Anda di halaman 1dari 10

PENGELOLAAN DM

dan intervensi farmakologis . perencanaan makan. latihan jasmani.Empat langkah pengelolaan Diabetes Melitus yang disepakati para ahli adalah edukasi. .

1. Edukasi • Penderita DM harus memahami penyakitnya • Penderita harus kontrol minimal 1x/6 bulan .

Perencanaan makan • Penderita Diabetes Melitus pada intinya mengikuti rumus 3 J: jumlah dihabiskan. dan jenis dipatuhi • Takaran jumlah ini tidak sama antara penderita Diabetes Melitus yang satu dengan lainnya. jadwal diikuti. yang kurus satu setengah kali dari biasanya) . tergantung ukuran tubuhnya (Untuk yang gemuk hendaknya separuh dari biasa.2.

terutama hidrat arang sederhana dan hidrat arang olahan. bubur. sirup. Karbohidrat sebaiknya 60-70 persen. termasuk juga hidrat arang keluaran pabrik dalam bentuk tepung dengan segala bentuknya. dan lemak 20-25persen. kemudian lengkapi protein 1015 persen.• Makanan yang dianjurkan adalah yang seimbang dengan komposisi energi. . baik yang berasal dari karbohidrat dengan protein dan lemak. • Makanan-makanan yang harus dihindari : hidrat arang. Hidrat arang antara lain terdapat pada kue-kue. gula. cake. dan lain-lain.

seperti jagung.• Yang bisa dikonsumsi hidrat arang yang masih alami. nasi pera. .

sehingga akan memperbaiki kendali glukosa darah. jogging. Batasi atau jangan terlalu lama melakukan kegiatan yang kurang gerak seperti menonton televisi. Olahraga • Dapat menurunkan berat badan dan memperbaiki sensitifitas terhadap insulin. Latihan jasmani yang dimaksud ialahjalan. menggunakan tangga. Kegiatan sehari – hari seperti berjalan kaki ke pasar. berkebun tetap dilakukan tetap dilakukan. berenang. Latihan jasmani sebaiknya disesuaikan dengan umur dan status kesegaran jasmani. bersepeda santai. .3.

Continous : Latihan jasmani harus berkesinambungan dan dilakukan terus menerus tanpa berhenti. berenang. jogging diselangi jalan . jalan kaki. contoh berlari. Contoh: jalan cepat diselingi jalan lambat. • 3.• 1. Rhytmical : Latihan olah raga dipilih yang berirama yaitu otot-otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur. Contoh: Jogging 30 menit . • 2. maka pasien harus melakukannya selama 30 menit tanpa henti. Interval : Latihan dilakukan selang-seling antar gerak cepat dan lambat.

Endurance : Latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan kardiorespirasi. seperti jalan jogging dan sebagainya. • Maksimal HR = 220 – (umur). . Progresive : • Latihan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. dari intensitas ringan sampi sedang selama mencapai 30 – 60 menit. • 5. sedang 2 hari yang lain dapat digunakan untuk melakukan olah raga kesenangannya. Latihan dengan prinsip seperti di atas minimal dilakukan 3 hari dalam seminggu. • Sasaran HR = 75 – 85 % dari maksimal HR.• 4.

.4. Di Indonesia umumnya OHO yang dipakai ialah Metformin 2 – 3 X 500 mg sehari. Intervensi Farmakologis • Apabila pengendalian diabetesnya tidak berhasil dengan pengaturan diet dan gerak badan beri obat hipoglikemik oral. Pada pasien yang mempunyai berat badan sedang dipertimbangkan pemberian sulfonilurea.