Tekanan Osmotik

Landasan Teori Osmosis adalah difusi saring molekul air melalui membran permeabel selektif, yaitu membran yang tidak dapat dilewati secara bebas oleh semua zat terlarut yang ada. Zat yang tidak dapat berdifusi harus memiliki konsentrasi yang lebih tinggi di satu sisi membran dibandingkan sisi lainnya. a. Pada osmosis, molekul air bergerak menembus membran dari area berkonsentrasi tinggi ke area berkonsentrasi air lebih rendah. b. Osmosis molekul air ke dalam larutan yang lebih kental (konsentrasi air lebih rendah) meningkatkan volume dan tekanan hidrostatik larutan. Dalam wadah dengan volume yang tetap, pada akhirnya tekanan hidrostatik molekul air mampu menyeimbangkan tekanan osmotik yang menggerakkan molekul air untuk menurunkan gradien konsentrasinya, sehingga difusi saring tidak terjadi lagi. c. Tekanan Osmotik suatu larutan adalah tekanan potensial yang dinyatakan dalam istilah gaya atau tekanan yang dibutuhkan untuk menghentikan osmosis air selanjutnya. 1) Tekanan Osmotik adalah tekanan yang terbentuk dalam larutan akibat osmosis saring yang berlangsung dalam larutan tersebut. Semakin besar konsentrasi zat terlarut, semakin besar tekanan osmotiknya. Dengan demikian tekanan osmotik adalah suatu ukuran daya tarik larutan terhadap molekul air. 2) Tekanan osmotik suatu larutan bergantung pada jumlah partikel zat terlarut per volume unit larutan. Dengan demikian, konsentrasi molar (jumlah molekul atau ion dalam larutan) dan bukan persentase konsentrasi dalam larutan, menentukan tekanan osmotik potensial larutan. 3) Untuk zat non-elektrolit yang tidak larut dalam air (seperti glukosa). Jumlah partikel zat terlarut dalam larutan adalah konsentrasi molar larutan tersebut. 4) Untuk zat elektrolit yang memang larut dalam air (seperti NaCl), jumlah partikel dalam larutan ditentukan berdasarkan konsentrasi molar dan jumlah ion yang terbentuk dari setiap molekul. Alat dan Bahan  Laptop  Modem untuk koneksi internet  Alat tulis Langkah Kerja 1. Klik menu “Experiment”, kemudian pilih “Osmosis”. Halaman pembuka akan muncul dalam beberapa detik. 2. Letakkan membrane yang berukuran 20 MWCO ke tempat di antara dua beker. 3. Atur konsentrasi NaCl menjadi 8.00 Mm pada beker kiri, dan klik tombol “Dispense”. 4. Klik “Deonized Water” di bawah beker kanan, kemudian klik “Dispense”. 5. Atur timer menjadi 60 menit, kemudian klik “Start” untuk memulai eksperimen. Perhatikan tekanan yang tertera. Pada akhir percobaan, klik “Record Data” untuk menyimpan data di memori komputer, dan juga untuk menyimpan tekanan osmotic.

Hasil Pengamatan NaCl 20 MWCO Solute MWCO + Na Cl 20 Albumin 20 Glucose 20 NaCl 50 MWCO Solute MWCO Na+Cl50 Albumin 50 Glucose 50 NaCl 100 MWCO Solute MWCO + Na Cl 100 Albumin 100 Glucose 100 NaCl 200 MWCO Solute MWCO + Na Cl 200 Albumin 200 Glucose 200 Albumin 20 MWCO Solute MWCO Na+Cl20 Albumin 20 Glucose 20 Start Conc L 8.0133 0.0000 0.  Apakah anda melihat adanya perubahan tekanan pada setiap beker.0000 0.00 0.00 Start conc R 0.00 0.00 Start conc R 0.0000 Rate 0.0000 Rate 0. 9.00 0. Klik membrane untuk mengembalikannya ke kabinet membrane. kemudian “Print Data” dan pilih Adobe PDF sebagai printer untuk menyimpan data dalam format PDF.0000 .00 0.0000 0.00 0.00 Start Conc L 8. Pada percobaan yang dilakukan.00 mM pada langkah kedua (sebagai pengganti NaCl). 100.00 0.00 Start conc R 0.00 Start Conc L 8.00 Pres L 272 Pres L Pres L Pres L Pres L 153 Start conc R 0. dengan menggunakan salah satu dari empat membrane? Jika iya.00 0. 7.00 0. membrane yang mana?  Apakah terdapat NaCl di beker kanan? Jika iya. namun data disimpan sebagai gambar dengan menggunakan print screen.0000 0. data tidak disimpan dalam bentuk PDF.00 Start Conc L 8. Sekarang lakukan eksperimen yang sama pada albumin dan glukosa dengan mengulang langkah 1 sampai 6 untuk setiap larutan.00 9.00 0.00 0.0000 Rate 0. gunakan glukosa dengan konsentrasi 10.00 0.00 0.0000 0.0133 0. Ulangi langkah 1 sampai 5 dengan membrane berukuran 50.00 0.00 0.00 Start conc R 0. membrane yang mana yang bisa dilewatinya? 8.0000 Rate 0.00 mM pada langkah kedua (sebagai pengganti NaCl). Klik “Tools”.0000 0. gunakan albumin dengan konsentrasi 9. Untuk albumin.6.00 Pres R 0 Pres R Pres R Pres R Pres R 0 Rate 0.0133 0.00 0.00 0. dan 200 MWCO.0000 0.00 0.00 0. Untuk glukosa.00 Start Conc L 0.00 0.

.0000 0.00 0.Albumin 50 MWCO Solute MWCO Na+Cl50 Albumin 50 Glucose 50 Albumin 100 MWCO Solute MWCO + Na Cl 100 Albumin 100 Glucose 100 Albumin 200 MWCO Solute MWCO + Na Cl 200 Albumin 200 Glucose 200 Glukosa 20 MWCO Solute MWCO Na+Cl20 Albumin 20 Glucose 20 Glukosa 50 MWCO Solute MWCO + Na Cl 50 Albumin 50 Glucose 50 Glukosa 100 MWCO Solute MWCO + Na Cl 100 Albumin 100 Glucose 100 Glukosa 200 MWCO Solute MWCO Na+Cl200 Albumin 200 Glucose 200 Pembahasan Start Conc L 0. 2.0000 Rate 0.00 10.00 Start Conc L 0.00 Start conc R 0.00 Start conc R 0.00 Start conc R 0.00 10.00 Pres R 0 Pres R 0 Pres R 0 Pres R 0 Pres R 0 Pres R 0 Pres R - Rate 0.00 9. Semakin tinggi konsentrasi larutan.00 0.00 0. Akankan tekanan osmotic berubah jika terjadi difusi? Jelaskan jawaban anda.0000 0.0000 0.0000 Rate 0.00 10.00 0.00 0.0000 0.00 10.0000 0.0000 Rate 0.00 0.00 Start conc R 0.00 Start Conc L 0.00 9.00 0.0000 0.00 0. Jelaskan hubungan antara konsentrasi larutan dengan tekanan osmotic.0000 Rate 0.00 Pres L 153 Pres L 153 Pres L 153 Pres L 170 Pres L 170 Pres L 170 Pres L - Start conc R 0.00 0.0000 0.00 0.00 Start Conc L 0.00 0. semakin besar tekanan osmotiknya.0000 Rate 0.00 0.0000 0.00 0.00 0.00 0.0000 0.00 0.0000 0.00 Start Conc L 0.0000 0.00 0.0000 Rate 0.00 9.00 Start Conc L 0.0044 Pertanyaan : 1.00 Start conc R 0.00 0.00 0.0000 0.00 0.0000 0.00 Start conc R 0.00 Start Conc L 0.00 0.0000 0.

karena ukuran molekul albumin lebih besar dari 200 MWCO. anda dapat melihat meningkatnya tekanan osmotic pada beker kiri jika menggunakan membrane 100 MWCO. Sedangkan pada molekul-molekul glukosa dapat terjadi difusi.0000 Albumin 100 9.00 153 0. Solute MWCO Start Conc L Pres L Start conc R Pres R Rate + Na Cl 100 0. molekul albumin tidak dapat melewati membrane karena berukuran lebih besar dari 100 MWCO.00 0.00 0 0.00 0 0.00 0 9. Solute MWCO Start Conc L Pres L Start conc R Pres R Rate Na+Cl200 0. maka tidak terjadi difusi. namun tetap tidak terjadi difusi.00 0 0. Solute MWCO Start Conc L Pres L Start conc R Pres R Rate Na+Cl200 0. karena ukurannya lebih besar daripada membran yang digunakan (100 MWCO). Di samping itu.00 153 9.0000 Glucose 200 0. apa yang akan terjadi pada tekanan osmotic bila anda mengganti air di beker kanan dengan larutan albumin 9. Menurut anda.00 10. apa yang akan terjadi pada tekanan osmotic jika anda menggunakan larutan glukosa 10 mM pada beker kanan sebagai pengganti air? Jelaskan jawaban anda. karena ukurannya lebih kecil dari 200 MWCO.00 mM pada percobaan tersebut? Karena konsentrasi sama (isotonic).00 0.Tekanan osmotik tidak akan berubah jika terjadi difusi.0000 Albumin 100 9.0044 6.00 0.00 0 10.0000 Glucose 100 0.00 0. Karena molekul albumin terlalu besar untuk melewati membrane 100 MWCO. Solute MWCO Start Conc L Pres L Start conc R Pres R Rate + Na Cl 100 0. Tidak terjadi difusi molekul-molekul albumin. Keseimbangan konsentrasi glukosa ( keadaan isotonik) tercapai pada menit ke 38.0000 Albumin 200 18.00 0.0000 4.0000 Glucose 100 0. Pada larutan albumin dengan membrane 200 MWCO. Anatomi dan Fisiologi Untuk Pemula. 2003.0000 Albumin 200 9.00 0.00 0. . 3. Ethel.00 0.0000  SUMBER : Sloane. karena molekul albumin berukuran lebih besar dari 200 MWCO. Apa yang akan terjadi jika anda menambah konsentrasi albumin menjadi dua kali lipat pada beker kiri? Walaupun konsentrasi albumin di beker kiri lebih tinggi dibanding beker kanan.00 0.0000 5.00 0. Apa yang akan terjadi jika anda menggunakan membrane 100 MWCO untuk percobaan seperti sebelumnya? Tidak terjadi difusi molekul-molekul albumin maupun glukosa.00 0.0000 Glucose 200 0.00 0.00 0 0.00 17 0. Jakarta:EGC.00 0.00 17 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful