P. 1
perpres_54_2008_jabodetabekpunjur

perpres_54_2008_jabodetabekpunjur

|Views: 27|Likes:
Dipublikasikan oleh DwiyantiKusumaningrum

More info:

Published by: DwiyantiKusumaningrum on Apr 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/23/2012

pdf

text

original

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG

, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur) ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional yang memerlukan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang secara terpadu; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan Presiden; Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Jawa Barat; 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888); 5. Undang…

-25. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739); 9. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934); 11. Peraturan...

-311. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Pertama Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:
1. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan

ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. 2. Rencana...

yang selanjutnya disebut sebagai Kawasan Jabodetabekpunjur. mengendalikan erosi. dan sebagian wilayah Provinsi Banten. termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. mencegah banjir. 4. dan memelihara kesuburan tanah. 9.-42. dan pengendalian pemanfaatan ruang. sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. ekonomi. .. Cianjur. Kawasan resapan air adalah wilayah yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi yang berguna sebagai sumber air dan sebagai pengontrol tata air permukaan.. 8. budaya. pemanfaatan ruang. Depok. Sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan sungai. Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. 10. adalah kawasan strategis nasional yang meliputi seluruh wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. mencegah instrusi air laut. 6. Bekasi. Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. Kawasan hutan lindung adalah wilayah hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. pertahanan dan keamanan negara. 7. Sempadan. Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara. Bogor. dan/atau lingkungan. Kawasan Jakarta. Tangerang. Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. 5. sosial. 3. termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. Puncak.

13. kimiawi. Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan. 14. baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan. 16. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa taman nasional. 17. dan taman wisata alam. 11.. Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu. satwa. 12. taman hutan raya. 15.-510. Situ adalah suatu wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang airnya berasal dari tanah atau air permukaan sebagai siklus hidrologis yang merupakan salah satu bentuk kawasan lindung. dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.. Sempadan pantai adalah kawasan sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan fungsi pantai. Suaka. Kawasan sekitar mata air adalah wilayah di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. dan biologi. Kawasan pantai hutan bakau adalah wilayah pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberi perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan. . pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. Rawa adalah lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terusmenerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri yang khusus secara fisik.

Taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. sumber daya manusia. ilmu pengetahuan. 23. budaya. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. 22. Taman hutan raya adalah kawasan alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami. Kawasan cagar budaya adalah kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alami yang khas yang dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan. 21.. . 24. Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. jenis asli atau bukan asli. dan sumber daya buatan. dan rekreasi. dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. dan rekreasi. 18. musiman.-617. Kawasan pertanian lahan basah adalah kawasan budi daya pertanian yang memiliki sistem pengairan tetap yang memberikan air secara terus-menerus sepanjang tahun. menunjang budi daya. Kawasan. yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. pendidikan. 19. ilmu pengetahuan. pendidikan.. Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam baik daratan maupun perairan yang mempunyai ekosistem asli. pariwisata. atau bergilir dengan tanaman utama padi. menunjang budi daya. pariwisata. budaya. 20.

selanjutnya disebut Zona B. adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan lindung. Zona Penyangga. selanjutnya disebut Zona N. Reklamasi adalah kegiatan penimbunan dan pengeringan wilayah perairan. Kawasan rawan bencana alam geologi adalah kawasan yang potensial mengalami bencana alam geologi. 31. adalah zona pada kawasan budi daya di perairan laut yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan untuk melindungi kawasan budi daya dan/atau kawasan lindung yang berada di daratan dari kerawanan terhadap abrasi pantai dan instrusi air laut. 25. 32. .-724. 28. yang penggunaannya lebih bersifat terbuka. 27. selanjutnya disebut Zona P. 26. adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan budi daya. Zona Budi Daya. Zona adalah kawasan dengan peruntukan khusus yang memiliki batasan ukuran atau standar tertentu. 29. 30.. Prasarana dan sarana wilayah adalah kelengkapan dasar fisik yang memungkinkan wilayah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok. tempat tumbuh tanaman. Zona Non-Budi Daya. baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.. Pemerintah.

Bupati Bekasi. 40. dan Walikota Depok. Bupati Tangerang. atau Walikota. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang penataan ruang. dan Kota Depok. Bupati Cianjur. 36. 33. Pemerintah pusat. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Koefisien. Gubernur Jawa Barat. Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. Kota Bekasi. . Kota Bogor. Gubernur Banten.-8- 32. Bupati Bekasi. Kabupaten Bekasi. 37. Kota Tangerang. Provinsi Jawa Barat. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. 38. Gubernur Banten. Pemerintah daerah adalah Gubernur. selanjutnya disebut Pemerintah. Walikota Tangerang. Kepala daerah adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. untuk berminat dan bergerak dalam menyelenggarakan penataan ruang. Walikota Bogor. Peran masyarakat adalah berbagai kegiatan masyarakat yang timbul atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat. 34. Bupati/Walikota adalah Bupati Bogor. Bupati Bogor. Walikota Bekasi. Walikota Tangerang. Kabupaten Tangerang. Bupati. 39.. dan Walikota Depok. Provinsi Banten. Walikota Bekasi. Bupati Cianjur.. Kabupaten Bogor. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. dan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Walikota Bogor. 35. Kabupaten Cianjur. Bupati Tangerang.

perpanjangan hak. . adalah perbandingan antara luas dasar bangunan dan luas persil. 44. peralihan hak. Indeks konservasi alami adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis ideal untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan.. adalah perbandingan antara luas lantai bangunan dan luas persil. pemecahan hak. 41. selanjutnya disebut KDB. 46.. Bagian . Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Koefisien lantai bangunan. 45. kemiringan.-9- 40. 43. ketinggian. kemiringan. penggabungan hak. selanjutnya disebut KLB. Koefisien dasar bangunan. pembaruan hak. ketinggian. 42. serta izin penunjukan dan penggunaan tanah. dan guna lahan. dan guna lahan. jenis batuan. peningkatan hak. izin lokasi. Administrasi pertanahan adalah pemberian hak. izin perubahan penggunaan tanah. Indeks konservasi aktual adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis yang ada untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan. pemisahan hak. pembebanan hak. Koefisien zona terbangun adalah angka perbandingan antara luas total tapak bangunan dan luas zona. jenis batuan.

b.. mewujudkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan air kawasan. mengembangkan perekonomian wilayah yang produktif. (2) Sasaran penyelenggaraan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah: a.. efektif. 2) sinkronisasi pengembangan prasarana dan sarana wilayah secara terpadu.. dan 3) kesepakatan. .10 Bagian Kedua Tujuan dan Sasaran Pasal 2 (1) Tujuan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah untuk: a. terwujudnya kerja sama penataan ruang antarpemerintah daerah melalui: 1) sinkronisasi pemanfaatan kawasan lindung dan budi daya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk. dan c. tetap serta berlangsungnya tersedianya konservasi air dan tanah. menjamin tanah menanggulangi banjir. dan untuk air menjamin permukaan. dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan pembangunan yang berkelanjutan. mewujudkan keterpaduan penyelenggaraan penataan ruang antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan dengan memperhatikan keseimbangan kesejahteraan dan ketahanan.

2) kegiatan usaha pertanian berskala besar dan kecil menerapkan teknologi pertanian yang memperhatikan konservasi air dan tanah. c. 5) pelestarian flora dan fauna menjamin pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. 3) daya tampung yang bagi penduduk dan selaras dan serta dengan sarana dapat kemampuan lingkungan penyediaan bersih prasarana sehat mewujudkan jasa pelayanan yang optimal..11 - 3) kesepakatan antardaerah untuk mengembangkan sektor prioritas dan kawasan prioritas menurut tingkat kepentingan bersama. 2) tingkat peresapan air hujan dan tingkat pengaliran air permukaan menjamin tercegahnya bencana banjir dan ketersediaan air sepanjang tahun bagi kepentingan umum. dan 6) tingkat perubahan suhu dan kualitas udara tetap menjamin kenyamanan kehidupan lingkungan.. b.. dan sistem irigasi. 4) situ berfungsi sebagai daerah tangkapan air. dan fauna dengan ketentuan: 1) tingkat erosi tidak mengganggu. tercapainya optimalisasi fungsi budi daya dengan ketentuan: 1) kegiatan budi daya tidak melampaui daya dukung dan ketersediaan sumber daya alam dan energi. sumber air baku. terwujudnya peningkatan fungsi lindung terhadap tanah. . 4) pengembangan. flora. udara. 3) kualitas air menjamin kesehatan lingkungan. air.

industri. penanggulangan banjir. . permukiman penerapan lingkungan hidup. serta membuka kesempatan kerja dan berusaha yang optimal bagi penduduk setempat dalam kegiatan pariwisata. serasi dengan lingkungan. Bagian.. dan pengembangan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. melalui kegiatan perencanaan tata ruang. pemanfaatan ruang.. tercapainya keseimbangan antara fungsi lindung dan fungsi budi daya. d. dan pengendalian pemanfaatan ruang. 5) kegiatan pariwisata tetap menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat. Pasal 4 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki fungsi sebagai pedoman bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam penyelenggaraan penataan ruang secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur..12 4) pengembangan kegiatan industri menunjang pengembangan kegiatan ekonomi lainnya. dan 6) tingkat dan gangguan pencemaran melalui lingkungan baku yang mutu serendah-rendahnya dari kegiatan transportasi. Bagian Ketiga Peran dan Fungsi Pasal 3 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki peran sebagai acuan bagi penyelenggaraan pembangunan yang berkaitan dengan upaya konservasi air dan tanah. upaya menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk.

(3) Sebagian wilayah Provinsi Banten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dan seluruh wilayah Kota Tangerang. Kecamatan Pacet. BAB II. (2) Sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. dan pembinaan. dan Kecamatan Cipanas. pengawasan pemanfaatan ruang. arahan pemanfaatan ruang. dan sebagian wilayah Provinsi Banten. . seluruh wilayah Kota Bogor.. Paragraf 2 Lingkup Pengaturan Pasal 6 Peraturan Presiden ini meliputi kebijakan dan strategi penataan ruang. seluruh wilayah Kota Depok.13 Bagian Keempat Ruang Lingkup Paragraf 1 Cakupan Kawasan Pasal 5 (1) Kawasan Jabodetabekpunjur meliputi seluruh wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. peran masyarakat. seluruh wilayah Kota Bekasi.. Kecamatan Sukaresmi. kelembagaan. arahan pengendalian pemanfaatan ruang. sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. rencana tata ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. dan sebagian wilayah Kabupaten Cianjur yang meliputi Kecamatan Cugenang. seluruh wilayah Kabupaten Bogor..

c. serta menanggulangi banjir dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan. BAB III. Bagian Kedua Strategi Penataan Ruang Pasal 8 Strategi penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan pelaksanaan dari kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang meliputi: a. menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan. mendorong terselenggaranya pembangunan kawasan yang dapat menjamin tetap berlangsungnya konservasi air dan tanah.. mendorong pengembangan perekonomian wilayah yang produktif.14 BAB II KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG Bagian Pertama Kebijakan Penataan Ruang Pasal 7 Kebijakan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 adalah ruang mewujudkan kawasan keterpaduan rangka penyelenggaraan lingkungan hidup. efektif.. b. mendorong terselenggaranya pengembangan kawasan yang berdasar atas keterpaduan antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan. dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan.. penataan dalam keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian .

15 BAB III RENCANA TATA RUANG KAWASAN JABODETABEKPUNJUR Bagian Pertama Umum Pasal 9 (1) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur berisi: a.. rencana struktur ruang. dan b. (4) Rencana pola ruang merupakan rencana distribusi peruntukan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. rencana pola ruang. (3) Rencana struktur ruang merupakan rencana pengembangan susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat yang secara hierarki memiliki hubungan fungsional. (2) Sistem… . (2) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan alat untuk keterpaduan dan sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur. Bagian Kedua Rencana Struktur Ruang Pasal 10 (1) Rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) terdiri atas sistem pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana.

. i. g. (3) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. h. Bagian Ketiga Rencana Pola Ruang Pasal 11 (1) Rencana pola ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (4) terdiri atas rencana distribusi ruang untuk kawasan lindung dan kawasan budi daya.. sistem pengelolaan persampahan. f. serta memperhatikan fungsi dan arah pengembangan pusat-pusat permukiman. sistem transportasi darat. sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. sistem jaringan tenaga listrik..16 (2) Sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hierarki pusat permukiman sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. (2) Ruang. sistem pengelolaan air limbah. sistem drainase dan pengendalian banjir. e. sistem penyediaan air baku. b. dan j. sistem transportasi laut. (4) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) direncanakan secara terpadu antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. d. c. . sistem transportasi udara. sistem jaringan telekomunikasi.

Zona Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona B1. Zona Budi Daya 7 yang selanjutnya disebut Zona B7. Zona Penyangga 3 yang selanjutnya disebut Zona P3. d. Zona Budi Daya 5 yang selanjutnya disebut Zona B5.. Zona Non-Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona N1. . Zona Non-Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona N2. Zona Budi Daya 6 yang selanjutnya disebut Zona B6. (5) Zona Penyangga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. Zona Penyangga 1 yang selanjutnya disebut Zona P1. Zona Budi Daya 3 yang selanjutnya disebut Zona B3. c. (3) Ruang untuk kawasan budi daya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Budi Daya dan Zona Penyangga. b. Zona Penyangga 4 yang selanjutnya disebut Zona P4. b.. Zona Budi Daya 4 yang selanjutnya disebut Zona B4. e. Zona Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona B2. Zona Penyangga 2 yang selanjutnya disebut Zona P2. dan b. f. dan e. c.17 (2) Ruang untuk kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Non-Budi Daya sebagai berikut: a. d. (4) Zona Budi Daya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. Zona Penyangga 5 yang selanjutnya disebut Zona P5. dan g. BAB IV..

dan kota lainnya. Cimanggis. Cinere. (4) Arahan . dan Tambun/Cikarang. dengan kota inti adalah Jakarta dan kota satelit adalah Bogor. Tangerang. Setu.. (3) Dalam arahan struktur ruang dikembangkan Jalan Lingkar Luar Jakarta Kedua (Jakarta Outer Ring Road 2) dan jalan radialnya sebagai pembentuk struktur ruang Jabodetabekpunjur dan untuk memberikan pelayanan pengembangan sub pusat perkotaan antara lain Serpong/Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. Bagian Pertama Arahan Pengembangan Sistem Pusat Permukiman Pasal 13 (1) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 diarahkan pada terbentuknya fungsi dan hierarki pusat permukiman sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.. Bekasi.18 BAB IV ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 12 Untuk mewujudkan rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ditetapkan arahan pengembangan sistem pusat permukiman dan arahan pengembangan sistem jaringan prasarana.. Cileungsi. (2) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya untuk mendorong pengembangan Pusat Kegiatan Nasional Kawasan Perkotaan Jakarta. . Depok.

Pasal 15 (1) Sistem transportasi darat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf a terdiri atas jaringan transportasi jalan. b.. dan penyeberangan. jaringan jalur kereta api. Tangerang. dan Depok ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sebaliknya. c. . Bagian Kedua Arahan Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Pasal 14 Pengembangan sistem transportasi diarahkan pada keterpaduan dan saling mendukung intra moda dan inter moda. danau. (2) Penataan dan pengembangan sistem transportasi darat di Kawasan Jabodetabekpunjur diarahkan pada: a. Bekasi. yang meliputi moda transportasi darat. penataan angkutan masal jalan rel dengan angkutan jalan.19 (4) Arahan pengembangan sistem pusat permukiman digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. dan udara dengan mempertimbangkan kemudahan dan efisiensi pengguna jasa transportasi yang berdasarkan analisis bangkitan dan tarikan lalu lintas antarpusat kegiatan.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. pemisahan. laut.. dan jaringan transportasi sungai. peningkatan pemanfaatan jaringan jalur kereta api pada ruas-ruas tertentu sebagai prasarana pergerakan komuter dari wilayah Bogor..

pengembangan jalan yang menghubungkan antarwilayah dan antarpusat permukiman. perdagangan. h.20 - c. pengembangan sistem transportasi sungai yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. g. industri. d. jasa dan simpul-simpul transportasi serta pengembangan jalan penghubung antara jalan selain jalan tol dengan jalan tol. i. . pembangunan jalan setingkat jalan arteri primer atau kolektor primer yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Citayam di Kota Depok ke jalan lingkar luar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.. pertanian.. (3) Untuk. perkeretaapian monorel. pemisahan penggunaan prasarana antara jaringan jalur kereta api yang bersifat komuter dan jaringan jalur kereta api yang bersifat regional dan jarak jauh. pengembangan sistem jaringan transportasi masal yang menghubungkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan pusat-pusat kegiatan di sekitarnya. pembangunan jalan rel yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. f. e.. pengembangan jalan tol dalam kota di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang terintegrasi dengan jalan tol antarkota sesuai dengan kebutuhan nyata. dan j. dan moda transportasi lainnya. pengembangan sistem transportasi masal cepat yang terintegrasi dengan bus yang diprioritaskan.

termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api..000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. . (5) Arahan sistem transportasi darat digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Transportasi Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50..21 - (3) Untuk menjamin keselamatan transportasi jalan dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan transportasi jalan. Pasal 16 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf b diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut. yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api. (2) Untuk.. (4) Untuk menjamin keselamatan perkeretaapian dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan perkeretaapian. ruang milik jalur kereta api. penataan ruang di sekitar dan di kawasan terminal dan sepanjang jalan harus memperhatikan rencana pengembangan transportasi jalan dan ketentuan keselamatan transportasi jalan. penataan ruang di sekitar dan di kawasan stasiun dan sepanjang jaringan jalur kereta api harus memperhatikan rencana pengembangan perkeretaapian dan ketentuan keselamatan perkeretaapian pada jaringan jalur kereta api. dan ruang pengawasan jalur kereta api.

serta keseimbangan lingkungan secara terpadu. penataan ruang di sekitar dan di kawasan pelabuhan harus memperhatikan kegiatan kepelabuhanan sesuai dengan rencana induk pelabuhan dan ketentuan keselamatan pelayaran pada Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) serta Tatanan Kepelabuhanan Nasional.. pertanian. (2) Untuk menjamin keselamatan operasi penerbangan dan keberlanjutan pengoperasian bandar udara. (3) Pengembangan. perkotaan. (2) Pengelolaan sistem air baku harus memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air untuk kegiatan rumah tangga. penataan ruang di sekitar dan di kawasan bandar udara harus memperhatikan kegiatan kebandarudaraan sesuai dengan rencana induk bandar udara dan ketentuan kawasan keselamatan operasi penerbangan serta Tatanan Kebandarudaraan Nasional. industri.22 (2) Untuk menjamin keselamatan pelayaran dan keberlanjutan pengoperasian pelabuhan. Pasal 17 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf c diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut. . dan pemeliharaan sungai. Pasal 18 (1) Penyediaan air baku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf d dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada dan pengembangan prasarananya...

pusat bisnis. (5) Ketentuan.23 (3) Pengembangan prasarana air baku dapat dilakukan dengan pembangunan dan pengelolaan waduk multiguna.. dan pemeliharaan sungai. (3) Sistem pengelolaan air limbah bagi kegiatan domestik/rumah tangga merupakan sistem yang terpisah dari pengelolaan air limbah industri. (2) Strategi pengelolaan air limbah diarahkan untuk pengurangan. (4) Strategi pengelolaan sistem penyediaan air baku adalah dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan serta kelestarian daerah aliran sungai.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. . saluran pembawa. dan sumber-sumber air lainnya... dan sentra industri. pemanfaatan kembali. dan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah bagi kegiatan permukiman dan industri dengan memperhatikan baku mutu limbah cair. (4) Sistem pengelolaan air limbah dilaksanakan secara terpusat terutama pada kawasan perumahan padat. yang pengelolaannya dilakukan dengan kerja sama antardaerah. (5) Arahan pengelolaan sistem air baku digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. Pasal 19 (1) Penataan sistem pengelolaan air limbah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf e harus memperhatikan kualitas sanitasi lingkungan dan meminimalkan pencemaran air tanah dan air permukaan. pengelolaan situ.

.24 (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan air limbah diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun harus memperhatikan tersedianya prasarana dan sarana pengolahan limbah yang telah terpasang. (3) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dilakukan berdasarkan kriteria teknis sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. serta jalan. (2) Strategi… . dan persawahan. perkantoran. dan sumber daya air serta meningkatkan kualitas lingkungan. Pasal 21 (1) Sistem drainase dan pengendalian banjir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf g diarahkan untuk mengurangi bahaya banjir dan genangan air bagi kawasan permukiman. (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. industri. tanah. Pasal 20 (1) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f diarahkan untuk meminimalkan pencemaran udara. perdagangan. (4) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat.

normalisasi sungai-sungai dan anak-anak sungainya. pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan kawasan budi daya yang dilaksanakan dengan ketat di kawasan hulu hingga sepanjang daerah aliran sungai. penataan sungainya. c.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.25 (2) Strategi drainase dan pengendalian banjir dilaksanakan dengan pengelolaan sungai terpadu dengan sistem drainase wilayah. (3) Arahan a. . Pasal 22. pengembangan kawasan sempadan sungai dan anak-anak (4) Penetapan normalisasi sungai dan anak-anak sungainya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dan huruf c diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan pembangunan prasarana drainase.. dan pengendalian pembangunan di sempadan sungai. pembangunan prasarana dan pengendali banjir.. f. pengendalian debit air sungai dan peningkatan kapasitas sungai. drainase dan pengendalian banjir di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan melalui upaya: rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan kawasan tangkapan air. peningkatan fungsi situ-situ dan waduk sebagai daerah penampungan air dengan sistem polder. waduk-waduk pengendali banjir dan pelestarian situ-situ serta daerah retensi air. (5) Arahan pengendalian banjir digambarkan pada Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir dengan skala 1:50. sungai-sungai prioritas untuk penataan dan d. pembuatan sudetan sungai.. b. e.

meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik dalam pengembangan Kawasan Jabodetabekpunjur. (2) Strategi pengelolaan persampahan Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dengan pemanfaatan kembali. dan pengolahan sampah dengan memperhatikan kriteria teknis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.26 Pasal 22 (1) Sistem pengelolaan persampahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf h dikembangkan secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. b. Depok. dan c.. Tangerang. Bekasi. dan Cianjur serta berada pada jarak aman yang tidak mencemari lingkungan di sekitarnya. meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik terisolasi di Kepulauan Seribu. (3) Arahan pengelolaan persampahan terpadu pada Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan penentuan lokasi tempat pembuangan akhir dan pengolahan sampah terutama incinerator yang tidak mencemari lingkungan. (2) Pengembangan. Pasal 23 (1) Sistem jaringan tenaga listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf i diarahkan untuk: a... . Bogor. daur ulang. (4) Penentuan lokasi tempat pembuangan akhir di Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan daya tampung dan volume sampah domestik dan nondomestik dari Jakarta. mendukung pengembangan jaringan transmisi tenaga listrik terinterkoneksi.

Pasal 24 (1) Sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf j diarahkan untuk: a. b. mendukung perwujudan struktur ruang kawasan.. b. c.27 (2) Pengembangan jangka panjang. mendukung pengembangan sistem jaringan telekomunikasi nasional. meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke Kawasan Jabodetabekpunjur. (4) Pengembangan sistem jaringan tenaga listrik dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. dan c. dan d. sistem jaringan tenaga listrik dilakukan sistem jaringan tenaga listrik harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.. meningkatkan penyediaan informasi yang handal dan cepat di seluruh Kawasan Jabodetabekpunjur dalam rangka perwujudan struktur ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. .. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan tenaga listrik diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Pengembangan a. kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. (2) Pengembangan. meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke seluruh pelosok Kawasan Jabodetabekpunjur.

kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.. sempadan sungai. kawasan . sempadan pantai. e.28 (2) Pengembangan jangka panjang. kawasan resapan air. Bagian Ketiga Pengelolaan Kawasan Lindung Pasal 25 (1) Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a terdiri atas: a. mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. c. (3) Pengembangan a. kawasan hutan lindung.. (4) Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. d. b. dan c. kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen). . f.. b. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan telekomunikasi diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. sistem jaringan telekomunikasi dilakukan sistem jaringan telekomunikasi harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat serta keselamatan penerbangan.

kawasan pantai berhutan bakau.. dan c. bencana banjir. dan air permukaan. air tanah. taman nasional. amblesan. j. rawa. penelitian.29 f. tipe ekosistem. perlindungan keanekaragaman biota. taman wisata alam. suaka margasatwa. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 diarahkan untuk: a. Pasal 26 (1) Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf b terdiri atas: a. kawasan sekitar danau. serta . pengembangan… b. e. mencegah dan/atau mengurangi dampak akibat bencana alam geologi. c. g. erosi. menjaga fungsi hidrologi tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah. dan kawasan rawan bencana alam geologi. i. f. b. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. dan c. taman hutan raya. b. gejala dan keunikan alam untuk kepentingan perlindungan plasma nutfah. cagar alam. h. konservasi budaya. (2) Pemanfaatan ruang Zona N1 diarahkan untuk konservasi air dan tanah dalam rangka: a. d. kawasan sekitar mata air. mencegah abrasi. waduk. dan sedimentasi. dan kawasan cagar budaya. dan situ.

(2) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1).. dan perlindungan dari pencemaran. Pasal 27 (1) Pemanfaatan ruang Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1).. (2) Jenis kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 28 (1) Pemanfaatan ruang di kawasan lindung dibatasi pada kegiatan yang menjamin tidak terganggunya fungsi lindung. pengembangan kegiatan pendidikan dan penelitian. . (3) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c harus dapat menjaga fungsi lindung. rekreasi dan pariwisata ekologis bagi peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya.30 c. Pasal 30. Pasal 29 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melakukan rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan di kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dengan tutupan tumbuhan tetap..

. kecuali bangunan yang dimaksudkan bagi upaya peningkatan fungsi lindung. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah.31 Pasal 30 (1) Di kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf a dilarang menyelenggarakan: a. kegiatan mendirikan bangunan. penebangan pohon. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. kegiatan penggalian yang berakibat terganggunya fungsi lindung kawasan. fungsi hidrologi dan hidraulis. b. dan/atau c. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. pemanfaatan… . serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kelestarian flora dan fauna. (2) Di kawasan resapan air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf b dilarang menyelenggarakan kegiatan yang mengurangi daya serap tanah terhadap air. kelestarian flora dan fauna. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. (4) Di sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan: a. mengganggu kesuburan serta keawetan tanah. (3) Di kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a. b. kegiatan sehingga yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi dan dan luas perusakan terhadap keutuhan kawasan dan ekosistemnya mengurangi/menghilangkan kawasan seperti perambahan hutan. penebangan tanaman. dan perburuan satwa yang dilindungi. fungsi hidrologi. pembukaan lahan. dan/atau b.

kecuali yang dimaksudkan bagi kepentingan umum yang terkait langsung dengan ekosistem laut. kegiatan yang merusak kualitas air sungai. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian fungsi pantai. fungsi hidrologi. dan/atau c. serta mengganggu aliran air. menyebabkan penurunan kondisi fisik kawasan sekitar danau. . fungsi hidrologi dan hidraulis. dan/atau c.. dan situ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. pemanfaatan hasil tegakan. dan/atau c. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. kelestarian flora dan fauna.32 b. kondisi fisik tepi sungai dan dasar sungai. b. pemanfaatan ruang yang mengganggu akses terhadap kawasan sempadan pantai. (5) Di sempadan pantai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. dan situ. dan situ. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. (6) Di kawasan sekitar danau. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. serta mengganggu debit air. kelestarian flora dan fauna. (7) Di kawasan sekitar mata air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf g dilarang menyelenggarakan: a. b.. b. waduk. kegiatan yang menyebabkan penurunan kualitas air danau. waduk. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. pemanfaatan hasil tegakan. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. pemanfaatan. waduk..

(9) Di kawasan pantai hutan bakau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf i dilarang melakukan perusakan hutan bakau dan/atau menyelenggarakan pemanfaatan ruang yang mengganggu fungsi hutan bakau sebagai pembentuk ekosistem hutan bakau dan/atau tempat berkembangbiaknya berbagai biota laut di samping sebagai pelindung pantai dari pengikisan air laut serta pelindung usaha budi daya di sekitarnya. mengubah bentang alam dan tipe ekosistem. dan/atau hayati. pemanfaatan hasil tegakan. (10) Di kawasan rawan bencana alam geologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf j dilarang menyelenggarakan pembangunan dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa mempertimbangkan aspek bencana geologi untuk kelestarian fungsi lingkungan hidup. (8) Di rawa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf h dilarang menyelenggarakan reklamasi dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa disertai rekayasa teknis untuk mempertahankan fungsi rawa sebagai sumber air dan daerah retensi air. kondisi fisik kawasan sekitarnya. fauna. b.. (2) Di kawasan. dan daerah tangkapan air kawasan yang bersangkutan. c.33 b. Pasal 31 (1) Di kawasan cagar alam dan kawasan suaka margasatwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf a dan huruf b dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan kegiatan yang: a. dan keanekaragaman . mengganggu kelestarian flora... dan/atau kegiatan yang merusak kualitas air.

kelestarian flora dan fauna. dapat merusak atau mengganggu koleksi tumbuhan dan satwa baik yang bersifat alami maupun buatan.34 (2) Di kawasan taman nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a. dan/atau b. mengganggu arsitektur bentang alam untuk keperluan pariwisata. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman wisata alam. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. dan pendidikan. (5) Di kawasan. maupun menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional. b. budaya. kelestarian flora dan fauna. baik mengurangi.. yang asli dan bukan asli. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam.. dan/atau b. fungsi dan luas zona inti. fungsi hidrologi. pengembangan ilmu pengetahuan. . serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kesuburan dan keawetan tanah. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. (3) Di kawasan taman hutan raya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan/atau kegiatan yang: a. menghilangkan dan/atau c. (4) Di kawasan taman wisata alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. fungsi hidrologi. kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional..

e. kegiatan yang merusak kekayaan budaya bangsa yang berupa peninggalan sejarah. c. d. pemanfaatan ruang dan kegiatan yang mengubah bentukan geologi tertentu yang mempunyai manfaat tinggi untuk pengembangan ilmu pengetahuan. situ. dan monumen nasional serta wilayah dengan bentukan geologi tertentu.35 (5) Di kawasan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian lingkungan di sekitar peninggalan sejarah. waduk. c. dan (3) Penetapan… . kawasan konservasi. kawasan pantai hutan bakau dan rawa di pantai utara. (2) Kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. bangunan arkeologi. rawa. Pasal 32 (1) Dalam perencanaan kawasan lindung ditetapkan kawasan lindung prioritas dengan kriteria sebagai ruang terbuka hijau regional. b. dan f. kawasan hutan lindung. b. bangunan arkeologi. dan/atau d. kawasan resapan air dan/atau retensi air. monumen nasional. dan/atau daerah resapan air.. pemanfaatan ruang yang mengganggu upaya pelestarian budaya masyarakat setempat.

Bagian Keempat Pengelolaan Kawasan Budi Daya Pasal 33 (1) Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf a merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan tinggi. (4) Proporsi ruang terbuka hijau publik kota/perkotaan di Kawasan Jabodetabekpunjur paling rendah 20% (dua puluh persen) dari luas wilayah masing-masing kota/perkotaan.. baik vertikal maupun horizontal. tingkat pelayanan prasarana dan sarana rendah. (2) Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf b merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan sedang dan tingkat pelayanan prasarana dan sarana sedang. tingkat pelayanan prasarana dan sarana tinggi. dan merupakan kawasan resapan air. (4) Zona… . (3) Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf c merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah.36 (3) Penetapan lokasi kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. dan bangunan gedung dengan intensitas tinggi.

