Anda di halaman 1dari 6

JURNAL PEMBELAJARAN MATA KULIAH FISIOLOGI HEWAN A. Identitas 1.

Konsep Dasar dan Peranan Protoplasma dalam Organel Sel


2. Presentasi Kelompok II Biologi III C

Anggota : Indah Sulistyaningrum (201010070311134) Nur Hasanah Intan Indramayu 3. Hari Tgl Pukul B. Isi Presentasi Protoplasma merupakan segumpal masa yang memiliki tanda hidup. Protoplasma juga bisa diartikan sebagai semua hal yang berhubungan dengan semua proses fisika dan kimia serta perubahan substansi dan energi yang berhubungan dengan aktifitas hidup. Pada sel hewan dan tumbuhan, protoplasma mengandung sekitar 75-85% air,10-20% protein, 2-3% lipida, 1% karbohidrat, dan 1% zat-zat anorganik lainnya. Secara kimiawi, komponen penyusun protoplasma yang terbesar ialah air. Dalam protoplasma tersuspensi berbagai zat yang jumlahnya kira-kira 30% dari massa keseluruhan. Analisis kasar terhadap zat tersuspensi tersebut menunjukkan bahwa 60% di antaranya berupa protein, sedangkan sisanya terdiri atas karbohidrat, lemak, dan bahan anorganik (garam, mineral). Sedangkan Secara fisis, protoplasma mempunyai viskositas yang bervariasi, tergantung pada ukuran serta densitas (kepadatan) partikel yang ada di dalamnya. Viskositas protoplasma pada suatu bagian sel dapat berbeda dari bagian yang lain. Protoplasma aktif melakukan reaksi kimia dengan bantuan enzim sebagai katalisator. Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh organisme hidup. Di dalam protoplasma, terdiri atas suatu senyawa yang berikatan dengan protein. Enzim mempunyai dua fungsi pokok sebagai berikut : 1. Mempercepat atau memperlambat reaksi kimia. 2. Mengatur sejumlah reaksi yang berbeda-beda dalam waktu yang sama. : Selasa : 10 April 2012 : 12.10-13.00 (201010070311115) (201010070311131)

Sifat-sifat enzim yang penting diketahui : Enzim hanya mengubah kecepatan reaksi, Enzim bekerja secara spesifik, Enzim merupakan protein, Enzim diperlukan dalam jumlah sedikit, Enzim bekerja secara bolak-balik. Cara kerja enzim dapat dijelaskan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan anak kunci, dan teori kecocokan yang terinduksi. Max Schulze (1825-1874) menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik dari kehidupan. Protoplasma bukan hanya bagian struktural sel, tetapi juga merupakan bagian penting sel tempat proses hidup terjadi. Berdasarkan hal ini muncullah teori sel yang mengatakan bahwa sel merupakan kesatuan fungsional kehidupan. C. Diskusi dan Tanya Jawab Pertanyaan Khaniviyah (201010070311143) Kel. 3: Pada peristiwa pinositosis. Jelaskan bagaimana tahap - tahap proses pinositosis? Dimana proses pinositosis biasa terjadi? Penjawab Intan Indramayu (201010070311132) Kel. 2: Tahap pinositosis meliputi : Pinositosis merupakan peristiwa masuknya sejumlah kecil medium kultur dengan membentuk lekukan-lekukan membran sel. Peristiwa ini dapat terjadi bila konsentrasi protein dan ion tertentu pada medium sekeliling sel sesuai dengan konsentrasi di dalam sel. Proses pinositosis dapat diamati dengan mikroskop elektron. Sel-sel yang melakukan proses pinositosis ini antara lain sel darah putih, epitel usus, makrofag hati, dan lain-lain. Tahapan proses pinotosis adalah sebagai berikut. Pertanyaan Danang Putra T.U (201010070311111) Kel. 6: Tentang Osmosis, apa saja hal-hal yang mempengaruhi proses osmosis dan bagaimana kaitannya dengan tekanan turgor?

