Anda di halaman 1dari 35

Referat

BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA

Yayan Kurniadin 110. 2005. 299

Dr. H.M Sabaroellah Sp. B

KEPANITERAAN KLINIK BEDAH RS. TK. II MOCH. RIDWAN MEURAKSA KESDAM JAYA Periode 21 November 2011 – 28 Januari 2012

LAPORAN KASUS IDENTITAS PASIEN
-

Nama Usia Jenis kelamin Agama Alamat No. RM Tanggal masuk Tanggal operasi Tanggal keluar

: An. DC : 4 tahun : Laki-laki : Islam : Johar Baru - Jakarta : 145216 : 20 November 2011 : 22 November 2011 : 26 November 2011

ANAMNESA ( Alloanamnesa )
• • •

Keluhan utama Keluhan tambahan Riwayat Penyakit Sekarang

: Buah zakar kanan lebih besar dari buah zakar kiri ::

Pasien datang ke poli bedah RS. MRM dengan keluhan pembesaran di buah zakar kanan sejak 1 tahun yang lalu. Pembesaran tersebut makin lama makin membesar. Pasien mengaku tidak disertai nyeri, namun dirasakan berat dan rasa tidak nyaman. Besarnya keluhan tersebut menetap sepanjang hari, bukan sesuatu yang dapat dimasukkan kembali secara manual, tidak hilang jika pasien berbaring dan tidak tampak adanya gambaran cacing pada testis. Riwayat trauma disangkal.

Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat Penyakit Lainnya a. Diabetes Mellitus b. Hipertensi c. Asma : (-) (-) (-) d. Penyakit Jantung e. Penyakit Paru f. Penyakit Hepar (-) (-) (-)

Riwayat Penyakit Keluarga Dalam keluarga pasien tidak ada yang menderita penyakit seperti ini.

PEMERIKSAAN FISIK STATUS GENERALIS
• •

Keadaan umum Kesadaran Tanda Vital TD N RR T Berat badan Kepala Bentuk Rambut

: Tampak sakit sedang : Compos mentis

: 120 / 70 mmHg : 80 x/menit : 24 x/menit : 36,5° C : +/- 60 kg : Normocephal : Hitam, tidak mudah di cabut : Oedem - / : Anemis - / : Ikterik - / :-/: Bulat, isokor :+ /+ :-/: Simetris : Lapang : Tidak hiperemis : Tidak ada : Intak : Simetris : Tidak ada : Tidak ada : Tidak hiperemis

Mata Palpebra Konjungtiva Sklera Arcus senilis Pupil Refleks cahaya Katarak

Telinga Bentuk Liang Mukosa Serumen Membrana Timpani • Hidung Bentuk Deviasi septum Sekret Concha

wh -/: Ictus cordis tidak terlihat : Ictus cordis teraba pada sela iga V garis midklavikula kiri : Bunyi jantung I-II reguler. tidak sianosis : Tidak kotor : T1-T1 tenang Mukosa faring : Tidak hiperemis • Gigi Amalgam Gangren Pulpa Gangren Radiks Protesa : tidak dilakukan pemeriksaan : tidak dilakukan pemeriksaan : tidak dilakukan pemeriksaan : tidak dilakukan pemeriksaan 1 2 3 4 5 6 7 8 1 2 3 4 5 6 7 8 8 7 6 5 4 3 2 1 8 7 6 5 4 3 2 1 • Leher KGB Kelenjar thyroid JVP Toraks . nyeri lepas (-) : Bising usus ( + ) dalam batas normal Perkusi: Tymphani di seluruh lapang abdomen . simetris : tidak ada pembesaran : tidak ada pembesaran : tidak dilakukan pemeriksaan : Pergerakan pernapasan kedua hemitoraks simetris : Fremitus vokal dan taktil kanan = kiri : Suara nafas vesikuler. nyeri tekan (-). gallop (-) Perkusi: Sonor seluruh lapang paru Perkusi: Batas jantung dalam batas normal : Supel.Jantung Inspeksi Palpasi Auskultasi Abdomen Inspeksi Palpasi Auskultasi : Datar .• Mulut Bibir Lidah Tonsil : Mukosa bibir basah. murmur (-). rh -/-.Paru Inspeksi Palpasi Auskultasi .

hangat(-).Bawah Akral Sianosis Perfusi Udem STATUS LOKALIS Regio Inspeksi Gambaran cacing(-) Palpasi : konsistensi kistik. 000 /uL : 7900 /uL :-% :-% :2% : 4. batas atas jelas.Atas Akral Sianosis Perfusi . tidak teraba testis Pemeriksaan Transluminasi : + PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium Darah : Hb Hematokrit Trombosit Leukosit Basofil Eosinofil Stab Segmen Limfosit Monosit : 14. hiperemis(-). 7 g/dL : 44 % : 327. : Hangat : Tidak sianosis : Baik :-/: Hangat : Tidak sianosis : Baik Urobilinogen : + . nyeri tekan(-).Ekstremitas . 6 % : 51 % :1% Urin : Warna Kejernihan Eritrosit Leukosit PH Protein Darah samar Keton Bilirubin Glukosa Epitel/cell Radiologi ( Foto Thorax ) :: Kuning : Jernih : 0 – 1 /Lpb : 0 – 2 /Lpb : asam ::::::+ : Genitalia scrotum dekstra : Pembesaran sebesar telur ayam.

DIAGNOSA KERJA Hidrokel non communicans testis dekstra DIAGNOSA BANDING Spermatokel Tumor testis PENATALAKSANAAN Operatif PROGNOSA Quo ad vitam Quo ad functionam Qua ad sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : Hidrokelektomi .

serta kemungkinan varicocele dekstra pun dapat disingkirkan oleh karena pada anamnesa pasien mengaku bahwa tidak ada gambaran seperti cacing pada scrotum kanan. Kemungkinan hematokel disingkirkan karena riwayat trauma disangkal. . Setelah operasi dilakukan tidak ditemukan massa yang menandakan bahwa tidak adanya massa tumor pada scrotum kanan. Hernia scrotalis dekstra karena benjolan tersebut bukan sesuatu yang dapat dimasukkan dan tidak hilang dalam keadaan beristirahat. Benjolan tersebut makin lama makin membesar. Maka diagnosa pada pasien ini mengarah pada hidrokel dekstra non komunikan. epididimitis dan torsio testis karena pasien mengaku tidak nyeri.DISKUSI Pada kasus ini diagnosa ditegakkan atas dasar anamnesa dan pemeriksaan fisik. Dari hasil anamnesa dapat disingkirkan diagnosa banding berupa penyakit infeksi seperti orchitis. Dari anamnesa diperoleh keterangan terdapat benjolan di buah zakar kanan sejak 1 tahun yang lalu.

00) Bab(-).5 oC • Ciprofloxacin 2x500 mg • Ranitidin 3x1 tab • Asam Mefenamat 3x500mg Tampak sakit sedang • Inj. mobilisasi(-) (+) 5 Juli 2011 (05. Ranitidine 3x1 amp • Ketorolac (drip) 3x1 amp • Non Flamin 3x1 tab . Ceftriaxone 2x1 gr 4 Juli 2011 (17. tanda radang(-). tidak ada rembesan darah(-). flatus(+). tanda Infeksi(-) P : Nyeri tekan (+) Tampak sakit ringan Compos mentis TD:110/70mmHg N : 80 x/menit RR: 20 x/menit T : 36.FOLLOW UP Tanggal Keluhan Nyeri Luka Operasi Status Lokalis: Genitalia I: luka tertutup verband tidak ada rembesan darah(-). tanda Infeksi(-) P : Nyeri tekan (+) Keadaan Umum Kesadaran Pemeriksaan Fisik Compos mentis TD:120/80mmHg N : 100 x/menit RR: 26 x/menit T : 36.00) Makan(+). bab(-). mobilisasi(+)bak ke WC (+) sedikit ngilu I : luka tertutup verband.3 oC Terapi • Infus RL 30 tpm • Inj. tanda radang(-).

BAB I PENDAHULUAN .

kecuali bila mengandung cairan membentuk hidrokel. tergantung kepada penyebabnya. hidrokel dapat terjadi pada proses radang atau cedera pada skrotum. yang menyebabkan pembengkakan lunak pada salah satu testis. yang jelas bersifat diafan (tembus cahaya) pada transiluminasi. Secara umum. Hidrokel testis mungkin kecil atau mungkin besar sekali. Penyebab terbentuknya massa di dalam skrotum bervariasi dan bisa merupakan sesuatu yang jinak maupun keganasan. massa skrotum menimbulkan gejala benjolan/pembengkakan di dalam skrotum. Radang yang terjadi bisa berupa epididmitis(radang epididimis) atau orchitis(radang testis). Pada usia kehamilan 28 minggu. tetapi sering kambuh kembali. dimana setiap testis ada kantong yang mengikutinya sehingga terisi cairan yang mengelilingi testis tersebut. Bila ada hidrokel. sebagian besar dinding dikeluarkan. Penyebab dari pembentukan massa skrotum bisa berupa peradangan maupun infeksi (misalnya epididimitis). Penyebabnya karena gangguan dalam pembentukan alat genetalia external. testis turun dari rongga perut bayi kedalam skrotum. Biasanya tidak terasa nyeri dan jarang membahayakan sehingga tidak membutuhkan pengobatan segera. yaitu kegagalan penutupan saluran tempat turunnya testis dari rongga perut ke dalam skrotum. Tunika vaginalis di skrotum sekitar testis normalnya tidak teraba. hidrokel dapat terjadi mulai dari dalam rahim. dan umumnya akan hilang sendiri dalam tahun pertama kehidupan. Hidrokel dapat dikosongkan dengan pungsi. Dalam keadaan normal. Massa skrotum yang jinak bisa merupakan hematokel. varikokel. Pada orang dewasa.Sekitar 10 % bayi baru lahir mengalami hidrokel. Pada operasi. hidrokel. herniasi (hernia inguinalis). Hidrokel juga bisa disebabkan oleh tumor testis. dengan ataupun tanpa rasa nyeri. cedera fisik pada skrotum. Kadang ditemukan hidrokel terbatas di funikulus . Jika tidak dapat ditemukan karena besarnya hidrokel. cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. testis harus dicari di sebelah dorsal karena testis terletak di ventral epididimis sehingga tunika vaginalis berada di sebelah depan. Angka kejadian dan faktor resikonya bervariasi. spermatokel. Cairan peritoneum mengalir melalui saluran yang terbuka tersebut dan tertimbun di dalam skrotum sehingga skrotum membengkak. bisa terjadi kemandulan dan tampak skrotum membesar. Pada bayi. Hidrokel adalah penimbunan cairan dalam selaput yang membungkus testis yaitu diantara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. testis dengan epididimis terdorong ke dorsal oleh ruang tunika vaginalis yang membesar. tumor.Massa skrotum adalah suatu benjolan atau pembengkakan yang bisa dirasakan di dalam skrotum (kantung zakar).

ANATOMI DAN FISIOLOGI . Jarang sekali ditemukan benjolan diafan di funikulus yang dapat dihilangkan dengan tekanan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA I. terdapat tunika vaginalis yang berhubungan melalui saluran sempit dengan rongga perut dan berisi cairan rongga perut. benjolan tersebut jelas terbatas dan bersifat diafan pada transiluminasi. “kantong” hernia ini tidak dapat dimasuki usus atau omentum. sedangkan memberikan kesan terbatas jelas di sebelah kranial. Hernia inguinalis lateralis atau indirek yang mengandung sedikit cairan rongga perut ini kadang diberikan nama salah hidrokel komunikans. Bila demikian.spermatikus yang berasal dari sisa tunika vaginalis di dalam funikulus. Kelainan ini memberi kesan hidrokel funikulus. Pada pungsi didapatkan cairan jernih. Karena hubungan dengan rongga perut terlalu sempit sekali.

duktus ejakulatorius dan urethra. Ukuran testis pada orang dewasa adalah 4×3×2. testis dalam kantong scrotum. Kedua buah testis terbungkus oleh jaringan tunika albuginea yang melekat pada testis. vas deferens. kelenjar prostat dan kelenjar bulbourethralis.Struktur reproduksi pria terdiri dari penis. Serta glandula accesoria yang terdiri dari vesikula seminalis. Gambar 1 : Sistem reproduksi pria Testis adalah organ genitalia pria yang terletak di skrotum. . sistem duktus yang terdiri dari epididimis.5 cm dengan volume 15-25 ml berbentuk ovoid.

Sedangkan sel-sel leydig mensekresi testosterone. Bagian kepalanya berhubungan . vesikula seminalis. Sel-sel spermatogonium pada proses spermatogenesis menjadi sel spermatozoa. serta tunika dartos. Pada bagian posterior tiap testis terdapat duktus melingkar yang disebut epididymis. sedangkan diantara seminiferi terdapat sel-sel leydig. Tiap lobulus terdiri dari tubulus seminiferus. Sel-sel spermatozoa yang diproduksi di tubuli seminiferi testis disimpan dan mengalami pematangan/maturasi di epididymis. Di dalam tubulus seminiferus terdapat selsel spermatogenia dan sel-sel sertoli dan sel-sel leydig. Produksi sperma (spermatogenesis) terjadi pada tubulus seminiferus. Otot kremaster yang berada disekitar testis memungkinkan testis dapat digerakkan mendekati rongga abdomen untuk mempertahankan temperatur testis agar tetap stabil.Tunica vaginalis testis Gambar 2 : Tunica vaginalis testis Diluar tunika albuginea terdapat tunika vaginalis yang terdiri atas lapisan viseralis dan parietalis. Setelah matur sel-sel spermatozoa bersama-sama dengan getah dari epididymis dan vas deferens disalurkan menuju ampula vas deferens. Sel-sel sertoli berfungsi memberi makan pada bakal sperma. Di dalam seminiferus terdapat sel-sel spermatogenia dan selsel sertoli. serta cairan prostat membentuk cairan semen/mani. Secara histopatologis. testis terbagi atas lobulus yang berjumlah kurang lebih 250 lobuli.

Gambar 3 : Pembuluh darah testis (orchis). epididymis dan funiculus spermaticus. Testis mendapatkan darah dari beberapa cabang arteri. yaitu : 1. Duktus ejakulatorius selanjutnya bergabung dengan urethra yang merupakan saluran keluar bersama baik untuk sperma maupun kemih. peritoneum mengalami evaginasi dan prosesus vaginalis membentuk anterior dari gubernakulum. Arteri kremasterika yang merupakan cabang arteri epigastrika. vena yang meninggalkan testis berkumpul membentuk pleksus Pampiniformis. Plesksus ini pada beberapa orang mengalami dilatasi dan dikenal sebagai EMBRIOGENESIS Antara minggu ke 7 kehamilan testis turun menuju scrotum karena memendeknya gubernakulum. Processus vaginalis membentuk kanalis inguinalis dengan “pushing out . Vas deferens adalah duktus ekskretorius testis yang membentang hingga ke duktus vesikula seminalis. Testis melalui kanalis inguinalis ke dinding abdomen anterior. Arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior 3. Arteri spermatika interna yang merupakan cabang dari aorta 2. kemudian bergabung membentuk duktus ejakulatorius.dengan duktus seminiferus (duktus untuk aliran keluar) dari testis. dilihat dari lateral. Setelah minggu ke 8 kehamilan. dan bagian ekornya terus melanjut ke vas deferens. Arteri-arteri membentuk anastomosa Pembuluh varikokel.

muskulus obliqus internus dan muskulus obliqus eksternus. Dengan berakhirnya kehamilan. yang terletak anterior dari testis. II.socklike extensions” (eksistensi seperti membuka kaus kaki) dari fascia transversalis. Dalam keadaan normal. Gonad selalu tetap dengan taraf fascia subserosa yang dihubungkan dengan dinding posterior dari prosesus vaginalis. DEFINISI Hidrokel adalah penumpukan cairan berbatas tegas yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan viseralis tunika vaginalis. testis sudah sempurna memasuki kantung skrotum. Dalam tahun pertama setelah kelahiran bagian superior (atas) dari processus vaginalis biasanya mengalami obliterasi meninggalkan sisa kantung distal. Kanalis inguinalis memanjang dari dasar fascia transversalis yang terbalik (deep ring) menuju dasar muskulus obliqus eksternus yang eversi (superficial ring). Dapat dikatakan penumpukan cairan yang berlebihan di antara lapisan parietalis dan visceralis tunika vaginalis testis. Gambar 4 : Anatomi normal testis . cairan yang berada di dalam rongga itu memang ada dan berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. Setelah prosesus vaginalis mengalami evaginasi menuju skrotum. Lumen ini normalnya kolaps tetapi kadang-kadang mungkin diisi dengan cairan serosa membentuk hidrokel testis. Gubernakulum yang direduksi oleh pita ligamentum yang menempel ke sudut inferior dari testis menuju dasar skrotum. tunika vaginalis. gubernakulum memendek dan mendorong gonad melalui kanal.

hidrokel diperkirakan mengenai 1% pria dewasa. atau Belum sempurnanya sistem limfatik di daerah skrotum dalam melakukan reabsorbsi cairan hidrokel. Hidrokel terjadi bilateral pada 7 – 10%kasus. Hidrokel sekunder atau kronik biasanya hadir pada pria lebih dari 40 tahun. Lebih dari 80% dari bayi laki-laki yang baru lahir memiliki processus vaginalis yang paten. .Gambar 5 : Penumpukan cairan antara lapisan parietalis dan visceral tunika vaginalis testis III. yaitu : 1. IV. EPIDEMIOLOGI Kebanyakan hidrokel adalah kongenital dan ditemukan pada anak-anak usia 1-2 tahun. Di Amerika. Belum sempurnanya penutupan prosesus vaginalis sehingga terjadi aliran cairan peritoneum ke prosesus vaginalis. ETIOLOGI Hidrokel yang terjadi pada bayi baru lahir dapat disebabkan karena faktor primer. tetapi kebanyakan menutup secara spontan dalam usia 18 bulan. 2.

Pada bayi laki-laki hidrokel dapat terjadi mulai dari dalam rahim. testis turun dari rongga perut bayi ke dalam skrotum. epididymitis. Penyebab sekunder dapat terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorbsi cairan di kantong hidrokel. Sel – sel ganas dapat merangsang tunika vaginalis sehingga terjadi sekresi yang berlebihan. maupun obstruksi aliran limfe atau vena didalam funikulus spermatikus. Biasanya tidak terasa nyeri dan jarang membahayakan sehingga tidak membutuhkan pengobatan segera. V. Infeksi (seperti orchitis. filariasis) pada testis/epididymis. Karena infeksi tunika vaginalis sehingga terjadi sekresi yang berlebihan melebihi reabsorbsinya. Trauma. KLASIFIKASI . hidrokel dapat terjadi secara primer dan sekunder. Parasit juga dapat menimbulkan limfangitis ( radang pada saluran limfe ) funikulus spermatikus yang menyebabkan bendungan limfe yang menyebabkan absorbsi berkurang ( banyak di Indonesia. 5. Sekitar 10% bayi baru lahir mengalami hidrokel. Kemudian hal ini dapat menyebabkan produksi cairan yang berlebihan oleh testis. maupun obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus. Pada trauma di daerah skrotum. Pada usia kehamilan 28 minggu. yang menunda diagnosis dari torsio. Tumor pada testis/epididymis (germ cell tumor dari adneksa testis). Klinikus mungkin keliru dengan memusatkan pada hidrokel. Kelainan pada testis itu mungkin : 1. Penyebab primer maupun sekunder ini dapat menyebabkan produksi cairan yang berlebihan oleh testis. Sedangkan pada dewasa. selanjutnya darah direabsorbsi sehingga terjadi cairan hidrokel. 2. Namun hidrokel yang terjadi pada dewasa umumnya disebabkan karena penyebab sekunder. dimana setiap testis ada kantong yang mengikutinya sehingga terisi cairan yang mengelilingi testis tersebut. dan umumnya akan hilang sendiri dalam tahun pertama kehidupan. Torsio testis mungkin menyebabkan hidrokel reaktif (sekunder) pada 20%. misal pada fibrosis funikulus spermatikus atau tumor pada pelvis juga dapat menyebabkan penurunan reabsorbsi. dapat menyebabkan perdarahan dalam rongga tunika vaginalis. tuberculosis. 25 % ). 4. Sumbatan pada sistem vena dan limfe. 3.

tetapi pada bagian tengah dari processus tetap paten. Hidrokel komunikans (congenital). Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya dapat berubah-ubah yaitu bertambah pada saat anak menangis. ada defek/hubungan pada penutupan tunika vaginalis. Ujung proksimal processus vaginalis mungkin terbuka atau tertutup pada hidrokel jenis ini. : Klasifikasi hidrokel menurut struktur PATOFISIOLOGI . sehingga pada palpasi. 2. Kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah cranialdari testis. Pada anamnesis. terdapat hubungan antara procesus vaginalis dengan rongga peritoneum. Ujung distal dari processus vaginalis menutup dengan baik. Hidrokel funikulus. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari.Secara sruktur. Hidrokel non-komunikans (hidrokel testis). Processus vaginalis yang paten ini menyebabkan mengalirnya cairan peritoneal menuju ke skrotum. Gambar 6 VI. tetapi tidak ada hubungan dengan kavum peritoneal. hidrokel diklasifikasikan dalam 3 tipe : 1. Pada palpasi kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan kedalam rongga abdomen. Kantong hidrokel seolah-olah mengelilingi testis sehingga testis tak dapat diraba. ada processus vaginalis yang paten. besarnya kantong hidrokel tidak dapat berubah sepanjang hari. 3. Hernia inguinalis lateralis (indirek) dihubungkan dengan hidrokel tipe ini. testis dapat diraba dan berada diluar kantong hidrokel.

tapi kemudian akan mengecil pada esok paginya setelah anak tidur semalaman. Hidrokel akan tampak lebih besar dan kencang pada sore hari karena banyak cairan yang masuk dalam kantong sewaktu anak dalam posisi tegak. Kelainan tersebut mungkin suatu tumor. Hidrokel sekunder mungkin akut dari trauma local. Hidrokel dapat ditemukan dimana saja sepanjang funikulus spermatikus. Pada kehidupan fetal. Hidrokel infantilis biasanya akan menghilang dalam tahun pertama. infeksi. prosesus vaginalis dapat berbentuk kantong yang mencapai skrotum. infeksi atau trauma pada testis atau epididimis. Sehingga terbentuklah rongga antara tunika vaginalis dengan cavum peritoneal dan menyebabkan terakumulasinya cairan yang berasal dari sistem limfatik disekitar. Dan terjadilah penimbunan di tunika vaginalis tersebut. Hidrokel disebabkan oleh kelainan kongenital (bawaan sejak lahir) ataupun ketidaksempurnaan dari procesus vaginalis tersebut menyebabkan tidak menutupnya rongga peritoneum dengan procesus vaginalis. Hidrokel testis dapat meluas ke atas atau berupa beberapa kantong yang saling berhubungan sepanjang processus vaginalis peritonei. Cairan yang seharusnya seimbang antara produksi dan reabsorbsi oleh sistem limfatik di sekitarnya. Dalam keadaan normal cairan yang berada di dalam rongga tunika vaginalis berada dalam keseimbangan antara produksi dan reabsorpsi dalam sistem limfatik. Tetapi. jika secara klinis tidak disertai hernia inguinalis. umumnya tidak memerlukan pengobatan. juga dapat ditemukan di sekitar testis yang terdapat dalam rongga perut pada undensensus testis. mungkin juga kronik dari penumpukan cairan yang bertahap. Dan terjadilah atrofi testis diakibatkan dari tekanan pembuluh darah yang ada di daerah sekitar testis tersebut pada ujung proksimal dan tengah sehingga bagian distal yang mengelilingi testis tetap terbuka. Kantong hidrokel dapat berhubungan melalui saluran mikroskopis dengan rongga peritoneum dan berbentuk katup. Hidrokel pada dewasa biasanya sekunder (late-onset). pada penyakit ini . Penyebab sekunder terjadi karena didapatkan kelainan pada testis atau epididimis yang menyebabkan terganggunya sistem sekresi atau reabsorpsi cairan di kantong hidrokel. Pada orang dewasa hidrokel dapat terjadi secara idiopatik (primer) dan sekunder. telah terjadi gangguan sistem sekresi atau reabsorbsi cairan limfa. Akibat dari tekanan yang terus menerus.Hidrokel adalah pengumpulan cairan pada sebagian prosesus vaginalis yang masih terbuka. Pada . Dengan demikian cairan dari rongga peritoneum dapat masuk ke dalam kantong hidrokel dan sukar kembali ke rongga peritoneum. mengakibatkan obstruksi aliran limfe atau vena di dalam funikulus spermatikus. maka terjadi hidrokel testikularis.

PEMERIKSAAN FISIK  Inspeksi : . penyakit seksual atau penyakit sistemik. DIAGNOSIS 1. hidrokel testis biasa disebabkan oleh penyakit seperti infeksi. VII. Rasa sakit mungkin timbul akibat adanya epididimitis akut. mual atau muntah. olah raga.. riwayat trauma pada testis. Pasien kadang-kadang mengeluh rasa tidak nyaman yang menjalar sepanjang daerah inguinal sampai bagian tengah dari punggung. 2. Gejala sistemik seperti demam. juga gejala genitourinarius tidak ada pada hidrokel tanpa komplikasi.Benjolan atau masa kistik yang lunak dan kecil pada pagi hari dan membesar serta tegang pada malam hari. Selain itu sumbatan pada sistem vena dan limfe. Hidrokel biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. ANAMNESIS Pada anamnesis keluhan utama pasien adalah adanya benjolan di kantong skrotum yang tidak nyeri. Sementara sel – sel ganas juga dapat merangsang tunika vaginalis sehingga terjadi sekresi yang berlebihan. Hidrokel sering dihubungkan dengan hernia. kantong hidrokel besarnya dapat berubah ubah yang bertambah besar pada saat anak menangis. 25 % ). selanjutnya darah direabsorbsi sehingga terjadi cairan hidrokel. Sedangkan pada infeksi. misal pada fibrosis funikulus spermatikus atau tumor pada pelvis juga dapat menyebabkan penurunan reabsorbsi.trauma di daerah skrotum. Ukuran hidrokel mungkin berkurang dengan berbaring atau bertambah pada posisi berdiri tegak. dapat menyebabkan perdarahan dalam rongga tunika vaginalis. Pada riwayat penyakit dahulu. karena infeksi tunika vaginalis sehingga terjadi sekresi yang berlebihan melebihi reabsorbsinya. terutama pada sisi kanan tubuh. Pada hidrokel testis dan hidrokel funikulus besarnya kantong hidrokel tidak berubah sepanjang hari. Biasanya pasien mengeluh benjolan yang berat dan besar di daerah skrotum. Parasit juga dapat menimbulkan limfangitis ( radang pada saluran limfe ) funikulus spermatikus yang menyebabkan bendungan limfe yang menyebabkan absorbsi berkurang ( banyak di Indonesia. Tergantung pada jenis dari hidrokel biasanya benjolan tersebut berubah ukuran atau volume sesuai waktu tertentu. menggigil. penyakit genitourinarius. Pada hidrokel komunikan.

biasanya menjadi lebih besar dan tegang setelah berdiri lama. pada dewasa(hidrokel testis) testis tidak dapat teraba karena kemungkinan banyaknya cairan peritoneal yang meliputi testis. Terlihat kantung skrotum yang membesar.  Pasien biasanya afebris dengan tanda vital yang normal.    Palpasi : Konsistensi hidrokel adalah kistik. Secara normal testis kiri harus lebih rendah dari testis kanan. testis dapat diraba dan berada di . kantong hidrokel berada di funikulus yaitu terletak di sebelah kranial dari testis. Ukuran.  Hidrokel pada anak-anak dapat diraba adanya testis. Tidak ada kemerahan atau perubahan warna dari skrotum kecuali ada Infeksi yang menyebabkan hidrokel akut. Dilihat pembesaran kantung testisnya bersifat unilateral atau bilateral. Tidak ada distensi abdominal. sehingga pada palpasi.  Hidrokel terletak pada superior dan anterior terhadap testis (berlawanan dengan spermatokel. fluktuasi atau lunak karena berisi cairan. Hidrokel menjadi lebih kecil dan lembek/lunak setelah berbaring. Gambar 7: Hidrokel testis  Pada hidrokel funikulus. Dibandingkan letak tinggi kedua kantung testis. yang berbaring superior dan posterior terhadap testis). batas atas jelas(pada leher skrotum di palpasi dengan 2 jari dan dapat ditentukan batas atas dari hidrokel) dan konsistensinya pada palpasi dari hidrokel dapat bervariasi tergantung posisi.

Struktur vaskuler. Pada anamnesis kantong hidrokel besarnya tetap sepanjang hari. Pembengkakan kistik karena hernia. Gambar 8: Hidrokel komunikans  Juga penting dilakukan palpasi korda spermatikus diatas insersi tunika vaginalis.  Perkusi : (jarang dilakukan) Dilakukan untuk mengetahui konsistensi isi kantung skrotum dan biasanya pada hernia akan terdengar bunyi timpani. yang membedakannya dengan hernia skrotalis yang kadang-kadang transiluminasinya juga positif. hidrokel serta padat karena tumor. penebalan tunika vaginalis dan testis normal tidak dapat  . tumor. Pada palpasi.  Pada hidrokel komunikan terdapat hubungan antara prosesus vaginalis dengan rongga peritoneum sehingga prosesus vaginalis dapat terisi cairan peritoneum.luar kantong hidrokel. hernia. Normalnya korda spermatikus tidak terdapat penonjolan. kecuali bila ada hubungannya dengan hernia yang berisi usus. darah.  Tes transiluminasi Langkah diagnostik yang paling penting. Bising usus tidak ada pada skrotum. massa hidrokel dengan cahaya di dalam ruang gelap. Auskultasi : Dilakukan untuk menyingkirkan diagnosa hernia. Sumber cahaya diletakkan pada sisi pembesaran skrotum. kantong hidrokel terpisah dari testis dan dapat dimasukkan ke dalam rongga abdomen.

straw-colored dan mentransiluminasi (meneruskan) berkas cahaya. Transmisi cahaya sebagai bayangan merah menunjukkan rongga yang mengandung cairan serosa. Hidrokel berisi cairan jernih.ditembusi sinar. tetapi tidak diagnostik untuk hidrokel. Pada aspirasi akan didapatkan cairan kuning dari massa skortum.  Ultrasonografi Inguinal-Scrotal Imaging Ultrasound dapat menunjukkan diagnosis pasti. Hidrokel biasanya menutupi seluruh bagian dari testis. Tes transiluminasi merupakan tes yang umum.Jika hidrokel muncul antar 18 – 35 tahun harus dilakukan aspirasi. Gambar 9 : Tes Transiluminasi Aspirasi Hidrokel biasanya menutupi seluruh bagian dari testis. dapat mengirimkan gelombang suara melewati skrotum dan membantu melihat adanya . Urinalisis mungkin dapat mendeteksi proteinuria atau pyuria. Berbeda dengan spermatokel. Masa kistik yang terpisah dan berada di pool atas testis dicurigai spermatokel. opalescent dan mengandung spermatozoa. seperti hidrokel.   Pemeriksaan Penunjang  Laboratorium : Pemeriksaan laboratorium dengan memeriksa hitung jenis dari sel darah yang mungkin menunjukkan adanya proses inflamasi. akan didapatkan cairan berwarna putih. Transiluminasi dapat juga positif pada hernia.

meskipun virus (seperti virus Coxsacie. Dapat digunakan pada kasus yang dicurigai terdapat torsio testis atau perdarahan karena trauma.varicella) dan bakteri lain (seperti Neisseria gonnorhea. vena abnormal (varikokel).  Foto polos abdomen Biasanya ditemukan normal pada pasien dengan hidrokel. kumpulan cairan (hidrokel atau spermatokel). Staphylococcus sp dan Streptococcus sp) dapat menyebabkan orchitis. . dan kemungkinan adanya tumor. Anamnesis :  Pembesaran kantung skrotum disertai rasa nyeri pada testis  Sering didapatkan gejala sistemik berupa lelah(fatigue).malaise. Jika foto menunjukkan pola gas obstruktif. Pemeriksaan fisik    : Pembesaran testis Indurasi dari testis Kemerahan dan pembengkakan pada kulit skrotum. tes ini dapat membedakan antara hidrokel dengan hernia inkarserata. Escherichia Coli. mungkin dapat membantu membedakan antara hernia inkarserata dan hidrokel. Banyak kasus dihubungkan dengan infeksi virus mumps (gondong). Oleh karena itu diagnosis banding hidrokel adalah : 1. sakit kepala. sehingga sering salah terdiagnosis.hernia.infectious mononucleosis. Orchitis Orchitis adalah suatu reaksi inflamasi akut dari testis infeksi sekunder. . DIAGNOSIS BANDING Secara umum adanya pembengkakan skrotum memberikan gejala yang hampir sama dengan hidrokel. Chlamydia trachomatis. VIII. Kurang lebih sekitar 86% dari hasil yang diberikan akurat. sakit pada otot (myalgia). Orchitis bakterial kejadiannya lebih jarang dan biasanya bersamaan dengan epididimitis. Dalam konteks nyeri atau perdarahan testis setelah trauma. demam dan menggigil serta mual.

Insersi abnormal yang tinggi dari tunika vaginalis pada struktur funikulus akan mengakibatkan testis dapat bergerak seperti anak genta. nyeri hebat dan pembengkakan skrotum. sehingga testis kurang melekat pada tunika vaginalis viseralis. menikah. Varikokel Adalah varises dari vena pada pleksus pampiniformis akibat gangguan aliran darah balik vena spermatika interna. Torsio testis merupakan kasus urologi darurat dan harus dibedakan dari keluhan lain dari nyeri testikular karena diagnosa yang terlambat dapat mengarahkan kepada kehilangan testis atau nekrosis testis. 3. Terasa berat pada testis. permukaan testis licin. Kadang diakibatan oleh cedera olahraga. Testis yang demikian mudah memuntir dan memutar funikulus spermatikus. konsistensi elastis. disertai nyeri perut Sakit perut hebat.2.   Pemeriksaan Fisik : Inspeksi dan palpasi (Pasien berdiri dan diminta untuk manuver valsava) terdapat bentuk seperti kumpulan cacing di dalam kantung di sebelah kranial dari testis. Pada pria dewasa. kadang mual dan muntah Nyeri dapat menjalar ke daerah inguinal. Anamnesa :  Timbul mendadak. Torsio Testis Adalah keadaan dimana funikulus spermatikus terpuntir (torsi akibat perkembangan abnormal dari tunika vaginalis dan funikulus spermatikus dalam masa perkembangan janin) sehingga terjadi gangguan vaskularisasi dari testis yang dapat berakibat terjadi gangguan aliran darah daripada testis. torsio testis penyebab tersering yang menyebabkan kehilangan testis. lama serta mual atau muntah   . Anamnesa :  Pasien biasanya mengeluh belum mempunyai anak setelah beberapa tahun Terdapat benjolan di atas testis yang tidak nyeri.

Rasa nyeri dapat terjadi bila terjepit cincin hernia sehingga terjadi Bisa didapatkan adanya mual atau muntah karena obstruksi atau mengejan dan menghilang waktu berbaring. isi perut menonjol melalui defek atau bagian lemah dari lapisan muskuloaponeurotik dinding perut. Anamnesis  : Benjolan di daerah lipat paha yang muncul waktu berdiri. batuk-batuk kronis. Hernia timbul karena adanya peninggian tekanan intraabdominal (Misalnya saat pasien mengejan. Pemeriksaan fisik  Inspeksi : : Saat pasien mengejan. Tonjolan berbentuk lonjong. Akhirnya kulit skrotum menunjukkan udem dan menjadi merah. hidrokel yang baru terbentuk.dapat dilihat hernia inguinalis lateralis muncul sebagai penonjolan di region inguinalis yang berjalan dari lateral atas ke medial bawah.  inkarserata atau strangulasi. mengangkat barang-barang berat. demam. Pada hernia abdomen. Hernia terdiri dari 3 hal : kantong. pasien menderita BPH dan peniup terompet).  inkarserasi.Pemeriksaan Fisik :  Inspeksi : Permulaan testis teraba agak bengkak dengan nyeri tekan dan terletak agak tinggi di skrotum dengan funikulus yang juga bengkak (terjadi retraksi testis ke arah cranial karena funikulus spermatikus terpuntir dan memendek testis pada sisi yang terkena lebih tinggi dan lebih horizontal jika dibandingkan testis sisi yang sehat). dan hilangnya refleks kremasterika. batuk. Hernia Scrotalis Hernia adalah protrusi atau penonjolan isi rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutan. cincin dan isi hernia. tidak menutupnya prosesus vaginalis.  Palpasi : Kantong hernia yang kosong kadang dapat diraba pada funikulus spermatikus sebagai gesekan dari dua lapis kantong yang memberikan sensasi .  Palpasi : Teraba lilitan / penebalan funikulus spermatikus 4.

Epididimitis Epididimitis adalah inflamasi atau infeksi dari epididimis. Organisme penyebab ini menyebar dari uretritis atau prostatitis yang memang sudah ada. Ukurannya dapat bervariasi dari beberapa millimeter sampai sentimeter. . 5. keruh keputihan Testis yang mengalami anteversi dengan hidrokel sukar dibedakan dari spermatokel.  Auskultasi  Tes : bising usus (+).gesekan dua permukaan sutera. Anamnesa : Umumnya benjolan kecil. Dapat dibedakan melalui ultrasonografi. mobile Lokasi di cranial dari testis (di kepala epididymis) Transiluminasi (+) kurang translusen karena isinya agak keruh Aspirasi : cairan encer. Perjalanan penyakit epididimitis biasanya bertahap. tergantung isinya. transiluminasi (-) kecuali pada neonatus. Spermatokel Spermatokel merupakan kista retensi dari tubulus rate testis atau kepala dari epididimis melebar oleh karena cairan keruh yang berisi spermatozoa. Jika inflamasi atau infeksi meluas ke testis yang terdekat bisa terjadi epididimo-orchitis. dengan gejala yang meningkat dalam 24 jam. 6. duktus yang berbelit yang terletak pada permukaan posterior dari testis. tidak nyeri Pemeriksaan fisik :     Teraba masa bulat. Spermatokel merupakan kista yang paling umum terjadi skrotum. Penyebab yang paling umum inflamasi intrascrotal (di dalam skrotum) adalah epididimitis. pada palpasi hernia tidak dapat ditentukan batas atas (batas atas dari hernia tidak jelas). Kalau kantung hernia berisi organ. Dapat pula terjadi penyebaran organisme melalui darah dari faringitis atau tuberculosis. agak lunak. kistik.

Hematokel Adalah penumpukan darah di dalam tunika vaginalis. Pemeriksaan fisik : Terdapat benjolan di lipat paha/ skrotum pada bayi saat menangis dan bila pasien diminta untuk mengedan. mual. Tumor testis Keganasan pada pria terbanyak usia antara 15-35 tahun. biasanya didahului oleh trauma. dysuria. 7. dan hilang bila pasien tidur. Transiluminasi (-) 9. demam dan menggigil. batuk. Pemeriksaan fisik    : Ditemukan kemerahan Pembengkakan epididimis Urethral discharge. atau menangis. Timbul saat mengedan. Anamnesa : . Hernia Inguinalis Lateral Anamnesa : Benjolan di daerah inguinal/skrotal yang hilang timbul. Anamnesis : Benjolan pada testis Pemeriksaan Fisik:  Masa kistik  Transiluminasi (-) 8. Benjolan menghilang atau dapat dimasukkan kembali ke rongga abdomen.Anamnesis   : Rasa tidak enak di skrotum.

: Pungsi aspirasi dari hidrokel Dengan bantuan sebuah jarum atau pembedahan. Tindakan untuk mengatasi cairan hidrokel adalah 1. Tetapi jika dilakukan aspirasi. Terasa berat pada kantong skrotum Pemeriksaan Fisik : pada testis yang padat. Transiluminasi (-) IX.  Perdarahan dalam hidrokel dapat dihasilkan dari trauma testis.  Menganggu kehidupan sehari-hari  Dapat terjadi supurasi X. Bila Iskemia. . KOMPLIKASI  Hidrokel yang amat besar bisa mengganggu aliran darah ke testis. TATA LAKSANA Hidrokel biasanya tidak berbahaya dan pengobatan biasanya baru dilakukan bila penderita sudah merasa terganggu atau merasa tidak nyaman atau jila hidrokelnya sedemikian besar sehingga mengancam aliran darah ke testis. dapat menyebabkan atrofi testis dan berikutnya terjadi pemburukan dari fertilitas. kemungkinan besar hidrokel akan berulang dan bisa terjadi infeksi(sehingga cara ini tidak efektif). Komplikasinya adalah infeksi dan dapat kambuh kembali. Hal ini menyebabkan terbentuknya fibrin pada rongga tunika vaginalis sehingga tunika vaginalis saling melekat untuk menyumbat/menutup lubang di kantong skrotum sehingga cairan tidak akan tertimbun kembali. keras. hidrokel akan sembuh sendiri. tidak nyeri pada palpasi. Setelah dilakukan aspirasi. Tetapi jika hidrokel masih tetap ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi. natrium tetradesil sulfat atau urea. disuntikkan zat sklerotik tetrasiklin. Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah prosesus vaginalis menutup.keluhan adanya pembesaran testis yang tidak nyeri.

Tindakan operasi Hidrokel yang berhubungan dengan hernia inguinalis harus diatasi dengan pembedahan sesegera mungkin. hanya setelah eksisi sebagian tunika : Setelah kantong hidrokel dibuka. Pada hidrokel kongenital dilakukan pendekatan inguinal karena seringkali hidrokel ini disertai dengan hernia inguinalis sehingga pada saat operasi hidrokel. hidrokel akan sembuh sendiri. dijahitkan di belakang testis.2.   Indikasi : Ada gangguan sirkulasi darah. Setelah hemostasis skrotum : Kantong hidrokel dibuka. d.  Hidrokel permagna yang dirasakan terlalu berat dan mengganggu pasien dalam melakukan aktifitas sehari-hari. tetapi jika hidrokel masih ada atau bertambah besar perlu dipikirkan untuk dilakukan koreksi Pada hidrokel testis dewasa dilakukan pendekatan skrotal dengan melakukan eksisi dan marsupialisasi kantong hidrokel sesuai cara Winkelman atau aplikasi kantong hidrokel sesuai cara Lord. dilipat dan dijahitkan pada daerah pertemuan testis dengan epididimis tanpa dilakukan eksisi. Teknik ini yang paling banyak dilakukan  Persiapan hidrokelektomi : . sekaligus melakukan herniografi. rasa nyeri (karena rangsangan peritoneum yang tertarik) dan bila berlangsung lama bisa terjadi atrofi testis. di belakang testis. tunika vaginalis parietalis ditutup kembali b. tunika vaginalis dibalik dan : Seperti Jaboulai ditambah eksisi dulu sebagian tunika vaginalis : Seperti Winkelman. c. e. Radikal Jaboulai Winkelman Bergman Lord : Eksisi seluruh tunika vaginalis. Pada hidrokel funikulus dilakukan ekstirpasi hidrokel secara intoto.  Indikasi kosmetik jelek Teknik yang bisa digunakan yaitu :  a. vaginalis dibalik tidak dijahit. Hidrokel pada bayi biasanya ditunggu hingga anak mencapai usia 1 tahun dengan harapan setelah procesus vaginalis menutup.

 Insisi kulit pada bagian skrotum yang paling menonjol atau abdomen bawah untuk mengeluarkan hidokel.  Hidrokel dikeluarkan dari skrotum dan disisakan sedikit tunika vaginalis parietalis.    Cek semua lab untuk keperluan operasi Berhenti merokok. jika overweight turunkan BB Anestesi yang digunakan adalah spinal atau General Penatalaksanaan :  Dengan pembiusan regional atau umum. bila hidrokelnya besar sekali dilakukan aspirasi isi kantong terlebih dahulu. lapis demi lapis sampai tampak tunika vaginalis.  Desinfeksi lapangan pembedahan dengan larutan antiseptik. Dengan : - Teknik Jaboulay : tunika vaginalis parietalis dimarsupialisasi dan bila diperlukan diplikasi dengan benang chromic cat gut. dengan benang catgut ukuran 3-0 chromic.  Dilakukan preparasi tumpul untuk meluksir hidrokel. . : tunika vaginalis parietalis dieksisi dan tepinya diplikasi dengan benang  Bagian pinggir dari tunika vaginalis mengelilingi testis sehingga Bagian pinggir dari tunika vaginalis dijahit permukaan testis terekspos.  Lapangan pembedahan dipersempit dengan linen steril.  Posisi pasien terlentang (supinasi). - Teknik Lord chromic cat gut.

Scrotal support untuk beberapa waktu setelah operasi. Tunica dartos dan kulit disatukan dan dibalut Gambar 12 : internal dan eksterna spermatic fascia ditutup  Tata laksana :      Ice packs selama 24 jam untuk mengurangi perdarahan. Gambar 11  : tunika vaginalis dibalik dan dijahit Internal dan external spermatic fascia ditutup dengan satu lapis.Gambar 10  :Bagian pinggir tunika vaginalis disisihkan mengelilingi testis Tunika vaginalis dibalik dan dijahit pada daerah pertemuan testis dengan epididimis. Komplikasi : . Perawatan luka yang baik dan benar ( bersih dan kering ) Jika ada nyeri diberikan analgetik dan bila ada infeksi diberi antibiotik.

tetapi biasanya hilang dengan sendirinya. Hidrokel yang muncul pada saat dewasa biasanya dihubungkan dengan keganasan yang mendasarinya. Dapat diatasi dengan pemakaian close fitting jockey pants. PROGNOSIS Prognosis untuk hidrokel umumnya baik. Terjadi luka-luka di vas deferens dapat ditemukan selama pembedahan inguinal pembengkakan. hidrokel yang cukup besar mudah mengalami trauma dan hidrokel permagna bisa menekan pembuluh darah yang menuju ke testis sehingga menimbulkan atrofi testis. Jika hidrokel terlalu besar. Jika dibiarkan. Perdarahan post operatif hidrokel tidak luar biasa. Luka langsung pada pembuluh darah spermatikus akibat operasi mungkin dapat ditemukan. . Gambar 13 : Hidrokel testis Gambar 14 : Hidrokel saat pembedahan XI. komplikasi setelah operasi bisa terjadinya Infeksi.    untuk hidrokel. Selain itu infeksi post operatif dapat ditemukan pada 2% pasien yang menjalani pembedahan untuk hidrokel. dapat diberikan antibiotik Infertilitas karena trauma pada testis sewaktu operasi. Prognosis dari hidrokel sekarang tergantung pada penyebab hidrokel itu.

Malang.. edisi kedua. Dasar-Dasar Urologi. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. 186 . 2003 : 140-145.BAB III DAFTAR PUSTAKA 1. Purnomo. Basuki B.

7th edition. Rhoads et all. M. Surgical Principal and Practise. 5.com. Sabiston.wordpress. 2005 8... Indonesia. Sjamsuhidajat.1998. 11th Shoin. Anonim. Hidrokelektomi. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Edition Saunders. 2008 4. Igaku 6. Rifki.1978.medicastore. Davis-Christopher.. 1788-1790.com. Masa Skrotum. General Urology...generalhealth. 1083. Textbook of Surgery.bedahumum. Donald R. www.com. Lippincott Turtle.. 1971 3. Smith. 1969 7. Maruten Asian Edition. 2008 . Didi. www.Wim de Jong .Buku-Ajar Ilmu Bedah.2. Asian Edition. Hidrokel. www. R.