perpres_54_2008_jabodetabekpunjur

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG

, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur) ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional yang memerlukan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang secara terpadu; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan Presiden; Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Jawa Barat; 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888); 5. Undang…

-25. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739); 9. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934); 11. Peraturan...

-311. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Pertama Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:
1. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan

ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. 2. Rencana...

. Kawasan hutan lindung adalah wilayah hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air. dan sebagian wilayah Provinsi Banten. 3. Cianjur. dan/atau lingkungan. 9. Kawasan resapan air adalah wilayah yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi yang berguna sebagai sumber air dan sebagai pengontrol tata air permukaan. termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. sosial. yang selanjutnya disebut sebagai Kawasan Jabodetabekpunjur. 8. adalah kawasan strategis nasional yang meliputi seluruh wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Puncak. 7. sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. dan memelihara kesuburan tanah. Bekasi.. Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan.. 5. termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. Depok. Sempadan. Sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan sungai. Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara. Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. dan pengendalian pemanfaatan ruang. Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang. pertahanan dan keamanan negara. mencegah banjir. Kawasan Jakarta.-42. mengendalikan erosi. 10. pemanfaatan ruang. ekonomi. 6. budaya. Tangerang. Bogor. mencegah instrusi air laut. 4.

15. dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa taman nasional. dan biologi. Suaka. dan taman wisata alam. 13. 11. 12.-510. Sempadan pantai adalah kawasan sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan fungsi pantai. satwa. baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan. taman hutan raya. Rawa adalah lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terusmenerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri yang khusus secara fisik.. kimiawi. Kawasan sekitar mata air adalah wilayah di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. . Situ adalah suatu wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang airnya berasal dari tanah atau air permukaan sebagai siklus hidrologis yang merupakan salah satu bentuk kawasan lindung. 17. Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan. Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu. 14. 16. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. Kawasan pantai hutan bakau adalah wilayah pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberi perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan..

menunjang budi daya. pariwisata. pendidikan. dan rekreasi. budaya. 24. dan sumber daya buatan. 23.. Kawasan pertanian lahan basah adalah kawasan budi daya pertanian yang memiliki sistem pengairan tetap yang memberikan air secara terus-menerus sepanjang tahun. dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. budaya. atau bergilir dengan tanaman utama padi. 22. . pariwisata. menunjang budi daya. pendidikan. Kawasan. dan rekreasi. 18. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. musiman. ilmu pengetahuan. sumber daya manusia. yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. Kawasan cagar budaya adalah kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alami yang khas yang dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam baik daratan maupun perairan yang mempunyai ekosistem asli. Taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. ilmu pengetahuan..-617. 21. jenis asli atau bukan asli. 20. 19. Taman hutan raya adalah kawasan alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami.

Kawasan rawan bencana alam geologi adalah kawasan yang potensial mengalami bencana alam geologi. tempat tumbuh tanaman. Zona Budi Daya.. 27. Reklamasi adalah kegiatan penimbunan dan pengeringan wilayah perairan. 25. adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan lindung. Prasarana dan sarana wilayah adalah kelengkapan dasar fisik yang memungkinkan wilayah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. selanjutnya disebut Zona N. Zona Penyangga. baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. adalah zona pada kawasan budi daya di perairan laut yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan untuk melindungi kawasan budi daya dan/atau kawasan lindung yang berada di daratan dari kerawanan terhadap abrasi pantai dan instrusi air laut. Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok. 30. adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan budi daya.-724. . yang penggunaannya lebih bersifat terbuka. 32. 28. 31. 26. Zona Non-Budi Daya. Zona adalah kawasan dengan peruntukan khusus yang memiliki batasan ukuran atau standar tertentu.. selanjutnya disebut Zona P. 29. selanjutnya disebut Zona B. Pemerintah.

38. Bupati. Bupati Tangerang. Koefisien. . Pemerintah daerah adalah Gubernur.. Walikota Tangerang. dan Walikota Depok. Provinsi Banten. Kota Tangerang. Bupati Tangerang. Bupati/Walikota adalah Bupati Bogor. Pemerintah pusat. dan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang penataan ruang. Bupati Cianjur. Kepala daerah adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kota Bogor. dan Kota Depok. Bupati Bogor. 40. dan Walikota Depok. Gubernur Banten. Gubernur Banten. Kabupaten Bekasi. 36. 35. Kabupaten Bogor. selanjutnya disebut Pemerintah.-8- 32. Kabupaten Cianjur. 33. Bupati Bekasi. Bupati Bekasi. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Kota Bekasi. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Walikota Bekasi. 37. Walikota Tangerang. Walikota Bogor. Provinsi Jawa Barat. Walikota Bogor. untuk berminat dan bergerak dalam menyelenggarakan penataan ruang. Kabupaten Tangerang. Walikota Bekasi. Peran masyarakat adalah berbagai kegiatan masyarakat yang timbul atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat. Bupati Cianjur. Gubernur Jawa Barat.. 34. Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 39. atau Walikota.

44. jenis batuan. adalah perbandingan antara luas dasar bangunan dan luas persil. jenis batuan. serta izin penunjukan dan penggunaan tanah. selanjutnya disebut KDB. peralihan hak.. Koefisien lantai bangunan. izin perubahan penggunaan tanah. Koefisien zona terbangun adalah angka perbandingan antara luas total tapak bangunan dan luas zona. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. penggabungan hak. kemiringan. perpanjangan hak. 46. pemecahan hak.-9- 40. pembebanan hak. ketinggian. izin lokasi. 45. . Indeks konservasi alami adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis ideal untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan. peningkatan hak. Bagian . pemisahan hak. Koefisien dasar bangunan. 41. dan guna lahan. ketinggian. 43. 42. Administrasi pertanahan adalah pemberian hak.. Indeks konservasi aktual adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis yang ada untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan. pembaruan hak. selanjutnya disebut KLB. adalah perbandingan antara luas lantai bangunan dan luas persil. kemiringan. dan guna lahan.

. menjamin tanah menanggulangi banjir. efektif. mewujudkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan air kawasan.10 Bagian Kedua Tujuan dan Sasaran Pasal 2 (1) Tujuan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah untuk: a. tetap serta berlangsungnya tersedianya konservasi air dan tanah. b. 2) sinkronisasi pengembangan prasarana dan sarana wilayah secara terpadu. mengembangkan perekonomian wilayah yang produktif. dan 3) kesepakatan. dan c.. dan untuk air menjamin permukaan. mewujudkan keterpaduan penyelenggaraan penataan ruang antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan dengan memperhatikan keseimbangan kesejahteraan dan ketahanan. terwujudnya kerja sama penataan ruang antarpemerintah daerah melalui: 1) sinkronisasi pemanfaatan kawasan lindung dan budi daya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk.. (2) Sasaran penyelenggaraan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah: a. dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan pembangunan yang berkelanjutan..

. 3) daya tampung yang bagi penduduk dan selaras dan serta dengan sarana dapat kemampuan lingkungan penyediaan bersih prasarana sehat mewujudkan jasa pelayanan yang optimal. 2) kegiatan usaha pertanian berskala besar dan kecil menerapkan teknologi pertanian yang memperhatikan konservasi air dan tanah. 4) pengembangan. sumber air baku. c.11 - 3) kesepakatan antardaerah untuk mengembangkan sektor prioritas dan kawasan prioritas menurut tingkat kepentingan bersama. air. dan 6) tingkat perubahan suhu dan kualitas udara tetap menjamin kenyamanan kehidupan lingkungan. flora. b. 5) pelestarian flora dan fauna menjamin pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. dan fauna dengan ketentuan: 1) tingkat erosi tidak mengganggu. 4) situ berfungsi sebagai daerah tangkapan air.. 2) tingkat peresapan air hujan dan tingkat pengaliran air permukaan menjamin tercegahnya bencana banjir dan ketersediaan air sepanjang tahun bagi kepentingan umum. tercapainya optimalisasi fungsi budi daya dengan ketentuan: 1) kegiatan budi daya tidak melampaui daya dukung dan ketersediaan sumber daya alam dan energi. . terwujudnya peningkatan fungsi lindung terhadap tanah. 3) kualitas air menjamin kesehatan lingkungan. dan sistem irigasi.. udara.

penanggulangan banjir. serta membuka kesempatan kerja dan berusaha yang optimal bagi penduduk setempat dalam kegiatan pariwisata. serasi dengan lingkungan. pemanfaatan ruang.. permukiman penerapan lingkungan hidup. dan pengendalian pemanfaatan ruang. industri. Bagian Ketiga Peran dan Fungsi Pasal 3 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki peran sebagai acuan bagi penyelenggaraan pembangunan yang berkaitan dengan upaya konservasi air dan tanah. melalui kegiatan perencanaan tata ruang. Pasal 4 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki fungsi sebagai pedoman bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam penyelenggaraan penataan ruang secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur.. .. 5) kegiatan pariwisata tetap menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat. tercapainya keseimbangan antara fungsi lindung dan fungsi budi daya. Bagian. upaya menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan.12 4) pengembangan kegiatan industri menunjang pengembangan kegiatan ekonomi lainnya. dan pengembangan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. d. dan 6) tingkat dan gangguan pencemaran melalui lingkungan baku yang mutu serendah-rendahnya dari kegiatan transportasi. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk.

dan Kecamatan Cipanas.. seluruh wilayah Kota Bogor.. seluruh wilayah Kota Depok. Kecamatan Pacet. pengawasan pemanfaatan ruang. dan pembinaan.13 Bagian Keempat Ruang Lingkup Paragraf 1 Cakupan Kawasan Pasal 5 (1) Kawasan Jabodetabekpunjur meliputi seluruh wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. . dan sebagian wilayah Provinsi Banten. kelembagaan. arahan pengendalian pemanfaatan ruang. Paragraf 2 Lingkup Pengaturan Pasal 6 Peraturan Presiden ini meliputi kebijakan dan strategi penataan ruang. peran masyarakat. seluruh wilayah Kota Bekasi. seluruh wilayah Kabupaten Bogor.. arahan pemanfaatan ruang. Kecamatan Sukaresmi. (2) Sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. rencana tata ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. dan sebagian wilayah Kabupaten Cianjur yang meliputi Kecamatan Cugenang. sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. BAB II. (3) Sebagian wilayah Provinsi Banten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dan seluruh wilayah Kota Tangerang.

dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan. b. serta menanggulangi banjir dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan. menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan. mendorong pengembangan perekonomian wilayah yang produktif. efektif. Bagian Kedua Strategi Penataan Ruang Pasal 8 Strategi penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan pelaksanaan dari kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang meliputi: a. penataan dalam keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian . c. mendorong terselenggaranya pembangunan kawasan yang dapat menjamin tetap berlangsungnya konservasi air dan tanah. mendorong terselenggaranya pengembangan kawasan yang berdasar atas keterpaduan antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan...14 BAB II KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG Bagian Pertama Kebijakan Penataan Ruang Pasal 7 Kebijakan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 adalah ruang mewujudkan kawasan keterpaduan rangka penyelenggaraan lingkungan hidup. BAB III..

rencana struktur ruang. (4) Rencana pola ruang merupakan rencana distribusi peruntukan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya.. (3) Rencana struktur ruang merupakan rencana pengembangan susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat yang secara hierarki memiliki hubungan fungsional.15 BAB III RENCANA TATA RUANG KAWASAN JABODETABEKPUNJUR Bagian Pertama Umum Pasal 9 (1) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur berisi: a. (2) Sistem… . Bagian Kedua Rencana Struktur Ruang Pasal 10 (1) Rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) terdiri atas sistem pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana. (2) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan alat untuk keterpaduan dan sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur. dan b. rencana pola ruang.

. b. (2) Ruang. Bagian Ketiga Rencana Pola Ruang Pasal 11 (1) Rencana pola ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (4) terdiri atas rencana distribusi ruang untuk kawasan lindung dan kawasan budi daya. sistem pengelolaan persampahan. e. sistem drainase dan pengendalian banjir. sistem transportasi laut. c. (3) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. sistem pengelolaan air limbah. (4) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) direncanakan secara terpadu antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. i. h.. d. sistem jaringan telekomunikasi.. g. dan j. sistem jaringan tenaga listrik. sistem penyediaan air baku. sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. serta memperhatikan fungsi dan arah pengembangan pusat-pusat permukiman.16 (2) Sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hierarki pusat permukiman sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.. sistem transportasi darat. f. sistem transportasi udara.

17 (2) Ruang untuk kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Non-Budi Daya sebagai berikut: a. Zona Penyangga 4 yang selanjutnya disebut Zona P4.. Zona Non-Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona N2. Zona Budi Daya 4 yang selanjutnya disebut Zona B4. Zona Penyangga 2 yang selanjutnya disebut Zona P2. (4) Zona Budi Daya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. e. dan b. d. Zona Budi Daya 3 yang selanjutnya disebut Zona B3. (3) Ruang untuk kawasan budi daya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Budi Daya dan Zona Penyangga. dan g. BAB IV. Zona Penyangga 5 yang selanjutnya disebut Zona P5. dan e. Zona Penyangga 1 yang selanjutnya disebut Zona P1. Zona Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona B2. c. c.. f.. Zona Penyangga 3 yang selanjutnya disebut Zona P3. (5) Zona Penyangga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. . Zona Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona B1. b. Zona Budi Daya 7 yang selanjutnya disebut Zona B7. Zona Non-Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona N1. Zona Budi Daya 6 yang selanjutnya disebut Zona B6. b. Zona Budi Daya 5 yang selanjutnya disebut Zona B5. d.

