Anda di halaman 1dari 16

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Siswa sekolah dasar merupakan individu-individu yang sedang tumbuh dan berkembang dalam rangka pencapaian kepribadian yang dewasa. Pertumbuhan individu terlihat pada bertambahnya aspek fisik yang bersifat kuantitif, misalnya tinggi dan berat badan bertambah. Sedangkan

perkembangan individu terlihat pada bertambahnya aspek psikis, dan gejalanya nampak pada pertambahan kemampuan individu yang lebih bersifat kualitatif. Dalam kegiatan pendidikan dan pembelajaran keduanya dilayani secara seimbang, selaras, dan serasi agar dapat dicapai terbentuknya kepribadian yang integral. Kegiatan utama dalam melaksanakan pertumbuhan dan

perkembangan tersebut adalah individu harus melakukan kegiatan yang disebut belajar. Belajar merupakan suatu aktivitas yang dilakukan oleh individu dalam rangka melaksanakan pertumbuhan dan perkembangan diri. Belajar juga dapat dipahami sebagai bentuk perkembangan potensi yang ada pada diri individu, karena pada hakikatnya setiap diri individu memiliki potensi-potensi yang tidak diketahui eksistensinya sebelum dikembangkan melalui aktivitas belajar. Dalam pembelajaran yang ditekan adalah aktivitas belajar atau proses belajar, maka pembelajaran dapat diartikan sebagai usaha-usaha yang terencana dalam memanipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa. Secara konseptual, pembelajaran merupakan suatu sistem. Suatu pembelajaran akan menjadi lebih sistematis dan lebih berhasil jika dalam pembelajaran tersebut terdapat komponen-komponen pembelajaran, dimana komponen satu dengan yang lain dimanipulasikan agar terjadi saling berhubungan, saling melengkapi, dan saling bekerjasama dalam mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi yang telah dirumuskan. Selain komponen pembelajaran, bahan pembelajaran pun dianggap penting keberadaannya dalam keberhasilan pembelajaran.

1

dipelajari. peran dari bahan pembelajaran dalam kegiatan 2 . B. Tujuan Penulisan Mengacu pada rumusan masalah di atas dapat dikemukakan tujuan penulisan sebagai berikut: 1. maka tanpa bahan pembelajaran. Menguraikan pembelajaran. maka rumusan masalahnya sebagai berikut: 1. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. dicermati. Bagaimana peran bahan pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran? C. karena bahan pembelajaran merupakan suatu komponen yang akan atau harus dikaji. dan dijadikan materi yang akan dikuasai siswa dan sekaligus dapat memberikan pedoman untuk mempelajarinya. Apa hakikat belajar dan pembelajaran? 2. suatu pembelajaran tidak akan menghasilkan apa-apa. Dengan sangat pentingnya bahan pembelajaran dalam suatu pembelajaran.Dalam konteks pembelajaran. Menjeaskan hakikat dari belajar dan pembelajaran 2. Menjelaskan komponen-komponen pembelajaran 3. bahan pembelajaran merupakan komponen yang harus ada dalam pembelajaran. Apa saja komponen-komponen pembelajaran? 3.

menganalisis memahami (analysis). dan penguasaan nilai-nilai dan sikapnya bertambah pula. Seorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaanya aktif. intelektual. Sedangakan definisi belajar menurut pandangan modern yakni bahwa perolehan belajarnya tidak hanya sekadar pengetahuan saja. Hakikat Belajar Belajar adalah suatu aktivitas yang disengaja dilakukan oleh individu agar terjadi perubahan kemampuan diri. dan Psikomotorik. Proses Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan merasakan. konsep.3). mensintesis (synthesis). akan tetapi dirasakan oleh yang bersangkutan sendiri. Menurut Gagne (1984). antara lain: kemampuan menerapkan mengingat (application). (comprehension).BAB II PEMBAHASAN A. perubahan perilaku. 1. 2. Pengetahuan dan keterampilanya bertambah. Perubahan perilaku Hasil belajar akan nampak pada perubahan perilaku individu yang belajar. yaitu: proses. melainkan dapat bermaacam-macam. Perubahan perilaku sebagai hasil belajar diklasifikasikan menjadi tiga domain yaitu: Kognitif. menjadi mampu melakukan sesuatu itu. 2. dapat berupa fakta. 1997. (knowledge). yaitu berkaitan dengan kemampuan intelektual manusia. dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu. Dari pengertian tersebut terdapat tiga unsur pokok dalam belajar. dan pengalaman. Seseorang yang belajar akan mengalami perubahan perilaku sebagai akibat kegiatan belajarnya. keterampilan. Domain afektif 3 . Afektif. bahwa belajar adalah suatu proses di mana suatu organisma berubah perilakunya sebagai akibat pengalaman (lihat Winataputra dkk. norma. maupun keterampilan motorik. dan mengevaluasi (evaluation). atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil. Aktivitas pikiran dan perasaan itu sendiri tidak dapat diamati orang lain. Domain kognitif meliputi perilaku daya cipta. Belajar berdasarkan pandangan tradisional adalah menghafalkan apa-apa yang disampaikan guru. Sunhaji (2009: 11-12) mendefinisikan belajar berdasarkan pandangan tradisional dan modern.

dalam arti bahwa belajar terjadi karena individu berinteraksi dengan lingkungannya. dan sebagainya. hutan. Belajar dapat dilakukan melalui pengalaman langsung maupun tidak langsung. yaitu kemampuan menguasai nilai-nilai yang dapat membentuk sikap seseorang. Macam-macam ligkungan fisik yang bersifat natural antara lain pantai. Bersifat cultural adalah buku. Motivasi berkaitan erat dengan tujuan belajar. Lingkungan pembelajaran yang baik ialah lingkungan yang merangsang dan menantang siswa untuk belajar. Domain psikomotorik berkaitan dengan perilaku dalam bentuk keterampilanketerampilan motorik (gerakan pisik). baik lingkungan pisik maupun lingkungan social. dan sebagainya. air. perabot sekolah. Prinsip Motivasi Motivasi merupakan motor penggerak untuk melaksakan kegiatan belajar. udara. orang tua. Prinsip Perhatian 4 . kepala sekolah. dsb. media pembelajaran. pemuka masyarakat. Lingkungan pisik adalah lingkungan di sekitar individu baik dalam bentuk alam sekitar (natural) maupun dalam bentuk hasil ciptaan manusia (cultural). Siswa yang melakukan eksperimen adalah contoh belajar dengan pengalaman langsung. gedung sekolah.berkaitan dengan perilaku daya rasa atau emosional manusia. sungai. artinya apabila siswa menyadari bahwa tujuan belajar yang akan dicapai merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi dirinya. 2. Prinsip-prinsip belajar yang dijadikan pegangan dalam pelaksanakan kegaiatan belajar antara lain: 1. Motivasi dapat muncul dari dalam diri yang belajar (motivasi intrinsik). Adapun lingkungan social siswa diantaranya guru. sehingga siswa akan terdorong untuk melaksanakan dengan sungguh-sungguh dalam belajar. dan belajar merupakan kebutuhan pokok yang harus dilakukan . dan muncul dari luar diri yang belajar (motivasi ekstrinsik). Sedangkan siswa belajar dengan mendengarkan penjelasan guru atau membaca buku adalah contoh belajar melalui pengalaman tidak langsung. 3. pustakawan. Pengalaman Belajar adalah mengalami.

dan dari tidak sopan menjadi sopan. Makin terpusat perhatian pada objek yang dipelajari. dan lambat belajar. ada siswa irama belajarnya cepat (cerdas). Untuk itu perlakuan yang disampaikan guru kepada siswa hendaknya menyesuaikan keragaman tersebut. Di samping itu bagi guru yang mengajar. 3.Perhatian erat kaitannya dengan motivasi. Prinsip Aktivitas Aktivitas yang disebut belajar adalah aktivitas mental dan emosional dalam upaya terbentuknya perubahan perilaku yang lebih maju. Pembelajaran adalah suatu 5 . bagian mana yang salah. akan tetapi hakekatnya guru mengajar keragaman individual dalam satu kelas. Prinsip Umban balik Setiap akhir pembelajaran siswa selalu ingin mengetahui hasil belajarnya. Hakikat Pembelajaran Istilah pembelajaran merupakan perkembangan dari istilah pengajaran. 4. maka akan semakin baik proses dan hasil belajarnya. 5. Ada siswa yang bertipe auditif. umpan balik dapat menjadi barometer baik tidaknya/berhasil tidaknya program pembelajaran yang telah dilaksanakan. Meskipun guru mengajar siswa secara klasikal. dari tidak terampil menjadi terampil. bahkan tidak dapat dipisahkan. karena dengan mengetahui hasil belajar tersebut siswa dapat menentukansikap dan aktivitas belajar selanjutnya. Karena motivasi akan menentukan perhatian individu yang belajar dengan berusaha memfokuskan/memusatkan perhatian pada objek yang dipelajari. dari tidak paham menjadi paham. B. mengapa tidak berhasil. atau kita abaikan saja yang peting makna dari ketiganya. audio-visualistis. dan istilah belajar-mengajar yang dapat kita perdebatkan. serta bagaimana seharusnya program pembelajaran yang harus dilakukan. visualistis. apakah harus mengulang belajaratau dapat melanjutkan belajar materi berikutnya. sedang. Bila masih belum berhasil. Untuk meningkatkan aktivitas dalam belajar guru harus merancang aktivitas belajar siswa secara mantap. Prinsip Perbedaan Individual Belajar sebagai proses mental dan emosional merupakan aktivitas individual. harus segera dicari penyebab ketidak berhasilan. dan sebagainya.

Pada pendidikan formal (sekolah). meliputi: 1. pola media dengan siswa atau pola pembelajaran jarak jauh menggunakan media atau bahan pembelajaran yang disiapkan. Menurut Mudhofir (1987: 30) pada garis besarnya ada empat pola pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan berbagai media pembelajaran sebagai sumber belajar yang dapat menggantikan guru dalam pembelajaran. yang tidak mungkin menjadi satu-satunya sumber belajar. karena guru merupakan tenaga professional yang dipersiapkan untuk itu.upaya yang dilakukan oleh seseorang (guru atau yang lain) untuk membelajarkan siswa yang belajar. Dan keempat. Guru sebagai pribadi (teacher as person) 6 . Ketiga pola (guru) + (media) dengan siswa. Pola pembelajaran ini sangat tergantung pada kemampuan guru dalam mengingat bahan pembelajaran dan menyampaikan bahan tersebut secara lisan kepada siswa. pembelajaran merupakan tugas yang dibebankan kepada guru. Pola pembelajaran ini sudah mempertimbangkan keterbatasan guru. Kedua. 2005: 123-126). Menurut Adams & Dickey (dalam Oemar Hamalik. Pada Pola pembelajaran ini guru sudah dibantu oleh berbagai bahan pembelajaran yang disebut alat peraga pembelajaran dalam menjelaskan dan meragakan suatu pesan yang bersifat abstrak. Guru sebagai pembimbing (teacher as counselor) 3. Sedangkan menurut Briggs (1992 dalam Sugandi dkk). Pertama. pola pembelajaran guru dengan siswa tanpa menggunakan alat bantu/bahan pembelajaran dalam bentuk alat peraga. pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang mempengaruhi si belajar sedemikian rupa sehingga si belajar itu memperoleh kemudahan dalam berinteraksi berikutnya dengan lingkungan. Jadi pola ini pola pembelajaran bergantian antara guru dan media dalam berinteraksi dengan siswa. Guru sebagai pengajar (teacher as instructor) 2. peran guru sesungguhnya sangat luas. Konsekuensi pola pembelajaran ini adalah harus disiapkan bahan pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Guru sebagai ilmuwan (teacher as scientist) 4. pola (guru + alat Bantu) dengan siswa.

3) Tenaga pendidikan khususnya guru. Pada tujuan tersebut terdapat sejumalah nilai yang harus ditanamkan kepada peserta didik. Menurut Oemar Hamalik (2005. yaitu: 1) Tujuan pendidikan dan pengajaran. 7) Evaluasi pengajaran. dan alat evaluasi. Tujuan Pembelajaran Tujuan adalah suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan suatu kegiatan. 1) Tujuan Pendidikan Nasional 2) Tujuan Institusional 3) Tujuan Kurikuler 4) Tujuan Instruksional (Pembelajaran) Umum 5) Tujuan Instruksional (Pembelajaran) Khusus Tujuan adalah komponen yang dapat mempengaruhi komponen lainnya seperti bahan pengajaran. pemilihan metode. alat. bahan pelajaran. Semua komponen itu harus 7 . 77) ada tujuh komponen dalam pembelajaran di mana satu dengan yang lain saling terintegrasi. 2)Peserta didik atau siswa. Secara hirarkhi tujuan pembelajaran dijabarkan dari tujuan pendidikan yang lebih umum ke tujuan yang lebih khusus. 6) Media pengajaran. Demikian halnya dalam kegiatan belajar mengajar. 5) Strategi pembelajaran. Ini berarti bahwa merumuskan tujuan harus benar-benar memoerhatikan kesinambungan setiap jenjang tujuan dalam pendidikan dan pengajaran. 4) Perencanaan pengajaran sebagai segmen kurikulum. Tujuan dalam pendidikan dan pengajaran adalah suatu cita-cita yang bernilai normatif. metode. kegiatan belajar mengajar. sumber pelajaran. kegiatan belajar mengajar. alat. Tujuan mempunyai jenjang dari yang luas dan umum sampai kepada yang sempit/ khusus. bahan pelajaran. dan evaluasi. Sebagai unsur penting untuk suatu kegiatan. Penjelasan setiap komponen tersebut adalah sebagai berikut: 1. metode. maka dalam kegiatan apa pun tujuan tidak bisa diabaikan.C. serta evaluasi. Semua tujuan itu berhubungan antara yang satu dengan yang lainnya dan tujuan di bawahnya menunjang tujuan di atasnya. alat dan sumber. Komponen-komponen Belajar Mengajar Sebagai suatu sistem tentu saja kegiatan belajar mengajar mengandung sejumlah komponen yang meliputi tujuan. kegiatan belajar mengajar. sumber. Sedangkan menurut Djamarah dan Zain (2006: 41) komponenkomponen pembelajaran meliputi tujuan.

dan evaluasi pembelajaan yang tepat dalam rancangan pembelajarannya. menetapkan materi. Aspek penting dari komponen siswa yang harus diperhatikan dalam pembelajaran adalah karakteristiknya. memilih metode dan media. karakteristik siswa.disesuaikan dan didayagunakan seefektif mungkin agar pelaksanaan pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Guru Guru merupakan komponen pembelajaran yang berperan sebagai pelaksana dan penggerak kegiatan pembelajaran. dan sebagainya. motivator belajar. 3. Dalam satu kelas tidak ada siswa yang memiliki karakteristik sama persis. Dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus berperan ganda. ada yang bertipe visual. fasilitator 8 . 2. Hal ini menghendaki pembelajaran yang lebih berorientasi pada siswa (student centred). dalam arti dengan mempertimbangkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. sehingga siswa dapat memilih bahan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik (minat dan bakat) yang dimiliki. maka dalam pembelajaran guru seharusnya menyiapkan/menyediakan bahan pembelajaran yang bersifat alternatif dan variatif untuk melayani perbedaan tipa belajar siswa tersebut. Siswa adalah individu yang unik dan memiliki sifat individu yang berbeda antara siswa satu dengan yang lain. Misalnya. dalam arti guru tidak hanya sebagai pengajar (informatory) saja. akan tetapi harus mampu menjadi programmer pembelajaran. auditif. kebiasaan belajar. Berdasarkan tipe belajar siswa ini. Di samping itu siswa memiliki tipe belajar yang berbeda. audio-visualistis. pembelajaran yang menyediakan bahan pembelajaran yang bersifat alternative dan bervariasi. karena komponen siswa sebagai pelaku belajar dalam proses pembelajaran. kecepatan belajar. baik kecerdasan. yaitu pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan berdasarkan karakteristik siswa secara individual. dan sebagainya. guru merumuskan tujuan. emosi. maka guru harus merancang pembelajaran secara baik. Siswa Siswa merupakan komponen pembelajaran yang terpenting. Agar kegiatan pembelajaran berlangsung dan berhasil dengan sukses.

Dalam kegiatan belajar mengajar. Interaksi dikatakan maksimal bila interaksi itu terjadi antara guru dengan semua anak didik. dan peran-peran lain yang dibutuhkan oleh siswa dalam pembelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran.pembelajaran. Bahan yang disebut sebagai sumber belajar (pengajaran) adalah sesuatu yang membawa pesan untuk tujuan pengajaran. Maslow berkeyakinan bahwa minat bahwa minat seseorang akan muncul bila sesuatu itu terkait dengan kebutuhannya (Sadirman. Bahan pelajaran menurut Dr. N. konduktor. aktor. guru khususnya atau pengembang kurikulum umumnya tidak boleh lupa harus memikirkan sejauh mana bahan-bahan yang topiknya tertera dalam silabi berkaitan dengan kebutuhan anak didik pada usia tertentu dalam lingkungan tertentu pula. organisator. (Sudirman. dan antara anak didik dengan 9 . Bahan adalah salah satu sumber belajar bagi anak didik. M dalam Syaiful Bahri dan Aswan Zain). 4.K dalam Syaiful Bahri dan Aswan Zain (2006) merupakan unsur inti yang ada di dalam kegiatan belajar mengajar karena memang bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh anak didik. Tanpa bahan pelajaran proses belajar mengajar tidak akan berjalan karena itu guru yang akan mengajar pasti memiliki dan menguasai bahan pelajaran yang akan disampaikannya pada anak didik. guru dan anak didik terlibat dalam sebuah interaksi dengan bahan pelajaran sebagai mediumnya. Kegiatan Belajar Mengajar Kegiatan belajar mengajar adalah inti dalam kegiatan pendidikan. Karena itu.K dalam Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 5. A. 2006: 43). kegiatan belajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. Bahan Pelajaran Bahan pelajaran adalah substansi yang akan disampaikan dalam proses belajar mengajar. Suharsimi Arikunto dalam Sudirman. antara anak dengan guru. N.

Dalam kegiatan belajar mengajar guru sebaiknya memperhatikan perbedaan individual anak didik. sedangkan siswa bersifat pasif (mendengar dan memperhatikan). yaitu metode-metode pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas guru dalam pembelajaran atau metode satu arah (one way communication). Metode Metode adalah suatu cara yang diperguanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. dan psikologis. Kerangka berpikir demikian dimaksudkan agar guru mudah dalam melakukan pendekatan kepada setiap anak didik secara individual. dan guru pemegang peranan utama. Kelompok kedua adalah metode-metode yang bersifat 10 . Tujuan yang beraneka ragam dan fungsinya. yaitu kelompok metode yang bersifat monologis. b. yaitu pada aspek biologis. dialogis dan kreatif. Situasi dengan berbagai macam keadaan. c. Anak didik dengan berbagai tingkat kematangan yang berbeda. Kenyataan bahwa setiap anak memiliki perbedaan pada ketiga aspek tersebut merupakan persoalan yang perlu diatasi segera. Fasilitas dengan berbagai kualitas dan kuantitasnya. e. d. (Djamarah dan Aswan Zain 2006: 44-45) 6. Menurut Winarno Surakhmad dalam Djamarah dan Zain (2006: 46) mengemukakan lima faktor yang mempengaruhi penggunaan metode mengajar sebagai berikut: a. Pribadi guru serta kemampuan profesionalnya yang berbeda-beda. Dalam kegiatan belajar mengajar metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Penggunaan metode yang bervariasi tidak akan menguntungkan kegitan belajar mengajar bila penggunaannya tidak tepat dan sesuai dengan situasi yang mendukungnya dan dengan kondisi psikologis anak didik. Metode pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok.anak didik dalam rangka bersama-sama mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Kelompok pertama adalah metode-metode yang bersifat monologis. intelektual.

dan alat sebagai tujuan. Sedangkan alat pembantu pengajaran adalah berupa globe. dan sebagainya. surat kabar. dan lain-lain) d. slide. diagram. perintah. batu kapur. Alat dapat dibagi menjadi dua macam. Yang dimaksud dengan alat adalah berupa suruhan. radio.dialogis. Roestiyah dalam Djamarah dan Zain (2006:48) mengatakan bahwa sumber belajar adalah: a. peta. yaitu alat dan alat bantu pengajaran. Museum 11 . dan lain-lain) f. papan tulis. gambar. Alat Alat adalah segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Sedang kelompok ketiga adalah metode-metode yang bersifat kreatif. 7. Metode-metode kelompok ketiga ini dimaksudkan agar sifat kreatif siswa terbentuk. Lingkungan e. alat sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan. video. dan masyarakat) b. Pada hakikatnya belajar merupakan suatu proses untuk mendapatkan hal-hal baru. 8. Sumber Pelajaran Sumber belajar adalah bahan atau materi untuk menambah ilmu pengetahuan yang mendung hal-hal baru bagi pelajar. Alat mempunyai fungsi yaitu alat sebagai perlengkapan. di mana aktivitas Guru dan siswa seimbang (sama-sama aktif). sementara guru berperan sebagai fasilitator dan organisator pembelajaran. larangan. yaitu metode-metode pembelajaran yang menekankan komunikasi/interaksi dua arah (two way communication). Manusia (dalam keluarga. batu tulis. dan sebagainya. Mass media (majalah. Alat pengajaran (buku pelajaran. yaitu metode-metode pembelajaran yang lebih menekankan aktivitas siswa. TV. gambar. Buku atau perpustakaan c. sekolah.

