Anda di halaman 1dari 1

Kasus Nenek Minah asal Banyumas yang divonis 1,5 bulan kurungan adalah salah satu contoh ketidakadilan hukum

di Indonesia. Kasus ini berawal dari pencurian 3 buah kakao oleh Nenek Minah. Saya setuju apapun yang namanya tindakan mencuri adalah kesalahan. Namun demikian jangan lupa hukum juga mempunyai prinsip kemanusiaan. Nenek Minah duduk di depan pengadilan dengan wajah tuanya yang sudah keriput dan tatapan kosongnya. Untuk datang ke sidang kasusnya ini Nenek Minah harus meminjam uang Rp.30.000,- untuk biaya transportasi dari rumah ke pengadilan yang memang jaraknya cukup jauh.

Kasus Urut sewu, media massa menyebutkan bentrok antara TNI dengan Warga urut sewu, puluhan warga di larikan kerumah sakit akibat bentrok tersebut, Rakyat disidang dengan

pasal perusakan fasilitas TNI, tapi tiada sidang pengadilan apapun terhadap oknum TNI yangmelakukan penembakan warga.

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sebanyak sekitar 30 orang dikabarkan menjadi koban tewas dalam konflik lahan di Mesuji, Sumatra, sepanjang 2008 hingga 2011. Tujuh orang di antaranya diketahui tewas akibat pertikaian yang terjadi pada Kamis, 21 April 2011, sekitar pukul 12.00 WUB. Yakni, antara warga dan petugas pengamanan internal PT SWA di Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
seorang pelajar SMKN 3 Palu, Sulawesi Tengah berinisial AAL (15) ke dalam penjara selama 5 tahun hanya karena AAL mencuri sandal seharga Rp. 30 ribu saja. Sandal seharga 30 ribu bisa membuat seorang pelajar di penjara 5 tahun? Ckckck, ya mungkin saja hukum menjadi lebay karena si pemilik sandal tersebut adalah orang berpangkat yaitu Briptu Ahmad Rusdi Harahap. Kasus ini terjadi pada Aguswandi Tanjung yang di jebloskan ke penjara selama 87 hari karena dituduh mencuri listrik di sebuah apartemen, padahal sebenarnya Agus hanya menumpang men-charge HP di Lobi Apartemen. Agus bebas pada 18 November 2011 lalu.

Mantan Direktur Utama PT PLN, Eddie Widiono yang korupsi dan merugikan negara sebesar 46 Milyar, hanya dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Anggota DPR Bulyan Royan, yang tersandung kasus karena telah menerima suap senilai US$60 dan 10 Ribu Euro, hanya dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun saja. Ingat kasus Aulia Pohan di tahun 2003? Aulia terjerat kasus penyelewangan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) senilai Rp. 100 Milyar, tapi ia hanya di penjara selama 4 tahun saja.