(2) Zona... serta merupakan areal pertanian lahan basah bukan irigasi teknis dan pertanian lahan kering. (7) Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf g merupakan zona yang berdekatan dengan Zona N1 pantai dengan karakteristik memiliki daya dukung lingkungan rendah.. rawan intrusi air laut. rawan abrasi. (6) Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf f merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah. . (5) Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf e merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai kesesuaian lingkungan untuk budi daya pertanian dan mempunyai jaringan irigasi teknis.37 (4) Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf d merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah tetapi subur dan merupakan kawasan resapan air. dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah. Pasal 34 (1) Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf a merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai.

(4) Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf d merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B2 pantai. (5) Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf e merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B6 dan/atau B7. perdagangan dan jasa. dan difungsikan sebagai pusat pengembangan kegiatan ekonomi unggulan.. Pasal 36. Pasal 35 (1) Pemanfaatan ruang Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) diarahkan untuk perumahan hunian padat.38 (2) Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf b merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai yang mempunyai potensi untuk reklamasi. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui penerapan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dalam aturan daerah. serta industri ringan nonpolutan dan berorientasi pasar. (3) Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf c merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B1 pantai.. .. (3) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang berada di pantai utara Jakarta dapat dilakukan melalui rehabilitasi dan/atau revitalisasi kawasan.

(2) Pemanfaatan ruang pada Zona B2 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pengendalian pembangunan perumahan baru dan pengendalian kawasan terbangun dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. (2) Pemanfaatan. Pasal 38 (1) Pemanfaatan ruang Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (4) diarahkan untuk perumahan hunian rendah.. perikanan. perdagangan dan jasa. peternakan.. industri padat tenaga kerja. dan untuk mempertahankan fungsi kawasan resapan air. dan diupayakan berfungsi sebagai kawasan resapan air.39 Pasal 36 (1) Pemanfaatan ruang Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) diarahkan untuk perumahan hunian sedang. .. perkebunan. dan hutan produksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pertanian lahan basah. pertanian lahan kering. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. pertanian. agroindustri. Pasal 37 (1) Pemanfaatan ruang Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (3) diarahkan untuk perumahan hunian rendah.

(2) Pemanfaatan ruang pada Zona B5 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara intensifikasi pertanian lahan basah dengan teknologi tepat guna. Pasal 40 (1) Pemanfaatan ruang Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (6) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya dan/atau penyangga fungsi Zona N1. Pasal 41… . peternakan. agroindustri. Pasal 39 (1) Pemanfaatan ruang Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (5) diarahkan untuk pertanian lahan basah beririgasi teknis. perikanan. perkebunan. dan hutan produksi dengan teknologi tepat guna dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah.40 (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B4 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan pelaksanaan kegiatan budi daya pertanian lahan basah. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B6 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 50% (lima puluh persen). lahan kering..

Pasal 42 (1) Pemanfaatan ruang Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dilaksanakan melalui upaya menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona.. intrusi air laut. pencemaran. khususnya dalam mencegah abrasi. intrusi air laut. penjaga dan penyangga fungsi Zona N1. . penyelenggaraan. pencemaran. dan b. menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona... (2) Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) dilaksanakan melalui upaya: a. khususnya dalam mencegah abrasi. dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B7 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen). serta berfungsi sebagai pengendali banjir terutama dengan penerapan sistem polder. dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1.41 Pasal 41 (1) Pemanfaatan ruang Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (7) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya.

usaha perikanan rakyat. kecuali pada lokasi yang secara rekayasa teknologi memungkinkan jarak dapat diminimalkan. menjaga fungsi Zona B2 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai.42 b. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. menjaga fungsi Zona B1 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu fungsi pusat pembangkit tenaga listrik. dan pelabuhan. penyelenggaraan. dan tidak mengganggu muara sungai. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. penyelenggaraan reklamasi dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen) dan/atau konstruksi bangunan di atas air secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya. (3) Pemanfaatan ruang Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) dilaksanakan melalui upaya: a. muara sungai.. tidak mengganggu fungsi pembangkit tenaga listrik. dan jalur lalu lintas laut dan pelayaran. (4) Pemanfaatan ruang Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) dilaksanakan melalui upaya: a.. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. dan b. . dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. dan b.. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 300 (tiga ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter.

43 b.. jalur lalu lintas laut dan pelayaran.. . penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 45% (empat puluh lima persen) dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. (5) Pemanfaatan ruang Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) dilaksanakan melalui upaya: a. usaha perikanan rakyat. Pasal 43 Kawasan pertanian lahan basah beririgasi teknis dilarang dialihfungsikan untuk kegiatan lain. Pasal 44.. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. dan b. menjaga fungsi Zona B6 dan/atau Zona B7 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu muara sungai.

b. dan/atau c. (3) Di Zona B6 dan B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 dan Pasal 41 dilarang melakukan pembangunan yang dapat mengganggu atau merusak fungsi lingkungan hidup. dan/atau b. (4) Kegiatan pembangunan yang diperkenankan di Zona B6 dan B7 dilakukan berdasarkan hasil kajian mendalam dan komprehensif dan setelah mendapat rekomendasi dari ketua badan yang tugas dan fungsinya mengkoordinasikan penataan ruang nasional.44 Pasal 44 (1) Di Zona B1 dan B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 dilarang: a. pariwisata. mengubah bentang alam. bangunan gedung. mengurangi areal produktif pertanian dan wisata alam. (2) Di Zona B3.. membangun industri yang mencemari lingkungan dan banyak menggunakan air tanah. Pasal 46… . dan B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. menambah dan/atau memperluas industri sebagaimana dimaksud pada huruf a di Kecamatan Cimanggis. perumahan dan permukiman. Pasal 38. Kecamatan Cibinong. Pasal 45 Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (2) untuk kegiatan budi daya dilaksanakan berdasarkan hasil kajian mendalam dari dan ketua komprehensif badan yang dan setelah dan mendapat fungsinya rekomendasi tugas mengkoordinasikan penataan ruang nasional. dan Pasal 39 dilarang melakukan pembangunan yang: a. dan Kecamatan Gunung Putri. mengurangi daya resap air. dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. sumber daya air. B4.

dan d. memiliki potensi strategis yang memberikan keuntungan dalam pengembangan sosial dan ekonomi. daerah aliran sungai yang kritis. memiliki aksesibilitas tinggi yang didukung oleh prasarana transportasi yang memadai. nasional. dan kawasan sekitar pelabuhan laut. Pasal 47 Pola ruang kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. e. kawasan pertanian beririgasi teknis.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. kegiatan perdagangan dan pusat kegiatan industri. berdampak luas terhadap pengembangan regional. c. c.. kawasan sekitar bandar udara. b. b. dan internasional. . f. d... kawasan pusat kegiatan ekonomi yang mencakup pusat (3) Penetapan lokasi kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. (2) Kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. memiliki peluang investasi yang menghasilkan nilai tinggi. Pasal 48.45 Pasal 46 (1) Dalam perencanaan kawasan budi daya ditetapkan kawasan budi daya prioritas dengan kriteria sebagai berikut: a. kawasan perbatasan antardaerah.

dan Zona P diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing dengan memperhatikan: a. (4) Indeks.. . Zona P4. dan Zona P5 diberikan kepada pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.. peraturan zonasi. persyaratan-persyaratan teknis. dan (2) Pengaturan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan melalui koordinasi antarinstansi Pemerintah dan pemerintah daerah.. (3) Hak pengelolaan dalam pemanfaatan ruang Zona P2. BAB V ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 49 (1) Rencana tata ruang wilayah provinsi/kabupaten/kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur harus disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. rencana rinci tata ruang. Zona P3. oleh Pemerintah dan pemerintah daerah b. Zona B. (2) Rencana tata ruang wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabarkan lebih lanjut dalam rencana rinci yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah untuk mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang dilengkapi dengan peraturan zonasi.46 Pasal 48 (1) Pemanfaatan ruang Zona N. (3) Penyusunan rencana rinci dan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual. c.

. Pasal 52 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diselenggarakan pula dalam rangka penyelesaian administrasi pertanahan. perkantoran. Pasal 51 Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sebagai upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang melalui penetapan peraturan zonasi. serta pengenaan sanksi. perizinan. dan pemerintah daerah kabupaten/kota memasyarakatkan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dan rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) sesuai dengan kewenangannya masing-masing. (2) Penyelesaian.47 (4) Indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual digunakan untuk menentukan alokasi pemanfaatan ruang yang meliputi permukiman.. pemerintah daerah provinsi. dan rekayasa teknologi yang diperlukan.. dan kegiatan pertanian. KDB.. ruang terbuka hijau. (5) Penyusunan rencana rinci sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. pemberian insentif dan disinsentif. dan garis sempadan bangunan. KLB. Pasal 50 Pemerintah. amplop ruang yang meliputi koefisien dasar ruang hijau.

- 48 (2) Penyelesaian administrasi pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan apabila pemohon atau pemegang hak atas tanah atau kuasanya memenuhi syarat-syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. (3) Syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan satu kesatuan proses dalam penyelenggaraan administrasi pertanahan.

Pasal 53 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan oleh

bupati/walikota berdasarkan arahan dan rekomendasi gubernur dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dilaksanakan oleh Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (3) Koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan oleh gubernur masing-masing wilayah. (4) Dalam melaksanakan koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang, gubernur berkonsultasi dengan Menteri. (5) Gubernur menyampaikan laporan pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang secara berkala kepada Presiden melalui Menteri. (6) Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 54...

- 49 Pasal 54 Peraturan zonasi merupakan pedoman pengendalian pemanfaatan ruang yang disusun berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. Pasal 55 (1) Setiap pemanfaatan ruang harus mendapatkan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh Pemerintah dan pemerintah daerah menurut kewenangan masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 56 Dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang, agar pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, insentif dan/atau disinsentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diterapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 57 Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51

dimaksudkan untuk: a. melakukan tindakan penertiban terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi; dan b. mengembalikan fungsi ruang melalui rehabilitasi dan revitalisasi kawasan. Pasal 58…

- 50 Pasal 58 (1) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b merupakan bagian dari tindakan mengatur atau menata kembali pemanfaatan tanah dan bangunan yang tidak sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Pelaksanaan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b diprioritaskan pada kawasan lindung di Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Cisarua di Kabupaten Bogor dan di Kecamatan Pacet, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cugenang, dan Kecamatan Cipanas di Kabupaten Cianjur, serta di lokasi-lokasi lain yang ditetapkan berdasarkan keputusan bersama antardaerah. BAB VI PENGAWASAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 59 (1) Pengawasan kegiatan pemanfaatan ruang diselenggarakan dan evaluasi melalui terhadap pemantauan, pelaporan,

pemanfaatan ruang. (2) Kegiatan pemantauan, pelaporan, dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan secara berkesinambungan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. (3) Dalam penyelenggaraan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah dan pemerintah daerah melibatkan partisipasi masyarakat. Pasal 60...

bupati/walikota. pengakuan. camat. dan Menteri. b. perpindahan. gubernur. pemantauan terhadap kegiatan budi daya yang ada di kawasan lindung dan kawasan pertanian lahan basah dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantungan terhadap fungsi yang sudah ditetapkan. gubernur sampai dengan Menteri. perpanjangan.. camat. laporan tersebut dilengkapi dengan materi laporan yaitu: 1) perkembangan pembangunan fisik. dan memeriksa dengan cermat perubahan kualitas tata ruang dan lingkungan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang. pemantauan dilakukan baik terhadap kegiatan di kawasan lindung maupun di kawasan budi daya dengan memperhatikan kesesuaian dengan rencana tata ruang. peralihan.. mengawasi. c. peningkatan. Pasal 61 (1) Kegiatan a. 2) perkembangan pemberian. . dan d. pelaporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: laporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan berjenjang melalui dimulai pelaporan dari kepala secara periodik dan desa/lurah. pencabutan. pemantauan merupakan usaha atau perbuatan mengamati. pembatalan. dan pemisahan serta perubahan hak atas tanah lainnya. penggabungan. bupati/walikota. pemantauan dilakukan oleh kepala desa/lurah. b. 3) perkembangan..51 Pasal 60 Kegiatan pemantauan terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: a.

d. dan/atau camat. masyarakat. camat.52 3) perkembangan perubahan fungsi dan pemanfaatan ruang dan izin mendirikan bangunan. laporan dapat berupa masukan dari masyarakat. b. masyarakat. dan 5) masalah-masalah diantisipasi. dan/atau lebih lanjut mengenai tata cara pelaporan yang akan muncul dan perlu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan (2) Kegiatan. dan e. laporan merupakan informasi secara obyektif yang sesuai maupun tidak sesuai dengan rencana tata ruang.. Menteri terhadap laporan yang disampaikan oleh gubernur. c. bupati/walikota. Pasal 62 (1) Kegiatan evaluasi terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan oleh: a. kepala desa/lurah terhadap laporan yang disampaikan oleh masyarakat. 4) masalah-masalah yang perlu segera diatasi. bupati/walikota terhadap laporan yang disampaikan oleh camat. gubernur terhadap laporan yang disampaikan oleh bupati/walikota. kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. camat terhadap laporan yang disampaikan oleh kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. . (2) Ketentuan Menteri. kepala desa/lurah. dan d... c. kepala desa/lurah.

PERAN MASYARAKAT. BAB VII KELEMBAGAAN. DAN PEMBINAAN Bagian Pertama Kelembagaan Pasal 63 Koordinasi teknis penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai kawasan strategis nasional dilakukan oleh Menteri.. Bagian Kedua. (3) Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan kegiatan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur.53 (2) Kegiatan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil kegiatan pemantauan dan pelaporan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ditangani.. Pasal 64 Koordinasi kelembagaan dan kebijakan kerja sama antardaerah di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama antardaerah.. . (4) Kegiatan evaluasi dilakukan agar pemanfaatan ruang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(3) Pelaksanaan pembinaan yang penataan diselenggarakan ruang oleh Kawasan pemerintah Jabodetabekpunjur masing. dan Pasal 59 ayat (3) dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.. Pasal 53 ayat (1) dan ayat (2). Pasal 22 ayat (1). daerah dilakukan kepada masyarakat di wilayahnya masing- (4) Pelaksanaan… .54 Bagian Kedua Peran Masyarakat Pasal 65 Peran masyarakat melalui partisipasi dalam kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (4). (2) Pembinaan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah kepada pemerintah daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 24 ayat (4). Pasal 23 ayat (4). Pasal 20 ayat (4). Bagian Ketiga Pembinaan Pasal 66 (1) Pembinaan merupakan upaya meningkatkan kinerja penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah.

BAB VIII di Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 67 Penataan ruang kawasan yang berbatasan dengan Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan dengan memperhatikan tujuan dan sasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. BAB IX… .. Pasal 68 (1) Jangka waktu Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 adalah 20 (dua puluh) tahun dan ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.55 (4) Pelaksanaan pembinaan yang terkait dengan kepentingan lintas provinsi/kabupaten/kota antardaerah. (2) Dalam kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan dan/atau perubahan batas administrasi wilayah provinsi dan/atau wilayah kabupaten/kota yang ditetapkan dengan Undang-Undang. Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.

maka: a. izin pemanfaatan ruang pada masing-masing daerah yang telah dikeluarkan dan telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini tetap berlaku sesuai dengan masa berlakunya..56 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini.. pemanfaatan ruang dilakukan sampai izin terkait habis masa berlakunya dan dilakukan penyesuaian dengan menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. 2) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya. b. izin pemanfaatan ruang yang telah dikeluarkan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini: 1) untuk yang belum dilaksanakan pembangunannya. pemanfaatan.. c. . atas izin yang telah diterbitkan dapat dibatalkan dan terhadap kerugian yang timbul sebagai akibat pembatalan izin tersebut dapat diberikan penggantian yang layak. dan 3) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak memungkinkan untuk menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. izin terkait disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.

