Anda di halaman 1dari 8

I. TANGGAL PRAKTIKUM : 6 Oktober 2011 II. JUDUL PRAKTIKUM : ANALOGI KESETIMBANGAN DINAMIS III.

TUJUAN : Untuk lebih memahami proses menuju kesetimbangan dan keadaan kesetimbangan itu sendiri. Dengan menggunakan 2 tabung reaksi (Tabung – R dan Tabung – P) dan 2 pipa kaca (Pipa – X dan Pipa – Y) kita dapat menggambarkan proses untuk mencapai kesetimbangan. Isi Tabung – R menggambarkan jumlah pereaksi, sedangkan isi Tabung – P menggambarkan jumlah produk. Sementara itu, jumlah cairan yang dipindahkan dengan Pipa – X menggambarkan laju reaksi maju, sedangkan jumlah cairan yang dipindahkan dengan Pipa – Y menggambarkan laju reaksi balik.

IV. DASAR TEORI : Kesetimbangan Dinamis Umumnya reaksi yang ada di alam merupakan reaksi-reaksi bolak-balik, hanya sebagian kecil saja yang merupakan reaksi dalam satu arah atau reaksi berkesudahan. Pada awal proses reaksi reversible, reaksi berlangsung ke arah pembentukan produk, setelah terbentuknya molekul produk, maka molekul tersebut mulai bereaksi kearah sebaliknya (arah penguraian). Pada saat yang sama tetap terjadi treaksi pembentukan, dan pada suatu saat jumlah zat-zat yang berekasi dan hasil reaksi tetap, kondisi dikatakan sebagai keadaan kesetimbangan. Pada saat kesetimbangan, reaksi tidak berhenti, reaksi tetap berjalan baik ke arah pembentukan maupun ke arah penguraian. Namun baik zat-zat yang bereaksi maupun hasil reaksinya tetap konstan, keadaan kesetimbangan semacam ini yang dikatakan sebagai kesetimbangan dinamis. Pada saat kesetimbangan jumlah zat yang bereaksi maupun hasil reaksi tetap. Untuk memahami kondisi ini perhatikan Gambar 9.4. Pada awalnya produk belum terbentuk, ketika zat yang bereaksi mulai berkurang konsentrasinya, bersamaan dengan itu pula produk mulai terbentuk. Demikian seterusnya zat yang bereaksi terus berkuran dan produk, sampai dengan satu saat, dimana konsentrasi zat yang bereaksi maupun produk sudah tidak berubah atau tetap, maka saat tersebut telah berada dalam kesetimbangan.

kecepatan reaksi pembentukan (v1) menjadi sama dengan kecepatan reaksi penguraian (v2). Pada saat tertentu. . Penurunan dan peningkatan konsentrasi dari zat yang berekasi dan hasil reaksi pada saat menuju kesetimbangan Penjelesan diatas belum menjelaskan bahwa pada saat kesetimbangan reaksi tetap berjalan.5. Sebaliknya dengan bertambahnya konsentrasi produk maka kecepatan v2 semakin membesar. Kecepatan reaksi v1 sangat tergantung pada jumlah zat yang bereaksi dan kecepatan reaksi v2 bergantung pada konsentrasi produk.5. pada Gambar 9. sedangkan v2 = 0 (karena produk belum ada). jumlah masing masing zat tidak berubah terhadap waktu oleh karena itu tidak ada perubahan yang dapat diamati terhadap waktu atau kecepatan reaksi tetap dan keadaan ini tercapai ketika reaksi mencapai kesetimbangan. Gambar 9.4. Pada awal reaksi.Gambar 9. Dengan berkurangnya konsentrasi zat yang bereaksi maka v1 juga semakin kecil.5. tampak bahwa kecepatan reaksi pembentukan (kekanan) v1 dan kecepatan reaksi penguraian (ke kiri) v2. v1 mempunyai nilai maksimum. Proses pencapaian keadaan kesetimbangan ditinjau dari kecepatan reaksi Dari Gambar 9. Untuk hal tersebut. kita dapat mencermati grafik. Dalam kondisi v1 = v2.

Alat : i. ujung pipa bagian atas dibiarkan terbuka sehingga larutan dapat naik ke dalam pipa.V. Pada saat yang bersamaan. Cairan dari pipa dituangkan ke dalam tabung. Catat ketinggian cairan pada kedua tabung setelah : 1. Air Aquades secukupnya VI. Larutan dikeluarkan dari pipa dengan cara melepaskan jari yang menutup pipa. Bahan : i. Isi Tabung – R dengan air aqua des. PROSEDUR KERJA/CARA KERJA : i. Gambar 4. Ulangi prosedur dibawah hingga tinggi cairan kedua tabung tidak berubah lagi. 3. sedangkan Tabung – P dalam keadaan kosong. Dengan menggunakan Pipa – X . 2. pindahkan cairan dari Tabung – R ke Tabung – P.4 Cara memindahkan cairan.  Tutup ujung pipa dengan jari kemudian angkat dan keluarkan pipa dari tabung reaksi.  Pipa dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan jari menutup ujung pipa bagian atas. . Pipa yang berisi cairan dikeluarkan dari tabung. pindahkan cairan dari Tabung – P ke Tabung – R. ii. dengan menggunakan Pipa – Y . ALAT DAN BAHAN : A. 2 tabung reaksi ii. hingga setinggi 10 cm.  Setelah pipa masuk ke dalam tabung reaksi berisi larutan. 2 pipa kaca B.

5 4.35 4.5 2 1.5 3.7 6.5 5.6 3.5 4.5 3.6 4.5 Setelah cairan dituangkan ke dalam tabung 2.6 Ketinggian cairan pada Tabung-P (cm) Setelah pipa dikeluarkan dari tabung 0 2 2.2 Jumlah cairan yang berpindah dari TabungP ke Tabung-R (cm3) 0 0.5 4 3.5 0.4 4.5 3.6 Ketinggian cairan pada Tabung-P (cm) Setelah pipa dikeluarkan dari tabung 0 2.3 3.8 5.5 4.7 6 5.9 3.1 4.4 3. HASIL PERCOBAAN Percobaan 1 Ketinggian cairan pada Tabung-R (cm) Pemindahan Ke… Setelah pipa dikeluarkan dari tabung 7.6 1 2 3 4 5 6 7 Perbandingan jumlah cairan yang berpindah Pindahan Ke… 1 2 3 4 5 Jumlah cairan yang berpindah dari TabungR ke Tabung-P (cm3) 2.9 Setelah cairan dituangkan ke dalam tabung 7.VII.65 4.5 6 5.7 4.3 Setelah cairan dituangkan ke dalam tabung 2.3 1.5 4 4.6 1 2 3 4 5 Percobaan 2 Ketinggian cairan pada Tabung-R (cm) Pemindahan Ke… Setelah pipa dikeluarkan dari tabung 7.5 5.7 Setelah cairan dituangkan ke dalam tabung 7.3 5 4.3 5 4.1 3.2 3 3.5 1 0.9 3.5 1.15 4.8 .

5 0 0 1 2 3 Pemindahan ke..Jawaban Soal 2..5 4 3. 4 5 6 Tabung-P (1) 5 4. Tabung-R (1) 8 7 6 5 Tinggi cairan pada 4 tabung (cm) 3 2 1 0 0 1 2 3 Pemindahan ke...5 3 Tinggi cairan pada 2.5 tabung (cm) 2 1.5 1 0.. 4 5 6 ..

Tabung-R (2) 9 8 7 6 Tinggi cairan pada 5 tabung (cm) 4 3 2 1 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Pemindahan ke..5 4 3.. .5 3 Tinggi cairan pada 2..5 tabung (cm) 2 1. Tabung-P (2) 5 4.5 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Pemindahan ke....5 1 0.

2 0 0 1 2 3 Pemindahan ke..8 dalam tabung 0.5 0 0 1 2 3 Pemindahan ke. 4 5 6 4.. 5. 4 5 6 Tabung-P ke Tabung-R 1.6 (cm3) 0. Tabung – R.4 0. tentu ada hal ini dikarenakan cairan yang diangkut adalah air aqua des yang memiliki gaya adhesi (gaya tarik menarik antara partikel – partikel yang tidak sejenis) yang cukup tinggi hal ini membuat sedikit partikel – partikel air menempel pada dinding pipa kaca yang mengakibatkan kesalahan perhitungan sehingga ada tabung yang memiliki cairan yang lebih tinggi sedikit. Pemindahan ke-5. Tabung-R ke Tabung-P 3 2.5 (cm3) 1 0. .2 1 Volume cairan 0.. karena ketika ketinggian kedua tabung sama cairan yang akan diangkut oleh pipa kaca dari kedua tabung juga akan sama sehingga jika cairan yang diangkut kedua pipa kaca sama banyak tidak akan ada perubahan ketinggian pada kedua tabung lagi..4 1..3..5 2 Volume cairan dalam tabung 1.

7b. Tinggi. Konsentrasi pereaksi dan produk akan berkurang dan bertambah karena laju reaksi belum setimbang sehingga volume/ketinggian cairan juga akan berubahubah hingga mencapai kesetimbangan. . akhirnya akan tetap sama Kesimpulan : 7a.6. Konsentrasi pereaksi dan produk tidak akan berubah lagi karena laju reaksi ke kanan dan laju reaksi ke kiri sudah sama dan sudah mencapai kesetimbangan.