JPE-Volume 2, Nomor 1, 2009

Efektifitas Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) dan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar, Hasil Belajar dan Respon Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 2 Malang Sri Handayani *) Sapir *) Abstract Education is important aspect to create development of nation. Related with that statement, education in Indonesian still has lower quality than advanced stations. That problem is more bad with is dominated learning process wich show a knowledge is fact which must memorized. Learning method in class generally still conventional with teacher oriented. For solving this problem with use learning model of Problem Based Learning and Cooperative Learning Jigsaw type. Data analysis use qualitative descriptive method which objective to get illustration clear and riil about phenomenon which show in learning process. Research result shows student learning activities increase from 59,21 in phase I become 70,71 in phase II so that can be seen its increasing is 11,5%. Learning result of cognitive aspect increase average value from 76 in phase I become 86,71 in phase II. Student affective assessment can increase. Beside that student psychomotor assessment can increase 6%. Student learning response increase after using this learning method. Keywords: Problem-Based Learning, Cooperative Learning, Jigsaw, learning activities, learning result, learning response. Pendidikan Indonesia memiliki mutu yang rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju. Jika suatu negara mempunyai sistem pendidikan yang baik, maka dari sistem itulah akan melahirkan tenaga kerja yang baik. Dari hal ini, maka dapat diketahui bahwa pendidikan memiliki dimensi yang kompleks. Dalam rangka mengembangkan iklim belajar mengajar seperti yang menumbuhkan rasa percaya diri, sikap, dan perilaku yang inovatif dan kreatif, sangat diperlukan adanya keterkaitan antar 38

PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sarana terpenting untuk mewujudkan kemajuan bangsa dan negara. Dengan pendidikan yang bermutu, akan tercipta sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu persoalan besar yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah rendahnya kualitas pendidikan nasional. Rendahnya kualitas pendidikan tersebut disebabkan oleh banyak faktor.

Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo.com Sapir. Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. E-mail: sapir@um.ac.id

Jurusan Ekonomi Pembangunan. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa mayoritas proses belajar mengajar di Indonesia masih menggunakan metode konvensional yaitu masih terbatas pada teacher oriented.com Sapir. Nurhadi. dan metode pembelajaran yang sudah ada. Banyak model yang 39 . Sejauh ini proses pembelajaran di sekolah masih didominasi oleh sebuah paradigma yang menyatakan bahwa sebuah pengetahuan (knowledge) merupakan perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Nurhadi. siswa. metode maupun alat evaluasi saling bekerjasama untuk mewujudkan proses belajar yang kondusif. situasi kelas sebagian besar masih berfokus pada guru (teacher) sebagai sumber utama pengetahuan. Salah satunya dengan mengembangkan pendekatan. Pendekatan ini dapat dilakukan dengan menerapkan berbagai macam strategi di dalamnya. sementara sis-wa memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari konteks yang terbatas. Pembelajaran yang menyenangkan memang menjadi Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. Seiring dengan perkembangan zaman proses pembelajaran saat ini memerlukan sebuah strategi belajar mengajar baru yang lebih menekankan pada partisipasi siswa (student oriented).id langkah awal untuk mencapai hasil belajar yang berkualitas. Salah satunya dengan menggunkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) dan model pembelajaran kooperatif (Cooperative leraning). sedikit demi sedikit. E-mail: sapir@um. kurikulum. dkk (2003:13) menyatakan bahwa pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut. alat (media pembelajaran) dan sumber belajar. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Konsep belajar dimana guru menghadirkan dunia nyata kedalam kelas dan mendorong siswa membuat hubungan antar pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari hari. dkk (2003:11) menyatakan bahwa “belajar akan lebih bermakna apabila siswa atau anak didik mengalami sendiri apa yang dipelajarinya”. materi. Nomor 1. dan dari proses mengkonstruksi sendiri sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat. Selain itu dalam perjalanan proses perubahan tersebut juga berdampak pada perubahan kurikulum pendidikan saat ini. serta penggunaan metode ceramah sebagai pilihan utama strategi belajar mengajar. 2009 komponen-komponen pendidikan. strategi.ac. Di samping itu. Komponen-komponen pendidikan yang meliputi guru. Berkaitan dengan hal tersebut memang melalui pendekatan kontekstual pembelajaran yang dilakukan akan lebih bermakna. Pembelajaran kontekstual ini merupakan model pembelajaran yang mampu mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan yang telah diperolehnya melalui pola pikir mereka sendiri. model.JPE-Volume 2. dengan diterapkannya kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada sekolah-sekolah sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya.

SMA Negeri 2 Malang juga mulai berubah untuk hasil belajar yang lebih bermutu. dkk (2004:56) mendefinisikan Pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) adalah: Suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah.id . students work together in four member teams to master material initially presented by the teacher.ac. Hasil Belajar. Hal ini karena modelmodel pembelajaran yang dilakukan sebatas diskusi model konvensional yang rawan dengan menurunnya minat siswa pada saat aktivitas berlangsung. peneliti memandang perlu untuk meneliti tentang “Efektifitas Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) Dan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar. Dan Respon Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMA Negeri 2 Malang”. Secara kontekstual. Nomor 1. Permasalahan pembelajaran Ekonomi sangat dekat dengan realitas persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. 2007:15) mengemukakan pengertian Cooperative Learning adalah: In Cooperative Learning methods. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan gambaran secara jelas dan nyata tentang proses pelaksanaan Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. Berdasarkan masalah dan gambaran umum yang telah dipaparkan di atas. Pada mata pelajaran ekonomi khususnya mulai dilakukan variasi bentuk model-model pembelajaran. Jurusan Ekonomi Pembangunan.JPE-Volume 2. namun dalam pelaksanaannya masih belum maksimal.com Sapir. E-mail: sapir@um. Model pembelajaran ProblemBased Learning ( Pengajaran berbasis masalah) dan Cooperative Learning tipe Jigsaw dipandang relevan untuk menghadirkan suasana nyata di dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu perlunya perubahan model-model pembelajaran yang dapat meningkatkan partisipasi siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan atau metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan atau melukiskan kondisi yang sebenarnya dari suatu situasi. Nurhadi. serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran. Slavin (dalam Isjoni. Definisi dari jigsaw merupakan pembelajaran kooperatif suatu model pembelajaran yang 40 dirancang agar siswa mempelajari informasi-informasi divergen dan tingkat tinggi melalui kerja kelompok. Misalnya dengan menggunakan tipe Jigsaw. 2009 dilakukan untuk menerapkan model pembelajaran Cooperative Learning.

Dengan tema materi untuk penelitian ini adalah Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter. Dalam penelitian ini para siswa dikenai tindakan. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. E-mail: sapir@um. Selama proses pembelajaran berlangsung setiap peristiwa yang terjadi diamati oleh peneliti dan observer untuk melihat keefektifan model pembelajaran yang diterapkan dalam meningkatkan aktivitas belajar. dengan 19 orang siswa perempuan dan 16 orang siswa laki-laki.ac. Gambar alur dalam tindakan PTK Perencanaan Refleksi SIKLUS I Pengamatan Perencanaan Pelaksanaan Refleksi SIKLUS II Pengamatan Sebagai bahan refleksi untuk siklus berikutnya Pelaksnaan Sumber Arikunto (2007: 16) Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif sehingga kehadiran peneliti mutlak diperlukan.JPE-Volume 2. 2009 pembelajaran yang diterapkan dalam kelas dan hasil belajar siswa sebagai hasil dari penerapan model pembelajaran yaitu model pemaduan Problem-Based Learning dan Cooperatif Learning tipe Jigsaw pada mata pelajaran ekonomi.com Sapir. Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. Prosedur dan langkah-langkah dalam penelitian tindakan kelas ini mengikuti prinsip dasar penelitian tindakan kelas. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Malang. dan respon siswa khususnya pada mata pelajaran ekonomi.id 41 . hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) atau CAR ( Classroom Action Research ). yaitu berupa pembelajaran dengan menggunakan model Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan Cooperatif learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Jigsaw. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Nomor 1. Gambar 1. Program Ilmu Sosial Kelas Sos 1 yang berjumlah 35 siswa.

id . Indikator Data. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Respon siswa saat Mengenai teknik analisis data dapat dilihat di lampiran Pemberian angket balikan siswa setelah diskusi (siklus) Dalam penelitian ini. Data Penerapan model pemaduan PBL dan Cooperative Learning tipe Jigsaw Aktifitas Siswa Indikator data Pengumpulan Data Teknik Instrumen Pengumpulan Data Lembar Observasi selama panduan kegiatan observasi pembelajaran • Observasi selama kegiatan pembelajaran • Observasi selama kegiatan pembelajaran • Observasi selama kegiatan pembelajaran • Observasi saat diskusi • Melihat makalah siswa • Observasi selama kegiatan pembelajaran • Observasi saat diskusi • Observasi saat diskusi • Melihat makalah siswa • Observasi saat diskusi • Pemberian soal pilihan ganda pada tiap akhir siklus • Observasi saat diskusi • Observasi diskusi Analisis Data Mengenai teknik analisis data dapat dilihat di lampiran 2.JPE-Volume 2. • Mengumpulkan informasi • Melakukan pengamatan • Merumuskan hipotesis • Melakukan diskusi • Menganalisis masalah • Tingkat keterampilan berpikir siswa • Keterampilan siswa bertanya • Keterampilan siswa menjawab • Membuat kesimpulan • Mempresentasikan Lembar panduan observasi Triangulasi data Hasil Observasi dianalisis secara deskriptif 3. instrumen yang digunakan adalah : Lembar Observasi. Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data. Nomor 1. Tes yang 42 dilakukan untuk mengukur hasil belajar siswa yaitu aspek kognitif pada Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. 2009 Tabel 1. Jenis Data.com Sapir. Instrumen. Hasil siswa belajar • Hasil tes belajar kognitif (tes) • Hasil (sikap) Soal-soal tes Mengenai teknik analisis data dapat dilihat di lampiran belajar afektif Lembar panduan observasi Lembar panduan observasi Angket • Hasil belajar psikomotorik 4. E-mail: sapir@um. No 1.ac.

menganalisis masalah. Mencari rata-rata aspek afektif yang diamati tiap siklus. 92 – 100 2. inti. Kegiatan pembelajaran diawali dengan memberikan tes awal (pre test) kepada siswa selama 20 menit. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Jurusan Ekonomi Pembangunan. 2000:246) selanjutnya membandingkan persentase aspek afektif pada siklus I dengan siklus II. merumuskan hipotesis.ac. melakukan diskusi. Menilai hasil tes siswa dengan kriteria ketuntasan minimum (KKM) yang digunakan di SMA Negeri 2 Malang yaitu 75. Mendeskripsikan peningkatan hasil belajar aspek afektif dari siklus I dan siklus II. 25 – 49 5. Memberikan skor. Mempersentase skor dengan menggunakan rumus : P = F x100 % N dengan langkah-langkah: Memberikan penilaian terhadap masing-masing aspek psikomotorik. yang dihitung menggunakan rumus: P = F x 100 % N (Diadopsi dari Arikunto. keterampilan menjawab siswa. Dokumentasi. Selama proses pembelejaran berlangsung dilakukan pengamatan yang meliputi aktivitas siswa yang terdiri dari 10 aspek yaitu: mengumpulkan informasi.JPE-Volume 2. Lembar observasi indikator penilaian aktivitas belajar siswa. dan penutup. Hasil Belajar Aspek Afektif dilakukan dengan langkah-langkah: Memberikan penilaian untuk masingmasing aspek yang diamati. E-mail: sapir@um. Mendeskripsikan untuk menjelaskan peningkatan hasil belajar aspek kognitif dari siklus I dan siklus II. Tingkat keterampilan berpikir siswa . HASIL PENELITIAN Pelaksanaan Tindakan dan Observasi I Pada pelaksanaan tindakan siklus I di pertemuan I terdapat rangkaian kegiatan awal (pembukaan). Wawancara. Untuk hasil belajar aspek psikomotorik. analisis data dilakukan Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. 75 – 91 3.com Sapir. 2009 sikulus I dan II. Catatan Lapangan. 2000:246) Tabel 2 Kriteria Persentase Aktivitas Belajar Siswa No. 50 – 74 4. Persentase (%) 1. 0 – 24 Sumber: Arikunto (2000) Klasifikasi Baik sekali Baik Cukup baik Kurang baik Tidak baik Hasil Belajar Aspek Kognitif Hasil belajar aspek kognitif dilakukan dengan langkah-langkah: Memberikan pos tes. Mencari rata-rata aspek psikomotorik yang diamati tiap siklus. Membandingkan hasil belajar siswa aspek kognitif pada siklus I dengan siklus II untuk mengetahui peningkatan aspek kognitif. Angket. Membandingkan skor aspek psikomotorik pada siklus I dengan siklus II. Mendeskripsikan untuk menjelaskan peningkatan hasil belajar aspek psikomotorik dari siklus I dan siklus II. keterampilan bertanya siswa. Nomor 1. melakukan pengamatan. 43 (Diadopsi dari Arikunto.id .

57 72. E-mail: sapir@um.5 Tabel 4 Data Nilai Hasil Belajar Kognitif Siswa Siklus I dan Siklus II No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Urutan Siswa berdasarkan Nomor Urut Siswa 1 Siswa 2 Siswa 3 Siswa 4 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 7 Siswa 8 Siswa 9 Siswa 10 Siswa 11 Siswa 12 Siswa 13 Siswa 14 Siswa 15 Siswa 16 Siswa 17 Siswa 18 Siswa 19 Siswa 20 Siswa 21 Siswa 22 Jenis Kelamin P L L P L P P L P L P L L P P L P L L P P P Nilai Tes Siklus I 70 75 80 70 85 70 75 75 65 85 80 50 80 85 80 80 70 80 85 65 85 80 Nilai Tes Siklus II 85 80 90 80 95 85 80 95 80 95 95 80 95 90 80 90 90 80 85 80 80 95 44 Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo.14 72.28 12.id .71 66.57 60 60.71 56.43 55 55.43 68.86 58.ac.71 67.86 68. 2009 membuat kesimpulan.14 70.71 Tiap Persentase Peningkatan Tiap-Tiap Indikator 16.43 57. Nomor 1.14 15 10 5.JPE-Volume 2.71 55.71 72. Pelaksanaan Tindakan II dan Observasi II Pelaksanaan tindakan II didasarkan pada tahap perencanaan tindakan II yang telah disusun dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus I.com Sapir. mempresentasikan hasil diskusi.21 II 82.71 59.43 10.14 66.57 65.72 12.71 12.15 11.14 16.86 70. Berikut ini merupakan hasil penelitian silus I dan II pada masingmasing aspek Tabel 3 Data Penilaian Aktivitas Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II Indikator Mengumpulkan informasi Melakukan pengamatan Merumuskan hipotesis Melakukan diskusi Menganalisis masalah Tingkat keterampilan berpikir siswa Keterampilan siswa bertanya Keterampilan siswa menjawab Membuat kesimpulan Mempresentasikan hasil diskusi Persentase rerata Prosentase Siklus I I 65.43 4. Jurusan Ekonomi Pembangunan.

ac. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang.28 72.JPE-Volume 2.2 86. Jurusan Ekonomi Pembangunan.71 Tabel 5 Data Penilaian Hasil Belajar Afektif Siswa Siklus I dan Siklus II Indikator Kehadiran siswa Keaktifan dalam kelas Keseriusan/motivasi/perhatian Ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas Kerjasama dan tanggung jawab Menghargai orang lain Tidak menganggu teman lain Persentase rerata Prosentase Siklus I I 92.92 II 96.8 Tiap Persentase Peningkatan Tiap-Tiap Indikator 1.8 II 80 100 88 79.28 8.86 80 68.06 Tiap Persentase Peningkata n Tiap-Tiap Indikator 3.86 87.4 6 Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo.86 82.28 12.8 80.86 72.14 88.15 10 9. Nomor 1.14 Tabel 6 Data Penilaian Hasil Belajar Psikomotorik Siswa Siklus I dan Siklus II Indikator Kualitas isi Kelengkapan laporan Kerapian laporan Ketepatan waktu Persentase rerata Prosentase Siklus I I 78.86 79.4 80 88 76.86 19.6 20 0 2.86 12.57 7. E-mail: sapir@um.86 87.com Sapir.58 75 79. 2009 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Siswa 23 Siswa 24 Siswa 25 Siswa 26 Siswa 27 Siswa 28 Siswa 29 Siswa 30 Siswa 31 Siswa 32 Siswa 33 Siswa 34 Siswa 35 Rata-rata P P P L L L L P P L L P P 85 55 85 80 80 75 75 85 75 80 75 60 80 76 95 75 80 85 95 95 85 80 90 95 95 80 80 86.43 82.86 91.43 87.id 45 .

ac.com Sapir. 2009 Tabel 7 Sebaran Respon Belajar Siswa Terhadap Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) dan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) Tipe Jigsaw. E-mail: sapir@um. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Pilihan Jawaban SS S R 8 18 6 TS 3 STS - No 1. 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Respon terhadap mata pelajaran ekonomi Saya selalu mengikuti pelajaran ekonomi materi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter Saya merasa rugi bila tidak mengikuti pelajaran ekonomi materi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter Saya merasa pelajaran ekonomi materi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter penting Saya berusaha mengerjakan tugas ekonomi materi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter Saya berusaha memahami pelajaran ekonomi materi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter Saya bertanya pada guru bila ada materi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter yang belum jelas Saya mengerjakan soal-soal latihan ekonomi materi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter Saya mendiskusikan materi kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dengan teman-teman Saya berusaha memiliki buku pelajaran ekonomi Saya merasa senang mengikuti pelajaran ekonomi secara berkelompok dengan teman sekelas saya Saya selalu menerapkan apa yang saya peroleh selama belajar kebijakan fiskal dan kebijakan moneter Saya selalu berusaha mencari buku tentang kebijakan fiskal dan kebijakan moneter Saya kurang suka mendengar guru memberi pelajaran dengan berceramah Saya menjadi suka terhadap pelajaran ekonomi setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Saya lebih berani menyampaikan pendapat setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw Saya ingin model pembelajaran dengan 10 19 6 - - 10 19 6 - - 9 21 3 2 - 9 26 - - - 9 25 1 8 19 8 10 5 10 19 15 21 20 8 6 8 2 4 1 2 1 6 5 5 16 16 20 10 9 3 3 4 4 1 3 6 2 3 4 1 8 6 20 17 5 9 2 3 - 46 Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo.id .JPE-Volume 2. Nomor 1.

Selain itu guru merasa kesulitan dalam membimbing siswa karena siswa sudah mengenal dan dekat dengan peneliti.id masih belum mengerti langkahlangkah yang harus dikerjakan dalam pembelajaran berbasis masalah dan banyak siswa yang kurang mengerti mengenai tugas yang harus dikerjakan terutama dalam membuat rumusan masalah serta hipotesis dalam pembuatan laporan kelompok. Beberapa aspek dalam tahapan pembelajaran masih kurang optimal dilakukan oleh guru. Nomor 1.JPE-Volume 2. Hal ini karena siswa belum terbiasa melakukan metode pembelajaran kooperatif. ditemukan bahwa semua aspek yang tercantum dalam lembar observasi tahapan pembelajaran teramati selama proses pembelajaran. Jumlah Persentase (%) 6 15 9 4 1 6 18 6 4 1 7 16 8 3 1 5 16 8 5 1 21.15 54 16. sehingga siswa tidak terlalu serius.ac. Hal lain yang belum dilakukan guru pada siklus I adalah kurang memberdayakan pertanyaan provokatif dan komunikatif untuk melihat kemampuan siswa dalam aspek 47 . Selain itu yang tampak dalam siklus I adalah kerjasama siswa yang belum optimal.85 1. 2009 model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw diulang lagi pada bahasan-bahasan yang lain 17 Saya ingin model pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw diterapkan juga pada mata pelajaran yang lain 18 Dengan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pembelajaran ekonomi jadi lebih mudah dikerjakan dan diterapkan 19 Dengan model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw saya lebih semangat dalam belajar 20 Saya merasa belajar dengan model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sesuai dengan keinginan saya. Kondisi tersebut diperparah dengan kesulitan siswa untuk menguhubungkan kasus permasalah oleh guru dengan meteri yang dipelajari.45 PEMBAHASAN Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning) dan Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning) tipe Jigsaw Selama observasi siklus I. Selain itu guru juga kurang menjelaskan prosedur pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw secara rinci dan menyeluruh kepada siswa. Jurusan Ekonomi Pembangunan. guru hanya mengulang dan mengingatkan siswa pada materi sebelumnya.com Sapir. seperti pada tahap mengorientasi siswa pada masalah guru tdalam mejelaskan tujuan pembelajaran masih belum optimal. E-mail: sapir@um. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pada tahap tersebut. sehingga banyak siswa yang Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo.57 6.

Hal ini dikarenakan pada saat pelaksanaan siklus I tersebut bertepatan dengan kegiatan tengah semester (KTS) yang dilakukan oleh siswa. (9) adanya hand out dan LKS yang membantu siswa. (2) siswa lebih banyak berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada siklus II sudah mengalami peningkatan. karena pada siklus II merupakan penyempurnaan dari siklus I dengan memperhatikan hasil refleksi pada siklus I. Peningkatan tersebut terjadi karena adanya faktor-faktor yang meliputi: (1) penjelasan lebih rinci dari peneliti mengenai prosedur pelaksanaan model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. (5) siswa sudah mengerti tentang tanggung jawabnya.JPE-Volume 2.com Sapir. E-mail: sapir@um. Aktivitas Belajar Siswa Secara keseluruhan aktivitas belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Malang mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada rencana pembelajaran peneliti merencanakan untuk pelaksanaan tindakan dilakukan 4 kali pertemuan. (6) siswa sudah mulai terlatih dengan kegiatan-kegiatan pemecahan kasus.id . (7) siswa sudah mulai mau mengemukakan pendapat melalui pertanyaan. serta motivasi dan pendampingan dari peneliti tentang mebyimpulkan sebuah Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. 48 Tujuan dari penerapan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw adalah membantu siswa dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa. Nomor 1. selain penjelasan tentang prosedur.ac. Melalui kegiatan pemecahan masalah terhadap permasalahan yang ada. siswa sudah mulai bisa membagi tugas dengan teman kelompoknya sehingga masing-masing siswa mempunyai tanggung jawab sendiri-sendiri. Sedangkan untuk pembelajaran kooperatif siswa membahas materimateri yang sudah ditentukan guru (peneliti) tentang kebijakan fiskal dan kebijkan moneter. Oleh karena itu. dan aspek psikomotorik serta memotivasi siswa untuk aktif dalam kelas. (8) siswa sudah mulai senang dengan model pembelajaran ini sehingga siswa mau menjawab sebuah permasalahan. Pada siklus II. Pada siklus I permasalahan yang diberikan berhubungan dengan kebijakan fiskal dan pada siklus II permasalahannya berhubungan dengan kebijakan moneter. Hasil pengamatan yang dilakukan juga belum maksimal karena keterbatasan waktu yang diberikan oleh guru. ditemukan bahwa aspek-aspek yang tercantum dalam lembar observasi pembelajaran berbasis masalah dan pemebelajaran kooperatif tipe jigsaw telah dilakukan oleh guru. selain itu siswa juga dibebani tugas oleh guru kelas. maka pada akhirnya siswa terbiasa memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari sehingga siswa memiliki tanggung jawab atas dirinya sendiri dan nantinyan tanggung jawab kepada masyarakat. pembelajaran pada siklus II lebih baik dari pada siklus I. Jurusan Ekonomi Pembangunan. 2009 kognitif. aspek afektif. (4) siswa sudah mulai senang dan terbiasa dengan berdiskusi. (3) siswa sudah memahami tentang sebuah permasalahn dan dapat merumuskan hipotesis sendiri.

Tingkat ketuntasan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 25. C. E-mail: sapir@um.JPE-Volume 2. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi berupa rubrik penilaian aspek afektif (sikap) siswa. Aktivitas belajar siswa merupakan suatu serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang umumnya terdiri dari perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran. afektif dan psikomotorik. kelengkapan laporan. Hasil belajar aspek kognitif diukur dari nilai pos-test siswa tiap akhir siklus. Hasil pos-test tiap akhir siklus dibuat rerata dan dilihat jumlah siswa yang tuntas dan belum tuntas. Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. dan tanggapan siswa dalam merespon pembelajaran yang dilakukan. Tugas tersebut adalah mencari berita baik dari media massa ataupun media cetak atau artikel yang sesuai dengan pokok bahasan yaitu pada siklus I tentang kebijakan fiskal dan siklus II tentang kebijakan moneter. Hasil belajar aspek afektif yang diamati dalam penelitian ini meliputi: kehadiran siswa. keseriusan/motivasi/perhatian. Hal ini dapat dilihat bahwa semua aspek dalam kriteria aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan yang cukup. dan ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas. catatan tugas. kerjasama dan tanggung jawab.id ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas. 2009 permasalahan. Hasil belajar aspek afektif lebih berorientasi pada pembentukan sikap melalui proses pembelajaran. Untuk mendapatkan data aspek afektif ini dilakukan observasi selama proses pembelajaran yang dilakukan oleh para observer. keseriusan dalam keikutsertaan pembelajaran. Keterampilan psikomotorik siswa merupakan tugas yang diberikan siswa untuk dikerjakan dirumah. menghargai orang lain. hasil belajar yang diamati terdiri dari tiga aspek. keaktifan dalam kelas. Faktor-faktor yang menyebabkan peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif antara lain: (1) siswa sudah mulai terbiasa dengan model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran 49 . Hasil belajar aspek yang ketiga adalah psikomotorik.72%.com Sapir. Hal ini dapat dilihat bahwa ketiga aspek dalam hasil belajar mengalami peningkatan. yaitu kognitif. Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Hasil belajar aspek psikomotorik yang diamati dalam penelitian ini meliputi: kualitas isi. dan tidak mengganggu teman lain. kerapian laporan. Aktivitas belajar siswa secara berkelanjutan berkaitan dengan hasil belajar. kemudian kasus tersebut diberi tanggapan atau opini dan disimpulkan. Nomor 1. tingkatan kesalahan yang dilakukan. Hasil Belajar Siswa Dalam penelitian ini. kemudian dibandingkan tiap siklus untuk mengetahui peningkatan hasil belajar aspek kognitif. Secara keseluruhan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Malang dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) dan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) tipe Jigsaw.ac. (10) siswa sudah mulai mau berbicara di depan. Hasil belajar aspek kognitif merupakan tingkat pemahaman siswa terhadap materi.

E-mail: sapir@um. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Sedangkan hasil belajar siswa aspek psikomotorik juga mengalami peningkatan. (2) siswa mulai senang tentang materi kebijakan moneter sehingga siswa aktif dalam pembelajaran. PENUTUP Kesimpulan Penerapan pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) dan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Malang. 2009 kooperatif tipe jigsaw. Hal ini menyebabkan siswa lebih bersemangat untuk mengikuti proses pembelajaran. Agar masing-masing anggota kelompok dapat meningkat hasil belajarnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi antara lain: (1) siswa mulai sadar akan tanggung jawab dalam meyelesaikan tugas.ac. Seseorang yang berubah tingkat kognitifnya sebenarnya dalam kadar tertentu telah juga mengalami perubahan pada sikap dan perilakunya. Pada dasarnya ketiga hasil belajar diatas tidak dapat berdiri sendiri. Peningkatan respon siswa tersebut karena banyaknya siswa yang berpendapat bahwa metode ceramah adalah membosankan. selain itu melalui penerapan metode ini siswa lebih suka berdiskusi tentang materi yang sedang dipelari dengan teman sekelas. (2) peneliti lebih memotivasi dan mendampingi siswa.JPE-Volume 2. maka pada saat proses pembelajaran berlangsung semua anggota kelompok harus hadir. Untuk hasil belajar aspek afektif meningkatnya hasil belajar siswa disebabkan oleh faktor-faktor antara lain: (1) siswa suda senang terhadap model pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Penerapan pembelajaran Problem-Based Learning dan Cooperative Learning tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMA Negeri 2 Malang. Penerapan Problem-Based Learning dan Cooperative Learning tipe Jigsaw dapat meningkatkan Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. (2) materi pada siklus II tentang kebijakan moneter sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa lebih mudak memahami.com Sapir. dan (3) peneliti selalu mengingatkan tentang adanya pos tes pada akhir pertemuan setiap kali memulai pelajaran.id 50 . Nomor 1. agar mereka dapat memperoleh pengetahuan pada saat pembelajaran berlangsung karena hasil belajar adalah hasil yang telah diperoleh siswa dari pengalaman-pengalaman dan latihan-latihan selama pembelajaran. Secara keseluruhan respon siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan pembelajaran berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. yang diikuti Respon Belajar Siswa Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) dan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) tipe Jigsaw secara umum baik. tetapi berhubungan satu sama lain.

Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. 2003. Proses Belajar Mengajar. Oemar. Bumi Aksara Hamalik.id . Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. DasarDasar Evaluasi Pendidikan. 2002. Bandung: Alfabeta Nurhadi & Senduk.JPE-Volume 2. 2009 respon siswa dalam mengikuti proses pembelajaran ekonomi di kelas. Suharsimi. Kelas. E-mail: sapir@um. Disarankan bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dapat mendiskusikan metode-metode pembelajaran yang efektif untuk mata pelajaran ekonomi. 2001. Bagi peneliti selanjutnya. A. Suharsimi. 2001. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Penerapan pembelajaran Problem-Based Learning dan Cooperative Learning tipe Jigsaw hendaknya disesuaikan dengan materi DAFTAR RUJUKAN Arikunto. Dimyati & Mudjiono. Jakarta: Dirjen Pendidikan Tinggi DEPDIKBUD Hamalik.com Sapir. Siswa yang menyatakan sangat setuju (SS) dengan penerapan model ini yaitu sebesar 21. Jakarta: PT. Saran Perlu adanya pengkondisian bagi masing-masing tingkat satuan pendidikan dan guru mata pelajaran ekonomi khususnya dalam penggunaan model pembelajaran Problem-Based Learning dan Cooperative Learning tipe Jigsaw agar dapat menghasilkan hasil optimal dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Belajar dan Pembelajaran. Cooperative Learning. 2007. 51 Djatmika.G.dkk. sehingga dapat merekomendasikannya kepada guru mata pelajaran. Siswa yang menyatakan setuju (S) sebesar 54 %. Pendekatan Pembelajaran Ekonomi SMA/MAN Atas Dasar Kurikulum Baru dan Kecakapan Hidup. Jakarta: PT Rineka Cipta Arikunto. salah satunya yaitu penerapan model Problem-Based Learning dan Cooperative Learning tipe Jigsaw. Nomor 1. Ilmu Pengetahuan Sosial.ac. Penelitian Tindakan Jakarta: Bumi Aksara 2007. yang akan diajarkan dan lingkungan belajar siswa serta ketersediaan waktu yang cukup. 2006. Suharsimi. Kurikulum dan Pembelajaran. November 2003 Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. 2003 Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dan penerapannya dalam KBK. Oemar.T. hendaknya melakukan tindakan lebih dari dua siklus dan adanya konsep pengukuran tentang tujuan pembelajaran dalam mengukur keefektifan metode Problem-Based Learning dan Cooperative Learning tipe Jigsaw. Jakarta: Bumi Aksara Arikunto. 2004. E. Bumi Aksara Isjoni. 37 (3).15 %. Jakarta: PT.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group Sukardi. Tim Abdi Guru. Malang: Biro Administrasi Perencanaan. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Makalah. Wina. dan Sistem Informasi bekerjasama dengan Penerbit Universitas Negeri Malang. Artikel. Ekonomi SMA untuk Kelas XI. 2004. Disertasi. 2004. 2007 Metode Penelitian Tindakan Kelas. Edisi keempat. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. 2006.com Sapir. Tesis. Rochiati. Universitas Negeri Sanjaya. Metodologi Penelitian Pendidikan.id . Wiriaatmaja. 2009 Malang: Malang.JPE-Volume 2. Nomor 1. 2007. E-mail: sapir@um. Jakarta: Erlangga Universitas Negeri Malng. Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT remaja Rosdakarya 52 Alamat korespondensi: Sri Handayani: Fakultas Ekonomi_UM Email: handayani_sri19@yahoo. Laporan penelitian. Jakarta: Sinar grafika Offset. Skripsi.ac.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful