Anda di halaman 1dari 65

PUTUSAN Nornor: 01 KlPIDIHAM.AD.

HOC/2003

DEMI KEADILAN BERDASARKAN MAHKAMAH memeriksa

KETUHANAN AGUNG

YANG MAHA ESA

perkara pidana dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan

sebagai berikut: Mahkamah Agung tersebut; Membaca putusan Pengadilan Negeri di Jakarta Pusat tanggal Agustus 2002 Nomor: 03/PID.BIHAM.AD-HOC/2002/PN.JKT.PST. 15

dalam

putusan mana para terdakwa: 1. KOLONEL INF. DRS. HERMAN SEDYONO, temp at lahir

Malang, umur 54 tahun/tanggallahir

12 Oktober 1947, jenis kelamin

laki-laki, kebangsaan Indonesia, tempat tinggal Bonorejo 1/34 CSolo, agama Katolik, pekerjaan anggota ABRl (Mantan Bupati

KDH TK.II Kovalima Timor-Timur), pendidikan AKABRlISarjana; 2. KOLONEL CZI. LILIEK KOESHADIANTO, lahir 18 Nopember temp at lahir 1952, jenis

Madiun, umur 49 tahun/tanggal

kelamin laki-laki, kebangsaan Indonesia, tempat tinggal di Jalan Adityawarman NoAO Surabaya, agama Islam, pekerjaan anggota

ABRl (Mantan PLH. Dandim 1635 Suai Timor-Timur), pendidikan AKABRl ; 03. AJUN KOMISARIS BESAR POLISI DRS.GATOT SUBIYAK-

TORO, tempat lahir Blitar Jawa Timur, umur 42 tahun/tanggal lahir 17 Oktober 1959, jenis kelamin laki-laki, kebangsaan Indonesia, tempat tinggal di Jalan A. Yani No.2 Maros Sulawesi Selatan, agama Islam, pekerjaan anggota POLRl (Mantan Kapolres Suai

Timor-Timur), pendidikan S.lIScspim POLRl ; 4. MAYOR INF ANTERI ACHMAD SYAMSUDIN, tempat lahir Tangerang Jawa Barat, umur 38 tahun/tanggal lahir 21 Juni 1964, jenis kelamin laki-laki, kebangsaan Indonesia, tempat tinggal di PLP

2

Curug Tangerang, agama Islam, pekerjaan anggota ABRI/TNI AD (Mantan Kasdim 1635 Suai Timor-Timur), pendidikan AKMIL ; 5. MAYOR INFANTERI SUGITO, tempat lahir Banyuwangi Jawa Timur, umur 50 tahun/tanggallahir 14 Juni 1952, jenis kelamin laki-

laki, kebangsaan Indonesia, temp at tinggal di Asrama Kodim 1604 Kupang, agama Kristen Protestan, pekerjaan anggota ABRI/TNI

AD (Mantan Danramil Suai Timor- Timur), pendidikan STM ; Para Termohon kasasi berada diluar tahanan: Yang diajukan dimuka persidangan Pengadilan Negeri tersebut karena didakwa: PRIMAIR Bahwa mereka para terdakwa yaitu terdakwa 1. Drs.Herman Sedyono selaku Bupati KDH TK.II Covalima, terdakwa 2. Liliek Koeshadianto selaku Plh. Dandim 1635 Suai, terdakwa 3. Drs.Gatot Subiyaktoro selaku Kapolres

Suai, terdakwa 4. Achmad Syamsudin selaku Kasdim 1635 Suai dan terdakwa V. Sugito selaku Danramil Suai Kabupaten Covalima yang identitas

selengkap-nya sebagaimana tersebut diatas baik bertindak sendiri-sendiri atau secara bersama-sama dan bersekutu dengan kelompok Pro Integrasi Timor

Timur (Izedio Manek, Olivio Mandoza Moruk alias Olivia Mou, Martinus Bere, Motornus, Vasco Da Cruz, dan Martins Dongki Alfon (anggota Laksaur), Serda I Gede Santika, Sertu I Wayan Suka Antara, Serda Sony Iskandar, Serda Americo Serang, Serda Raul Hale, Serda Alarico Pereira, Praka Alfredo

Amaral (Anggota TNI Kodim 1635 Suai) dan Serda Budi, Serma Syamsudin, Serka Made Suara, Sertu Arnolus Nanggalo dan Serda Martinus Bere (Anggota POLRI), yang masing-masing akan diajukan ke Pengadilan secara terpisah kecuali Olivio Mendoza Maruk yang telah meninggal dunia, pada tanggal 6 September 1999 sekitar pukul 14.00 WIT atau setidak-tidaknya pada waktuwaktu lain dalam bulan September 1999 bertempat dihalaman pekarangan/ komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai Timor Timur atau ditempat-tempat lain .

/

,

3

lain dimana Pengadilan Hak Asasi Manusia Ad Hoc pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat berwenang memeriksa dan memutus (berdasarkan ketentuan pasal 2 KEPRES Nomor 96 Tahun 2001 tanggal 1 Agustus 2001), para terdakwa 1,2,3,4 dan 5 selaku atasanlkomandan militer yang efektif tidak melakukan pengendalian terhadap bawahanlpasukannya yang berada dan pengendaliannya yang efektif dibawah kekuasaan

atau dibawah komando dan pengendalian

yang efektifyaitu mereka terdakwa 1,2,3,4 dan 5 mengetahui atau secara sadar mengabaikan pasukannya informasi yang secara jelas menunjukkan bahwa bawahanl

sedang melakukan atau baru saja melakukan perbuatan yang yang

dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistimatis

ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil dan mereka para terdakwa 1, 2,3,4 dan 5 tidak melakukan atau tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan dalam ruang lingkup kewenangannya untuk mencegah atau

menghentikan pclakunya

perbuatan

bawahan/pasukannya

tersebut

atau menyerahkan

kepada pejabat yang berwenang yang dilakukan penyidikan dan

penuntutan yakni terdakwa-l selaku penanggung jawab dibidang pemerintahan umum dan pembangunan, terdakwa-2 selaku penanggung jawab dibidang

kcamanan, terdawa 3 selaku penanggung jawab dibidang pernbinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, terdakwa-4 jawab dibidang keamanan dan terdakwa-5 di wilayah juga bertanggung Kabupaten Tk.II

masing-masing

Covalima/Kecamatan kewenangannya

Suai tidak melakukan tindakan-tindakan perundang-undangan

sesuai dengan sehingga

berdasarkan

yang berlaku

terjadi penyerangan terhadap penduduk sipil yang berada I berlindung di dalam komplek Gereja Ave Maria Suai yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak

± 27(duapuluh

tujuh) orang yang terdiri dari

17(tujuh belas) orang

laki-laki dan 10(sepuluh) orang perempuan. Dari 17(tujuh bel as) korban lakilaki tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat biasa dan 3(tiga) orang pastur yaitu atas nama: l. Pastur Tarsisius Dewanto, 2. Pastur

Hilario Madeira dan 3. Pastur Franssisco Soares ; bahwa .

Bahwa untuk keperluan operasional dari organisasi Laksaur dan Mahidi tersebut perlengkapan dan latihan (pembinaan) dilakukan oleh Kodim 1635 Suai dan Koramil Suai dimana terdakwa II selaku penanggung jawab atau sedangkan honorarium/gaji anggota Laksaur dan Mahidi pengendalinya diberikan oleh Pemda Tingkat II Covalima .I dan terdakwa V tersebut di- menempuh kebijaksanaan untuk melakukan jajak pendapat bagi rakyat Timor Timur Nomor 3 tahun 1999 tanggal 18 Mei 1999 tentang berdasarkan Kepres Tim Pengamanan Pelaksanaan Persetujuan antara Republik Indonesia dengan Portugal mengenai masalah Timor.Il.13/Menko/Polkam/1999 tentang Satuan Tugas Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI selaku Ketua Tim Pengamanan Pelaksanaan Persetujuan RI Portugal mengenai masalah Timor Timur dengan mengambil kebijaksanaan untuk mengadakan jajak pendapat bagi rakyat Timor Timur untuk menentukan pilihannya apakah akan tetap bergabung dengan pemerintah RI atau akan ikut bagian dari pemerintahan yang berdiri sendiri (Pro Kemerdekaan) yang dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 1999 maka Pemerintah Daerah Tk.Timur yang kemudian disusul dengan dikeluarkannya Presiden Nomor 5 tahun 1999 tentang langkah-langkah rangka pelaksanaan Portugal mengenai persetujuan antara Republik Instruksi pemantapan dalam dan Republik Indonesia masalah Timor Timur dan dijabarkan dengan Keputusan tanggal 2 Juni 1999 Menko Polkam Nomor Kep.IV lakukan dengan cara-cara sebagai berikut : Bahwa setelah Pemerintah R. .ll Covalima (terdakwa 1) bertempat di gedung Wanita Suai ... 4 Bahwa perbuatan terdakwa I.I Timor Timur yang tergabung mendirikan organisasi/kelompok masyarakat Pro Integrasi dalam Pam swakarsa antara lain yang disebut Mahidi dan Laksaur dibawah pimpinan Olivio Mandoza Moruk alias Olivia Mou yang kemudian diresmikanl dikukuhkan oleh Bupati KDH Tk. .Ill. Bahwa selanjutnya setelah adanya pengumuman pada tanggal 30 Agustus 1999 hasil jajak pendapat bagi warga Timor Timur yang dimenangkan oleh .

Dari 17(tujuh belas) korban laki. Sertu I Wayan Suka Antara. Serka Made Suara. Serda Alarico Pereira.STRJ551/1999 pemberlakuan jam malam di wilayah Timor Timur . Bahwa dari situasi yang memanas setelah adanya jajak pendapat terberkembang dan berlanjut sebut kemudian pada tanggal 6 September 1999 dengan adanya serangan yang meluas yaitu tindakan oleh kelompok masyarakat pro integrasi yaitu antara lain oleh Izedio Manek. Serda I Gede Santika. Motomus. Olivio Mandoza Moruk alias Alivia Mou. dan Martin Dongki Alfon (anggota Laksaur). para Biara dan Biarawati yang berjumlah mengungsi di komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai . yang selanjutnya pemerintah memberlakukan status Timor Timur menjadi status darurat sipil .. yang terdiri dari 17 (tujuh belas) orang laki-laki dan 10(sepuluh) orang perempuan. mengumumkan September 1999. 5 oleh kelompok pro kemerdekaan. Serda Raul Hale.. Senna Syamsudin. Serda Sony Iskandar. Pangdam IXlUdayana mengeluarkan perintah kepada Danrem surat telegram NO. Sertu Arnolus Nanggalo dan Serda Martinus Bere (Anggota POLRI). maka anggota masyarakat yang berasal dari kelompok masyarakat kota Suai. Praka Alfredo Amaral (Anggota TN! Kodim 1635 Suai) dan serda Budi. Martinus Bere. Bahwa mulai tanggal 3 September 1999 akibat situasi yang memanas tersebut diatas. Serda Americo Serang. yaitu tindakan penyerangan terhadap penduduk sipil termasuk para Biara dan Biarawati yang mengungsi dan berada di dalam Komplek Gereja Katholik Ave Maria tersebut dengan menggunakan senjata api maupun senjata api rakitan serta dengan menimbulkan akibat yang menggunakan senjata tajam yang meluas yaitu antara lain mengakibatkan korban penduduk sipil yang menggungsi di dalam Gereja Katholik Ave Maria tersebut meninggal dunia ± 27 (duapuluh tujuh) orang. kemudian timbul situasi yang memanas dan terjadi ketegangan serta bentrokan antara kelompok yang menyatakan diri pro kemerdekaan dan kelompok pro integrasi. Bahwa berdasarkan 164/WD melalui pertimbangan ± 2000 orang situasi tersebut pada tanggal 5 untuk. yang masing-masing akan diajukan ke Pengadilan secara terpisah. . Vasco Da Cruz..

. Drs. 2.Herman Sedyono selaku Bupati KDH TK. Liliek Koeshadianto selaku sebagai bagian Ave Maria Suai untuk melakukan Dandim 1635 Suai dan terdakwa 3. selanjutnya para anggota milisi dibawah pimpinan Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou pergi menuju ke komplek Gereja Katholik penyerangan . Liliek Koeshadianto dan terdakwa 3 Drs.2 dan terdakwa 3) bersama-sama mendatangi temp at di Komplek Gereja Khatolik Ave Maria kejadian penyerangan tersebut yaitu Suai. Pastur Franssisco Soares Penggalian kuburan dan pemeriksaan Forensik FKUI No.3002/SK-II/XI/1999. Bahwa pada saat terjadinya penyerangan terhadap penduduk sipil yang berada di dalam komplek Gereja Khatolik Ave Maria Suai tersebut para terdakwa diatas melakukan tindakan atau perbuatan-perbuatan dari serangan dimaksud yaitu : Bahwa terdakwa 1. .Gatot Subiyaktoro selaku Kapolres Suai setelah mendengar suara letusan senjata api dari arah Komplek Gereja Khatolik Ave Maria Suai yang diperkirakan terjadi bentrokan antara kelompok pro integrasi dengan kelompok pro kemerdekaan. yang waktu itu ada juga terdakwa 2.TT. terdakwa kemudian mereka para (terdakwa 1. Herman Sediyono selaku Bupati Covalima. Bahwa sebelum terjadi penyerangan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran terhadap penduduk sipil yang berada di dalam komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai masyarakat Pro Integrasi tersebut. Gatot Subiyaktoro. Bahwa . Drs. Drs.II Covalima bersama-sama dengan terdakwa 2. Pastur Tarsisius Dewanto. sebelumnya mereka oleh kelompok (anggota Milisi Laksaur) dipimpin oleh Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou pada ± pukul 09. Pastur sesuai dengan Laporan Hilario Madeira dan 3.6 laki-laki tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat biasa dan 3(tiga) orang pastur yaitu atas nama: 1.00 Wita berkumpul ditempat kediaman terdakwa 1.

.... disitu sedang terjadi penyerangan oleh kelompok pro integarsi diantaranya dari Laksaur dibawah pimpian Olivio Moruk terhadap penduduk menggunakan senjata api maupun senjata api rakitan .... Bahwa pada saat itu yaitu saat terjadinya penyerangan terhadap penduduk sipil yang berlindung dan menguasai Khatolik Ave Maria Suai.. pengamanan kerusuhan setelah pro kemerdekaan adanya jajak pendapat yang dimenangkan oleh kelompok tersebut serta tidak melakukan pengamanan. terdakwa 2 dan terdakwa 3) datang dan berada disekitar Komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai tersebut. yang dalam pelaksanaannya oleh Kasdim 1635 Suai 4) adalah bahwa satuan atau personil dari Kodim 1635 Suai di Mayor Achmad Syamsudin tidak mengamankan bawah Komando terdakwa keadaan dan mencegah penyerangan serta tidak berusaha menarik pasukanl kelompok . perawatan terhadap para korban sebagai akibat tindak penyerangan terhadap penduduk yang ada di Komplek Gereja Katholik Suai tersebut. umum pemerintah dan pembangunan ternyata tidak atas kemungkinan terjadinya melakukan tindakan pencegahan. terdakwa 1 Herman Sedyono telah lebih dahulu meninggalkan temp at kejadian menuju ke rumah kediamannya .II Covalima. menyelamatkan serta memberitahukan kepada para keluarga korban . Bahwa terdakwa 2 Liliek Koeshadianto selaku Plh Dandim 1635 Suai yang semestinya ikut bertanggungjawab dibidang keamanan di wilayah Covalima Propinsi Timor Timur ada di tempat kejadian penyerangan terhadap penduduk sipil di komplek Gereja Katholik Suai tersebut kemudian mcmerintahkan kepada bawahannya cq.. yaitu tidak segera berusaha untuk segera mengetahui adanya para korban baik yang meninggal dunia ataupun yang luka-luka dan mengamankan. . Bahwa sebelum selesai penyerangan terhadap Gereja Katholik Ave Maria Suai oleh kelompok Pro Integrasi. Kasdim 1635 Suai Syamsudin mengatasi (terdakwa (terdakwa 4) untuk mengerahkan seluruh Mayor Achmad personilnya gun a keadaan.7 Bahwa pada saat para terdakwa (terdakwa 1. selaku penanggungjawab didalam Komplek Gereja sipil dengan terdakwa 1 selaku Bupati KDH Tk.

terdakwa 3 dalam menjabarkan rencana Operasi Hanoin Larosae I 1999 dan Rencana Operasi Hanoin Larosae II 1999 tidak melakukan tindakan-tindakan hukum dan tindakan pengamanan sebagaimana mestinya tersebut atau melakukan pembiaran dimana seharusnya antisipasi guna untuk mengatasi kerusuhan/penyerangan terjadinya penyerangan terhadap penduduk sipil dimaksud terdakwa 3 selaku Kapolres Suai melakukan upaya-upaya mencegah terjadinya penyerangan tersebut padahal indikasi-indikasi kearah itu ada sejak selesainya pelaksanaan jajak pendapat yang dimenangkan kelompok pro kemerdekaan . Bahwa terdakwa 5 (Lettu Sugito) selaku Danramil Suai yang seharusnya ikut bertanggung jawab dibidang keamanan di wilayahnya justru datang ketempat Ilokasi kejadian yaitu di Komplek Gereja Katholik Suai pada saat dan setelah """" ". Bahwa disamping itu terdakwa 2 Liliek Koeshadianto selaku Plh Dandim 1635 Suai tidak melakukan upaya pencegahan mengantisipasi terjadinya penyerangan yang maksimal untuk di Gereja Katholik Suai tersebut karen a sejak tanggal 5 September 1999 telah terjadi peristiwa yang merupakan indikasi akan terjadinya keadaan tersebut yaitu penghadangan oleh kelompok pro integrasi terhadap 130 orang stafUNAMET yang akan mengungsi ke Dili . Bahwa terdakwa 3 Drs.Gatot Subiyaktoro selaku Kapolres Suai sebagai Kabupaten Covalima penanggungjawab penuh bidang Kamtibmas di wilayah yang berada dilokasi sekitar kejadian yaitu di Komplek Gereja Katholik Suai bersama-sama terdakwa 1 Drs.Herman Sedyono dan terdakwa 2 Liliek Koeshadianto yang pada saat itu sedang terjadi penyerangan oleh kelompok pro integrasi (Laksaur) terhadap penduduk sipil yang mengungsi di dalam Gereja Katholik Suai. oleh .8 kelompok masyarakat yang tergabung dalam Laksaur tetapi justru mendukung dan turut bergabung dengan kelompok pro integrasi (Laksaur) melakukan penyerangan terhadap penduduk sipil yang berada/mengungsi di dalam Komplek Gereja Katholik Suai tersebut atau melakukan pembiaran adanya penyerangan yang dilakukan oleh kelompok pro integrasi (Laksaur) terhadap penduduk sipil di komplek gereja tersebut .

mayat-mayat dimasukkan ke dalam mobil diangkut ke daerah Betun untuk dikuburkan tanpa diketahui oleh sanak saudaranya . diberitahukan Lettu Sugito dengan kepada keluarga para korban. Drs.. Bahwa dilokasi tersebut terdakwa 5 (Lettu Sugito) mendapatkan mayatmayat para korban penyerangan oleh kelompok pro integrasi yang berserakan di dalam dan di luar gereja tersebut termasuk diantaranya mayat 3(tiga) orang Pastor Gereja Khatolik Suai tersebut.II Covalima. Achmad Syamsudin selaku Kasdim 1635 dan terdakwa 5. Pasal 55 ayat (1) kc-2 KUHP. dilakukan identifikasi. terdakwa 2. Drs.. Sugito selaku Danramil Suai Kabupaten sebagaimana Covalima. jis Pasal 9 huruf a. Dandim 1635 Suai. terdakwa 4. pada waktu dan temp at diuraikan dalam dakwaan Primair telah melakukan pembantuan pelanggaran Hak Asasi Manusia berat yang berupa untuk dilakukannya kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh kelompok Pro Integrasi antara lain oleh Izedio Manek...I • 9 setelah terjadinya penyerangan oleh kelompok pro integrasi (Laksaur) terhadap penduduk sipil yang sedang mengungsi karen a situasi keamanan yang tidak kondusif setelah pelaksanaan jajak pendapat bagi warga Timor Timur yang dimenangkan oleh kelompok anti integrasi . Serda I Gede . Olivio Mandoza Moruk alias Alivia Mou..Gatot Subiyaktoro selaku Kapolres Suai. tetapi oleh terdakwa 5 menyuruh 4(empat) orang warga masyarakat diantaranya bernama Motornus. Pasal 42 ayat (1) a.. Vasco Da Cruz. terdakwa 3. Liliek Koeshadianto selaku Plh.. Pasal 37. Bahwa perbuatan para terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 7 huruf b. oleh terdakwa 5 (Lettu Sugito) mayat- mayat tersebut tidak diperlakukan sebagaimana mestiya antara lain koordinasi dengan instansi/pihak-pihak terkait..b Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000.Herman Sedyono selaku Bupati KDH TK. Motornus. SUBSIDAIR: Bahwa mereka para terdakwa yaitu terdakwa 1.. dan Martin Dongki Alfon (anggota Laksaur). . Martinus Bere.

5 tahun 1999 dan dijabarkan dengan Keputusan Menko Polkam No. Bahwa sebelum terjadi penyerangan terhadap penduduk sipil yang berada di dalam komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai oleh kelompok masyarakat pro integrasi yang tergabung dalam kelompok Milisi Laksaur dipimpin oleh Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou pada ± pukul Bupati 09. Serda Alarico Pereira. Bahwa mulai tanggal 3 September 1999 akibat situasi yang memanas tersebut diatas. Herman Sediyono selaku . Serma Syamsudin. yang oleh para terdakwa dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: Bahwa berdasarkan KEPRES No.Kep-131 Polkaml6/1999 tanggal 12 Juni 1999. Drs. maka anggota masyarakat yang berasal dari kelompok masyarakat kota Suai. Pangdam IX/Udayana mengeluarkan perintah kepada Danrem 164/WD melalui surat telegram No. Serka Made Suara. Pemerintah RI mengambil kebijaksanaan untuk melakukan jajak pendapat bahwa warga Timor Timur yang dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus integrasi 1999 untuk menentukan opsi/pilihan untuk menyatakan dengan pemerintah RI atau memisahkan diri dari pemerintah Rl yang hasilnya dimenangkan oleh kelompok pro kemerdekaan maka situasi keamanan di wilayah Timor Timur menjadi memanas . Praka Alfredo Amaral (Anggota TNI Kodim 1635 Suai) dan serda Budi. .I No.10 I Gede Santika.STRl55111999 untuk mengumumkan pemberlakuan jam malam di wilayah Timor Timur . para Biara dan Biarawati yang berjumlah mengungsi di komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai . yang masing-masing perkaranya akan diajukan ke persidangan secara terpisah (kecuali Olivio Mendoza Maruk alias Olivia Mou yang telah meninggal dunia). Sertu I Wayan Suka Antara. Bahwa berdasarkan pertimbangan ± 2000 orang situasi tersebut pada tanggal 5 September 1999. Serda Americo Serang. Serda Sony Iskandar. Serda Raul Hale.43 tahun 1999 dan INPRES R.00 Wita berkumpul ditempat kediaman terdakwa 1. Sertu Amolus Nanggalo dan Serda Martinus Bere (Anggota POLRI).

yang masing-masing terdakwa ini akan diajukan ke persidangan secara terpisah (kecuali Olivio Mendoza Maruk alias Olivia Mou yang telah meninggal dunia). Sertu I Wayan Suka Antara. Herman Sedyono selaku Bupati KDH.II Covalima dan selaku Pejabat yang meresmikan Imengukuhkan Laksaur diwilayah Covalima dan memberi gaji honor bagi anggota Laksaur. Bahwa situasi yang memanas sebagai akibat adanya hasil jajak pendapat tersebut kemudian pada tanggal 6 September 1999 berlanjut dengan tindakan oleh kelompok pro integrasi yang tergabung dalam Laksaur yang antara lain dilakukan oleh Izedio Manek. 11 Bupati KDH Tk. . terdakwa 1 Herman Sedyono telah lebih dahulu meninggalkan tempat kejadian menuju ke rumah kediamannya . terdakwa 2 Letkol CZI. yang waktu itu ada juga terdakwa 2.. Liliek Koeshadianto selaku PLH Dandim 1635 Suai dan selaku Pembina memberikan yang . Sertu Arnolus Nanggalo dn Serda Martinus Bere (Anggota POLRl). Motornus. Serka Made Suara. Gatot Subiyaktoro. Serda Alarico Pereira. para terdakwa yaitu terdakwa 1 Drs. selanjutnya para anggota milisi dibawah pimpinan Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou pergi menuju ke komplek Gereja Katholik penyerangan .. Serda Sony Iskandar. Tk. dan. Vasco Da Cruz. Bahwa dengan adanya penyerangan bersenjata terhadap penduduk sipil di dalam Gereja Katholik Ave Maria Suai tersebut. yaitu tindakan penyerangan terhadap penduduk sipil yang bcrada di dalam komplek Gereja Katholik Suai tersebut dengan menggunakan senjata api maupun senjata api rakitan dan senjata tajam lainnya yang mengakibatkan ± 27 orang meninggal dunia diantaranya 3(tiga) orang Pastor yang bertugas di Gereja Ave Maria tersebut .Martin Dongki Alfon (anggota Laksaur). Serda Raul Hale. Serda I Gede Santika. Serda Americo Serang. Ave Maria Suai untuk melakukan Praka Alfredo Amaral (Anggota TNl Kodim 1635 Suai) dan Serda Budi. Olivio Mandoza Moruk alias Alivia Mou. Liliek Koeshadianto dan terdakwa 3 Drs. Martinus Bere. Bahwa sebelum selesai penyerangan terhadap Gereja Katholik Ave Maria Suai oleh kelompok Pro Integrasi. Serma Syamsudin.II Covalima.

Sugito yang secara keseluruhan para terdakwa selaku penanggung jawab dibidang pemerintahan. LEBIH SUBSIDAIR: KHUSUS TERDAKWA DRS. Achmad Syamsudin selaku Kasdim 1635 Suai dan terdakwa 5 Lettu lnf.II Covalima mereka para terdakwa segera melakukan tindakan-tindakan yang diperlukan termasuk tindakan hukum sesuai dengan ketentuan perundangundangan yang berlaku (pencegahan.. Pastur Franssisco Soares Penggalian kuburan dan pemeriksaan Forensik FKUI No. Pastur sesuai dengan Laporan Hilario Madeira dan 3. seharusnya pembangunan dan keamanan di daerah Tk. Dari 17(tujuh belas) korban lakilaki tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat biasa dan 3(tiga) orang pastur yaitu atas nama: 1.. Pasal 9 huruf a. " .. Pasal 37 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.. atau berupa pembinaan berlangsungnya kejahatan kemanusiaan yang merupakan bagian dari serangan yang meluas atau sistimatik terhadap kelompok penduduk sipil yang berada dilokasi Gereja Katholik Ave Maria Suai oleh kelompok Pro tersebut yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa yaitu Integrasi/Laksaur terbunuhnya 27(dua puluh tujuh) orang yang terdiri dari 17(tujuh belas) orang laki-laki dan 10(sepuluh) orang perempuan. terdakwa 3 Letkol Pol Drs. terdakwa 4 Mayor lnf.. bantuan perlengkapan.. bantuan dana. Pastur Tarsisius Dewanto.. 12 memberikan dukungan perlengkapan dan pelatihan terhadap anggota Laksaur.. penangkapan atau penahanan terhadap pelaku atau penyerang dan lain-lain) tetapi para terdakwa tidak melakukan tindakan-tindakan yang dimaksus dan justru membantu kelompok penyerang dengan cara memberi kesempatan atau sarana atau kemudahan yaitu antara lain berupa pembinaan. 2.HERMAN SEDYONO : Bahwa .TTJ002/SK-II/XI/1999 Bahwa perbuatan para terdakwa jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran . Gatot Subiyaktoro selaku Kapolres Suai selaku penanggung jawab penuh di bidang Kamtibmas.. tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 41 jis Pasal 7 huruf b...

sebagai koordinator pemerintahan dinasikan tugas-tugas dan pembangunan di daerahnya yang mengkooraparat lainnya baik sipillPOLRI maupun TNI bertanggung jawab secara pidana terhadap pelanggaran HAM yang berat yang dilakukan bawahannya yang berada dibawah kekuasaan dan pengendaliannya yang efektif. terhadap perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistimatik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung kepada penduduk sipil berupa pembunuhan. dan selaku atasan tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan dalam ruang lingkup kewenangannya perbuatan tersebut atau menyerahkan untuk mencegah atau menghentikan pelakunya kepada Pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan. dengan cara-cara sebagai berikut: Bahwa terdakwa selaku Bupati KDH TK. kewajiban dan tanggung jawab yang diemban.II Covalima.5 tahun 1974 dan peraturan pelaksanaannya. bertanggung jawab atas segala IPOLEKSOSBUDAG aspek kehidupan di wilayah baik di bidang maupun dibidang kemasyarakatan . dilapangan dibantu antara lain oleh Camat.II Covalima dalam menjalankan pemerintahannya dibantu oleh para staf.II yang diatur oleh Undang-Undang No.Herman Sedyono selaku Bupati KDH Tk. karena selaku atasan tidak melakukan pengendalian terhadap yaitu atasan tersebut mengetahui atau yang secara jelas menunjukkan bahwa bawahannya secara patut dan benar. Bahwa terdakwa selaku Bupati tahu dan sadar bahwa Bupati selaku Kepala Pemerintahan di daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1974 tersebut memiliki tugas. secara sadar mengabaikan informasi bawahan sedang melakukan atau baru saja melakukan pelanggaran HAM yang berat. . sesuai dengan ketentuan Organisasi Pemerintahan Daerah Tk. penyidikan dan penuntutan. Bahwa .II Covalima telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat yaitu selaku Bupati KDH Tk.13 Bahwa ia terdakwa Drs.II Covalima pada waktu dan temp at sebagaimana diuraikan dalam dakwaan Primair selaku Bupati KDH Tk.

warga transmigrasi asal Bali dan Jawa. kepemim- pinan serta pembinaan terdakwa .14 Bahwa setelah dikeluarkannya KEPRES No. Bahwa terdakwa mengetahui pada saat dilakukannya jajak pendapat untuk menentukan dua Opsi yaitu pilihan untuk memilih Merdeka atau Integrasi terjadi kecurangan-kecurangan di TPS-TPS. Bahwa organisasi yang berada di Kabupaten Covalima tersebut diatas diresmikan/dikukuhkan oleh terdakwa selaku Bupati KDH Tk. Kep-13/Menko/Polkam/6/1999 Mengeluarkan kebijaksanaan tanggal untuk melakukan jajak pendapat bagi warga Timor Timur yang dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 1999 . dimana pada pertemuan tersebut terdakwa mengetahui bahwa untuk menghadapi segala kemungkinan yang timbul setelah dilaksanakan jajak pendapat bagi rakyat Timor Timur dibentuk organisasi kemasyakatan yang biaya atau anggarannya dibebankan kepada RAPBD Tk. 12 Juni 1999. Kapolres Suai serta unsur-unsur masyarakat dan unsur pemerintah lainnya.II Covalima bertempat di Gedung Wanita Suai.43 tahun 1999 dan INPRES RI No. OLeh karena itu secara de fakto organisasiorganisasi tersebut berada dalam kewenangan dan pengawasan. Bahwa sebelum dilaksanakan jajak pendapat untuk menentukan nasib masa depan rakyat Timor Timur. .II Covalima . Bahwa berdasarkan hasil rapat tersebut di Kabupaten Covalima Pam Swakarsa yang dibiayai oleh APBD Tk. pembakaran pos-pos kamling/pos pam swakarsa yang dilakukan oleh kelompok anti integrasi serta perkelahian antar kelompok pro kemerdekaan dan kelompok pro integrasi .II Covalima dan organisasi-organisasi yang bersifat kemasyarakatan yang tergabung dalam Pasukan Pejuang Integrasi atau PPI dan Uni Timor Satria atau Untas antara lain Laksaur dan Mahidi . Pemerintah RI. pembakaran rumah-rumah yang dilakukan ancaman dan teror terhadap oleh kelompok masyarakat pro kemerdekaan. Bahwa . Disamping itu terdakwa juga Kabupaten Covalima terjadi mengetahui bahwa dibeberapa temp at diwilayah penculikan anggota masyarakat. terdakwa melaksanakan pertemuan dengan Dandim 1635 Suai.5 tahun 1999 dan dijabarkan dengan Keputusan Menko Polkam No.

selanjutnya para anggota milisi dibawah pimpinan Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou pergi menuju ke komplek Gereja Katholik penyerangan . Serda Raul Hale. ± Bahwa berdasarkan pertimbangan situasi pada tanggal 5 September 1999 Pangdam IXIUdayana mengeluarkan perintah kepada Danrem 164/WD melalui surat telegram NO. dan Martin Dongki Alfon (anggota Laksaur). Bahwa setelah dikeluarkannya pengumuman jajak pendapat suasana di Suai semakin mencekam dan berkembang dengan tindakan kelompok Pro Integrasi antara lain oleh Izedio Manek.STRf55111999 malam di wilayah Timor Timur. Serda Alarico Pereira. Olivio Mandoza Moruk alias Alivia Mou. Drs. Serda Americo Serang. Sertu I Wayan Suka Antara. Herman Sediyono selaku Bupati KDH TkII Covalima. Martinus Bere. Serda Sony Iskandar. Bahwa sebelum terjadi penyerangan terhadap penduduk sipil yang untuk mengumumkan pemberlakuan jam berada di dalam komplek Gereja Khatolik Ave Maria Suai oleh kelompok masyarakat pro integrasi tersebut.15 Bahwa setelah adanya pengumuman tentang jajak pendapat warga Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999 untuk menentukan opsi/pilihan untuk menyatakan integrasi dengan pemerintah RI atau memisahkan diri dari pemerintah RI yang hasilnya dimenangkan oleh kelompok pro kemerdekaan maka situasi keamanan di wilayah Timor Timur menjadi memanas. Serda I Gede Santika. Liliek Koeshadianto dan terdakwa 3 Drs.00 Wita berkumpul ditempat kediaman terdakwa 1. Gatot Subiyaktoro. Bahwa mulai tanggal 3 September 1999 akibat situasi yang memanas tersebut diatas maka anggota masyarakat yang berasal dari kelompok masyarakat disekitar kota Suai. Ave Maria Suai untuk melakukan . yang waktu itu ada juga terdakwa 2. Praka . sebelumnya mereka (anggota Milisi Laksaur) dipimpin oleh Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou pada ± pukul 09. para Biara dan Biarawati yang berjumlah 2000 orang mengungsi di komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai . Motornus. Vasco Da Cruz.

Bahwa terdakwa dalam melaksanakan tugasnya didukung oleh para staf dan aparat pelaksana informasi dari bawahannyaldari berada dibawah kekuasaannyaldibawah pengendaliannya anak buahnya yang yang efektif. . 16 Praka Alfredo Amaral (Anggota TNI Kodim 1635 Suai) dan Serda Budi. Bahwa perbuatan terdakwa tersebut diatas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal42 ayat (2) jis Pasal 9 huruf a. tidak ada atau tampak secara jelas melakukan pengendalian atau mencegah atau atau menyerahkan pelakunya diantaranya menghentikan perbuatan tersebut anggota milisi Laksaur yang terdiri dari : Izedio Manek. Pasal 37 UndangUndang """"". terdakwa Herman Sedyono telah lebih dahulu meninggalkan temp at kejadian menuju ke rumah kediamannya . Serka Made Suara. terdakwa telah laporan dan telah menerima informasi dari aparat bawahannya diseluruh wilayah Kabupaten Covalima yang telah memanas. Motornus dan Vasco Da Cruz. Martins Dongki Alfon (anggta Laksaur) kepada pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan. tentang situasi namun terdakwa tidak tampak secara jelas melakukan langkah-Iangkah untuk mengendalikan organisasi-organisasi yang berada di bawah pengendaliannya . Bahwa terdakwa baik sebelum. Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou. Pastur Dewanto. Pastur Hilario Madeira dan 3. yaitu tindakan penyerangan terhadap penduduk sipil dan berada di dalam senjata api tajam yang termasuk para biara dan biarawati yang mengungsi komplek maupun Gereja Katholik Suai tersebut dengan menggunakan senjata api rakitan serta menggunakan senjata menimbulkan akibat yang meluas antara lain mengakibatkan korban penduduk sipil yang mengungsi meninggal dunia di dalam Komplek Gereja Katholik Ave Maria Tarsisius ± 27 orang antara lain atas nama : 1. selama dan sesudah dilaksanakan jajak pendapat menerima untuk menentukan nasib rakyat Timor Timur. 2.. Sertu Arnolus Nanggalo dan Serda Martinus Bere (Anggota POLRI). Pastur Franssisco Soares .. penyidikan dan penuntutan . Serma Syamsudin.'. Bahwa sebelum selesainya penyerangan terhadap Gereja Katholik Ave Maria Suai oleh kelompok Pro Integrasi. Martinus Bere.

tindakan penyerangan terhadap penyidikan dan penuntutan.TTI 3002/SK-II/XII1999 . LEBIH SUB SIDAIR : KHUSUS TERDAKW A LILIEK KOESHADIANTO : Bahwa ia terdakwa Liliek Koeshadianto pada waktu dan tempat sebagaimana diuraikan dalam dakwaan Primair selaku Plh.43 tahun 1999 dan INPRES RI No.17 i' Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. sesuai dengan Laporan Penggalian kuburan dan Pastur Franssisco Soares pemeriksaan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik FKUI No. Pastur Tarsisius Dewanto. Komandan Kodim 1635 Suai yang scharusnya bcrtanggung jawab dibidang keamanan di wilayahnya tidak melakukan tindakan yang patut dan diperlukan dalam ruang lingkup kekuasaannya menghentikan pelakunya untuk mencegah perbuatan/tindakan kernungkinan penyerangan terjadinya tersebut kerusuhan atau atau menyerahkan kepada Pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyidikan. dilakukan Bahwa perbuatan tersebut oleh terdakwa Liliek Koeshadianto dengan cara-cara sebagai berikut : Bahwa setelah Pemerintah Republik Indonesia mengambil kebijak- sanaan berdasarkan KEPRES No. sehingga terjadi penduduk sipil yang berada di pekarangan/komplek Gereja Ave Maria Suai dan mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak yang terdiri dari ± 27(dua puluh tujuh) orang 17(tujuh belas) orang laki-laki dan 10(sepuluh) orang perempuan. 2.5 tahun 1999 . . Dari 17(tujuh belas) orang korban laki-laki tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat biasa dan 3(tiga) orang pastur yitu atas nama: 1. Komandan Kodim 1635 Suai Timor Timur atau secara efektif bertindak sebagai Komandan Militer dapat dipertanggung jawabkan terhadap tindak pidana yang berada dalam yuridiksi Pengadilan Hak Azasi Manusia yang dilakukan oleh pasukan yang berada dibawah komando dan pengendalainnya yang efektif dan tindak pidana tersebut merupakan akibat dari tidak dilakukannya pengendalian pasukan secara patut yaitu terdakwa Liliek Koeshadianto selaku Plh. Pastur Hilario Madeira dan 3.

. Bahwa pada tanggal 3 September 1999 akibat situasi yang memanas tersebut di atas maka anggota masyarakat yang berasal dari kelompok masyarakat disekitar kota Suai.STRl55111999 malam di wilayah Timor Timur.l Timor Timur antara lain didirikan organisasi kelompok masyarakat Pro Intergasi yang tergabung dalam Pasukan Pejuang Integrasi (PPI) dan Uni Timor Satria (UNTAS) antara lain yang disebut LAKSAUR dan MAHIDI .Kep-13IMenkol 12 Juni 1999. untuk mengumumkan pemberlakuan jam . Bahwa setelah adanya pengumuman tentang jajak pendapat warga Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999 untuk menentukan opsi/pilihan untuk menyatakan integrasi dengan pemerintah RI atau memisahkan diri dari pernerintah RI yang hasilnya dimenangkan oleh kelompok pro kemerdekaan maka situasi keamanan di wilayah Timor Timur menjadi memanas . Pemerintah RI. Bahwa kelompok Pro Integrasi yang tergabung dalam Laksaur tersebut di wilayah Kabupaten Covalima pembinaannya dilakukan oleh Kodim 1635 Suai dimana terdakwa Liliek Koeshadianto selaku Pembina dan pembinaannya antara lain dilakukan dengan memberikan bantuan perlengkapan dan pelatihannya . Bahwa berdasarkan pertimbangan situasi pada tanggal 5 September 1999 Pangdam IXlUdayana mengeluarkan perintah kepada Danrem 164/WD melalui surat telegram No. mengeluarkan tanggal untuk melakukan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk pilihannya Republik apakah akan tetap Indonesia (Kelompok tergabung Pro (integrasi) dengan yang Kemerdekaan) dilaksanakan pada tang gal 30 Agustus 1999 kemudian timbul situasi yang memanas yaitu ketegangan antara kelompok Pro Integrasi dengan kelompok Pro Kemerdekaan. 18 1999 dan dijabarkan Polkam/6/1999 kebijaksanaan menentukan Pemerintah dengan Keputusan Menko Polkam No.. yang selanjutnya oleh Pemerintah Daerah Tk. para Biara dan Biarawati yang berjumlah + 2000 orang mengungsi di kelompok Gereja Katholik Ave Maria Suai . Bahwa .

Herman Sediyono selaku Bupati KDH Tk.. Serka Made Suara. Gatot Subiyaktoro. dan Martin Dongki Alfon (anggota Laksaur). atau tindakan-tindakan lain untuk mengatasi keadaan serta selaku Dandim serangan tersebut melainkan terdakwa Liliek Koeshadianto 1635 Suai datang ketempat kejadian hanya melakukan semacam peninjauan kemudian meninggalkan temp at terjadinya penyerangan tersebut tanpa melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan kewenangannya ... biarawati yang mengungsi dan berada di dalam komplek Kahtolik Suai.00 Wita berkumpul ditempat kediaman terdakwa 1. Praka Alfredo Ave Maria Suai untuk melakukan Amaral (Anggota TNI Kodim 1635 Suai) dan Serda Budi. tetapi terdakwa Liliek Koeshadianto tidak melakukan sesuai dengan kewenangannya pencegahan yaitu tidak melakukan pengamanan.19 Bahwa sebelum terjadi penyerangan terhadap penduduk sipil yang berada di dalam komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai oleh kelompok masyarakat pro integrasi. selanjutnya para anggota milisi dibawah pimpinan Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou pergi menuju ke komplek Gereja Katholik penyerangan . Olivio Mandoza Moruk alias Olivia Mou.. yang waktu itu ada juga terdakwa 2.. sebelumnya mereka (anggota Milisi Laksaur) dipimpin oleh Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou pada ± pukul 09. Martinus Bere.II Covalima. . Sertu Arnolus Nanggalo dan Serda Martinus Bere (Anggota POLRI). Drs. Sertu I Wayan Suka Antara. Serda Sony Iskandar. Bahwa setelah adanya pengumuman jajak pendapat yang dimenangkan oleh kelompok Pro Kemerdekaan. Serda I Gede Santika... Motornus. Serda Alarico Pereira. situasi semakin memanas yakni pada tanggal 6 September 1999 terjadi serangan yang meluas yaitu tindakan penyerangan oleh kelompok Pro Integrasi yang tergabung dalam Laksaur antara lain oleh Izedio Manek. Bahwa . Serda Raul Hale. Liliek Koeshadianto dan terdakwa 3 Drs. Vasco Da Cruz.. Serma Syamsudin. yaitu tindakan penyerangan terhadap penduduk sipil termasuk para Gereja upaya atau biara dan.. Serda Americo Serang.

.GATOT SUBIY AKTORO : Bahwa ia terdakwa Drs. dimana ia terdakwa mengetahui atau atas dasar keadaan saat itu seharusnya mengetahui atau secara sadar mengabaikan informasi yang secara jelas menunjukkan bahwa bawahannya melakukan pembunuhan pelanggaran Hak Asasi sedang melakukan atau baru Manusia yang berat yaitu saja berupa sebagai perbuatan yang dilakukan sebagai bagiandari serangan yang meluas atau sistimaik yang ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil dan ia terdakwa tidak melakukan atau mengambil tindakan yang layak untuk mencegah atau dan diperlukan dalam ruang lingkup kewenangannya menghentikan perbuatan pasukannya tersebut atau menyerahkan pelakunya kepada .3002/SK-II/XII1999 Bahwa perbuatan terdakwa Liliek Koeshadianto . tersebut diatas. 2.. Dari 17(tujuh belas) korban laki-laki tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat biasa dan 3(tiga) orang pastur yaitu atas nama : 1. sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 7 huruf b jis Pasal 9 huruf a. Pastur Tarsisius Dewanto.Gatot Soebiyaktoro pada waktu dan temp at sebagaimana diuraikan dalam dakwaan Primair selaku Kepala Kepolisian Resort Suai Timor Timur yang efektif/atasan tidak melakukan pengendalian terhadap bawahannya yang berada dibawah komando dan pengendaliannya yang efektif. Pastur Hilario Madeira dan 3. Pastur Franssisco Soares sesuai dengan laporan penggalian kuburan dan pemeriksaan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik FK UI No.b Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM. Pasal 42 ayat (1) Sub a.20 Bahwa penyerangan terhadap penduduk sipil tersebut dilakukan oleh kelompok Pro Integrasi dengan menggunakan senjata api maupun senjata api rakitan serta menggunakan senjata tajam sehingga menimbulkan akibat yang meluas antara lain mengakibatkan korban penduduk sipil yang mengungsi di dalam Komplek Gereja Katholik Ave Maria meninggal dunia sebanyak orang yang terdiri dari 17(tujuh bel as) orang laki-laki danl0(sepuluh) ± 27 orang perempuan.TT. LEBIH SUBSIDAIR : KHUSUS TERDAKWA DRS.

pembakaran pos-pos kamling/pos Pam Swakarsa yang dilakukan kelompok Pro Kemerdekaan dan perkelahian antar kelompok Pro Kemerdekaan dan Pro Integrasi . Bahwa permusuhan diantara kelompok Pro Integrasi dan kelompok Pro Kemerdekaan antara lain ditandai dengan sering terjadinya penculikan anggota masyarakat yang dilakukan oleh kelompok Pro Kemerdekaan. pemaksaan pemungutan uang oleh kelompok Pro Kemerdekaan kepada masyarakat oleh Pro Integrasi disertai ancaman-ancaman. . Menjelang jajak pendapat di Propinsi Kabupaten Covalima kondisi keamanan Timor Timur khususnya masyarakat di dan ketertiban mulai memanas.5 dengan Keputusan Menko Polkam No. untuk melakukan jajak pendapat bagi warga Timor Timur yang dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 1999 . pertikaian dan perselisihan antara dengan kelompok Pro Integrasi antara lain Pro Kemerdekaan kelompok Laksaur dan Mahidi . pembakaran rumah-rumah oleh kelompok Kemerdekaan.21 .Kep-13/ Mengambil tanggal 12 Juni 1999.43 tahun 1999 dan INPRES RI tahun 1999 dan dijabarkan MenkoIPolkaml611999 kebijaksanaan No. Pemerintah RI. tidak melakukan tindakan sesuai yang berlaku sehingga menyangkut wilayah dengan kewenangan berdasarkan perundang-undangan terjadi penyerangan terhadap rakyat sipil yang berada di pekaranganlkomplek Gereja Ave Maria Suai dan mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak dunia sebanyak ± 27(dua puluh tujuh) orang. sehingga kelompok terjadi permusuhan.' kepada Pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan. perbuatan mana dilakukan dengan cara-cara antara lain sebagai berikut : Bahwa berdasarkan KEPRES No. penyidikan dan penuntutan yakni terdakwa selaku penanggung jawab keamananlketertiban Kabupaten Covalima. Bahwa setelah adanya pengumuman tentang jajak pendapat warga Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999 untuk menentukan opsi/pilihan untuk menyatakan integrasi dengan pemerintah RI atau memisahkan diri dari pemcrintah RI yang hasilnya dimenangkan oleh kelompok pro kemerdekaan maka .

. Sertu I Wayan Suka Antara.. Bahwa pada tanggal 3 September 1999 akibat situasi yang memanas tersebut di atas maka anggota masyarakat yang berasal dari kelompok masyarakat disekitar kota Suai. Bahwa dari situasi yang memanas tersebut kemudian pada tanggal 6 September 1999 berkembang dan berlanjut dengan tindakan oleh kelompok Pro Integrasi yaitu antara lain oleh Izedio Manek. Olivio Mandoza Moruk alias Olivia Mou. dengan menggunakan senjata api maupun senjata api rakitan serta dengan menggunakan senjata tajam sehingga menimbulkan akibat yang meluas antara lain mengakibatkan korban penduduk sipil yang mengungsi di dalam komplek Gereja Katholik Ave Maria meninggal dunia sebanyak ± 27 orang yang terdiri dari 17(tujuh belas) orang laki-laki dan 10 (sepuluh) . Bahwa berdasarkan pertimbangan situasi pada tanggal 5 September 1999 Pangdam IXIUdayana mengeluarkan perintah kepada Danrem 164/WD melalui surat telegram No.. Serda I Gede Santika. para Biara dan Biarawati yang berjumlah + 2000 orang mengungsi di kelompok Gereja Katholik Ave Maria Suai . dan Martin Dongki Alfon (anggota Laksaur). Serda Sony Iskandar.... Praka Alfredo Amaral (Anggota TNI Kodim 1635 Suai) dan Serda Budi. Vasco Da Cruz. Serda Raul Hale.STRl55111999 malam di wilayah Timor Timur. 22 maka situasi keamanan di wilayah Timor Timur menjadi memanas . Sertu Arnolus Nanggalo dan Serda Martinus Bere (Anggota POLRI). yaitu tindakan penyerangan terhadap penduduk sipil termasuk para biara dan biarawati yang mengungsi atau berada di dalam komplek Gereja Katholik Suai. Serda Alarico Pereira. Serda Americo Serang. Serma Syamsudin.. Martinus Bere. Bahwa setelah pengumuman jajak pendapat yang dimenangkan oleh kelompok Pro Kemerdekaan suasana kota Suai dikuasai oleh massa Pro untuk mengumumkan pemberlakuan jam Integrasi Laksaur dibawah pimpinan Olivio Mendoza Moruk alias Olivia Mou sedangkan massa kelompok Pro Kemerdekaan sejak tanggal 3 September 1999 sudah tidak kelihatan di kota Suai maupun di rumah mereka masing-masing .. Motornus. Serka Made Suara. .

atau tidak memerintahkan bawahannya untuk melucuti atau menyita senjata api. 2. Dari 17(tujuh belas) korban laki-laki tersebut biasa dan 3(tiga) orang terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat pastur yaitu atas nama : I. Pastur Tarsisius Dewanto. parang. senjata api rakitan. Pastur Hilario Madeira dan 3. pisau. Sertu Arnolus terhadap telah melakukan penyerangan pro kemerdekaan yang tergolong sebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat. Serma Syamsuddin. samurai. panah atau alat benda keras lainnya yang dimiliki dan dipergunakan oleh kelompok Pro Integrasi dimaksud dan setelah terjadinya pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat tersebut terdakwa tidak menyerahkan pelakunya kepada pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan.diatas. sehingga ia dapat mengetahui atau secara sadar bahwa kelompok masyarakat Pro Integrasi dan anggota POLRI antara lain atas nama Serda Budi. sebagaimana .Gatot Subiaktoro tersebut . alat penusuk.. Forensik FK UI No. dan penuntutan . TT.23 IO(sepuluh) orang perempuan. Naggallo. akan tetapi terdakwa tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan mencegah atau menghentikan dalam ruang perbuatan lingkup tersebut kewenangannya dimana terdakwa untuk tidak memerintahkan anggota kepolisian Resort Suai yang menjadi bawahannya dan Pasukan Brimob yang di BKO (Bawah Kendali Operasi)-kan pada Polres Suai untuk mencegah terjadinya bentrokan antara kelornpok Pro Integrasi Mahidi dan Laksaur dan massa Pro kemerdekaan di atas. alat pemukul.3002/SK-II/XI/1999 Bahwa setelah terjadi penyerangan terhadap penduduk sipil di dalam komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai tersebut terdakwa selaku Kapolres Suai mendatangi komplek gereja. . Pastur Franssisco Soares sesuai dengan laporan penggalian kuburan dan pemeriksaan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran . dan Serda Martinus Bere kelompok masyarakat Serka Made Suarsa. penyidikan. Bahwa perbuatan terdakwa Drs.

b Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 Pengadilan HAM.. Laksaur dan Mahidi antara lain oleh Izedio Manek. Serda Alarico Pereira. Pastur Hilario Madeira dan 3. Pastur Tarsisius Dewanto. . Praka Alfredo Amaral terse but pelakunya kepada Pejabat yang berwenang penyidikan dan penuntutan atau untuk dilakukan penyerangan sehingga terjadi terhadap penduduk sipil yang berada dipekarangan /komplek gereja Ave Maria Suai dan mengakibatkan korban meninggal sebanya + 27( dua puluh tujuh) orang yang terdiri dari 17(tujuh belas) orang laki-laki dan 10(sepuluh) orang perempuan. 2.24 bagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 7 huruf b jis Pasal 9 huruf a. menyerahkan penyelidikan. tentang LEBIH SUBSIDAIR : KHUSUS TERDAKWA ACHMAD SYAMSUDIN : Bahwa sebagaimana ia terdakwa Achmad Syamsudin pada waktu dan tempat 1635/Suai diuraikan dalam dakwaan Primair selaku Kasdim Timor Timur atau yang efektif bertindak sebagai Komandan Militer dapat dipertanggung jawabkan terhadap tindak pidana yang berada dalam yuridiksi Pengadilan Hak Asasi Manusia yang dilakukan oleh pasukan yang berada dibawah komando dan pengendaliannya yang efektif dan tindak pidana tersebut merupakan akibat dari tidak dilakukannya pengendalian pasukan secara patut yaitu terhadap terdakwa Achmad Syamsudin selaku Kepala Staf Kodim 1635 / Suai yang seharusnya untuk melaksanakan seluruh tugas yang diperintahkan personil Kodim Dandim guna 1635/Suai mengerahkan 1635/Suai mengatasi keadaan dan mencegah penyerangan. yang diperlukan dalam ruang lingkup tidak melakukan tindakan untuk mencegah kewenangannya menghentikan kemungkinan terjadinya kerusuhan atau perbuatanitindak penyerangan yang dilakukan kelompok pro integrasi yang tergabung dalam Serda I Gede Santika. Sertu I Wayan Suka Antara. Dari 17(tujuh belas) korban laki-laki tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat biasa dan 3(tiga) orang pastur yaitu atas nama: 1. Serda Americo Serang. Pasal 42 ayat (1) Sub a. Serda Sony Iskandar. Pastur Franssisco Soares . Serda Raul Hale.

dimana terdakwa Achmad Syamsudin sekali Kasdim 163S/Suai yang bertugas sebagai pembantu pembinaannya Utama Dandim secara de facto selaku Pembina dan antara lain dilakukan dengan memberi bantuan perlengkapan serta pelatihan terhadap organisasi Laksaur tersebut . bahwa perbuatan terdakwa tersebut dilakukan oleh terdakwa Achmad Syamsudin dengan cara-cara sebagai berikut : Bahwa setelah Pemerintah RI mengambil kebijaksanaan KEPRES No. Bahwa kelompok Pro Integasi yang tergabung dalam Laksaur tersebut di wilayah Kabupaten Covalima pembinaannya dilakukan oleh Kodim 163S/Suai. Pemerintah RI.I Timor Timur organisasilkelompok Pro Integrasi yang tergabung dalam Pasukan Pejuang Integrasi (PPI).. . Bahwa setelah adanya pengumuman untuk dilaksanakannya jajak pendapat warga Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999 untuk menentukan opsi/pilihan memisahkan untuk menyatakan integrasi RI yang dengan pemerintah RI atau oleh diri dari pemerintah hasilnya dimenangkan kelompok pro kemerdekaan maka situasi keamanan di wilayah Timor Timur menjadi memanas .5 tahun 1999 dan dijabarkan tanggal dengan Keputusan Menko Polkam No. mendirikan antara kelompok kemudian Pro Integrasi dengan kelompok Pro yang Pemerintah masyarakat Daerah Tk. 25 Soares sesuai dengan laporan penggalian kuburan dan pemeriksaan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik FK VI No. dan Uni Timor Satria (UNTAS) antara lain yang disebut LAKSAUR dan MAHIDI .Kep-13/Menko/Polkam/6/1999 12 Juni 1999. Bahwa .TTJ 002/SK-IIIXII 1999 .43 tahun 1999 dan INPRES RI berdasarkan No. untuk mengadakan jajak pendapat bagi rakyat Timor Timur gun a menentukan pilihannya apakah akan tetap bergabung (integrasi) dengan Pemerintah Republik Indonesia atau ingin memisahkan diri dari Pemerintah Republik Indonesia (kelompok Pro kemerdekaan) yang dilak- sanakan pada tanggal 30 Agustus 1999. mulai timbul situasi yang memanas yaitu ketegangan Kemerdekaan.

Sertu I Wayan Suka Antara.26 Bahwa mulai tanggal 3 September 199 akibat situasi yang memanas tersebut di atas maka anggota masyarakat yang berasal dari kelompok masyarakat disekitar kota Suai. Bahwa penyerangan terhadap penduduk sipil tersebut dilakukan oleh kelompok pro integrasi beserta anggota TNIIPOLRI term asuk bawahan terdakwa sebagaimana diuraikan diatas dengan menggunakan senjata api maupun . tetapi terdakwa Achmad Syamsudin selaku Kasdim 1635 /Suai yang ditugaskan untuk mengerahkan seluruh personil Kodim 1635/Suai guna mengatasi keadaan dan mencegah penyerangan sesuai kewenangannya. walaupun terdakwajuga berada ditempat kejadian . Motomus. Praka Alfredo Amaral Syamsudin. atau tindakan-tindakan tidak dilakukan upaya-upaya yaitu tidak dilakukan pengamanan. Serka untuk mengumumkan pemberlakuan jam (Anggota TNI Kodim 1635 Suai) dan Serda Budi. Bahwa berdasarkan pertimbangan situasi 'pada tanggal 5 September 1999 Pangdam IX/Udayana mengeluarkan perintah kepada Danrem 164/WD melalui surat telegram No. Vasco Da Cruz. pada tanggal 6 September 1999 terjadi serangan yang meluas yaitu adanya tindakan oleh kelompok pro integrasi yang tergabung dalam Laksaur antara lain Izedio Manek. Serda Raul Hale. Martinus Bere. atau pencegahan lain untuk mengatasi keadaan serta serangan tersebut. Serma Made Suara.. dan Martin Dongki Alfon (anggota Laksaur). Serda Sony Iskandar. Serda Alarico Pereira. Serda I Gede Santika. Serda Americo Serang. Olivio Mandoza Moruk alias Olivia Mou. Bahwa dengan adanya pengumuman jajak pendapat yang dimenangkan oleh kelompok Pro Kemerdekaan timbul situasi yang semakin memanas. Sertu Amolus Nanggalo dan Serda Martinus Bere (Anggota POLRI). para Biara dan Biarawati yang berjumlah + 2000 orang mengungsi di komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai . yaitu tindakan penyerangan terhadap penduduk sipil termasuk para Gereja biara dan biarawati yang mengungsi atau berada di dalam komplek Khatolik Suai. .STR/551/1999 malam di wilayah Timor Timur.

2000 tentang Pasal 42 ayat (l) Sub a. 27 pun senjata api rakitan serta senjata tajam sehingga meninggal sebanyak menimbulkan korban jiwa ± 27 orang yang terdiri dari 17(tujuh belas) orang laki-Iaki Dari 17(tujuh belas) korban laki-laki dan 1O(sepuluh) orang perempuan. Komandan perbuatan pelakunya dan Suai yang kepada Pejabat yang berwenang penuntutan.TT.3002/SK-II/XI/1999 Bahwa bagaimana perbuatan .b Undang-Undang Pengadilan HAM. Pastur Hilario penggalian Franssisco Soares sesuai laporan kuburan dan pemeriksaanjenazah dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik FK UI No. Pastur Tarsisius Dewanto.. Covalima sehingga terdakwa untuk dilakukan Sugito selaku penyidikan Koramil telah melakukan perbuatan pelanggaran Hak Asasi manusia berat yaitu kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan . Pastur : 1. Nomor 26 Tahun . terdakwa Achmad Syamsudin tersebut diatas. : SUGITO: Sugito pada LEBIH SUBSIDAIR KHUSUS TERDAKWA Bahwa diuraikan Covalima Militer ia terdakwa waktu dan temp at sebagaimana Suai Kabupaten dalam dakwaan Primair selaku Komandan Koramil Timor Timur atau yang secara efektif bertindak dapat dipertanggungjawabkan Pengadilan terhadap tindak sebagai Komandan pidana yang berada dalam yuridiksi yang berada terdakwa Hak Asasi Manusia dan pengendalian yang dilakukan pasukan oleh pasukan dibawah komando secara patut yaitu atau atas Sugito selaku Komanda saat itu seharusnya Koramil Suai Covalima mengetahui mengetahui dasar keadaan melakukan berat bahwa pasukan tersebut sedang Hak Asasi Manusia yang atau baru saja melakukan Sugito pelanggaran dan terdakwa selaku Komandan Koramil Suai tidak melakukan untuk tindakan mencegah yang layak yang dilakukan atau menghentikan dalam ruang lingkup kekuasaannya tersebut atau menyerahkan penyelidikan. dengan biasa dan 3(tiga) 2.. tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat orang pastur yaitu atas nama Madeira dan 3. se- diatur dan diancam pidana dalam Pasal 7 huruf b jis Pasal 9 huruf a. .

5 Menko Polkam No. Dari 17(tujuh belas) korban laki-laki tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat biasa dan 3(tiga) orang pastur yaitu atas nama: 1.Kep- tanggal 12 Juni 1999. Bahwa berdasarkan pertimbangan situasi pada tanggal 5 September 1999 Pangdam IXlUdayana mengeluarkan perintah kepada Danrem 164/WD melalui surat . Pastur Hilario Madeira dan 3. Bahwa perbuatan terdakwa tersebut dilakukan oleh terdakwa Sugito dengan cara-cara sebagai berikut : Bahwa berdasarkan KEPRES No. Pastur Franssisco Soares sesuai dengan laporan penggalian kuburan dan pemeriksaan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik FK UI No. 2. .3002/SK-II/XI/1999 . Bahwa mulai tanggal 3 September 1999 akibat situasi yang memanas tersebut di atas maka anggota masyarakat yang berasal dari kelompok masyarakat disekitar kota Suai. Bahwa setelah adanya pengumuman tentang hasil jajak pendapat warga Timor Timur pada tanggal 30 Agustus 1999 untuk menentukan opsi/pilihan integrasi dengan Pemerintah Republik Indonesia atau untuk menyatakan memisahkan diri dari Pemerintah Republik Indonesia yang dimenangkan oleh kelompok Pro kemerdekaan maka situasi keamanan di wilayah Timor Timur menjadi memanas . Pemerintah RI.28 serangan yang meluas dan sistimatis yang diketahui oleh terdakwa bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil yaitu terhadap penduduk termasuk para biara dan biarawati yang sedang berada dipckarangan/komplck meninggal sebanyak gereja Ave Maria Suai dan mengakibatkan korban ± 27(dua puluh tujuh) orang yang terdiri dari 17(tujuh belas) orang laki-laki dan 10(sepuluh) orang perempuan. Pastur Tarsisius Dewanto. para Biara dan Biarawati yang berjumlah + 2000 orang mengungsi di komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai . mengambil untuk mengadakan jajak pendapat bagi rakyat Timor Timur yang dilaksanakan pada tang gal 30 Agustus 1999 .43 tahun 1999 dan INPRES RI tahun 1999 dan dijabarkan 13IMenko/Polkam/61l999 kebijaksanaan dengan Keputusan No.TT.

surat telegram No. 2. Bahwa perbuatan terdakwa Sugito tersebut diatas. penyelamatan atau koordinasi walaupun saat tu terdakwa denganaparat keamanan yang lain juga berada ditempat kejadian dan menemukan banyak korban yang berjatuhan. Dari 17(tujuh belas) korban laki-laki tersebut terdiri dari 14(empat belas) orang warga masyarakat biasa dan 3(tiga) orang pastur yaitu atas nama : 1. sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 7 huruf b jis Pasal 9 huruf a. sesuai kewenangannya antara lain dengan pencegahan untuk tidak terjadi timbulnya korban jiwa. Setelah .b Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.3002/SK-II/XIII999 .TT. Pasal 42 ayat (1) Sub a. . . Pastur Franssisco Soares sesuai dengan laporan penggalian kuburan dan pemeriksaan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik FK DI No. untuk mengumumkan pemberlakuan jam Bahwa walaupun telah terjadi situasi yang memanas atau ketegangan antara kelompok Pro Kemerdekaan dengan kelompok Pro integrasi sebagai akibat dari pelaksanaan jajak pendapat tersebut terdakwa selaku Komandan Koramil Suai tidak melakukan upaya-upaya pengamanan serta pencegahan atas kemungkinan akan terjadinya kerusuhan maupun bentrokan antar kelompok masyarakat pro integrasi dan yang pro kemerdekaan . . Bahwa selain itu pada saat terjadinya penyerangan oleh kelompok Pro Integrasi kepada kelompok Pro Kemerdekaan pada tanggal 6 September 1999 terhadap penduduk sipil yang sedang mengungsi berada di dalam komlek gereja Ave Maria Suai terdakwa Sugito selaku Komandan Koramil Suai juga tidak melakukan tindakan-tindakan segera melakukan pengamanan. sehingga karena terdakwa Sugito selaku Komandan Koramil Suai tidak melakukan tindakan-tindakan yang layak sesuai dengan kewenangannya pada saat terjadinya serangan tersebut maka berakibat timbulnya korban jiwa meninggal dunia penduduk yang terdiri dari 17(tujuh belas) orang sipil sebanyak ± 27 orang orang laki-Iaki danl0(sepuluh) perempuan.29 . Pastur Tarsisius Dewanto.STRl55111999 malam di wilayah Timor Timur.. Pastur Hilario Madeira dan 3.

dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun . 4. d. Pasal 37. Pasal 42 ayat (1) a. Menyatakan meyakinkan para terdakwa telah terbukti bersalah secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana Pelanggaran Hak Asasi terhadap dilakukan kejahatan manusia ya~g Berat berupa pembantuan terhadap kemanusiaan. Terdalwa-2 Kolonel Czi. Terdakwa-l Kolonel Inf. dengan pidana penjara selama 10(sepuluh) tahun 6(enam) bulan. Gatot Subiyaktoro. Membebaskan para terdakwa dari dakwaan primair tersebut . Drs. dengan pidana penjara selama 10(sepuluh tahun 3(tiga) bulan. 3. Terdakwa-3 AKBP Drs. melanggar Pasal 7 huruf b. melanggar Pasal 41 jis Pasal 7 huruf b. Barang: 1). b. e. 2. Menjatuhkan pidana terhadap : a. Herman Sedyono. Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.. dengan pidana penjara selama 10(sepuluh) tahun 3(tiga) bulan. jis Pasal 9 huruf f. Menyatakan para terdakwa tersebut diatas tidak terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat berupa Penganjuran terhadap dilakukannya kejahatan terhadap Ke- manusiaan. 5. Terdakwa -5 Mayor Infanteri Sugito. Terdakwa -4 Mayor Infanteri Achmad Syamsudin.30 Setelah membaca tuntutan JaksaiPenuntut Umum Ad Hoc tanggal 16 Juli 2002 yang isinya adalah sebagai berikut: 1. Pasal 37 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pelanggaran Hak Asasi Manusia .b Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000. 2) . dengan pidana penjara selama 10(sepuluh) tahun . . Liliek Koeshadianto. Pasal 9 sub a. Menyatakan barang bukti berupa : a. 7(tujuh) lembar tikar plastic. c.

Pasal 37.II/XIII999 berupa Visum sampai dengan Et Repertum Nomor: Nomor : 001lTT. b. 6). Kolonel Inf. 4). 8). 3).II/XIII999 masing-rnasing tanggal 30 Nopember 1999 .3002/SK. Czi. Terdakwa III.l(satu) lembar kantong terigu 12).II/XI/1999 tanggal 30 Nopember 1999 tentang hasil penggalian kuburan massal tak dikenal pada tanggal 25 Nopember 1999 sejumlah 26 Jenazah beserta lampirannya SK. Infanteri Achmad Syamsudin. 1(satu) potong baju anak-anak warna putih . Dikembalikan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk dapat dijadikan sebagai bukti perkara yang lain. 1(satu) potong Rock Blus warna putih hitam . Terdakwa IV.Kolonel : Terdakwa I. Mayor . Mayor Infanteri Sugito . AKBP Drs. Liliek Koeshadianto. Surat-surat : Surat Laporan Penggalian kubur Nomor : TT.l(satu) lembar kain sarung warna biru kotak-kotak . 11). Pasal 9 huruf a. Menyatakan para terdakwa masing-masing Drs. 1(satu) potong kemeja warna putih .. Terdalwa II. 1(satu) pasang sandal warna coklat . 1(satu) lembar kain pita warna hijau . Herman Sedyono .3002/SK. 1(satu) lembar kain gorden warna merah muda . 1(satu) potong Rock warna unggu . Pasal 41 para terdakwa telah dibebaskan dari semua dakwaan seperti tercantum dalam putusan Pengadilan Negeri tersebut yang amar lengkapnya berbunyi sebagai berikut: I.31 2). 10) 1(satu) lembar kain batik. 9). 7). 1(satu) potong Rok warna putih coklat . 14). Gatot Subiyaktoro.30021 026/TT. 13). 5). dengan memperhatikan Pasal 7 huruf b. 1(satu) lembar taplak meja sutra warna merah . tersebut Terdakwa V. 1(satu) potong celana panjang warna abu-abu .

III. dakwaan tindak pidana yang didakwakan Subsidair dan dakwaan Lebih Subsidair . 1(satu) lembar kain sarung warna biru kotak-kotak . IV. 1(satu) pasang sandal warna coklat . 7(tujuh) lembar tikar plastic. I(satu) potong baju anak-anak warna putih . 1(satu) potong kemeja warna putih . 6). 14). 8). 1(satu) lembar taplak meja sutra warna merah . 1(satu) potong Rok warna putih coklat . Menyatakan barang bukti berupa : a. 9). 10) l(satu) lembar kain batik.3002/SK. terdakwa IV dan terdakwa V tersebut dari dakwaan Primair. 7). dan harkat serta martabatnya . Barang: 1).3002/SK. 1(satu) potong Rock warna unggu . 3). 2). Surat-surat: Surat Laporan Penggalian kubur Nomor : TT. 1(satu) lembar kain gorden warna merah muda . kedudukan.IIIXI/1999 tanggal 30 Nopember 1999 tentang hasil penggalian kuburan massal tak dikenal pada tanggal 25 Nopember 1999 sejumlah 26 Jenazah beserta lampirannya berupa Visum Et Repertum Nomor: 001/TT. V. Membebankan biaya perkara kepada Negara. 5). I (satu) lembar kain pita warna hijau . terdakwa III. .. dakwaan Subsidair dan dakwaanLebih Subsidair . 11). Memulihkan hak para terdakwa dalam kemampuan.I(satu) lembar kantong terigu 12). 1(satu) potong celana panjang warna abu-abu . terdakwa II.III XI/ . II. Membebaskan para terdakwa I. b. 1(satu) potong Rock Blus warna putih hitam .32 tersebut tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan dalam dakwaan Prim air. 4). 13).

permohonan kasasi tersebut formil dapat diterima.HOC pada Kejaksaan Negeri di Jakarta Pusat telah mengajukan permohonan Pengadilan Negeri tersebut. Menimbang .PST.JKT.AD. . yang dibuat Pengadilan Negeri di Jakarta Pusat yang menerangkan. Memperhatikan risalah kasasi bertanggal 4 September 2002 dari Jaksa Penuntut Umum AD.II/XIII999 masmg- masing tanggal30 Nopember 1999 .33 XII1999 sampai dengan Nomor: 026/TTJ002/SK.8 tahun 1981) yo pasal 244 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Undang-Undang No.8 tahun 1981) terhadap putusan Pengadilan Negeri di Jakarta Pusat tersebut tidak dapat dimintakan banding.HOC sebagai Pemohon kasasi yang diterima di kasasi terhadap putusan Kepaniteraan Pengadilan Negeri di Jakarta Pusat pada tanggal 4 September 2002 .AD-HOC/PID/2002IPN. Mengingat akan akta tentang permohonan kasasi Nomor: 02/KAS. . oleh Panitera pada HAM. bahwa pada tanggal 26 Agustus 2002 Jaksa Penuntut Umum HAM. bahwa putusan Pengadilan Negeri tersebut telah dijatuhkan dengan hadirnya pemohon kasasi pada tanggal 15 Agustus 2002 dan pemohon kasasi mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 26 Agustus 2002 serta risalah kasasinya telah diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri di dengan demikian permohonan dalam tenggangoleh karena itu Jakarta Pusat pada tanggal 4 September 2002 kasasi beserta dengan alasan-alasannya tenggang waktu dengan cara menurut telah diajukan Undang-Undang. Melihat surat-surat yang bersangkutan. Menimbang. maka terhadap putusan tersebut secara langsung dapat dimintakan kasasi. Dikembalikan kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk dapat dijadikan sebagai bukti perkara yang lain. bahwa karen a berdasarkan pasal 67 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Undang-Undang No. Menimbang terlebih dahulu.

Drs.n.1. saksi an.Hoc Pengadilan Negeri Jakata Pusat yang memeriksa dan mengadili perkara pidana pelanggaran HAM yang berat an. Bahwa . Majelis materi/isi Hakim dalam putusannya tidak mempertimbangkan atas keterangan para saksi yang keterangannya dihadapan penyidik dibawah sumpah yang telah dibacakan dimuka persidangan oleh Penuntut Umum (saksi a. Terdakwa Kol.Herman menerapkan Sedyono dkk. bahwa berdasarkan ketentuan pasal 199 ayat (2) Undang-Undang No.. bahwa keberatan-keberatan yang diajukan oleh Pemohon kasasi pada pokoknya adalah sebagai berikut: 1.j. .c.f.b.8 tahun 1981 (KUHAP) termasuk mengenai pertimbangan tentang seluruh fakta dan keadaan bcscrta alat pembuktian yang diperoleh dari pemeriksaan disidang yang menjadi dasar putusan (salah atau tidak bersalahnya terdakwa) . Bahwa majelis hakim pelanggaran dalam menjatuhkan putusan perkara pidana HAM yang berat an.h.k dan I Undang-Undang No. terdakwa Kol. Tobias Dos Santos.Inf.8 tahun 1981 (KUHAP) menentukan bahwa putusan hakim yang merupakan putusan pemidanaan maupun yang bukan pemidanaan harus memuat hal-hal sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 197 ayat (1) huruf a.Ad.34 Menimbang. ternyata tidak mempertimbangkan terungkap dipersidangan.8 tahun keterangan 1981 (KUHAP) mengamanatkan bahwa jika itu sebelumnya telah diberikan dibawah sumpah. Fres Da Costa dan saksi an. yaitu : 1. Armindo Dedeus Granadeiro) . Herman seluruh fakta yang Sedyono dkk.Drs. telah salah dalam hukum telah tidak di- ketentuan hukum atau ketentuan laksanakan sebagaimana mestinya.e. maka keterangan itu disamakan nilainya dengan keterangan saksi dibawah sumpah yang diucapkan dimuka sidang . Menurut ketentuan pasal 162 ayat (1) dan (2) jo pasal 116 UndangUndang No.d. dalam hal ini dapat dikemukakan antara lain : a. Majelis Hakim Pengadilan Ham.Inf.

35 Bahwa dalam putusannya halaman 69 Majelis Hakim dalam perkara ini menyatakan : "Menimbang. keterangan para saksi dimuka persidangan ataupun didalam pembuktian unsur-unsur pidana atas dakwaan Penuntut Umum. bahwa Penuntut Umum telah mengajukan permohonan dipersidangan untuk membacakan keterangan para saksi yang telah dipanggil secara patut beberapa kali.Berarti dalam hal ini Majelis Hakim tidak menerapkan ketentuan hukum . Fres Da Costa dan Armindo Dedeus Granadeiro karena berdasarkan surat Jaksa Agung Timur Leste yang tidak menghadirkan Penuntut para saksi tersebut keterangan berdasarkan alasan keamanan dan atas permohonan tersebut Pengadilan Umum membacakan memerintahkan para saksi sebagaimana tertera secara lengkap didalam Berita Acara persidangan dan dianggap merupakan satu kesatuan dengan isi putusan ini . _ Bahwa dalam hal ini Majelis Hakim ternyata sarna sekali tidak mempertimbangkan isi. sedang untuk saksi masing-masing : Tobios Dos Santos. akan tetapi tidak hadir dengan alasan untuk saksi Trimo Sungkowo karena sakit stroke. . ada juga anggota TNI dari Kodim 1635 Suai dan Polri dari Kontingen Lorosae yang terlibat dalam penyerangan terhadap pengungsi di komplek Gereja Katholik Ave Maria Suai pada tanggal 6 September 1999 . materi keterangan dari para saksi tersebut diatas baik didalam uraian fakta. _ Bahwa apabila Majelis Hakim mempertimbangkan isi/materi keterangan dari para saksi yang keterangannya dibawah sumpah dihadapan penyidik telah dibacakan dimuka persidangan maka putusan Hakim tentunya akan berisi pemidanaan dan bukan pembebasan bagi para terdakwa (karena berdasarkan keterangan para saksi tersebut diatas menyatakan bahwa disamping adanya kelompok Laksaur dan Mahidi. .

. ayat (1) ayat (2) jo pasal Hakim dalam putusannya para hanya mempertimbangkan yaitu keterangan sebagian para saksil keterangan saksi/terdakwa terdakwa yang menguntungkan bagi kepentingan para terdakwa saja . Benar telah terjadi perbuatan pelanggaran 2.346/ClKr/1980 upaya hukum kasasi tanggal 1984 dapat dimintakan pasal 244 Undang-Undang surat dakwaan HAM yang Penuntut berat sesuai dengan ketentuan No. pertanyaan bahwa berdasarkan hal-hal diatas maka terjawablah pada angka 1 dan angka 2 yaitu : HAM yang berat 1.8 tahun 1981.36 hukum sebagaimana mestinya yaitu ketentuan pasal 197 ayat (2) jo ayat 116 (1) jo pasal 199 ayat (2) jo pasal 162 Undang-Undang b. Bahwa tentang terbuktinya Umum atau tentang telah terjadinya pelanggaran putusan dimaksud juga dinyatakan halaman dalam Majelis Hakim yaitu dalam pertimbangannya lain berbunyi : 105 yang antara "Menirnbang..... Pelaku . .8 tahun 1981 . terbukti Atau bilamana bukan merupakan perbuatan tindak para terdakwa pidana maka dipandang putusannya Penuntut berbunyi Onslaag putusan tentunya Umum bukan berisi pembebasan murniNrijspraak) hukum yang dari seluruh akan tetapi dakwaan seharusnya (bebas dilepas dari segal a tuntutan Vanrechts Mahkamah Vervolging) (bebas tidak murni atau yurisprudensi 26 Janauri berdasarkan Agung RI No.II Covalima yang mendapat honor serta kemudahan-kemudahan Tk.II Covalima)..... Maka putusan putusan dari terdakwa Hakim I selaku Bupati KDH ini tentunya tetapi berisi dalam perkara akan bukanlah pemidanaan yang merupakan pembebasan para terdakwa. Ave Maria Suai tanggal 1999 gaj i I adalah pegawai Pemda Tk. seluruh keterangan menyatakan bahwa di Bahwa apabila Majelis Hakim mempertimbangkan para saksi/terdakwa (termasuk keterangan yang • pimpinan komplek Laksaur yang melakukan Gerja Katholik penyerangan terhadap pengungsi 6 September fasilitas. Majelis dari No.

Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini mempertimbangkan tidak atas fakta-fakta Hukum yang terungkap dimuka sidang berdasarkan keterangan para saksi (saksi-saksi Jacobus Tanamal. Bahwa hakim dalam putusannya mempertimbangkan terungkap bilamana fakta-fakta hukum yang dimuka persidangan tersebut dikaitkan dengan tanggung maka putusan hakim tentunya jawab dan wewenang para terdakwa berupa pembebasan dari segala dakwaan akan tetapi pernyataan para terdawa bersalah dan menjatuhkan pidana . Majelis Hakim dalam memeriksa dan mengadili perkara ini telah keliru didalam . c.2. Drs. . Ivenseslaus Nasak.Nur Muis dan saksi Brigjen Pol. adanya yang mengungsi di situasi yang tidak kondusif karena adanya pertikaian dan saling intimidasi antara kelompok pro integrasi dengan kelompok pro kemerdekaan yang seharusnya diwaspadai oleh para terdakwa sesuai dengan tanggung jawab dan wewenangnya untuk mencegah timbulnya peristiwa tanggal 6 September 1999 di gereja Ave Maria Suai tersebut. Brigjen TNI M. 1. Timbul Silaen. Pelaku pelanggaran tersebut adalah kelompok Laksaur dan kelompok Mahidi yang tergabung sebagai kelompok pro integrasi .37 2. J adi karena perbuatan yang didakwakan diri para terdakwa dinyatakan telah terbukti maka putusan Majelis Hakim dalam perkara ini seharusnya bukan berisi pembebasan (Vryspraak) akan tetapi tentunya berisi pernyataan para terdakwa telah bersalah dan menjatuhkan pidana atau bilamana apa yang dinyatakan terbukti tersebut bukan merupakan tindak pidana maka putusannya terdakwa dari segala harus berbunyi "Melepaskan hukum (Onslaag para tuntutan Vanrechts Vervolging/bebas tidak murni) . saksi Sulistiono) tentang adanya kejadian-kej~dian yang menonjol sebelum terjadinya peristiwa peperangan oleh kelompok pro integrasi terhadap kelompok pro Kemerdekaan komplek Gereja Ave Maria Suai.

.38 didalam menerapkan ketentuan hukum yaitu keliru didalam menafsirkan ketentuan hukum atau unsur-unsur pidana yang didakwakan atas diri para terdakwa yaitu: kekeliruan didalam menafsirkan pasal 41 Undang-Undang No. mengkoordinasikan pembangunan dan membina kehidupan masyarakat disegala bidang . karen a itu sudah saatnya para penegak hukum terutama hakim sebagai benteng dari penegak hukum untuk berpandangan luas dalam menafsirkan ketentuan perundang- undangan sehingga dapat diharapkan terwujudnya penegak hukum yang berintikan keadilan tersebut diatas . Bahwa Majelis Hakim dalam pertimbangan putusan perkara ini halaman 106 . Bahwa terdakwa III mempunyai tug as pokok selaku alat Negara tertib hukum dan penegak hukum memelihara serta meningkatkan bersama-sama segenap komponen kekuatan Pertahanan Keamanan Negara """""". Bahwa terdakwa II mempunyai tug as dan wewenang gun a menyelenggarakan pembinaan teretorial untuk menciptakan ruang.26 tahun 2000 terutama mengenai "pembantuan" dimana Majelis Hakim telah memberikan penafsiran dengan padangan yang sempit yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar dalam rangka menegakan hukum yang berintikan keadilan sebab selama penegak hukum menafsirkan ketentuan Undang-Undang berpandangan secara hakekat seimbang legalis/formalis untuk baik maka hukum akan kehilangan kepentingan pelaku pencari (para makna dan secara maupun melindungi kepentingan keadilan terdakwa) kepentingan para korban tindak pidana. alat dan kondisi juang di Kabupaten Covalima dan secara khusus berdasarkan rencana operasi/perintah cabut II yang dikeluarkan oleh Pangdam IX Udayana.107 antara lain menyebutkan : Bahwa sebagai pemegang fungsi kepala wilayah wakil pemerintah adalah penanggungjawab terdakwa I sebagai dibidang pemerintahan.

00 Wita di komplek gereja Ave Maria terjadi keributan antara masyarakat yang berada di luar gereja dengan masyarakat penggungsi yang berada dida1am komplek gereja. (fakta hukum nomor 14) . Bahwa benar ke1ompok masyarakat pro integrasi me1akukan protes kepada pihak UNAMET tentang pe1aksanaan jejak pendapat tidak jujur baik tentang petugas pengawas dari UNAMET maupun cara penghitungan yang hanya disaksikan oleh ke1ompok masyarakat pro kemerdekaan. . Bahwa benar telah terjadi perjanjian perdamaian yang dilakukan di rumah dinas terdakwa I pada tanggal 3 September1999 yang bertujuan mendamaikan kemerdekaan antara kelompok pro integrasi dengan kelompok pro yang sering bertengkar tak henti-hentinya sejak dahu1u kala. (fakta hukum butir 156). (fakta hukum butir 19) .92 antara lain disebutkan : Bahwa benar pada tangga1 30 Agustus 1999 te1ah dilaksanakan jejak pendapat bagi masyarakat Timor Timur untuk menentukan apakah dengan Negara mereka memilih merdeka atau memilih berintegrasi Indonesia. Kelompok di luar kornplek gereja telah masuk dengan membawa senjata rakitan serta senjata tajam berupa pedang se1anjutnya . Bahwa benar pada tangga1 6 September 1999 pada jam 13. Bahwa Majelis Hakim dalam putusannya perkara ini juga mempertimbangkan tentang fakta-fakta hukum pada halaman 88 . Bahwa benar telah terjadi pengusiran dari pro kemerdekaan di komplek gereja Ave Maria Suai Covalima sejak saat menjelang pelaksanaan jajak pendapat sampai pengumuman maupun sesudah pengumuman jejak pendapat.39 Negara 1ainnya membina ketentraman masyarakat dalam wilayah Kabupaten Covalima . akan tetapi protes tidak pernah ditanggapi oleh pihak UNAMET . (fakta hukum butir 22) .

Majelis Hakim dalam pertimbangan putusan perkara ini ternyata telah bertcntangan dcngan uraian pembuktian pasal 41 Undang.26 tahun 2000 atau telah keliru dalam menafsirkan unsur-unsur pasal 41 Undang-Undang "pembantuan" menyatakan : "Menimbang. terdakwa IV dan terdakwa V dalam rangka melaksanakan penyerangan terhadap masyarakat pro kemerdekaan komplek di . (fakta hukum butir 37) .Un dang No. Bahwa benar terdakwa I. perempuan dewasa dan satu anak laki-laki yang kesemuanya dikubur di pantai desa Metamauk Kecamatan Wemasa Kabupaten Belu NTT . bahwa selama persidangan berlangsung tidak ada satupun saksi yang menerangkan atau alat bukti yang menunjukkan bahwa si pelaku dalam hal ini melakukan pembicaraan yang bermaksud meminta kesempatan. terdakwa III.40 selanjutnya terdengar suara tembakan dan jeritan di dalam dan di Iuar gereja serta terjadi hiruk pikuk masyarakat ke segal a arah dalam keadaan berteriak dan kacau . (fakta hukum butir 30) . daya upaya atau keterangan apapun bentuknya kepada terdakwa I. bahwa unsur sengaja memberi kesempatan daya upaya No. terdakwa II. Bahwa dalam kaitannya antara tanggung jawab dan wewenang para terdakwa fakta-fakta hukum sebagaimana diuraikan diatas.26 tahun 2000 tersebut yaitu antara lain unsur dengan pertimbangan putusannya halaman 117 yang atau keterangan untuk melakukan kejahatan pada pasal 56 ayat (2e) KHUAP tersebut dapat pula ditafsirkan sipelaku materiil mempunyai inisiatif minta kesempatan atau daya upaya kepada orang yang membantu untuk melakukan kejahatan " . Bahwa benar ditemukan mayat sebanyak 27 (dua puluh tujuh) terdiri dari mayat laki-laki dewasa. terdakwa II dan terdakwa III berada di luar komplek gereja disarankan oleh satuan Brimob untuk tidak masuk kedalam komplek karena ada tembakan serta banyak masyarakat sedang kacau. yang arahnya tidak menentu (fakta hukum butir 32) . .

Herman terdawka AkBP . lebih susidair khusus terdawa I Kol. Kol.Drs II.Drs.HOC. khsusus terdakwa Mayor III Inf. . terdawa Syamsudin dan khusus terdakwa V. Hal ini dimaksudkan bahwa dalam dakwaan ini masing-masing terdakwa didakwa untuk dimintai pertanggung jawaban pidana terlepas antara perbuatan terdakwa satu dengan perbuatan terdakwa yang lain sesuai dengan peranannya masing-masing . Mayor Inf. dimana Majelis Hakim didalam mengadili/rnenjatuhkan putusan perkara ini antara lain didalam uraian pembuktian surat dakwaan ternyata tidak sesuai dengan apa yang telah didakwakan atas diri para terdakwa atau tidak membuktikan terhadap apa yang didakwakan oleh Penuntut Umum atas diri para terdakwa sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 197 (1) butir C KUHAP didalam pertimbangan/putusan halaman 92 . Gatot Subiyaktoro .93 dinyatakan dakwaan Sedyono.Inf. Khsusus terdawa Syamsudin Khusus terdakwa Sugito . Majelis Hakim memeriksa dan mengadili perkara ini telah keliru didalam hal cara mengadili perkara ini. Yang didalam surat dakwaan didalam dakwaan lebih subsidair disebutkan dalam kapasitas terpisah antara terdakwa yang satu dengan terdakwa yang lain yaitu dengan kalimat : Khusus terdawa Drs. Hal ini ternyata tidak sesuai dengan format yang tersebut Penuntut Umum AD.42 para terdakwa dari segala dakwaan akan tetapi berisi pernyataan para terdakwa telah terbukti dengan sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana berupa melakukan "pembantuan dilakukannya pelanggaran HAM yang berat" dan akan menjatuhkan sanksi pemidanaan .CZI Gatot Liliek Koeshadianto. Khusus terdakwa Drs. 2.Sugito.Herman Sedyono . Khsusus terdawka Liliek Koeshadianto . khsusus khusus IV Subiyaktoro. Bahwa .

Mahkamah l. Menimbang. Dalam perkara ini beberapa saksi telah memberi keterangan dalam penyidikan dan karen a berhalangan yang sah tidak dapat hadir di persidangan. Ternyata Judex Factie telah salah menerapkan hukum atau ketentuan hukum telah tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. karen a pertimbangan dalam putusan Judex Factie tidak beralasan menurut hukum Secara yuridis pasal 162 ayat (1) dan (2) jo. mempertimbangkan Dengan tidak keterangan para saksi yang memiliki relevansi yuridis dan memiliki nilai pembuktian karen a keterangan tersebut telah diberikan di bawah sumpah di hadapan penyidik dan telah dibacakan di muka persidangan. secara yuridis memiliki nilai pembuktian yang sarna dengan keterangan saksi di bawah sumpah yang diucapkan dimuka sidang.8 Tahun 1981 telah ternyata tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. Fres Da Costa dan Armindo Dedeus Granadeiro diberikan dihadapan penyidik telah dilakukan dibawah sumpah dan telah dibacakan oleh Jaksa penuntut Umum dimuka persidangan. karena tidak secara patut dan benar keterangan para saksi yang memperimbangkan dibacakan tersebut. Temyata Judex Factie kurang dalam pertimbangan hukumnya. maka keterangan yang telah diberikan kepada penyidik menurut hukum harus dibacakan. Keterangan para saksi yamg tidak dapat hadir dipersidangan yaitu Tobias Dos Santos. Pendapat Hakim Agung ARTIDJO ALKOSTAR. maka Judex Factie telah tidak mempertimbangkan hal hal yang memiliki relevansi yuridis dalam putusannya. .43 Bahwa apabila sesuai Majelis Hakim didalam cara mengadili perkara ini dengan ketentuan tersebut diatas maka tentunya putusannya berisi pembebasan dari segala dakwaan tetapi berisi pe- bukan midanaan . a. tidak menerapkan . maka pertimbangan hukum Judex Factie menjadi bias. SH. Pasal 116 ayat (1) KUHAP UU No. bahwa atas keberatan-keberatan tersebut Agung berpendapat: I.

Gatot Subiyaktoro. . dengan menunjuk hasil . Sebelum melakukan penyerangan Integrasi yang tergabung dalam kelompok Milisi Laksaur sekitar 09.44 menerapkan prinsip fairness.hasil pembahasan fakta dan saksi . ada juga anggota TNI dari Kodim 1635 dan POLRI dari Kontingen Lorosae yang terlibat dalam penyerangan terhadap pengungsi di kelompok gereja Katolik Ave Maria Suai pada tanggal 6 September 1999. Pada tanggal 5 September 1999. Situasi yang memanas berlanjut sehingga penyerangan yang terjadi pada tanggal 6 September 1999 dengan menggunakan . Pangdam IXiUdayana mengeluarkan Perintah kepada Danrem 164/WD melalui Surat telegram pemberlakuan jam malam di kelompok Pro pukul NO. 1 Drs. tidak konsisten dan tidak adil . melainkan penyerangan oleh kelompok Laksaur dan Mahidi yang tergabung sebagai kelompok Pro Integrasi . Keterangan para saksi yang tidak dipertimbangkan oleh Judex Factie itu menyatakan bahwa disamping adanya kelompok Laksaur dan Mahidi. Sedangkan Judex Factie dalam pertimbangannya menyebutkan bahwa Pengadilan Hak Asasi Manusia Ad Hoc tidak sependapat dengan Tim Penasehat Hukum para Terdakwa maupun Penuntut Umum yang membenarkan peristiwa di Gereja Katolik Ave Maria adalah suatu bentrokan.saksi yang diajukan di persidangan. Sejak tanggal 3 September 1999 karena ada situasi yang memanas.00 WITA berkumpul di tempat kediaman Terdakwa Sedyono selaku Bupati KDH Tk.STRl55111999 untuk mengumumkan wilayah Timor Timur. maka warga masyarakat sipil di sekitar kota Suai termasuk para Biara dan Biarawati yang berjumlah sekitar 2000 orang mengungsi di komplek Gereja Katolik Ave Maria. tidak memenuhi logika hukum. Herman yang waktu itu ada juga Terdakwa 2 Liliek Koeshadianto dan Terdakwa 3 Drs. IICovalima. Pengadilan berpendapat bahwa yang terjadi bukanlah bentrok. selanjutnya para anggota milisi menuju ke komplek Gereja Katolik Ave Maria untuk melakukan penyerangan.

bantuan perlengkapan. pembangunan dan keamanan di daerah Tk.tindakan yang dimaksud dan justru membantu atau kelompok penyerang sarana atau tersebut dengan cara memberi antara lain berupa kesempatan kemudahan yaitu pembinaan. Dalam kacamata hukum yaitu pasal 41 jis pasal 7 b. Gatot Subiyaktoro selaku Kapolres Suai selaku penanggung jawab penuh dibidang Kamtibmas.tindakan yang diperlukan termasuk tindakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan penangkapan yang berlaku (pencegahan. Sugito yang secara keseluruhan para Terdakwa selaku penanggung jawab di bidang Pemerintahan. ' -. atau penahanan terhadap pelaku atau penyerangan). Tetapi para Terdakwa tidak melakukan tindakan. para terdakwa yaitu Terdakwa 1 Drs. menggunakan mengakibatkan senjata api. Terdakwa 3 Letkol Pol Drs. II Covalima seharusnya mereka para Terdakwa segera melakukan tindakan . atau berupa pembiaran berlangsungnya kejahatan kemanusiaan yang merupakan bagian dari serangan yang meluas atau sistematik terhadap kelompok penduduk sipil yang berada di komplek Gereja Katolik Ave Maria Suai oleh kelompok Pro Integrasil Laksaur tersebut yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa . Herman Sedyono selaku Bupati KDH Tk. terdakwa 2.45 . yaitu . Dengan adanya penyerangan bersenjata terhadap penduduk sipil di dalam Gereja Katolik Ave Maria tersebut. Achmad Syamsudin selaku Kasdim 1635 Suai dan terdakwa 5 Lettu Inf. II Covalima dan selaku Pejabat yang meresmikan/mengukuhkan Laksaur di wilayah Covalima dan memberi gaji honor bagi anggota Laksaur. Letkol CZI. bantuan dana. Liliek Koeshadianto selaku PLH DANDIM 1635 Suai dan selaku pembina yang memberikan dukungan perlengkapan dan pelatihan terhadap anggota Laksaur. senjata api rakitan dan senjata tajam lainnya sebanyak 27 penduduk sipil meninggal dunia term asuk diantaranya 3 orang Pastur yang bertugas di Gereja Ave Maria tersebut. pasal 37 Undang .Undang Nomor 26 tahun 2000 terdapat hubungan hukum berupa pembantuan atas terjadinya kejahatan kemanusiaan yang berupa pembunuhan. pasal 9 Sub a. Terdakwa 4 Mayor Inf.

II Covalima. TT. tetapi dia Terdakwa 1 tidak melakukan upaya pencegahan. II Covalima.hal yang relevan secara yuridis yaitu tentang pimpinan Laksaur yang melakukan penyerangan terhadap pengungsi di Komplek Gereja KatoIik Ave Maria Suai tanggal 6 September 1999 adalah Pegawai Pemerintah Daerah Tingkat II Covalima yang mendapat faslitas gaji/ honor serta kemudahan - kemudahan dari Terdakwa 1 selaku Bupati KDH Tk. 2.laki tersebut terdiri dari 14 orang warga masyarakat sipil biasa dan 3 orang Pastur yaitu atas nama : 1. Pastur Fransisco Soares sesuai dengan laporan penggalian kuburan dan pemeriksaan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik FKUI No.laki dan 10 orang perempuan. b. Selaku Bupati Terdakwa 1 memiliki kewenangan untuk mengendalikan dan mencegah tindakan Laksaur in casu pegawai Pemerintah Tk. Hal ini ternyata dari pertimbangan hukum (vide halaman 105 ) yang HAM menyatakan bahwa : 1. Dengan adanya hubungan logis yang demikian. Pastur Tarsisius Dewanto. Benar telah terjadi perbuatan pelanggaran yang berat. Dari 17 korban laki . . c. Pastur Hilario Madeira dan 3.46 yaitu terbunuhnya 27 orang yang terdiri dari 17 orang laki . Dia Terdakwa 1 juga mempunyai kapasitas dan kemampuan mencegah Gereja Katolik dilakukannya penyerangan terhadap pengungsi di komplek Ave Maria Suai tanggal 6 September 1999. Pelaku pelanggaran tersebut adalah kelompok Laksaur dan kelompok Mahidi yang tergabung sebagai kelompok Pro integrasi . Judex Factie kurang dalam pertimbangan hukumnya.3002/SK-II/XIII999. Judex Factie ternyata tidak mempertimbangkan secara benar hal. 2. Ternyata Judex Factie telah keliru dalam pertimbangan hukumnya. maka tidak beralasan jika Judex Factie dalam putusannya membebaskan terdakwa 1 dari keterkaitannya dengan peristiwa penyerangan terhadap penduduk sipil di komplek Gereja Katolik Ave Maria tersebut. karena penyerangan terhadap para pengungsi di komplek Gereja Katolik Ave Maria Suai tanggal 6 September 1999 itu tidak berdiri sendiri tetapi merupakan rangkaian dan bagian . karena pertimbangan hukum dalam putusannya tidak beralasan menurut hukum.

alat dan kondisi juang di Kabupaten Covalima dan secara khusus berdasarkan rencana operasi/pemerintah operasi Cabut II yang dikeluarkan oleh Pangdam IXlUdayana . 2. . 26 tahun 2000 tentang pembantuan. 5 selaku 4 selaku 1635 Simi. Terdakwa 1 sebagai Kepala Daerah Pemerintahan Tingkat II memikul tanggung jawab dalam bidang Pemerintahan.47 bagian dari serangan yang meluas dan sistematik yang ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil yang mengungsi di Gereja Katolik Ave Maria Suai dan mengakibatkan terbunuhnya 27 orang penduduk sipil. Terdakwa 2. Terdakwa 2 memikul tugas dan wewenang menyelenggarakan pembinaan teritorial dalam menciptakan ruang. Ternyata upaya pencegahan dimaksud tidak dilaksanakan. Ternyata Judex factie keliru dalam menerapkan hukum dalam kaitannya dengan pasal 41 UU No. daya upaya atau keterangan dari pihak atau orang yang memberi bantuan. 26 tahun 2000 tidak mensyaratkan Pelaku materill untuk meminta kesempatan. Judex Factie ternyata telah keliru menafsirkan un sur pembantuan. Terdakwa 3 mempunyai tugas pokok sebagai alat negara penegak hukum memelihara serta meningkatkan tertib hukum dan bersama-sama segenap komponen kekuatan Pertahanan Keamanan Negara lainnya Terdakwa membina ketentraman KASDIM dalam wilayah Kabupaten Covalima. dan terdakwa DANRAMIL Suai. bantuan perlengkapan. Terdakwa 3. Terdakwa 4 dan Terdakwa 5 secara yuridis memiliki kewenangan terhadap penduduk untuk mencegah terjadinya penyerangan 6 sipil di komplek Gereja Katolik Suai tanggal September 1999. Dengan posisi kekuasaan dan kapasitas yang dimiliki Terdakwa 1. bantuan dana atau berupa pembiaran berlangsungnya kejahatan kemanusiaan yang merupakan bagian dari serangan yang meluas dan sistematik terhadap penduduk sipil yang berada di komplek Gereja Katolik Ave Maria Suai tersebut.Pemohon . . karena unsur pembantuan yang disebutkan dalam pasal 41 UU No. tetapi justru para terdakwa tersebut membantu kepada kelompok penyerang dengan cara memberi kesempatan atau sarana atau kemudahan yaitu antara lain berupa pembinaan.

b Undang.48 - Pemohon kasasi Jaksa Penuntut Umum telah berhasil membuktikan bahwa seharusnya putusan Judex Factie bukan berisi pembebasan para Terdakwa dad segala dakwaan. Mengadili : Mengabulkan Umum. Kabul Permohonan Kasasi beralasan menurut hukum . melanggar pasal 7 hurufb jis pasal 9 huruf f. yaitu di Gereja Suai tang gal 6 September 1999. Membebaskan para Terdakwa dari Dakwaan Primair tersebut . Para Terdakwa memiliki tanggung jawab dan wewenang sebagai pejabat di Kabupaten Covalima.HOCI PID/20021 PN.JKT.undang Nomor 26 tahun 2000.PST tanggal 14 Agustus 2002 .unsur pidana yang didakwakan kepada para Terdakwa yaitu kekeliruan di dalam menafsirkan pasal 41 UU No.HAM. pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP. Membatalkan putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia ( HAM ) Ad Hoc pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 02/KAS. Karena ternyata Judex factie keliru menerapkan ketentuan hukum di dalam menafsirkan ketentuan hukum atau unsur . Pendapat. pasal42 ayat (1) sub a. . Menyatakan para Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pelanggaran Hak Asasi Manusia yang berat .ADS. pasal37. mengenai pembantuan. tetapi tanggung jawab dan wewenang itu tidak dilakukan yang kemudian terjadi pembunuhan atas 27 penduduk sipil di dalam wilayah otoritas kewenangannya. tetapi seharusnya berisi pernyataan para Terdakwa telah terbukti dengan sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana berupa melakukan pembantuan dilakukannya pelanggaran HAM yang berat. 26 Tahun 2000. Mengadili Sendiri : Menyatakan para Terdakwa tidak terbukti bersalah secara sah dan permohonan kasasi dad Pemohon kasasi Jaksa Penuntut meyakinkan melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat berupa penganjuran terhadap dilakukannya kejahatan terhadap kemanusiaan.

d. Barang: 7 lcmbar tikar plastic lembar kain pita warna hijau 1 lembar kain gorden warna merah mud a potong rok blus warn a putih hitam 1 Iembar taplak meja sutra warna merah Syamsudin.anak wama putih 1 potong celana panjang wama abu. c. dengan pidana penjara selama 10 tahun 6 bulan. Gatot Subiyaktoro.49 " berat berupa pembantuan atas dilakukan kejahatan terhadap kemanusiaan melanggar pasaI 41 jis pasal 7 huruf b pasal 9 sub. . Menjatuhkan pidana terhadap : a. Terdakwa 5 Mayor Inf. e. Sugito. Terdakwa 3 AKBP. Terdakwa 1 Kolonel Inf.Achmad selama 10 tahun . Terdakwa 4 Mayor Inf. Surat . b. dengan pidana penjara selama 10 tahun. pasal 37 Undangundang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia.abu 1 1 1 lembar kain batik lembar kantong terigu lembar kain sarung wama biru 1 pasang sandal warna coklat potong rok warna ungu b. Drs. selama 10 tahun 3 bulan . Herman Sedyono. Menyatakan barang bukti berupa : a. a. Drs. dengan pidana penjara selama 10 tahun 3 bulan. Terdakwa 2 Kolonel CZI Liliek Koeshadiyanto. dengan pidana penjara dengan pidana penjara 1 potong rok warna coklat 1 potong kemej a warna putih 1 potong baju anak.

