Anda di halaman 1dari 124

Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan

Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

1
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN
DAN KESEHATAN KERJA OLEH P2K3 UNTUK
MEMINIMALKAN KECELAKAAN KERJA
DI PT WIJAYA KARYA BETON
MEDAN TAHUN 2008


SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat


Oleh


RAHIMAH AZMI D
NIM 021000012





FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2008
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

3




ABSTRAK

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN
KERJA OLEH P2K3 UNTUK MEMINIMALKAN KECELAKAAN KERJA DI PT
WIJAYA KARYA BETON MEDAN TAHUN 2008

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan SMK3 dalam
upaya meminimalkan kecelakaan kerja di PT. Wijaya Karya Beton tahun 1999 – 2008
berdasarkan Pedoman Penerapan SMK3 Lampiran 1 PERMENAKER No.
05/MEN/1996, dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan
mendeskripsikan dokumen SMK3 sejak tahun 1999 – 2008. Sampel adalah 16 orang
petugas P2K3 di PT Wijaya Karya Beton Medan.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perusahaan telah mulai membangun
komitmen dan kebijakan K3 yang berdasarkan pada identifikasi bahaya dan penilaian
resiko, serta melakukan penerapan SMK3 dengan baik sejak tahun 1999, begitu juga
dengan pengukuran dan evaluasi serta tinjauan ulang oleh pihak manajemen. Tahun ini
PT WIKA BETON menerapkan 97 % kriteria audit SMK3.
Untuk meningkatkan pelaksanaan SMK3 agar memberikan hasil maksimal perlu
sosialisasi berbagai informasi tentang SMK3 pada seluruh tenaga kerja dan dilakukan
pengawasan oleh pihak manajemen atas pelaksanaan SMK3 di perusahaan.



Kata Kunci : SMK3, P2K3.













S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

5



KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji dan syukur penulis sampaikan kepada
Allah SWT atas rahmat dan karunianya yang luar biasa dan begitu melimpah sehingga
skripsi ini dengan judul “Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan
Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya
Beton Medan Tahun 2008”.
Selama menjalani masa perkuliahan di Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara sampai kepada penulisan skripsi ini, penulis banyak
mendapatkan do’a, dorongan, bantuan, nasehat dan bimbingan dari berbagai pihak.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-
dalamnya kepada:
1. Ibu dr. Ria Masniari Lubis, M.Si, selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dra. Lina Tarigan, Apt, M.S sebagai Ketua Departemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara
sekaligus sebagai Dosen Pembimbing II serta Dosen Penguji I yang telah memberikan
bimbingan dan pengarahan pada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

7
10. Kepada Nenek dan Abo serta Adik-Adik yang sangat penulis sayangi, Lia Sabrina
Dalimuthe, S.E, Solly Amri Dalimunthe, Mhd. Akbar Dalimunthe, Rina Khairani
Dalimunthe, Fahmi, Fikri, yang telah memberikan semangat untuk menyelesaikan
skripsi ini.
11. Kepada Mas Budi Aswin, yang telah memberikan waktu, semangat, dukungan baik
moril dan materil dan kasihnya selalu penulis rasakan hingga kini.
12. Kepada sahabat tersayang, Nita dan Tia yang selalu ada dalam suka ataupun duka.
13. Teman-teman stambuk ’02, Indah, Ira, Lince dan lainnya serta adik dan kakak
stambuk yang telah banyak membantu selama proses perkuliahan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna, masih banyak
kekurangan baik dari isi maupun penyajiannya. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi
semua pihak.

Medan, Januari 2009

Penulis





S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

9
2.1 Pengertian dan Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja .................. 10
2.1.1 Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja ...................... 10
2.1.2 Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ............................ 10
2.2 Kecelakaan Kerja ............................................................................... 11
2.3 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) ....... 13
2.3.1 Pelaksanaan Audit SMK3 ..................................................... 16
2.3.2 Pertimbangan Ditetapkannya PERMENAKER No. 05/ MEN/
1996 ..................................................................................... 18
2.3.3 Manfaat Penerapan SMK3 .................................................... 18
2.3.4 Faktor Penghambat dan Keberhasilan SMK3 ........................ 19
2.3.5 Pedoman Penerapan SMK3 (Lampiran I PERMENAKER
No. 05/ MEN/ 1996) ............................................................. 20
2.4 Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( P2K3 ) ............. 33
2.4.1 Pengertian dan Tujuan P2K3 ................................................ 33
2.4.2 Dasar Hukum Pembentukan, Keanggotaan dan Mekanisme
Kerja P2K3 .......................................................................... 34
2.4.3 Pembentukan dan Keanggotaan P2K3 ................................. 35
2.4.4 P2K3 Sebagai Organisasi K3 ................................................ 36
2.5 Kerangka Konsep ............................................................................... 37
BAB III METODOLOGI PENELITIAN…………………………………. 38
3.1 Jenis Penelitian .................................................................................. 38
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

11
4.2.5 Tinjauan Ulang ..................................................................... 77
4.3 Gambaran Hasil Penelitian dengan Kuesioner di PT WIKA BETON SUMUT
.......................................................................................................... 78
4.3.1 Umur .................................................................................... 78
4.3.2 Tingkat Pendidikan .............................................................. 79
4.3.3 Masa kerja ............................................................................ 79
4.3.4 Pelaksanaan SMK3 Menurut responden ............................... 79
BAB V PEMBAHASAN…………………………………………………… 81
5.1 Penerapan SMK3 di PT WIKA BETON SUMUT .............................. 81
5.2 Hasil Penelitian dengan kuesioner ...................................................... 91
5.2.1 Pelaksanaan SMK3 .............................................................. 91
5.2.2 Pelaksanaan Komitmen dan Kebijakan K3 ........................... 91
5.2.3 Pelaksanaan Perencanaan SMK3 .......................................... 92
5.2.4 Pelaksanaan Penerapan SMK3 ............................................. 93
5.2.5 Pelaksanaan Pengukuran dan evaluasi .................................. 93
5.2.6 Pelaksanaan Tinjauan Ulang ................................................. 94
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN……………………………………. 97
6.1 Kesimpulan ........................................................................................ 97
6.2 Saran.................................................................................................. 99
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

13
Tabel 4.6 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di PT WIKA BETON
SUMUT Tahun 2008 ................................................................ 78
Tabel 4.7 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di PT
WIKA BETON SUMUT Tahun 2008 ....................................... 79
Tabel 4.8 Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja di PT WIKA
BETON SUMUT Tahun 2008 .................................................. 79
Tabel 4.9 Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Perencanaan
di PT WIKA BETON SUMUT Tahun 2008 ............................. 80
Tabel 4.10 Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Tinjauan
Ulang di PT WIKA BETON SUMUT tahun 2008 .................... 80


DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Wijaya Karya Beton ............................ 47
Gambar 4.2 Struktur Organisasi P2K3 PT. Wijaya Karya Beton Sumatera
Utara ........................................................................................ 49
Gambar 4.3 Jalur Komunikasi dan Tindakan Bila Terjadi Kebakaran di PT
WIKA BETON......................................................................... 67
Gambar 4.4 Prosedur Penanganan Tindak Lanjut Hasil Inspeksi .................. 72
Gambar 4.5 Grafik Pencapaian Nilai Audit SMK3 PT WIKA BETON
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

15
tersebut disamping memberikan kemudahan proses produksi dapat pula menambah
jumlah dan ragam bahaya di tempat kerja. Selain itu akan terjadi pula lingkungan kerja
yang kurang memenuhi syarat, proses dan sifat pekerjaan yang berbahaya, serta
peningkatan intensitas kerja operasional tenaga kerja. Masalah tersebut akan sangat
mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan
kecelakaan kerja. (Depnaker RI, 1991)
Di dalam pasal 9 Undang-Undang No. 14 tahun 1969 tentang ketentuan-
ketentuan pokok mengenai tenaga kerja disebutkan bahwa tiap tenaga kerja berhak
mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan moril
kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama. (Zulmiar
Yanri, 2005)
Sejalan dengan Undang-Undang tersebut diatas, sejak januari 1970 telah berlaku
UU No. 1/ 1970 tentang keselamatan kerja yang mengamanatkan agar setiap tenaga kerja
mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan, setiap orang
lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin keselamatannya, setiap sumber
produksi dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien serta terhindar dari
peledakan, kerusakan proses produksi, kebakaran, penyakit akibat kerja yang pada
gilirannya dapat tercipta tenaga kerja yang sehat, produktif serta peningkatan
kesejahteraan tenaga kerja secara menyeluruh. (Zulmiar Yanri, 2005)
Untuk dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi yang tinggi, sangat
tergantung kepada sistem manajemen yang diterapkan dan kualitas pekerja yang
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

17
dimana yang menempati urutan pertama adalah Singapura, disusul Malaysia, Thailand
dan Filipina. (www.ronawajah.wordpress.com)
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) mendapat
perhatian yang sangat penting dewasa ini karena masih tingginya angka kecelakaan kerja.
SMK3 bertujuan menciptakan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja
dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang
terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat
kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan produktif. (Sastro Hadiwiryo,
2002)
Pengelolaan K3 dalam pendekatan modern mulai lebih maju dengan diperhatikan
dan diikutkannya K3 sebagai bagian dari manajemen perusahaan. Hal ini mulai disadari
karena dari data kecelakaan yang terjadi juga mengakibatkan kerugian yang cukup besar.
Dengan memperhatikan banyaknya resiko yang diperoleh perusahaan maka mulailah
diterapkan manajemen resiko yang telah menerapkan pola preventif terhadap kecelakaan
yang akan terjadi. Manajemen resiko menuntut tidak hanya keterlibatan pihak
manajemen tetapi juga komitmen manajemen dan seluruh pihak yang terkait. (Rudiyanto,
2003)
ILO ( International Labour Organization ) menilai penerapan SMK3 di Indonesia
kurang memuaskan, dipaparkan bahwa dari sekitar 15.043 perusahaan skala besar, hanya
sekitar 317 perusahaan (2,1 %) yang menerapkan SMK3. Itu berarti meskipun Indonesia
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

19
dengan penerapan SMK3 sudah menjadi prasyarat dalam ISO (International
Organization Standardization) 9000:2000 dan CEPAA (Council on Economic Priorities
Accreditiation Agency) Social Accountability. (Rudiyanto 2003)
Soeripto (1998) mengatakan bahwa kenyataan dilapangan masih banyak pimpinan
perusahaan yang melupakan tanggung jawabnya dengan tidak memasukkan K3 kedalam
fungsi manajemen. Hal ini disebabkan oleh adanya pandangan bahwa penerapan K3
diperusahaan merupakan pengeluaran kedua ( investasi kedua ) yang tidak memberikan
keuntungan secara langsung atau merupakan suatu kerugian belaka. Tanpa disadari
dengan tidak menerapkan SMK3 justru dapat memberikan kerugian yang besar baik bagi
perusahaan tenaga kerja beserta keluarga dan masyarakat sekitar perusahaan.
Mengingat tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia, maka pemerintah
mengeluarkan UU RI No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Pasal 87 UU tersebut
mewajibkan setiap perusahaan menerapkan SMK3 sebagai bagian dari Manajemen
perusahaan, dan bagi yang tidak menerapkannya akan diberikan sanksi. Selain itu, telah
dikeluarkan pula PERMENAKER No. 05/ MEN/ 1996 tentang pedoman penerapan
SMK3 dan parameter audit SMK3.
PT. Wijaya Karya Beton adalah perusahaan yang meproduksi beton pracetak
seperti tiang listrik beton, tiang telepon beton, tiang pancang beton, bantalan jalan rel,
bridge girders, PC-U girders, sheet piles yang digunakan dalam proses konstruksi
jembatan, gedung, jalan raya serta berbagai infrastruktur lainnya. Perusahaan ini
mempekerjakan 299 orang pekerja, dimana 119 orang diantaranya pekerja tetap dan 180
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

21
Dari hasil survei awal dan wawancara dengan salah seorang anggota P2K3 di PT.
Wijaya Karya Beton diketahui bahwa selama periode penerapan SMK3 di perusahaan ini
terjadi kecelakaan kerja pada tahun 1999 sebanyak 12 kasus, tahun 2000 sebanyak 11
kasus, tahun 2001 terjadi 9 kasus, tahun 2002 terjadi 9 kasus, tahun 2003 terjadi 7 kasus,
tahun 2004 terjadi 4 kasus, tahun 2005 terjadi 2 kasus, tahun 2006 terjadi 4 kasus, tahun
2007 terjadi 3 kasus dan tahun 2008 sampai bulan Oktober belum terjadi satupun kasus
kecelakaan kerja. Jenis kecelakaan kerja yang terjadi sejak tahun 1999 s/d 2007
umumnya adalah kecelakaan kerja ringan yaitu kecelakaan yang menyebabkan luka dan
memerlukan perawatan medis sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan tidak lebih dari
1 (satu) hari.
Dari data diatas diketahui bahwa angka kecelakaan kerja dari tahun 1999 s/d 2007
rata-rata melebihi sasaran keselamatan dan kesehatan kerja PT Wijaya Karya Beton
Sumatera Utara, dimana jumlah kecelakaan kerja ringan yang ditargetkan per pabrik
produk beton dalam setahun tidak lebih dari 2 kali kejadian dengan jam kerja hilang
sebanyak-banyaknya 16 jam kerja/orang. Namun untuk tahun 2008, belum terjadi
satupun kasus dan diharapkan dapat memperoleh Zero Accident.
Oleh sebab itu penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana gambaran penerapan
SMK3 secara umum sejak awal penerapannya di tahun 1999 sampai tahun 2008 sebagai
upaya untuk meminimalkan kecelakaan kerja di PT Wijaya Karya Beton Medan.


S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

23


1. 4 Manfaat Penelitian
1. Hasil penelitian dapat menjadi masukan kepada pihak pengambil keputusan
perusahaan dalam meningkatkan derajat K3 di perusahaan.
2. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis khususnya di bidang SMK3
3. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan.














S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

25
sehingga upaya pencapaian produktifitas yang semaksimalnya dari suatu perusahaan
industri dapat lebih terjamin.
Upaya peningkatan keselamatan kerja tidak dapat dipisahkan dengan pencegahan
kecelakaan karena pencegahan kecelakaan merupakan program utama keselamatan kerja
di suatu perusahaan. Adapun tujuan dari keselamatan kerja adalah :
1. Melindungi tenaga kerja atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk
kesejahteraan dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional
2. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja
3. Sumber produksi terpakai secara aman dan efisien.
2. 2 Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja merupakan resiko yang dihadapi oleh setiap tenaga kerja yang
melakukan pekerjaan dengan kerugian tidak hanya korban jiwa dan materi bagi pekerja
dan pengusaha tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara keseluruhan dan
merusak lingkungan yang pada akhirnya berdampak langsung dengan masyarakat sekitar.
Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan atau disengaja atau
direncanakan atau diinginkan yang berkaitan dengan hubungan kerja yakni sebagai akibat
pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan yang termasuk dalam perjalanan
menuju atau pulang dari tempat kerja yang mengacaukan proses yang telah diatur dari
suatu aktifitas.
Kecelakaan kerja umumnya diakibatkan oleh berbagai faktor ( penyebab ). Teori
tentang penyebab terjadinya kecelakaan kerja antara lain :
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

27
suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberikan peluang terhadap
terjadinya kecelakaan.
Sekitar awal tahun 1970, dikemukan teori lain yang menyatakan bahwa sebab
utama kecelakaan adalah ketimpangan pada sistem manajemen , sedangkan tindakan atau
perbuatan maupun keadaan yang tidak aman hanya merupakan gejala atau fenomena saja.
Oleh sebab itu dikemukakanlah konsep “Loss Control Management” dan manajemen
resiko maka dimulailah pembentukan cikal bakal serta inti dari SMK3.

2. 3 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 )
Manajemen adalah suatu proses kegiatan yang terdiri atas perencanaan,
pengorganisasi, pelaksanaan, pengukuran dan tindak lanjut yang dilakukan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya
yang ada. Sistem Manajemen adalah kegiatan manajemen yang teratur dan saling
berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
(http://safety4abipraya.files.wordpress.com)
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05/ MEN/ 1996 pasal 1 menyebutkan
bahwa SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan meliputi struktur
organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya
yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan
pemeliharan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan
kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

29
3. Menerapkan kebijakan secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan
mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan, tujuan dan
sasaran penerapan K3.
4. Mengukur, memantau dan mengevaluasi kinerja K3 serta melakukan tindakan
perbaikan dan pencegahan.
5. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan SMK3 secara
berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja K3.
Langkah-langkah dalam mengembangkan Sistem manajemen Keselamatan dan
Kesehatan Kerja dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Peraturan PerUndang-Undangan dan Standar
Sebelum implementasi harus diidentifikasi semua peraturan perUndang-
Undangan dan standar K3 yang berlaku dalam perusahaan yang bersangkutan. Sebaiknya
dibentuk tim untuk mendokumentasikan peraturan perUndang-Undangan dan standar
dibidang K3. Dari hasil identifikasi ini kemudian disusun Peraturan K3 perusahaan dan
Pedoman pelaksanaan K3. Praktek pada banyak perusahaan, peraturan keselamatan dan
kesehatan kerja dicetak dalam bentuk buku saku yang selalu dibawa oleh tenaga kerja,
agar setiap pekerja memahami peraturan tersebut harus menjelaskan peraturan
perundangan dan persyaratan lainnya kepada setiap tenaga kerja.
2. Menetapkan Kebijakan K3 Perusahaan
yaitu pernyataan mengenai komitmen dari organisasi untuk melaksanakan K3
yang menegaskan keterikatan perusahaan terhadap pelaksanaan K3 dengan melaksanakan
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan
Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

31
Ada dua macam ukuran yang dapat digunakan yaitu ukuran yang bersifat reaktif
yang didasarkan pada kejadian kecelakaan dan ukuran yang bersifat proaktif, karena
didasarkan kepada upaya dari keseluruhan sistem.
7. Melakukan audit dan meninjau ulang secara menyeluruh.
2. 3. 1. Pelaksanaan Audit SMK3
Dengan melaksanakan Audit K3, manajemen dapat memeriksa sejauh mana
organisasi telah melaksanakan komitmen yang telah disepakati bersama, mendeteksi
berbagai kelemahan yang masih ada, yang mungkin terletak pada perumusan komitmen
dan kebijakan K3, atau pada pengorganisasian, atau pada perencanaan dan
pelaksanaannya. (http://safety4abipraya.files.wordpress.com)
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

33
3. Perusahaan besar atau perusahaan dengan tingkat resiko tinggi harus
menerapkan sebanyak 166 kriteria.
Keberhasilan penerapan SMK3 di tempat kerja diukur sebagai berikut :
1. Pencapaian penerapan 0 – 59 % pelanggaran peraturan perundangan dikenai
tindakan hukum.
2. Pencapaian penerapan 60 – 84 % diberikan sertifikat dan bendera perak.
3. Pencapaian penerapan 85 – 100 % diberikan sertifikat dan bendera emas.
2. 3. 2. Pertimbangan Ditetapkannya PERMENAKER No. 05/ MEN/ 1996
Pertimbangan ditetapkannya PERMENAKER No. 05/ MEN/ 1996 adalah :
1. Bahwa terjadinya kecelakaan kerja sebagian besar disebabkan oleh faktor
manusia dan sebagian kecil oleh faktor teknis.
2. Bahwa untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun
orang lain yang berada di tempat kerja, serta sumber produksi, proses
produksi dan lingkungan kerja dalam keadaan aman, maka perlu penerapan
SMK3.
3. Bahwa dengan penerapan SMK3 dapat mengantisipasi hambatan teknis dalam
era globalisasi perdagangan.
2. 3. 3. Manfaat Penerapan SMK3
SMK3 bukan hanya tuntutan pemerintah, masyarakat, pasar atau dunia
internasional saja tetapi juga tanggung jawab pengusaha untuk menyediakan tempat
kerja yang aman bagi pekerjanya. Selain itu, penerapan SMK3 juga mempunyai
banyak manfaat bagi industri antara lain :
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

35
4. Kekurangsiapan perusahaan dikarenakan ketidaktahuan perusahaan untuk
menerapkan SMK3.
5. Biaya audit yang dianggap memberatkan perusahaan.
6. Frame koordinasi pelaksanaan audit dengan Departemen Teknis lain belum
terwujud.
Faktor-faktor keberhasilan penerapan SMK3 antara lain :
1. Telah diterapkannya beberapa sistem manajemen yang mendukung penerapan
SMK3.
2. Tingginya komitmen K3 dari manajemen puncak atau perusahaan induknya.
3. Melakukan studi banding.
4. Adanya tenaga ahli di bidang K3.
5. Adanya departemen atau bagian yang khusus menangani K3.
6. Telah diperolehnya penghargaan di bidang K3 dari institusi asing.
7. Telah dimilikinya Safety Committee yang berperan aktif dalam pelaksanaan
K3.
8. Terdapatnya tuntutan dari pihak konsumen kepada perusahaan untuk
menerapkan SMK3 yang tersertifikasi.
9. Terpacunya suatu perusahaan dalam sektornya karena perusahaan lain telah
berhasil menerapkan SMK3.
10. Adanya upaya pembinaan mengenai SMK3 baik dari asosiasi profesi ataupun
dari pembina kawasan perusahaan.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

37
Peninjauan awal kondisi keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan saat ini
dilakukan dengan :
1. Identifikasi kondisi yang ada dibandingkan dengan ketentuan pedoman ini.
2. Identifikasi sumber bahaya yang berkaitan dengan kaitan perusahaan.
3. Penilaian tingkat pengetahuan, pemenuhan peraturan perundangan dan standar
keselamatan dan kesehatan kerja.
4. Membandingkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan
perusahaan dan sektor lain yang lebih baik.
5. Meninjau sebab dan akibat kejadian yang membahayakan, kompensasi dan
gangguan serta hasil penilaian sebelumnya yang berkaitan dengan
keselamatan dan kesehatan kerja.
6. Menilai efisiensi dan efektifitas sumber daya yang disediakan.
c) Kebijakan K3
Kebijakan K3 adalah suatu pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh
pengusaha dan atau pengurus yang memuat keseluruhan visi dan tujuan perusahaan,
komitmen dan tekad melaksanakan K3, kerangka dan program kerja yang mencakup
kegiatan perusahaan secara menyeluruh yang bersifat umum dan atau operasional.
Kebijakan K3 dibuat melalui proses konsultasi antara pengurus dan wakil
tenaga kerja yang kemudian harus dijelaskan dan disebarluaskan kepada semua
tenaga kerja, pemasok dan pelanggan. Kebijakan K3 kerja bersifat dinamik dan selalu
ditinjau ulang dalam rangka peningkatan kinerja K3.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

39
d) Indikator Kinerja
Dalam menetapkan tujuan dan sasaran kebijakan K3, perusahaan harus
menggunakan indikator kinerja yang dapat diukur sebagai dasar penilaian kinerja K3
yang sekaligus merupakan informasi mengenai keberhasilan pencapaian SMK3.
e) Perencanaan Awal dan Perencanaan Kegiatan yang Sedang Berlangsung.
Penerapan awal Sistem Manajemen K3 yang berhasil memerlukan rencana
yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan serta menetapkan tujuan serta
sasarannya dengan jelas, yang dapat dicapai dengan :
a) Menetapkan sistem pertanggungjawaban dalam pencapaian tujuan dan sasaran
sesuai dengan fungsi dan tingkat manajemen perusahaan yang bersangkutan.
b) Menetapkan sarana dan jangka waktu untuk pencapaian tujuan dan sasaran
SMK3.
3. Penerapan
Dalam mencapai tujuan K3 perusahaan harus menunjuk personal yang
mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan sistem yang diterapkan.
a) Jaminan Kemampuan
1. Sumber Daya Manusia, Sarana dan Dana
Dalam penerapan SMK3 yang efektif perlu dipertimbangkan :
a) Menyediakan sumber daya yang memadai sesuai dengan ukuran dan
kebutuhan.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

41
b) Mempunyai prosedur untuk memantau dan mengkomunikasikan setiap
perubahan tanggung jawab dan tanggung gugat yang berpengaruh
terhadap sistem dan program K3.
c) Dapat memberikan reaksi secara cepat dan tepat terhadap kondisi yang
menyimpang atau kejadian-kejadian lainnya.
Tanggung jawab pengurus terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah:
a) Pimpinan yang ditunjuk untuk bertanggung jawab harus memastikan
bahwa SMK3 telah diterapkan dan hasilnya sesuai dengan yang
diharapkan oleh setiap lokasi dan jenis kegiatan dalam perusahaan.
b) Pengurus harus mengenali kemampuan tenaga kerja sebagai sumber daya
yang berharga yang dapat ditunjuk untuk menerima pendelegasian
wewenang dan tanggung jawab dalam menerapkan dan mengembangkan
SMK3.
4. Konsultasi, Motivasi dan Kesadaran
Pengurus harus menunjukan komitmennya terhadap K3 melalui konsultasi
dan dengan melibatkan tenaga kerja maupun pihak lain yang terkait di dalam
penerapan, pengembangan dan pemeliharaan SMK3 , sehingga semua pihak
merasa ikut memiliki dan merasakan hasilnya.
Tenaga kerja harus memahami serta mendukung tujuan dan sasaran SMK3,
dan perlu disadarkan terhadap bahaya fisik, kimia, ergonomik, radiasi, bilogis
dan pskologis yang mungkin dapat menciderai dan melukai tenaga kerja pada
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

43
3. Pendokumentasian
Pendokumentasian merupakan unsur utama setiap sistem manajemen dan
harus dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Perusahaan harus dengan
jelas menentukan jenis dokumen dan pengendaliannya yang efektif.
Pendokumentasian SMK3 mendukung kesadaran tenaga kerja dalam rangka
mencapai tujuan K3 dan evaluasi terhadap sistem dan kinerja keselamatan dan
kesehatan kerja. Apabila unsur Sistem Manajemen K3 terintegrasi dengan
Sistem Manajemen Perusahaan secara menyeluruh, maka pendokumentasian
SMK3 harus diintegrasikan dalam keseluruhan dokumen yang ada.
4. Pengendalian Dokumen
Perusahaan harus menjamin bahwa :
a) Dokumen dapat diidentifikasi sesuai dengan uraian tugas dan tanggung
jawab di perusahaan.
b) Dokumen ditinjau ulang secara berkala dan jika diperlukan dapat direvisi.
c) Dokumen sebelum diterbitkan harus lebih dahulu disetujui oleh personel
yang berwenang.
d) Dokumen versi terbaru harus tersedia ditempat kerja yang dianggap perlu.
e) Seluruh dokumen yang telah usang harus segera disingkirkan.
f) Dokumen mudah ditemukan, bermanfaat dan mudah dipahami.
5. Pencatatan dan Manajemen Informasi.
Pencatatan merupakan sarana bagi perusahaan untuk menunjang kesesuaian
penerapan SMK3.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

45
d) Evaluasi melalui internal audit, penyelidikan insiden dan etiologi
e) Penegakan Hukum
4. Perancangan (Desain) dan Rekayasa
Pengendalian resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja dalam proses
rekayasa harus dimulai sejak tahap perancangan dan perencanaan. Setiap
tahap dari siklus perancangan meliputi pengembangan, verifikasi tinjauan
ulang, validasi dan penyesuaian harus dikaitkan dengan identifikasi sumber
bahaya, prosedur penilaian dan pengendalian risiko kecelakaan dan penyakit
akibat kerja.
5. Pengendalian Admnistratif
Personel harus dilatih agar memiliki kompetensi kerja dalam menggunakan
prosedur. Prosedur harus ditinjau ulang secara berkala terutama jika terjadi
perubahan peralatan, proses atau bahan baku yang digunakan.
6. Tinjauan Ulang Kontrak
Pengadaan barang dan jasa melalui kontrak harus ditinjau ulang untuk
menjamin kemampuan perusahaan dalam memenuhi persyaratan K3 yang
ditentukan.
7. Pembelian
Sistem pembelian harus menjamin agar produk barang dan jasa serta mitra
kerja perusahaan memenuhi persyaratan K3 Pada saat barang dan jasa
diterima di tempat kerja, perusahaan harusmenjelaskan kepada semua pihak
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

47
1) Personel yang terlibat harus mempunyai pengalaman dan keahlian yang
cukup.
2) Catatan inspeksi, pengujian dan pemantauan yang sedang berlangsung
harus dipelihara dan tersedia bagi manajemen, tenaga kerja dan kontraktor
kerja yang terkait.
3) Peralatan dan metode pengujian yang memadai harus digunakan untuk
menjamin telah dipenuhinya standar K3.
4) Tindakan perbaikan harus dilakukan segera pada saat ditemukan
ketidaksesuaian terhadap persyaratan K3 dari hasil inspeksi, pengujian dan
pemantauan.
5) Penyelidikan yang memadai harus dilaksanakan untuk menemukan inti
permasalahan dari suatu insiden.
6) Hasil temuan harus dianalisis dan ditinjau ulang.
b) Audit Sistem Manajemen K3
Audit SMK3 harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui keefektifan
penerapan SMK3. Audit harus dilaksanakan secara sistematik dan independen oleh
personil yang memiliki kompetensi kerja dengan menggunakan metodologi yang
sudah ditetapkan.
Frekuensi audit harus ditentukan berdasarkan tinjauan ulang hasil audit
sebelumnya dan bukti sumber bahaya yang di dapatkan di tempat kerja. Hasil audit
harus digunakan oleh pengurus dalam proses tinjauan ulang manajemen.
c) Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

49
(6) Pengalaman yang didapat dari insiden keselamatan dan kesehatan kerja
(7) Pelaporan
(8) Umpan balik khususnya dari tenaga kerja.

2. 4. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( P2K3 )
2. 4. 1. Pengertian dan Tujuan P2K3
Pelaksanaan dan penerapan SMK3 di perusahaan juga tidak terlepas dari
peran serta P2K3. P2K3 merupakan suatu badan yang dibentuk perusahaan sebagai
organisasi fungsional yang mengembangkan kerja sama antara pengusaha dan
manajemen di satu pihak, dengan tenaga kerja atau karyawan di lain pihak dalam
melaksanakan kwajiban bersama untuk meningkatkan keselamatan kerja, pencegahan
kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja di perusahaan. Dengan demikian
perusahaan mempunyai suatu panitia yang selain dapat memberikan saran dan
pertimbangan baik diminta maupun tidak diminta kepada pengusaha/ pengawas
tempat kerja yang bersangkutan tentang masalah-masalah keselamatan dan kesehatan
kerja,juga sebagai sarana yang efektif untuk mempercepat pembinaan program-
program K3 kepada para karyawan serta sebaliknya untuk meneruskan keluhan-
keluhan yang dialami karyawan tentang kekurangan perlindungan K3 di perusahaan.
P2K3 dibentuk di perusahaan dengan tujuan untuk menjamin kelancaran
program produksi secara aman, efisien serta berhasil dengan baik dan menjamin
tercegahnya kecelakaan, kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja dengan
segala konsekuensinya.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

51
2. P2K3 disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja atau pejabat yang ditunjuk
Langkah yang harus ditempuh dalam pembentukan P2K3 adalah :
1. Tahap persiapan
Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh perusahaan antara lain adanya kebijakan
K3 yang dituang secara tertulis, inventarisasi calon anggota, konsultasi ke
Kandepnaker setempat. Disamping itu pemerintah juga perlu melakukan
inventarisasi perusahaan agar yang sudah memenuhi ketentuan dapat
membentuk P2K3.
2. Tahap pelaksanaan
3. Pada tahap ini perusahaan sendiri akan membentuk P2K3 dan melaporkannya
ke Kandepnaker setempat. Selanjutnya pemerintah akan menerbitkan SK
Pengesahan P2K3 dan melaksanakan pelantikan.

P2K3 merupakan suatu badan dimana keanggotaannya menurut UU memiliki
syarat antara lain :
1. Susunan P2K3 dimulai dari ketua, (wakil ketua), sekretaris dan anggota
2. Jumlah anggota untuk tenaga kerja ≥ 100 orang adalah sedikitnya 12 orang, 6
orang mewakili pengusaha / pengurus dan 6 orang mewakili tenaga kerja.
Untuk tenaga kerja yang berjumlah 50 – 100 orang maka jumlah anggota
paling sedikit 6 orang dengan perincian 3 orang mewakili pengusaha dan 3
0rang mewakili pekerja. Untuk Tenaga kerja berjumlah kurang dari 50 orang
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

53
sekretaris P2K3 adalah seorang tenaga profesional K3, yaitu Manajer K3, atau Ahli
K3.

2. 5. Kerangka Konsep








Dari kerangka konsep diatas, Penulis akan melakukan penelitian terhadap
Sistem Manajemen K3 secara khusus yang dilihat dari aspek Komitmen dan
Kebijakan, Perencanaan, Penerapan, Penyuluhan, Evaluasi dan Tinjauan Ulang sejak
awal diterapkan yaitu tahun 1999 sampai dengan 2008 yang dilakukan oleh P2K3.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3. 1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu menerangkan SMK3 yang telah
dilaksanakan sebagai upaya untuk meminimalkan kecelakaan kerja di PT. Wijaya
Karya Beton Medan tahun 1999 – 2008 dengan desain penelitian cross sectional yaitu
penelitian yang mengamati subjek dengan pendekatan suatu saat.
SMK3
 Komitmen dan Kebijakan
 Perencanaan
 Penerapan
 Pengukuran dan Evaluasi
 Tinjauan Ulang

Organisasi
P2K3
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

55
> 75 % pertanyaan yang jawabannya “ya”, dikategorikan sedang bila 40% - 75% dari
seluruh pertanyaan yang jawabannya “ya”, dan dikategorikan buruk bila , 40 %
pertanyaan yang dijawab “ya”.
2. Data Sekunder
Data sekunder diperoleh dari PT. Wijaya Karya Beton bagian Teknik dan
Mutu yang meliputi profil perusahaan, jumlah tenaga kerja, struktur organisasi P2K3,
proses dan hasil produksi perusahaan, laporan kecelakaan kerja tahun 1999 – 2008,
dokumen SMK3 tahun 1999 s/d 2008.
3. 5. Pengolahan dan Analisa Data
Data yang telah dikumpulkan, diolah dengan komputer dengan menggunakan
program SPSS versi 10. Data univariate dianalisa secara deskriptif dan disajikan
dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Data sekunder disajikan secara narasi dan
dianalisa berdasarkan ketentuan yang berlaku.



3. 6. Defenisi Operasional
1. SMK3 adalah : suatu sistem K3 di perusahaan yang melibatkan unsur
manajemen, tenaga kerja dan lingkungan kerja untuk mengurangi kecelakaan
kerja atau penyakit akibat kerja di PT Wijaya Karya Beton.
2. Komitmen / kebijakan K3 adalah : tekad, keinginan dan pernyataan tertulis
pengusaha atau pengurus dalam pelaksanaan K3 di PT Wijaya Karya Beton.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

57
perusahaan-perusahaan asing di Indonesia maka Vis & Co berubah menjadi
Perusahaan Negara (PN) dengan nama Wijaya Karya.
Pada tahun 1967, PN Wijaya Karya mulai melakukan diversifikasi usaha yang
diawali dengan usaha perdagangan dan jasa konstruksi. Usaha perdagangan meliputi
perdagangan material dan peralatan industri konstruksi seperti material-material
peralatan listrik, jaringan transmisi dan sebagainya. Memasuki tahun 1970, langkah-
langkah diversifikasi usaha lebih dikembangkan lagi dengan pembuatan-pembuatan
komponen bangunan beton pracetak, metal work dan peralatan kelistrikan. Dari
pengembangan usaha ini, PN Wijaya Karya sudah termasuk dalam jajaran kontraktor
besar di Indonesia yang mampu mengerjakan berbagai konstruksi.
Dengan adanya kebijaksanaan pemerintah tentang swastanisasi maka status
Wijaya Karya berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada tanggal 20 Desember
1972.
Memasuki tahun 1980, PT WIKA mengembangkan industri beton pracetak.
Industri ini tumbuh dengan pesat dan saat ini PT. WIKA juga dikenal sebagai
produsen tiang listrik dan tiang pancang beton sentrifugal terbesar di Indonesia
dengan pabrik-pabrik yang tersebar di beberapa kota besar yaitu di Sumatera Utara,
Lampung, Bogor, Majalengka, Boyolali, Pasuruan, dan Makasar.
Pada tanggal 30 Maret 1989, didirikan PT WIKA Divisi Produk Beton
Sumatera Utara di Padang Sidempuan, berdasarkan akte pendirian No. SK.
01.01/04.136/1990, dengan kontrak penyelesaian 32.000 batang tiang listrik beton
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

59
3. Plant III memproduksi Bantalan Jalan Rel (BJR) dengan pekerja 22 orang tiap
shift.
4. Plant IV memproduksi CCSP, sheet piles dan I girders dengan pekerja 25
orang tiap shift.
5. Plant V memproduksi Tiang pancang segi tiga dan U girders dengan pekerja
18 orang tiap shift.
4. 1. 2 Hasil dan Proses Produksi
PT WIKA BETON saat ini menghasilkan produk komponen beton pra cetak
yaitu tiang pancang bulat dan tiang pancang segi tiga (60 – 70 batang / hari), bantalan
jalan rel (500 batang / hari), CCSP (Corrugated Concret Sheet Piles) untuk tahanan
tanah tepi pantai (20 buah / hari), I Girders untuk jembatan laying (3 balok / hari), U
girders untuk jembatan(3-4 balok / hari), sheet piles (20 buah / hari), dan tiang listrik
(60 buah / hari).
Pada prinsipnya proses produksi seluruh produk beton sama yaitu :
1. Persiapan Tulangan
Pada proses ini dipersiapkan rangka produk yang terdiri dari plat sambung,
PC- wire dan kawat spiral. Pekerjaan ini dilakukan di work shop.



2. Pembuatan Adukan Beton
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

61
Kecepatan spinning pada tahap ini 500 rpm. Bertujuan untuk membentuk
beton sesuai cetakan.
3) Tahap III : Pemadatan
Kecepatan spinning ditambah guna memadatkan beton. Proses ini
dilakukan selama 15 menit.
8. Penguapan
Cetakan berisi beton dimasukkan ke dalam bak uap lalu ditutup selama 3,5
jam dengan suhu 70 – 80
0
C. Proses ini bertujuan untuk mempercepat
matangnya beton. Uap dihasilkan oleh boiler.
9. Pengeluaran Produk dari Cetakan
Sebelum cetakan dibuka dilakukan detension (pengendoran gaya tegangan)
untuk mempermudah membuka produk. Kemudian produk dirapikan dan
diberi tanda.
10. Penumpukan Produk di Stock yard
Disini produk jadi ditumpuk dilapangan terbuka dan dirawat dengan
menyiramkan air, untuk kemudian diantar ke pelanggan (delivery).
4. 1. 3. Waktu Kerja
Waktu kerja di PT WIKA BETON terdiri dari dua shift kerja yaitu:
1. Shift I : 08.00 – 17.00. dimana 8 jam kerja dan 1 jam istirahat.
2. Shift II : 20.00 – 04.00, dimana 8 jam kerja dan 1 jam istirahat.


S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

63
Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. Wijaya Karya Beton.
STRUKTUR ORGANISASI PT. WIKA BETON
































Sumber : PT. Wijaya Karya Beton Sumatera Utara




Manajer Pabrik
Seksi Produksi

• Kepala Seksi
• Asst. Kasi
• Kepala Shift
Seksi Teknik dan Mutu

• Kepala Seksi
• Staff
Seksi Perenc. & Eval. Prod

• Kepala Seksi
• Staff
Seksi Peralatan

• Kepala Seksi
• Staff
Seksi Keuangan & Personalia

• Kepala Seksi
• Staff
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

65
Gambar 4.2 Struktur Organisasi P2K3 PT. Wijaya Karya Beton Sumatera
Utara

























Dari gambar diatas terlihat jelas bahwa pengurus P2K3 merupakan perwakilan
dari seluruh unit kerja sekaligus pihak manajemen yang ada di PT WIKA BETON
SUMUT.
Adapun fungsi utama P2K3 di tingkat PPU adalah :
1. Menghimpun dan mengolah data di tempat kerja.
Ketua

Ir. A. Raya Syirwani (MPPB)
Sekretaris

Sumarsono. ST (Kasi
Teknik & Mutu)
Analisa Teknis

• Suheryanto, S.T (Kasi
Peralatan)
• Akhmad Mukharom
(Kasi Produksi)
Inspeksi

• Sumarsono, ST
• Saidi
• Muharyanto
(Unit Teknik dan Mutu)
Anggota

• Dwi Wanto, ST (Kasi P&E Produk)
• R. Dedy T.W.E, SE (Kasi
Keuangan&Personalia)
• Sutikno (Produksi)
• Basaruddin (Produksi)
• Helfanuddin (P&E Produk)
• Perdamean Srg (Peralatan)
• Subrojo Dasin (Peralatan)
• Prawoto (Peralatan)
• Rahmad. R (Keuangan &Personalia)
• Ngadiran (Produksi)

S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

67
5. Menbuat laporan kegiatan penerapan SMK3 kepada unit kerja lain baik internal
maupun eksternal.
Dalam tahap pelaksanaan kegiatan P2K3 ditentukan sasaran yang ingin
dicapai dengan membuat perencanaan dan program kerja yang terarah dan bersifat
kontiniu seperti pendidikan dan pelatihan, sidang-sidang, pengawasan, melakukan
evaluasi dan analisa kecelakaan.
4. 2. 1 Komitmen dan Kebijakan
Ditahun 1999, perusahaan sudah mulai membangun komitmen K3 dengan
melibatkan seluruh karyawan, staf serta pihak manajemen. Komitmen manajemen
juga sudah cukup tinggi dengan telah disusunnya kebijakan K3 mulai dari tingkat
koorporasi sampai dengan anak perusahaan. Ditahun 1999 ini juga sudah dibentuk
P2K3 namun belum memiliki Ahli K3 tapi sudah mengirimkan sekretaris P2K3 untuk
mengikuti pelatihan menjadi Ahli K3.
Pada tahun 2000 dilakukan revisi yang menambahkan satu poin baru pada
dokumen Sasaran K3 sehingga menjadi :
SASARAN K3
PT WIJAYA KARYA BETON
1. Jumlah Kecelakaan Kerja Berat yang berakibat meninggalnya karyawan
per pabrik produk beton dalam setahun adalah 0 (nol) kejadian.
2. Jumlah Kecelakaan Kerja Sedang per pabrik produk beton dalam setahun
tidak lebih dari 1 (satu) kali kejadian dengan jam kerja yang hilang sebanyak-
banyaknya 56 jam kerja orang (man-hours)
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

69
• Menerapkan sistem manajemen dan teknologi yang dapat memacu
peningkatan efisiensi, konsistensi mutu, keselamatan dan kesehatan kerja
yang berwawasan lingkungan.
• Tumbuh dan berkembang bersama mitra kerja secara sehat dan
berkesinambungan.
• Mengembangkan kompetensi dan kesejahteraan pegawai.
KEBIJAKAN STRATEGIS PERUSAHAAN
1. Perusahaan tumbuh dan berkembang sesuai dengan keinginan pemegang
saham berdasarkan asas-asas transparansi, keadilan, akuntabilitas,
pertanggungjawaban dan kemandirian.
2. Perusahaan mengutamakan pemenuhan persyaratan dan kepuasan pelanggan
dengan selalu meningkatkan mutu atas setiap hasil kerjanya.
3. Kerja sama dengan mitra kerja dilakukan dengan cara yang sehat dan saling
menguntungkan.
4. Profesionalisme menjadi landasan utama dalam pengelolaan sumber daya
manusia.
5. Perusahaan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta
pertimbangan dampak lingkungan dalam setiap kegiatan operasi.
Untuk merealisasikan tujuan tersebut, perusahaan merumuskan dan
menetapkan kebijakan K3 yang berlaku di seluruh unit kerja PT. WIKA BETON.
Kebijakan K3 tersebut diatas dikomunikasikan kepada seluruh karyawan, tamu, sub
kontraktor, pelanggan dan pemasok dengan cara yang tepat sesuai dengan situasi
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

71
pelaksanaanya, kegiatan perencanaan dan perencanaan ulang hanya terbatas pada
perancangan ulang dan modifikasi produk.
Prosedur K3 serta instruksi kerja K3 yang dibuat dengan mempertimbangkan
identifikasi bahaya dan pengendalian resiko telah mengalami beberapa kali revisi
yaitu :
1. Mei 2002, tentang penggabungan nomor dokumen dan perubahan pembuat
dokumen.
2. Oktober 2004, tentang penambahan tujuan, ruang lingkup, ketentuan umum
dan tanggung jawab serta perubahan nomor dokumen.
3. Desember 2006, tentang penambahan identifikasi bahaya pada proses
pemindahan tulangan tiang pancang dan sheet piles dari workshop tulangan ke
jalur produksi.
Dikarenakan dokumen instruksi kerja dan prosedur kerja bersifat sangat
rahasia, maka tidak diperoleh gambaran asli dari kedua dokumen tersebut, namun dari
sejarah perubahan yang diperoleh dapat diketahui bahwa dalam perencanaannya telah
mempertimbangkan identifikasi bahaya dan pengendalian resiko pada proses
produksi.
Perusahaan sudah memiliki prosedur untuk memahami, mengidentifikasi
peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan K3. Sekretaris
P2K3 aktif dalam mengidentifikasi, menginventarisasi dan memahami peraturan
perundangan, persyaratan serta informasi yang berkaitan dengan K3. Sebagai sarana
penyebarluasan kepada tenaga kerja lain biasanya digunakan papan pengumuman
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

73
• Tingkat Pelaksana Pengelola Usaha dikoordinasikan oleh seksi keuangan
dan personalia PPU.
3. Pelatihan disesuaikan dengan tingkat kemampuan, keahlian dan kepentingannya.
4. Pelatihan dilakukan oleh orang atau badan yang berkompeten dengan fasilitas dan
sumber daya yang memadai.
5. Semua catatan hasil pelatihan didokumentasikan dan disimpan.
6. Evaluasi dilakukan pada setiap sesi pelatihan untuk perbaikan dan peningkatan
pelatihan selanjutnya.
7. Program pelatihan ditinjau ulang secara berkala agar senantiasa relevan dan
efektif.
Pelatihan bagi Tim Manajemen ( Manajer Biro/Manajer PPU, Kepala seksi
dan pejabat setingkat) diberikan agar dapat berperan dalam program K3 perusahaan
dan memahami kewajiban hukum dan prinsip-prinsip serta pelaksanaan K3. Tim
Manajemen mendapat pelatihan yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab
mereka.
PT WIKA BETON memiliki prosedur yang mengharuskan semua tenaga
kerja baik yang lama, baru ataupun baru pindah mendapatkan penjelasan tentang
kebijakan K3 dan pelatihan sesuai dengan jenis pekerjaannya. Pelatihan dapat
diselenggarakan kembali bila terjadi perubahan metode dan sarana kerja dan bila
diperlukan dapat diberikan pelatihan penyegaran untuk semua tenaga kerja secara
berkala.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

75
Pada awal penerapan SMK3 di PT Wijaya Karya Beton (1999-2002), Sistem
Manajemen K3 merupakan Sistem Manajemen utama yang diimplementasikan PT
WIKA BETON dan terpisah dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Sejak
tangga1 1 Juli 2002, uraian penerapan SMK3 diintegrasikan dengan prosedur mutu
sebagai satu kesatuan dengan Sistem Manajemen Mutu.(Dok. WB-SMK3-PM-0002)
3. Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat
Tanggung jawab dan tanggung gugat terhadap K3 bertumpu pada manajemen
tertinggi yaitu Direktur Utama. Manajer PPB dan WP diberikan otonomi yang cukup
untuk mengatur PPU masing-masing secara efektif guna memenuhi persyaratan K3.
Tanggung jawab dan tanggung gugat ini terdokumentasi dengan jelas pada
dokumen berjudul “implementasi SMK3 di PT Wijaya Karya Beton” dan belum
pernah di revisi.
Pengurus hanya mengkomunikasikan tentang tanggung jawab dan tanggung
gugat K3 ini pada saaat pelatihan dan tidak meletakkannya di papan pengumuman.
Perusahaan juga hanya menjelaskan tentang hubungan pelaporan untuk semua
tingkatan manajemen kepada Pengurus P2k3, Kontraktor, Sub Kontraktor, dan
Pengunjung yang meminta saja dan tidak kepada seluruh tanaga kerja.
b. Kegiatan Pendukung
1. Komunikasi dan Informasi
Pada tahun 1999 – 2005, Rapat P2K3 dilakukan 3 bulan sekali, sejak tahun
2006 sampai sekarang rapat P2K3 diadakan sebulan sekali dan penyebarannya
dilakukan kepada seluruh karyawan melalui media komunikasi internal seperti papan
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

77
Pada tahun 1999 – 2002, Sistem Manajemen K3 terpisah dari Sistem
Manajemen Mutu sehingga pendokumentasiannyapun dipisahkan. SMK3 di
dokumentasikan dalam 3 bagian yaitu:
a. Pedoman K3 : dokumen yang berisi kebijakan K3 perusahaan, sasaran K3 dan
ringkasan dari prosedur-prosedur yang disusun agar sasaran K3 dapat dicapai.
b. Prosedur K3 : Berisi semua prosedur terdokumentasi yang sesuai dengan
pernyataan kebijakan yang ada dalam pedoman K3.
c. Dokumen Pendukung K3 : adalah dokumen operasional yang mendukung
terlaksananya proses-proses K3 seperti yang diatur dalam prosedur K3 termasuk
didalamnya instruksi kerja K3, formulir-formulir, gambar-gambar teknik dan
sebagainya.
Saat ini Sistem Manajemen K3 PT. WIKA BETON secara keseluruhan
didokumentasikan dalam pedoman SMK3 yang disusun secara rinci. Uraian
penerapan SMK3 diintegrasikan dengan prosedur mutu sebagai satu kesatuan dengan
Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000, sedangkan penerapan SMK3 secara praktis
di lapangan, proyek maupun Pabrik Produk Beton disusun dalam instruksi kerja K3.
Dokumen-dokumen tersebut disusun dan dikategorikan dalam 3 tingkat
sebagai berikut :
Tingkat I : Pedoman SMK3 yang merupakan garis besar ketentuan SMK3
Tingkat II : Prosedur SMK3 yang diuraikan dan melekat dalam dokumen prosedur
mutu ISO 9001:2000.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

79
f. Semua dokumen termasuk K3 mempunyai identifikasi status, wewenang, tanggal
penerbitan/revisi/amandemen.
g. Penerimaan distribusi dokumen tercantum dalam dokumen tersebut.
h. Dokumen K3 edisi terbaru disimpan secara sistematis.
i. Dokumen K3 yang sudah tidak berlaku ditarik untuk dimusnahkan atau disimpan
sebagai dokumen pasif.
Distribusi dokumen berjalan dengan baik tetapi sampai kini masih ada
dokumen yang ditarik belum di “cap”.
c. Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Resiko.
PT WIKA BETON telah melakukan identifikasi bahaya, penilaian dan
pengendalian resiko untuk proses produksi tiang pacang, BJR dan produk lainnya.
Sejak awal penerapan hingga saat ini terus dilakukan perbaikan dalam hal identifikasi
bahaya dan sering menjadi temuan dalam audit SMK3 internal maupun eksternal. Hal
ini dikarenakan adanya perubahan dan peningkatan sarana produksi, fasilitas kerja
dan bahan baku produksi sehingga potensi bahaya yang ada ikut berkembang.
Proses identifikasi ini dilakukan oleh petugas yang berpengalaman dan
berkompeten dibidangnya. Selain itu banyak mendapat masukan dari pekerja, pihak
luar yang diajak kerja sama untuk mengidentifikasi seperti hyperkes dan dari temuan
audit.
Adapun contoh formulir identifikasi bahaya, penilaian dan pengendalian
resiko untuk tiang pancang terlampir.

1. Perancangan (Desain) dan Rekayasa.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

81
Aspek aspek K3 yang perlu ditinjau dan diverifikasi pada desain produk
adalah :
a. Kehandalan produksi produk, keamanan bahan dan kesesuaian persyaratan.
b. Keamanan penggunaan produk dan pengoperasian proses produksinya.
c. Pengujian terhadap ketahanan dan kekuatan produk.
d. Keamanan dan kehandalan sistem produksi terhadap K3
e. Semua perubahan dan modifikasi desain yang berpengaruh terhadap K3 harus
ditandai, direkam dan diverifikasi untuk disetujui oleh yang berkompeten.
2. Tinjauan Ulang Kontrak
Semua kontrak, pesanan, dan perjanjian jual beli dengan pelanggan, sebelum
disepakati harus dilakukan peninjauan dari aspek-aspek K3. sesuai dengan tanggung
jawab dan wewenangnya, maka fungsi yang berhak melakukan tinjaulan kontrak
aspek K3 adalah penanggung jawab fungsi teknik, fungsi perencanaan dan evaluasi
produk, fungsi pengadaan dan fungsi mutu. Rincian tanggung jawab tercantum pada
uraian jabatan masing-masing.
Aspek-aspek K3 pada kontrak yang perlu ditinjau
a. Identifikasi potensi bahaya dan resiko yang mungkin terjadi pada proses produksi
atau tempat kerja.
b. Pemenuhan persyaratan K3 pada bahan baku dan produk jadi, penyimpanan
produk di stock yard, proses pemakaian bahan-bahan produksi, pemeliharaan
bahan dan produk jadi, proses transportasi penyerahan produk, dan proses
pemasangan instalasi (bila tercantum dalam kontrak).
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

83
Perusahaan juga telah melakukan penilaian terhadap pemasok dan kontraktor
yaitu penyediaan tenaga kerja harian dari mandor, telah dimasukkan pada kontrak
kerja antara manajer dan mandor.
4. Prosedur Menghadapi Keadaan Darurat, Bencana dan Insiden.
Prosedur menghadapi keadaan darurat ditetapkan sejak tahun 1999 dimana
saat itu mengatur tata cara menghadapi darurat kebakaran, kecelakaan, dan
peledakan. Lalu mulai tahun 2005 sampai kini jenis-jenis keadaan darurat di PT
WIKA BETON terdiri dari :
a. Kebakaran / Peledakan
b. Gempa Bumi
c. Huru Hara
d. Banjir / Saluran Limbah Meluap
Penanganan Keadaan Darurat dilakukan oleh petugas yang ditunjuk dan
ditugaskan secara resmi disebut Petugas Keadaan Darurat (PKD) yang memiliki
kemampuan dalam bidang penanganan keadaan darurat.
Di areal jalur / plant diletakkan arah evakuasi bila terjadi keadaan darurat.
Selain itu alat pemadam kebakaran diletakkan di daerah dengan resiko tinggi terjadi
kebakaran seperti pada ruang boiler dan ruang genset, terdapat dua tangki besar
biofuel dan solar. Alat pemadam kebakaran yang disediakan disana adalah Alat
Pemadam Api Ringan (APAR) berkapasitas 6 Kg.
Simulasi penerapan keadaan darurat diadakan satu tahun sekali, biasanya
dilakukan di pertengahan tahun.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

85
ditahun itu belum dilakukan pemantauan dan pengukuran belum meliputi faktor
biologis dan kimia.
Mulai tahun 2002 pemantauan lingkungan kerja dilakukan secara reguler
setiap tahun dan dari hasil pengukuran yang didapat kemudian ditindak lanjuti.
Ditahun 2005, pengukuran lingkungan kerja yang dilakukan oleh Lembaga
Hyperkes tiap 3 tahun sekali meliputi pengukuran kebisingan, penerangan, aspek
kimiawi. Pengukuran kesehatan karyawan dilakukan oleh klinik setiap 2 tahun.
Hingga kini masih dilakukan pemantauan lingkungan kerja oleh P2K3.
Adapun hasil pengukuran yang diperoleh mengenai kondisi tempat kerja di PT
Wijaya Karya Beton (hasil pengukuran tahun 2008) adalah :
1. Faktor Fisik
• Kebisingan : Rata-rata kebisingan di plant I – V adalah 97 dBA selama proses
produksi. Pengendalian yang dilakukan adalah menyediakan APD ear plug
dan mengharuskan pekerja menggunakannya. Namun pada prakteknya masih
banyak pekerja yang tidak menggunakannya dengan alasan ketidaknyamanan.
• Debu : Kadar debu di kelima plant adalah, plant 0,838 mg/m
3
(Plant 1-3) dan
0,546 mg/m
3
(plant 4-5).
2. Faktor Kimia
• NH
3
: Rata-rata kadarnya di tempat kerja adalah 0,90840 mg/m
3

• CO : Rata-rata kadarnya di tempat kerja adalah 0,00704 mg/m
3

• H
2
S : Rata-rata kadarnya di tempat kerja adalah 0,00001 mg/m
3

• NO
2
: Rata-rata kadarnya di tempat kerja adalah 0,00117 mg/m
3

S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

87

Medan, 10 Maret 2008
Mengetahui Diperiksa Dibuat

Manajer Pabrik Sekretaris P2K3 Inspektor
Adapun hasil dari pemantauan kesehatan karyawan tahun 2008 diperoleh :
Tabel 4.2 Analisa Kesehatan Tahun 2008, Persentase Penyakit Akibat Kerja
N
o
Penyakit Akibat Kerja Tempat Jumlah
PAK Karyawan %
1 Pendengaran Terganggu Plant III 1 299 0.335 %
2 Kulit gatal-gatal Gudang 1 299 0.335 %
3 Mata teradiasi sinar komputer - 0 299 0.000 %
4 Mata teradiasi sinar kawat las - 0 299 0.000 %
5 Gangguan pada paru/ saluran pernapasan - 0 299 0.000 %
Total 2 299 0.670 %

Untuk pemantauan kesehatan karyawan, Perusahaan bekerja sama dengan
sebuah klinik swasta, namun sampai kini perusahaan belum memiliki salinan yang
menyatakan bahwa klinik yang melakukan pemeriksaan kesehatan telah mendapatkan
pengukuhan sebagai dokter pekerja.

2. Inspeksi K3
Sejak awal penerapan SMK3, PT WIKA BETON talah memiliki prosedur
inspeksi K3 dengan petugas inspektor yang berpengalaman dan telah mengikuti
pelatihan di bidang K3 baik internal maupun eksternal. Inspektor K3 yang bertugas
saat ini juga telah beberapa kali melakukan studi banding K3 ke perusahaan yang
memiliki penerapan SMK3 yang baik seperti ke Pabrik Produk Beton daerah lain atau
pabrik lain yang direkomendasikan.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

89
Gambar 4.4 Prosedur Penanganan Tindak Lanjut Hasil Inspeksi




Ya Ya


Tidak

Tidak




Tidak

Ya

3. Audit SMK3
Sejak tahun 1999 perusahaan telah melakukan audit SMK3 internal dengan
baik. Sepanjang tahun 1999 – 2004 audit internal dilakukan sekali dalam setahun.
Mulai tahun 2005 sampai saat ini, audit internal dilakukan tiap 6 bulan dan dilakukan
terpisah dengan audit internal lainnya, namun sejak tahun 2002 audit internal ini
dilakukan secara bersamaan dengan Audit Mutu Internal (AMI) dan audit peralatan.
Inspeksi
Temuan Inspeksi
Tindak
Lanjut
Langsung
Safety Meeting
Tindak Lanjut
Safety Meeting
Verifikasi
Stop/
Close
Verifikasi
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

91

Keterangan tabel :
AK3-I : Audit K3 Internal yang dilakukan oleh PT WIKA BETON.
Diagno Ass SMK3 : Diagnosis Assesment SMK3, lebih diprioritaskan kepada
dokumentasi SMK3.
A. Sucof : Audit eksternal SMK3 yang dilakukan oleh Sucofindo

Gambar 4.5 Grafik Pencapaian Nilai Audit SMK3 PT WIKA BETON SUMUT
1999-2008
Pencapaian Nilai Audit SMK3 PPB SUMUT
74
91
95 94.97
91.57
76
96 96
92.77
90.4
93.98
90.96
89.16
94 93.4
92.17
85.15
93.7
90.26 90
93.8
96.92
0
20
40
60
80
100
120
A
.
K
3
-
I
D
i
a
g
n
o

A
s
s

S
M
K
3
A
u
d
i
t

S
u
c
o
f
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
D
i
a
g
n
o

A
s
s

S
M
K
3
A
u
d
i
t

S
u
c
o
f
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
D
i
a
g
n
o

A
s
s

S
M
K
3
A
u
d
i
t

S
u
c
o
f
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
A
.
K
3
-
I
D
i
a
g
n
o

A
s
s

S
M
K
3
A
u
d
i
t

S
u
c
o
f
1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008

Keterangan gambar :
AK3-I : Audit K3 Internal yang dilakukan oleh PT WIKA BETON.
Diagno Ass SMK3 :Diagnosis Assesment SMK3, lebih diprioritaskan kepada
dokumentasi SMK3.
A. Sucof : Audit eksternal SMK3 yang dilakukan oleh Sucofindo.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

93
dilakukan adalah memasak
minyak cetak yaitu
campuran antara minyak
sawit dan minyak solar.
• APD yang digunakan
adalah : helm, sepatu,
sarung tangan dan masker.

dokter spesialis
kulit tersebut.
• Menjaga kebersihan
tubuh dan kulit
• Mematuhi
pemakaian APD
yang diwajibkan.
/08

Rencana Tindakan Perbaikan dibuat sebagai program tahunan namun terus
dievaluasi dan ditinjau ulang setiap rapat P2K3 yaitu sebulan sekali.
Adapun hasil pemeriksaan Audiometri di PT. WIKA BETON SUMUT adalah :
Tabel 4.5 Hasil Pemeriksaan Audiometri Tenaga Kerja di PT WIKA BETON
SUMUT Tahun 2008
No Nama Bagian Usia
L/P
Masa
Kerja
(Thn
)
Telinga Kanan
(Hz)
Telinga Kiri
(Hz)
Diag
nosa
50
0
1.0
00
2.0
00
4.0
00
8.0
00
50
0
1.0
00
2.00
0
4.0
00
8.0
00
1 Rahmadi Produksi 38/L 9 20 10 15 15 15 20 10 15 25 20 N
2 Alex Samzaidi TM 36/L 15 20 15 15 10 10 20 10 15 20 10 N
3 Karjono Operator 39/L 9 20 10 15 25 10 10 15 15 20 15 N
4 Hafisol Yandi Produksi 32/L 18 15 20 20 10 10 20 10 20 25 20 N
5 Dudi Junaedi Produksi 39/L 9 15 15 15 25 15 10 20 15 10 10 N
6 Irwan Produksi 41/L 18 15 15 20 25 15 15 20 20 25 20 N
7 Tugino Produksi 37/L 15 10 10 5 5 5 10 10 5 5 5 T
8 Dufan Oberto Peralatan 23/L 2 20 25 25 25 20 30 20 20 25 20 N
9 Sayutomo Operator 40/L 12 15 15 15 30 20 20 20 15 45 20 N
10 Rumadi Operator 40/L 15 30 15 15 25 25 35 20 30 35 50 N

Dari hasil pemeriksaan diperoleh bahwa dari 10 tenaga kerja yang melakukan
pemeriksaan Audiometri dengan alat Audiometer terdapat seorang pekerja yang
mengalami masalah turunnya pendengaran (T), yaitu pada gelombang suara 2000 Hz,
4000 Hz, dan 8000 Hz.
4. 2. 5 Tinjauan Ulang
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

95
1. Pemahaman terhadap kebijakan K3
2. Hasil pelaksanaan dan inspeksi K3 secara umum.
3. Hasil audit internal / eksternal SMK3.
4. Tingkat terjadinya kecelakaan dan usaha-usaha pencegahan.
5. Rekomendasi perbaikan SMK3 bila dipandang perlu.
Kinerja penerapan SMK3 akan dilaporkan dalam laporan tahunan perusahaan.

4.3 Gambaran Hasil Penelitian dengan Kuesioner di PT WIKA BETON
SUMUT
4.3.1. Umur
Tabel 4.6 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di PT WIKA BETON
SUMUT Tahun 2008

No Kelompok Umur (tahun) Frekuensi Persentase (%)
1 36 – 37 2 12.5
2 38 – 39 6 37.5
3 40 – 41 4 25
4 42 – 43 2 12.5
5 44 – 45 2 12.5
Jumlah 16 100

Dari tabel 4.5 diatas dapat dilihat bahwa responden terbanyak berada pada
kelompok umur 38 – 39 tahun yaitu 6 orang (37.5 %), sedangkan kelompok umur
42 – 43, 44 – 45 dan 36 – 37 sama jumlahnya yaitu masing-masing 2 orang (12.5 %).


4.3.2 Tingkat Pendidikan
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

97
Tabel 4.9 Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Perencanaan di PT
WIKA BETON SUMUT tahun 2008
Kategori Pelaksanaan
Perencanaan K3

Jumlah
Frekuensi Persentase (%)
Baik 12 75
Sedang 4 25
Jumlah 16 100

Dari tabel 4.10 diatas dapat dilihat bahwa 12 orang (75 %) responden
menyatakan bahwa pelaksanaan perencanaan K3 berada pada kategori baik,
sedangkan 4 orang (25 %) menyatakan perencanaan K3 sedang.
Tabel 4.10 Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Tinjauan Ulang di
PT WIKA BETON SUMUT tahun 2008.
Kategori Pelaksanaan
Tinjauan Ulang SMK3

Jumlah
Frekuensi Persentase (%)
Baik 13 81.3
Sedang 3 18.8
Jumlah 16 100

Berdasarkan tabel 4.13 diatas, diketahui bahwa 13 orang (81.3 %) responden
menyatakan pelaksanaan tinjauan ulang SMK3 baik sedangkan 3 orang (18.8 %)
menyatakan pelaksanaan tinjauan ulang SMK3 dikategorikan sedang.





BAB V
PEMBAHASAN

S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

99
harus selalu bersih dan rapi dan point 6 yang menyatakan alat-alat makan
setelah dipakai harus dibersihkan dengan sabun dan air panas lalu
dikeringkan.
Pemakaian gelas bersama oleh karyawan dapat mempermudah
penyebaran penyakit antar karyawan. Perusahaan harus menyediakan
gelas sesuai dengan jumlah karyawan agar karyawan memiliki gelas
masing-masing. Setelah itu perlu adanya pengawasan dan pemantauan
penggunaan gelas dan mensosialisasikan peraturan tersebut. Masalah ini
merupakan masalah kebiasaan karyawan yang biasanya sulit diubah,
dengan peringatan dan motivasi secara terus menerus, karyawan pasti
akan memiliki kesadaran tentang pola hidup bersih dan sehat yang
diterapkan setiap hari.
2. Evaluasi setiap sesi pelatihan telah dilaksanakan mencakup evaluasi peserta dan
penyelenggara pelatihan. Evaluasi program pelatihan belum dilaksanakan secara
keseluruhan yang mencakup anggaran biaya dan realisasinya.
Sesuai dengan PERMENAKER No. 05/MEN/1996 Lampiran 1 point
3.1.5 tentang pelatihan dan kompetensi kerja menyatakan bahwa prosedur
pendokumentasian pelatihan yang telah dilaksanakan dan dievaluasi
efektifitasnya harus diterapkan. Oleh sebab itu evaluasi yang dilakukan
harus secara menyeluruh, bukan hanya mengevaluasi peserta dan
penyelenggara saja.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

101
4. Perusahaan telah melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan, namun
perusahaan atau dokter yang diberi tugas untuk pemeriksaan kesehatan belum
memberikan analisa atas hasil pemeriksaan kesehatan untuk indikasi adanya
penyakit akibat kerja. Contohnya pada hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan
seorang dari pegawai di bagian spinning mengalami masalah pendengaran.
Berdasarkan PERMENAKER No. 02/MEN/180 Pasal 2 menyebutkan
bahwa setiap perusahaan harus melakukan pemeriksaan kesehatan berkala
bagi tenaga kerja sekurang-kurangnya setahun sekali yang meliputi
kesehatan fisik lengkap. Dalam hal ditemukan kelainan-kelainan atau
gangguan-gangguan kesehatan pada tenaga kerja pada pemeriksaan
berkala, pengurus wajib melaksanakan tindak lanjut untuk memperbaiki
kelainan-kelainan tersebut dan sebab-sebabnya untuk menjamin
terselenggaranya Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Analisa terhadap hasil pemeriksaan adalah salah satu bentuk tindak lanjut
dari penemuan gangguan kesehatan, sehingga dari hasil analisa tersebut
dapat dilakukan tindak lanjut berikutnya untuk mengatasi sumber masalah
seperti tinjauan ulang tempat kerja, keefektifan APD atau lainnya.
Perusahaan telah melakukan analisa terhadap hasil pemeriksaan audiometri
yang dilakukan pada orang-orang yang berpotensi tinggi terkena dampak
lingkungan kerja yang bising, yaitu tenaga kerja yang bekerja disekitar
mesin spinning yang merupakan sumber kebisingan.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

103
Perusahaan juga memperhatikan dan menganjurkan tenaga kerja untuk
menjaga kebersihan tubuh dan kulit, dengan begitu derajat kesehatan
tenaga kerja dapat senantiasa terjaga.
5. pada ruang boiler dan genset terdapat 2 tangki besar biofuel dan solar, tetapi alat
pemadam kebakaran yang tersedia hanya APAR (Alat Pemadam Api Ringan)
berkapasitas 6 Kg.
Menurut Undang-Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
Bab III pasal 3 point I.b tentang syarat-syarat keselamatan kerja;
mencegah, mengurangi, dan memadamkan kebakaran.
Biofuel dan solar merupakan cairan yang mudah terbakar dan mengingat
besarnya tangki penyimpanan biofuel dan solar di daerah genset dan boiler
ini, APAR dengan kapasitas 6 Kg dirasa kurang dengan jumlah bahan
bakar yang ada. Seharusnya paling tidak disediakan Alat Pemadam Api
Beroda (APAB) dengan kapasitas 50-80 Kg.
6. Perusahaan belum memiliki salinan yang menunjukkan bahwa klinik yang
melakukan pemeriksaan kesehatan telah mendapatkan pengukuhan sebagai dokter
pemeriksa / pekerja.
Sebagaimana diatur pada PERMENAKER No. 02/MEN/1980 tentang
Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Menyelenggarakan
Keselamatan Kerja pasal 1 point d yang menyatakan bahwa dokter adalah
dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan telah memenuhi syarat sesuai
dengan peraturan PERMENAKER No. 01/MEN/1976, yang menyatakan
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

105
lainnya. Namun pada prakteknya, pengkomunikasian melalui papan
pengumuman tidak berjalan sebagaimana mestinya, seharusnya dilakukan
perbaharuan tiap 2 minggu sekali tapi sampai 2 atau 3 bulan isi papan
pengumuman tidak berganti.
Menurut PERMENAKER No. 05/MEN/1996 Lampiran I point 2.2
menyatakan bahwa pengurus harus menjelaskan peraturan perundang-
undangan dan persyaratan K3 lainnya kepada setiap tenaga kerja.
Petugas P2K3 yang ditunjuk untuk menangani distribusi informasi melalui
papan pengumuman harus lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya
sehingga tenaga kerja dapat mengetahui dan mengerti kebijakan K3
perusahaan serta peraturan perundangan dan persyaratan K3 lainnya.
Menurut ums (2001) kendala yang dirasakan oleh petugas P2K3 dalam
melaksanakan tugasnya adalah padatnya jadwal kerja, selain itu terdapat
ketumpang tindihan tugas di P2K3. Tugas sebagai P2K3 hanya dilakukan
oleh sebagian orang yang telah ahli dalam bidang K3 sedangkan sebagian
lainnya tidak memiliki tugas apapun selain menghadiri rapat P2K3.
Hal ini terjadi juga di PT WIKA BETON SUMUT. Tidak semua pengurus
P2K3 melaksanakan tugas dalam P2K3, walaupun seluruh anggota P2K3
telah mendapatkan pelatihan K3 dan SMK3 namun pelaksanaan tugas
hanya dilakukan oleh beberapa orang saja. Dari hasil wawancara terhadap
pengurus P2K3 ada yang mengakui tidak mempunyai tugas apapun selain
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

107
yang diperbolehkan adalah 10 mg/m
3
. Kadar debu di PT WIKA BETON
SUMUT berada dibawah NAB.
Faktor kimia : Berdasarkan TLV (Treshold Limit Value) menurut Surat
Edaran Menteri Tenaga Kerja No.SE-01/Menaker/1997 dan Keputusan
Menteri Tenaga Kerja No. KEP-51/MEN/1999, kadar gas yang
diperbolehkan adalah NH
3
= 17.0 mg/m
3
, CO = 29.0 mg/m
3
, H
2
S = 11.0
mg/m
3
, NO
2
= 5.6 mg/m
3
, SO
2
= 5.2 mg/m
3
. sementara kadar gas tersebut
di tempat kerja PT WIKA BETON SUMUT adalah : NH
3
= 0.90840
mg/m
3
, CO = 0.00704 mg/m
3
, H
2
S = 0.00001 mg/m
3
, NO
2
= 0.00117
mg/m
3
, SO
2
= 0.02060 mg/m
3
.
Kadar gas yang terdapat di tempat kerja PT WIKA BETON berada
dibawah Nilai Ambang Batas (NAB).
3. Hubungan pelaporan tanggung jawab dan tanggung gugat hanya dijelaskan
pada pengurus P2K3 dan pihak lain yang berkepentingan namun tidak
dijelaskan pada seluruh tenaga kerja.
Berdasarkan PERMENAKER No. 05/MEN/1996 Lampiran I point 3.1.3,
perusahaan harus menetukan, menunjukkan mendokumentasikan dan
mengkomunikasikan tanggung jawab dan tanggung gugat K3, wewenang
untuk bertindak dan menjelaskan hubungan pelaporan kesemua tingkatan
manajemen, tenaga kerja, kontraktor, sub kontraktor dan pengunjung.
Perusahaan seharusnya memberikan penjelasan tentang hubungan
pelaporan kepada seluruh tenaga kerja agar tenaga kerja mengetahui dan
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

109
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan komitmen dan kebijakan
tim manajemen terhadap K3 baik.
Menurut Bennet Silalahi (1985) Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
tidak akan berarti jika pimpinan utama perusahaan tidak menetapkan kebijakannya
yang konsisten dan berlaku diseluruh perusahaan.
Berdasarkan hasil kuesioner, masih ada responden yang menjawab tidak tahu
tentang penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan K3. Untuk itu perusahaan
perlu menjelaskan tentang penilaian kinerja dan tindak lanjut K3 kepada seluruh
anggota P2K3 khusunya dan seluruh tenaga kerja pada umumnya.
5.2.3 Pelaksanaan Perencanaan SMK3
Dari hasil penelitian diketahui bahwa 12 orang responden (75 %) menyatakan
bahwa perencanaan yang dilakukan perusahaan dikategorikan baik, sedangkan ada 4
orang responden (25 %) yang hanya mengkatagorikan sedang untuk perencanaan.
Hal ini terjadi karena keempat responden tersebut banyak yang tidak
mengetahui secara rinci tentang perencanaan. Rata-rata mereka menjawab tidak tahu
karena masalah perencanaan , penetapan sasaran dan kebijakan K3 dilakukan di
tingkat pusat dan yang ikut merumuskannya adalah P2K3 tingkat pusat.
Menurut Permenaker No.05/MEN/1996 Lampiran 1 perusahaan harus
menjelaskan tentang perencanaan , tujuan dan sasaran serta kebijakan K3 perusahaan
kepada seluruh tenaga kerja khususnya anggota P2K3 karena menurut Dokumen K3
PT WIKA BETON SUMUT P2K3 berfungsi sebagai penanggung jawab dari
pelaksanaan operasional dan pengendalian keseluruhan SMK3 di perusahaan.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

111
5.2.5 Pelaksanaan Pengukuran dan evaluasi
Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (100 %) menyatakan bahwa
pelaksanaan pengukuran dan evaluasi SMK3 dikategorikan baik. Pelaksanaan
inspeksi K3 di perusahaan berjalan dengan baik, Setiap hari inspeksi untuk proses
kerja atau sarana kerja yang memiliki potensi bahaya “A” dilakukan secara random
dan seminggu sekali di inspeksi secara keseluruhan.
Audit SMK3 internal juga telah dilaksanakan secara konsiten, bahkan telah
menunjukkan peningkatan, yaitu di tahun 1999 – 2004 hanya dilakukan sekali
setahun menjadi 2 kali setahun mulai tahun 2005 sampai sekarang.
Pelaksanaan audit dan inspeksi yang konsisten ini kemungkinan adalah
penyebab baiknya hasil pencapaian perusahaan di audit eksternal sejak awal sampai
sekarang. ini telah sesuai dengan PERMENAKER No.05/MEN/1996 Lampiran1
point 4 tentang pengukuran dan evaluasi.
5.2.6 Pelaksanaan Tinjauan Ulang
Dari hasil penelitian diketahui bahwa 13 responden (81.25 %) menyatakan
pelaksanaan tinjauan ulang SMK3 baik, dan ada 3 responden (18.75 %) yang
menyatakan pelaksanaan tinjauan ulang dikategorikan sedang.
Ketiga orang yang menyatakan bahwa pelaksanaan tinjauan ulang SMK3
dikategorikan sedang dikarenakan ketidaktahuan mereka tentang proses pelaksanaan
tinjauan ulang SMK3, padahal tinjauan ulang selalu dilakukan dalam rapat P2K3.
berdasarkan hasil wawancara dengan mereka diketahui bahwa 2 diantara 3 orang
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

113
penurunan yang nyata pada kasus kecelakaan kerja, sampai mencapai angka 0 ditahun
2008 ini.
Kekurangdisiplinan anggota P2K3 dalam melaksanakan prosedur K3 bisa
menjadi penghambat penerapan SMK3, selain itu pekerja yang tidak mematuhi APD
khususnya ear plug dapat meningkatkan angka Penyakit Akibat Kerja di perusahaan.
Untuk itu, pihak perusahaan perlu melakukan sosialisasi tentang SMK3 dan
penerapan SMK3 ke tenaga kerja khususnya tenaga kerja produksi. Jika pengusaha
dan tenaga kerja mempunyai komitmen yang kuat dalam melaksanakan SMK# maka
penerapan SMK3 dapat dilakukan secara optimal dan kecelakaan kerja dapat terus di
minimalkan.
Menurut pendapat Soedirman (1998) yang dikutip oleh Subroto (2002) bahwa
secara ideal, bila penerapan SMK3 benar-benar dilakukan dengan baik secara
berkelanjutan tidak hanya memberikan kenyamanan dan ketenangan tenaga kerja
dalam melakukan pekerjaannya, tetapi akan dapat menciptakan sumber daya yang
handal dan akan berdampak pada meningkatnya hasil produksi. Jika keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja terjamin, maka tenaga kerja tidak akan ogah-ogahan dalam
bekerja bahkan akan lebih bersemangat dan menghasilkan kerja yang optimal.





S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

115
• Perusahaan sudah memiliki prosedur untuk memahami, mengidentifikasi
peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan K3.



3. Penerapan
• Perusahaan memiliki prosedur yang mengharuskan semua tenaga kerja baik
yang lama, baru ataupun baru pindah mendapatkan penjelasan tentang
kebijakan K3 dan pelatihan sesuai dengan jenis pekerjaannya.
• PT WIKA BETON telah melakukan identifikasi bahaya, penilaian dan
pengendalian resiko untuk proses produksi tiang pacang, BJR dan produk
lainnya.
• Prosedur menghadapi keadaan darurat ditetapkan sejak tahun 1999 dimana
saat itu mengatur tata cara menghadapi darurat kebakaran, kecelakaan, dan
peledakan.
4. Pengukuran dan Evaluasi
• Tahun 1999, perusahaan telah melakukan pemantauan lingkungan kerja
bekerja sama dengan lembaga Hyperkes. Hasil dari pemantauan tersebut
dibahas dalam rapat P2K3 dan telah ditindaklanjuti.
• Sejak tahun 1999 SMK3, PT WIKA BETON talah memiliki prosedur inspeksi
K3 dengan petugas inspektor yang berpengalaman dan telah mengikuti
pelatihan di bidang K3 baik internal maupun eksternal.
S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

117
4. Perlunya tinjauan kembali tentang fasilitas pemadam kebakaran yang ada dan
menggantinya bila memungkinkan.
5. Perusahaan sebaiknya memastikan status klinik tersebut apakah sudah memenuhi
syarat atau tidak, dan bila ternyata belum memenuhi syarat, perusahaan dapat
melakukan tinjauan ulang kontrak dengan klinik itu.
6. Perusahaan sebaiknya menggunakan APD ear muff untuk plant III yang mampu
menurunkan kebisingan hingga 30 dBA.
7. Perusahaan sebaiknya memberikan penjelasan tentang hubungan pelaporan,
penilaian kinerja dan tindak lanjut K3 kepada seluruh anggota P2K3 khusunya
dan seluruh tenaga kerja pada umumnya.
8. perusahaan sebaiknya memberikan pengertian dan kesadaran kepada tenaga kerja
utuk selalu mengenakan APD ditempat kerjanya, selain itu pelu pengawasan
ketat dari perusahaan dalam hal pemakaian APD ini.
9. Perusahaan sebaiknya menjaga kesinambungan pelaksanaan SMK3 yang telah
ada diperusahaan sehingga senantiasa diperoleh tempat kerja yang aman, sehat
dan produktifitas dapat ditingkatkan.











S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

119

-----------,Perincian Pembayaran Jaminan Akibat Kecelakaan KerjaKantor
Cabang PT. Jamsostek (PERSERO) Se Wilayah I, Laporan Tahunan PT
Jamsostek Wilayah I Medan, Tahun 2006, 2007, 2008.

Kuswoyo. Standar Keselamatan Kerja Indonesia, 29 April 2004.
http://www.kompas.com/utama/news/0404/29/022403.htm

Muljono, EL. 1997. Peraturan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, Harvarindo, Jakarta.

Marpaung, Junita. 2005. Persepsi Tenaga Kerja Tentang SMK3 dan Pedoman
Penerapan SMK3 di PT Inalum Kuala Tanjung Tahun 2005. Skripsi
FKM USU. Medan

PK, Suma’mur. Rendahnya Pelayanan Kesehatan Kerja, 24 Juni 2008.
http://www.perdoki.or.id/prg/pageo.php/utk=24&nom=1.html

Rudiyanto, 2003. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
dan Audit SMK3. Prosiding Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan
Kerja, Yogyakarta, 20 September 2003

Sastrohadiwiryo, S. 2002. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia, PT Bumi Aksara,
Jakarta.
Soeripto, 1998. Manajemen K3 dan Penerapannya. Majalah Hiperkes dan
Keselamatan Kerja. Volume XXXI, No.3 Juli-September 1998.

Subroto, Edi. 2002. Studi Komperatif Penerapan SMK3 terhadap Kecelakaan
Kerja dan Produktifitas pada Pabrik Kelapa Sawit di Sumatera Utara
Tahun 2002. Karya Akhir Profesional, Program Pasca Sarjana USU Medan.

Sukaelan, M. 2003. Kecelakaan Kerja. Prosiding Seminar Nasional Keselamatan
dan Kesehatan Kerja, Yogyakarta, 20 September 2003.

Ums Laurenta. 2001. Pelaksanaan Organisasi P2K3 dalam upaya K3 di PT
Goodyear Sumatera Plantations Dolok Merangir Tahun 2001. Skripsi
FKM USU Medan.

Yanri, Zulmiar, Dkk. 2005. Himpunan Perundang-Undangan Kesehatan Kerja.
Lembaga ASEAN OSHNET Indonesia, Jakarta.




S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

121
3 Apakah perusahaan menyediakan anggaran, tenaga
kerja berkualitas dan sarana-sarana lain yang
diperlukan di bidang K3 ?

4 Apakah perusahaan menetapkan personil yang
jelas dalam penanganan K3 ?

5 Apakah perencanaan K3 terkoordinasi ?
6 Apakah perusahaan melakukan penilaian kinerja
dan tindak lanjut pelaksanaan K3 ?

7 Apakah perusahaan memiliki kebijakan tertulis
tentang K3 ?

8 Apakah kebijakan K3 itu dilkomunikasikan
dengan tenaga kerja ?


B PERENCANAAN
9 Apakah perencanaan dilakukan dengan
mempertimbangkan identifikasi bahaya, penilaian
dan pengendalian resiko pada kegiatan yang akan
dilakukan ?

10 Apakah pengurus menjelaskan peraturan
perundangan dan persyaratan lainnya kepada
setiap tenaga kerja ?


11 Apakah penetapan tujuan dan sasaran K3
dikonsultasikan dengan wakil tenaga kerja, ahli
K3, P2K3 dan pihak lain yang terkait ?

12 Apakah tujuan dan sasaran K3 yang ditetapkan
perusahaan ditinjau secara teratur ?

13 Apakah perusahaan menggunakan indikator
kinerja yang dapat diukur sebagai dasar penilaian
kinerja K3 dan informasi keberhasilan SMK3 ?

14 Apakah penetapan sistem pertanggungjawaban
dalam pencapaian tujuan dan sasaran sesuai
dengan fungsi dan tingkat manajemen yang
bersangkutan ?

15 Apakah ditetapkan sasaran dan jangka waktu
pencapaian tujuan dan sasaran SMK3 ?


C PENERAPAN
16 Apakah perusahaan menyediakan sumber daya
manusia, sarana dan dana yang memadai sesuai
dengan SMK3 yang akan diterapkan ?

17 Apakah dilakukan identifikasi kompetensi kerja di
setiap tingkat manajemen perusahaan dan
menyelenggarakan pelatihan yang dibutuhkan ?

S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]



Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk
Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008.
USU Repository © 2009

123
34 Apakah perusahaan memiliki prosedur
menghadapi keadaan darurat atau bencana alam ?

35 Apakah perusahaan memiliki prosedur untuk
menghadapi insiden yang meliputi penyedian
fasilitas P3K yang cukup dan perawatan lanjutan ?

36 Apakah perusahaan memiliki prosedur rencana
pemulihan keadaan gawat darurat dan pemulihan
tenaga kerja yang trauma ?


D PENGUKURAN DAN EVALUASI
37 Apakah inspeksi pengujian dan pemantauan
dilakukan oleh personil yang berpengalaman dan
punya keahlian yang cukup ?

38 Apakah peralatan dan metode pengujian yang
digunakan cukup memadai ?

39 Apakah catatan inspeksi, pengujian dan
pemantauan terpelihara dengan baik ?

40 Apakah hasil temuan dianalisa dan di tinjau ulang
?

41 Apakah pelaksanaan audit SMK3 baik internal
maupun eksternal dilakukan secara berkala ?

42 Apakah tindakan perbaikan dan pencagahan
dilaksanakan berdasarkan berdasarkan hasil
temuan ?


E TINJAUAN ULANG
43 Apakah pengurus melakukan tinjauan ulang SMK3
secara berkala ?

44 Apakah dilakukan tinjauan ulang dari evaluasi
terhadap penerapan kebijakan K3 ?

45 Apakah dilakukan tinjauan ulang terhadap tujuan,
sasaran dan kinerja K3 ?

46 Apakah dilakukan tinjauan ulang dari hasil temuan
audit SMK3 ?

47 Apakah dilakukan tinjauan ulang dari evaluasi
efektifitas penerapan SMK3 ?




Terima Kasih atas Partisipasi dan Kerjasama Saudara




S
Y
S
T
O
O
L
S

D
E
M
O
8|ank Þage has been |ntent|ona||y |nserted
here.
http:]]www.systoo|sgroup.com]

3

ABSTRAK

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA OLEH P2K3 UNTUK MEMINIMALKAN KECELAKAAN KERJA DI PT WIJAYA KARYA BETON MEDAN TAHUN 2008 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan SMK3 dalam upaya meminimalkan kecelakaan kerja di PT. Wijaya Karya Beton tahun 1999 – 2008 berdasarkan Pedoman Penerapan SMK3 Lampiran 1 PERMENAKER No. 05/MEN/1996, dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan mendeskripsikan dokumen SMK3 sejak tahun 1999 – 2008. Sampel adalah 16 orang petugas P2K3 di PT Wijaya Karya Beton Medan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perusahaan telah mulai membangun komitmen dan kebijakan K3 yang berdasarkan pada identifikasi bahaya dan penilaian resiko, serta melakukan penerapan SMK3 dengan baik sejak tahun 1999, begitu juga dengan pengukuran dan evaluasi serta tinjauan ulang oleh pihak manajemen. Tahun ini PT WIKA BETON menerapkan 97 % kriteria audit SMK3. Untuk meningkatkan pelaksanaan SMK3 agar memberikan hasil maksimal perlu sosialisasi berbagai informasi tentang SMK3 pada seluruh tenaga kerja dan dilakukan pengawasan oleh pihak manajemen atas pelaksanaan SMK3 di perusahaan.

SY

ST
Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008. USU Repository © 2009

O

O

Kata Kunci

: SMK3, P2K3.

LS

D

EM O

.

M. Ria Masniari Lubis. penulis banyak mendapatkan do’a. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalamdalamnya kepada: Universitas Sumatera Utara. Ibu Dra.S sebagai Ketua Departemen Keselamatan dan O 1. segala puji dan syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunianya yang luar biasa dan begitu melimpah sehingga skripsi ini dengan judul “Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Selama menjalani masa perkuliahan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara sampai kepada penulisan skripsi ini. USU Repository © 2009 O 2. EM O .5 KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil’alamin. Apt. 2008. bantuan. Ibu dr. dorongan.Si. selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat LS D Beton Medan Tahun 2008”. Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara SY ST sekaligus sebagai Dosen Pembimbing II serta Dosen Penguji I yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan pada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Lina Tarigan. nasehat dan bimbingan dari berbagai pihak. M.

.

Semoga skripsi ini bermanfaat bagi D O ST O SY Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. LS kekurangan baik dari isi maupun penyajiannya. Indah. 2008. Fahmi. semangat. yang telah memberikan waktu. Kepada Mas Budi Aswin. Kepada sahabat tersayang. Solly Amri Dalimunthe. Nita dan Tia yang selalu ada dalam suka ataupun duka.7 10. Ira. Lia Sabrina Dalimuthe. USU Repository © 2009 EM O Medan. 12. Rina Khairani Dalimunthe. Mhd. Lince dan lainnya serta adik dan kakak stambuk yang telah banyak membantu selama proses perkuliahan. Fikri. Akbar Dalimunthe. masih banyak semua pihak.E. Teman-teman stambuk ’02. S. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. dukungan baik moril dan materil dan kasihnya selalu penulis rasakan hingga kini. yang telah memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi ini. 13. 11. Kepada Nenek dan Abo serta Adik-Adik yang sangat penulis sayangi. Januari 2009 Penulis .

.

... 33 2......................3................4 P2K3 Sebagai Organisasi K3 .......... 05/ MEN/ 1996 ................. 33 2..... 13 2.................................. 34 SY ST BAB III 2...............4....................3 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) ........9 2.....3.................................... USU Repository © 2009 O 2...1 Jenis Penelitian . 20 2.3............3 Manfaat Penerapan SMK3 .... 2008....4 Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( P2K3 ) ...4 Faktor Penghambat dan Keberhasilan SMK3 .... 10 2. 11 2.........2 Dasar Hukum Pembentukan............... 18 2.......................4............1 Pengertian dan Tujuan P2K3 ....................4..... 16 2............2 Pertimbangan Ditetapkannya PERMENAKER No....3 Pembentukan dan Keanggotaan P2K3 ............. 10 2...........................1............ 18 2............ 36 O LS 2....................1 Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja .......................................................................................................................... 19 No.......1.................4......2 Kecelakaan Kerja ..................................1 Pengertian dan Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja ........... 37 METODOLOGI PENELITIAN…………………………………............... 05/ MEN/ 1996)......... 35 2...................5 Pedoman Penerapan SMK3 (Lampiran I PERMENAKER D EM O .........1 Pelaksanaan Audit SMK3 .......... 38 3..... Keanggotaan dan Mekanisme Kerja P2K3 .............3................................................................................ 38 Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008..............5 Kerangka Konsep ....................2 Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja .......................3............... 10 2....

.

........................................... 78 4.2 Pelaksanaan Komitmen dan Kebijakan K3 ..................... 2008........1 Penerapan SMK3 di PT WIKA BETON SUMUT ...........1 Kesimpulan.................2..2..............3 Gambaran Hasil Penelitian dengan Kuesioner di PT WIKA BETON SUMUT ............................ 79 BAB V PEMBAHASAN…………………………………………………… 81 5.................3 Pelaksanaan Perencanaan SMK3 ......................................2..............................3...... 97 O LS 5.......... 91 5.....3..........................................................4 Pelaksanaan Penerapan SMK3 ....2..2 Hasil Penelitian dengan kuesioner . 91 D EM O .................................2............... 79 4....3....................................................................3............11 4........... 93 5.................6 Pelaksanaan Tinjauan Ulang .........2 Saran................................. 91 5............................................................................................................................. 92 5......................2...... 77 4................................... 78 4............ 99 DAFTAR PUSTAKA Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.. 97 6............1 Umur ...................4 Pelaksanaan SMK3 Menurut responden .............2 Tingkat Pendidikan .5 Tinjauan Ulang ..............1 Pelaksanaan SMK3 ..............................................................................3 Masa kerja ................... 94 BAB VI SY ST LAMPIRAN 6.......... 81 5............................. USU Repository © 2009 O KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………….......2......... 79 4................. 93 5.....................................5 Pelaksanaan Pengukuran dan evaluasi ...

.

... Tabel 4.............................. 2008.........6 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di PT WIKA BETON SUMUT Tahun 2008 ............. Tabel 4......10 Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Tinjauan Ulang di PT WIKA BETON SUMUT tahun 2008 .....................................4 Prosedur Penanganan Tindak Lanjut Hasil Inspeksi ...............8 Distribusi Responden Berdasarkan Masa Kerja di PT WIKA BETON SUMUT Tahun 2008 .................9 Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Perencanaan di PT WIKA BETON SUMUT Tahun 2008 .............. Tabel 4........................................... USU Repository © 2009 EM O 79 79 80 80 Halaman 47 49 67 72 .................... Gambar 4.......................3 Jalur Komunikasi dan Tindakan Bila Terjadi Kebakaran di PT ST WIKA BETON.... D LS DAFTAR GAMBAR Gambar 4.......... Gambar 4....................... Tabel 4.............. Gambar 4...5 Grafik Pencapaian Nilai Audit SMK3 PT WIKA BETON SY Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.............................2 Struktur Organisasi P2K3 PT....... Wijaya Karya Beton .......... Gambar 4................................13 Tabel 4..... Wijaya Karya Beton Sumatera O O Utara .......................................7 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan di PT 78 WIKA BETON SUMUT Tahun 2008 .............1 Struktur Organisasi PT.....

.

(Zulmiar Sejalan dengan Undang-Undang tersebut diatas. kesehatan. 2005) D EM O . Selain itu akan terjadi pula lingkungan kerja yang kurang memenuhi syarat. 1991) Di dalam pasal 9 Undang-Undang No. 14 tahun 1969 tentang ketentuan- ketentuan pokok mengenai tenaga kerja disebutkan bahwa tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan. Masalah tersebut akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja. 2005) Untuk dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi yang tinggi. (Zulmiar Yanri. penyakit akibat kerja yang pada gilirannya dapat tercipta tenaga kerja yang sehat. kesusilaan. 2008.15 tersebut disamping memberikan kemudahan proses produksi dapat pula menambah jumlah dan ragam bahaya di tempat kerja. sejak januari 1970 telah berlaku UU No. pemeliharaan moril kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama. proses dan sifat pekerjaan yang berbahaya. serta peningkatan intensitas kerja operasional tenaga kerja. kebakaran. (Depnaker RI. setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin keselamatannya. kerusakan proses produksi. produktif serta peningkatan SY ST kesejahteraan tenaga kerja secara menyeluruh. setiap sumber produksi dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien serta terhindar dari peledakan. 1/ 1970 tentang keselamatan kerja yang mengamanatkan agar setiap tenaga kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan. sangat tergantung kepada sistem manajemen yang diterapkan dan kualitas pekerja yang Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. USU Repository © 2009 O O LS Yanri.

.

Thailand dan Filipina. Manajemen resiko menuntut tidak hanya keterlibatan pihak manajemen tetapi juga komitmen manajemen dan seluruh pihak yang terkait.wordpress.17 dimana yang menempati urutan pertama adalah Singapura. Itu berarti meskipun Indonesia Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.1 %) yang menerapkan SMK3.ronawajah. SMK3 bertujuan menciptakan sistem keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen. Hal ini mulai disadari D EM O . 2002) Pengelolaan K3 dalam pendekatan modern mulai lebih maju dengan diperhatikan karena dari data kecelakaan yang terjadi juga mengakibatkan kerugian yang cukup besar. kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman.com) Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) mendapat perhatian yang sangat penting dewasa ini karena masih tingginya angka kecelakaan kerja. (Rudiyanto. dipaparkan bahwa dari sekitar 15. hanya sekitar 317 perusahaan (2.043 perusahaan skala besar. efisien. disusul Malaysia. tenaga kerja. 2008. Dengan memperhatikan banyaknya resiko yang diperoleh perusahaan maka mulailah diterapkan manajemen resiko yang telah menerapkan pola preventif terhadap kecelakaan yang akan terjadi. (www. dan produktif. USU Repository © 2009 O ILO ( International Labour Organization ) menilai penerapan SMK3 di Indonesia O LS dan diikutkannya K3 sebagai bagian dari manajemen perusahaan. 2003) SY ST kurang memuaskan. (Sastro Hadiwiryo.

.

2008. dan bagi yang tidak menerapkannya akan diberikan sanksi. 05/ MEN/ 1996 tentang pedoman penerapan SMK3 dan parameter audit SMK3. Wijaya Karya Beton adalah perusahaan yang meproduksi beton pracetak O LS Mengingat tingginya angka kecelakaan kerja di Indonesia. Selain itu. USU Repository © 2009 O PT. PC-U girders. Tanpa disadari dengan tidak menerapkan SMK3 justru dapat memberikan kerugian yang besar baik bagi perusahaan tenaga kerja beserta keluarga dan masyarakat sekitar perusahaan. sheet piles yang digunakan dalam proses konstruksi jembatan. (Rudiyanto 2003) Soeripto (1998) mengatakan bahwa kenyataan dilapangan masih banyak pimpinan perusahaan yang melupakan tanggung jawabnya dengan tidak memasukkan K3 kedalam fungsi manajemen. maka pemerintah D EM O . Pasal 87 UU tersebut mewajibkan setiap perusahaan menerapkan SMK3 sebagai bagian dari Manajemen perusahaan. bantalan jalan rel. jalan raya serta berbagai infrastruktur lainnya. seperti tiang listrik beton. telah dikeluarkan pula PERMENAKER No. gedung.19 dengan penerapan SMK3 sudah menjadi prasyarat dalam ISO (International Organization Standardization) 9000:2000 dan CEPAA (Council on Economic Priorities Accreditiation Agency) Social Accountability. SY ST bridge girders. tiang telepon beton. dimana 119 orang diantaranya pekerja tetap dan 180 Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Perusahaan ini mempekerjakan 299 orang pekerja. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. mengeluarkan UU RI No. tiang pancang beton. Hal ini disebabkan oleh adanya pandangan bahwa penerapan K3 diperusahaan merupakan pengeluaran kedua ( investasi kedua ) yang tidak memberikan keuntungan secara langsung atau merupakan suatu kerugian belaka.

.

21 Dari hasil survei awal dan wawancara dengan salah seorang anggota P2K3 di PT. Wijaya Karya Beton diketahui bahwa selama periode penerapan SMK3 di perusahaan ini terjadi kecelakaan kerja pada tahun 1999 sebanyak 12 kasus, tahun 2000 sebanyak 11

kasus, tahun 2001 terjadi 9 kasus, tahun 2002 terjadi 9 kasus, tahun 2003 terjadi 7 kasus,

tahun 2004 terjadi 4 kasus, tahun 2005 terjadi 2 kasus, tahun 2006 terjadi 4 kasus, tahun 2007 terjadi 3 kasus dan tahun 2008 sampai bulan Oktober belum terjadi satupun kasus

kecelakaan kerja. Jenis kecelakaan kerja yang terjadi sejak tahun 1999 s/d 2007 umumnya adalah kecelakaan kerja ringan yaitu kecelakaan yang menyebabkan luka dan

memerlukan perawatan medis sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan tidak lebih dari 1 (satu) hari.

rata-rata melebihi sasaran keselamatan dan kesehatan kerja PT Wijaya Karya Beton Sumatera Utara, dimana jumlah kecelakaan kerja ringan yang ditargetkan per pabrik produk beton dalam setahun tidak lebih dari 2 kali kejadian dengan jam kerja hilang sebanyak-banyaknya 16 jam kerja/orang. Namun untuk tahun 2008, belum terjadi satupun kasus dan diharapkan dapat memperoleh Zero Accident.

SMK3 secara umum sejak awal penerapannya di tahun 1999 sampai tahun 2008 sebagai

SY

ST

upaya untuk meminimalkan kecelakaan kerja di PT Wijaya Karya Beton Medan.

Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008. USU Repository © 2009

O

Oleh sebab itu penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana gambaran penerapan

O

LS

Dari data diatas diketahui bahwa angka kecelakaan kerja dari tahun 1999 s/d 2007

D

EM O

23

1. 4 Manfaat Penelitian

1. Hasil penelitian dapat menjadi masukan kepada pihak pengambil keputusan perusahaan dalam meningkatkan derajat K3 di perusahaan.

2. Menambah pengetahuan dan wawasan bagi penulis khususnya di bidang SMK3 3. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan.

SY

ST
Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008. USU Repository © 2009

O

O

LS

D

EM O

.

Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja 3. 2. Adapun tujuan dari keselamatan kerja adalah : 1. Sumber produksi terpakai secara aman dan efisien. Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diharapkan atau disengaja atau direncanakan atau diinginkan yang berkaitan dengan hubungan kerja yakni sebagai akibat pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan yang termasuk dalam perjalanan menuju atau pulang dari tempat kerja yang mengacaukan proses yang telah diatur dari SY ST suatu aktifitas. USU Repository © 2009 O Kecelakaan kerja umumnya diakibatkan oleh berbagai faktor ( penyebab ). 2 Kecelakaan Kerja melakukan pekerjaan dengan kerugian tidak hanya korban jiwa dan materi bagi pekerja dan pengusaha tetapi juga dapat mengganggu proses produksi secara keseluruhan dan merusak lingkungan yang pada akhirnya berdampak langsung dengan masyarakat sekitar. tentang penyebab terjadinya kecelakaan kerja antara lain : Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.25 sehingga upaya pencapaian produktifitas yang semaksimalnya dari suatu perusahaan industri dapat lebih terjamin. Upaya peningkatan keselamatan kerja tidak dapat dipisahkan dengan pencegahan kecelakaan karena pencegahan kecelakaan merupakan program utama keselamatan kerja di suatu perusahaan. Teori O LS Kecelakaan kerja merupakan resiko yang dihadapi oleh setiap tenaga kerja yang D EM O . 2008. Melindungi tenaga kerja atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional 2.

.

wordpress. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. tanggung jawab. efisien dan produktif. pengorganisasi. pengkajian dan pemeliharan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman. Sekitar awal tahun 1970.27 suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberikan peluang terhadap terjadinya kecelakaan. pencapaian. pelaksanaan. penerapan. pengukuran dan tindak lanjut yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan manusia dan sumber daya yang ada.files. Oleh sebab itu dikemukakanlah konsep “Loss Control Management” dan manajemen resiko maka dimulailah pembentukan cikal bakal serta inti dari SMK3. 3 Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( SMK3 ) Manajemen adalah suatu proses kegiatan yang terdiri atas perencanaan. Sistem Manajemen adalah kegiatan manajemen yang teratur dan saling berhubungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (http://safety4abipraya. proses dan sumber daya SY ST yang dibutuhkan bagi pengembangan.com) Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 05/ MEN/ 1996 pasal 1 menyebutkan bahwa SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan meliputi struktur organisasi. sedangkan tindakan atau perbuatan maupun keadaan yang tidak aman hanya merupakan gejala atau fenomena saja. perencanaan. prosedur. USU Repository © 2009 O O LS D EM O . pelaksanaan. 2. 2008. dikemukan teori lain yang menyatakan bahwa sebab utama kecelakaan adalah ketimpangan pada sistem manajemen .

.

memantau dan mengevaluasi kinerja K3 serta melakukan tindakan perbaikan dan pencegahan. SY ST 2. 2008. Mengukur. Langkah-langkah dalam mengembangkan Sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Peraturan PerUndang-Undangan dan Standar Undangan dan standar K3 yang berlaku dalam perusahaan yang bersangkutan. Praktek pada banyak perusahaan.29 3. Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan SMK3 berkesinambungan dengan tujuan meningkatkan kinerja K3. Dari hasil identifikasi ini kemudian disusun Peraturan K3 perusahaan dan Pedoman pelaksanaan K3. peraturan keselamatan dan kesehatan kerja dicetak dalam bentuk buku saku yang selalu dibawa oleh tenaga kerja. Sebaiknya dibentuk tim untuk mendokumentasikan peraturan perUndang-Undangan dan standar dibidang K3. Menerapkan kebijakan secara efektif dengan mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai kebijakan. USU Repository © 2009 O O LS Sebelum implementasi harus diidentifikasi semua peraturan perUndang- D EM O secara . agar setiap pekerja memahami peraturan tersebut harus menjelaskan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya kepada setiap tenaga kerja. 4. 5. tujuan dan sasaran penerapan K3. Menetapkan Kebijakan K3 Perusahaan yaitu pernyataan mengenai komitmen dari organisasi untuk melaksanakan K3 yang menegaskan keterikatan perusahaan terhadap pelaksanaan K3 dengan melaksanakan Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.

.

atau pada perencanaan dan pelaksanaannya.31 Ada dua macam ukuran yang dapat digunakan yaitu ukuran yang bersifat reaktif yang didasarkan pada kejadian kecelakaan dan ukuran yang bersifat proaktif. 7. atau pada pengorganisasian. 2008. mendeteksi berbagai kelemahan yang masih ada. 3.files. 1. yang mungkin terletak pada perumusan komitmen dan kebijakan K3. Melakukan audit dan meninjau ulang secara menyeluruh. 2. manajemen dapat memeriksa sejauh mana organisasi telah melaksanakan komitmen yang telah disepakati bersama.com) SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. karena didasarkan kepada upaya dari keseluruhan sistem. USU Repository © 2009 O O LS D EM O . Pelaksanaan Audit SMK3 Dengan melaksanakan Audit K3. (http://safety4abipraya.wordpress.

33

3. Perusahaan besar atau perusahaan dengan tingkat resiko tinggi harus menerapkan sebanyak 166 kriteria. Keberhasilan penerapan SMK3 di tempat kerja diukur sebagai berikut : 1. Pencapaian penerapan 0 – 59 % pelanggaran peraturan perundangan dikenai tindakan hukum.

2. Pencapaian penerapan 60 – 84 % diberikan sertifikat dan bendera perak.

3. Pencapaian penerapan 85 – 100 % diberikan sertifikat dan bendera emas. 2. 3. 2. Pertimbangan Ditetapkannya PERMENAKER No. 05/ MEN/ 1996

1. Bahwa terjadinya kecelakaan kerja sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia dan sebagian kecil oleh faktor teknis.

2. Bahwa untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun orang lain yang berada di tempat kerja, serta sumber produksi, proses produksi dan lingkungan kerja dalam keadaan aman, maka perlu penerapan

3. Bahwa dengan penerapan SMK3 dapat mengantisipasi hambatan teknis dalam

2. 3. 3. Manfaat Penerapan SMK3

SY

ST

internasional saja tetapi juga tanggung jawab pengusaha untuk menyediakan tempat kerja yang aman bagi pekerjanya. Selain itu, penerapan SMK3 juga mempunyai banyak manfaat bagi industri antara lain :

Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008. USU Repository © 2009

O

era globalisasi perdagangan.

SMK3 bukan hanya tuntutan pemerintah, masyarakat, pasar atau dunia

O

SMK3.

LS

D

Pertimbangan ditetapkannya PERMENAKER No. 05/ MEN/ 1996 adalah :

EM O

Telah dimilikinya Safety Committee yang berperan aktif dalam pelaksanaan 8. Telah diterapkannya beberapa sistem manajemen yang mendukung penerapan SMK3.35 4. Tingginya komitmen K3 dari manajemen puncak atau perusahaan induknya. 4. Terdapatnya tuntutan dari pihak konsumen kepada perusahaan untuk 9. O K3. EM O . Kekurangsiapan perusahaan dikarenakan ketidaktahuan perusahaan untuk menerapkan SMK3. 5. 6. Melakukan studi banding. Faktor-faktor keberhasilan penerapan SMK3 antara lain : 1. 2008. Biaya audit yang dianggap memberatkan perusahaan. 3. USU Repository © 2009 O menerapkan SMK3 yang tersertifikasi. Adanya tenaga ahli di bidang K3. Frame koordinasi pelaksanaan audit dengan Departemen Teknis lain belum terwujud. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. 6. 5. Adanya upaya pembinaan mengenai SMK3 baik dari asosiasi profesi ataupun dari pembina kawasan perusahaan. berhasil menerapkan SMK3. Adanya departemen atau bagian yang khusus menangani K3. LS D 2. Terpacunya suatu perusahaan dalam sektornya karena perusahaan lain telah SY ST 10. 7. Telah diperolehnya penghargaan di bidang K3 dari institusi asing.

.

pemenuhan peraturan perundangan dan standar keselamatan dan kesehatan kerja. kerangka dan program kerja yang mencakup kegiatan perusahaan secara menyeluruh yang bersifat umum dan atau operasional. USU Repository © 2009 O Kebijakan K3 dibuat melalui proses konsultasi antara pengurus dan wakil O LS D EM O 1. 4. SY ST tenaga kerja yang kemudian harus dijelaskan dan disebarluaskan kepada semua tenaga kerja.37 Peninjauan awal kondisi keselamatan dan kesehatan kerja perusahaan saat ini dilakukan dengan : 2. c) Kebijakan K3 Kebijakan K3 adalah suatu pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh pengusaha dan atau pengurus yang memuat keseluruhan visi dan tujuan perusahaan. . Meninjau sebab dan akibat kejadian yang membahayakan. 2008. yang berkaitan dengan 6. Menilai efisiensi dan efektifitas sumber daya yang disediakan. Penilaian tingkat pengetahuan. 5. pemasok dan pelanggan. 3. Kebijakan K3 kerja bersifat dinamik dan selalu ditinjau ulang dalam rangka peningkatan kinerja K3. kompensasi dan gangguan serta hasil penilaian sebelumnya keselamatan dan kesehatan kerja. Identifikasi kondisi yang ada dibandingkan dengan ketentuan pedoman ini. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Membandingkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan perusahaan dan sektor lain yang lebih baik. komitmen dan tekad melaksanakan K3. Identifikasi sumber bahaya yang berkaitan dengan kaitan perusahaan.

.

1. 3. Penerapan Dalam mencapai tujuan K3 perusahaan harus menunjuk personal yang a) Jaminan Kemampuan SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Sumber Daya Manusia. b) Menetapkan sarana dan jangka waktu untuk pencapaian tujuan dan sasaran SMK3. Penerapan awal Sistem Manajemen K3 yang berhasil memerlukan rencana yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan serta menetapkan tujuan serta sasarannya dengan jelas. perusahaan harus menggunakan indikator kinerja yang dapat diukur sebagai dasar penilaian kinerja K3 yang sekaligus merupakan informasi mengenai keberhasilan pencapaian SMK3.39 d) Indikator Kinerja Dalam menetapkan tujuan dan sasaran kebijakan K3. LS D a) Menetapkan sistem pertanggungjawaban dalam pencapaian tujuan dan sasaran EM O . e) Perencanaan Awal dan Perencanaan Kegiatan yang Sedang Berlangsung. Sarana dan Dana Dalam penerapan SMK3 yang efektif perlu dipertimbangkan : a) Menyediakan sumber daya yang memadai sesuai dengan ukuran dan O mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan sistem yang diterapkan. 2008. yang dapat dicapai dengan : sesuai dengan fungsi dan tingkat manajemen perusahaan yang bersangkutan. USU Repository © 2009 O kebutuhan.

.

Motivasi dan Kesadaran dan dengan melibatkan tenaga kerja maupun pihak lain yang terkait di dalam SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. USU Repository © 2009 O penerapan. sehingga semua pihak merasa ikut memiliki dan merasakan hasilnya. Tenaga kerja harus memahami serta mendukung tujuan dan sasaran SMK3. 2008. 4. pengembangan dan pemeliharaan SMK3 . bilogis dan pskologis yang mungkin dapat menciderai dan melukai tenaga kerja pada O Pengurus harus menunjukan komitmennya terhadap K3 melalui konsultasi LS D diharapkan oleh setiap lokasi dan jenis kegiatan dalam perusahaan. Konsultasi. c) Dapat memberikan reaksi secara cepat dan tepat terhadap kondisi yang menyimpang atau kejadian-kejadian lainnya. ergonomik. kimia. EM O . dan perlu disadarkan terhadap bahaya fisik. Tanggung jawab pengurus terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah: a) Pimpinan yang ditunjuk untuk bertanggung jawab harus memastikan bahwa SMK3 telah diterapkan dan hasilnya sesuai dengan yang b) Pengurus harus mengenali kemampuan tenaga kerja sebagai sumber daya yang berharga yang dapat ditunjuk untuk menerima pendelegasian wewenang dan tanggung jawab dalam menerapkan dan mengembangkan SMK3.41 b) Mempunyai prosedur untuk memantau dan mengkomunikasikan setiap perubahan tanggung jawab dan tanggung gugat yang berpengaruh terhadap sistem dan program K3. radiasi.

.

43 3. f) Dokumen mudah ditemukan. Pendokumentasian Pendokumentasian merupakan unsur utama setiap sistem manajemen dan harus dibuat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. USU Repository © 2009 O d) Dokumen versi terbaru harus tersedia ditempat kerja yang dianggap perlu. Apabila unsur Sistem Manajemen K3 terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan secara menyeluruh. 2008. Pengendalian Dokumen Perusahaan harus menjamin bahwa : a) Dokumen dapat diidentifikasi sesuai dengan uraian tugas dan tanggung jawab di perusahaan. SY ST 5. b) Dokumen ditinjau ulang secara berkala dan jika diperlukan dapat direvisi. e) Seluruh dokumen yang telah usang harus segera disingkirkan. yang berwenang. Pencatatan dan Manajemen Informasi. maka pendokumentasian 4. Pendokumentasian SMK3 mendukung kesadaran tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan K3 dan evaluasi terhadap sistem dan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja. Pencatatan merupakan sarana bagi perusahaan untuk menunjang kesesuaian penerapan SMK3. bermanfaat dan mudah dipahami. EM O . O c) Dokumen sebelum diterbitkan harus lebih dahulu disetujui oleh personel LS D SMK3 harus diintegrasikan dalam keseluruhan dokumen yang ada. Perusahaan harus dengan jelas menentukan jenis dokumen dan pengendaliannya yang efektif. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.

.

2008. Tinjauan Ulang Kontrak menjamin kemampuan perusahaan dalam memenuhi persyaratan K3 yang 7. penyelidikan insiden dan etiologi e) Penegakan Hukum 4. Pengendalian Admnistratif Personel harus dilatih agar memiliki kompetensi kerja dalam menggunakan prosedur. Prosedur harus ditinjau ulang secara berkala terutama jika terjadi perubahan peralatan. Setiap tahap dari siklus perancangan meliputi pengembangan. USU Repository © 2009 O ditentukan.45 d) Evaluasi melalui internal audit. Sistem pembelian harus menjamin agar produk barang dan jasa serta mitra kerja perusahaan memenuhi persyaratan K3 Pada saat barang dan jasa diterima di tempat kerja. 6. Perancangan (Desain) dan Rekayasa Pengendalian resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja dalam proses rekayasa harus dimulai sejak tahap perancangan dan perencanaan. verifikasi tinjauan ulang. Pembelian SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. perusahaan harusmenjelaskan kepada semua pihak O Pengadaan barang dan jasa melalui kontrak harus ditinjau ulang untuk LS D akibat kerja. prosedur penilaian dan pengendalian risiko kecelakaan dan penyakit 5. validasi dan penyesuaian harus dikaitkan dengan identifikasi sumber bahaya. EM O . proses atau bahan baku yang digunakan.

.

47 1) Personel yang terlibat harus mempunyai pengalaman dan keahlian yang cukup. 4) Tindakan perbaikan harus dilakukan segera pada saat ditemukan pemantauan. c) Tindakan Perbaikan dan Pencegahan Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. pengujian dan EM O . Hasil audit harus digunakan oleh pengurus dalam proses tinjauan ulang manajemen. SY ST sebelumnya dan bukti sumber bahaya yang di dapatkan di tempat kerja. tenaga kerja dan kontraktor kerja yang terkait. 2) Catatan inspeksi. 2008. pengujian dan pemantauan yang sedang berlangsung harus dipelihara dan tersedia bagi manajemen. 5) Penyelidikan yang memadai harus dilaksanakan untuk menemukan inti permasalahan dari suatu insiden. 3) Peralatan dan metode pengujian yang memadai harus digunakan untuk menjamin telah dipenuhinya standar K3. USU Repository © 2009 O personil yang memiliki kompetensi kerja dengan menggunakan metodologi yang Frekuensi audit harus ditentukan berdasarkan tinjauan ulang hasil audit O Audit SMK3 harus dilakukan secara berkala untuk mengetahui keefektifan LS D ketidaksesuaian terhadap persyaratan K3 dari hasil inspeksi. Audit harus dilaksanakan secara sistematik dan independen oleh sudah ditetapkan. b) Audit Sistem Manajemen K3 penerapan SMK3. 6) Hasil temuan harus dianalisis dan ditinjau ulang.

.

efisien serta berhasil dengan baik dan menjamin tercegahnya kecelakaan. peledakan dan penyakit akibat kerja di perusahaan. pencegahan kebakaran. kebakaran. 4. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.juga sebagai sarana yang efektif untuk mempercepat pembinaan program- keluhan yang dialami karyawan tentang kekurangan perlindungan K3 di perusahaan. Pengertian dan Tujuan P2K3 Pelaksanaan dan penerapan SMK3 di perusahaan juga tidak terlepas dari peran serta P2K3. USU Repository © 2009 O program K3 kepada para karyawan serta sebaliknya untuk meneruskan keluhan- P2K3 dibentuk di perusahaan dengan tujuan untuk menjamin kelancaran O tempat kerja yang bersangkutan tentang masalah-masalah keselamatan dan kesehatan LS D organisasi fungsional yang mengembangkan kerja sama antara pengusaha dan EM O . peledakan dan penyakit akibat kerja dengan segala konsekuensinya. 4. 2. P2K3 merupakan suatu badan yang dibentuk perusahaan sebagai manajemen di satu pihak. 2008. Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( P2K3 ) 2.49 (6) Pengalaman yang didapat dari insiden keselamatan dan kesehatan kerja (7) Pelaporan (8) Umpan balik khususnya dari tenaga kerja. 1. dengan tenaga kerja atau karyawan di lain pihak dalam melaksanakan kwajiban bersama untuk meningkatkan keselamatan kerja. Dengan demikian perusahaan mempunyai suatu panitia yang selain dapat memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak diminta kepada pengusaha/ pengawas kerja. SY ST program produksi secara aman.

.

Untuk tenaga kerja yang berjumlah 50 – 100 orang maka jumlah anggota paling sedikit 6 orang dengan perincian 3 orang mewakili pengusaha dan 3 0rang mewakili pekerja. Susunan P2K3 dimulai dari ketua. sekretaris dan anggota SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. inventarisasi calon anggota. Tahap pelaksanaan 3. P2K3 merupakan suatu badan dimana keanggotaannya menurut UU memiliki 1. 2. Pada tahap ini perusahaan sendiri akan membentuk P2K3 dan melaporkannya ke Kandepnaker setempat. Untuk Tenaga kerja berjumlah kurang dari 50 orang O syarat antara lain : LS D EM O . Disamping itu pemerintah juga perlu melakukan inventarisasi perusahaan agar yang sudah memenuhi ketentuan dapat membentuk P2K3. USU Repository © 2009 O 2. 6 orang mewakili pengusaha / pengurus dan 6 orang mewakili tenaga kerja. Jumlah anggota untuk tenaga kerja ≥ 100 orang adalah sedikitnya 12 orang.51 2. P2K3 disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja atau pejabat yang ditunjuk Langkah yang harus ditempuh dalam pembentukan P2K3 adalah : 1. Selanjutnya pemerintah akan menerbitkan SK Pengesahan P2K3 dan melaksanakan pelantikan. Tahap persiapan Hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh perusahaan antara lain adanya kebijakan K3 yang dituang secara tertulis. 2008. konsultasi ke Kandepnaker setempat. (wakil ketua).

.

yaitu Manajer K3. atau Ahli K3. 5. Jenis Penelitian SY ST dilaksanakan sebagai upaya untuk meminimalkan kecelakaan kerja di PT. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Penyuluhan. 1. 2. Evaluasi dan Tinjauan Ulang sejak 3. 2008. USU Repository © 2009 O Jenis penelitian ini adalah deskriptif yaitu menerangkan SMK3 yang telah O awal diterapkan yaitu tahun 1999 sampai dengan 2008 yang dilakukan oleh P2K3. Wijaya Karya Beton Medan tahun 1999 – 2008 dengan desain penelitian cross sectional yaitu penelitian yang mengamati subjek dengan pendekatan suatu saat.53 sekretaris P2K3 adalah seorang tenaga profesional K3. BAB III METODOLOGI PENELITIAN LS D EM O . Penulis akan melakukan penelitian terhadap Sistem Manajemen K3 secara khusus yang dilihat dari aspek Komitmen dan Kebijakan. Kerangka Konsep SMK3      Komitmen dan Kebijakan Perencanaan Penerapan Organisasi P2K3 Pengukuran dan Evaluasi Tinjauan Ulang Dari kerangka konsep diatas. Perencanaan. Penerapan.

.

Defenisi Operasional manajemen. proses dan hasil produksi perusahaan.75% dari seluruh pertanyaan yang jawabannya “ya”. 40 % pertanyaan yang dijawab “ya”. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari PT. diolah dengan komputer dengan menggunakan program SPSS versi 10. tenaga kerja dan lingkungan kerja untuk mengurangi kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja di PT Wijaya Karya Beton. Pengolahan dan Analisa Data Data yang telah dikumpulkan. dan dikategorikan buruk bila . jumlah tenaga kerja. dokumen SMK3 tahun 1999 s/d 2008. 5. 3. 2008. keinginan dan pernyataan tertulis pengusaha atau pengurus dalam pelaksanaan K3 di PT Wijaya Karya Beton.55 > 75 % pertanyaan yang jawabannya “ya”. USU Repository © 2009 O 3. Komitmen / kebijakan K3 adalah : tekad. 1. dikategorikan sedang bila 40% . 2. Wijaya Karya Beton bagian Teknik dan Mutu yang meliputi profil perusahaan. struktur organisasi P2K3. SMK3 adalah : suatu sistem K3 di perusahaan yang melibatkan unsur SY ST 2. laporan kecelakaan kerja tahun 1999 – 2008. Data sekunder disajikan secara narasi dan dianalisa berdasarkan ketentuan yang berlaku. O LS D EM O . Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Data univariate dianalisa secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. 6.

.

didirikan PT WIKA Divisi Produk Beton O Industri ini tumbuh dengan pesat dan saat ini PT. Dari besar di Indonesia yang mampu mengerjakan berbagai konstruksi. Memasuki tahun 1980. Usaha perdagangan meliputi perdagangan material dan peralatan industri konstruksi seperti material-material peralatan listrik.000 batang tiang listrik beton Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. SY ST Sumatera Utara di Padang Sidempuan. Pada tahun 1967.136/1990.57 perusahaan-perusahaan asing di Indonesia maka Vis & Co berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) dengan nama Wijaya Karya.01/04. produsen tiang listrik dan tiang pancang beton sentrifugal terbesar di Indonesia Lampung. berdasarkan akte pendirian No. PT WIKA mengembangkan industri beton pracetak. PN Wijaya Karya mulai melakukan diversifikasi usaha yang diawali dengan usaha perdagangan dan jasa konstruksi. USU Repository © 2009 O dengan pabrik-pabrik yang tersebar di beberapa kota besar yaitu di Sumatera Utara. Pada tanggal 30 Maret 1989. Pasuruan. 2008. PN Wijaya Karya sudah termasuk dalam jajaran kontraktor EM O . dan Makasar. 01. Memasuki tahun 1970. metal work dan peralatan kelistrikan. langkah- langkah diversifikasi usaha lebih dikembangkan lagi dengan pembuatan-pembuatan komponen bangunan beton pracetak. WIKA juga dikenal sebagai LS D pengembangan usaha ini. Boyolali. Dengan adanya kebijaksanaan pemerintah tentang swastanisasi maka status Wijaya Karya berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) pada tanggal 20 Desember 1972. Majalengka. jaringan transmisi dan sebagainya. dengan kontrak penyelesaian 32. SK. Bogor.

.

O 1. 5. sheet piles dan I girders dengan pekerja 25 orang tiap shift.59 3. Pekerjaan ini dilakukan di work shop. 1. Pada prinsipnya proses produksi seluruh produk beton sama yaitu : Pada proses ini dipersiapkan rangka produk yang terdiri dari plat sambung. Persiapan Tulangan LS D yaitu tiang pancang bulat dan tiang pancang segi tiga (60 – 70 batang / hari). 2008. Pembuatan Adukan Beton Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Plant IV memproduksi CCSP. 4. SY ST 2. U girders untuk jembatan(3-4 balok / hari). CCSP (Corrugated Concret Sheet Piles) untuk tahanan tanah tepi pantai (20 buah / hari). I Girders untuk jembatan laying (3 balok / hari). bantalan EM O . 2 Hasil dan Proses Produksi PT WIKA BETON saat ini menghasilkan produk komponen beton pra cetak jalan rel (500 batang / hari).wire dan kawat spiral. USU Repository © 2009 O PC. Plant III memproduksi Bantalan Jalan Rel (BJR) dengan pekerja 22 orang tiap shift. sheet piles (20 buah / hari). 4. dan tiang listrik (60 buah / hari). Plant V memproduksi Tiang pancang segi tiga dan U girders dengan pekerja 18 orang tiap shift.

.

5 jam dengan suhu 70 – 80 0C. Proses ini dilakukan selama 15 menit. 2008. Shift II : 20.61 Kecepatan spinning pada tahap ini 500 rpm. Penguapan Cetakan berisi beton dimasukkan ke dalam bak uap lalu ditutup selama 3. Bertujuan untuk membentuk beton sesuai cetakan. Waktu Kerja Waktu kerja di PT WIKA BETON terdiri dari dua shift kerja yaitu: O Disini produk jadi ditumpuk dilapangan terbuka dan dirawat dengan LS D matangnya beton. 3) Tahap III : Pemadatan Kecepatan spinning ditambah guna memadatkan beton. 3.00. EM O .00 – 17.00 – 04. Kemudian produk dirapikan dan diberi tanda. dimana 8 jam kerja dan 1 jam istirahat. Shift I : 08. dimana 8 jam kerja dan 1 jam istirahat. Proses ini bertujuan untuk mempercepat 9. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. 8. Uap dihasilkan oleh boiler. 2. USU Repository © 2009 O 4. Penumpukan Produk di Stock yard menyiramkan air. untuk kemudian diantar ke pelanggan (delivery).00. Pengeluaran Produk dari Cetakan Sebelum cetakan dibuka dilakukan detension (pengendoran gaya tegangan) untuk mempermudah membuka produk. SY ST 1. 1. 10.

.

Wijaya Karya Beton. STRUKTUR ORGANISASI PT. 2008. USU Repository © 2009 O • • Seksi Keuangan & Personalia Kepala Seksi Staff O Kepala Seksi Staff LS D EM O Seksi Produksi • Kepala Seksi • Asst. Wijaya Karya Beton Sumatera Utara Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. & Eval. Kasi • Kepala Shift .63 Gambar 4.1 Struktur Organisasi PT. WIKA BETON Manajer Pabrik Seksi Teknik dan Mutu • Kepala Seksi • Staff Seksi Perenc. Prod • • Kepala Seksi Staff Seksi Peralatan • • SY ST Sumber : PT.

.

Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.W. ST • Saidi • Muharyanto (Unit Teknik dan Mutu) LS • Dwi Wanto.E. 1. ST (Kasi P&E Produk) • R. Menghimpun dan mengolah data di tempat kerja.2 Struktur Organisasi P2K3 PT.T (Kasi Peralatan) • Akhmad Mukharom (Kasi Produksi) Anggota Inspeksi SY ST dari seluruh unit kerja sekaligus pihak manajemen yang ada di PT WIKA BETON SUMUT. USU Repository © 2009 O Dari gambar diatas terlihat jelas bahwa pengurus P2K3 merupakan perwakilan Adapun fungsi utama P2K3 di tingkat PPU adalah : O • Sumarsono. S. Wijaya Karya Beton Sumatera Utara Ir. 2008. Raya Syirwani (MPPB) Analisa Teknis • Suheryanto. Dedy T. ST (Kasi Teknik & Mutu) Ketua . SE (Kasi Keuangan&Personalia) • Sutikno (Produksi) • Basaruddin (Produksi) • Helfanuddin (P&E Produk) • Perdamean Srg (Peralatan) • Subrojo Dasin (Peralatan) • Prawoto (Peralatan) • Rahmad. A. R (Keuangan &Personalia) • Ngadiran (Produksi) D EM O Sekretaris Sumarsono.65 Gambar 4.

.

Komitmen manajemen EM O . Dalam tahap pelaksanaan kegiatan P2K3 ditentukan sasaran yang ingin dicapai dengan membuat perencanaan dan program kerja yang terarah dan bersifat kontiniu seperti pendidikan dan pelatihan. 2. 2008. LS SASARAN K3 D melibatkan seluruh karyawan. 1 Komitmen dan Kebijakan Ditahun 1999.67 5. staf serta pihak manajemen. Pada tahun 2000 dilakukan revisi yang menambahkan satu poin baru pada O dokumen Sasaran K3 sehingga menjadi : 1. Jumlah Kecelakaan Kerja Berat yang berakibat meninggalnya karyawan SY ST 2. sidang-sidang. Ditahun 1999 ini juga sudah dibentuk P2K3 namun belum memiliki Ahli K3 tapi sudah mengirimkan sekretaris P2K3 untuk mengikuti pelatihan menjadi Ahli K3. perusahaan sudah mulai membangun komitmen K3 dengan juga sudah cukup tinggi dengan telah disusunnya kebijakan K3 mulai dari tingkat koorporasi sampai dengan anak perusahaan. melakukan evaluasi dan analisa kecelakaan. USU Repository © 2009 O PT WIJAYA KARYA BETON per pabrik produk beton dalam setahun adalah 0 (nol) kejadian. Menbuat laporan kegiatan penerapan SMK3 kepada unit kerja lain baik internal maupun eksternal. pengawasan. 4. Jumlah Kecelakaan Kerja Sedang per pabrik produk beton dalam setahun tidak lebih dari 1 (satu) kali kejadian dengan jam kerja yang hilang sebanyakbanyaknya 56 jam kerja orang (man-hours) Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.

.

2. USU Repository © 2009 EM O secara sehat dan akuntabilitas. Kebijakan K3 tersebut diatas dikomunikasikan kepada seluruh karyawan. manusia. Perusahaan O 4. Perusahaan mengutamakan pemenuhan persyaratan dan kepuasan pelanggan dengan selalu meningkatkan mutu atas setiap hasil kerjanya. 3. keadilan. • Mengembangkan kompetensi dan kesejahteraan pegawai. Kerja sama dengan mitra kerja dilakukan dengan cara yang sehat dan saling menguntungkan. kesehatan kerja serta . Perusahaan tumbuh dan berkembang sesuai dengan keinginan pemegang pertanggungjawaban dan kemandirian. 2008. merumuskan dan SY ST menetapkan kebijakan K3 yang berlaku di seluruh unit kerja PT. pelanggan dan pemasok dengan cara yang tepat sesuai dengan situasi Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. sub kontraktor.69 • Menerapkan sistem manajemen dan teknologi yang dapat memacu peningkatan efisiensi. Profesionalisme menjadi landasan utama dalam pengelolaan sumber daya mengutamakan LS keselamatan D dan perusahaan saham berdasarkan asas-asas transparansi. Untuk merealisasikan tujuan tersebut. keselamatan dan kesehatan kerja yang berwawasan lingkungan. WIKA BETON. tamu. pertimbangan dampak lingkungan dalam setiap kegiatan operasi. konsistensi mutu. KEBIJAKAN STRATEGIS PERUSAHAAN 1. • Tumbuh dan berkembang bersama mitra kerja berkesinambungan. O 5.

.

kegiatan perencanaan dan perencanaan ulang hanya terbatas pada perancangan ulang dan modifikasi produk. maka tidak diperoleh gambaran asli dari kedua dokumen tersebut. Oktober 2004. Sekretaris P2K3 aktif dalam mengidentifikasi. 2008. mengidentifikasi O sejarah perubahan yang diperoleh dapat diketahui bahwa dalam perencanaannya telah LS D dan tanggung jawab serta perubahan nomor dokumen. 2. tentang penggabungan nomor dokumen dan perubahan pembuat dokumen. Desember 2006. Sebagai sarana penyebarluasan kepada tenaga kerja lain biasanya digunakan papan pengumuman Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.71 pelaksanaanya. ketentuan umum 3. persyaratan serta informasi yang berkaitan dengan K3. tentang penambahan tujuan. Dikarenakan dokumen instruksi kerja dan prosedur kerja bersifat sangat rahasia. namun dari mempertimbangkan identifikasi bahaya dan pengendalian resiko pada proses SY ST peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan K3. Prosedur K3 serta instruksi kerja K3 yang dibuat dengan mempertimbangkan identifikasi bahaya dan pengendalian resiko telah mengalami beberapa kali revisi yaitu : 1. Perusahaan sudah memiliki prosedur untuk memahami. USU Repository © 2009 O produksi. Mei 2002. EM O . ruang lingkup. menginventarisasi dan memahami peraturan perundangan. tentang penambahan identifikasi bahaya pada proses pemindahan tulangan tiang pancang dan sheet piles dari workshop tulangan ke jalur produksi.

.

keahlian dan kepentingannya. Tim Manajemen mendapat pelatihan yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab PT WIKA BETON memiliki prosedur yang mengharuskan semua tenaga kebijakan K3 dan pelatihan sesuai dengan jenis pekerjaannya. 5. 2008. 6. Evaluasi dilakukan pada setiap sesi pelatihan untuk perbaikan dan peningkatan pelatihan selanjutnya. Program pelatihan ditinjau ulang secara berkala agar senantiasa relevan dan EM O . 4. diselenggarakan kembali bila terjadi perubahan metode dan sarana kerja dan bila diperlukan dapat diberikan pelatihan penyegaran untuk semua tenaga kerja secara Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. USU Repository © 2009 O kerja baik yang lama. efektif. Pelatihan dapat SY ST berkala. Pelatihan disesuaikan dengan tingkat kemampuan. 3. Kepala seksi dan pejabat setingkat) diberikan agar dapat berperan dalam program K3 perusahaan dan memahami kewajiban hukum dan prinsip-prinsip serta pelaksanaan K3. Semua catatan hasil pelatihan didokumentasikan dan disimpan.73 • Tingkat Pelaksana Pengelola Usaha dikoordinasikan oleh seksi keuangan dan personalia PPU. baru ataupun baru pindah mendapatkan penjelasan tentang O mereka. LS D 7. Pelatihan dilakukan oleh orang atau badan yang berkompeten dengan fasilitas dan sumber daya yang memadai. Pelatihan bagi Tim Manajemen ( Manajer Biro/Manajer PPU.

.

Komunikasi dan Informasi Pada tahun 1999 – 2005. sejak tahun 2006 sampai sekarang rapat P2K3 diadakan sebulan sekali dan penyebarannya dilakukan kepada seluruh karyawan melalui media komunikasi internal seperti papan Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Sub Kontraktor. uraian penerapan SMK3 diintegrasikan dengan prosedur mutu sebagai satu kesatuan dengan Sistem Manajemen Mutu.(Dok. Kontraktor. 2008. WB-SMK3-PM-0002) 3. dan b. Pengurus hanya mengkomunikasikan tentang tanggung jawab dan tanggung gugat K3 ini pada saaat pelatihan dan tidak meletakkannya di papan pengumuman. O Perusahaan juga hanya menjelaskan tentang hubungan pelaporan untuk semua LS D untuk mengatur PPU masing-masing secara efektif guna memenuhi persyaratan K3. Rapat P2K3 dilakukan 3 bulan sekali. Manajer PPB dan WP diberikan otonomi yang cukup Tanggung jawab dan tanggung gugat ini terdokumentasi dengan jelas pada dokumen berjudul “implementasi SMK3 di PT Wijaya Karya Beton” dan belum pernah di revisi. tingkatan manajemen kepada Pengurus P2k3. Kegiatan Pendukung SY ST 1. EM O . USU Repository © 2009 O Pengunjung yang meminta saja dan tidak kepada seluruh tanaga kerja. Tanggung Jawab dan Tanggung Gugat Tanggung jawab dan tanggung gugat terhadap K3 bertumpu pada manajemen tertinggi yaitu Direktur Utama. Sistem Manajemen K3 merupakan Sistem Manajemen utama yang diimplementasikan PT WIKA BETON dan terpisah dari Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Sejak tangga1 1 Juli 2002.75 Pada awal penerapan SMK3 di PT Wijaya Karya Beton (1999-2002).

.

proyek maupun Pabrik Produk Beton disusun dalam instruksi kerja K3. SY Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Prosedur K3 : Berisi semua prosedur terdokumentasi yang sesuai dengan pernyataan kebijakan yang ada dalam pedoman K3. 2008. sedangkan penerapan SMK3 secara praktis LS D terlaksananya proses-proses K3 seperti yang diatur dalam prosedur K3 termasuk EM O . b. USU Repository © 2009 O : Dokumen-dokumen tersebut disusun dan dikategorikan dalam 3 tingkat Pedoman SMK3 yang merupakan garis besar ketentuan SMK3 O Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Dokumen Pendukung K3 : adalah dokumen operasional yang mendukung didalamnya instruksi kerja K3. WIKA BETON secara keseluruhan didokumentasikan dalam pedoman SMK3 yang disusun secara rinci. Sistem Manajemen K3 terpisah dari Sistem Manajemen Mutu sehingga pendokumentasiannyapun dipisahkan. SMK3 di dokumentasikan dalam 3 bagian yaitu: a. Pedoman K3 : dokumen yang berisi kebijakan K3 perusahaan. gambar-gambar teknik dan sebagainya. sasaran K3 dan ringkasan dari prosedur-prosedur yang disusun agar sasaran K3 dapat dicapai. c. Uraian penerapan SMK3 diintegrasikan dengan prosedur mutu sebagai satu kesatuan dengan di lapangan. sebagai berikut : ST Tingkat I Tingkat II : Prosedur SMK3 yang diuraikan dan melekat dalam dokumen prosedur mutu ISO 9001:2000.77 Pada tahun 1999 – 2002. formulir-formulir. Saat ini Sistem Manajemen K3 PT.

.

1. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. penilaian dan pengendalian O dan bahan baku produksi sehingga potensi bahaya yang ada ikut berkembang. Semua dokumen termasuk K3 mempunyai identifikasi status. Dokumen K3 edisi terbaru disimpan secara sistematis. Sejak awal penerapan hingga saat ini terus dilakukan perbaikan dalam hal identifikasi bahaya dan sering menjadi temuan dalam audit SMK3 internal maupun eksternal. Identifikasi Bahaya. i. wewenang. EM O . Penerimaan distribusi dokumen tercantum dalam dokumen tersebut. Hal ini dikarenakan adanya perubahan dan peningkatan sarana produksi. resiko untuk tiang pancang terlampir. Penilaian dan Pengendalian Resiko. LS D c. fasilitas kerja Proses identifikasi ini dilakukan oleh petugas yang berpengalaman dan luar yang diajak kerja sama untuk mengidentifikasi seperti hyperkes dan dari temuan SY ST audit. h. tanggal penerbitan/revisi/amandemen. Dokumen K3 yang sudah tidak berlaku ditarik untuk dimusnahkan atau disimpan sebagai dokumen pasif.79 f. 2008. penilaian dan pengendalian resiko untuk proses produksi tiang pacang. pihak Adapun contoh formulir identifikasi bahaya. Perancangan (Desain) dan Rekayasa. USU Repository © 2009 O berkompeten dibidangnya. Distribusi dokumen berjalan dengan baik tetapi sampai kini masih ada dokumen yang ditarik belum di “cap”. Selain itu banyak mendapat masukan dari pekerja. PT WIKA BETON telah melakukan identifikasi bahaya. BJR dan produk lainnya. g.

.

dan perjanjian jual beli dengan pelanggan. Semua kontrak.81 Aspek aspek K3 yang perlu ditinjau dan diverifikasi pada desain produk adalah : a. USU Repository © 2009 O a. SY ST b. Pengujian terhadap ketahanan dan kekuatan produk. fungsi pengadaan dan fungsi mutu. Pemenuhan persyaratan K3 pada bahan baku dan produk jadi. Kehandalan produksi produk. fungsi perencanaan dan evaluasi produk. d. dan proses pemasangan instalasi (bila tercantum dalam kontrak). Semua perubahan dan modifikasi desain yang berpengaruh terhadap K3 harus ditandai. pesanan. Identifikasi potensi bahaya dan resiko yang mungkin terjadi pada proses produksi O uraian jabatan masing-masing. keamanan bahan dan kesesuaian persyaratan. Keamanan dan kehandalan sistem produksi terhadap K3 e. b. pemeliharaan bahan dan produk jadi. direkam dan diverifikasi untuk disetujui oleh yang berkompeten. proses pemakaian bahan-bahan produksi. penyimpanan produk di stock yard. proses transportasi penyerahan produk. LS D 2. Rincian tanggung jawab tercantum pada Aspek-aspek K3 pada kontrak yang perlu ditinjau atau tempat kerja. 2008. Keamanan penggunaan produk dan pengoperasian proses produksinya. sebelum disepakati harus dilakukan peninjauan dari aspek-aspek K3. Tinjauan Ulang Kontrak EM O . sesuai dengan tanggung jawab dan wewenangnya. maka fungsi yang berhak melakukan tinjaulan kontrak aspek K3 adalah penanggung jawab fungsi teknik. c. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.

83

Perusahaan juga telah melakukan penilaian terhadap pemasok dan kontraktor yaitu penyediaan tenaga kerja harian dari mandor, telah dimasukkan pada kontrak kerja antara manajer dan mandor. 4. Prosedur Menghadapi Keadaan Darurat, Bencana dan Insiden.

Prosedur menghadapi keadaan darurat ditetapkan sejak tahun 1999 dimana

saat itu mengatur tata cara menghadapi darurat kebakaran, kecelakaan, dan peledakan. Lalu mulai tahun 2005 sampai kini jenis-jenis keadaan darurat di PT WIKA BETON terdiri dari : a. Kebakaran / Peledakan b. Gempa Bumi c. Huru Hara d. Banjir / Saluran Limbah Meluap

Penanganan Keadaan Darurat dilakukan oleh petugas yang ditunjuk dan ditugaskan secara resmi disebut Petugas Keadaan Darurat (PKD) yang memiliki

Di areal jalur / plant diletakkan arah evakuasi bila terjadi keadaan darurat.

kebakaran seperti pada ruang boiler dan ruang genset, terdapat dua tangki besar

SY

ST

biofuel dan solar. Alat pemadam kebakaran yang disediakan disana adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berkapasitas 6 Kg. Simulasi penerapan keadaan darurat diadakan satu tahun sekali, biasanya

dilakukan di pertengahan tahun.

Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008, 2008. USU Repository © 2009

O

Selain itu alat pemadam kebakaran diletakkan di daerah dengan resiko tinggi terjadi

O

kemampuan dalam bidang penanganan keadaan darurat.

LS

D

EM O

aspek kimiawi. Faktor Kimia SY ST • • • • Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. penerangan. Pengendalian yang dilakukan adalah menyediakan APD ear plug dan mengharuskan pekerja menggunakannya.838 mg/m3 (Plant 1-3) dan 0. Hingga kini masih dilakukan pemantauan lingkungan kerja oleh P2K3. plant 0. Pengukuran kesehatan karyawan dilakukan oleh klinik setiap 2 tahun. Faktor Fisik • Kebisingan : Rata-rata kebisingan di plant I – V adalah 97 dBA selama proses produksi. LS D Adapun hasil pengukuran yang diperoleh mengenai kondisi tempat kerja di PT EM O . 2008.00001 mg/m3 NO2 : Rata-rata kadarnya di tempat kerja adalah 0. Mulai tahun 2002 pemantauan lingkungan kerja dilakukan secara reguler setiap tahun dan dari hasil pengukuran yang didapat kemudian ditindak lanjuti. Namun pada prakteknya masih • Debu : Kadar debu di kelima plant adalah.85 ditahun itu belum dilakukan pemantauan dan pengukuran belum meliputi faktor biologis dan kimia. USU Repository © 2009 O NH3 : Rata-rata kadarnya di tempat kerja adalah 0.00704 mg/m3 H2S : Rata-rata kadarnya di tempat kerja adalah 0. pengukuran lingkungan kerja yang dilakukan oleh Lembaga Hyperkes tiap 3 tahun sekali meliputi pengukuran kebisingan.546 mg/m3 (plant 4-5). Ditahun 2005.00117 mg/m3 O banyak pekerja yang tidak menggunakannya dengan alasan ketidaknyamanan. 2. Wijaya Karya Beton (hasil pengukuran tahun 2008) adalah : 1.90840 mg/m3 CO : Rata-rata kadarnya di tempat kerja adalah 0.

.

2008. 10 Maret 2008 Mengetahui Diperiksa Dibuat Manajer Pabrik Sekretaris P2K3 Adapun hasil dari pemantauan kesehatan karyawan tahun 2008 diperoleh : Tabel 4.000 % 0.000 % 0.000 % 0. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. LS Untuk pemantauan kesehatan karyawan. USU Repository © 2009 O 2.335 % 0. Perusahaan bekerja sama dengan D EM O Inspektor % 0. Persentase Penyakit Akibat Kerja N Penyakit Akibat Kerja Tempat Jumlah o PAK Karyawan 1 2 3 4 5 Pendengaran Terganggu Kulit gatal-gatal Mata teradiasi sinar komputer Mata teradiasi sinar kawat las Gangguan pada paru/ saluran pernapasan Total Plant III Gudang 1 1 0 0 0 2 299 299 299 299 299 299 sebuah klinik swasta.335 % 0.670 % . namun sampai kini perusahaan belum memiliki salinan yang menyatakan bahwa klinik yang melakukan pemeriksaan kesehatan telah mendapatkan SY ST inspeksi K3 dengan petugas inspektor yang berpengalaman dan telah mengikuti pelatihan di bidang K3 baik internal maupun eksternal. Inspektor K3 yang bertugas saat ini juga telah beberapa kali melakukan studi banding K3 ke perusahaan yang memiliki penerapan SMK3 yang baik seperti ke Pabrik Produk Beton daerah lain atau pabrik lain yang direkomendasikan. Inspeksi K3 Sejak awal penerapan SMK3.87 Medan.2 Analisa Kesehatan Tahun 2008. PT WIKA BETON talah memiliki prosedur O pengukuhan sebagai dokter pekerja.

.

Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Sepanjang tahun 1999 – 2004 audit internal dilakukan sekali dalam setahun. audit internal dilakukan tiap 6 bulan dan dilakukan terpisah dengan audit internal lainnya. SY ST Mulai tahun 2005 sampai saat ini. USU Repository © 2009 O Sejak tahun 1999 perusahaan telah melakukan audit SMK3 internal dengan LS Verifikasi Ya Stop/ Close Tindak Lanjut Safety Meeting D EM O Verifikasi Ya Tidak .89 Gambar 4. 2008. namun sejak tahun 2002 audit internal ini dilakukan secara bersamaan dengan Audit Mutu Internal (AMI) dan audit peralatan. Audit SMK3 baik.4 Prosedur Penanganan Tindak Lanjut Hasil Inspeksi Inspeksi Temuan Inspeksi Tindak Lanjut Langsung Tidak Safety Meeting Ya Tidak O 3.

.

15 93.96 89. Sucof Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.91 Keterangan tabel : AK3-I Diagno Ass SMK3 : Audit K3 Internal yang dilakukan oleh PT WIKA BETON. Diagno Ass SMK3 SY A.97 91.K3-I O 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 Keterangan gambar : ST AK3-I : Audit K3 Internal yang dilakukan oleh PT WIKA BETON.92 .K3-I Audit Sucof Diagno Ass SMK3 D A. USU Repository © 2009 Diagno Ass SMK3 O Audit Sucof EM O 93.98 90. lebih diprioritaskan kepada dokumentasi SMK3.K3-I A.K3-I LS Audit Sucof Diagno Ass SMK3 A. A.16 94 74 A.7 90.77 90. 2008.K3-I A.4 92.K3-I A.5 Grafik Pencapaian Nilai Audit SMK3 PT WIKA BETON SUMUT 1999-2008 Pencapaian Nilai Audit SMK3 PPB SUMUT 120 100 91 80 60 40 20 0 A. : Diagnosis Assesment SMK3.K3-I A. Sucof : Audit eksternal SMK3 yang dilakukan oleh Sucofindo Gambar 4. lebih diprioritaskan kepada dokumentasi SMK3.K3-I A. : Audit eksternal SMK3 yang dilakukan oleh Sucofindo.57 76 96 96 92.K3-I A.K3-I A.K3-I A.K3-I A.4 93.17 85.K3-I A.26 90 93.K3-I Audit Sucof Diagno Ass SMK3 95 94.896. :Diagnosis Assesment SMK3.

.

2. 4. dan 8000 Hz. APD yang digunakan adalah : helm.5 No Nama Bagian Usia L/P pemeriksaan Audiometri dengan alat Audiometer terdapat seorang pekerja yang SY ST mengalami masalah turunnya pendengaran (T). sepatu.0 2. /08 .93 • Rencana Tindakan Perbaikan dibuat sebagai program tahunan namun terus dievaluasi dan ditinjau ulang setiap rapat P2K3 yaitu sebulan sekali.0 00 00 00 00 10 15 15 15 15 15 10 10 10 15 25 10 20 20 10 10 15 15 25 15 15 20 25 15 10 5 5 5 25 25 25 20 15 15 30 20 15 15 25 25 D 50 0 20 20 10 20 10 15 10 30 20 35 Hasil Pemeriksaan Audiometri Tenaga Kerja di PT WIKA BETON SUMUT Tahun 2008 Telinga Kiri (Hz) 1.0 00 20 10 15 20 10 20 5 20 20 50 N N N N N N T N N N dilakukan adalah memasak minyak cetak yaitu campuran antara minyak sawit dan minyak solar.0 4. 4000 Hz.0 2. 5 Tinjauan Ulang Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. 2008. • Menjaga kebersihan tubuh dan kulit • Mematuhi pemakaian APD yang diwajibkan. USU Repository © 2009 O Dari hasil pemeriksaan diperoleh bahwa dari 10 tenaga kerja yang melakukan O 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rahmadi Alex Samzaidi Karjono Hafisol Yandi Dudi Junaedi Irwan Tugino Dufan Oberto Sayutomo Rumadi Produksi TM Operator Produksi Produksi Produksi Produksi Peralatan Operator Operator 38/L 36/L 39/L 32/L 39/L 41/L 37/L 23/L 40/L 40/L Masa Kerja (Thn ) 9 15 9 18 9 18 15 2 12 15 50 0 20 20 20 15 15 15 10 20 15 30 Telinga Kanan (Hz) 1. sarung tangan dan masker. dokter spesialis kulit tersebut.0 00 0 00 10 15 25 10 15 20 15 15 20 10 20 25 20 15 10 20 20 25 10 5 5 20 20 25 20 15 45 20 30 35 LS EM O Diag nosa 8.00 4. Adapun hasil pemeriksaan Audiometri di PT. yaitu pada gelombang suara 2000 Hz.0 8. WIKA BETON SUMUT adalah : Tabel 4.

.

Pemahaman terhadap kebijakan K3 2. Kinerja penerapan SMK3 akan dilaporkan dalam laporan tahunan perusahaan.3. sedangkan kelompok umur 42 – 43. 44 – 45 dan 36 – 37 sama jumlahnya yaitu masing-masing 2 orang (12.5 25 12.5 diatas dapat dilihat bahwa responden terbanyak berada pada kelompok umur 38 – 39 tahun yaitu 6 orang (37. USU Repository © 2009 O O No 1 2 3 4 5 Kelompok Umur (tahun) 36 – 37 38 – 39 40 – 41 42 – 43 44 – 45 Jumlah LS Tabel 4. Umur Dari tabel 4. 5.5 37.5 %).5 12.6 Distribusi Responden Berdasarkan Umur di PT WIKA BETON SUMUT Tahun 2008 Frekuensi 2 6 4 2 2 16 Persentase (%) 12.3 Gambaran Hasil Penelitian dengan Kuesioner di PT WIKA BETON 4. Hasil audit internal / eksternal SMK3. 4.3.2 Tingkat Pendidikan Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Tingkat terjadinya kecelakaan dan usaha-usaha pencegahan.95 1.1.5 100 D SUMUT EM O .5 %). 2008. Hasil pelaksanaan dan inspeksi K3 secara umum. 3. Rekomendasi perbaikan SMK3 bila dipandang perlu. 4. SY ST 4.

.

diketahui bahwa 13 orang (81.97 Tabel 4.8 %) menyatakan pelaksanaan tinjauan ulang SMK3 dikategorikan sedang. sedangkan 4 orang (25 %) menyatakan perencanaan K3 sedang.9 Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Perencanaan di PT WIKA BETON SUMUT tahun 2008 Kategori Pelaksanaan Jumlah Perencanaan K3 Frekuensi Persentase (%) Baik Sedang Jumlah 12 4 16 Dari tabel 4.13 diatas. Berdasarkan tabel 4. 2008. ST O BAB V PEMBAHASAN Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.8 100 EM O 75 25 100 .10 diatas dapat dilihat bahwa 12 orang (75 %) responden menyatakan bahwa pelaksanaan perencanaan K3 berada pada kategori baik. Kategori Pelaksanaan Jumlah Tinjauan Ulang SMK3 Frekuensi Persentase (%) 81.3 %) responden menyatakan pelaksanaan tinjauan ulang SMK3 baik sedangkan 3 orang (18. USU Repository © 2009 SY O LS Baik Sedang Jumlah D 13 3 16 Tabel 4.3 18.10 Distribusi Responden Berdasarkan Pelaksanaan Tinjauan Ulang di PT WIKA BETON SUMUT tahun 2008.

.

LS D merupakan masalah kebiasaan karyawan yang biasanya sulit diubah. karyawan pasti akan memiliki kesadaran tentang pola hidup bersih dan sehat yang diterapkan setiap hari. bukan hanya mengevaluasi peserta dan penyelenggara saja. 2008. Evaluasi setiap sesi pelatihan telah dilaksanakan mencakup evaluasi peserta dan penyelenggara pelatihan. Oleh sebab itu evaluasi yang dilakukan harus secara menyeluruh. Perusahaan harus menyediakan gelas sesuai dengan jumlah karyawan agar karyawan memiliki gelas masing-masing. USU Repository © 2009 O 3.1. 2. EM O dapat mempermudah . Evaluasi program pelatihan belum dilaksanakan secara Sesuai dengan PERMENAKER No.5 tentang pelatihan dan kompetensi kerja menyatakan bahwa prosedur pendokumentasian pelatihan yang telah dilaksanakan dan dievaluasi efektifitasnya harus diterapkan. Masalah ini dengan peringatan dan motivasi secara terus menerus.99 harus selalu bersih dan rapi dan point 6 yang menyatakan alat-alat makan setelah dipakai harus dibersihkan dengan sabun dan air panas lalu dikeringkan. Pemakaian gelas bersama oleh karyawan penyebaran penyakit antar karyawan. Setelah itu perlu adanya pengawasan dan pemantauan penggunaan gelas dan mensosialisasikan peraturan tersebut. 05/MEN/1996 Lampiran 1 point SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. O keseluruhan yang mencakup anggaran biaya dan realisasinya.

.

sehingga dari hasil analisa tersebut EM O untuk menjamin . Berdasarkan PERMENAKER No.101 4. Contohnya pada hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan seorang dari pegawai di bagian spinning mengalami masalah pendengaran. Perusahaan telah melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan. pengurus wajib melaksanakan tindak lanjut untuk memperbaiki kelainan-kelainan LS tersebut dan sebab-sebabnya D kesehatan fisik lengkap. Dalam hal ditemukan kelainan-kelainan atau terselenggaranya Keselamatan dan Kesehatan Kerja. 02/MEN/180 Pasal 2 menyebutkan bahwa setiap perusahaan harus melakukan pemeriksaan kesehatan berkala bagi tenaga kerja sekurang-kurangnya setahun sekali yang meliputi gangguan-gangguan kesehatan pada tenaga kerja pada pemeriksaan berkala. keefektifan APD atau lainnya. Analisa terhadap hasil pemeriksaan adalah salah satu bentuk tindak lanjut dapat dilakukan tindak lanjut berikutnya untuk mengatasi sumber masalah SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Perusahaan telah melakukan analisa terhadap hasil pemeriksaan audiometri yang dilakukan pada orang-orang yang berpotensi tinggi terkena dampak lingkungan kerja yang bising. USU Repository © 2009 O seperti tinjauan ulang tempat kerja. 2008. yaitu tenaga kerja yang bekerja disekitar mesin spinning yang merupakan sumber kebisingan. namun perusahaan atau dokter yang diberi tugas untuk pemeriksaan kesehatan belum memberikan analisa atas hasil pemeriksaan kesehatan untuk indikasi adanya penyakit akibat kerja. O dari penemuan gangguan kesehatan.

.

dan memadamkan kebakaran. mengurangi. 02/MEN/1980 tentang Kesehatan Tenaga Kerja dalam Menyelenggarakan SY ST Keselamatan Kerja pasal 1 point d yang menyatakan bahwa dokter adalah dokter yang ditunjuk oleh pengusaha dan telah memenuhi syarat sesuai dengan peraturan PERMENAKER No. melakukan pemeriksaan kesehatan telah mendapatkan pengukuhan sebagai dokter O Pemeriksaan pemeriksa / pekerja. Sebagaimana diatur pada PERMENAKER No. Biofuel dan solar merupakan cairan yang mudah terbakar dan mengingat besarnya tangki penyimpanan biofuel dan solar di daerah genset dan boiler ini.b tentang syarat-syarat keselamatan kerja.103 Perusahaan juga memperhatikan dan menganjurkan tenaga kerja untuk menjaga kebersihan tubuh dan kulit. Seharusnya paling tidak disediakan Alat Pemadam Api Beroda (APAB) dengan kapasitas 50-80 Kg. 01/MEN/1976. tetapi alat pemadam kebakaran yang tersedia hanya APAR (Alat Pemadam Api Ringan) berkapasitas 6 Kg. yang menyatakan Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. 2008. dengan begitu derajat kesehatan tenaga kerja dapat senantiasa terjaga. Menurut Undang-Undang No. EM O . Perusahaan belum memiliki salinan yang menunjukkan bahwa klinik yang LS D mencegah. APAR dengan kapasitas 6 Kg dirasa kurang dengan jumlah bahan bakar yang ada. USU Repository © 2009 O 6. pada ruang boiler dan genset terdapat 2 tangki besar biofuel dan solar. 5. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja Bab III pasal 3 point I.

.

seharusnya dilakukan perbaharuan tiap 2 minggu sekali tapi sampai 2 atau 3 bulan isi papan pengumuman tidak berganti.105 lainnya. Menurut PERMENAKER No.2 menyatakan bahwa pengurus harus menjelaskan peraturan perundangundangan dan persyaratan K3 lainnya kepada setiap tenaga kerja. 05/MEN/1996 Lampiran I point 2. Tidak semua pengurus P2K3 melaksanakan tugas dalam P2K3. selain itu terdapat ketumpang tindihan tugas di P2K3. Menurut ums (2001) kendala yang dirasakan oleh petugas P2K3 dalam melaksanakan tugasnya adalah padatnya jadwal kerja. Tugas sebagai P2K3 hanya dilakukan lainnya tidak memiliki tugas apapun selain menghadiri rapat P2K3. Namun pada prakteknya. pengkomunikasian melalui papan pengumuman tidak berjalan sebagaimana mestinya. walaupun seluruh anggota P2K3 telah mendapatkan pelatihan K3 dan SMK3 namun pelaksanaan tugas hanya dilakukan oleh beberapa orang saja. Petugas P2K3 yang ditunjuk untuk menangani distribusi informasi melalui sehingga tenaga kerja dapat mengetahui dan mengerti kebijakan K3 perusahaan serta peraturan perundangan dan persyaratan K3 lainnya. SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. USU Repository © 2009 O Hal ini terjadi juga di PT WIKA BETON SUMUT. Dari hasil wawancara terhadap pengurus P2K3 ada yang mengakui tidak mempunyai tugas apapun selain O oleh sebagian orang yang telah ahli dalam bidang K3 sedangkan sebagian LS D papan pengumuman harus lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya EM O . 2008.

.

KEP-51/MEN/1999. NO2 = 5.107 yang diperbolehkan adalah 10 mg/m3.00704 mg/m3. H2S = 11. menunjukkan mendokumentasikan dan mengkomunikasikan tanggung jawab dan tanggung gugat K3. kontraktor.SE-01/Menaker/1997 dan Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. sementara kadar gas tersebut di tempat kerja PT WIKA BETON SUMUT adalah : NH3 = 0. CO = 29.1. tenaga kerja. Kadar gas yang terdapat di tempat kerja PT WIKA BETON berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB).2 mg/m3. USU Repository © 2009 O dijelaskan pada seluruh tenaga kerja. 05/MEN/1996 Lampiran I point 3.0 mg/m3. kadar gas yang diperbolehkan adalah NH3 = 17.3. sub kontraktor dan pengunjung. wewenang untuk bertindak dan menjelaskan hubungan pelaporan kesemua tingkatan manajemen. CO = 0. Kadar debu di PT WIKA BETON SUMUT berada dibawah NAB. 2008.90840 mg/m3. SO2 = 5. 3.0 mg/m3. seharusnya memberikan penjelasan tentang hubungan SY pelaporan kepada seluruh tenaga kerja agar tenaga kerja mengetahui dan Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. SO2 = 0. ST O Perusahaan perusahaan harus menetukan. NO2 = 0.02060 mg/m3. Hubungan pelaporan tanggung jawab dan tanggung gugat hanya dijelaskan pada pengurus P2K3 dan pihak lain yang berkepentingan namun tidak Berdasarkan PERMENAKER No. Faktor kimia : Berdasarkan TLV (Treshold Limit Value) menurut Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No.6 mg/m3.00117 EM O . H2S = 0. LS D mg/m3.0 mg/m3.00001 mg/m3.

.

2. Rata-rata mereka menjawab tidak tahu LS D anggota P2K3 khusunya dan seluruh tenaga kerja pada umumnya. Untuk itu perusahaan perlu menjelaskan tentang penilaian kinerja dan tindak lanjut K3 kepada seluruh 5. Hal ini terjadi karena keempat responden tersebut banyak yang tidak karena masalah perencanaan . USU Repository © 2009 O tingkat pusat dan yang ikut merumuskannya adalah P2K3 tingkat pusat. Menurut Permenaker No.109 Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan komitmen dan kebijakan tim manajemen terhadap K3 baik. Menurut Bennet Silalahi (1985) Manajemen keselamatan dan kesehatan kerja tidak akan berarti jika pimpinan utama perusahaan tidak menetapkan kebijakannya yang konsisten dan berlaku diseluruh perusahaan. Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.05/MEN/1996 Lampiran 1 perusahaan harus O mengetahui secara rinci tentang perencanaan.3 Pelaksanaan Perencanaan SMK3 Dari hasil penelitian diketahui bahwa 12 orang responden (75 %) menyatakan bahwa perencanaan yang dilakukan perusahaan dikategorikan baik. EM O . Berdasarkan hasil kuesioner. 2008. sedangkan ada 4 orang responden (25 %) yang hanya mengkatagorikan sedang untuk perencanaan. tujuan dan sasaran serta kebijakan K3 perusahaan kepada seluruh tenaga kerja khususnya anggota P2K3 karena menurut Dokumen K3 PT WIKA BETON SUMUT P2K3 berfungsi sebagai penanggung jawab dari pelaksanaan operasional dan pengendalian keseluruhan SMK3 di perusahaan. masih ada responden yang menjawab tidak tahu tentang penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan K3. penetapan sasaran dan kebijakan K3 dilakukan di SY ST menjelaskan tentang perencanaan .

.

Audit SMK3 internal juga telah dilaksanakan secara konsiten. ini telah sesuai dengan PERMENAKER No.6 Pelaksanaan Tinjauan Ulang pelaksanaan tinjauan ulang SMK3 baik. Setiap hari inspeksi untuk proses kerja atau sarana kerja yang memiliki potensi bahaya “A” dilakukan secara random dan seminggu sekali di inspeksi secara keseluruhan. USU Repository © 2009 O menyatakan pelaksanaan tinjauan ulang dikategorikan sedang. padahal tinjauan ulang selalu dilakukan dalam rapat P2K3. yaitu di tahun 1999 – 2004 hanya dilakukan sekali Pelaksanaan audit dan inspeksi yang konsisten ini kemungkinan adalah penyebab baiknya hasil pencapaian perusahaan di audit eksternal sejak awal sampai sekarang. 2008.5 Pelaksanaan Pengukuran dan evaluasi Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden (100 %) menyatakan bahwa pelaksanaan pengukuran dan evaluasi SMK3 dikategorikan baik.25 %) menyatakan LS D setahun menjadi 2 kali setahun mulai tahun 2005 sampai sekarang.111 5.2.05/MEN/1996 Lampiran1 point 4 tentang pengukuran dan evaluasi. Pelaksanaan inspeksi K3 di perusahaan berjalan dengan baik. dan ada 3 responden (18. EM O . Ketiga orang yang menyatakan bahwa pelaksanaan tinjauan ulang SMK3 O Dari hasil penelitian diketahui bahwa 13 responden (81.2. bahkan telah menunjukkan peningkatan. 5. berdasarkan hasil wawancara dengan mereka diketahui bahwa 2 diantara 3 orang Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.75 %) yang SY ST dikategorikan sedang dikarenakan ketidaktahuan mereka tentang proses pelaksanaan tinjauan ulang SMK3.

.

113 penurunan yang nyata pada kasus kecelakaan kerja. tetapi akan dapat menciptakan sumber daya yang kesehatan tenaga kerja terjamin. USU Repository © 2009 O bekerja bahkan akan lebih bersemangat dan menghasilkan kerja yang optimal. 2008. maka tenaga kerja tidak akan ogah-ogahan dalam SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. Jika pengusaha dan tenaga kerja mempunyai komitmen yang kuat dalam melaksanakan SMK# maka minimalkan. Kekurangdisiplinan anggota P2K3 dalam melaksanakan prosedur K3 bisa menjadi penghambat penerapan SMK3. Untuk itu. selain itu pekerja yang tidak mematuhi APD khususnya ear plug dapat meningkatkan angka Penyakit Akibat Kerja di perusahaan. Jika keselamatan dan LS D penerapan SMK3 dapat dilakukan secara optimal dan kecelakaan kerja dapat terus di EM O . bila penerapan SMK3 benar-benar dilakukan dengan baik secara berkelanjutan tidak hanya memberikan kenyamanan dan ketenangan tenaga kerja dalam melakukan pekerjaannya. pihak perusahaan perlu melakukan sosialisasi tentang SMK3 dan penerapan SMK3 ke tenaga kerja khususnya tenaga kerja produksi. sampai mencapai angka 0 ditahun 2008 ini. O handal dan akan berdampak pada meningkatnya hasil produksi. Menurut pendapat Soedirman (1998) yang dikutip oleh Subroto (2002) bahwa secara ideal.

.

Hasil dari pemantauan tersebut dibahas dalam rapat P2K3 dan telah ditindaklanjuti. dan peledakan. 4. 2008. penilaian dan pengendalian resiko untuk proses produksi tiang pacang. Pengukuran dan Evaluasi SY ST • Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. kecelakaan. Sejak tahun 1999 SMK3. BJR dan produk lainnya. • Prosedur menghadapi keadaan darurat ditetapkan sejak tahun 1999 dimana saat itu mengatur tata cara menghadapi darurat kebakaran. 3. EM O . PT WIKA BETON talah memiliki prosedur inspeksi K3 dengan petugas inspektor yang berpengalaman dan telah mengikuti pelatihan di bidang K3 baik internal maupun eksternal. mengidentifikasi peraturan perundangan dan persyaratan lain yang berkaitan dengan K3. O LS D kebijakan K3 dan pelatihan sesuai dengan jenis pekerjaannya. Penerapan • Perusahaan memiliki prosedur yang mengharuskan semua tenaga kerja baik yang lama. USU Repository © 2009 O • Tahun 1999. perusahaan telah melakukan pemantauan lingkungan kerja bekerja sama dengan lembaga Hyperkes. baru ataupun baru pindah mendapatkan penjelasan tentang • PT WIKA BETON telah melakukan identifikasi bahaya.115 • Perusahaan sudah memiliki prosedur untuk memahami.

.

perusahaan dapat melakukan tinjauan ulang kontrak dengan klinik itu. selain itu pelu pengawasan ketat dari perusahaan dalam hal pemakaian APD ini. SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. 7. Perusahaan sebaiknya memberikan penjelasan tentang hubungan pelaporan. sehat LS D penilaian kinerja dan tindak lanjut K3 kepada seluruh anggota P2K3 khusunya EM O . USU Repository © 2009 O O ada diperusahaan sehingga senantiasa diperoleh tempat kerja yang aman. Perusahaan sebaiknya menjaga kesinambungan pelaksanaan SMK3 yang telah dan produktifitas dapat ditingkatkan. dan bila ternyata belum memenuhi syarat. Perusahaan sebaiknya menggunakan APD ear muff untuk plant III yang mampu menurunkan kebisingan hingga 30 dBA. 6. dan seluruh tenaga kerja pada umumnya. 8. 5. Perusahaan sebaiknya memastikan status klinik tersebut apakah sudah memenuhi syarat atau tidak. perusahaan sebaiknya memberikan pengertian dan kesadaran kepada tenaga kerja utuk selalu mengenakan APD ditempat kerjanya. Perlunya tinjauan kembali tentang fasilitas pemadam kebakaran yang ada dan menggantinya bila memungkinkan.117 4. 9. 2008.

.

PT Bumi Aksara.kompas. 2005. SY ST Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.119 -----------. 29 http://www. Majalah Hiperkes dan Keselamatan Kerja.php/utk=24&nom=1. 1998.com/utama/news/0404/29/022403. Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Audit SMK3. S.perdoki. 1997. Yanri. Ums Laurenta. Prosiding Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta. Standar Keselamatan Kerja Indonesia. Karya Akhir Profesional. Kuswoyo. No. M. Manajemen K3 dan Penerapannya. Edi. 2003. 2008. Lembaga ASEAN OSHNET Indonesia. Jakarta. Studi Komperatif Penerapan SMK3 terhadap Kecelakaan Kerja dan Produktifitas pada Pabrik Kelapa Sawit di Sumatera Utara Tahun 2002.htm Muljono. Marpaung. Pelaksanaan Organisasi P2K3 dalam upaya K3 di PT Goodyear Sumatera Plantations Dolok Merangir Tahun 2001. 24 Juni 2008.id/prg/pageo.html Rudiyanto.3 Juli-September 1998. . USU Repository © 2009 O O LS D EM O April 2004. 2007. Jamsostek (PERSERO) Se Wilayah I. Yogyakarta. Skripsi FKM USU. Yogyakarta. Volume XXXI. Kecelakaan Kerja. Program Pasca Sarjana USU Medan. Zulmiar. 2003. Peraturan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dkk. Prosiding Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Persepsi Tenaga Kerja Tentang SMK3 dan Pedoman Penerapan SMK3 di PT Inalum Kuala Tanjung Tahun 2005.or. Sukaelan. 20 September 2003 Sastrohadiwiryo. Rendahnya Pelayanan Kesehatan Kerja. Subroto. 2001. Tahun 2006. Jakarta. 2002. 2005. Medan PK. Skripsi FKM USU Medan. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. 2002. Himpunan Perundang-Undangan Kesehatan Kerja. Suma’mur. EL. http://www. Harvarindo.Perincian Pembayaran Jaminan Akibat Kecelakaan KerjaKantor Cabang PT. Laporan Tahunan PT Jamsostek Wilayah I Medan. Junita. 2008. Soeripto. 20 September 2003.

.

2008. ahli K3. sarana dan dana yang memadai sesuai dengan SMK3 yang akan diterapkan ? Apakah dilakukan identifikasi kompetensi kerja di setiap tingkat manajemen perusahaan dan menyelenggarakan pelatihan yang dibutuhkan ? Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008.121 3 4 5 6 7 8 B 9 10 PERENCANAAN Apakah perencanaan dilakukan dengan mempertimbangkan identifikasi bahaya. USU Repository © 2009 O O LS D EM O Apakah perusahaan menyediakan anggaran. penilaian dan pengendalian resiko pada kegiatan yang akan dilakukan ? Apakah pengurus menjelaskan peraturan perundangan dan persyaratan lainnya kepada setiap tenaga kerja ? 11 12 13 14 15 SY ST C 16 17 Apakah penetapan tujuan dan sasaran K3 dikonsultasikan dengan wakil tenaga kerja. tenaga kerja berkualitas dan sarana-sarana lain yang diperlukan di bidang K3 ? Apakah perusahaan menetapkan personil yang jelas dalam penanganan K3 ? Apakah perencanaan K3 terkoordinasi ? Apakah perusahaan melakukan penilaian kinerja dan tindak lanjut pelaksanaan K3 ? Apakah perusahaan memiliki kebijakan tertulis tentang K3 ? Apakah kebijakan K3 itu dilkomunikasikan dengan tenaga kerja ? . P2K3 dan pihak lain yang terkait ? Apakah tujuan dan sasaran K3 yang ditetapkan perusahaan ditinjau secara teratur ? Apakah perusahaan menggunakan indikator kinerja yang dapat diukur sebagai dasar penilaian kinerja K3 dan informasi keberhasilan SMK3 ? Apakah penetapan sistem pertanggungjawaban dalam pencapaian tujuan dan sasaran sesuai dengan fungsi dan tingkat manajemen yang bersangkutan ? Apakah ditetapkan sasaran dan jangka waktu pencapaian tujuan dan sasaran SMK3 ? PENERAPAN Apakah perusahaan menyediakan sumber daya manusia.

.

pengujian dan pemantauan terpelihara dengan baik ? Apakah hasil temuan dianalisa dan di tinjau ulang ? Apakah pelaksanaan audit SMK3 baik internal maupun eksternal dilakukan secara berkala ? Apakah tindakan perbaikan dan pencagahan dilaksanakan berdasarkan berdasarkan hasil temuan ? D EM O Apakah perusahaan memiliki prosedur menghadapi keadaan darurat atau bencana alam ? Apakah perusahaan memiliki prosedur untuk menghadapi insiden yang meliputi penyedian fasilitas P3K yang cukup dan perawatan lanjutan ? Apakah perusahaan memiliki prosedur rencana pemulihan keadaan gawat darurat dan pemulihan tenaga kerja yang trauma ? . sasaran dan kinerja K3 ? Apakah dilakukan tinjauan ulang dari hasil temuan audit SMK3 ? Apakah dilakukan tinjauan ulang dari evaluasi efektifitas penerapan SMK3 ? SY Rahimah Azmi : Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Oleh P2K3 Untuk Meminimalkan Kecelakaan Kerja Di PT Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2008. USU Repository © 2009 O Terima Kasih atas Partisipasi dan Kerjasama Saudara O LS PENGUKURAN DAN EVALUASI Apakah inspeksi pengujian dan pemantauan dilakukan oleh personil yang berpengalaman dan punya keahlian yang cukup ? Apakah peralatan dan metode pengujian yang digunakan cukup memadai ? Apakah catatan inspeksi.123 34 35 36 D 37 38 39 40 41 42 E 43 44 45 46 47 ST TINJAUAN ULANG Apakah pengurus melakukan tinjauan ulang SMK3 secara berkala ? Apakah dilakukan tinjauan ulang dari evaluasi terhadap penerapan kebijakan K3 ? Apakah dilakukan tinjauan ulang terhadap tujuan. 2008.