(4) Arahan . dengan kota inti adalah Jakarta dan kota satelit adalah Bogor. Tangerang. dan kota lainnya. Bagian Pertama Arahan Pengembangan Sistem Pusat Permukiman Pasal 13 (1) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 diarahkan pada terbentuknya fungsi dan hierarki pusat permukiman sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. (3) Dalam arahan struktur ruang dikembangkan Jalan Lingkar Luar Jakarta Kedua (Jakarta Outer Ring Road 2) dan jalan radialnya sebagai pembentuk struktur ruang Jabodetabekpunjur dan untuk memberikan pelayanan pengembangan sub pusat perkotaan antara lain Serpong/Kota Mandiri Bumi Serpong Damai. . Cimanggis.. (2) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya untuk mendorong pengembangan Pusat Kegiatan Nasional Kawasan Perkotaan Jakarta. Bekasi. Cinere.. Depok..18 BAB IV ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 12 Untuk mewujudkan rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ditetapkan arahan pengembangan sistem pusat permukiman dan arahan pengembangan sistem jaringan prasarana. Cileungsi. Setu. dan Tambun/Cikarang.

penataan angkutan masal jalan rel dengan angkutan jalan. peningkatan pemanfaatan jaringan jalur kereta api pada ruas-ruas tertentu sebagai prasarana pergerakan komuter dari wilayah Bogor.. danau. dan penyeberangan. b. dan jaringan transportasi sungai. . Bekasi. (2) Penataan dan pengembangan sistem transportasi darat di Kawasan Jabodetabekpunjur diarahkan pada: a. Tangerang. Bagian Kedua Arahan Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Pasal 14 Pengembangan sistem transportasi diarahkan pada keterpaduan dan saling mendukung intra moda dan inter moda. Pasal 15 (1) Sistem transportasi darat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf a terdiri atas jaringan transportasi jalan. c. pemisahan.. laut. dan udara dengan mempertimbangkan kemudahan dan efisiensi pengguna jasa transportasi yang berdasarkan analisis bangkitan dan tarikan lalu lintas antarpusat kegiatan. yang meliputi moda transportasi darat. dan Depok ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sebaliknya.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini..19 (4) Arahan pengembangan sistem pusat permukiman digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. jaringan jalur kereta api.

perkeretaapian monorel. i. e. (3) Untuk. industri. perdagangan. h. dan moda transportasi lainnya. pertanian.. pembangunan jalan setingkat jalan arteri primer atau kolektor primer yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Citayam di Kota Depok ke jalan lingkar luar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan j. pengembangan sistem transportasi masal cepat yang terintegrasi dengan bus yang diprioritaskan.20 - c. pengembangan sistem transportasi sungai yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya.. . g. pemisahan penggunaan prasarana antara jaringan jalur kereta api yang bersifat komuter dan jaringan jalur kereta api yang bersifat regional dan jarak jauh. f. jasa dan simpul-simpul transportasi serta pengembangan jalan penghubung antara jalan selain jalan tol dengan jalan tol. pengembangan jalan tol dalam kota di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang terintegrasi dengan jalan tol antarkota sesuai dengan kebutuhan nyata. pengembangan sistem jaringan transportasi masal yang menghubungkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan pusat-pusat kegiatan di sekitarnya. pembangunan jalan rel yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. d.. pengembangan jalan yang menghubungkan antarwilayah dan antarpusat permukiman.

dan ruang pengawasan jalur kereta api... (2) Untuk.21 - (3) Untuk menjamin keselamatan transportasi jalan dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan transportasi jalan. . (5) Arahan sistem transportasi darat digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Transportasi Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50..000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. ruang milik jalur kereta api. penataan ruang di sekitar dan di kawasan terminal dan sepanjang jalan harus memperhatikan rencana pengembangan transportasi jalan dan ketentuan keselamatan transportasi jalan. yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api. penataan ruang di sekitar dan di kawasan stasiun dan sepanjang jaringan jalur kereta api harus memperhatikan rencana pengembangan perkeretaapian dan ketentuan keselamatan perkeretaapian pada jaringan jalur kereta api. Pasal 16 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf b diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut. termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api. (4) Untuk menjamin keselamatan perkeretaapian dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan perkeretaapian.

penataan ruang di sekitar dan di kawasan pelabuhan harus memperhatikan kegiatan kepelabuhanan sesuai dengan rencana induk pelabuhan dan ketentuan keselamatan pelayaran pada Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) serta Tatanan Kepelabuhanan Nasional. Pasal 18 (1) Penyediaan air baku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf d dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada dan pengembangan prasarananya.. perkotaan. serta keseimbangan lingkungan secara terpadu. Pasal 17 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf c diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut.. (3) Pengembangan. (2) Untuk menjamin keselamatan operasi penerbangan dan keberlanjutan pengoperasian bandar udara. .22 (2) Untuk menjamin keselamatan pelayaran dan keberlanjutan pengoperasian pelabuhan. penataan ruang di sekitar dan di kawasan bandar udara harus memperhatikan kegiatan kebandarudaraan sesuai dengan rencana induk bandar udara dan ketentuan kawasan keselamatan operasi penerbangan serta Tatanan Kebandarudaraan Nasional. industri.. (2) Pengelolaan sistem air baku harus memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air untuk kegiatan rumah tangga. pertanian. dan pemeliharaan sungai.

yang pengelolaannya dilakukan dengan kerja sama antardaerah. (4) Sistem pengelolaan air limbah dilaksanakan secara terpusat terutama pada kawasan perumahan padat. (2) Strategi pengelolaan air limbah diarahkan untuk pengurangan. (5) Arahan pengelolaan sistem air baku digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. (3) Sistem pengelolaan air limbah bagi kegiatan domestik/rumah tangga merupakan sistem yang terpisah dari pengelolaan air limbah industri. dan pemeliharaan sungai. pusat bisnis.. saluran pembawa. (4) Strategi pengelolaan sistem penyediaan air baku adalah dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan serta kelestarian daerah aliran sungai. dan sumber-sumber air lainnya.23 (3) Pengembangan prasarana air baku dapat dilakukan dengan pembangunan dan pengelolaan waduk multiguna.. Pasal 19 (1) Penataan sistem pengelolaan air limbah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf e harus memperhatikan kualitas sanitasi lingkungan dan meminimalkan pencemaran air tanah dan air permukaan. dan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah bagi kegiatan permukiman dan industri dengan memperhatikan baku mutu limbah cair. dan sentra industri. (5) Ketentuan. pemanfaatan kembali..000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. . pengelolaan situ.

Pasal 20 (1) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f diarahkan untuk meminimalkan pencemaran udara.24 (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan air limbah diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dilakukan berdasarkan kriteria teknis sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. industri. Pasal 21 (1) Sistem drainase dan pengendalian banjir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf g diarahkan untuk mengurangi bahaya banjir dan genangan air bagi kawasan permukiman. perkantoran. (2) Strategi… . (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan sumber daya air serta meningkatkan kualitas lingkungan. dan persawahan. perdagangan. serta jalan. tanah.. (4) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (2) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun harus memperhatikan tersedianya prasarana dan sarana pengolahan limbah yang telah terpasang.

pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan kawasan budi daya yang dilaksanakan dengan ketat di kawasan hulu hingga sepanjang daerah aliran sungai. sungai-sungai prioritas untuk penataan dan d. pengembangan kawasan sempadan sungai dan anak-anak (4) Penetapan normalisasi sungai dan anak-anak sungainya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dan huruf c diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. pengendalian debit air sungai dan peningkatan kapasitas sungai.. Pasal 22. . pembangunan prasarana dan pengendali banjir.25 (2) Strategi drainase dan pengendalian banjir dilaksanakan dengan pengelolaan sungai terpadu dengan sistem drainase wilayah.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. waduk-waduk pengendali banjir dan pelestarian situ-situ serta daerah retensi air. drainase dan pengendalian banjir di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan melalui upaya: rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan kawasan tangkapan air. c. f. e. penataan sungainya. b. dan pembangunan prasarana drainase. dan pengendalian pembangunan di sempadan sungai. normalisasi sungai-sungai dan anak-anak sungainya. peningkatan fungsi situ-situ dan waduk sebagai daerah penampungan air dengan sistem polder. (3) Arahan a. (5) Arahan pengendalian banjir digambarkan pada Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir dengan skala 1:50. pembuatan sudetan sungai...

(2) Strategi pengelolaan persampahan Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dengan pemanfaatan kembali. dan pengolahan sampah dengan memperhatikan kriteria teknis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. . Bogor. meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik terisolasi di Kepulauan Seribu. Depok. meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik dalam pengembangan Kawasan Jabodetabekpunjur.26 Pasal 22 (1) Sistem pengelolaan persampahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf h dikembangkan secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. daur ulang. dan Cianjur serta berada pada jarak aman yang tidak mencemari lingkungan di sekitarnya. Tangerang. dan c. (3) Arahan pengelolaan persampahan terpadu pada Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan penentuan lokasi tempat pembuangan akhir dan pengolahan sampah terutama incinerator yang tidak mencemari lingkungan.. mendukung pengembangan jaringan transmisi tenaga listrik terinterkoneksi. Bekasi.. b. Pasal 23 (1) Sistem jaringan tenaga listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf i diarahkan untuk: a. (2) Pengembangan. (4) Penentuan lokasi tempat pembuangan akhir di Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan daya tampung dan volume sampah domestik dan nondomestik dari Jakarta..

(4) Pengembangan sistem jaringan tenaga listrik dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. b. c. b. meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke Kawasan Jabodetabekpunjur. dan c.. kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. (2) Pengembangan. Pasal 24 (1) Sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf j diarahkan untuk: a. dan d. meningkatkan penyediaan informasi yang handal dan cepat di seluruh Kawasan Jabodetabekpunjur dalam rangka perwujudan struktur ruang Kawasan Jabodetabekpunjur.. meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke seluruh pelosok Kawasan Jabodetabekpunjur. mendukung pengembangan sistem jaringan telekomunikasi nasional.. (3) Pengembangan a.27 (2) Pengembangan jangka panjang. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan tenaga listrik diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. sistem jaringan tenaga listrik dilakukan sistem jaringan tenaga listrik harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. .

sempadan pantai. sistem jaringan telekomunikasi dilakukan sistem jaringan telekomunikasi harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat serta keselamatan penerbangan. kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. (3) Pengembangan a. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan telekomunikasi diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.. b. kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen).28 (2) Pengembangan jangka panjang. dan c. e. b. sempadan sungai.. (4) Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. kawasan resapan air. . c.. kawasan . mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. Bagian Ketiga Pengelolaan Kawasan Lindung Pasal 25 (1) Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a terdiri atas: a. d. kawasan hutan lindung. f.

tipe ekosistem. serta . d.. perlindungan keanekaragaman biota. i. taman wisata alam. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. dan situ. kawasan sekitar mata air. suaka margasatwa. erosi. air tanah. menjaga fungsi hidrologi tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah. taman hutan raya. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 diarahkan untuk: a.29 f. h. konservasi budaya. f. dan sedimentasi. gejala dan keunikan alam untuk kepentingan perlindungan plasma nutfah. pengembangan… b. kawasan sekitar danau. (2) Pemanfaatan ruang Zona N1 diarahkan untuk konservasi air dan tanah dalam rangka: a. mencegah abrasi. b. taman nasional. g. bencana banjir. mencegah dan/atau mengurangi dampak akibat bencana alam geologi. kawasan pantai berhutan bakau. j. b. cagar alam. dan c. penelitian. rawa. dan kawasan rawan bencana alam geologi. amblesan. dan kawasan cagar budaya. e. dan air permukaan. waduk. c. Pasal 26 (1) Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf b terdiri atas: a. dan c.

. Pasal 28 (1) Pemanfaatan ruang di kawasan lindung dibatasi pada kegiatan yang menjamin tidak terganggunya fungsi lindung. Pasal 30.. Pasal 27 (1) Pemanfaatan ruang Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1).. (2) Jenis kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundang-undangan. rekreasi dan pariwisata ekologis bagi peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya. dan perlindungan dari pencemaran.30 c. Pasal 29 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melakukan rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan di kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dengan tutupan tumbuhan tetap. (3) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c harus dapat menjaga fungsi lindung.. pengembangan kegiatan pendidikan dan penelitian. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1).

kegiatan sehingga yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi dan dan luas perusakan terhadap keutuhan kawasan dan ekosistemnya mengurangi/menghilangkan kawasan seperti perambahan hutan. dan/atau b. (2) Di kawasan resapan air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf b dilarang menyelenggarakan kegiatan yang mengurangi daya serap tanah terhadap air. (4) Di sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan: a. kelestarian flora dan fauna. kegiatan mendirikan bangunan.31 Pasal 30 (1) Di kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf a dilarang menyelenggarakan: a. dan perburuan satwa yang dilindungi. pemanfaatan… . fungsi hidrologi. penebangan tanaman. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup.. kelestarian flora dan fauna. fungsi hidrologi dan hidraulis. pembukaan lahan. b. kecuali bangunan yang dimaksudkan bagi upaya peningkatan fungsi lindung. penebangan pohon. b. mengganggu kesuburan serta keawetan tanah. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. kegiatan penggalian yang berakibat terganggunya fungsi lindung kawasan. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. dan/atau c. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. (3) Di kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a.

pemanfaatan hasil tegakan. dan situ. dan situ. dan/atau c. kecuali yang dimaksudkan bagi kepentingan umum yang terkait langsung dengan ekosistem laut. fungsi hidrologi dan hidraulis. kelestarian flora dan fauna. (6) Di kawasan sekitar danau. kondisi fisik tepi sungai dan dasar sungai. waduk. serta mengganggu debit air. pemanfaatan. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. pemanfaatan ruang yang mengganggu akses terhadap kawasan sempadan pantai. b. b. menyebabkan penurunan kondisi fisik kawasan sekitar danau. b. . kelestarian flora dan fauna. dan/atau c.. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. dan/atau c. waduk. kegiatan yang merusak kualitas air sungai. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. (7) Di kawasan sekitar mata air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf g dilarang menyelenggarakan: a. dan situ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. serta mengganggu aliran air. (5) Di sempadan pantai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. pemanfaatan hasil tegakan.32 b.. kegiatan yang menyebabkan penurunan kualitas air danau. fungsi hidrologi.. waduk. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian fungsi pantai.

c. dan/atau hayati... dan daerah tangkapan air kawasan yang bersangkutan. Pasal 31 (1) Di kawasan cagar alam dan kawasan suaka margasatwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf a dan huruf b dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan kegiatan yang: a. b.. mengganggu kelestarian flora. dan/atau kegiatan yang merusak kualitas air. pemanfaatan hasil tegakan. (10) Di kawasan rawan bencana alam geologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf j dilarang menyelenggarakan pembangunan dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa mempertimbangkan aspek bencana geologi untuk kelestarian fungsi lingkungan hidup. dan keanekaragaman .33 b. (8) Di rawa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf h dilarang menyelenggarakan reklamasi dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa disertai rekayasa teknis untuk mempertahankan fungsi rawa sebagai sumber air dan daerah retensi air. fauna. kondisi fisik kawasan sekitarnya. mengubah bentang alam dan tipe ekosistem. (9) Di kawasan pantai hutan bakau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf i dilarang melakukan perusakan hutan bakau dan/atau menyelenggarakan pemanfaatan ruang yang mengganggu fungsi hutan bakau sebagai pembentuk ekosistem hutan bakau dan/atau tempat berkembangbiaknya berbagai biota laut di samping sebagai pelindung pantai dari pengikisan air laut serta pelindung usaha budi daya di sekitarnya. (2) Di kawasan.

kelestarian flora dan fauna. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. dan/atau b. maupun menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli. dapat merusak atau mengganggu koleksi tumbuhan dan satwa baik yang bersifat alami maupun buatan.. . pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. b. dan/atau b. yang asli dan bukan asli. pengembangan ilmu pengetahuan. fungsi hidrologi. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. dan pendidikan. mengganggu arsitektur bentang alam untuk keperluan pariwisata. (3) Di kawasan taman hutan raya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan/atau kegiatan yang: a.34 (2) Di kawasan taman nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a. fungsi dan luas zona inti. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kelestarian flora dan fauna. kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional. (4) Di kawasan taman wisata alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. kesuburan dan keawetan tanah. budaya. menghilangkan dan/atau c. fungsi hidrologi.. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman wisata alam. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional. baik mengurangi. (5) Di kawasan. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam..

dan (3) Penetapan… . b. (2) Kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. bangunan arkeologi. d. kawasan konservasi. pemanfaatan ruang dan kegiatan yang mengubah bentukan geologi tertentu yang mempunyai manfaat tinggi untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Pasal 32 (1) Dalam perencanaan kawasan lindung ditetapkan kawasan lindung prioritas dengan kriteria sebagai ruang terbuka hijau regional. c. kawasan resapan air dan/atau retensi air.. waduk. kawasan hutan lindung. kawasan pantai hutan bakau dan rawa di pantai utara. situ. dan/atau daerah resapan air. dan f. kegiatan yang merusak kekayaan budaya bangsa yang berupa peninggalan sejarah. dan monumen nasional serta wilayah dengan bentukan geologi tertentu. rawa. b. dan/atau d. monumen nasional.35 (5) Di kawasan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian lingkungan di sekitar peninggalan sejarah. pemanfaatan ruang yang mengganggu upaya pelestarian budaya masyarakat setempat. e. bangunan arkeologi. c.

36 (3) Penetapan lokasi kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. (4) Proporsi ruang terbuka hijau publik kota/perkotaan di Kawasan Jabodetabekpunjur paling rendah 20% (dua puluh persen) dari luas wilayah masing-masing kota/perkotaan. baik vertikal maupun horizontal. dan merupakan kawasan resapan air.. dan bangunan gedung dengan intensitas tinggi. (3) Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf c merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah. (4) Zona… . (2) Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf b merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan sedang dan tingkat pelayanan prasarana dan sarana sedang. tingkat pelayanan prasarana dan sarana tinggi. Bagian Keempat Pengelolaan Kawasan Budi Daya Pasal 33 (1) Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf a merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan tinggi. tingkat pelayanan prasarana dan sarana rendah.

Pasal 34 (1) Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf a merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai.37 (4) Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf d merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah tetapi subur dan merupakan kawasan resapan air. serta merupakan areal pertanian lahan basah bukan irigasi teknis dan pertanian lahan kering.. (2) Zona. (5) Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf e merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai kesesuaian lingkungan untuk budi daya pertanian dan mempunyai jaringan irigasi teknis. . (6) Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf f merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah. (7) Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf g merupakan zona yang berdekatan dengan Zona N1 pantai dengan karakteristik memiliki daya dukung lingkungan rendah. rawan intrusi air laut. rawan abrasi.. dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah..

.38 (2) Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf b merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai yang mempunyai potensi untuk reklamasi. Pasal 36.. Pasal 35 (1) Pemanfaatan ruang Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) diarahkan untuk perumahan hunian padat. (3) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang berada di pantai utara Jakarta dapat dilakukan melalui rehabilitasi dan/atau revitalisasi kawasan. . (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui penerapan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dalam aturan daerah. (4) Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf d merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B2 pantai. (3) Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf c merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B1 pantai. (5) Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf e merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B6 dan/atau B7.. dan difungsikan sebagai pusat pengembangan kegiatan ekonomi unggulan. perdagangan dan jasa. serta industri ringan nonpolutan dan berorientasi pasar.

dan diupayakan berfungsi sebagai kawasan resapan air. Pasal 38 (1) Pemanfaatan ruang Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (4) diarahkan untuk perumahan hunian rendah. peternakan. agroindustri. pertanian. dan hutan produksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. Pasal 37 (1) Pemanfaatan ruang Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (3) diarahkan untuk perumahan hunian rendah.39 Pasal 36 (1) Pemanfaatan ruang Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) diarahkan untuk perumahan hunian sedang.. perikanan. pertanian lahan kering. perdagangan dan jasa.. . industri padat tenaga kerja. perkebunan. (2) Pemanfaatan. pertanian lahan basah. dan untuk mempertahankan fungsi kawasan resapan air. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B2 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pengendalian pembangunan perumahan baru dan pengendalian kawasan terbangun dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah..

perkebunan. lahan kering. dan hutan produksi dengan teknologi tepat guna dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B5 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara intensifikasi pertanian lahan basah dengan teknologi tepat guna. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B6 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 50% (lima puluh persen). Pasal 40 (1) Pemanfaatan ruang Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (6) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya dan/atau penyangga fungsi Zona N1. Pasal 39 (1) Pemanfaatan ruang Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (5) diarahkan untuk pertanian lahan basah beririgasi teknis. Pasal 41… . perikanan. agroindustri.40 (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B4 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan pelaksanaan kegiatan budi daya pertanian lahan basah. peternakan..

dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1. penyelenggaraan. . menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona. penjaga dan penyangga fungsi Zona N1. pencemaran. serta berfungsi sebagai pengendali banjir terutama dengan penerapan sistem polder.. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B7 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen).41 Pasal 41 (1) Pemanfaatan ruang Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (7) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya. dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1.. khususnya dalam mencegah abrasi. dan b. Pasal 42 (1) Pemanfaatan ruang Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dilaksanakan melalui upaya menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona. intrusi air laut.. pencemaran. khususnya dalam mencegah abrasi. intrusi air laut. (2) Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) dilaksanakan melalui upaya: a.

dan jalur lalu lintas laut dan pelayaran. menjaga fungsi Zona B2 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai. dan b. . (3) Pemanfaatan ruang Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) dilaksanakan melalui upaya: a. kecuali pada lokasi yang secara rekayasa teknologi memungkinkan jarak dapat diminimalkan. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter.42 b. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 300 (tiga ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. menjaga fungsi Zona B1 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu fungsi pusat pembangkit tenaga listrik. (4) Pemanfaatan ruang Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) dilaksanakan melalui upaya: a. muara sungai. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. tidak mengganggu fungsi pembangkit tenaga listrik. penyelenggaraan... jalur lalu lintas laut dan pelayaran. dan tidak mengganggu muara sungai. dan pelabuhan. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya. dan b. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. usaha perikanan rakyat. penyelenggaraan reklamasi dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen) dan/atau konstruksi bangunan di atas air secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya..

. Pasal 44. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 45% (empat puluh lima persen) dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan.. Pasal 43 Kawasan pertanian lahan basah beririgasi teknis dilarang dialihfungsikan untuk kegiatan lain. (5) Pemanfaatan ruang Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) dilaksanakan melalui upaya: a. menjaga fungsi Zona B6 dan/atau Zona B7 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu muara sungai. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. usaha perikanan rakyat. dan b. jalur lalu lintas laut dan pelayaran.. .43 b.

Pasal 38.. dan Kecamatan Gunung Putri. Pasal 46… . b. mengurangi daya resap air. (4) Kegiatan pembangunan yang diperkenankan di Zona B6 dan B7 dilakukan berdasarkan hasil kajian mendalam dan komprehensif dan setelah mendapat rekomendasi dari ketua badan yang tugas dan fungsinya mengkoordinasikan penataan ruang nasional. B4. bangunan gedung.44 Pasal 44 (1) Di Zona B1 dan B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 dilarang: a. mengubah bentang alam. menambah dan/atau memperluas industri sebagaimana dimaksud pada huruf a di Kecamatan Cimanggis. (3) Di Zona B6 dan B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 dan Pasal 41 dilarang melakukan pembangunan yang dapat mengganggu atau merusak fungsi lingkungan hidup. dan/atau c. Kecamatan Cibinong. sumber daya air. pariwisata. membangun industri yang mencemari lingkungan dan banyak menggunakan air tanah. dan/atau b. Pasal 45 Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (2) untuk kegiatan budi daya dilaksanakan berdasarkan hasil kajian mendalam dari dan ketua komprehensif badan yang dan setelah dan mendapat fungsinya rekomendasi tugas mengkoordinasikan penataan ruang nasional. dan B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. perumahan dan permukiman. dan Pasal 39 dilarang melakukan pembangunan yang: a. (2) Di Zona B3. dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. mengurangi areal produktif pertanian dan wisata alam.

daerah aliran sungai yang kritis. kawasan pusat kegiatan ekonomi yang mencakup pusat (3) Penetapan lokasi kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. memiliki peluang investasi yang menghasilkan nilai tinggi. dan kawasan sekitar pelabuhan laut. nasional. d. b. kegiatan perdagangan dan pusat kegiatan industri.45 Pasal 46 (1) Dalam perencanaan kawasan budi daya ditetapkan kawasan budi daya prioritas dengan kriteria sebagai berikut: a. dan internasional. Pasal 48. dan d. Pasal 47 Pola ruang kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. memiliki aksesibilitas tinggi yang didukung oleh prasarana transportasi yang memadai.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. f. kawasan sekitar bandar udara. berdampak luas terhadap pengembangan regional. . kawasan pertanian beririgasi teknis.. memiliki potensi strategis yang memberikan keuntungan dalam pengembangan sosial dan ekonomi. e.. kawasan perbatasan antardaerah. c.. (2) Kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. c. b.

.. (3) Penyusunan rencana rinci dan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual. dan Zona P diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing dengan memperhatikan: a. c. (2) Rencana tata ruang wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabarkan lebih lanjut dalam rencana rinci yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah untuk mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang dilengkapi dengan peraturan zonasi. peraturan zonasi.. oleh Pemerintah dan pemerintah daerah b. dan (2) Pengaturan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan melalui koordinasi antarinstansi Pemerintah dan pemerintah daerah. rencana rinci tata ruang. (3) Hak pengelolaan dalam pemanfaatan ruang Zona P2. Zona B.46 Pasal 48 (1) Pemanfaatan ruang Zona N. (4) Indeks. Zona P3. BAB V ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 49 (1) Rencana tata ruang wilayah provinsi/kabupaten/kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur harus disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. Zona P4. . dan Zona P5 diberikan kepada pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. persyaratan-persyaratan teknis.

. . perizinan. KLB. dan pemerintah daerah kabupaten/kota memasyarakatkan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dan rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) sesuai dengan kewenangannya masing-masing. pemerintah daerah provinsi.. dan rekayasa teknologi yang diperlukan. amplop ruang yang meliputi koefisien dasar ruang hijau. KDB. Pasal 51 Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sebagai upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang melalui penetapan peraturan zonasi. (2) Penyelesaian. Pasal 50 Pemerintah.. ruang terbuka hijau. dan garis sempadan bangunan. (5) Penyusunan rencana rinci sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. dan kegiatan pertanian. pemberian insentif dan disinsentif. Pasal 52 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diselenggarakan pula dalam rangka penyelesaian administrasi pertanahan. perkantoran. serta pengenaan sanksi.47 (4) Indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual digunakan untuk menentukan alokasi pemanfaatan ruang yang meliputi permukiman.

- 48 (2) Penyelesaian administrasi pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan apabila pemohon atau pemegang hak atas tanah atau kuasanya memenuhi syarat-syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. (3) Syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan satu kesatuan proses dalam penyelenggaraan administrasi pertanahan.

Pasal 53 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan oleh

bupati/walikota berdasarkan arahan dan rekomendasi gubernur dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dilaksanakan oleh Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (3) Koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan oleh gubernur masing-masing wilayah. (4) Dalam melaksanakan koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang, gubernur berkonsultasi dengan Menteri. (5) Gubernur menyampaikan laporan pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang secara berkala kepada Presiden melalui Menteri. (6) Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 54...

- 49 Pasal 54 Peraturan zonasi merupakan pedoman pengendalian pemanfaatan ruang yang disusun berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. Pasal 55 (1) Setiap pemanfaatan ruang harus mendapatkan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh Pemerintah dan pemerintah daerah menurut kewenangan masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 56 Dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang, agar pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, insentif dan/atau disinsentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diterapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 57 Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51

dimaksudkan untuk: a. melakukan tindakan penertiban terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi; dan b. mengembalikan fungsi ruang melalui rehabilitasi dan revitalisasi kawasan. Pasal 58…

- 50 Pasal 58 (1) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b merupakan bagian dari tindakan mengatur atau menata kembali pemanfaatan tanah dan bangunan yang tidak sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Pelaksanaan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b diprioritaskan pada kawasan lindung di Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Cisarua di Kabupaten Bogor dan di Kecamatan Pacet, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cugenang, dan Kecamatan Cipanas di Kabupaten Cianjur, serta di lokasi-lokasi lain yang ditetapkan berdasarkan keputusan bersama antardaerah. BAB VI PENGAWASAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 59 (1) Pengawasan kegiatan pemanfaatan ruang diselenggarakan dan evaluasi melalui terhadap pemantauan, pelaporan,

pemanfaatan ruang. (2) Kegiatan pemantauan, pelaporan, dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan secara berkesinambungan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. (3) Dalam penyelenggaraan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah dan pemerintah daerah melibatkan partisipasi masyarakat. Pasal 60...

mengawasi. 3) perkembangan. pemantauan dilakukan oleh kepala desa/lurah. dan Menteri. perpindahan. gubernur sampai dengan Menteri.51 Pasal 60 Kegiatan pemantauan terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: a. pengakuan.. bupati/walikota. pemantauan terhadap kegiatan budi daya yang ada di kawasan lindung dan kawasan pertanian lahan basah dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantungan terhadap fungsi yang sudah ditetapkan. camat. b. perpanjangan. Pasal 61 (1) Kegiatan a. c. dan pemisahan serta perubahan hak atas tanah lainnya.. pelaporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: laporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan berjenjang melalui dimulai pelaporan dari kepala secara periodik dan desa/lurah. pemantauan merupakan usaha atau perbuatan mengamati. camat. b. peralihan. 2) perkembangan pemberian. bupati/walikota. dan memeriksa dengan cermat perubahan kualitas tata ruang dan lingkungan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang. gubernur. pembatalan. peningkatan. pemantauan dilakukan baik terhadap kegiatan di kawasan lindung maupun di kawasan budi daya dengan memperhatikan kesesuaian dengan rencana tata ruang. penggabungan. dan d. .. laporan tersebut dilengkapi dengan materi laporan yaitu: 1) perkembangan pembangunan fisik. pencabutan.

. laporan merupakan informasi secara obyektif yang sesuai maupun tidak sesuai dengan rencana tata ruang. b. (2) Ketentuan Menteri. kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. d.52 3) perkembangan perubahan fungsi dan pemanfaatan ruang dan izin mendirikan bangunan. Menteri terhadap laporan yang disampaikan oleh gubernur. masyarakat.. camat terhadap laporan yang disampaikan oleh kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. dan/atau camat. bupati/walikota. bupati/walikota terhadap laporan yang disampaikan oleh camat. 4) masalah-masalah yang perlu segera diatasi. kepala desa/lurah terhadap laporan yang disampaikan oleh masyarakat. dan e. camat. kepala desa/lurah. c. c. masyarakat. kepala desa/lurah. gubernur terhadap laporan yang disampaikan oleh bupati/walikota. Pasal 62 (1) Kegiatan evaluasi terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan oleh: a. laporan dapat berupa masukan dari masyarakat. dan/atau lebih lanjut mengenai tata cara pelaporan yang akan muncul dan perlu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan (2) Kegiatan.. dan d. . dan 5) masalah-masalah diantisipasi.

53 (2) Kegiatan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil kegiatan pemantauan dan pelaporan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ditangani. DAN PEMBINAAN Bagian Pertama Kelembagaan Pasal 63 Koordinasi teknis penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai kawasan strategis nasional dilakukan oleh Menteri. BAB VII KELEMBAGAAN. Pasal 64 Koordinasi kelembagaan dan kebijakan kerja sama antardaerah di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama antardaerah. (4) Kegiatan evaluasi dilakukan agar pemanfaatan ruang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.. PERAN MASYARAKAT. . (3) Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan kegiatan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur. Bagian Kedua...

Pasal 24 ayat (4). Bagian Ketiga Pembinaan Pasal 66 (1) Pembinaan merupakan upaya meningkatkan kinerja penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. Pasal 23 ayat (4). Pasal 53 ayat (1) dan ayat (2). Pasal 20 ayat (4). Pasal 22 ayat (1).. daerah dilakukan kepada masyarakat di wilayahnya masing- (4) Pelaksanaan… . (3) Pelaksanaan pembinaan yang penataan diselenggarakan ruang oleh Kawasan pemerintah Jabodetabekpunjur masing. dan Pasal 59 ayat (3) dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.54 Bagian Kedua Peran Masyarakat Pasal 65 Peran masyarakat melalui partisipasi dalam kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (4). (2) Pembinaan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah kepada pemerintah daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

55 (4) Pelaksanaan pembinaan yang terkait dengan kepentingan lintas provinsi/kabupaten/kota antardaerah. BAB IX… . Pasal 68 (1) Jangka waktu Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 adalah 20 (dua puluh) tahun dan ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.. (2) Dalam kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan dan/atau perubahan batas administrasi wilayah provinsi dan/atau wilayah kabupaten/kota yang ditetapkan dengan Undang-Undang. Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. BAB VIII di Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 67 Penataan ruang kawasan yang berbatasan dengan Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan dengan memperhatikan tujuan dan sasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.

2) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya. . c. izin pemanfaatan ruang yang telah dikeluarkan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini: 1) untuk yang belum dilaksanakan pembangunannya. pemanfaatan..56 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. izin terkait disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. atas izin yang telah diterbitkan dapat dibatalkan dan terhadap kerugian yang timbul sebagai akibat pembatalan izin tersebut dapat diberikan penggantian yang layak. pemanfaatan ruang dilakukan sampai izin terkait habis masa berlakunya dan dilakukan penyesuaian dengan menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.. b. maka: a. izin pemanfaatan ruang pada masing-masing daerah yang telah dikeluarkan dan telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini tetap berlaku sesuai dengan masa berlakunya. dan 3) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak memungkinkan untuk menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini..

pemanfaatan ruang yang bersangkutan ditertibkan dan disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan tanpa izin ditentukan sebagai berikut: 1) yang bertentangan dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. dipercepat untuk mendapatkan izin yang diperlukan. pemanfaatan ruang yang izinnya sudah habis dan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden ini dilakukan penyesuaian dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.. maka penyelesaiannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 2) yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. yang karena Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur ini pemanfaatannya tidak sesuai lagi. . (2) Sepanjang. e.. masyarakat yang menguasai tanahnya berdasarkan hak adat dan/atau hak-hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan..57 - c. d.

c. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur.58 - (2) Sepanjang rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi belum ditetapkan. digunakan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai acuan pemberian izin pemanfaatan ruang. Pasal 70 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Presiden ini.... b. semua peraturan pelaksanaan dari: a. . Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan peraturan pelaksanaan baru sesuai dengan Peraturan Presiden ini. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri. dan Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. Pasal 71. d.

peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah provinsi. . b.59 - Pasal 71 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a. dan b. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi yang telah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri. dan d. dinyatakan tidak berlaku. peraturan daerah tentang rencana tata tata ruang wilayah provinsi.. BAB X. Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. Pasal 72 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a.. Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. c.. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada huruf a disesuaikan dan ditetapkan paling lambat 2 (dua) tahun terhitung sejak Peraturan Presiden ini diberlakukan.

DR. H.. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. Iman Santoso . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Agustus 2008 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. Dr.60 - BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 73 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. ttd. M.

MAS MANSYUR MAS MANSUR K. THAMRIN 17 Karet Menteng al 10 Terminal Rawa Mangun STASIUN KARET INTERCHANGE A1 GELOR JL. Angke Ci Laja _ I K. Mala ng Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ Ci Kampek 3 e K. Sadang B. RASU K. Semak Daun 44' P. K. ABDUL JL. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Bungin ar bahb Muara Bungin KABUPATEN BEKASI Ci 36' 57' S. PRAM K. Sekre JAKARTA OUTER RING ROAD K. Bira Kecil P. K. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. Betingti 57' S. Bekasi Barat JL. Sa iluman K. Damar Besar P. K. Kait 48' A R A H A N S I S T E M T R A N S P O R TA S I 06°00' K. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 Gondangdia HALTE SARINAH N JL. K. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . Betingcerme 32' 32' S. KH. S u nter II Salura 2 1 K. KH. Gosonglayar 44' P. PU. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. PS. Angsana ang I_ Ci Ci a Lan gka p _ I I Ci. Pecah gin 40' P. JEND HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. Peta Jaringan Kereta Api Di Wilayah Jabotabek (Masa Depan) . Sunter Jele g How e Ge lam Ci t am u Ci Le un g s ng Ci treng Ci Baren K. Pondokcina K.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. Kruku Ci Longo 09' G ROAD I_ I n Ind 11 RIN D. JEND. Pulopi DR. Kayuangin (Genteng) P. Bute Sunda Kelapa Lew ang . g Ci Keas I Ci Care h a n I_ Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar _ I ng Ci Jelet r e I_ ng Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir Setu Tunggilis I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I Sad _ I Ci Ci Panyai I_ Ci Pi nan g K. kareng K. Be K. Kelapa P. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad I_ Ci Situ Pulo lis ggi Tun I _ I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ Man _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru Ci How e Sun Ci Geuju K.000 Lt/dt) I I Ci Ci Kaw ung KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci tis Ci Ja Jalur Bus Prioritas R e n c a n a J a l u r A n g k u ta n M a s s a l Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang Be et Om as Ci Beu at u Ci Pam sal ing Ci Hil ir Waduk Jatiluhur Ci Gaha Waduk 36' Rencana Waduk Ci goro wek g Ci ay Ci Paku Seus Pak ilan n Sungai Ci Dadap CI a 39' Sa da ne Ci Lem a s eng ber Danau/Situ Ci Tateu n Lal ay Ci Awi Ci ump ang Ci Sar ua Ci An Na gar a Ci Sada ne g Ci Ci Jam be Ci Warin 42' gin Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He ong Ci Ma 45' Nag ara Ci Balagung 48' Kuk ulu Ci g 51' D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Jat i Sumber: 1. Kra Seg ok atel T E L U K ma J A K A R T A K. MT. GENTENG a Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Pur Mah Ci Katomas 840 Ci Na ung Ci I San Ci Megamen Ci Bunian Ci I_ I ea Ci ete Ker Ci Muhara Ci Gam I_ gku Ci Malang Ci Ci luw un g i Ci Palasar Pur Ci Sodong 1204 wab akti Ci Man I de Ci 42' G. Sunter kut Ci Ci Pegadunga Serpong JL. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. SURYO K. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan I _ G.000 S. Banjirkanal KRAMA I_ I STASIUN TANAH ABANG Pulogadung Cakung T RAYA 12 KETERANGAN : 12' . Sunter Tenjo I_ Ci Bunar Pamulang K. P eng are K. iwun BESAR K. TENDEAN SUPOMO PROF DR. Cil JL. Karang Ci Hieum _ I reum _ I Ci Tem ng Lutu Ci Ci Kani I_ I I_ I I_ I I_ anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute Kedunghalang I ki _ I I n I_ Ci Ante n ng Ci J Ci Seyah I ria Ci I_ _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Depok Baru Cileungsi I Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong I_ 24' Pancoranmas Depok 1 Ci Palahl ar I a dan Cen Ci Kud _ I Ci Picung I I I_ Ca ri K. BEKASI. Panjang Kecil P. Harapan P. Lemo dul I_ Ci Tung Ci G. Teriti ga K. Sab etan Terminal Grogol JL. Kramatjati Kali Bar u TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG gra h INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 K. Pantara Barat P.8 polb ayu K. SUTOM O JL. 250. Sekr ane JL. Jatiuwung WADUK CIPONDOH K. IMAM I 1 JL.4 K. Angke JA I_ I taris dan i K. Cakung P e s ang JL. JL. und Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota 15' JL. Tiram buku K. PUNCAK DAN CIANJUR P. Sekre JL. Kotok Kecil P. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci Her ang I Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r g Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I Ci Gadog Ci Serpo I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci I Ci Sun Ci Ci Anjur Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Tapen I Ci Maung I_ Ci Bant G. Wetan nggi a S. PARM AN JL.8 KANAL TIMUR K. Pesanggrah B. Cina P. Opak Besar P. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. PEJOMP PEJOMP Palmerah JL. ne ur BR JL. Pes HALTE BLOK M JL. STASIUN PEJOMPONGAN grahan JL.Cengkaren I_ I S. Rawa Jemblung Ci nggis Ma o Rawa Sadang on ngg Kal Situ Rancayuda I Ci Penj Bun Ci Keas K. KAPT. Ci Ma n ri ceu ang Situ Cekdam Ci I I_ K.JL. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. Kemiri Ci Ma nci ri Ci Rumpak K. Sepa Barat P. S. PASAR li JAGO Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Ka Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. Ba les ngan P. Koba K. Galia Dur da Ci Ci Sa Ci Tarum Muaragembong ulan P. Kambang Ci Leungsi Ci I_ I Ked g Cisauk Setu Ka ran g I Suwuk Univ. Sod 12 KYAI IN JL. SA. Jambu K. Pasir 52' P. Tidung Kecil P. Kayuangin Bira P. Angke Ci I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. KARIAN\P (5. Man JL. MAMPANG A rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. KABUPATEN TANGERANG K.TANGERANG. JL. Payung Kecil 48' P. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Karya P. SISINGAMANGARAJA Ci JL. Bag Ci Tuis Teluknaga Muara Cikarang S. Pasir I_ I JL. B e k as i an Bug NA K. Daha Ci Ant 932 Ci Garu I ri CI LIWUNG\P3. Angk Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Jikin K. Come A JAKA RT Ci Soge 15 G ng Ci Lowong RAYA 15 HALTE ian JL. JATI JL. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. CBL S. Lancang Kecil P. Macan Besar (Matahari) P. Tahang K. K. Tahun 1997 3. Kiam ang ning sar ng K. JELAM gol Gro K. Perak P. Baku I_ I n Ci 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan Angke asi HALTE BUS K. Sad ang Batas Propinsi KE KAR AWA NG Raj 14 Kal TOL ng ara I an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C et Pondokgede I_ I I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas I_ I I_ Ci tan Bee i Ta rum Uta ra Batas Kabupaten 18' Ci I I_ Ci Kal i Kru un I ran Salu Ci Be et g I Batas Kecamatan Kal len gka gol I Egram Da nas aun g Ci gse ng I Jalan Tol Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu I I I I nde u 21' KE CIKAMPE K Ci I_ I pea ng Jalan Arteri I I_ I I li Suwuk Ka K. Besar P. Karang P. Pam Rawa Ciantra Jamb Ci Ci Pining K. Tidung Besar S. MH. Peran cis TANJUNG PRIOK K. P E NGGILI N G AN Cangkr O OT batu JATINEG Ci Du rian 22 Kebayoran 13 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA STASIUN MADYA Manggarai DR. Pluit Ancol ukga Ci Gar K. g ban K. Irig Ci 03' asi g K. STASIUN KOMDAK PROF JL. Peta Jalan Wilayah Jabotabek . Kongsi Timur P. ah son er BP 5 JATINEG K. BOGOR. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA Tanahabang T SUBR OTO HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai RAYA 10 TO GA Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara K. Derowak DR. D. Srengseng K. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Payung Besar K. Angke K. DA Ci Karang K. Jagung P. Tua Terminal Kali Deres R Koja 09' uk Cis adn rat K. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang lur I_ I el iga K. Pramuka ong P. Kaliage Besar 06°00' Tg. PROK LAMAS K.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur Ci gbu Sinda G. Peu Pa yae teuy Bantargebang I_ Liw ung as i Tar um I I_ I Ci Ci i Gro Serpong I_ K. K. Mati Ta rum P. G 2 Senen JL. Peta Dasar Rupabumi . Bengkok I I_ 1511 Ci Mande Ci Mang I Ci Anten Ci Leungsir gan I_ G. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG HALTE BUNDERAN HI UKA i ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN Babelan n STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN I_ I i NE JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL.CIKAMPEK K. Tengah JL. Tangsi JAK Cipondoh JL. GUNUNG K. Laki P. Blen cong Tarumajaya K. Bapak TE JL. Krukut ar _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen K. HARYONO Bekasi Timur ng Sa d Cawang K Durensawit Sa JL. Pari P. Bun S. Asin I Muara Angke S. Kapas P. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Karang Ci Bolang p _I I Irate I K. K. Batu Ci Sada ne 1030 Ci Walen Ci Gun dul Ci Surian eteg Ker I I_ 2211 ana Ci Samp ay I I _I an G. Kobakrante JL. onen g Kali G ro Kali ng kjara Cisoka Ci Payaeun Ci Rara b Curug Ci Sabik ng Sasa Pina JL. Lipan P. Karangkeling S. Swasembada ngke K. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. Sepa Timur P. Lay gr Ci gau r gau r pa et Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol I Ci Be Ci Genti s I I I Ci Me rak I K. Ci l i wu n g I OTISTA JL. Damar Kecil S. Sebaru Besar P. Tongkeng P. Kongsi Barat P. METRO JL. Bira Besar P. Peranci s I_ I I_ K. Ciher SUDA Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR IVE SAHARI RSO ang e Ba euh MAKAL I_ I K. Irigasi P. Kayuangin Melintang P. Gemp ok HALTE GLODOK K. Pembu K. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep. JUANDA JL. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas Ci Kadu Ci I_ g I_ kut i Kru Kal Setu Babakan Ci un Ci Duria Ci Lalay unge I_ Jant Ci aeu Ci Pay Cinere an I Setu Arman 4 Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' n Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang e Ci Sadan Ci Kud a Jatisampurna Rawa Burangkeng lan uba K. Macan Kecil P. Pateloran Barat Skala 1 . Cipu Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Situ Sawangan Ci Ci Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. K. SALE JL. T SU 6 5 I_ I AD JL. Pru Beji Gro gol Ci Sadang I_ Gunungsindur _ I Ci I Rawa Gede K. Peru am K. Genteng Kecil P. Buntu Baru l Kali go DEWI JL. Rambut Pulauuntungjawa 56' S. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. Brengk g II SEL. Wetan S. S. Ancol Tanjungpriok ng I_ I K. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P. TRUNOJOYO JL. HALTE PS.I K.Jeletreng Ci. CBL Waduk Sunter K. JEN HALTE DUKUH ATAS JEND D. Talaga l Gu ndu Ci Ci Kalong I Her _ I I_ Ci Parak Ci Kereteg Ci ten Ku alih Kun I G. Sekunder A OU ART Cikini I M BONJOL A HALTE M B ONJ EGORO O LJL.Glatik ane 48' 106°54' T K.BKSP. Tahun 2000 4. Penjaliran Timur P. I_ I Kebayoran Baru K. Lem Terminal Pulo Gadung SI BEKA JL. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma Batuceper K.Perumka 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . PANGERAN TOSARI Dukuhatas DIPON JL STASIUN DUKUH ATAS JL. Teras Ma ti TIR TAY ASA Ci Durian S. Tawar K. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL.0 K.Jela Bam ne K. Nawan S. Bam Ci Gem AL BAR Pasi g K. Ka rat an _ I I I_ I I_ I KAN Muara Karang Tanjungpriuk I_ I I_ I K. ja Ko Terminal Tanjung Priok S. Cant HALTE MASJID AGUNG JL. Banjirkan JL. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan Waduk Pluit K. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. Pa lian I_ I I_ I _ I I _ I Ci Tarum Bak ung ng K. Baru I_ I uku K. Blaca n Tg. Pisang JL. Lara Teluk Cileleus K. K. KYAI tI 20. THAMRIN K. BUND KR. K. RAYA SENTRA PRIMER K. DEPOK. Kempul ran I Ci Sono G. Opak Ci Duria n Cilincing g K. Ayer P. Jeletren Ater Ang Saluran Irigasi Ca ab Ci ke Rar g Ci Karang I Bar at I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Situ Ci Putat WADUK LIMO PONDOK CABE Cipayung Lentengagung Kal Ci Kal i S a r ua ap ung Ci Jam bala I_ I K. PRAPATA JL. Kendeng Ci Pagedo Ci Suka Ci Surup G. Kelor Barat P. Kuburan Cina P. SUPRA JL. ANCOL KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum on Baku k I_ I K. Konteng uk SKALA 1 : 150. Nyamplung P. Yu Barat P. Pond Kali Kedu kang an K. Lancang Besar rian Mua ra Cidu 56' P. Bekas K. Bulanb KE r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo S. Masigit an _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I I_ I Ci ran g Han Ci Jurey I jaw gba eng Ci Ba I I_ len ung I_ rian Du Ci I Bogor Barat Ci Sin dan Sukamakmur ar g don Ci Hide I_ Sad I I _ I Beu an I I I_ _ I I _ I uang Leun I_ I _ I Bunar I Ci Temp Ci Saru a Rancabungur 734 I I_ _ I Ci Patujah I _ I I Jati Kar _ I_ K. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 K. Pelangi P. Panggang P.Gembong nkon 52' gsi ian ne Tg. YANI ang TUBUN KS. Ba Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I I ru I _ I 4 I_ I 27' Setu Malangnengah I_ Citayam a I K. CARING JL. Sunter Barat Ci Tarum K. Jati _ I _ Baw ah I Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. Tikus P. buk ng uni I ng K. I I I_ ng h ran g an g I rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Pam Ci isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r Ci Ket ing Ci Tangkurak t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r Bee t Ci Baregbeg Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN 12 HALTE GADING R RING ROAD gol ro K. Krendang 24 Sal I krant olbay ura Ci Ran gon e ung Ci Kakalen JL. Yu Timur S. CIDENG JL. A. Kongsi Tengah P. Kotok Besar P. _ I I 30' I Ci Ka lon g Rencana Jalan Arteri Rencana Jalan Kereta Api KANAL TARUM BARAT\P (31. Salak Ci Badak gu _ Ci Anten Ci Apu Ci Ci Liw Ci Beet t Bee I leum Ci Pa Ci Beet I Ci Haneu las I_ ari i I ased _ I G. Betingbesa P. Sekati P. DB. CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET STASIUN KAMPUNG MELAYU i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji K. Sunter I_ I Ci Sada ngkalan K. Sun ter _ I _ I K. Tegalkap Ci Mau k Pakuhaji K. LETJEN. Mampang JL. Cikaran K. Jambe Ci Sada MANSYUR RIN . Rangg K. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K. Semut Besar P. Angke K. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. Jukung P. Pemagaran P. Angke Tambelang drain areng keng K. Mandalawangi _ I Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede I_ I Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi 54' 54' Ci Kondang 106°18'00'' BT 643616 mT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Tami Ci Nagar Ci Wa len I _ Ci Durian 1891 I gul Ci anten Ci Man ra Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru ten Kere Cisarua ng gira Lul ngn I ggu Ci Asma Ci Saat _ I teg dung Caringin KABUPATEN CIANJUR Ci Angs 1375 G. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r S. Kaliage Kecil P. Karang Bongkok P. Demang Ci I I I_ Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede I I_ empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang Ang ke r Lua Cibinong reu NAROGONG\P(1. Melintang Kecil P. Pal S.A I_ I 1 K. Ulu I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I I Jalan Kolektor Ci Paming kis Ci ria n aur Ka nda I I I I I_ mpu Ci Jantun Kar K. KALI MALANG KOTA BEKASI Tambun KABUPATEN BEKASI K. Tonjong K. Gosong Keroya P. Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. JL. Indonesia Serang _ I I Kali Baru 2 K. Baru I ne K. I_ Gunungputri ter Situ Tlajung ang Kum K. Taha K. Rengat P. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Macan Gundul P. Genteng Besar P. K. KYAI TAPA Kru JL. DR. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. Bulat P.400 Lt/dt) reum Beu Ci Angk _ I K. Semut Kecil P. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Sebaru Kecil P. TOMAN KEME JL. Gelon d K. Tahang Ci Karan g K. Tengah P. Gemb Sukatani ro an ng pisan K. Angke SARTIK 15' 2 JL. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Bekasi Ci Taru Ci Slatip m Apung Kali S. Cika PRAPATAN I_ I Duren Kalibata 3 21 Kali Malang TOL JAKARTA . CIANAM Kali Egram Ci Lejit aur DEPOK _ I Ci ng I mpu K. Sunter K. Gosong Pandan P. Pa sa n I Dan i _ I _ I K.BAKOSURTANAL Tahun 2000 2. MATRAM JL. KP. Papatheo P. Kelor Timur P. Baru 3 I_ I _ I in ing Car _ Rumpin I I Situ Cilodong I_ I _ I ung I I_ P Ci Situ Citatah K. Pin K. Caku Ci Langk Ci Jantung ng Ci Ayan i Gon I_ uk Ci Manceuri K. KALI MALANG K. KH. K. Mandung MBA A RAY . S. Enggr tat Du Ci Laja Ci Ci Keas i Ulu K.830 Lt/dt Ci Ci Karet Ciomas kgak _ I Ci Teureup ang I I Her Ci Herang Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang Bada Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Rejeg I Dul Liw Ci Keas CIBEET s Ci kis Ci _ I I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I Ci Ci Ci Berang Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Oma k Ci Ci Bung en bulan ian Ci CIBURIAL Ci Keas ng eng San Ci Hide Ci Bada I _ I Ear Ci Jambu Ci Letu h ung Ant Ci Dur Ci ang Ci Paming Ci Kaniki Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat s Ci Her Bogor Selatan Ci Ci Rangra I _ I Apu iK Ci eupa anc Gadog CIAWI g Ci Liwun Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I ng wu eda I ulu _ I Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I 39' Tamansari Pina Megamendung Ci Pam Ci B. Burung K. Jamb 1 Bekasi Selatan K. JEND Kali Sodetan s JL. Sempit P. JL. 21 Mala Pondokranji etari K. Kayuanginputri P.Muarakarang D. KH. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung a ng Terminal Lebak Bulus Rawabuntu Warung Jati OR Jatisari Ma Ci I_ I BOG K. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Senen Terminal Senen ER HALTE YARSI PTO . DAAN MOGOT SATRIA Ci WURUK JL. DAAN MOGOT Kalideres K. JEN STASIUN SAHARJO 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 HALTE BENHILL N HALTE NKARET MA RMA DIR HALTE POLDA SUDI SU . Terminal Kampung Melayu Sek ra JL. Ci Pan I Ci Bodas un Ci Guha Setu Batok I Ci I_ Situ Gedong tuj Pa I I_ Setu Pagam ah I Setu Silala a Ci Liwung I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong Situ Cikaret Nambo I I_ ian I Ci I_ I Cibinong I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum Bog _ I I Iwul I I I_ Setu o I _ I I I_ I ur aha n _ I I_ gde Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Cadas Ci Par anje I g K. Putri Barat P. Pantara Timur Ci Tarum S. Gab Asin Sukadiri Mauk Ci Pasili ah Ci He ran K. Ban tI K. Poris K. BEKASI BARAT JL. Semut P. Bagong K. BEKASI TIMUR JL. Canti JL. Cengk K. Hambalang Ci ian Tanahsareal I euh Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea a _ I m A pea Ci Cigudeg e Ci Keun Ci Baya wak I _ I _ I Ci I Du Ci Kasu ngka pur I Ci Kiam Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I C ne ada iS reu m Ci Teure up Ci Herang Ci Baturuyuk I er Ci H ten Bogor Utara _ I Ci deu ng Ci Jurey An a Ci Omas Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along I KOTA BOGOR Ci Keas Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber I I_ ak I I_ I Ci Rawak Ci I_ I_ Ci I Babakanmadang Ci Jayanti _ I Sukmajaya 36' Ci Sero Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Apus I I_ I pea I Am CIDURIAN an I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I I Ci _ I en Ci Madang Ci Du Ci Berang gur k _ I G. Kiuntang K. Tengah Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. Gegerbentang g _ I I nde 45' Ci tur Ci Gun Ci Gombong Ano m Ci Andam _ I Ci I Ci Bolang _ I G. Karang Congkak P. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Ge de I g ng e Jalan Lokal 24' Ci Beet an rah I Ci pa I I Ci uk I Jalan Lain Jalan Kereta Api 27' I Ci I_ I I_ I I ng Sud a I Ci Beu teu I I I a Ci I K.HATTA S. Melintang Besar P. Sasakpan I I_ Pondok Terong I_ Bojonggede K. I_ I ONGAN ONGAN JL. Sugu Ci Jantu Ci Pinan I_ tun Jan Ci _ I I e Dua Ci Pang gan Situ Rawabesar ng Ci Sada Rawa Leungsir Ci I B. MH. Kelin K. Cil iwu RAYA ng I K. Bokor P. Ci Jantra Ci Kolear I_ I Pasarminggu Baru K. e PRANOTO kut II PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK I_ I SENEN Rawa Pondok Tangerang 9 LETJ EN. GAJAH K. Sentio SAHAR I_ I JL. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil b Rara ara Mu K. MEDAN MERDEKA BARAT Ci Rarab SENTRA BARAT K. TER 6 Matraman AN Kedung Waringin Ibukota Negara MAS JL.CIKAMPEK Kru kut 7 ka si Ci Tar um K. Pesang 12' JL. Melinjo P. LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. Ge mb S.000 06' K. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL.290 Lt/dt) C Citeureup isan I_ ad _ I Ci S I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu I_ I 30' I _ I _ I I I_ ingk I ang Pam Ci _ I Ci Durian Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Barangba ng I_ as Ci p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas Kemang Ci Jere Teu I Ci Ci Angke _ I I I PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Cilebut gs i G. Caring P Ci Puti I_ K. KABAU K. Boj ongk K. Penjaliran Barat esar P. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. KEBAYORAN BAR U K. Bantar CB L K. Gaa 28' 28' P. Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S Ci Sad K. Panjang Besar P. Ulu MINGGU K. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA 1 aha ban ang Sad I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci. . TANJUNG un unge Jant Ci Pang I I_ Univ. MELAYU BESAR BARAT JL. Burung Tg. DT. Sembi langan Cabangbungin Ci Hera ng 3 km 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. GATO I_ I Permatahijau STASIUN PALMERAH STASIUN MENARA BATAVIA JL. JL. Kali Baru Jambe Ci Ci Buluh Bata Terminal Kampung Rambutan Ci 1 Lem I_ I I_ g Ci Odeng Kali K. Ci 06' Lon Kresek Ci gok K. Galiansiman Muara Wetan P. Sekunder as Kosambi ci K. IR. Pateloran Timur P.

Baru Cawang tI uku K. Tegalkap Pakuhaji K. Yu Timur S. Pasir 52' P. Jati Ci Sad ane ingk Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Ka lon g Ci Barangba ng as Ci Ci reu Ci B e ng uteu Ke p Ci Omas Kemang g ran Ci Ka Ci Jere Pam Teu Ci Ci Angke Bunar reum Ci Temp Ci Saru a Rancabungur uang PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Beu an Ci Kiam Ci ng Ci Tem Ci Kasu Lutu ngka pur Cilebut ng Ci anggel Ci Ci Luar KE e Sadan Ci Keun Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN Ci Kani Ci Ante ki n un Ci Arute Ci Gen Kedunghalang DAS CIDURIAN Ci Asa h an Ci Ma nge nte m A pea Ci Cigudeg euh 33' SODONG\P (7. K 3 nggis Ma Ci Keas Ci Pang B. Situ Manceuri uk Ci Care h a n Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar ng Ci Jelet r e ng Ci Ci Bera Ci Be Jeng ir Ci Pi nan g K. Cikaran K. Jambe ahan esanggr K. Mandalawangi r 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' K. Kayuangin Melintang P. TANJUNG Ci uba K. Sebaru Kecil P. Pateloran Timur P. Indonesia un Kali Egram Kali Baru 2 K. BOGOR. Betingti 57' S. an Bug Be kas i Ci K. Yu Barat P. Gosong Pandan P. Daha CI LIWUNG\P 3. S Ci Sa Ci Her AT Beto k Sepatan BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Tengah P. ce Ci Man Angk Ci Pang e Dua u Ci D ne Ci Ci Ci Bun K. PESANGGRAHAN Jurangmangu Kali e Ci Jantra Ci Kolear Pasarminggu Baru Ci Pina ng K. Baru K. dan lian Bam AL BAR Pasi g K. Pi na p K. Ci liwung I Kali Sarua Kali Baru 1 i Ci Cayu Kali Mampang Cond eur i Panongan Sudimara K. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Sod etan K. Ka rat an 06' Lon Kresek Ci gok K. Pa KAN Muara Karang Tanjungpriuk Bak ng ung K. Kongsi Tengah P. Kambang Egram Ci Mat Ci Conteng Ci Man ceur uk g Cisauk K. Bek K. K. Jagung P. Salak Ci Anten Ci Badak Ci Leungsir G. Sun t Jatisari Ci Bitung Be ureum Ci K. Gemp ok DAS CIKEAS. Peran cis TANJUNG PRIOK K.HATTA S.0 a ru m Mau k Cabangbungin Ci Hera ng Ci Ma 3 km Ci 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. Pru Beji Ci. Jikin K. Pateloran Barat Skala 1 . Tidung Kecil P. Betingcerme 32' 32' S. Irig Ci 03' asi S. Pecah gin 40' P. Laki P. ut ruk Kal da KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Ci am K. Betingbesa P. Tua Koja Cis adn e Ba rat ang eng are Man K. KARIAN\P (5. Karangkeling S.740 Lt/dt) Ci Bun Ci Apus eW et a n 625 Ke as Ci Ci Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea Setu Burung Setu Gede Ci u de K Ge Bad ak Ci Ci Ci Taringul Semplak Ci Miis Sur Situ Cigudeg ung Ci gbu Sinda G. Come Senen Babelan n ng JAKARTA BARAT KOTA TANGERANG K. Kait 48' ARAHAN SISTEM AIR BAKU DAN PENGENDALIAN BANJIR 06°00' nkon gsi K. Jukung P. Peranci s K. Kemiri K. Tua an K. S asak pap a rab Ci Ra n Jatiuwung Jayanti Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT K. Ceng Pasarkemis KE SERANG Rawa Pondok Ci Lowong Ci Soge Batuceper K. Pa sa n Dan gde ur ng Pina K.8 CAKUNG DRAIN K. Macan Besar (Matahari) P.830 Lt/dt Bogor Timur ngah Pene Ci ang Ci Garu gur Ci Dur i Ci Herang Ci Bada ng Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Dul Ci Letuh Ci Sero Ci Mang k Ci Karet Ci Teureup Ciomas Liw Ci Keas Ci Ci Berang Ci en Ear Ci Jambu Ci Letu h un g ah Pan Ci Keas ng Arut Ci n inte Ci Ci Bung en eng Be bulan Ci San Ci Hide ung CIBURIAL/SALAK Bogor Selatan Ci Dur ian Ant Ci Ci Kaniki Ci Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat Apu iK Ci ulu DASCISADANE CI Hide s Gadog Ci Letuh Ci Beureum ng wu Ci Sarua ing Ci Kaniki ding ngga Ci Game 39' 937 Tamansari ung Ciawi ung Megamendung Ci B. Panjang Kecil 36' S. Kiuntang Ket ing Nambo Ci Ci Genti s Bee Kanal Ci Cadas Ci tuj ah Ci Tangkurak Ci Beet a Ci Pa an C Ci Par anje Rencana Kanal Ci Hoe Ci Pan gau r Ci Kaw ung Citeureup Ci Me rak Ci Bee Ci Hoe t 30' Ci Patujah Cariu Ci Gentis Waduk Rencana Waduk tis Ci Leun 734 gs i G. Penjaliran Barat S. Tonjong K. Cant K. Payung Besar K. Sembi langan S. Genteng Kecil P. Baru 3 Ci Pandan K.000 06' K. Pulopi tI K. Kiam ang ngke K. Jati P Ci Situ Citatah au r in ing Car Rumpin Setu Lebakwangi K. Pembu WADUK CIPONDOH . Tongkeng P. Sentio KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay Kebayoran K. Kotok Kecil P.Glatik 48' 106°54' T K. Be K. Pal S. Kongsi Timur P. Lancang Besar S. Bulanb KE TIR TAY ASA r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo ian Ci Sada S. Pantara Timur Ci Tarum Ci Tarum nggi Muara Bungin a S. Codet Ciledug Tebet a rum Tebet DAS CIPINANG SUNTER DAS CIPATUJAH. Masigit ased a Ci Pur Ci Ci Sa da ne Ci Pa las ari Ci Lal Ci Katomas 840 Ci Na ggu Ci Asma ra Ci Saat gku San Ci Ci Ci Megamen Ci Bunian ea Ci Muhara Ci Gam Ke reteg DAS CILIWUNG Ci Kereteg Ci Malang ten Ci Duri an Ku luw un g Ci Palasar i Ci Pur 1204 wab akti Ci Man de 42' G. Enggr tat Ci Laja Ci Pining Ci Pin ang an Sa Ci Ci Keas i Ulu gkok i ng Jele g t am u Ci K. buk I ri ceu an M ng uni NA ng K. Rasm ggong i Ta Kali G rogo l Baru b DAS CIANGKE. PUNCAK DAN CIANJUR P. Tikus P. P K. Talaga Ci Warin l Ci Gu ndu Ci Kalong Ci Her Ci Sodong Ci Parak Ci alih Kun Ci G. Bute Ta ru m Ci Rumpak Sunda Kelapa Lew ang . Mandung ang Cakung Matraman Kedung Waringin Ibukota Kabupaten/kota ah son er BP 5 Ci Tarum Jatinegara Saluran K. Galiansiman Muara Wetan P. Melinjo P. Lemo dul Ci Tung 1891 gul Ci anten Ci Man Pasirpogor Pamijahan Ci Aru ten Ci Caringin Sada ne 1030 G. Klender Baru batu Cika rang Buaran K. Sa el iga ng I K. Damar Besar P. CIANAM Ci Lejit aur Situ Rancayuda ar Gunungsindur K. Peta Daerah Aliran Sungai/DAS Bopunjur 3. BEKASI. Harapan P. K. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. Ba ru 4 PA S I R K O P O Setu Ci Kum jang Ci Liwung h Ci Pan Tata Reun Ci Cibinong Ci Landak deu ur i a n Ka rang Putatnutug Iwul o Ci Bog Ci Ci Keas Ci K. Sekunder Ci Kali nciri K. Semut P. Tangsi Cipondoh ga K.BKSP JABOTABEK 6. Teras Ma ti S. Besar P. Gro gol DASCISADANE ne da Kebonjeruk taris Ibukota Propinsi 12' K. Panjang Besar P. Angke Ci Sad Pondokranji etari K. Kendeng Ci Surup 1511 Ci Mande G. Brengk L BA Benda Ci Longo n Ind Kalideres JAKARTA UTARA D. Cika K. CBL K. JAKARTA SELATAN Duren Kalibata Mala K. Mala K. Koba K. ng h ra Ci Bentang K. Ayer P. Lipan P.A sar Ci Ta rum polb ayu ng K. Cak ung Ci Binong Bata K. Tiram buku Ci K.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg.8 ar Waduk Pluit g K. Melintang Kecil P. CBL S.000 S. Bira Besar P. Gaa 28' 28' P. Kelin ci K. Sekunder al Mampang K. Hasil deliniasi peta aliran sungai Jabotabek 5. Sugu Ci Jantu Ci Pinan B. Cil Gondangdia asi K ng iwu I K. Pelangi P. Canti 12' Karet Palmerah Menteng Dukuhatas Sa K. Bulat P. Sunter K. Peta Dasar Rupabumi . Tawar K. Pam Ci K. Boj ongk onen g K. Tengah K. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r KABUPATEN BEKASI 57' um Ci Tar P. CILEUNGSI K. Baw ah Situ Cilodong 27' eureum Ci B Ci Pining Ci Setu Malangnengah Citayam a Citayam Situ Rawalo aha n g K. Damar Kecil S. Kempul 1092 Danau Lido Danau Lido Ci 45' G. Gosonglayar 44' P. Bokor P.Muarakarang ukga Gar Tambelang g Ci drain e kasi keng K.Jela g II iwun K. Swasembada K. Karya P. Pasir Situ Rawacipondoh Situ Rawacipondoh K.400 Lt/dt) reum Beu Ci Baren Ci Jantun Ci K. Panggang P. Kelor Barat P. DA Ci Karang K. Ge Cileungsi aur g de Ci Palahl ar ng Stasiun Kereta Api 24' an rah Ci Picung Ci Kud TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Situ Cipicung Ci Tun lis ggi pa Man Ci Keas Ci Geuju g Ci Mar agu ng Ci Sud a Setu Tunggilis Ci Panyai Batas DAS ran Ci Beu teu ran g an g Ci Bare ngko k t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan a Ka Ci s Ci Boda Cibarusah Ci Howe Ci Anggon g Arah Pasokan g juan Ci Han K. Kelor Timur P. Karang P. SA. Ci Kali Sodetan ka Sasa Kal i Pesang grahan Ci Manc K. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Jambu K. Pemagaran P. Ci l i wu Durensawit Bekasi Timur K. Pramuka ong Ci T ar um P. Kebayoran Baru 15' KOTA BEKASI ng kjara KABUPATEN BEKASI K. Ca K. Angke lan Ci Le ma ha ba ng Parungpanjang Univ. Ciliw Ci Ran gon e ung uk Ci Kakalen K. Angsana Ci a Lan Kum K. Tengah Cikini K. Lara Ci Teluk Cileleus K. Angke l go Gro K. Sab kareng K. KABUPATEN TANGERANG K. Tahun 1997 4. Pantara Barat P. Sekr K. Hambalang Ci ian Tanahsareal Hi ngbarang Ci N Ci deu ng An a e er Ci H ten g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ci Ci Keu Asa han Bogor Utara Ci Teure Ka n Cibungbulang Leuwiliang ng Ci Omas Ci Bogor Barat Ci Sin dan gba Ci Sa t u Dramaga Hil ir ro Ci ran g Han Ci Jurey Ci H am bo along ak KOTA BOGOR Ci Keas n Ci Rawak Ci Bad n ur i a Ci D Liwu Setu Leutik Ci Keruh Ci Be Bogor Tengah Bogor Nanggung Ci Beber Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Am CIDURIAN CIDURIAN pea 36' Ci Apus Sukmajaya Sukaraja n Ci Madang Ci Ant a en Ci 932 Ci Berang G. Cipacet Ci Tami ang Ci Tamiang Ci Hera Ci Gado r Leu Ci Anju tik g Ci Gadog Ci Serpo ng Ci e Ci Beureu m en gar gu Ci Sun PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Jurang Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede Ci Ci Anjur gung Heu Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n Kam Ci Bala lan g undi ng 48' Cianjur Leutik Ci Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb n Ci Sarandi 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' Ci Kondang UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas kut i Kru Kal Setu Babakan Ci Ka rang Ci Kadu Ci Ci Lemahaban g da ap Ca ke Ci Ra ra b g un unge Ci Buluh Ci Ci Karang Bar at Ci WADUK LIMO un g as i Tar um Le ma ha ba ng Jambe Ci Bata kut Ci Ci Pegadunga i Jant 21' aeu Ci Ci Pining n Pay Ci Ci Am Mat uk Ci Cinere an DAS CILIWUNG Setu Arman r imu e K. ning K. Wetan S. Angke Ci Ayan ung Ci Jam bala K. Sunter DAS CIKUPA Ci Lon gok Sal ura K. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Bant G. Sasakpan Situ Kadongdong Situ Cikaret Pondok Terong KABUPATEN LEBAK Ci Berang Situ Kibing Situ Citatah ng D Ci Bino Ci Setu Silala Ci Liwung Jasinga Setu Pagam Ci Guha Bojonggede K. Macan Kecil P. Gelon K.Ci Sadane 7. 250. Banjirkan Ci ing K. PU. an e Kali kut si K. Cakung Tenjo Ci Lalay Ci Bunar Sa Univ. DB. A Jonggol Ci Ci D Ci gau r Hau r pa t D. ANCOL K. Tahang K. Jeletren Ater Ang Ci Kru Ci Jantung ne Pamulang K. Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S K.4 K. Caring P Ci Puti ng K. Payung Kecil 48' P. Kotok Besar P. Nyamplung P. Penjaliran Timur P. Bag Ci Tuis Teluknaga Asin Ci S. Derowak ian Cisoka Ci Payaeun Sek ra Ci Dur Ci un K. Peta Sungai dan Situ . Batu Ci 2211 ana Ci Angs 1375 an G. Lay gr Ci Reundeu 27' s Ci Le u n g i ngke K. Sunter Barat Rawa Segaran K. Ga Muara Cikarang Ci Karan g K. S u nter II ria n k Ci Du Ci Waduk Sunter k K. Be kas i k K. Kayuangin Bira P. Nawan Sukadiri Mauk Ci Pasili bah K. Pesanggrah B. Sun ter g ban K. Kali Baru Ci Odeng Kali kut Liw Ci Beu reu m Serpong K. Sekati P. Rambut Pulauuntungjawa 56' ulan P. Semut Kecil P. Kelapa P. Pluit K. Sepa Timur P.Jeletreng unge Kali Kruk Jant Ci ng Ci mpu Pondokcina K. Macan Gundul P. S. Ge mb S. Tahang Kali He ran g K. Kayuangin (Genteng) P.TANGERANG. An gke Gambir K. Lancang Kecil P. Opak Besar P. Kruku 09' K. S. Blaca n Tg. Sun ter Ci Penj o Ci Sadang K. Buntu Timur rahan angg rang K. e ngkalan K. Ulu Ci Apus Kebayoran Lama ng Cibitung Rawa Palalangan Ci Kampek Ci Sabik Kru Rara K. Demang Ci e Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua Cibinong reu NAROGONG\P (1. Wetan S. Sebaru Besar P. Ancol Tanjungpriok KABUPATEN BEKASI Pebayuran on Baku ng K. CILEUNGSI Babakanmadang Ci Sero et Ci Baregbeg Ci Gaha Ci Jayanti 36' ang Her Ci Gulinga kgak n CIBEET Ci Rejeg Ci Ci Gam bir goro wek Rawagede kis s Ci Oma Ci Bada k DASCITARUM et g Ci Paming Ci ay Ci Paku Seus Pak anc ilan eupa n Ci Dadap a Ci Jamb an KE CIANJUR Ci 39' Ci Ci Ampe a Mah Lem ber Ci Ci Anten i Ci Apu s Liw ung Ci Beet ay Ci Ci Be Cisarua ng et Ci Tateu n Awi Ci Lul gira ngn eng ump ang dung Ci Sar ua Ci An Ci Samp 42' gin KABUPATEN CIANJUR Ci Walen Ci Gun dul Ci eteg Ker Ci Jam be ay Ci Surian Ci Nangsi Ci Kundul Ci Mang gu Ci Maleber Ci Pagedo gan Ci Suka birus a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak Na gar a eng Ci Maung Ci Tapen Ci Ci He G. Jamb Bekasi Selatan K. Kaliage Besar 06°00' Tg. Gemb Sukatani ro Sa da Ibukota Negara an ng pisan Ci i K. Gegerbentang g Waduk Cirata na Ci Angsa ang Sada ne ran ong Ci Ma nde Ci Her 45' Ci Bolang tur Ci Gun Ci Gombong Nag ara Ci Ano m Ci Andam Ci Nagar a Ci Wa len Ci Balagung Ci Balagung Ci Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha lan g 48' Kuk ulu Ci g 51' Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Ci Peus Ci Laku ing Jat i 54' 57' Sumber: 1. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Ulu Kud a ut Pu tat Rawa Gede Rawa Jemblung Rawa Sadang on Ra ngg Rawa Sadang Rawa Sadang ang Ci Ma hab Ci Rawa Taman Be et ri Le un g s Ci Sada ng Ci Ge lam Ci Ka Rawa Leungsir Rawa Leungsir Ci Kar Ci Paming kis K. Cideng Senen Pulogadung K. Ba pak ng und Batas Propinsi Batas Kabupaten 15' s Curug Tambun nter Su K. Angke K. Kuburan Cina P. Karang Beras P. Ko ja unter ng u K. Cina P. Rengat P. Pisang Ci Biuk i Uta Ci Kapek K. GENTENG Pina Ci Liw Pam Ci Pu Ci Esek kis ras eda Ci Her Ci Rangra ang G. Baru Situ Sawangan Ci How e Ci nda ng treng Peru tun Jan gan DAS CIKUPA a dan Ci Cen Situ Cekdam Situ Cekdam Ci Ma n u ri rcieu ang Ci Ci 24' Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Saluran Irigasi rogol li G Ka PONDOK CABE Kali Kali Ci Putat Situ Cipayung Lentengagung Kal Sau KE LEBAK k Duri an Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci Ked K. Pond Seg ok atel T E L U K K. Proyek Pengelolaan Sumber Air dan Pengendalian Banjir Ci Liwung . Hasil Rapat Tim Teknis BKTRN Tahun 2002 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Ba les Dur ngan P. Kaliage Kecil P. KETERANGAN : 09' K. Bun S. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil Ra Rara rab b ara Mu K. Semut Besar P. P Permatahijau Tanahabang Klender JAKARTA TIMUR Rawa Besar Cakung Kranji Bekasi Utara K. Burung Ci Tarum Muaragembong rian Mua ra Cidu ne 56' P. Sekre Ci Du ri a K.Cengkaren Ci Ra rab Rajeg S. Kapas P. Teriti K. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep. Opak Cilincing K. B KA Bam Sadan e areng Penjaringan Angke K. Cili wung I II II Kemayoran K. Baru Situ Pasirmaung Situ Pasirmaung Ci Sad C Gunungputri Situ Tlajung ang Ci Sunte r Situ Pulo Ci Beureum Situ Baru Ci How e K. CIKARANG K. Bekasi Sepa Sau Ci Ci Ater Kali eum CiRara b Ci Beur Ci Bogo Cipina ng Pa yae 1 ang Ci Langkap Tanjung Barat Sad Ci. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan G.000 Lt/dt) 33' a KABUPATEN PURWAKARTA Ci Om Ci Ja Jere Ci ng gel lo Sungai Ci Jurey as lang Ci Pasanggra up Ci Herang SUBDAS CIBEET CIPAMINGKIS Ci Pam ing kis g Ba len don han Be et Ci Sa Ci Beu reu m Ci Baturuyuk Ci at u ne da Cintarasa Ci Hide sal Ci Haneu leum Sukamakmur jaw ar Ci Sad eng ung Danau/Situ Ci Kemba Ci Waduk Jatiluhur r DAS CIKEAS. Taha K. Krendang krant olbay T RA RENCANA BANJIR KANAL TIMUR ol Grog ung I K. Sekre Tangerang ne taris K. Papatheo P. Karang Congkak P. Bekasi Kedu kang an Kra Ci Ci Slatip ma T Apung as Kosambi K.290 Lt/dt) Ci Bodas un empuhan Ci T u ri DAS CIANGKE. Sepa Barat P. P es ng Sa iluman ang lur d K. Kayuanginputri P. Bantar CB L K. S Iri Pondokbitung Bekasi Barat Bekasi gas Cikupa K. Lem K. Karang Bongkok P. Sunter Ci Langk Suwuk Ci K. Kongsi Barat P. Burung Tg. Banjirkanal K. Ci Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. Galia K. mpu ng K. Semak Daun 44' P. PESANGGRAHAN K. Putri Barat P.Bakosurtanal Tahun 2000 2. Genteng Besar P. Bar Kramatjati Kali TIGARAKSA Ci Raj eun Situ Cihuni Situ Cihuni r Ci Ate r K. Bengkok Ci Sono G. A gka K. ik Serpong Peu i Kru Ci teuy i an Dur Ciputat Ci 18' Legok Ci Baru Rawabuntu TAMAN MINI INDONESIAINDAH K. Angke K. Cipu g K. Melintang Besar P. Sunt er Jamb Laja Kali Baru T Ci K. Ang k Setu Jampang Setu Jampang Situ Gedong Setu Batok Ci Beuteung isan 30' Setu Sigagu K. Tidung Besar S. Mati P. Ciher Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA Duri K. Kru kut Ci euh KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Poris Kalideres Grogol K. Blen cong Tarumajaya Cik Ci Gem K. Asin SKALA 1 : 150. Konteng uk Ci Muara Angke S. Cil K. Gosong Keroya P. Bira Kecil P. Baku n Ci Salura K. Karang Ci Hieum Ci Sero Ci J Ci Seyah Ci Baya wak KANAL TARUM BARAT\P (31. J A K A R T A K. Sadang L iw un K. i. DT. Cengk K. Bagong K. Kobakrante Jatinegara Manggarai ur Cangkr K. Depok Baru Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong Pancoranmas Depok 1 Ci ng Ca ri ngke K.Gembong 52' Tg. Irigasi P. Sad ang Cikarang g r an Ka Ci Ci eum Beur Ta ru m KE Batas Kecamatan KAR AWA NG u BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA u2 C et Ci Rarab Ci Barebeg Pagedangan CURUG BUMI SERPONG DAMAI Pondokgede Kal i Bar Pasarminggu Lemahabang reu Ci Beu m Sa lur Cilandak Ciater an Iri Pasarminggu et gas Be i Ta rum Uta ra Ci tan Ci Jalan Tol 18' Situ Cibeureum er Kal Sab ran Salu Ir i g Bantargebang Jalan Arteri Da nas Ci len gka i Gon aun g Ci gse ng Setu Bee t Jalan Kolektor uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu nde u Ci i ngs Leu Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Saluran Irigasi Tar um Bar at Bub Rawa Indah ur Jatisampurna 21' KE CIKAMPE K Ci pea ng Jalan Lain Jalan Kereta Api Serang li Suwuk Ka K. Uluh anwir K. Bapak K. S. Rangg D. DEPOK. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Karang Ci Bolang p Irate K. Pari P. Bungin ar bahb esar P. Perak P. Sunt er K. Srengseng Kru K. Sempit P.

ANCOL B1 Tanjungpriok K. PARM AN JL. Kelapa Dua 40' P. Sentio SAHAR I_ I STASIUN SAHARJO JL. Rambut Pulauuntungjawa P. Cikaran Cilincing Angke Jalur Bus Prioritas Rencana Jalur Angkutan Massal buk ng uni I ng Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. B e k as i an Bug NA K. . intrusiair laut. KH. laut dan lereng terjal f. Teras P2 B4/HP les S. SA. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 40 persen b. Kelapa P. DB. B4 Ang ke p I Cibinong reu Irate I K. DEPOK. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. Gemp ok HALTE GLODOK K. BEKASI BARAT JL. Galiansiman Muara Wetan P. Riset g ng e I an rah B2 Ci Beet I pa I Ci Man uk I Ci I_ I ng Sud a I HUTAN KONSERVASI/ CAGAR ALAM/ TAMAN NASIONAL/ TAMAN WISATA ALAM/ SUAKAMARGASATWA /BUDAYA/ PENINGGALAN SEJARAH Ci Beu teu a I 27' KODE ZONA B-1 ARAHAN PEMANFAATAN gr Ci gau r pa I a. Angsana I_ Kud _ I 1 Ci. S u nter II K. Teriti K. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Terminal Senen Senen ER HALTE YARSI PTO . B4 I I_ ng h ran g an g I B4 B1 B1 I I I B4 I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I B1 B2 I I Setu Tunggilis I Ci Panyai rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r B4 et Ci Be ing Ci Tangkurak B2 Ci Me t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r B4 t Ci Baregbeg Bee Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. Melintang Besar P. Cina P. Industri ringan non polutan dan berorientasi pasar Ci Genti s I I rak I B-2 30' a. Pluit B1 K. onen g Kali ng kjara B2 Ci Payaeun Ci Rara b Kali G ro Cisoka Curug ng I_ I B2 Ci Sabik Kali go DEWI Sasa Pina JL. Wetan S. BEKASI. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG Jatiuwung K. Baru I_ I uku K. Asin P3 I Ci Karang K. 06°00' S La B4 r n an g a pang Tg. JEND. GUNUNG K. Krukut B4 I Ci Sadang B2 Rawa Sadang on ngg Kal I_ Gunungsindur _ I Ci I I Situ Rancayuda B4 B4 K. Panggang P. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan B2 B6 B1 S. SUPRA JL. Pecah PETA STRUKTUR DAN POLA RUANG 06°00' S. 250.000 S. Talaga l Gu ndu 1725 Ci Kalong I ten Ku luw un alih B2 Ci Kereteg Ci Parak B1 B3 G. Tengah JL. Penjaliran Barat BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL P1 Tg. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta K. 2. Tongkeng P. G 2 Senen JL. Sebaru Besar P.CIKAMPEK Tambun K. Cika PRAPATAN Pondokranji Duren Kalibata 3 K. Pasir Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. Sekre LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. Perumahan Hunian Rendah (Intensitas Lahan Terbangun Rendah Dengan Rekayasa Teknis) Ci Keun euh KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang b. Sepa Timur P. Hutan Produksi Ci An Na gar a Ci Sada g Ci Jam be _ I Ci Warin 42' gin c. GENTENG I ulu _ I B4 n Ci B4 an _ I G. Lay a B1 B4 ah I Setu Silala I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah B4/HP _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I I_ I B4 Pondok Terong B2 I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong B2 B4 Situ Cikaret Nambo I I_ ian I B4 I Ci I_ I Cibinong I_ I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang B2 Ci Cadas Ci Ket _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum B2 Bog _ I I Iwul B4 I I I_ Setu o _ I B4 I I I_ I ur aha n _ I I_ gde B4 B3 Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Par anje I B4 I Dan i _ I _ I K. Tikus P. CIANAM Ci Lejit aur I DEPOK B1 _ I Ci ng mpu K. Bagong B4 K. Daya dukung lingkungan rendah. Pam Ci Ci Pining B. SUTOM O JL. Kayuangin Melintang P. MAMPANG A JL. Pondokcina _ I _ I Pru Beji K. RAYA I K. Peternakan Agroindustri. Sekunder JAK WADUK CIPONDOH Cipondoh ga PRAM K. Sembi K. Gegerbentang g B1 B3 N1 Ci Her ang B3 _ I B4 ne Ci Ma nde B3 B4 B3 Ci Tapen I B1 Ci Maung I_ Ci Bant G. SURYO K. Sab K. Semut Besar P. LETJEN. SALE JAKARTA OUTER RING ROAD I_ I MANSYUR K. p Pin gka K. B1 B1 K. Jambu K. Kongsi Barat P. Opak Ancol KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota on Baku ng K. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL.8 polb B5 ayu ang ning ng I_ I 1 K. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Jeletren Ater Ang Ci B4 B4 Situ Ci Karang I Bar at Saluran Irigasi I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Ci Putat B4 Egram WADUK LIMO PONDOK CABE Lentengagung B1 Kal i Gon Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci B4 B4 Pamulang ung Ci Jam bala K. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B-7 ten ua a.0 Apung B5 Ci Slatip B2 Kali S. Jagung P. Peu B4 B2 B4 Kal ban I_ I I_ g 1 aha kut Ci B3 Ci Pegadunga B2 ang Sad Ci. Pisang STASIUN KOMDAK PROF JL. Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. Burung B4 nkon K. flora dan fauna d. Gosong Keroya P. Harapan P. Pond P2 S. Angke B4 B2 Ci Langk Suwuk B4 Situ Cileduk Univ. S. KH. K. 12' JL. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Pesang STASIUN KARET INTERCHANGE TOSARI Dukuhatas STASIUN DUKUH ATAS HALTE Menteng JL. Kongsi Timur P. JL. Betingcerme 32' 32' S. IR. Ulu Ci K. Pembu UKA JL. Kayuanginputri P. ah son er BP 5 batu JATINEG HALTE POLDA 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA JATINEG K.Bakosurtanal tahun 2000 Hasil Rapat Tim Sektoral. Tidung Kecil P. Bag edo t K. Riset 21' I Ci I_ I pea ng I KE CIKAMPE K e. MEDAN MERDEKA BARAT SENTRA BARAT K.4/HP Zona B4 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan B4/HP Ci goro wek B-5 g Ci Kir ay a. Sun ter Ci. TANJUNG un unge Jant Ci Pang e B1 Kali Egram B3 lan B4 K. Pateloran Timur P. Kotok Besar P. Semut P. Pes HALTE BLOK M JL. Cengk K. Damar Besar P. PENGGILINGAN AD 22 Kebayoran 13 HALTE STASIUN MADYA Manggarai DR. CB L Ci Rumpak Gunung Kaler Kresek 06' B5 B6 P2 P5 TANJUNG PRIOK Sunda Kelapa P3 B2 I I_ S. Wetan S. Bekasi Barat JL. Pad atka rya P5 P5 Teluk Pulaucangkir P2 Te l u k N a g a P2 B6 N1 P5 B6 06°00' S P. DR. Kelor Timur P. Hutan Bakau I_ I I li Suwuk Ka I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I Ci ria n aur Ka nda Ci I I I B2 Ci Paming kis I Peru mpu N-2 24' Ci Jantun ng Kar K. B4 Gro gol I B4 K. Gemb Sukatani ro ung an ng pisan K. K. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 STASIUN TANAH ABANG N JL. Tua Terminal Kali Deres R B1 11 D. Cil JL. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok B2 2 1 K. Kruku 24 Sal ura Cis adn rat krant olbay I e Koja B1 09' Batas Propinsi Batas Kabupaten K. JEND JL. Depok Ci ang B4 Ci a B1 B2 Kum B2 ang Ci Picung I Lan B2 I I_ B3 ter Sun K. Enggr tat Du Ci Laja B4 Ci Keas Ci i Ulu K. Melintang Kecil P. TUBUN KS. Kongsi Tengah P. Macan Kecil P. T E L U K Kra ma J A K A R T A N1 ok B7 K. Astana iki Kan Ci Badak B4 I _ Cijeruk Caringin ne Sada C A G. RAYA SENTRA PRIMER K. Banjirkanal KRAMA JL. P eng are K.Glatik ane Teluknaga P1 Muara Cikarang Ci Karan g K. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung Ma B3 Ci Pa yae Ci I_ I OR BOG K. Sa iluman K. Gosonglayar 44' P.CIKAMPEK K. S. MT. K. Koba K. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO .4 K. BUND KR. Bokor P. Ciher SUDA Balaraja SAHARI ang e Ba euh MAKAL I_ I K. Bapak TE JL. Caku Kali ap Ci Jantung ng Ci Ayan I_ uk Ci Manceuri K. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru B3 B4 B4 Rawabuntu a ng Terminal Lebak Bulus Warung Jati TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Serpong B3 B1 Jatisari Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA teuy JL.000 . Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 50 persen b. Angk Situ Cekdam B4/HP a dan Cen Ci Ci Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Besar P. Pertanian / Ladang c. Karangkeling S. JL. Yu Barat P. Angke SARTIK 15' 2 JL. PS. Pertanian lahan basah (Irigasi Teknis) Ci Dadap Ci C Seus Pak Paku ilan CI a 39' B-6 a. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P1 06°00' Tg.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I I_ Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur B2 gbu Ci Sinda G. Demang Ci I I_ Situ Kangin Situ Tonjong I I_ B1 Bojonggede empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua NAROGONG\P(1. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. PASAR JAGO Ka li Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m B1 I I_ I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. Pa sa n jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. Come ng I_ I SENEN Rawa Pondok 9 LETJ EN. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL. Bulat P. Baku I_ I 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan asi HALTE BUS K. Panjang Kecil P1 40' Pulau Paniki B4 N1 Ta rum B7/HP gin PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Pantara Barat P. Karya P. Putri Barat P. Ancol Ci K. K. Kawasan preservasi dan konservasi budaya. KP. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. Salak Ci Badak B4 gu _ Ci Anten Ci Apu B3 Ci Ci Liw B3 Ci Beet t Bee Ci Beet I leum Ci Pa B4 Lal ay Ci Awi I Ci Haneu B4 las I_ B4 ari B4 B4 ber Mah B4 i I B4 _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I Ci I_ I I I_ I_ I_ Sad I I _ I B4/HP an I B4/HP I I_ _ I B4 gs i G. N1 Ci Ci Tuis Asin Ci Ci Hauk B6 Keta Kra ma t B5 Ci 106°30' T 36' 42' 48' 106°54' T K.A ja Ko Terminal Tanjung Priok S. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma K. Pateloran Barat Skala 1 . iwun BESAR K. Angke an Cinere B3 Univ. Hambalang Ci ian Tanahsareal I m A pea Ci e I _ I _ I Ci I Ci Kasu ngka B4/HP Ci Kaw ung B4 B4 Ci J Ci Seyah I Ci Kiam B4 Ci Ja Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I B3 reu m C ne ada iS Ci Teure up Ci Herang Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang Ci Baturuyuk I er Ci H ten B2 Bogor Utara B4 Ci Ci Omas _ I Ci deu ng An a B1 at u Ci Jurey Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis rian Du Ci B4 I Bogor Barat Ci Sin dan gba Sukamakmur jaw Ci Han ar g Ba len don Ci Hide ung Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci Jurey I Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along B2 B4/HP 36' I KOTA BOGOR Ci Keas B4 B4 Ci Sero Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber ak I I_ I TWA I I_ B4 Ci Rawak Ci I_ I_ Ci Sarante Ci Hideung Ci Apus Ci Kaniki I B2 I_ pea I Am CIDURIAN I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I Ci Jayanti B4 B4/HP ang Her B4 Ci Karet kgak I I B4 B3 Babakanmadang _ I Sukmajaya Ci I B4/HP an Ci _ I I en Ci Madang Ci Berang k B4/HP B4 gur _ I B4 B4 N2 Ci Berang Ci Du G. KAPT. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. Ma ti Muaragembong S. danau. KYAI TAPA Kru JL. KALI MALANG KOTA BEKASI B1 KABUPATEN BEKASI K. Ban G ROAD Ci Longo RIN I_ I n Ind uk Ci Kakalen JL. PANGERAN DIPON EGORO Terminal Rawa Mangun I 1 JL. K. JELAM gol Gro K. Blaca n P2 ne da Sa P5 Tg. Cakung an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C Ci Kampek 3 e K. Buntu rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. Sunter I_ I I_ I _ I I _ I B1 K. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad Ci I_ Situ Pulo lis ggi Tun I _ I B3 B4 I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ B2 _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru B4 B4 Ci I Ci Keas B4 Ci Geuju g B4 Ci Care h a n N2 How e I_ Parung Sukmajaya Situ Jatijajar B4 _ I ng Ci Jelet r e I_ ng B4 I Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir B4 in B4 I_ Sad _ I Ci I_ Ci Pi nan g K. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . Perdagangan dan Jasa c. Perumahan Hunian sedang (Perdesaan) b. K. Ci Sada MANSYUR RIN I_ I B2 B2 Ci Du rian . Kendeng Ci Suka Ci Surup B4 B4 Ci Langg ar G. Hutan sepadan sungai. Blen cong Tarumajaya K. Nyamplung P. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K. Pelangi P. dan konservasi hutan bakau dengan daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan sebagai penyangga Zona N1 dengan Zona B1 D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Lak u Ci Jat i Ci Sok an Sumber: 1. Canti 17 ONGAN JL. Daya dukung lingkungan rendah Sa da ne Ci Lem a s eng Ci ump ang Ci Tateu n c. Tawar K. Sunter K. Lancang Besar P1 56' P. Wisata Alam c. Boj ongk K. JL. intrusiair laut. Bengkok B3 I I B3 HL 45' N2 B4 Ci Tami Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I I Ci Sun B1 Ci Anjur Ci Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI N1 Ci Bala Ci Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu B3 g Ci Gadog Ci Serpo beu G. Angke taris etan Terminal Grogol JL. TOMAN KEME JL. Rangg CAKUNG DRAIN K. Gaa 28' S. Melinjo P. Kaliage Besar P. Opak Besar P. Nawan B4 S. S. K. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r 57' B4 Ci 36' S. CBL Waduk Sunter K. Kotok Kecil P. Ba I I_ B4 Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I ru I _ I 4 I_ B4 I 27' Setu Malangnengah I Citayam a B3 _ I B4 I K. HALTE PS. Ge de a. PUNCAK DAN CIANJUR P. Perumahan Hunian padat (Perkotaan) b. K. 3. Karang Bongkok P. TENDEAN SUPOMO PROF DR. Cipu B4 K. Baru I_ I Muara Karang Tanjungpriuk B1 P3 Waduk Pluit B1 I_ I I I_ I I_ Ci Sada ngkalan K. SUDI I_ I Cangkr NKARET JL. K. Perumahan Hunian Rendah b. Laki P. HARYONO Bekasi Timur ng JL. Hutan perlindungan badan air g. Gaga Ci B4 ere Ci Nangsi Ci Gagak I_ 1511 Ci Leungsir Ci Mande B3 T N 2044 Ci Pagedo B3 a Ci Mang I B4 Ci Anten N2 Ci Leungsir gan I_ 1430 Ci Pendaw Ci Kany 1182 Ci Ga reh B4 ong Ci Bogo G.Pemerintah Daerah dan BKSP Keppres nomor 114 tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur Peta Pola Pemanfaatan dan Struktur Ruang hasil konsultasi dengan Daerah Peta Kawasan Hutan dan Perairan Jabodetabek-Punjur. Genteng Kecil P. Jikin K. Mandalawangi _ I I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci B4 Bin ong I_ I B3 Kuk Ci Sarua Gede Tiri r Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi Ci Kondang 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Nagar Ci Wa len Ci Gombong Ci Andam I T N Ci Ano m _ I N2 T N tur Gun B4/HP Ci I Ci Bolang _ I G. Bira Besar P. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN Batas Kecamatan g ban K. KH. Papatheo P. Payung Besar B4 B7/HP K.Jela B5 n Ci Salura Bam ne K. Be K. Betingti 57' S. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. Industri berorientasi tenaga kerja I Ci Ka lon g I I Ci B-3 KANAL TARUM BARAT\P (31. Pertanian lahan basah/kering (Dengan Teknologi Tepat Guna) Pam sal ing Ci eng Hil ir ran g Waduk Jatiluhur c. KEBAYORAN BAR U K. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. Sempit P. Sekre JL. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG MAS HALTE BUNDERAN HI SENTRA TIMUR i RING ROAD gol I_ I Gondangdia 12 B4 . Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B . Semak Daun 44' P. JATI JL. Pa lian AL BAR Pasi g K.Jeletreng B3 B4 K. Sad Sukadiri Mauk Ci Pasili B7/HP N1 K. Sad ang Kru kut 7 ka si B1 Ci Tar um I KE et Pondokgede I_ I B2 I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur KAR AWA NG i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas B4 tan Ci Bee i Ta rum Uta ra Ci ARAHAN PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG I_ I KODE ZONA 18' NAMA ZONNING I_ Kal i Kru un I N-1 LINDUNG Ci Be et a. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Tidung Besar 48' P. GAJAH K. I Ci Pang Ci Sada ng Ci Rawa Leungsir Ci I I_ B1 Pancoranmas Cileungsi I ang I_ K. B1 21 B1 Mala etari K. Pemagaran P. Perak P. Mala ng Kramatjati Kali TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG B3 han INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 B3 Bar u Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. Caring P Ci Puti I_ K. B3 Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. Tangsi A1 GELOR JL. Macan Besar (Matahari) P. Pulopi DR. Betingbesa P. Karang P. Indonesia Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang _ I Ci Jatisampurna Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Jamb Laja Ci Sadan Kud a uba K. Kaliage Kecil P. Sunter Barat Ci Tarum K. BOGOR. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci I B3 N2 B2 _ Ci Durian I gul ete Ker 1891 N2 B4 B4 B4 Ci KABUPATEN CIANJUR N1 B4 Ci Angs ana B4 1375 G. Bekas K. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Konteng uk KETERANGAN : 06' K. Irigasi S. Sadang B. I_ I I_ I K.000 B2 Kemiri Ci Ma nci ri P4 N1 K. Baru 3 I_ I B4 K. Penjaliran Timur P. Ka rat an _ I B1 I Ci Tarum Bak ung K. Lay _ I B4 I_ I I Baw ah I B4 Ci ung I in ing Car _ Rumpin Situ Cilodong B3 B4 I_ P Ci Situ Citatah B4 K. Kuburan Cina P. Payung Kecil 48' P. Tambelang g K. Swasembada B2 k ukga Gar B2 Ci Duria n B2 B2 K. PRAPATA JL. TRUNOJOYO JL. Peta Dasar Rupabumi Skala 1 :25. PEJOMP JL. Brengk B5 09' Ci Ran gon g II SEL. Lem i 12 HALTE GADING B5 R ro K. Panjang Besar P. KYAI tI B3 B3 20. Gelon d K. Kelin K. Lemo I I_ B4 Ci 1030 G. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r B3 Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Perkebunan. retensi air intrusiair laut. Bulanb KE N1 B6 B6 56' ulan P5 S. A JAKA RT Ci Soge Ci Lowong B2 Ci Rarab Tangerang 15 G RAYA 15 HALTE ian JL. Pantara Timur Ci Tarum nggi N1 Muara Bungin a S.8 ng K. MH. DA B5 Ci Lew ang B5 Lon Ci gok K. CARING JL. K.Cengkaren I_ I S. METRO P esang gr a JL. DT. Rawak idang Muar a Mauk B6 s eleu Cil b Rara ara Mu K.Muarakarang I_ I D. Kait P. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 B2 K. Gunungputri Situ Tlajung K. Cant HALTE MASJID AGUNG JL. JL. Man JL. Rawa Gede Rawa Jemblung Ci nggis Ma Ci Penj o Bun B4 Ci Ci Keas ar B2 B1 Ci B2 Situ Sawangan B4 B3 _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Depok Baru am K. Macan Gundul P. Pesanggrah I_ Serang _ I Kali Baru 2 K. Galia gsi Tg. Pari P. Lipan P. Jambe ne ur RAYA 10 Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara JL. CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji STASIUN KAMPUNG MELAYU K. Karang Congkak P. Kayuangin Bira P. IMAM JL. Taha ne K.400 Lt/dt) reum Beu Ci B2 _ I Ci Ma n ri ceu e Dua Angk K. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 dan Zona P5 Zona P3 48' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mendukung zona dengan intensitas penfaatan tinggi dan tingkat aksesibilitas tinggi Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B1 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang menpunyai daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B2 dan B4 ulu Zona P4 Ci g 51' Zona P5 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. DAAN MOGOT SATRIA Ci B1 dan e Batuceper WURUK JL. JUANDA JL. Angke Ci B4 I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K.7/HP Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber Zona B7 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He Zona P1 45' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. Daha Ci Ant B4/HP B4/HP 932 B4 Ci Herang Ci Garu I ri Ciomas CI LIWUNG\P3. I_ I Kebayoran Baru Baru l JL. Tahang B4/HP Seg atel Ci 03' Irig asi He ran B4 g 3 km Ci Taru m 0 3 6 9 12 km KABUPATEN TANGERANG Kali Kedu kang K. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai K. CBL S. Bantar K. K. grahan Palmerah JL. Bekasi B2 K.I JL. Bungin ar bahb esar P. Jati _ I _ Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ g K. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. THAMRIN Karet 10 A RAY BONJOL K. Damar Kecil N1 B4/HP S. Sasakpan I_ I_ Bojonggede KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Liwung B4 _I I I_ I B4 Setu Pagam Ci Guha Ci Karang Ci Bolang Setu Batok K. Pal Bute . Pramuka ong P.21' 24' 27' 30' 9348129 mU 05°54'00'' LS 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 643953 mT 106°18'00'' BT P1 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S 107°18'00'' BT Tg. 5. Gosong Pandan P. 4. Tegalkap Pakuhaji B6 P5 K. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Sunter Jele g t am u B2 tun Jan Ci gan How e Ge lam Ci Ci B3 B4 Le un g s treng Ci Baren Ci Pinan K. PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK Kanal Babelan n K. Kempul ran I Ci Sono G. Ulu Raj 14 Kal TOL ng ara MINGGU K. Krendang tI K. An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. kareng K. Sepa Barat P. Rengat P. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. KARIAN\P (5. Mati P. JEND Sa d Cawang K Durensawit Kali Sodetan s 21 Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol Kali Malang TOL JAKARTA . KALI MALANG Sa JL. Hutan Produksi Ci Gaha 36' B . Kayuangin (Genteng) P. Jati Pam _ I Ci Durian PROPINSI BANTEN B4/HP Ci Barangba ng I B4 B4 as p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas B4/HP Ci Kemang Ci Jere I_ Teu B4 Ci Temp Ci Saru a I Ci Ci Angke _ I _ I I I PARUNGBADAK B4 ATANG SANJAYA Cilebut _ I reum _ I Beu Ci pur ng ng Lutu Ci B4/HP Cigudeg Ci Kani anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I I_ I I_ I I_ I B2 Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute B4/HP Ciampea Kedunghalang B4 Ci Baya wak Kup I ki _ I I n I_ Ci Ante n B4 I ria Ci I_ _ I Du Tem Ci Hoe ed Ci G a _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. BEKASI TIMUR JL. Lancang Kecil P. Semut Kecil P. Ci l i wu n g I OTISTA JL. PROK LAMAS T RAYA HALTE SARINAH Pulogadung Cakung Jalan Arteri Jalan Kolektor Rencana Kanal Waduk Rencana Waduk Sungai Danau/Situ Pusat Kegiatan Nasional MBA Matraman AN HALTE DUKUH ATAS Kedung Waringin MAS MATRAM JEND K. Terminal Kampung Melayu Sek ra 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 B4 und HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. Cimanggis Situ Rawakalong Pe sa Telaga Subur g B4 B4 Ci Palahl ar I I_ 24' B4 B4 I _ I B3 B4 B4 B4 I I_ Ca ri K. Jukung P. Sugu Ci Jantu B4/HP _ I I I_ B. K. Banjirkan STASIUN PEJOMPONGAN 6 al Mampang JL.Gembong 52' ian Dur Ci Tarum B7/HP Ci Ci P5 rian Mua ra Cidu U K. Kambang I_ I B1 B3 Ked g B2 Tenjo Cisauk B4 B1 I I_ K.830 Lt/dt Ci _ I Ci Teureup I Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang B4/HP Dul Bada Gadu Ci Pinanggading Liw Ci Keas I Ci Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Ci Keas ng Ci Rangra Ci Ci Bung en bulan Ant Ci Dur ang Ci B4 B4 39' B1 Ci Ci Paming B4 B4 B4 B4 Ci Kaniki Ci Her Bogor Selatan s Apu B4 I _ I B4 Ci Patat ian Ci CIBURIAL eng San Ci Hide B4 Ci B4 B4 B4 Ci Bada kis B4 I Ci Oma B4 k _ I Ear Ci Jambu B4/HP Ci Letu h ung B4 CIBEET Ci _ I Ci B4/HP s Ci Ci Rejeg I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I B4 Ci Letuh iK Ci eupa anc Gadog Ci Liwun g Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I B4 Ci B4 B4 Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I Tamansari Pina Megamendung Ci Pam ng wu eda B3 B. A. Tonjong K. Ba B6 N1 Mekarbaru Kronjo 03' an Terus an Apun g P2 Teluk Cileleus Muara Cislatip B4 K. Jalan Lain Jalan Kereta Api 15' JL. Sekunder as an B7/HP Kosambi ci Ci Mau Cabangbungin Ci Hera ng Ci Leleus B5 cis SKALA 1 : 150. Pancasila kut i Kru Kal Ci Keas Ci Kadu Ci un Ci Duria Ci Lalay B2 unge Jant n aeu Ci Pay B2 B2 g I_ B4 Setu Babakan I_ Ci Setu Arman 4 B2 I I Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n B3 B1 u B2 K. Sekr ane JL. Poris K. Mandung ang B2 A OU ART TER I_ I JL. JA I_ I B5 i K. Burung Tg. K. K. Masigit B4 a ased Ci Pur Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Katomas B4 B4 840 Ci Na Ci Asma ra B4 Ci Saat I ung Ci B3 B4 San Ci Megamen I_ gku Ci B4 B4 B4 Ci Malang B4/HP N1 N1 B4 B3 dul Ci Kun Ci Muhara Ci anten B4 B4 B4 B4 Ci Man Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru Kere teg B3 B4 B3 B4 Ci Sar Cisarua dung gira Lul ngn I ggu _ I B1 ng B3 B4 B4 N1 B3 Ci Bunian Ci Gam ea I_ I B1 B4 Ci Ci Tung Ci Ci B4/HP B4 N1 B3 B3 B4 Pur g 1204 wab Ci Palasar B4 Ci Sodong i akti N2 Ci Asm ara Ci Man de B3 Ci Her angg ede I I_ 42' G. Perikanan. Peranci s N1 B7 Muara Angke KAN K. Jamb 1 Bekasi Selatan K.HATTA K. Bira Kecil P.290 Lt/dt) C B4 B4 B4 B4 Ci Kar ang Citeureup I_ ad _ I Ci S I I_ I _ I I ingk I B4 Ci Luar isan 30' _ I I I_ B4 _ I I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu B4 B4 K. Samp KEPULAUAN SERIBU 28' P. Kiam sar Rencana Jalan Kereta Api Rencana Jalan Arteri Bam Ci Gem B1 ngke K. Derowak DR. 6 5 HALTE BENHILL RMA . GATO Permatahijau KABAU STASIUN PALMERAH Tanahabang T SUBR OTO STASIUN MENARA BATAVIA JL. Ge mb S. Kobakrante JL. SISINGAMANGARAJA Ci JL. Sunter I_ I Ci Ci ke i Gro Rar ab Serpong I_ K. I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci 1 Lem ran Salu B1 Ci Odeng Kali B2 Ci Ci Buluh Kali Baru Jambe Ca Bata Terminal Kampung Rambutan Bantargebang I_ Liw ung B2 Cipayung as i Tar um I K. DAAN MOGOT Kalideres IVE PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR RSO K. Tiram buku K. Opak Kecil P. PRANOTO kut II JL. Angke B4 K. Srengseng K. ABDUL JL. Angke drain I_ I areng keng K. Gab ah KABUPATEN KARAWANG K. RASU K. MELAYU BESAR BARAT JL. Kiuntang K.TANGERANG. CIDENG JL. Kelor Barat P. Tengah Cikini K. Batu TWA Ci Samp Ci B4 2211 Ci Ci Walen dul Ci Gun Ci Surian eteg Ker I I_ ay I I _I an G. K. Hutan Lindung (HL) Reu nde I Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t d. Ci Jantra Ci Kolear I_ I B2 Pasarminggu Baru K.000 Lt/dt) tis a. Tahang B2 k B2 K. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 Nag ara Ci Balagung Zona P2 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk referensi banjir mencegah abrasi. Genteng Besar P. Nyamuk B6 N1 TIR TAY ASA Ci Durian r gki can lau Pu ara Mu P2 Mu P5 ntar Cilo ara S. Kegiatan budidaya yang telah terlanjur dalam jangka panjang harus dikeluarkan dari zona ini g I len gka gol g I Da nas aun g Ci B4 gse ng I_ I I I c. Tengah P. Karang B4 Ci Hieum I _ I uang Leun I_ Bunar I Rancabungur 734 I I_ _ I B3 B2 Ci Patujah I _ I I _ B4/HP Ci Pan gau r I Ci Bodas un I Ci I_ B1 Situ Gedong B2 tuj Pa I I_ B3 B4 K. Sod 12 KYAI IN JL. Cil iwu Terminal Pulo Gadung Batas Kawasan Jalan Tol B5 12' ng SI BEKA JL. Sekati P. Bun S. Ibukota Negara B5 K. Pertanian / Ladang B-4 Be et Om as Ci Beu a. Baplan Kehutanan tahun 2007 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang B2 lur I_ I el iga K. Peran langan K. Pasir 52' P. Sunter Ci Bunar Setu Ci Ka ran g I I_ B3 K. Ayer P. YANI ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN NE I_ I JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. Yu Timur S. Sebaru Kecil P. Kapas P. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful