Anda di halaman 1dari 5

Analisis sosial di Kelurahan Pondok Petir Kecamatan Bojongsari

Jumlah penduduk, KK

Penduduk di RW. 9 Kelurahan Bojong Sari Kec.Pondok Petir ini berjumlah 938 penduduk yang terbagi kedalam 4 RT dengan 250 kepala keluarga. Mayoritas muslim, hanya terdapat 7 keluarga yang berasal dari non muslim. Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin, kelompok umur

Kelompok penduduk yang terlibat aktif dalam mengelola RW Siaga ini adalah dari kalangan perempuan yang sebelumnya tergabung dalam komunitas ibu-ibu PKK. Sedangkan Bapakbapak lebih cenderung mencari nafkah di luar. Mata pencaharian termasuk pembagian kerja antara lelaki dengan perempuan

Mata pencaharian warga lebih banyak adalah sebagai guru dan ibu rumah tangga. Dari segi ekonomi, masyarakat di desa ini cenderung berada pada kategori menengah kebawah. Agama dan keyakinan

Masyarakat di desa ini tergolong masyarakat yang agamis. Mayoritas muslim, dan hanya terdapat 7 keluarga yang merupakan keluarga non muslim, tepatnya beragama kristen. Program kesehatan

Sarana kesehatan yang tersedia polindes, posyandu (ada 10 kader), bidan, mantri kesehatan, dan puskesmas. Perkumpulan ibu-ibu, bapak-bapak, remaja:

PKK, BKR ( bina keluarga remaja ), karang taruna ( pengajian remaja, futsal, baksos, ) Program iuran desa

Iuran Pembangunan Desa (IPEDA) dan pemasukan desa : gerakan Rp. 1000,- (tabungan pendidikan), UP2K (upaya peningkatan pendapatan keluarga), proposal ke donatur, tarikan RT ( Rp 2000), iuran RW siaga (2000), infak sehat ( menolong warga yang sakit), dari rekning bank sampah, prakoperasi ( simpanan wajib 10000, perbulan 3000).

Kegiatan ronda malam

Dilakukan oleh bapak bapak di kelurahan pondok petir. Program kebersihan lingkungan Desa :

Kompos, biopori, Ritual upacara adat (mitoni, sunat, maulud nabi dll) Program program kesehatan

Bank sampah ,Biopori ,Apotek hidup, PHBS Pemeriksaan kesehatan (tensi, gula darah, asam urat, kolestrol) Pos bimbingan terpadu lansia Kadarsi (keluarga sadar gizi) Kegawat darudatan Arisan RW siaga ( pelatihan PS, pengajian, yasinan, mars PKK, penyatuan pandangan tentang kesehatan) Bindes, Program AKSI (Akhlak Bersih) Waajib Belajar Anak setiap hari senin sampai jumat dan hari bermain pada hari sabtu sore dari pukul 16.00 sampai pukul 17.00 dan setiap hari minggu Konsep sehat sakit

Pengertian pengertian tentang kesehatan menurut merek : Sehat : dikatakan sehat itu apabila mereka masih bisa melakukan aktivitas sehari hari yang biasa dilakukan mereka. Sakit dikatakan sakit itu apabila mereka sudah tidak bisa melakukan aktivitas lagi, misalnya di rawat di rumah sakit.

Analisi SWOT

1. Streght a. Visi dan komitmen tinggi para pelopor b. RT percontohan (RT 2), untuk bank sampah (RT 01). c. Publikasi RW siaga melibatkn media cetak, seperti koran monde ( monitor depok) d. Pelopor yang merupakan akademisi ( ibu rini direktur bank sampah, S1 perhotelan ) e. Tenaga kreatif dan ibu-ibu rumah tangga yang mau bekerja dan mengubah desa f. Fasilitas: mobil desa untuk bank sampah dan PAUD g. Pemasukan dari Bank sampah (swadaya masyarakat) h. Potensi pemasukan dana 500-1,5 juta per bulan i. TBM (Taman Bacaan Masyarakat) j. Dukungan TOMA dan TOGA k. Warga yang agamis dan Program AKSI 2. Weakness a. Kas minim untuk menjadi sebuah desa pecontohan b. Rasa kekeluargaan masih belum rata c. Kadang, setiap ibu rumah tangga tidak menyetor ke Bank sampah dikarenakan meeka mamilih menjual sendiri sampah keluarganya. d. Dukungan dari pemda dari segi dana tidak ada e. Kesadaran warga f. Motivasi warga kurang jika tidak diarahkan oleh tokoh agama g. Kurang melibatkan remaja h. Program untuk remaja kurang i. Keterampilan dalam pembuatan proposal untuk kerjasama, marketing dan donatur

j. Jarak yang jauh antara masing-masing RT k. RT 4 belum menjalankan proker RW Siaga 3. Oppurtunity a. Kepercayaan pemerintah terhadap RW 9, SK RW SIAGA b. Penghargaan terhadap RW 9 : KOTA LAYAK ANAK (Kondusif, nyaman untuk anak-anak, anak dan ibu kreatif) c. PROMOSI ONLINE dan MEDIA KORAN d. Banyaknya kunjungan dari mahasiswa sehingga, memungkinkan untuk kerjasama dengan melibatkn remaja-remaja RW SIAGA e. Promosi kerajinan tangan lewat BAZAR dan PENSI f. Adanya penyuluhan dari PUSKESMAS setempat dan pemerintah yang berkunjung ke RW SIAGA g. Lomba FUTSAL dengan melibatkan tetangga desa h. Koordinasi dengan pemilik lahan (pemerintah) untuk mendukung kegiatan RW SIAGA i. Kerjasama dengan institusi pendidikan setempat, seperti UIN Syahid Jakarta, UI, STIKES Pamulang, dll j. Potensi donatur yang mendukung kegiatan RW Siaga h. Kerjasama dengan Promkes FKIK UIN Jakarta untuk bisnis marketing kerajinan tangan, pembuatan media kesehatan, dll. 4. Treath a. Tantangan pemanfaatan Lahan kosong untuk sarana prasarana yang bertolak belakang dengan kegiatan RW Siaga b. Marketing kerajinan tangan c. Kegiatan-kegiatan RW Siaga masih kurang mendapat dukungan dari pemerintah pusat dalam hal dana dan kunjungan d. Perubahan kondisi politik (ketika pergantian walikota dan perubahan program kerja unggulan) e. Terjadinya wabah penyakit dari urbanisasi f. Kenaikan BBM mempengaruhi daya jual, daya beli, iuran warga