Anda di halaman 1dari 6

Konsep dasar periode akuntansi

Kita mulai konsepnya dulu... Di akuntansi, ada satu konsep dasar yg disebut dengan going concern (kelangsungan usaha). Going concern ni merupakan asumsi dasar yang menganut bahwa perusahaan akan terus berlanjut. Premis yang menentukan kenapa ada konsep going concern pada akuntansi adalah : 1. masa depan yang tak tentu (tidak pasti) 2. sifat dasar manusia dan perusahaan untuk bertahan hidup Dua premis tersebut berarti dalam lingkungan yang tak menentu dan kita tak dapat memastikan suatu masa depan, maka perusahaan memilih untuk ingin bertahan hidup dan terus berlanju ---> ini dia dasar munculnya konsep dasar going concern pada akuntansi Nah kalo kita asumsi bahwa perusahaan terus berlanjut. Kapan perusahaan akan melaporkan pertanggungjawabannya dalam bentuk laporan keuangan ?? Tidak mungkin pada saat perusahaan bubar / bankrut/ likuidasi, karena umur dari perusahaan tidak dapat ditentukan (dampak dari going concern). Oleh karena itu, kegiatan perusahaan harus dipotong-potong kedalam interval yang tetap untuk dapat melihat performanya. --> ini dia dasar knapa musti ada periode akuntansi Knapa interval periode harus tetap konsisten (per 1 tahun misalnya)??? Karena dengan interval yang konsisten, kita baru bisa membandingkan performa perusahaan pada tiap2 periode Periode yang dianut perusahaan untuk tahun buku biasanya 1 tahun (12 bulan). 1 Tahun ini bukan berarti harus sama dengan tahun takwim/kalendar (januari-desember), namun dapat berbeda sesuai dengan kebijakan perusahaan. Tapi biasanya perusahaan ambil periode januari - desember karena sama dengan tahun pajak. Nah periode ini bisa dipecah2 lagi , misalnya per3 bulan or 6bln . Ini disebut dengan periode interim. Nah, kalo macem2 periode akuntansi..... Emang ada ya macem nya?? Ga ngerti kalo ada macemnya..., stau gw si g ada... Semoga mencerahkan dan tidak banyak menyesatkan

Financial statement vs Financial reporting


Output dari akuntansi adalah financial statement (laporan keuangan), sedangkan financial reporting (pelaporan keuangan) merupakan suatu output sampingan yang mendukung financial statement ini. Financial statement terdiri dari: 1. Balance sheet (Neraca). 2. Income statement (Laporan rugi/laba). 3. Statement of change in equity (Laporan perubahan ekuitas).

4. Cash flow statement (Laporan arus kas). 5. Notes to financial statement (Catatan atas laporan keuangan). Untuk pembuatan laporan keuangan ini, harus memenuhi kaidah dan standar tertentu, yang di Indonesia dikenal dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Tujuan adanya standar ini supaya laporan keuangan ini seragam dalam pembuatannya dan tidak menimbulkan macam2 interpretasi. Laporan keuangan, terutama untuk perusahaan publik (terdaftar di Bursa Efek), setelah di-audit maka akan menjadi konsumsi masyarakat luas dan tidak hanya pihak internal saja. Pihak eksternal yang punya kepentingan dengan laporan keuangan misalnya bank, pemegang saham, kantor pajak dll. Financial reporting tidak mempunyai standar yang berlaku umum dan dibuat hanya untuk tujuan internal. Contoh financial reporting misalnya rekapitulasi biaya makan buruh selama sebulan, laporan umur piutang, dll.

bro tanya dung ada soal kek gini nih - biaya tetap dikeluarkan Rp. 12.000.000 - biaya variable Rp. 500 / unit - harga jual Rp. 2.500 / unit berapa jumlah barang yg harus di produksi / dijual (BEP/unit) ?

thx.. yah bro

cemen yah tanyanya


12 juta/2,000= 6,000 unit.

, tapi mang gw dah lupa semua neh

biaya tetap/ unit kontribusi unit kontribusi margin= harga jual-biaya variable bro2 sekalian, nanya dunks, forensic accounting tuh apa ya? trus audit forensic tuh apa? kira2 ilustrasinya seperti apa ada yg bisa jelaskan?? thx bgt ni!! salam akuntansi! Bro kalo forensic accounting gue gak pernah dengar, tapi kalo forensic audit gue pernah dengar. Dan forensic audit itu memang ada hubungannya dengan peristiwa kriminal yang melibatkan seseorang. Pernah ada kejadian seorang ekspat yang meninggal di suatu negara, dan penyebab kematiannya belum dapat diduga apakah bunuh diri atau dibunuh. Kantor ekspat tersebut menugaskan auditor KAP Big 4 untuk melakukan forensic audit atas ekspat tersebut, di mana prosedur auditnya misalkan meneliti tagihan2 atas nama ekspat, daftar transfer tujuan, dll. Dengan prinsip "just follow the money goes", mungkin akan ditemukan latar belakang penyebab kematiannya.

Sekilas sejarah mengenai akuntansi


Ilmu akuntansi dapat ditelusuri sampai ke masa awal peradaban manusia pada saat berkembangnya era bercocok tanam (agrikultural) misalnya pada peradaban Sumeria di Mesopotamia. Ilmu akuntansi diciptakan karena timbulnya kebutuhan akan pencatatan yang akurat mengenai jumlah hasil panen dan nilai ekonomisnya. Alkitab (Perjanjian Baru) dan Alquran juga menyinggung tentang akuntansi sederhana, di mana Alquran menyinggung tentang perdagangan dan pengaturan kredit. Ibnu Taimiyah, seorang ulama & ilmuwan muslim abad ke-12, mengarang buku berjudul Hisbah (berarti perhitungan atau pengecekan) yang berisikan sistem akuntansi detil yang digunakan umat Muslim sejak awal abad ke-7. Praktik akuntansi ini dipengaruhi oleh kebudayaan Romawi dan Persia karena umat Muslim banyak melakukan interaksi dengan kedua bangsa ini. Ibnu Taimiyah juga

menjabarkan sistem akuntansi pemerintahan yang kompleks yang diterapkan pada masa Umar bin Khattab (khalifah ke-2 setelah Abu Bakar), di mana seluruh pendapatan dan beban dicatat. Sistem ini diterapkan oleh para penguasa Muslim sampai era kejatuhan Dinasti Utsmaniyah. Kelahiran akuntansi modern Luca Pacioli (1445-1517) dikenal sebagai tokoh yang melahirkan akuntansi modern. Ia mengarang buku yang berjudul Summa de arithmetica, geometrica, proportioni et proportionalita. Buku ini merupakan panduan untuk sekolah abakus di Italia Utara di mana anak para pedagang dan pengrajin dididik. Buku ini berisikan metode pencatatan yang digunakan para pedagang Venesia pada saat itu, yang dikenal sebagai double entry accounting system. Meski Pacioli hanya mengkodifikasikan (menyatukan dalam satu buku) dan bukan menemukan sistem ini, dia tetap dikenal luas sebagai Bapak Akuntansi. Sistem yang dijelaskan di bukunya mencakup sebagian besar siklus akuntansi yang kita kenal sekarang ini. kebetulan neh bro gw ada pertanayaan seputar akun.... misal kan ada neraca berikut 31 juli 08 cash 65 juta piutang 45 juta invent 140 juta sewa 40 juta akum dep sewa 35 juta total aktiva 255 juta utang 40 juta modal 170 juta RE 45 juta total pasiva 255 juta

nah klo misal nya bulang agustus toko ditutup, dan sluruh aktiva dan pasiva di bagi rata kepada 4 orang pemilik, 1 orang dapat brp duit?? bagaimana hitung nya?? apakah 255 dibagi 4 atau gimana?? mohon pencerahaan Menurut gue bro, toko lo mesti bayar dulu utang 40 juta itu, jadi cash toko tinggal 25 juta. Piutang 45 juta juga sebaiknya ditagih dulu sebelum toko tutup, demi kelancaran pembayaran. Sehingga cash menjadi 70 juta. Sekarang kan posisi asetnya tinggal cash 70 juta, inventory 140 juta dan hak sewa 5 juta. Tapi yang bisa dibagi kan cuma cash ama inventory, jadi kalo persentase modal 4 orang itu sama berarti tiap orang dapat cash 17,5 juta dan inventory 35 juta.

OK bro, tinggal dibayar dan ditagih aja utang piutangnya, biar enak bro ngebaginya tinggal aset yang berwujud JAP / Jurnal Ayat Penyesuaian
for contoh transaksi:

1.dibayar beban iklan 1/08/08 utk masa 1 tahun

kalo kita bikin timeline 1/8'08 31/12'08 1/8'09 ---------------------------------bayar akhir periode habis 2.akhir periode[31/12/08] kita harus buat penyesuaian... karena duid yg kita bayar buat iklan 12 bulan sedangkan yg baru terpakai itu 5 bulan maka kita harus menyesuaikan yg 7 bulan
for kalo diangep harta:

alternatif A: transaksi 1 akan dibuat jurnal umumnya kalo di jurnal umum di anggap sebagai harta prepaid advertisement cash

maka di jurnal penyesuaian akan kita buat adv. expense prepaid adv. yg artinya kita masih menganggap iklan tersebut harta kita karena pada saat bayar blom kita pake tapi pada tanggal 31/12/08 kita harus bikin penyesuaian karena ternyata kita sudah pake sebanyak 5 bln dan yg masih menjadi harta tinggal 7 bulan alternatif B: transaksi 1 akan dibuat jurnal umumnya kalo di jurnal umum di anggap sebagai kewajiban/beban advertisement expense cash maka di jurnal penyesuaian akan kita buat prepaid adv adv.expense kita sudah menganggap iklan tersebut sebagai beban tapi ternyata pada tanggal 31/12/08 yg sudah menjadi beban cuma 5 bulan 7 bulan masih harta

Bedanya Biaya Sama Beban apa sih ?


+ secara teoritis nya begini : "Perbedaan Biaya dengan Beban : Biaya : salah 1 kesatuan menambahnya nilai dari barang yang diproduksi atau jasa yang diolah sebagai biaya langsung dan biaya tidak langsung dan umumnya biaya tidak dapat ditempatkan diluar aktivitas biaya itu timbul contoh nya rekening telephone atau rekening listrik yang dipakai oleh perusahaan tidak dapat di keluarkan sebagai biaya diluar perusahaan. Beban : salah 1 aktivitas yang timbul dari perusahaan pada umumnya beban dapat ditempatkan dimana saja dalam aktivitas perusahaan atau diluar perusahaan contohnya mobil perusahaan yang diasuransikan terjadi kecelakaan semua yang timbul akibat kecelakaan adalah beban dari asuransi dan bukan biaya perusahaan dan hal lain yang berhubungan dengan pemakaian pribadi direktur atau pemegang saham dimana transaksinya melalui perusahaan (pengeluaran dana/barang perusahaan) adalah beban yang bersangkutan. expense itu ya beban itulah (cmn beda bahasa aja gan..) tapi kenepa ada komponen biaya yang dibiayakan (cost), dan ada yang di bebankan (expense)?, biasanya dijadikan biaya karena jelas bahwa biaya tersebut menghasilkan pendapatan (keuntungan) dalam satu periode akuntansi (biasanya komponenbiaya tersebut melakat pada barang atau jasa yang dijual) nah adapun yang dibebankan (expense) adalah biaya yang menfaatnya tidak pasti diterima secara utuh pada satu periode akuntansi...

bro.. aye mo share kasus unik nie, sekalian nanya pendapat.. (based on true story..

Ada perusahaan A,B dan C. Pd tahun 2008, mereka mau bikin perusahaan baru, sebut aja D, dengan share modal berdasarkan akta notaris: A setor modal 51%, dalam bentuk fixed assets senilai 51jt, setor Sep 2008 B setor modal 30% dalam bentuk cash sebesar 30jt, setor Sep 2008 C setor modal 19% dalam bentuk cash sebesar 19jt, setor Sep 2008. As of Dec 31, 2008 (tanggal tutup buku perusahaan A dan D): - A sudah catat Investment in D senilai 51jt dan mengakui D sebagai anak perusahaannya serta dikonsolidasi dalam laporan keuangan. - D juga mencatat semua transaksi modal masuk sesuai dengan nilai di surat notaris. Masalahnya.. pada bulan January 2009, berdasarkan hasil penilaian dari independent appraiser, fixed asset yang disetor A hanya senilai 45jt. Pertanyaannya: Apa yang harus dilakukan oleh A dan D atas hasil penilaian tersebut? mengingat A harus melaporkan laporan keuangannya pada induk perusahaan pada bulan Maret 2009.

boleh ikutan jawab, wah kasusnya menarik nih di accounting tuh ada yang dikenal dengan istilah cut off period. Dalam hal ii setoran modal berupa fix asset dinyatakan bernilai 51jt. Nah susahnya jika dalam Business Combination seperti ini setoran non cash akan menggunakan nilai pasar dan tidak boleh menggunakan nilai buku (lebih lanjut ke pooling of interest yang persyaratannya ketat). nah jika saat pendirian telah disepakati oleh seluruh stake holder bahwa nilai asset sebesar 51 ya berarti nilainya 51. Namun perkara baru muncul adalah ternyata nilainya setelah diappraise turun menjadi 45 nah ini jika bukan sebagai transaksi yang berkaitan maka transaksi ini terpisah sehingga akan diperlakukan sebagai penilaian kembali aktiva dan itu ada aturan sendiri baik di PSAK maupun dampak perpajakannya. Penurunan nilai aktiva di PT D merupakan transaksi di PT D sebagai satu entitas. Kerugian berada di PT D. Investasi yang dilaporkan di PT A sebelum konsolidasi dilakukan tidak akan serta merta terpengaruh oleh penurunan nilai disana. Jika transaksinya berkaitan sebagai satu kesatuan dalam transaksi pendirian ya laporan keuangan PT A dan PT D harus di sajikan kembali (restated). dan ini juga di bolehkan. demikian .. Bro ajarin tentang bikin jurnal2 dong.. jurnal tuh cuman satu .. Jurnal merupakan media masuk atau pintu awal yang nantinya akan membentuk laporan keuangan .. nah masalahnya jangan sampe lo membuka pintu yang salah .. nah untuk itu ya mesti banyak latihan .. dan tips yang bisa gw kasih kasih adalah lo harus paham bener "saldo normal" kalo asset saldo normalnya Debet: hutang - kredit : modal - kredit : pendapatan - kredit : beban - debet.. saldo normal mengacu pada penambahan .. begitu ada pengurangan ya tinggal dibalik aja tempatnya. nah yang paling penting lagi adalah: - biasakan berpikir dobel entry yaitu setiap transaksi akan membawa dampak pada minimal 2 perkiraan - jangan sampe salah dalam menganalisis transaksi yang akan dibukukan (jangan sampe salah pilih pintu .. eh salah pilih account/perkiraan) misi juragan2 semua ane mau nanya buat tugas ada pengaruh penerapan IFRS terhadap metode audit asset tetap oleh auditor? soalnyakan diIFRSkan ada nilai wajar untuk menentukan asset,kelebihan nilai wajar/kerugiaanya kan dianggap keuntungan/kerugian yang belum direalisasikan kadang untuk menentukan nilai wajar perlu judgement dari auditor. apakah akibatnya ada perubahan untuk metode audit? yg perlu diingat: bahwa ada dua pilihan dalam ifrs PPE dalam hal pencatatan setelah akuisisi: cost model dan revaluation model. kalo pake cost model berarti ga ada perubahan ya. kalo revaluation model berarti perbedaan utamanya auditor menguji FV yg dipakai klien setiap tgl neraca.

nanya donk suhu.. ane dikasih kasus tentang pencatatan persediaan pada barang ekspor. ilustrasi: barang dikirim tgl 12 April (Surat jalan) ke Tokyo (FOB Tokyo), Sampe Tokyo Tgl 16 April, maka perusahaan menjurnal penjualan setelah ada transfer kepemilikan yaitu tgl 16 April. yang jadi pertanyaan, pada tanggal 12 April kan barang sudah keluar dari gudang, pencatatan kartu stock dan di buku besar gimana gan? apa boleh langsung dikurangi sedangkan penjurnalan baru dilakukan tanggal 16? Fob destination kartu stock gudang dikurangi, kasi keterangan fob destination, jadi pas belom sampai masih tetap inventory tapi in transit buku besar apa gan, inventory ato sales.. tahan dulu sampe realised pas dah nyampe Buku besar inventori nya perlu di update ga bro waktu awal pengiriman (12 April) sama buku besar pembantunya? Klo perlu..akun nya apa sama apa? sales dan inventory jangan diupdate dulu. inventory itu masih jd tangung jawab atao hak penjual. Salam kenal agan2 pecintan accounting.. ane newbie nih ... ane kan baru kerja di perusahaan konstruksi yang selama ini belum menerapkan akuntansi .. trus ane bingung dari mana harus mengawalinya .. perusahaan ini udah berdiri hampir 5 tahun ... Mohon Pencerahaannya... Maksih sebelumnya....

