Anda di halaman 1dari 8

Aplikasi Elektromagnetika

:

Magnetic Resonance Imaging
Rizqy Pratama Rahman - 1006772254 Teknik Elektro Universitas Indonesia
Abstrak - Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah suatu alat diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio, tanpa operasi, penggunaan sinar X ataupun bahan radioaktif. Adapun kelebihan yang dimiliki teknologi MRI adalah kemampuannya membuat potongan koronal, sagital, aksial dan oblik tanpa banyak memanipulasi posisi tubuh pasien sehingga sangat sesuai untuk diagnostik jaringan lunak. Secara garis besar instrumen MRI terdiri dari:  Sistem magnet  Sistem pencitraan  Sistem frekuensi radio  Sistem komputer  Sistem pencetakan citra Kesimpulannya, Pemanfatan MRI untuk memeriksa bagian dalam tubuh sangat efektif karena lebih detail dan akurat. Pesawat MRI menggunakan efek medan magnet dalam membuat citra potongan tubuh, sehingga tidak menimbulkan efek radiasi peng-ion seperti penggunaan pesawat sinar X. dihasilkan tergantung pada banyak parameter. Alat tersebut memiliki kemampuan membuat gambaran potongan coronal, sagital, aksial dan oblik tanpa banyak memanipulasi tubuh pasien. Bila pemilihan parameternya tepat, kualitas gambaran detail tubuh manusia akan tampak jelas , sehingga anatomi dan patologi jaringan tubuh dapat dievaluasi secara teliti. Untuk itu perlu dipahami hal-hal yang berkaitan dengan prosedur teknik MRI dan tindakan penyelamatan bila terjadi keadaan darurat. MRI merupakan study pilihan bagi evaluasi pada sebagian besar lesi pada otak dan spinal. MRI melakukan scan tehadap nucleus hydrogen yang merupakan atom terbanyak dalam tubuh manusia. Berdasarkan dari kondisi yang ada maka, prinsip dasar dari cara kerja suatu MRI adalah menghasilkan medan magnet dengan kekuatan 3000 kali dari medan magnet bumi. Inti atom Hidrogen yang ada pada tubuh manusia (yang merupakan kandungan inti terbanyak dalam tubuh manusia) berada pada posisi acak (random), ketika masuk ke dalam daerah medan magnet yang cukup besar posisi inti atom ini akan menjadi sejajar dengan medan magnet yang ada. Kemudian akan dikirimkan radiofrekuensi yang akan menyebabkan fibrasi dari inti atom Hidrogen. Saat diberikan frekuensi radio , maka atom H akan mengabsorpsi energi dari frequensi radio tersebut. Akibatnya dengan bertambahnya energi, atom H akan mengalami pembelokan, sedangkan besarnya pembelokan arah, dipengaruhi oleh besar dan lamanya energi radio frekuensi yang diberikan. Sewaktu radio frekuensi dihentikan maka atom H akan

I.

Introduction

Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah suatu alat kedokteran di bidang pemeriksaan diagnostik radiologi , yang menghasilkan rekaman gambar potongan penampang tubuh / organ manusia dengan menggunakan medan magnet berkekuatan antara 0,064 – 1,5 tesla (1 tesla = 1000 Gauss) dan resonansi getaran terhadap inti atom hydrogen. Teknik penggambaran MRI relatif komplek karena gambaran yang

misalnya : • Pemeriksaan Kepala • Pemeriksaan Otak • Pemeriksaan Tulang Belakang • Pemeriksaan Abdomen • Pemeriksaan Thorax MRI bila ditinjau dari tipenya terdiri dari  MRI yang memiliki kerangka terbuka (open gantry) dengan ruang yang luas  MRI yang memiliki kerangka (gantry) biasa yang berlorong sempit. Secara ringkas.sejajar kembali dengan arah medan magnet . Bila sinyal frekuensi radio dipancarkan melalui tubuh. (open gantry) (gantry) Sedangkan bila ditinjau dari kekuatan magnetnya MRI terdiri dari : • MRI Tesla tinggi ( High Field Tesla ) memiliki kekuatan di atas 1 – 1. beberapa inti hidrogen akan menyerap energi dari frekuensi radio tersebut dan mengubah arah. Sistem pencitraan yang berfungsi membentuk citra yang terdiri dari 3 buah kumparan . Adapun jenis pemeriksaan MRI sesuai dengan organ yang akan dilihat. II.5 T.5 T • MRI Tesla sedang (Medium Field Tesla) memiliki kekuatan 0.5 – T • MRI Tesla rendah (Low Field Tesla) memiliki kekuatan di bawah 0. inti-inti tersebut akan kembali pada posisi semula. Sistem magnet yang berfungsi membentuk medan magnet. Sinyal radio yang dihasilkan akan direkam dan direkonstruksi menjadi gambaran jaringan. melepaskan energi yang telah diserap dan menimbulkan sinyal yang ditangkap oleh antena dan kemudian diproses oleh komputer dalam bentuk radiograf. Instrumen MRI Secara garis besar instrumen MRI terdiri dari: 1. proses terbentuknya citra MRI dapat digambarkan sebagai berikut: Bila tubuh pasien diposisikan dalam medan magnet yang kuat. inti-inti hidrogen tubuh akan searah dan berotasi mengelilingi arah/vektor medan magnet. atau dengan kata lain mengadakan resonansi. Bila sinyal frekuensi radio dihentikan pancarannya. 2.

neutron atau kombinasi keduanya. Nuclear magnetik resonance (NMR) adalah Fenomena sistem magnet yang memiliki dua momen magnetik dan momen sudut.beberapa inti yang dalam arah paralel tereksitasi dan pergi ke keadaan energi yang lebih tinggi. dll. 4. Selisih proton proton yang searah dan berlawanan arah amat sedikit dan tergantung kekuatan medan magnet pesawat dan selisih inilah yang akan merupakan inti bebas (tidak berpasangan) yang akan membentuk jaringan magnetisasi. Y dan Z bekerja secara bersamaan maka terbentuk potongan oblik. Ketika bahan tersebut ditempatkan pada medan magnet yang besar. Sistem pencetakan citra. Semua bahan terdiri dari inti yaitu proton. Gradien koil Z untuk membuat citra potongan aksial Bila gradien koil X. Sistem komputer yang berfungsi untuk membangkitkan urutan pulsa. menjadi di arah antiparalel ke medan magnet luar ke arah antiparalel. melalui aplikasi . Dipole – dipole selain terus melakukan spin juga melakukan gerakan relatif. 2H 13C. 31Na. sehingga dibutuhkan perubahan arah induksi magnet dari dipole dipole tersebut dengan menggunakan gelombang radio. Ketika sebuah radiasi elektromagnetik luar di frekuensi Larmor diterapkan melalui kumparan RF (karena frekuensi magnet alami inti ini jatuh dalam rentang frekuensi radio). untuk membuat citra potongan sagital b. PRINSIP MAGNETIC RESONANCE Prinsip resonansi inti magnetik untuk pencitraan medis pertama kali ditunjukkan oleh Raymond Damadian pada tahun 1971 dan Paul Lauterbur pada tahun 1973. Kebanyakan bahan terdiri dari beberapa inti yang memiliki momen magnetik seperti 1H. 3.koil. neuron atau keduanya dalam kombinasi memiliki spin inti dan momen magnetik. Prinsip MRI IMAGING 1. 5. Sistem frekuensi radio yang berfungsi membangkitkan dan memberikan radio frekuensi serta mendeteksi sinyal. keadaan energi yang lebih rendah memiliki populasi spin yang lebih besar daripada keadaan energi lebih tinggi. Gerakan relatif tersubut serupa dengan gerakan permukan gasing (spinning to toy) yang disebut gerakan presesi. berfungsi untuk mencetak gambar pada film Rongent atau untuk menyimpan citra III. Dalam pencitraan resonansi magnetik (MRI). Dengan demikian. magnetik dipole (proton proton) tubuh pasien akan searah (parallel) dan tidak searah (antiparallel) dengan kutub medan magnet pesawat. Gradien koil X. Inti yang bernomor ganjil dari proton. sinyal induksi elektromagnetik berbasis frekuensi resonansi magnetik di kisaran frekuensi radio (RF) dikumpulkan melalui resonansi magnet inti dari eksitasi inti dengan momen magnetik dan momentum sudut yang dihasilkan tubuh. Keadaan energi bagian inti di arah antiparalel lebih tinggi daripada bagian inti di arah paralel. mengontrol semua komponen alat MRI dan menyimpan memori beberapa citra. untuk membuat citra potongan koronal c. Gardien koil Y. Jaringan magnetisasi itu sulit diukur karena arah induksi magnetnya sama dengan arah induksi magnet pesawat. yaitu : a. Frekuensi berputar atau presesi dari spin disebut frekuensi presesi Larmor dan sebanding dengan kuat medan magnetik. Dipole yang membentuk jaringan magnetisasi tersebut cenderung dengan arah kutub medan magnet pesawat MRI (B0) – dikenal juga dengan arah longitudinal (Z axis).

Magnetisasi longitudinal dan transversal vektor sehubungan dengan waktu relaksasi dalam sistem koordinat stasioner sebenarnya. kumpulan spin juga terpengaruh. FID adalah raw sinyal NMR yang dapat diperoleh melalui kumparan RF yang diset pada frekuensi Larmor. Gambar 3 memberikan gambar MR aksial. bagian yang tereksitasi cenderung untuk kembali ke kondisi energi yang rendah melalui relaksasi dan akan kembali ke kondisi semula. dapat diberikan oleh: dimana Mx. Selama imaging. Dalam representasi matematis. koronal dan sagital bagian melintang dari otak.y(0) merupakan vektor magnetisasi transversal awal dengan waktu yang ditetapkan ke nol pada akhir pulsa RF dari durasi τp. T2. eksitasi inti kembali ke kesetimbangan termal melalui proses relaksasi memancarkan energi pada frekuensi presesi yang sama. merupakan hilangnya koherensi atau dephasing spin yang mengarah ke vektor nol bersih pada bidang x-y. (from left to right): axial. Proses relaksasi menyebabkan emisi sinyal frekuensi RF sama frekuensi Larmor yang diterima oleh kumparan RF untuk menghasilkan sinyal potensial listrik disebut freeinduction decay (FID). Mengingat respon total sistem spin dalam keberadaan medan magnet luar bersama dengan pulsa RF untuk eksitasi inti diikuti oleh fase relaksasi inti. PRINSIP PEMBENTUKAN GAMBAR Respon sistem pencitraan harus konsisten. T1 merupakan kembalinya vektor magnetisasi dalam arah z untuk keadaan setimbang termal sementara waktu relaksasi transversal. coronal and sagittal cross-section MR images of a human brain. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa selama pulsa RF (fase eksitasi inti ). Setelah pulsa RF dimatikan. pulsa RF. frekuensi presesi tergantung pada jenis inti dengan spesifik gyromagnetic rasio γ dan intensitas medan magnet eksternal. dan T1 dan T2 adalah. Ketika eksitasi sinyal RF dihapus. eksitasi inti melalui fase relaksasi memancarkan energi yang diserap pada frekuensi Larmor yang sama yang dapat dideteksi sebagai sinyal listrik. Fig. dan independen dari posisi spasial obyek yang tergambar. Rincian struktur materi abu-abu dan putih jelas dalam gambar. laju perubahan jumlah stasioner vektor magnetisasi M dapat dinyatakan sebagai (persamaan Bloch):dimana H adalah medan magnet efektif. 3. Dengan kata lain. waktu relaksasi longitudinal. Ini adalah frekuensi inti yang dapat menerima energi frekuensi radio (RF) untuk mengubah kadaan mereka untuk menunjukkan resonansi inti magnetik. Sinyal ini menjadi dasar dari pencitraan MR.dari sinyal RF. perubahan vektor magnetisasi dapat dinyatakan sebagai: Dimana Mz adalah jumlah vektor magnetisasi dalam kesetimbangan termal di hadapan suatu medan magnet eksternal H0 saja. frekuensi sudut (Larmor). ditranmisikan melalui kumparan RF menyebabkan inti eksitasi mengubah vektor magnetisasi longitudinal dan transversal. Pemberian medan magnet luar H0. waktu relaksasi longitudinal (spin-kisi) dan transfersal (spinspin) dalam fase relaksasi inti saat eksitasi inti kembali ke keadaan kesetimbangan termal mereka. dapat dinyatakan sebagai: . Suatu sistem dikatakan akan linier jika memenuhi dua sifat berikut: scaling dan superposition. berturut-turut. yang disebut peluruhan induksi bebas (FID). ω0. terukur. ω0 dari presesi inti dapat dinyatakan: ω0 = γH0 Dengan demikian. 2.

dan I1(x. y. z) + bI2(x. diluar kasus NTPyang mempunyai keadaan benar-benar positif dengan keberadaan objek yang sebenarnya dan kasus yang tersisa.y.. y. f (x. yang mempunyai keadaan benar-benar negatif dengan ketiadaan objeknya.y.α. w). ekspresi gambar menjadi: Dengan kata lain. Mari kita andaikan kasus-kasus ini diperiksa meskipun tes ini perlu kami evaluasi keakurasinya. NTN. v. di bawah pembatasan kondisi dan eksposur terbatas. Namun demikian. respon film fotografi atau detektor X-ray tidak dapat linear selama rentang seluruh operasi. Menimbang Fourier Transform.y. keabsahan seperti asumsi untuk sistem pencitraan di dunia nyata mungkin terbatas. v.w)F(u. Mari kita asumsikan jumlah kasus pemeriksaan yang akan dijadikan Ntot. Jika sistem pembentukan gambar diasumsikan menjadi linier. masing-masing. Perlu dicatat bahwa PSF pada dasarnya adalah sebuah fungsi menturunkan yang menyebabkan kabur di gambar dan dibandingkan dengan response unit impulse.z) ⊗ f(x. Dengan kata lain. RECEIVER CHARACTERISTICS ANALISIS UNTUK KINERJA OPERATING (ROC) MENGUKUR Receiver operasi karakteristik (ROC) analisis dianggap mengukur statistik untuk mempelajari kinerja sebuah pencitraan atau sistem diagnosis berkaitan dengan kemampuannya untuk mendeteksi kemampuan sistem untuk mendeteksi ketidaktelitian dan reliable tanpa menyediakan deteksi palsu. Dengan kata lain. Secara umum. v. y. z)} + bh{I2(x. y.z) = h(x. gambar yang diperoleh g(x. v.y. w) adalah. istilah umum yang digunakan dalam pemrosesan sinyal.z).h{aI1(x. z) sebagai: Pengolahan Gambar dan peningkatan operasi dapat dengan mudah dan lebih efektif dilakukan pada penjelaskan di atas representasi pembentukan image melalui sistem pencitraan LSI. gambar diwakili sebagai konvolusi dari distribusi energi radiasi benda dan PSF dari sistem pembentukan gambar. g(x. sistem nonlinier dapat dimodelkan dengan sifat sesepenggal linier di bawah pertimbangan operasi tertentu.z) merupakan istilah kebisingan aditif.w) + N(u. Menimbang pengamat tidak menyebabkan hilangnya informasi atau salah tafsir.β.z) dan I2(x.z) + n(x. Sebagai contoh.γ.y.β. 3.z. di mana a dan b area faktor perkalian skalar. analisis ROC menyediakan sebuah analisa sistematis tentang sensitivitas dan spesifisitas test diagnostik. untuk sistem pembentukan gambar LSI. y. persamaan di atas dapat dinyatakan dalam domain frekuensi: G(u. Perlu dicatat bahwa dalam situasi dunia nyata. z)}.y. Namun. v.y.z) dapat ditulis sebagai: dimana h (x. respon dapat dibilang linear.γ).w).z) adalah dua masukan kepada sistem diwakili oleh respon fungsi h. y. dimana n(x.β.y. dapat dinyatakan sebagai konvolusi distribusi objek dengan PSF sebagai: g(x.z) untuk sistem pencitraan LSI. sulit untuk menemukan sistem gambar formasi linear sempurna. z) dan n (x.f(α. Menggunakan sifat aditif distribusi energi radiasi untuk membentuk sebuah gambar. Fourier Transform g (x.y. y. H (u.γ)) disebut fungsi respon dari sistem formasi gambar. w) dan N (u. kesensitivitasnya dan faktor spesifitasnya. dimana G (u.w) = H(u. z).y. Seseorang dapat mengasumsikan energi radiasi seperti sumber cahaya untuk menerangi objek diwakili oleh fungsi f(α. z)} = ah{I1(x. pembentukan citra merupakan proses lingkungan. v. v. biarkan Notp(true positif) menjadi jumlah pengamatan positif dari . Juga.

Juga.  Struktur atom hidrogen dalam tubuh manusia saat diluar medan magnet mempunyai arah yang acak. Grafik antara TPF dan FPF disebut kurva (ROC) untuk pencitraan medis tertentu atau tes diagnostik untuk mendeteksi objek. Akurasi = (TPF TNF) / Ntot. FPF = Nofp/Ntn (4) True negatif fraksi (TNF) adalah rasio jumlah pengamatan negatif terhadap jumlah kasus keadaan yang benar-benar negatif. (1) True positif fraksi (TPF) adalah rasio jumlah pengamatan positif terhadap jumlah kasus keadaan yang benar2 positif.kasus keadaan yang benar-benar positif NTP dan Nofn(palsu negatif) menjadi jumlah pengamatan negatif dari kasus keadaan yang benar-benar positif Ntp.  saat diletakkan dalam MRI (gantry). modalitas pencitraan yang berbeda dan pengamat yang berbeda bisa menyebabkan tingkat akurasi yang berbeda. maka atom H akan sejajar dengan arah medan magnet. Fig. juga disebut sensitivitas sementara TNF dikenal sebagai spesifisitas tes untuk mendeteksi objek. tubuh pasien diletakkandi pusat atau isocenter magnetis dari MRI. 7.” TPF. Dengan demikian.dan Nofp(positif palsu) menjadi jumlah pengamatan positif dari kasus keadaan yang benar-benar negatif Ntn.Hal ini dapat dicatat bahwa pengamat sesuai dengan kurva “a” jauh lebih baik dari pengamat “b. Gambar 7 menunjukkan 3 perbedaan kurva ROC yang berbeda untuk deteksi hipotetis / diagnosis. FNF = Nofn/Ntp (3) False positif fraksion (FPF) adalah rasio jumlah pengamatan positif terhadap jumlah kasus keadaan yang benar-benar negatif. Hubungan berikut dapat dengan mudah diturunkan dari definisi di atas. ROC curves with curve “a” indicating better overall classification ability than the curve “b” while the curve “c” shows the random probability. TPF = Notp/Ntp (2) False negatif fraksion (FNF) adalah rasio jumlah pengamatan negatif terhadap jumlah kasus keadaanyang benar2 positif. Dengan kata lain. sensitivitas dan spesifisitas. TNF = Notn/Ntn Ini harus dicatat bahwa: TPF + FNF = 1 TNF + FPF = 1. Akurasi dari tes ini diberikan oleh rasio pengamatan yang sebenarnya terhadap jumlah kasus pemeriksaan. Juga harus dicatat bahwa statistik percobaan acak dengan probabilitas yang sama pengamatan positif dan negatif akan mengakibatkan garis lurus diagonal ditempatkan-sebagai kurva ROC. biarkan Notn (true negatif) menjadi jumlah pengamatan negatif dari kasus keadaan yang benar-benar negatif Ntn.  Untuk memulai proses memindai. Ntp = Notp + Nofn Dan Ntn = Nofp + Notn. . Tes yang berbeda dan pengamat yang berbeda dapat menyebabkan perbedaan kurva ROC untuk pendeteksion objek yang sama. Dengan demikian.

maka atom H akan mengabsorpsi energi dari frequensi radio tersebut. Magnet resistif Magnet/RM) (Resistive 3. Upaya untuk mengatasi artefak pada gambaran MRI. Artefak pada MRI Upaya Mengatasinya dan Artefak adalah kesalahan yang terjadi pada gambar yang menurut jenisnya terdiri dari :  Kesalahan geometric  Kesalahan algoritma  Kesalahan pengukuran attenuasi. antara lain dilakukan dengan cara :  Waktu pemotretan dibuat secepat mungkin  Menanggalkan benda-benda yang bersifat ferromagnetic bila memungkinkan  Perlu kerja sama yang baik dengan pasien. Magnet tetap Magnet/PM) (Permanent V. Sistem Magnet Sebagai inti dari MRI adalah magnet untuk menghasilkan medan magnet statis. Sedangkan menurut penyebabnya terdiri dari :  Artefak yang disebabkan oleh pergerakan physiologi  Artefak yang terjadi karena perubahan kimia dan pengaruh magnet.  Pengambilan sample/gambar sebaiknya lebih dari satu kali. 2. Magnet superkonduktif (Superconductive Magnet/SCM) . Saat diberi frequensi radio .  Artefak yang terjadi karena letak gambaran tidak pada tempat yang seharusnya. Berikut adalah 3 macam magnet yang sekarang dipakai dalam sistem MRI:  Magnet tetap (Permanent Magnet/PM)  Magnet resistif (Resistive Magnet/RM)  Magnet superkonduktif (Superconductive Magnet/SCM) 1. IV.

babehedi. Pengolahan citra yang dilakukan pada komputer (image processing) harus sebaik mungkin. VI. VII.html http://sriluph.html http://en. Referensi http://www.blogspot. Kesimpulan  Pemanfatan MRI untuk memeriksa bagian dalam tubuh sangat efektif karena lebih detail dan akurat.com/2012/03/norma l-0-false-false-false_987. aksial dan oblik tanpa banyak memanipulasi posisi tubuh pasien sehingga sangat sesuai untuk diagnostik jaringan lunak.org/wiki/Magnetic_re sonance_imaging .  Adapun kelebihan yang dimiliki teknologi MRI adalah kemampuannya membuat potongan koronal. sagital.wikipedia.  Pesawat MRI menggunakan efek medan magnet dalam membuat citra potongan tubuh.com/2011/11/tugas -mri-untuk-teori-medan. sehingga tidak menimbulkan efek radiasi peng-ion seperti penggunaan pesawat sinar X.