Anda di halaman 1dari 19

Muhammad Sebelum Dibangkitkan Menjadi Nabi dan Rasul

Ciri Fisik Rasulullah SAW Ali bin Abi Thalib r.a. memerinci ciri fisik Rasulullah saw., “Nabi Muhammad saw. tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Berpostur indah di kalangan kaumnya, tidak terlalu gemuk dan tidak pula terlalu kurus. Perawakannnya bagus sebagai pria yang tampan. Badannya tidak tambun, wajah tidak bulat kecil, warna kulitnya putih kemerahmerahan, sepasang matanya hitam, bulu matanya panjang. Tulang kepalanya dan tulang antara kedua pundaknya besar, bulu badannya halus memanjang dari pusar sampai dada. Rambutnya sedikit, kedua telapak tangan dan telapak kakinya tebal. Apabila berjalan tidak pernah menancapkan kedua telapak kakinya, beliau melangkah dengan cepat dan pasti. Apabila menoleh, beliau menolehkan wajah dan badannya secara bersamaan. Di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian dan memang beliau adalah penutup para nabi. Beliau adalah orang yang paling dermawan, paling berlapang dada, paling jujur ucapannya, paling bertanggung jawab dan paling baik pergaulannya. Siapa saja yang bergaul dengannya pasti akan menyukainya.” Setiap orang yang bertemu Rasulullah saw. pasti akan berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang sepertinya, baik sebelum maupun sesudahnya.” Begitulah Rasulullah saw. di mata khalayak, sebah beliau berakhlah sangat mulia seperti yang digambarkan Al-Qur’an, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4) Nasab Rasulullah SAW Nasabnya adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Quraisy bin Kilab. Rasulullah saw. memiliki silsilah yang berujung pada Adnan anak keturunan Nabi Ismail a.s. Semuanya dikenal sebagai orang-orang yang mulia dan shalih. Tak heran jika Rasulullah saw. adalah anak Adam yang paling mulia kehormatan dan paling utama nasabnya. “Aku adalah manusia pilihan dari di antara manusia pilihan dari di antara manusia pilihan.” Rasulullah saw. adalah putra semata wayang Abdullah, anak terakhir Abdul Muthallib. Abdul Muthalllib pernah bernazar, jika dikaruniai 10 anak lelaki, ia akan menyembelih satu orang di antaranya untuk Allah. Ketika diundi, keluarlah nama Abdullah. Ketika Abdul Muthallib akan memenuhi nazarnya, kaumnya bermusyawarah dan menawarkan kepadanya agar menebus putra bungsunya itu dengan 100 ekor unta atau serata dengan diat 10 orang budak. Abdullah wafat saat Rasulullah saw. masih dalam kandungan Aminah, ibunya. Aminah adalah anak Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Rasulullah saw. lahir di hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah. Aminah mengirimkan bayinya ke Abdul Muthallib.

Kemudian dicuci dengan es. Namun Halimah Sa’diyah tidak mendapatkan seroang bayi pun yang akan disusui. bayi-bayi mereka disusui oleh murdi’at (para wanita yang menyusui bayi). ia mengambil Rasulullah saw. Abrahah Al-Habsyi seorang panglima perang kebangsaan Habasyah (Ethiopia) berkuasa di sebagai Gubernur Yaman di bawah pemerintahan Raja Najasyi. Aminah setuju. Ia membangun sebuah gereja besar yang diberi nama Al-Qallais. anak yatim. Halimah membawa Muhammad kecil mengunjungi ibunya. Tahun Gajah Tahun Gajah. Ia pergi ke Yaman dan menyelinap ke dalam gereja itu di malam hari. Abrahah marah. apa maksudnya? Di tahun kelahiran Rasulullah saw. Raja Habasyah. Mengetahui itu. Halimah memohon Aminah agar Muhammad kecil diizinkan tinggal kembali bersama Bani Sa’ad. Namun. dengan membawa bejana dari emas berisi es. Seorang pria dari Bani Kinanah mendengar obsesi Abrahah itu. ditawarkan kepada murdi’at dari Bani Sa’ad yang sengaja datang ke Mekkah mencari bayi-bayi yang masih menyusu dengan harapan mendapat bayaran dan hadiah. Muhammad cilik dikembalikan ke Mekkah setelah terjadi peristiwa pembelahan dada. Ibu Susu Rasulullah SAW Sudah menjadi tradisi kalangan terpandang Arab. ada peristiwa besar di Mekkah. Abrahah mengerahkan tentara dan pasukan gajahnya. yang yatim itu sebagai anak susuannya.Lantas Abdul Muthallib membawa bayi yang dinamainya Muhammad itu berthawaf mengelilingi Ka’bah. Setelah dua tahun. Rasulullah saw. Tahun terjadinya peristiwa itu dinamakan Tahun Gajah. Ia bersumpah akan pergi ke Mekkah dan menghancurkan Ka’bah. Ia dan suaminya sepakat mengembalikan Muhammad kecil kepada ibunya. Ia buang air besar kemudian membuang kotorannya di kiblat gereja itu. Setelah itu dikembalikan seperti semula. Tapi mereka menolak karena Rasulullah saw. dan mengeluarkan hatinya. Halimah khawatir dengan keselamatan Muhammad cilik. Karena itu. Allah swt. agar pulang tanpa tangan hampa. Karena sadar bahwa keberadaan Muhammad kecil memberi berkah kepada kampungnya. Abrahah ingin gerejanya itu menjadi kiblat seluruh bangsa Arab. Dua malaikat datang menghampiri Rasulullah saw. membinasakan pasukan itu dengan mengirimkan serombongan Burung Ababil yang melemparkan kerikil mematikan. Mereka membelah dada Rasulullah saw. perjalanan pasukan gajah ini terhenti di Mina. Keberadaan Muhammad mungil memberi berkah kepada keluarga Halimah. bahkan bagi kabilahnya. . Hati itu dibedah dan dikeluarkan gumpalan darah yang berwarna hitam.

Rasulullah saw. pergi ke Syam membawa barang dagangan milik Khadijah. Mereka bertemu dengan seorang pendeta bernama Bahira. Ruqayyah. Keponakannya. Maisaroh memberi informasi kepada Khadijah tentang sifat-sifat Rasulullah saw. Bahira tahu tentang ajaran Nasrani dan ia paham betul tentang ciri dan sifat Rasul terakhir yang diberitakan oleh Nabi Isa a. Kemudian Muhammad cilik diasuh kakeknya. Abdul Muthallib. Di Gua Hira Muhammad beribadah kepada Rabbnya. juga mendapat anak-anak perempuan dari Khadijah. Khadijah bersatus janda. keponakan Abu Thalib. Dalam perjalanan ini Aminah wafat di Abwa dan dikuburkan di sana. Sedangkan putri bungsu Rasulullah saw. dan setiap perbuatan keji yang dilakukan kaumnya. Muhammad suka menyendiri di Gua Hira. Namun tak berlangsung lama. Muhammad cilik dibawa ibunya mengunjungi paman-pamannya dari Bani Adi bin Najjar di Yatsrib (yang kemudian hari berubah nama menjadi Madinah). agama kaumnya. Rasulullah saw. ikut serta. Bahira melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Ada riwayat yang mengabarkan Rasulullah saw. Muhammad muda menikah dengan Khadijah. Rasulullah saw. berusia 8 tahun. hanya 2 tahun.s. ditemani pembantu pria kepercayaan Khadijah bernama Maisaroh. dan Ummi Kulsum. Ketika berusia 6 tahun. Ini dikarenakan ia begitu membenci paganisme. Ia menasihati Abu Thalib agar segera membawa pulang keponakannya dan waspada dengan orang-orang Yahudi. Rasulullah saw. Muhammad. Berkhalwat di Gua Hira Sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Saat dinikahi Muhammad muda. Mereka mengamalkan Islam dan meninggal sebelum Rasulullah wafat. dari Khadijah adalah Fathimah. Abdul Muthallib wafat ketika Rasulullah saw. dikaruniai 2 orang anak lelaki dari Khadijah. Perjalanan ke Syam Abu Thalib pergi berdagang ke Syam. Kemudian setelah kembali ke Mekkah.Aminah dan Abdul Muthallib Wafat Muhammad kecil pun tinggal bersama ibunya. Kafilah dagang ini tiba di Kampung Busra. Namun keduanya meninggal sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul. wafat. kemudian diasuh oleh pamannya. . Menikah Dengan Khadijah Ketika berusia 25 tahun. yaitu Qasim dan Abdullah. Fathimah meninggal 6 bulan setelah Rasulullah saw. Abu Thalib. yaitu Zainab. Dari pernikahan ini Muhammad dan Khadijah mendapatkan beberapa orang anak.

Mereka masing-masing merasa paling berhak melakukannya. Mereka serempak mengatakan. para kabilah Quraisy bersengketa. Oleh karena itu pengenalan terhadap Rasulullah SAW sangat menentukan tingkat pemahaman. Kami ridha dengannya!” Kemudian Muhammad meminta sehelai selendang. Tapi. Saat proses peletakan kembali Hajar Aswad. akhirnya mereka sepakat untuk menjadikan orang yang pertama kali masuk dari pintu masjid sebagai hakim yang memutus perkara mereka. “Ini dia Al-Amin. penghayatan dan pengamalan seseorang terhadap ikrar keislaman mereka. Ibnu Qoyyim menerangkan bahwa kebutuhan manusia yang utama adalah mengenal para rasul dan ajaran yang dibawanya. Mengenal rasul menjadi sebuah keperluan yang asasi bagi kaum muslimin masa kini karena mereka tidak hidup bersama dengan nabi. Tidak ada pula petunjuk untuk mengetahui yang baik dan buruk maupun keutamaan yang lain kecuali mengikuti rasul untuk mendapatkan ridha Allah. Nabi serta Risalah . II. I. Inilah sebuah upaya untuk menghayati makna syahadatain.” begitu katanya kemudian. Selisih pendapat ini sampai pada puncaknya. Pengertian Rasul. percaya akan berita dan yang disampaikannya serta taat pada yang diperintahkan. Dan orang yang muncul pertama kali dari masjid adalah Muhammad. Dan pembangunan itu pun selesai dengan semua kabilah merasa senang. “Setiap kabilah hendaknya mengambil sisi-sisi selendang ini lalu angkatlah bersama-sama. lalu ia ambil hajar Aswad dan meletakkannya dengan tangannya sendiri. orang-orang Quraisy berkumpul untuk membangun kembali Ka’bah yang rusak. Pendahuluan Mengenal rasul merupakan sebuah bahasa yang sangat penting dalam pembinaan keagamaan seorang muslim. Muhammad mengangkat dan meletakkan dengan tangannya sendiri Hajar Aswad di tempat yang seharusnya. Mereka siap saling berperang. Dalam kalimat syahadat kesaksiannya yang pertama yang dilakukan seorang adalah keyakinan bahwa Allah itu Esa dan yang kedua adalah keimanan terhadap kerasulan Muhammad SAW. Setelah diangkat hingga dekat dengan tempatnya. sebab tidak ada jalan menuju kebahagiaan dan keberhasilan di dunia dan akhirat kecuali dengan tuntunan para rosul. karena dari sinilah terbentuklah kepribadian muslim. mereka harus beriman kepada kerasulan Muhammad SAW dengan keimanan yang sebenar-benarnya.Membangun Ka’bah Ketika Muhammad menginjak usia 35 tahun.

QS. moral. Ali Imran (3) : 190 3. Menegakkan khilafah. Tugas Para Rasul A. QS. ibadah. Ali Imran (3) : 159 5. Al Qomar (54) : 1 f. Ciri-ciri Rasul: a. Hadits : “Rasulullah SAW bersabda: “ Barangsiapa yang dikehendaki Allah suatu kebaikan untuknya. Membina kader. An Najm (53) : 2-5 c. Asy Syuura’ (42) : 13-15 2. Dia akan pandaikan dalam hal agama”. shidiq. Nabi adalah lelaki pilihan yang diutus oleh Allah mendapatkan wahyu berupa syariat namun tidak harus disampaikan. QS. QS. Muslim) 5. (HR. Al Fath (48) : 29 III. Adanya berita kenabian. Ma’sum terjaga dari kesalahan. Rasul merupakan yang terbaik diantara manusia lainnya sehingga apa yang dibawa. Al Baqarah (2) : 208 Antara Kebenaran dan “Pembenaran” . Tersampaikan berita tentang kedatangannya. QS. Ali Imran (3) : 104 4. Ash Shaff (61) : 6 g. Mendidik Berdasarkan Sirah Nabawiyah. dikatakan dan dilakukan adalah sesutu yang terpilih dan mulia dibandingkan dengan manusia lain. Membuat konsep panduan da’wah. amanah dan fathonah. Nabi diutus untuk mengukuhkan syariat sebelumya. Muslim) 4. lingkungan dan tatanan kehidupan dan peradaban Islami. QS. Memiliki akhlaq yang mulia. QS. Menjadi suri teladan. menunjukkan bagaimana para sahabat belajar di rumah Arqom bin Abi Arqom. Al Ahzab (33) : 21 d. QS. QS. (HR. QS. Menjelaskan pedoman hidup. Menjelaskan cara beribadah. Umum 1. An Nuur (24) : 55 3. QS. Melaksanakan panduan da’wah. Risalah adalah sesuatu yang diwahyukan Allah SWT berupa prinsip hidup. Laki-laki yang berasal dari manusia. Hasil perbuatan seperti kader (sahabat). QS. QS Al Maidah (5) : 67 2. Memiliki mu’jizat. B. QS. Al Qalam (18) : 4 e. Menyampaikan risalah. Bukhari. tabligh. Menegakkan din Allah. Memperkenalkan Al Khalik. aqidah untuk mengatur kehidupan manusia agar terwujud kebahagiaan di dunia dan akhirat. QS. Bukhori. Hadits : “Shalatlah kamu seperti halnya aku shalat”. Khusus 1.Rasul adalah lelaki pilihan dan yang diutus oleh Allah dengan risalah kepada manusia. Al Kahfi (18) : 110 b. Al Furqan (25) : 30 h.

sementara pembenaran hanyalah membuat hati guncang dan ragu. 438 no. Tidak semua kepalsuan terlihat apa adanya. disebabkan mereka berdusta.. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits diriwayatkan dari Wabishoh bin Ma’bad: َ َ ْ َ ِ ْ َ ْ ُ َ ِ َ َ ُ ُ َ َ ِ ْ َ ِ َ ِ ُ ُ ْ َ َ َ َ َ َ َ ّ ُ َ ِ َ َ َ َ َ َ ْ َ َ ُ ْ ُ ِ ْ ِْ َ ّ ِ ْ ْ َ ِ َُْ َ َ ْ ِ ‫جئت تسألني عن البر والثم؟ قلت نعم فجمع أصابعه الثلث فجعل ينكت بها في صدري ويقول يا وابصة استفت نفسك‬ ‫البر ما اطمأن إليه القلب واطمأنت إليه النفس والثم ما حاك في القلب وتردد في الصدر وإن أفتاك الناس رواه أحمد‬ ُ ّ َ َ ْ َ ْ َِ ِ ْ ّ ِ َ ّ َ َ َ ِ ْ َ ْ ِ َ َ َ ُ ْ ِْ َ ُ ْ ّ ِ ْ َِ ْ ّ َ َ ْ َ ُ ْ َ ْ ِ ْ َِ ّ َ َ ْ َ ّ ِ ْ “Engkau bertanya kepadaku tentang kebaikan dan dosa. 17315) Kebenaran bertahan lama. dalam hati mereka ada penyakit. sementara pembenaran cepat atau lambat akan tersingkap kepalsuannya. (HR Ahmad juz 37 hal. dan bersabda. “Iya wahai Rasulullah. Karena: Kebenaran bersumber dari Allah. 11. Tidak semua hawa nafsu telanjang tanpa pakaian pembenaran. Kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang dan jiwamu tenteram. Allah berfirman tentang kebenaran: 147.” Wabishoh menjawab. selalu ingin perilaku dan tindak tanduknya dinilai benar. . sedangkan pembenaran bersumber dari hati yang sakit.” (al-Baqarah: 10-11) Kebenaran menenteramkan hati. ” Wahai Wabishoh. sebab itu jangan sekali-kali kamu Termasuk orang-orang yang ragu. Sedangkan dosa adalah sesuatu yang mengganjal di hatimu dan mengguncang dadamu. (al-Baqarah: 147) Sementara tentang pembenaran Allah berfirman: 10. Terkadang hal-hal yang terlihat atau tampak benar sebenarnya hanyalah berdasarkan pembenaran semata. kebenaran itu adalah dari Tuhanmu.” Lalu Rasulullah mengumpulkan tiga jarinya dan menusukkannya ke dada Wabishoh. atau dinilai benar tidak semuanya berdasarkan pada Kebenaran. Tidak semua kesalahan sulit dibungkus dengan retorika pembenaran. mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Tetapi ternyata…. dan bagi mereka siksa yang pedih. tanyalah hatimu. lalu ditambah Allah penyakitnya.Semua anak Adam selalu menginginkan terjadinya hal-hal yang benar. selalu berharap orang lain memberikan kepadanya halhal yang benar…. meskipun orang-orang sudah memberimu jawaban. Ada jarak yang jauh antara kebenaran dengan (yang sekedar) pembenaran. Ternyata hal-hal yang dianggap benar.

agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 62. (at-Taubah: 62) Allah juga berfirman . Adapun buih itu. Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. 41. 96. (ar-Ra’du: 17) Kebenaran melahirkan kebaikan. dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. sedangkan pembenaran melahirkan kerusakan. sedangkan pembenaran selalu mengandalkan popularitas. akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya. dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat. Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa. telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. maka ia tetap di bumi. (al-An’am: 116) Sedangkan tentang orang-orang munafiq Allah menceritakan bagaimana mereka memakai sumpah palsu untuk mendapatkan popularitas. (al-A’raf: 96) Tentang masyarakat yang didominasi oleh dosa Allah berfirman. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu. dan mereka tidak lain hanyalah menduga-duga. Allah berfirman: 116. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. mereka (orang-orang munafiq) bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu. Maka mengalirlah air di lembahlembah menurut ukurannya. Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit. adapun yang memberi manfaat kepada manusia. Padahal Allah dan Rasul-Nya Itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin. Allah berfirman. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Maka arus itu membawa buih yang mengambang.17. Tentang akibat masyarakat yang menegakkan kebenaran Allah berfirman.(ar-Rum: 41) Kebenaran terkadang kurang populer.

Sedangkan orang lemah adalah yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan banyak berangan-angan terhadap Allah. dan berilah mereka nasehat. Sedangkan pengguna topeng pembenaran menggunakan retorika untuk membela kepentingan dan mempertahankan zona amannya. dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. ‫الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت والعاجز من أتبع نفسه هواها وتمنى على ال رواه الترمذي وابن ماجه‬ ِ ّ ََ ّ َ َ َ َ َ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ْ َ ُ ِ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ َ َ ِ َ ِ َ َ ُ َ ْ َ َ َ ْ َ ُ ّ َ ْ “Orang yang pandai adalah yang mengekang jiwanya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. 63. Maka Bagaimanakah halnya apabila mereka sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri. . Nabi Syu’aib a. Kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna”. dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu. sementara pembenaran adalah hal selalu dipakai oleh orang munafik.s. dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah. (an-Nisa’: 62-63) Pencari kebenaran selalu mengintrospeksi dirinya. mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. dia dalam posisi memperjuangkan kebenaran yang kadang tidak mendatangkan keuntungan untuknya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka.204. sedangkan pengguna pembenaran selalu menutupi cacatnya.” (Hud: 88) Nabi Syu’aib ketika mengatakan kebaikan. dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya. hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. Rasulullah bersabda. 62. Padahal ia adalah penantang yang paling keras. mengatakan “Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. (Al-Baqarah: 204) Kebenaran adalah sesuatu yang diperjuangkan orang mukmin. (HR at-Turmudzi dan Ibnu Majah) Kebenaran terkadang pahit dan tidak sesuai dengan hawa nafsu sedangkan pembenaran selalu mengikuti hawa nafsu.

Akan tetapi tugas yang diamanatkan kepada Al-Insan (manusia) sering kali dimanipulasikan sesuai kehendak hawa nafsu syaitan.sehingga fungsi sebagai khalifah tidak dapat dilaksanakan dengan sebenar-benarnya. jika setiap manusia memahami akan maksud diciptakan Allah SWT ke dunia ini.” (HR al-Bukhari dan Muslim) Kebenaranlah yang pada akhirnya bermanfaat di akhirat. Karena para syaitan mempunyai komitmen untuk menghancurkan umat manusia dengan wasail (sarana) serta berbagai arah pengerti penegasan Allah SWT: "Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan . Allah SWT menciptakan manusia ke dunia mempunyai maksud tertentu. Tujuan diciptakan manusia secara argumen yang ditegaskan Allah SWT seperti firmanNya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Harus diakui dalam realita kehidupan sehari-hari penyimpangan hampir tidak dapat dihindarkan dari perbuatan manusia. Mukadimah (Pendahuluan).sebagai penguasa tunggal." (QS. Amiin. Terdapatnya da'fu iman jika dibiarkan hidup pada diri seseorang akan memudahkan operasinya kelompok syaitan dengan leluasa. 13. maka segala gerak langkahnya selalu disesuaikan dengan syariat dinullah. 15. (al-Qiyamah: 13-15) Semoga Allah memberi petunjuk dan kekuatan pada kita semua untuk mengetahui dan mengikuti kebenaran di mana pun dan kapan pun. sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat. Allahu a’lam Ma'rifatul Insan (Mengenal Diri Manusia) I. yakni selain agar beribadah kepadaNya diamanatkan sebagai Khalifah Fil Ardhi sehingga tercipta masyarakat yang tentram serta sejahtera. ‫حفت الجنة بالمكاره وحفت النار بالشهوات رواه البخاري ومسلم واللفظ له‬ ِ َ َ ّ ِ ُ ّ ْ ّ ُ َ ِ ِ َ َ ْ ِ ُ َّ ْ ْ ّ ُ “Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai. yaitu penghambaan secara totalitas kepada Al-Khaliq. sedangkan pembenaran hanya akan mempersulit hisab seseorang.51:56). Dengan penjelasan firman Allah SWT tersebut sudah jelas dan tegas apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia dalam kehidupan sehar-hari. karena dunia sekuler lebih dominan dibandingkan dengan hakekat kebesaran Allah SWT. Terjajahnya oleh bentuk kezaliman pada dasarnya terdapat peluang yang dimiliki oleh manusia. 14. meskipun Dia mengemukakan alasan-alasannya. yakni berupa da'fu iman (lemah iman). bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. Sesungguhnya.Rasulullah SAW bersabda.

memberikan dua jalan yang disodorkan kepada manusia untuk dipilihnya seperti firmanNya: "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. bahkan lebih sesat lagi. akal itu tidak difungsikan sebagaimana seharusnya sesuai dengan petunjuk dari Sang Khaliq. maka reaksi pemahaman tentangakan penciptaan alam pun dapat dikenalnya kemudian mengerti jalan yang harus ditempuh." (QS. Ma'rifah seperti yang disinggung di atas. karena tidak mengenal akan dirinya sendiri. Perlu disadari secara cermat. yakni diberikan akal. Ketika akal berfungsi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. II. dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayatayat Allah).90:10). sebuah tugas yang sepenuhnya tanggung jawab setiap insan. Dua jalan yang tersedia ketentuan final adalah diserahkan kepada setiap orang untuk memilihnya. Akal dalam arti yang sebenarnya akan mampu mengarahkan maupun mengondisikan dirinya.91:8). mereka mempunyai hati.7:17).dari belakang mereka. Dalam kaitan ini perlu direnungkan pepatah yang menyebutkan: "man a'rafa nafsah faqad a'rafa rabbah. Gambaran manusia yang tidak memfungsikan akal seperti aturannya telah ditegaskan Al-Quran: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia. dari kanan dan kiri mereka. Sehingga menjadikan hidupnya tanpa memperhatikan norma-norma yang seharusnya dipatuhi. Mereka itu sebagai binatang ternak. sebuah gerakan yang akan dijalankan secara istimariyah sampai pada suatu keberhasilan tertentu yaitu menciptakan manusia mungkar. Hanya masalahnya. Kemudian dua jalan yang dimaksud secara transparan disinggung pada firman lain yaitu: "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya (QS. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). Padahal manusia diciptakan lebih mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya. dan tentunya akan membawa . tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Dan Allah SWT. lebih-lebih keterkaitannya dengan Al-Khaliq (hablum minallah). bahwa aktivitas syaitan seperti ditegaskan oleh Allah SWT melalui ayat di atas." Maka sangat wajar jika di kalangan ummat kurang menyadari hakekat untuk apa diri ini diciptakan dan harus bagaimana melakukan aktivitas di dunia. maknanya "Barang siapa mengenal dirinya niscaya mengenal Rabbnya." (QS. jika setiap insan telah ma'rifah secara jujur." (QS.7:179). Sifatul Insan Hilangnya penyadaran manusia terhadap asal serta tujuan diciptakan oleh Allah SWT adalah konsekuensi tidak ma'rifah (mengenal) terhadap dirinya.

Untuk sampai ke arah kemenangan. jika tidak ditepatinya dapat menggugurkan jati diri kemuslimannya. Diraihnya suatu kemenangan melalui aktivitas yang berat. Dalam kaitan ini Dr.24:52).konsekuensinya atas pilihannya itu. Akan tetapi shalat yang dijalankan kurang dipahami sebagai aspek perjanjian (bai'at) sehingga tidak mampu mengubah sikap dalam kehidupan sehari-hari. III. seharusnya ditepati sehingga terhindar dari stempel munafik. keberhasilan menyertainya. sesungguhnya kamu tidak berjanji kepada Rabbmu setiap hari di saat kamu berdiri membaca "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. Jalan Taqwa Jika pilihan setiap manusia jatuh ke jalan ketaqwaan sudah dapat dibayangkan nilai akhir akan sampai kepada sebuah kemenangan yang hakiki. Kuatnya kebersamaan dengan Allah SWT dapat menumbuhkan sikap yang selalu berhati-hati dalam berbuat. kemudian disebutnya al-ibadah ritual. ustadz Dr. artinya akan senantiasa disesuaikan dengan . dengan demikian.. 2. adalah indikator janji kepada Allah SWT. Maka jawaban yang tepat mencapainya. tetapi atas dasar nilai-nilai ketaqwaan (ketaatan) itu. Mu'ahadah Langkah awal yang harus dilakukan setiap orang merenungkan mu'ahadah (mengingat perjanjian) terhadap Allah SWT. Secara tegas Allah SWT menyatakan ketaqwaan seseorang akan sampai kepada kemenangan: "Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan bertaqwa kepada Allah dan RasulNya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." Janji itulah yang selalu keluar dari lisan maupun qalbu seorang muslim setiap melakukan shalat. Abdullah Nasih Ulwan melalui sebuah kitab berjudul "Ruhaniyatud-Da'iah" memberikan cara mencapai ketaqwaan. Padahal Allah SWT menekankan agar setiap orang menepati janji yang telah dibuatnya: "Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji. sewajarnya setiap manusia mencari jalan dengan maksimal yang disertai sesuai ketentuan syari'at Islam. Muraqabah Makna muraqabah adalah terpatrinya perasaan keagungan Allah Azza wa Jalla di setiap waktu dan keadaan serta merasakan kebesaranNya di kala sepi ataupun ramai. maupun terhadap dirinya sendiri. Bahwa terdapat beberapa marhalah (langkah) yang perlu dilalui untuk menuju taqwa yaitu: 1.16:91). Aktivitas shalat yang dijalankan sehari semalam jika dipahami dengan benar. Kurang memperhatikan dengan perjanjian yang keluar dari lisan seseorang." (QS..." (QS.Abdullah Nasih Ulwan memberi metode cara mu'ahadah yakni hendaklah seseorang mukmin berkhlwat (menyendiri) antara dia dan Allah untuk mengintrospeksi diri seraya mengatakan pada dirinya: "Wahai jiwaku.

Allah SWT memberikan acuan yang berkaitan dengan muhasabah seperti firmanNya: "Hai orang-orang yang beriman. Mu'aqabah Dalam setiap pekerjaan akan berhadapan dengan sebuah perbuatan kesalahan walaupun mungkin ada yang bersifat sengaja atau karena alpa. Sehingga ketika sampai pada suatu waktu tertentu akan terlihat. 3. tentang makna muhasabah (introspeksi diri) yaitu: "Hisablah (nilailah) diri kalian sebelum kalian dihisab (dinilai).59:18). dan hukumhukumnya. dan jika memang kamu tidak melihatNya. Lebih jauh lagi hakikat muhasabah seharusnya seorang mukmin memperhatikan modal. Pengendalian melalui muraqabah lebih jauh akan mampu menciptakan tatanan masyarakat yang aman tentram (betul-betul terkendali). tiada yang tersembunyi dari amal kalian barang satu pun. Inti muraqabah tercermin melalui firman Allah SWT: "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan melihat pula perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud. 4. hendaknya setiap orang mengoreksinya." (QS. bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). ketika menjelaskan kata ihsan: "Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya. Yang dimaksud modal di sini adalah Islam secara keseluruhan. tuntutan. Jika keberadaan seperti ini berjalan secara istimrariyah (berkesinambungan) sudah dapat dipastikan kelak akan lahir pribadi-pribadi yang hanif. dan bersiap-siaplah untuk pertunjukan yang agung (hari kiamat). agar ia dapat mengontrol apakah dagangannya bertambah atau menyusut. karena merasa sudah berhasil.. dan kerugian. maka sesungguhnya Allah melihat kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.a. Ketika berhadapan . Muhasabah Jika merenungkan apa yang disampaikan Umar Al-Farq r. Pelaksanaan muraqabah dimulai ketika akan dimulai saat akan melakukan suatu pekerjaan dan di saat mengerjakannya. timbanglah diri kalian sebelum ditimbang. Kemudian yang dimaksud kerugian adalah melakukan perbuatan pelanggaran (dosa). dan bertaqwalah kepada Allah." (QS. sehingga melemahkan untuk meningkatkan prestasi ibadah. larangan. apakah telah sesuai dengan aturannya atau sebaliknya. Kesalahan yang sering terjadi di kalangan manusia melarikan diri dari sikap muhasabah. Sedangkan pengertian laba adalah melaksanakan ketaatan dan menjauhi larangan. Sikap muraqabah digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW." Di hari itu kamu dihadapkan kepada pemeriksaan.26:218-219). lebih-lebih bertemu dengan kegagalan. Mengapa terjadinya suatu kegagalan. padahal menurut perasaan melakukannya secara maksimal." Sikap seperti ini di jaman modern sangat dibutuhkan sebagai pengendali udara materialistis yang dapat merusak sendi-sendi keimanan seseorang.aturan syariat. mencakup segala perintah. keuntungan.

benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami..29:69). IV..2:195).. Ketika pulang didapatinya orang-orang sudah selesai melaksanakan shalat Ashar. Demikian juga di tempat terpisah Allah SWT mengingatkan manusia supaya waspada yaitu: ".. bahwa Uman bin Khatab ra.(QS.kini kebunku aku jadikan shadaqah buat orang-orang miskin. Umar bin Khatab ra bahwa kesadaran untuk mengakui kesalahan atas perbuatan dirinya kemudian diterapkan mu'aqabah secara konsekuen akan membawa dampak positif. cinta dunia dan tidak lagi melaksanakan amal-amal sunnah serta ketaatan yang lainnya tepat pada waktunya. maka akan melahirkan orang-orang yang senantiasa mengadakan tazkiyatun nafs (pembersihan diri) setiap saat. beliau menghidupkan malam (dengan ibadah)..4:29). santai. Taskiyatun Nafs Jika marhalah dalam mencapai ketakwaan dilaksanakan secara maksimal. Kemudian dalam kaitan ini. Namun ajaran Islam yang agung telah memberikan uswah. maka ia harus memaksa dirinya melakukan amalan-amalan sunnah lebih banyak dari sebelumnya. Karena sesuatu yang mustahil kesuksesan didapat tanpa melalui perjuangan dengan sungguh-sungguh dan itulah kemudian disebugt mujahadah (optimalisasi). Pemberian sanksi diberikan atas dasar keadilan yang diberikan Allah SWT setelah sebelumnya diberikan peringatan agar berjalan di wilayah Al-Haq: ". Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami.dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan. pergi ke kebunnya. ia harus tegas.. dapat dijadikan panutan orang lain. Tazkiyatun nafs sebagai konsekuensi logis . bukan perilaku rejim yang menerapkan norma kesewenangan.. lebih-lebih jika dijadikan panutan oleh para elit kekuasaan. aku pulang orangorang sudah shalat Ashar. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orangorang yang berbuat baik. Dalam pengertian.Bukhari Muslim)." Ibrah yang dapat diambil dari riwayat shahabat. Hal ini dapat dilihat dari riwayat.. Secara terminologi makna mujahadah yakni apabila seorang mukmin terseret dalam kemalasan.dan janganlah kamu membunuh dirimu." (HR. Maka beliau berkata: "Aku pergi hanya untuk sebuah kebun. Mujahadah Kerja keras secara maksimal merupakan tahapan yang harus diupayakan untuk mencapai keberhasilan. walaupun perbuatan kesalahan karena alpa sebagai pendidikan adanya tindakan mu'aqabah.. Bentuk mujahadah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW diperlihatkan ketika menghadapi akhir ramadhan seperti sabdanya: "Apabila Rasulullah memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. 5. Secara tersurat dalam Al-Quran. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.. membangunkan keluarganya bersungguh-sungguh dan mengencangkan ikat pinggang..dengan perbuatan kesalahan yang dilakukan secara sengaja perlu diambil sanksi (mu'aqabah)." (QS. dan penuh semangat sehingga pada akhirnya ketaatan merupakan kebiasaan yang mulia bagi dirinya dan menjadi sikap yang melekat pada dirinya." (QS.. Sekaligus menerapkan aturan hukum diterapkan kepada siapapun tanpa kecuali.

Sesungguhnya menurut pandangan Islam nilai . pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. sehingga menimbulkan krisis moral maupun meningkatnya kriminalitas. maka hidup akan terasa "gerah". Selalu Bersyukur Mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada seseorang adalah perbuatan mulia. Karena itulah Allah SWT menegaskan dalam kitab suci Al-Quran: "Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka.tercapainya situasi ketakwaan kepada Allah SWT yang merupakan cita-cita setiap mukmin. Sehingga menurut pandangan yang digariskan oleh Allah sWT dengan bersyukur kepadaNya kenikmatan pun berlipat ganda seperti firmanNya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur. Pemaaf Konsekuensi tertanamnya tazkiyatun nafs. Karena dalam udara penuh emosional sulit orang mampu mewujudkan jiwa yang suka memaafkan terhadap kesalahan pihak lain. mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Maka pengaruh dari tazkiyatun nafs akan membekas pada seseorang dengan kegiatan selalu melakukan syukur terhadap Allah SWT. juga dapat melahirkan orang-orang yang mampu menahan amarah dan membentuk perilaku pemaaf. terlihat dengan jelas bahwa nilai kesabaran terlemparkan sejauh mungkin. Syamarah (buah) dari tazkiyatun nafs akan tampak dalam perilaku seseorang diantaranya yaitu: 1. Bersabar Sikap sabar pun hanya akan abadi dalam jiwa seseorang yang selalu dihidupi oleh tazkiyatun nafs. 2.14:7). betapa kekerasan disertai kriminalitas salah satu penyebabnya pengaruh sosial. Di samping itu Allah SWT menyertai terhadap orang-orang yang mampu mempergunakan pakaian kesabaran dalam menjalani kehidupan baik pada kondisi suka maupun duka: "Hai orang-orang yang beriman. tetapi banyak diantara orang sulit melaksanakannya karena melupakan nilai nikmat yang sangat besar telah diberikan oleh Allah SWT." (QS. RasulNya maupun hari akhir. Terutama dalam menghadapi zaman yang serba materialistis disertai oleh budaya pembaratan.2:153). kecuali orang-orang yang selalu mengadakan tazkiyatun nafs terhadap dirinya sendiri. 3. dan jika kamu mengingkari (nikmatKu). sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Maka orang di sebelah seberang membuat analisis akibat jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Dan telah tampak bukti-bukti yang ada di hadapan mata.62:2). jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Artinya sikap yang keluar ketika menghadapi ujian maupun cobaan hidup akan dihadapi penuh kesabaran serta keimanan kepadaNya. sabar sebuah ruh yang harus dijadikan pola hidup oleh orang-orang beriman kepada Allah SWT. maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih. Apabila memperhatikan kondisi yang serba panas. Padahal.sehingga melahirkan sikap di bawah monitor Al-Haq." (QS. jika hilangnya pakaian kesabaran.

Jalan taqwa yang menjadi pilihan seseorang merupakan kesuksesan untuk meraih kondisi . Allah SWT menegaskan perlu ditekankan kondisi kasih sayang seperti firmanNya: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir. Dalam menumbuhkan sikap Al-Amin sedikit banyak dipengaruhi oleh diyah (lingkungan) di mana seseorang berada. Demikian pula. agar mereka kembali (ke jalan yang benar). 5. bila sudah membudaya maka niscaya akan diikuti orang di sekitarnya. Kalau dunia diisi hanya oleh perbuatan biadab dan menafikan nilai Ar-Rahim. sehingga terwujudnya masyarakat yang penuh damai.dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang." (QS. Maka peran pergaulanlah dapat mempengaruhi perilaku seseorang.Muslim). Begitu urgensinya seorang mukmin harus mampu menahan amarahnya disertai sikap suka memaafkan kesalahan orang lain. sabdanya: "Janganlah engkau mudah marah. Ar-Rahim Bentuk Ar-Rahim (kasih sayang) Allah SWT diciptakan agar dijadikan landasan hidup setiap orang.48:29). jiwa Al-Amin pada hakikatnya fitrah yang melekat dalam jiwa seseorang.3:134). Karena pandangan itulah. kelak Allah SWT menurunkan peringatan: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.9:119). tetapi kasih sayang mereka.Bukhari." (QS." (QS. Oleh karenanya Allah SWT mengabadikan dalam Al-Quran: "." Maka diulangi beberapa kali..pemaaf merupakan hasil penataan dari keimanan seseorang. seperti Allah SWT memberikan informasi: "Hai orang-orang yang beriman. yang harus menjadi petunjuk oleh setiap umat Islam. 4. jika yang terjadi demikian. karena itu perlu adanya orientasi keluar.30:41). Jelas sekali Islam memandang pentingnya untuk memasyarakatkan pemaaf disertai berupaya mampu menahan amarah. supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka." (QS. Dalam pengertian. bergaullah dengan lingkungan yang terhindar dari hilangnya wilayah Al-Amin. Karena faktor kepercayaan akan mampu menciptakan kondisi yang mendekatkan perilaku kebajikan dalam operasionalitas hidupnya.. kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya." (HR. tetapi sering terabaikan untuk dimanfaatkan sesuai aturan syariah. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang beriman. Sangat penting untuk menciptakan perasaan kasih sayang agar terhindar dari malapetaka yang diturunkan oleh Allah SWT hanya karena ulah segelintir manusia. Al-Amin Salah satu akhlak yang menonjol dalam perilaku Rasulullah SAW adalah Al-Amin (terpercaya). untuk itulah memperhatikan lingkungan dalam dimensi hubungan sosial yang dapat menciptakan situasi aman tenteram sejauh mana adanya upaya ke arah ke sana. sehingga Rasulullah SAW memberikan petunjuk dalam sabdanya: "Jangan engkau mudah marah. bertaqwalah kepada Allah. Hilangnya perasaan kasih sayang yang kemudian diganti oleh pertikaian menjadikan dunia ini penuh malapetaka.

Ketika dimilikinya. selalu memproduksi penyakit atau mengotorinya (attadbiniyyah) syariat Islam. saudara-saudara. Bentuk nyata dari usaha at-tadbiniyyah terhadap hukum Allah SWT.tazkiyatun nafsi. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik. anak-anak. maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. kaum keluargamu. Al-Falah Puncak tazkiyatun nafsi yang sebelumnya telah melakukan aktivitas syukur hingga al-amin sebagai syamarah (buahnya) adalah alfalah (kemenangan). maka dominasi kefasikan akan membawa kerugian ummat manusia dunia maupun akhirat kelak. maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan. 6. Kelompok fasik ditegaskan Allah SWT: "Katakanlah: Jika bapak-bapak. 1. jika melenceng akan menjadi preseden kurang baik. istri-istri. Dimiliki sifat fujur karena dominasi kecintaan kepada dunia secara berlebih-lebihan. kemudian terbangunnya ketenangan lahir batin. dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya.24:52). perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya. harta kekayaan yang kamu usahakan. dengan melupakan untuk bertaubat (perbaikan) sehingga berbuat penyimpangan terbiasa." (QS. Ketaatan/tsiqah kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW menyertainya: "Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya." (QS. Kemenangan yang dijanjikan Allah SWT sekaligus sebagai cambuk untuk berada serta mampu mempertahankan nilai ketaqwaan sampai akhir zaman. At-Tadbiniyyah Aktivitas orang-orang fasik pada hakekatnya at-tadbiniyyah (mengotori) ketentuan Allah SWT yang seharusnya mampu mengaktualisasikannya semata-mata untuk beribadah kepadaNya secara kaffah. V. Al-Falah yang diraihnya bukan hadir tanpa melalui proses tadhiyah untuk meraihnya. Jika demikian kenyataannya. Kefasikan yang melanda jiwa seseorang selain orientasi keduniaan lebih dominan. Dengan lain perkataan. sehingga kewajiban kepada Allah SWT atau hukumhukumNya diabaikan. tentu usaha untuk mempertahankan al-falah dalam sikap yang sesuai dengan syari'atullah.9:24). akan tampak dari aktivitas seseorang yang terkena penyakit fasik yaitu: . sehingga jalan ini harus dihindarkan jangan sampai masuk ke ruang hati maupun pikiran seorang mukmin. Al-Fujura Sifatul insan yang bertentangan dengan sifat at-taqwa adalah al-Fujur (fasik). juga banyak melakukan kemaksiatan lewat kehidupan sehari-hari.

Terjadinya al-maluu'a (keluhkesah) dalam diri seseorang merupakan sebuah rangkaian yang tidak terlepaskan dari hasil kefasikan. seolah-olah segalanya adalah milik dirinya sendiri baik harta maupun tahta sekalipun. Oleh karena mengapa bangga akan kesombongan diri sendiri. tentu akan melahirkan pribadi-pribadi yang abid (ahli ibadah) seperti akhlak para salafus shalihin. padahal tidak mengetahui permasalahannya. seperti diberikannya harta. karena takut membelanjakannya. Perbuatan yang dilakukan secara tergesa-gesa pada hakekatnya bentuk orang-orang yang membelakangi sunnatullah dan ketidakmampuan menghadapi kesabaran.17:100). yang sebenarnya akan berhadapan dengan kerugian serta berbagai benturan. karenanya hidup selalu merasa terasingkan.17:11)." (QS. Walaupun manusia memiliki sifat kikir seperti dalam firmanNya: "Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku." (QS. jika seseorang yang komitmen terhadap keimanannya. Termasuk pengertian almaluu'a seperti firmanNya: "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluhkesah lagi kikir. Jika setiap umat menyadari asal-usul rizki secara proposional. namun menunjukkan bahwa kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan sesuatu. manusia mempunyai sifat tergesa-gesaan seperti ditegaskan oleh Allah SWT: "Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. tidakkah kita seharusnya memikirkan ayat-ayatNya. Al-Qatuura Bentuk perilaku kotor dalam bentuk lain yang ada pada jiwa orang-orang fasik yakni Al-Qatuura (kikir). orang yang di luar terkena getahnya." (QS. Padahal menurut aturan Allah SWT semuanya merupakan amanah yang harus dipenuhi ketentuannya.2. sehingga hasilnya kurang memuaskan. 4. di dalamnya ada hak orang lain: "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian. Jika hanya dipahami secara kasar orang mengatakan. Pada akhirnya tercipta kondisi yang tidak menentu dan kemudian lahirlah sikap ragu-ragu terhadap langkah berikutnya. 3. Dan adalah manusia itu sangat kikir. Sebenarnya bukan permasalahan yang jadi konteks di sini. bentuk keluh-kesah (al-maluu'a) diciptakan oleh Allah jadi tidak perlu dipermasalahkan. karena manusia berhadapan dengan kondisi keluh-kesah sekalipun tidak mampu meninggalkannya. kemungkinan lain dapat merugikan semua pihak. Sehingga ditempuh jalan garis cepat.51:19). Sekaligus informasi. Karena menyadari.70:19). Betapa berbahayanya. bahwa Allahlah yang memiliki kekuasaan dan penguasa. . 'Ajuulan Akibat kefasikan yang melanda hati dan pikiran. Akan tetapi tidak demikian. bahwa rizki yang Allah SWT berikan sesungguhnya amanah semata. niscaya perbendaharaan itu kamu tahan. yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali olehNya. seseorang akan tampak dalam berperilaku 'ajuulan (terburu-buru)." (QS. Al-Maluu'a Bentuk kefasikan yang lainnya dalam mengotori kebenaran al-Haq yaitu dimilikinya sifat keluh-kesah dalam jiwa seseorang. Di samping itu.

" (QS. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat. Al-Kafuuraa Konsekuensi mengambil jalur kefasikan maka melahirkan penyakit al-kafuuraa (kafir) dengan kata lain perkataan mengingkari terhadap kebenaran. Dalam konteks kehidupan seharihari yang lebih dominan kafir secara amali (pengamalan). sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka. dan penglihatan mereka ditutup. bukanlah sesuatu yang mengherankan. Kekafiran yang terdapat dalam jiwa seseorang baik secara i'tiqadi maupun kafir amali. adanya usaha untuk mengembalikan ummat ke jalan ketaqwaan sekaligus meninggalkan sikap kekafiran baik kafir i'tiqadi maupun kafir secara amali. tetapi dalam zaman yang serba materialistis ini kemungkinan bisa terjadi seketika. sama saja bagi mereka.33:72). bumi dan gunung-gunung. Makna al-kafuuraa secara lebih jauh dapat dipahami baik secara i'tiqadi (keluar dari Islam) maupun kafir secara amali (pengamalan). Al-jahuula pada dewasa ini lebih tampak tercermin melalui kebijakan yang diambil seseorang untuk memilih antara kebenaran dan kebatilan. dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong." (QS. 6. Kelompok umat ini. mereka tidak akan beriman. tetapi menutup hati untuk melakukannya (amal) karena kekafiran yang terdapat di dalam dirinya. pada hakekatnya mengetahui adanya kebenaran. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. dalam Al-Quran yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh orangorang yang menyuruh manusia berbuat adil. maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Al-Jahuula Bentuk pengobatan lain sebagai konsekuensi jalan kefasikan seseorang.2:67). kamu beri peringatan. langit maupun bumi tetapi manusia menerimanya. seperti firmanNya: "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit.5. pada hakekatnya akan menempatkan dirinya pada suatu kerugian. tetapi pilihannya justru kepada kebatilan. maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Bahkan kebenaran pun bisa dibeli dengan segepok uang! Itulah realita yang sungguh ironis terjadi di jaman sekarang ini. kemudian merasakan pemilikan aljahuula tidak dianggap lagi sebagai penyakit yang dapat mengganggu hubungan dengan Allah sWT (hablum minallah) maupun keterkaitannya dengan sesama manusia (hablum minannas). sehingga aktivitas amaliyahnya tidak mendapat nilai menurut pandangan Allah SWT. Sehingga Allah SWT memberikan informasi keberadaan orang-orang kafir seperti diabadikan Al-Quran: "Sesungguhnya orang-orang kafir." (QS. yang sesungguhnya mereka mengetahuinya akan mendapat murka (azab) dari Allah SWT kenyataan seperti ini. Karena hilangnya . Efek itulah yang selanjutnya dapat mengubah sikap kebaikan kepada kebatilan sebagai sarana jalan syaitan laknatullah. adalah terkena al-jahuula (bodoh) terhadap kebenaran. walau pun hatinya masih Islam.3:21-22). Sehingga yang perlu pemikiran lebih dalam. Sebagai diilustrasikan Allah SWT ketika menawarkan tanggung jawab untuk melaksanakan amanat yang ditolak oleh gunung.

sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang zhalim itu neraka. yang gejolaknya mengepung mereka. maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman. Khatimah (Penutup) Setelah menelusuri dua sifat Al-Insan antara at-Taqwa dan al-Fujuur yang masingmasing memiliki konsekuensinya. Jalan taqwa adalah pilihan yang tepat bagi orang-orang beriman dalam menyelamatkan dirinya untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.kewaspadaan pada tiap-tiap diri seseorang. yang artinya: "Dan katakanlah: Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu.2:201). Pada akhirnya Allah sWT memberikan pilihan kepada setiap ummat untuk mengambil sikap antara iman atau kafir dan harus dipertanggungjawabkan atas hasilnya kelak. kemudian hidupnya diliputi oleh ketergantungan yang bersifat materi semata. Konsep demokrasi yang ditawarkan oleh Allah SWT tercermin melalui firmanNya.18:29). (QS. VI." (QS. Tentunya bagi pilihan jalan taqwa akan mendapat berbagai keberuntungan. . dan sebaliknya jika jalan al-fujuur yang menjadi alternatifnya pintu kesengsaraan akan diraihnya. dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.