Anda di halaman 1dari 10

KOARTASIO AORTA Cantru, Jastia, Isdiana Kaelan PENDAHULUAN Koartasio aorta adalah kelainan yang terjadi pada aorta

berupa adanya penyempitan didekat percabangan arteri subklavia kiri dari arkus aorta dan pangkal duktus arteriousus battoli. Koartasio aorta adalah penyempitan pada aorta, yang biasanya terjadi pada titik dimana duktus arteriosus tersambung dengan aorta dan aorta membelok ke bawah. Aorta adalah arteri utama dan terbesar pada tubuh manusia. Aorta mengedarkan darah dari ventrikel kiri yang kaya akan oksigen ke seluruh bagian tubuh, kecuali paru-paru. Cabang pertama dari aorta mengalirkan darah ke tubuh bagian atas (lengan dan kepala). Kemudian darah mengalir ke tubuh bagian bawah (perut dan tungkai). ANATOMI DAN FISIOLOGI Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung. Jantung manusia merupakan jantung berongga yang memiliki 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh. Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri. Jantung dibungkus oleh suatu selaput yang disebut perikardium. Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.

lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm. Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra. Selaput yang membungkus jantung disebut perikardium dimana terdiri antara lapisan fibrosa dan serosa. Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm. Setiap harinya jantung berdetak 100. apex dan basis cordis. 1 cm dari tepi lateral sternum. Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. yaitu kontaksi yang diawali kekuatan rangsang dari otot jantung itu sendiri dan bukan dari syaraf. Kontraksi jantung manusia merupakan kontraksi miogenik. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa VI dextra.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7. Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada. bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus. Lapisan terakhir adalah lapisan endokardium.571 liter darah. tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis. 1 cm dari tepi lateral sternum. Jantung dibentuk oleh organ-organ muskular. dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara perikardium dan epikardium. atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ada 4 ruangan dalam jantung dimana dua dari ruang itu disebut atrium dan sisanya adalah ventrikel. Kedua atrium merupakan ruang dengan dinding otot yang tipis karena . Epikardium adalah lapisan paling luar dari jantung.Otot jantung berkontraksi terus menerus tanpa mengalami kelelahan. Tepi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum.

Setelah katup trikuspid tertutup. Katup bikuspid atau katup mitral mengatur aliran darah dari atrium kiri menuju ventrikel kiri. Katup AV sebelah kiri disebut katup bikuspid (katup mitral) sedangkan katup AV sebelah kanan disebut katup trikuspid. sehingga mencegah darah masuk kembali kedalam ventrikel kiri. sehingga memungkinkan darah mengalir dari ventrikel kanan menuju arteri pulmonalis. Kedua katup ini berfungsi sebagai pembatas yang dapat terbuka dan tertutup pada saat darah masuk dari atrium ke ventrikel. Seperti katup trikuspid. Sebaliknya ventrikel mempunyai dinding otot yang tebal terutama ventrikel kiri yang mempunyai lapisan tiga kali lebih tebal dari ventrikel kanan. Trunkus pulmonalis bercabang menjadi arteri pulmonalis kanan dan kiri yang akan berhubungan dengan jaringan paru kanan dan kiri. Diantara atrium kanan dan ventrikel kanan ada katup yang memisahkan keduanya yaitu katup trikuspid. Katup trikuspid berfungsi mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel. Orifisium ini dapat terbuka atau tertutup oleh suatu katup atrioventrikuler (katup AV). sementara kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat antara ventrikel (septum inter-ventrikulorum). sedangkan pada atrium kiri dan ventrikel kiri juga mempunyai katup yang disebut dengan katup mitral/ bikuspid. Sebaliknya katup akan menutup pada saat ventrikel kiri relaksasi. Atrium dan ventrikel pada masing-masing sisi jantung berhubungan satu sama lain melalui suatu penghubung yang disebut orifisium atrioventrikuler. Katup trikuspid berada diantara atrium kanan dan ventrikel kanan.Katup bikuspid terdiri dari dua daun katup. Katup aorta terdiri dari 3 daun katup yang terdapat pada pangkal aorta. Pada pangkal trunkus pulmonalis terdapat katup pulmonalis yang terdiri dari 3 daun katup yang terbuka bila ventrikel kanan berkontraksi dan menutup bila ventrikel kanan relaksasi. katup bikuspid menutup pada saat kontraksi ventrikel. Sesuai dengan namanya. darah akan mengalir dari dalam ventrikel kanan melalui trunkus pulmonalis. .. Kedua atrium dipisahkan oleh sekat antara atrium (septum interatriorum). Bila katup ini terbuka.rendahnya tekanan yang ditimbulkan oleh atrium. maka darah akan mengalir dari atrium kanan menuju ventrikel kanan. Katup ini akan membuka pada saat ventrikel kiri berkontraksi sehingga darah akan mengalir keseluruh tubuh. katup trikuspid terdiri dari 3 daun katup.

terutama memperdarahi organ penting yaitu jantung dan otak. sebagian akan di pirau (shunt) melalui duktus arteriosus ke aorta desenden. Sebagian besar darah yang dari vena kava inferior masuk ke jantung akan menuju foramen ovale yang terbuka ke atrium kiri. Resistensi pada duktus arteriosus dan sirkulasi umbiliko-plasenta adalah rendah. Setelah lahir pembuluh tali pusat. duktus arteriousus. karena adanya plasenta yang menjadi sumber nutrisi dan oksigen yang disalurkan melalui tali pusat. foramen ovale. Hampir tidak ada darah dari vena kava superior yang melalui foramen ovale. Vena umbilikal yang tunggal masuk ke abdomen kearah hati. Sementara itu darah vena yang datang dari vena kava superior masuk ke jantung kanan. dipompa ke sirkulasi pulmoner. hal ini dimungkinkan karena adanya crista dividens. Sebelum kelahiran resistensi vaskuler pulmoner yang tinggi menyebabkan tekanan arteri yang tinggi sementara arus darah sangat sedikit. Darah balik ke plasenta akan melalui 2 arteri hipogastrika yang bersambung ke arteri umbilikal. porta dan cabang besar langsung ke vena kava inferior. melainkan akan menuju ventrikel kanan.Sirkulasi janin berbeda dengan orang dewasa. Darah yang masuk ke jantung merupakan darah arteri yang masuk melalui duktus venosus namun bercampur dengan darah dari vena kava. hal ini mengakibatkan keseluruhan sirkulasi janin. Dengan demikian kadar oksigen pada vena kava inferior akan lebih rendah dari kadar di tali pusat tetapi masih lebih tinggi dari kadar di vena kava superior. bercabang ke v. Dengan demikian darah yang masuk ke atrium kiri merupakan darah „arteri‟ yang akan langsung ke ventrikel kiri dan kemudian ke sirkulasi besar. dan duktus venosus secara .

seperti sindroma Turner (disgenosis gonad : suatu keadaan pada anak perempuan. EPIDEMIOLOGI Koartasio aorta terjadi pada 6% kasus penyakit jantung bawaan. dimana salah satu dari kromosom Xnya hilang sebagian atau hilang seluruhnya). ETIOLOGI Resiko terjadinya koartasio aorta meningkat pada beberapa keadaan genetik. Kelainan ini ditemukan pada 1 dari 10. Tekanan arteri sistemik mula-mula akan menurun akibat perubahan arus darah pada duktus arteriosus. perbedaan tekanan arteri pulmoner dan aorta. namun akan meningkat kembali bahkan lebih tinggi dari awal. Biasanya terdiagnosis pada masa kanak-kanak atau dewasa dibawah 40 tahun. Demikian pula duktus venosus menjadi ligamentum venosus. Lebih dari setengah kasus disertai dengan kelainan lain yang paling sering menyertainya adalah VSD. Koartasio aorta juga berhubungan dengan kelainan bawaan pada katup aorta (misalnya katup bikuspidalis). dan menjadi ligamenetum umbilikal. dan hal ini dapat digunakan sebagai terapi pada postnatal guna menutup patent duktus arteriosus (PDA). Kesimpulannya ialah beberapa faktor berpengaruh: arus pada duktus arteriosus. sedangkan vena umbilikal menjadi ligamentum teres. Perubahan arus darah pada duktus berkaitan dengan kadar oksigen ternyata dipengaruhi oleh kerja prostaglandin E2. Bukti didapat yaitu bila diberi penghambat (inhibitor) synthase maka mungkin terjadi penutupan yang prematur. dengan demikian hemodinamika sirkulasi janin mengalami perubahan besar. Pemutusan tali pusat dan pengembangan paru. mengakibatkan perubahan sirkulasi pada bayi. Zat ini membuat duktus berdilatasi dan menjaga agar tetap demikian selama in utero.alamiah akan menciut. PATOFISIOLOGI . dan terutama tekanan oksigen yang melalui duktus arteriosus. Distal dari arteri hipogastrika mulai kandung kemih sampai tali pusat. kelainan katup mitral dan stenosis aorta. akan mengalami atrofi pada 3-4 hari postnatal. Duktus akan menutup secara fungsional pada 10-96 jam setelah lahir dan secara anatomik pada minggu ke 2-3.000 orang.

Dahulu. pada koartosio jukstaduktal tersendiri. seperti dilakukan selama kehidupan janin. walaupun akan menghasilkan hipertensi dan hipertrofi ventrkel kiri. Tipe . Pada keadaan ini.Koartasio aorta dapat terjadi sebagai obstruksi jukstaduktal tersendiri atau atau hipoplasia tubuler aorta transversum mulai pada salah satu pembuluh darah kepala atau leher dan meluas ke daerah duktus (koartasio preduktal). dan perbedaan tekanan darah mungkin tidak membantu dalam membuat diagnosis. ”karena ia biasanya. darah aorta asendens akan mengalir melalui segmen sempit untuk mencapai aorta desendens. segmen hipoplastik isthmus aorta yang berat dapat menjadi artetik sempurna. Pada umur beberapa hari pertama. Namun shunt dari kanan kekiri duktus akan bermanifestasi sebagai sianosis diferensial dengan ekstremitas atas merah (pink) dan ekstremitas bawah biru (sianosis). nadi pemoralis dapat teraba. Tanda – tanda gagal jantung nyata. menghasilkan arkus aorta ternganggu dengan arteria subklavia kiri keluar sebelah proksimal atau distal gangguan. Perfusi tubuh bagian bawah kemudian tergantung pada curah ventrikel kanan. Dirumuskan bahwa koartasio dimulai pada kehidupan janin pada adanya kelainan jantung yang menyebabkan aliran darah melalui katup aorta berkurang (misalnya. pada koartasio justadukal yang lebih berat atau bila ada hipoplasia arkus transversum. Sesudah lahir. VSD). Pada bayi ini terjadi shunt duktus dari kiri kekanan dan mereka tidak sianosis. Kadang – kadang. darah ventrikel kanan terejeksi melalui duktus untuk memasuk aorta desenden. katup aorta biskupid. Seringkali kedua komponem ada. duktus arterius paten dapat berperan melebarkan area aorta justadukal dan memberi perbaikan obstruksi sementara. Sebaiknya. koartasio yang disertai dengan hipoplasia arkus dirujuk sebagai tipe infantil. Bayi – bayi demikian mungkin menderita hipertensi pulmonal dan tahanan paskuler pulmonal yang tinggi.

Pada pemeriksaan fisis palpasi. bayi tampak sangat pucat dan pemeriksaan darah menunjukkan peningkatan asam di dalam darah (asidosis metabolik). Jika lumen aorta sangat menyempit terdengar bising kontinue pada aorta. terdengar bisng koartasio pada punggung yang merupakan bising obtruksi. Gejalanya berupa pusing. terutama dari cabang – cabang thoraks dan subkapiler arteria aksilaris dapat juga membesar sebagai saluran kolateral. kram tungkai pada saat melakukan aktivitas. Pada usia beberapa hari sampai 2 minggu. Pembuluh darah ini bergabung dengan cabang – cabang epigastrik inferior arteria femoral membentuk saluran darah arterial untuk memintas daerah koartasio. Umumnya tidak ada keluhan. Istilah ini telah dinganti dengan istilah anatomi yang lebih tepat yang disebut sebelumnya menggambarkan lokasi dan keparah defek. dilakukan pemeriksaan berikut: . yang jika ringan biasanya tidak datang sampai masa anak akhir. nyeri tungkai selama melakukan aktivitas. tekanan darah tinggi yang terlokalisir (hanya pada tubuh bagian atas). Pada auskultasi. pingsan. Hipertensi bukan karena obstruksi mekanik saja. Tekanan darah juga tekanan nadi dibawah konstrisi lebih rendah. Pembuluh darah yang turut membentuk sirkulasi kolateral dapat menjadi sangat besar dan berkelok – kelok pada awal masa dewasa. Jika tidak dioperasi pada masa bayi. apabila arteri radialis dan femoralis diraba secara bersamaan didapatkan nadi pada arteri radialis lebih kuat dari arteri femoralis. biasanya ditemukan secara kebetulan. kaki atau tungkai teraba dingin. Tekanan darah naik pada pembuluh darah yang keluar sebelah proksimal koartasio. TEST DIAGNOSTIK Untuk memperkuat diagnosis. Terjadi gangguan pernafasan yang berat. koartasi aorta biasanya menimbulkan pertumbuhan sirkulasi kolateral yang luas. tetapi bisa juga muncul pada saat bayi. setelah duktus ateriosus menutup.sakit kepala berdenyut. tergantung kepada beratnya tahanan terhadap aliran darah.kekurangan tenaga. beberapa bayi mengalami gagal jantung. MANIFESTASI KLINIS Gejalanya mungkin baru timbul pada masa remaja. perdarahan hidung.dewasa disebut koartasio jukstadukal saja. tetapi juga melibatkan mekanisme ginjal.

PENATALAKSANAAN MEDIS Pembedahan yang dilakukan untuk mencegah obtruksi pembuluh aorta dengan dilakukan pelebaran arteri subklavia dan pangkalduktus arterious battoli yaitu dengan “ Open Heart” . kelihatan gambaran penyempitan di aspek inferior tulang iga akibat dilatasi arteri interkosta. Di gambar B.5.Rontgen dada Gambaran radiologik yang ditemukan pada pasien koartasio aorta termasuklah pembesaran jantung kiri (hipertrofi ventrikel kiri) yang dinilai dari peningkatan batas jantung kiri(gambar A). Kardiomegali dinilai dari peningkatan „Cardiothoracic Index’ yang lebih dari 0. Ditemukan juga dilatasi arteri subklavika kiri (anak panah). Angiografi koroner CT scan dada MRI dada Ekokardiografi USG Doppler aorta EKG (menunjukkan adanya pembesaran ventrikel kiri) Kateterisasi jantung.

KOMPLIKASI Perdarahan otak Ruptur aorta Endokarditis . Bagian aorta yang menyempit dapat dibuang melalui pembedahan atau kadang dilakukan tindakan non-bedah berupa kateterisasi balon untuk melebarkan bagian yang menyempit. pembedahan dilakukan pada masa bayi atau masa kanak-kanak 2. Pembedahan biasanya dilakukan pada usia prasekolah (biasanya umur 3-5 tahun).Kelainan ini sebaiknya segera diperbaiki pada awal masa kanak-kanak untuk mengurangi beban kerja pada ventrikel kiri. Kekambuhan koartasio aorta jarang terjadi jika: 1. Pada pembedahan. Jika terjadi gagal jantung. kemudian dibuat anastomisis (penyambungan kembali kedua ujung aorta) atau kedua ujung aorta dijembatani oleh pencangkokan dakron. sampai masa dewasa tidak ditemukan perbedaan tekanan darah antara lengan dan tungkai. Koartasio kambuhan biasanya diatasi dengan pelebaran balon non-bedah atau dengan pencangkokan suatu bahan melalui prosedur kateterisasi. bagian aorta yang menyempit dibuang. segera diberikan prostaglandin untuk membuka duktus arteriosus dan obat lainnya untuk memperkuat jantung serta pembedahan darurat untuk memperbaiki aorta. Jika bagian yang terbuang hanya sedikit.

Color Atlas of Physiology 3.DAFTAR PUSTAKA 1. 2nd ed. Mettler: Essentials of Radiology. . 2.