Proposal

i

Jakarta, 7 Desember 2010 Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Kepada Yth Dermawan Yang dirahmati Allah di Tempat Hal : Bantuan dalam Mewujudkan Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Dengan hormat, Keluarga merupakan elemen terkecil dalam sebuah tatanan negara. Keluarga yang baik akan membentuk negara yang baik pula.Keluarga adalah pilar pertama dan utama dalam pembangunan karakter bangsa. Namun demikian untuk membangun satu keluarga yang baik, sakinah (tenang), mawaddah(bahagia) wa rahmah (penuh kasih) tidak mungkin terlepas dari pembangunan keluarga yang lain yangsaling terikat dalam lingkungan ketetanggaan. Membangun sebuah keluarga yang ideal adalah tanggung jawab seorang kepala keluarga, sedang membangun lingkungan yang ideal adalah tanggung jawab bersama. Dengan adanya satu keluarga yang ideal akan menjadi contoh bagi keluarga yang lain dalam membangun keluarganya. Lebih lanjut seluruh keluarga dalam tatanan lingkungan ketetanggaan akan saling bergotong royong dan saling memberi contoh dalam membentuk keluarga yang ideal yang pada akhirnya akan membentuk lingkungan masyarakat yang ideal pula. Dengan lingkungan masyarakat yang ideal negara yang ideal akan terwujud dengan ijin Allah. Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan ini dimaksudkan untuk membentuk lingkungan yang ideal, yang sesuai dengan keinginan bersama tanpa melanggar aturan-aturanAllah,dengan dimulai dari pembangunan keluarga yang ideal. Impian kami akan lingkungan yang ideal kami gambarkan dalam visi kami sebagai wilayah yang Aman dan Makmur atau dengan kata lain wilayah yangTata Titi Tenteram Kertaraharja. Tata (aturan) artinya memiliki aturan baik aturan dari agama, negara, maupun adat Titi (disiplin) artinya taat dan disiplin pada aturan-aturan tersebut di atas Tenteram (aman) artinya memberikan rasa aman termasuk rasa aman dari diri kita (tidak merusak dan membuat gangguan pada lingkungan) Kertaraharja (sejahtera) artinya menjadikan kesejahteraan bagi semua Dalam mewujudkan pembangunan lingkungan yang ideal, kami akan berusaha mewujudkan misimisi kamiyang kami rumuskan dalam 3 pencapaian sebagai berikut: 1. Ketahanan Pangan yang Bergizi, dengan memenuhi 4 sehat 5 sempurna 2. Peningkatan Ketrampilan yang Manfaat, baik ilmu untuk dunia atau akherat

ii

3. Pelestarian Budaya yang Suci, yang tidak bertentangan dengan sunatullah Dengan misi-misi tersebut kami bercita-cita untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan atau akhlak yang baik, seperti: kebiasaan membaca menulis dan meneliti, kebiasaan kesopanan dan kesantunan, kebiasaan kejujuran dan amanah, kebiasaan bersih diri dan bersih lingkungan, kebiasaan kerapian dan keindahan, kebiasaan makan yang halal dan toyib (baik/sehat), kebiasaan berdisiplin, kebiasaan gotong royong, dll. Kebiasaan-kebiasaan yang baik ini selain menjadi kebiasan keluarga dan masyarakat juga akan menjadi bagian dari pembentukan karakter bangsa (Nation Character Building). Misi-misi tersebut akan kami capai dengan membentuk 3 lembaga sebagai kendaraan-kendaraan bagi kami untuk menuju impian yang kami cita-citakan. Ketiga lembaga tersebut adalah: 1. Yayasan “Pemberdayaan Keluarga”, yang ditujukan untuk menyalurkan bantuan dana dari para dermawan guna memberikan pelayanan sosial dan pemberdayaan lingkungan dalam usaha meningkatkan kualitas hidup (quality of living) dimulai dari pemberdayaan keluarga meluas ke pemberdayaan masyarakat 2. Pondok Pesantren “Gudang Ilmu”, yang ditujukan untuk mengajarkan ketrampilan hidup (living skills) serta untuk membangun jiwa yang sehat 3. Badan Usaha“Gotong Royong”, yang ditujukan untuk mengumpulkan rezeki Allah sebagai fasilitas untuk menjalani kehidupan di dunia (facility of living) Target kemakmuran yang akan kita capai adalah kemampuan seluruh lapisan masyarakat setempat untuk dapat berzakat karena kekayaan mereka telah mencapai nisabnya. Dengan tingkat kemakmuran seperti itu, insya Allah rasa aman akan tercapai. Apabila hal ini dapat tercapai, maka kami akan menduplikasikan konsep ini pada wilayah lain. Ibarat hendak menuju ke suatu tempat, kami akan sangat terbantu apabila ada dermawan yang dirahmati Allah, membantu kami menyediakan kemudahan bagi kami dalam mencapai Visi yang kami cita-citakan, baik berupa ilmu, harta, maupun dukungan moril.Untuk itu kami sampaikan Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan ini, sebagai bahan pertimbanganbagi dermawan yang dirahmati Allah. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hormat kami, a/n Desa Inovasi Indonesia

Yudiaswara Hadori. ST.MBA

Perintis

iii
Revisi pertama 1 September 2010 Revisi keempat 7 Desember 2010

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Daftar Isi
Pendahuluan ............................................................................................................................1 1. Latar Belakang...........................................................................................................................1 2. Visi dan Misi ..............................................................................................................................2 3. Peta Jalan Pembentukan Karakter ............................................................................................3 4. Alat dan Strategi .......................................................................................................................5 5. Kendaraan dan Kepemimpinan.................................................................................................8 6. Sinergi dengan Masyarakat.......................................................................................................9 7. Lokasi Wilayah ........................................................................................................................10 Desa Inovasi Indonesia...........................................................................Error! Bookmark not defined. 1. Maksud dan Tujuan.................................................................................................................11 2. Organ Yayasan ........................................................................................................................12 3. Program Kegiatan....................................................................................................................12 1. Masjid Pusat Kegiatan dan Dakwah ..................................................................................12 2. Rumah Perlindungan Anak ................................................................................................12 3. Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah ...................................................................................13 4. Pusat Pengolahan dan Budidaya Tanaman dan Ternak ....................................................15 5. Lumbung Masyarakat Mandiri (Baitul Mal) ......................................................................16 6. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Pusat Inovasi) .......................................................17 7. Wisata Kalimatullah (Wisata Alam) ..................................................................................20 8. Pelestarian Budaya Suci .....................................................................................................22 4. Fase-Fase Pelaksanaan Program Kegiatan ..............................................................................23 5. Laporan Kegiatan dan Keuangan Yayasan ..............................................................................24 a. Laporan Posisi Keuangan ...................................................................................................25 b. Laporan Aktivitas ...............................................................................................................26 c. Laporan Arus Kas ...............................................................................................................27 Pondok Pesantren Darussakinah ............................................................................................. 28 1. Visi dan Misi Pondok Pesantren..............................................................................................28 2. Jenis Pendidikan ......................................................................................................................28 3. Infrastruktur Pesantren...........................................................................................................29 4. Laporan Kegiatan dan Keuangan Pesantren ...........................................................................30 a. Laporan Posisi Keuangan ...................................................................................................30 b. Laporan Aktivitas ...............................................................................................................31 c. Laporan Arus Kas ...............................................................................................................31 Koperasi Gotong Royong......................................................................................................... 32 1. Tujuan Koperasi ......................................................................................................................32 2. Modal dan Keanggotaan Koperasi ..........................................................................................32 3. Organ Koperasi........................................................................................................................33 4. Pendirian Koperasi Gotong Royong ........................................................................................33 5. Laporan Kegiatan dan Keuangan Koperasi .............................................................................33 a. Laporan Neraca .................................................................................................................33 b. Laporan Perhitungan Hasil Usaha .....................................................................................34 c. Laporan Promosi Ekonomi Anggota ..................................................................................35

iv

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Perseroan Terbatas Gotong Royong ........................................................................................ 37 1. Perbedaan Perseroan Terbatas dengan Koperasi...................................................................37 2. Organ Perseroan Terbatas ......................................................................................................37 3. Laporan Kegiatan dan Keuangan PT Gotong Royong .............................................................37 a. Laporan Neraca .................................................................................................................38 b. Laporan Laba Rugi .............................................................................................................38 c. Laporan Arus Kas ...............................................................................................................39 Penguatan Pasar Lokal ............................................................................................................ 40 1. Definisi Pasar (Market) ...........................................................................................................40 2. Membentuk Permintaan (Demand) ........................................................................................41 3. Penguatan Daya Beli Masyarakat ...........................................................................................44 4. Perlindungan Ekonomi Masyarakat ........................................................................................45 Akhir Kata .............................................................................................................................. 47

v

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Pendahuluan
1. Latar Belakang Rasulullah saw diutus dimuka bumi dengan tujuan utama untuk memperbaiki akhlak, seperti disebut dalam hadits: “Aku tidak diutus oleh Allah SWT kecuali untuk menyempurnakan akhlak yang baik” (HR Malik).Akhlak dalam bahasa kita disebut budi pekerti, tabiat, kebiasaan, perangai, adab, atau juga budaya. Beberapa pakar mengatakan: “majunya suatu bangsa karena budaya atau tabiat membaca dan menulis dari bangsa tersebut”. Pakar lain mengatakan: “amannya suatu negara karena tabiat warga negara tersebut untuk selalu jujur dan patuh pada hukum”. Pada kenyataannya akhlak ternyata merupakan fondasi bagi semua kekuatan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa dengan akhlak umat yang baik,maka dalam waktu yang singkat, pengaruh Islam mampu membentang di tiga benua Asia, Afrika, dan Eropa,mulai dari Spanyol, Rusia, Cina hingga ke ujung timur Asia, negara kita Indonesia. Bahkan ketika bangsa Eropa belum menemukan Amerika atau Australia, ketika mereka masih dalam masa kegelapan (dark ages), budaya Islam sudah menjadi pelita dunia. Akhlak yang dahsyat itulah yang dinamakan sebagai akhlak Islam. Akhlak yang mampu memakmurkan wilayah-wilayah yang gelap menjadi terang benderang, wilayah yang gersang menjadi subur makmur lohjinawi. Akhlak itu jugalah yang mampu merebut kemerdekaan negara kita, dan akhlak itu jugalah yang mampu mempertahankan keutuhan bangsa kita. Kita mewarisi akhlak itu,namun saat ini kita belum kuasa untuk memanfaatkannya dengan maksimal untuk menangani masalah-masalah yang menimpa bangsa kita akhir-akhir ini. Akhlak yang telah memerdekaan negara kita dan akhlak yang telah mewujudkan kejayaan masa lalu Islam harus kita bangkitkan kembali. Untuk memanfaatkannya dengan maksimal, akhlak yang dahsyat itu harus menjadi akhlak seluruh bangsa (nation character). Takdir telah menentukan bahwa bangsa kita terjajah selama 350 tahun. Selama itu akhlak-akhlak yang baik, warisan dari moyang kita, hancur dirusak oleh penjajah melalui adu domba dan pemiskinan. Tidak menjadi tujuan penjajah untuk memakmurkan jajahannya, sehingga akhlakakhlak seperti gotong royong, kejujuran, kesatuan dan kebersamaan, toleransi, keramah tamahan dan akhlak baik lainya rusak dalam waktu 350 tahun akibat pemiskinan bangsa dan politik (siasat) pecah belah. Nabi mengatakan: “kemiskinan banyak mengajak manusia pada kekafiran” (HR Abu Naim dari Anas). Akibat dari kemiskinan itu rusaklah akhlak atau karakter bangsa sebagaimana dikatakan nabi: “sesungguhnya seseorang apabila banyak hutangnya (karena miskin), jika berbicara akan mudah berbohong, jika berjanji akan mudah ingkar” (HR Bukhari). Kesadaran akan bahaya kemiskinan dan pentingnya akhlak yang baik mendorong kami untuk ikut serta dalam usaha membangun karakter bangsa (nation character building). Pembangunan karakter bangsa ini diawali dengan pembangunan karakter keluarga.Keluarga adalah unit terkecil dalam sistem ketatanegaraan,dari sinilah pembangunan karakter bangsa dimulai. Keberhasilan dalam pembangunan karakter keluarga tersebut akan diperluas ke dalam tatanan masyarakat, dan pada akhirnya menuju ke tatanan bangsa dan negara. “Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” adalah moto kami dalam kesabaran berusaha.

1

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Usaha kami dalam membangun karakter tidak sampai kepada tatanan bangsa dan negara, kami membatasi diri hingga pada tatanan masyarakat. Dalam usaha membangun karakter masyarakat ini kami,dengan partisipasi jejaringan kami, akan memberdayakan potensi-potensi alam dan manusia yang ada dalam wilayah lingkungan kami. Potensi-potensi alam adalah harta yang tersimpan di dalam hutan, gunung, sawah, dan lautan, yang merupakan simpanan kekayaan untuk kemakmuran masyarakat. Sedang potensi-potensi manusia adalah karakter, budaya, atau akhlak bangsa juga ilmu yang diwariskan secara turun temurun, yang berasal tidak hanya dari Indonesia tetapi dari seluruh dunia, baik cara-cara bertani, berternak, berdagang, maupun bermasyarakat, yang merupakan warisan ketrampilan dalam mengelola lingkungan. Potensi-potensi tersebut akan kami berdayakan melalui tiga saluran utama, yaitu Yayasan, Pesantren dan Badan Usaha Gotong Royong. Pesantren merupakan wadah bagi perkembangan ilmu, Badan Usaha Gotong Royong adalah wadah bagi perkembangan harta, sedang Yayasan merupakan wadah bagi pengembangan akhlak. Pengembangan akhlak yang kami lakukan tidak sebatas akhlak akherat (tradisi kesholehan) namun juga akhlak duniawi (tradisi keilmuan). Tradisi keilmuan yang kami maksud adalah budaya membaca, menulis, dan meneliti (read, write, and research).

2. Visi dan Misi Tujuan bersama kita digambarkan dalam visi (impian) akan masa depan yang hendak kita raih, yaitu mewujudkan “Wilayah yang Aman dan Makmur”. Gambaran akan wilayah yang aman dan makmur tertulis di dalam al Qur’an surat Saba’ (34) ayat 15: “Baldatun Toyyibatun wa Robbun Ghofur” yang artinya negeri yang baik (aman dan makmur) dan mendapat limpahan ampunan dari Tuhan. Wilayah yang aman adalah wilayah yang bebas dari bahaya dan gangguan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Dalam kata lain disebut sebagai “baladan amina” atau negeri yang aman. Agar menjadi wilayah yang aman, penduduknya harus disiplin terhadap aturan-aturan, baik aturan agama (kitabullah), negara (syara’), dan budaya (adat), termasukaturan alam (sunatullah). Tujuan dari semua aturan adalah keadilan. Demikian pula halnya dengan Pengadilan, dimana semua keputusannya selalu diawali dengan kata “demi keadilan” bukan demi hukum. Dengan adanya aturan (tata) dan kedisiplinan (titi) akan wewujudkan rasa aman (tenteram). Kedisiplinan akan aturan menjadi kunci terwujudnya rasa aman, sedang rasa aman menjadi kunci menuju kepada kemakmuran (kertaraharja). Kedisiplinan dalam tingkat yang lebih tegas merupakan penegakan hukum. Hukum harus ditegakkan secara tegas untuk menjamin stabilitas dalam masyarakat. Ketegasan ini diungkapkan dalam hadits nabi: “andaikata Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya” (HR Muslim). Wilayah yang makmur adalah wilayah yang memberikan banyak hasil, tidak kekurangan, berpenduduk banyak tetapi sejahtera, atau dalam kata lain “gemah ripah loh jinawi” yang artinya berpenduduk banyak dan tidak berkekurangan dalam mencukupi kebutuhannyaatau disebut juga “kertaraharja”. Ukuran kemakmuran yang akan kita pakai dalam mewujudkan kemakmuran adalah kemampuan berzakat dari seluruh masyarakat.

2

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Pepatah mengatakan: “ribuan mil jarak yang ditempuh, dimulai dari langkah yang pertama”. Impian akan wilayah yang aman dan makmur tidak akan dapat langsung diwujudkan dengan sekali langkah. Langkah awal yang hendak kami lakukan dalam perencanaan strategis ini kami jabarkan dalam misi-misi yang hendak kami capai, yaitu: 1. Mewujudkan Ketahanan Pangan yang Bergizi, 2. Meningkatkan Ketrampilan yang Manfaat, dan 3. Melestarikan Kebudayaan yang Suci Pangan merupakan kebutuhan pokok utama manusia, tanpa pangan manusia tidak memiliki energi untuk bekerja. Program ketahanan pangan ini,ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi 4 sehat 5 sempurna. Pemenuhan gizi yang baik akan mempengaruhi kecerdasan otak manusia, yang pada akhirnya akan membantu perkembangan ilmu pengetahuan dan kreatifitas/inovasidari lingkungan masyarakat wilayah tersebut. Peningkatan ketrampilan ditujukan untuk mendidik semua lapisan masyarakatagar mampu memanfaatkan semua sumber daya yang ada. Pendidikan ketrampilan ini tidak semata ketrampilan teknis (pertanian, peternakan, kelistrikan, mekanik, dll), namun juga ketrampilan sosial (hukum, tata negara, hubungan internasional, aturan perdagangan, dll) dan juga ketrampilan bisnis (export/import, distribusi, perdagangan internasional, dll). Peningkatan ketrampilan non teknis ini ditujukan agar masyarakat menjadi melek (mampu melihat) dan mengerti kompleksitas dunia usaha dan bagaimana cara menghadapinya. Misi pelestarian budaya adalah misi peningkatan akhlak. Seperti dijelaskan di depanakhlak tidaklah semata sopan santun, tetapi akhlak dalam arti luas adalah budaya itu sendiri. Budaya membaca, budaya menulis, budaya meneliti, budaya berkarya, adalah bagian dari akhlak yang baik (akhlakul karimah).Termasuk dalam akhlak yang baik adalah kegigihan (sabar) dalam berusaha. Budaya lokal atau kearifan lokal (local wisdom) yang baik akan digalidan dilestarikan guna dimanfaatkan dalam menghadapi permasalahan di dunia ini.

3. Peta Jalan Pembentukan Karakter Cita-cita wilayah yang aman dan makmur dapat diwujudkan dengan memperbaiki akhlak masyarakat dari wilayah tersebut. Masyarakat terdiri dari kumpulan keluarga, dan keluarga terdiri dari kumpulan individu. Untuk memperbaiki akhlak masyarakat, keluarga, maupun individu dibutuhkan strategi dalam memilih dan memilah cara yang digunakan. Setiap pilihan membutuhkan cara yang berbeda. Secara singkat strategi tersebut digambarkan sebagai berikut:
Bangsa

Masyarakat

Wanita

Keluarga

Anak

Pemuda

3

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Awal langkah perbaikan akhlak masyarakat dimulai dari perbaikan akhlak wanita. Pepatah mengatakan: “wanita adalah tiang negara, baik wanitanya, baik pula negara itu”. Jadi wanita adalah awal dari perbaikan akhlak. Wanita adalah ibu bagi anak-anaknya. Sebagai ibu, wanita memiliki lebih banyak waktu berdekatan dengan anak-anaknya dibanding bapak. Sebagai ibu, wanita memiliki lebih banyak kesempatan dalam mendidik dan mengajarkan anak kebiasaankebiasaan dan budaya yang baik. Untuk itulah pentingnya memperbaiki akhlak atau kebiasaan wanita sebelum memperbaiki akhlak anak. Sebagaimana telah disebutkan, keluarga adalah unit terkecil suatu negara. Di dalam suatu keluarga terdapat pemimpin dan aturan-aturan yang harus dipatuhi anggota keluarga. Akhlak pemimpin keluarga sangat mempengaruhi akhlak seluruh anggota keluarga. Pemimpin adalah panutan dan contoh bagi anggota keluarga yang lain. Sebagai panutan, kualitas akhlak pemimpin keluarga dituntut lebih baik dari akhlak anggota keluarga yang dipimpinnya. Untuk itu perlu ditanamkan 4 akhlak pemimpin utama, yaitu: benar/jujur (sidiq), dapat dipercaya (amanah), komunikatif/penyampai (tabligh), dan cerdas/pandai (fathonah). Meskipun suami adalah pemimpin keluarga, namun setiap orang adalah pemimpin. Istri adalah pemimpin dirumah suaminya, pelayan adalah pemimpin dalam mengolah harta tuannya. Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi pendidikan anak. Baik buruknya akhlak anak sangat dipengaruhi oleh baik buruknya pendidikan di dalam keluarganya. Pola pendidikan anak sangat dipengaruhi oleh tingkat kedewasaannya. Sekalipun kedewasaan seiring dengan umur, namun tingkat kedewasaan seorang anak tidak selalu bergantung pada umur. Kejelian seorang pemimpin keluarga untuk melihat tingkat kedewasaan dari anak-anaknya sangat diperlukan guna menyesuaikan kebutuhan pendidikan mereka. Pola pendidikan yang akan kami berikan mengikuti siklus kedewasaan 7 tahunan. Sebagai contoh setelah umur 7 tahun seorang anak wajib diajari sholat, seperti tersebut dalam hadits: “ajarilah anakmu sholat ketika umur 7 tahun…” (HR Ahmad). Hal ini menunjukkan bahwa umur 7 tahun adalah saat seorang anak mulai mendapat pelajaran selepas masa bermain-main. Demikian pula yang terjadi pada pendidikan formal, sekolah dasar dimulai pada saat anak berumur kurang lebih 7 tahun. Pada masa itu dasar-dasar ilmu pengetahuan diberikan kepada seorang anak. Ringkasnya umur 0 s/d 7 tahun, atau kami sebut sebagai fase batuta (bawah tujuh tahun), adalah fase seorang anak bermain-main, sedang umur 7 s/d 14 tahun, atau kami sebut sebagai fase anak, adalah fase seorang anak mendapat pelajaran dan kedisiplinan. Mengapa disiplin, karena mengajari sholat berarti juga mengajari kedisiplinan, sedangkewajiban mencari ilmu tidak ditentukan batasnya: “menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim” (Shahihul Jami’ No. 3913). Fase berikutnya adalah umur 14 s/d 21 tahun, atau kami sebut sebagai fase remaja. Seorang anak baru dikenai hukum kewajiban dan larangan setelah baligh, dan baligh itu kira-kira pada umur 14 tahun. Pada fase ini seorang anak dilatih untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. Apabila disejajarkan dengan pendidikan formal, maka fase ini setara dengan fase SMP dan SMA. Pada fase ini seorang anak, yang baru pertama kalinya diberi tanggung jawab, membutuhkan pendamping tempat curahan hati. Fase remaja bukanlah fase ABG (anak baru gede) yang lebih cenderung pada sikap hura-hura. Fase remaja adalah fase belajar menerima tanggung jawab. Beberapa anak yang terpilih oleh Allah, telah mampu menggoreskan jejak sejarah pada fase remaja, sebut saja Ali bin Abi Thalib, Abdullah bin Zubeir, dsb. 4

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Fase terakhir adalah umur 21 s/d 28 tahun, yang kami sebut sebagai fase pemuda, yaitu fase pematangan. Batasan fase ini mengambil persamaan batasan umur minimal pernikahan yang dianjurkan pengetahuan psikologi modern dan juga batasan umur yang ditetapkan oleh negaranegara Barat untuk filem dewasa yaitu 21 tahun, dimana orang yang sudah berumur 21 tahun keatas boleh menonton tontonan yang mengandung unsur seksualitas, kekerasan, maupun katakata kotor (fasik) karena orang tersebut telah dianggap mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Pada fase ini seorang anak telah tumbuh menjadi dewasa. Pada fase ini seorang anak harus belajar mengerti tanggung jawab sosialnya. Akhir fase ini, seorang anak harus sudah mampu lepas landas mengarungi kehidupan dunia, lepas dari tuntunan orang tua bahkan rumah orang tua. Fase ini sangatlah penting, karena pemuda adalah harapan bangsa, sehingga dia perlu mengerti tanggung jawab sosialnya. Diatas pundak pemudalah ditaruh beban untuk mengurusi negara ini. Demikian seterusnya siklus kedewasaan seseorang mengikuti pola tujuh tahunan, dan pendidikan yang diberikan harus sesuai dengan tahapan kedewasaan seseorang. Menurut riwayat, (yang kami belum meyakini sumbernya, apakah dari pendapat Ali bin Abu Thalib atau dari hadits) mengatakan: “7 tahun pertama usia anak ajarilah dia bermain, 7 tahun kedua ajarilah dia disiplin, 7 tahun ketiga jadilah sahabat baiknya, 7 tahun keempat buatlah dirinya dewasa”. Masyarakat dan bangsa adalah lahan kegiatan bagi pemuda. Baik akhlak pemudanya baik pula akhlak masyarakatnya. Baik akhlak masyarakatnya baik pula akhlak bangsanya. Baik akhlak bangsanya maka akan tercapailah cita-cita negeri yang aman dan makmur, dengan ijin Allah.

4. Alat dan Strategi Untuk mewujudkan kemakmuran lingkungan dibutuhkan 3 alat atau senjata, yaitu: harta, ilmu dan akhlak. Ketiga alat atau senjata tersebut merupakan fasilitas yang telah disediakan oleh Allah untuk manusia dalam rangka tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah arti katanya adalah pengganti atau wakil, sehingga Khalifatullah artinya pengganti Allah di muka bumi. Sebagai khalifatullah atau pengganti Allah, tugasnya sama dengan Allah, yaitu menjaga agar bumi aman dan makmur. Tugas inilah yang merupakan amanah yang pernah ditawarkan kepada langit, kepada gunung, dan kepada makhluk-makkluk Allah lain yang kuat dan besar, namun mereka enggan untuk menerimannya. Manusia telah menerima tugas itu, dan untuk melaksanakan tugasnya Allah telah memberikan tiga senjata atau alat, yaitu harta, ilmu dan akhlak. Allah telah titipkan harta untuk manusia yang tersimpan di dalam hutan, gunung, sawah, dan lautan. Allah ajarkan manusia berbagai macam ilmu, seperti tersebut dalam wahyu pertama Al Qur’an diturunkan, surat Al Alaq (96) ayat 4-5 yang artinya: “yang mengajarkan (manusia) dengan perantaraan kalam. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”. Allah juga telah tuntun manusia memperbaiki akhlaknya melalui utusan-utusan Allah, dan contoh yang telah diberikan oleh nabi-nabi Allah. Untuk bisa mencapai tujuan memakmurkan bumi, ketiga alat yang tersedia tidak dapat digunakan sendiri-sendiri. Ketiga alat tersebut saling terkait dan tidak bisa dilepaskan satu persatusehingga dinamakan trisula, yaitu satu senjata yang mempunyai tiga ujung. Manusia yang memiliki harta yang berlimpah, ilmu yang luas, dan akhlak yang mulia akan mampu untuk memakmurkan bumi 5

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan dan sukses menjadi pengganti Allah. Tanpa harta seseorang tidak akan mampu untuk berkarya, tanpa ilmu seseorang hanya akan dibodohi, dan tanpa akhlak seseorang hanya akan dibenci. akan Senjata trisula ini yang akan dipakai untuk mewujudkan kejayaan bangsa dan negara. Contoh seseorang yang telah sukses dalam memegang senjata trisula adalah rasulullah Muhammad saw. Pada awal pergerakannya nabi didukung oleh kekayaan istrinya Khadijah, dan erakannya kemudian kekayaan sahabatnya Abu Bakar, lalu kemudian kekayaan sahabat sahabat-sahabat yang lainnya. Rasulullah juga dikelilingi oleh orang orang-orang yang berbakat seperti Umar bin Khatab Ali Khatab, bin Abi Thalibdan panglima-panglima yang cerdas seperti Khalid bin Walid. Akhlak rasulullah -panglima sendiri telah dinyatakan oleh Allah sebagai contoh yang baik (uswatun hasanah yang mendapat (uswatun hasanah) gelar dari masyarakat dengan sebutan al Amin. Demikian juga akhlak generasi pertama I Islam, yang merupakan generasi terbaik yang pernah dibangkitkan oleh Allah. Dengan tiga senjata tersebut, terbukti kekuasaan Islam mampu membentang dari Timur ke Barat. Islam juga mampu meletakkan dasar-dasar bagi ilmu pengetahuan modern. dasar Senjata trisula tersebut adalah alat yang hendak kami gunakan untuk mewujudkan cita cita-cita kami bersama yaitu wilayah yang aman dan makmur, dengan target sasaran: keluarga, masyarakat, makmur, serta lingkungan alam. Lingkungan alam merupakan kemakmuran alam yang tidak hanya bagi . manusia tetapi juga kemakmuran bagi makhluk makhluk Allah yang lain, termasuk hewan, makhluk-makhluk tanaman, gunung, sungai, lautan dsb, sebagai amanah dari Allah kepada manusia.

Ujung tombak pertama, ilmu. Kami memiliki jejaring teman teman kami yang telah berpendidikan . teman-teman sarjana, baik tingkat S1, S2, maupun S3 dari berbagai perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri. Teman-teman kami bersedia untuk menyumbangkan ilmu yang telah mereka pelajari teman di perguruan tinggi seperti ilmu pertanian, petern peternakan, ekonomi, manajemen dsb. Kami juga memiliki teman-teman peneliti baik yang bekerja sendiri, maupun yang bekerja di lembaga teman pemerintah seperti LIPI, BPPT, dsb. Slogan kami adalah “ , “ilmu masuk desa”. Ujung tombak kedua, akhlak. Kami memiliki jejaring ustad dan mubaligh yang siap sedia akhlak. mengajarkan akhlakul karimah karimahseperti yang telah diajarkan oleh rasulullah. Akhlak ini juga akan dicontohkan oleh teman-teman kami yang telah berpendidikan atau yang telah diberi ilmu teman termasuk mencontohkan kebiasaan membaca, menulis, dan meneliti Kebiasan ntohkan meneliti. Kebiasan-kebiasan yang

6

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan baik yang telah diturunkan oleh Allah kepada orang-orang yang diberi ilmu merupakan sebab kebahagian dunia dan akherat. Ujung tombak ketiga, harta. Melalui jejaring kami, kami akan berupaya mengumpulkan sumbangan, infaq, maupun sedekah guna membiayai usaha-usaha mewujudkan cita-cita bersama. Selain itu kami juga akan mencari investor yang bersedia mengembangkan hasil olahan potensi alam dari masyarakat. Dengan mencontoh generasi rasulullah, akan kami kumpulkan orang-orang yang berbakat tersebut. Yaitu orang-orang yang memiliki ilmu untuk diamalkan, orang-orang yang memiliki akhlak yang gigih dalam berusaha namun tunduk dalam berdoa untuk dicontoh, serta orang-orang yang dermawan yang memiliki harta untuk diinfaqkan. Konsep Trisula sesungguhnya adalah gambaran dari diri manusia itu sendiri: Ilmu ibarat kepala, kepala adalah wadah ilmu yang tidak pernah menjadi penuh walau diisi terus menerus. Tidak ada perintah untuk menahan diri terhadap ilmu, tetapi justru dianjurkan untuk mengabil ilmu yang tersebar dimanapun ditemukan. Akhlak ibarat hati, dimana disebutkan bahwa ada segumpal daging dalam tubuh manusia, bila baik bagian itu maka baiklah seluruh tubuhnya, tapi bila jelek bagian itu maka jelek pulalah seluruh tubuhnya, bagian itu adalah hati. Harta ibarat perut, dimana apa yang masuk ke perut sebagian dimanfaatkan dan sebagian lagi harus dibuang agar perut bersih dan menjadi sehat. Berbeda dengan kepala, perut adalah wadah yang paling buruk yang diisi oleh manusia. Senjata trisula juga disebut dalam wasiat Prabu Jayabaya sebagai “trisula weda” namun belum ada penafsiran yang pasti akan senjata trisula tersebut. Weda artinya untuk didengarkan yang juga merupakan sebutan bagi kitab suci agama Hindu, sama seperti Al Qur’an yang berarti bacaan. Trisula weda artinya ajaran trisula, yang diibaratkan sebagai senjata. Al Qur’an sendiri adalah pegangan yang diwasiatkan oleh Rasulullah untuk dipegang erat-erat agar jangan sampai lepas. Sejarah nasional mencatat bahwa orang Aceh berhasil dijajah Belanda setelah mereka melepas pegangan Al Qur'an oleh hasutan Snouck Horgronje yang menjauhkan orang Islam dengan Al Qur’an pegangannya. Demikian juga dengan senjata trisula weda, bila lepas dari genggaman tentu akan kalah bertarung di medan perang manapun, baik di medan perang bisnis, sosial atau bahkan medan perang sesungguhnya. Senjata trisula adalah pegangan bagi para pemimpin, namun senjata ini tidak akan dapat dipegang oleh pemimpin yang sombong. Definisi sombong disebutkan dalam hadits: “tidak masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi dari kesombongan, kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia” (HR Muslim).

7

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

5. Kendaraan dan Kepemimpinan Strategi pemberdayaan lingkungan ini membutuhkan tiga motor penggerak sebagai kendaraan dalam mencapai tujuan. Ketiga motor penggerak itu adalah: 1. Yayasan Pemberdayaan 2. Pesantren Gudang Ilmu 3. Badan Usaha Gotong Royong Pendirian yayasan ditujukan untuk membangun kebersamaan dengan masyarakat guna mensukseskan program-program yayasan. Yayasan juga digunakan untuk mengumpulkan dana maupun bentuk sumbangan lain, termasuk ilmu pengetahuan,yang akan disalurkan dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan baik di bidang pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, kestabilan lingkungan sosial, peningkatan ketrampilan, pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, riset, dll. Harta awal dari yayasan berasal dari wakaf tunai dan wakaf tanah di wilayah yang hendak diberdayakan yang dinilai secara tunai. Pesantren merupakan lembagauntuk membangun dan membentuk jiwa yang sehat. Jalur pendidikan pesantren ada dua, yaitu jalur pendidikan formal dan jalur pendidikan non formal. Pendidikan formal adalah pengajaran ilmu-ilmu dasar dan lanjutan sesuai dengan tingkat umur anak. Sedang jalur pendidikan non formal adalah pengajaran ketrampilan dalam menjalani hidup dan dalam mengatasi permasalahannya. Jalur non formal ini tidak mendasarkan pada tingkatan umur. Dari jalur non formal ini akan dibentuk ciri kekhususan pesantren yang didirikan yaitu: “penyelesaian permasalahan keluarga”. Kendaraan ketiga adalah badan usaha gotong royong, baik berupa koperasi maupun perseroan terbatas. Koperasi adalah wujud gotong royong guna memperoleh sarana atau prasarana yang dapat digunakan secara bersama. Kegiatan koperasi lebih ditujukan pada sektor riil. Sebelum koperasi dapat terbentuk, kegiatan ekonomi masyarakat akan dibantu (disubsidi) melalui sarana dan prasarana yang dimiliki oleh yayasan. Dalam Islam, akhlak adalah “jalan hidup” (way of life) juga merupakan “guiding principles”. Islam tidak mengajarkan satu sistem ekonomi atau sistem politik atau sistem suksesi yang baku.Islam membebaskan manusia dalam segala bentuk sistem dunia asalkan sesuai dengan guiding principles dalam Islam. Dari segi kepemimpinan, menurut ajaran Prabu Siliwangi, dikenal sistem Tri Tangtu di Buana yang artinya Tiga Unsur Penentu Kehidupan di Dunia. Sistem ini senada dengan Trias Politica dalam hal 8

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan pemisahan kekuasaan menjadi Legislatif, Yudikatif, dan Eksekutif. Dalam Tri Tangtu, posisi yang menjadi tonggak kehidupan dibagi menjadi tiga, yaitu: 1. Rama, atau wakil bagi rakyatnya yang menjadi panutan masyarakat dalam bergerak dan bertindak dengan tugas ada di jagat daranan (wilayah bimbingan). 2. Resi, atau ulama yang memberikan pengajaran dengan tugas ada di jagat kreta (wilayah kesejahteraan). 3. Prabu, atau pengurus bagi masyarakat dengan tugas ada di jagat palangka (wilayah tahta/kekuasaan). Meskipun tidak sepenuhnya sama, Yayasan lebih sesuai dipimpin oleh seorang dengan sifat Rama, Pesantren dipimpin oleh seorang dengan sifat Resi, dan Badan Usaha dipimpin oleh seorang dengan sifat Prabu. Ketiga pimpinan tersebut harus bekerjasama dalam mewujudkan wilayah yang aman dan makmur dan tidak boleh saling berebut. Sesuai nasehat prabu Siliwangi:“Haywa paala-ala palungguhan, haywa paala-ala pameunang, haywa paala-ala demakan. Maka pada mulia ku ulah, ku sabda, ku hedap si niti, si nityagata, si aum, si heueuh, si karungrungan, ngalap kaswar, semu guyu, tejah ambek guru basa dina urang sakabeh, tuha kalawan anwam”, yang artinya: “jangan berebut kedudukan, jangan berebut penghasilan, jangan berebut hadiah. Maka berbuat mulialah dengan perbuatan, dengan ucapan, dengan tekad yang bijaksana, yang masuk akal, yang benar, yang sungguh-sungguh, yang menarik simpati orang, suka mengalah, murah senyum, berseri di hati dan mantap bicara kepada semua orang, tua maupun muda”.

6. Sinergi dengan Masyarakat Sebagian dari masyarakat adalah pemilik tanah disekitar yayasan dan pesantren. Dari sebagian masyarakat pemilik tanah ada yang mampu mengelola tanahnya sendiri, tetapi ada pula yang membiarkan begitu saja. Dari tanah-tanah yang dibiarkan begitu saja dapat diintegrasikan sebagai wilayah wisata, dan lokasi wilayah berkegiatan lain tanpa merusak pohon maupun tanaman di tanah tersebut. Integrasi ini diwujudkan dalam bentuk kerjasama pemanfaatan tanah. Kegiatan yayasan maupun santri selain dilakukan di tanah wakaf juga dapat dilakukan di tanah masyarakat atau pemiliktanah disekitar yayasan maupun pesantren melalui sebuah kesepakatan. Kesepakatan tersebut dapat berupa kerjasama dari para santri yang ditugaskan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kelestarian tanah pemilik tanah berikut pohonnya. Dengan kesepakatan ini, yayasan tidak perlu memiliki tanah wakaf yang luas. Yayasan hanya perlu bersinergi atau bekerjasama. Kerjasama antar manusia inilah yang dianjurkan dalam agama, bukan keserakahan dalam memiliki tanah,karena pada akhirnya apa yang kita miliki akan kita lepas bersamaan dengan lepasnya ruh dari jasad kita. Sedang kerjasama dan kebersamaan akan selalu terbawa hingga akherat. Karena Allah sayang pada manusia yang menyayangi saudaranya, sebagaimana disebut dalam sebuah hadits qudsi: “Wajib untuk mendapatkan kasih sayang-Ku orang-orang yang saling menyayangi karena Aku dan saling berkunjung karena Aku dan saling berkorban karena Aku” (HR Ahmad). Sinergi masyarakat yang lain adalah dalam bentuk kerjasama dengan apa yang sudah diusahakan oleh masyarakat, seperti fasilitas penggilingan padi, fasilitas tungku pembakaran, penggunaan bersama mesin-mesin, dsb. Sebagai gantinya para santri memelihara dan merawat fasilitas-

9

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan fasilitas tersebut.Sinergi dan kebersamaan dengan masyarakat diperlukan untuk mendapatkan penerimaan dari masyarakat atas kami sebagai orang asing yang masuk dalam wilayah mereka.

7. Lokasi Wilayah Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan ini merupakan konsep yang dapat diterapkan tidak hanya pada satu wilayah. Harapan dapat diterapkannya konsep ini untuk wilayah lain dimana saja baik wilayah subur maupun tandus sangatlah memungkinkan. Hal ini disebabkan faktor manusia sebagai makhluk yang mampu untuk memakmurkan sebuah wilayah seperti kemampuan sang Kholik dalam memakmurkan alam ciptaanNya. Manusia telah diberi kemampuan untuk memakmurkan wilayah dan untuk itu sekaligus diberi amanah memakmurkan wilayah sebagai ganti Allah dalam memakmurkan wilayah tersebut. Amanah ini adalah ujian bagi manusia, bukan karena ketidak mampuan Allah. Ketetapan tersebut ada dalam Al Qur’an surat Al Baqarah (2) ayat 30: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat,sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Untuk mewujudkan konsep ini, kami akan menggalang kerjasama seluas-luasnya kepada desadesa di seluruh Indonesia untuk menjadi desa satelit dalam penerapan dan pengembangan ide dan konsep yang tertuang dalam proposal ini.

10

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Desa Inovasi Indonesia
1. Maksud dan Tujuan Desa Inovasi Indonesia didirikan dengan tujuan bergerak di bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan dan keagamaan. Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat dijalankan, antara lain: 1. Bidang Sosial a. Mendirikan dan/atau mengelola lembaga formal dan nonformal; b. Mendirikan dan/atau mengelola rumah sakit, poliklinik dan laboratorium; c. Menyalurkan tenaga kerja terutama anak yatim, fakir miskin dan kaum dhuafa; d. Pembinaan olah raga; e. Penelitian di bidang Ilmu pengetahuan dan kemasyarakatan; f. Studi banding di dalam maupun di luar negeri. 2. Bidang Kemanusiaan a. Memberi bantuan kepada korban bencana alam; b. Memberikan bantuan kepada pengungsi; c. Memberi bantuan kepada tuna wisma, farkir miskin dangelandangan; d. Mendirikan dan/atau mengelola panti asuhan, panti jompo dan panti wreda; e. Mendirikan dan/atau menyelenggarakan rumah singgah dan rumah duka; f. Memberikan perlindungan konsumen; g. Melestarikan lingkungan hidup. 3. Bidang Pendidikan a. Mendirikan dan/atau mengelola lembaga Pendidikan Pra Sekolah, Taman Kanak Kanak, Sekolah Dasar, Menengah, Diploma,Perguruan Tinggi, Kejuruan, Kursus dan Ketrampilan, serta menyediakan sarana dan prasarana pendidikan terkait; b. Mendirikan dan/atau mengelola laboratorium, sarana dan prasara penelitian, riset dan pelestarian lingkungan hidup; c. Mendirikan dan/atau menyelengarakan perpustakaan; d. Menyelenggarakan seminar, pelatihan, lokakarya, kuliah umum, serta kegiatan pendidikan publik lainnya; e. Meningkatkan pemahaman dan melakukan penyebarluasan ilmu pengetahuan; f. Menerbitkan artikel, kertas kerja, buku, dan materi pengetahuan. 4. Bidang Keagamaan a. Mendirikan sarana ibadah; b. Menyelenggarakan pondok pesantren dan madrasah; c. Menerima dan menyalurkan amal zakat, infaq dan sedekah; d. Meningkatkan pemahaman keagamaan; e. Melaksanakan syiar keagamaan. Banyaknya kegiatan yang tercantum diatas hanyalah sebatas diatas akte pendirian yayasan, sedang kegiatan-kegiatan yang sebenarnya tergantung dari kemampuan dan sumber daya yang dapat kami kumpulkan, yang akan kami jelaskan kemudian.

11

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan 2. Organ Yayasan Yayasan mempunyai organ yang terdiri dari: 1. Pembina – setara dengan pemegang saham dalam perusahaan 2. Pengurus – setara dengan direksi dalam perusahaan 3. Pengawas – setara dengan komisaris dalam perusahaan 4. Pelaksana Kegiatan – setara dengan manajer/pimpinan proyek dalam perusahaan

3. Program Kegiatan 1. Masjid Pusat Kegiatan dan Dakwah Bangunan umum yang pertama kali akan didirikan adalah sebuah masjid utama. Tujuan pendirian masjid utama adalah sebagai pusat perumusan kebijakan dan strategi dalam pelaksanaan kegiatan dan dakwah, disamping sebagai tempat ibadah. Sebagai masjid utama, masjid ini juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pesantren.

Disamping bangunan masjid akan dibangun pula bangunan kantor untuk keperluan bersama administrasi program-program kegiatan yayasan. 2. Rumah Perlindungan Anak Tujuan 1. Tempat perlindungan dan tumbuh kembang anak 2. Tempat tinggal anak yatim, anak terlantar, anak jalanan, dll Rumah Perlindungan Anak ditujukan sebagai inkubator atau tempat tumbuh kembangnya anak yang terlindungi dari pengaruh lingkungan luar. Anak ibarat lembaran kertas putih yang belum ada coretan-coretan diatasnya. Sebagai orang tua, kita wajib menjaga agar lembaran kertas putih itu mendapat tulisan-tulisan yang baik dan benar. Baik buruknya masa depan bangsa dan negara, sangat bergantung dari baik buruknya goresan yang ditorehkan dalam lembaran putih seorang anak. Pendirian Rumah Perlindungan Anakjuga ditujukan untuk menampung dan menghidupi anakanak yatim dan terlantar, termasuk anak-anak jalanan.Mereka adalah tunas-tunas bangsa yang akan mewarisi negara ini.Telah sering terjadi di masa lalu, pemimpin-pemimpin bangsa muncul dari kalangan ini. 12

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Yang masuk dalam kategori anak yatim dan terlantar yang dapat ditampung di rumah perlindungan anak ini, adalah mereka yang belum baligh, kira-kira umur dibawah 14 tahun. Sedang yang telah memasuki masa remaja, akan dipisahkan. Bangunan Rumah Perlindungan Anakterdiri atas bangunan tempat tinggal yang diberi fasilitas tempat bermain bagi anak-anak. Termasuk di dalamnya ada fasilitas tempat untuk: – berlatih memanah, – berlatih berenang, dan – berlatih menunggang kuda. Fasilitas tersebut diadakan mengikuti sunah nabisaw: “ajarilah anak-anakmu memanah, berenang dan menunggang kuda” (HR Thabrani). Kegiatan Kegiatan Rumah Perlindungan Anak meliputi: – Penyantunan anak yatim, anak terlantar, anak jalanan, dll – Mengajarkan ketrampilan memanah, berenang, dan berkuda, termasuk bela diri – Mendidik kemandirian dan tidak berputus asa atas rahmat Allah – Melatih insting kepemimpinan dengan pengembalaan ternak, termasuk tanggung jawab dalam melindungi ternak dari bahaya yang mengancam (ular, pencurian, dsb) Infrastruktur Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain: – Bangunan rumah tinggal penampungan anak – Tempat bermain, berolah raga, dan berlatih – Kolam renang – Kandang kuda beserta kudanya – Kandang ternak beserta ternaknya 3. Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah Tujuan 1. Menyantuni kamu lemah (dhuafa) 2. Memberikan kegiatan produktif bagi kaum lemah Yang dimaksud kaum lemah adalah janda-janda yang tidak memiliki penghasilan, penyandang cacat yang tidak bekerja, orang-orang tua yang sudah tidak kuat bersaing, dan kaum lemah lain. Tujuan dari pemberdayaan kaum lemah ini adalah untuk menyantuni kehidupan mereka dan mendorong mereka untuk tetap beraktifitas (bekerja) serta tidak berputus asa terhadap rahmat Allah. Para kaum lemah dibantu untuk berkarya dalam memanfaatkan sumber daya alam dan kemampuan ilmu atau ketrampilan yang dimiliknya.

13

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Kegiatan Pada pelaksanaannya, kaum lemah dikumpulkan dalam satu Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah untuk sarapan pagi bersama, berkegiatan bersama, makan siang bersama, belajar dan beribadah bersama, dan kembali ke rumah masing-masing sebelum petang. Biaya makan dan kehidupan dan sarana kegiatan selama beraktifitas di Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah disokong oleh yayasan. Yang dimaksud dengan kegiatan bersama adalah termasuk kegiatan yang bersifat produktif maupun kegiatan yang bersifat belajar ketrampilan. Anggota Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah sedikitnya akan memiliki ketrampilan yang dapat mereka gunakan dalam mencari rezeki. Di dalam Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah, para anggota diajarkan untuk menjadikan usaha (sabar) dan doa (shalat) sebagai penolong mereka, seperti disebut dalam Al Qur’an surat Al Baqarah (2) ayat 45: “jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu”. Prinsip dari aktifitas kaum lemah adalah “gotong royong”. Ibaratnya satu lidi yang mudah patah dan tidak banyak manfaatnya, apabila berkumpul menjadi satu akan menjadi sulit untuk dipatahkan dan akan banyak manfaatnya. Anggota Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah ibarat satu keluarga yang harus saling bekerja untuk mencukupi kebutuhan anggota keluarga yang lain. Kebutuhan makan, meski telah disokong oleh yayasan, dapat dihasilkan sendiri melalui pemanfaatan tanah wakaf atau bagi hasil dengan pemilik tanah. Nabi saw mengatakan bahwa: “tidak ada satu makananpun yang lebih baik dari pada apa yang dimakan oleh seseorang dari hasil kerjanya sendiri” (HR Bukhari). Untuk mencukupi kebutuhan makan bersama secara mandiri dengan gizi yang baik diperlukan: – Beras dan alternatif pengganti beras untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat – Perlu menanam sayur-sayuran untuk mencukupi kebutuhan mineral – Perlu berternak ikan sebagai lauk-pauk untuk mencukupi kebutuhan protein – Perlu menanam buah-buahan untuk mencukupi kebutuhan vitamin – Jika ingin disempurnakan dapat memerah kambing atau sapi untuk kebutuhan susu – Perlu mengolah sendiri dari biji kopi menjadi minuman kopi untuk kenikmatan, atau bahan minuman lain seperti jahe, lidah buaya, cincau, dsb. Hasil Produksi Karya yang bisa dilakukan antara lain: – Pengolahan makanan spt: dodol cempedak, kolang kaling, lidah buaya, dll – Kerajinan bambu atau nipah, dll Bagi Hasil Penjualan hasil karya kaum lemah dibagi menurut prinsip: 1/3 untuk upah pekerja dan penjualan – meskipun kecil tetapi lebih baik bekerja daripada menganggur 1/3 untuk modal usaha (pembelian bahan, dll) dan investasi alat – dikumpulkannya modal usaha dengan tujuan agar Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah dapat hidup secara mandiri di kemudian hari

14

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan 1/3 untuk makan bersama dan sosial (zakat, infaq & shodaqoh) – bagian untuk sosial dapat kembali ke mereka sebagai kaum lemah juga Manajemen Pendirian Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah ini membutuhkan tenaga pengelola untuk melakukan administrasi kegiatan, sumbangan dana dan pembagian hasil penjualan. Tenaga pengelola ini dapat diambil dari anggota Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah. Honor dari pengelola diambil dari bagian 1/3 untuk upah pekerja dan penjualan. Infrastruktur Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain: – Dapur umum dan sarana memasak – Alat-alat pertanian dan peternakan – Bibit pertanian dan peternakan – Lahan pertanian dan peternakan – Tempat berkumpul, makan dan belajar – Gudang penyimpanan hasil olahan makanan – Gudang penyimpanan hasil kerajinan bambu dan nipah – Kendaraan pengangkut hasil produksi – Tempat kerja (workshop) dan alat-alat pengolahan makanan – Tempat kerja (workshop) dan alat-alat pengolahan kerajinan bambu dan nipah 4. Pusat Pengolahan dan Budidaya Tanaman dan Ternak Tujuan 1. Meningkatkan cara budidaya yang benar dan efisien 2. Mengembangkan bibit unggul tanaman dan ternak 3. Melestarikan tanaman langka Tujuan utama pendirian Pusat Budidaya Tanaman dan Ternak ini adalah untuk meningkatkan produksi pertanian, perkebunan dan peternakan melalui proses atau cara-cara yang benar dan efisien. Seperti disebut dalam kitab Al Filaha (buku tentang pertanian) karangan Ibnu Al Awwan, ilmuwan muslim abad pertengahan, untuk bertani harus mengerti pengetahuan lahan, seperti: karakteristiknya, jenisnya (lembut, keras, berpasir, hitam, putih, kuning, merah, kemerah-merahan, atau kasar), tanaman dan pohon yang dapat ditanam, sistem irigasi dan komposisi pupuk. Ibnu Al Awwan mengatakan bahwa kelembaban tanah berdampak pada semua tanaman, termasuk komposisi pupuk. Menurut ilmuwan muslim tersebut, daun dapat menyuburkan tanah, sehingga dia menyarankan pemakaian pupuk kompos. Pupuk kompos ada 3 jenis, salah satunya adalah yang terbuat dari campuran rumput, jerami, dan abu. Semua bahan dimasukkan dlm lubang dan dituang air, tinggalkan hingga membusuk. Namun pemupukan yang berlebihan akan membakar tanah. Pohon yang produksinya sedikit, memiliki cabangcabang yang lemah serta ada ulat di dalam buahnya, artinya tanahnya tidak cocok dengan tanaman tersebut.

15

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Kegiatan Kegiatan Pusat Budidaya Tanaman dan Ternak antara laindapat berupa: – Penyediaan bibit tanaman, pohon dan anakan ternak yang unggul – Pembuatan beberapa jenis pupuk kompos dengan bahan utama didapat dari lingkungan sekitar – Pembuatan beberapa jenis pakan ternak dengan bahan utama didapat dari lingkungan sekitar – Penanaman tanaman-tanaman obat yang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesehatan maupun untuk penyembuhan penyakit – Peracikan tanaman obat untuk peningkatan kesehatan keluarga – Pelestarian tanaman langka, termasuk tanaman hias langka – Pengolahan hasil produksi pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan untuk memberikan nilai tambah pada produk-produk tersebut – Pengawetan dan pengepakan (packaging) hasil produksi – Pemetaan wilayah yang dikhususkan untuk penanaman tanaman kesehatan dan tanaman obat, serta menginventarisir kebutuhan tanaman obat. Apabila terdapat tanaman langka, maka perlu dibuat wilayah lebih khusus untuk pelestarian tanaman langka tersebut sehingga tidak terganggu oleh tanaman-tanaman yang lain. Infrastruktur Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain: – Lahan budidaya ternak dan ikan beserta bibitnya – Lahan budidaya pohon buah-buahan beserta bibitnya – Lahan budidaya tanaman sayur-sayuran beserta bibitnya – Lahan budidaya tanaman obat beserta bibitnya – Fasilitas pemuliaan tanaman langka – Fasilitas peracikan tanaman obat dan kesehatan – Laboratorium pengujian tanaman dan ternak – Gudang penyimpanan pupuk, obat-obatan, dan pakan 5. Lumbung Masyarakat Mandiri (Baitul Mal) Tujuan 1. 2. 3. 4. Menjaga ketahanan pangan masyarakat Mendidik masyarakat untuk bergotong royong mengisi lumbung Mendidik masyarakat untuk menjaga keamanan lumbung bersama Mendidik masyarakat akan rasa sosial dan tanggung jawab kepada bangsa

Tujuan utama pendirian Lumbung Masyarakat Mandiriadalah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat, seperti tersebut dalam salah satu misi kami, yaitu mewujudkan ketahanan pangan yang bergizi. Ketahanan pangan ini akan sangat bermanfaat di masa paceklik, baik karena berkurangnya produksi atau akibat dari bencana dan peperangan. Anjuran untuk menyisihkan sebagian dari hasil produksi disebutkan dalam Al Qur’an surat Yusuf (12) ayat 47: Yusuf berkata: “Supaya kamu bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan dibulirnya kecuali sedikit untuk kamu makan”.

16

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Tujuan lain dari pendirian Lumbung Masyarakat Mandiri ini adalah untuk meningkatkan tanggung jawab sosial bersama masyarakat akan anggota warga masyarakat lainnya. Sehingga terwujudlah kepedulian akan kondisi sosial ketetanggaan yang baik. Hal ini juga ditujukan untuk menggali kembali budaya masyarakat traditional kita yang telah luntur akibat dari tinggalan masa penjajahan, yaitu efek kapitalistik, yang membuat lebarnya jurang perbedaan sosial masyarakat. Kegiatan pendirian Lumbung Masyarakat Mandiri ini juga ditujukan untuk mendidik kejujuran masyarakat dalam menjaga harta lumbung. Kegiatan Kegiatan Lumbung Masyarakat Mandiridapat berupa: – Pendirian berbagai jenis kebutuhan lumbung – Membuat tata kelola pengisian lumbung dan penggunaannya (sistem persediaan) – Menggalakan kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk menjaga harta lumbung – Menjaga kedisiplinan dan kejujuran masyarakat melalui kerjasama dengan aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat Infrastruktur Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain: – Lumbung hasil pertanian – Lumbung hasil perkebunan – Lumbung hasil perikanan – Lumbung hasil peternakan – Lumbung hasil pengolahan makanan – Lumbung hasil peracikan tanaman obat – Fasilitas pengawetan makanan – Fasilitas pengepakan makanan 6. Pusat Penelitian dan Pengembangan (Pusat Inovasi) Tujuan 1. Meneliti dan mencari inovasi dalam budidaya pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan untuk peningkatan kualitas produk 2. Meneliti dan mencari inovasi dalam pengolahan makanan, pengawetan makanan, dan pengepakan 3. Meneliti dan mencari inovasi dalam memanfaatkan tanaman obat untuk kesehatan 4. Meneliti dan mencari inovasi dalam usaha menghasilkan energi listrik dan energi panas secara mandiri dan efisien 5. Meneliti dan mencari inovasi dalam pendirian bangunan maupun fasilitas dengan memanfaatkan kearifan lokal (local wisdom) termasuk ilmu modern 6. Membangkitkan budaya masyarakat untuk membaca, menulis, dan meneliti

17

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Tujuan pendirian Pusat Penelitian dan Pengembangan adalah untuk menumbuhkan budaya meneliti dan mencari inovasi serta membudayakan tabiat menulis atau membuat catatan dari berbagai kegiatan yang dilakukan, termasuk memperhatikan lingkungan alam sekitar. Selain budidaya tanaman dan ternak, kesehatan juga penting untuk dikembangkan. Di akhir zaman ini akan banyak penyakit-penyakit baru mematikan yang muncul (spt kanker, HIV, H5N1 (flu burung), H1N1 (flu babi), dsb), maka perlu digali sumber-sumber obat tradisional sebagai upaya untuk penyembuhan maupun pencegahan. Nabi saw berkata: “tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya” (HR Bukhari dan Muslim). Penelitian akan obat-obat baru diperlukan dalam rangka menggalakan budaya atau akhlak meneliti. Diharapkan akan ada santri yang menekuni ilmu kesehatan maupun ilmu pengobatan. Ketika santri tersebut membutuhkan tanaman obat, maka tanaman tersebut sudah tersedia di kebun.Santri yang menekuni ilmu kesehatan dapat mengajarkan cara membuat atau meracik makanan atau minuman kesehatan dan pengobatan, termasuk juga cara membudi dayakannya. Gerak hidup kita sangat dibantu oleh tersedianya energi yang mampu menggerakan benda mati. Kalau energi bagi manusia berasal dari makanan, energi bagi benda mati berasal dari listrik dan panas. Energi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, maka penelitian dan inovasi akan kemandirian energi sangat dibutuhkan. Bambu merupakan tanaman pengganti kayu yang dapat dipanen sepanjang tahun, sedang tanaman kayu dipanen dalam selang 5-10 tahun. Dengan demikian pemanfaatan bambu dapat pula dilakukan sepanjang tahun. Untuk itu diperlukan penelitian akan pemanfaatan dan pengolahan bambu baik sebagai bahan baku bangunan, furniture, termasuk sebagai peralatan rumah tangga dan alat musik. Berikut manfaat dari bambu, yang mungkin beberapa masih perlu penelitian lebih lanjut: Manfaat bambu untuk kesehatan, antara lain: – Bambu Tali/Apus, rebusan bambu tali untuk pengobatan radang paru-paru – Bambu Tamiang,bambu tamiang memiliki kerak putih yang mengandung sulfatilamit untuk pengobatan luka & biasa untuk bahan suling – Bambu Ater,bambu ater dapat dipakai untuk kebugaran – Bambu Kuning, rebusan bambu kuning untuk penyakit lever Manfaat bambu untuk bangunan, antara lain: – Bambu Betung,bambu betung digunakan sebagai tiang rumah karena besar dan kuat – Bambu Gombong,bambu gombong biasa digunakan untuk struktur bangunan rumah, pancuran, lantai bambu, dll – Bambu Tali/Apus, banyak digunakan untuk bahan pembuat anyaman, bilik, dll – Bambu Hitam, bambu hitam banyak dipakai untuk mebel dan bilik Manfaat bambu bagi lingkungan, antara lain: – Menyimpan air tanah dan dapat menyediakan air bersih saat kemarau. – Menjernihkan air sungai – Menahan erosi 18

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Manfaat bambu bagi keluarga, antara lain: – Ketika bayi lelaki disunat, pisau penyunatnya terbuat dari bambu – Saat belajar berjalan, dibuatkan tonggak-tonggak bambu yang bisa dikitari oleh anak – Saat makin besar, ia dibuatkan enggrang untuk berlatih keseimbangan – Untuk dibuat sebagai alat musik, seperti angklung, calung, dan suling – Daun bambu untuk membungkus makanan seperti bacang dan wajit – Mereka juga memakan rebung atau anak bambu untuk sayur – Tinggal di rumah bambu dan membuat mebel dari bambu – Perkakas rumah tangga dari tempat sampah (pengki) hingga pengukus (aseupan) terbuat dari anyaman bambu. – Ketika sudah tua, membuat tongkat dari bambu – Saat meninggal, ditandu dengan keranda bambu dengan penutup jenazah dari anyaman bambu Semua ilmu yang telah ditemukan dan dikuasai perlu dibukukan dan disimpan di dalam perpustakaan, baik secara fisik maupun digital. Ilmu yang ada harus selalu ditambah dan dipraktekkan agar supaya bisa berkembang. Kegiatan Kegiatan Pusat Penelitian dan Pengembangan dapat berupa: – Memberikan bantuan peningkatan kualitas produk untuk penetrasi pasar – Memberikan pelatihan dalam budidaya tanaman dan ternak – Memberikan pelatihan dalam pengolahan dan pengepakan makanan – Memberikan pelatihan ketrampilan pembuatan rumah &furnitur bambu, termasuk teknik penebangan dan pengawetan bambu – Memberikan pelatihan dalam pengobatan dengan cara tradisional, penggunaan tanaman obat maupun pijat refleksi tradisional – Memberikan pelatihan mekanisasi, sistem tata lingkungan, dan infrastuktur energi – Membuat semacam kurikulum untuk meneruskan ilmu dan ketrampilan ke murid (orang lain), termasuk perlu dirancang cara untuk mengembangkan ilmu, seperti metodologi dalam melakukan penelitian – Melakukan kaderisasi pengajar dan membentuk ikatan peneliti – Mengembangkan sistem penghargaan untuk memacu masyarakat melakukan tradisi keilmuan (membaca, menulis, dan meneliti) dan berlomba-lomba membuat inovasi atau kreatifitas baik produk maupun jasa Infrastruktur Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain: – Bangunan perpustakaan, baik perpustakaan fisik untuk menyimpan buku-buku dan catatan-catatan, maupun perpustakaan digital – Sarana belajar mengajar baik dalam bentuk bangunan beratap maupun di alam terbuka, termasuk laboratorium alam dan sekolah terbuka – Laboratorium Mekanik – Laboratorium Kesehatan Ternak – Laboratorium Kesehatan Tanaman

19

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan 7. Wisata Kalimatullah (Wisata Alam) Tujuan Ada beberapa tujuan yang dapat dihasilkan dari kegiatan Wisata Kalimatullah ini: 1. Menunjukan tanda-tanda kebesaran Allah dan bersahabat dengan dengan alam. Dari sini peserta diajak mengenal binatang yang berbahaya dan bagaimana mengatasinya, mengenal tanaman berbahaya dan bagaimana memanfaatkannya, termasuk mengenal tanaman yang bermanfaat dan bagaimana mengolahnya. 2. Mendidik peserta wisata hidup seperti lebah: tidak merusak tempat dia hinggap atau berada, sebaliknya memberi manfaat ditempat dia hinggap atau berada (putik bunga yang dihinggapi lebah tidak akan rusak, sebaliknya lebah membantu penyerbukan tanaman dari putik tersebut). 3. Penyegaran jiwa dengan berzikir dan bertafakur mendekatkan diri kepada Allah melalui suasana alam yang tenang. Disamping itu gaung kalimatullah akan tersebar diseluruh pelosok wilayah yang digunakan untuk wisata. 4. Memakmuran wilayah,dengan banyaknya orang yang datang (bersilaturhami) maka rezeki akan mengalir ke wilayah tersebut. Hal ini dimungkinkan karena penduduk setempat akan menyediakan pelayanan bagi tamu-tamu yang datang. Kegiatan Wisata Kalimatullahdapat dikerjakan setelah kegiatan pemberdayaan kaum lemah yang terkait langsung dengan penduduk setempat berhasil dilakukan. Hal ini diperlukan untuk menumbuhkan kelekatan dengan penduduksetempat terlebih dahulu sebelum mendatangkan orang-orang asing ke wilayah mereka. Kegiatan Kegiatan Wisata Kalimatullahdapat berupa: – Jalan-jalan di dalam hutan sambil memperhatikan ayat-ayat kauniyah disepanjang jalan yang dilewati – Qira’ah Al Qur’an di tengah hutan yang insya Allah mampu untuk menyuburkan dan meningkatkan kualitas tanaman di sekitar tempat qira’ah – Shalat di tengah hutang sebagai usaha untuk menghadirkan kekhusukan – Diskusi agama di tengah hutan dengan suasana keteduhan pepohonan – Pengajaran agama dengan jalan-jalan di dalam hutan untuk memperhatikan ayat-ayat kauniyah seperti pengenalan tanaman, manfaat dan pengolahannya – Kegiatan olah raga (outbound) di wilayah hutan – Kunjungan ke sentra penerapan kearifan lokal, seperti penumbukan padi yang berirama, pemanfaatan lumbung padi, permainan-permainan traditional, dll – Belajar mengembalakan binatang ternak, seperti kerbau dan kambing, sebagai sarana latihan kepemimpinan yang juga dilakukan oleh para nabi – Bakti sosial di desa sekitar wilayah, spt: santunan sosial, pengobatan gratis, pelatihan ilmu-ilmu ketrampilan Peserta wisata rohani membayar biaya makan bersama untuk kegiatan mereka selama berwisata, sehinggap perlu dicari penduduk sekitar yang mampu memasak makanan untuk banyak orang.

20

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Infrastruktur Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain: – Saung-saung tilawah dan sholat – Bangunan induk tempat berkumpul, makan dan belajar – Gubuk-gubuk penginapan dilengkapi dengan fasilitas MCK – Dapur umum dan sarana memasak – Joging track dan jembatan antar bukit – Kolam-kolam ikan dan pemagaran tanaman – Infrastruktur penyaluran air untuk wudlu dan antar gubug – Infrastruktur penerangan jalan dan track, serta gubug – Infrastruktur komunikasi antar saung, gubug, dan bangunan induk – Infrastruktur pembuangan dan pengolahan limbah – Fasilitas outbound Berikut beberapa contoh bentuk-bentuk gubuk penginapan yang terbuat dari bambu. Bahan bangunan berasal dari bambu yang telah diolah, sehingga terpancar keasrian dari bangunan gubug tersebut.

21

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan 8. Pelestarian Budaya Suci Tujuan Tujuan Pelestarian Budaya Suci adalah untuk melestarikan kearifan budaya lokal, baik berupa: – Kebajikanberupa nasehat, kesopanan, tata krama, arsitektur bangunan, ketata negaraan, dll – Kesenian seperti kesenian musik dengan alat-alat musik dari bambu dan kulit kerbau, dll, dengan tidak menyimpang dari batasan-batasan syariat – Kesusasteraan hasil karya pendahulu kita yang perlu dikaji untuk mempelajari sejarah masa lalu guna menghadapi pengulangan sejarah dimasa yang akan datang – Seni Beladiri seperti pencak silat yang tumbuh dari hasil budidaya nenek moyang kita Pelestarian Budaya Suci juga ditujukan untuk mengingatkan akan penghancuran budaya agamis (moral/akhlak) secara sistematis oleh budaya sekuler, sehingga perlu memasang mata dan telinga lebih tajam untuk mencegah usaha-usaha penghancuran moral, baik melalui propaganda kebebasan maupun penyimpangan penafsiran emansipasi dan demokrasi. Anak merupakan generasi penerus bangsa ini, sehingga anak perlu dilindungi dari usaha pengrusakan budaya suci atau akhlak mulia.Sehubungan dengan ini perlu dibangun wilayah bermain dan belajar bagi anak-anak sebagai sarana ekstra kurikuler selepas sekolah seperti disebutkan di depan. Kegiatan Kegiatan Pelestarian Budaya Suci dapat berupa: – Mengingatkan akan sejarah masa lalu dari bangsa sendiri maupun bangsa lain untuk diambil pelajaran (ibrah) agar terhindar dari murka Allah, termasuk sebab-sebab kemunduran. – Mendidik untuk selalu melestarikan alam dan mengingatkan akan tugas manusia sebagai khalifah (pengganti) Allah di muka bumi. – Membuat berbagai jenis mainan anak-anak dari bambu dan sumber lain yang tersedia di lingkungan setempat. – Membuat alat-alat kesenian dari bambu, seperti: gamelan, angklung, seruling, dll. – Membentuk group-group kesenian traditional untuk pelestarian budaya, termasuk alunan irama penumbuk padi. – Mengajarkan dan mengingatkan warisan kebudayaan lokal yang merupakan bentuk kearifan lokal (local wisdom) dan yang menjadi budaya suci . – Meningkatkan ketrampilan bela diri maupun bela negeri.Ilmu ini diperlukan karena mendekati akhir zaman, dunia akan dipenuhi dengan banyak kekacauan.Ketrampilan bela negeri termasuk ketrampilan untuk mengawasi usaha-usaha mengacaukan negeri dan ketrampilan diplomasi (berkawan & bernegosiasi secara santun) Infrastruktur Infrastruktur yang dibutuhkan antara lain: – Saung tempat pengkajian dan diskusi budaya lokal – Tempat kerja (workshop) pembuatan alat-alat kesenian – Tempat kerja (workshop) pembuatan mainan anak – Panggung tempat pagelaran kesenian tradisional 22

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Disamping infrastruktur dari program-program di atas, yayasan secara keseluruhan juga membutuhkan infrastruktur berikut: 1. Infrastruktur Energi Panas – Infrastruktur panas dapat berasal dari produksi sendiri biogas, yaitu dari pengolahan kotoran ternak yang dijadikan gas pembakaran. 2. Infrastruktur Energi Listrik –Infrastruktur listrik selain didapat dari PLN, diharapkan bisa didapat secara mandiri melalui program Pembangkit Listrik Mandiri, baik dari panel surya (solar cell), dari genset, atau dari kincir angin. 3. Infrastruktur Air Bersih – air sangat diperlukan sebagai sumber kehidupan. Infrastruktur air bersih dapat berupa pembuatan saluran air dari gunung, pengambila air sungai, pengambilan air tanah atau penampungan air hujan. Diperlukan juga infrastruktur penjernihan air untuk menjernihkan air yang kotor. 4. Infrastruktur Air Limbah – sebelum air limbah dibuang ke lingkungan perlu infrastruktur pengolahan air limbah sehingga aman dibuang ke lingkungan. 5. Infrastruktur Transportasi – yaitu akses jalan antar wilayah dan armada transportasi untuk mobilisasi orang dan barang.

4. Fase-Fase Pelaksanaan Program Kegiatan Program-program kegiatan yang telah disampaikan diatas tidaklah mungkin dilaksanakan bersamaan, bahkan ketika dana tersedia berlimpah. Ada satu hal yang perlu disiapkan terlebih dahulu, yaitu akhlak masyarakat setempat. Akhlak adalah fondasi tempat ilmu dan harta tumbuh. Tanpa fondasi akhlak yang kuat, ilmu dan harta akan berlalu begitu saja, terbang terbawa angin ketidak percayaan. Mencontoh sejarah hijrahnya Nabi dari Mekah ke Madinah, adalah diawali dengan pengiriman da’i-da’i atau ustad-ustad ke Yatsrib (nama sebelum Madinah). Merekalah para perintis yang berjasa membentuk akhlak penduduk Madinah untuk dapat menerima kaum Muhajirin. Demikian pula halnya dengan program kami, beberapa ustad dipersiapkan untuk merintis dan membentuk akhlak penduduk setempat agar bersedia menerima kebaikan dan kebersamaan orang lain. Kegiatan-kegiatan yang diawali oleh para perintis dibagi dalam empat fase: I. Fase Pertama (Fase Perintis) Fase Perintis ditujukan agar masyarakat siap menerima bantuan dan tidak menganggap bantuan sebagai hadiah yang dapat disia-siakan begitu saja. Masyarakat harus mampu untuk memanfaatkan bantuan tersebut. Hal ini akan dicontohkan oleh akhlak atau budaya dari para perintis. Pada fase ini, kemandirian para perintis juga sangat penting. Perintis yang kehabisan tenaga tentu akan melemahkan terlaksananya program-program pada fase berikutnya. Perintis harus menjadi contoh bagi dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum menjadi contoh bagi orang lain. Membentuk kemandirian perintis menjadi hal yang sangat penting sebelum mereka mampu menolong orang lain. Kegiatan pada fase pertama adalah: 1. Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah, dalam kegiatan ini para perintis akan memberikan contoh dalam mengolah potensi lingkungan dan membentuk kemandirian, termasuk kemandirian dari para perintis itu sendiri.

23

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan II. Fase Kedua (Fase Pembentukan) Fase Pembentukan ditujukan untuk membentuk kebersamaan dan strategi pelaksanaan program-program kegiatan yang lain. Fase kedua ini diwujudkan dalam pelaksanaan program: 1. Masjid Pusat Kegiatan dan Dakwah, kebersamaan masyarakat beserta perintis dalam kegiatan ibadah dan tarbiyah atau pendidikan (baik pendidikan akherat maupun pendidikan duniawi) akan memudahkan pelaksanaan program-program berikutnya. III. Fase Ketiga (Fase Penguatan) Fase Penguatan ditujukan untuk meningkatkan ketahanan sosial masyarakat, baik dari segi ekonomi melalui pendirian lumbung-lumbung pangan, maupun ketahanan budaya melalui perlindungan terhadap tunas-tunas bangsa serta melalui kegiatan pesantren. Programprogram dalam fase ketiga ini adalah: 1. Rumah Perlindungan Anak, untuk menjaga anak dari pengaruh buruk 2. Lumbung Masyarakat Mandiri, untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat 3. Wisata Kalimatullah, untuk memupuk kecintaan kepada alam dan bagaimana cara menjaganya 4. Pondok Pesantren, untuk mendidik dan mengajarkan akhlak mulia dan ilmu dalam mengarungi kehidupan dunia IV. Fase Keempat (Fase Pengembangan) Fase Pengembangan ditujukan untuk meningkatkan teknologi serta pengembangan ekonomi masyarakat. Program-program dalam fase keempat ini adalah: 1. Pusat Budidaya Tanaman dan Ternak 2. Pusat Penelitian dan Pengembangan 3. Pusat Pelestarian Budaya Suci 4. Badan Usaha Gotong Royong, baik yang berbentuk Koperasi maupun yang berbentuk Perseroan Terbatas Pengelompokan program-program kegiatan kedalam empat fase tersebut diatas tidaklah mutlak, tergantung dari analisis dan strategi pengurus yayasan. Namun secara umum yang paling penting adalah mempersiapkan akhlak dari masyarakat setempat, tanpa ini bantuan apapun akan dianggap sebagai hadiah dari sinterklas, bukan sebagai bantuan untuk mempermudah kehidupan mereka. Pola pikir atau “mind set” ketergantungan pada orang atau sebagai orang gajian harus dirubah menjadi pola pikir wiraswasta atau “enterprenuer”.

5. Laporan Kegiatan dan Keuangan Yayasan Sebagai bentuk pertanggung jawaban atas amanah yang diberikan kepada kami, kami akan menerbitkan Laporan Kegiatan dan Laporan Keuangan. Laporan kegiatan berisi informasi stastistik program-program kegiatan yang dilakukan dan pencapaiannya. Tujuan dari Laporan Kegiatan ini adalah untuk mengukur sejauh mana efektifitas program telah tercapai. Disamping itu Laporan Kegiatan memberikan informasi kepada kita perbaikan apa saja yang harus dilakukan untuk masa yang akan datang.Laporan Keuangan yang akan kami terbitkan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45 yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia mengenai Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba. Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan Posisi 24

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Keuangan (setara Neraca), Laporan Aktivitas (setara Laba Rugi), dan Laporan Arus Kas. Karena yayasan menjadi holding bagi pesantren, maka laporan keuangan pesantren akan dikonsolidasi ke laporan keuangan yayasan. a. Laporan Posisi Keuangan Pada posisi awal, kekayaan yayasan berasal dari tanah wakaf yang ditunaikan dan wakaf tunai yang berasal dari para pendiri yayasan. Wakaf tanah dan wakaf tunai dimasukkan dalam Pendapatan Yayasan,bukan dimasukan dalam modal disetor seperti yang biasa terdapat dalam laporan keuangan perusahaan.
DESA INOVASI INDONESIA Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2011 dan 2010 dalamribuan Rupiah Catatan AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Uang Muka Persediaan Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Investasi Aktiva Tetap Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH Kewajiban Hutang Operasi Hutang Pajak Hutang Jangka Panjang Jumlah Kewajiban Aktiva Bersih Tidak Terikat Terikat Jumlah Aktiva Bersih JUMLAH KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH 2011 2010

1 2 3

-

-

4 5

6 7 8

-

-

Tidak seperti Laporan Keuangan perusahaan yang memiliki akun Modal Disetor dalam akun Ekuitas, yayasan tidak memiliki akun yang setara dengan Modal Disetor. Dengan demikian, yayasan bukanlah milik perseorangan atau lembaga tertentu, tetapi yayasan adalah milik kita bersama. Pengelola yayasan, baik itu pembina, pengurus, pengawas, atau pelaksana, adalah orang-orang yang diberi amanat oleh kita bersama untuk mewujudkan cita-cita atau visi kita bersama dengan kendaraan yayasan. Untuk itu kontribusi semua lapisan masyarakat sangat diharapkan dalam mewujudkan impian bersama.

25

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan b. Laporan Aktivitas Laporan aktivitas yayasan dibedakan dalam aktivitas yang berasal dari dana tidak terikat dan aktivitas yang berasal dari dana terikat. Kolom Tidak Terikat merupakan penerimaan dan kegiatan yang berasal dari sumbangan yang tidak diperuntukkan secara khusus. Sedang kolom Terikat merupakan kegiatan yang berasal dari sumbangan yang pemakaiannya sudah ditentukan. Sebagai contoh sumbangan yang khusus untuk program kegiatan Rumah Perlindungan Anak, maka dana tersebut tidak dapat dipakai untuk keperluan kegiatan yayasan lainnya.
DESA INOVASI INDONESIA Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2010 dalam ribuan Rupiah 2010 Catatan PENDAPATAN Sumbangan Jasa Layanan Penghasilan dari Investasi Penghasilan Lain-Lain Aktiva Bersih Dibebaskan dari Pembatasan: Penyelesaian Program Pembatasan Berakhirnya Waktu Pembatasan JUMLAH PENDAPATAN BEBAN OPERASI DAN KERUGIAN Beban Operasi Biaya Operasional Masjid Utama Program Rumah Perlindungan Anak Program Pusat Pemberdayaan Kaum Lemah Manajemen dan Umum Pencarian Dana Jumlah Beban Operasi Kerugian Kerugian akibat Kebakaran Kerugian akibat Penyakit Jumlah Kerugian JUMLAH BEBAN OPERASI DAN KERUGIAN KENAIKAN (PENURUNAN) AKTIVA BERSIH AKTIVA BERSIH PADA AWAL TAHUN AKTIVA BERSIH PADA AKHIR TAHUN 9 10 11 12 Tidak Terikat Terikat -

13 14

-

-

15 16 17 18 19

-

-

20 21

Untuk kesederhanaan contoh laporan keuangan, kami tidak menyajikan dana yang dalam bentuk terikat peruntukannya. Dalam contoh ini dianggap semua dana bebas peruntukannya.

26

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan c. Laporan Arus Kas
DESA INOVASI INDONESIA Laporan Arus Kas Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 dalam ribuan Rupiah 2011 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Perubahan dalam Aktiva Bersih Penyesuaian atas perubahan aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas: Depresiasi Kerugian Akibat Kebakaran Kerugian Akibat Penyakit Penurunan (Kenaikan) Uang Muka Penurunan (Kenaikan) Persediaan Kenaikan (Penurunan) Hutang Operasi Kenaikan (Penurunan)Hutang Pajak Kas Bersih Diterima (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Ganti Rugi dari Asuransi Kebakaran Penjualan (Pembelian) Investasi Pembelian Aktiva Tetap Kas Bersih Diterima (Digunakan) untuk Aktivitas Ivestasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Perolehan (Pembayaran) Hutang Jangka Panjang Kas Bersih Diterima (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) DALAM KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN

2010 -

-

-

-

-

-

-

Untuk dapat mempertahankan keberadaan yayasan beserta kegiatan-kegiatannya, maka diperlukan kaderisasi pengelola yayasan yang tidak tergantung dari satu orang. Kesadaran bahwa masing-masing individu adalah pemimpin dapat menjadi harapan kelangsungan aktivitas yayasan hingga ratusan tahun. Kewajiban kaderisasi pemimpin ini disebut dalam hadist: “Jika ada suatu kelompok sebanyak tiga orang hendaknya mereka mengangkat salah seorang dari mereka sebagai pemimpin atas mereka. Itulah amir yang diperintahkan oleh Rasulullah saw” (HR Ibn Khuzaimah dan al-Hakim). Untuk itu sistem suksesi kepemimpinan harus dibentuk, dengan tidak terlalu kaku terhadap satu sistem, karena suksesi kepemimpinan dari para khulafaur rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) tidak menganut satu sistem suksesi kepemimpinan. Demikian beberapa program kegiatan Desa Inovasi Indonesia. Program ini tidak dapat dikerjakan hanya oleh beberapa orang saja. Kami mengundang relawan untuk ikut serta mengusahakan terlaksananya program-program kegiatan yayasan.

27

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Pondok Pesantren Darussakinah
1. Visi dan Misi Pondok Pesantren Visi Pondok Pesantren Pondok Pesantren ini didirikan dengan visi menjadi pondok pesantren yang dikenal mendidik dan “Mewujudkan Jiwa yang Sehat”. Dalam membentuk jiwa-jiwa yang sehat termasuk didalamnya penanganan terhadap masalah-masalah keluarga. Misi yang Diemban 1. Membangun ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan masyarakat Negara dibentuk dari kelompok-kelompok masyarakat, sedang masyarakat dibentuk dari sejumlah keluarga. Sehingga pembangunan kedisiplinan dan karakter sebuah negara dimulai dari pembangunan kedisiplinan dan karakter sebuah keluarga. 2. Membentuk akhlak wanita sebagai tiang negara Pendidikan pertama seorang anak banyak dipengaruhi oleh ibu, perkataan yang paling dituruti oleh seorang anak hingga dewasanya adalah perkataan ibu, baik buruknya akhlak suami banyak dipengaruhi oleh nafsu istri atau dari perempuan yang diinginkan laki-laki. Semua ini menyimpulkan bahwa wanita sangat berperan dalam mempengaruhi tindak tanduk pria (oleh karenanya wanita adalah ujian bagi pria). Karena negara banyak diurus oleh kaum pria maka baik akhlak wanitanya baik pula akhlak negara itu. 3. Membangkitkan kegigihan pemuda sebagai penerus bangsa Kegigihan artinya kesabaran atau usaha yang tidak kenal putus asa dari rahmat Allah. Kelak dalam masa-masa kekacauan yang akan dihadapi bangsa-bangsa di dunia, pemuda harus dipersiapkan untuk memiliki kesabaran yang tinggi sebagai penolong bagi dirinya yang disertai dengan doa (sholat). Namun demikian, pemuda perlu mendapat pengarahan akan sikapnya agar tidak jatuh pada fanatisme sempit (ashabiyah), karena fanatisme sempit adalah kesesatan, seperti disebut dalam hadits: Ka’ab bin ‘Iyadh ra bertanya, “Ya Rasulullah, apabila seorang mencintai kaumnya, apakah itu tergolong fanatisme?”. Nabi saw menjawab, “Tidak, fanatisme (ashabiyah) ialah bila seorang mendukung (membantu) kaumnya atas suatu kezaliman” (HR Ahmad). Dengan demikian sikap patriotisme atau nasionalisme haruslah dilandasi karena kebenaran, seperti arti lambang bendera kita merah putih,“berani karena benar”.Warna merah (al-ahmar) dan putih (al-abyadh) adalah warna dianugerahkan oleh Allah kepada rusulullah, seperti tersebut dalam hadits: “Sesungguhnya Allah memperlihatkan dunia kepadaku, timurnya dan baratnya, dan aku dianugrahi warna yang indah merah dan putih (al-ahmar wa al-abyadh)” (HR Muslim). Dalam masyarakat Sunda, rasa gembira dan syukur diungkapkan dalam kalimat “kagunturan madu karagragan menyan putih” yang juga melambangkan warna merah putih.

2. Jenis Pendidikan Pendidikan yang akan diajarkan di Pesantren dibagi dalam dua kategori: 1. Jalur Pendidikan Formal, yaitu pengajaran sesuai kurikulum sekolah formal 2. Jalur Pendidikan Non Formal, yaitu pendidikan pengetahuan dan akhlak untuk segala usia 28

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Target SantriPendidikan Non Formal Permasalahan Keluarga: – Keluarga yang menginginkan ketenangan (sakinah) – Suami atau Istri yang dalam ambang perceraian – Suami atau Istri yang ingin rujuk kembali – Orang Tua yang menghadapi permasalahan anak – Anak yang ingin berbakti kepada orang tua – dan lain-lain tidak terbatas hal-hal diatas Akhlak Wanita: – Wanita yang menginginkan ketenangan (mutmainah) – dan lain-lain tidak terbatas hal-hal diatas Ketrampilan Berdikari: – Pemuda atau Pemudi yang belum memiliki pekerjaan – dan lain-lain tidak terbatas hal-hal diatas Pesantren terbuka untuk santri selain target diatas, karena misi utama adalah membangun akhlak yang baik (karimah) dan jiwa yang tenang (mutmainah).

3. Infrastruktur Pesantren Bangunan Utama: – Masjid, secara bersama menggunakan masjid yayasan – Bangunan Perpustakaan – Bangunan Sekolah dan Fasilitas Penunjang Belajar – Bangunan Sarana Olah Raga – Bangunan Saung-Saung Tilawah Bangunan Pemondokan: – Bangunan Saung Tinggal Tamu – Bangunan Saung Tinggal Ustad – Bangunan Saung Tinggal Santri – Bangunan Asrama Pemondokan Santri Putra & Putri Bangunan Prasarana: – Bangunan Dapur Umum beserta alat-alat masaknya – Bangunan Gudang (Bahan Baku: Pupuk, Pakan, Bambu, dll) – Bangunan Gudang (Barang Jadi) untuk Usaha Dagang Santri – Bangunan Kandang Kambing untuk Latihan Gembala Santri – Bangunan Kandang Kuda untuk sarana transportasi – Bangunan Kolam Pemeliharaan Ikan Infrastruktur: – Infrastruktur Saluran Air dari Gunung – Infrastruktur Penjernihan dan Menara Air – Infrastruktur MCK dan Pengolahan Limbah – Infrastruktur Parkir dan Jalan Masuk Mobil – Infrastruktur Jalan Trek Wilayah dan penerangannya

29

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan – Jembatan-Jembatan Penghubung antar Bukit – Infrastruktur Jalan Tembus Motor antar Desa Sarana Transportasi: – Mobil untuk Angkutan Barang – Mobil untuk Angkutan Orang – Motor – Kuda Tunggangan Alat-Alat: – Alat-alat pengolahan bambu dan kayu – Alat-alat pertukangan& kerajinan – Alat-alat perikanan – Generator Listrik

4. Laporan Kegiatan dan Keuangan Pesantren Laporan Keuangan yang akan kami terbitkan seperti Laporan Keuangan Yayasan, sesuai dengan PSAK No. 45 mengenai Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba dengan beberapa modifikasi untuk menyesuaikan dengan organisasi pendidikan yang belum diatur dalam PSAK. Dalam ilustrasi laporan keuangan ini, kami mengasumsikan adanya dana sumbangan yang khusus diperuntukkan untuk bea siswa, yang mana dana tersebut dimasukkan dalam kolom aktivitas terikat. a. Laporan Posisi Keuangan
PONDOK PESANTREN Laporan Posisi Keuangan 31 Desember 2010 dan 2011 (dalam ribuan Rupiah) Catatan AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Uang Muka Persediaan Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Aktiva Tetap Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH Kewajiban Hutang Operasi Hutang Pajak Hutang Jangka Panjang Jumlah Kewajiban Aktiva Bersih Tidak Terikat Terikat Jumlah Aktiva Bersih JUMLAH KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH 2011 2010

1 2 3

-

-

4

5 6 7

-

-

30

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan b. Laporan Aktivitas
PONDOK PESANTREN Laporan Aktivitas Untuk Tahun Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 (dalam ribuan Rupiah) 2011 Catatan PENDAPATAN Sumbangan Umum Sumbangan Pendidikan Aktiva Bersih Dibebaskan dari Pembatasan: Penyelesaian Program Pembatasan Berakhirnya Waktu Pembatasan JUMLAH PENDAPATAN BEBAN OPERASI DAN KERUGIAN Beban Operasi Beban Pendidikan Beban Bea Siswa Manajemen dan Umum JUMLAH BEBAN OPERASI KENAIKAN (PENURUNAN) AKTIVA BERSIH AKTIVA BERSIH PADA AWAL TAHUN AKTIVA BERSIH PADA AKHIR TAHUN 8 9 10 11 Tidak Terikat Terikat -

12 13 14

-

-

c. Laporan Arus Kas
PONDOK PESANTREN Laporan Arus Kas Untuk Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2010 dan 2011 (dalam ribuan Rupiah) 2011 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Perubahan dalam Aktiva Bersih Penyesuaian atas perubahan aktiva bersih menjadi kas bersih yang digunakan untuk aktivitas: Depresiasi Penurunan (Kenaikan) Uang Muka Penurunan (Kenaikan) Persediaan Kenaikan (Penurunan) Hutang Operasi Kenaikan (Penurunan) Hutang Pajak Kas Bersih Diterima (Digunakan) untuk Aktivitas Operasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pembelian Aktiva Tetap Kas Bersih Diterima (Digunakan) untuk Aktivitas Ivestasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Perolehan (Pembayaran) Hutang Jangka Panjang Kas Bersih Diterima (Digunakan) untuk Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) DALAM KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN

2010 -

-

-

-

-

-

31

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

KoperasiGotong Royong
Koperasi Gotong Royong merupakan bagian dari Badan Usaha Gotong Royong yang terpisah dari yayasan. Keterkaitan dengan yayasan adalah adanya hubungan kerjasama yang bisa dijalin dalam rangka mewujudkan visi “Wilayah yang Aman dan Makmur”. Laporan keuangan badan usaha koperasi mengacu pada PSAK No. 27 mengenai Akuntansi Perkoperasian.

1. Tujuan Koperasi Tujuan pendirian koperasi adalah untuk menggerakan roda ekonomi dengan cara menggerakkan perputaran uang anggota, yang pada akhirnya diharapkan dapat menggeret gerak roda ekonomi masyarakat di lingkungan anggota. Roda ekonomi yang bergerak akibat pertukaran uang dan barang atau jasa. Dalam Islam, uang bagaikan air yang mengalir. Air yang tidak mengalir akan menimbulkan penyakit. Untuk itulah uang harus senantiasa terus berputar secara alami dalam perekonomian, semakin cepat uang berputar dalam perekonomian maka akan semakin tinggi pendapatan masyarakat, maka akan semakin baik perekonomian. Yang dimaksud uang disini adalah sesuatu yang betul-betul mewakili barang dan jasa. Fungsi koperasi adalah untuk menggerak perputaran uang. Hal ini dapat terjadi karena adanya stimulus atau rangsangan untuk mendapatkan sisa hasil usaha (SHU) yang lebih banyak. Stimulus tersebut adalah pembagian SHU yang tidak hanya berdasar proporsi simpanan, namun juga berdasar proporsi kontribusi anggota. Anggota yang aktif memanfaatkan jasa koperasi dengan membayar seperti halnya non anggota, maka anggota tersebut akan mendapatkan SHU berdasar kontribusi dia dalam memanfaatkan jasa koperasi. Dengan demikian semakin sering anggota tersebut memanfaatkan jasa koperasi, semakin besar pula bagian yang dia dapat dari SHU. Dengan semakin seringnya jasa koperasi dimanfaatkan, berarti koperasi tersebut menjadi berkembang. Inilah yang dinamakan nilai tambah dalam perputaran roda ekonomi.

2. Modal dan Keanggotaan Koperasi Pada kenyataannya di masa sekarang, untuk menambah jumlah anggota koperasi sangatlah susah. Jumlah anggota yang minim hanya dapat mengumpulkan jumlah modal yang kecil. Untuk dapat bergerak seperti bergeraknya usaha kecil dan menengah (UKM), koperasi harus memiliki modal sebesar modal UKM. Dengan demikian yang namanya simpanan pokok tidaklah mungkin hanya sebesar ratusan ribu. Simpanan pokok tersebut haruslah senilai puluhan juta. Tetapi dengan simpanan pokok yang sedemikian besar, anggota koperasi tidaklah mungkin berasal dari masyarakat ekonomi lemah. Fungsi simpanan wajib adalah untuk menambah modal kerja, bukan untuk modal investasi. Modal investasi semestinya didanai oleh simpanan pokok dan simpanan sukarela. Sifat simpanan wajib seperti tabungan rutin, sehingga nilainya kecil. Untuk menjadi besar tentu saja dibutuhkan waktu yang lama. Dengan demikian simpanan wajib tidak dapat menjadi solusi kebutuhan awal investasi koperasi.Meski kendala itu dapat diatasi dengan menurunkan simpanan pokok dan membesarkan simpanan sukarela, namun strategi ini menjadi tidak adil bagi anggota yang memberikan simpanan sukarela bernilai besar. Ketidak adilan ini diakibatkan oleh hak suara yang sama baik

32

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan yang memiliki simpanan sukarela yang kecil atau yang besar atau yang tidak memiliki simpanan sukarela sama sekali. Fungsi koperasi adalah untuk menggerakkan ekonomi bukan semata untuk memperoleh barang yang murah. Untuk itu, koperasi akan cocok dilaksanakan bagi kumpulan orang yang memiliki kepentingan produktif bersama yang bersedia menyamaratakan simpanan (pokok dan sukarela) dengan nilai yang besar guna menggerakkan roda produksi mereka. Strategi ini diterapkan selama jumlah anggota koperasi tidak mencapai ambang kecukupan modal.

3. Organ Koperasi Organ koperasi terdiri atas 1. Rapat Anggota 2. Pengurus yang terdiri atas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara yang diangkat oleh Rapat Anggota 3. Pengawas yang diangkat oleh Rapat Anggota 4. Manajer Pengelola Usaha yang diangkat oleh Pengurus 5. Penasehat yang diangkat oleh Pengurus

4. Pendirian Koperasi Gotong Royong Rencana pendirian Koperasi Gotong Royong tidak akan dilaksanakan sebelum terlaksananya program-program kegiatan yang akan dijalan oleh Desa Inovasi Indonesia. Kegiatan dari yayasan sangatlah penting sebagai langkah awal menumbuhkan partisipasi masyarakat sekitar. Dengan partisipasi masyarakat sekitar, kami dapat menggali potensi-potensi yang dapat didaya gunakan melalui lembaga-lembaga komersial seperti koperasi. Kami juga dapat mengukur seberapa jauh kemampuan ekonomi masyarakat untuk membentuk koperasi, dan apa yang dibutuhkan masyarakat yang dapat dilaksanakan melalui koperasi. Karena permasalahan pembentukan koperasi adalah kecukupan modal, maka pendirian koperasi menunggu meningkatnya ekonomi masyarakat yang dibantu oleh Desa Inovasi Indonesia. Selama belum berdirinya koperasi, maka kegiatan ekonomi masyarakat akan dibantu oleh yayasan. Seperti misalnya kebutuhan masyarakat akan armada distribusi untuk memasarkan hasil produksi mereka, maka yayasan dapat meminjamkan alat transportasinya untuk keperluan peningkatan ekonomi masyarakat.Alternatif lain lembaga ekonomi masyarakat selain koperasi adalah pendirian UKM dalam bentuk perseroan (PT), dengan jumlah pemegang saham yang banyak.

5. Laporan Kegiatan dan Keuangan Koperasi Laporan Keuangan yang akan diterbitkan Koperasi Gotong Royong mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 mengenai Pelaporan Keuangan Akuntansi Perkoperasian. Laporan keuangan tersebut terdiri dari Laporan Neraca, Laporan Perhitungan Hasil Usaha, dan Laporan Promosi Ekonomi Anggota. a. Laporan Neraca 33

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan
KOPERASI GOTONG ROYONG Laporan Neraca 31 Desember 2011 dan 2010 dalam Rupiah Catatan AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Bank Piutang Usaha Uang Muka Persediaan Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Penyertaan pada Koperasi Penyertaan pada Non Koperasi Aktiva Tetap Beban Ditangguhkan Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN DAN AKTIVA BERSIH Kewajiban Hutang Usaha Hutang Pajak Hutang Simpanan Anggota Hutang Dana Bagian SHU Hutang Jangka Panjang Jatuh Tempo Biaya yang Harus Dibayar Jumlah Kewajiban Kewajiban Jangka Panjang Hutang Bank Hutang Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Ekuitas Simpanan Wajib Simpanan Pokok Simpanan Sukarela Cadangan SHU Belum Dibagi Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2011 2010

1 2 3 4

-

-

5 6 7 8

9 10 11 12 13 14

-

-

15 16

b. Laporan Perhitungan Hasil Usaha
KOPERASI GOTONG ROYONG Laporan Perhitungan Hasil Usaha Untuk Tahun Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 dalam Rupiah Catatan PARTISIPASI ANGGOTA Partisipasi Bruto Anggota 17 Beban Pokok 18 Partisipasi Netto Anggota PENDAPATAN DARI NON ANGGOTA Penjualan

2011 -

2010 -

19

-

-

34

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan
Catatan 20 2011 2010 -

Harga Pokok Laba (Rugi) Kotor dengan Non Anggota Sisa Hasil Usaha Kotor BEBAN OPERASI Beban Operasi Beban Usaha Sisa Hasil Usaha Koperasi Beban Perkoperasian Sisa Hasil Usaha stlh Beban Perkoperasian Pendapatan dan Beban Lain-Lain Sisa Hasil Usaha sblm Pos-Pos Luar Biasa Pendapatan dan Beban Luar Biasa Sisa Hasil Usaha sebelum Pajak Pajak Penghasilan Sisa Hasil Usaha setelah Pajak

21 22 23 24 25

-

-

Sisa Hasil Usaha (SHU) akan dibagi-bagikan kepada anggota menurut prosentase alokasi pembagian Sisa Hasil Usaha yang dicantumkan dalam Anggaran Dasar akta pendirian koperasi. Alokasi pembagian SHU dibedakan menjadi dua dengan perbandingan sebagai berikut: SHU dari Usaha untuk Anggota 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. SHU utk cadangan SHU utk anggota sesuai besar simpanan SHU utk anggota sesuai besar kontribusi SHU utk dana pengurus SHU utk kesejahteraan pegawai/karyawan SHU utk kesejahteraan koperasi SHU utk dana pembangunan daerah kerja SHU utk dana sosial SHU dari Usaha untuk Non Anggota 1. SHU utk cadangan

2. 3. 4. 5. 6.

SHU utk dana pengurus SHU utk kesejahteraan pegawai/karyawan SHU utk dana pendidikan koperasi SHU utk dana pembangunan daerah kerja SHU utk dana sosial

Sifat simpanan anggota adalah sebagai pinjaman kepada koperasi, bukan sebagai saham atau modal disetor.Berbeda dengan saham, simpanan dapat ditarik kembali ketika anggota keluar dari koperasi tanpa adanya keuntungan modal (capital gain). Sedang saham dapat dijual diatas nilai pari (par value) atau nilai yang tertera di lembar saham. c. Laporan Promosi Ekonomi Anggota
KOPERASI GOTONG ROYONG Laporan Promosi Ekonomi Anggota Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010 dalam Rupiah 2011 PROMOSI EKONOMI SELAMA TAHUN BERJALAN MANFAAT EKONOMI DARI PEMASARAN PRODUK ANGGOTA Pemasaran Produk Anggota atas Dasar Harga Pasar Pemasaran Produk Anggota atas Dasar Harga Koperasi Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi Pemasaran Produk

2010

-

-

35

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan
2011 Anggota MANFAAT EKONOMI DARI PENGADAAN BARANG UTK ANGGOTA Pengadaan Barang atas Dasar Harga Pasar Pengadaan Barang atas Dasar Harga Koperasi Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi Pengadaan Barang untuk Anggota MANFAAT EKONOMI DARI PENYEDIAAN JASA UNTUK ANGGOTA Penyediaan Jasa atas Dasar Harga Pasar Penyediaan Jasa atas Dasar Harga Koperasi Jumlah Promosi Ekonomi dari Transaksi Penyediaan Jasa untuk Anggota Jumlah Promosi Ekonomi Anggota selama Tahun Berjalan PROMOSI EKONOMI PADA AKHIR TAHUN Pembagian Sisa Hasil Usaha Tahun Berjalan untuk Anggota Jumlah Promosi Ekonomi Anggota 2010 -

-

-

-

-

-

-

Laporan keuangan diatas hanya sebagai contoh pembuatan laporan keuangan apabila koperasi telah terbentuk.

36

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Perseroan Terbatas Gotong Royong
1. Perbedaan Perseroan Terbatas dengan Koperasi Perseroan Terbatas berbeda dengan Koperasi dalam tiga hal, yaitu: hak suara,kepemilikan dan nilai saham. Hak suara pada Perseroan Terbatas sesuai proporsi nilai sahamnya, sedang pada Koperasi hak suara tidak sesuai proporsi kontribusi iuran, namun satu suara untuk satu orang (one man one vote). Seperti pepatah yang mengatakan “berat sama dipikul ringan sama dijinjing”, koperasi mengajarkan kepada kita empati kepada orang lain karena senasib sepenanggungan, sama rasa sama rata. Hal ini karena semua individu anggota bukan pemilik dari koperasi, tetapi bergabung karena memiliki kepentingan yang sama. Dari perbedaan diatas, perseroan terbatas merupakan salah satu bentuk liberalisasi ekonomi (ekonomi bebas), sedang koperasi merupakan salah satu bentuk demokratisasi ekonomi (ekonomi musyawarah). Disebut liberalisasi ekonomi, karena siapa yang kuat hartanya dia yang paling kuasa. Perbedaan kedua adalah kepemilikan saham pada Perseroan Terbatas mewakili hak atas kekayaan perusahaan, sedang pada koperasi kontribusi iuran tidak mewakili kepemilikan atas kekayaan koperasi. Dengan demikian anggota koperasi bukanlah pemilik koperasi. Maju mundurnya koperasi didasari atas kepentingan bersama. Perbedaan ketiga ada pada nilai saham. Nilai saham pada Perseroan Terbatas dapat dijual diatas nilai nominalnya, sedang penarikan kembali kontribusi iuran anggota koperasi, sama dengan jumlah nominal yang telah disetorkan. Sebagai catatan, semua penarikan kembali saham maupun iuran koperasi diambil dari kekayaan perusahaan, sehingga bila terjadi kebangkrutan maka kerugian ditanggung oleh pemegang saham atau anggota yang masih tercatat. Pendirian koperasi didasarkan atas jumlah minimal anggota 20 orang, sedang menurut UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, modal dasar yang tercantum dalam akta pendirian paling sedikit sebesar Rp 50 juta, dan sedikitnya 25% sudah ditempatkan dan disetor penuh.

2. Organ Perseroan Terbatas Perseroan Terbatas mempunyai organ yang terdiri dari: 1. Rapat Umum Pemegang Saham 2. Direksi 3. Dewan Komisaris

3. Laporan Kegiatan dan Keuangan PT Gotong Royong Laporan Keuangan perseroan terbatas adalah bentuk laporan keuangan yang pada umumnya diketahui dan dipelajari di sekolah. Laporan ini terdiri dari Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas. Pada tingkatan tertentu, pihak pengurus atau manajemen perseroan terbatas juga diharuskan memberikan Laporan Perubahan Ekuitas. Semua laporan mengacu pada ketentuan yang termuat dalam PSAK.

37

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan a. Laporan Neraca
PT GOTONG ROYONG Laporan Neraca 31 Desember 2011 dan 2010dalam ribuan Rupiah Catatan AKTIVA Aktiva Lancar Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-Lain Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tidak Lancar Aktiva Tetap Investasi Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Hutang Usaha Hutang Pajak Hutang Lain-Lain Hutang Jangka Panjang Jumlah Kewajiban Ekuitas Modal Disetor Saldo Laba Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2011 2010

1 2 3 4

-

-

5 6

7 8 9 10

-

-

b. Laporan Laba Rugi
PT GOTONG ROYONG Laporan Laba Rugi Untuk Tahun Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010dalam ribuan Rupiah Catatan 2011 Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Beban Usaha Biaya Umum dan Administrasi Biaya Lain-Lain Jumlah Beban Usaha Laba Operasi Pendapatan (Beban) Lain-Lain Pendapatan (Beban) Lain-Lain Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-Lain Laba (Rugi) Sebelum Pajak 11 12 -

2010 -

13 14

-

-

15

-

-

38

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan
Catatan 16 2011 2010 -

Beban Pajak Penghasilan Laba Bersih

Dalam akuntansi biaya dibedakan dalam dua kelompok yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung merupakan biaya yang terkait langsung dengan produk atau jasa yang dihasilkan, seperti bahan baku, biaya pemeliharaan alat-alat produksi, gaji pegawai produksi, dsb. Biaya langsung tersebut masuk dalam “harga pokok penjualan”.Sedang biaya tidak langsung adalah biaya yang digunakan untuk mendukung produksi barang dan jasa atau disebut sebagai overhead. Biaya tidak langsung tersebut dimasukkan dalam “beban usaha”. Untuk pendapatan maupun biaya yang tidak terkait dengan produk atau jasa yang dihasilkan dan bukan merupakan operasi perusahaan yang rutin dimasukkan dalam “pendapatan (beban) lain-lain”. Beban pajak penghasilan merupakan pajak badan yang dihitung sendiri (self assessment) sesuai ketentuanketentuan pajak yang berlaku.Deviden dibagikan berdasar laba bersih. Namun demikian, menurut UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, dari laba bersih harus disisakan sebesar 20% untuk cadangan operasi perusahaan. c. Laporan Arus Kas
PT GOTONG ROYONG Laporan Arus Kas Untuk Tahun-Tahun yang Berakhir Pada Tanggal 31 Desember 2011 dan 2010dalam ribuan Rupiah 2011 2010 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Laba (Rugi) Bersih Penambahan kembali penyusutan Modal Kerja Penurunan (Kenaikan) Piutang Usaha Penurunan (Kenaikan) Persediaan Penurunan (Kenaikan) Piutang Lain-Lain Kenaikan (Penurunan) Hutang Usaha Kenaikan (Penurunan) Hutang Pajak Kenaikan (Penurunan) Hutang Lain-Lain Kenaikan (Penurunan) Kasdari Aktivitas Operasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penjualan (Pembelian) Aktiva Tetap Kenaikan (Penurunan) Kasdari Aktivitas Investasi ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Perolehan (Pembayaran) Hutang Jangka Panjang Kenaikan (Penurunan) Kasdari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN (PENURUNAN) DALAM KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN

-

-

-

-

-

39

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

PenguatanPasar Lokal
1. Definisi Pasar (Market) Permintaan manusia akan barang dan jasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri. Berbeda dengan makhluk Allah yang lain dimana kebutuhan mereka dipenuhi dari apa yang tersedia disekitar mereka tanpa melalui jasa pengolahan terlebih dahulu. Sedang manusia memerlukan jasa pengolahan dan juga membutuhkan barang yang keberadaannya jauh disekitar mereka. Karena kebutuhan akan barang dan jasa ini maka timbul pertukaran barang dan jasa antar manusia. Pertukaran akan kebutuhan barang dan jasa inilah yang disebut pasar (market), dan pasar pada intinya adalah manusia itu sendiri. Semakin besar manusia yang membutuhkan barang dan jasa, semakin besar pula pasar yang dibentuk. Menurut hasil sensus tahun 2010, penduduk Indonesia berjumlah sebanyak 237,6 juta orang. Jumlah ini merupakan urutan ke-5 dari jumlah penduduk dunia setelah Cina, India, Uni Eropa, dan Amerika. Jumlah ini lebih besar dari gabunganJerman (83 juta), Perancis (63 juta), Inggris (61 juta), dan Belanda (16 juta).Dari jumlah penduduk yang demikian besar, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar. Apa yang dibutuhkan manusia Jerman, Perancis, Inggris, dan Belanda juga sama dengan apa yang dibutuhkan manusia Indonesia. Permintaan pasar (market demand) adalah permintaan manusia, pemenuhan pasar (market supply) adalah pemenuhan dari manusia itu sendiri. Dengan demikian dengan jumlah penduduk 237,6 juta Indonesia adalah pasar dengan jumlah kebutuhan yang besar dan beragam. Penduduk dengan jumlah yang lebih besar dari gabungan Jerman, Perancis, Inggris, dan Belanda inilah yang merupakan pasar bagi hasil produksi barang dan jasa dengan skala yang cukup bahkan melebihi untuk sekedar memenuhi ambang batas skala ekonomi (economic of scale) produksi. Pertukaran akan kebutuhan manusia menimbulkan perbedaan harga barang dan jasa yang dipertukarkan. Perbedaan ini sesuai dengan teori demand and supply. Namun demikian mekanisme demand and supply lebih didominasi pada kebutuhan yang tidak esensi (non essential), karena kebutuhan esensi manusia hanya sebatas pada makanan untuk menegakkan tulang belakangnya dan pakaian untuk menutupi auratnya, selebihnya hanyalah perhiasan dunia.Manusia lebih banyak dikontrol oleh kebutuhan non esensi ini daripada mengontrol kebutuhan tersebut. Inilah yang disebut hawa nafsu akan perhiasan dunia. Apabila keinginan untuk memenuhi nafsu ini dapat ditahan, maka kesempatan meraih perhiasan dunia atau peningkatan skala ekonomi akan terwujud. Perumpamaan hal ini seperti sebuah perusahaan yang dihadapkan pada pilihan membelikan anggota direksi mobil-mobil mewah atau sementara waktu berprihatin dari kewewahan dan mengalokasikan dananya untuk membeli tambahan bahan baku. Dengan tambahan bahan baku maka keuntungan perusahaan akan meningkat sehingga ada jatah yang dapat dibagikan untuk karyawan. Sedang bila mengumbar pembelian mobil-mobil mewah hanya akan menambah biaya perawatan dan BBM tanpa adanya peningkatan keuntungan.Menahan diri dari sifat boros dan hidup sederhana (zuhud) akan menghasilkan peningkatan ekonomi yang lebih besar. Dengan kekuatan ekonomi yang besar, maka tujuan kemakmuran lingkungan akan lebih mudah tercapai.

40

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan 2. Membentuk Permintaan (Demand) Keinginan akan perhiasan dunia disertai dengan kondisi status ekonomi yang tidak cukup akan mendorong seseorang bahkan negara untuk berhutang. Padahal Rasulullah SAW bersabda: “Berhati-hatilah dalam berutang, sesungguhnya berutang itu suatu kesedihan pada malam hari dan kerendahan diri (kehinaan) pada siang hari” (HR Baihaki). Orang yang mempunyai hutang hidupnya akan dipengaruhi oleh pemberi hutang hutang, apalagi bila pemberi hutang adalah rentenir jahat, yang tidak memiliki akhlak mulia. Demikian juga halnya dengan negara, negara yang memiliki hutang hidupnya sedikit banyak akan disetir oleh negara pemberi hutang. Untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap hutang maupun kebutuhan hidup yang disediakan oleh orang lain, maka kita perlu melakukan kemandirian hidup. Kemandirian hidup ini diistilahkan oleh bung Karno sebagai Berdikari dalam Ekonomi, atau “Swadeshi” oleh Mahatma Gandhi. “Swa” artinya sendiri dan “Desh” artinya desa atau negara, jadi “Swadesh” artinya negara sendiri. Sebagai kata sifat “swadeshi” berarti “dari negara sendiri”, artinya dari hasil produksi sendiri. Jika kita mampu memproduksi sendiri, maka akan ada harapan bagi kita lepas dari ketergantungan pada orang lain. Kita akan duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi. Hubungan kita dengan orang lain akan menjadi hubungan perdagangan yang adil atau “fair”. Sekedar sebagai tambahan pengetahuan, ajaran Trisaksi bung Karno adalah: 1. Berdaulat dalam Bidang Politik, kata politik sama dengan kata hikmah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang juga diartikan sebagai “segala urusan dan tindakan (kebijakan, siasat, dan sebagainya) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain”.Dalam bahasa arab politik diterjemahkan dengan kata siyasah yang artinya mengemudikan, mengendalikan, mengatur, dsb. Dalam kata itu juga mengandung kata sus yang artinya penuh kuman, kutu, atau rusak. Berbicara mengenai masalah politik (pengaturan), Al Qur’an menggunakan kata hikmah. Bung Karno mengajarkan untuk berdaulat dalam bidang politik sehingga muncul slogan:“kita cinta damai, tetapi kita lebih cinta kemerdekaan”. 2. Berdikari dalam Ekonomi, berdikari artinya tidak bergantung pada bantuan orang lain apalagi hidup dari hutang.Besarnya masalah hutang hingga Nabi sering mengajarkan dan mengamalkan doa mohon perlindungan dari hutang. Berdikari diibaratkan sebagai “berdiri diatas kaki sendiri”, tidak berdiri karena ditopang orang lain. Apabila ditopang orang lain tentu arah berjalan kita akan tergantung dari orang lain tersebut. Kemampuan untuk berdikari dalam ekonomi dibutuhkan dalam mewujudkan kedaulatan dalam bidang politik. 3. Berkepribadian dalam Budaya, seseorang tidak akan mampu untuk berdikari maupun berdaulat kalau dia tidak memiliki kepribadian. Seseorang yang hanya ingin meniru-niru, pasti akan disetir oleh yang ditiru. Sebagai contoh, keinginan seseorang meniru budaya Barat akan makanan hamburger atau hotdog menimbulkan permitaan akan makanan tersebut di pasar kita sendiri, padahal kita juga memiliki jenis makanan yang sama seperti lemper,aremarem, atau cara makan tempe bacem dengan diapit oleh jadah seperti di Kaliurang, Yogyakarta.Oleh bung Karno kepribadian budaya Indonesia yang hendak ditonjolkan adalah budaya “gotong-royong”. Gotong-royong adalah sikap saling tolong menolong yang merupakan budaya orang Indonesia. Di dalam Al Qur’an surat Al Maidah (5) ayat 2 dijelaskan: “...Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan..”.

41

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Sedang ajaran Mahatma Gandhi adalah: 1. Brahmacharya (kesederhanaan atau zuhud),zuhud bukan berarti kesengsaraan, tetapi lebih tepat sebagai kesederhanaan. Contoh pemimpin Islam yang mengamalkan kezuhudan dari golongan orang kaya adalah Utsman bin Affan dan Umar bin Abdul Aziz,atau Abdurahman bin Auf yang kekayaannya mencapai lebih dari Rp 3.000 triliun dihitung berdasar nilai tukar per 22 Maret 2010, sedang cadangan devisa Indonesia yang disimpan di Bank Indonesia per 29 Oktober 2010 hanya sebesar Rp 820 triliun. Cadangan devisa tidak sama dengan kekayaan Indonesia, yang mana kekayaan Indonesia tidak mungkin untuk dapat dihitung dengan pasti karena lebih besar dari itu. 2. Ahimsa (anti kekerasan), dalam ajaran budaya Jawa dapat disamakan dengan “ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasorake” yang artinya “menyerbu tanpa pasukan, menang tanpa menistakan”. Seorang diplomat adalah orang yang mampu melakukan ajaran budaya Jawa ini. Dia menyerang tanpa disertai pasukan, dan bila menang, lawannya tidak akan merasa terhina.Prinsip seorang diplomat adalah win-win solution. Kekerasan tidak identik dengan peperangan. Kekerasan lebih didasarkanpada nafsu amarah, sedang di dalam peperangan yang benar ada aturan dan norma-normanya, dan diplomasi selalu didahulukan sebelum berperang.Kita hanya dibolehkan berperang apabila diperangi dan tidak boleh melampaui batas dalam berperang, seperti tersebut dalam Al Qur’an surat Al Baqarah (2) ayat 190: “dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu tetapi jangan melampaui batas, sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. Demikian juga slogan bung Karno “kita cinta damai, tetapi kita lebih cinta kemerdekaan”. Rasulullah dalam beberapa hadits menyebutkan etika perang diantaranya: tidak boleh membunuh musuh yang sudah tidak berdaya (tidak bersenjata), tidak boleh merusak mayat, tidak boleh membunuh wanita dan anak-anak, tidak boleh mengganggu, merampok dan membunuh penduduk sipil, tidak boleh merusak atau merampok tempat ibadah atau fasilitas umum, tidak boleh membakar rumah penduduk kecuali yang dianggap bisa menjadi tempat persembunyian musuh, tidak boleh membunuh ternak kecuali untuk dimakan, tidak boleh merusak tanaman kecuali utk diambil buahnya. Namun demikian perang juga tidak sama dengan penegakan hukum. Hukum tidak boleh lemah, karena kelemahan hukum hanya akan mendatangkan kekacauan. Hukum tertinggi adalah hukum Allah yang sifatnya universal,dan hukum Allah yang utama adalah larangan berbuat kerusakan di muka bumi (QS Al Baqarah (2) ayat 11: “...Janganlah berbuat kerusakan di bumi...”), dan kemaksiatan adalah inti dari kerusakan.Untuk itulah diutus Rasulullah guna memperbaiki akhlak. Dibawah hukum Allah ada hukum negara, dan seterusnya seperti dalam pepatah Minang: “Adat bersandikan Syara’, Syara’ bersandikan Kitabullah”.Hukum Allah tidak sama dengan Keimanan Allah, hukum Allah yang mengatur masalah duniawi dapat diterima oleh semua orangpada umumnya (seperti Ten Commandements yang juga dapat kita terima isinya kecuali memuliakan hari Sabtu).Sedang keimanan Allah merupakan hak pilihan masingmasing individu, seperti disebut dalam Al Qur’an surat Al Kafirun (109) ayat 6: “untukmu

42

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan agamamu, dan untukku agamaku”, serta QS Al Baqarah (2) ayat 256: “Tidak ada paksaan dalam agama...”. Yang dapat menegakkan hukum hanyalah orang yang diberi amanah untuk itu, seperti ketua adat untuk masalah adat, atau kepala negara untuk masalah negara. Masyarakat umum hanya diminta “amar ma’ruf nahi mungkar” (QS Ali Imran (3) ayat 104) yang artinya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kepada kejahatan. 3. Swadeshi (kemandirian), ajaran Mahatma Gandhi ini sama dengan ajaran bung Karno mengenai Berdikari. Gerakan swadeshi yang diprakarsai Mahatma Gandhi sangat merepotkan pendudukan Inggris waktu itu. Dengan gerakan ini bangsa India membentuk pasarnya sendiri.Barang-barang dari Inggris yang mahal tidak dapat masuk ke pasar lokal, karena rakyat India tidak mau membelinya.Dalam praktiknya gerakan Swadesi mendorong rakyat untukmenanam kapas sendiri, memintal benang sendiri, hingga menenun sendiri. Akibatnya mereka menjadi sangat menghargai hasil karya sendiri, dengan tidak mau membeli produk-produk perdagangan Inggris (boycot action). Gerakan ini berhasil membantu India memperoleh kemerdekaannya (terlepas dari belenggu). 4. Satyagraha (kebenaran),“satya” artinya kebenaran, “agraha” artinya memegang eraterat.Sama seperti wasiat Rasulullah agar kita menggigit dengan geraham kita Al Qur’an dan Al Hadits, karena disitulah sumber kebenaran. Seperti dalam hadits: “Aku berwasiat kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang hamba sahaya dari negeri Habasyah. Sesungguhnya barangsiapa hidup sesudahku niscaya dia akan melihat banyak perselisihan, maka wajib atas kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Berpeganglah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan gigi gerahammu serta jauhilah oleh kalian perkara agama yang diada-adakan karena semua yang baru dalam agama adalah bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat” (HR Ahmad,Abu Dawud,Tirmidzi,Dzahabi dan Hakim). Dan apabila ada perselisihan harus dikembalikan kepada Allah dan Rasul-Nya “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul, dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS An Nisa (4) ayat 59). Akhir hidup Mahatma Gandhi dibunuh oleh seorang penganut Hindu, dengan alasan Mahatma Gandhi terlalu memihak Islam. Sebenarnya Mahatma Gandhi memihak pada kebenaran, sedang ajaran Islam adalah kebenaran itu sendiri. Ajaran-ajaran dari bung Karno dan Mahatma Gandhi hanya sebagian dari ajaran-ajaran Islam yang diberikan melalui nabi Muhammad saw. Sedang ajaran-ajaran Islam,yang pada masa lalu telah diamalkan, mampu membentangkan kekuasaan politik dari ujung Barat hingga ujung Timur selama beratus-ratus tahun, dan ajaran-ajaran inipula yang mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dengan sangat cepat hingga mengantarkan manusia ke bulan. Maka, dalam rangka tugas sebagai khalifah, sudah sepatutnya kita harus mengamalkan ajaran-ajaran Islam secara totalitas (kaffah), tidak hanya masalah akherat tetapi juga masalah duniawi, baik ilmu pengetahuan maupun muamalah (hubungan kemasyarakatan).

43

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Kembali kepada permasalahan pokok, untuk memberdayakan potensi lokal, maka perlu dibentuk permintaan (demand) akan potensi lokal tersebut. Seperti dalam gerakan swadeshi, masyarakat harus membeli dan menyukai barang produksi sendiri. Dengan adanya permintaan akan hasil produksi sendiri maka akan terbentuk skala ekonomi produksi. Kemudian melalui tradisi keilmuan, harus meningkatkan kualitas dari hasil produksi tersebut. Untuk masyarakat lokal yang tingkat ekonominya rendah, maka harga penyediaan barang dan jasa didasarkan atas metode biaya. Meskipun harga pasar lebih tinggi, namun misi kita adalah menguatkan permintaan akan potensi lokal, sebagai pengganti (substitusi) dan penambah (komplementer) dari barang dan jasa yang sudah ada. Apabila permintaan terus ada maka produksi akan barang dan jasa tersebut akan terus berlanjut dan berkembang. Permintaan lokal akan meningkat seiring dengan meningkatnya taraf ekonomi masyarakat. Dalam program membentuk permintaan lokal ini masyarakat perlu diajarkan untuk tidak menjual produk mentah, namun harus diolah lebih dahulu agar meningkatkan nilai tambah dari produk tersebut. Contohproduk hasil pengolahan makananadalah seperti keripik, dodol, selai, dsb. Masyarakat juga perlu dididik (diedukasi) untuk menerima hasil produksi makanan olahan sehingga permintaan atau pasar akan produk tersebut dapat terbentuk. Pengetahuan akan nilai gizi juga perlu diberikan sesuai misi ketahanan pangan bergizi. Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia, dan dengan terjaminnya ketersediaan makanan maka manusia akan mampu untuk memikirkan hal-hal lain selain memikirkan kebutuhan makan esok hari.

3. Penguatan Daya Beli Masyarakat Daya beli masyarakat ditentukan oleh kemampuan masyarakat dalam membeli barang dan jasa. Apabila masyarakat miskin, tentu saja tidak akan mampu untuk membeli barang atau jasa yang harganya melebihi uang yang dimiliki oleh masyarakat. Pada awalnya uang hanyalah sebagai alat tukar, namun sekarang uang sudah menjadi barang itu sendiri. Secara teori uang hanyalah sarana untuk memindahkan kepemilikan harta, uang tidak ada artinya kalau tidak ada harta yang diwakilinya (spt: emas). Harta yang sesungguhnya adalah apa yang diberikan Allah yang tersimpan di hutan, di gunung, di sawah, maupun di lautan. Untuk itu yang perlu ditingkatkan adalah harta bukan uang. Perlu diingat bahwa uang Rp 1 juta sekarang mungkin tidak akan mampu untuk membeli 1 ekor domba Garut 5 tahun mendatang, padahal domba tersebut tidak juga bertambah gemuk tidak juga bertambah berat. Barang tidak sama dengan uang. Barang nilainya tetap, sedang uang nilainya cenderung turun. Dunia ini menuju kekacauan secara sistemik, karena orang terbelenggu oleh uang, padahal uang yang beredar di dunia ini ada yang tidak mewakili harta sama sekali, mereka hanya mewakili kemungkinan untuk mendapatkan harta di masa depan termasuk didalamnya harta tidak berwujud.Karena tidak mewakili harta yang nyata maka muncullah inflasi,yaitu turunnya nilai uang karena tidak sesuai dengan harta yang diwakilinya. Sesungguhnya inflasi adalah pencurian atau perampokan uang dari masyarakat yang tidak mampu mengendalikan nilai uang tersebut. Uang yang dipegang masyarakat sebesar Rp 1 juta untuk membeli seekor domba Garut, tiba-tiba dengan uang Rp 1 juta yang sama tidak lagi dapat 44

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan membeli satu ekor domba Garut. Masyarakat seperti telah dirampas daya belinya. Penurunan daya beli terjadi karena nilai uang yang ada sudah tidak lagi mampu untuk membeli barang yang sama. Penguatan daya beli masyarakat akan terbentuk apabila fungsi uang dikembalikan ke fungsi awalnya, yaitu sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas itu sendiri. Dalam skala ekonomi dunia uang tidak boleh diperdagangkan. Disamping itu uang harus mewakili barang yang nyata. Kami hanya berharap para pemegang amanah atas pencetakan uang dapat berlaku jujur. Mencontoh gerakan swadeshi, untuk menguatkan daya beli masyarakat, maka masyarakat perlu memproduksi sendiri barang dan jasa. Seperti misalnya masyarakat tidak perlu membeli daging, masyarakat hanya perlu berternak untuk memiliki daging. Semisal harga seekor sapi dewasa sebesar Rp 7 juta, masyarakat produktif hanya akan membeli anak sapi seharga Rp 2 juta ditambah jasa yang dia berikan untuk memelihara anak sapi hingga dewasa. Sehingga ketika dewasa nilai sapi menjadi Rp 7 juta = (Rp 2 juta + jasa pemeliharaan). Dengan demikian kemampuan daya beli masyarakat telah naik sebesar Rp 5 juta dari jasa pemeliharaan yang dia berikan, tanpa dia mengeluarkan uang Rp 5 juta.Contoh lain adalah harga pakaian di butik di kota yang berharga Rp 5 juta tidak akan mampu dibeli oleh masyarakat miskin, namun bila masyarakat miskin tersebut mampu membeli bahan sendiri, mendesain sendiri, kemudian menjahit sendiri secara berkualitas, maka dia akan mampu memiliki pakaian dengan harga Rp 5 juta. Apabila pengaturan ini diterapkan pada barang-barang yang lain, maka nilai ekonomi masyarakat akan naik, dan masyarakat akan memiliki kekuatan ekonomi untuk bertukar barang dan jasa dengan kelompok masyarakat yang lain.

4. Perlindungan Ekonomi Masyarakat Masyarakat yang lemah ekonominya harus dilindungi dari eksploitasi masyarakat lain yang lebih kuat. Eksploitasi tersebut dalam bentuk membeli nilai jasa yang murah dari masyarakat dan menjual nilai barang yang mahal kepada masyarakat.Disamping itu masyarakat juga perlu perlindungan untuk mengisolasi diri dari pengaruh buruk dari inflasi. Dengan dua tujuan tersebut,maka perlu dibentuk komunitas pasar lokal. Komunitas pasar lokal adalah membalikan kondisi yang tidak adil diatas dengan menyediakan nilai barang yang murah kepada masyarakat dan menjual nilai jasa yang mahal dari masyarakat.Barang yang murah harus beredar hanya dilingkungan terbatas masyarakat itu sendiri. Barang tersebut sebetulnya bernilai mahal diluar lingkungan, namun dapat dijual murah dilingkungan terbatas dikarenakan adanya subsidi dari jasa yang berasal dari kalangan masyarakat itu sendiri. Komunitas pasar lokal ini hanya akan berhasil apabila kualitas barang dan jasa yang murah hasil produksi masyarakat setempat tersebut sama dengan kualitas barang dan jasa yang ada di pasar umum. Kebutuhan dasar masyarakat seperti: makan, pakaian, rumah, pendidikan, kesehatan dsb, harus tersedia dari potensi lingkungan masyarakat itu sendiri tanpa harus mencari dari luar. Apabila kebutuhan masyarakat tidak tersedia, maka wakil masyarakat secara satu kesatuan akan bertukar barang dan jasa dengan pihak luar. Wakil masyarakat ini dapat dilakukan oleh Koperasi.

45

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan Koperasi akan menjadi penjaga pintu gerbang antara pasar lokal yang masih lemah dengan pasar luar yang kuat. Hasil produksi masyarakat akan dijual oleh koperasi ke pasar luar dengan harga pasar, sedang bila dijual kepada anggota koperasi atau masyarakat itu sendiri akan mendapat harga yang lebih murah. Koperasi juga akan membeli barang dan jasa dari pasar luar dengan kemampuan skala ekonomi koperasi sehingga didapat discount yang besar.

Perlindungan atas pasar yang terbatas tersebut juga dicontohkan oleh pangkalan militer Amerika. Barang yang dijual di dalam pangkalan militer tersebut lebih murah dibanding dengan barang yang dijual di luar pangkalan militer. Namun yang dapat membeli barang di dalam pangkalan militer hanyalah anggota yang memiliki kartu pangkalan militer tersebut. Dengan demikian tentara Amerika di pangkalan militer memiliki daya beli yang lebih tinggi dibanding orang lain di luar pangkalan militer. Barang dan jasa yang murah untuk pasar lokal ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat hingga level yang berkelanjutan (sustainable). Barang yang murah dapat dihasilkan karena mendapat subsidi dari jasa yang murah yang diberikan masyarakat yang secara tidak langsung juga berasal dari bantuan dan donasi para dermawan atas jerih payah masyarakat dalam berupaya dan bekerja. Kemakmuran dan kekayaan yang telah berhasil didapat oleh satu wilayah janganlah dibelanjakan untuk kemewahan wilayah tersebut, akan lebih baik bila digunakan untuk membantu wilayah lain. Tugas manusia adalah meratakan kemakmuran, sehingga keberhasilan satu wilayah dapat digunakan untuk menolong wilayah lain dengan cara membeli produk dari wilayah pemberdayaan lingkungan lain dengan harga pasar (bukan harga lokal). Dengan demikian, permintaan akan produk wilayah tersebut dapat terjamin, sehingga keuntungannya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperbesar skala ekonomi produksi. Satu wilayah harus menahan diri dari kemewahan atau bersikap zuhud agar terhindar dari karma seperti dalam hadits nabi berikut,beliau bersabda: “Demi Allah, bukan kefakiran yang aku khawatirkan terhadap kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah jika kekayaan dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya dunia itu membinasakan kalian sebagaimana ia telah membinasakan mereka” (Shahih Muslim No.5261). 46

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan

Akhir Kata
Manusia berusaha Allah yang menentukan,manusia berencana Allahpun berencana, dan rencana Allahlah yang pasti berlaku. Sebagai akhir kata, rencana strategis pemberdayaan lingkungan ini membutuhkan kesabaran dari para pejuang untuk mewujudkannya. Allah SWT telah menjanjikan bahwa bumi ini akan diwirisi oleh hamba-hamba-Nya yang sholeh (QS An Anbiya’ (21) : 105). Dunia ini menuju kekacauan secara sistemik, apabila dunia ini terasa sulit, maka segeralah kembali kepada Allah (fafirru ilallah) dan Allah memberikan nasehat: “jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu” seperti disebut dalam Al Qur’an surat Al Baqarah (2) ayat 45. Sabar adalah kegigihan makhluk dalam berusaha dan tidak berputus asa atas rahmat Allah(bukan sabar menanti). Sedang sholat adalah doa dari makhluk yang lemah kepada Kholik yang Maha Kuasa. Kunci sukses (key success factor) rencana strategis ini adalah terkumpulnya orang-orang yang berbakat, yang mana diantara orang-orang yang berbakat tersebut ada orang yang memiliki kelebihan pada ilmu, ada orang yang memiliki kelebihan pada akhlak yang baik, dan ada orang yang memiliki kelebihan pada harta. Ketiga hal tersebut harus menjadi satu kesatuan gerak yang tak terpisahkan (berilmu, berharta, dan berbudi). Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa tegaknya dunia karena: ilmu para ulama, keadilan penguasa, harta para dermawan, dan doa kaum fakir (kaum lemah). Berikut kami cukilkan sebuah kisah sebagai bahan renungan dan akhir kata. Abu Ismail Al-Uzdiy mengisahkan dalam kitab Futuhusy Syaam tentang seorang sahabat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam, bernama Khalid bin Said, yang hendak memenuhi panggilan jihad di zaman Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Setelah menyiapkan baju perang, senjata dan perbekalan lainnya, ia menyempatkan diri menemui sang Khalifah. Ia duduk di hadapan Khalifah seraya bertahmid dan bershalawat. Kemudian ia berkata, “Wahai Abu Bakar, sesungguhnya Allah telah memuliakan kami dan engkau dengan agama ini. Maka orang yang paling wajib menegakkan sunnah dan menghapuskan bid'ah serta adil dalam berperilaku adalah pemimpin yang mengurusi seluruh perkara ummat”. Kemudian ia melanjutkan nasehatnya, “Setiap orang yang memeluk agama ini memiliki hak untuk diperlakukan dengan ihsan (adil) karena keadilan penguasa lebih luas manfaatnya. Maka takutlah engkau wahai Abu Bakar atas beban orang-orang yang kau pimpin. Berilah kasih sayang kepada para janda dan anak-anak yatim dan tolonglah orang lemah yang teraniaya. Hendaknya tiada seorang pun dari orang Islam yang kamu senangi, yang mendapatkan porsi kebenaran lebih banyak dari pada orang yang kau benci. Dan janganlah engkau marah selama kau mampu untuk menahannya, karena kemarahan akan menyeretmu dalam kezhaliman. Dan janganlah engkau mendengki sesama Muslim walaupun engkau mampu melakukannya, karena kedengkianmu terhadap Muslim yang lain akan menjadikannya sebagai musuh bagimu. Jika dia mengetahui hal itu ia pun akan memusuhimu. Bila pemimpin memusuhi rakyatnya dan rakyat memusuhi pemimpinnya akan mengakibatkan kehancuran semuanya. Bersikap lembutlah 47

www.desainovasi.com Rencana Strategis Pemberdayaan Lingkungan kepada orang yang berbuat baik. Tegaslah kepada orang yang peragu dan janganlah engkau malu untuk bertindak (dalam kebenaran) karena ejekan orang lain”. Setelah menyampaikan nasehat itu Khalid bin Said berkata, “Berikan tanganmu kepadaku karena aku tidak tahu apakah kita masih bisa berjumpa lagi di dunia ini besok. Bila Allah menentukan kita masih hidup maka kita memohon ampunan-Nya. Tapi bila perpisahan ini untuk selamanya, maka kita telah mengenal Allah dan mengenal wajah Rasul-Nya SAW di surga” Abu Bakar pun kemudian memegang tangan Khalid untuk berbaiat. Setelah itu Khalid menangis. Begitu pula semua yang hadir dalam majelis mereka. Demikian cuplikan kisah sebagai bahan renungan bagi kita semua para pemimpin, karena masingmasing dari kita adalah pemimpin, dan sesungguhnya orang-orang yang berbakat adalah mereka yang mempunyai jiwa pemimpin.Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan berkah-Nya kepada kita semua.

48

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.