Anda di halaman 1dari 2

Ketika sebuah persyaratan adalah sebuah kewajiban, itu tidak memiliki nilai relatif.

Seperti metode Alexander, dan harus bisa memuaskan apapun yang telah dikorbankan. Perancang bekerja dengan perundang-undangan yang harus berhati-hati untuk tidak bertindak seperti pelajar, ketika duduk mengerjakan ujian, datang untuk menjawab pertanyaan terlebih dahulu. Perundang-undangan design telah menjadi semakin dekat dan mendapat pengawasan ketat, dan perancang telah mulai melaporkan kegagalan dari perundang-undangan dalam latihan. Di 1973, Essex Conty Council mengeluarkan design guide klasik untuk residental area, yang mana memenuhi aspek kualitatif dan kuantitatif dari merancang rumah. Standard visual dan konsep sebagai privasi diberi banyak penekanan seperti kebisingan dan efisiensi sirkulasi. Sementara objek yang ini dan banyak guide design yang lain yang diikuti, diberi pujian di seluruh dunia, banyak perancang memusatkan pikiran pada hasil notes untuk petunjuk yang sesungguhnya sedang digunakan untuk latihan sebagai undang-undang. Peraturan bangunan nasional banyak diprotes arsitek yang telah menunjukkan bagaimana mereka sering membuat bangunan yang tidak diinginkan dan proposal sekarang sedang dibuat maju untuk merevisi seluruh sitem dan pengontrolan bangunan. Di 1976, Departemen lingkungan mempublikasikan hasil research no.6 yaitu nilai standard untuk lingkungan eksternal residential yang mengandung banyak standard yang di setujui, yang mana tidak terlaksana atau bahkan bersifat bjektif. Report ini ditolak karena persyaratan seperti privacy, view, cahaya matahari, atau day light. “ Aplikasi standard tidak sesuai dengan tujuan dari perbedaan ketentuan dalam perbedaan situasi”. Report ini terlihat akan berakhir untuk undang-undang berdasarkan 1960’s generasi pertama metodologi design. Kualitas dari design yang baik tidak diukur dari standar kuantitas. Itu adalah hal yang benar untuk mengembangkan pengatur yang memadai. Ketentuan dibuat untuk, berbicara, privacy atau akses atau anak-anak bermain atau diam. Pengenaan dari spesifik kuantitas sebagai persyaratan adalah persoalan lain dan itu tidak dapat diratakan oleh hasil design. Mungkin itu karena masalah design sangat interaktif sehingga mempertahankan sangat baik untuk mencari tahu kriteria yang dapat diukur atau performa yang memuaskan. Kesulitan untuk perancang adalah untuk menempatkan nilai yang berdasarkan kriteria dan keseimbangan satu sama lain dan faktor yang tidak bisa diukur secara kuantitatif. Sayangnya angka keliahatan nya memiliki rasa hormat dan penting dalam apa yang sebenarnya faktor sepele. Buje di dalam buku nya open-plan office design memperlihatkan ke kita sebuah demonstrasi sempurna dari wabah pengukuran numerik ini. Dia mengkalkulasi rata-rata 7 detik untuk membuka dan menutup pintu kantor. Menggabungkan ini bersama dengan beberapa research yang memperlihatkan gedung perkantoran mengakomodasi 100 orang di 25 ruangan rata-rata setiap orang akan pindah ruang 11 kali dalam sehari. Di sebuah rencana kantor Buje berpendapat, setiap ruang harus menyimpan 32 door movement atau 224 detik per hari kerja. Menggunakan logika yang mirip, Buje menghitung peningkatan efisiensi kerja dari penataan optimal pemanas, pencahayaan, dan telepon. Dari semua ini, kemudian Buje dapat

rute dari jalan baru atau tempat duduk pabrik. Sebagai contoh.menyimpulkan bahwa design kantor akan menghemat 2000 menit per bulan per karyawan melalui design yang konvensional. Perancang yang tidak berpikir dapat dengan mudahnya menggunakan data yang menyakinkan dan high quality untuk mendesign sebuah kantor berdasarkan faktor seperti meminimalkan “person door movement”. Sebuah pemotong rumput ringan ketika mudah untuk bermanuver dan di didorong mungkin juga mengandung kebisingan dan gampang terkena kerusakan. Walaupun itu membuktikan dapat dilakukan untuk pengukuran design dalam skala kepuasan untuk masing-masing faktor. proyek tersebut melibatkan berbagai tingkat manfaat bagi beberapa orang dan kerugian lainnya. Sebuah jalan tol baru mungkin menghemat waktu dengan pengendara jarak jauh dan mengurangi kemacetan di kota-kota terdekat sementara menundukkan penduduk setempat untuk kebisingan dan polusi . Contoh dari permasalahan design termasuk sektor publik rumah atau sebuah sekolah baru. mungkin lebih parah. hal seperti ini sedikit kurang berguna walaupun sang perancang mengetahui menyimpan 7 detik. Karena di dalam design sering banyak variabel yang tidak dapat diukur dalam penilaian nilai skala yang mutlak. Permasalahan nilai relatif bagaimanapun lebih penting ketika keputusan design diambil untuk banyak orang yang mungkin tidak memiliki pilihan kepada pembeli mesin potong rumput. Inheren. Apakah 7 detik itu sesungguhnya digunakan secara produktif? Atau yang lain. sosial dan interpersonal efek dari lack pintu dan dinding? Jadi banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelum single index “ person door movement” dapat menjadi value dalam konteks design. Manufaktur seperti peralatan itu akan memproduksi semua jangkauan dari alternatif design yang masingmasing menawarkan keuntungan dan kerugian yang berbeda. Tapi dalam kenyataan nya. dalam mendesign electrical power tools haruslah seimbang untuk keamanan atau portable untuk kesegaran. Mereka tetap sulit untuk dihubungkan. Untuk benda seperti itu tidak ada jawaban yang benar sejak pembeli berbeda suka menempatkan nilai berbeda seperti cara menggerakkan atau keandalan nya.