P. 1
30_188Praktis Pengelolaan Hemodinamik

30_188Praktis Pengelolaan Hemodinamik

|Views: 97|Likes:
Dipublikasikan oleh Jamalul Adil

More info:

Published by: Jamalul Adil on Apr 23, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

PRAKTIS

Pengelolaan Hemodinamik
Ery Leksana
SMF/Bagian Anestesi dan Terapi Intensif RSUP dr. Kariadi/Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia

PENDAHULUAN Keadaan hemodinamik sangat mempengaruhi fungsi penghantaran oksigen dalam tubuh dan melibatkan fungsi jantung. Pada kondisi gangguan hemodinamik, diperlukan pemantauan dan penanganan yang tepat sesuai kondisi pasien. Oleh sebab itu, penilaian dan penanganan hemodinamik merupakan bagian penting pada pasien, termasuk pasien di ruang rawat intensif (intensive care unit/ICU). PEMBAHASAN 1. Jantung
1

Sinoatrial node (memacu atrium) ® Parameter atrioventricular node ® ® bundle of His serabut Purkinje (menyebarkan impuls ke seluruh ventrikel). 2. Penghantaran oksigen Penanganan hemodinamik bertujuan memperbaiki penghantaran oksigen (DO2) dalam tubuh yang dipengaruhi oleh curah jantung (CO), Hb, dan saturasi oksigen (SaO2). Apabila penghantaran oksigen mengalami gangguan akibat CO menurun, diperlukan penanganan tepat yang berprinsip memperbaiki stroke volume secara berurutan: preload, kemudian afterload dan terakhir kontraktilitas. Di samping itu, juga perlu dipertimbangkan transfusi darah pada keadaan Hb rendah dan pemberian oksigen yang cukup. DO2 = CO x CaO2 x 100 CaO2 = Hb x SaO2/100 x 1,34 (ada yang k = 1,37) DO2 = CO x Hb x SaO2 x 1,34
2,3

Nilai normal
2-8 mmHg sistolik 20-30 mmHg diastolik £ RAP

RAP (Right Arterial Pressure) RVP (Right Ventricular Pressure)

PAP (Pulmonary Arterial Pressure) sistolik 20-30 mmHg diastolik 5-15 mmHg PAOP (Pulmonary Artery Occlusion 2-12 mmHg Pressure) CO (Cardiac Output) PCWP (Pulmonary Capillary Wedge Pressure) 5-6 L/min 8-12 mmHg
5

SVR (Systemic Vascular Resistance) 800-1200 dyne.sec/m PVR (Pulmonary Vascular Resistance) 120-200 dyne.sec/m
5

• Central venous catheter Dapat digunakan untuk menilai CVP (Central Venous Pressure) dengan nilai normal: 2-8 mmHg. • Arterial catheter Dapat digunakan untuk mengukur tekanan darah, dapat pula untuk mengambil darah arteri untuk analisis gas darah. • Pulse oximetry Dapat digunakan untuk menilai saturasi oksihemoglobin (SpO2). • Darah Dapat digunakan untuk menilai kadar asam laktat, gula darah, elektrolit, hemoglobin, hematokrit, leukosit, dan koagulasi. Curah jantung atau Cardiac Output (CO) merupakan variabel hemodinamik yang penting dan tersering dinilai pada pasien ICU. Hingga kini penilaian hemodinamik, khususnya CO, masih dianggap penting dalam manajemen pasien-pasien ICU, bahkan disarankan sudah perlu dinilai sejak pasien belum masuk ICU. CO dipengaruhi oleh denyut jantung (Heart Rate/HR) dan volume sekuncup (Stroke Volume/SV). CO = HR x SV

Aorta Vena kava superior Katup aorta Vena pulmonalis kanan Atrium kanan Katup trikuspidalis Vena kava interior Ventrikel kanan Arteri pulmonalis Atrium kiri Vena pulmonalis kiri Katup mitral Ventrikel kiri

Jantung merupakan salah satu organ vital yang memiliki dua fungsi utama, yaitu: - Pompa (pump function), termasuk miokardium, katup dan sistem konduksi. - Sirkulasi (circulatory function), sebagai sirkulasi umum bersama pembuluh darah. Jantung terbagi menjadi 4 ruangan, yaitu: atrium kanan, atrium kiri, ventrikel kanan dan ventrikel kiri, serta mempunyai 2 jenis katup, yaitu: katup atrioventrikularis kanan (tricuspid valve) dan kiri (bicuspid valve/ mitral valve), serta katup semilunaris (pulmonic valve dan aortic valve). Untuk dapat berkontraksi dengan normal, jantung memerlukan sistem hantaran listrik yang dapat mengontrol irama dan denyut jantung. Sistem hantaran jantung dapat dilihat pada bagan berikut: Skema Optimalisasi Penghantaran Oksigen pada Kondisi Syok
Keterangan: HR heart rate (frekuensi denyut jantung) SV stroke volume (volume sekuncup) MV mechanical ventilation (ventilasi mekanis)

3. Pemantauan hemodinamik1,2 Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menilai hemodinamik, yaitu: • Pulmonary artery catheter (Swan-Ganz) Dapat digunakan untuk menilai beberapa parameter (lihat tabel di bawah).

Keterangan: Cardiac output (CO) adalah volume darah yang dipompa oleh tiap ventrikel per menit. Heart rate (HR) adalah jumlah denyut jantung per menit.

CDK 188 / vol. 38 no. 7 / November 2011

537

Pada dosis besar (10-15 µg/kg/menit). Reseptor dopamin terutama terdapat pada ginjal. Pada dosis kecil (1-3 µg/kg/menit). dan frekuensi denyut jantung. Afterload dapat dinilai dari Systemic Vascular Resistance (SVR) atau Systemic Vascular Resistance Index (SVRI) dan Pulmonary Vascular Resistance (PVR). SVRI ataupun PVR yang rendah menandakan adanya afterload yang rendah.CVP CO X 80 4. 38 no. kemudian afterload dan terakhir kontraktilitas jantung. penurunan tekanan darah. Epinephrine dan Norepinephrine 2.PRAKTIS Stroke volume (SV) adalah volume darah yang dipompa oleh jantung per denyut. Preload adalah volume darah ventrikel pada akhir fase diastolik (end diastolic volume). arteri koroner dan cerebral vascular beds. Stimulasi reseptor alfa 2 menyebabkan vasodilatasi arteriol dan venula serta depresi simpatis sehingga terjadi penurunan SVR. A. PVR.02 µg/kg/menit). Dobutamine Dobutamine adalah drug of choice untuk mengatasi gagal jantung sistolik berat dan merupakan obat kerja singkat yang efektif untuk mengatasi sindrom curah jantung rendah pasca-operasi. AV node dan miokardium.Alfa 1 : terdapat pada otot polos pembuluh darah arteriol dan venula. afterload dan kontraktilitas. karena meningkatkan curah jantung tanpa meningkatkan konsumsi oksigen.CVP) X 80 CI CO BSA TB x BB 3600 Body Surface Area (BSA) = Keterangan: SVR : Systemic Vascular Resistance MAP : Mean Arterial Pressure CVP : Central Venous Pressure SVRI : Systemic Vascular Resistance Index CI : Cardiac Index CO : Cardiac Output BSA : Body Surface Area TB : Tinggi badan (cm) BB : Berat badan (kg) Pada kondisi terjadi gangguan hemodinamik dengan CO menurun. Pada dosis sedang (3-10 µg/kg/menit). yang berkaitan dengan PAOP (Pulmonary Artery Occlusion Pressure) rendah dan preload rendah. denyut jantung. Indikasi: penurunan curah jantung. sebagai feed back inhibition of cathecolamine release. SVR dan SVRI dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. yaitu Dopamine. epinephrine menstimulasi reseptor beta-1 pada jantung dan beta-2 pada otot polos pembuluh darah otot rangka (vasodilatasi). Dobutamine. stroke volume harus diperbaiki/dikoreksi secara berurutan: preload. Preload dapat dinilai dari Central Venous Pressure(CVP). Dobutamine menstimulasi reseptor beta tanpa mempengaruhi reseptor alfa. Menyebabkan peningkatan kontraktilitas miokardium. SVR = SVRI = CI = MAP .20 µg/kg/menit. Kontraktilitas sangat tergantung pada preload dan afterload. frekuensi denyut jantung. . menyebabkan peningkatan kontraktilitas miokardium. Biasanya dianggap sebagai tahanan terhadap outflow dan dinyatakan sebagai systemic vascular resistance (SVR). . kecepatan hantaran impuls.Beta 2: terdapat pada otot polos pembuluh darah arteriol dan venula. CVP menunjukkan right ventricular end diastolic pressure. Dobutamine merupakan good first choice untuk mengatasi curah jantung yang rendah derajat ringan hingga sedang pada dewasa. darah (MAP . dopamine menstimulasi reseptor dopaminergik dan menyebabkan vasodilatasi. Cathecolamine. peningkatan SVR.4. 538 CDK 188 / vol. dan konduksi. Dosis: 2 . SVR. konduksi dan curah jantung. Indikasi: penurunan curah jantung. Stroke volume dipengaruhi oleh: preload. Non-Cathecolamine. Pada dosis kecil.Beta 1: terdapat pada SA node. yaitu Digitalis. CVP rendah menunjukkan volume intravaskuler rendah. dopamine menstimulasi reseptor alfa. Stimulasi reseptor beta-2 menyebabkan vasodilatasi arteriol dan venula serta dilatasi bronkus sehingga terjadi penurunan SVR dan PVR serta bronkodilatasi. 7 / November 2011 . menyebabkan vasokontriksi arteriol dan venula. Afterload adalah tekanan dinding ventrikel kiri yang dibutuhkan untuk melawan tahanan terhadap ejeksi darah dari ventrikel pada saat sistolik. mesenterium.2. Milrinone dan Calcium Chloride Dopamine Dopamine sering digunakan untuk mengatasi curah jantung yang rendah. Stimulasi reseptor beta-1 menyebabkan peningkatan kontraktilitas miokardium dan frekuensi denyut jantung. dan peningkatan SVR. sehingga dapat membantu aliran darah miokardium. Dosis umum: 2-15 µg/kg/menit. OBAT INOTROPIK Ada 2 golongan: 1. Obat-obat yang digunakan dalam penanganan hemodinamik dapat mempengaruhi hal-hal seperti kontraktilitas jantung. Obat untuk mengatasi gangguan hemodinamik. Stimulasi reseptor alfa 1 menyebabkan vasokontriksi arteriol dan venula sehingga SVR (tekanan darah sistemik) dan PVR (tekanan arteri paru) meningkat. frekuensi denyut jantung. Kontraindikasi: gagal jantung karena disfungsi diastolik dan kardiomiopati hipertrofik.5 Kerja jantung dipengaruhi oleh sifat: » Inotropic : mempengaruhi kontraktilitas miokardium » Chronotropic: mempengaruhi frekuensi denyut jantung » Dromotropic : mempengaruhi kecepatan hantaran impuls Hemodinamik juga diatur oleh dua reseptor utama yaitu reseptor dopamin dan reseptor adrenergik.Alfa 2 : terdapat pada saraf terminalis presinaptik. tetapi resistensi sistemik sering menurun. penurunan tekanan darah (tekanan darah sistolik <100 mmHg). otot polos bronkus dan paru. sehingga menyebabkan vasodilatasi arteriol dan venula serta depresi simpatis. . Menyebabkan relaksasi arteriol dan venula (vasodilatasi) serta bronkodilatasi. dopamine menstimulasi reseptor beta-1. reseptor dopamine dan reseptor adrenergik. Epinephrine Pada dosis kecil (<0. Indeks jantung dan frekuensi denyut jantung meningkat. Sedangkan reseptor adrenergik dalam tubuh dapat dibagi menjadi: .

PVR.1 mL/kg/jam DM : Dextrose 5 % = 500 mL Insulin = 60 unit Kalium Kecepatan = 40 meq = 30 mL/jam Captopril Termasuk golongan ACE inhibitor.14 hari. indeks jantung. Dosis awal: 0.50 µg/menit. Dosis umum: 0. Digitalis sering digunakan untuk mengatasi gagal jantung kongestif dan aritmia atrium (fibrilasi atrium/atrial flutter). verapamil.25 mg per oral dua kali sehari.05 µg/kg/menit. Pada dosis besar. penurunan tekanan darah. penurunan tekanan darah.01 . Dosis: 0.5 . hipokalsemia.20 mg IV setiap 4 jam. 7 / November 2011 539 . menurunkan kebutuhan inotropik dan IABP (intraaortic ballon pump).5 mg.10 µg/kg/menit.6 jam. OBAT LAIN Nitroglycerin Sering digunakan untuk menurunkan afterload pada keadaan curah jantung rendah yang akut. sebagai early treating low output state. Stimulasi reseptor alfa menyebabkan vasokonstriksi arteriol dan venula sehingga meningkatkan SVR. Norepinephrine Norepinephrine menstimulasi reseptor beta1 dan alfa. Dosis : 5 mg/kg IV setiap 4 jam.8 µg/kg/menit. Dosis: 1-10 µg/kg/menit.0. 6 x 60 mg. Digitalis Digitalis bekerja memperlambat SA node dan menghambat AV node serta mempunyai efek inotropik ringan dan vasodilatasi perifer. Stimulasi reseptor alfa menyebabkan vasokonstriksi arteriol dan venula sehingga meningkatkan SVR dan PVR. B. terutama pada disfungsi ginjal. Indikasi: penurunan curah jantung yang berat. karena merupakan vasodilator arteri yang poten. dan konsumsi oksigen miokardium. ibuprofen. Digitalis berinteraksi dengan amiodarone.0. Indikasi: kelainan EKG yang nyata. Indikasi : gagal jantung kongestif dan hipertensi.v setiap 4 . Dosis: 0. sehingga menurunkan SVR (yang berarti mengurangi afterload dan menurunkan tekanan darah sistemik) serta meningkatkan aliran arteri koroner.Insulin . Dosis besar menyebabkan relaksasi arteri dan arteriol.4 unit Kalium = 6. Dosis: 0.375 . Dosis: Non-DM : Dextrose 40 % = 100 mL Insulin = 6.0. Indikasi : • Fraksi ejeksi < 40 % • Cardiopulmonary bypass time > 120 menit • Double inotropic • Dengan intraaortic ballon pump. diuretic.1. dan HR.25 mg i. PVR. epinephrine menstimulasi reseptor beta-1 dan alfa. Dosis kecil menyebabkan relaksasi venous capacitance vessel. Dosis umum: 0. selama 2 jam dan dapat ditingkatkan. Dosis : 2. sehingga terjadi penurunan SVR. frekuensi denyut jantung. takikardia supraventrikuler. Banyak digunakan pada bayi. Clonidine Berefek sentral (alpha 2 adrenergic agonist feedback inhibition of cathecolamine release).5 .PRAKTIS dapat didorong jauh dari ginjal dan mesenterium. menyebabkan dilatasi arteriol dan venula serta depresi simpatis. dan penurunan SVR.5 . Indikasi: penurunan curah jantung menurun. akibatnya volume ventrikel menurun dan menyebabkan preload turun. peningkatan SVR. Dosis: loading dose = 12. Untuk mengatasi bronkospasme pada dewasa: 0. dan penurunan SVR. Pemakaian lebih dari 48 jam dapat menyebabkan toksisitas sianida. Nitroprusside Relatif lebih efektif dari nitroglycerin untuk meningkatkan curah jantung. Nimodipine Merupakan calcium antagonist. kemudian 0. Calcium Chloride Efek calcium chloride meningkatkan kontraktilitas miokardium dan resistensi vaskuler perifer. CDK 188 / vol. Indikasi : fibrilasi atrium.4 meq Kecepatan = 0.1 µg/kg/menit.1 .5 . Hydralazine Menyebabkan relaksasi otot polos vaskuler (arteri > vena) Indikasi : hipertensi (tidak menurunkan aliran darah uterus). Arginine Vasopressin (AVP) Merupakan hormon fisiologis neurohipofisis dan mempunyai efek vasopresor pada syok vasodilatasi.01 . Milrinone menyebabkan peningkatan kontraksi miokardium dan vasodilatasi arteriol dan venula sehingga terjadi penurunan SVR dan PVR. 38 no. Indikasi: sebagai anti-vasokonstriksi dan anti-iskemia serebral. dan aliran darah jantung (karena coronary vascular beds mempunyai sedikit reseptor alfa).20 µg/kg/menit. calcium chloride.Kalium.0. Stimulasi reseptor beta-1 menyebabkan peningkatan kontraktilitas miokardium. Dosis umum: 0. Milrinone Milrinone merupakan obat inotropik dan vasodilator yang efektif dengan menghambat phosphodiesterase intraseluler. peningkatan tekanan darah (SBP >110 mmHg ). Indikasi: penurunan curah jantung. Indikasi: penurunan curah jantung. bekerja dengan cara menurunkan preload dan afterload. untuk profilaksis dan terapi defisit neurologi iskemik akibat serebrovasospasme setelah perdarahan subarakhnoid akibat aneurisma dan trauma. Dosis : 0. Digunakan untuk memperbaiki curah jantung. dan peningkatan SVR. Dextrose . menyebabkan pooling darah di vena perifer sehingga venous return turun. pemeliharaan = 25 . Dosis awal: 0. Amiodarone Bekerja mendepresi SA node dan memblokade reseptor alfa dan beta. quinidine. dan succinylcholine.2 mL/ kg.2 mg per oral dua kali sehari. Calcium chloride lebih efektif pada anak dan pasien muda.25 . peningkatan tekanan darah. Indikasi: hipertensi.0. Stimulasi reseptor beta-1 menyebabkan peningkatan kontraktilitas miokardium dan frekuensi denyut jantung.150 mg per oral dua kali sehari. Tablet: setelah pemberian infus nimodipine selama 5 . takikardia ventrikuler. 75 µg/kg/menit. Dosis : Infus IV: 15 µg/kg/jam.

atau k e d u a ny a . Vicki R. University of Virginia. KESIMPULAN Penghantaran oksigen harus mengakomodasi perubahan untuk mempertahankan homeostasis seluler. dan sindrom gagal napas pada dewasa. Indikasi: resistensi katekolamin. Textbook of Critical Care. Toronto. merupakan awal dari gagal ventrikel kanan dan buruknya curah jantung. tekanan darah paru yang tinggi. 38 no. 540 CDK 188 / vol. stroke volume harus diperbaiki/ dikoreksi secara berurutan: preload.0004 . Menstimulasi pembentukan nitric oxide pada jaringan jantung. 3rd ed.anesthesiology-elective/cardiac/ basicphys. Sildenafil Merupakan obat vasodilator sistemik. Kannewurf BS. Shoemaker WC. Fundamental Critical Care Support.cfm 2.com/hemo. pasca-bedah jantung kongenital. 4th ed. Krisis hipertensi pulmonal mempunyai karakteristik resistensi paru meningkat secara akut. Untuk memperbaiki gangguan curah jantung (CO). menyebabkan efek inotropik negatif pada miokardium. Hemodynamic pharmacology of intravenous vassopressors. Inotropic therapy and the critical ill patient. org/content/23/4/79. 7 / November 2011 .virginia. 4.2 g/kg/menit dalam 2 jam gagal mempertahankan MAP >60 mmHg. Hess ML. Dosis : 10 part per million (ppm).healthsystem.0. 3.PRAKTIS Mekanisme farmakologi: 1. Digunakan sebagai terapi rescue pada krisis hipertensi pulmonal. Greenvik A. Sydney. 3.0008 U/kg/menit.full 5. Inhaled Nitric Oxide Nitric oxide (NO) adalah vasodilator pulmonal selektif yang bekerja langsung pada otot polos vaskuler paru. Tokyo:WB Saunders Co. REFERENSI 1. Critical Care Nurse. Oxygen Delivery. Dosis : .Krisis hipertensi paru: 0. bila norepinephrine 0. maksimal 2-3 mg/kg/dosis. dan menimbulkan respons inotropik positif. 2. Basic cardiovascular physiology.2007. Society of Critical Care Medicine. Basic hemodynamic monitoring.edu/ internet.002 U/kg/menit.learnhemo dynamics. AVP melemahkan endotoksin dan interleukin-1 beta yang menstimulasi pembentukan nitric oxide. sehingga dapat memulihkan inotropik negatif dari mediator depresan jantung.0012 ± 0. AVP meningkatkan agonist stimulated cAMP formation pada sel-sel otot polos aorta dengan Calcium-Calmodulindependent mechanism. In: Ayres SM. Available from: http://www. : 0. eds.oxygen.aacnjournal. m e n g a l a m i e n d o t h e l i u m dependent vasodilatation pada sirkulasi pulmonal yang dapat dieksaserbasi oleh cardiopulmonary bypass. Available from: http://ccn. Vasodilatasi koroner selektif dan meningkatkan aliran darah miokardium akibat stimulasi reseptor vasopressin V1 dan V2 Dosis: infus : 0. .2000:1123-29. Pada kardiomiosit menunjukkan aksi inotropik dari norepinephrine dan milrinone. School of Medicine. kemudian afterload dan terakhir kontraktilitas. Holbrook PR. Montreal. AVP meningkatkan kalsium intraseluler pada sel miokardium dengan cara menstimulasi reseptor vasopressin V1. dan menyebabkan vasodilatasi tanpa efek sistemik.6 unit/ jam. Philadelphia. Dapat diperberat dengan adanya Down syndrome (terjadi hipoplasia paru) Anak dengan aliran darah paru yang tinggi. : 4 . Learn hemodynamics. Gonzales ER. Tujuan terapi : menurunkan resistensi vaskuler paru (PVR) dan mempercepat ekstubasi tuba endotrakeal. Dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk menurunkan PVR pada keadaan krisis hipertensi pulmonal. Available from: http://www.3 mg/kg/ dosis. London.Gangguan ereksi : 25-100 mg.htm 4.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->