Anda di halaman 1dari 15

LEASING (SEWA-GUNA-USAHA) –Pengertian

Leasing atau sewa-guna-usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu, berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau

memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang yang telah disepakati bersama. Dengan melakukan leasing perusahaan dapat memperoleh barang modal dengan jalan sewa beli untuk dapat langsung digunakan berproduksi, yang dapat diangsur setiap bulan, triwulan atau enam bulan sekali kepada pihak lessor. Melalui pembiayaan leasing perusahaan dapat memperoleh barang-barang modal untuk operasional dengan mudah dan cepat. Hal ini sungguh berbeda jika kita mengajukan kredit kepada bank yang memerlukan persyaratan serta jaminan yang besar. Bagi perusahaan yang modalnya kurang atau menengah, dengan melakukan perjanjian leasing akan dapat membantu perusahaan dalam menjalankan roda kegiatannya. Setelah jangka leasing selesai, perusahaan dapat membeli barang modal yang bersangkutan. Perusahaan yang memerlukan sebagian barang modal tertentu dalam suatu proses produksi secara tibatiba, tetapi tidak mempunyai dana tunai yang cukup, dapat mengadakan perjanjian leasing untuk mengatasinya. Dengan melakukan leasing akan lebih menghemat biaya dalam hal pengeluaran dana dibanding dengan membeli secara tunai. Di Indonesia leasing baru dikenal melalui surat keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia dengan No.KEP-122/MK/IV/2/1974,

No.32/M/SK/2/1974, dan No.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang perizinan usaha leasing. Sejalan dengan perkembangan waktu dan perekonomian Indonesia permasalahan yang melibatkan leasing semakin banyak dan kompleks. Mulai dari jenis leasing yang paling sederhana sampai yang rumit. Perbedaan jenis leasing menyebabkan perbedaan dalam pengungkapan laporan keuangan, perlakuan pajak dan akibatnya pada pajak penghasilan badan akhir tahun. Capital lease dan operating lease sama-sama dikenakan pajak pertambahan nilai, sedangkan untuk operating lease disamping dikenakan pajak pertambahan nilai juga dikenakan pemotongan pajak penghasilan pasal 23, hal ini karena diperlakukan sebagai sewa menyewa

Nomor 32/M/SK/2/1974. dan Nomor 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 adalah: ”Setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan untuk jangka waktu tertentu. berdasarkan pembayaran-pembayaran secara berkala disertai dengan hak pilih bagi perusahaan tersebut untuk membeli barang-barang modal yang bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu leasing berdasarkan nilai sisa uang telah disepakati bersama”.122/MK/IV/2/1974. Melalui leasing mereka bisa memperoleh dana untuk membiayai pembelian barang-barang modal dengan jangka waktu pengembalian antara tiga tahun hingga lima tahun atau lebih. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. Tetapi tidak begitu halnya jika ditinjau dari segi komersial. Pengertian leasing menurut surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan dan Industri Republik Indonesia No. KEP. Secara umum leasing artinya Equipment funding. Hak pemilikan barang modal tersebut ada pada lessor sedangkan lessee hanya menggunakan barang modal tersebut berdasarkan pembayaran uang sewa yang telah ditentukan dalam jangka waktu tertentu”. maka pada prinsipnya pengertian leasing terdiri dari beberapa elemen di bawah ini: . yaitu pembiayaan peralatan/barang modal untuk digunakan pada proses produksi suatu perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung. Disamping hal tersebut di atas para pengusaha juga memperoleh keuntungan-keuntungan lainnya seperti kemudahan dalam pengurusan. dan adanya hak opsi. Biaya-biaya yang berkaitan dengan transaksi lease dianggap sebagai biaya usaha bagi pihak lessee. Munculnya lembaga leasing merupakan alternatif yang menarik bagi para pengusaha karena saat ini mereka cenderung menggunakan dana rupiah tunai untuk kegiatan operasional perusahaan. Suatu keuntungan lain jika ditinjau dari laporan keuangan fiskal adalah transaksi capital lease diperhitungkan sebagai operational lease pembayaran lease dianggap sebagai biaya mengurangi pendapatan kena pajak. Equipment Leasing Association di London memberikan definisi leasing sebagai berikut: “Leasing adalah perjanjian antara lessor dan lessee untuk menyewa sesuatu atas barang modal tertentu yang dipilih/ditentukan oleh lessee.biasa.

