Anda di halaman 1dari 30

PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN KERJATERHADAP KEPUASAN KERJA DI BRI CABANG SALATIGA

Disusun Oleh :

Agus Budi Darmawan

212007101

SKRIPSI

FAKULTAS PROGAM STUDI

: :

EKONOMI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2011

BAB I Pendahuluan

Pada bab I (satu) ini dibahas mengenai latar belakang dilakukannya penulisan skripsi, masalah penelitian, persoalan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan garis besar penulisan skripsi.

1.1. .Latar Belakang Masalah Satu-satunya cara bagi suatu organisasi memperoleh dan membuat organisasi “sustain” dalam era kompetitif adalah memastikan bahwa organisasi tersebut belajar lebih

cepatdibandingkan dengan para kompetotornya.( Guns, Bob and Anundsen, Kristin , 1996)

Organisasi adalah wadah kegiatan orang-orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan.Dalam wadah inisetiap orang diberi tugas,wewenang dan tanggung jawab.Berhasil atau tidaknya tujuan yang akan dicapai dalam organisasi,tergantung sepenuhnyakepada faktor manusia (Handayaningrat,1985;42)

Pada mulanya manusia bekerja untuk mendapatkan upah sebagai balas jasa guna mencukupi kebutuhannya,terutama kebutuhan pokok (Sutarto,1980;37).Oleh karena itu, manusia

ditempatkan sebagai unsur yang sangat khusus oleh perusahaan, karena manusia baru akan terdorong untuk bekerja dan meningkatkan produktivitasnya jika beragam kebutuhannya mulai dari kebutuhan fisik (seperti : makan, papan, pakaian), kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, sampai dengan kebutuhan aktualisasi diri dapat terpenuhi dengan baik (Mangkuprawira , 2003).

Faktor apabila pemimpin memperhatikan dan berusaha memenuhi faktor-faktor tersebut yaitu memberikan lingkungan pekerjaan yang menyenangkan,maka diharapkan akan menimbulkan kepuasan kerja karyawannya. Lingkungan dimana peneliti mengadakan penelitian sangat luas.Menurut Herzberg, didalam teori kebutuhan dua faktor mengatakanFaktor- faktor

yang ada didalamnya sangat mempengarui semangat dan kegairahan kerja karyawan.Faktorfaktor tersebut antara lain: kondisi kerja berkaitan dengan ruang kerja,hubungan dengan bawahan dan atasan,hubungan dengan sesama pekerja dan keamanan di lingkungan tersebut.Apabila faktor-faktor tersebut ada dan baik,hal ini akan menimbulkan kepuasan kerja bagi karyawan ( Wijono, 2010 ; 37 )

PT BRI Cabang Salatiga.merupakan perusahaan yang bergerak di bidangPerbankkan yang semakin berkembang di kota Salatiga. Ini terbukti dengan didirikannya unit unit baru di sekitar Salatiga. Dalam menghadapi persaingan dunia perbankkan, perusahaan dituntut untukdapat memaksimalkan semua sumber daya yang dimiliki. Dalam kasus PT. Bank BRI CabangSalatiga ini, terdapat tuntutan pencapaian hasil kerja yang optimaldalam rangka menghadapi persaingan. Dalam PT. Bank BRI CabangSalatiga,peranan sumber daya manusia, yaitu karyawankaryawannya, dirasakan pentingdan merupakan ujung tombak dalam meraih keunggulan kompetitif.Untuk mencapai hasil kerja yang optimal maka pemeliharaan karyawanmerupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan oleh perusahaan, mengingatpentingnya peranan sumber daya manusia. Karena karyawan yang produktifadalah senang dan terpuaskan kebutuhannya, serta melakukan pekerjaannyadengan penuh tanggung jawab dan perasaan senang.

Dengan memahami permasalahan-permasalahan yang dialami oleh perusahaan mengenai kondisi lingkungan kerja dan Kepuasan kerja maka peneliti melakukan penelitian denganjudul”PENGARUH KONDISI LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA DI BRI CABANG SALATIGA”

1.2 .Masalah dan Persoalan Penelitian Kondisi lingkungan kerja merupakan bagian dari tingkat kegairahan seseorang dalam bekerja. Bahkan lingkungan kerja dianggap sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan atau mematikan kepuasan kerja seseorang. Oleh sebab itu, kondisi lingkungan sangat perlu dilakukan untuk tercapainya kepuasan kerja.Kondisi lingkungan kerja merupakan proses yang digunakan oleh seseorang untuk mencapai kepuasan kerja.Berdasarkan hal

Bagaimanakah kondisi lingkungan keja karyawan BRI Cabang Salatiga ? Apakah kondisi lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan PT (persero) BRI cabang Salatiga? 1. Seperti peneliti ketahui dalam melaksanakan kegiatann. 2. . Secara pragmatis Hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan sebagai dasar kebijakan kepada PT BRI (persero) Cabang Salatiga untuk membenahi atau memperbaiki lingkungan kerja.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian 1.tersebutmaka perumusan masalahnya adalah “Pengaruh Kondisi Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Di BRI Cabang Salatiga”. Untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja karyawan di BRI cabang Salatiga 3. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh pandangan karyawan tentang lingkungan kerja BRI cabang Salatiga terhadap kepuasan kerja karyawannya 4. 2. Untuk mengetahui pandangan karyawan tentang lingkungan kerja BRI Cabang Salatiga 2. Secara teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan literatur mengenai pentingnyapengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja di bidang ilmu manegemen khususnya managemen sumber daya manusia.Dalam penelitian ini permasalahan yang akan dikaji oleh penulis adalah : 1.suatu organisasi perlu mengelola lingkungan kerja bagi karyawan. Untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh pandangan karyawan tentang lingkungan kerja BRI cabang Salatiga terhadap kepuasan kerjakaryawan Manfaat Penelitian 1. .

4 Garis Besar Skripsi Secara garis besar skripsi ini berisi tentang pendahuluan pada bab I yang membahas latar belakang. Pada bagian ini. metode pengumpulan data. berisi telaah teoritis yang merupakan landasan konseptual untuk menjawab persoalan penelitian. dan garis besar skripsi. Metode penelitian ( bab III ) menunjuk pada cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Secara terperinci akan dijabarkan dalam butir-butir berikut : bab V( kesimpulan dan implikasi) dan bagian akhir skripsi. masalah penelitian. Semua informasi di atas menunjuk pada cara yang penulis gunakan dalam mengumpulkan dan menganalisis data untuk menjawab masalah penelitian. Pada bab II. penulis membahas mengenai berbagai teori yang terkait dengan persoalan penelitian.1. Penelitian ini juga menuliskan keterbatasan dalam penelitian ini dengan harapan penelitian yang akan dilakukan di masa yang akan datang dapat melengkapi hasil penelitian ini. Telaah teoritis ini menjadi landasan bagi penulis untuk menjawab persoalan penelitian yang telah dirumuskan. .persoalan penelitian. populasi dan sampel penelitian serta teknik analisis. Bagian ini membahas mengenai : jenis data dan prosedur pengumpulan data.tujuan penelitian. penulis menyimpulkan hasil penelitian secara keseluruhan dan implikasi teoritis maupun implikasi terapan dari penelitian ini. Pada bab IV ( analisis dara ) penulis melaporkan hasil pengolahan data yang telah terkumpul dan menjawab masalah penelitian yang telah dirumuskan.

Lingkungan bukan hanya sebagai kondisi kerja saja melainkan suatu sarana yang membantu seseorang menemukan secara jelas kenyamanan dalam bekerja.12) Dari empat definisi tentang lingkungan kerja di atas terdapat persamaan dan perbedaan.hubungan dengan pimpinan.suhu lingkungan kerja.1 Telaah Teoritis 2. Dari empat definisi di atas dapat dipelajari beberapa hal mengenai lingkungan kerja yaitu tentang bagaimana seseorang karyawan merasa nyaman dari kondisi tertentu dan akan bekerja . 160).1 Lingkungan Kerja Menurut Nitisemito (1992:183) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan yang dapat mempengaruhi diri nya dan menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. kondisi kerja. Perbedaan dari pendapat para ahli adalah kondisi lingkungan kerja merupakan kondisi material dan psikologis yang dapat mempengaruhi karyawan dalam melaksanakan tugasnyaKartono (1985.Lingkungan kerja dari karyawan disini termasuk hubungan antar karyawan. 1995. hubungan karyawan di dalam perusahaanyang bersangkutan. keamaanan dan sebagainya.12) mengatakan lingkungan kerja terdiri dari penerangan. Persamaan dari pendapat para ahli tentang lingkungan kerja adalah kondisi eksteren yang dialami oleh seseorang di dalam perusahaan yang mengakibatkan adanya perubahan-perubahan perilaku secara berkelanjutan.BAB II TELAAH TEORITIS Pada bagian ini dijelaskan mengenai aspek teoritis meliputi pengertian konsep dan penalaran konsep yang dipakai.dan Suyati . 160) hampir sama dengan pendapat Ahyari (1994:125).1985.penerangan dan sebagainya (Anoraga . sedangkan Anoraga dan Suyati (1995. Kartono mengungkapkan bahwa lingkungan kerja yaitukondisi-kondisi material dan psikologis yang ada didalam perusahaan di mana orang itu bekerja (Kartono. Pembahasan mengenai aspek teoris ini dilakukan untuk mengarahkan pelaksanaan penelitian sehingga nantinya dapat diperoleh jawaban mengenai masalah yang diteliti 2. seperti pelayanan karyawan.1. Hal inisemakin diperkuat dengan pendapat Ahyari (1994:125) bahwa lingkungan kerja adalah berkaitan dengan segala sesuatu yang berada disekitar pekerjaan danyang dapat mempengaruhi karyawan dalam melaksanakan tugasnya.

2 Faktor – faktor lingkungan kerja no Aspek Nitisemito (1992) Kartini kartono (1995) √ Ignatius Wursanto (2003) √ Cakupan Lingkungan kerja 1 Pewarnaan - - 2 Kebersihan √ - - √ 3 Penerangan √ - - √ 4 Pertukaran Udara √ - √ √ . mendorong karyawan untuk bekerja lebih maksimal dengan keadaan yang nyaman.lebih maksimal dengan kondisi lingkungan kerja yang baik. dalam arti hanya lingkungan saja yang mempunyai pengaruh terhadap individu. Hubungan individu dengan lingkungannya ternyata tidak hanya berjalan sebelah. 2. Hubungan antara individu dengan lingkungannya merupakan hubungan yang saling timbal balik.Jadi.faktor yang termasuk lingkungan kerja Faktor-faktor yang mempengarui lingkungan kerja menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut : Tabel 2. dapat dikemukakan bahwa dengan memahami lingkungan kerja diharapkan seorang pemimpin perusahaan akan memiliki pemahaman tentang arti lingkungan kerja.2 Faktor.1.yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu tetapi sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan.1.

hijau muda dan sebagainya. penerangan. Daridelapancakupan lingkungan kerja yang dikemukakan olehtiga ahli di atas dapat di ambil kesimpulan a. sehingga menimbulkan rasa tidak / kurang . Kemudian faktor pertukaran udara dikemukakan oleh Nitisemito dan Ignatius Wursanto.Tabel 2. Dan faktor keamanan dijelaskan oleh ketiganya. abu-abu muda. tetapi komposisi warna yang salah dapat mengganggu pemandangan. kebersihan dan kebisingan hanya dikemukakan oleh Nitisemito.Sebenarnya bukan warna saja yang perlu diperhatikan. misalnya: coklat muda/krem. Untuk ruang kerja hendaknya dipilih warnawarna dingin / lembut. Faktor hubungan antara karyawan dengan pimpinan dan hubungan dengan sesama rekan kerjahanya dikemukakan oleh Kartini Kartono.2 Faktor – faktor lingkungan kerja (lanjutan) 5 Keamanan √ √ √ √ √ √ 6 Kebisingan - - 7 Hubungan antara karyawan dengan pimpinan - √ - √ 8 Hubungan dengan sesama rekan kerja - √ - √ Dari tabel diatas dapat diterangkan bahwa dari tiga pendapat faktor pewarnaan. Pewarnaan Warna dapat berpengaruh dalam diri manusia dan pengaruhnya cukup besar terhadap para pekerja dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan.1. Warna juga mempengaruhi semangat dan kegairahan kerja para karyawan.

Tetapi perlu dijaga agar sinar matahari yang masuk jangan menimbulkan silau ataupun udara yang pengap. kontruksi gedung juga sangat berpengaruh pada pertukaran . Adanya sinar matahari yang masuk ke ruang kerja melalui kaca-kaca jendela. apalagi apabila didalam ruangan penuh dengan karyawan. lingkungan kerja yang bersih pasti akan menimbulkan rasa senang dan rasa senang ini akan dapat mempengaruhi seseorang untuk bekerja lebih bersemangat dan lebih bergairah. Dalam melaksanakan tugas. serta dinding dapat menghemat biaya penerangan listrik. rasa tidak menyenangkan ini dapat mempengarui semangat dan kegairahan kerja karyawaan. Jadi dengan penerangan yang cukup karyawan menjadi bersemangat dan bergairah dalam menjalankan tugasnya (Nitisemito:1992) d. Untuk menimbulkan pertukaran udara yang baik maka ruang kerja harus ada ventilasinya. karyawan sangat membutuhkan penerangan yang cukup. sebaliknya pertukaran udara yang kurang akan menimbulkan rasa pengap. agar mempunyai rasa senang dalam menjalankan pekerjaannya. Kebersihan Dalam masyarakat terkenal suatu ungkapan yaitu ” Kebersihan adalah pangkal kesehatan” . tetapi termasuk juga penerangan sinar matahari. Pertukaran udara Pertukaran yang cukup terutama didalam ruang kerja sangat diperlukan. Penerangan Dalam hal penerangan disini bukanlah terbatas pada penerangan listrik. plafon. membuang sampah pada tempatnya. sehingga mudah menimbulkan kelelahan dari para karyawaannya. Bagi seorang yang normal.menyenangkan bagi mereka yang memandangnya. Selain ventilasi. tetapi jauh lebih luas dari pada itu. tidak meludah disembarang tempat. misalnya : kamar kecil harus dijaga kebersihannya agar tidak berbau. Pertukaran yang cukup akan menyebabkan kesegaran fisik dari para karyawannya. Setiap karyawan harus ikut bertanggug jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat kerjanya. Maka penulis harapkan mudahmudahan hal ini dapat mendorong pada semua pihak untuk meneliti tentang pewarnaan. Untuk itu pihak perusahaan / organisasi harus dapat menegakkan kedisiplinan (Nitisemito:1992) c. misalnya : menggunakan kaca buram. misalnya warna biru dijajarkan dengan warna ungu maka salah satunya akan tampak suram. Kebersihan lingkungan bukan hanya berarti kebersiahan tempat mereka bekerja. pengaruhnya sebagai suatu lingkungan kerja serta penerapanya (Nitisemito:1992) b.

Pertukaran udara yang baik akan menyehatkan badan dan menimbulkan rasa kesegaran. Hal ini penting sebab dapat mengurangi kesehatan seseorang serta mengacaukan kosentrasi dalam bekerja. aman dari segala bentuk pemutusan kerja. sehingga seorang pemimpin menganggap karyawan sebagai mitra kerja dan bukan hanya sebagai pegawai yang dapat di eksploatasi semaksimal mungkin. misalnya perlakuan yang adil dan manusiawi. Dalam pengertiaan ini termasuk bagaimana ketaatan karyawan terhadap perintah pimpinan. Pada dasarnya setiap anggota organisasi menghendaki jaminan keselamatan kerja. Kebisingan didalam ruang kerja hendaknya dihilangkan apabila mungkin atau setidaktidaknya dikurangi. misalnya perlakuan yang adil dan manusiawi. Kebisingan Dengan adanya kebisingan didalam ruang kerja. sehingga semangat dan kegairahan kerja dapat pula ditimbulkan (Nitisemito:1992) e. Hubungan dengan sesama rekan kerja Yang dimaksud keamanan dalam pekerjaan adalah terjaminannya keselamatan kerja selama melaksanakan tugas. dan aman dari segala macam tuduhan dan hinaan (Ignatius:2003) f. Pada dasarnya setiap anggota organisasi menghendaki jaminan keselamatan kerja. Berbagai bentuk keselamatan kerja. maka konsentrasi bekerja akan terganggu. menghargai pimpinan dan rasa nyaman dalam bekerja (Kartini Kartono : 1995) h. aman dari segala bentuk pemutusan kerja. Keamanan Yang dimaksud keamanan dalam pekerjaan adalah terjaminannya keselamatan kerja selama melaksanakan tugas.(Nitisemito:1992) g. Sehingga seorang pimpinan perusahaan di era globlisasi ini harus dapat menerapkan kepemimpinan partisipatif. Hubungan antara karyawan dengan pimpinan Hubungan antar karyawaan dengan pimpinan adalah bagaimana pimpinan memperlakukan karyawan secara manusiawi ataukah pimpinan menganggap karyawan sebagai sumber daya yang dapat di eksploatasi sebesar-besarnya untuk mencapai tujuan perusahaan.udara. Berbagai bentuk keselamatan kerja. gedung yang plafonya tinggi pertukaran udaranya lebih baik dari pada plafon yang rendah. dan aman dari segala macam tuduhan dan hinaan ((Kartini Kartono : 1995) .

Daripendapat diatas dapat diambil suatu batasan yang sederhana tentang kepuasan kerja. kebersihan. kepuasan kerja (job satisfaction) adalah keadaan emosioanal yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka.As’ad (1995.104) disebut kepuasan kerja adalah is the way an employe feels about his her job. Dari empat definisi tentang kepuasan kerja di atas terdapat persamaan dan perbedaan. Perbedaan kepuasan kerja menurut Martoyo (2000: 142).yang di kutip Moh.2.mengatakan bahwa kepuasan kerja berhubungan erat dengan sikap karyawaan terhadap pekerjaannya sendiri. penerangan.Bedasarkan uraian tersebut maka yang dimaksud dengan lingkungan kerja dalam penulisan skripsi ini adalah faktor-faktor yang ada di dalam maupun di sekitar perusahaan atau organisasi yang mempengaruhinya dalam pekerjaan adalah faktor fisik dan faktor psikologi.kerja sama antar pempinan dengan sesama karyawaan (Moh as’ad.1Kepuasan Kerja Menurut Wexlei dan Yukl. keamanan dan kebisingan.104).1995. Menurut Martoyo (2000: 142). Faktor-faktor psikologis meliputi hubungan antara karyawan dengan pimpinan dan hubungan antara sesame rekan sekerja 2.104) kepuasan kerja berarti hanya sebagai perasaan seseorang terhadap pekerjaannya berbeda dengan pendapat Tiffin. pertukaran udara. Persamaan dari pendapat para ahli tentang kepuasan kerja adalah perasaan sesorang terhadap pekerjaannya sebagai hasil interaksi antar pekerja dengan lingkungannya. Menurut Handoko (2000: 193). kepuasan kerja adalah keadaan emosional karyawan dimana terjadi ataupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa karyawan dari perusahaan atau organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan oleh karyawan yang bersangkutan.kepuasan kerja merupakansikap karyawaan terhadap pekerjaannya sendiri.Faktor – faktor fisik meliputi pewarnaan.As’ad (1995.situasi kerja. Handoko (2000: 193) dan Wexlei dan Yukl yang di kutip Moh. . situasi kerja dan kerja sama antar pempinan dengan sesama karyawaan.yaitu penilaian karyawan tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan pekerjaannya.Ini berarti kepuasan kerja sebagai perasaan seseorang terhadap pekerjaannya. Pendapat lain dari Tiffin.

Apabila karyawan merasa bahwa pekerjaannya sesuai dengan apa yang diharapkannya danmampu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya maka karyawan akan merasa puas dan sebaliknya.2 Faktor-faktor yang termasuk kepuasan kerja Faktor-faktor yang mempengarui kepuasan kerja menurut beberapa ahli antara lain sebagai berikut : Tabel 2.2 Faktor –faktor kepuasan kerja No Aspek Huges et Ghiselli al.2. 2.2. (2002) √ √ and brown (1950) 1 Gilmer (1966) Subjek Kesempatan untuk maju √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 2 Gaji 3 Pengawasan ( Supervisi ) - 4 Kondisi kerja √ √ √ √ √ - 5 Rekan kerja - √ √ √ 6 Komunikasi - 7 Keamanan kerja √ 8 Fasilitas .

Dalam hal ini adanya kesediaan pihak atasan untuk mau mendengar. Pengawasan Bagi bawahan.Faktor kondisi kerja. penyinaran. ventilasi. Gaji Gaji lebih banyak menyebabkan ketidakpuasan. Faktor ini sering disebut sebagai penunjang kepuasan kerja. komunikasi dan keamanan kerja dikemukakan oleh Huges et al dan Gilmer. Keadaan yang aman sangat mempengaruhi perasaan karyawan selama kerja (Gilmer .Dari tiga pendapat tentang faktor kesempatan untuk maju. Keamanan kerja h. Rekan kerja Adanya hubungan yang dirasa saling mendukung dan salingmemperhatikan antar rekan kerja akan menciptakan lingkungan kerja yangnyaman dan hangat sehingga menimbulkan kepuasan kerja pada karyawan (Huges et al : 2002) f. Supervisi yang buruk dapat berakhir absensi atau turn over (Gilmer : 1966) d. baik bagi karyawan pria maupun wanita. Kesempatan untuk maju Adanya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan peningkatan kemampuan selama bekerja akan memberikan kepuasan pada karyawan terhadap pekerjaannya (Huges et al : 2002) b. memahami dan mengakui pendapat ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa puas terhadap kerja (Gilmer : 1966) g.gaji. kantin dan tempat parker (Gilmer : 1966) e. Daridelapan aspek yang dikemukakan oleh tiga ahli di atas dapat di ambil kesimpulansebagai berikut a. dan jarang orang mengekspresikan kepuasan kerjanya dengan sejumlah uang yang diperolehnya (Gilmer : 1966) c. pimpinan dianggap sebagai figur ayah dan sekaligus atasannya.1966) . Komunikasi Komunikasi yang lancar antar karyawan dengan pihak manajemen banyak dipakai alasan untuk menyukai jabatanya. pengawasan dan fasilitas dikemukakan oleh ketiganya. kemudian faktor rekan kerja hanya dikemukakan oleh Huges et al. Kondisi kerja Termasuk disini adalah kondisi tempat.

dan desain ruang. lokasi. rasa aman. gedung. dan menciptakan huibungan yang harmoni sehingga kebutuhan afiliasi karyawan .Selain lingkungan fisik. dana pensiun atau perumahan merupakan standart suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas (Gilmer : 1966) Dari berbagai pendapat diatas. Jika sarana dan prasarana yang menunjang kerja tersedia. karyawan juga menghendaki lingkungan non fisik yang baik.i. yaitu lingkunganyang akrab. nyaman dan saling mendukung. tampak bahwa ada hubunganantara lingkungan kerja dengan kepuasan kerja karyawan. Apabila karyawan merasa bahwa lingkungan fisik tempat bekerjanya baik akan memberikan kepuasan dan rasa bangga. Apabila karyawan merasa bahwa lingkungan kerja non fisiknya baik. Lingkungan kerja terdiri dari lingkungan fisik dan non fisik. Faktor individual meliputi kesempatan untuk maju. fasilitas. dimana karyawan merasa diperhatikan oleh perusahaan. lingkungan kerja diharapkan kondusif untuk menunjang kerja karyawan. 2. gaji dan pengawasan.Faktor fisik meliputi kondisi kerja dan keamanan kerja. Lingkungan fisik terdiri dari peralatan kerja. Oleh karena itu karyawan mengharapkan lingkungan kerja dimana sarana dan prasarana kerja lengkap dan baik. faktor-faktor yang dianggap berpengaruh terhadap kepuasan kerja menurut penulis adalah faktor fisik. sistem komunikasi yang jelas yang bisa mendorong karyawan untuk termotivasi. Dengan kata lain. Berdasarkan penjabaran yang ada di atas. Fasilitas Fasilitas rumah sakit. rekan sekerja. dan hubungan dengan bawahan. dan lain-lain.3 Pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kepuasan Kerja Setiap karyawan selalu mengharapkan lingkungan kerja yang akrab. Lingkungan fisik dan non fisik yang baik. faktor sosial dan faktor individual. karyawan akan merasa bahwa kebutuhannya untuk berafiliasi di tempat kerja terpenuhi. Lingkungan fisik yang baik jugabisa memberikan prestise. Lingkungan kerja yang mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara ataan dengan bawahan. cuti. hal tersebut dapat menjadi kepuasan tersendiri bagi karyawan. perlu dibuat peraturan perusahaan yang jelas. bisa menimbulkan rasa bangga. Selain itu. nyaman dan saling mendukung. Agartercipta lingkungan yang harmonis.Faktor social meliputi rekan kerja dan komunikasi. dengan demikian akan tercipta kepuasan kareana kebutuhannya terpenuhi. lingkungan fisik yang baik juga akan mengurangi tingkat kesalahan karyawan dalam menjalankan tugas-tugasnya.

(Ahyari. sehingga pelaksanaan proses produksi di dalam perusahaan tersebut akan dapat berjalan dengan baik pula.352 X1 + 0. Y = 0. komunikasi yang efektif terhadap kondisi kerja . Metode Teknik analisis regresi berganda Kesimpulan Ada pengaruh signifikan antara lingkungan kerja.terpenuhi. yang dirangkum pada tabel 2.3 Ringkasan Hasil Penelitian Terdahulu Tentang Pengaruh Kondisi lingkungan kerja Terhadap Kepuasan Kerja No. 1 Penulis Surodilogo (2010) Topik Analisis Pengaruh Lingkungan kerja dan Motivasi kerja terhadap kepuasan kerja. Lingkungan kerja yang cukup memuaskan para karyawan perusahaan akan mendorong para karyawan tersebut untuk bekerja dengan sebaikbaiknya. berikut ini beberapa peneliatian terdahulu mengenai pengaruh kopmpensasi terhadap kepuasan kerja. 1994:122) Melengkapi uraian diatas. Tabel 2.233 X2 2 Hamongan (2003) Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Teknik analisis regresi berganda Ada pengaruh sigmifikan antara lingkungan kerja.3. motivasi kerja terhadap kondisi kerja 3 Wicaksono (2008) Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan Teknik analisis regresi berganda Ada pengaruh signifikan antara lingkungan kerja. motivasi kerja terhadap kondisi kerja.Terpenuhinya kebutuhan karyawan tersebut akan menimbulkan kepuasan kerja bagi karyawan.

maka dapat digambarkan model penelitian sebagai berikut: Lingkungan kerja ( X ) Kepuasan kerja (Y) Gambar 2. Adanya pengaruh yang signifikan antara kondisi linkungan kerjaterhadap kepuasan kerja karyawaan di bank BRI Cabang Salatiga 2.4 Model Penelitian Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Dimana X : Konsep kompensasi (variabel bebas) Y : Konsep kepuasan kerja (variabel terikat) BAB III METODE PENELITIAN .Hipotesis dari penelitian ini adalah kondisi linkungan kerjadan kepuasan kerja karyawan bank BRI Cabang Salatiga ada pengaruh.4 Model Penelitian Berdasarkan hipotesis yang telah dikemukakan.

2 Jenis Data Untuk menjawab persoalan penelitian dibutuhkan data. penulis melakukan penelusuran literatur atau studi pustaka yaitu membaca artikel-artikel. Dalam penulisan skripsi ini hanya ada satu jenis data yang digunakan yaitu data primer. penulis mendapatkan data primer dari satu sumber yaitu kuesioner yang dibagikan dan diisi oleh karyawan Bank BRI cabang Salatiga yang menjadi responden.1 Jenis data. populasi dan sampel penelitian.1. Pemaparan metode penelitian secara jelas memudahkan dalam pelaksanaan penelitian lapangan juga memungkinkan pihak lain menelusuri kembali proses penelitiannya jika kemungkinan hasil penelitian atau kesimpulan yang meragukan (Supramono dan Utami.Dalam penelitian ini.3 Cara pengumpulan data .Metodologi penelitian merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. 3. tentang seberapa kuat pengaruh kondisi lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Oleh karena itu dalam bab ini dipaparkan mengenai jenis dan sumber data . satuan pengamatan dan satuan analisis. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya seperti hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti (Umar.2 Tahapan . Sesudah itu dilakukan penelitian di lapangan kepada karyawan Bank BRI cabang Salatiga yang menjadi responden. tahapan pengumpulan data dan cara pengumpulan data 3. 3.1.1. yaitu dengan alat apa dan bagaimana prosedur penelitian dijalankan. pengukuran konsep dan yang mana teori-teori dari para pakar yang digunakan dalam penelitian tersebut digunakan sebagai acuan pembuatan kuisoner.tahapan Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. 3. buku-buku pustaka serta sumber lain bacaan lain yang relevan dengan masalah penelitian yang diteliti serta penulis melakukan internet research. karena pada dasarnya data merupakan keterangan yang dapat memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. jurnal. 1997:43). 2003 : 46).

Dalam penelitian ini yang menjadi satuan analisis adalah karyawan Bank BRI Cabang Salatiga. 3. Pengukuran konsep sangatlah penting. Konsep kondisi lingkungan kerja Menurut Nitisemito (1992:183) lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja dan yang dapat mempengaruhi diri nya dan menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. faktor-faktor yang ada di dalam maupun di sekitar perusahaan atau organisasi yang . 2003: 178). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah karyawaan Bank BRI cabang Salatiga yang berjumlah 44 orang dan semua karyawan dijadikan sampel.4. Pengukuran Konsep Pengukuran konsep merupakan suatu upaya untuk merumuskan konsep yang diamati dari aras kiblat berfikir abstrak ke aras kiblat berfikir empiris (Ihalauw. Dengan sampel yang digunakan one reseon sampling. 3.Untuk memperoleh data primer tentang lingkungan kerja dan kepuasan kerja disusun angket atau kuisoner dan kemudian responden mengisi angket tersebut. sebab kejelasan dalam tingkat pengukuran akan sangat membantu peneliti untuk mengkaji masalah penelitian dan mempermudah peneliti untuk menganalisis data dan menginterprestasikannya. 2006). 3. 2000). 3. yang menjadi sampel penelitian.1.2 Populasi dan sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualiatas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono.3 Satuan Pengamatan dan Satuan Analisis Satuan pengamatan adalah sesuatu yang dijadikan sumber untuk memperoleh data dalam rangka menggambarkan atau menjelaskan tentang satuan analisis ( Ihalauw. Dalam penelitian ini yang menjadi satuan pengamatan adalah karyawan Bank BRI Cabang Salatiga. 2000: 140).4. Satuan analisis menunjuk pada suatuan keberadaan atau populasi tertentu yang tentangnya dibuat simpulan atau rampatan empirik (Ihalauw.

1 .1 Tabel 3. Faktor psikologis lingkungan kerja.Nitisemito (1992) Kebersihan Pernerangan Pertukakaran udara Keamanan Kebisingan 2. Faktor – faktor fisik meliputi pewarnaan. Penjabaran pengukuran kompensasi diringkas dalam tabel 3.mempengaruhinya dalam pekerjaan adalah faktor fisik dan faktor psikologi. Faktor-faktor psikologis meliputi hubungan antara karyawan dengan pimpinan dan hubungan antara sesame rekan sekerja. pertukaran udara.1 Penjabaran Pengukuran Kondisi lingkungan kerja Kondisi lingkungan kerja 1. sangat tidak baik). Faktor fisik Lingkungan kerja.4.4. tidak baik. kebersihan.Nitisemito (1992) Warna Nitisemito (1992) Yang digunakan dalam penelitian ini 1) Warna ruang kerja sudah cukup baik 2) Kebersihan ruang kerja sudah cukup baik. baik. keamanan dan kebisingan. penerangan.4. 3) Penerangan di tempat kerja anda sudah cukup baik 4) Pertukakaran udara di tempat kerja cukup baik 5) keamanan di tempat kerja anda sudah cukup baik 6) tempat kerja anda tidak cukup bising Perhatian karyawan terhadap saran 7)Perhatian karyawan terhadap saran/kritik yang diberikan oleh dan kritik yang diberikan oleh pimpinan sudah berjalan dengan baik pimpinan Perasaan karyawan bila mendapat 8)Perasaan anda ketika mendapat saran/kritik dari teman sekerja saran/kritik dari teman sekerja Tabel 3. Sementara angket kondisi lingkungan kerja menggunakan sekala Likert lima angka (sangat baik. cukup.

Aras pengukuran ordinal mengandungn pengertian yaitu memberikan kemungkinan perbandingan antara nilai atau kategori-kategori dari suatu konsep dengan pernyataan yang merujuk lebih atau kurang (Ihalauw. sangat tidak puas). Penjabaran pengukuran kompensasi diringkas dalam tabel 3. seperti gaji. 2000: 50).2. jam kerja dan kondisi. puas. Konsep kepuasan kerja diukur dengan menggunakan angket kepuasan kerja yang disusun menggunakan pendapat dari Huges et al. benefits. (2002) ada tiga faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan. tidak puas. kebijakan promosi. (2) facet satisfaction: derajad dimana karyawan puas dengan aspekaspek kerja. Angket kondisi kepuasan kerja menggunakan sekala Likert lima angka (sangat puas.4.4. cukup. (1) global satisfaction: penilaian keseluruhan dimana pekerja puas terhadap organisasi dan pekerjaannya. 3.Penjabaran Pengukuran Kondisi lingkungan kerja (lanjutan) Perhatian atasan terhadap kinerja karyawan 9)Perhatian atasan anda terhadap kinerja anda sudah terlaksana cukup baik Hubungan atar karyawan dengan atasan 10) Hubungan atasan anda terhadap para karyawaan sudah berjalan dengan baik Pengukuran konsep kepuasan kerja adalah aras pengukuran ordinal. Konsep Kepuasan Kerja Menurut Martoyo (2000: 142). (3)life satisfaction: penilaian keseluruhan dimana pekerja puas terhadap hidupnya.2 . kepuasan kerja adalah keadaan emosional karyawan dimana terjadi ataupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa karyawan dari perusahaan atau organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan oleh karyawan yang bersangkutan.

karyawan puas 12) Beban kerja seimbang atau 2. . pekerja puas terhadap hidupnya. organisasi. Facet satisfaction derajad dimana dengan aspek-aspek kerja. jam kerja dan kondisi 13) Atasan dapat mengatasi konflik dengan baik 14) Ada masa depan bagi orang yang bekerja keras dan memanfaatkan kesempatan dengan baik di perusahaan 15) Kinerja luar biasa dihargai atau mendapat penghargaan di organisasi. Global satisfaction penilaian keseluruhan dimana 11) Secara umum saya merasa puas pekerja puas terhadap organisasi dengan pekerjaan saya sebagai dan pekerjaannya karyawan.Tabel 3. kebijakan promosi.4. benefits. 16) Organisasi memiliki rencana pemeliharaan kesehatan yang baik 3. seperti sebanding untuk setiap orang dalam gaji. (2002) Yang digunakan dalam penelitian ini 1. saya puas dengan kehidupan saya sekarang ini.2 Penjabaran Pengukuran Kepuasan Kerja Kepuasan kerja Huges et al. Life satisfaction penilaian keseluruhan dimana 17) Secara umum.

Robert C. maka teknik analisis yang digunakan teknik analisis statistik inferensial dalam hal ini menggunakan uji regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja. dilakukan dengan menggunakan item to total corelation. dan hasilnya akan digeneralisasikan ( diinferensasikan) untuk populasi di mana sampel itu diambil (Sugiyono. 3. Sementara instrumen yang reliabel adalah bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda ( Sugiyono. 3.Sumber : Diadaptasi dari Richard L. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.1. 2000: 109). Aras pengukuran ordinal mengandung pengertian yaitu memberikan kemungkinan perbandingan antara nilai atau kategori-kategori dari suatu konsep dengan pernyataan yang merujuk lebih atau kurang (Ihalauw. Pengukuran konsep kepuasan kerja adalah aras pengukuran ordinal. Dalam penelitian ini kompensasi sebagai variabel bebas dan kepuasan kerja sebagai variabel terikat. dalam Ghozali. Teknik Analisis Sesuai dengan permasalahan penelitian . Langkah-langkah pengujuian regresi adalah sebagai berikut : . 2002.5. 2000: 109). Leadership. Hughes. dilakukan dengan menggunakan Cronbach’s Alpha Coefficient. Untuk mengetahui bahwa pernyataan-pernyataan dalam kuisoner valid. 2001: 44).5. Ginnet dan Gordon J. Instrumen dinyatakan valid jika r hitung lebih besar dari r tabel. Pengujian Validitas dan Reabilitas Data Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. 2009: 261).5. Statistik inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel. 2009: 23). Untuk pengolahan datanya menggunakan alat bantu komputer dengan progam SPSS versi 3. Murphy. Sementara untuk mengetahui sejauh mana instrumen yang digunakan reliabel. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono. Regresi Linier Sederhana Regresi linier sederhana didasarkan pada hubungan fungsionalitas ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen ( Sugiyono.2.60 (Nunnally. Enchancing the Lesson of Experience. 2000: 50).

Menghitung koefisien determinasi (R2). Semakin besar koefisien determinasi maka semakin besar pula pengaruh yang diberikan variabel bebas (kompensasi) terhadap variabel terikat (kepuasan kerja). Menguji signifikasi persamaan Pengujian signifikasi persamaan dilakukan uji t. Jika t sig hitung > dari 0.05 maka Ho ditolak atau ada pengaruh yang positif kompensasi terhadap kepuasan kerja. 4. Perhitungan koefisien determinasi (R2) dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel bebas (kompensasi) terhadap variabel terikat (kepuasan kerja).1. Cara melakukan uji t adalah dengan membandingkan nilai t sig dengan taraf signifikansi yang digunakan. b. Koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi yang telah ditemukan.05). 3. 2000).05 maka Ho diterima atau tidak ada pengaruh yang positif kompensasi terhadap kepuasan kerja. uji t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas/independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen. Hal ini berarti berapa persen variabel bebas (kompensasi) menjelaskan variabel terikat (kepuasan kerja). Merumuskan hipotesis Pada pengujian ini hipotesis yang diajaukan adalah: Ho : β = 0 tidak ada pengaruh yang positif kompensasi terhadap kepuasan kerja. . Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Jika t sig hitung > dari 0. Ha : β > 0 ada pengaruh yang positif kompensasi terhadap kepuasan kerja. yaitu 5 % (0. Menurut Ghozali (2001: 84). dan selanjutnya dikalikan 100% (Sugiyono. 2.

tepatnya pda tanggal 16 desember 1895. Lembaga ini pada mulanya didirikan dengan kegiatan yang dilaksanakan hanya untuk menampung pemasukan angsuran dari para peminjam kas Masjid yang dikelola oleh Patih wilayah Banyumas yaitu Raden Bei Aria Wiratmadja. Pada tahun 1942.berdirilah suatu lembaga keuangan yang diberi nama “ De Hulpen Spaarbank der Inlandsche Hoofden”. Pada tahun 1897 berubah namanya menjadi “Poerwokertosche Hulp Spaar en Landbouw Credietbank” 3.SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PT BANK RAKYAT INDONESIA Menjelang akhir abad ke-18. Tanggal 16 Desember dikenal sebagai hari jadi PT Bank Rakyat Indonesia (persero). . Pada tahun 1898 berubah lagi menjadi “Volksbank” atau “Bank Rakyat” 4. 7. Pada tahun 1934 berubah namanya menjadi “Algemene Volkscredietbank” di singkat AVB 5. Indonesia diduduki tentara Pendudukan jepang dan berubah nama menjadi “Syomin Ginko” 6. oleh seorang Patih bernama Raden Bei Aria Wirjatmadja di kota Puwokerto wilayah Karisedenan Banyumas. Pada awal berdirinya tanggal 16 Desember 1895 diberi nama Hulpen en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenarn” atau dikenal dengan nama Bank Perkreditan Rakyat” 2. Perkembangan PT Bank Rakyat Indonesia (persero) sejak berdiri hingga masa reformasi sekarang ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan mengalami beberapa pergantian nama dengan kronologi sebagai berikut: 1. Berdirinya “ De Hulpen Spaarbank der Inlandsche Hoofden” atas bantuan Residen Banyumas bernama E. Pada tahun 1946 bedasarkan Peraturan Pemerintah Reppunlik Indonesia No.Saeburgh yang kemudian diganti nama “Hulpen en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenarn” atau yang lebih terkenal disebut “Bank Perkreditan Rakyat” pertama di Indonesia. Pada than 1948.BAB IV A. 1 tahun 1946 diubah statusnya menjadi Bank Pemerintah dengan nama “Bank Rakyat Indonesia” atau disingkat dengan BRI. ibukota Republik Indonesia diduduki olej Belanda dan kegiatan BRI untuk sementara dihentikan.

segala hak dan kewajiban. 12. Sarjana Hukum di Jakarta tanggal 9 Juli 1992 Nomor 133 dan disahkan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat keputusan No. BTN dan Nederlandsche Handdels Maatschpij (NHV) 11. 73 tanggal 13 September 1992. Tani dan Nelayan (BIUKTN) dan integrasi tersebut bedasarkan Penetapan Presiden No.01 tahun 1992 tanggal 19 Agustus 1992 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.17 tahun 1965 tentang pendirian Bank Tunggak Milik Negara dengan nama “Bank Negara Indonesia”. BRI Republik Yogyakarta dan BRI Serikat bergabung kembali menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). 10. Namundemikian Pemerintah tidak menugaskan PT Bank Rakyat Indonesia (persero) secara khusus melayani bidang tertentu. : C2-6584.HT. Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 telah mengubh status Bank Rakyat Indonesia menjadi PT Persero. Bank Tani Nelayan. dibentuk “Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN)” yang merupakan peleburan dari BRI. atau dengan kata lain. Pada tahun 1960. tentang Penyesuaian Badan Hukum Bank Rakyat Indonesia menjadi perusahaan Perseroan (persero). melalui Peraturan Pemerintah pengganti Undang Undang nomor 41. sedangkan lainya menjadi BRI Serikat (BRIRIS). Bank Rakyat Indonesia masih melakukan secara konsisten ekonomi untuk rakyat kebanyakan pada umumnya seperti : . Oleh karena itu Bank Rakyat Indonesia walaupun berstatus sebagi Bank umum seperti Bank pada umumnya tetapi masih tetap menjalankan misinya sebagai Agen Pembangunan Pemerintah. 13.8.BKTN diintegrasikan ke dalam Bank Indonesia dengan nama Bank Indonesia Urusan Koperasi. Pada tahun 1965. Masih pada tahun yang sama bedasarkan Penetapan Presiden No.9 tahun 1965. serta Tambahan Berita Negara RI Nomor 3A tahun 1992. seiring dengan perkembangan politik saat itu cepat beruabah dari RIS kembali ke Republik Indonesia. setelah ditandatangani perjanjian Roem-Royen.01. Pada tahin 1968 berdasarkan Undang-undang Nomor 21 tentang Bank Rakyat Indonesia. Selanjutnya Undang-undang Nomor 21 tahun 1968 tersebut dicatat dengan Undang-undang Nomer 7 tahun 1992 tentang Perbankkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 1992. BRI aktif kembali dengan wilayah kerja daerah Renville (Republik Yogyakarta). Pada tahun 1949. Pada tahun 1950. sedangkan BIUKTN eks NHM diintegrasikan ke dalam Bank Negara Indonesia bagian Ekspor Impor (sekarang PT BEII (persero)). 9. kekayaan serta pegawai BRI berakhir dan berpindah kedalam PT Bank Rakyat Indonesia (persero) dihadapan Notaris Muhani Salim. BUKTN eks BRI dan BTN diintegrasikan ke dalam Bank Negara Indonisia Unit II bidang Rural. Bank Negara Indonesia bidang Rural diubah menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI).

BRI Unit A YANI. BRI Unit Bringin.66). Pinjaman Pensiunan 6. BRI Unit UKSW. Perkoperasian 4.BRI (Persero) Cabang Salatiga membawahi 15 unit yaitu Unit BRI Suruh.BRI (persero) Cabang Ungaran. Sebelum membahas tentang stuktur organisasi. organisasi adalah sistem aktifitas kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. BRI (Persero) Cabang Salatiga berdiri pada tanggal 1 januari 1994 terletak di jalan Diponegoro. Pengusaha kecil 5. Dan membantu Pemerintah dalam menyalurkan Kredit Program seperti TRI.66). . Sejarah dan perkembangan PT. BRI (persero) Cabang Salatiga tiadak dapat dipisahkan dengan sejarah danperkembangan PT. BRI (persero) pada umumnya. BRI Unit Pager. Pinjaman Berpenghasilan tetap termasuk PNS dan TNI POLRI 7. BRI Unit Susukan. Sementara menurut Bernard (dalam manullang:1983. PT. Mooney (dalam manullang:1983. BRI Unit Tuntang dan yang terakhir BRI unit Salatiga. Ke-tujuh item di atas bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak sesuai dengan nama bank yaitu Bank Rakyat Indonesia.Sistem dan bentuk organisasi dalam setiap perusahaan tidak selalu sama.1. BRI Sukowati. BRI Unit Nanggulan. Menurut James D. BRI Unit Tungkir. BRI Unit Botto. Golongan Ekonomi lemah 3. Ekonomi rakyat pedesaan 2. BRI Unit Tengaran.PT.BRI Unit Pabelan. tanggung jawab serta wewenang masing-masing bagian. organisasi adalah suatu bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. terlebih dahulu penulis paparkan pengertian organisasi. KUT dan lainlain. Hal tersebut tergantung dari jenis dan bentuk organisasi yang dibtuhkan perusahaan tersebut. STUKTUR ORGANISASI PT (PERSERO) BANK RAKYAT INDONESIA CABANG SALATIGA Perusahaan yang mempunyai tujuan tertentu seperti Bank Rakyat Indonesia tentu memerlukan stuktur organisasi yang jelas untuk memudahkan pengawasan dan pembagian tugas. PT. Pemecahan ini dilakukan dalam rangka perluasan cabang dan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. BRI Unit Getasan.BRI (Persero) Cabang Salatiga merupakan pecahan dari PT.

Pembantu atau wakil bidang pemasaran yang dipimpin oleh seofrang manajer pemasaran. sangat penting untuk pelaksanaan sistem manajemen yang baik dan jelas. Terjadinya hubungan dalam suatu kerjasama yang harmonis 3. kantor cabang pembantu dan BRI unit 2.BRI(Persero) Salatiga dapat dilihat pada lampiran. 3. Melakukan kegiatan pemasaran untuk dana dan jasa serta pinjaman. kewajiban dan tanggung jawab masing-masing orang untuk mencapai tujuan. artinya struktur organisasi yang memenuhi syarat sehat. Dengan demikian setiap bagian organisasi harus dapat menjalankan peranannya dengan baik sesuai rencana semula. Melakukan pembinaan secara aktif dalam meningkatkan kemampuan pegawai di kantor cabang. Kerjasama didasarkan atas hak. Gambaran lebih lengkap mengenai struktur organisasi kantor Cabang PT. Kantor cabang PT.Dari kedua pegertian di atas. Fungsi Account Officer Komersial b. dan fungsi operasional.Bank Rakyat Indonesia(Persero) Salatiga dipimpin oleh seorang pimpinan cabang yang bertanggung jawab kepada pimpinan wilayah. Mengembangkan bisnis perkreditan di Kanca. Fungsi Account Officer Programsi . seperti fumgsi pemasaran. Tugas pemimpin cabang antara lain: 1. Kacapem dan BRI unit untuk meningkatakn kualitas tiap fungsi. Adanya sekelompok orang-orang 2. sedang gambar struktur organisasi kantor Cabang PT. Dengan menggunakan bentuk struktur organisasi garis dan staff. efisien dan efektif. sedangkan manajer pemasaran membawahi beberapa orang staff pemasar antara lain: a. Kancapem dan BRI unit guna memperoleh keuntungan atau penghasilan yang optimal dengan resiko yang dapat diterima dan tetap mempertahankan kualitas porofolio yang sehat.Ketiga hal tersebut tidak dapat dipisahkan dalam suatu organisasi. Fungsi Account Officer Konsumer c. Dalam melaksanakan tugasnya dibantu oleh tiga orang pembantu atau wakil yaitu: 1.BRI (Persero) dijelaskan berikut ini. 4. dapat dikemukakan ciri-ciri organisasi antara lain: 1. Menciptakan dan menjamin kelancaran operasional di kantor cabang. fungsi support.

terdiri dari: a) Fungsi sekretaris dan SDM b) Fungsi logistik c) Fungsi Arsip.d. membawahi: 1) Supervisor administrasi kredit. membawahi supervisor pelayanan terdiri dari: 1) Fungsi Teller 2) Fungsi Pelayanan Nasabah 3) Fungsi administrasi Dana dan Jasa 4) Fungsi Devisa 5) Fungsi Clearing 6) Fungsi TKK 7) Fungsi Payment Point b. . Asisten manajer penunjang bidang bisnis. Pembantu atau wakil bidang operasional yang dipimpin oleh manajer operasional. support dan Maintenance. Fungsi Account Officer RPKB (Restrukturisasi dan Penyelesaian Kredit Bermasalah e. Asisten manajer operasional. informasi dan teknologi(IT). dimana manajer operasional membawahi : a. Fungsi Funding Officer 2. terdiri dari: a) Fungsi administrasi kredit komersil b) Fungsi administrasi kredit konsumer c) Fungsi administrasi kredit program 2) Supervisor pelayanan intern. pelaporan.

BANK RAKYAT INDONESIA (PERSERO) CABANG SALATIGA Lingkungan kerja karyawan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Cabang Salatiga diukur dengan subvariabel faktor-faktor fisik lingkungan yang meliputi Pewarnaan ruang kerja yang sesuai dengan selera karyawaan.penerangan ruang kerja yang terang benderang karena daya listrik yang cukup bahkan disediakan mesin dissel apabila listrikdari PLN mengalami gangguan.Pertukaran ruang kerja sangat baik karena disediakan pendingin ruang.Kebersihan lingkungan kerja umumnya terjaga Sementara itu faktor non fisik lingkungan kerja meliputi perhatian karyawaan terhadap saran dan kritik atasan.perasaan .keamanan ruang kerja cukup terjamin karena dijaga petugas keamanan atau satpam selama 24 jam. kebersihan ruang kerja yang terjamin karena setiap hari dibersihkan bahkan di pel sampai mengkilat .LINKUNGAN KERJA PT.persaan karyawaan bila mendapat kritik.

perhatian atasan terhadap kinerja karyawaan dan hubungan antara karyawaan dengan atasan. .karyawaan ketika mendapat kritik dari teman bekerja.