Anda di halaman 1dari 3

OUT LINE PROPOSAL THESIS TITLE Perawatan dan Pencegahan Mual Muntah pada Kehamilan Trimester Pertama dengan

Jahe secara Randomized Controlled Trial BACKGROUND Mual dan muntah merupakan keluhan yang sering diungkapkan oleh wanita hamil terutama di trimester pertama. Berdasarkan studi prospektif oleh Lacasse, 2009, dari 367 wanita hamil, 78.5% melaporkan mengalami mual dan muntah pada trimester pertama, 52.2% mengalami mual muntah ringan, 45.3% mual muntah sedang, dan 2.5% mual muntah berat. Arsenault et. al., 2002, mengatakan bahwa pathogenesis mual dan muntah pada kehamilan masih kurang dipahami dan etiologinya dapat multifaktorial. Penyebab mual dan muntah dapat saja terjadi diantaranya karena gastrointestinal, genitourinaria, sistem saraf pusat, dan toksis/masalah metabolik. Pemilihan treatment yang tepat untuk mengatasi mual dan muntah pada kehamilan sangat penting dilakukan mengingat faktor penyebab mual dan muntah sangat variatif. Penggunaan treatment farmakologis perlu dipertimbangkan karena dapat saja memberikan efek samping pada kehamilan. Herbal sebagai unsur natural dapat digunakan untuk mengatasi mual dan muntah pada kehamilan dini. Jahe merupakan tanaman herbal yang banyak terdapat di Indonesia. Jahe biasa digunakan sebagai penyedap masakan sama seperti cabai dan bumbu-bumbu lainnya. Jahe telah banyak digunakan untuk mengatasi berbagai variasi kondisi medis termasuk mual dan muntah (Chrubasik, 2005) Evidence terhadap efektifitas jahe untuk mengatasi mual dan muntah pada kehamilan telah dievaluasi oleh beberapa penelitian diantaranya randomized controlled trial oleh Vutyavanich, 2001, dan Smith, 2004, literature review oleh Bryer, 2004 serta Cochrane systematic review untuk intervensi mual dan muntah pada kehamilan dini, 2010. Mekanisme yang tepat dari kerja jahe diketahui memberikan efek pada gastric, meningkatkan denyut dan peristaltik sama dengan aksi antikolinergik dan antiserotonin. Jahe bertindak secara langsung pada saluran pencernaan dan menghindari efek samping pada sistem saraf pusat yang biasa terjadi pada kerja antiemetik (Huang, 1991, Micklefield, 1999, Lien, 2003, Yamahara, 1990, Yamahara, 1989, disitasi dalam Bryer, 2004). Indonesia sebagai Negara yang banyak memproduksi tanaman jahe belum pernah melakukan penelitian terkait efektifitas jahe untuk mengatasi dan mencegah mual

muntah pada kehamilan. Apakah jahe dapat digunakan untuk perawatan dan pencegahan mual muntah pada kehamilan trimester pertama? Berdasarkan hal tersebut maka peneliti ingin melakukan penelitian tentang efektifitas jahe untuk perawatan dan pencegahan terhadap mual muntah pada kehamilan trimester pertama pada populasi ibu hamil di Balikpapan, Kalimantan Timur. PURPOSE Melihat efektifitas jahe untuk perawatan dan pencegahan terhadap mual muntah pada kehamilan trimester pertama. HYPOTHESIS Jahe dapat digunakan untuk perawatan dan pencegahan mual dan muntah pada kehamilan trimester pertama. METHODOLOGICAL Desain penelitian Jenis desain penelitian yang akan digunakan adalah randomized controlled trial dengan grup pembanding, kontrol placebo, single-blind. Definisi operasional Variable dependen Variable independen : Pemberian 1000 mg ekstrak jahe dalam 50 ml larutan gula dan larutan placebo setiap hari selama 3 minggu. : Perubahan dalam pengalaman ibu hamil terhadap rasa mual, mual-muntah dan muntah-muntah dari awal penelitian dibandingkan pada hari ke-7, 14 dan 21. Mual dan muntah diukur dengan menggunakan Rhodes Index of Nausea and Vomiting Form 2. Populasi Ibu hamil di wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur. Sampel dan jumlah sampel Kriteria inklusi : ibu hamil dengan keluhan mual dengan atau tanpa muntah, usia kehamilan antara 8 sampai 16 minggu (dipastikan dengan pemeriksaan USG atau dengan pengukuran fundus uteri). Kriteria eksklusi : jika keluhan mual dan muntah bukan karena kehamilan dan memiliki alergi terhadap jahe. Penghitungan jumlah sampel : Teknik sampling

Rencana analisis penelitian