Anda di halaman 1dari 6

SURAT KEPUTUSAN PT.

NASA INDONESIA No : BG/01/NI/2012 TENTANG ALAT ANGKAT DAN ANGKUT
Menimbang: a. bahwa dengan meningkatnya pembangunan dan teknologi dibidang industri, penggunaan alat angkat dan angkut merupakan bagian penting dalam pelaksanaan dan peningkatan proses produksi; b. bahwa dalam pembuatan, pemasangan, pemakaian, perawatan alat angkat dan angkut mengandung bahaya. Mengingat: 1. Pasal 4 ayat (1), Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

MEMUTUSKAN
Menetapkan : PERATURAN PERUSAHAAN PT. NASA INDONESIA DAN ANGKUT. BAB I KETENTUAN UMUM TENTANG ANGKAT

Pasal 1 Dalam Peraturan perusahaan ini yang dimaksud dengan: 1. Direktur adalah ialah pejabat yang ditunjuk oleh para pemegang saham dalam rapat pemegang saham untuk melaksanakan Undang-undang ini; 2. Pegawai Pengawas ialah Pegawai Pengawas Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang ditunjuk oleh direktur; 3. Ahli Keselamatan Kerja adalah tenaga teknis berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya Undang-undang Keselamatan Kerja; 4. Pengurus ialah ialah orang yang mempunyai tugas langsung sesuatu tempat kerja atau bagiannya yang berdiri sendiri; 5. Perusahaan ialah orang atau Badan Hukum seperti yang dimaksud dalam Undangundang No. 1 tahun 1970 6. Alat adalah suatu unit konstruksi yang dibuat untuk digunakan atau menghasilkan suatu hasil tertentu dan dapat merupakan suatu bagian yang berdiri sendiri dari alat itu; 7. Instalasi adalah suatu jaringan baik pipa maupun bukan yang dibuat guna suatu tujuan tertentu; 8. Operator adalah tenaga kerja yang mempunyai kemampuan dan memiliki keterampilan khusus dalam pengoperasian alat angkat dan angkut.

2. perubahan dan atau perbaikan teknis serta pemeliharaan alat angkat dan angkut. Peraturan ini berlaku untuk perencanaan. c.9. Peralatan angkat. Pasal 2 Bahan serta perlengkapan dari alat angkat dan angkut harus cukup kuat dan tidak cacat. pembuatan. Alat angkutan di atas landasan dan di atas permukaan. Pengangkatan dan penurunan muatan pada pesawat angkat dan angkut harus perlahan-lahan. 4. Semua alat angkat dan angkut tidak boleh dibebani melebihi beban maksimum yang diijinkan. pemakaian. BAB II RUANG LINGKUP Pasal 5 1. mengangkat muatan baik bahan atau barang atau orang secara vertical dan atau horizontal dalam jarak yang ditentukan. b. Pita transport. 3. 12. Beban maksimum yang diijinkan dari alat angkat dan angkut harus ditulis pada bagian yang mudah dilihat dan dibaca dengan jelas. Alat angkat dan angkut dimaksud ayat (1) adalah: a. 10. 11. Gerak mula dan berhenti secara tiba-tiba dilarang. pemasangan. 2. Alat angkutan di atas landasan dan di atas permukaan ialah alat yang digunakan untuk memindahkan muatan atau orang dengan menggunakan kemudi baik di dalam atau di luar pesawat dan bergerak di atas suatu landasan maupun permukaan. Pita transport ialah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan muatan secara berkelanjutan dengan menggunakan bantuan pita. Pembuat dan pemasang alat angkat adalah orang atau badan hukum yang melakukan pekerjaan pembuatan dan pemasangan instalasi pesawat angkat dan bertanggung jawab selama batas waktu tertentu terhadap pekerjaannya. Pasal 4 Setiap penggunaan alat angkat dan angkut harus dilakukan oleh operator yang mempunyai kemampuan dan telah memiliki ketrampilan khusus tentang alat Angkat dan Angkut. Pasal 3 1. Alat angkat dan angkut adalah suatu alat yang dgunakan untuk memindahkan. BAB III . peredaran.

Pasal 13 Pita transport untuk mengangkut semen. Pasal 14 Dilarang untuk mencoba menyetel atau untuk memeperbaiki perlengkapan pita transport tanpa menghentikan dahulu mesin dari pita transport dan mengunci tuas sehingga pita transport dalam keadaan berhenti. serat kayu. pupuk buatan. 3. Apabila lebih dari seorang tenaga kerja yang bekerja pada peralatan angkat operator harus bekerja berdasarkan isyarat hanya dari satu orang yang ditunjuk. penjaga bandul ataupun orang lain yang ditunjuk harus terlihat oleh operator.PERALATAN ANGKAT Pasal 6 Peralatan angkat antara lain adalah peralatan angkat listrik. pasir atau bahan sejenisnya harus dilengkapi dengan kilang keruk atau alat lainnya yang sesuai. Apabila operator menerima isyarat memberhentikan alat pengangkat harus segera diberhentikan. BAB IV PITA TRANSPORT Pasal 12 Pita transport antara lain adalah: eskalator dan rantai berjalan. 2. operator harus segera membunyikan tanda peringatan dan menurunkan muatannya untuk mengatur kembali. penjaga rantai. BAB V . keran angkat. Pasal 10 Jika suatu muatan saat diangkat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pasal 8 1. dan keran magnit. Pasal 7 Menaikan. Pasal 11 Operator peralatan angkat harus menghindari pengangkatan muatan melalui jalan-jalan yang banyak dilalui orang-orang dan atau pekerja. Pasal 9 Muatan harus dinaikan secara vertikal untuk menghindari ayunan pada waktu diangkat. Penjaga kait. menurunkan dan mengangkat muatan dengan alat pengangkat harus diatur dengan sandi isyarat yang seragam dan yang benar-benar dimengerti.

ALAT ANGKUT DI ATAS LANDASAN DAN DI ATAS PERMUKAAN Pasal 15 Alat angkutan di atas landasan dan di atas permukaan antara lain adalah: truk. setiap pembuatan. BAB VII PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN Pasal 20 1. peredaran. Pemeriksaan dan pengujian ulang alat angkat dan angkut dilaksanakan selambatlambatnya 2 (dua) tahun setelah pengujian pertama dan pemeriksaan pengujian ulang selanjutnya dilaksanakan 1 (satu) tahun sekali. Pasal 18 1. gambar b. 2. perubahan dan atau perbaikan teknis alat angkat dan angkut harus mendapat pengesahan dari Direktur atau Pejabat yang ditunjuknya. 2. pemakaian. pemasangan. . keterangan bahan dan sambungan-sambungan konstruksinya. pemohon dimaksud ayat (1) harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Direktur atau Pejabat yang ditunjuknya dengan melampirkan: a. Pasal 19 Pembuatan dan pemasangan alat angkat dan angkut harus dilaksanakan oleh pembuat dan pemasang yang telah mendapat pengesahan oleh Direktur atau Pejabat yang ditunjuk. Setiap alat angkat dan angkut sebelum dipakai harus diperiksa dan diuji terlebih dahulu dengan standar uji yang telah ditentukan. Pasal 16 Semua perlengkapan alat angkutan di atas landasan dan di atas permukaan sebelum digunakan harus diperiksa terlebih dahulu oleh operator. Pemeriksaan dan pengujian dimaksud dalam pasal ini dilakukan oleh Pegawai Pengawas dan atau Ahli Keselamatan Kerja kecuali ditentukan lain. BAB VI PENGESAHAN Pasal 17 Setiap perencanaan alat angkat dan angkut harus mendapat pengesahan dari Direktur atau Pejabat yang ditunjuknya. gerobak. 3. truk derek. traktor.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 15 Januari 2012 TTD NOVIANTI HALIM . Pengurus yang melanggar ketentuan tersebut pasal 22 diancam dengan denda setinggi-tingginya Rp.(sepuluh juta rupiah).000. Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah pelanggaran. BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 24 Peraturan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan peraturan ini. 2. BAB IX KETENTUAN PIDANA Pasal 23 1. 10.BAB VIII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 22 Alat angkat dan angkut yang sudah dipakai sebelum peraturan ini ditetapkan harus menyesuai dengan ketentuan-ketentuan peraturan ini dalam waktu 3 ( tiga ) bulan sejak berlakunya peraturan ini.000.

Hasil daya guna dari peraturan ini adalah membuat para pekerja dan orang yang melaksanakan persemakin disiplin dan semakin berhati-hati saat sedang mengoperasikan alat angkat dan angkut. meninngkatkan produktifitas perusahaan. dan menurunkan resiko terjadinya kecelakaan kerja atau kerugian bagi perusahaan. Jabatan saya di perusahaan tersebut adalah sebagai kepala K3 . Daya guna peraturan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi alat angkat dan angkut. dan memperkecil resiko yang mungkin terjadi yang di akibatkan karena kecelakaan kerja.    Tujuan dari ketentuan umum adalah agar para pekerja atau yang menjadi pelaksana dari peraturan ini mengerti secara umum mengenai peratuaran ini.