Anda di halaman 1dari 1

Bagian Yuridis 1.

UU No 10 tahun 2004 Undang undang ini diubah menjadi UU no 12 Tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, alasannya karena masih memiliki kelemahan kelemahan dan belum sempurna. Maka dari itu di sempurnakan lewat UU no 12 Tahun 2004. Kewenangan DPD dalam UU Nomor 10 Tahun 2004 sangat terbatas. Kelemahan mendasar dalam UU ini adalah tidak dimasukkannya DPD dalam proses perencanaan. Pada tahap pembentukan undangundang yang tertuang dalam Pasal 17 Ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2004 menyatakan bahwa RUU, baik yang berasal dari DPR, Presiden, maupun DPD disusun berdasarkan Prolegnas. Keterlibatan DPD pada tahap perencanaan penyusunan Prolegnas yang diatur dalam Pasal 15 dan Pasal 16 UU Nomor 10 Tahun 2004 tidak disebutkan. Pasal 16 Ayat (2) dan Ayat (3) hanya mencantumkan DPR yang dikoordinasikan oleh alat kelengkapan khusus yang menangani bidang legislasi dan Pemerintah yang dikoordinasikan oleh menteri yang tugas dan tanggung jawabnya meliputi bidang peraturan perundang-undangan. Pasal 2 Ayat (1) UUD 1945 yang berbunyi: "Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang," menjadi dasar terbentuknya DPD ketika itu. 2. Merubah PP nomer 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan provinsi sebagai daerah otonom menjadi PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2007 TENTANG PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN ANTARA PEMERINTAH, PEMERINTAHAN DAERAH PROVINSI, DANPEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN/Kota (LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR 82 TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4737)