. 2) yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. maka penyelesaiannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pemanfaatan ruang yang izinnya sudah habis dan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden ini dilakukan penyesuaian dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. e. ..57 - c.. dipercepat untuk mendapatkan izin yang diperlukan. yang karena Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur ini pemanfaatannya tidak sesuai lagi. (2) Sepanjang. pemanfaatan ruang yang bersangkutan ditertibkan dan disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan tanpa izin ditentukan sebagai berikut: 1) yang bertentangan dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. d. masyarakat yang menguasai tanahnya berdasarkan hak adat dan/atau hak-hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

d.. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri. tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan peraturan pelaksanaan baru sesuai dengan Peraturan Presiden ini.58 - (2) Sepanjang rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi belum ditetapkan.. . Pasal 71. digunakan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai acuan pemberian izin pemanfaatan ruang. semua peraturan pelaksanaan dari: a. Pasal 70 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Presiden ini. dan Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. c. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta.. b.

b. Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. BAB X.. Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. Pasal 72 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a.. dan b. peraturan daerah tentang rencana tata tata ruang wilayah provinsi. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah provinsi. . sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. c. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada huruf a disesuaikan dan ditetapkan paling lambat 2 (dua) tahun terhitung sejak Peraturan Presiden ini diberlakukan.59 - Pasal 71 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi yang telah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini. dan d.. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang.

Dr. Iman Santoso . H. ttd. M..60 - BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 73 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Agustus 2008 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. DR.

SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA Tanahabang T SUBR OTO HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai RAYA 10 TO GA Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara K. Kapas P. Sab etan Terminal Grogol JL. TENDEAN SUPOMO PROF DR.Muarakarang D. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Pantara Timur Ci Tarum S. BEKASI BARAT JL.Cengkaren I_ I S. BEKASI. YANI ang TUBUN KS. SISINGAMANGARAJA Ci JL. KALI MALANG KOTA BEKASI Tambun KABUPATEN BEKASI K. Sa iluman K. Pond Kali Kedu kang an K.Perumka 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Man JL. Koba K.000 06' K.Gembong nkon 52' gsi ian ne Tg. LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. DAAN MOGOT SATRIA Ci WURUK JL. TOMAN KEME JL. Damar Besar P. Kayuangin Bira P. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. K. MH. S. Peran cis TANJUNG PRIOK K. Sentio SAHAR I_ I JL. Cil iwu RAYA ng I K. Peu Pa yae teuy Bantargebang I_ Liw ung as i Tar um I I_ I Ci Ci i Gro Serpong I_ K.Jela Bam ne K. K. Cengk K. Pluit Ancol ukga Ci Gar K. Sebaru Kecil P. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r S. Sod 12 KYAI IN JL. Bekas K. Tengah P.BAKOSURTANAL Tahun 2000 2. Pa sa n I Dan i _ I _ I K. Betingti 57' S. KH. Putri Barat P. CBL S.Glatik ane 48' 106°54' T K. Kongsi Barat P. Taha K. KYAI tI 20. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. Pru Beji Gro gol Ci Sadang I_ Gunungsindur _ I Ci I Rawa Gede K. iwun BESAR K. SUPRA JL. Ci 06' Lon Kresek Ci gok K. Sunter I_ I Ci Sada ngkalan K. Terminal Kampung Melayu Sek ra JL. SURYO K. MELAYU BESAR BARAT JL. Irigasi P. I_ Gunungputri ter Situ Tlajung ang Kum K. Besar P. Tongkeng P. Bute Sunda Kelapa Lew ang . Baru I_ I uku K.CIKAMPEK Kru kut 7 ka si Ci Tar um K. Peta Dasar Rupabumi . Mati Ta rum P. Pesanggrah B. Rambut Pulauuntungjawa 56' S. ABDUL JL. Tua Terminal Kali Deres R Koja 09' uk Cis adn rat K. Wetan nggi a S. Panjang Kecil P. Cakung P e s ang JL. MAMPANG A rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. Ban tI K.8 KANAL TIMUR K. Melintang Besar P. K. Opak Ci Duria n Cilincing g K. Jagung P. Tonjong K. A. Kelin K. Bekasi Barat JL. RASU K. Ci l i wu n g I OTISTA JL. D. Lancang Kecil P. Banjirkan JL. Kaliage Besar 06°00' Tg. K. Genteng Kecil P. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad I_ Ci Situ Pulo lis ggi Tun I _ I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ Man _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru Ci How e Sun Ci Geuju K. Peta Jalan Wilayah Jabotabek . Peta Jaringan Kereta Api Di Wilayah Jabotabek (Masa Depan) . Pa lian I_ I I_ I _ I I _ I Ci Tarum Bak ung ng K. DB. Come A JAKA RT Ci Soge 15 G ng Ci Lowong RAYA 15 HALTE ian JL. Sasakpan I I_ Pondok Terong I_ Bojonggede K. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Cika PRAPATAN I_ I Duren Kalibata 3 21 Kali Malang TOL JAKARTA . Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan I _ G. Jeletren Ater Ang Saluran Irigasi Ca ab Ci ke Rar g Ci Karang I Bar at I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Situ Ci Putat WADUK LIMO PONDOK CABE Cipayung Lentengagung Kal Ci Kal i S a r ua ap ung Ci Jam bala I_ I K. ja Ko Terminal Tanjung Priok S. Tahang Ci Karan g K. g Ci Keas I Ci Care h a n I_ Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar _ I ng Ci Jelet r e I_ ng Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir Setu Tunggilis I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I Sad _ I Ci Ci Panyai I_ Ci Pi nan g K. Ci Jantra Ci Kolear I_ I Pasarminggu Baru K. Sun ter _ I _ I K. Penjaliran Timur P. K. I_ I Kebayoran Baru K. Swasembada ngke K. Galiansiman Muara Wetan P. GENTENG a Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Pur Mah Ci Katomas 840 Ci Na ung Ci I San Ci Megamen Ci Bunian Ci I_ I ea Ci ete Ker Ci Muhara Ci Gam I_ gku Ci Malang Ci Ci luw un g i Ci Palasar Pur Ci Sodong 1204 wab akti Ci Man I de Ci 42' G. Brengk g II SEL. Ulu I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I I Jalan Kolektor Ci Paming kis Ci ria n aur Ka nda I I I I I_ mpu Ci Jantun Kar K. Sekre JL. Derowak DR. Karang Ci Hieum _ I reum _ I Ci Tem ng Lutu Ci Ci Kani I_ I I_ I I_ I I_ anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute Kedunghalang I ki _ I I n I_ Ci Ante n ng Ci J Ci Seyah I ria Ci I_ _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. und Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota 15' JL. Bulanb KE r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo S. Jambu K. JL. GATO I_ I Permatahijau STASIUN PALMERAH STASIUN MENARA BATAVIA JL. Kuburan Cina P. Pateloran Barat Skala 1 . Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci Her ang I Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r g Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I Ci Gadog Ci Serpo I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci I Ci Sun Ci Ci Anjur Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu beu G. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang lur I_ I el iga K. Sunter Tenjo I_ Ci Bunar Pamulang K.I K. K. SALE JL. Boj ongk K. Kambang Ci Leungsi Ci I_ I Ked g Cisauk Setu Ka ran g I Suwuk Univ. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. PRAM K. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep.400 Lt/dt) reum Beu Ci Angk _ I K. TRUNOJOYO JL. Angke SARTIK 15' 2 JL. Tegalkap Ci Mau k Pakuhaji K. KYAI TAPA Kru JL. Kramatjati Kali Bar u TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG gra h INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 K. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil b Rara ara Mu K. Ciher SUDA Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR IVE SAHARI RSO ang e Ba euh MAKAL I_ I K. Ba les ngan P. JL. Sunter K. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Karang Ci Bolang p _I I Irate I K. MT. ah son er BP 5 JATINEG K. Angke Ci I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG HALTE BUNDERAN HI UKA i ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN Babelan n STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN I_ I i NE JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. Tahun 1997 3. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. Karang P. Sugu Ci Jantu Ci Pinan I_ tun Jan Ci _ I I e Dua Ci Pang gan Situ Rawabesar ng Ci Sada Rawa Leungsir Ci I B. Kobakrante JL. Angke K. K. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN 12 HALTE GADING R RING ROAD gol ro K.830 Lt/dt Ci Ci Karet Ciomas kgak _ I Ci Teureup ang I I Her Ci Herang Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang Bada Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Rejeg I Dul Liw Ci Keas CIBEET s Ci kis Ci _ I I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I Ci Ci Ci Berang Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Oma k Ci Ci Bung en bulan ian Ci CIBURIAL Ci Keas ng eng San Ci Hide Ci Bada I _ I Ear Ci Jambu Ci Letu h ung Ant Ci Dur Ci ang Ci Paming Ci Kaniki Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat s Ci Her Bogor Selatan Ci Ci Rangra I _ I Apu iK Ci eupa anc Gadog CIAWI g Ci Liwun Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I ng wu eda I ulu _ I Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I 39' Tamansari Pina Megamendung Ci Pam Ci B. Gelon d K. Mandalawangi _ I Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede I_ I Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi 54' 54' Ci Kondang 106°18'00'' BT 643616 mT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Tami Ci Nagar Ci Wa len I _ Ci Durian 1891 I gul Ci anten Ci Man ra Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru ten Kere Cisarua ng gira Lul ngn I ggu Ci Asma Ci Saat _ I teg dung Caringin KABUPATEN CIANJUR Ci Angs 1375 G. Irig Ci 03' asi g K. Pulopi DR. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. KABAU K. Gosong Keroya P. Bun S. Cina P. Karang Congkak P. Gaa 28' 28' P. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. Karangkeling S. Semut Besar P. Semak Daun 44' P. Gemb Sukatani ro an ng pisan K.JL. Ba Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I I ru I _ I 4 I_ I 27' Setu Malangnengah I_ Citayam a I K. Mala ng Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ Ci Kampek 3 e K. 250. Talaga l Gu ndu Ci Ci Kalong I Her _ I I_ Ci Parak Ci Kereteg Ci ten Ku alih Kun I G. Caring P Ci Puti I_ K. SA. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P. DT. Lemo dul I_ Ci Tung Ci G. Angke Ci Laja _ I K. Tahang K. Laki P. Rengat P. Macan Besar (Matahari) P. Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. HARYONO Bekasi Timur ng Sa d Cawang K Durensawit Sa JL. Sembi langan Cabangbungin Ci Hera ng 3 km 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. Betingbesa P. Pari P. MEDAN MERDEKA BARAT Ci Rarab SENTRA BARAT K. Be K. Sunter kut Ci Ci Pegadunga Serpong JL. Enggr tat Du Ci Laja Ci Ci Keas i Ulu K. Ci Ma n ri ceu ang Situ Cekdam Ci I I_ K. Jamb 1 Bekasi Selatan K. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 Gondangdia HALTE SARINAH N JL.BKSP. Kotok Kecil P. Baku I_ I n Ci 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan Angke asi HALTE BUS K. Damar Kecil S. Rawa Jemblung Ci nggis Ma o Rawa Sadang on ngg Kal Situ Rancayuda I Ci Penj Bun Ci Keas K. SUTOM O JL. Kemiri Ci Ma nci ri Ci Rumpak K. Pasir I_ I JL.HATTA S. Kempul ran I Ci Sono G. Sad ang Batas Propinsi KE KAR AWA NG Raj 14 Kal TOL ng ara I an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C et Pondokgede I_ I I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas I_ I I_ Ci tan Bee i Ta rum Uta ra Batas Kabupaten 18' Ci I I_ Ci Kal i Kru un I ran Salu Ci Be et g I Batas Kecamatan Kal len gka gol I Egram Da nas aun g Ci gse ng I Jalan Tol Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu I I I I nde u 21' KE CIKAMPE K Ci I_ I pea ng Jalan Arteri I I_ I I li Suwuk Ka K. Sepa Timur P. CBL Waduk Sunter K. Pateloran Timur P. Genteng Besar P. Kiuntang K. Tidung Kecil P. BOGOR. Ka rat an _ I I I_ I I_ I KAN Muara Karang Tanjungpriuk I_ I I_ I K. TER 6 Matraman AN Kedung Waringin Ibukota Negara MAS JL. _ I I 30' I Ci Ka lon g Rencana Jalan Arteri Rencana Jalan Kereta Api KANAL TARUM BARAT\P (31. Panjang Besar P. STASIUN KOMDAK PROF JL. KARIAN\P (5. Tengah Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. Tahun 2000 4. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Pecah gin 40' P.8 polb ayu K. JL. Baru 3 I_ I _ I in ing Car _ Rumpin I I Situ Cilodong I_ I _ I ung I I_ P Ci Situ Citatah K. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Tapen I Ci Maung I_ Ci Bant G. Poris K. Ge mb S. K. PROK LAMAS K. Bira Besar P. Ulu MINGGU K. Asin I Muara Angke S. Kendeng Ci Pagedo Ci Suka Ci Surup G. DR. Blen cong Tarumajaya K. KH. G 2 Senen JL. KP. Kotok Besar P. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S Ci Sad K. MATRAM JL. Tidung Besar S. THAMRIN K. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. Mampang JL. ne ur BR JL. CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET STASIUN KAMPUNG MELAYU i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji K. Kiam ang ning sar ng K. Srengseng K. Melinjo P. Salak Ci Badak gu _ Ci Anten Ci Apu Ci Ci Liw Ci Beet t Bee I leum Ci Pa Ci Beet I Ci Haneu las I_ ari i I ased _ I G. S u nter II Salura 2 1 K. Gemp ok HALTE GLODOK K. PARM AN JL. Payung Besar K. Pramuka ong P.CIKAMPEK K. Burung K.0 K. Opak Besar P. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Jati _ I _ Baw ah I Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Pondokcina K. KABUPATEN TANGERANG K. BEKASI TIMUR JL. Pembu K. PASAR li JAGO Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Ka Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. PUNCAK DAN CIANJUR P. Tangsi JAK Cipondoh JL. I I I_ ng h ran g an g I rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Pam Ci isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r Ci Ket ing Ci Tangkurak t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r Bee t Ci Baregbeg Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. Jikin K. K. PS. CIANAM Kali Egram Ci Lejit aur DEPOK _ I Ci ng I mpu K. P E NGGILI N G AN Cangkr O OT batu JATINEG Ci Du rian 22 Kebayoran 13 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA STASIUN MADYA Manggarai DR. Peranci s I_ I I_ K. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA 1 aha ban ang Sad I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci. Lay gr Ci gau r gau r pa et Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol I Ci Be Ci Genti s I I I Ci Me rak I K. PU. Karya P. PANGERAN TOSARI Dukuhatas DIPON JL STASIUN DUKUH ATAS JL. Lancang Besar rian Mua ra Cidu 56' P. METRO JL. K. Teras Ma ti TIR TAY ASA Ci Durian S. Tiram buku K. Angsana ang I_ Ci Ci a Lan gka p _ I I Ci. Bungin ar bahb Muara Bungin KABUPATEN BEKASI Ci 36' 57' S. HALTE PS. Bengkok I I_ 1511 Ci Mande Ci Mang I Ci Anten Ci Leungsir gan I_ G. Banjirkanal KRAMA I_ I STASIUN TANAH ABANG Pulogadung Cakung T RAYA 12 KETERANGAN : 12' . Bapak TE JL. JEN STASIUN SAHARJO 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 HALTE BENHILL N HALTE NKARET MA RMA DIR HALTE POLDA SUDI SU . JATI JL. THAMRIN 17 Karet Menteng al 10 Terminal Rawa Mangun STASIUN KARET INTERCHANGE A1 GELOR JL. Buntu Baru l Kali go DEWI JL. GAJAH K.000 Lt/dt) I I Ci Ci Kaw ung KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci tis Ci Ja Jalur Bus Prioritas R e n c a n a J a l u r A n g k u ta n M a s s a l Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang Be et Om as Ci Beu at u Ci Pam sal ing Ci Hil ir Waduk Jatiluhur Ci Gaha Waduk 36' Rencana Waduk Ci goro wek g Ci ay Ci Paku Seus Pak ilan n Sungai Ci Dadap CI a 39' Sa da ne Ci Lem a s eng ber Danau/Situ Ci Tateu n Lal ay Ci Awi Ci ump ang Ci Sar ua Ci An Na gar a Ci Sada ne g Ci Ci Jam be Ci Warin 42' gin Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He ong Ci Ma 45' Nag ara Ci Balagung 48' Kuk ulu Ci g 51' D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Jat i Sumber: 1. Peru am K. Cant HALTE MASJID AGUNG JL. Tawar K. buk ng uni I ng K. DEPOK. Ancol Tanjungpriok ng I_ I K. DAAN MOGOT Kalideres K. RAYA SENTRA PRIMER K. Konteng uk SKALA 1 : 150. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Senen Terminal Senen ER HALTE YARSI PTO . S. kareng K. Gosong Pandan P. Angke JA I_ I taris dan i K. Pemagaran P. Kruku Ci Longo 09' G ROAD I_ I n Ind 11 RIN D. Kali Baru Jambe Ci Ci Buluh Bata Terminal Kampung Rambutan Ci 1 Lem I_ I I_ g Ci Odeng Kali K. JUANDA JL. Sebaru Besar P. Payung Kecil 48' P. Sadang B. Lem Terminal Pulo Gadung SI BEKA JL. Sekunder as Kosambi ci K. Daha Ci Ant 932 Ci Garu I ri CI LIWUNG\P3.000 S. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 K. Sekunder A OU ART Cikini I M BONJOL A HALTE M B ONJ EGORO O LJL. Penjaliran Barat esar P.290 Lt/dt) C Citeureup isan I_ ad _ I Ci S I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu I_ I 30' I _ I _ I I I_ ingk I ang Pam Ci _ I Ci Durian Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Barangba ng I_ as Ci p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas Kemang Ci Jere Teu I Ci Ci Angke _ I I I PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Cilebut gs i G. Burung Tg. MH. Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. CARING JL. Bekasi Ci Taru Ci Slatip m Apung Kali S. Sempit P. Angk Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Caku Ci Langk Ci Jantung ng Ci Ayan i Gon I_ uk Ci Manceuri K. Bam Ci Gem AL BAR Pasi g K. Cipu Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Situ Sawangan Ci Ci Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. Batu Ci Sada ne 1030 Ci Walen Ci Gun dul Ci Surian eteg Ker I I_ 2211 ana Ci Samp ay I I _I an G. Pasir 52' P. JL. 21 Mala Pondokranji etari K. GUNUNG K. JELAM gol Gro K. Bantar CB L K. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. K. Jukung P.Jeletreng Ci. S. STASIUN PEJOMPONGAN grahan JL. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . P eng are K. Bag Ci Tuis Teluknaga Muara Cikarang S. Depok Baru Cileungsi I Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong I_ 24' Pancoranmas Depok 1 Ci Palahl ar I a dan Cen Ci Kud _ I Ci Picung I I I_ Ca ri K. Ge de I g ng e Jalan Lokal 24' Ci Beet an rah I Ci pa I I Ci uk I Jalan Lain Jalan Kereta Api 27' I Ci I_ I I_ I I ng Sud a I Ci Beu teu I I I a Ci I K. Panggang P.TANGERANG. TANJUNG un unge Jant Ci Pang I I_ Univ. BUND KR. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K. Galia Dur da Ci Ci Sa Ci Tarum Muaragembong ulan P. Krendang 24 Sal I krant olbay ura Ci Ran gon e ung Ci Kakalen JL. Bagong K. IMAM I 1 JL. Wetan S. JEND Kali Sodetan s JL. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung a ng Terminal Lebak Bulus Rawabuntu Warung Jati OR Jatisari Ma Ci I_ I BOG K. Bira Kecil P. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Pesang 12' JL. Blaca n Tg. Gegerbentang g _ I I nde 45' Ci tur Ci Gun Ci Gombong Ano m Ci Andam _ I Ci I Ci Bolang _ I G.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur Ci gbu Sinda G. KEBAYORAN BAR U K. B e k as i an Bug NA K. Kayuangin (Genteng) P.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. Ayer P. Rangg K. Kongsi Tengah P. Pisang JL. Lara Teluk Cileleus K. Gosonglayar 44' P. Semut P. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma Batuceper K. e PRANOTO kut II PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK I_ I SENEN Rawa Pondok Tangerang 9 LETJ EN. Lipan P. Tikus P. Sunter Jele g How e Ge lam Ci t am u Ci Le un g s ng Ci treng Ci Baren K. Mandung MBA A RAY . Nyamplung P. . PRAPATA JL. Karang Bongkok P. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. KH. Kayuangin Melintang P. Nawan S. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas Ci Kadu Ci I_ g I_ kut i Kru Kal Setu Babakan Ci un Ci Duria Ci Lalay unge I_ Jant Ci aeu Ci Pay Cinere an I Setu Arman 4 Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' n Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang e Ci Sadan Ci Kud a Jatisampurna Rawa Burangkeng lan uba K.4 K. CIDENG JL. Betingcerme 32' 32' S. Kelapa P. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Gab Asin Sukadiri Mauk Ci Pasili ah Ci He ran K. Krukut ar _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen K. Yu Barat P. Angke Tambelang drain areng keng K. T SU 6 5 I_ I AD JL. Kaliage Kecil P. Tengah JL. Macan Gundul P. K. Bokor P. Kelor Timur P. Cikaran K. Harapan P. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. I_ I ONGAN ONGAN JL. Melintang Kecil P. Pelangi P. Sekr ane JL. Yu Timur S. Canti JL. Pantara Barat P. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL. Jatiuwung WADUK CIPONDOH K. Sekati P. Sunter Barat Ci Tarum K. Semut Kecil P. Sepa Barat P. Baru I ne K. Bulat P. Teriti ga K. JEND. Kongsi Timur P. Kra Seg ok atel T E L U K ma J A K A R T A K. Macan Kecil P. Kelor Barat P. Demang Ci I I I_ Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede I I_ empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang Ang ke r Lua Cibinong reu NAROGONG\P(1. MAS MANSYUR MAS MANSUR K. Kayuanginputri P. KALI MALANG K. Kait 48' A R A H A N S I S T E M T R A N S P O R TA S I 06°00' K. Pin K. Hambalang Ci ian Tanahsareal I euh Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea a _ I m A pea Ci Cigudeg e Ci Keun Ci Baya wak I _ I _ I Ci I Du Ci Kasu ngka pur I Ci Kiam Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I C ne ada iS reu m Ci Teure up Ci Herang Ci Baturuyuk I er Ci H ten Bogor Utara _ I Ci deu ng Ci Jurey An a Ci Omas Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along I KOTA BOGOR Ci Keas Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber I I_ ak I I_ I Ci Rawak Ci I_ I_ Ci I Babakanmadang Ci Jayanti _ I Sukmajaya 36' Ci Sero Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Apus I I_ I pea I Am CIDURIAN an I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I I Ci _ I en Ci Madang Ci Du Ci Berang gur k _ I G. LETJEN. IR. Pam Rawa Ciantra Jamb Ci Ci Pining K. JEN HALTE DUKUH ATAS JEND D. Papatheo P. Jambe Ci Sada MANSYUR RIN . Pes HALTE BLOK M JL. JL. Indonesia Serang _ I I Kali Baru 2 K. onen g Kali G ro Kali ng kjara Cisoka Ci Payaeun Ci Rara b Curug Ci Sabik ng Sasa Pina JL. Angke K. Cil JL. Pal S. Ci Pan I Ci Bodas un Ci Guha Setu Batok I Ci I_ Situ Gedong tuj Pa I I_ Setu Pagam ah I Setu Silala a Ci Liwung I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong Situ Cikaret Nambo I I_ ian I Ci I_ I Cibinong I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum Bog _ I I Iwul I I I_ Setu o I _ I I I_ I ur aha n _ I I_ gde Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Cadas Ci Par anje I g K. Masigit an _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I I_ I Ci ran g Han Ci Jurey I jaw gba eng Ci Ba I I_ len ung I_ rian Du Ci I Bogor Barat Ci Sin dan Sukamakmur ar g don Ci Hide I_ Sad I I _ I Beu an I I I_ _ I I _ I uang Leun I_ I _ I Bunar I Ci Temp Ci Saru a Rancabungur 734 I I_ _ I Ci Patujah I _ I I Jati Kar _ I_ K. DA Ci Karang K. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan Waduk Pluit K.A I_ I 1 K. ANCOL KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum on Baku k I_ I K. KH. KAPT. Perak P. g ban K. JEND HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. PEJOMP PEJOMP Palmerah JL. Sekre JAKARTA OUTER RING ROAD K.

Lay KABUPATEN BOGOR Ci Karang Ci Bolang p Irate K. Ko ja unter ng u K. Bagong K. PU. Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S K. Kelapa P. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil Ra Rara rab b ara Mu K. Tegalkap Pakuhaji K. Hasil Rapat Tim Teknis BKTRN Tahun 2002 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Peta Dasar Rupabumi . Galia K. Krendang krant olbay T RA RENCANA BANJIR KANAL TIMUR ol Grog ung I K. ik Serpong Peu i Kru Ci teuy i an Dur Ciputat Ci 18' Legok Ci Baru Rawabuntu TAMAN MINI INDONESIAINDAH K. Sasakpan Situ Kadongdong Situ Cikaret Pondok Terong KABUPATEN LEBAK Ci Berang Situ Kibing Situ Citatah ng D Ci Bino Ci Setu Silala Ci Liwung Jasinga Setu Pagam Ci Guha Bojonggede K. Cideng Senen Pulogadung K. K. e ngkalan K. Pembu WADUK CIPONDOH . Ceng Pasarkemis KE SERANG Rawa Pondok Ci Lowong Ci Soge Batuceper K. mpu ng K. Sebaru Kecil P. Tangsi Cipondoh ga K. Ge Cileungsi aur g de Ci Palahl ar ng Stasiun Kereta Api 24' an rah Ci Picung Ci Kud TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Situ Cipicung Ci Tun lis ggi pa Man Ci Keas Ci Geuju g Ci Mar agu ng Ci Sud a Setu Tunggilis Ci Panyai Batas DAS ran Ci Beu teu ran g an g Ci Bare ngko k t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan a Ka Ci s Ci Boda Cibarusah Ci Howe Ci Anggon g Arah Pasokan g juan Ci Han K. Jambe ahan esanggr K. Mandalawangi r 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' K. GENTENG Pina Ci Liw Pam Ci Pu Ci Esek kis ras eda Ci Her Ci Rangra ang G. Indonesia un Kali Egram Kali Baru 2 K.740 Lt/dt) Ci Bun Ci Apus eW et a n 625 Ke as Ci Ci Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea Setu Burung Setu Gede Ci u de K Ge Bad ak Ci Ci Ci Taringul Semplak Ci Miis Sur Situ Cigudeg ung Ci gbu Sinda G. Kelor Barat P. Rambut Pulauuntungjawa 56' ulan P. Gosong Keroya P. Hambalang Ci ian Tanahsareal Hi ngbarang Ci N Ci deu ng An a e er Ci H ten g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ci Ci Keu Asa han Bogor Utara Ci Teure Ka n Cibungbulang Leuwiliang ng Ci Omas Ci Bogor Barat Ci Sin dan gba Ci Sa t u Dramaga Hil ir ro Ci ran g Han Ci Jurey Ci H am bo along ak KOTA BOGOR Ci Keas n Ci Rawak Ci Bad n ur i a Ci D Liwu Setu Leutik Ci Keruh Ci Be Bogor Tengah Bogor Nanggung Ci Beber Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Am CIDURIAN CIDURIAN pea 36' Ci Apus Sukmajaya Sukaraja n Ci Madang Ci Ant a en Ci 932 Ci Berang G. Kali Baru Ci Odeng Kali kut Liw Ci Beu reu m Serpong K. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. Depok Baru Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong Pancoranmas Depok 1 Ci ng Ca ri ngke K. Blaca n Tg. Galiansiman Muara Wetan P. Be kas i k K. an e Kali kut si K. S Ci Sa Ci Her AT Beto k Sepatan BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . dan lian Bam AL BAR Pasi g K. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r KABUPATEN BEKASI 57' um Ci Tar P. Macan Besar (Matahari) P. ut ruk Kal da KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Ci am K. Ca K. Cakung Tenjo Ci Lalay Ci Bunar Sa Univ. Situ Manceuri uk Ci Care h a n Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar ng Ci Jelet r e ng Ci Ci Bera Ci Be Jeng ir Ci Pi nan g K. Kait 48' ARAHAN SISTEM AIR BAKU DAN PENGENDALIAN BANJIR 06°00' nkon gsi K. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Bant G.000 06' K. Uluh anwir K. A gka K. Baru K. Klender Baru batu Cika rang Buaran K. Pantara Timur Ci Tarum Ci Tarum nggi Muara Bungin a S. Banjirkan Ci ing K. Pateloran Barat Skala 1 . CBL K. ning K. Caring P Ci Puti ng K. Perak P. Betingbesa P. Ulu Ci Apus Kebayoran Lama ng Cibitung Rawa Palalangan Ci Kampek Ci Sabik Kru Rara K. CIANAM Ci Lejit aur Situ Rancayuda ar Gunungsindur K. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Sempit P. Ci liwung I Kali Sarua Kali Baru 1 i Ci Cayu Kali Mampang Cond eur i Panongan Sudimara K. Kayuangin Bira P. Macan Gundul P. Karang Beras P. Sebaru Besar P. DT. Ci Kali Sodetan ka Sasa Kal i Pesang grahan Ci Manc K. BOGOR. Pari P. Swasembada K. Kambang Egram Ci Mat Ci Conteng Ci Man ceur uk g Cisauk K. Pluit K. CILEUNGSI K. Opak Besar P. Cengk K. Peranci s K. Karangkeling S. Ka rat an 06' Lon Kresek Ci gok K. Bekasi Kedu kang an Kra Ci Ci Slatip ma T Apung as Kosambi K. Wetan S. Kongsi Timur P.Cengkaren Ci Ra rab Rajeg S. Cak ung Ci Binong Bata K. Sun t Jatisari Ci Bitung Be ureum Ci K. JAKARTA SELATAN Duren Kalibata Mala K. Baru 3 Ci Pandan K. Lemo dul Ci Tung 1891 gul Ci anten Ci Man Pasirpogor Pamijahan Ci Aru ten Ci Caringin Sada ne 1030 G. Baw ah Situ Cilodong 27' eureum Ci B Ci Pining Ci Setu Malangnengah Citayam a Citayam Situ Rawalo aha n g K. Ciliw Ci Ran gon e ung uk Ci Kakalen K. Burung Tg. Demang Ci e Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua Cibinong reu NAROGONG\P (1. Karang Ci Hieum Ci Sero Ci J Ci Seyah Ci Baya wak KANAL TARUM BARAT\P (31. Penjaliran Timur P. Cina P. Talaga Ci Warin l Ci Gu ndu Ci Kalong Ci Her Ci Sodong Ci Parak Ci alih Kun Ci G. Gosong Pandan P. Teras Ma ti S. S asak pap a rab Ci Ra n Jatiuwung Jayanti Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT K. Lancang Kecil P. K. Bungin ar bahb esar P. Pemagaran P. Banjirkanal K. Salak Ci Anten Ci Badak Ci Leungsir G. Bulat P. KETERANGAN : 09' K. Brengk L BA Benda Ci Longo n Ind Kalideres JAKARTA UTARA D. Semut P. Blen cong Tarumajaya Cik Ci Gem K. Lancang Besar S. Sunter DAS CIKUPA Ci Lon gok Sal ura K. Ang k Setu Jampang Setu Jampang Situ Gedong Setu Batok Ci Beuteung isan 30' Setu Sigagu K.290 Lt/dt) Ci Bodas un empuhan Ci T u ri DAS CIANGKE. Proyek Pengelolaan Sumber Air dan Pengendalian Banjir Ci Liwung . Payung Besar K. Angke lan Ci Le ma ha ba ng Parungpanjang Univ. Ba les Dur ngan P. S. Damar Kecil S.Glatik 48' 106°54' T K. Jati Ci Sad ane ingk Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Ka lon g Ci Barangba ng as Ci Ci reu Ci B e ng uteu Ke p Ci Omas Kemang g ran Ci Ka Ci Jere Pam Teu Ci Ci Angke Bunar reum Ci Temp Ci Saru a Rancabungur uang PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Beu an Ci Kiam Ci ng Ci Tem Ci Kasu Lutu ngka pur Cilebut ng Ci anggel Ci Ci Luar KE e Sadan Ci Keun Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN Ci Kani Ci Ante ki n un Ci Arute Ci Gen Kedunghalang DAS CIDURIAN Ci Asa h an Ci Ma nge nte m A pea Ci Cigudeg euh 33' SODONG\P (7. Pulopi tI K. Tikus P. i. PESANGGRAHAN Jurangmangu Kali e Ci Jantra Ci Kolear Pasarminggu Baru Ci Pina ng K. Karang Congkak P. Tua Koja Cis adn e Ba rat ang eng are Man K. Kapas P. Bira Kecil P. Cipu g K. Bute Ta ru m Ci Rumpak Sunda Kelapa Lew ang . Sad ang Cikarang g r an Ka Ci Ci eum Beur Ta ru m KE Batas Kecamatan KAR AWA NG u BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA u2 C et Ci Rarab Ci Barebeg Pagedangan CURUG BUMI SERPONG DAMAI Pondokgede Kal i Bar Pasarminggu Lemahabang reu Ci Beu m Sa lur Cilandak Ciater an Iri Pasarminggu et gas Be i Ta rum Uta ra Ci tan Ci Jalan Tol 18' Situ Cibeureum er Kal Sab ran Salu Ir i g Bantargebang Jalan Arteri Da nas Ci len gka i Gon aun g Ci gse ng Setu Bee t Jalan Kolektor uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu nde u Ci i ngs Leu Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Saluran Irigasi Tar um Bar at Bub Rawa Indah ur Jatisampurna 21' KE CIKAMPE K Ci pea ng Jalan Lain Jalan Kereta Api Serang li Suwuk Ka K. Bag Ci Tuis Teluknaga Asin Ci S. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Kayuanginputri P. Bekasi Sepa Sau Ci Ci Ater Kali eum CiRara b Ci Beur Ci Bogo Cipina ng Pa yae 1 ang Ci Langkap Tanjung Barat Sad Ci. Pru Beji Ci. Jeletren Ater Ang Ci Kru Ci Jantung ne Pamulang K. Semak Daun 44' P. Pond Seg ok atel T E L U K K. Pasir 52' P. Tua an K. Sepa Timur P. DA Ci Karang K. Burung Ci Tarum Muaragembong rian Mua ra Cidu ne 56' P. Kotok Kecil P. Bar Kramatjati Kali TIGARAKSA Ci Raj eun Situ Cihuni Situ Cihuni r Ci Ate r K. Rasm ggong i Ta Kali G rogo l Baru b DAS CIANGKE. Bokor P. Jikin K. Peta Daerah Aliran Sungai/DAS Bopunjur 3. Batu Ci 2211 ana Ci Angs 1375 an G. Genteng Besar P. Panjang Kecil 36' S. Canti 12' Karet Palmerah Menteng Dukuhatas Sa K. Karya P. Bengkok Ci Sono G. Saluran Irigasi rogol li G Ka PONDOK CABE Kali Kali Ci Putat Situ Cipayung Lentengagung Kal Sau KE LEBAK k Duri an Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci Ked K. Ci Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg.830 Lt/dt Bogor Timur ngah Pene Ci ang Ci Garu gur Ci Dur i Ci Herang Ci Bada ng Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Dul Ci Letuh Ci Sero Ci Mang k Ci Karet Ci Teureup Ciomas Liw Ci Keas Ci Ci Berang Ci en Ear Ci Jambu Ci Letu h un g ah Pan Ci Keas ng Arut Ci n inte Ci Ci Bung en eng Be bulan Ci San Ci Hide ung CIBURIAL/SALAK Bogor Selatan Ci Dur ian Ant Ci Ci Kaniki Ci Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat Apu iK Ci ulu DASCISADANE CI Hide s Gadog Ci Letuh Ci Beureum ng wu Ci Sarua ing Ci Kaniki ding ngga Ci Game 39' 937 Tamansari ung Ciawi ung Megamendung Ci B. an Bug Be kas i Ci K. Buntu Timur rahan angg rang K. Sepa Barat P. Putri Barat P. Tongkeng P. Rengat P. Angsana Ci a Lan Kum K. Mati P. Karang Bongkok P. Tengah P. Melinjo P.A sar Ci Ta rum polb ayu ng K. Tiram buku Ci K. Pa KAN Muara Karang Tanjungpriuk Bak ng ung K. CILEUNGSI Babakanmadang Ci Sero et Ci Baregbeg Ci Gaha Ci Jayanti 36' ang Her Ci Gulinga kgak n CIBEET Ci Rejeg Ci Ci Gam bir goro wek Rawagede kis s Ci Oma Ci Bada k DASCITARUM et g Ci Paming Ci ay Ci Paku Seus Pak anc ilan eupa n Ci Dadap a Ci Jamb an KE CIANJUR Ci 39' Ci Ci Ampe a Mah Lem ber Ci Ci Anten i Ci Apu s Liw ung Ci Beet ay Ci Ci Be Cisarua ng et Ci Tateu n Awi Ci Lul gira ngn eng ump ang dung Ci Sar ua Ci An Ci Samp 42' gin KABUPATEN CIANJUR Ci Walen Ci Gun dul Ci eteg Ker Ci Jam be ay Ci Surian Ci Nangsi Ci Kundul Ci Mang gu Ci Maleber Ci Pagedo gan Ci Suka birus a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak Na gar a eng Ci Maung Ci Tapen Ci Ci He G. S. Sod etan K. Sekre Ci Du ri a K. Srengseng Kru K. Sekunder Ci Kali nciri K. Kayuangin (Genteng) P.8 ar Waduk Pluit g K. Codet Ciledug Tebet a rum Tebet DAS CIPINANG SUNTER DAS CIPATUJAH. Gemp ok DAS CIKEAS. Cil Gondangdia asi K ng iwu I K. Angke Ci Sad Pondokranji etari K. Daha CI LIWUNG\P 3. BEKASI. Karang P. Kaliage Besar 06°00' Tg. Sunt er K. ng h ra Ci Bentang K. Melintang Besar P. Tahun 1997 4. Kobakrante Jatinegara Manggarai ur Cangkr K. B KA Bam Sadan e areng Penjaringan Angke K. Kempul 1092 Danau Lido Danau Lido Ci 45' G. Tahang K.Jeletreng unge Kali Kruk Jant Ci ng Ci mpu Pondokcina K. Harapan P. Sadang L iw un K. Ge mb S. Sekati P. Tengah Cikini K. Pesanggrah B. Bek K. Konteng uk Ci Muara Angke S.Gembong 52' Tg.400 Lt/dt) reum Beu Ci Baren Ci Jantun Ci K. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan G. Sekunder al Mampang K. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep. S. Pateloran Timur P. Opak Cilincing K. Pasir Situ Rawacipondoh Situ Rawacipondoh K. Lara Ci Teluk Cileleus K. CIKARANG K. Pantara Barat P. 250. Lay gr Ci Reundeu 27' s Ci Le u n g i ngke K. CBL S. Gosonglayar 44' P. Gemb Sukatani ro Sa da Ibukota Negara an ng pisan Ci i K. P K. Rangg D. Ba pak ng und Batas Propinsi Batas Kabupaten 15' s Curug Tambun nter Su K.Ci Sadane 7. Cikaran K. Lipan P. Wetan S. buk I ri ceu an M ng uni NA ng K. Hasil deliniasi peta aliran sungai Jabotabek 5. Betingti 57' S. Sugu Ci Jantu Ci Pinan B. Sun ter g ban K. Come Senen Babelan n ng JAKARTA BARAT KOTA TANGERANG K. Cipacet Ci Tami ang Ci Tamiang Ci Hera Ci Gado r Leu Ci Anju tik g Ci Gadog Ci Serpo ng Ci e Ci Beureu m en gar gu Ci Sun PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Jurang Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede Ci Ci Anjur gung Heu Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n Kam Ci Bala lan g undi ng 48' Cianjur Leutik Ci Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb n Ci Sarandi 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' Ci Kondang UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Bun S. Panjang Besar P. Kendeng Ci Surup 1511 Ci Mande G. Mandung ang Cakung Matraman Kedung Waringin Ibukota Kabupaten/kota ah son er BP 5 Ci Tarum Jatinegara Saluran K. Teriti K. Pi na p K. Kiam ang ngke K.Jela g II iwun K. ANCOL K. Jukung P. Masigit ased a Ci Pur Ci Ci Sa da ne Ci Pa las ari Ci Lal Ci Katomas 840 Ci Na ggu Ci Asma ra Ci Saat gku San Ci Ci Ci Megamen Ci Bunian ea Ci Muhara Ci Gam Ke reteg DAS CILIWUNG Ci Kereteg Ci Malang ten Ci Duri an Ku luw un g Ci Palasar i Ci Pur 1204 wab akti Ci Man de 42' G. Pam Ci K. Panggang P. Tidung Kecil P. Baru Situ Pasirmaung Situ Pasirmaung Ci Sad C Gunungputri Situ Tlajung ang Ci Sunte r Situ Pulo Ci Beureum Situ Baru Ci How e K.HATTA S. Ayer P. Bira Besar P. Angke K. Sekre Tangerang ne taris K.TANGERANG. Pramuka ong Ci T ar um P. Sunt er Jamb Laja Kali Baru T Ci K.4 K. Cant K. Jagung P. Kelor Timur P. PUNCAK DAN CIANJUR P. Kruku 09' K. Baku n Ci Salura K. Yu Timur S. Tengah K. Semut Kecil P. Cil K. An gke Gambir K. Cili wung I II II Kemayoran K. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Boj ongk onen g K. Ciher Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA Duri K. Kemiri K. Ci l i wu Durensawit Bekasi Timur K.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. Nawan Sukadiri Mauk Ci Pasili bah K. Kongsi Barat P.8 CAKUNG DRAIN K. Sa el iga ng I K. Gegerbentang g Waduk Cirata na Ci Angsa ang Sada ne ran ong Ci Ma nde Ci Her 45' Ci Bolang tur Ci Gun Ci Gombong Nag ara Ci Ano m Ci Andam Ci Nagar a Ci Wa len Ci Balagung Ci Balagung Ci Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha lan g 48' Kuk ulu Ci g 51' Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Ci Peus Ci Laku ing Jat i 54' 57' Sumber: 1. PESANGGRAHAN K. Taha K. Bulanb KE TIR TAY ASA r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo ian Ci Sada S. Laki P. Ancol Tanjungpriok KABUPATEN BEKASI Pebayuran on Baku ng K. Ga Muara Cikarang Ci Karan g K. KABUPATEN TANGERANG K.BKSP JABOTABEK 6. S u nter II ria n k Ci Du Ci Waduk Sunter k K. Peran cis TANJUNG PRIOK K. Sunter K. KARIAN\P (5. A Jonggol Ci Ci D Ci gau r Hau r pa t D. Kayuangin Melintang P. Tahang Kali He ran g K. Baru Cawang tI uku K.000 Lt/dt) 33' a KABUPATEN PURWAKARTA Ci Om Ci Ja Jere Ci ng gel lo Sungai Ci Jurey as lang Ci Pasanggra up Ci Herang SUBDAS CIBEET CIPAMINGKIS Ci Pam ing kis g Ba len don han Be et Ci Sa Ci Beu reu m Ci Baturuyuk Ci at u ne da Cintarasa Ci Hide sal Ci Haneu leum Sukamakmur jaw ar Ci Sad eng ung Danau/Situ Ci Kemba Ci Waduk Jatiluhur r DAS CIKEAS. Gro gol DASCISADANE ne da Kebonjeruk taris Ibukota Propinsi 12' K. Enggr tat Ci Laja Ci Pining Ci Pin ang an Sa Ci Ci Keas i Ulu gkok i ng Jele g t am u Ci K. J A K A R T A K. Sentio KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay Kebayoran K. DEPOK. Kru kut Ci euh KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Poris Kalideres Grogol K. Betingcerme 32' 32' S. Besar P. Sunter Ci Langk Suwuk Ci K. Sekr K. Ba ru 4 PA S I R K O P O Setu Ci Kum jang Ci Liwung h Ci Pan Tata Reun Ci Cibinong Ci Landak deu ur i a n Ka rang Putatnutug Iwul o Ci Bog Ci Ci Keas Ci K. Angke l go Gro K. Tawar K. Lem K.000 S. Jambu K. Kotok Besar P. Tonjong K. Irigasi P. Kelin ci K. Be K. Kongsi Tengah P. Angke Ci Ayan ung Ci Jam bala K. Jati P Ci Situ Citatah au r in ing Car Rumpin Setu Lebakwangi K. Ulu Kud a ut Pu tat Rawa Gede Rawa Jemblung Rawa Sadang on Ra ngg Rawa Sadang Rawa Sadang ang Ci Ma hab Ci Rawa Taman Be et ri Le un g s Ci Sada ng Ci Ge lam Ci Ka Rawa Leungsir Rawa Leungsir Ci Kar Ci Paming kis K. Sembi langan S. Pa sa n Dan gde ur ng Pina K. Payung Kecil 48' P. Yu Barat P. Peta Sungai dan Situ .Muarakarang ukga Gar Tambelang g Ci drain e kasi keng K. Irig Ci 03' asi S. Koba K. Nyamplung P. Angke K. P Permatahijau Tanahabang Klender JAKARTA TIMUR Rawa Besar Cakung Kranji Bekasi Utara K. K 3 nggis Ma Ci Keas Ci Pang B. Papatheo P. S Iri Pondokbitung Bekasi Barat Bekasi gas Cikupa K.0 a ru m Mau k Cabangbungin Ci Hera ng Ci Ma 3 km Ci 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. Kebayoran Baru 15' KOTA BEKASI ng kjara KABUPATEN BEKASI K. Pisang Ci Biuk i Uta Ci Kapek K. Pal S. Kiuntang Ket ing Nambo Ci Ci Genti s Bee Kanal Ci Cadas Ci tuj ah Ci Tangkurak Ci Beet a Ci Pa an C Ci Par anje Rencana Kanal Ci Hoe Ci Pan gau r Ci Kaw ung Citeureup Ci Me rak Ci Bee Ci Hoe t 30' Ci Patujah Cariu Ci Gentis Waduk Rencana Waduk tis Ci Leun 734 gs i G. Penjaliran Barat S. P es ng Sa iluman ang lur d K. Kaliage Kecil P. Bantar CB L K. TANJUNG Ci uba K. SA. Sab kareng K. Gaa 28' 28' P. Derowak ian Cisoka Ci Payaeun Sek ra Ci Dur Ci un K. Kuburan Cina P. Mala K. Semut Besar P. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas kut i Kru Kal Setu Babakan Ci Ka rang Ci Kadu Ci Ci Lemahaban g da ap Ca ke Ci Ra ra b g un unge Ci Buluh Ci Ci Karang Bar at Ci WADUK LIMO un g as i Tar um Le ma ha ba ng Jambe Ci Bata kut Ci Ci Pegadunga i Jant 21' aeu Ci Ci Pining n Pay Ci Ci Am Mat uk Ci Cinere an DAS CILIWUNG Setu Arman r imu e K. Genteng Kecil P. Macan Kecil P. Asin SKALA 1 : 150. Melintang Kecil P. Sunter Barat Rawa Segaran K. Pelangi P. Baru Situ Sawangan Ci How e Ci nda ng treng Peru tun Jan gan DAS CIKUPA a dan Ci Cen Situ Cekdam Situ Cekdam Ci Ma n u ri rcieu ang Ci Ci 24' Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. ce Ci Man Angk Ci Pang e Dua u Ci D ne Ci Ci Ci Bun K. Sun ter Ci Penj o Ci Sadang K. Gelon K. Jamb Bekasi Selatan K. Cika K. DB.Bakosurtanal Tahun 2000 2. Bapak K. Damar Besar P. Tidung Besar S. Pecah gin 40' P.

