Anda di halaman 1dari 19

I. Memahami dan Menjelaskan Carcinoma Mamae I.

1 Definisi Kanker payudara adalah sekelompok sel tidak normal pada payudara yang terus tumbuh berupa ganda. Pada akhirnya sel-sel ini menjadi bentuk benjolan di payudara. Jika benjolan itu tidak dibuang atau terkontrol, sel-sel kanker bisa menyebar (metastase) pada bagian-bagian tubuh lain. Metastase dapat terjadi pada kerlenjar getah bening (limfe) aksilla ataupun di atas tulang belikat (clavicula). Selain itu, sel-sel kanker dapat pula bersarang di tulang, paru, hati, kulit dan bawah kulit. Kanker payudara adalah salah satu pertumbuhan sel-sel abnormal yang cenderung menginvasi jaringan disekitarnya dan menyebar ke tempat-tempat jauh. I.2 Epidemiologi American Cancer Society memperkirakan sekitar 1,4 juta kasus baru kanker payudara di tahun 2008. Insidens kanker payudara pada wanita bervariasi secara global dengan peningkatan sebesar 2,5 kali. Kisarannya antara 3,9 kasus per 100.000 di Mozambique sampai 101,1 kasus per 100.000 di Amerika Serikat. Dalam jangka waktu 25 tahun terakhir, insidens kanker payudara meningkat secara global dengan peningkatan tertinggi terjadi pada Negara-negara barat. Hal ini terjadi diakibatkan terjadinya perubahan pada pola reproduksi, peningkatan skrining, perubahan pola makan dan penurunan aktivitas. Walaupun insidensnya cenderung meningkat secara global, mortalitasnya cenderung menurun, terutama pada Negara maju. Di Amerika Serikat, diperkirakan 192.370 kasus baru dari kanker payudara invasive akan terjadi pada wanita ditahun 2009. Setelah dua decade terakhirterjadi peningkatan insidens kanker payudara, justru dari tahun 1999 sampai ke 2005 terjadi penurunan kasus kanker payudara baru pada wanita sebesar 2,2% per tahun. Hal ini terjadi akibat menurunnya penggunaan hormone replacement therapy (HRT) yang dipublikasikan oleh Womens Health Initiative pada tahun 2002. Diperkirakan akan terjadi 62.280 kasus baru berupa kanker payudara in situ pada wanita di tahun 2009. Diperkirakan 85% kasus yang terjadi merupakan ductal carcinoma in situ. Jumlah penderita kanker payudara di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, baik pada daerah dengan insiden tinggi di negara barat maupun pada insiden rendah seperti di banyak daerah di Asia. Angka insiden tertinggi dapat ditemukan pada beberapa daerah di Amerika Serikat (di atas 100/100.000). Angka di bawah itu terlihat pada beberapa negara Eropa Barat (Swiss 73,5/100.000). Untuk Asia, masih berkisar antara (10-20/100.000). Yang menarik, angka ini ternyata akan berubah bila populasi dari daerah dengan insiden rendah melakukan migrasi ke daerah yang insidennya lebih tinggi, suatu bukti adanya peran faktor lingkungan pada proses terjadinya kanker payudara. Faktor insiden usia bergerak naik terus sejak usia 30 tahun. (Tim Penanggulangan Kanker RS Dharmais, 2003) Berdasarkan penelitian (Haagensen) kanker payudara lebih sering terjadi di kuadran lateral atas, kemudian sentral (subareolar) dan payudara kiri lebih sering terkena dibandingkan dengan payudara kanan. I.3 Etiologi dan Faktor Predisposisi
1 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia

dapat meningkatkan insiden carcinoma mamae. agar lebih terlihat awet muda. • Masa reproduksi yang relatif panjang o Menarche pada usia muda. yang dapat mengakibatkan meningkatknya insiden carcinoma mamae itu sendiri. Berhubungan dengan tingginya kadar growth hormone.Penyebab spesifik dari kanker payudara sampai saat ini masih belum diketahui. lebih lama terpapar dengan hormon estrogen relatif lebih lama dibandingkan dengan yang sudah memiliki anak • Kehamilan dan menyusui Terkait erat dengan proliferasi sel-sel kelenjar payudara • Riwayat tumor jinak pada payudara • Pemajanan radiasi ionisasi setelah masa pubertas dan sebelum usia 30 tahun • Pemakaian kontrasepsi oral • Obesitas Dengan menurunkan berat badan. apabila digunakan selama 5 tahun atau lebih. Faktor yang berpengaruh besar dalam insiden carcinoma mamae adalah genetik (gen BRCA1 dan BRCA2) dan hormonal (estrogen). Kuat dugaan hal ini terkait dengan multifaktorial. Hal tersebut karena pertumbuhan lebih cepat saat usia anak dan remaja membuat adanya perubahan struktur genetik (DNA). level estrogen tubuh akan berkurang • Pemakaian preparat hormon estrogen Preparat hormon estrogen dapat digunakan untuk keperluan kecantikan. wanita nulipara (tidak pernah melahirkan) memiliki kadar estrogen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang sering melahirkan (multipara). Berikut ini adalah beberapa faktor resiko dari insiden carcinoma mamae : • Riwayat pribadi carcinoma mamae. Hal tersebut tentunya meningkatkan proliferasi dari sel-sel epitel pada payudara. • Stress hebat 2 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . • DES (dietilstilbestrol) Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah abortus memiliki resiko terkena carcinoma mamae. • Faktor genetik Kemungkinan untuk menderita kanker payudara 2-3 kali lebih besar pada wanita yang ibunya atau saudara kandungnya menderita kanker payudara. Namun. memiliki resiko terkena carcinoma mamae. • Alkohol • Tidak pernah melahirkan anak Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli. lebih dari usia 60 tahun o Wanita yang belum memiliki anak. pada sel tubuh yang diantaranya berubah ke arahh sel ganas. sebelum usia 12 tahun o Wanita yang terlambat memasuki masa menopause. berpotensi besar menjalaran ke payudara yang sebelahnya • Tinggi melebihi 170 cm Wanita dengan tinggi lebih dari 170 cm.

bentuk inti kecil dengan sedikit gambaran mitosis. tampak sel kanker mengadakan infiltrasi ke jaringan sekitar seperti sarang. sehingga dapat menyebabkan penyakit Paget pada payudara. Secara histologis. solid. kribriformis. jaringan ikat padat tersebar berbentuk sarang atau beraluralur. tanpa disertai infiltrasi ke dalam stroma. Terdapat 5 subtipe dari karsinoma intraduktus. Sel berbentuk bulat sampai poligonal. papiler. Karsinoma duktus invasif Karsinoma jenis ini merupakan bentuk paling umum dari kanker payudara. Karsinoma intraduktus non invasive Karsinoma intraduktus adalah karsinoma yang mengenai duktus disertai infiltrasi jaringan stroma sekitar. Sel-sel berukuran lebih besar dari normal.I.4 Klasifikasi a. yaitu komedokarsinoma. Karsinoma jenis ini dapat meluas ke duktus ekskretorius utama. Karsinoma duktus infiltratif merupakan 65-80% dari karsinoma payudara. b. 2. inti bulat kecil dan jarang disertai mitosis. Kanker Payudara Invasif 1. Komedokarsinoma ditandai dengan sel-sel yang berproliferasi cepat dan memiliki derajat keganasan tinggi. kawat atau seperti kelenjar. kemudian menginfiltrasi papilla dan areola. Kanker Payudara Non Invasif 1. Jenis ini 3 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . Karsinoma lobular insitu Karsinoma ini ditandai dengan pelebaran satu atau lebih duktus terminal dan atau tubulus. Pada tepi tumor. dan mikrokapiler.

Sel infiltratif biasanya tersusun konsentris disekitar duktus berbentuk seperti target. Diferensiasi dari jenis ini buruk. 8. Bentuk kedua. Sel tumor dapat berbentuk signet-ring. Karsinoma musinosum Pada karsinoma musinosum ini didapatkan sejumlah besar mucus intra dan ekstraseluler yang dapat dilihat secara makroskopis maupun mikroskopis. sel tampak seperti pulau-pulau kecil yang mengambang dalam cairan musin basofilik. tetapi memiliki prognosis lebih baik daripada karsinoma duktus infiltratif. 2. terutama dibagian tepi jaringan kanker. bentuk sel teratur dan tersusun secara tubuler selapis. Bentuk pertama. Karsinoma papiler invasif Komponen invasif dari jenis karsinoma ini berbentuk papiler. Secara histologis. Jenis ini merupakan karsinoma dengan diferensiasi tinggi. Sangat jarang ditemukan pada payudara. Karsinoma adenokistik Jenis ini merupakan karsinoma invasif dengan karakteristik sel yang berbentuk kribriformis. Karsinoma lobular invasif biasanya memiliki tingkat mitosis rendah. atau solid. terdapat 3 bentuk sel kanker. dikelilingi oleh stroma fibrous. 5. Bentuk ketiga terdiri dari susunan jaringan yang tidak teratur berisi sel tumor tanpa diferensiasi. Biasanya terdapat infiltrasi limfosit yang nyata dalam jumlah sedang diantara sel kanker. 3. atau carcinoma simplex. sebagian besar sel berbentuk signet-ring. Karsinoma apokrin 4 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . tubuloalveolar. scirrhous carcinoma. 7. Karsinoma tubuler Pada karsinoma tubuler. sel tumbuh dalam susunan kelenjar berbatas jelas dan lumennya mengandung musin. 4. Karsinoma meduler Sel berukuran besar berbentuk polygonal/lonjong dengan batas sitoplasma tidak jelas. infiltrating carcinoma.disebut juga sebagai infiltrating ductus carcinoma not otherwiser specified (NOS). 6. Karsinoma lobular invasif Jenis ini merupakan karsinoma infiltratif yang tersusun atas sel-sel berukuran kecil dan seragam dengan sedikit pleimorfisme.

Karsinoma ini didominasi dengan sel yang memiliki sitoplasma eosinofilik. sel tumor jinak tidak menyebar ke bagian lain pada tubuh penderita. Kanker payudara muncul sebagai akibat sel-sel yang abnormal terbentuk pada payudara dengan kecepatan tidak terkontrol dan tidak 5 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . Karenanya kerap kita mendapati kanker yang tumbuh di tempat lain sebagai hasil metastasisnya. Keganasan kanker ini ditunjukkannya dengan menyerang sel-sel nomal disekitarnya. Sehingga proses apoptosis tidak dapat berlangsung. dengan cara merancang adanya proses apoptosis. Sambil menyerang sel-sel normal disekitarnya. Proses ini disebut metastasis. I. Tidak adanya proses apoptosis mengakibatkan epitel-epitel dari duktus laktiferus terus berproliferasi. yang akhirnya membentuk segerombolan sel tumor ganas atau kanker baru. Tumor jinak biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam suatu wadah yang menyerupai kantong. Sel-sel yang menyebar ini kemudian akan tumbuh berkembang ditempat baru. Kanker payudara termasuk diantara penyakit kanker yang paling banyak diperbincangkan karena keganasannya yang seringkali berakhir dengan kematian. Kanker merupakan buah dari perubahan sel yang mengalami pertumbuhan tidak normal dan tidak terkontrol.5 Patogenesis dan Patofisiologi Pada hakikatnya gen BRCA1 bersama dengan gen P53 merupakan gen yang bertugas mengatur keseimbangan jumlah sel. Lewat aliran darah maupun sistem getah bening. kanker juga memproduksi racun dan melepas sel-sel kanker dari induknya yang pecah. Peningkatan jumlah sel tak normal ini umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker. sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinak. Bentuk karsinoma apokrin dapat ditemukan juga pada jenis karsinoma payudara yang lain. Sel kanker akan tumbuh pesat sekali. Pada kanker yang parah seringkali terjadi pendarahan. Tidak semua tumor bersifat kanker. Kanker payudara akan memperlihatkan kekhasannya dalam menyerang penderitanya. Hal ini menimbulkan pertumbuhan sel yang tidak terkendali yang berujung pada keganasan. sehingga payudara penderita akan membesar tidak seprti biasanya. Di sisi lain. Tumor yang bersifat kanker disebut tumor ganas. Apabila terjadi mutasi oleh sebab sering terpaparnya zat-zat radio ionisasi ataupun komponen-komponen elektromagnetik. akan dapat mengakibatkan hilangnya fungsi dari sel. sering sel-sel tumor dan racun yang dihasilkannya keluar dari kumpulannya dan menyebar ke bagian lain tubuh. terutama sel-sel yang lemah. sehingga menyerupai sel apokrin yang mengalami metaplasia. Racun dan sel-sel kanker itu akan menyebar bersama aliran darah. kadar estrogen yang tinggi akan meningkatkan proliferasi dari epitel-epitel duktus laktiferus.

radioaktif. Mutasi gen ini dipicu oleh keberadaan suatu bahan asing yang masuk ke dalam tubuh kita. Bersama aliran darah dan aliran getah bening. Bahkan muncul pula kanker pada liver dan paru-paru sebagai kanker metastasisnya. vetsin. paruparu. oksidan.beraturan. Penderita sering batuk yang tak kunjung sembuh atau sesak napas yang berkepanjangan. sebagaimana sel-sel tubuh kita yang asli. Karenanya tidak mengherankan jika pada penderita kanker payudara ditemukan benjolan di ketiak atau benjolan kelenjar getah bening lainnya. diantaranya pengawet makanan. Tetapi yang terakhir ini sangat jarang terjadi karena secara alamiah tubuh kita mampu menetralkan zat karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh. Sel-sel tersebut merupakan hasil mutasi gen dengan perubahanperubahan bentuk. ukuran maupun fungsinya. atau karsinogenik yang dihasilkan oleh tubuh sendiri secara alamiah. dan liver tanpa disadari oleh penderita. 6 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . sel-sel kanker dan racun-racun yang dihasilkannya dapat menyebar ke seluruh tubuh kita seperti tulang.

ukuran atau berat salah satu payudara berubah. benjolan pada payudara yang dapat diraba dengan tangan. areola atau puting terlihat bersisik. makin lama benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan.5 Manifestasi Klinis • Muncul benjolan di payudara yang permanen. puting susu menjadi lunak.I. Timbul benjolan kecil dibawah ketiak. • Kulit payudara mengerut seperti kulit jeruk. yakni keluar cairan dari puting susu. atau cairan encer dari puting susu. memerah. dan bengkak. nanah. • Kelainan kulit berupa ruam pada kulit di sekitar payudara. • Bentuk. misalnya puting susu tertekan ke dalam (retraksi) Stadium Carcinoma Mamae 7 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . benjolan di sekitar ketiak. • Keluar darah. • Bentuk atau arah puting berubah. • Kelainan puting. terdapat perubahan bentuk dan ukuran payudara.

hati ataupun otak. Lalu.Anamnesis Terdapat keluhan diketiak atau payudara berupa benjolan merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh pasien. Pada stadium I ini.6 Diagnosis dan Diagnosis Banding 1. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran. Kadangkadang juga dilakukan operasi untuk mengangkat bagian payudara yang sudah parah. ditanyakan sudah berapa lama benjolan tersebut ada. Usaha ini hanya untuk menghambat proses perkembangan sel kanker dalam tubuh serta untuk meringankan penderitaan penderita semaksimal mungkin. Stadium III Tumor sudah cukup besar. dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal. dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. harus diperiksa di laboratorium. Itu lebih baik walaupun sudan locally 8 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . seperti pada paru.25 cm.Perkembangan Kanker Stadium I (Stadium Dini) Besarnya tumor tidak lebih dari 2-2. Pengobatan payudara sudah tidak ada artinya lagi.25 cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. kemungkinan untuk sembuh hanya 30-40 % tergantung dari luasnya penyebaran sel kanker. dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Jika ada kanker payudara yang sudah lama namun belum menunjukkan metastasis. Pemeriksaan Klinis a. Stadium IV Sudah mengalami metastase jauh. Stadium II Tumor sudah lebih besar dari 2. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker). tulang. sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh. Pada stadium ini. Untuk memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain. I.

Gejala nyeri juga bisa trerjadi. ND tidak dikaitnkan dengan massa maka hanya dibawah 1 % yang terdiagnosis sebagai kanker payudara. jika ND terjadi dikaitkan dengan orang dengan massa curiga ganas maka 11% dari pasien ND yang terbukti ganas. anak atau tante dari ibu) meningkatkan risiko tiga kali lipat. beradasal dari multiduktus dan biasanya menyerupai susu. Souba VW. kehijauan atau hijau kebiruan7.3 kali dari rata-rata normal.6 kali. namun ada juga yang berkata sampai 5 kali lipat. Lebih signifikan lagi jika ND muncul tanpa harus dipijat. ND yang terkait dengan keganasan bisa jernih. Konsumsi alcohol lebih dari 15 gram per hari bisa meningkatkan risiko mejadi 1. terlokalisir pada salah satu duktus dan terjadi pada pasien yang sudah tua. satu kali pemeriksaan tiap tiga tahun dan setiap tahun bagi wanita yang berusia 40 tahun.4% orang yang dengan keluahn nyeri meyertai diagnosis kanker payudara. Faktor ini menjadi sangat penting terutama jika ditinjau dari sisi ibu dan bukan sisi ayah. yaitu spontan. Pemeriksaan Fisik American Cancer Society mengeluarkan rekomedasi frekuensi pemeriksaan fisik oleh seorang dokter. insidens terjadinya kanker payudara pernah dilaporkan meningkat 1. Untuk penggunaan HRT dan exogen esterogen telah dijelaskan di tajuk factor risiko. Lagi. 1998) Perubahan ukuran massa juga mengambil peran yang penting dalam mendiagnosis kanker payudara.advanced. Pemeriksa berdiri di depan pasien harus melakukan inspeksi terlebih dahulu. Jika dari lapis pertama terdapat kanker payudara yang mengenai kedua payudara dan sebelum masa menopause akan meningkatkan risiko sebesar 6 sampai 7 kali lipat. melakukan profilaksis mastektomi bisa dipertimbangkan pada orang tersebut. Lebih kurang 15% pada populasi yang terkena kanker payudara unilateral akan berkembang menjadi kanker yang mengenai payudara yang tersisa. Riwayat kanker payudara pada lapis pertama dalam keluarga (ibu. Selain riwayat HRT.13 Teknik pemeriksaan termasuk inspeksi dan palpasi seluruh area payudara dan kelenjar getah bening daerah yang dilewatinya. ND yang mengarah ke jinak biasanya bilateral. riwayat mengkonsumsi minuman berakohol juga bisa memicu terjadinya kanker payudara. Sementara itu. Namun. Dengan mengkonsumsi minimal 3-9 gelas perminggu. ND juga menjadi menunjang kerah ganas jika terjadi unilateral. Dalam satu series penelitian hanya 0. Benjolan yang cenderung membesar dan meluas dalam jangka waktu yang cepat cenderung kea rah ganas jika dibandingkan dengan lesi yang cenderung membesar seiring dengan waktu haid. 2. (Gadd NA. Yaitu untuk wanita dibawah 40 tahun. darah atau serous. Dan jika terjadinya kanker payudara pada usia yang lebih muda maka persentasenya bisa lebih tinggi sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih intens. biasa terkait dengan lumpy breast syndrome dibandingkan dengan cancer. Adanya riwayat terkena kanker payudara harus membuat para wanita menyadari bahwa kemungkinan terjadi kanker payudara berikutnya di payudara yang tersisa. Riwayat nipple discharge (ND) juga mengindikasikan kearah keganasan. Ada 3 9 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia .

Pemeriksa harus meraba secara gentle kedua payudara dari arah sternum kea rah infraklavikula dari arah luar ke dalam. ND. walapun radiasi yang diberikan jauh lebih besar namun. Namun. untuk 10 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . konsistensi. Mammografi Dengan menggunakan tehnik dosis rendah 0. Namun secara umum terbagi dua yaitu non-invasif dan invasif. Banyak para dokter yang menggunakan tulisan untuk mendeskripsikan benjolan namun jika bisa ditambahkan dalam bentuk foto maka akan jauh lebih baik. Berdasarkan hasil observasi. retraksi kulit atau adenopati aksila harus dievaluasi dengan mammografi.13 Yang dinilai adalah bentuk secara umum. Untuk itu dokter harus bersungguh-sungguh ketika melakukan pemeriksaan fisik. a. Ultrasound Ultrasound telah digunakan sejak awal 50-an. bentuk. Teradapat indikasi untuk mamografi baik skirining ataupun diagnosis.posisi lengan yang harus dinspeksi yaitu dengan lengan disamping pasien. erythema inverse atau perubahan putting dan retraksi kulit.025 rad per studi14. Data dari studi Health Insurance Plan and Breast Cancer Detection Demonstration Project menyatakan bahwa mammografi (disertai dengan pemeriksaan fisik) efektif dalam mendiagnosis lesi yang nonpalpable. Non-invasif 1. Area yang dilewati pembuluh limfe termasuk area servikal. Pemeriksaan Penunjang Ada beberapa pemeriksaan penunjang.1 rad per studi dibandingkan dengan foto thoraks yang hanya menggunakan 0. sentripetal. ukuran dan simetrisitas dari payudara begitu pula jika terdapat edema (peau d’orange).13 3. Jika ada nodus yang keras dengan besar lebih dari 5 mm diameternya harus dicurigai. 2. suprakalvikular dan infraklavikular serta axial harus diperiksa. Pemeriksaan dilakukan dalam posisi supine sehingga payudara dalam kondisi sedatar mungkin dan mudah untuk dipalpasi. mobile dan tepi. Sebagai fakta. Walapun secara teori bisa dimungkinkan namun hamper kebanyakan dokter setuju bahwa mamografi merupakan alat yang efektif utuk screening namun hanya 8-15% wanita dengan asimtomatik yang mengikuti evaluasi ini.13 Pendataan yang akurat sangat menunjang pemantauan secara berkala terhadap payudara pasien. Pasien dengan tumor atau area yang asimetris. dengan lengan ditekuk ke atas serta lengan diletakkan dipinggang pasien. hanya 15-20% wanita dengan usia diatas 50 tahun yang pernah di mammografi. Studi ini tidak terlalu berguna pada remaja diakibatkan karena densitas payudara tapi diindikasikan jika diduga terjadi proses keganasan. Evaluasi terhadap benjolan harus termasuk didalamnya ukuran. Alat tersebut sangat berguna dan akurat dalam mengevaluasi densitas payudara dan dalam membedakan antara kista dengan massa padat. False-negative rate `berkisar antar 10-15%. Masing-masing region harus dipalpasi secara perlahan. tidak ada laporan kasus yang menunjukkan bahwa terjadi kanker payudara yang diakibatkan karena terpapar oleh radiasi dari mamografi.

Sebagai tambahan aspirasi cairan payudara bisa dilakukan dan dianalisis sebagai penanda tumor. Core Needle Biopsy (CNB) Biopsi jarum menggunakan jarum bor yang besar sering dilakukan. Invasif 1. Namun. Biopsi ini bisa dilakukan secara stereotaktik atau dengan bantuan ultrasound.massa yang lebih kecil antara 5-10 mmtidak dapat divisualisasi dan massa pada jaringan lemak payudara sulit dievaluasi. lalu dismear di atas slide dan difiksasi segera dan diwarnai untuk evaluasi sitologi. Tehnik stereotaktik untuk sampling lesi nonpalpable sudah menjadi hal umum di Amerika Serikat. CNB lebih akurat dan bisa digunakan untuk menentukan reseptor esterogen dan progesteron serta bisa dilakukan untuk memeriksa gambaran histopatologi. Prostate Spesific Antigen (PSA) . Untuk mengetahui reseptor menggunakan tehnik ini sudah dikembangkan namun masih belum merata keberadaannya di laboratorium patologi anatomi20 Sudah muncul perhatian dari para ahli untuk melakukan tehnik noninvasive berupa variasi dari sitologi payudara yaitu menggunakan alat suction. Biopsi Terbuka i. Tehnik ini mengambil peran dalam mengevaluasi aksila. Hal tersebut perlu direncanakan 11 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia .19 Kelemahan tehnik ini adalah ketidakmampuan untuk menentukan secara akurat reseptor esterogen dan progesteron pada specimen yag sangat kecil. Biopsi Eksisi Istilah biopsi eksisi merujuk pada istilah yang berarti biopsi dengan mengangkat seluruh masa yang terlihat dan biasanya dengan sedikit batas jaringan yang sehat.22 3. Sitologi Aspirasi Sitologi aspirasi dilakukan menggunakan jarum halus (ukurang 20 atau yag lebih kecil) dengan spuit untuk mengaspirasi sel pada area yang dicurigai. Computed Tomography dan Magnetic Resonannce Imaging Scans Penggunaan CT dan MRI untuk scanning untuk mengevaluasi kelainan payudara sekarang sudah mulai diselidiki.18 b. mediastinum dan area supraklavikula untuk adenopati dan membantu dalam melakukan staging pada proses keganasan.21 2. Keuntungannya adalah tidak ada radiasi dan tidak nyeri. yang diletakkan sepanjang kompleks areolar nipple untuk mengambil cairan yag berfungsi utuk megevaluasi sitopatologi. berkorelasi lebih baik dengan diagnosis kanker payudara. Publikasi terkini menyatakan bahwa MRI dapat mengidentifikasi secara tepat antara tumor primer atau residual dan secara akurat memprediksi ekstensi penyakit pada pasien dengan diagnosis kanker payudara. dalam keadaan tertentu. prosedur ini sangat akurat.13 3. Hal tersebut lebih invasive dibandingkan dengan aspirasi jarun. pemeriksaan ini tidak dapat untuk memeriksa gambaran histopatologi jaringan sebab pemeriksaan ini tidak mampu mengambil struktur jaringan sekitarnya. Jika specimen diambil secara tepat.

lalu dilakukan biopsy secara standard. Kebanyakan biopsi bisa dilakukan dengan lokal anastesi.13 4.5% jadi dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian dalam menginterpretasi hasil tersebut. Tumor ini terdapat pada ibu yang baru atau sedang menyusui. Dan haltersebut bisa dijadikan patokan dalam melakukan biopsy jarum dengan bantuan mammografi.13 Pasien dilakukan mammografi yang disesuaikan dengan film aslinya dan dilakukan introduksi berdasarkan gambaran film tersebut. Diagnosis Banding • Galaktokel Merupakan massa tumor kistik yang timbul akibat tersumbatnya saluran atau duktus laktiferus. Aspirasi kista juga bisa dilakukan dengan bantuan ultrasound13 ii. Biopsi Insisi Untuk lesi yang besar dan sulit utuk dilakukan biopsy eksisi biasanya dilakukan biopsy insisi dengan hanya mengambil sedikit jaringan.13 iii. Sebuah potongan nipple atau areola complex bisa dieksisi dalam local anstesia dengan tepi yang minimal. Bisa dilakukan biopsy dengan bantuan ultrasound. dan payudara discan menggunakan transducer. Nipple Discharge Smear (NDS) Setelah menekan daerah putting maka akan keluar cairan. Biasanya terdapat pada ibu yang menyusui.13 4.secara hati-hati dan curiga lesinya bersifat ganas. Potong beku biasa dilakukan dan bisa disimpan untuk tes reseptor esterogen dan progesterone. Needle-Guided Biopsy (NGB) Skrinning mammografi bisa digunakan untuk melihat lesi yang mencurigakan sebelum muncul secara klinis. Ultrasound-Guided Biopsy (UGB) Untuk lesi yang tidak teraba namun. Tehnik ini dilakukan atas dasar prinsip menghilangkan lesi secara presisi tanpa mengorbankan jaringan sehat sekitarnya. Nipple Biopsy Perubahan epithelium dari putting sering terkait dengan gatal atau nipple discharge biasa diperbolehkan untuk dilakukan biopsi puting. Dilaporkan. UGB dilakukan dengan pasien pada posisi supine.13 ii. Secara umum. Jadi bisa disimpulkan NGB merupakan biopsy dengan bantuan mammografi13 i. Lalu kulitnya ditandai dengan pensil. terlihat gambarannya melalui ultrasound. • Mastitis Adalah infeksi pada payudara dengan tanda radang lengkap. demi kenyamanan pasien biasa dilakukan dengan sedasi intravena. sitologi dari NDS memiliki hasil negative palsu sebesar 18% dan positif palsu sebesar 2. Cairan yag keluar bisa diusap pada gelas kaca difiksasi dan dilihat untuk dievaluasi secara sitologi. bahkan dapat berkembang menjadi abses. 12 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . Namun. lebih disukai sikumsareolar atau insisi curvilinear sepanjang garis Langer. Hal ini bisa dilakukan dalam anastesi local dan cukup nyaman pada pasien poli.

maka efek toksisitas kemoterapi atau radiasi harus diminimalisir.FAM Fibrokistik Kistosarkoma foloides Konsistensi padat-kenyal padat-kenyal kistik padat-kenyal >> FAM Batas tegas difus tegas Nyeri tidak saat haid tidak Mobile ya Terapi eksisi medika mentosa simptomatis mastektomi simple ya I. semakin tinggi akurasinya. dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kanker pada pasien yang tidak mungkin sembuh. Semakin dini terapi dimulai. pectoralis minor disertai dengan diseksi aksila. Terapi Kuratif Terapi kuratif adalah tujuan utama terapi pada pasien kanker untuk menghilangkan kanker tersebut. terapi pada pasien kanker tidak dapat mempertahankan asas primum non nocere karena dalam pemberian terapi kuratif.7 Penatalaksanaan Terapi Pengobatan stadium dini akan memberikan harapan kesembuhan dan harapan hidup yang baik. imunoterapi atau kombinasi dari keempat modalitas tersebut. b. akan diberikan sejumlah terrtentu zat kemoterapi atau radiasi yang bersifat toksik terhadap bagian tubuh lain yang tidak terkena kanker. Terapi kuratif dapat berupa bedah radikal. Pengobatan pada stadium I. Tujuan terapi paliatif adalah untuk mengurangi gejala. Adapun jenisjenis terapinya adalah: 1.Terapi Paliatif Terapi paliatif diberikan jika tujuan utama terapi kuratif tidak tercapai. Pembedahan Pada stadium I. pectoralis mayor. yaitu : a. radiasi. pengobatan pada penderita kanker meliputi 2 tujuan. • Mastektomi Radikal Pengangkatan puting dan areola. dimana M. M. Teknik operasi ini dapat pula di modifikasi menjadi mastektomi radikal modifikasi Madden. fasia M. Untuk stadium I dan II. pengobatan adalah radikal mastektomi atau radikal mastektomi modifikasi dengan atau tanpa radiasi dan sitostatika adjuvant. Dalam pelaksanaannya. 13 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . pectoralis mayor. M. vena dan saraf yang bermakna. Ketika tujuan terapi adalah sebagai paliatif. Secara umum. Diseksi aksila adalah pengangkatan semua isi rongga aksila kecuali arteri. II dan III terapi bersifat kuratif. pektoralis mayor tidak diangkat. glandula mammae (seluruh payudara). Terapi radiasi dan sitostatika adjuvant diberikan jika kelenjar getah bening aksila mengandung metastasis. II. dan III adalah operasi primer. kemoterapi. serta kulit diatas tumor dan 2 cm di sekitarnya. Terapi pada kanker payudara tergantung dari stadiumnya. sedangkan terapi lain bersifat adjuvant.

segmentektomi. Kombinasi dari agen tersebut dapat memperbaiki respon namun hanya memilki efek yang sedikit untuk meningkatkan survival rate. Jika pasien telah mendapat kemoterapi adjuvant dengan agen Cyclophosphamide. Kanker payudara stadium IV. Breast Conservating Treatment Yaitu pengangkatan tumor dengan batas sayatan bebas (tumorektomi. Untuk pasien dengan kanker payudara dapat diberikan kemoterapi intravena (IV). pengobatan yang primer adalah bersifat sistemik. yang bersifat adjuvant. maka pasien ini tidak mendapat agen yang sama dengan yang didapat sebelumnya. tapi dapat pula diberikan pada kanker payudara yang sudah dilakukan operasi mastektomi. Methotrexat dan 5-Fluorouracil (CMF). neoadjuvant maupun pada kanker payudara yang sudah metastasis. Terapi ini berupa kemoterapi dan terapi hormonal. Radiasi kadang diperlukan untuk paliatif pada daerah-daerah tulang yang mengandung metastasis. Pada stadium IIIa. 14 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . Teknik operasi ini hampir sama dengan teknik pada operasi mastektomi radikal. 3. Pemilihan kombinasi agen kemoterapi tergantung pada kemoterapi adjuvant yang telah diberikan dan jenisnya. maka harus dipikirkan toksisitas yang potensial terjadi. Mastektomi radikal dapat diikuti dengan atau tanpa radiasi dan sitostatika adjuvant tergantung dari keadaan KGB aksila (berdasarkan protokol di RSCM atau FKUI) • Mastektomi Sederhana atau Simple Mastectomy Pengangkatan puting dan areola. Operasi ini dilakukan untuk tumor stadium dini yaitu stadium I dan II dengan ukuran tumor 3 cm. Setiap mastektomi sederhana harus diikuti oleh radiasi (radioterapi) untuk mengatasi mikrometastasis atau metastasis ke kelenjar getah bening. II dan III awal. serta kulit di atas tumor dan 2 cm di sekitarnya. Cyclophosphamide) o Indikasi Terapi adjuvant. Kemoterapi Terapi ini bersifat sistemik dan bekerja pada tingkat sel. keadaan umum pasien. dan antimetabolit.Operasi ini bersifat kuratif dan dilakukan untuk tumor yang berada pada stadium operable yaitu stadium I. operasi berupa mastektomi sederhana. namun pada teknik ini tidak dilakukan diseksi aksila. atau kwadrantektomi) dan diseksi aksila diikuti dengan radiasi kuratif. antara lain anthrasikin. Kanker payudara dapat berespons terhadap agen kemoterapi. bersifat paliatif. Cara pemberian kemoterapi IV bervariasi. untuk yang lebih besar belum dikerjakan dan mempunyai prognosis lebih buruk dari terapi radikal. Kombinasi mastektomi sederhana dengan radiasi mempunyai efektivitas yang sama dengan mastektomi radikal. Karena terapi sistemik bersifat paliatif. taxane. dan glandula mammae. reseptor hormon dan penilaian klinis. Eprubisin. Adapun jenis-jenis kombinasi kemoterapi yang diberikan adalah : • FEC (Fluorourasil. agen alkilasi. Terutama diberikan pada kanker payudara yang sudah lanjut. tergantung pada jenis obat. Pilihan terapi sistemik dipengaruhi pula oleh terapi lokal yang dapat dilakukan. 2.

Beritahu pasien tentang kemungkinan rambut dapat rontok akibat kemoterapi.9% 100 ml dan diinfuskan dalam 10-20 menit.Alopesia . Hal ini terjadi karena radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel berasal dari oksigen.dan dapat diikuti oleh modalitas lain yaitu terapi hormonal dan kemoterapi.Pasien dengan usia di atas 60 tahun atau ada riwayat penyakit jantung. sebelum kemoterapi harus dilakukan pemeriksaan echocardiogram atau multiple gated acquisition test of cardiac output (MUGA) untuk menjamin bahwa fungsi ventrikel kiri masih baik.Epirubisin 60 mg/m2 pada hari 1 . o Siklus dan Jumlah siklus . Radiasi terkadang diperlukan untuk paliasi di daerah tulang weight bearing yang mengandung metastase atau pada tumor bed yang berdarah difus dan berbau yang mengganggu sekitarnya. Tingkat keparahan radiasi tergantung pada oksigen. .Mukositis .Berikan antiemetik yang kuat sebelum kemoterapi. .Periksa fungsi ginjal. Jika netrofil < 1500/mm3.o Hal-hal yang perlu diperhatikan : .Siklofosfamid 500 mg/m2 o Cara Pemberian . Jika ada insufisiensi ginjal. Prinsip dasar radiasi adalah memberikan stress fisik pada sel kanker yang berada pada keadaan membelah sehingga terjadi kerusakan DNA dan menyebabkan terbentuknya radikal bebas dari air yang dapat merusak membran. atau AT < 100. . o Dosis . Sel yang hipoksia akan lebih resisten terhadap radiasi dibandingkan dengan sel yang tidak hipoksia. Radiasi Merupakan terapi utama untuk kanker payudara stadium IIIb (locally advanced).Kardiomiopati .5-FU dan siklofosfamid disuntikan secara IV pelan-pelan atau dilarutkan dalam NaCl 0. . pemberian oksigen dapat meningkatkan sensitivitas radiasi.Kontrol dosis epirubisin.Sistitis hemoragik. untuk menghindari kardiotoksisitas bila dosis kumulatif epirubisin >900 mg/m2 . bila dosis siklofosfamid tinggi 4. Oleh karena itu. 15 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . dan organel sel. .Mual dan muntah . maka kemoterapi ditunda.Jumlah siklus 6 o Efek Samping .Periksa fungsi hati.Epirubisin disuntikan lewat selang infus salin. maka dosis 5-FU di kurangi.Periksa darah rutin lengkap.Mielosupresi . protein. dosis epirubisin dikurangi. .Lama siklus 21 hari .000/mm3. . Jika ada insufisiensi hati.5-FU 500 mg/m2 pada hari 1.

c) Systemic therapy Teknik ini berupa pemberian radionuklida ke dalam masa tumor atau kanker. b) Bachytherapy Teknik ini berupa implantasi sumber radiasi ke dalam jaringan kanker atau jaringan disekitarnya. 5. Terapi hormonal Terapi hormonal diberikan pada kanker payudara stadium IV. terapi endokrin inisial berupa inhibitor aromatase. Tamoxifen paling sering digunakan sebagai terapi adjuvant pada perempuan dengan kanker payudara yang telah di reseksi. Pemilihan terapi endokrin atau hormonal berdasarkan toksisitas dan ketersediaan. reseptor ini mengurangi transkripsi gen dan menginduksi apoptosis. Untuk wanita dengan reseptor estrogen yang positif. dengan pemberian 1 kali sehari karena waktu paruh yang panjang. Teleterapi paling sering digunakan dalam radioterapi. Prinsip terapi ini berdasarkan adanya reseptor hormon yang menjadi target dari agen terapi kanker. bagi pasien yang yang memburuk setelah mendapat inhibitor aromatase. respon terhadap inhibitor aromatase lebih besar dibandingkan dengan tamoxifen. tamoxifen dapat memberikan manfaat. Tumor dengan reseptor estrogen tanpa ada reseptor progesteron memiliki respon sebesar 30%. 16 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . walaupun tidak mengancam penglihatan. Pada banyak pasien. Selain itu. tamoxifen juga bermanfaat sebagai kemopreventif kanker payudara. Dosis standard tamoxifen adalah 20 mg. Efek samping yang dapat ditimbulkan antara lain hot flushes. yaitu : a) Teleteraphy Teknik ini berupa pemberian sinar radiasi yang memiliki jarak yang cukup jauh dari tumor. kelainan sekresi cairan vagina dan toksisitas retina. Kanker payudara primer atau metastasis juga mengandung reseptor tersebut. Pada pasien dengan kanker payudara yang telah metastasis.Radioterapi dapat diberikan dengan tiga cara. o Postmenopause Terapi hormonal yang diberikan berupa pemberian obat anti estrogen. sedangkan jika memiliki reseptor estrogen dan progesteron. Efek samping yang harus diperhatikan adalah bahwa tamoxifen dapat menyebabkan penurunan densitas tulang pada wanita premenopause dan kanker endometrium. Jaringan payudara mengandung reseptor estrogen. respon terapi dapat mencapai 70%. Namun. Pemberian terapi hormonal dibedakan tiga golongan penderita menurut status menstruasi: o Premenopause Terapi hormonal yang diberikan berupa ablasi yaitu bilateral oopharektomi. Ketika berikatan dengan ligand. Penggunaan tamoxifen harus diteruskan selama 5 tahun. lebih sering digunakan inhibitor aromatase. Teknik ini dapat digunakan sendirian atau kombinasi dengan kemoterapi untuk memberikan kesembuhan terhadap tumor atau kanker yang lokal dan mengkontrol tumor primer.

Begitu pula pada kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasiat risk dari kanker payudara. strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar. yaitu pencegahan pada lingkungan. Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. pencegahan yang dilakukan antara lain berupa: Pencegahan primer Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. jika efek estrogen negatif maka dilakukan pemberian obat-obatan anti estrogen.  Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun. skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain: Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey.8 Pencegahan Pada prinsipnya. pada pejamu. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara.  Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun. Skrining melaluimammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara. Karena itu. tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. I. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan.o 1-5 Tahun Menopause Jenis terapi hormonal tergantung dari aktifitas efek estrogen. dan milestone. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini.  Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75% Pencegahan tertier 17 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%. Efek estrogen positif dilakukan terapi ablasi.

Bila kanker telah jauh bermetastasis. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pada stadium tertentu. (Arif Mansjoer dkk.Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Reseptor Hormon Kanker yang mempunyai reseptor (+) dengan hormon memiliki prognosis lebih baik. pelura. dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. 5/221 ). Stadium Kanker Semakin dini semakin baik prognosisnya. 2007) II. Taubat Kata taubat dalam bahasa Arab berarti kembali. 3. Memahami dan Menjelaskan Sikap dan Tindakan Positif yang Harus Diambil Pasien Dalam Stadium Terminal dengan Tawakal dan Taubat Tawakal Tawakal adalah menyerahkan semua urusan kepada pihak lain atau menggantungkan kepadanya. I. 18 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . Hal ini disebabkan karena ia percaya penuh kepada yang diserahi karena ia tidak mampu menangani sendiri. taubat adalah menjauhi apa yang Allah SWT larang kemudian kembali melakukan apa yang Allah SWT perintahkan. I. Metastase secara limfogen menyebar sampai ke paru. Stadium 0 I II a II b III a III b IV 5-years survival rate Survival rate (%) 99 98 82 65 47 44 14 2. Prognosis Prognosis kanker payudara ditentukan oleh : 1. pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif..9. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Sedangkan metastase secara hematogen menyebar sampai ke otak. (lihat an Nihayah fi Gharibil hadist. Dalam konteks Islam. Tipe Histopatologi CIS (Carsinoma In Situ) mempunyai prognosis yang lebih baik dibandingkan invasif. hati dan tulang. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan.10 Komplikasi Adanya metastase ke jaringan sekitar secara limfogen dan hematogen merupakan komplikasi pada carcinoma mamae. Ibnu Atsir.

Subjek dari taubat adalah seseorang yang beriman kepada Allah. Sahih Muslim (vol.”[Qs 2:222] Taubat adalah ibadah yang amat besar nilainya dan akan menghapus dosadosa kita. keduanya terkombinasi kedalam cara/gaya yang unik yang tidak akan ditemukan didalam sistem agama lain. Oleh karena itu adalah kesia-siaan yang mutlak meminta pengampunan kepada orang-orang yang bergelar “Santo”.1419-20 no.“Janganlah menganggap remeh dosamu.”( Al A’raaf :194) Namun dibalik itu semua. Allah berfirman untuk menjawab orang-orang seperti demikian. namun ingatlah kebesaran dari Tuhan yang telah engkau langgari perintah-Nya. kepada Abu Bakar ra.442 no.6533). “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah.4 hal. hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung” [Qur’an.1 hal. Bukti ini ada dalam doa yang diajarkan nabi saw. sebagai mana nabi saw.”(Hasan -Diriwayatkan oleh Abu ‘Ubaidah ibn ‘Abdullaah dan dikumpulkan oleh Ibn Majah Authenticated oleh al-Albani) Oleh karenanya di dalam Islam.776). Maka serulah berhala-berhala itu lalu biarkanlah mereka mmperkenankan permintaanmu. seperti firman Allah.”(Sahih Bukhari vol. 19 PRISCA OCKTA PUTRI 1102009220 – Tugas Mandiri “CA MAMAE” Blok Neoplasia . orang salih atau bahkan kepada Nabi saw pun. sesungguhnya aku telah berbuat dosa dan tidak ada yang dapat mengampuni aku selain Engkau. hal yang terpenting janganlah kita berputus asa terhadap rahmat Allah. Janganlah memohon ampunan kepada siapapun. Tiada dosa yang terlalu besar untuk kembali bertaubah atau terlalu kecil. dan hal vital bagi kaum Muslim untuk mengetahui bahwa keselamatan kita diakhirat berlandaskan taubat kita terhadap Allah. “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk (yang lemah) yang serupa juga dengan kamu. hanya Allah yang dapat mengampuni dosa dan Allah tidak membutuhkan campur tangan pihak lain. keselamatan itu bermuara kepada amal dan harapan terhadap ampunan Allah. yang berbunyi:“Ya Allah.”(al Baihaqi ‘Sh’abul Iman’ (5/430). mengatakan: “Seseorang yang bertaubat seperti orang yang tanpa dosa. 24: 31]. Lebih lanjut. jika kamu memang orang-orang yang benar. Dan diayat lain Allah berfirman: “Sesungguhnya Allah menyukai orangorang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.