jantra Ci Kolear Pasarminggu Baru Ci Pina ng K. Sunt er K.0 a ru m Mau k Cabangbungin Ci Hera ng Ci Ma 3 km Ci 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. CBL S. Baru 3 Ci Pandan K. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas kut i Kru Kal Setu Babakan Ci Ka rang Ci Kadu Ci Ci Lemahaban g da ap Ca ke Ci Ra ra b g un unge Ci Buluh Ci Ci Karang Bar at Ci WADUK LIMO un g as i Tar um Le ma ha ba ng Jambe Ci Bata kut Ci Ci Pegadunga i Jant 21' aeu Ci Ci Pining n Pay Ci Ci Am Mat uk Ci Cinere an DAS CILIWUNG Setu Arman r imu e K. A Jonggol Ci Ci D Ci gau r Hau r pa t D.Ci Sadane 7. Rangg D. Uluh anwir K. Tangsi Cipondoh ga K. Penjaliran Timur P. Sab kareng K.Muarakarang ukga Gar Tambelang g Ci drain e kasi keng K. Hasil Rapat Tim Teknis BKTRN Tahun 2002 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Cikaran K. Sentio KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay Kebayoran K. Ci liwung I Kali Sarua Kali Baru 1 i Ci Cayu Kali Mampang Cond eur i Panongan Sudimara K. Sebaru Besar P. Cili wung I II II Kemayoran K. Kali Baru Ci Odeng Kali kut Liw Ci Beu reu m Serpong K. Bar Kramatjati Kali TIGARAKSA Ci Raj eun Situ Cihuni Situ Cihuni r Ci Ate r K. Banjirkanal K. Opak Cilincing K. Bekasi Kedu kang an Kra Ci Ci Slatip ma T Apung as Kosambi K. Bun S. Depok Baru Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong Pancoranmas Depok 1 Ci ng Ca ri ngke K. Cika K. Sembi langan S. Lancang Kecil P. An gke Gambir K. Kiam ang ngke K. Sekunder al Mampang K. J A K A R T A K. Tengah K. Jamb Bekasi Selatan K. Cil K. Pantara Barat P. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Gosonglayar 44' P. Tongkeng P. TANJUNG Ci uba K. Sekunder Ci Kali nciri K. Karang P. Lipan P. Kongsi Barat P. Bek K.TANGERANG. Tengah Cikini K. Bantar CB L K. Swasembada K. Sunter Ci Langk Suwuk Ci K. Angke lan Ci Le ma ha ba ng Parungpanjang Univ.000 Lt/dt) 33' a KABUPATEN PURWAKARTA Ci Om Ci Ja Jere Ci ng gel lo Sungai Ci Jurey as lang Ci Pasanggra up Ci Herang SUBDAS CIBEET CIPAMINGKIS Ci Pam ing kis g Ba len don han Be et Ci Sa Ci Beu reu m Ci Baturuyuk Ci at u ne da Cintarasa Ci Hide sal Ci Haneu leum Sukamakmur jaw ar Ci Sad eng ung Danau/Situ Ci Kemba Ci Waduk Jatiluhur r DAS CIKEAS. Kelor Timur P.Jela g II iwun K. Sa el iga ng I K. Baru Situ Pasirmaung Situ Pasirmaung Ci Sad C Gunungputri Situ Tlajung ang Ci Sunte r Situ Pulo Ci Beureum Situ Baru Ci How e K. Putri Barat P. an e Kali kut si K. Angke K. Tonjong K. Asin SKALA 1 : 150. GENTENG Pina Ci Liw Pam Ci Pu Ci Esek kis ras eda Ci Her Ci Rangra ang G. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Semut Besar P.A sar Ci Ta rum polb ayu ng K. Peranci s K. Bag Ci Tuis Teluknaga Asin Ci S.Glatik 48' 106°54' T K. Kayuangin Bira P. Angke Ci Ayan ung Ci Jam bala K. Bagong K. Peran cis TANJUNG PRIOK K. Pisang Ci Biuk i Uta Ci Kapek K. ik Serpong Peu i Kru Ci teuy i an Dur Ciputat Ci 18' Legok Ci Baru Rawabuntu TAMAN MINI INDONESIAINDAH K. dan lian Bam AL BAR Pasi g K. Cak ung Ci Binong Bata K. 250. Talaga Ci Warin l Ci Gu ndu Ci Kalong Ci Her Ci Sodong Ci Parak Ci alih Kun Ci G. Bute Ta ru m Ci Rumpak Sunda Kelapa Lew ang . Kemiri K. Ga Muara Cikarang Ci Karan g K.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. Pam Ci K. Tegalkap Pakuhaji K. DB. CBL K. Canti 12' Karet Palmerah Menteng Dukuhatas Sa K. Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S K. Kotok Kecil P. Pembu WADUK CIPONDOH . Peta Daerah Aliran Sungai/DAS Bopunjur 3. Sun t Jatisari Ci Bitung Be ureum Ci K. Lemo dul Ci Tung 1891 gul Ci anten Ci Man Pasirpogor Pamijahan Ci Aru ten Ci Caringin Sada ne 1030 G. Pesanggrah B. Kambang Egram Ci Mat Ci Conteng Ci Man ceur uk g Cisauk K. Sugu Ci Jantu Ci Pinan B. Macan Gundul P. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil Ra Rara rab b ara Mu K. Baru Cawang tI uku K. Yu Barat P. Ancol Tanjungpriok KABUPATEN BEKASI Pebayuran on Baku ng K. A gka K. Burung Tg. Payung Kecil 48' P. Krendang krant olbay T RA RENCANA BANJIR KANAL TIMUR ol Grog ung I K. Sad ang Cikarang g r an Ka Ci Ci eum Beur Ta ru m KE Batas Kecamatan KAR AWA NG u BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA u2 C et Ci Rarab Ci Barebeg Pagedangan CURUG BUMI SERPONG DAMAI Pondokgede Kal i Bar Pasarminggu Lemahabang reu Ci Beu m Sa lur Cilandak Ciater an Iri Pasarminggu et gas Be i Ta rum Uta ra Ci tan Ci Jalan Tol 18' Situ Cibeureum er Kal Sab ran Salu Ir i g Bantargebang Jalan Arteri Da nas Ci len gka i Gon aun g Ci gse ng Setu Bee t Jalan Kolektor uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu nde u Ci i ngs Leu Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Saluran Irigasi Tar um Bar at Bub Rawa Indah ur Jatisampurna 21' KE CIKAMPE K Ci pea ng Jalan Lain Jalan Kereta Api Serang li Suwuk Ka K. Pa KAN Muara Karang Tanjungpriuk Bak ng ung K. Genteng Kecil P. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan G. Sepa Timur P.HATTA S. Derowak ian Cisoka Ci Payaeun Sek ra Ci Dur Ci un K.830 Lt/dt Bogor Timur ngah Pene Ci ang Ci Garu gur Ci Dur i Ci Herang Ci Bada ng Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Dul Ci Letuh Ci Sero Ci Mang k Ci Karet Ci Teureup Ciomas Liw Ci Keas Ci Ci Berang Ci en Ear Ci Jambu Ci Letu h un g ah Pan Ci Keas ng Arut Ci n inte Ci Ci Bung en eng Be bulan Ci San Ci Hide ung CIBURIAL/SALAK Bogor Selatan Ci Dur ian Ant Ci Ci Kaniki Ci Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat Apu iK Ci ulu DASCISADANE CI Hide s Gadog Ci Letuh Ci Beureum ng wu Ci Sarua ing Ci Kaniki ding ngga Ci Game 39' 937 Tamansari ung Ciawi ung Megamendung Ci B. Betingcerme 32' 32' S. Ka rat an 06' Lon Kresek Ci gok K. S Ci Sa Ci Her AT Beto k Sepatan BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Cant K. Cengk K. Indonesia un Kali Egram Kali Baru 2 K. Pramuka ong Ci T ar um P. B KA Bam Sadan e areng Penjaringan Angke K. Tikus P. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. BOGOR.

HARYONO Bekasi Timur ng JL. ABDUL JL. PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK Kanal Babelan n K.Jela B5 n Ci Salura Bam ne K. RASU K. I_ I Kebayoran Baru Baru l JL. Kiuntang K.21' 24' 27' 30' 9348129 mU 05°54'00'' LS 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 643953 mT 106°18'00'' BT P1 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S 107°18'00'' BT Tg. B1 B1 K. JA I_ I B5 i K. DR. Macan Gundul P. Sempit P. KH. RAYA SENTRA PRIMER K. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Tiram buku K. Rengat P. BEKASI BARAT JL. N1 Ci Ci Tuis Asin Ci Ci Hauk B6 Keta Kra ma t B5 Ci 106°30' T 36' 42' 48' 106°54' T K. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 STASIUN TANAH ABANG N JL. Sugu Ci Jantu B4/HP _ I I I_ B. Cil JL. Pelangi P. Nyamplung P. Kelapa P. Jeletren Ater Ang Ci B4 B4 Situ Ci Karang I Bar at Saluran Irigasi I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Ci Putat B4 Egram WADUK LIMO PONDOK CABE Lentengagung B1 Kal i Gon Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci B4 B4 Pamulang ung Ci Jam bala K. 06°00' S La B4 r n an g a pang Tg. Melintang Kecil P. Baru I_ I uku K. iwun BESAR K. Pancasila kut i Kru Kal Ci Keas Ci Kadu Ci un Ci Duria Ci Lalay B2 unge Jant n aeu Ci Pay B2 B2 g I_ B4 Setu Babakan I_ Ci Setu Arman 4 B2 I I Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n B3 B1 u B2 K. Papatheo P. KARIAN\P (5. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . Sa iluman K. Payung Besar B4 B7/HP K. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Terminal Senen Senen ER HALTE YARSI PTO . Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL. KYAI TAPA Kru JL. Salak Ci Badak B4 gu _ Ci Anten Ci Apu B3 Ci Ci Liw B3 Ci Beet t Bee Ci Beet I leum Ci Pa B4 Lal ay Ci Awi I Ci Haneu B4 las I_ B4 ari B4 B4 ber Mah B4 i I B4 _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I Ci I_ I I I_ I_ I_ Sad I I _ I B4/HP an I B4/HP I I_ _ I B4 gs i G. Betingbesa P. Ci l i wu n g I OTISTA JL. Lay _ I B4 I_ I I Baw ah I B4 Ci ung I in ing Car _ Rumpin Situ Cilodong B3 B4 I_ P Ci Situ Citatah B4 K. Sekre LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. ah son er BP 5 batu JATINEG HALTE POLDA 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA JATINEG K. Come ng I_ I SENEN Rawa Pondok 9 LETJ EN. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma K. Industri berorientasi tenaga kerja I Ci Ka lon g I I Ci B-3 KANAL TARUM BARAT\P (31.Glatik ane Teluknaga P1 Muara Cikarang Ci Karan g K. Hutan sepadan sungai. Srengseng K. Krukut B4 I Ci Sadang B2 Rawa Sadang on ngg Kal I_ Gunungsindur _ I Ci I I Situ Rancayuda B4 B4 K. Galia gsi Tg. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru B3 B4 B4 Rawabuntu a ng Terminal Lebak Bulus Warung Jati TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Serpong B3 B1 Jatisari Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA teuy JL. Sekunder as an B7/HP Kosambi ci Ci Mau Cabangbungin Ci Hera ng Ci Leleus B5 cis SKALA 1 : 150. CBL Waduk Sunter K. Sepa Timur P. Cengk K. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 B2 K. Sebaru Kecil P. Angk Situ Cekdam B4/HP a dan Cen Ci Ci Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Bungin ar bahb esar P. Sun ter Ci. K. JUANDA JL. Yu Timur S. G 2 Senen JL. laut dan lereng terjal f. K. JL. Riset g ng e I an rah B2 Ci Beet I pa I Ci Man uk I Ci I_ I ng Sud a I HUTAN KONSERVASI/ CAGAR ALAM/ TAMAN NASIONAL/ TAMAN WISATA ALAM/ SUAKAMARGASATWA /BUDAYA/ PENINGGALAN SEJARAH Ci Beu teu a I 27' KODE ZONA B-1 ARAHAN PEMANFAATAN gr Ci gau r pa I a. Pond P2 S. JL. Sod 12 KYAI IN JL. SISINGAMANGARAJA Ci JL. Penjaliran Barat BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL P1 Tg. Melinjo P. JL. LETJEN. Kaliage Besar P. Indonesia Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang _ I Ci Jatisampurna Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Jamb Laja Ci Sadan Kud a uba K. B4 Gro gol I B4 K. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B-7 ten ua a. Ci Sada MANSYUR RIN I_ I B2 B2 Ci Du rian .Cengkaren I_ I S. Baru I_ I Muara Karang Tanjungpriuk B1 P3 Waduk Pluit B1 I_ I I I_ I I_ Ci Sada ngkalan K. Perak P. Melintang Besar P. An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. Kotok Kecil P. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Kawasan preservasi dan konservasi budaya. Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. Pam Ci Ci Pining B. K. Tidung Kecil P. Daya dukung lingkungan rendah Sa da ne Ci Lem a s eng Ci ump ang Ci Tateu n c.7/HP Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber Zona B7 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He Zona P1 45' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. Gemb Sukatani ro ung an ng pisan K. Sunter Jele g t am u B2 tun Jan Ci gan How e Ge lam Ci Ci B3 B4 Le un g s treng Ci Baren Ci Pinan K. Baku I_ I 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan asi HALTE BUS K. Gelon d K.HATTA K.Gembong 52' ian Dur Ci Tarum B7/HP Ci Ci P5 rian Mua ra Cidu U K. Kambang I_ I B1 B3 Ked g B2 Tenjo Cisauk B4 B1 I I_ K. GAJAH K. P eng are K. Perumahan Hunian Rendah b. Perumahan Hunian Rendah (Intensitas Lahan Terbangun Rendah Dengan Rekayasa Teknis) Ci Keun euh KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang b. Pari P. Gosong Pandan P. KAPT. Bagong B4 K. S u nter II K. Tengah Cikini K. CBL S. Baru 3 I_ I B4 K. Samp KEPULAUAN SERIBU 28' P. Caring P Ci Puti I_ K. CARING JL. Bag edo t K. Gemp ok HALTE GLODOK K. Pa sa n jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. Kaliage Kecil P. Pasir 52' P. I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci 1 Lem ran Salu B1 Ci Odeng Kali B2 Ci Ci Buluh Kali Baru Jambe Ca Bata Terminal Kampung Rambutan Bantargebang I_ Liw ung B2 Cipayung as i Tar um I K. Sunter Barat Ci Tarum K. Besar P. Angke drain I_ I areng keng K. Irigasi S. Canti 17 ONGAN JL. Harapan P. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K.I JL. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta K. Cil iwu Terminal Pulo Gadung Batas Kawasan Jalan Tol B5 12' ng SI BEKA JL. Kayuangin Bira P. A. Be K. Panjang Besar P. Kongsi Timur P. CB L Ci Rumpak Gunung Kaler Kresek 06' B5 B6 P2 P5 TANJUNG PRIOK Sunda Kelapa P3 B2 I I_ S. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. Tidung Besar 48' P. Ancol Ci K. intrusiair laut. Pertanian lahan basah (Irigasi Teknis) Ci Dadap Ci C Seus Pak Paku ilan CI a 39' B-6 a. Wetan S. PRANOTO kut II JL. K. Cant HALTE MASJID AGUNG JL. Kendeng Ci Suka Ci Surup B4 B4 Ci Langg ar G. Kelin K. Bun S. MEDAN MERDEKA BARAT SENTRA BARAT K. Pad atka rya P5 P5 Teluk Pulaucangkir P2 Te l u k N a g a P2 B6 N1 P5 B6 06°00' S P. Mandalawangi _ I I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci B4 Bin ong I_ I B3 Kuk Ci Sarua Gede Tiri r Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi Ci Kondang 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Nagar Ci Wa len Ci Gombong Ci Andam I T N Ci Ano m _ I N2 T N tur Gun B4/HP Ci I Ci Bolang _ I G. Gaa 28' S. Ban G ROAD Ci Longo RIN I_ I n Ind uk Ci Kakalen JL. KH. Kait P. Mati P. Gaga Ci B4 ere Ci Nangsi Ci Gagak I_ 1511 Ci Leungsir Ci Mande B3 T N 2044 Ci Pagedo B3 a Ci Mang I B4 Ci Anten N2 Ci Leungsir gan I_ 1430 Ci Pendaw Ci Kany 1182 Ci Ga reh B4 ong Ci Bogo G. Pasir Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. Blen cong Tarumajaya K. Jagung P. Kruku 24 Sal ura Cis adn rat krant olbay I e Koja B1 09' Batas Propinsi Batas Kabupaten K. Gegerbentang g B1 B3 N1 Ci Her ang B3 _ I B4 ne Ci Ma nde B3 B4 B3 Ci Tapen I B1 Ci Maung I_ Ci Bant G. Kongsi Barat P. TOMAN KEME JL. Ge de a. 6 5 HALTE BENHILL RMA . Macan Kecil P.400 Lt/dt) reum Beu Ci B2 _ I Ci Ma n ri ceu e Dua Angk K. Tongkeng P. CIANAM Ci Lejit aur I DEPOK B1 _ I Ci ng mpu K. Derowak DR. Pulopi DR. Sunter I_ I Ci Ci ke i Gro Rar ab Serpong I_ K. TANJUNG un unge Jant Ci Pang e B1 Kali Egram B3 lan B4 K. Sentio SAHAR I_ I STASIUN SAHARJO JL. KH. Bantar K. Hutan Lindung (HL) Reu nde I Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t d. Gunungputri Situ Tlajung K. Perkebunan. Tahang B4/HP Seg atel Ci 03' Irig asi He ran B4 g 3 km Ci Taru m 0 3 6 9 12 km KABUPATEN TANGERANG Kali Kedu kang K.000 B2 Kemiri Ci Ma nci ri P4 N1 K. SUPRA JL. Jati _ I _ Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ g K. 250. HALTE PS. 3. PRAPATA JL. grahan Palmerah JL. Opak Besar P. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. kareng K.CIKAMPEK K. Kiam sar Rencana Jalan Kereta Api Rencana Jalan Arteri Bam Ci Gem B1 ngke K. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Karang P. Sekati P. Lancang Besar P1 56' P. Pal Bute . Peta Dasar Rupabumi Skala 1 :25. Lancang Kecil P. Tawar K. Jambu K. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B . Semut P. Betingti 57' S.000 S. Gosonglayar 44' P. dan konservasi hutan bakau dengan daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan sebagai penyangga Zona N1 dengan Zona B1 D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Lak u Ci Jat i Ci Sok an Sumber: 1. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r 57' B4 Ci 36' S. Angke B4 K. Rawak idang Muar a Mauk B6 s eleu Cil b Rara ara Mu K. Nawan B4 S. Pes HALTE BLOK M JL. Kotok Besar P. Taha ne K. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. Enggr tat Du Ci Laja B4 Ci Keas Ci i Ulu K. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad Ci I_ Situ Pulo lis ggi Tun I _ I B3 B4 I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ B2 _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru B4 B4 Ci I Ci Keas B4 Ci Geuju g B4 Ci Care h a n N2 How e I_ Parung Sukmajaya Situ Jatijajar B4 _ I ng Ci Jelet r e I_ ng B4 I Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir B4 in B4 I_ Sad _ I Ci I_ Ci Pi nan g K. Tengah JL. Daya dukung lingkungan rendah. Tahang B2 k B2 K. Buntu rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 Nag ara Ci Balagung Zona P2 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk referensi banjir mencegah abrasi. Karang B4 Ci Hieum I _ I uang Leun I_ Bunar I Rancabungur 734 I I_ _ I B3 B2 Ci Patujah I _ I I _ B4/HP Ci Pan gau r I Ci Bodas un I Ci I_ B1 Situ Gedong B2 tuj Pa I I_ B3 B4 K. Hutan Produksi Ci Gaha 36' B . Man JL. Lipan P. K. PENGGILINGAN AD 22 Kebayoran 13 HALTE STASIUN MADYA Manggarai DR. Kegiatan budidaya yang telah terlanjur dalam jangka panjang harus dikeluarkan dari zona ini g I len gka gol g I Da nas aun g Ci B4 gse ng I_ I I I c. Genteng Kecil P. RAYA I K. p Pin gka K. Tegalkap Pakuhaji B6 P5 K. Ulu Ci K. Baplan Kehutanan tahun 2007 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . DT. Rangg CAKUNG DRAIN K. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang B2 lur I_ I el iga K. Sunter I_ I I_ I _ I I _ I B1 K. K. Depok Ci ang B4 Ci a B1 B2 Kum B2 ang Ci Picung I Lan B2 I I_ B3 ter Sun K. Ayer P.CIKAMPEK Tambun K. Putri Barat P. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci I B3 N2 B2 _ Ci Durian I gul ete Ker 1891 N2 B4 B4 B4 Ci KABUPATEN CIANJUR N1 B4 Ci Angs ana B4 1375 G. Ba I I_ B4 Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I ru I _ I 4 I_ B4 I 27' Setu Malangnengah I Citayam a B3 _ I B4 I K. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 dan Zona P5 Zona P3 48' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mendukung zona dengan intensitas penfaatan tinggi dan tingkat aksesibilitas tinggi Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B1 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang menpunyai daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B2 dan B4 ulu Zona P4 Ci g 51' Zona P5 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. Brengk B5 09' Ci Ran gon g II SEL.4/HP Zona B4 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan B4/HP Ci goro wek B-5 g Ci Kir ay a. Pemagaran P. S. SURYO K. DAAN MOGOT Kalideres IVE PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR RSO K. Masigit B4 a ased Ci Pur Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Katomas B4 B4 840 Ci Na Ci Asma ra B4 Ci Saat I ung Ci B3 B4 San Ci Megamen I_ gku Ci B4 B4 B4 Ci Malang B4/HP N1 N1 B4 B3 dul Ci Kun Ci Muhara Ci anten B4 B4 B4 B4 Ci Man Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru Kere teg B3 B4 B3 B4 Ci Sar Cisarua dung gira Lul ngn I ggu _ I B1 ng B3 B4 B4 N1 B3 Ci Bunian Ci Gam ea I_ I B1 B4 Ci Ci Tung Ci Ci B4/HP B4 N1 B3 B3 B4 Pur g 1204 wab Ci Palasar B4 Ci Sodong i akti N2 Ci Asm ara Ci Man de B3 Ci Her angg ede I I_ 42' G. K. Bulat P. SALE JAKARTA OUTER RING ROAD I_ I MANSYUR K. Karang Bongkok P. Tikus P. Ka rat an _ I B1 I Ci Tarum Bak ung K. JEND Sa d Cawang K Durensawit Kali Sodetan s 21 Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol Kali Malang TOL JAKARTA . Koba K. Ibukota Negara B5 K. flora dan fauna d. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P1 06°00' Tg. Bekasi Barat JL. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok B2 2 1 K. Kayuangin (Genteng) P. Angke taris etan Terminal Grogol JL. Pa lian AL BAR Pasi g K. . Daha Ci Ant B4/HP B4/HP 932 B4 Ci Herang Ci Garu I ri Ciomas CI LIWUNG\P3. Damar Besar P. 4. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN Batas Kecamatan g ban K. Pluit B1 K. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 50 persen b.4 K. Pisang STASIUN KOMDAK PROF JL. Sekr ane JL. Talaga l Gu ndu 1725 Ci Kalong I ten Ku luw un alih B2 Ci Kereteg Ci Parak B1 B3 G. Jukung P. Opak Ancol KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota on Baku ng K. PARM AN JL. Bekasi B2 K. Pantara Barat P. Pesanggrah I_ Serang _ I Kali Baru 2 K. ANCOL B1 Tanjungpriok K. Bokor P. 12' JL. Peu B4 B2 B4 Kal ban I_ I I_ g 1 aha kut Ci B3 Ci Pegadunga B2 ang Sad Ci. Bekas K. T E L U K Kra ma J A K A R T A N1 ok B7 K. Kapas P. Hutan perlindungan badan air g. BEKASI TIMUR JL. Sad ang Kru kut 7 ka si B1 Ci Tar um I KE et Pondokgede I_ I B2 I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur KAR AWA NG i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas B4 tan Ci Bee i Ta rum Uta ra Ci ARAHAN PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG I_ I KODE ZONA 18' NAMA ZONNING I_ Kal i Kru un I N-1 LINDUNG Ci Be et a. A JAKA RT Ci Soge Ci Lowong B2 Ci Rarab Tangerang 15 G RAYA 15 HALTE ian JL. K. Jalan Lain Jalan Kereta Api 15' JL. Tonjong K. Penjaliran Timur P. PASAR JAGO Ka li Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m B1 I I_ I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai K. KEBAYORAN BAR U K. KYAI tI B3 B3 20. Cikaran Cilincing Angke Jalur Bus Prioritas Rencana Jalur Angkutan Massal buk ng uni I ng Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. Pesang STASIUN KARET INTERCHANGE TOSARI Dukuhatas STASIUN DUKUH ATAS HALTE Menteng JL. Peranci s N1 B7 Muara Angke KAN K. Rawa Gede Rawa Jemblung Ci nggis Ma Ci Penj o Bun B4 Ci Ci Keas ar B2 B1 Ci B2 Situ Sawangan B4 B3 _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Depok Baru am K. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG MAS HALTE BUNDERAN HI SENTRA TIMUR i RING ROAD gol I_ I Gondangdia 12 B4 . Banjirkanal KRAMA JL.Muarakarang I_ I D. Panjang Kecil P1 40' Pulau Paniki B4 N1 Ta rum B7/HP gin PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. IR. B4 Ang ke p I Cibinong reu Irate I K. SA. Karang Congkak P. YANI ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN NE I_ I JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. Banjirkan STASIUN PEJOMPONGAN 6 al Mampang JL. Wetan S. Galiansiman Muara Wetan P. TENDEAN SUPOMO PROF DR. CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji STASIUN KAMPUNG MELAYU K. Ulu Raj 14 Kal TOL ng ara MINGGU K. TRUNOJOYO JL. PANGERAN DIPON EGORO Terminal Rawa Mangun I 1 JL. I Ci Pang Ci Sada ng Ci Rawa Leungsir Ci I I_ B1 Pancoranmas Cileungsi I ang I_ K. KP. 2. JEND JL. Angke Ci B4 I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. Semak Daun 44' P. Jati Pam _ I Ci Durian PROPINSI BANTEN B4/HP Ci Barangba ng I B4 B4 as p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas B4/HP Ci Kemang Ci Jere I_ Teu B4 Ci Temp Ci Saru a I Ci Ci Angke _ I _ I I I PARUNGBADAK B4 ATANG SANJAYA Cilebut _ I reum _ I Beu Ci pur ng ng Lutu Ci B4/HP Cigudeg Ci Kani anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I I_ I I_ I I_ I B2 Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute B4/HP Ciampea Kedunghalang B4 Ci Baya wak Kup I ki _ I I n I_ Ci Ante n B4 I ria Ci I_ _ I Du Tem Ci Hoe ed Ci G a _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. MAMPANG A JL. GUNUNG K. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan B2 B6 B1 S. B1 21 B1 Mala etari K. S. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 40 persen b. Kobakrante JL. THAMRIN Karet 10 A RAY BONJOL K. Karya P. K. Sadang B. DA B5 Ci Lew ang B5 Lon Ci gok K. K. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Angke an Cinere B3 Univ. Konteng uk KETERANGAN : 06' K. JELAM gol Gro K. Kayuanginputri P. Cakung an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C Ci Kampek 3 e K. Kelapa Dua 40' P. Jamb 1 Bekasi Selatan K. Jambe ne ur RAYA 10 Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara JL. PUNCAK DAN CIANJUR P. Ma ti Muaragembong S. K. Hutan Produksi Ci An Na gar a Ci Sada g Ci Jam be _ I Ci Warin 42' gin c. PEJOMP JL. Hutan Bakau I_ I I li Suwuk Ka I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I Ci ria n aur Ka nda Ci I I I B2 Ci Paming kis I Peru mpu N-2 24' Ci Jantun ng Kar K. K. Pertanian lahan basah/kering (Dengan Teknologi Tepat Guna) Pam sal ing Ci eng Hil ir ran g Waduk Jatiluhur c. KALI MALANG Sa JL. Astana iki Kan Ci Badak B4 I _ Cijeruk Caringin ne Sada C A G. Perdagangan dan Jasa c. SUTOM O JL. JEND. JL.Bakosurtanal tahun 2000 Hasil Rapat Tim Sektoral. Swasembada B2 k ukga Gar B2 Ci Duria n B2 B2 K. Pertanian / Ladang c. Macan Besar (Matahari) P. Bengkok B3 I I B3 HL 45' N2 B4 Ci Tami Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I I Ci Sun B1 Ci Anjur Ci Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI N1 Ci Bala Ci Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu B3 g Ci Gadog Ci Serpo beu G. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r B3 Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Cika PRAPATAN Pondokranji Duren Kalibata 3 K. GENTENG I ulu _ I B4 n Ci B4 an _ I G.000 Lt/dt) tis a.830 Lt/dt Ci _ I Ci Teureup I Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang B4/HP Dul Bada Gadu Ci Pinanggading Liw Ci Keas I Ci Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Ci Keas ng Ci Rangra Ci Ci Bung en bulan Ant Ci Dur ang Ci B4 B4 39' B1 Ci Ci Paming B4 B4 B4 B4 Ci Kaniki Ci Her Bogor Selatan s Apu B4 I _ I B4 Ci Patat ian Ci CIBURIAL eng San Ci Hide B4 Ci B4 B4 B4 Ci Bada kis B4 I Ci Oma B4 k _ I Ear Ci Jambu B4/HP Ci Letu h ung B4 CIBEET Ci _ I Ci B4/HP s Ci Ci Rejeg I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I B4 Ci Letuh iK Ci eupa anc Gadog Ci Liwun g Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I B4 Ci B4 B4 Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I Tamansari Pina Megamendung Ci Pam ng wu eda B3 B. Nyamuk B6 N1 TIR TAY ASA Ci Durian r gki can lau Pu ara Mu P2 Mu P5 ntar Cilo ara S. BUND KR. Burung B4 nkon K.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I I_ Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur B2 gbu Ci Sinda G.TANGERANG. Caku Kali ap Ci Jantung ng Ci Ayan I_ uk Ci Manceuri K. K. Bira Kecil P. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. Sasakpan I_ I_ Bojonggede KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Liwung B4 _I I I_ I B4 Setu Pagam Ci Guha Ci Karang Ci Bolang Setu Batok K. Kelor Timur P. Damar Kecil N1 B4/HP S. B4 I I_ ng h ran g an g I B4 B1 B1 I I I B4 I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I B1 B2 I I Setu Tunggilis I Ci Panyai rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r B4 et Ci Be ing Ci Tangkurak B2 Ci Me t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r B4 t Ci Baregbeg Bee Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K.Jeletreng B3 B4 K. Sunter K. Sab K. Pateloran Barat Skala 1 . Batu TWA Ci Samp Ci B4 2211 Ci Ci Walen dul Ci Gun Ci Surian eteg Ker I I_ ay I I _I an G. Krendang tI K. Gosong Keroya P. 5. Sembi K. Payung Kecil 48' P. MELAYU BESAR BARAT JL. Hambalang Ci ian Tanahsareal I m A pea Ci e I _ I _ I Ci I Ci Kasu ngka B4/HP Ci Kaw ung B4 B4 Ci J Ci Seyah I Ci Kiam B4 Ci Ja Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I B3 reu m C ne ada iS Ci Teure up Ci Herang Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang Ci Baturuyuk I er Ci H ten B2 Bogor Utara B4 Ci Ci Omas _ I Ci deu ng An a B1 at u Ci Jurey Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis rian Du Ci B4 I Bogor Barat Ci Sin dan gba Sukamakmur jaw Ci Han ar g Ba len don Ci Hide ung Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci Jurey I Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along B2 B4/HP 36' I KOTA BOGOR Ci Keas B4 B4 Ci Sero Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber ak I I_ I TWA I I_ B4 Ci Rawak Ci I_ I_ Ci Sarante Ci Hideung Ci Apus Ci Kaniki I B2 I_ pea I Am CIDURIAN I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I Ci Jayanti B4 B4/HP ang Her B4 Ci Karet kgak I I B4 B3 Babakanmadang _ I Sukmajaya Ci I B4/HP an Ci _ I I en Ci Madang Ci Berang k B4/HP B4 gur _ I B4 B4 N2 Ci Berang Ci Du G. JATI JL. IMAM JL. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. Sebaru Besar P. PROK LAMAS T RAYA HALTE SARINAH Pulogadung Cakung Jalan Arteri Jalan Kolektor Rencana Kanal Waduk Rencana Waduk Sungai Danau/Situ Pusat Kegiatan Nasional MBA Matraman AN HALTE DUKUH ATAS Kedung Waringin MAS MATRAM JEND K. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. Perumahan Hunian sedang (Perdesaan) b. Ge mb S. Ba B6 N1 Mekarbaru Kronjo 03' an Terus an Apun g P2 Teluk Cileleus Muara Cislatip B4 K. I_ I I_ I K. Gab ah KABUPATEN KARAWANG K. B e k as i an Bug NA K. Burung Tg. Industri ringan non polutan dan berorientasi pasar Ci Genti s I I rak I B-2 30' a. Perumahan Hunian padat (Perkotaan) b. Teriti K. intrusiair laut. Sekre JL. Pertanian / Ladang B-4 Be et Om as Ci Beu a. KALI MALANG KOTA BEKASI B1 KABUPATEN BEKASI K. Mala ng Kramatjati Kali TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG B3 han INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 B3 Bar u Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. Lem i 12 HALTE GADING B5 R ro K. Kayuangin Melintang P. B3 Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. PS. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG Jatiuwung K. Panggang P. Pramuka ong P. Lemo I I_ B4 Ci 1030 G. Cimanggis Situ Rawakalong Pe sa Telaga Subur g B4 B4 Ci Palahl ar I I_ 24' B4 B4 I _ I B3 B4 B4 B4 I I_ Ca ri K. Pembu UKA JL. Bira Besar P. Kempul ran I Ci Sono G. GATO Permatahijau KABAU STASIUN PALMERAH Tanahabang T SUBR OTO STASIUN MENARA BATAVIA JL. Terminal Kampung Melayu Sek ra 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 B4 und HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. Tua Terminal Kali Deres R B1 11 D. Pantara Timur Ci Tarum nggi N1 Muara Bungin a S. Sekunder JAK WADUK CIPONDOH Cipondoh ga PRAM K. Riset 21' I Ci I_ I pea ng I KE CIKAMPE K e. DAAN MOGOT SATRIA Ci B1 dan e Batuceper WURUK JL. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung Ma B3 Ci Pa yae Ci I_ I OR BOG K. K. Angsana I_ Kud _ I 1 Ci. Bapak TE JL. S. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. Semut Kecil P. SUDI I_ I Cangkr NKARET JL. Blaca n P2 ne da Sa P5 Tg. Poris K. Sepa Barat P. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. danau.8 ng K. Wisata Alam c. Demang Ci I I_ Situ Kangin Situ Tonjong I I_ B1 Bojonggede empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua NAROGONG\P(1. Peternakan Agroindustri.290 Lt/dt) C B4 B4 B4 B4 Ci Kar ang Citeureup I_ ad _ I Ci S I I_ I _ I I ingk I B4 Ci Luar isan 30' _ I I I_ B4 _ I I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu B4 B4 K. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Tengah P. TUBUN KS. K. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. Kelor Barat P. DB. Asin P3 I Ci Karang K. Cipu B4 K.8 polb B5 ayu ang ning ng I_ I 1 K. Cina P. Sunter Ci Bunar Setu Ci Ka ran g I I_ B3 K. Kuburan Cina P. Pateloran Timur P. MT. Bulanb KE N1 B6 B6 56' ulan P5 S. Perikanan. Mandung ang B2 A OU ART TER I_ I JL.000 . Lay a B1 B4 ah I Setu Silala I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah B4/HP _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I I_ I B4 Pondok Terong B2 I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong B2 B4 Situ Cikaret Nambo I I_ ian I B4 I Ci I_ I Cibinong I_ I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang B2 Ci Cadas Ci Ket _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum B2 Bog _ I I Iwul B4 I I I_ Setu o _ I B4 I I I_ I ur aha n _ I I_ gde B4 B3 Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Par anje I B4 I Dan i _ I _ I K. METRO P esang gr a JL. Kongsi Tengah P. Ciher SUDA Balaraja SAHARI ang e Ba euh MAKAL I_ I K. Teras P2 B4/HP les S.Pemerintah Daerah dan BKSP Keppres nomor 114 tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur Peta Pola Pemanfaatan dan Struktur Ruang hasil konsultasi dengan Daerah Peta Kawasan Hutan dan Perairan Jabodetabek-Punjur. Boj ongk K. Pecah PETA STRUKTUR DAN POLA RUANG 06°00' S. Karangkeling S. Sad Sukadiri Mauk Ci Pasili B7/HP N1 K. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. Angke SARTIK 15' 2 JL. Yu Barat P. Peran langan K. Ci Jantra Ci Kolear I_ I B2 Pasarminggu Baru K. DEPOK. Rambut Pulauuntungjawa P. Angke B4 B2 Ci Langk Suwuk B4 Situ Cileduk Univ. Semut Besar P. Tambelang g K. Jikin K. Laki P.0 Apung B5 Ci Slatip B2 Kali S. Tangsi A1 GELOR JL. BEKASI. BOGOR. Genteng Besar P.A ja Ko Terminal Tanjung Priok S. retensi air intrusiair laut. onen g Kali ng kjara B2 Ci Payaeun Ci Rara b Kali G ro Cisoka Curug ng I_ I B2 Ci Sabik Kali go DEWI Sasa Pina JL. MH. Pondokcina _ I _ I Pru Beji K. CIDENG JL. Opak Kecil P. Betingcerme 32' 32' S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful