Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Manusia dalam lingkungan hidup alamiah berawal pada kehidupan prasejarah dimana manusia prasejarah mencari makan dengan mengumpulkan bahan makanan dan hidup berpindah-pindah. Dilihat dari penyebaran geografis, besarnya populasi, dan kesejahteraan hidup manusia masa itu sangat tergantung pada kondisi dan sifat lingkungan hidup alamiah. Dengan makin bertambahnya jumlah penduduk manusia dapat mempersulit ketergantungan pada cara hidup mengumpul dan berburu. Dengan hal tersebut mendorong manusia menemukan cara bercocok tanam atau pertanian. Penemuan pertanian ini menandai perubahan yang signifikan dalam kemampuan manusia mempengaruhi lingkungan hidup alamiah. Sehingga untuk keperluan pertanian, manusia mulai menebang hutan yang berarti menimbulkan pengaruh yang besar terhadap lingkungan hidup alamiah. Bertambahnya penduduk mendorong makin luasnya hutan yang dirubah menjadi lahan pertanian. Praktek lading berpindah dalam perkembangan pertanian terkenal banyak mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup alamiah. Pertumbuhan penduduk manusia yang sngat pesat pada abad terakhir ini menyebabkan makin banyaknya kebutuhan manusia dan meningkatkan pula pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan teknologi. Perkembangan ini menghasilkan peradaban agraris dan industri yang dewasa ini terdapat di seluruh dunia dan merubah berbagai aspek dari lingkungan alamiah. Sekarang ini banyak terdapat lingkungan alamiah yang telah dirubah menjadi lingkungan hidup buatan manusia, seperti lingkungan pertanian yang telah diolah secara intensif, menyebabkan ada anggapan bahwa hanya teknologi yang berperan penting bagi kesejahteraan hidup manusia. Namun sebenarnya, peradaban manusia beserta teknologinya dan lingkungan buatannya tetap tergantung pada lingkungan alamiah.

Lingkungan hidup alamiah ini memberikan bahan mentah yang menjadikan teknologi tersebut dapat berfungsi. Teknologi dan lingkungan hidup alamiah seharusnya berproses dan berfungsi bersama-sama, bukan berjalan sendiri-sendiri yang memungkinkan penduduk manusia dan segala budidaya dan peradabannya mencapai tingkat kemajuan seperti sekarang ini. Manusia dalam tingkat teknologi modern dewasa ini tetap tergantung pada lingkungan alamiah untuk berbagai jenis kebutuhan akan sumber daya alam. Maka perlu untuk memahami proses-proses alamiah dan sumber daya lingkungan hidup alamiah, tingkat ketergantungan manusia, dan sebaliknya tingkat kerentanannya terhadap perubahan (gangguan/kerusakan karena pengelolaan yang salah atau berlebihan), perlu mengetahui sifat-sifat fisik dan sumber daya alamiah tersebut, sifat-sifat populasi manusia, dinamika penduduk manusia, konsep ekosistem dan prosesproses yang berlangsung di dalam ekosistem, serta masalah-masalah kependudukan.

1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari latar belakang di atas sebagai berikut: 1.2.1 1.2.2 Bagaimana dinamika pertumbuhan penduduk manusia? Bagaimana daya dukung, daya tampung serta pengelolaan lingkungan hidup alamiah? 1.2.3 Bagaimana pengaruh pertumbuhan populasi penduduk terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan?

1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut: 1.3.1 1.3.2 Untuk mengetahui dinamika pertumbuhan penduduk manusia. Untuk mengetahui daya dukung, daya tampung serta pengelolaan lingkungan hidup alamiah. 1.3.3 Untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan populasi penduduk terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Dinamika Pertumbuhan Penduduk Manusia Pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu (Ida Bagus Mantra, 2002: 82). Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. Perubahan besarnya penduduk suatu wilayah atau suatu Negara ditentukan oleh 4 parameter kependudukan, yaitu fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian), imigrasi (migrasi ke dalam) dan emigrasi (migrasi ke luar). Interaksi antara parameter-parameter kependudukan dalam menentukan kepadatan penduduk ditunjukan secara sederhana (Johosua Doda, 1989: 48) sebagai berikut :
IMIGRASI

(+) (+)
FERTILITAS KEPADATAN PENDUDUK

(-)

MORTALITAS

(-)
EMIGRASI

1. Fertilitas adalah istilah untuk natalitas yang biasanya digunakan dalam demografi yang menyatakan kelahiran. Menurut Ida Bagus Mantra (1985, dalam Johosua Doda, 1989), terdapat sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi fertilitas baik secara langsung maupun secara tidak langsung yang dibedakan atas faktor-faktor demografi dan faktor-faktor non demografi. Faktor-faktor demografi antara lain: struktur atau komposisi umur, status perkawinan, umur kawin pertama, kepribadian atau fekunditas, dan proporsi penduduk yang kawin. Faktor-faktor non demografi, yaitu keadaan ekonomi, tingkat pendidikan, perbaikan status wanita, urbanisasi, dan industrialisasi. 2. Mortalitas atau kematian merupakan salah satu parameter atau atribut penduduk yang menentukan dinamika kependudukan. Menurut WHO, definisi kematian adalah keadaan menghilangnya semua tanda-tanda kehidupa secara permanen, yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup.Kasus kematian terutama dalam jumlah banyak berkaitan dengaan masalah sosial, ekonomi, adat istiadat maupun masalah kesehatan lingkungan. Salah satu yang termasuk dalam komponen demografi adalah mortalitas karena dapat memepengaruhi perubahan penduduk. 3. Migrasi (Imigrasi dan Emigrasi) Migrasi adalah perpindahan penduduk untuk menetap dari satu tempat lain melampaui batas politik (Negara) ataupun batas administratif (batas bagian dalam satu Negara). Perpindahan penduduk dari satu Negara ke Negara lain disebut migrasi internasional. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain.

2.2 Daya Dukung, Daya Tampung, serta Pengelolaan Lingkungan Hidup Alamiah Menurut UU.No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, Lingkungan Hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan
4

makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Menurut Soemarwoto, 2001 (dalam http://www.scribd.com/doc/4100267/ daya dukung Rakernaspada

AMDAL-2008-Daya-Dukung-Lingkungan)

lingkungan

hakekatnya adalah daya dukung lingkungan alamiah, yaitu berdasarkan biomas tumbuhan dan hewan yang dapat dikumpulkan dan ditangkap per satuan luas dan waktu di daerah itu. Menurut Khanna (1999), daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua) komponen, yaitu kapasitas penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas tampung limbah (assimilative capacity). Kajian tentang daya dukung lingkungan alamiah, sering disebut juga sebagai daya dukung wilayah, sudah cukup banyak. Secara singkat bias diperhitungkan pemanfaatan area untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan seperti tempat tinggal, udara, dan air bersih, produksi makanan dan kegiatan nonproduktif. Dalam beberapa hal bisa diperbaharui, namun, ada baiknya memperhatikan pendapat yang pesimis, seperti dikemukakan oleh Malthus, yaitu, kemampuan alam ini yang menopang kebutuhan manusia, pada titik tertentu akan berhenti dan habis, oleh karenanya perlu ada pemanfaatan alam secara arif. Tugas manusia sebagai penghuni alam selain memeliharanya, juga memelihara dirinya sendiri. Disinilah tugas untuk

mengembangkan daya tampung lingkungan buatan dan lingkungan sosial. Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Daya tampung lingkungan yang mendukung perikehidupan dapat diartikan sebagai pendukung ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Daya tamping lingkungan ini bersifat dinamis, dapat terdegradasi atau punah apabila tidak dilestarikan dan daya tamping ini dapat ditingkatkan kemampuannya (Maika Nurhayati, 2009).

Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian

lingkungan hidup. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1982, tentang ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan beberapa konsep atau batasan lingkungan hidup dan berbagai hal lain yang ada kaitannya dengan lingkungan hidup sebagai berikut :
1)

Lingkungan hidup adalah system yang merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia serta makhluk hidup lainnya.

2)

Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaata, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan

pengembangan lingkungan hidup.


3)

Ekosistem adalah tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi

4)

Daya dukung lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk mendukung erikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

5)

Sumber daya adalah unsure lingkungan hidup yang trdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam hayati, sumber daya alam non hayati, dan sumber daya buatan.

6)

Baku mutu lingkungan adalah batas atau kadar makhluk hidup, zat, energy dan komponen yang ada atau harus ada dan unsur pencemaran yang ditenggang adanya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.

7)

Pencemaran lingkungan adalah berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebebkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

8)

Perusakan lingkungan adalah tindakan yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung terhadap sifat-sifat fisik dan hayati lingkungan, yang mengakibatkan lingkungan itu kurang atau tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan yang berkesinambungan.

9)

Dampak lingkungan adalah perubahan lingkungan yang disebabkan oleh suatu kegiatan.

10) Analisis

mengenai dampak lingkungan adalah hasil studi yang mengenai

dampak suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup yang diperlukan untuk pengambilan suatu keputusan.
11) Konservasi

sumber daya alam adalah pengelolaan sumber daya alam yang

menjamin pemanfaatannya secaara bijaksana dan bagi sumber daya terbaru menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragamannya.
12) Pembangunan

berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana

menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup. Pengelolaan lingkungan hidup berasaskan pelestarian kemampuan lingkungan yang serasi dan seimbang untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan bagi peningkatan kesejahteraan manusia. Pengelolaan lingkungan hidup ialah tercapainya hubungan antara manusia dengan lingkungan hidup sebagai bagian dari tujuan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana, terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang.(Moh Soerjani, 1987)

2.3 Pengaruh Pertumbuhan Populasi Penduduk terhadap Daya Dukung Dan Daya Tampung Lingkungan Perkembangan jumlah penduduk indonesia dalam kaitannya dengan perkembangan penduduk dunia jumlah penduduk pada suatu negara selalu mengalami perubahan yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian dan migrasi atau perpindahan penduduk (Ida Bagus Mantra, 2002:82). Perubahan keadaan penduduk tersebut dinamakan dinamika penduduk. Dinamika atau perubahan penduduk cenderung kepada pertumbuhan. Pertumbuhan penduduk ialah perkembangan jumlah penduduk suatu daerah atau negara. Jumlah penduduk suatu negara dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei

penduduk. Jumlah penduduk Indonesia sejak sensus pertama sampai dengan sensus terakhir jumlahnya terus bertambah. Sensus pertama dilaksanakan pada tahun 1930 oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan sensus yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan yang terakhir 2000. Sensus di Indonesia dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dan waktu pelaksanaan sensus di Indonesia diadakan sepuluh tahun sekali. Perkembangan jumlah penduduk dunia yang sangat cepat ini akan menimbulkan ledakan penduduk. Menurut Thomas Robert Malthus dalam Essay on the Principle of Population (1798), dikatakan bahwa penduduk

bertambah menurut deret ukur dan bahan makanan bertambah menurut deret hitung. Dengan demikian pertumbuhan penduduk lebih cepat dari pada produksi makanan yang dibutuhkan. Jika hal ini terus menerus dibiarkan maka akan terjadi ledakan penduduk. Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan daya dukung serta daya tampung lingkungan. Ledakan penduduk ini akan menyebabkan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya berkurang, terutama dalam persediaan bahan makanan dan tempat untuk hidup. Walaupun pada jaman modern seperti sekarang ini teknologi sangat membantu dalam mengintensifkan produksi

bahan makanan. Bertambahnya jumlah penduduk juga tidak akan terlepas dari pencemaran terhadap lingkungan seiring perkembangan jaman yang mengarah pada industrialisasi. (http://repository.ui.ac.id/contents/koleksi/11/

ea3efedb6ec0bdbe7c574fcb773661d5a24a8cce.pdf) Daya dukung dan daya tampung lingkungan, yaitu jumlah organisme atau spesies khusus secara maksimum dan seimbang yang dapat didukung oleh suatu lingkungan, jumlah penduduk maksimum yang dapat didukung oleh suatu lingkungan tanpa merusak lingkungan tersebut. Jumlah makhluk hidup yang dapat bertahan pada suatu lingkungan dalam periode jangka panjang tanpa

membahayakan lingkungan tersebut. Jumlah populasi maksimum dari organisme khusus yang dapat didukung oleh suatu lingkungan tanpa merusak lingkungan tersebut. Rata-rata kepadatan suatu populasi atau ukuran populasi dari suatu kelompok manusia dibawah angka yang diperkirakan akan meningkat, dan diatas angka yang diperkirakan untuk menurun disebabkan oleh kekurangan sumber daya. Kapasitas pembawa akan berbeda untuk tiap kelompok manusia dalam sebuah lingkungan tempat tinggal, disebabkan oleh jenis makanan, tempat tinggal, dan kondisi sosial dari masing-masing lingkungan tempat tinggal tersebut.

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan 3.1.1 Daya Dukung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Daya Tampung Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan atau komponen lain yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. 3.1.2 Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu dari waktu ke waktu. Perubahan besarnya penduduk suatu wilayah atau suatu Negara ditentukan oleh 4 parameter kependudukan, yaitu fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian), imigrasi (migrasi ke dalam) dan emigrasi (migrasi ke luar). 3.1.3 Perkembangan jumlah penduduk dunia yang sangat cepat ini akan menimbulkan ledakan penduduk. Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan daya dukung serta daya tampung lingkungan. Ledakan penduduk ini akan menyebabkan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya berkurang, terutama dalam persediaan bahan makanan dan tempat untuk hidup. Walaupun pada jaman modern seperti sekarang ini teknologi sangat membantu dalam mengintensifkan produksi bahan makanan. Bertambahnya jumlah penduduk juga tidak akan terlepas dari pencemaran terhadap lingkungan seiring perkembangan jaman yang mengarah pada industrialisasi. 3.2 Saran Dengan pembuatan makalah ini diharapkan dapat memahami tentang pengaruh perkembangan populasi penduduk terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan, dimana sekarang ini kelestarian lingkungan sebagai sumber dari segala sumber daya semakin mengalami kerusakan. Apabila hal ini terus terjadi, maka akan berdampak pada kualitas hidup penduduk itu sendiri.

10