Anda di halaman 1dari 2

5 MASALAH BESAR PENDIDIKAN DI INDONESIA

Mei 2, 2008 oleh yherlanti Hari ini adalah hari pendidikan nasional, ada masalah besar yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. 5 masalah besar ini penulis urutakan berdasarkan dampaknya yang sangat dirasakan oleh masyarakat 1. Kapitalisasi pendidikan Melalui kebijakan “membadan usahakan dunia pendidikan”, pendidikan dihadapkan pada biaya yang sangat mahal. Beberapa sekolah negeri yang berkatagori SBI dan Nasional Plus mematok harga masuk 5-10 juta, belum lagi spp bulanan > 200.000, walhasil anak-anak miskin tidak mungkin mendapatkan sekolah bermutu. PTN bergensi yang sudah BHMN pun berlomba-lomba meningkatkan uang masuk, jalur biasa saja (spmb) bisa seharga 10 juta untuk uang masuk, maka jalur luar biasa konon paling sedikitnya 60 juta. walhasil KAPITALISASI pendidikan akan memicu DISKRIMINASI PENDIDIKAN. 2. UJIAN AKHIR NASIONAL Menteri pendidikan yang keras kepala tetap bersikukuh bahwa “UAN” adalah penentu LULUS TIDAKNYA SISWA. Kekeras kepalaan Mentri Pendidikan bisa dimaklumi, latar belakangnnya sebagai ekonom MAFIA BERKELEY menjadikan pemikirannya pun hanya berkutat pada suku bunga, inflasi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang semuanya dinilai dari superfacial atau makro saja. Maka ketika landasan ekonomi diterapkan pada pendidikan, analoginya adalah nilai UAN=indikator pertumbuhan ekonomi, yang hanya dilihat dari B.IND=inflansi, MATH=suku bunga, Pelajaran lainnya=investasi. Walaupun parameter kelulusan hanya berdasarkan pada UAN bertentangan dengan filosofi kurikulum 2006 (KTSP) yang sangat menjunjung proses, Mentri Pendidikan tidak perduli. SHOW MUST BE GO ON (resiko jika menteri pendidikan dipegang oleh orang yang tidak mengerti pendidikan). Walhasil guru berbuat curang demi murid. Kasus Deli Serdang bukan satusatunya kasus. Murid pun stress….Jika ada penelitian tentang stress, maka bisa diprediksi…STRESS pada siswa dan guru bahkan orang tua sangat tinggi setiap UAN. Tetapi tentu saja, UAN menguntungkan lembaga bimbingan belajar. Maka saya sarankan…semua sekolah di Indonesia ditutup saja!!!!!semuanya diganti BIMBINGAN BELAJAR!!!!Karena apakah itu SBI, Nasional Plus, atau … jika yang dihargai pada akhirnya hanya nilai UAN yang bisa didapatkan hanya lewat drill tanpa perlu proses!!!! JADI UAN ADALAH PEMANDULAN KREATIFITAS BANGSA, DAN PEMICU KETIDAKJUJURAN/BUDAYA KORUPSI 3. Pendidikan untuk mencetak buruh SMK menjadi primadona dalam tiga tahun terakhir ini, mengapa? SMK diimagekan sebagai sekolah yang cepat menghasilkan uang. Anak saya yang TK, ketika menyaksikan iklan SMK berkata pada kakaknya, “masuk SMK aja nanti dikasih uang, kan ada iklannya”. Sungguh melihat fakta ini, saya jadi teringat pendidikan di zaman kolonial Belanda, sekolah pertukangan dan pangepraja dibuka semurah-murahnya dan sebanyak-banyaknya, tujuannya adalah menghasilkan para buruh dan pegawai bagi kepentingan Belanda. Kini setelah 63 tahun Indonesia MERDEKA, sudah cukup banyak sarjana , master, dan doktor sebagai

Sejak zaman penjajahan pesantren dan madrasah adalah kawah candra dimuka lahirnya para pejuang yang membebaskan bangsa ini dari penjajahan.bagi orang miskin biaya ini cukup besar. Walhasil 7. transfortasi.000 sehari harus dikeluarkan orang tua untuk menyekolahkan anakanaknya disebuah sekolah gratis…. sehingga memajukan madrasah berarti mengeluarkan masyarakat dari kemarjinalan.000. DAN SAMPAI SEKARANG BELUM BISA TERCAPAI BAHKAN MAKIN MEMBURUK???? PADA HARI PENDIDIKAN NASIONAL. Satu sisi banyak sekolah yang tidak menginginkan jadi sekolah gratis. daripada sekolah. Mungkin ketakutan ini masih menyelimuti kebijakan pendidikan Indonesia yang lebih pro sekuler ketimbang islam. Penganaktirian Madrasah dan Pesantren Madrasah masih menjadi anak tiri dalam pendidikan. sedangkan untuk transfortasi bisa memakan biaya 6000 per hari.Ironis…!!!! 4.. untuk menjadikan anak-anak bangsa ini cukup SEBAGAI BURUH. dan buku tulis bisa mencapai 500. Walhasil…madrasah nasibnya sangat mengkhawatirkan…dan senantiasa tertinggal…. sepatu. dan buku. Untuk masuk SD/SMP saja. belum lagi jajan harian anak di sekolah misalkan 1000 perhari.SECARA SISTEM NEGARA KITA SEDANG MENUJU “KEBANGKRUTAN” SECARA TOTAL. yang kemudian bisa diekspor sebagai TKI…. karena pamornya jadi turun dan guru pun tidak mendapat income tambahan????? Ironisnya WAJIB BELAJAR SUDAH DIDENGUNGKAN SEJAK 30 TAHUN YANG LALU. maka PEMERINTAH SBY mengembar-gemborkan lagi.konseptor bangsa. membuat orang miskin memilih perut ketimbang pendidikan. Sekolah yang punya keunggulan dari sisi akhlak ini acapkali dipandang sebelah mata. Program sekolah gratis hanya ilusi. 5. HARUS DIAKUI…. Wajib belajar Mahalnya biaya sekolah. . pada kenyataannya orang miskin tetap mengeluarkan biaya untuk seragam. sepatu. karena 7.padahal madrasah ada dan hidup ditengah masyarakat yang marjinal. biaya seragam.000 lebih baik digunakan untuk membeli 1 liter beras.