artinya pembayaran lease langsung dihitung sebagai biaya dalam penentuan laba rugi perusahaan. Sebagai suatu alternatif sumber pembiayaan modal bagi perusahaanperusahaan. yaitu lessee dapat menggunakan modal yang tersedia untuk keperluan lain. 3. Adanya pihak lessee Pembiayaan melalui leasing merupakan pembiayaan yang sangat sederhana dalam prosedur dan pelaksanaannya dan oleh karena itu leasing yang digunakan sebagai pembayaran alternatif tampak lebih menarik. maksimum hanya menyediakan down payment yang jumlahnya dalam kebiasaan lease tidak terlalu besar. Capital saving. Karena leasing umumnya membiayai 100% barang modal yang dibutuhkan. jadi dalam hal ini bisa dikatakan menjadi suatu penghematan modal bagi lessee. Pembayaran secara berkala 5. jadi tanpa prosedur yang rumit dan hal itu memberikan kemudahan bagi para pengusaha untuk memperoleh mesinmesin dan peralatan yang mutakhir untuk memungkinkan dibukanya suatu bidang usaha produksi yang baru atau untuk memodernisasi perusahaan. bukan dari laba yang terkena pajak. maka leasing didukung oleh keuntungan-keuntungan sebagai berikut: 1. Adanya nilai sisa yang disepakati bersama 7. Pembayaran angsuran lease diperlakukan sebagai biaya operasional. . Jangka waktu tertentu 4. yaitu tidak menyediakan dana yang besar. Tidak diperlukan jaminan. jadi pembayarannya dihitung dari pendapatan sebelum pajak. 4.1. artinya secara prosedur leasing lebih sederhana dan relatif lebih cepat dalam realisasi pembiayaan bila dibandingkan dengan kredit investasi bank. Adanya hak pilih (option right) 6. 2. Cepat dalam pelayanan. 5. karena hak kepemilikan sah atas aktiva yang di lease serta pengaturan pembayaran lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh aktiva yang dilease sudah merupakan jaminan bagi lease itu sendiri. Fleksibel. artinya struktur kontrak dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yaitu besarnya pembayaran atau periode lease dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kondisi perusahaan. Adanya pihak lessor 8. Penyediaan barang-barang modal 3. Pembiayaan perusahaan 2.

Selanjutnya capital atau finance lease masih bisa dibedakan menjadi dua yaitu: a. 8. 9. syarat-syarat perawatan serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengoperasian barang tersebut. Klasifikasi Leasing 1. yaitu lessee sampai kapan pun tetap membayar dengan satuan moneter yang lalu terhadap sisa kewajibannya. Sebagai imbalan atas jasa pengguanaan barang tersebut lessee akan membayar secara berkala kepada lessor sejumlah uang yang berupa rental untuk jangka waktu tertentu yang telah disepakati bersama. terutama perusahaan ekonomi lemah. 7. artinya suatu perjanjian leasing tidak dapat dibatalkan dalam keadaan keuangan umum yang sangat sulit. Adanya hak opsi bagi lessee pada akhir masa lease. Lessee juga mengadakan negoisasi langsung dengan supplier mengenai harga. Lessor akan mengeluarkan dananya untuk membayar barang tersebut kepada supplier dan kemudian barang tersebut diserahkan kepada lessee. artinya terhindar dari resiko penurunan nilai uang yang disebabkan oleh inflasi. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa lessor membeli suatu barang atas permintaan lessee dan akan dipergunakan oleh lessee. Capital Lease Perusahaan leasing pada jenis ini berlaku sebagai suatu lembaga keuangan. untuk dapat memodernisasi pabriknya. Jumlah rental ini secara keseluruhan akan meliputi harga barang yang dibayar oleh lessor ditambah faktor bunga serta keuntungan pihak lessor. maka perjanjian ini memiliki tujuan yang . Terkadang leasing merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan aktiva bagi suatu perusahaan. Adanya kepastian hukum. b.6. Direct finance lease Transaksi ini terjadi jika lessee sebelumnya belum pernah memiliki barang yang dijadikan objek lease. sehingga dalam keadaan keuangan atau moneter yang sesulit apapun perjanjian leasing tetap berlaku. Sebagai pelindung terhadap inflasi. dalam transaksi ini lessee menjual barang yang telah dimilikinya kepada lessor. Dengan memperhatikan mekanisme ini. Lessee yang akan membutuhkan suatu barang modal menentukan sendiri jenis serta spesifikasi dari barang yang dibutuhkan. Sale and lease back Sesuai dengan namanya. Atas barang yang sama ini kemudian dilakukan suatu kontrak leasing antara lessee dengan lessor.