Karang Bongkok P. JEND. K. Bokor P. Betingcerme 32' 32' S. SUTOM O JL. Semut Besar P. Peta Dasar Rupabumi Skala 1 :25. SUDI I_ I Cangkr NKARET JL. Bantar K. Derowak DR. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. Kongsi Timur P. GENTENG I ulu _ I B4 n Ci B4 an _ I G. Sepa Barat P. Bekasi Barat JL. KAPT. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P1 06°00' Tg.830 Lt/dt Ci _ I Ci Teureup I Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang B4/HP Dul Bada Gadu Ci Pinanggading Liw Ci Keas I Ci Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Ci Keas ng Ci Rangra Ci Ci Bung en bulan Ant Ci Dur ang Ci B4 B4 39' B1 Ci Ci Paming B4 B4 B4 B4 Ci Kaniki Ci Her Bogor Selatan s Apu B4 I _ I B4 Ci Patat ian Ci CIBURIAL eng San Ci Hide B4 Ci B4 B4 B4 Ci Bada kis B4 I Ci Oma B4 k _ I Ear Ci Jambu B4/HP Ci Letu h ung B4 CIBEET Ci _ I Ci B4/HP s Ci Ci Rejeg I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I B4 Ci Letuh iK Ci eupa anc Gadog Ci Liwun g Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I B4 Ci B4 B4 Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I Tamansari Pina Megamendung Ci Pam ng wu eda B3 B. Sekre LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. BUND KR. Macan Gundul P.CIKAMPEK K. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. Pesang STASIUN KARET INTERCHANGE TOSARI Dukuhatas STASIUN DUKUH ATAS HALTE Menteng JL. Angke B4 K. Lancang Kecil P. Sepa Timur P. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad Ci I_ Situ Pulo lis ggi Tun I _ I B3 B4 I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ B2 _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru B4 B4 Ci I Ci Keas B4 Ci Geuju g B4 Ci Care h a n N2 How e I_ Parung Sukmajaya Situ Jatijajar B4 _ I ng Ci Jelet r e I_ ng B4 I Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir B4 in B4 I_ Sad _ I Ci I_ Ci Pi nan g K. Bulat P. Baku I_ I 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan asi HALTE BUS K. Sa iluman K. BOGOR. KYAI TAPA Kru JL. Kayuangin Melintang P. RASU K. Hutan Produksi Ci Gaha 36' B . Cika PRAPATAN Pondokranji Duren Kalibata 3 K. Sunter Barat Ci Tarum K. Tikus P. KALI MALANG KOTA BEKASI B1 KABUPATEN BEKASI K. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Angk Situ Cekdam B4/HP a dan Cen Ci Ci Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Opak Ancol KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota on Baku ng K. Teras P2 B4/HP les S. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci I B3 N2 B2 _ Ci Durian I gul ete Ker 1891 N2 B4 B4 B4 Ci KABUPATEN CIANJUR N1 B4 Ci Angs ana B4 1375 G. SA. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K. Mandung ang B2 A OU ART TER I_ I JL. Opak Kecil P. GAJAH K. MT. Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K.400 Lt/dt) reum Beu Ci B2 _ I Ci Ma n ri ceu e Dua Angk K. LETJEN. Sadang B. Tongkeng P. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang B2 lur I_ I el iga K. Sebaru Kecil P. SISINGAMANGARAJA Ci JL. Blaca n P2 ne da Sa P5 Tg. BEKASI. Rengat P. JA I_ I B5 i K. Perkebunan. Cina P. Galia gsi Tg. A. Kaliage Kecil P. Tiram buku K. Pecah PETA STRUKTUR DAN POLA RUANG 06°00' S. Betingbesa P. Peternakan Agroindustri. Hutan Produksi Ci An Na gar a Ci Sada g Ci Jam be _ I Ci Warin 42' gin c. Bekasi B2 K. S. Laki P.Bakosurtanal tahun 2000 Hasil Rapat Tim Sektoral. Tidung Besar 48' P. Ge de a. Nawan B4 S. Panggang P. Cant HALTE MASJID AGUNG JL. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN Batas Kecamatan g ban K. Gemb Sukatani ro ung an ng pisan K. Payung Kecil 48' P. Bun S. Jeletren Ater Ang Ci B4 B4 Situ Ci Karang I Bar at Saluran Irigasi I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Ci Putat B4 Egram WADUK LIMO PONDOK CABE Lentengagung B1 Kal i Gon Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci B4 B4 Pamulang ung Ci Jam bala K. MELAYU BESAR BARAT JL. Gegerbentang g B1 B3 N1 Ci Her ang B3 _ I B4 ne Ci Ma nde B3 B4 B3 Ci Tapen I B1 Ci Maung I_ Ci Bant G.290 Lt/dt) C B4 B4 B4 B4 Ci Kar ang Citeureup I_ ad _ I Ci S I I_ I _ I I ingk I B4 Ci Luar isan 30' _ I I I_ B4 _ I I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu B4 B4 K. PASAR JAGO Ka li Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m B1 I I_ I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. Ulu Raj 14 Kal TOL ng ara MINGGU K. Ci l i wu n g I OTISTA JL. Macan Kecil P. Kayuangin Bira P. JL. Boj ongk K. Tahang B4/HP Seg atel Ci 03' Irig asi He ran B4 g 3 km Ci Taru m 0 3 6 9 12 km KABUPATEN TANGERANG Kali Kedu kang K. Cimanggis Situ Rawakalong Pe sa Telaga Subur g B4 B4 Ci Palahl ar I I_ 24' B4 B4 I _ I B3 B4 B4 B4 I I_ Ca ri K. Swasembada B2 k ukga Gar B2 Ci Duria n B2 B2 K. Angke an Cinere B3 Univ. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG Jatiuwung K. Banjirkanal KRAMA JL. T E L U K Kra ma J A K A R T A N1 ok B7 K.21' 24' 27' 30' 9348129 mU 05°54'00'' LS 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 643953 mT 106°18'00'' BT P1 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S 107°18'00'' BT Tg. Macan Besar (Matahari) P. Kelin K. Kawasan preservasi dan konservasi budaya. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Terminal Senen Senen ER HALTE YARSI PTO . Angke taris etan Terminal Grogol JL. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 dan Zona P5 Zona P3 48' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mendukung zona dengan intensitas penfaatan tinggi dan tingkat aksesibilitas tinggi Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B1 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang menpunyai daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B2 dan B4 ulu Zona P4 Ci g 51' Zona P5 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. Pad atka rya P5 P5 Teluk Pulaucangkir P2 Te l u k N a g a P2 B6 N1 P5 B6 06°00' S P. CB L Ci Rumpak Gunung Kaler Kresek 06' B5 B6 P2 P5 TANJUNG PRIOK Sunda Kelapa P3 B2 I I_ S. 250. Ma ti Muaragembong S. Jati Pam _ I Ci Durian PROPINSI BANTEN B4/HP Ci Barangba ng I B4 B4 as p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas B4/HP Ci Kemang Ci Jere I_ Teu B4 Ci Temp Ci Saru a I Ci Ci Angke _ I _ I I I PARUNGBADAK B4 ATANG SANJAYA Cilebut _ I reum _ I Beu Ci pur ng ng Lutu Ci B4/HP Cigudeg Ci Kani anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I I_ I I_ I I_ I B2 Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute B4/HP Ciampea Kedunghalang B4 Ci Baya wak Kup I ki _ I I n I_ Ci Ante n B4 I ria Ci I_ _ I Du Tem Ci Hoe ed Ci G a _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. Sekunder JAK WADUK CIPONDOH Cipondoh ga PRAM K.7/HP Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber Zona B7 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He Zona P1 45' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. PUNCAK DAN CIANJUR P. B3 Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. Karang Congkak P. Semak Daun 44' P. Pantara Barat P. JELAM gol Gro K. Sentio SAHAR I_ I STASIUN SAHARJO JL. Man JL. Irigasi S. B1 21 B1 Mala etari K. Pantara Timur Ci Tarum nggi N1 Muara Bungin a S. DR. Asin P3 I Ci Karang K. Ciher SUDA Balaraja SAHARI ang e Ba euh MAKAL I_ I K. Melinjo P. Pasir 52' P. Kobakrante JL. Banjirkan STASIUN PEJOMPONGAN 6 al Mampang JL. METRO P esang gr a JL. CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji STASIUN KAMPUNG MELAYU K. Sasakpan I_ I_ Bojonggede KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Liwung B4 _I I I_ I B4 Setu Pagam Ci Guha Ci Karang Ci Bolang Setu Batok K. Gunungputri Situ Tlajung K. Pa sa n jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. Melintang Besar P. Nyamuk B6 N1 TIR TAY ASA Ci Durian r gki can lau Pu ara Mu P2 Mu P5 ntar Cilo ara S. Sunter Jele g t am u B2 tun Jan Ci gan How e Ge lam Ci Ci B3 B4 Le un g s treng Ci Baren Ci Pinan K. S u nter II K. Ba I I_ B4 Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I ru I _ I 4 I_ B4 I 27' Setu Malangnengah I Citayam a B3 _ I B4 I K. Industri berorientasi tenaga kerja I Ci Ka lon g I I Ci B-3 KANAL TARUM BARAT\P (31. DA B5 Ci Lew ang B5 Lon Ci gok K. Cengk K. Penjaliran Timur P. Cipu B4 K. onen g Kali ng kjara B2 Ci Payaeun Ci Rara b Kali G ro Cisoka Curug ng I_ I B2 Ci Sabik Kali go DEWI Sasa Pina JL. Perumahan Hunian sedang (Perdesaan) b. MEDAN MERDEKA BARAT SENTRA BARAT K.CIKAMPEK Tambun K. K. Jalan Lain Jalan Kereta Api 15' JL. Sekre JL. Tengah P. Brengk B5 09' Ci Ran gon g II SEL. Tegalkap Pakuhaji B6 P5 K. Baru I_ I Muara Karang Tanjungpriuk B1 P3 Waduk Pluit B1 I_ I I I_ I I_ Ci Sada ngkalan K. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG MAS HALTE BUNDERAN HI SENTRA TIMUR i RING ROAD gol I_ I Gondangdia 12 B4 . Damar Kecil N1 B4/HP S. Enggr tat Du Ci Laja B4 Ci Keas Ci i Ulu K. Riset 21' I Ci I_ I pea ng I KE CIKAMPE K e. ANCOL B1 Tanjungpriok K. Cakung an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C Ci Kampek 3 e K. Gaga Ci B4 ere Ci Nangsi Ci Gagak I_ 1511 Ci Leungsir Ci Mande B3 T N 2044 Ci Pagedo B3 a Ci Mang I B4 Ci Anten N2 Ci Leungsir gan I_ 1430 Ci Pendaw Ci Kany 1182 Ci Ga reh B4 ong Ci Bogo G. Bungin ar bahb esar P. Pancasila kut i Kru Kal Ci Keas Ci Kadu Ci un Ci Duria Ci Lalay B2 unge Jant n aeu Ci Pay B2 B2 g I_ B4 Setu Babakan I_ Ci Setu Arman 4 B2 I I Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n B3 B1 u B2 K. Bira Kecil P. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung Ma B3 Ci Pa yae Ci I_ I OR BOG K. K. Lay a B1 B4 ah I Setu Silala I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah B4/HP _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I I_ I B4 Pondok Terong B2 I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong B2 B4 Situ Cikaret Nambo I I_ ian I B4 I Ci I_ I Cibinong I_ I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang B2 Ci Cadas Ci Ket _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum B2 Bog _ I I Iwul B4 I I I_ Setu o _ I B4 I I I_ I ur aha n _ I I_ gde B4 B3 Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Par anje I B4 I Dan i _ I _ I K. Kelor Barat P. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B . I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. Kapas P. Kelapa P. Pertanian lahan basah/kering (Dengan Teknologi Tepat Guna) Pam sal ing Ci eng Hil ir ran g Waduk Jatiluhur c. Sekr ane JL. Papatheo P. Bag edo t K. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. G 2 Senen JL. Sempit P. Betingti 57' S. DAAN MOGOT SATRIA Ci B1 dan e Batuceper WURUK JL. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru B3 B4 B4 Rawabuntu a ng Terminal Lebak Bulus Warung Jati TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Serpong B3 B1 Jatisari Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA teuy JL. KP. Kelapa Dua 40' P. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai K. Kait P. intrusiair laut. Bengkok B3 I I B3 HL 45' N2 B4 Ci Tami Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I I Ci Sun B1 Ci Anjur Ci Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI N1 Ci Bala Ci Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu B3 g Ci Gadog Ci Serpo beu G. IMAM JL. Daha Ci Ant B4/HP B4/HP 932 B4 Ci Herang Ci Garu I ri Ciomas CI LIWUNG\P3. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. 2. PROK LAMAS T RAYA HALTE SARINAH Pulogadung Cakung Jalan Arteri Jalan Kolektor Rencana Kanal Waduk Rencana Waduk Sungai Danau/Situ Pusat Kegiatan Nasional MBA Matraman AN HALTE DUKUH ATAS Kedung Waringin MAS MATRAM JEND K.000 Lt/dt) tis a. 3. KH. Kotok Kecil P. Teriti K. Hutan perlindungan badan air g. DAAN MOGOT Kalideres IVE PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR RSO K. Peranci s N1 B7 Muara Angke KAN K. K. Sunter K. P eng are K. Terminal Kampung Melayu Sek ra 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 B4 und HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. Pluit B1 K. Sad Sukadiri Mauk Ci Pasili B7/HP N1 K. N1 Ci Ci Tuis Asin Ci Ci Hauk B6 Keta Kra ma t B5 Ci 106°30' T 36' 42' 48' 106°54' T K. JUANDA JL. Come ng I_ I SENEN Rawa Pondok 9 LETJ EN. Ge mb S. Yu Timur S. Gosonglayar 44' P. Lay _ I B4 I_ I I Baw ah I B4 Ci ung I in ing Car _ Rumpin Situ Cilodong B3 B4 I_ P Ci Situ Citatah B4 K. Pari P. 6 5 HALTE BENHILL RMA . Angke drain I_ I areng keng K. Pertanian / Ladang c. TENDEAN SUPOMO PROF DR. Pesanggrah I_ Serang _ I Kali Baru 2 K. 06°00' S La B4 r n an g a pang Tg. Pembu UKA JL. Pam Ci Ci Pining B. Penjaliran Barat BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL P1 Tg.4 K. ABDUL JL. Kendeng Ci Suka Ci Surup B4 B4 Ci Langg ar G. Sod 12 KYAI IN JL. Ba B6 N1 Mekarbaru Kronjo 03' an Terus an Apun g P2 Teluk Cileleus Muara Cislatip B4 K. JATI JL.Muarakarang I_ I D. JEND Sa d Cawang K Durensawit Kali Sodetan s 21 Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol Kali Malang TOL JAKARTA . BEKASI TIMUR JL. KALI MALANG Sa JL. Srengseng K. Melintang Kecil P. Sugu Ci Jantu B4/HP _ I I I_ B. Bagong B4 K. SUPRA JL. Baru 3 I_ I B4 K. K.0 Apung B5 Ci Slatip B2 Kali S. Ayer P. B4 Gro gol I B4 K. GUNUNG K. Depok Ci ang B4 Ci a B1 B2 Kum B2 ang Ci Picung I Lan B2 I I_ B3 ter Sun K. I_ I Kebayoran Baru Baru l JL.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I I_ Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur B2 gbu Ci Sinda G. Kaliage Besar P. Yu Barat P. Ka rat an _ I B1 I Ci Tarum Bak ung K. Pertanian lahan basah (Irigasi Teknis) Ci Dadap Ci C Seus Pak Paku ilan CI a 39' B-6 a. DEPOK. . Perumahan Hunian Rendah b. Kayuanginputri P. Kiuntang K. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Sekati P. Genteng Besar P. Jikin K. p Pin gka K. K. laut dan lereng terjal f. Perdagangan dan Jasa c. K. Tidung Kecil P.I JL. K. K. flora dan fauna d. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. Pelangi P. Angke B4 B2 Ci Langk Suwuk B4 Situ Cileduk Univ. KH.TANGERANG. Peu B4 B2 B4 Kal ban I_ I I_ g 1 aha kut Ci B3 Ci Pegadunga B2 ang Sad Ci. B1 B1 K. Pal Bute . Poris K. Perumahan Hunian padat (Perkotaan) b. Sunter Ci Bunar Setu Ci Ka ran g I I_ B3 K. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL.000 . Ban G ROAD Ci Longo RIN I_ I n Ind uk Ci Kakalen JL. Tangsi A1 GELOR JL. THAMRIN Karet 10 A RAY BONJOL K. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta K. Lipan P.A ja Ko Terminal Tanjung Priok S.Cengkaren I_ I S. Kelor Timur P. CARING JL. Kempul ran I Ci Sono G. Baplan Kehutanan tahun 2007 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Samp KEPULAUAN SERIBU 28' P. Tua Terminal Kali Deres R B1 11 D. Sab K. kareng K. Burung B4 nkon K. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL. Lancang Besar P1 56' P. Perikanan. intrusiair laut. PEJOMP JL. PS. Lem i 12 HALTE GADING B5 R ro K. Wetan S. CIANAM Ci Lejit aur I DEPOK B1 _ I Ci ng mpu K. Pisang STASIUN KOMDAK PROF JL. Pertanian / Ladang B-4 Be et Om as Ci Beu a. Pateloran Barat Skala 1 . Perumahan Hunian Rendah (Intensitas Lahan Terbangun Rendah Dengan Rekayasa Teknis) Ci Keun euh KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang b. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Panjang Besar P. Perak P. Gelon d K. MH. Ibukota Negara B5 K. Cil JL. Kegiatan budidaya yang telah terlanjur dalam jangka panjang harus dikeluarkan dari zona ini g I len gka gol g I Da nas aun g Ci B4 gse ng I_ I I I c. Rawa Gede Rawa Jemblung Ci nggis Ma Ci Penj o Bun B4 Ci Ci Keas ar B2 B1 Ci B2 Situ Sawangan B4 B3 _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Depok Baru am K. BEKASI BARAT JL. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL.HATTA K. Masigit B4 a ased Ci Pur Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Katomas B4 B4 840 Ci Na Ci Asma ra B4 Ci Saat I ung Ci B3 B4 San Ci Megamen I_ gku Ci B4 B4 B4 Ci Malang B4/HP N1 N1 B4 B3 dul Ci Kun Ci Muhara Ci anten B4 B4 B4 B4 Ci Man Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru Kere teg B3 B4 B3 B4 Ci Sar Cisarua dung gira Lul ngn I ggu _ I B1 ng B3 B4 B4 N1 B3 Ci Bunian Ci Gam ea I_ I B1 B4 Ci Ci Tung Ci Ci B4/HP B4 N1 B3 B3 B4 Pur g 1204 wab Ci Palasar B4 Ci Sodong i akti N2 Ci Asm ara Ci Man de B3 Ci Her angg ede I I_ 42' G. Pes HALTE BLOK M JL. Angke Ci B4 I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. Indonesia Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang _ I Ci Jatisampurna Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Jamb Laja Ci Sadan Kud a uba K. Jambe ne ur RAYA 10 Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara JL. dan konservasi hutan bakau dengan daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan sebagai penyangga Zona N1 dengan Zona B1 D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Lak u Ci Jat i Ci Sok an Sumber: 1. Karya P. Hutan sepadan sungai. TOMAN KEME JL. Taha ne K. Karangkeling S. Sembi K. Payung Besar B4 B7/HP K. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. Gosong Pandan P. KARIAN\P (5. Buntu rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. Bapak TE JL. Sebaru Besar P. K. JL. B4 Ang ke p I Cibinong reu Irate I K. Gab ah KABUPATEN KARAWANG K. Sun ter Ci. Be K.Jeletreng B3 B4 K. Putri Barat P. S. Harapan P. Sad ang Kru kut 7 ka si B1 Ci Tar um I KE et Pondokgede I_ I B2 I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur KAR AWA NG i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas B4 tan Ci Bee i Ta rum Uta ra Ci ARAHAN PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG I_ I KODE ZONA 18' NAMA ZONNING I_ Kal i Kru un I N-1 LINDUNG Ci Be et a. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r 57' B4 Ci 36' S. Tahang B2 k B2 K. Kayuangin (Genteng) P. Burung Tg. RAYA I K. Kiam sar Rencana Jalan Kereta Api Rencana Jalan Arteri Bam Ci Gem B1 ngke K. Jamb 1 Bekasi Selatan K. Semut Kecil P. Sunter I_ I I_ I _ I I _ I B1 K. RAYA SENTRA PRIMER K. Hambalang Ci ian Tanahsareal I m A pea Ci e I _ I _ I Ci I Ci Kasu ngka B4/HP Ci Kaw ung B4 B4 Ci J Ci Seyah I Ci Kiam B4 Ci Ja Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I B3 reu m C ne ada iS Ci Teure up Ci Herang Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang Ci Baturuyuk I er Ci H ten B2 Bogor Utara B4 Ci Ci Omas _ I Ci deu ng An a B1 at u Ci Jurey Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis rian Du Ci B4 I Bogor Barat Ci Sin dan gba Sukamakmur jaw Ci Han ar g Ba len don Ci Hide ung Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci Jurey I Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along B2 B4/HP 36' I KOTA BOGOR Ci Keas B4 B4 Ci Sero Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber ak I I_ I TWA I I_ B4 Ci Rawak Ci I_ I_ Ci Sarante Ci Hideung Ci Apus Ci Kaniki I B2 I_ pea I Am CIDURIAN I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I Ci Jayanti B4 B4/HP ang Her B4 Ci Karet kgak I I B4 B3 Babakanmadang _ I Sukmajaya Ci I B4/HP an Ci _ I I en Ci Madang Ci Berang k B4/HP B4 gur _ I B4 B4 N2 Ci Berang Ci Du G. Rawak idang Muar a Mauk B6 s eleu Cil b Rara ara Mu K. Kuburan Cina P. IR. GATO Permatahijau KABAU STASIUN PALMERAH Tanahabang T SUBR OTO STASIUN MENARA BATAVIA JL. Sekunder as an B7/HP Kosambi ci Ci Mau Cabangbungin Ci Hera ng Ci Leleus B5 cis SKALA 1 : 150. Bira Besar P. I_ I I_ I K. retensi air intrusiair laut. Opak Besar P. Ulu Ci K. TRUNOJOYO JL. Mala ng Kramatjati Kali TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG B3 han INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 B3 Bar u Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K.Gembong 52' ian Dur Ci Tarum B7/HP Ci Ci P5 rian Mua ra Cidu U K. SALE JAKARTA OUTER RING ROAD I_ I MANSYUR K. MAMPANG A JL. Mati P. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok B2 2 1 K. Wetan S. Damar Besar P. Peran langan K. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. JL. TUBUN KS. CIDENG JL. Tengah JL. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B-7 ten ua a. Pa lian AL BAR Pasi g K. PANGERAN DIPON EGORO Terminal Rawa Mangun I 1 JL. Pasir Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma K.000 S. DB. YANI ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN NE I_ I JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. danau.Glatik ane Teluknaga P1 Muara Cikarang Ci Karan g K. grahan Palmerah JL. JEND JL. HARYONO Bekasi Timur ng JL. Pateloran Timur P. K. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. Canti 17 ONGAN JL. Pondokcina _ I _ I Pru Beji K. Caring P Ci Puti I_ K. Batu TWA Ci Samp Ci B4 2211 Ci Ci Walen dul Ci Gun Ci Surian eteg Ker I I_ ay I I _I an G. KEBAYORAN BAR U K.Pemerintah Daerah dan BKSP Keppres nomor 114 tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur Peta Pola Pemanfaatan dan Struktur Ruang hasil konsultasi dengan Daerah Peta Kawasan Hutan dan Perairan Jabodetabek-Punjur. ah son er BP 5 batu JATINEG HALTE POLDA 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA JATINEG K.8 ng K. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 B2 K. Konteng uk KETERANGAN : 06' K. Tawar K. Gosong Keroya P. Nyamplung P. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 STASIUN TANAH ABANG N JL. Tambelang g K. B e k as i an Bug NA K. 12' JL. JL. Pond P2 S. Daya dukung lingkungan rendah Sa da ne Ci Lem a s eng Ci ump ang Ci Tateu n c. PRANOTO kut II JL. K. Jagung P. B4 I I_ ng h ran g an g I B4 B1 B1 I I I B4 I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I B1 B2 I I Setu Tunggilis I Ci Panyai rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r B4 et Ci Be ing Ci Tangkurak B2 Ci Me t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r B4 t Ci Baregbeg Bee Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. Jati _ I _ Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ g K. Gaa 28' S. Jambu K. S. DT. TANJUNG un unge Jant Ci Pang e B1 Kali Egram B3 lan B4 K. Talaga l Gu ndu 1725 Ci Kalong I ten Ku luw un alih B2 Ci Kereteg Ci Parak B1 B3 G. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA .Jela B5 n Ci Salura Bam ne K. Kongsi Tengah P. Sunter I_ I Ci Ci ke i Gro Rar ab Serpong I_ K. K. iwun BESAR K. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 50 persen b. Wisata Alam c. Daya dukung lingkungan rendah. Besar P. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Rambut Pulauuntungjawa P. Cil iwu Terminal Pulo Gadung Batas Kawasan Jalan Tol B5 12' ng SI BEKA JL. A JAKA RT Ci Soge Ci Lowong B2 Ci Rarab Tangerang 15 G RAYA 15 HALTE ian JL. I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci 1 Lem ran Salu B1 Ci Odeng Kali B2 Ci Ci Buluh Kali Baru Jambe Ca Bata Terminal Kampung Rambutan Bantargebang I_ Liw ung B2 Cipayung as i Tar um I K. PARM AN JL. Pemagaran P. 4. Riset g ng e I an rah B2 Ci Beet I pa I Ci Man uk I Ci I_ I ng Sud a I HUTAN KONSERVASI/ CAGAR ALAM/ TAMAN NASIONAL/ TAMAN WISATA ALAM/ SUAKAMARGASATWA /BUDAYA/ PENINGGALAN SEJARAH Ci Beu teu a I 27' KODE ZONA B-1 ARAHAN PEMANFAATAN gr Ci gau r pa I a. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r B3 Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. SURYO K. Ci Jantra Ci Kolear I_ I B2 Pasarminggu Baru K. PENGGILINGAN AD 22 Kebayoran 13 HALTE STASIUN MADYA Manggarai DR. Industri ringan non polutan dan berorientasi pasar Ci Genti s I I rak I B-2 30' a. Lemo I I_ B4 Ci 1030 G. Pulopi DR. KYAI tI B3 B3 20. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 Nag ara Ci Balagung Zona P2 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk referensi banjir mencegah abrasi. Koba K. I Ci Pang Ci Sada ng Ci Rawa Leungsir Ci I I_ B1 Pancoranmas Cileungsi I ang I_ K. Krukut B4 I Ci Sadang B2 Rawa Sadang on ngg Kal I_ Gunungsindur _ I Ci I I Situ Rancayuda B4 B4 K. Karang B4 Ci Hieum I _ I uang Leun I_ Bunar I Rancabungur 734 I I_ _ I B3 B2 Ci Patujah I _ I I _ B4/HP Ci Pan gau r I Ci Bodas un I Ci I_ B1 Situ Gedong B2 tuj Pa I I_ B3 B4 K. Demang Ci I I_ Situ Kangin Situ Tonjong I I_ B1 Bojonggede empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua NAROGONG\P(1. Baru I_ I uku K. CBL Waduk Sunter K. Karang P. KH.000 B2 Kemiri Ci Ma nci ri P4 N1 K. Mandalawangi _ I I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci B4 Bin ong I_ I B3 Kuk Ci Sarua Gede Tiri r Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi Ci Kondang 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Nagar Ci Wa len Ci Gombong Ci Andam I T N Ci Ano m _ I N2 T N tur Gun B4/HP Ci I Ci Bolang _ I G. Hutan Bakau I_ I I li Suwuk Ka I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I Ci ria n aur Ka nda Ci I I I B2 Ci Paming kis I Peru mpu N-2 24' Ci Jantun ng Kar K. Ancol Ci K. Angsana I_ Kud _ I 1 Ci. K. K. Caku Kali ap Ci Jantung ng Ci Ayan I_ uk Ci Manceuri K. Kongsi Barat P. Tengah Cikini K. Angke SARTIK 15' 2 JL. Kambang I_ I B1 B3 Ked g B2 Tenjo Cisauk B4 B1 I I_ K. Ci Sada MANSYUR RIN I_ I B2 B2 Ci Du rian . Pramuka ong P. Cikaran Cilincing Angke Jalur Bus Prioritas Rencana Jalur Angkutan Massal buk ng uni I ng Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. Salak Ci Badak B4 gu _ Ci Anten Ci Apu B3 Ci Ci Liw B3 Ci Beet t Bee Ci Beet I leum Ci Pa B4 Lal ay Ci Awi I Ci Haneu B4 las I_ B4 ari B4 B4 ber Mah B4 i I B4 _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I Ci I_ I I I_ I_ I_ Sad I I _ I B4/HP an I B4/HP I I_ _ I B4 gs i G. Bulanb KE N1 B6 B6 56' ulan P5 S. PRAPATA JL. Krendang tI K.8 polb B5 ayu ang ning ng I_ I 1 K. Semut P. Kotok Besar P. PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK Kanal Babelan n K. Kruku 24 Sal ura Cis adn rat krant olbay I e Koja B1 09' Batas Propinsi Batas Kabupaten K.4/HP Zona B4 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan B4/HP Ci goro wek B-5 g Ci Kir ay a. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan B2 B6 B1 S. Jukung P. HALTE PS. CBL S. Blen cong Tarumajaya K. Gemp ok HALTE GLODOK K. Astana iki Kan Ci Badak B4 I _ Cijeruk Caringin ne Sada C A G. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 40 persen b. Genteng Kecil P. Galiansiman Muara Wetan P. 5. Panjang Kecil P1 40' Pulau Paniki B4 N1 Ta rum B7/HP gin PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Hutan Lindung (HL) Reu nde I Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t d. Rangg CAKUNG DRAIN K. Tonjong K. Bekas K.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->