PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2008 TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG

, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur) ditetapkan sebagai kawasan strategis nasional yang memerlukan perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, dan pengendalian pemanfaatan ruang secara terpadu; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan Presiden; Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1950 tentang Pembentukan Propinsi Jawa Barat; 3. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888); 5. Undang…

-25. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Propinsi Banten (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4010); 6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 8. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 84, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4739); 9. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4744); 10. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934); 11. Peraturan...

-311. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4761); 13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833); MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN PRESIDEN TENTANG PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA, BOGOR, DEPOK, TANGERANG, BEKASI, PUNCAK, CIANJUR. BAB I KETENTUAN UMUM Bagian Pertama Pengertian Pasal 1 Dalam Peraturan Presiden ini yang dimaksud dengan:
1. Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan

ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan dan memelihara kelangsungan hidupnya. 2. Rencana...

Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara. sosial. budaya. Kawasan Jakarta. termasuk sungai buatan/kanal/saluran irigasi primer. 9. yang selanjutnya disebut sebagai Kawasan Jabodetabekpunjur. termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia. Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. 3. Bekasi. mencegah banjir. Depok. Cianjur. ekonomi. pemanfaatan ruang. Sempadan. 7. dan/atau lingkungan. yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Sempadan sungai adalah kawasan sepanjang kiri kanan sungai. Tangerang.. 5. sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. Kawasan resapan air adalah wilayah yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapkan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi yang berguna sebagai sumber air dan sebagai pengontrol tata air permukaan. dan sebagian wilayah Provinsi Banten. Bogor. Kawasan hutan lindung adalah wilayah hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air.. mengendalikan erosi. pertahanan dan keamanan negara. mencegah instrusi air laut.-42. dan pengendalian pemanfaatan ruang. adalah kawasan strategis nasional yang meliputi seluruh wilayah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 8. 4. dan memelihara kesuburan tanah. 10. 6. . Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Puncak. Penataan ruang adalah suatu sistem proses perencanaan tata ruang.

Sempadan pantai adalah kawasan sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan fungsi pantai. Kawasan pantai hutan bakau adalah wilayah pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberi perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan. kimiawi.. dan taman wisata alam.. Situ adalah suatu wadah genangan air di atas permukaan tanah yang terbentuk secara alami maupun buatan yang airnya berasal dari tanah atau air permukaan sebagai siklus hidrologis yang merupakan salah satu bentuk kawasan lindung. 16. serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa taman nasional. pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa. dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Kawasan sekitar mata air adalah wilayah di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu.-510. dan biologi. 12. 17. taman hutan raya. baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan. 14. 15. 11. satwa. Rawa adalah lahan genangan air secara alamiah yang terjadi terusmenerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri yang khusus secara fisik. Cagar alam adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan. . Suaka. 13.

dan rekreasi. sumber daya manusia. 24. dan rekreasi.. pendidikan. Kawasan. . budaya. jenis asli atau bukan asli. menunjang budi daya. ilmu pengetahuan. 19. pariwisata. budaya. 20. musiman. 23. Kawasan budi daya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam. ilmu pengetahuan. menunjang budi daya. Kawasan cagar budaya adalah kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alami yang khas yang dapat bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan. pariwisata. 18. Taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam. Taman hutan raya adalah kawasan alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau bukan alami. Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam baik daratan maupun perairan yang mempunyai ekosistem asli. 22. Kawasan pertanian lahan basah adalah kawasan budi daya pertanian yang memiliki sistem pengairan tetap yang memberikan air secara terus-menerus sepanjang tahun. Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya. pendidikan.. 21.-617. yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian. dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian. dan sumber daya buatan. atau bergilir dengan tanaman utama padi.

adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan budi daya. 29. selanjutnya disebut Zona B. 30. Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok. tempat tumbuh tanaman. baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam. 27. Kawasan rawan bencana alam geologi adalah kawasan yang potensial mengalami bencana alam geologi. adalah zona yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan berdasarkan dominasi fungsi kegiatan masing-masing zona pada kawasan lindung. selanjutnya disebut Zona P. 32.-724. 31.. adalah zona pada kawasan budi daya di perairan laut yang karakteristik pemanfaatan ruangnya ditetapkan untuk melindungi kawasan budi daya dan/atau kawasan lindung yang berada di daratan dari kerawanan terhadap abrasi pantai dan instrusi air laut. . Zona Penyangga. selanjutnya disebut Zona N.. 28. Pemerintah. Reklamasi adalah kegiatan penimbunan dan pengeringan wilayah perairan. Prasarana dan sarana wilayah adalah kelengkapan dasar fisik yang memungkinkan wilayah dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Zona Non-Budi Daya. 25. 26. Zona adalah kawasan dengan peruntukan khusus yang memiliki batasan ukuran atau standar tertentu. yang penggunaannya lebih bersifat terbuka. Zona Budi Daya.

Bupati Bekasi. Provinsi Jawa Barat.-8- 32. Gubernur Banten. atau Walikota. Walikota Bogor. 38. Bupati Tangerang. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Peran masyarakat adalah berbagai kegiatan masyarakat yang timbul atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat. Walikota Bekasi. adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Gubernur Banten. 33. 36. Koefisien. dan Walikota Depok. Bupati Bogor. 37. Kota Bekasi. Kota Tangerang. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam bidang penataan ruang. Kabupaten Cianjur. Walikota Tangerang. Kota Bogor. untuk berminat dan bergerak dalam menyelenggarakan penataan ruang. Bupati Tangerang. Gubernur Jawa Barat. Bupati/Walikota adalah Bupati Bogor. Pemerintah daerah adalah Gubernur. Kabupaten Bogor. Kabupaten Bekasi.. Walikota Bogor. 35. Walikota Bekasi. dan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Bupati Bekasi. Provinsi Banten. . Gubernur adalah Gubernur Jawa Barat. Walikota Tangerang.. 40. Kabupaten Tangerang. 39. dan Kota Depok. Bupati Cianjur. Kepala daerah adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 34. Bupati Cianjur. dan Walikota Depok. selanjutnya disebut Pemerintah. Bupati. Pemerintah pusat.

pembebanan hak. Indeks konservasi alami adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis ideal untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan. pemecahan hak. kemiringan. kemiringan. perpanjangan hak. Koefisien zona terbangun adalah angka perbandingan antara luas total tapak bangunan dan luas zona. pemisahan hak. Izin pemanfaatan ruang adalah izin yang dipersyaratkan dalam kegiatan pemanfaatan ruang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. dan guna lahan. dan guna lahan. Indeks konservasi aktual adalah parameter yang menunjukkan kondisi hidrologis yang ada untuk konservasi yang dihitung berdasarkan variabel curah hujan. 41. pembaruan hak. 42.. adalah perbandingan antara luas dasar bangunan dan luas persil. jenis batuan. 46.. 45. peralihan hak. izin lokasi. . selanjutnya disebut KLB. ketinggian. 44.-9- 40. serta izin penunjukan dan penggunaan tanah. Koefisien lantai bangunan. selanjutnya disebut KDB. penggabungan hak. Bagian . adalah perbandingan antara luas lantai bangunan dan luas persil. jenis batuan. izin perubahan penggunaan tanah. peningkatan hak. Administrasi pertanahan adalah pemberian hak. Koefisien dasar bangunan. ketinggian. 43.

mengembangkan perekonomian wilayah yang produktif. mewujudkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan air kawasan. terwujudnya kerja sama penataan ruang antarpemerintah daerah melalui: 1) sinkronisasi pemanfaatan kawasan lindung dan budi daya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup penduduk. (2) Sasaran penyelenggaraan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah: a.10 Bagian Kedua Tujuan dan Sasaran Pasal 2 (1) Tujuan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur adalah untuk: a. 2) sinkronisasi pengembangan prasarana dan sarana wilayah secara terpadu. menjamin tanah menanggulangi banjir. dan untuk air menjamin permukaan. tetap serta berlangsungnya tersedianya konservasi air dan tanah. . efektif.. mewujudkan keterpaduan penyelenggaraan penataan ruang antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan dengan memperhatikan keseimbangan kesejahteraan dan ketahanan.. dan 3) kesepakatan. b. dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan pembangunan yang berkelanjutan. dan c..

flora. 2) tingkat peresapan air hujan dan tingkat pengaliran air permukaan menjamin tercegahnya bencana banjir dan ketersediaan air sepanjang tahun bagi kepentingan umum. c.. dan fauna dengan ketentuan: 1) tingkat erosi tidak mengganggu. udara. air.11 - 3) kesepakatan antardaerah untuk mengembangkan sektor prioritas dan kawasan prioritas menurut tingkat kepentingan bersama. b. sumber air baku. 4) pengembangan. 3) daya tampung yang bagi penduduk dan selaras dan serta dengan sarana dapat kemampuan lingkungan penyediaan bersih prasarana sehat mewujudkan jasa pelayanan yang optimal. tercapainya optimalisasi fungsi budi daya dengan ketentuan: 1) kegiatan budi daya tidak melampaui daya dukung dan ketersediaan sumber daya alam dan energi. dan sistem irigasi. . 5) pelestarian flora dan fauna menjamin pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya. 2) kegiatan usaha pertanian berskala besar dan kecil menerapkan teknologi pertanian yang memperhatikan konservasi air dan tanah.. dan 6) tingkat perubahan suhu dan kualitas udara tetap menjamin kenyamanan kehidupan lingkungan.. 4) situ berfungsi sebagai daerah tangkapan air. 3) kualitas air menjamin kesehatan lingkungan. terwujudnya peningkatan fungsi lindung terhadap tanah.

permukiman penerapan lingkungan hidup. 5) kegiatan pariwisata tetap menjamin kenyamanan dan keamanan masyarakat. serasi dengan lingkungan. Bagian. melalui kegiatan perencanaan tata ruang.. Bagian Ketiga Peran dan Fungsi Pasal 3 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki peran sebagai acuan bagi penyelenggaraan pembangunan yang berkaitan dengan upaya konservasi air dan tanah. dan pengembangan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.. Pasal 4 Penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur memiliki fungsi sebagai pedoman bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dalam penyelenggaraan penataan ruang secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur. upaya menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan. dan pengendalian pemanfaatan ruang. tercapainya keseimbangan antara fungsi lindung dan fungsi budi daya.12 4) pengembangan kegiatan industri menunjang pengembangan kegiatan ekonomi lainnya. . industri. d. sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk. penanggulangan banjir. dan 6) tingkat dan gangguan pencemaran melalui lingkungan baku yang mutu serendah-rendahnya dari kegiatan transportasi. pemanfaatan ruang.. serta membuka kesempatan kerja dan berusaha yang optimal bagi penduduk setempat dalam kegiatan pariwisata.

rencana tata ruang Kawasan Jabodetabekpunjur.13 Bagian Keempat Ruang Lingkup Paragraf 1 Cakupan Kawasan Pasal 5 (1) Kawasan Jabodetabekpunjur meliputi seluruh wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. arahan pengendalian pemanfaatan ruang. (2) Sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. pengawasan pemanfaatan ruang. BAB II. dan sebagian wilayah Provinsi Banten... sebagian wilayah Provinsi Jawa Barat. (3) Sebagian wilayah Provinsi Banten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup seluruh wilayah Kabupaten Tangerang dan seluruh wilayah Kota Tangerang. dan sebagian wilayah Kabupaten Cianjur yang meliputi Kecamatan Cugenang. arahan pemanfaatan ruang. dan Kecamatan Cipanas. Kecamatan Pacet. seluruh wilayah Kota Bogor. seluruh wilayah Kota Depok. dan pembinaan. seluruh wilayah Kota Bekasi.. peran masyarakat. seluruh wilayah Kabupaten Bogor. . Kecamatan Sukaresmi. Paragraf 2 Lingkup Pengaturan Pasal 6 Peraturan Presiden ini meliputi kebijakan dan strategi penataan ruang. kelembagaan.

b.. serta menanggulangi banjir dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan. mendorong terselenggaranya pengembangan kawasan yang berdasar atas keterpaduan antardaerah sebagai satu kesatuan wilayah perencanaan.. mendorong pengembangan perekonomian wilayah yang produktif.. c. BAB III. mendorong terselenggaranya pembangunan kawasan yang dapat menjamin tetap berlangsungnya konservasi air dan tanah. menjamin tersedianya air tanah dan air permukaan. dan efisien berdasarkan karakteristik wilayah bagi terciptanya kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang berkelanjutan. penataan dalam keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan pelestarian .14 BAB II KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENATAAN RUANG Bagian Pertama Kebijakan Penataan Ruang Pasal 7 Kebijakan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 adalah ruang mewujudkan kawasan keterpaduan rangka penyelenggaraan lingkungan hidup. Bagian Kedua Strategi Penataan Ruang Pasal 8 Strategi penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan pelaksanaan dari kebijakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 yang meliputi: a. efektif.

15 BAB III RENCANA TATA RUANG KAWASAN JABODETABEKPUNJUR Bagian Pertama Umum Pasal 9 (1) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur berisi: a. (3) Rencana struktur ruang merupakan rencana pengembangan susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana yang berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat yang secara hierarki memiliki hubungan fungsional. dan b. Bagian Kedua Rencana Struktur Ruang Pasal 10 (1) Rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (3) terdiri atas sistem pusat permukiman dan sistem jaringan prasarana.. rencana struktur ruang. (2) Sistem… . (2) Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur merupakan alat untuk keterpaduan dan sinkronisasi Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi/Kabupaten/Kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur. (4) Rencana pola ruang merupakan rencana distribusi peruntukan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. rencana pola ruang.

serta memperhatikan fungsi dan arah pengembangan pusat-pusat permukiman.. i. (3) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.. sistem jaringan telekomunikasi.16 (2) Sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan hierarki pusat permukiman sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. sistem transportasi udara. c. f. e. . sistem jaringan tenaga listrik. sistem pengelolaan persampahan. dan j. h. b. sistem drainase dan pengendalian banjir. sistem pengelolaan air limbah. sistem transportasi darat. (2) Ruang.. sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. (4) Sistem jaringan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (3) direncanakan secara terpadu antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Bagian Ketiga Rencana Pola Ruang Pasal 11 (1) Rencana pola ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (4) terdiri atas rencana distribusi ruang untuk kawasan lindung dan kawasan budi daya. sistem transportasi laut. sistem penyediaan air baku. g. d.

b. Zona Non-Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona N1. (5) Zona Penyangga sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a. c. . Zona Budi Daya 7 yang selanjutnya disebut Zona B7. (4) Zona Budi Daya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dikelompokkan sebagai berikut: a.. Zona Penyangga 5 yang selanjutnya disebut Zona P5.. Zona Penyangga 1 yang selanjutnya disebut Zona P1. dan b.. e. Zona Penyangga 2 yang selanjutnya disebut Zona P2. Zona Budi Daya 6 yang selanjutnya disebut Zona B6. f. Zona Budi Daya 3 yang selanjutnya disebut Zona B3. Zona Penyangga 4 yang selanjutnya disebut Zona P4. Zona Penyangga 3 yang selanjutnya disebut Zona P3.17 (2) Ruang untuk kawasan lindung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Non-Budi Daya sebagai berikut: a. Zona Non-Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona N2. (3) Ruang untuk kawasan budi daya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam Zona Budi Daya dan Zona Penyangga. d. Zona Budi Daya 4 yang selanjutnya disebut Zona B4. BAB IV. Zona Budi Daya 1 yang selanjutnya disebut Zona B1. d. c. Zona Budi Daya 2 yang selanjutnya disebut Zona B2. dan g. Zona Budi Daya 5 yang selanjutnya disebut Zona B5. dan e. b.

. Depok. Setu. dan kota lainnya. Cileungsi. (2) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi upaya untuk mendorong pengembangan Pusat Kegiatan Nasional Kawasan Perkotaan Jakarta. (3) Dalam arahan struktur ruang dikembangkan Jalan Lingkar Luar Jakarta Kedua (Jakarta Outer Ring Road 2) dan jalan radialnya sebagai pembentuk struktur ruang Jabodetabekpunjur dan untuk memberikan pelayanan pengembangan sub pusat perkotaan antara lain Serpong/Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.. Cimanggis. Bekasi. Tangerang.. dengan kota inti adalah Jakarta dan kota satelit adalah Bogor. Cinere. . (4) Arahan . dan Tambun/Cikarang. Bagian Pertama Arahan Pengembangan Sistem Pusat Permukiman Pasal 13 (1) Pengembangan sistem pusat permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 diarahkan pada terbentuknya fungsi dan hierarki pusat permukiman sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.18 BAB IV ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 12 Untuk mewujudkan rencana struktur ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ditetapkan arahan pengembangan sistem pusat permukiman dan arahan pengembangan sistem jaringan prasarana.

. pemisahan. peningkatan pemanfaatan jaringan jalur kereta api pada ruas-ruas tertentu sebagai prasarana pergerakan komuter dari wilayah Bogor. dan udara dengan mempertimbangkan kemudahan dan efisiensi pengguna jasa transportasi yang berdasarkan analisis bangkitan dan tarikan lalu lintas antarpusat kegiatan. dan penyeberangan. laut. c. danau. Bagian Kedua Arahan Pengembangan Sistem Jaringan Prasarana Pasal 14 Pengembangan sistem transportasi diarahkan pada keterpaduan dan saling mendukung intra moda dan inter moda. .19 (4) Arahan pengembangan sistem pusat permukiman digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. Pasal 15 (1) Sistem transportasi darat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf a terdiri atas jaringan transportasi jalan.. penataan angkutan masal jalan rel dengan angkutan jalan. b. dan jaringan transportasi sungai.. Tangerang. (2) Penataan dan pengembangan sistem transportasi darat di Kawasan Jabodetabekpunjur diarahkan pada: a. yang meliputi moda transportasi darat.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. Bekasi. jaringan jalur kereta api. dan Depok ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sebaliknya.

pengembangan sistem transportasi masal cepat yang terintegrasi dengan bus yang diprioritaskan. g. pengembangan jalan tol dalam kota di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang terintegrasi dengan jalan tol antarkota sesuai dengan kebutuhan nyata. e. dan moda transportasi lainnya. h. perdagangan.. (3) Untuk. pemisahan penggunaan prasarana antara jaringan jalur kereta api yang bersifat komuter dan jaringan jalur kereta api yang bersifat regional dan jarak jauh. pertanian. pembangunan jalan rel yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. industri. pengembangan sistem transportasi sungai yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. . pembangunan jalan setingkat jalan arteri primer atau kolektor primer yang menghubungkan Cikarang di Kabupaten Bekasi ke pelabuhan Tanjung Priok di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan Citayam di Kota Depok ke jalan lingkar luar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta.20 - c. f. dan j. pengembangan sistem jaringan transportasi masal yang menghubungkan Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan pusat-pusat kegiatan di sekitarnya. d.. jasa dan simpul-simpul transportasi serta pengembangan jalan penghubung antara jalan selain jalan tol dengan jalan tol.. perkeretaapian monorel. pengembangan jalan yang menghubungkan antarwilayah dan antarpusat permukiman. i.

. (5) Arahan sistem transportasi darat digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Transportasi Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. (2) Untuk. Pasal 16 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf b diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran I yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.21 - (3) Untuk menjamin keselamatan transportasi jalan dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan transportasi jalan... penataan ruang di sekitar dan di kawasan stasiun dan sepanjang jaringan jalur kereta api harus memperhatikan rencana pengembangan perkeretaapian dan ketentuan keselamatan perkeretaapian pada jaringan jalur kereta api.. penataan ruang di sekitar dan di kawasan terminal dan sepanjang jalan harus memperhatikan rencana pengembangan transportasi jalan dan ketentuan keselamatan transportasi jalan. termasuk bagian atas dan bawahnya yang diperuntukkan bagi lalu lintas kereta api. yang meliputi ruang manfaat jalur kereta api. ruang milik jalur kereta api. (4) Untuk menjamin keselamatan perkeretaapian dan keberlanjutan pengoperasian fasilitas keselamatan perkeretaapian. dan ruang pengawasan jalur kereta api.

. penataan ruang di sekitar dan di kawasan bandar udara harus memperhatikan kegiatan kebandarudaraan sesuai dengan rencana induk bandar udara dan ketentuan kawasan keselamatan operasi penerbangan serta Tatanan Kebandarudaraan Nasional. (3) Pengembangan... Pasal 18 (1) Penyediaan air baku sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf d dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada dan pengembangan prasarananya. Pasal 17 (1) Penataan dan pengembangan sistem transportasi udara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf c diarahkan untuk mendukung kelancaran keluar masuk arus barang dan penumpang dari dan ke luar kawasan tersebut. perkotaan. industri.22 (2) Untuk menjamin keselamatan pelayaran dan keberlanjutan pengoperasian pelabuhan. serta keseimbangan lingkungan secara terpadu. penataan ruang di sekitar dan di kawasan pelabuhan harus memperhatikan kegiatan kepelabuhanan sesuai dengan rencana induk pelabuhan dan ketentuan keselamatan pelayaran pada Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) serta Tatanan Kepelabuhanan Nasional. . (2) Untuk menjamin keselamatan operasi penerbangan dan keberlanjutan pengoperasian bandar udara. pertanian. (2) Pengelolaan sistem air baku harus memperhatikan keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air untuk kegiatan rumah tangga. dan pemeliharaan sungai.

dan pemeliharaan sungai.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.. pusat bisnis. pemanfaatan kembali. (5) Arahan pengelolaan sistem air baku digambarkan dalam Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. dan penyediaan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah bagi kegiatan permukiman dan industri dengan memperhatikan baku mutu limbah cair. (2) Strategi pengelolaan air limbah diarahkan untuk pengurangan. dan sentra industri. (4) Sistem pengelolaan air limbah dilaksanakan secara terpusat terutama pada kawasan perumahan padat. (5) Ketentuan.23 (3) Pengembangan prasarana air baku dapat dilakukan dengan pembangunan dan pengelolaan waduk multiguna. . saluran pembawa. dan sumber-sumber air lainnya. (3) Sistem pengelolaan air limbah bagi kegiatan domestik/rumah tangga merupakan sistem yang terpisah dari pengelolaan air limbah industri.. (4) Strategi pengelolaan sistem penyediaan air baku adalah dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan serta kelestarian daerah aliran sungai. yang pengelolaannya dilakukan dengan kerja sama antardaerah. pengelolaan situ.. Pasal 19 (1) Penataan sistem pengelolaan air limbah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf e harus memperhatikan kualitas sanitasi lingkungan dan meminimalkan pencemaran air tanah dan air permukaan.

(2) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun harus memperhatikan tersedianya prasarana dan sarana pengolahan limbah yang telah terpasang. Pasal 21 (1) Sistem drainase dan pengendalian banjir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf g diarahkan untuk mengurangi bahaya banjir dan genangan air bagi kawasan permukiman. perdagangan.. dan sumber daya air serta meningkatkan kualitas lingkungan. (3) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dilakukan berdasarkan kriteria teknis sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun. serta jalan. Pasal 20 (1) Penataan sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf f diarahkan untuk meminimalkan pencemaran udara. (4) Pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. industri. perkantoran. dan persawahan. (2) Strategi… . tanah.24 (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan air limbah diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (5) Ketentuan lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(5) Arahan pengendalian banjir digambarkan pada Peta Arahan Sistem Air Baku dan Pengendalian Banjir dengan skala 1:50. Pasal 22. f..25 (2) Strategi drainase dan pengendalian banjir dilaksanakan dengan pengelolaan sungai terpadu dengan sistem drainase wilayah. pembuatan sudetan sungai. dan pengendalian pembangunan di sempadan sungai. penataan sungainya. e. dan pembangunan prasarana drainase.. . normalisasi sungai-sungai dan anak-anak sungainya. pengembangan kawasan sempadan sungai dan anak-anak (4) Penetapan normalisasi sungai dan anak-anak sungainya sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b dan huruf c diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. sungai-sungai prioritas untuk penataan dan d. peningkatan fungsi situ-situ dan waduk sebagai daerah penampungan air dengan sistem polder. (3) Arahan a. pengendalian debit air sungai dan peningkatan kapasitas sungai.. c. pembangunan prasarana dan pengendali banjir. drainase dan pengendalian banjir di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan melalui upaya: rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan kawasan tangkapan air. waduk-waduk pengendali banjir dan pelestarian situ-situ serta daerah retensi air. pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan lindung dan kawasan budi daya yang dilaksanakan dengan ketat di kawasan hulu hingga sepanjang daerah aliran sungai. b.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran II yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini.

daur ulang.. (2) Pengembangan. (4) Penentuan lokasi tempat pembuangan akhir di Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan daya tampung dan volume sampah domestik dan nondomestik dari Jakarta. dan pengolahan sampah dengan memperhatikan kriteria teknis sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.. (2) Strategi pengelolaan persampahan Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dengan pemanfaatan kembali. meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik dalam pengembangan Kawasan Jabodetabekpunjur. Bekasi..26 Pasal 22 (1) Sistem pengelolaan persampahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf h dikembangkan secara terpadu di Kawasan Jabodetabekpunjur melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. mendukung pengembangan jaringan transmisi tenaga listrik terinterkoneksi. dan c. Depok. b. meningkatkan pelayanan jaringan tenaga listrik terisolasi di Kepulauan Seribu. (3) Arahan pengelolaan persampahan terpadu pada Kawasan Jabodetabekpunjur harus memperhatikan penentuan lokasi tempat pembuangan akhir dan pengolahan sampah terutama incinerator yang tidak mencemari lingkungan. . Tangerang. Pasal 23 (1) Sistem jaringan tenaga listrik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf i diarahkan untuk: a. Bogor. dan Cianjur serta berada pada jarak aman yang tidak mencemari lingkungan di sekitarnya.

dan c. sistem jaringan tenaga listrik dilakukan sistem jaringan tenaga listrik harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. dan d..27 (2) Pengembangan jangka panjang. b. meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke seluruh pelosok Kawasan Jabodetabekpunjur. (4) Pengembangan sistem jaringan tenaga listrik dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (3) Pengembangan a. meningkatkan penyediaan dan akses informasi dari dan ke Kawasan Jabodetabekpunjur.. (2) Pengembangan. meningkatkan penyediaan informasi yang handal dan cepat di seluruh Kawasan Jabodetabekpunjur dalam rangka perwujudan struktur ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. . b. mendukung pengembangan sistem jaringan telekomunikasi nasional. c.. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan tenaga listrik diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 24 (1) Sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf j diarahkan untuk: a.

dan c.. mendukung perwujudan struktur ruang kawasan. Bagian Ketiga Pengelolaan Kawasan Lindung Pasal 25 (1) Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf a terdiri atas: a.. c. kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen). . kriteria teknis lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.28 (2) Pengembangan jangka panjang. (5) Ketentuan lainnya berkaitan dengan pengembangan sistem jaringan telekomunikasi diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Pengembangan sistem jaringan telekomunikasi dapat dilakukan melalui kerja sama antardaerah dengan melibatkan partisipasi masyarakat. f. kawasan resapan air. sempadan pantai. kawasan . (3) Pengembangan a. e. b. sistem jaringan telekomunikasi dilakukan sistem jaringan telekomunikasi harus memperhatikan kapasitas yang telah terpasang dan kebutuhan berdasarkan kriteria teknis sebagai berikut: meminimalkan dampak negatif terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat serta keselamatan penerbangan. kawasan hutan lindung.. sempadan sungai. d. b.

taman wisata alam. konservasi budaya.29 f. i. j. tipe ekosistem. gejala dan keunikan alam untuk kepentingan perlindungan plasma nutfah. penelitian. air tanah. kawasan sekitar danau. b. dan air permukaan. erosi. e. bencana banjir. kawasan pantai berhutan bakau. dan c. amblesan. dan pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan. c. rawa.. cagar alam. mencegah dan/atau mengurangi dampak akibat bencana alam geologi. dan situ. serta . mencegah abrasi. g. perlindungan keanekaragaman biota. dan kawasan cagar budaya. taman hutan raya. pengembangan… b. taman nasional. suaka margasatwa. dan c. kawasan sekitar mata air. f. menjaga fungsi hidrologi tanah untuk menjamin ketersediaan unsur hara tanah. waduk. dan kawasan rawan bencana alam geologi. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 diarahkan untuk: a. dan sedimentasi. (2) Pemanfaatan ruang Zona N1 diarahkan untuk konservasi air dan tanah dalam rangka: a. h. Pasal 26 (1) Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) huruf b terdiri atas: a. b. d.

. pengembangan kegiatan pendidikan dan penelitian.. Pasal 28 (1) Pemanfaatan ruang di kawasan lindung dibatasi pada kegiatan yang menjamin tidak terganggunya fungsi lindung.. .30 c. Pasal 27 (1) Pemanfaatan ruang Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1). Pasal 30. Pasal 29 Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya melakukan rehabilitasi hutan dan lahan serta penghijauan di kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) dengan tutupan tumbuhan tetap. rekreasi dan pariwisata ekologis bagi peningkatan kualitas lingkungan sekitarnya. dan perlindungan dari pencemaran. (2) Jenis kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan perundang-undangan. (2) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2) dilaksanakan dengan cara mempertahankan dan mengembalikan fungsi Zona N2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1). (3) Pemanfaatan ruang Zona N2 sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c harus dapat menjaga fungsi lindung.

dan/atau c. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kegiatan penggalian yang berakibat terganggunya fungsi lindung kawasan. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. b. kecuali bangunan yang dimaksudkan bagi upaya peningkatan fungsi lindung.. b. penebangan pohon. penebangan tanaman. (2) Di kawasan resapan air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf b dilarang menyelenggarakan kegiatan yang mengurangi daya serap tanah terhadap air. pemanfaatan… . fungsi hidrologi. dan perburuan satwa yang dilindungi. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. mengganggu kesuburan serta keawetan tanah.31 Pasal 30 (1) Di kawasan hutan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf a dilarang menyelenggarakan: a. kelestarian flora dan fauna. pembukaan lahan. kegiatan mendirikan bangunan. (4) Di sempadan sungai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan: a. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. fungsi hidrologi dan hidraulis. kelestarian flora dan fauna. kegiatan sehingga yang dapat mengakibatkan perubahan fungsi dan dan luas perusakan terhadap keutuhan kawasan dan ekosistemnya mengurangi/menghilangkan kawasan seperti perambahan hutan. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. dan/atau b. (3) Di kawasan dengan kemiringan di atas 40% (empat puluh persen) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a.

b. pemanfaatan. dan situ. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. dan/atau c. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. dan situ. (5) Di sempadan pantai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. kecuali yang dimaksudkan bagi kepentingan umum yang terkait langsung dengan ekosistem laut. . pemanfaatan hasil tegakan. kegiatan yang menyebabkan penurunan kualitas air danau. waduk. dan/atau c. kegiatan yang merusak kualitas air sungai. (7) Di kawasan sekitar mata air sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf g dilarang menyelenggarakan: a. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. fungsi hidrologi. waduk. kelestarian flora dan fauna. (6) Di kawasan sekitar danau. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. serta mengganggu aliran air. waduk. pemanfaatan ruang yang mengganggu akses terhadap kawasan sempadan pantai.. b. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian fungsi pantai. menyebabkan penurunan kondisi fisik kawasan sekitar danau. b. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam... serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kelestarian flora dan fauna.32 b. pemanfaatan hasil tegakan. dan situ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. kondisi fisik tepi sungai dan dasar sungai. dan/atau c. fungsi hidrologi dan hidraulis. serta mengganggu debit air.

dan daerah tangkapan air kawasan yang bersangkutan. fauna. Pasal 31 (1) Di kawasan cagar alam dan kawasan suaka margasatwa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf a dan huruf b dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan kegiatan yang: a. (8) Di rawa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf h dilarang menyelenggarakan reklamasi dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa disertai rekayasa teknis untuk mempertahankan fungsi rawa sebagai sumber air dan daerah retensi air.. dan/atau hayati. (10) Di kawasan rawan bencana alam geologi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf j dilarang menyelenggarakan pembangunan dan/atau pemanfaatan ruang lainnya tanpa mempertimbangkan aspek bencana geologi untuk kelestarian fungsi lingkungan hidup. pemanfaatan hasil tegakan. kondisi fisik kawasan sekitarnya. mengganggu kelestarian flora. b. (9) Di kawasan pantai hutan bakau sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1) huruf i dilarang melakukan perusakan hutan bakau dan/atau menyelenggarakan pemanfaatan ruang yang mengganggu fungsi hutan bakau sebagai pembentuk ekosistem hutan bakau dan/atau tempat berkembangbiaknya berbagai biota laut di samping sebagai pelindung pantai dari pengikisan air laut serta pelindung usaha budi daya di sekitarnya. c.33 b. dan/atau kegiatan yang merusak kualitas air. (2) Di kawasan... mengubah bentang alam dan tipe ekosistem. dan keanekaragaman .

. (5) Di kawasan.34 (2) Di kawasan taman nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf c dilarang menyelenggarakan: a. kelestarian flora dan fauna.. yang asli dan bukan asli. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. b. dan/atau b. baik mengurangi. mengganggu kesuburan dan keawetan tanah. . fungsi hidrologi. kegiatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan zona inti taman nasional. budaya.. kesuburan dan keawetan tanah. fungsi hidrologi. dan pendidikan. pemanfaatan ruang yang mengganggu bentang alam. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman wisata alam. pengembangan ilmu pengetahuan. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. kelestarian flora dan fauna. fungsi dan luas zona inti. menghilangkan dan/atau c. (3) Di kawasan taman hutan raya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf d dilarang menyelenggarakan pemanfaatan ruang dan/atau kegiatan yang: a. mengganggu arsitektur bentang alam untuk keperluan pariwisata. (4) Di kawasan taman wisata alam sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf e dilarang menyelenggarakan: a. maupun menambah jenis tumbuhan dan satwa lain yang tidak asli. kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional. serta kelestarian fungsi lingkungan hidup. dapat merusak atau mengganggu koleksi tumbuhan dan satwa baik yang bersifat alami maupun buatan. dan/atau b.

monumen nasional. kawasan hutan lindung. c. bangunan arkeologi. pemanfaatan ruang dan kegiatan yang mengubah bentukan geologi tertentu yang mempunyai manfaat tinggi untuk pengembangan ilmu pengetahuan. rawa. Pasal 32 (1) Dalam perencanaan kawasan lindung ditetapkan kawasan lindung prioritas dengan kriteria sebagai ruang terbuka hijau regional. b. pemanfaatan ruang yang mengganggu kelestarian lingkungan di sekitar peninggalan sejarah. bangunan arkeologi.. dan/atau d. dan/atau daerah resapan air. kawasan pantai hutan bakau dan rawa di pantai utara.35 (5) Di kawasan cagar budaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (1) huruf f dilarang menyelenggarakan: a. (2) Kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. e. dan monumen nasional serta wilayah dengan bentukan geologi tertentu. b. dan (3) Penetapan… . kawasan resapan air dan/atau retensi air. dan f. kegiatan yang merusak kekayaan budaya bangsa yang berupa peninggalan sejarah. kawasan konservasi. pemanfaatan ruang yang mengganggu upaya pelestarian budaya masyarakat setempat. situ. d. c. waduk.

(2) Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf b merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan sedang dan tingkat pelayanan prasarana dan sarana sedang. tingkat pelayanan prasarana dan sarana rendah. Bagian Keempat Pengelolaan Kawasan Budi Daya Pasal 33 (1) Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf a merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan tinggi.36 (3) Penetapan lokasi kawasan lindung prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. tingkat pelayanan prasarana dan sarana tinggi. (3) Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf c merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah. baik vertikal maupun horizontal. dan bangunan gedung dengan intensitas tinggi. (4) Proporsi ruang terbuka hijau publik kota/perkotaan di Kawasan Jabodetabekpunjur paling rendah 20% (dua puluh persen) dari luas wilayah masing-masing kota/perkotaan. dan merupakan kawasan resapan air.. (4) Zona… .

serta merupakan areal pertanian lahan basah bukan irigasi teknis dan pertanian lahan kering. Pasal 34 (1) Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf a merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai. . rawan intrusi air laut. (2) Zona. (5) Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf e merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai kesesuaian lingkungan untuk budi daya pertanian dan mempunyai jaringan irigasi teknis. rawan abrasi. dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah... (7) Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf g merupakan zona yang berdekatan dengan Zona N1 pantai dengan karakteristik memiliki daya dukung lingkungan rendah.37 (4) Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf d merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah tetapi subur dan merupakan kawasan resapan air.. (6) Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (4) huruf f merupakan zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mempunyai daya dukung lingkungan rendah dengan kesesuaian untuk budi daya dan KLB yang disesuaikan dengan aturan daerah.

serta industri ringan nonpolutan dan berorientasi pasar... (3) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang berada di pantai utara Jakarta dapat dilakukan melalui rehabilitasi dan/atau revitalisasi kawasan. perdagangan dan jasa. (5) Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf e merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B6 dan/atau B7. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B1 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui penerapan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dalam aturan daerah.. Pasal 36. dan difungsikan sebagai pusat pengembangan kegiatan ekonomi unggulan.38 (2) Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf b merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona N1 pantai yang mempunyai potensi untuk reklamasi. (3) Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf c merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B1 pantai. . Pasal 35 (1) Pemanfaatan ruang Zona B1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) diarahkan untuk perumahan hunian padat. (4) Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (5) huruf d merupakan zona perairan pantai yang berhadapan dengan Zona B2 pantai.

perdagangan dan jasa.39 Pasal 36 (1) Pemanfaatan ruang Zona B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) diarahkan untuk perumahan hunian sedang. pertanian lahan basah. industri padat tenaga kerja... pertanian. peternakan. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B2 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pengendalian pembangunan perumahan baru dan pengendalian kawasan terbangun dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. Pasal 37 (1) Pemanfaatan ruang Zona B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (3) diarahkan untuk perumahan hunian rendah. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B3 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. dan diupayakan berfungsi sebagai kawasan resapan air. perikanan. pertanian lahan kering. dan untuk mempertahankan fungsi kawasan resapan air. dan hutan produksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. . Pasal 38 (1) Pemanfaatan ruang Zona B4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (4) diarahkan untuk perumahan hunian rendah.. perkebunan. agroindustri. (2) Pemanfaatan.

perikanan. dan hutan produksi dengan teknologi tepat guna dan koefisien zona terbangun yang besarannya diatur lebih lanjut dengan aturan daerah. peternakan. agroindustri. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B6 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 50% (lima puluh persen). Pasal 39 (1) Pemanfaatan ruang Zona B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (5) diarahkan untuk pertanian lahan basah beririgasi teknis.40 (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B4 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara pembangunan dengan intensitas lahan terbangun rendah dengan menerapkan rekayasa teknis dan pelaksanaan kegiatan budi daya pertanian lahan basah. lahan kering. perkebunan.. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B5 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan cara intensifikasi pertanian lahan basah dengan teknologi tepat guna. Pasal 41… . Pasal 40 (1) Pemanfaatan ruang Zona B6 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (6) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya dan/atau penyangga fungsi Zona N1.

pencemaran.. intrusi air laut. (2) Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) dilaksanakan melalui upaya: a. khususnya dalam mencegah abrasi. Pasal 42 (1) Pemanfaatan ruang Zona P1 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dilaksanakan melalui upaya menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona. (2) Pemanfaatan ruang pada Zona B7 sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui rekayasa teknis dan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen). khususnya dalam mencegah abrasi..41 Pasal 41 (1) Pemanfaatan ruang Zona B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (7) diarahkan untuk permukiman dan fasilitasnya. pencemaran. dan b. dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1. serta berfungsi sebagai pengendali banjir terutama dengan penerapan sistem polder. menjaga Zona N1 dari segala bentuk tekanan dan gangguan yang berasal dari luar dan/atau dari dalam zona. penjaga dan penyangga fungsi Zona N1. intrusi air laut. penyelenggaraan.. dan kerusakan dari laut yang dapat mengakibatkan perubahan keutuhan dan/atau perubahan fungsi Zona N1. .

dan jalur lalu lintas laut dan pelayaran. usaha perikanan rakyat. . dan b. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter. muara sungai. penyelenggaraan reklamasi dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 40% (empat puluh persen) dan/atau konstruksi bangunan di atas air secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan tetap memperhatikan fungsinya. dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 300 (tiga ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter.. menjaga fungsi Zona B1 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu fungsi pusat pembangkit tenaga listrik. (3) Pemanfaatan ruang Zona P3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) dilaksanakan melalui upaya: a. dan tidak mengganggu muara sungai. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan... (4) Pemanfaatan ruang Zona P4 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) dilaksanakan melalui upaya: a.42 b. dan b. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. penyelenggaraan. tidak mengganggu fungsi pembangkit tenaga listrik. kecuali pada lokasi yang secara rekayasa teknologi memungkinkan jarak dapat diminimalkan. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. dan pelabuhan. menjaga fungsi Zona B2 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai.

. dan b. jalur lalu lintas laut dan pelayaran. . Pasal 43 Kawasan pertanian lahan basah beririgasi teknis dilarang dialihfungsikan untuk kegiatan lain.. usaha perikanan rakyat. Pasal 44. (5) Pemanfaatan ruang Zona P5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) dilaksanakan melalui upaya: a.43 b. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai dengan garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. penyelenggaraan reklamasi secara bertahap dengan koefisien zona terbangun paling tinggi 45% (empat puluh lima persen) dengan jarak dari titik surut terendah sekurang-kurangnya 200 (dua ratus) meter sampai garis yang menghubungkan titik-titik terluar yang menunjukkan kedalaman laut 8 (delapan) meter dan harus mempertimbangkan karakteristik lingkungan. menjaga fungsi Zona B6 dan/atau Zona B7 dengan tidak menyebabkan abrasi pantai dan tidak mengganggu muara sungai..

bangunan gedung. dan Pasal 39 dilarang melakukan pembangunan yang: a. mengubah bentang alam. Pasal 45 Pemanfaatan ruang Zona P2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42 ayat (2) untuk kegiatan budi daya dilaksanakan berdasarkan hasil kajian mendalam dari dan ketua komprehensif badan yang dan setelah dan mendapat fungsinya rekomendasi tugas mengkoordinasikan penataan ruang nasional. perumahan dan permukiman.. B4. dan Kecamatan Gunung Putri. dan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. b. dan/atau c. menambah dan/atau memperluas industri sebagaimana dimaksud pada huruf a di Kecamatan Cimanggis. (2) Di Zona B3. dan B5 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37.44 Pasal 44 (1) Di Zona B1 dan B2 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 dan Pasal 36 dilarang: a. Kecamatan Cibinong. membangun industri yang mencemari lingkungan dan banyak menggunakan air tanah. pariwisata. (4) Kegiatan pembangunan yang diperkenankan di Zona B6 dan B7 dilakukan berdasarkan hasil kajian mendalam dan komprehensif dan setelah mendapat rekomendasi dari ketua badan yang tugas dan fungsinya mengkoordinasikan penataan ruang nasional. dan/atau b. mengurangi daya resap air. Pasal 46… . Pasal 38. (3) Di Zona B6 dan B7 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 dan Pasal 41 dilarang melakukan pembangunan yang dapat mengganggu atau merusak fungsi lingkungan hidup. sumber daya air. mengurangi areal produktif pertanian dan wisata alam.

nasional.. f. kawasan perbatasan antardaerah. dan kawasan sekitar pelabuhan laut. Pasal 48. (2) Kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a.. kawasan pusat kegiatan ekonomi yang mencakup pusat (3) Penetapan lokasi kawasan budi daya prioritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang mencakup 2 (dua) daerah atau lebih ditetapkan dengan keputusan bersama antardaerah. kawasan sekitar bandar udara. c.. memiliki potensi strategis yang memberikan keuntungan dalam pengembangan sosial dan ekonomi. kegiatan perdagangan dan pusat kegiatan industri. d. b. kawasan pertanian beririgasi teknis.000 sebagaimana tercantum dalam Lampiran III yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Presiden ini. berdampak luas terhadap pengembangan regional. c. dan d. memiliki peluang investasi yang menghasilkan nilai tinggi. daerah aliran sungai yang kritis. memiliki aksesibilitas tinggi yang didukung oleh prasarana transportasi yang memadai.45 Pasal 46 (1) Dalam perencanaan kawasan budi daya ditetapkan kawasan budi daya prioritas dengan kriteria sebagai berikut: a. b. Pasal 47 Pola ruang kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 digambarkan dalam Peta Struktur dan Pola Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dengan skala peta 1:50. . dan internasional. e.

46 Pasal 48 (1) Pemanfaatan ruang Zona N.. . dan Zona P diatur lebih lanjut oleh Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan masing-masing dengan memperhatikan: a. dan (2) Pengaturan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan melalui koordinasi antarinstansi Pemerintah dan pemerintah daerah. persyaratan-persyaratan teknis. (3) Hak pengelolaan dalam pemanfaatan ruang Zona P2. peraturan zonasi. c. (2) Rencana tata ruang wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dijabarkan lebih lanjut dalam rencana rinci yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah untuk mengimplementasikan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang dilengkapi dengan peraturan zonasi.. Zona B.. rencana rinci tata ruang. dan Zona P5 diberikan kepada pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Zona P4. oleh Pemerintah dan pemerintah daerah b. (3) Penyusunan rencana rinci dan peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didasarkan pada indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual. (4) Indeks. BAB V ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 49 (1) Rencana tata ruang wilayah provinsi/kabupaten/kota yang berada di Kawasan Jabodetabekpunjur harus disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur. Zona P3.

serta pengenaan sanksi. Pasal 52 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diselenggarakan pula dalam rangka penyelesaian administrasi pertanahan. perkantoran. KLB. Pasal 51 Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sebagai upaya untuk mewujudkan tertib tata ruang melalui penetapan peraturan zonasi. Pasal 50 Pemerintah. pemberian insentif dan disinsentif.. dan rekayasa teknologi yang diperlukan. dan kegiatan pertanian. (5) Penyusunan rencana rinci sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.47 (4) Indeks konservasi alami dan indeks konservasi aktual digunakan untuk menentukan alokasi pemanfaatan ruang yang meliputi permukiman.. dan garis sempadan bangunan. KDB. pemerintah daerah provinsi. (2) Penyelesaian. amplop ruang yang meliputi koefisien dasar ruang hijau. . ruang terbuka hijau. dan pemerintah daerah kabupaten/kota memasyarakatkan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dan rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49 ayat (2) sesuai dengan kewenangannya masing-masing. perizinan..

- 48 (2) Penyelesaian administrasi pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan apabila pemohon atau pemegang hak atas tanah atau kuasanya memenuhi syarat-syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. (3) Syarat menggunakan dan memanfaatkan tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan satu kesatuan proses dalam penyelenggaraan administrasi pertanahan.

Pasal 53 (1) Pengendalian pemanfaatan ruang dilaksanakan oleh

bupati/walikota berdasarkan arahan dan rekomendasi gubernur dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (2) Pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dilaksanakan oleh Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan melibatkan partisipasi masyarakat. (3) Koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan oleh gubernur masing-masing wilayah. (4) Dalam melaksanakan koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang, gubernur berkonsultasi dengan Menteri. (5) Gubernur menyampaikan laporan pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang secara berkala kepada Presiden melalui Menteri. (6) Pengendalian pemanfaatan ruang diselenggarakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 54...

- 49 Pasal 54 Peraturan zonasi merupakan pedoman pengendalian pemanfaatan ruang yang disusun berdasarkan rencana rinci tata ruang untuk setiap zona pemanfaatan ruang. Pasal 55 (1) Setiap pemanfaatan ruang harus mendapatkan izin pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Izin pemanfaatan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur oleh Pemerintah dan pemerintah daerah menurut kewenangan masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 56 Dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang, agar pemanfaatan ruang sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, insentif dan/atau disinsentif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 diterapkan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 57 Pengenaan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51

dimaksudkan untuk: a. melakukan tindakan penertiban terhadap pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dan peraturan zonasi; dan b. mengembalikan fungsi ruang melalui rehabilitasi dan revitalisasi kawasan. Pasal 58…

- 50 Pasal 58 (1) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b merupakan bagian dari tindakan mengatur atau menata kembali pemanfaatan tanah dan bangunan yang tidak sesuai dengan rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang telah ditetapkan. (2) Pelaksanaan rehabilitasi dan revitalisasi kawasan dilakukan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Rehabilitasi dan revitalisasi kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf b diprioritaskan pada kawasan lindung di Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, dan Kecamatan Cisarua di Kabupaten Bogor dan di Kecamatan Pacet, Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Cugenang, dan Kecamatan Cipanas di Kabupaten Cianjur, serta di lokasi-lokasi lain yang ditetapkan berdasarkan keputusan bersama antardaerah. BAB VI PENGAWASAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN Pasal 59 (1) Pengawasan kegiatan pemanfaatan ruang diselenggarakan dan evaluasi melalui terhadap pemantauan, pelaporan,

pemanfaatan ruang. (2) Kegiatan pemantauan, pelaporan, dan evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diselenggarakan secara berkesinambungan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. (3) Dalam penyelenggaraan pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah dan pemerintah daerah melibatkan partisipasi masyarakat. Pasal 60...

c. mengawasi. 3) perkembangan. Pasal 61 (1) Kegiatan a. peningkatan. dan Menteri. dan memeriksa dengan cermat perubahan kualitas tata ruang dan lingkungan yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang. bupati/walikota. pemantauan terhadap kegiatan budi daya yang ada di kawasan lindung dan kawasan pertanian lahan basah dilakukan dengan memperhatikan tingkat ketergantungan terhadap fungsi yang sudah ditetapkan. pemantauan dilakukan baik terhadap kegiatan di kawasan lindung maupun di kawasan budi daya dengan memperhatikan kesesuaian dengan rencana tata ruang. pengakuan. pemantauan dilakukan oleh kepala desa/lurah. pemantauan merupakan usaha atau perbuatan mengamati. .. b. gubernur. perpindahan. laporan tersebut dilengkapi dengan materi laporan yaitu: 1) perkembangan pembangunan fisik. peralihan. pencabutan. penggabungan. perpanjangan.. dan d. camat. pelaporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: laporan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan berjenjang melalui dimulai pelaporan dari kepala secara periodik dan desa/lurah. bupati/walikota. 2) perkembangan pemberian. gubernur sampai dengan Menteri.51 Pasal 60 Kegiatan pemantauan terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dengan ketentuan: a. pembatalan. dan pemisahan serta perubahan hak atas tanah lainnya. camat. b..

masyarakat. Menteri terhadap laporan yang disampaikan oleh gubernur. kepala desa/lurah terhadap laporan yang disampaikan oleh masyarakat.. camat. d. bupati/walikota. kepala desa/lurah. kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. . dan/atau camat. dan e. bupati/walikota terhadap laporan yang disampaikan oleh camat. 4) masalah-masalah yang perlu segera diatasi. c. masyarakat. dan/atau lebih lanjut mengenai tata cara pelaporan yang akan muncul dan perlu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan (2) Kegiatan.. laporan merupakan informasi secara obyektif yang sesuai maupun tidak sesuai dengan rencana tata ruang. camat terhadap laporan yang disampaikan oleh kepala desa/lurah dan/atau masyarakat. b. (2) Ketentuan Menteri. dan d.. gubernur terhadap laporan yang disampaikan oleh bupati/walikota. dan 5) masalah-masalah diantisipasi.52 3) perkembangan perubahan fungsi dan pemanfaatan ruang dan izin mendirikan bangunan. laporan dapat berupa masukan dari masyarakat. kepala desa/lurah. Pasal 62 (1) Kegiatan evaluasi terhadap pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan oleh: a. c.

. DAN PEMBINAAN Bagian Pertama Kelembagaan Pasal 63 Koordinasi teknis penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai kawasan strategis nasional dilakukan oleh Menteri. BAB VII KELEMBAGAAN. PERAN MASYARAKAT. (3) Kegiatan evaluasi dilakukan untuk menilai kemajuan kegiatan pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur.53 (2) Kegiatan evaluasi dilakukan berdasarkan hasil kegiatan pemantauan dan pelaporan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ditangani.. . (4) Kegiatan evaluasi dilakukan agar pemanfaatan ruang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 64 Koordinasi kelembagaan dan kebijakan kerja sama antardaerah di Kawasan Jabodetabekpunjur dilakukan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama antardaerah. Bagian Kedua..

. Pasal 24 ayat (4). Pasal 20 ayat (4). Bagian Ketiga Pembinaan Pasal 66 (1) Pembinaan merupakan upaya meningkatkan kinerja penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. dan Pasal 59 ayat (3) dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Pembinaan penataan ruang Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan oleh Pemerintah kepada pemerintah daerah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Pasal 23 ayat (4). Pasal 22 ayat (1). daerah dilakukan kepada masyarakat di wilayahnya masing- (4) Pelaksanaan… . (3) Pelaksanaan pembinaan yang penataan diselenggarakan ruang oleh Kawasan pemerintah Jabodetabekpunjur masing. Pasal 53 ayat (1) dan ayat (2).54 Bagian Kedua Peran Masyarakat Pasal 65 Peran masyarakat melalui partisipasi dalam kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (4).

55 (4) Pelaksanaan pembinaan yang terkait dengan kepentingan lintas provinsi/kabupaten/kota antardaerah. BAB VIII di Kawasan Jabodetabekpunjur diselenggarakan dan/atau difasilitasi oleh badan kerja sama KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 67 Penataan ruang kawasan yang berbatasan dengan Kawasan Jabodetabekpunjur dilaksanakan dengan memperhatikan tujuan dan sasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2. (2) Dalam kondisi lingkungan strategis tertentu yang berkaitan dengan bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan dan/atau perubahan batas administrasi wilayah provinsi dan/atau wilayah kabupaten/kota yang ditetapkan dengan Undang-Undang.. BAB IX… . Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur dapat ditinjau kembali lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun. Pasal 68 (1) Jangka waktu Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 adalah 20 (dua puluh) tahun dan ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.

c. .. 2) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya.. atas izin yang telah diterbitkan dapat dibatalkan dan terhadap kerugian yang timbul sebagai akibat pembatalan izin tersebut dapat diberikan penggantian yang layak. b. dan 3) untuk yang sudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak memungkinkan untuk menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. izin pemanfaatan ruang pada masing-masing daerah yang telah dikeluarkan dan telah sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini tetap berlaku sesuai dengan masa berlakunya. izin pemanfaatan ruang yang telah dikeluarkan tetapi tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini: 1) untuk yang belum dilaksanakan pembangunannya. izin terkait disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.56 BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 69 (1) Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini. maka: a. pemanfaatan.. pemanfaatan ruang dilakukan sampai izin terkait habis masa berlakunya dan dilakukan penyesuaian dengan menerapkan rekayasa teknis sesuai dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.

pemanfaatan ruang yang bersangkutan ditertibkan dan disesuaikan dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini. . yang karena Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur ini pemanfaatannya tidak sesuai lagi.. (2) Sepanjang. masyarakat yang menguasai tanahnya berdasarkan hak adat dan/atau hak-hak atas tanah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.. d.57 - c. pemanfaatan ruang yang izinnya sudah habis dan tidak sesuai dengan Peraturan Presiden ini dilakukan penyesuaian dengan fungsi kawasan dalam rencana rinci tata ruang dan peraturan zonasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah berdasarkan Peraturan Presiden ini.. dipercepat untuk mendapatkan izin yang diperlukan. maka penyelesaiannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. e. 2) yang sesuai dengan ketentuan Peraturan Presiden ini. pemanfaatan ruang di Kawasan Jabodetabekpunjur yang diselenggarakan tanpa izin ditentukan sebagai berikut: 1) yang bertentangan dengan ketentuan Peraturan Presiden ini.

58 - (2) Sepanjang rencana tata ruang wilayah dan/atau rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi belum ditetapkan. digunakan Rencana Tata Ruang Kawasan Jabodetabekpunjur sebagai acuan pemberian izin pemanfaatan ruang. c.. Pasal 71. semua peraturan pelaksanaan dari: a. Pasal 70 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Presiden ini.. d. b. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri.. dan Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. . tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dan belum diganti dengan peraturan pelaksanaan baru sesuai dengan Peraturan Presiden ini.

Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. dinyatakan tidak berlaku.59 - Pasal 71 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a. b. Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1997 tentang Koordinasi Pengembangan Kawasan Jonggol sebagai Kota Mandiri. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi yang telah ada dinyatakan tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Presiden ini.. Pasal 72 Dengan berlakunya Peraturan Presiden ini: a. dan peraturan daerah tentang rencana rinci tata ruang berikut peraturan zonasi sebagaimana dimaksud pada huruf a disesuaikan dan ditetapkan paling lambat 2 (dua) tahun terhitung sejak Peraturan Presiden ini diberlakukan. BAB X. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah provinsi. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota. sepanjang yang terkait dengan penataan ruang. dan d.. peraturan daerah tentang rencana tata tata ruang wilayah provinsi.. Keputusan Presiden Nomor 114 Tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur. . dan b. c. Keputusan Presiden Nomor 73 Tahun 1995 tentang Reklamasi Pantai Kapuk Naga Tangerang. peraturan daerah tentang rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota.

Dr.60 - BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 73 Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 12 Agustus 2008 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. M.. Iman Santoso . SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Salinan sesuai dengan aslinya Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum. H. DR. ttd.

DAAN MOGOT SATRIA Ci WURUK JL. Irigasi P. Angsana ang I_ Ci Ci a Lan gka p _ I I Ci. JATI JL. Ulu I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I I Jalan Kolektor Ci Paming kis Ci ria n aur Ka nda I I I I I_ mpu Ci Jantun Kar K. kareng K. CBL Waduk Sunter K. Tidung Besar S. Srengseng K. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. Krendang 24 Sal I krant olbay ura Ci Ran gon e ung Ci Kakalen JL. PANGERAN TOSARI Dukuhatas DIPON JL STASIUN DUKUH ATAS JL. Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. MAS MANSYUR MAS MANSUR K. Laki P.HATTA S. LETJEN. Lipan P. und Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota 15' JL. JL. Tahang Ci Karan g K. CIDENG JL. I I I_ ng h ran g an g I rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Pam Ci isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r Ci Ket ing Ci Tangkurak t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r Bee t Ci Baregbeg Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas Ci Kadu Ci I_ g I_ kut i Kru Kal Setu Babakan Ci un Ci Duria Ci Lalay unge I_ Jant Ci aeu Ci Pay Cinere an I Setu Arman 4 Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' n Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang e Ci Sadan Ci Kud a Jatisampurna Rawa Burangkeng lan uba K. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. PASAR li JAGO Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Ka Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL. Teras Ma ti TIR TAY ASA Ci Durian S. Konteng uk SKALA 1 : 150.Jela Bam ne K. Angke Tambelang drain areng keng K. Panjang Kecil P. Ulu MINGGU K. Sekunder A OU ART Cikini I M BONJOL A HALTE M B ONJ EGORO O LJL. Tongkeng P. Ci Ma n ri ceu ang Situ Cekdam Ci I I_ K. Damar Kecil S. Sod 12 KYAI IN JL. Pemagaran P. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad I_ Ci Situ Pulo lis ggi Tun I _ I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ Man _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru Ci How e Sun Ci Geuju K. JL.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. DT. Harapan P. DB. g Ci Keas I Ci Care h a n I_ Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar _ I ng Ci Jelet r e I_ ng Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir Setu Tunggilis I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I Sad _ I Ci Ci Panyai I_ Ci Pi nan g K. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 Gondangdia HALTE SARINAH N JL. Cina P. e PRANOTO kut II PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK I_ I SENEN Rawa Pondok Tangerang 9 LETJ EN. Semut Kecil P. S. Gemp ok HALTE GLODOK K. Poris K.Perumka 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . _ I I Ci Ka Ci Bentang au r Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Mati Ta rum P. Tonjong K. K. Krukut ar _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen K. Asin I Muara Angke S. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan I _ G. TANJUNG un unge Jant Ci Pang I I_ Univ. Baru I ne K. CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET STASIUN KAMPUNG MELAYU i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji K. Melintang Besar P. Sadang B. JEND. Mandung MBA A RAY . D. Penjaliran Barat esar P. Lay gr Ci gau r gau r pa et Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol I Ci Be Ci Genti s I I I Ci Me rak I K. Pal S. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. THAMRIN K. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil b Rara ara Mu K. Cengk K. 21 Mala Pondokranji etari K. Ci Pan I Ci Bodas un Ci Guha Setu Batok I Ci I_ Situ Gedong tuj Pa I I_ Setu Pagam ah I Setu Silala a Ci Liwung I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong Situ Cikaret Nambo I I_ ian I Ci I_ I Cibinong I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum Bog _ I I Iwul I I I_ Setu o I _ I I I_ I ur aha n _ I I_ gde Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Cadas Ci Par anje I g K. Bulat P. K. Pesang 12' JL. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. Sebaru Kecil P. Karang Ci Hieum _ I reum _ I Ci Tem ng Lutu Ci Ci Kani I_ I I_ I I_ I I_ anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute Kedunghalang I ki _ I I n I_ Ci Ante n ng Ci J Ci Seyah I ria Ci I_ _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. Tikus P. Kelor Timur P. Wetan nggi a S. Talaga l Gu ndu Ci Ci Kalong I Her _ I I_ Ci Parak Ci Kereteg Ci ten Ku alih Kun I G. Bam Ci Gem AL BAR Pasi g K. K. Bungin ar bahb Muara Bungin KABUPATEN BEKASI Ci 36' 57' S. CIANAM Kali Egram Ci Lejit aur DEPOK _ I Ci ng I mpu K. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan Waduk Pluit K. Ci l i wu n g I OTISTA JL. Gemb Sukatani ro an ng pisan K. Jambu K.JL. Kramatjati Kali Bar u TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG gra h INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 K. S. Kongsi Tengah P. Tengah P. MT. Peranci s I_ I I_ K. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Kendeng Ci Pagedo Ci Suka Ci Surup G. Tawar K. Sunter Jele g How e Ge lam Ci t am u Ci Le un g s ng Ci treng Ci Baren K. Peran cis TANJUNG PRIOK K. Pam Rawa Ciantra Jamb Ci Ci Pining K. SALE JL. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Gelon d K. PUNCAK DAN CIANJUR P. Semut P.000 S. T SU 6 5 I_ I AD JL. buk ng uni I ng K. BEKASI TIMUR JL.8 polb ayu K. Tahun 1997 3. JL. Kayuanginputri P. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. Tahang K.A I_ I 1 K. I_ Gunungputri ter Situ Tlajung ang Kum K. Burung Tg.Cengkaren I_ I S. Kuburan Cina P.Gembong nkon 52' gsi ian ne Tg. _ I I 30' I Ci Ka lon g Rencana Jalan Arteri Rencana Jalan Kereta Api KANAL TARUM BARAT\P (31. SUTOM O JL. Cant HALTE MASJID AGUNG JL. Jikin K. DEPOK. Kaliage Besar 06°00' Tg. Ci 06' Lon Kresek Ci gok K. Koba K. Kemiri Ci Ma nci ri Ci Rumpak K. Tiram buku K. Sunter I_ I Ci Sada ngkalan K. Sunter K. BUND KR. Karangkeling S. Kayuangin Melintang P. JEND Kali Sodetan s JL. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. JEND HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur Ci gbu Sinda G. Opak Besar P. Angke SARTIK 15' 2 JL. Panjang Besar P. Ba les ngan P. Rambut Pulauuntungjawa 56' S. JL. Macan Gundul P. Kotok Kecil P. Kali Baru Jambe Ci Ci Buluh Bata Terminal Kampung Rambutan Ci 1 Lem I_ I I_ g Ci Odeng Kali K.290 Lt/dt) C Citeureup isan I_ ad _ I Ci S I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu I_ I 30' I _ I _ I I I_ ingk I ang Pam Ci _ I Ci Durian Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Barangba ng I_ as Ci p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas Kemang Ci Jere Teu I Ci Ci Angke _ I I I PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Cilebut gs i G. Pesanggrah B. TOMAN KEME JL. JELAM gol Gro K. KH. BEKASI BARAT JL. Bapak TE JL. Sekre JAKARTA OUTER RING ROAD K. Cikaran K. K. Ka rat an _ I I I_ I I_ I KAN Muara Karang Tanjungpriuk I_ I I_ I K. Ge mb S.BAKOSURTANAL Tahun 2000 2. Sekunder as Kosambi ci K. Genteng Besar P. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. Sekati P. Putri Barat P. Bagong K. TENDEAN SUPOMO PROF DR. MH. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN 12 HALTE GADING R RING ROAD gol ro K. Ci Jantra Ci Kolear I_ I Pasarminggu Baru K. MAMPANG A rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. K. Pramuka ong P. KH. Pes HALTE BLOK M JL. Jatiuwung WADUK CIPONDOH K. Angk Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Kotok Besar P. Ba Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I I ru I _ I 4 I_ I 27' Setu Malangnengah I_ Citayam a I K. KP. Kelin K. Sa iluman K. Kapas P. Pa lian I_ I I_ I _ I I _ I Ci Tarum Bak ung ng K. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Tapen I Ci Maung I_ Ci Bant G. KYAI tI 20. Angke JA I_ I taris dan i K. Gosonglayar 44' P. Cil JL. Pru Beji Gro gol Ci Sadang I_ Gunungsindur _ I Ci I Rawa Gede K. MEDAN MERDEKA BARAT Ci Rarab SENTRA BARAT K. Bengkok I I_ 1511 Ci Mande Ci Mang I Ci Anten Ci Leungsir gan I_ G. Baru 3 I_ I _ I in ing Car _ Rumpin I I Situ Cilodong I_ I _ I ung I I_ P Ci Situ Citatah K.I K. Lem Terminal Pulo Gadung SI BEKA JL. Sab etan Terminal Grogol JL. Tahun 2000 4. KH. Payung Besar K. Nawan S. IMAM I 1 JL. Sepa Barat P. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG HALTE BUNDERAN HI UKA i ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN Babelan n STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN I_ I i NE JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma Batuceper K. Caring P Ci Puti I_ K. Jagung P. Papatheo P. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. RAYA SENTRA PRIMER K. Sempit P. Bun S. Burung K. Jambe Ci Sada MANSYUR RIN . Bira Besar P. Kongsi Barat P. Pulopi DR. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Angke Ci I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. Bag Ci Tuis Teluknaga Muara Cikarang S. PEJOMP PEJOMP Palmerah JL. Mala ng Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ Ci Kampek 3 e K. MH. TER 6 Matraman AN Kedung Waringin Ibukota Negara MAS JL. JEN STASIUN SAHARJO 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 HALTE BENHILL N HALTE NKARET MA RMA DIR HALTE POLDA SUDI SU . Taha K.Muarakarang D. KAPT. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. A. KEBAYORAN BAR U K. Pantara Barat P. CBL S. Melinjo P. K. Pembu K. STASIUN KOMDAK PROF JL. HARYONO Bekasi Timur ng Sa d Cawang K Durensawit Sa JL. Sasakpan I I_ Pondok Terong I_ Bojonggede K. Kaliage Kecil P. KALI MALANG KOTA BEKASI Tambun KABUPATEN BEKASI K. Kiuntang K. Lancang Kecil P. HALTE PS. Depok Baru Cileungsi I Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong I_ 24' Pancoranmas Depok 1 Ci Palahl ar I a dan Cen Ci Kud _ I Ci Picung I I I_ Ca ri K. Sembi langan Cabangbungin Ci Hera ng 3 km 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. Ban tI K. Pelangi P. G 2 Senen JL. LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. Sun ter _ I _ I K. Mampang JL. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . IR. Boj ongk K. KARIAN\P (5.830 Lt/dt Ci Ci Karet Ciomas kgak _ I Ci Teureup ang I I Her Ci Herang Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang Bada Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Rejeg I Dul Liw Ci Keas CIBEET s Ci kis Ci _ I I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I Ci Ci Ci Berang Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Oma k Ci Ci Bung en bulan ian Ci CIBURIAL Ci Keas ng eng San Ci Hide Ci Bada I _ I Ear Ci Jambu Ci Letu h ung Ant Ci Dur Ci ang Ci Paming Ci Kaniki Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat s Ci Her Bogor Selatan Ci Ci Rangra I _ I Apu iK Ci eupa anc Gadog CIAWI g Ci Liwun Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I ng wu eda I ulu _ I Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I 39' Tamansari Pina Megamendung Ci Pam Ci B. Karang Congkak P. Betingcerme 32' 32' S. Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S Ci Sad K. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci Her ang I Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r g Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I Ci Gadog Ci Serpo I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci I Ci Sun Ci Ci Anjur Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Baru I_ I uku K. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. g ban K. Pondokcina K. Sad ang Batas Propinsi KE KAR AWA NG Raj 14 Kal TOL ng ara I an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C et Pondokgede I_ I I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas I_ I I_ Ci tan Bee i Ta rum Uta ra Batas Kabupaten 18' Ci I I_ Ci Kal i Kru un I ran Salu Ci Be et g I Batas Kecamatan Kal len gka gol I Egram Da nas aun g Ci gse ng I Jalan Tol Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu I I I I nde u 21' KE CIKAMPE K Ci I_ I pea ng Jalan Arteri I I_ I I li Suwuk Ka K. Ayer P. Peta Jaringan Kereta Api Di Wilayah Jabotabek (Masa Depan) . ABDUL JL. KALI MALANG K. Yu Timur S. S u nter II Salura 2 1 K. Bute Sunda Kelapa Lew ang . KABAU K. RASU K. Tegalkap Ci Mau k Pakuhaji K. METRO JL. Kelapa P. K. Opak Ci Duria n Cilincing g K. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Peta Jalan Wilayah Jabotabek . Rawa Jemblung Ci nggis Ma o Rawa Sadang on ngg Kal Situ Rancayuda I Ci Penj Bun Ci Keas K. Rengat P. Bokor P. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Tua Terminal Kali Deres R Koja 09' uk Cis adn rat K. Tangsi JAK Cipondoh JL. ja Ko Terminal Tanjung Priok S. Yu Barat P. Pisang JL. Gaa 28' 28' P. onen g Kali G ro Kali ng kjara Cisoka Ci Payaeun Ci Rara b Curug Ci Sabik ng Sasa Pina JL. ne ur BR JL. Kelor Barat P. P E NGGILI N G AN Cangkr O OT batu JATINEG Ci Du rian 22 Kebayoran 13 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA STASIUN MADYA Manggarai DR. SISINGAMANGARAJA Ci JL. Karya P. Sepa Timur P. Mandalawangi _ I Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede I_ I Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi 54' 54' Ci Kondang 106°18'00'' BT 643616 mT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Tami Ci Nagar Ci Wa len I _ Ci Durian 1891 I gul Ci anten Ci Man ra Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru ten Kere Cisarua ng gira Lul ngn I ggu Ci Asma Ci Saat _ I teg dung Caringin KABUPATEN CIANJUR Ci Angs 1375 G. Pluit Ancol ukga Ci Gar K. Sunter Barat Ci Tarum K. I_ I ONGAN ONGAN JL. K. . ah son er BP 5 JATINEG K.8 KANAL TIMUR K.000 06' K. ANCOL KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum on Baku k I_ I K. Tengah JL. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA 1 aha ban ang Sad I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci. Terminal Kampung Melayu Sek ra JL. Demang Ci I I I_ Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede I I_ empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang Ang ke r Lua Cibinong reu NAROGONG\P(1. Lancang Besar rian Mua ra Cidu 56' P. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang lur I_ I el iga K. Peru am K. P eng are K. Kiam ang ning sar ng K. Angke K. JUANDA JL. Angke Ci Laja _ I K. Peu Pa yae teuy Bantargebang I_ Liw ung as i Tar um I I_ I Ci Ci i Gro Serpong I_ K. PRAPATA JL. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung a ng Terminal Lebak Bulus Rawabuntu Warung Jati OR Jatisari Ma Ci I_ I BOG K. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Lemo dul I_ Ci Tung Ci G. BEKASI. Teriti ga K. K. PROK LAMAS K. Bekasi Barat JL. PU. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 K. Canti JL. Melintang Kecil P. Bantar CB L K. MELAYU BESAR BARAT JL. Betingbesa P. SUPRA JL. Pa sa n I Dan i _ I _ I K. Pecah gin 40' P. K. Bekas K. Brengk g II SEL. Pin K. Man JL. Angke K. Galia Dur da Ci Ci Sa Ci Tarum Muaragembong ulan P. 250. Salak Ci Badak gu _ Ci Anten Ci Apu Ci Ci Liw Ci Beet t Bee I leum Ci Pa Ci Beet I Ci Haneu las I_ ari i I ased _ I G. PRAM K. Cipu Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Situ Sawangan Ci Ci Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. Cakung P e s ang JL. Pantara Timur Ci Tarum S. GUNUNG K. Bekasi Ci Taru Ci Slatip m Apung Kali S. Kempul ran I Ci Sono G. GAJAH K. Payung Kecil 48' P. S. Be K. Masigit an _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I I_ I Ci ran g Han Ci Jurey I jaw gba eng Ci Ba I I_ len ung I_ rian Du Ci I Bogor Barat Ci Sin dan Sukamakmur ar g don Ci Hide I_ Sad I I _ I Beu an I I I_ _ I I _ I uang Leun I_ I _ I Bunar I Ci Temp Ci Saru a Rancabungur 734 I I_ _ I Ci Patujah I _ I I Jati Kar _ I_ K. MATRAM JL. Peta Dasar Rupabumi . JEN HALTE DUKUH ATAS JEND D. Sekr ane JL. Tidung Kecil P. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Senen Terminal Senen ER HALTE YARSI PTO . Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. DAAN MOGOT Kalideres K. Bulanb KE r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo S. iwun BESAR K.400 Lt/dt) reum Beu Ci Angk _ I K. Enggr tat Du Ci Laja Ci Ci Keas i Ulu K. Sebaru Besar P.Glatik ane 48' 106°54' T K.BKSP. Kayuangin Bira P. Pateloran Barat Skala 1 . Besar P. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r S. PS. GATO I_ I Permatahijau STASIUN PALMERAH STASIUN MENARA BATAVIA JL. I_ I Kebayoran Baru K. Ancol Tanjungpriok ng I_ I K. Genteng Kecil P. Sentio SAHAR I_ I JL. Rangg K. Jati _ I _ Baw ah I Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. Banjirkanal KRAMA I_ I STASIUN TANAH ABANG Pulogadung Cakung T RAYA 12 KETERANGAN : 12' . Semak Daun 44' P. Karang P. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K.CIKAMPEK Kru kut 7 ka si Ci Tar um K. Kayuangin (Genteng) P. Pasir I_ I JL. Perak P.CIKAMPEK K. Irig Ci 03' asi g K. KYAI TAPA Kru JL.000 Lt/dt) I I Ci Ci Kaw ung KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci tis Ci Ja Jalur Bus Prioritas R e n c a n a J a l u r A n g k u ta n M a s s a l Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang Be et Om as Ci Beu at u Ci Pam sal ing Ci Hil ir Waduk Jatiluhur Ci Gaha Waduk 36' Rencana Waduk Ci goro wek g Ci ay Ci Paku Seus Pak ilan n Sungai Ci Dadap CI a 39' Sa da ne Ci Lem a s eng ber Danau/Situ Ci Tateu n Lal ay Ci Awi Ci ump ang Ci Sar ua Ci An Na gar a Ci Sada ne g Ci Ci Jam be Ci Warin 42' gin Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He ong Ci Ma 45' Nag ara Ci Balagung 48' Kuk ulu Ci g 51' D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Jat i Sumber: 1. Batu Ci Sada ne 1030 Ci Walen Ci Gun dul Ci Surian eteg Ker I I_ 2211 ana Ci Samp ay I I _I an G. Pateloran Timur P. Sunter Tenjo I_ Ci Bunar Pamulang K. KH. Baku I_ I n Ci 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan Angke asi HALTE BUS K. Karang Bongkok P. Damar Besar P. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. KABUPATEN TANGERANG K. Gosong Pandan P. K. Pasir 52' P. Jeletren Ater Ang Saluran Irigasi Ca ab Ci ke Rar g Ci Karang I Bar at I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Situ Ci Putat WADUK LIMO PONDOK CABE Cipayung Lentengagung Kal Ci Kal i S a r ua ap ung Ci Jam bala I_ I K. Hambalang Ci ian Tanahsareal I euh Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea a _ I m A pea Ci Cigudeg e Ci Keun Ci Baya wak I _ I _ I Ci I Du Ci Kasu ngka pur I Ci Kiam Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I C ne ada iS reu m Ci Teure up Ci Herang Ci Baturuyuk I er Ci H ten Bogor Utara _ I Ci deu ng Ci Jurey An a Ci Omas Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along I KOTA BOGOR Ci Keas Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber I I_ ak I I_ I Ci Rawak Ci I_ I_ Ci I Babakanmadang Ci Jayanti _ I Sukmajaya 36' Ci Sero Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Apus I I_ I pea I Am CIDURIAN an I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I I Ci _ I en Ci Madang Ci Du Ci Berang gur k _ I G. Kra Seg ok atel T E L U K ma J A K A R T A K. BOGOR. Kait 48' A R A H A N S I S T E M T R A N S P O R TA S I 06°00' K. Wetan S. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. Tengah Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. Come A JAKA RT Ci Soge 15 G ng Ci Lowong RAYA 15 HALTE ian JL. Pond Kali Kedu kang an K. Penjaliran Timur P.Jeletreng Ci. STASIUN PEJOMPONGAN grahan JL.TANGERANG. Ge de I g ng e Jalan Lokal 24' Ci Beet an rah I Ci pa I I Ci uk I Jalan Lain Jalan Kereta Api 27' I Ci I_ I I_ I I ng Sud a I Ci Beu teu I I I a Ci I K. Cika PRAPATAN I_ I Duren Kalibata 3 21 Kali Malang TOL JAKARTA . Ciher SUDA Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR IVE SAHARI RSO ang e Ba euh MAKAL I_ I K. DA Ci Karang K. CARING JL. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P. GENTENG a Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Pur Mah Ci Katomas 840 Ci Na ung Ci I San Ci Megamen Ci Bunian Ci I_ I ea Ci ete Ker Ci Muhara Ci Gam I_ gku Ci Malang Ci Ci luw un g i Ci Palasar Pur Ci Sodong 1204 wab akti Ci Man I de Ci 42' G. Semut Besar P. JL. Kambang Ci Leungsi Ci I_ I Ked g Cisauk Setu Ka ran g I Suwuk Univ. Swasembada ngke K. Sugu Ci Jantu Ci Pinan I_ tun Jan Ci _ I I e Dua Ci Pang gan Situ Rawabesar ng Ci Sada Rawa Leungsir Ci I B. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL.0 K. Kongsi Timur P. Indonesia Serang _ I I Kali Baru 2 K. PARM AN JL. Jamb 1 Bekasi Selatan K. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Jukung P. Pari P. Sunter kut Ci Ci Pegadunga Serpong JL. Panggang P. THAMRIN 17 Karet Menteng al 10 Terminal Rawa Mangun STASIUN KARET INTERCHANGE A1 GELOR JL. Gegerbentang g _ I I nde 45' Ci tur Ci Gun Ci Gombong Ano m Ci Andam _ I Ci I Ci Bolang _ I G. Galiansiman Muara Wetan P. Buntu Baru l Kali go DEWI JL. Sekre JL. Banjirkan JL. Blaca n Tg. B e k as i an Bug NA K. SA. YANI ang TUBUN KS. TRUNOJOYO JL. Gosong Keroya P. DR. Lara Teluk Cileleus K. Bira Kecil P. Gab Asin Sukadiri Mauk Ci Pasili ah Ci He ran K. Nyamplung P.4 K. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Karang Ci Bolang p _I I Irate I K. Blen cong Tarumajaya K. Daha Ci Ant 932 Ci Garu I ri CI LIWUNG\P3. Kobakrante JL. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Macan Besar (Matahari) P. Derowak DR. Caku Ci Langk Ci Jantung ng Ci Ayan i Gon I_ uk Ci Manceuri K. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA Tanahabang T SUBR OTO HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai RAYA 10 TO GA Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara K. SURYO K. Cil iwu RAYA ng I K. K. Macan Kecil P. Kruku Ci Longo 09' G ROAD I_ I n Ind 11 RIN D. Betingti 57' S.

Proyek Pengelolaan Sumber Air dan Pengendalian Banjir Ci Liwung . P Permatahijau Tanahabang Klender JAKARTA TIMUR Rawa Besar Cakung Kranji Bekasi Utara K. Sebaru Besar P. Samp KEPULAUAN SERIBU BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL Tg. Jagung P. Bokor P. Batu Ci 2211 ana Ci Angs 1375 an G. B KA Bam Sadan e areng Penjaringan Angke K. Tua an K. Mala K. Kuburan Cina P. Pa sa n Dan gde ur ng Pina K. Angke Ci Sad Pondokranji etari K. Gelon K. S Ci Sa Ci Her AT Beto k Sepatan BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Melintang Kecil P. Galia K. Kaliage Besar 06°00' Tg. Kruku 09' K. Ga Muara Cikarang Ci Karan g K. Tegalkap Pakuhaji K.Bakosurtanal Tahun 2000 2. Be kas i k K. Sunter Barat Rawa Segaran K. Jambe ahan esanggr K. Hasil Rapat Tim Teknis BKTRN Tahun 2002 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Cakung Tenjo Ci Lalay Ci Bunar Sa Univ. Kotok Besar P. Peta Daerah Aliran Sungai/DAS Bopunjur 3. DA Ci Karang K. Sebaru Kecil P. GENTENG Pina Ci Liw Pam Ci Pu Ci Esek kis ras eda Ci Her Ci Rangra ang G. Pasir 52' P. Pasir Situ Rawacipondoh Situ Rawacipondoh K. Baru Cawang tI uku K. Putri Barat P. Kayuangin (Genteng) P. Salak Ci Anten Ci Badak Ci Leungsir G. Be K. Laki P. Angke l go Gro K. Ceng Pasarkemis KE SERANG Rawa Pondok Ci Lowong Ci Soge Batuceper K. Lara Ci Teluk Cileleus K. Tongkeng P. S. Sugu Ci Jantu Ci Pinan B. Lay gr Ci Reundeu 27' s Ci Le u n g i ngke K. Kapas P.8 CAKUNG DRAIN K. Ayer P. Sunter Ci Langk Suwuk Ci K. Kambang Egram Ci Mat Ci Conteng Ci Man ceur uk g Cisauk K. Besar P.9348129 mU 21' 24' 27' 30' 33' 36' 05°54'00'' LS 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 643953 mT 106°18'00'' BT 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 107°18'00'' BT 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S Tg. Karang Ci Hieum Ci Sero Ci J Ci Seyah Ci Baya wak KANAL TARUM BARAT\P (31. Kru kut Ci euh KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Poris Kalideres Grogol K. P K. Lemo dul Ci Tung 1891 gul Ci anten Ci Man Pasirpogor Pamijahan Ci Aru ten Ci Caringin Sada ne 1030 G. Blen cong Tarumajaya Cik Ci Gem K. Ba ru 4 PA S I R K O P O Setu Ci Kum jang Ci Liwung h Ci Pan Tata Reun Ci Cibinong Ci Landak deu ur i a n Ka rang Putatnutug Iwul o Ci Bog Ci Ci Keas Ci K. Tidung Kecil P. Betingti 57' S.TANGERANG. Kait 48' ARAHAN SISTEM AIR BAKU DAN PENGENDALIAN BANJIR 06°00' nkon gsi K. S. DT. Angke K.830 Lt/dt Bogor Timur ngah Pene Ci ang Ci Garu gur Ci Dur i Ci Herang Ci Bada ng Gadu Ci Pinanggading Ci Ci Dul Ci Letuh Ci Sero Ci Mang k Ci Karet Ci Teureup Ciomas Liw Ci Keas Ci Ci Berang Ci en Ear Ci Jambu Ci Letu h un g ah Pan Ci Keas ng Arut Ci n inte Ci Ci Bung en eng Be bulan Ci San Ci Hide ung CIBURIAL/SALAK Bogor Selatan Ci Dur ian Ant Ci Ci Kaniki Ci Ci Ci Letuh Kir Ci C Ci Patat Apu iK Ci ulu DASCISADANE CI Hide s Gadog Ci Letuh Ci Beureum ng wu Ci Sarua ing Ci Kaniki ding ngga Ci Game 39' 937 Tamansari ung Ciawi ung Megamendung Ci B.Glatik 48' 106°54' T K. Kendeng Ci Surup 1511 Ci Mande G. Astana Ci iki Cijeruk Ci Badak ara Asm angg ede 1725 Kan G. Baru 3 Ci Pandan K. Sekunder Ci Kali nciri K. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r KABUPATEN BEKASI 57' um Ci Tar P. Bagong K. Pembu WADUK CIPONDOH . Yu Barat P. Kempul 1092 Danau Lido Danau Lido Ci 45' G. Opak Kecil Pulau Paniki 40' P. Genteng Besar P. Codet Ciledug Tebet a rum Tebet DAS CIPINANG SUNTER DAS CIPATUJAH. Pam Ci K. Harapan P.BKSP JABOTABEK 6. Panjang Besar P. Opak Cilincing K. Payung Kecil 48' P. JAKARTA SELATAN Duren Kalibata Mala K. A gka K. Kongsi Barat P. Hasil deliniasi peta aliran sungai Jabotabek 5. Talaga Ci Warin l Ci Gu ndu Ci Kalong Ci Her Ci Sodong Ci Parak Ci alih Kun Ci G. Opak Besar P. Kotok Kecil P. Ba pak ng und Batas Propinsi Batas Kabupaten 15' s Curug Tambun nter Su K. ng h ra Ci Bentang K. Semut Besar P. Nyamuk Te l u k N a g a Teluk Pulaucangkir S. CBL K. CIANAM Ci Lejit aur Situ Rancayuda ar Gunungsindur K. Krendang krant olbay T RA RENCANA BANJIR KANAL TIMUR ol Grog ung I K. Klender Baru batu Cika rang Buaran K. Bekasi Kedu kang an Kra Ci Ci Slatip ma T Apung as Kosambi K. Lipan P. Ulu Kud a ut Pu tat Rawa Gede Rawa Jemblung Rawa Sadang on Ra ngg Rawa Sadang Rawa Sadang ang Ci Ma hab Ci Rawa Taman Be et ri Le un g s Ci Sada ng Ci Ge lam Ci Ka Rawa Leungsir Rawa Leungsir Ci Kar Ci Paming kis K. Kemiri K. S Iri Pondokbitung Bekasi Barat Bekasi gas Cikupa K. Pulopi tI K. Cina P. Pemagaran P. Ca K. CILEUNGSI Babakanmadang Ci Sero et Ci Baregbeg Ci Gaha Ci Jayanti 36' ang Her Ci Gulinga kgak n CIBEET Ci Rejeg Ci Ci Gam bir goro wek Rawagede kis s Ci Oma Ci Bada k DASCITARUM et g Ci Paming Ci ay Ci Paku Seus Pak anc ilan eupa n Ci Dadap a Ci Jamb an KE CIANJUR Ci 39' Ci Ci Ampe a Mah Lem ber Ci Ci Anten i Ci Apu s Liw ung Ci Beet ay Ci Ci Be Cisarua ng et Ci Tateu n Awi Ci Lul gira ngn eng ump ang dung Ci Sar ua Ci An Ci Samp 42' gin KABUPATEN CIANJUR Ci Walen Ci Gun dul Ci eteg Ker Ci Jam be ay Ci Surian Ci Nangsi Ci Kundul Ci Mang gu Ci Maleber Ci Pagedo gan Ci Suka birus a Ci Pendaw Ci Nangsi Ci Gagak Na gar a eng Ci Maung Ci Tapen Ci Ci He G. Peran cis TANJUNG PRIOK K. Karang Bongkok P. Uluh anwir K. Depok Baru Pe sa Telaga Subur g Cimanggis Situ Rawakalong Pancoranmas Depok 1 Ci ng Ca ri ngke K. Sadang L iw un K. Gegerbentang g Waduk Cirata na Ci Angsa ang Sada ne ran ong Ci Ma nde Ci Her 45' Ci Bolang tur Ci Gun Ci Gombong Nag ara Ci Ano m Ci Andam Ci Nagar a Ci Wa len Ci Balagung Ci Balagung Ci Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha lan g 48' Kuk ulu Ci g 51' Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Sok an Ci Lak u Ci Ci Peus Ci Laku ing Jat i 54' 57' Sumber: 1. Bar Kramatjati Kali TIGARAKSA Ci Raj eun Situ Cihuni Situ Cihuni r Ci Ate r K. Daha CI LIWUNG\P 3. Pari P. Macan Gundul P. Kelor Timur P. Teras Ma ti S.290 Lt/dt) Ci Bodas un empuhan Ci T u ri DAS CIANGKE. Jati Ci Sad ane ingk Ci Luar PROPINSI BANTEN Ci Ka lon g Ci Barangba ng as Ci Ci reu Ci B e ng uteu Ke p Ci Omas Kemang g ran Ci Ka Ci Jere Pam Teu Ci Ci Angke Bunar reum Ci Temp Ci Saru a Rancabungur uang PARUNGBADAK ATANG SANJAYA Beu an Ci Kiam Ci ng Ci Tem Ci Kasu Lutu ngka pur Cilebut ng Ci anggel Ci Ci Luar KE e Sadan Ci Keun Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN Ci Kani Ci Ante ki n un Ci Arute Ci Gen Kedunghalang DAS CIDURIAN Ci Asa h an Ci Ma nge nte m A pea Ci Cigudeg euh 33' SODONG\P (7. Pal S.000 Lt/dt) 33' a KABUPATEN PURWAKARTA Ci Om Ci Ja Jere Ci ng gel lo Sungai Ci Jurey as lang Ci Pasanggra up Ci Herang SUBDAS CIBEET CIPAMINGKIS Ci Pam ing kis g Ba len don han Be et Ci Sa Ci Beu reu m Ci Baturuyuk Ci at u ne da Cintarasa Ci Hide sal Ci Haneu leum Sukamakmur jaw ar Ci Sad eng ung Danau/Situ Ci Kemba Ci Waduk Jatiluhur r DAS CIKEAS. Sod etan K. Sekre Tangerang ne taris K. Pantara Barat P. Yu Timur S. Lem K.000 06' K. Cengk K. Kelor Barat P. CBL S. Ge Cileungsi aur g de Ci Palahl ar ng Stasiun Kereta Api 24' an rah Ci Picung Ci Kud TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Situ Cipicung Ci Tun lis ggi pa Man Ci Keas Ci Geuju g Ci Mar agu ng Ci Sud a Setu Tunggilis Ci Panyai Batas DAS ran Ci Beu teu ran g an g Ci Bare ngko k t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan a Ka Ci s Ci Boda Cibarusah Ci Howe Ci Anggon g Arah Pasokan g juan Ci Han K. Penjaliran Timur P. Gaga Ci ere 1430 Ci Langg ar Ci Leungsir 1182 Ci Ga reh Ci Bogo 2044 Ci Kany Ci Bant G. Betingbesa P. K.740 Lt/dt) Ci Bun Ci Apus eW et a n 625 Ke as Ci Ci Kup Ci Hoe ed Ci G Ciampea Setu Burung Setu Gede Ci u de K Ge Bad ak Ci Ci Ci Taringul Semplak Ci Miis Sur Situ Cigudeg ung Ci gbu Sinda G. Banjirkan Ci ing K. Galiansiman Muara Wetan P. Mandalawangi r 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' K. Tua Koja Cis adn e Ba rat ang eng are Man K. Masigit ased a Ci Pur Ci Ci Sa da ne Ci Pa las ari Ci Lal Ci Katomas 840 Ci Na ggu Ci Asma ra Ci Saat gku San Ci Ci Ci Megamen Ci Bunian ea Ci Muhara Ci Gam Ke reteg DAS CILIWUNG Ci Kereteg Ci Malang ten Ci Duri an Ku luw un g Ci Palasar i Ci Pur 1204 wab akti Ci Man de 42' G. Pecah gin 40' P. Enggr tat Ci Laja Ci Pining Ci Pin ang an Sa Ci Ci Keas i Ulu gkok i ng Jele g t am u Ci K. Kiuntang Ket ing Nambo Ci Ci Genti s Bee Kanal Ci Cadas Ci tuj ah Ci Tangkurak Ci Beet a Ci Pa an C Ci Par anje Rencana Kanal Ci Hoe Ci Pan gau r Ci Kaw ung Citeureup Ci Me rak Ci Bee Ci Hoe t 30' Ci Patujah Cariu Ci Gentis Waduk Rencana Waduk tis Ci Leun 734 gs i G. PU. Kali Baru Ci Odeng Kali kut Liw Ci Beu reu m Serpong K. Taha K. Jukung P. KARIAN\P (5. Gaa 28' 28' P. Sekre Ci Du ri a K. Cipacet Ci Tami ang Ci Tamiang Ci Hera Ci Gado r Leu Ci Anju tik g Ci Gadog Ci Serpo ng Ci e Ci Beureu m en gar gu Ci Sun PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Ci Jurang Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci Bin ong Ci Sarua Gede Ci Ci Anjur gung Heu Tiri r La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n Kam Ci Bala lan g undi ng 48' Cianjur Leutik Ci Soka KABUPATEN SUKABUMI Ci Ci Bala Emb n Ci Sarandi 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' Ci Kondang UMI KE SUKAB ng Beu beu G. Sunter K. Saluran Irigasi rogol li G Ka PONDOK CABE Kali Kali Ci Putat Situ Cipayung Lentengagung Kal Sau KE LEBAK k Duri an Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci Ked K. Angsana Ci a Lan Kum K. Sa el iga ng I K. Tengah Cikini K. Tangsi Cipondoh ga K. Mandung ang Cakung Matraman Kedung Waringin Ibukota Kabupaten/kota ah son er BP 5 Ci Tarum Jatinegara Saluran K. Burung Ci Tarum Muaragembong rian Mua ra Cidu ne 56' P. Tidung Besar S. Tawar K. Sempit P. Sekr K. Jambu K. Sunt er K. Pesanggrah B.000 S. Hambalang Ci ian Tanahsareal Hi ngbarang Ci N Ci deu ng An a e er Ci H ten g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki Ci Ci Keu Asa han Bogor Utara Ci Teure Ka n Cibungbulang Leuwiliang ng Ci Omas Ci Bogor Barat Ci Sin dan gba Ci Sa t u Dramaga Hil ir ro Ci ran g Han Ci Jurey Ci H am bo along ak KOTA BOGOR Ci Keas n Ci Rawak Ci Bad n ur i a Ci D Liwu Setu Leutik Ci Keruh Ci Be Bogor Tengah Bogor Nanggung Ci Beber Ci Sarante Ci Hideung Ci Kaniki Ci Am CIDURIAN CIDURIAN pea 36' Ci Apus Sukmajaya Sukaraja n Ci Madang Ci Ant a en Ci 932 Ci Berang G. Tiram buku Ci K. Gemp ok DAS CIKEAS. Sab kareng K. Jati P Ci Situ Citatah au r in ing Car Rumpin Setu Lebakwangi K. Tahang Kali He ran g K. Peta Dasar Rupabumi . Bekasi Sepa Sau Ci Ci Ater Kali eum CiRara b Ci Beur Ci Bogo Cipina ng Pa yae 1 ang Ci Langkap Tanjung Barat Sad Ci. CILEUNGSI K. Bek K. Sepa Barat P. Rawak atka rya U KABUPATEN KARAWANG edo t idang 06°00' S 06°00' S K. Tengah P. Cikaran K. Bantar CB L K. Nawan Sukadiri Mauk Ci Pasili bah K. Angke lan Ci Le ma ha ba ng Parungpanjang Univ. Ba les Dur ngan P. an Bug Be kas i Ci K. Panjang Kecil 36' S. Ko ja unter ng u K. Peta Sungai dan Situ . Asin SKALA 1 : 150. Semut Kecil P. Pond Seg ok atel T E L U K K. dan lian Bam AL BAR Pasi g K. Peranci s K.Muarakarang ukga Gar Tambelang g Ci drain e kasi keng K. BEKASI. Ge mb S. Sentio KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay Kebayoran K. Pelangi P. Ci l i wu Durensawit Bekasi Timur K. Konteng uk Ci Muara Angke S. Papatheo P. Sunt er Jamb Laja Kali Baru T Ci K. buk I ri ceu an M ng uni NA ng K. Baru Situ Sawangan Ci How e Ci nda ng treng Peru tun Jan gan DAS CIKUPA a dan Ci Cen Situ Cekdam Situ Cekdam Ci Ma n u ri rcieu ang Ci Ci 24' Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Rangg D. Jamb Bekasi Selatan K. KETERANGAN : 09' K. Kayuangin Melintang P. Buntu Timur rahan angg rang K. Karang Congkak P. Cil Gondangdia asi K ng iwu I K. Ci Ci Ci Hauk Kronjo 03' an Terus an Apun g Keta Kra ma t 106°30' T 36' 42' pang Tg. Karang Beras P. Bute Ta ru m Ci Rumpak Sunda Kelapa Lew ang . Semak Daun 44' P. CIKARANG K. Pad Muar a Mauk Muara Cislatip s eleu Cil Ra Rara rab b ara Mu K. Brengk L BA Benda Ci Longo n Ind Kalideres JAKARTA UTARA D. an e Kali kut si K. Bira Kecil P. Pi na p K. PESANGGRAHAN Jurangmangu Kali e Ci Jantra Ci Kolear Pasarminggu Baru Ci Pina ng K. mpu ng K. 250. Bira Besar P. Melintang Besar P. Macan Kecil P. Gro gol DASCISADANE ne da Kebonjeruk taris Ibukota Propinsi 12' K. Rengat P. Semut P. Panggang P. Come Senen Babelan n ng JAKARTA BARAT KOTA TANGERANG K. Gemb Sukatani ro Sa da Ibukota Negara an ng pisan Ci i K. Burung Tg. S u nter II ria n k Ci Du Ci Waduk Sunter k K. SA. Damar Kecil S. e ngkalan K. KABUPATEN TANGERANG K. Irig Ci 03' asi S. PESANGGRAHAN K. Pancasila Situ Cileduk Ci Keas kut i Kru Kal Setu Babakan Ci Ka rang Ci Kadu Ci Ci Lemahaban g da ap Ca ke Ci Ra ra b g un unge Ci Buluh Ci Ci Karang Bar at Ci WADUK LIMO un g as i Tar um Le ma ha ba ng Jambe Ci Bata kut Ci Ci Pegadunga i Jant 21' aeu Ci Ci Pining n Pay Ci Ci Am Mat uk Ci Cinere an DAS CILIWUNG Setu Arman r imu e K. Sun ter Ci Penj o Ci Sadang K. K 3 nggis Ma Ci Keas Ci Pang B. Penjaliran Barat S. Bungin ar bahb esar P. Cipu g K. Wetan S. P es ng Sa iluman ang lur d K. Cant K. Bulanb KE TIR TAY ASA r gki can lau Pu ara Mu ara Mu ntar Cilo ian Ci Sada S. Sekati P. Genteng Kecil P. Irigasi P.Cengkaren Ci Ra rab Rajeg S. Kelapa P. Kaliage Kecil P. Sembi langan S. Tikus P. Cideng Senen Pulogadung K. ning K. Sasakpan Situ Kadongdong Situ Cikaret Pondok Terong KABUPATEN LEBAK Ci Berang Situ Kibing Situ Citatah ng D Ci Bino Ci Setu Silala Ci Liwung Jasinga Setu Pagam Ci Guha Bojonggede K. Situ Manceuri uk Ci Care h a n Parung in Sukmajaya Situ Jatijajar ng Ci Jelet r e ng Ci Ci Bera Ci Be Jeng ir Ci Pi nan g K. Kelin ci K. Macan Besar (Matahari) P. BOGOR. Lancang Kecil P. Pateloran Barat Skala 1 . Jeletren Ater Ang Ci Kru Ci Jantung ne Pamulang K. Sun ter g ban K. Sunter DAS CIKUPA Ci Lon gok Sal ura K. Ciher Balaraja PROVINSI DKI JAKARTA Duri K. Damar Besar P. Kelapa Dua PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Wetan S. Bengkok Ci Sono G. Ci Kali Sodetan ka Sasa Kal i Pesang grahan Ci Manc K. Karang P. Mati P. Ancol Tanjungpriok KABUPATEN BEKASI Pebayuran on Baku ng K. Angke Ci Ayan ung Ci Jam bala K. J A K A R T A K. i. Koba K. Rasm ggong i Ta Kali G rogo l Baru b DAS CIANGKE. Ang k Setu Jampang Setu Jampang Situ Gedong Setu Batok Ci Beuteung isan 30' Setu Sigagu K. Melinjo P. Sepa Timur P.0 a ru m Mau k Cabangbungin Ci Hera ng Ci Ma 3 km Ci 0 3 6 9 12 km Ci Leleus K. S asak pap a rab Ci Ra n Jatiuwung Jayanti Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT K. Karya P. ik Serpong Peu i Kru Ci teuy i an Dur Ciputat Ci 18' Legok Ci Baru Rawabuntu TAMAN MINI INDONESIAINDAH K.400 Lt/dt) reum Beu Ci Baren Ci Jantun Ci K.A sar Ci Ta rum polb ayu ng K.Gembong 52' Tg. Jikin K. Baru Situ Pasirmaung Situ Pasirmaung Ci Sad C Gunungputri Situ Tlajung ang Ci Sunte r Situ Pulo Ci Beureum Situ Baru Ci How e K. Demang Ci e Situ Kangin Situ Tonjong Bojonggede Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua Cibinong reu NAROGONG\P (1. Tahun 1997 4. Sad ang Cikarang g r an Ka Ci Ci eum Beur Ta ru m KE Batas Kecamatan KAR AWA NG u BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA u2 C et Ci Rarab Ci Barebeg Pagedangan CURUG BUMI SERPONG DAMAI Pondokgede Kal i Bar Pasarminggu Lemahabang reu Ci Beu m Sa lur Cilandak Ciater an Iri Pasarminggu et gas Be i Ta rum Uta ra Ci tan Ci Jalan Tol 18' Situ Cibeureum er Kal Sab ran Salu Ir i g Bantargebang Jalan Arteri Da nas Ci len gka i Gon aun g Ci gse ng Setu Bee t Jalan Kolektor uran Irigasi T Sal aru mB ara t Kali Reu nde u Ci i ngs Leu Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Saluran Irigasi Tar um Bar at Bub Rawa Indah ur Jatisampurna 21' KE CIKAMPE K Ci pea ng Jalan Lain Jalan Kereta Api Serang li Suwuk Ka K. Kebayoran Baru 15' KOTA BEKASI ng kjara KABUPATEN BEKASI K. A Jonggol Ci Ci D Ci gau r Hau r pa t D. Ka rat an 06' Lon Kresek Ci gok K. Gosong Pandan P. Rambut Pulauuntungjawa 56' ulan P. Kongsi Timur P. Baku n Ci Salura K. Kiam ang ngke K. Tonjong K. Perak P. Pa KAN Muara Karang Tanjungpriuk Bak ng ung K. Gosonglayar 44' P.Jela g II iwun K. Bag Ci Tuis Teluknaga Asin Ci S. Indonesia un Kali Egram Kali Baru 2 K. Pateloran Timur P. Kongsi Tengah P. Baw ah Situ Cilodong 27' eureum Ci B Ci Pining Ci Setu Malangnengah Citayam a Citayam Situ Rawalo aha n g K. Sun t Jatisari Ci Bitung Be ureum Ci K. Bulat P. PUNCAK DAN CIANJUR P. Cika K. K. Ciliw Ci Ran gon e ung uk Ci Kakalen K. Cili wung I II II Kemayoran K. Boj ongk onen g K. Cak ung Ci Binong Bata K. Nyamplung P. Sekunder al Mampang K. Ci liwung I Kali Sarua Kali Baru 1 i Ci Cayu Kali Mampang Cond eur i Panongan Sudimara K. Kayuangin Bira P.HATTA S. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah JABOTABEK Dep. DB. Gosong Keroya P. Tahang K. Pramuka ong Ci T ar um P. ce Ci Man Angk Ci Pang e Dua u Ci D ne Ci Ci Ci Bun K.8 ar Waduk Pluit g K. Lancang Besar S. Karangkeling S. Bun S. Canti 12' Karet Palmerah Menteng Dukuhatas Sa K. Cil K.Jeletreng unge Kali Kruk Jant Ci ng Ci mpu Pondokcina K. Banjirkanal K. Payung Besar K. Tengah K. Pisang Ci Biuk i Uta Ci Kapek K. S. Pluit K. Derowak ian Cisoka Ci Payaeun Sek ra Ci Dur Ci un K. An gke Gambir K. Pantara Timur Ci Tarum Ci Tarum nggi Muara Bungin a S. Kobakrante Jatinegara Manggarai ur Cangkr K. Caring P Ci Puti ng K. Betingcerme 32' 32' S.4 K. Blaca n Tg.Ci Sadane 7. Swasembada K. ut ruk Kal da KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Ci am K. TANJUNG Ci uba K. Srengseng Kru K. ANCOL K. Angke K. DEPOK. Ulu Ci Apus Kebayoran Lama ng Cibitung Rawa Palalangan Ci Kampek Ci Sabik Kru Rara K. Kayuanginputri P. Pru Beji Ci. Bapak K. Baru K. Lay KABUPATEN BOGOR Ci Karang Ci Bolang p Irate K. Teriti K.

Putri Barat P. Pertanian / Ladang B-4 Be et Om as Ci Beu a. Gosong Pandan P. THAMRIN Karet 10 A RAY BONJOL K. Angke SARTIK 15' 2 JL. JL. Ka rat an _ I B1 I Ci Tarum Bak ung K. Sad ang Kru kut 7 ka si B1 Ci Tar um I KE et Pondokgede I_ I B2 I_ BUMI SERPONG DAMAI 1 Ci eum Beur KAR AWA NG i Bar Lemahabang t Sa lur an I Iri gas B4 tan Ci Bee i Ta rum Uta ra Ci ARAHAN PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG I_ I KODE ZONA 18' NAMA ZONNING I_ Kal i Kru un I N-1 LINDUNG Ci Be et a. Pertanian / Ladang c. _ I I Ci Ka Ci Bentang au r B3 Setu Lebakwangi Ci Bare I _ I I_ I K. Sad Sukadiri Mauk Ci Pasili B7/HP N1 K. Tawar K.TANGERANG. Baru I_ I uku K. Pertanian lahan basah (Irigasi Teknis) Ci Dadap Ci C Seus Pak Paku ilan CI a 39' B-6 a. Kambang I_ I B1 B3 Ked g B2 Tenjo Cisauk B4 B1 I I_ K. DEPOK.Bakosurtanal tahun 2000 Hasil Rapat Tim Sektoral. SALE JAKARTA OUTER RING ROAD I_ I MANSYUR K. Karang Bongkok P. Pemagaran P. Koba K. CEMPAKA PUTIH HALTE HALTE GALUR RAWA SELATAN Batas Kecamatan g ban K. BEKASI BARAT JL. Kempul ran I Ci Sono G. DB. Gegerbentang g B1 B3 N1 Ci Her ang B3 _ I B4 ne Ci Ma nde B3 B4 B3 Ci Tapen I B1 Ci Maung I_ Ci Bant G. Payung Besar B4 B7/HP K. JATI JL.I JL. Penjaliran Timur P. Pesanggrah I_ Serang _ I Kali Baru 2 K. LETJEN. HASYIM ASHARI HALTE HARMONI JL. KALI MALANG Sa JL. Opak Ancol KABUPATEN BEKASI Pebayuran Ci Ta rum Ibukota Propinsi Ibukota Kabupaten/kota on Baku ng K. p Pin gka K.000 B2 Kemiri Ci Ma nci ri P4 N1 K. Bekas K. CIANAM Ci Lejit aur I DEPOK B1 _ I Ci ng mpu K. Gosonglayar 44' P. CIDENG 23 Tanahabang JAKARTA Gambir PUSAT JL. S Iri Pondokbitung SAID Ciledug 22 . Talaga l Gu ndu 1725 Ci Kalong I ten Ku luw un alih B2 Ci Kereteg Ci Parak B1 B3 G.400 Lt/dt) reum Beu Ci B2 _ I Ci Ma n ri ceu e Dua Angk K. Hutan Bakau I_ I I li Suwuk Ka I_ I Ci I Be et Ci Pu tat I I Ci ria n aur Ka nda Ci I I I B2 Ci Paming kis I Peru mpu N-2 24' Ci Jantun ng Kar K. Tambelang g K. K. DA B5 Ci Lew ang B5 Lon Ci gok K. TANJUNG un unge Jant Ci Pang e B1 Kali Egram B3 lan B4 K. Panggang P.Gembong 52' ian Dur Ci Tarum B7/HP Ci Ci P5 rian Mua ra Cidu U K. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 Nag ara Ci Balagung Zona P2 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk referensi banjir mencegah abrasi. Kelin K. Krukut B4 I Ci Sadang B2 Rawa Sadang on ngg Kal I_ Gunungsindur _ I Ci I I Situ Rancayuda B4 B4 K. Peranci s N1 B7 Muara Angke KAN K. Daya dukung lingkungan rendah. ANCOL B1 Tanjungpriok K. Baku I_ I 12 BEKASI Bek Sadan e 1 Penjaringan asi HALTE BUS K. Wetan S. Tengah P. Cina P. Sunter I_ I Ci Ci ke i Gro Rar ab Serpong I_ K. K. Kaliage Kecil P. 250.Pemerintah Daerah dan BKSP Keppres nomor 114 tahun 1999 tentang Penataan Ruang Kawasan Bogor-Puncak-Cianjur Peta Pola Pemanfaatan dan Struktur Ruang hasil konsultasi dengan Daerah Peta Kawasan Hutan dan Perairan Jabodetabek-Punjur.740 Lt/dt) eW et a n 625 Ke as Ci Ci I I_ Setu Gede I _ I Jere u de K Ge Situ Cigudeg I_ I I_ I Bad Ci Taringul I_ ak Ci Ci Semplak Ci Miis Sur B2 gbu Ci Sinda G. Pes HALTE BLOK M JL. PARM AN JL. Baru I_ I Muara Karang Tanjungpriuk B1 P3 Waduk Pluit B1 I_ I I I_ I I_ Ci Sada ngkalan K. Ceng Pasarkemis KE SERANG Ci Ma K. Rengat P. S. TENDEAN SUPOMO PROF DR. Bulat P. BOGOR. Caring P Ci Puti I_ K. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. N1 Ci Ci Tuis Asin Ci Ci Hauk B6 Keta Kra ma t B5 Ci 106°30' T 36' 42' 48' 106°54' T K. Lem i 12 HALTE GADING B5 R ro K. Ge de a. Burung Tg. B4 I I_ ng h ran g an g I B4 B1 B1 I I I B4 I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I B1 B2 I I Setu Tunggilis I Ci Panyai rang ran k _ ngko t uj ah Ci Goo ng ingk Ci Pam isan I Cibarusah I Ci Anggon g s Ci Boda g juan Ci Han Ci Hau r B4 et Ci Be ing Ci Tangkurak B2 Ci Me t Bee Ci Ci Hoe Cariu Ci Gentis Ci Sero han Cintarasa Ci Kemba r B4 t Ci Baregbeg Bee Ci Gulinga n Gam bir KE CIANJUR I Be ureum Ci Ci Barebeg I_ I K. Karya P. Karang Congkak P. Melinjo P. Macan Besar (Matahari) P. Peta Dasar Rupabumi Skala 1 :25. Ancol Ci K. Pateloran Timur P. Lemo I I_ B4 Ci 1030 G. WALTER MONGINSIDI 2 JL. Indonesia Bub Rawa Indah ur I_ e Parungpanjang _ I Ci Jatisampurna Rawa Burangkeng Rawa Ciantra Jamb Laja Ci Sadan Kud a uba K. Kiuntang K. BEKASI. JA I_ I B5 i K. Yu Timur S. Cil iwu Terminal Pulo Gadung Batas Kawasan Jalan Tol B5 12' ng SI BEKA JL. Macan Kecil P. PRANOTO kut II JL. KYAI tI B3 B3 20. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B . SUTOM O JL. Sod 12 KYAI IN JL. Gab ah KABUPATEN KARAWANG K. Wetan S. Industri berorientasi tenaga kerja I Ci Ka lon g I I Ci B-3 KANAL TARUM BARAT\P (31. Srengseng K. Galiansiman Muara Wetan P. Karangkeling S. HALTE PS. HAYAM A YOS KABUPATEN SERANG sonah Batuceper Ci Sa MADA JL. retensi air intrusiair laut. Mandung ang B2 A OU ART TER I_ I JL. METRO P esang gr a JL. Riset 21' I Ci I_ I pea ng I KE CIKAMPE K e. KH. Penjaliran Barat BADAN KOORDINASI TATA RUANG NASIONAL P1 Tg. Sebaru Kecil P. K. Ulu Ci K. Kendeng Ci Suka Ci Surup B4 B4 Ci Langg ar G. Jati Pam _ I Ci Durian PROPINSI BANTEN B4/HP Ci Barangba ng I B4 B4 as p I Ci reu Ci B e ng uteu Ke _ I Ci Omas B4/HP Ci Kemang Ci Jere I_ Teu B4 Ci Temp Ci Saru a I Ci Ci Angke _ I _ I I I PARUNGBADAK B4 ATANG SANJAYA Cilebut _ I reum _ I Beu Ci pur ng ng Lutu Ci B4/HP Cigudeg Ci Kani anggel Ci Luar Ci Gen Ci Sadan Setu Burung Ci Apus _ I KE I I_ I I_ I I_ I B2 Ci Liwu G TUN SBI GKA RAN un Ci Arute B4/HP Ciampea Kedunghalang B4 Ci Baya wak Kup I ki _ I I n I_ Ci Ante n B4 I ria Ci I_ _ I Du Tem Ci Hoe ed Ci G a _ I Ci Asa h an 33' Ci Ma nge SODONG\P (7. Bet L A U T J A W A 36' ing lam r 57' B4 Ci 36' S. Kayuanginputri P. Jamb 1 Bekasi Selatan K. Hutan perlindungan badan air g.21' 24' 27' 30' 9348129 mU 05°54'00'' LS 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' 15' 9347328 mU 05°54'00'' LS 754655mT 643953 mT 106°18'00'' BT P1 106°30' T 05°24' S 36' 42' 48' 106°54'' T 5°24' S 107°18'00'' BT Tg. Ciliwung HALTE OLIMO BAR nal jirka JL. Blen cong Tarumajaya K. kareng K. A. Pramuka ong P. Swasembada B2 k ukga Gar B2 Ci Duria n B2 B2 K.Cengkaren I_ I S. Gunungputri Situ Tlajung K. JL. Bagong B4 K. Baru 3 I_ I B4 K. Cika PRAPATAN Pondokranji Duren Kalibata 3 K. SULTAN ISKANDARSYAH Ci I_ I Ci Liwung Jurangmangu 18 Terminal Cililitan 4 TOL JAKARTA . Tengah Cikini K. Ciher SUDA Balaraja SAHARI ang e Ba euh MAKAL I_ I K. Rawak idang Muar a Mauk B6 s eleu Cil b Rara ara Mu K. KAPT.000 Lt/dt) tis a. S asak pap a STASIUN TAMAN ANGGREK JL. Pembu UKA JL. MT. Cil JL. Karang P. HARYONO Bekasi Timur ng JL. Panjang Kecil P1 40' Pulau Paniki B4 N1 Ta rum B7/HP gin PENATAAN RUANG KAWASAN JAKARTA. Hambalang Ci ian Tanahsareal I m A pea Ci e I _ I _ I Ci I Ci Kasu ngka B4/HP Ci Kaw ung B4 B4 Ci J Ci Seyah I Ci Kiam B4 Ci Ja Ci I Hi ngbarang Ci N e g nen ng Ci Haniwung Kol Ci an g S i ki _ I Ci Ci Keu Asa han I_ I B3 reu m C ne ada iS Ci Teure up Ci Herang Ka n I_ I I_ Cibungbulang Leuwiliang Ci Baturuyuk I er Ci H ten B2 Bogor Utara B4 Ci Ci Omas _ I Ci deu ng An a B1 at u Ci Jurey Ci I I_ I Setu Leutik _ I kis rian Du Ci B4 I Bogor Barat Ci Sin dan gba Sukamakmur jaw Ci Han ar g Ba len don Ci Hide ung Sa t u I_ I ro I_ I I_ I Dramaga I_ I I_ I I_ Ci Jurey I Ci H am bo I_ I I_ I I_ I I_ I_ I I_ I I Ci Keruh along B2 B4/HP 36' I KOTA BOGOR Ci Keas B4 B4 Ci Sero Bad Bogor I I_ I _ I Nanggung n Ci Beber ak I I_ I TWA I I_ B4 Ci Rawak Ci I_ I_ Ci Sarante Ci Hideung Ci Apus Ci Kaniki I B2 I_ pea I Am CIDURIAN I_ I I_ _ I I_ Sukaraja I I_ I I Ci Jayanti B4 B4/HP ang Her B4 Ci Karet kgak I I B4 B3 Babakanmadang _ I Sukmajaya Ci I B4/HP an Ci _ I I en Ci Madang Ci Berang k B4/HP B4 gur _ I B4 B4 N2 Ci Berang Ci Du G. Kapas P. YANI ur nce 5 MEDAN MERDEKA BARAT Gambir HALTE ASMI AAN STASIUN CIDENG HALTE PULOMAS IN NE I_ I JAKARTA BARAT STASIUN TOMANG HALTE LIPPO LETJEN JL. Kelapa P. Angsana I_ Kud _ I 1 Ci. Kongsi Tengah P. B3 Kebayoran Lama JAKARTA SELATAN MAJA JL. Semut P. Batu TWA Ci Samp Ci B4 2211 Ci Ci Walen dul Ci Gun Ci Surian eteg Ker I I_ ay I I _I an G. Tikus P. GENTENG I ulu _ I B4 n Ci B4 an _ I G. Jikin K.8 polb B5 ayu ang ning ng I_ I 1 K.Muarakarang I_ I D. B1 21 B1 Mala etari K. Masigit B4 a ased Ci Pur Ci Ci Jamb Ci Ampe Ci Ci Katomas B4 B4 840 Ci Na Ci Asma ra B4 Ci Saat I ung Ci B3 B4 San Ci Megamen I_ gku Ci B4 B4 B4 Ci Malang B4/HP N1 N1 B4 B3 dul Ci Kun Ci Muhara Ci anten B4 B4 B4 B4 Ci Man Pasirpogor Ci Pamijahan Ci Aru Kere teg B3 B4 B3 B4 Ci Sar Cisarua dung gira Lul ngn I ggu _ I B1 ng B3 B4 B4 N1 B3 Ci Bunian Ci Gam ea I_ I B1 B4 Ci Ci Tung Ci Ci B4/HP B4 N1 B3 B3 B4 Pur g 1204 wab Ci Palasar B4 Ci Sodong i akti N2 Ci Asm ara Ci Man de B3 Ci Her angg ede I I_ 42' G. Demang Ci I I_ Situ Kangin Situ Tonjong I I_ B1 Bojonggede empuhan Ci T ane _ I Ci Situ Cibuntu iT eu Setu Balekambang r Lua NAROGONG\P(1. 12' JL. Pateloran Barat Skala 1 . DR. Teriti K. Ma ti Muaragembong S. Yu Barat P. Kuburan Cina P. I_ Tanjung Barat Ir i I_ I Ci Langkap Ci 1 Lem ran Salu B1 Ci Odeng Kali B2 Ci Ci Buluh Kali Baru Jambe Ca Bata Terminal Kampung Rambutan Bantargebang I_ Liw ung B2 Cipayung as i Tar um I K. S. Taha ne K. KARIAN\P (5. RT A OU Rencana Terminal Rawa Buaya Grogol JL. 5. DAAN MOGOT SATRIA Ci B1 dan e Batuceper WURUK JL. Kruku 24 Sal ura Cis adn rat krant olbay I e Koja B1 09' Batas Propinsi Batas Kabupaten K. Kelor Timur P. Poris K. I_ I Kebayoran Baru Baru l JL. Jalan Lain Jalan Kereta Api 15' JL. CBL S. Perikanan. KALI MALANG KOTA BEKASI B1 KABUPATEN BEKASI K.Glatik ane Teluknaga P1 Muara Cikarang Ci Karan g K. PASAR JAGO Ka li Panongan CURUG Pagedangan u2 Pasarminggu BARAT Terminal Pasar Minggu I_ RAW reu Ci Beu m B1 I I_ I I_ I JATI Cilandak Ciater k Sau Pasarminggu NG WARU JL.290 Lt/dt) C B4 B4 B4 B4 Ci Kar ang Citeureup I_ ad _ I Ci S I I_ I _ I I ingk I B4 Ci Luar isan 30' _ I I I_ B4 _ I I Ci Beuteung Setu Jampang Setu Sigagu B4 B4 K. PUNCAK DAN CIANJUR P. Sekati P. Angke taris etan Terminal Grogol JL. Jukung P. Panjang Besar P. BEKASI TIMUR JL. Kayuangin Melintang P. Gaga Ci B4 ere Ci Nangsi Ci Gagak I_ 1511 Ci Leungsir Ci Mande B3 T N 2044 Ci Pagedo B3 a Ci Mang I B4 Ci Anten N2 Ci Leungsir gan I_ 1430 Ci Pendaw Ci Kany 1182 Ci Ga reh B4 ong Ci Bogo G. An gke TIMUR Tanah Abang BARAT SIRIH JL. BUND KR. Cikaran Cilincing Angke Jalur Bus Prioritas Rencana Jalur Angkutan Massal buk ng uni I ng Benda Kalideres 2 JAKARTA UTARA Rawa Segaran K. Genteng Kecil P. T E L U K Kra ma J A K A R T A N1 ok B7 K. Jati _ I _ Ci Howe I_ Liw Ci Pandan I_ g K. pencemaran dan kerusakan dari laut Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona N1 dan Zona P5 Zona P3 48' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang mendukung zona dengan intensitas penfaatan tinggi dan tingkat aksesibilitas tinggi Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B1 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang menpunyai daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan untuk menjaga fungsi Zona B2 dan B4 ulu Zona P4 Ci g 51' Zona P5 Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. B4 Ang ke p I Cibinong reu Irate I K. Kobakrante JL. Cideng HALTE BI U I_ I BAR Kebonjeruk taris 12 STASIUN TANAH ABANG N JL. Tonjong K. B4 Gro gol I B4 K. Besar P. CIDENG JL. Tua Terminal Kali Deres R B1 11 D. Sugu Ci Jantu B4/HP _ I I I_ B. MH. Kegiatan budidaya yang telah terlanjur dalam jangka panjang harus dikeluarkan dari zona ini g I len gka gol g I Da nas aun g Ci B4 gse ng I_ I I I c. CARING JL. Perumahan Hunian padat (Perkotaan) b. Lay a B1 B4 ah I Setu Silala I_ I Jasinga I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Ci Berang Situ Citatah B4/HP _ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I KABUPATEN LEBAK I I_ I B4 Pondok Terong B2 I Situ Kibing I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I Situ Kadongdong B2 B4 Situ Cikaret Nambo I I_ ian I B4 I Ci I_ I Cibinong I_ I_ I I_ I I_ I I_ I Pan Ci Landak Ci Kar deu _ I ng Pina ang B2 Ci Cadas Ci Ket _I I I_ Dur I Ci Ci _ I Putatnutug I_ I Ci Kum B2 Bog _ I I Iwul B4 I I I_ Setu o _ I B4 I I I_ I ur aha n _ I I_ gde B4 B3 Citayam I PA S I R K O P O s Ci Le u n g Jonggol Ci Par anje I B4 I Dan i _ I _ I K. Ayer P.A ja Ko Terminal Tanjung Priok S. PEMUDA K 5 STASIUN KEBON KACANG MAS HALTE BUNDERAN HI SENTRA TIMUR i RING ROAD gol I_ I Gondangdia 12 B4 . 