Anda di halaman 1dari 3

(Jenis-Jenis Penelitian

)
3. Penelitian Berdasarkan Tingkat Eksplanasi Eksplanasi artinya penjelasan, tingkat eksplanasi artinya tingkat atau kadar penjelasan. Tingkat penjelasan dalam penelitian bisa dibagi tiga yaitu penelitian deskriptif, komparatif, dan asosiatif. a. Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan terhadap variabel mandiri, tanpa dibandingkan atau dihubungkan dengan variabel lain. Peneliti berusaha mendapatkan data apa adanya kemudian menggambarkan (mendeskripsikan) apa adanya. Kinerja peneliti dalam penelitian ini mirip kinerja seorang fotografer, fenomena atau variabel yang diteliti didata karakteristiknya (difoto) kemudian dijelaskan seperti apa adanya (dicetak jadi foto yang menggambarkan objek apa adanya. Contoh: penelitian terhadap kemampuan menulis paragraf siswa kelas VII SMP 20 Bandung tahun pelajaran 2005-2006. Pengumpulan data dilakukan dengan cata tes menulis paragraf. Hasil tes kemudian dideskripsikan untuk menggambarkan tingkat kemampuan atau keterampilan siswa SMP tersebut dalam menulis paragraf. b. Penelitian Komparatif Penelitian komparatif adalah penelitian yang bersifat membandingkan dua variabel atau lebih. Kedua variabel bisa jadi tidak berhubungan atau mandiri. Tujuan penelitian ini antara lain untuk bisa menentukan mana yang lebih baik atau mana yang sebaiknya dipilih. Contoh : perbandingan kemampuan membaca siswa laki-laki dan siswa perempuan di SDN I Sayang Sumedang. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan tes kemampuan membaca siswa laki-laki dan perumpuan. Hasil tes kelompok laki-laki dan perempuan dipisahkan. Lalu dilakukan perhitungan jumlah dan rata-rata hasil tes kedua kelompok. Dari ratarata hasil tes sudah bisa dilihat ada tidaknya perbedaan. Tetapi untuk mengetahui lebih pasti signifikan tidaknya perbedaan itu, bisa dilakukan pengujian secara statistik yaitu dengan menggunakan uji t (T-test) atau ANOVA.

c. Penelitian Asosiatif Penelitian asosiatif adalah penelitian yang berusaha mencari hubungan antara satu varibal dengan varibal lain. Hubungannya bisa simetris, kausal, atau interaktif. Hubungan simetris adalah hubungan anatara dua variabel yang bersifat sejajar, sama. Contoh penelitian asosiatif simetris : hubungan antara kemampuan matematis dengan kemampuan berbahasa.

percakapan. kalimat. metode. karya sastra. teknik-teknik pembelajaran. Hubungan interaktif adalah hubungan antar variabel yang saling mempengaruhi. kajian . dll. kita bisa mengelompokkannya menjadi kelompok bahan ajar kebahasaan. kalimat. penguasaan metode dan teknik . aspek yang berkaitan dengan bahasa (fon. paragraf. frasa. rung lingkupnya bisa mencakup : aspek yang berkaitan dengan pengajaran (guru. Teknik analisis penelitian asosiatif menggunakan teknik analisis kuantitatif (statistik). sarana-prasarana. suku kata. dan wacana. morfem. Salah stu yang bisa dijadikan objek penelitian adalah unsur guru. D. sastra Indonesia dan daerah. Contoh penelitian kausal : pengaruh kekerapan membaca terhadap kemampuan efektif membaca. Topik-topik yang bisa digali dan dijaikan objek penelitian yang terkait dengan guru antara lain: tingkat pendidikan. Setidaknya. kejadian-kejadian di sekitar kita. lingkungan sosial dll. Dalam bidang pengajaran bahasa dan sastra indonesia. frasa. meliputi unsur guru.Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab-akibat. fonem. Bidang kebahasaan. sejarah sastra. Misalnya.). ataupun informasi tentang apa saja bisa dijadikan objek penelitian. Untuk program studi pendidikan bahasa. Pada setiap bidang kajian terdapat banyak sekali topik-topik yang potensial dijadikan objek penelitian. fakta-fakta. atau gabungan dari aspek-aspek tadi yaitu aspek pengajaran bahasa atau aspek pengajaran sastra. aspek yang berkaitan dengan sastra (teori sastra. apresiasi sastra. wacana). Kedudukannya begitu penting. ujaran. klausa. ejaan. kreasi sastra). kurikulum. siswa. latar belakang sosial-ekonomi. Ruang lingkup tersebut bisa dilihat sebagai bidang kajian penelitian bagi para mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir atau penyusunan skripsi. morfem. klausa. selagi hal itu dirasakan perlu dan bisa diteliti. Contoh : Hubungan kepandaian dengan kekayaan (Diasumsikan kepandaian membuat orang bisa kaya. dan keterampilan bersastra. data-data. Fenomena alam. Ruang Lingkup Penelitian Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbicara tentang ruang lingkup penelitian pengajaran bahasa dan sastra Indonesia berarti berbicara tentang cakupan dan apa saja yang bisa dijadikan objek penelitian. Unsur guru sangat potensial dijadikan objek penelitian. materi. gaya mengajar. bendabenda. Bidang kajian yang terkait dengan materi atau bahan ajar juga sangat banyak. Salah satu variabel (independen) mempengaruhi variabel yang lain (dependen). naskah sastra. dan sebaliknya karena kaya orang mempunyai biaya untuk belajar sehingga pandai). materi atau bahan ajar. media. yaitu pengajaran. cara pandang guru terhadap siswa dll. ekspresi sastra. siswa. paragraf. kesastraan. Apapun bisa dijadikan objek penelitian. kurikulum. kepala sekolah dan pengelola. bisa dikatakan sebagai faktor utama dalam pendidikan. Perhitungan untuk mengatahui hubungan dan pengaruh antar variabel itu antara lain perhitungan koefesien korelasi rank Spearman dan Person Product moment. kata. metode pembelajaran. keterampilan berbahasa. Setiap aspek tersebut bisa dipecah lagi menjadi topik-topik yang lebih spesifik. mencakup kajian terhadap bunyi. Bidang kajian pertama. penguasaan materi.

dan modern). merangkai paragraf. . Sebagai contoh. Penjabaran bidang kajian menjadi cabang. Jumlah karya sastra seperti puisi. menyusun karangan dll. tanda baca. bisa dipecah lagi menjadi topik yang lebih spesifik seperti kata ulang. prosa. penguasaan siswa dalam pelafalan huruf. pemecahan masalah dll. Misalnya. Untuk kata jadian. kata berimbuhan. bahkan ranting (topik yang sangat spesifik) bisa kita lakukan untuk mencari dan memilih objek penelitian yang feasible (bisa) dilakukan untuk penulisan skripsi. baru. penggunaan kata berafiks dalam kalimat. tanya-jawab. Itu semua bisa dijadikan topik kajian penelitian untuk skripsi.bidang ejaan saja bisa dipecah lagi menjadi kaidah penulisan kata. dan drama. kemampuan menggunakan frasa. inkuiri. bisa dijabarkan berdasarkan jenis karangannya (deskripsi. topikal. maupun teknik mengajar (bertanya. bisa dikaitkan dengan tingkat kompetensi siswa. dll. angka dll. Setiap jenis bentuk karya tersebut beragam bisa dilihat dari bentuk formalnya. kata jadian. argumentasi. eksposisi. ceramah dll. Untuk bidang karya sastra saja. dan persuasi) atau berdasarkan pola pengembangannya (kronologis. narasi. jigsau. Banyaknya variasi dan temuan-temuan baru tentang model. Bidang kajian yang terkait dengan siswa. prosa. menyusun kalimat. Bidang kajian yang terkait dengan pembelajaran.) yang bisa dijadikan bahan eksperimen penelitian. Kita mengetahui bahwa banyak sekali model mengajar (sinektik. bisa dipecah menjadi kata dasar. dll. dan teknik pembelajaran bisa kita jadikan topik penelitian. yang berkaitan dengan kemampuan mengarang.).). Bidang kajian yang menyangkut sastra juga sangat luas. strategi. Setiap contoh bidang kaian tersebut bisa dijabarkan lebih detail lagi. maupun masanya (sastra lana. metode mengajar (simulasi. penguasaan jenis-jenis morfem. Untuk bidang kajian kata. metode. ada jenis puisi.). Kompetensi tersebut bisa dikaitkan langsung dengan bahan ajar. tugas. sebab-akibat. dan drama pun tidak terhitung jumlahnya. dan kata majemuk. metode. antara lain pemilihan dan penggunaan model. huruf. ceramah. ataupun teknik pembelajaraan.