SUMARYO LL.II Covalima Pasal 42 (1) U.Dr. No.M.U.surat : Surat laporan penggalian kubur Nomor: TT.26 tahun 2000). 4 Majelis .3002/SK.26 tahun 2000 tidak mempunyai kapasitas seseorang yang secara efektif sebagai sebagai komandan militer ataupun komandan militer. Walaupun Majelis Hakim berpendapat bahwa terdakwa I (Kol. Drs. komandan militer (Plh.50 h. bahwa Majelis Hakim seharusnya juga harus memahami bahwa dalam perkara 5 terdakwa terdapat 3 jajaran superioritas yakni pertama.U. tetapi juga kapasitas seorang atasan baik polisi maupun sipillainnya (Pasal 42 ayat 1. 3. No. . kedua. SURYOKUSUMO. atasan polisi (Kapolres Suai) dan yang ketiga adalah atasan sipil lainnya seperti Bupati KDH TK.26 tahun 2000). II.U.II Covalima . Dandim 1635 Suai).II/XIII999 masing tanggal 30 November 1999 untuk diserahkan kepada Kejaksaan Agung RI gun a dijadikan bukti dalam perkara lain.Inf. Pendapat Hakim Agung Prof. Bahwa Majelis Hakim didalam menafsirkan azas tanggung jawab kejahatan perorangan (individual criminal responsibility) dalam persidangan Pengadilan HAM ad hoc mengenai perkara 5 orang terdakwa seharusnya seorang komandan mil iter tidak memusatkan perhatiannya pada kapasitas saja (Pasal 42 ayat I.II/1999 tanggal 30 November 1999 tentang hasil penggalian kuburan massal tak dikenal pada tanggal 25 November XI/1999 1999 sejumlah Nomor: 26 jenazah beserta masing- lampirannya berupa visum et repertum 001lTT. Surat.III sampai dengan Nomor :026/TTJ002/SK. ia berfungsi sebagai Kepala Daerah dan sekaligus sebagai Kepala Wilayah . meskipun ada jabatan sipil diduduki oleh seorang militer . U. 1. SH. U.Herman Sedyono) yang menjabat sebagai Bupati menurut KDH Tk. 2. komandan militer.3002/SK. No.

51

4. Majelis Hakim

seharusnya mengenakan dengan Pasal 42 (2) U.U. No.26

tahun 2000 dan bukan Pasal 42 (I), dimana terdakwa I dapat dikatagorikan sebagai seorang atasan, karena walaupun ia seorang anggota TNI, ia

menjabat sebagai seorang Bupati Covalima dan menurut D.D. No.5 tahun 1974 berfungsi sebagai Kepala Daerah dan sekaligus sebagai Kepala

Wilayah; 5. Didalam menafsirkan Pasal 9 (a) dan Pasal 41 D.D No.26 tahun 2000) menurut hukum kebiasaan internasional termasuk ketentuan-ketentuan dibenarkan dalam

dalam statute ICTY dan ICTR Majelis Hakim tidak

mengambil keputusan mengenai pelanggaran HAM berat untuk merujuk kepada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana khususnya Pasal 340

mengenai perbuatan yang dilakukan berupa pembunuhan

dan Pasal 56

mengenai hukuman bagi seseorang yang membantu melakukan kejahatan, dengan alasan sebagai berikut : (lihat hal.I 00-1 05 dan 115-117) ; a. Tindak pi dana kejahatan yang termasuk dalam lingkup Kitab UndangUndang Hukum Pidana tersebut merupakan kejahatan biasa (ordinary crimes) ; b. Yuridiksi memutus Pengadilan HAM ad hoc adalah untuk memeriksa terhadap kemanusiaan dan

perkara kejahatan

(crimes against

humanity) yang term asuk dalam pelanggaran HAM yang berat (Pasal 4 D.D. No.26 tahun 2000) ; 6. Didalam menafsirkan arti kata "pembantuan" yang karen a tidak diberikan penjelasan apapun didalam pasal 41 D.U. No.26 tahun 2000, Majelis

Hakim dalam mengadili dan memeriksa perkara terdakwa I, II, III, IV dan V kemudian telah merujuk pada arti kata "membantu" yang diatur dalam

Hukum Pidana Umum pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana ; "Dihukum sebagai orang yang "membantu" melakukan kejahatan ;

a. Barang siapa dengan sengaja membantu melakukan kejahatan itu ; b. Barang siapa dengan sengaja memberi kesempatan, daya upaya atau keterangan untuk melakukan itu" ; 7. Bahwa ..

52

7. Bahwa terdakwa I selaku Bupati KDH Tk.II Covalima dapat dikatagorikan

sebagai atasan sipil dan sesuai dengan Pasal 42(2) U.U. No.26 tahun 2000 tetap bertanggung jawab secara pidana terhadap pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh bawahannya yang berada di bawah kekuasaan dan pengendaliannya secara efektif ; 8. Terdakwa I sebagai Bupati Kepala Daerah dan sekaligus sebagai Kepala Wilayah Covalima dengan terjadinya penyerangan terhadap penduduk sipil di kompleks Gereja Ave Maria di Suai, Covalima, tidak melakukan tindakan pencegahan, pengamanan, perawatan terhadap para korban sebagai

tindakan penyerangan terhadap penduduk yang berada di kompleks Gereja tersebut dan tidak segera berusaha atau untuk segera mengetahui adanya para korban baik yang mati maupun yang luka-luka dan mengamankan, menyelamatkan atau memberitahukan kepada keluarga korban. Bahkan

terdakwa I sebelum berakhirnya penyerangan tersebut telah meninggalkan tempat lebih dahulu kemudian menuju kerumah kediamannya ; 9. Penyerangan terhadap Kompleks Gereja Ave Maria yang telah mengakibatkan terbunuhnya 27 orang dilakukan antara lain oleh 6 orang anggota

Laksaur (Izedio Manek, Olivio Mendoza alias Olivia Mou, Martinus Bere, Motornus, Vasco da Cruz dan Martins Dongki Alfon), dimana pem-

bentukan Laksaur itu telah diresmikan dan dikukuhkan, digaji dan diberikan honorarium oleh terdakwa I selaku atasan; 10. Dengan demikian sesuai dengan Pasal 42(2) U.U No.26 tahun 2000 terdakwa I sebagai seorang atasan dinyatakan telah tidak bertanggung jawab secara pidana terhadap pelanggaran HAM berat yang terjadi di komplek Gereja Ave Maria di Suai, Kabupaten Covalima yang dilakukan oleh 6 orang anggota Laksaur tersebut sebagai bawahannya yang berada dibawah kekuasaan dan pengendalian terhadap 6 orang bawahannya secara patut dan benar yakni : a. Terdakwa I telah mengetahui adanya penyerangan yang terjadi di Kompleks . Bupati KDH Tk.II Covalima sebagai

53

Kompleks Gereja Ave Maria di Suai, Kabupaten Covalima, atau secara sadar telah mengabaikan informasi yang secara jelas bahwa 6 orang anggota Laksaur sebagai bawahannya sedang atau baru saja melakukan penyerangan menunjukkan pada waktu itu

yang mengakibatkan

terbunuhnya 27 orang yang menurut pasal 9 (a) V.V No.26 tahun 2000 merupakan pelanggaran HAM yang berat ; b. Terdakwa I selaku atasan temyata tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan dalam ruang lingkup kewenangannya sebagai Bupati

Kepala Daerah Tingkat II di wilayah tersebut untuk mencegah atau menghentikan perbuatan itu atau menyerahkan 6 orang anggota Laksaur tersebut kepada pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan ; Sedangkan terdakwa II Kol.Czi. Liliek Koeshadianto yang menjabat sebagai PLH Komandan Kodim 1635 Suai terhitung mulai tanggal29 Agustus 1998 sampai terjadinya perkara pelanggaran HAM berat di Timtim tanggal 6 September 1999, dalam menjalankan tugasnya mempunyai anak buah antara lain Serda I Gede Santika, Sertu Wayan Suka Antara, Serda Sony Iskandar, Serda Ameriko Serang, Serda Raul Hale, Serda Alarco Pereira dan Praka Alfredo Amaral. Karena ada hubungan atasan-bawahan tersebut maka

terdakwa II secara aturan baku hirarki komando mempunyai wewenang komando dan pengendalian yang efektif terhadap anak buahnya (hal. 107) ; 11. Bahwa 6 orang anak buahnya tersebut adalah anggota TNI Kodim 1635 di Suai yang melakukan serangan yang meluas terhadap penduduk sipil yang mengungsi dan berada didalam kompleks Gereja Ave Maria Suai, dengan menggunakan menggunakan senjata api maupun senjata api rakitan serta dengan

senjata tajam yang menimbulkan

akibat yang meluas dan

mengakibatkan terbunuhnya 27 orang (lihat laporan mengenai Penggalian kuburan dan pemeriksaan jenazah dari bagian Ilmu Kedokteran Forensik FKUI No.TT 3002/SK-II/XI/1999) ; 12. Bahwa .........

13. 108) .9) . Bahwa terdakwa II selaku Plh Komandan Kodim 1635 Suai tidak melakukan upaya pencegahan yang maksimal untuk mengantisipasi terjadi penyerangan September di kompleks Gereja tersebut padahal sejak tanggal 5 1999 telah terjadi peristiwa yang merupakan indikasi akan terjadinya peristiwa tersebut (hal. Bahwa terdakwa III bersama-sama mereka sebagai anggota POLRI . penyidikan dan penuntutan. 15. Bahwa terdakwa II selaku Plh Komandan Kodim 1635 Suai secara efektif bertindak sebagai Komandan Militer dapat dipertanggung jawabkan terhadap tindak pidana yang berada dalam yurisdiksi Pengadilan Ham ad hoc yang dilakukan oleh pasukan yang berada dibawah komando dan pengendaliannya yang efektif dan tindak pidana tersebut merupakan akibat dari tidak dilakukannya pengendalian pasukan secara patut . Bahwa terdakwa II selaku Plh Komandan Kodim 1635 Suai yang seharusnya bertanggung jawab dibidang keamanan di wilayahnya tidak melakukan tindakan yang patut dan diperlukan untuk mencegah kemungkinan dalam ruang lingkup kekuasaannya menghentikan terjadinya kerusuhan atau perbuatanltindakan penyerangan tersebut atau menyerahkan pelakunya kepada pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan.54 12. Bahwa terdakwa III AKBP Gatot Subyaktoro yang menjabat sebagai Kapolre Suai terhitung mulai tahun 1998 sampai dengan terjadinya perkara pelanggaran HAM berat Timtim pada tanggal 6 September 1999 merupakan atasan polisi diwilayah resort tersebut dan mempunyai kewenangan mengendalikan bawahannya sepanjang (hal. dengan terdakwa I dan terdakwa II setelah mendengar suara letusan senjata api arah komples Gereja Ave Maria Suai yang diperkirakan terjadi bentrokan antara pro integrasi dan pro kemerdekaan . sehingga terjadi tindakan penyerangan terhadap penduduk sipil yang berada di kompleks Gereja tersebut dan mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 27 orang. 14. . 16.

I.Jkt. 19. karen a ia tidak melakukan pengendalian terhadap bawahannya secara patut dan benar . 17.Pst.BIHAM. Didalam menjalankan tugasnya selaku Kapolres Suai.D No.ad hoc/2002/PN.· . penyidikan dan penuntutan . Terdakwa III sebagai atasan telah mengetahui adanya penyerangan yang terjadi di kompleks Gereja Ave Maria Suai dan telah mengabaikan infonnasi yang secara jelas menunjukkan bahwa kelima orang anggota POLRI bawahannya sedang melakukan penyerangan ke kompleks tersebut yang mengakibatkan terbunuhnya 27 orang. 18.02IPID. bawahan anggota POLRI antara lain Serda Budi. Menyetujui . Dapat mengabulkan permintaan kasasi yang diajukan kepada Mahkamah Agung R. Setelah memeriksa kasasi perkara pelanggaran HAM berat yang dimohonkan Umum terhadap putusan Majelis Hakim oleh Jaksa Penuntut Pengadilan HAM ad hoc pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 14 Agutus 2002. b. Sertu Amolus Naggalo dan Serda dengan Martinus Bere. Bahwa menurut Pasal 42 ayat 2 D. No. yang kelimanya ikut serta dalam penyerangan senjata api terhadap penduduk sipil yang berada Imengungsi di Kompleks Gereja Ave Maria Suai sehinga mengakibatkan terbunuhnya 27 orang. a. 55 kemerdekaan mendatangi tempat kejadian penyerangan di kompleks Gereja tersebut. saya : a. Senna Serka Made Suarsa. .26 tahun 2000 terdakwa III selaku atasan Polisi tetap bertanggung jawab secara pidana terhadap pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh 5 orang bawahannya yang berada dibawah kekuasaan dan pengendaliannya secara efektif. b. terdakwa III mempunyai Syamsuddin. Terdakwa III tidak mengambil tindakan yang layak dan diperlukan dalam ruang lingkup kewenangannya untuk mencegah atau mengke hentikan perbuatan yang dilakukan oleh kelima orang bawahannya pejabat yang berwenang untuk dilakukan penyelidikan.

Jkt. Mengenai keberatan 1 sid 4: Bahwa. pembuktian Dr.Pst) . dengan demikian tidak tunduk pada kasasi.U No. IV dan V telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pelanggaran HAM berat terhadap Pasal 42 (2) jo Pasal 9 (a). 20. Menyatakan terdakwa I. Pendapat Hakim Agung SUDIRDJA. oleh karena pemeriksaan pada tingkat kasasi hanya mengenai kesalahan dalam penerapkan hukum.SH.02IPID. III. Bahwa . M. 56 b. H. III.· . Menyetujui untuk membatalkan putusan Majelis Hakim Pengadilal! HAM ad hoc pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 15 Agustus 2002 No. II. Bahwa mengenai apakah para terdakwa mempunyai tanggung jawab komandan/atasan komando/kekuasaan atas bawahan yang secara langsung berada dalam sesuai dan pengendalian yang efektif seperti diatur dalam pasal 42 ayat 1 dan 2 UU 26/2000. Bahwa apa-apa yang dikemukakan oleh yudex factie pada pokoknya hanya merupakan pengulangan kembali atas hasil pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti yang diajukan di persidangan yang telah dipertimbangkan dengan hukum acara yang berlaku.26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Azasi Manusia dan keputusan pidana terhadap kelima terdakwa itu harus dilakukan . judex facti telah tepat dalam pertimbangannya. oleh karena dalam kasus ini tidak terbukti ada hubungan kornandan/atasan dengan bawahan yang berada dalam kekuasaannya dan pengendalian efektif yaitu antara para terdakwa dengan para pelaku tindak pidana yaitu kelompok Lakshaur dan Mahidi. EDDY DJUNAEDI KARNA- keberatan-keberatan terse but mengenai penilaian hasil yaitu mengenai penilaian pemeriksaan para saksi yang telah dipertimbangkan sesuai dengan hukum acara yang berlaku. .BIHAM ad hoc/2002IPN. Pasal 42 (3) dan Pasal 37 U. atau melampaui kewenangan yang diberikan undang-undang. tidak menerapkan hukum.CJ.

July 1999. menurut doktrin of superior responsibility terbukti untuk dapat mempertanggungjawabkan ketiga elemen ini harus seorang atasan. Delalic atau akan melakukan atas perbuatan bawahannya harus dipenuhi 3 unsur sebagai seorang atasan telah dibebaskan oleh karen a terbukti tidak mempunyai cukup kewenangan dan pengendalian atas pejabat Celebici Camp). yaitu: (a) Ada hubungan atasan-bawahan yang berada dalam pengendalian efektif. knowledge and failure to act that are necessary for the doctrine of command responsibility to apply. Prof. Ilias Bantekas Bantekas dalam Contemporary Law of Superior Responsibility. This is confirmed by the compulsory elements of subordination. menyatakan dalam Bab II. Bahwa . .57 Bahwa dalam pelanggaran hak azasi manusia yang berat unsur-unsur tanggungjawab komandanlatasan ini harus secara hati-hati dikontruksikan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 3. dalam The American Journal of International Law v. pengangkatan de jure saja tidak menyebabkan seorang atasan bertanggung jawab apabila ia tidak mempunyai kewenangan dan pengendalian yang efektif terhadap para pelaku kejahatan (lihat putusan ICTY Trial Chamber dalam kasus Celebici Camp atas terdakwa Delalic. Bahwa berdasarkan caselaws. Bahwa. (c) Atasan gagal mencegah atau menghukum bawahannya tersebut. Legal Nature of the Doctrine: Under international humanitarian law a commander is not responsible simply because he is in a position of authority. dan tidak meluas atau terhadap setiap pelaku berada diluar tanggung jawab para komandan atasan langsung. (b) Atasan mengetahui bawahan sedang melakukan kejahatan. neither does such function carry burdens of vicarious or strict liability.93. This approach is reflected in the ICTY and ICTR Statutes. Bahwa menurut International Humanitarian Law agar seorang atasan dapat dipertanggungjawabkan penting. no.

. 26 tahun 2000. Mahkamah Agung yang berpendapat bahwa para terdakwa telah melakukan usaha pencegahan sudah optimal. . Bahwa dalam keadaan chaos yang melibatkan masa yang besar yang berada dalam keadaan emosi yang labil. 58 Bahwa. seperti yang terjadi di Gereja Suai. bahwa bahwa tidak berkelebihan untuk dipertimbangkan pula disini. dan ketika terjadi bentrokan aparat keamanan telah berusaha mencegah dan menghentikannya. sehingga jatuhnya korban yang lebih banyak dapat dihindari. Bahwa dengan demikian judex facti telah tepat mempertimbangkan bahwa tidak terdapat hubungan atasan bawahan yang efektif antara para terdakwa dengan para pelaku kelompok Lakshaur dan Mahidi. Menimbang. Terlebih lagi bahwa bentrokan antara kelompok pro-integrasi dan pro- kemerdekaan ditinggalkan dilakukan itu telah berlangsung sejak lama. Bishop dan wakil-wakil dari kedua kelompok. terlebih lagi dengan adanya provokasiprovokasi dari masing-rnasing kelompok. II dan III.. yang merupakan kumulasi ketidak puasan kelompok pro-integrasi atas hasil jajak pendapat yang dirasakan dilaksanakan secara tidak jujur yang pada puncaknya menyebabkan terjadinya bentrokan.. tidak terbukti pula di persidangan adanya kelalaian yang disengaja ("deliberate failure") untuk tidak melakukan pencegahan. Covelima. quad non. dan berbagai upaya pencegahan dengan telah telah secara maksimal yaitu antara lain dilakukan perdamaian di rumah terdakwa I di Covalima pada tanggal 3 September 1999 yang disaksikan terdakwa I. oleh karena itu para terdakwa tidak dapat dipersalahkan atas pelanggaran yang dilakukan oleh para pelaku tersebut. seandainya ada hubungan atasan-bawahan yang efektif antara para terdakwa dengan para pelaku. yaitu sejak Timor Timur pemerintah Portugis. oleh pejabat UMAMET. persyaratan menurut doktrin tersebut pada dasarnya sama dengan bunyi pasal 42 Undang-undang No. Bahwa . oleh karena para terdakwa telah mengusahakan perdamaian sebelum hasil jajak pendapat diumumkan.

dan merawat korban yang menderita luka. . II. STRl55111999 untuk mewaspadai .I. III dengan memerintahkan berada disitu untuk mencegahnya kerusuhan. dan korban yang jatuh akan bertambah banyak. dan para aparat untuk menghentikan memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat yang memerlukan.I. Bahwa pembantuan dapat dilakukan dengan berbagai cara. apapun hasilnya.. bahwa tidak terbukti para terdakwa melakukan pembantuan.atau otonomi khusus dalam Negara R. Bahwa seandainya ada niat para terdakwa untuk membantu para pelaku. yang oleh judex facti telah dengan benar dipertimbangkan tidak terbukti. dan korban yang jatuh akan bertambah banyak. tentunya bentrokan tersebut tidak akan dicegah dan dihentikan. yaitu dibuktikan dengan adanya usaha-usaha melakukan perdamaian terjadi bentrokan seperti telah diuraikan di atas.59 Bahwa waktu terjadi peristiwa di komplek gereja Suai di Covalina pada tanggal 6 September 1999 para terdakwa I. dan pencegahan waktu tentunya bentrokan terse but tidak akan dicegah dan dihentikan. terlebih tanggal 5 September lagi setelah adanya Instruksi dari Pangdam IX Udayana 1999 kepada Danrem 164/WD melalui surat telegram No. Bahwa. sudah merupakan kebijaksanaan Pemerintah R. judex facti telah tepat dalam pertimbangan dan putusannya. yang telah dimenangkan oleh kelompok pro-kemerdekaan. antara lain dengan melakukan hubungan individu (contact person) antara sipelaku dengan orang yang diminta membantu. Bahwa seandainya ada niat para terdakwa untuk melakukan pelanggaran HAM berat terhadap kelompok pro-kemerdekaan.I. Bahwa menjadi kewajiban semua aparat negara yang bertugas di Timor Timur untuk mendukung kebijaksanaan Pemerintah R. untuk memberikan Opsi II yaitu memilih merdeka . terhadap masyarakat Timor Timur melalui jajak pendapat yang hasilnya telah diumumkan tanggal4 September 1999. Bahwa mengenai unsur "pembantuan" sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Subsidair.

dengan tidak menerima hasil jajak pendapat yang diumumkan tanggal 4 September 1999. terbukti adanya oknum pro-kemerdekaan yang menggunakan seragam KOPASUS yang telah mencegatnya di suatu wilayah di Timor Timur.. Menimbang. 26 Tahun 2000 tersebut. Menimbang. Menimbang.I. mewaspadai situasi di Timtim dan mengumumkan pemberlakuan jam malam di wilayah Timor Timur. penyidikan atas para pelaku kejahatan hak azasi manusia yang berat bagi para terdakwa yang warga negara Indonesia merupakan kewenangan KOMNASHAM. dengan memperhatikan Menimbang bahwa. Timbul Silaen. bahwa berdasarkan pasal 5 Undang-undang No. dan selanjutnya mempunyai pemerintah sementara Timtim keamanan dan penuntutan sesuai hukum kewajiban untuk menyelenggarakan terhadap para pelaku kejahatan dilakukan dengan peraturan perundang-undangan internasional.I. . dan di bekas Timor Timur. Bahwa dari keterangan saksi pengamat dari KOMNASHAM Benyamin oknum- Mangkudilaga dalam perkara Drs.. maka sejak tanggal tersebut secara de facto Timtim sudah bukan menjadi wilayah hukum Negara R.60 . quad non. Un dang-un dang No. bahwa dengan telah diumumkannya hasil jajak pendapat pada bawahan para tanggal 4 September 1999 yang dimenangkan oleh kelompok pro-kemerdekaan. . bahwa di persidangan tidak terbukti pula para terdakwa tidak melaksanakan kebijaksanaan Pemerintah R. Mahkamah Agung berpendapat bahwa para terdakwa telah berusaha seoptimal mungkin untuk mencegah dan menghentikan bentrokan. Menimbang. sehingga dengan demikian tuduhan tentang terlibatnya oknum-oknum yang merupakan terdakwa haruslah dibuktikan. bahwa seandainya ada bawahan para terdakwa yang ikut dalam bentrokan tersebut. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Azasi Manusia baru diundangkan bulan September tahun 2000. Menimbang.

dan para terdakwa tidak berwenang untuk menyidik dan menuntut azasi manusia yang berat. masalah tanggung jawab komandan militer/atasan terhadap perbuatan pasukan/bawahan yang berada dibawah komando dan pengendalian yang efektif. maka dakwaan Lebih Subsidair harus dinyatakan tidak terbukti pula. II. IV dan V. maka berdasaran pasaJ 244 KUHAP permohonan . para pelaku pelanggaran HAM berat. dengan pertimbangan unsur bawahan yang berada dalam pengendalian efektif para terdakwa tidak terbukti. maka putusan judex facti yang menyatakan para terdakwa dibebaskan dari dakwaan-dakwaan tepat. IV. III. o . 26 Tahun 2000) telah dipertimbangkan Subsidair. dan Lebih kejahatan kemanusiaan berat seperti yang didakwakan dalam dakwaan Primair. bahwa atas kejadian di Gereja Suai tersebut para terdakwa telah melaporkan kepada atasan masing-rnasing. pasal 42 ayat (1) Sub a. II. - 61 Menimbang. bahwa oleh karena para terdakwa tidak terbukti melakukan secara benar dalam dakwaan Prim air. Menimbang. Bahwa dengan tidak terbuktinya dakwaan Primair dan Subsidair bagi terdakwa I. III. oleh karen a peristiwa-peristiwa yang terjadi. Mengenai keberatan 5: Menimbang. bahwa oleh karena putusan judex facti adalah membebaskan para terdakwa dari segaJa dakwaan (vrijspraak). keterangan para saksi. Subsidair. tersebut telah Menimbang. b Undang-undang No. dan "pembantuan" yang didakwakan kepada para terdakwa tersebut yang dikhususkan dalam dakwaan Lebih Subsidair kepada setiap terdakwa (didakwa melanggar pasal 7 huruf b jis pasal 9 huruf a. Subsidair dan dalam Lebih Subsidair khusus bagi masing-masing terdakwa I.. bahwa mengenai keberatan ini judex facti telah tepat dalam para pelaku yang melakukan pelanggaan hak pertimbangan dan putusannya.

Kesimpulan : Kasasi Jaksa Penuntut Umum tidak dapat diterima. MASYHUR EFFENDI. yang dapat meledak lebih luas. A. SH. kasasi JaksalPenuntut Urnurn hams dinyatakan tidak dapat Mernperhatikan dst. yang dapat mengakibatkan Social Justice tidak terpenuhi. sehingga tidak ada "deliberate failure" (kelalaian yang disengaja). menjadi sulit menyatakan anak buahnya bersalah. Bahwa mengingat pula tidak terbukti adanya kontak langsung maupun tidak langsung terdakwa dengan kelompok yang ada. Pendapat Hakim Agung Prof. Kondisi waktu itu sangat chaos. Mengenai alasan kasasi ad. semua kelompok emosional. sehingga upaya terdakwa sudah cukup memadai. Pendapat Hakim Agung ARBIJOTO. saling berlawanan. karena yudex factie (Pengadilan Negeri). karena in casu tidak terbukti ada hubungan Komandan dengan (atasan . V. Mengingat pula tidak terdapat hubungan tersebut diperkuat dengan tidak terbuktinya adanya hubungan struktural/organisasi maupun fungsional. telah tepat dan benar dalam pertimbangan hukumnya. sehingga memang hubungannya tidak ada. Mengingat perkara tersebut pada Pengadilan dinyatakan bebas rnumi. maka unsur pembantuan tidak juga terbukti. .62 perrnohonan diterirna. MEMUTUSKAN: Menyatakan perrnohonan kasasi JaksalPenuntut Urnurn tidak dapat diterirna. Mengingat pula dalam kasus kejahatanipelanggaran HAM berat yang tingkat pertarna sudah lain (Timbul Silaen) dinyatakan bebas. IV. SH. de yure tidak ada hubungan. Dengan demikian.! sid 4: Bahwa keberatan-keberatan tersebut tidak dapat dibenarkan.

Bahwa karenanya judex factie telah tepat dan benar mempertimbangkan. bahwa tidak terdapat hubungan atasan dan bawahan yang efektif antara para terdakwa dengan para pelaku kelompok Laksaur dan terhadap Mahidi. karen a adanya provokasi provokasi dari dua kelompok yang saling berlawanan. Pejabat Unamet. yang berada dalam kekuasaannya dan pengendalian efektif. Bahwa justru bentrokan antara dua kelompok yang saling bermusuhan tersebut. yaitu sejak Timor Timur ditinggalkan oleh Pemerintah Portugis. telah tidak terbukti pula dimuka persidangan Pengadilan Tingkat Pertama. dan ketika terjadi bentrokaan. dalam perkara ini antara para terdakwa dengan pelaku tindak pidana. dengan berbagai usaha seoptimal mungkin telah dilakukan pencegahan dengan melakukan upaya-upaya perdamaian. korban yang lebih banyak dapat dihindari . sebelum hasil jajak pendapat diumumkan. yang dilakukan oleh kelompok Lakshaur dan Mahidi . yang telah terjadi sejak lama. para terdakwa secara maksimal telah berusaha untuk mencegah terjadinya bentrokan menjadi lebih parah. . sebagaimana yang terjadi di gereja Suai Covalima. adanya kelalaian yang disengaja untuk tidak melakukan pencegahan. sehingga jatuhnya Bahwa dalam situasi yang kacau balau dan massa dalam jumlah yang sangat besar dalam keadaan sangat emosional. II dan III. Bahwa disamping terhadap hal-hal sebagaimana yang telah dipertimbangkan diatas. oleh karen a itu para terdakwa tidak dapat dipersalahkan pelanggaran yang dilakukan oleh para pelaku tersebut . yang dihadiri oleh terdakwa I. Bahwa . karena para terdakwa telah mengusahakan perdamaian. dirumah terdakwa I di Covalima pada tanggal 3 September 1999. yaitu kelompok pro integrasi dam pro kemerdekaan. bahkan selanjutnya dapat memadamkan bentrokan antara kelompok pro kemerdekaan dan kelompok pro integrasi .• 63 dengan bawahan). Beshop dan wakil-wakil dari kelompok pro integrasi dan pro kemerdekaan . aparat keamanan telah berusaha mencegah dan menghentikannya.

yaitu membantu. Bahwa mengenai unsur "Pembantuan". . bahwa tidak terbukti para terdakwa melakukan "Pembantuan" dengan adanya usaha-usaha yaitu dibuktikan oleh para terdakwa. hubungan antara individu yang satu dengan individu antara pelaku perbuatan pidana dan orang yang diminta hukumnya dan yang oleh yudex factie dalam pertimbangan putusannya. karena peristiwa -peristiwa yang terjadi. Bahwa pembantuan dapat dilakukan dengan berbagai cara. untuk mendamaikan kedua para terdakwa kelompok yang saling bermusuhan dan diusahakan pencegahan terjadinya bentrokan antara kelompok pro integrasi dan pro kemerdekaan . pada tanggal 6 September 1999. karena mengenai alasan kasasi Jaksa Penuntut Umum ini telah dipertimbangkan dan diputuskan yudex factie dengan tepat dan benar . sehingga besarnyajumlah korban makin bertambah banyak . dengan maksud untuk mencegah bentrokan diantara dua kelompok tersebut dan para terdakwa tersebut telah memerintahkan para aparat untuk menghentikan bentrokan tersebut dan memberikan perlindungan kepada para anggota masyarakat serta merawat para korban yang luka-luka . yudex factie telah tepat dan benar dalam mempertirn- bangkan serta memutuskannya. antara lain dengan melakukan lainnya. Bahwa dengan tidak terbuktinya dakwaan Primair dan Subsidair.. masalah tanggung jawab . bahwa para terdakwa tidak terbukti melakukan "Pernbantuan". Bahwa alasan kasasi ad. maka dakwaan lebih subsidair harus dinyatakan tidak terbukti pula.S tidak dapat dibenarkan. para Pelaku pelanggaran HAM berat. keterangan para saksi. telah dinyatakan dengan tepat dan benar.S. Mengenai alasan kasasi ad.64 Bahwa pada waktu terjadi bentrokan disekitar gereja Suai di Covalima. terhadap terdakwa I sampai dengan V. terdakwa I. dengan menyatakan. terdakwa kelompok melakukan "Pembantuan" lagi pula apabila ada niat para maka bentrokan yang terjadi antara pro integrasi dan pro kemerdekaan tidak dapat dicegah dan dipadamkan. sebagaimana didakwakan pada dakwaan subsidair.ll dan III berada disekitar gereja tersebut.

AD.MH Ketua: ttd. M. A. SH. Membebankan biaya perkara dalam tingkat kasasi kepada Negara.14 tahun 1985.. H. 66 diputus bebas. A. M. Artidjo Dr.Eddy Djunaedi Prof.LL. maka biaya perkara dalam tingkat kasasi ini dibebankan kepada Negara. ttd.lH. Hakim-Hakim H. SH. Panitera Pengganti: ttd. Masyhur Effendi.. SH.Sumaryo Karnasudirdja. SH. Masyhur Effendi./'Kepala Direktorat Pidana"-f . Prof.lArb i jot 0..lProf. SH. Panitera Pengganti. SH.M. Hakim Agung yang ditunjuk oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Sidang..14 tahun 1970.Sumaryo Suryokusumo.lDr. SH.Dr.8 tahun 1981 dan Undang-Undang No.Hakim-Hakim Anggota: ttd. SH Untuk Salinan \ Mahkamah Agung RI \J.CJ.Eddy Djunaedi Karnasudirdja....MH.M.CJ. ttd.Dr.Prim Haryadi.Prim Haryadi. Anggota. Alkostar. SH. Undang-Undang No.lArtidjo Alkostar. H. SH. Nip : 040013 664 .. Memperhatikan Undang-Undang No. Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan pada hari Rabu Pemohon PADA KEJAKSAAN tanggal 3 Maret 2004 dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Arbijoto.HOC NEGERI JAKARTA PUSAT tersebut. SH. ttd. SH. MENGADILI: Menyatakan tidak dapat diterima permohonan kasasi dari kasasi: JAKSA/PENUNTUT UMUM HAM. dengan tidak dihadiri oleh pemohon kasasi. dan Suryokusumo. SH..lProf.LL. Moegihardjo.

/Prof. JAKSAIPENUNTUT Membcbankan Demikian lIAM. M. SH./- Arb i jot 0. ~H. Agung sebagai olch Kctuu SIl. kcpudu Mcmpcrlwtikan lJndang-lJlldallg No. SH. SH..8 tahun 1981 dan Unclang-Unclung No./- Ketua: ttd. maka biaya pcrkara dalarn tingkut kususi ini diheballkllll Ncgara .1~ddy SI!. A. I-LEddy Djunaedi Karnasudirdja. SH. Anggota.Dr.1 'I tnhun I ()H5.Sumaryo Karnasudirdja.. dihadiri oleh pcmohon kasasi.Sumaryo Suryokusumo.CJ.Hakim-Hakim Anggota: ttd. Masyhur SH.. Alkoxlur. Prof. SH.Prim Haryadi. Masyhur Effendi./Prof. I )junaedl tidak Prof.MH . Hakim Ketua Agung Sidang. A.LL. yang dltunjuk Artidjo Dr. ttd.GG diputus bcbas.Af)../Artidjo Alkostar.MH.M. PUSAT pcrmohonnn kllslIsi duri I'l~IIIOh()1I . Effendi. Iialdill-liakilll dcugun Panitcra Pcngganti. H.Dr.CJ.. (Jlldllllg-( Jlldlllig No. dan Suryokusumo. 11. SH H. ttd. SH.Prim Haryadi../Dr. MENGADIL_t Menyatakan kasasi: NEGERI JAKARTA tidak dapat ditcrima UMUM tcrscbut.II0C I'AI)A 1\ I UA 1\ SAA N biaya pcrkara dulam tingku: kususi kcpudn Ncguru: dalam rapat pcrmusyawanunu puda hur] Rubu 1111111111 plldll diputuskan tanggal 3 Maret 2004 hari itu juga Mahkamah dan diucapkan dalam sidang tcrbuku uiuuk SH. M.LL. oleh Arbijoto.M.1 'I (11111111 I (nO. Panitera Pengganti: Untuk Salinan kamah Agung RI Dircktorat Pidana~ ttd. ttd.