06°00' S La B4 r n an g a pang Tg. Bokor P. Perak P. Pasir 52' P. Semut Besar P. Sempit P. Ci Sada MANSYUR RIN I_ I B2 B2 Ci Du rian . GATO Permatahijau KABAU STASIUN PALMERAH Tanahabang T SUBR OTO STASIUN MENARA BATAVIA JL. PERIN HALTE TIS PEDONGKELAN RDEK Kanal Babelan n K. Bun S. Bekasi B2 K. Sentio SAHAR I_ I STASIUN SAHARJO JL. Angke an Cinere B3 Univ. Angke drain I_ I areng keng K. CB L Ci Rumpak Gunung Kaler Kresek 06' B5 B6 P2 P5 TANJUNG PRIOK Sunda Kelapa P3 B2 I I_ S. Burung B4 nkon K. Angke B4 B2 Ci Langk Suwuk B4 Situ Cileduk Univ. KH. Teras P2 B4/HP les S. Bira Kecil P. Banjirkan STASIUN PEJOMPONGAN 6 al Mampang JL.8 ng K. Kongsi Barat P. Harapan P. Man JL. iwun BESAR K. Tahang B2 k B2 K. 3. Galia gsi Tg. TRUNOJOYO JL. Lancang Besar P1 56' P. 4. Kayuangin Bira P. DT. intrusiair laut. Kongsi Timur P. PANGERAN DIPON EGORO Terminal Rawa Mangun I 1 JL. Kaliage Besar P. Semut Kecil P. Betingbesa P. GUNUNG K.Jela B5 n Ci Salura Bam ne K. CILEDUG RAYA 11 STASIUN GRAND MELIA ang B2 lur I_ I el iga K. Hutan sepadan sungai. Sekunder JAK WADUK CIPONDOH Cipondoh ga PRAM K. Salak Ci Badak B4 gu _ Ci Anten Ci Apu B3 Ci Ci Liw B3 Ci Beet t Bee Ci Beet I leum Ci Pa B4 Lal ay Ci Awi I Ci Haneu B4 las I_ B4 ari B4 B4 ber Mah B4 i I B4 _ I I_ I I_ I Bogor Tengah I I_ I I_ I_ I_ I I_ I I_ I I_ I I_ I I I_ I I_ I Ci I_ I I I_ I_ I_ Sad I I _ I B4/HP an I B4/HP I I_ _ I B4 gs i G. Depok Ci ang B4 Ci a B1 B2 Kum B2 ang Ci Picung I Lan B2 I I_ B3 ter Sun K. Daha Ci Ant B4/HP B4/HP 932 B4 Ci Herang Ci Garu I ri Ciomas CI LIWUNG\P3. Perkebunan. Sunter Jele g t am u B2 tun Jan Ci gan How e Ge lam Ci Ci B3 B4 Le un g s treng Ci Baren Ci Pinan K. Sekunder as an B7/HP Kosambi ci Ci Mau Cabangbungin Ci Hera ng Ci Leleus B5 cis SKALA 1 : 150. Bapak TE JL. SUPRA JL. Tahang B4/HP Seg atel Ci 03' Irig asi He ran B4 g 3 km Ci Taru m 0 3 6 9 12 km KABUPATEN TANGERANG Kali Kedu kang K. Cili wung I II HALTE PASAR CEMPAKA KA Kemayoran 24 Terminal Senen Senen ER HALTE YARSI PTO . JELAM gol Gro K. IR. K. laut dan lereng terjal f. IMAM JL. Canti 17 ONGAN JL. Angke Ci B4 I_ I eureum Ci B Ci Pining Situ Rawalo K. Betingcerme 32' 32' S. GAJAH K. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 40 persen b. Pa lian AL BAR Pasi g K. Rambut Pulauuntungjawa P.7/HP Ci Nangsi Ci Kundul Ci Maleber Zona B7 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan birus eng Waduk Cirata na Ci Angsa Ci He Zona P1 45' Zona dengan karakteristik sebagai kawasan yang berfungsi untuk mencegah abrasi. Tua Rajeg BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO . Ibukota Negara B5 K. Peu B4 B2 B4 Kal ban I_ I I_ g 1 aha kut Ci B3 Ci Pegadunga B2 ang Sad Ci. G 2 Senen JL. Bungin ar bahb esar P. Tidung Besar 48' P. Tegalkap Pakuhaji B6 P5 K. Bekasi Barat JL. KP. PS.0 Apung B5 Ci Slatip B2 Kali S. Bulanb KE N1 B6 B6 56' ulan P5 S. Tidak diperkenankan bagi kegiatan budidaya b. I_ I I_ I K. SULTAN STASIUN AGUNG SETIA BUDI UTARA HALTE SETIA BUDI Terminal Manggarai K. Ulu Raj 14 Kal TOL ng ara MINGGU K. Astana iki Kan Ci Badak B4 I _ Cijeruk Caringin ne Sada C A G. JEND Sa d Cawang K Durensawit Kali Sodetan s 21 Stasiun Kereta Api Rencana Jalan Tol Kali Malang TOL JAKARTA . K. Kiam sar Rencana Jalan Kereta Api Rencana Jalan Arteri Bam Ci Gem B1 ngke K.000 . Cakung an Ci M ce Sudimara BANDARA HALIM PERDANAKUSUMA C Ci Kampek 3 e K. JL. Konteng uk KETERANGAN : 06' K. Damar Besar P. Jeletren Ater Ang Ci B4 B4 Situ Ci Karang I Bar at Saluran Irigasi I_ I I_ Kali Sau Beu KE LEBAK Ci Mat Ci Conteng k reu m Ci Putat B4 Egram WADUK LIMO PONDOK CABE Lentengagung B1 Kal i Gon Ci Kal i S a r ua Ci Leungsi Ci B4 B4 Pamulang ung Ci Jam bala K. Asin P3 I Ci Karang K. Kayuangin (Genteng) P. Gemp ok HALTE GLODOK K. MARGONO DJOJOHADI KUSUMO K. Perumahan Hunian Rendah dengan KZB maksimum 50 persen b. CASABLANCA STASIUN MENTENG DALAM Tebet STASIUN TEBET i Uta STASIUN PALAZA SENAYAN SYAFI'E Kranji STASIUN KAMPUNG MELAYU K. K. flora dan fauna d. RASU K. TUBUN KS. Mati P. PEJOMP JL. 2. Ba I I_ B4 Ci Reundeu Ci Hoe Ci Pasanggra I ru I _ I 4 I_ B4 I 27' Setu Malangnengah I Citayam a B3 _ I B4 I K. K. Pelangi P. Bag edo t K. KEBON Dur Ci KOTA TANGERANG Jatiuwung K. A JAKA RT Ci Soge Ci Lowong B2 Ci Rarab Tangerang 15 G RAYA 15 HALTE ian JL. Bantar K. Sepa Barat P. Tidung Kecil P. Irigasi S. Kawasan preservasi dan konservasi budaya. Caku Kali ap Ci Jantung ng Ci Ayan I_ uk Ci Manceuri K. SISINGAMANGARAJA Ci JL. Jambe ne ur RAYA 10 Klender JAKARTA TIMUR 16 Rencana Terminal Pulo Gebang TIMUR Bekasi Utara JL. Perdagangan dan Jasa c. Genteng Besar P. Melintang Besar P. Karang B4 Ci Hieum I _ I uang Leun I_ Bunar I Rancabungur 734 I I_ _ I B3 B2 Ci Patujah I _ I I _ B4/HP Ci Pan gau r I Ci Bodas un I Ci I_ B1 Situ Gedong B2 tuj Pa I I_ B3 B4 K. Pecah PETA STRUKTUR DAN POLA RUANG 06°00' S. Cakung Ci Ci Her AT Beto k Sepatan B2 B6 B1 S. Mala ng Kramatjati Kali TIGARAKSA i Ci Situ Cihuni r Ci Ate r TANGERANG B3 han INDAH Kali Sarua I_ I Ci Apus Kebayoran Lama PONDOK 19 B3 Bar u Cibitung Rawa Palalangan Cikarang I_ ur RAYA Kali Baru 1 iK Kali Mampang Cond eun Ci Cayu K. Bekasi Sepa Kali ceu Ci Ci Ater eum ri Ci Beur Ci Bogo Ci Bitung Ma B3 Ci Pa yae Ci I_ I OR BOG K. Hutan Produksi Ci Gaha 36' B . Sunter Ci Bunar Setu Ci Ka ran g I I_ B3 K. Pal Bute . Pantara Timur Ci Tarum nggi N1 Muara Bungin a S. Ge mb S. Sun ter Ci. DAAN MOGOT Kalideres IVE PROVINSI DKI JAKARTA HALTE MANGGA BESAR RSO K. Perumahan Hunian Rendah b. Pesang STASIUN KARET INTERCHANGE TOSARI Dukuhatas STASIUN DUKUH ATAS HALTE Menteng JL. Be K. dan konservasi hutan bakau dengan daya dukung lingkungan rendah Pemanfaatan diarahkan sebagai penyangga Zona N1 dengan Zona B1 D i s a j i k a n d a n d i c e t a k o l e h B A K O S U R TA N A L Ci Lak u Ci Jat i Ci Sok an Sumber: 1. Cipi n Ciputat Ci 18' Legok Ci Sab ik Baru B3 B4 B4 Rawabuntu a ng Terminal Lebak Bulus Warung Jati TAMAN MINI INDONESIAINDAH 4 Serpong B3 B1 Jatisari Situ Cibeureum I Ci Durian RAYA teuy JL.4 K. Pantara Barat P. Damar Kecil N1 B4/HP S. B1 B1 K. Sunter K. TOMAN KEME JL. RAYA I K. Gemb Sukatani ro ung an ng pisan K. Baru Situ Pasirmaung Situ Manceuri Sad Ci I_ Situ Pulo lis ggi Tun I _ I B3 B4 I TAMAN BUAH MEKARSARI Situ Cipicung Ci I I_ B2 _ I I_ Ci Ci Mar agu Ci Durian Beu reum Situ Baru B4 B4 Ci I Ci Keas B4 Ci Geuju g B4 Ci Care h a n N2 How e I_ Parung Sukmajaya Situ Jatijajar B4 _ I ng Ci Jelet r e I_ ng B4 I Ci I ane Ci Bera Ci Be Jeng ir B4 in B4 I_ Sad _ I Ci I_ Ci Pi nan g K. Gosong Keroya P. Enggr tat Du Ci Laja B4 Ci Keas Ci i Ulu K. Codet Ciledug STASIUN KUSUMA STASIUN CANDRA SCBD STASIUN STRIA MANDALA 5 Tebet 5 a 14 rum STASIUN CASABLANCA JL. Kelapa Dua 40' P. RAYA SENTRA PRIMER K. Riset g ng e I an rah B2 Ci Beet I pa I Ci Man uk I Ci I_ I ng Sud a I HUTAN KONSERVASI/ CAGAR ALAM/ TAMAN NASIONAL/ TAMAN WISATA ALAM/ SUAKAMARGASATWA /BUDAYA/ PENINGGALAN SEJARAH Ci Beu teu a I 27' KODE ZONA B-1 ARAHAN PEMANFAATAN gr Ci gau r pa I a. K. B e k as i an Bug NA K. CBL Waduk Sunter K. Laki P. PROK LAMAS T RAYA HALTE SARINAH Pulogadung Cakung Jalan Arteri Jalan Kolektor Rencana Kanal Waduk Rencana Waduk Sungai Danau/Situ Pusat Kegiatan Nasional MBA Matraman AN HALTE DUKUH ATAS Kedung Waringin MAS MATRAM JEND K. Bengkok B3 I I B3 HL 45' N2 B4 Ci Tami Ci Her ang Sun gare um 3002 Ci Ha r I_ I Ci Tamiang Ci Hera Ci Ci Gado r Leu Ci Anju tik ng I I Ci Sun B1 Ci Anjur Ci Bala gung lan Ci Heu g Ci Jurang undi ng 48' Cianjur Leutik I_ I I_ m en gar gu Ci Ci Beureu Soka KABUPATEN SUKABUMI N1 Ci Bala Ci Emb I_ e n UMI KE SUKAB ng Beu B3 g Ci Gadog Ci Serpo beu G. K. 6 5 HALTE BENHILL RMA . Buntu rahan angg Terminal Blok M Kru rang K. JEND JL. Sunter Ci Binong Terminal Taman Mini Bata CiRara b I_ I K. Tengah JL. Cant HALTE MASJID AGUNG JL.4/HP Zona B4 yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi Tetap atau Hutan Produksi Terbatas sesuai Peraturan Perundang-undangan B4/HP Ci goro wek B-5 g Ci Kir ay a. Sekr ane JL. Brengk B5 09' Ci Ran gon g II SEL. Sasakpan I_ I_ Bojonggede KABUPATEN BOGOR Ci Bino ng Ci Liwung B4 _I I I_ I B4 Setu Pagam Ci Guha Ci Karang Ci Bolang Setu Batok K. K. Banjirkanal KRAMA JL. Pari P. Sadang B. Opak Besar P. K. ABDUL JL. Pad atka rya P5 P5 Teluk Pulaucangkir P2 Te l u k N a g a P2 B6 N1 P5 B6 06°00' S P. KEBAYORAN BAR U K. K. Pond P2 S. JL. Kait P. ASIA AFRIKA ng TIMUR Ci Biuk SATRIO STASIUN GELORA Ci Kapek K. Rasm ggong HALTE BUNDERAN SENAYAN m i Ta K. Pluit B1 K. Pulopi DR. S. Sekre JL. Sebaru Besar P. JEND. Gaa 28' S. Rangg CAKUNG DRAIN K. PINTU I_ I Ci Sada Ci Lon gok B2 2 1 K. Tiram buku K. Pisang STASIUN KOMDAK PROF JL. Kelor Barat P. KWITANG HALTE PULO GADUNG K. Angk Situ Cekdam B4/HP a dan Cen Ci Ci Bag o Sawangan n gi n Ci Pu tat K. Jagung P. PRAPATA JL. PENGGILINGAN AD 22 Kebayoran 13 HALTE STASIUN MADYA Manggarai DR. Ci Jantra Ci Kolear I_ I B2 Pasarminggu Baru K. Pam Ci Ci Pining B. Payung Kecil 48' P. Nawan B4 S. Come ng I_ I SENEN Rawa Pondok 9 LETJ EN. Cengk K. Hutan Produksi Ci An Na gar a Ci Sada g Ci Jam be _ I Ci Warin 42' gin c. Samp KEPULAUAN SERIBU 28' P. Uluh anwir Ci GATO T SUBR OTO JL. Boj ongk K. ah son er BP 5 batu JATINEG HALTE POLDA 6 STASIUN AMBASADOR STASIUN TAMAN RASUNA JATINEG K. I GUSTI Buaran NGURAH RAI Klender Baru Rawa Besar Cakung ing STASIUN DARMALA SAKTI STASIUN KUNINGAN SENTRAL MINANG G RO Jatinegara JL. P eng are K. Melintang Kecil P. Pa sa n jang h Tata Reun I_ Ci Keas Ci Ci D. KYAI TAPA Kru JL. Lipan P.CIKAMPEK K. Perumahan Hunian sedang (Perdesaan) b. Kotok Besar P. Angke B4 K. Macan Gundul P. Blaca n P2 ne da Sa P5 Tg. KH.830 Lt/dt Ci _ I Ci Teureup I Ci ng _ I Bogor Timur ngah Pene Ci ang B4/HP Dul Bada Gadu Ci Pinanggading Liw Ci Keas I Ci Ci en Arut n inte ung Rawagede ah Pan Ci Keas ng Ci Rangra Ci Ci Bung en bulan Ant Ci Dur ang Ci B4 B4 39' B1 Ci Ci Paming B4 B4 B4 B4 Ci Kaniki Ci Her Bogor Selatan s Apu B4 I _ I B4 Ci Patat ian Ci CIBURIAL eng San Ci Hide B4 Ci B4 B4 B4 Ci Bada kis B4 I Ci Oma B4 k _ I Ear Ci Jambu B4/HP Ci Letu h ung B4 CIBEET Ci _ I Ci B4/HP s Ci Ci Rejeg I Ci Letuh Ci Sero Ci Mang I B4 Ci Letuh iK Ci eupa anc Gadog Ci Liwun g Ci Letuh Ci Beureum Ci Sarua ing Pu Ci Esek kis ras I _ I B4 Ci B4 B4 Hide ding Ci Kaniki ngga ung I Ci Game 937 Ciawi Ci _ I Tamansari Pina Megamendung Ci Pam ng wu eda B3 B. Nyamplung P. Pasir Jayanti Situ Rawacipondoh Bunderan H. SURYO K. Pertanian lahan basah/kering (Dengan Teknologi Tepat Guna) Pam sal ing Ci eng Hil ir ran g Waduk Jatiluhur c. Sunter I_ I I_ I _ I I _ I B1 K. S u nter II K.HATTA K. Ci Liw ung Baru 3 Rawa Sadang ang Ma hab Rawa Taman Ra Ci Pining _ I gkok _ Ci ng I i I_ ng K. K. Bira Besar P. Pancasila kut i Kru Kal Ci Keas Ci Kadu Ci un Ci Duria Ci Lalay B2 unge Jant n aeu Ci Pay B2 B2 g I_ B4 Setu Babakan I_ Ci Setu Arman 4 B2 I I Ci i ngs Leu Ci Lema I_ 21' Ci Ci Am Mat uk WI TOL JAGORA haban n B3 B1 u B2 K.Jeletreng B3 B4 K. Lancang Kecil P. Terminal Kampung Melayu Sek ra 23 Jatinegara Klender Saluran KABUPATEN TANGERANG Ci Ma nce uri Ci Cay 6 B4 und HALTE GELORA 13 Ba pak ARA ARA JO K. Rawa Gede Rawa Jemblung Ci nggis Ma Ci Penj o Bun B4 Ci Ci Keas ar B2 B1 Ci B2 Situ Sawangan B4 B3 _I I_ KOTA DEPOK Situ Peladen Situ Rawabesar Depok Baru am K. Pemanfaatan ruangnya harus disetujui oleh Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional B-7 ten ua a. Wisata Alam c. Ci l i wu n g I OTISTA JL. Semak Daun 44' P. Perumahan Hunian Rendah (Intensitas Lahan Terbangun Rendah Dengan Rekayasa Teknis) Ci Keun euh KABUPATEN PURWAKARTA 33' Ci Ci Ci ng gel Ci nte ung lo Bun lang b. Papatheo P. Derowak DR. Sembi K.CIKAMPEK Tambun K. Peternakan Agroindustri.000 S. Pondokcina _ I _ I Pru Beji K. Tangsi A1 GELOR JL. Lay _ I B4 I_ I I Baw ah I B4 Ci ung I in ing Car _ Rumpin Situ Cilodong B3 B4 I_ P Ci Situ Citatah B4 K. Krendang tI K. Peran langan K. Hutan Lindung (HL) Reu nde I Saluran Irigasi Tar um Bar at uran Irigasi T Sal aru mB ara t d. Sab K. Bekasi Ci Taru gas Cikupa 24 B2 K. Industri ringan non polutan dan berorientasi pasar Ci Genti s I I rak I B-2 30' a. Cimanggis Situ Rawakalong Pe sa Telaga Subur g B4 B4 Ci Palahl ar I I_ 24' B4 B4 I _ I B3 B4 B4 B4 I I_ Ca ri K. Ban G ROAD Ci Longo RIN I_ I n Ind uk Ci Kakalen JL. Sunter Barat Ci Tarum K. Mandalawangi _ I I_ I I_ Ci I Kam PROPINSI JAWA BARAT Ci Sarua Leutik Ci Balu Ci Ci Curug kuda Ci B4 Bin ong I_ I B3 Kuk Ci Sarua Gede Tiri r Ci Ci lik Anju Ci Anju Soka r n La Ci Ci ku Bele ng Ci Padan Ci Sarua Gede 51' Ci Sato Ci Binong ng Ci Sarua Gede Ci Ci Cantu Kar oya Ci Sokan Ci Laku Ci Peus Ci Laku ing Ci Sarandi Ci Kondang 54' 54' 643616 mT 106°18'00'' BT 107°18'00'' BT 06°56'00'' LS 9233426 mU 754140 mT 21' 24' 27' 30' 33' 36' 39' 42' 45' 48' 51' 54' 57' 107°00' 03' 06' 09' 12' I lan I_ g Ci Balagung I ang a Ci I_ Ci Nagar Ci Wa len Ci Gombong Ci Andam I T N Ci Ano m _ I N2 T N tur Gun B4/HP Ci I Ci Bolang _ I G. Nyamuk B6 N1 TIR TAY ASA Ci Durian r gki can lau Pu ara Mu P2 Mu P5 ntar Cilo ara S. grahan Palmerah JL. Opak Kecil P. I Ci Pang Ci Sada ng Ci Rawa Leungsir Ci I I_ B1 Pancoranmas Cileungsi I ang I_ K. Gelon d K. Sekre LAKS Duri AMAN 9 HALTE SAWAH BESAR JL. Betingti 57' S. Ba B6 N1 Mekarbaru Kronjo 03' an Terus an Apun g P2 Teluk Cileleus Muara Cislatip B4 K. SUDI I_ I Cangkr NKARET JL. Sepa Timur P. SA. intrusiair laut. Sa iluman K. Cipacet I _ I 1092 Danau Lido Ci I B3 N2 B2 _ Ci Durian I gul ete Ker 1891 N2 B4 B4 B4 Ci KABUPATEN CIANJUR N1 B4 Ci Angs ana B4 1375 G. Baplan Kehutanan tahun 2007 15' 06°56'00'' LS 9233005 mU . Kotok Kecil P. MAMPANG A JL. K. Daya dukung lingkungan rendah Sa da ne Ci Lem a s eng Ci ump ang Ci Tateu n c. Jambu K. Cipu B4 K. MEDAN MERDEKA BARAT SENTRA BARAT K. Karang Beras Ci Tarum Ci Tarum P1 06°00' Tg. MELAYU BESAR BARAT JL. K. danau. Tongkeng P. . JUANDA JL. onen g Kali ng kjara B2 Ci Payaeun Ci Rara b Kali G ro Cisoka Curug ng I_ I B2 Ci Sabik Kali go DEWI Sasa Pina JL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful