Anda di halaman 1dari 1

PENCAPAIAN POLITEIA DALAM KESEMPURNAAN DUNIA IDEA PLATO Dalam sejarah filsafat, Plato merupakan murid dari Sokrates

yang paling cemerlang (Plato-vsAristoteles). Berbeda dari gurunya, Plato sangat senang menulis berbagai pemikiranya. Salah satu tulisanya yang terkenal adalah Politeia yaitu dialog tentang konsep kenegaraan Plato. Berawal dari ilmu yang diturunkan gurunya yaitu tentang keutamaan, Plato bersama Sokrates mengembangkan keutamaan tersebut dalam lingkup yang lebih luas yaitu negara. Dikolaborasikan dengan konsep murni plato mengenai dunia idea, Politeia menjadi dialog tentang kenegaraan (dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi The Republik, namun untuk masa kini kurang tepat) impian plato yang dalam angganya mendekati suatu kesempurnaan sebagaimana kesempurnaan yang hanya ada dalam dunia ideanya. Dalam politeia terdapat beberapa kesamaan yang sangat erat kaitanya dengan komunisme. Politea memulai dengan pemilihan orang terbaik melalu rangkaian ujian yang akan menentukan di golongan manakah individu-individu berada. Pertama akan ada ujian ilmu matematika dan ketaahanan fisik. Mereka yang ahli dalam ilmu matematika namun tidak bagus dalam latihan fisik akan dijadikan para “spesialis” yaitu ditempatkan dalam posisi pekerjaan-pekerjaan yang masuk ke dalam bidang-bidang ekonomi. Dan mereka yang unggul dalam fisikTahap pertama adalah diajarkan kepada para penduduk tentang musik dan pusi dengan tujuan menyegarkan jiwa-jiwa mereka. Hal ini tentu berkaitan erat dengan dualisme Plato. Mereka yang memiliki spesialisasi akan dijadikan para tukang atau yang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan khusus yang sudah ditentukan oleh polis (negara kota). Lalu mereka yang memiliki keunggulan akan dilanjutkan dengan latihan fisik untuk menjadi para penjaga atau Phylakes. Para penjaga juga akan tetap dilatih denganDari yang terbaik akan dilanjutkan ke pendidikan filsafat untuk dapat menemukan kebenaran yang sebenarnya. Dan yang terbaik dari yang terbaiklah yang akan menjabat menjadi pemimpin polis. Dari segi pengolongan ini sudah sangat erat kaitanya dengan komunisme yang dimana pekerjaan seseorang di tetukan oleh negara. Namun disini negara melakukan sebuah ujian terlebih dahulu untuk menentukan golongan seseorang dalam polis. Dalam konsep politeia, Plato juga menegaskan bahwa tidak boleh ada harta milik pribadi, semua harus menjadi milik negara, dan pembiayaan hidup masyrakat dan penjabat negara sudah mendapat anggarannya tersendiri dari polis sesuai dengan kebutuhanya. Perperangan untuk merebut polis lain terjadinya dikarenakan semakin berkembang pesatnya penduduk polis, maka kebutuhan ekonomi akan semakin bertambah dan Polis juga butuh kekayaan yang lebih.