yaitu: a. dan 12 .S Winkel dalam Djamarah dan Zain (2006:51). Tujuan evaluasi dapat dilihat dari dua segi. perkembangan. Tujuan umum 1) Mengumpulkan data-data yang membuktikan taraf kemajuan murid dalam mencapai tujuan 2) Memungkinkan pendidik atau guru menilai aktivitas atau pengalaman yang didapat 3) Menilai metode mengajar yang dipergunakan b.9. kita dapat memahami bahwa pelaksanaan evaluasi diarahkan kepada evaluasi proses dan evaluasi produk (W. dan bakat siswa yang bersangkutan 4) Memperoleh bahan laporan tentang perkembangan siswa yang diperlukan orang tua dalam lembaga pendidikan 5) Untuk memperbaiki mutu pembelajaran atau cara belajar dan metode mengajar. Evaluasi produk adalah suatu evaluasi yang diarahkan pada bagaimana hasil belajar yang telah dilakukan siswa. Dari tujuan itu. Evaluasi proses adalah suatu evaluasi yang diarahkan untuk menilai bagaimana pelaksanaan proses belajar mengajar yang telah dilakukan (apakah dalam proses itu ditemui kendala-kendala dan bagaimana kerjasama setiap komponen pengajaran yang telah diprogramkan dalam satuan pengajaran). Evaluasi Menurut Roestiyah dalam Djamarah dan Zain (2006:50) evaluasi merupakan kegiatan mengumpulkan data sedalam-dalamnya yang bersangkutan dengan kapabilitas siswa guna mengetahui sebab akibat dan hasil belajar siswa yang dapat mendorong dan mengembangkan kemapuan belajar. Dari pengertian evaluasi tersebut dapat diketahui tujuan penggunaan evaluasi. Tujuan khusus 1) Merangsang kegiatan siswa 2) Menemukan sebab-sebab kemajuan atau kegagalan 3) Memberikan bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan.

Bahan pembelajaran dapat “didesain” dalam berbagai macam format. audio. Salah satu acara pembelajaran yang mampu mempengaruhi aktivitas pembelajaran adalah dengan memasukkan bahan pembelajaran dalam aktivitas tersebut. Untuk memberikan umpan balik b. yaitu format bahan pembelajaran dengan komponen lengkap dan komponen tidak lengkap. Dengan bahan pembelajaran yang didesain secara bagus dan dilengkapi isi dan ilustrasi yang menarik akan menstimulasi siswa untuk memanfaatkan bahan pembelajaran sebagai bahan belajar atau sebagai sumber belajar. video.bagaimana penguasaan siswa terhadap bahan atau materi pelajaran yang telah diberikan guru selama proses belajar mengajar berlangsung. Bahan pembelajaran yang didesain secara lengkap. Bahan Pembelajaran merupakan faktor eksternal siswa yang mampu memperkuat motivasi internal untuk belajar. dalam arti ada unsur media dan sumber belajar yang memadai akan mempengaruhi suasana pembelajaran sehingga proses belajar yang terjadi pada diri siswa menjadi lebih optimal. Untuk mengenal latar belakang siswa yang mengalami kesulitan belajar. keterampilan. Dan dari beberapa format tersebut dapat diklasifikasikan dalam dua macam. 13 . bahan pembelajaran berbasis computer (CAI). dan berbagai bentuk alat peraga dan media pembelajaran. Peran Bahan Ajar dalam Kegiatan Pembelajaran Bahan ajar atau materi pembelajaran (instrucsional materials) secara garis besar terdiri dari pengetahuan. Fungsi evaluasi: a. Untuk memberikan gambaran kemajuan atau hasil belajar siswa c. Ada bahan pembelajaran dalam bentuk bahan cetak. dan sikap yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan. D. didesain untuk pembelajaran mandiri. sedang bahan pembelajaran komponen tidak lengkap adalah bahan pembelajaran dalam bentuk alat peraga/media pembelajaran yang digunakan guru sebagai alat Bantu factor pendukung komonen pembelajaran yang lain. Bahan pembelajaran dalam bentuk komponen lengkap. Untuk menentukan tingkat kemampuan siswa d.

dsb. dan CAI 2. dsb.dsb. daftar pustaka. Bahan pembelajaran dapat berperan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran. Bahan pembelajaran berbentuk media visual. seperti gambar. modul. Jadi peran bahan pembelajaran ini adalah membantu guru dalam mengajar di kelas. dan sebagainya. Bahan pembelajaran dapat berperan sebagai bahan belajar mandiri. dsb. piringan hitam. Bahan pembelajaran ini dilengkapi dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai. materi pelajaran yang diuraikan dalam kegiatan belajar. video/CD pembelajaran. CD audiovisual. 14 . ritatoon dan rotation. film. apabila bahan pembelajaran didesain secara lengkap. umpan balik. apabila bahan pembelajaran berbentuk alat bantu untuk meragakan suatu arti/pengertian. Contoh. surat kabar. seperti buku. globe. latihan yang harus dikerjakan dilengkapi rambu jawaban. prosedur pembelajaran. Bahan pembelajaran cetak. “Modul Belajar dan Pembelajaran” digunakan sebagai sumber belajar/sumber bahan dalam membahas “Pentingnya Media dalam Pembelajaran”. e. Bahan pembelajaran ini tidak dilengkapi komponen-komponen pembelajaran yang lain. audio pembelajaran. Bahan pembelajaran audio. ilustrasi media. bulletin. seperti televisi. herbarium. Bahan pembelajaran audio-visual. c. peta. kaset rekaman. 1. tes formatif dilengkapi dengan kunci jawaban. model kerangka manusia. CD audio. Misalnya. apabila bahan pembelajaran digunakan sebagai bahan acuan dalam membahas suatu topic materi pembelajaran. d. bak pasir. video. b. seperti radio.Bahan pembelajaran mempunyai peran yang sangat penting dalam kegiatan pembelajaran.Bahan pembelajaran dalam bentuk alat peraga pembelajaran dan media pembelajaran diklasifikafikan dalam beberapa kelompok: a. Misalnya. model bumi/globe. insektarium. foto. Bahan pembelajaran dapat berperan sebagai alat peraga pembelajaran. Bahan pembelajaran dalam bentuk benda-benda nyata yang dapat diperoleh dari lingkungan sekitar. 3. LKS (Lembar Kerja Siswa). modul pembelajaran. majalah.

sebagai alat peraga pembelajaran. siswa. B. dan evaluasi. 3. guru. 15 . Simpulan 1. Belajar adalah suatu aktivitas yang disengaja dilakukan oleh individu agar terjadi perubahan kemampuan diri. Pembelajaran adalah suatu upaya yang dilakukan oleh seseorang (guru atau yang lain) untuk membelajarkan siswa yang belajar. menjadi mampu melakukan sesuatu itu. Komponen-komponen pembelajaran meliputi tujuan. bahan pelajaran. kegiatan belajar mengajar. 2. Saran Dalam proses kegiatan belajar dan pembelajaran hendaknya semua pihak yang terlibat dalam proses tersebut dapat memanfaatkan komponenkomponen pembelajaran semaksimal mungkin sehingga dapat tercipta pembelajaran yang lebih sistematis dan berhasil serta tujuan pembelajaran dapat tercapai. metode. alat. sumber pelajaran. Bahan pembelajaran mempunyai peran yang sangat penting dalam pembelajaran yakni berperan sebagai bahan belajar mandiri.BAB III PENUTUP A. dan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran. 4. atau anak yang tadinya tidak terampil menjadi terampil. dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu melakukan sesuatu.

Purwokerto: STAIN Purwokerto Press. Djauhar. Teori Pembelajaran. M. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. dkk. 16 . 2008. Siddiq. Sunhaji. 2006. Srategi Pembelajaran. Banjarmasin: Rineka Cipta. Pengembangan Bahan Pembelajaran SD. Strategi Belajar Mengajar. Sugandi. 2006.DAFTAR PUSTAKA Djamarah. Semarang: UPT MKK UNNES. 2009. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. dkk. Achmad.