Penjawab Indah S. (201010070311134) Kel. 2:

Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Hal-hal yang mempengaruhi proses osmosis diantaranya: Konsentrasi zatnya. Larutan yang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan dengan larutan di dalam sel dikatakan .sebagai larutan hipertonis. sedangkan larutan yang konsentrasinya sama dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah daripada di dalam sel dikatakan sebagai larutan hipotonis. Osmosis terjadi di sel darah merah. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor.

Pertanyaan Ulfah H. (201010070311128) Kel. 5: Berikanlah contoh proses difusi dan terjadi pada sel yang bagaimana? Penjawab Intan I. (201010070311132) Kel. 2: Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Contoh adalah kedalam dan ataupun keluar dari transpor glukosa.

Pertanyaan Imam Fauzi R (201010070311120) Kel. 10: Pada protoplasma penyusun terbesarnya adalah protein, namun bila proteinnya rusak, bagaimana efeknya pada sel?Jelaskan tentang Pergerakan amuboid?

Penjawab Nur Hasanah (201010070311115) Kel. 2: Protein berfungsi sebagai pengganti sel rusak dengan sel yang baru, namun jika protein rusak atau terhambat maka penggantian sel baru akan terhambat dan tidak akan terjadi sel baru, sehingga terjadi ketidak seimbangan. Kemudian Gerak Ameboid, adalah gerakan protoplasma pada sel (terutama hewan satu sel : Amoeba, Protozoa serta Leukosit) yang disebabkan oleh perubahan fungsinya sehingga sitoplasma memanjang keadaannya.

Pertanyaan Fatih Bisyria (201010070311110) Kel. 4: Osmosis biasa terjadi secara alami. Namun pada beberapa sel ada beberapa proses osmosis yang dihambat secara buatan. Mengapa terjadi penghambatan? Bagaimana mekanisme penghambatan tersebut?

Penjawab Intan I (201010070311132) Kel. 2: Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.

Pertanyaan Chico Pamal S (201010070311133) Kel. 11: Bagaimana hubungan lemak dengan reproduksi sel, bagaimanakah prosesnya? Penjawab Indah S. (201010070311134) Kel. 2: Terdapat hubungan fungsi lemak dengan reproduksi sel, Lemak berfungsi sebagai bahan bakar, sumber energi, hormon, pelarut, dan sebagai bahan penyusun membran sel. Sehingga dalam reproduksi sel lemak berperan dalam penyumbang energi atau bahan bakar. Reproduksi sel pun berjalan dengan lancar.

Pertanyaan Luthfidah Irmalia (201010070311108) Kel. 1: Bagaimanakah terjadinya proses eksositosis dan hubungannya dengan respirasi? Jelaskan!

Penjawab Intan Indramayu (201010070311132) Kel. 2: Eksositosis adalah proses keluarnya suatu zat ke luar sel. Proses ini dapat Anda lihat pada proses kimia yang terjadi dalam tubuh kita, misalnya proses pengeluaran hormon tertentu. Semua proses sekresi dalam tubuh merupakan proses eksositosis. Sel-sel yang mengeluarkan protein akan berkumpul di dalam badan golgi. Kantong yang berisi protein akan bergerak ke arah permukaan sel untuk mengosongkan isinya. Pertanyaan tambahan Danang Putra T.U (201010070311111) Kel. 6: Termasuk proses pengeluaran atau penyampaian? Penjawab Intan Indramayu (201010070311132) Kel. 2:

Iya, termasuk pengeluaran. Karena merupakan proses keluarnya suatu zat ke luar sel.

Pertanyaan Hasan Ibrahim (201010070311123) Kel. 7: Bagaimanakah fungsi enzim? Dan berikan contoh enzim yang mempercepat dan memperlambat suatu reaksi (biokatalisator).

Penjawab Nur Hasanah (201010070311113) Kel. 2: Enzim merupakan hasil dari protein-protein yang mengalami perombakanperombakan sehingga memiliki fungsi-fungsi khusus sebagai biokatalisator. Misalnya Enzim ptialin pada pencernaan, enzim tersebut berfungsi untuk menghancurkan makanan dalam mulut. Kemudian enzim amilase yang berfungsi mempercepat perombakan menjadi glukosa. Penjawab tambahan Indah S. (201010070311134) Kel. 2: Inhibitor berupa obat atau racun dapat menghambat kerja enzim, sehingga kerja enzim dapat terhambat atau melambat. Tambahan dari Bapak Nur Widodo: Reaksi enzim sifatnya bolak balik, ketika ke reaksi kanan mempercepat, dan sebaliknya akan memperlambat. Terdapat pula Reaksi blok metabolisme, banyak enzim yang berperan, dan beberapa enzim tidak hadir sehingga memperlambat. Contoh: penyakit poli keton urea, hal ini karena terjadi blok metabolisme, sehingga urinnya berwarna merah karena banyak terdapat ketonnya. Hal tersebut terjadi karena perlambatan enzim. Blok metabolisme juga dapat menjadikan tidak keluarnya melanin, atau warna pada kulit. Sehingga menjadikannya (albino).

Pertanyaan Dias Rentika (201010070311112) Kel. 12: Apakah Krenasi termasuk dalam proses eksositosis? Jawaban dari Bapak Nur Widodo: Eksositosis: merupakan proses keluarnya suatu zat ke luar sel. Terjadi pada hewan multiseluler dan uni seluler misalnya amoeba. Contoh Pada sel darah putih ketika melakukan detoksifikasi, berbeda dengan sel kelenjar, kelenjar memang khusus menghasilkan sekret, kelenjar merupakan hasil kerjasama sel bersama dengan sel-sel lain, misal pankreas, tiroid. Endositosis: merupakan peristiwa pembuatan/pemasukkan/pembentukan kantong membran sel. Endositosis terjadi karena ada transfer larutan atau partikel ke dalam sel. Prosesnya sebagai berikut: 1. Molekul mendekati sitoplasma,

2. Mulai melekat, karena ada konsentrasi yang sesuai 3. Mulai terbentuk invaginasi(pelekukan) 4. Invaginasi semakin kedalam 5. Terbentuk kantong 6. Kantong lepas dari membran 7. Gelembung kantong melakukan fragmentasi 8. Biasa terjadi di sel darah putih, epitel usus, makrofag usus, Krenasi : merupakan pengkerutan sel, terjadi karena tekanan didalam lebih besar dari pada tekanan di luar. Tekanan turgor terjadi karena perbedaan tekanan osmotik (keluarnya air air yang berpindah). Krenasi misalnya terjadi perbedaan pada kulit orang tua dan remaja. Pada kulit orang tua terjadi pengkerutan, sedangkan pada kulit remaja masih tahan dan normal. Turgor sel pada usia tua dan muda berbeda, hal ini karena turunnya tekanan turgor. Pertanyaan Saiful Bahrul (201010070311145) Kel. 8: Pada proses aktif, apa penyebab kandungan pada eksositosis itu keluar, dan fungsinya? Penjawab Nur hasanah (201010070311113) Kel. 2: Eksositosis adalah proses keluarnya suatu zat ke luar sel. Proses ini dapat Anda lihat pada proses kimia yang terjadi dalam tubuh kita, misalnya proses pengeluaran hormon tertentu. Semua proses sekresi dalam tubuh merupakan proses eksositosis. Sel-sel yang mengeluarkan protein akan berkumpul di dalam badan golgi. Kantong yang berisi protein akan bergerak ke arah permukaan sel untuk mengosongkan isinya. D. Kesimplan

Anda mungkin juga menyukai