3. Dalam praktik lessee membayar rental yang besarnya secara keseluruhan tidak meliputi harga barang serta biaya yang telah dikeluarkan oleh lessor. mengadakan penawaran harga dan menunjuk supplier peralatan yang dimaksudkan. lessor membeli barang dan kemudian menyewakan kepada lessee untuk jangka waktu tertentu. Di dalam menentukan besarnya pembayaran lease. 4. Bisa dikatakan bahwa dengan sistem sale and lease back memungkinkan lessor memberikan dana untuk keperluan apa saja kepada kliennya dan tentu saja dana yang dibutuhkan sesuai dengan nilai objek barang lease. Kemudian sisa dari harga barang tersebut akan dibiayai oleh credit provider. Lessor tidak membiayai objek leasing hingga sebesar 100% dari harga barang melainkan hanya antara 20% hingga 40%. 2. Dalam kontrak penjualan lease diakui dua macam pendapatan yaitu pendapatan penjualan barang dan pendapatan bunga atas jasa pembelanjaan selama jangka waktu lease. Barang-barang atau peralatan yang ditransaksikan dalam cross border lease meliputi nilai jutaan dollar Amerika Serikat. Leverage Lease Pada leasing ini dilibatkan pihak ketiga yang disebut credit provider. Dengan demikian antara lessor dan lessee terletak pada dua negara yang berbeda.berbeda dibandingkan dengan direct finance lease. Seperti Pesawat terbang bermesin jet dari Pabrikan Boeing dan Airbus. Prosedur Mekanisme Leasing Dalam melakukan perjanjian leasing terdapat prosedur dan mekanisme yang harus dijalankan yang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Operating Lease Pada operating lease. lessor tidak memperhitungkan biaya-biaya tersebut karena setelah masa lease berakhir diharapkan harga barang tersebut masih cukup tinggi. Lessee bebas memilih dan menentukan peralatan yang dibutuhkan. 5. Di sini lessee memerlukan cash yang bisa dipergunakan untuk tambahan modal kerja atau untuk kepentingan lainnya. Di sini jelas tidak ditentukan adanya nilai sisa serta hak opsi bagi lessee. Cross Border Lease Transaksi pada jenis ini merupakan suatu transaksi leasing yang dilakukan dengan melewati batas suatu negara. Sales type lease (Lease Penjualan) Lease penjualan biasanya dilakukan oleh perusahaan industri yang menjual lease barang hasil produksinya. .

Antara lessor dan perusahaan asuransi terjalin perjanjian kontrak utama. supplier akan menandatangani perjanjian purna jual. 1. b. Untuk mempertahankan dan memelihara kondisi peralatan tersebut. Lessee membayar sewa lease secara periodik sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah ditentukan dalam kontrak lease. Lessee wajib memotong pajak penghasilan pasal 23 atas pembayaran sewa guna usaha tanpa hak opsi yang dibayarkan atau terutang kepada lessor. bukti pemilikan dan pemindahan pemilikan kepada lessor. Lessee menandatangani tanda terima peralatan dan menyerahkan kepada suppplier. Pada saat yang sama. Lessor mengevaluasi kelayakan kredit dan memutuskan untuk memberikan fasilitas lease dengan syarat dan kondisi yang disetujui lessee (lama kontrak pembayaran sewa lease). maka dikirimkan kepada lessor disertai dokumen lengkap. Pajak Penghasilan (PPh) Berdasarkan Undang-undang no 17 tahun 2000 dan surat Keputusan Menteri Keuangan RI No. 10.01/1991 Pasal 16 ayat 2 menyatakan: “Lessee tidak memotong pajak penghasilan pasal 23 atas pembayaran sewa guna usaha yang dibayar atau terutang berdasarkan perjanjian sewa guna usaha dengan hak opsi”. 8. Setelah lessee mengisi formulir permohonan lease. 6. Pembayaran sewa guna usaha tanpa hak opsi yang dibayar atau terutang oleh lessee adalah biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. 9. lessee dapat menandatangani kontrak asuransi untuk peralatan yang dilease danganperusahaan asuransi yang disetujui lessor. Aspek perpajakan yang berkaitan dengan leasing. seperti yang tercantum dalam kontrak lease.2. setelah ini maka kontrak lease dapat ditandatangani. Dalam pasal tersebut dengan jelas menyatakan bahwa angsuran-angsuran atau pembayaran yang diterima lessor dari lessee untuk jenis transaksi finance lease tidak dikenakan pemotongan pajak penghasilan. . Supplier menyerahkan tanda terima (yang diterima dari lessee). Pasal 17 ayat 2 menyatakan: a. 1169/KMK. 3. Supplier dapat mengirimkan peralatan yang dilease ke lokasi lessee. Kontrak pembelian peralatan akan ditandatangani lessor dengan supplier peralatan tersebut. Lessor membayar harga peralatan yang dilease kepada supplier. 4. 7.

penyerahan jasa dalam transaksi capital lease dari lessor kepada lessee adalah penyerahan jasa yang terutang PPN. b. Dalam hal lessee kemudian melease kembali barang tersebut. 2. Dalam hal transaksi sale and lease back tanpa hak opsi. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) a.139/PJ. b. Lease : Suatu kontrak sewa atas penggunaan harta untuk suatu periode tertentu dengan sewa tertentu.Pasal 17 ayat 2a mengatur tentang perlakuan pembayaran leasing oleh lessee. 4) PPN sebagaimana dimaksud dalam angka 3) merupakan PPN Keluaran bagi lessor dan merupakan PPN Masukan bagi lessee dalam hal lessee adalah Pengusaha Kena Pajak. Lessor : Pemilik dari aktiva yang akan di lease. Periode yang mencakup digunakannya hak opsi untuk membeli aktiva yang dilease. PPN yang dibayar atas perolehan barang kena pajak (BKP) yang dilease merupakan PPN Pajak Masukan yang dapat dikreditkan dengan PPN Pajak Keluaran lessor. Perusahaan atau perorangan yang menggunakan barang modal dengan pembiayaan dari pihak perusahaan leasing. Lessee : Pemakai aktiva yang akan di lease. maka lessor harus mengenakan PPN yang terutang atas jasa persewaan barang yang dilakukan. Perlakuan PPN atas transaksi capital lease: 1) Berdasarkan ketentuan pasal 13 Peraturan Pemerintah nomor 50 tahun 1994 huruf d dan e. Lease term: Jangka waktu lease yang tetap dan tidak dapat dibatalkan. PPN masukan atas perolehan barang tidak boleh dikreditkan oleh lessee. 3) Besarnya PPN yang terutang adalah 10% dari Nilai Penggantian. c. termasuk: a. 2) Pengalihan barang dalam transaksi operating lease bukan merupakan penyerahan barang kena pajak karena pengalihan barang tersebut adalah dalam rangka persewaan biasa. Peng. Pengumuman Direktur Jenderal Pajak No. .63/1989 dan Pasal 1 angka 4 Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor Kep05/PJ/1994. Periode dimana lessor mempunyai hak untuk memperbarui atau memperpanjang masa lease. Di sini dijelaskan bahwa pembayaran leasing dari lessee kepada lessor untuk transaksi operational lease diperlukan pemotongan pajak penghasilan pasal 23 karena menurut pajak diperlakukan sebagi sewamenyewa biasa. Periode yang mencakup hak opsi untuk memperbarui kontrak leasing. karena lessor sebagai perusahaan jasa persewaan barang dengan demikian adalah pengusaha kena pajak.

d. Residual Value: Nilai leased asset yang diperkirakan dapat direalisasi pada akhir periode sewa. . Security Deposit (SD): Jaminan kas yang diminta lessor dari sewa lessee untuk menjamin pembayaran sewa atau kewajiban sewa lainnya. e. Periode yang mencakup hak opsi pembaruan yang biasa yaitu diberikan jaminan oleh lessee atas utang lessor yang mungkin terjadi. Periode dimana denda dikenakan bagi lessee atas kegagalannya untuk memperbarui lease dan jumlah denda tersebut dijamin pada permulaan lease.

The Equipment Leasing Association Sewa guna usaha adalah suatu kontrak antara lessor dengan lessee untuk penyewaan suatu jenis barang (asset) tertentu langsung dari pabrik atau agen penjual oleh lessee. Sebaliknya operating lease tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha. 1169/KMK.sewa guna usaha (leasing) A. antara lain: a. 4. Keputusan menteri keuangan No. Financial Accounting Standard Board Sewa guna usaha adalah suatu perjanjian penyediaan barang-barang modal yang digunakan untuk suatu jangka tertentu. melalui pembayaran secara berkala dalam jangka waktu tertentu. Dari definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Leasing adalah segala kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal yang penggunaannya diserahkan pada suatu perusahaan. Hak pemelikan barang tetap berada pada lessor. 2. 3. Pengertian sewa guna usaha (leasing) Beberapa pengertian sewa guna usaha atau dikenal dengan istilah leasing yang dikemukakan oleh beberapa sumber sebagai berikut: 1.Dari segi hukum kegiatan leasing memiliki 4 tahap. Lessee memiliki hak pakai atas barang tersebut dengan membayar sewa dengan jumlah dan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan. Sewa guna atau leasing menurut PERPRES No. Selanjutnya yang dimaksud dengan finance lease adalah kegiatan sewa guna usaha dimana pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha bedasarkan nilai sisa yang telah disepakati.01/1991 tanggal 21 November 1991 tentang UK Sewa guna usaha adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa opsi (operating lease) untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu bedasarkan pembayaran secara berkala. Perjanjian antara pihak lessor dengan pihak lessee .9 tahun 2009 lembaga pembiayaan adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) maupun sewa guna tanpa hak opsi (operating lease) untuk digunakan oleh penyewa guna usaha (lessee) selama jangka waktu tertentu bedasarkan pembayaran secara angsuran.

Bedasarkan perjanjian sewa guna usaha pihak lessor mengalihkan hak penggunaan barang kepada pihak lessee c. Disamping itu lessor independent dapat pula memberikan pembiayaan kepada supplier (manufacturer) yang sering disebut vendor program. Perusahaan leasing dalam menjalankan usahanya digolongkan menjadi tiga kelompok. Contohnya bank / lembaga keuangan jenis ini bertindak sebagai lessor tetapi juga memberikan pendanaan kepada perusahaan leasing.b. Jenis-jenis leasing Jenis leasing secara mendasar dikelompokan menjadi 2. 2. Lessee mengembalikan barang tersebut kepada pihak lessor pada akhir periode yang jangka waktunya ditetapkan terlebih dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur ekonomi barang tersebut B. 2. yaitu : 1. yaitu : 1. Pihak supplier berpendapat bahwa dengan menyediakan pembiayaan sendiri dapat meningkatkan kemampuan penjualan melebihi tingkat penjualan dengan menggunakan pembiayaan tradisional. Independent Leasing Company Perusahaan jenis ini mewakili sebagian besar dari industri leasing yang notabennya berdiri sendiri dari supplier yang mungkin dapat sekaligus sebagai pihak produsen barang dan dalam memenuhi kebutuhan barang modal nasabahnya (lessee). Dan kemudian menyewakannya kembali. captive lessor akan tercipta apabila supplier atau produsen mendirikan perusahaan leasing sendiri untuk membiayai produk-produknya. Perusahaan dapat membelinya dari berbagai supplier atau produsen kemudian di lease ke pemakai. . Sale and lease back Sale and lease back atau yang biasa disenut purchase lease back yaitu lessee menjual barang yang sebelumnya dimiliki kepada perusahaan leasing dengan harga pasar / nilai buku. Captive Lessor Berbeda dengan independent leasing company. Direct lease Lessee mengidentifikasikan barang yang sebelumnya telah dilakukan negosiasi harga menghubungi perusahaan leasing untuk membelinya dari pabrik (jika baru) dan akan menghubungi pemilik sebelumnya (jika sudah dipakai) untuk disewakan kepada lessee. Lessee membayarkan kepada lessor sejumlah uang sewa atas penggunaan barang (asset) d.

Melakukan sewa guna usaha dengan hak opsi bagi lessee (finance lease) Kriteria untuk finance lease apabila suatu perusahaan leasing memenuhi persyaratan jumlah pembayaran sewa guna usaha dan selama masa sewa guna usaha pertama kali. Dalam perjanjiansewa guna usaha memuat ketentuan mengenai hak opsi bagi lessee. Dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1169/KMK. 3. Pihak pertama terdiri atas perusahaan induk dak anak perusahaan leasing (subsidiary) dan pihak kedua adalah lessee atau si „pemakai barang. hak milik atas barang modal obyek transaksi Sewa Guna Usaha berada pada Perusahaan Pembiayaan (lessor)”. Kegiatan antar perusahaan leasing dapat berbeda. .Captive lessor ini sering disebut pula two party lessor. Lease broker merupakan jenis pembiayaan leasing dimana broker yang biasanay tidak memiliki barang/peralatan untuk menangani transaksi leasing untuk atas namanya tetapi hanya berfunsi mempertemukan calon lessee dengan lessor.448 adalah sebagai berikut: Ayat (1) : “Kegiatan Sewa Guna Usaha dilakukan dalam bentuk pengadaan barang modal bagi Penyewa Guna Usaha. Kegiatan yang Dilakukan Oleh Perusahaan Leasing Kegiatan sewa guna usaha menurut Pasal 3 KEPMENKEU NO. C. ditambah dengan nilai sisa barang yang dilease harus dapat menutupi harga perolehan barang modal yang dileasekan dan keuntungan bagi pihak lessor. pengadaan barang modal dapat juga dilakukan dengan cara membeli barang Penyewa Guna Usaha yang kemudian disewagunausahakankembali”. baik dengan maupun tanpa hak opsi untuk membeli barang tersebut”. Ayat (2) : “Dalam kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). kegiatan leasing dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu : 1.01/1991 Tanggal 21 November 1991. Ayat (3) : “Sepanjang perjanjian Sewa Guna Usaha masih berlaku. Lease Broker Atau Packer Bentuk terakhir perusahaan leasing adalah Lease Broker. Disamping itu broker leasing member satu/lebih jasa-jasa dalam usaha leasing tergantung dengan apa yang dibutuhkan dalam transaksi tersebut.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Leasing Dalam transaksi leasing sekurang-kurangnya ada 4 pihak yang terlibat dalam kepentingan leasing. Lessee dapat menentukan barang yang diinginkan termasuk penentuan harga dan supliernya. 2. Lessor Adalah perusahaan leasing atau pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lessee dalam bentuk barang modal. Lessor dalam financial lease mempunyai tujuan untuk mendapatkan kembali biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai penyediaan barang modal dengan mendapatkan keuntungan sedangkan dalam operating lease lessor memiliki tujuan mendapatkan keuntungan dari penyediaan barang serta pemberian jasa-jasa yang berkenaan dengan pemeliharaan serta pengoperasian barang modal tersebut. Sales and lease back Dimana pihak lessee menjual barang modalnya kepada lessor untuk dilakukan kontrak sewa guna usaha atas barang tersebut. 2. Lessee . Didalam perjanjian leasing tidak memuat mengenai hak opsi bagi lessee. Metode ini biasanya digunakan untuk menambah modal kerja pihak lessee. Dalam transaksi ini pihak lessor membeli barang modal atas permintaan lessee dan sekaligus menyewagunakan barang tersebut kepada lessee. antara lain: 1. Direct finance lease Transaksi ini dikenal dengan nama true lease. melakukan sewa guna usaha dengan tanpa hak opsi bagi lessee (operating lease) Kriteria untuk operating lease adalah memenuhi persyaratan sebagi berikut: Jumlah pembayaran selama masa leasing pertama tidak dapat menutupi harga perolehan barang modal yang dileasekan ditambah keuntungan bagi pihak lessor. Sedangkan dalam operating lease dimana pihak lessor sengaja membeli barang modal untuk kemudian dileasekan kepada pihak lessee. Oleh karena itu proses pembelian yang dilakukan lessor hanyalah untuk memenuhi kebutuhan pihak lessee. c. antara lessee dengan lessor. D.Kemudian dalam praktiknya transaksi finance leasing dibagi lagi kedalam bentuk-bentuk sebagai berikut: b.

lessee dapat memenuhi kebutuhan peralatannya di samping tenaga operator dan perawatan alat tersebut tanpa risiko bagi lessee terhadap kerusakan. Dalam definisi ini hanya dua pihak yang terkait yaitu lessor dan lessee padahal dalam suatu mekanisme transaksi leasing. Dalam mekanisme financial lease. Dalam operating lease. pihak bank atau kreditor tidak terlibat secara langsung dalam kontrak tersebut. Untuk memperoleh barang-barang yang nantinya akan dijual sebagai objek leasing kepada lessee atau lessor. Persyaratan-persyaratan dalam perjanjian tersebut antara lain memuat jangka waktu barang tersebut akan digunakan. Perjanjian atau kontrak leasing umumnya dalam bentuk tertulis. Sebaliknya. jumlah dan .Adalah perusahaan yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor. Maksudnya. namun pihak bank memgang peranan dalam hal penyediaan dana kepada lessor terutama dalam mekanisme leverage lease di mana sumber dana pembiayaan lessor diperoleh melalui kredit bank. lessee memiliki hak opsi atas barang tersebut. Mekanisme leasing tersebut merupakan dasar-dasar dalam suatu transaksi leasing (basic lease). 4. Lessee dalam financial lease bertujuan untuk mendapatkan pemibiayaan berupa barang atau peralatan dengan cara pembayaran angsuran atau secara berkala. dalam operaing lease. yaitu secara tunai atau berkala. E. Bank Adalah dalam suatu perjanjian atau kontrak leasing. supplier menjual barangnya langsung kepada lessor dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. 3. proses dan Mekanisme Transaksi Leasing Dari definisi leasing yang telah dibahas pada awal bab ini dapat disimpulkan bahwa leasing mengandung arti suatu perjanjian antara pemilik barang (lessor) dengan pemakai barang (lessee). supplier langsung menyerahkan barang kepada lessee tanpa melalui pihak lessor sebagai pihak yang memberikan pembiayaan. Pihak lessee berkewajiban membayar sewa secara periodik kepada lessor sebagai kompensasi atas penggunaaan barang tersebut. dan memuat berbagai persyaratan termasuk kondisi dan persyaratan transaksi leasing. Pihak supplier dalam hal ini tidak tertutup kemungkinan menerima kredit dan bank. Supplier Adalah perusahaan atau pihak yang mengadakan atau menyediakan barang untuk dijual kepada lessee dengan pembayaran secara tunai oleh lessor. pihak lessee memiliki hak untuk membeli barang yang di‟lease dengan harga berdasarkan nilai sisa. Pada akhir kontrak.

cara pelaksanaan angsuran leasing. Hak pemilikan barang hak ini mulai dilimpahkan kepada lessor pada saat pembayaran telah dilakukan. 122/MK/IV/2/1974. kuartalan. Unsur-Unsur Perjanjian Pada Leasing Ada 10 unsur-unsur penting yang terdapat pada perjanjian leasing. Negosiasi ini melputi tentang harga. 8. Maka lessee mempunyai hak untuk membeli barang tersebut. 2. Nilai sisa: Berdasarkan nilai sisa yang telah disetujui bersama (menurut peraturan besarnya nilai sisa minimal adalah 10% dari harga barang tersebut). 4. Harga barang: Harga final yang telah dinegosiasikan antar lessee dan supplier dan juga merupakan harga yang dibayar oleh lessor kepada supplier. 7. ataupun tengah tahunan atas penggunaan barang selama masa perjanjian leasing 9. Lessor: pihak yang memiliki barang yang menjadi obyek perjanjian leasing. Supplier: Penghasil barang. Periode leasing: merupakan masa berlangsungnya perjanjian leasing yang telah disetujui bersama antara lessor dan lessee 10. F. Sebagai lembaga yang bertugas dan berwenang dalam member izin . Negosiasi: Calon lesse melakukan negosiasi dengan supplier mengenai barang yang dibutuhkan. Kep. Perkembangan Leasing di Indonesia Leasing di Indonesia mulai muncul pertama kali pada tahun 1974 bedasarkan surat keputusan bersama (SKB) Menteri Keuangan. dealer ataupun distributor dari barang yang dibutuhkan oleh lessee. Pembayaran rental: Pembayaran ini dilakukan berdasarkan bulanan. 5. spesifikasi barang yang yang di-lease dan persyaratan pengalihan pada akhir masa kontrak leasing. jenis barang beserta seri atau tipenya dll. Lessee: Pihak yang akan memakai barang yang akan dileasekan. 3. Merupakan pemilik barang secara ekonomis dan ia pula yang bertanggung jawab atas perawatan barang. Unsur-unsur tersebut antara lain adalah: 1. 6.30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Febuari tentang perizinan usaha leasing.32/M/SK/2/1974 dan No. Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan No. Kontrak leasing: Kontrak yang dilakukan antara lessor dan lessee yang merupakan landasan hukum atas perjanjian leasing yang telah disepakati bersama. No. asuransi. dan halhal yang berkenaan dengan pengoprasian barang tersebut.

Pada awal kemunculan leasing ini tidak menunjukkan suatu perkembangan yang berarti. Untuk mendukung perkembangan usaha ini Menteri Keuangan selanjutnya mengeluarkan surat keputusan No. 649/MK/IV/5/1974 tanggal 6 mei 1974 yang mengatur mengenai ketentuan tata cara perizinan dan kegiatan usaha leasing di Indonesia. Perkembangan ini mencapai puncaknya pada akhir tahun 1984 dengan jumlah perusahaan sebanyak 48 buah. Menteri Keuangan mengeluarkan surat keputusan No. Setelah itu di tahun 1981 meningkat menjadi 8 buah perusahaan. . perbankan contohnya. Dengan dibentuknya lembaga pembiayaan maka leasing termasuk kedalamnya disamping factoring.650/MK/5/1974 tanggal 6 mei 1974 tentang penegasan ketentuan pajak penjualan dan besarnya bea materai terhadap usaha leasing. Terlebih lagi bila dibandingkan dengan perbankan pasca pakto 1988. perkembangan leasing bisa dikatakan relative tertinggal dibanding yang lain. kartu kredit dan pembiayaan konsumen. Sebagai sesama industry keuangan. Hingga tahun 1980 jumlah perusahaan leasing yang ada hanya sebanyak 5 buah. meskipun sebelum itu usaha leasing telah dilakukan namun dalam pelaksanaanya usaha leasing dilakukan secara tersendiri. modal ventura. 61 tahun 1988 sebagai bagian dari deregulasi 20 Desember 1988 atau yang lebih dikenal dengan istilah Pakdes diperkenalkan suatu lembaga pembiayaan yang salah satu bidang usahanya adalah leasing.usaha bagi perusahaan leasing. Namun dengan keputusan presiden No.