yang harus di awali pertama kali adalah harus punya/bikin neraca keuangan dulu. Kenapa neraca ...? karena menurut ane neraca itu adalah gambaran seberapa besar harta kita, lalu dengan neraca pula kita bisa tau sumber perolehan Asset kita, apakah lebih besar kewajibannya (dibaca;hutang) atau lebih besar eqiutas nya (dibaca:modal). (RUMUS DASAR AKUNTING, ASSET = LIABILITAS + EQUITY) Nah, klo udah ketemu angka neracanya, kemana2 udah gampang. Mau bikin laporan laba rugi ato Lap arus kas. Itu cuma pengalaman ane aja, mungkin yg lain juga punya pengalaman...? Selamat pagi Mas-mas Mba-mba forum akun Saya mau nanya nih tentang metode konsolidasi Di kelas ane ada debat tentang metode konsolidasi, antara equity dan cost method. Yang saya tanya di dunia nyata atau berdasarkan PSAK metode konsolidasi yang dipakai itu apa ya Mas-mas, mba-mba. Oh ya sekalian saya minta link PSAK terbaru ttg konsolidasi. Terimakasih sebelumnya sekarang cuma boleh purchase method, kalo dulu ada pooling of interest method. mau tanya ni, indonesia standar akuntansi nya kan PSAK.itu develop sndiri atau adopt dr GAAP or FASB?credible ga tuh? Trz kenapa hewan tu ga depreciated?kan pas tua bakal mati gan.dan jg ga ada valuation nya?kan bisa dijual gan.. hewan kalo ngasilin susu d aktiva tetap ya?kalo daging dijual aktiva lancar?? Kebetulan PSAK pertama di Indo yg nyusun dosen gw (dah tua banget dia,namanya A.K.M Husein, liat aja di PSAK pertama tertera namanya), dia bilang kebanyakan isinya adopt aja dari SFAS (Statement of Financial Accounting Standard). Liat aja

"kemiripannya" SFAS --> PSAK. Cuma ada beberapa bagian yg dikurangi/diganti, disesuaikan dgn sikon di Indo. perlakuan akuntansi utk hewan (juga berlaku utk tumbuhan): 1. Jika hewan tsb sebagai barang dagangan (akan dijual) atau akan dibagikan (biasa tjd di instansi pemerintah) maka hewan tsb dicatat sbg INVENTORY / PERSEDIAAN. 2. Hewan itu bukan utk dagangan / utk dibagikan, maka masuk ke ASET LAINNYA , tidak disusutkan krn bukan aset tetap. (perlakuan yg sama jg utk tanaman, candi, dll) itu menurut SAP - Standar Akuntansi Pemerintah (PP no.24 th 2005 ttg SAP). Gak tau klo swasta , soalnya gw auditor pemerintah. Mau tanya dong, menurut kalian sebenarnya bagaimana perbandingan keakuratan antara penyajian laporan arus kas metode langsung dengan metode tidak langsung? Apa kelebihan dan kekurangan dari kedua metode tersebut? Mohon bantuannya ya. Saya sedang mengerjakan tugas analisis Jurnal yang berjudul perbandingan keakuratan antara metode langsung dengan metode tidak langsung dalam laporan arus kas. yg lbh banyak dipake yg tdk langsung bro..itu yg umum d KAP.kalo ygb lgsg dipake utk d dalam perusahaan spya lbh detil..dan lbh susah n lama tentunya.. IYa bro, saya tahu bahwa yang sering digunakan itu adalah metode tidak langsung. Tetapi yang lebih akurat itu yang mana ya bro? Bisa dijelaskan gk? semuanya akurat.yg lebih detil yg direct.gunanya?utk lbh mengetahui kondisi cashflow perusahaan.ini dipakai dlm internal perusahaan dan tentunya lbh lama dan rumit.