Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEM AC

KOMPRESOR DOUBLE PISTON


Pengampu: Bpk. Sukaswanto, M.Pd.

Disusun oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Fuad Aditya Oktafian Soni Wibisono Muh. Malichul Hadi Ardi Widyatama Dimas Triantono 09504244021 09504244022 09504244024 09504244025 09504244026

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF S-1 FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

PRAKTIKUM SISTEM AC
KOMPRESOR DOUBLE PISTON Hari : Senin, Tanggal: 20 Februari 2012

A. TUJUAN Setelah melakukan praktik diharapkan mahasiswa dapat: 1. Membongkar dan memasang kembali unit kompresor tipe double piston. 2. Menggambar konstruksi kompresor tipe double piston dan komponen-komponennya. 3. Menjelaskan kondisi komponen kompresor tipe double piston. 4. Menjelaskan cara kerja kompresor tipe double piston.

B. DASAR TEORI Suatu bejana yang memakai kran dimasukan ke dalam kotak terisolasi. Cairan yang mudah menguap pada temperatur atmosfer dimasukan ke dalam bejana. Apabila kran dibuka cairan yang berada di dalam menyerap panas dari udara di dalam kotak, berubah menjadi gas dan keluar. Pada saat temperatur udara di dalam kotak lebih dingin daripada sebelum kran dibuka. Dengan cara inilah, kita dapat mendinginkan suatu benda. Akan tetapi, cairan harus ditambah karena habis. Untuk itu, diperlukan efek pendingin yang menggunakan metode dimana gas dikembalikan menjadi cairan dan selanjutnya kembali menguap menjadi gas. Dari sinilah kami akan membahas tentang sebuah kompresor yang salah satunya adalah komponen dari suatu sistem AC. Kompresor merupakan bagian yang paling penting dari mesin pendingin, kompresor menekan bahan pendingin ke semua bagian dari sistem. Pada sistem refrigerasi kompresor bekerja membuat perbedaan tekanan pada masing-masing bagian. Karena dengan adanya perbedaan antara sisi tekanan tinggi dan tekanan rendah, maka bahan pendingin cair dapat melalui alat pengatur aliran ke evaporator. Fungsi kompresor sendiri adalah menghisap menghisap gas refrigerant dari evaporator yang bertekanan dan dan bertemperatur rendah kemudian memampatkan gas tersebut menjadi gas yang bertekanan tinggi. Uap refrigerant bersuhu tinggi akan mengembun secara cepat di dalam kondensor dengan melepaskan panas ke udara sekitar.

C. DATA PRAKTIK 1. Gambar Komponen Utama

Gbr 4. Blok silinder Piston

Gbr 1.Unit kompresor double

Gbr 5. Katup suction dan katup discher

Gbr 2.Piston

Gbr 6. Katup suction dan katup discher beserta dudukannya Gbr 3. Bak poros engkol

Gbr 7. Tutup bak poros engkol tutup atas

Gb 10. Dudukan bearing tutup engkol

Gb 8. Saluran masuk dan saluran keluar

Gbr 11. Poros engkol

Gbr 9. Pembatas saluran masuk dan saluran keluar

2. Kondisi Komponen a) Suction service valve: ada, baik b) Discharge service valve: ada, baik c) Valve plate: sudah berkarat diganti d) Valve core: ada, baik e) Discharge valve: ada, baik f) Suction valve: hilang diganti baru g) Valve plate: sudah berkarat diganti baru h) Conecting rod: ada, baik

i) Piston: sudah tergores diganti baru j) Seal plate: ada, baik k) Shaft seal: ada l) Crank shaft: sudah aus dibubut/diganti baru

D. ANALISA DAN PEMBAHASAN 1. Fungsi Komponen a. Poros engkol Untuk meneruskan tenaga dari putaran mesin dan merubah gerak putar menjadi gerak lurus bolak balik. b. Katup suction dan discharge unit Sebagai pembatas antara ruang tekanan rendah dan ruang bertekanan tinggi, juga sebagai dudukan katup tekan dan isap. c. Piston Untuk menghisap dan menekan refrigrant yang masuk ke dalam kompresor. d. Saluran masuk dan keluar Sebagai saluran keluar dan masuknya refrigrant ke dalam kompresor maupun keluar dari kompresor dan untuk saluran pengisian refrigrant. 2. Analisis Kondisi Komponen a. Permukaan kepala piston tidak rata Hal itu mungkin disebabkan karena sudah lama pemakaiannya dan digunakan untuk praktik secara terus menerus. b. Dua katup isap hilang Hal itu, mungkin disebabkan saat praktik ada mahasiswa yang berusaha melepas dan tidak bisa mengembalikan lagi ke kondisi semula lalu tidak dipasang. c. Lubang saluran oli yang masuk keruang engkol sudah aus Saat melepas bautnya tidak menggunakan alat yang semestinya dan biasanya menggunakan betel untuk melepas/membukanya. d. Baut baut pengikat banyak yang hilang Hal itu, mungkin disebabkan karena digunakan untuk praktik secara terus menerus dan ada mahasiswa yang mengambilnya.

e. Poros engkol masih baik f. Ring kompresi sudah hilang Hal itu, mungkin disebabkan karena pada saat memasukan silinder ke dalam blok sillinder tidak menggunakan alat yang benar dan menyebabkan ring kompresi putus, kemudian dibuang. g. Dinding blok silinder sudah tidak rata Hal itu, mungkin disebabkan karena sudah lama pemakaiannya dan digunakan untuk praktik secara terus menerus. 3. Cara Kerja Unit Refrigrant masuk ke dalam saluran masuk (S), kemudian masuk ke ruang tekanan rendah sebelah piston/ruang tekanan rendah. Lalu refrigrant keluar melalui ruang tekanan rendah kemudian masuk ke katup isap. Pada saat bersamaan piston akhir langkah isap dan saat awal langkah buang. Setelah itu, refrigrant masuk ke ruang tekanan tinggi melalui katup tekan, dimana posisi katup isap tertutup Karena ada dorongan dari piston refrigrant keluar melalui ruang tekanan tinggi ke pipa saluran keluar (D).

E. KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kondisi komponen kompresor rata-rata sudah memerlukan perbaikan dan pergantian agar nantinya dapat dimanfaatkan kembali. Dan kami dapat pengetahuan dasar dan cara kerja kompresor tersebut. Kompresor jenis ini memiliki beberapa keuntungan yaitu seperti kontruksinya sangat sederhana, komponen pendukungnya tidak terlalu banyak.

F. Daftar pustaka Step 1 toyota

G. LAMPIRAN Data laporan sementara