Anda di halaman 1dari 16

BAB I LATAR BELAKANG

Di media massa, akhir-akhir diramaikan dengan berita penangkapan seorang pembunuh dan pelaku mutilasi. Orang ini diyakini sudah membunuh banyak orang, dan semua dilakukan dalam rentang waktu tak begitu lama. Diduga kuat, tersangka pelaku ini seorang psikopat. Psikopat adalah suatu gejala kelainan kepribadian yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Di indonesia kasus psikopat sudah menjadi hal yang umum atau tidak asing lagi. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus-kasus psikopat seperti kasus ryan dari jombang, kasus babe serta kasus-kasus yang lainnya. Menurut seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Istilah Psikopat sejak 1952 diganti dengan Sosiopat dan dalam DSM II 1968 resmi dinamakan Sosiopat (Ramsland, tanpa tahun) itu, justru tidak bisa ditemukan dalam DSM IV. Yang ada dalam manual baku yang digunakan oleh para psikitaer di seluruh Amerika Serikat (dan diacu juga oleh para psikolog klinis dan psikiater dan psikolog di Indonesia) itu adalah 10 jenis kelainan kepribadian (Personality Disorders) (American Psychiatric Association, 1994: 629). Hare

menjelaskan bahwa ada dua unsur utama dalam pengertian Psikopat, yaitu faktor afektif atau interpersonal dan faktor gaya hidup sosial yang menyimpang. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut orang gila tanpa gangguan mental. Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang

berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan Penelitian lain yang dilakukan Miller & Lynam menyatakan bahwa kepribadian psikopat bersumber kepada kelainan kepribadian itu sendiri, karena ia menemukan korelasi antara perilaku orang-orang dengan sindrom psikopat, dengan skor yang tinggi dalam test kepribadian yang disebut Revised NEO Personality Inventory (NEO-P-I-R, 1992). Seorang ahli psikopati dunia yang menjadi guru besar di Universitas British Columbia, Vancouver, Kanada bernama Robert D. Hare telah melakukan penelitian psikopat sekitar 25 tahun. Ia berpendapat bahwa seorang psikopat selalu membuat kamuflase yang rumit, memutar balik fakta, menebar fitnah, dan kebohongan untuk mendapatkan kepuasan dan keuntungan dirinya sendiri. Dalam kasus kriminal, psikopat dikenali sebagai pembunuh, pemerkosa, dan koruptor. Namun, ini hanyalah 15-20 persen dari total psikopat. Selebihnya adalah pribadi yang berpenampilan sempurna, pandai bertutur kata, mempesona, mempunyai daya tarik luar biasa dan menyenangkan Psikopat memiliki 20 ciri-ciri umum. Namun ciri-ciri ini diharapkan tidak membuat orang-orang mudah mengecap seseorang psikopat karena diagnosis gejala ini membutuhkan pelatihan ketat dan hak menggunakan pedoman penilaian formal, lagipula dibutuhkan wawancara mendalam dan pengamatan-pengamatan lainnya. Mengecap seseorang dengan psikopat dengan sembarangan beresiko buruk, dan setidaknya membuat nama seseorang itu menjadi jelek

BAB II PEMBAHASAN

A. DEFINISI Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, pengidapnya seringkali disebut "orang gila tanpa gangguan mental". Menurut penelitian sekitar 1% dari total populasi dunia mengidap psikopati. Pengidap ini sulit dideteksi karena sebanyak 80% lebih banyak yang berkeliaran daripada yang mendekam di penjara atau di rumah sakit jiwa, pengidapnya juga sukar disembuhkan. Dalam DSM IV dan PPDGJ kata psikopat sudah di hapuskan, namun Hare dalam bukunya Without Conscience (1993) menyebutkan secara eksplisit bahwa psikopat adalah jenis gangguan kepribadian yang ditunjukan dengan perilaku khas tertentu dan perilaku khas tersebut di pandang buruk oleh masyarakat.

B. ETIOLOGI 1. Biologis Prof Hare memeriksa seorang pasien pria, berusia 46 tahun bernama AI yang menunjukkan semua gejala psikopat. Hasilnya adalah bahwa pada AI ditemukan kelainan di otak, yaitu bahwa AI tidak dapat memisahkan stimulus yang bersifat rasional dari yang emosional. Semua stimulus diolah sekaligus oleh belahan otak kiri (pusat rasio) dan otak kanannya (pusat emosi). Karena itu menurut Hare seorang psikopat bukan sekedar berbohong atau hipokrit (munafik), tetapi ada sesuatu yang lebih serius di baliik itu, yaitu ada kelainan di otaknya (Hare, 1999)

2. Psikis Menurut Kirkman, mereka yang berkepribadian psikopat

mempunyai latar belakang masa kecil yang tidak memberi peluang untuk perkembangan emosinya secara optimal. Anak-anak yang tidak dididik dan diasuh sedemikian rupa sehingga emosinya berkembang dengan baik, akan tumbuh menjadi orang-orang yang tidak bisa berempati dan tidak mempunyai kata hati (consceince). Dengan perkataan lain, mereka akan menjadi orang dengan kepribadian Psikopat.

3. Sosial Seseorang yang psikopat biasanya cuek pada norma-norma sosial, tak peduli pada aturan, dan pemberontak. Kepribadiannya yang sulit ditebak, bisa terlihat dari ketidakstabilannya dalam hubungan

interpersonal, citra diri, serta selalu bertindak menuruti kata hati. Tanpa peduli perbuatannya itu salah atau benar, mengganggu orang atau tidak. Orang seperti ini cenderung impulsif (melakukan sesuatu tanpa pikir panjang), dan berpikiran negatif serta memiliki sifat pendendam.

4. Spiritual Adanya sikap dan perilaku yang menampakkan suatu yang dipandang baik oleh orang lain, padahal di dalam hatinya tersembunyi kebusukan, keburukan, dan kebobrokan. Apa yang ditampakkan tidak sama dengan apa yang dirasakan di dalam kalbunya. Indikator gangguan kepribadian antara lain adalah suka menipu), menyembunyikan kejalekan di dalam hatinya, perbuatannya dalam kefasikan atau dosa sikapnya suka berdusta.

C. PERSPEKTIF ALIRAN-ALIRAN 1. Psikoanalisis Terjadi karena dorongan-dorongan bawah sadar terhadap

pemuasan id ditambah dengan rendahnya kontrolnya ego sehingga id lebih

dominan dan akhirnya dia melakukan segala cara untuk memuaskan id nya seperti membunuh, dan menyakiti orang lain, atau menipu. Disamping itu, orang yang menderita gangguan tersebut mempunyai super ego yang tumpul sehingga ia tidak merasa bersalah atas apa yang telah di lakukannya meskipun perilakunya sudah merugikan banyak orang.

2. Behavioristik Teori behavioristik memandang bahwa gangguan kepribadian psikopat di sebabkan oleh proses belajar yang salah selama rentang kehidupanya. Ia tidak memahami perilaku mana yang benar dan perilaku mana yang salah. Anak yang tidak pernah mendapatkan reward atas hasil baik yang ia lakukan justru ia selalu mendapatkan perilaku dan pengalaman yang tidak menyenangkan saat melakukan perbuatan yang baik maupun yang buruk. Maka anak tersebut belajar bahwa, tidak ada yang namanya benar. Tetapi, apapun yang ia lakukan akan sama saja dampaknya

3. Humanistik Dalam teori humanistik, gangguan tersebut di sebabkan oleh terhambatnya dan tidak tercapainya proses menuju aktualisasi diri yang sehat. Seseorang yang menderita gangguan tidak terpenuhi kebutuhankebutuhannya. Baik kebutuhan akan rasa aman dan kebutuhan akan rasa cinta dan dicintai. 4. Kognitif Psikopat terjadi karena mengalami distorsi kognitif. Ia berfikir bahwa ia dapat mendapatkan apa saja yang ia mau dengan melakukan apa saja yang ia inginkan untuk membawanya kepada sesuatu yang ia inginkan tersebut meskipun perilakunya membawa pengaruh atau efek buruk bagi orang lain.

D. JENIS-JENIS PSIKOPAT Empat ciri karakter psikopat, yakni antisosial (antisocial), pribadi yang sulit diduga (borderline), pandai bersandiwara (histrionic) dan luar biasa egois (narcisstic). Seseorang yang antisosial biasanya cuek pada norma-norma sosial, tak peduli pada aturan, dan pemberontak. Kepribadiannya yang sulit ditebak, bisa terlihat dari ketidakstabilannya dalam hubungan interpersonal, citra diri, serta selalu bertindak menuruti kata hati. Tanpa peduli perbuatannya itu salah atau benar, mengganggu orang atau tidak. Orang seperti ini cenderung impulsif (melakukan sesuatu tanpa pikir panjang), dan berpikiran negatif. Ia juga memiliki sifat pendendam. Sedikit saja Anda melakukan kesalahan, seumur hidup diingat dan suatu saat akan diungkit lagi. Sedangkan pribadi histrionic, emosinya tak terkendali alias meledak-ledak, dan selalu ingin menarik perhatian. Ada lagi kepribadian narcisstic, yang ditunjukkan dengan sikapnya yang selalu ingin dikagumi, serta minimnya empati. Ia selalu berusaha membuat hanya dirinya satu-satunya lelaki dalam hidup Anda. Hanya dialah yang boleh Anda puja. Sedangkan indikasi lain orang psycho adalah manipulatif, egosentris, pembohong, mudah frustasi, dan gaya hidup parasit. Nah, seabrek sifat buruk ini mengerucut pada satu karakter tunggal:hipokritaliasmunafik. Dalam buku The Mask of Sanity, Dr. Hervey Cleckley menggambarkan psikopat sebagai pribadi yang likeable, charming, intelek, perhatian, impresif, punya pede tinggi, dan pintar merayu (karena itu mereka mudah "menipu" perempuan). Umumnya, mereka juga cerdas secara akademik. Tapi, di balik itu semua, mereka membawa sifat negatif, seperti tidak bertanggung jawab, serta merusak diri sendiri dan orang lain. Ia kerap mengatakan ingin bunuh diri bila Anda memutuskan hubungan. Para psikopat umumnya tidak pernah merasa menyesal, meski telah menyakiti orang lain. Bila belangnya ketahuan, wajahnya akan tetap seperti tak berdosa. Apa penyebabnya? Belum jelas. Hare menduga, psikopat terjadi akibat kelainan fungsi otak. Karena itu, si penderitanya tidak dapat memisahkan stimulus yang bersifat rasional dari yang emosional. Stimulus-stimulus ini diolah sekaligus oleh otak kiri dan kanan. Namun, temuan lain menyebutkan, pengidap kelainan ini akibat dari latar belakang masa kecilnya yang "bermasalah", yang berakibat perkembangan

emosinya kurang optimal. Menginjak dewasa, anak-anak ini tumbuh menjadi orang-orang yang tak bisa berempati dan tak memiliki kata hati.

Lantaran belum dipastikan penyebabnya, Hare berpendapat, psikopat belum bisa dipastikan dapat disembuhkan atau tidak. Namun, pendapat lain yang menduga kelaianan itu berawal karena salah asuh mengatakan, psikopat bisa dicegah. Asal, indikasi kelainannya terdeteksi sedini mungkin. Inilah tandatanda pria psikopat. E.GEJALA PSIKOPAT Menurut Dr Robert Hare dalam bukunya Without Conscience: the Disturbing World of the Psychopats Among Us ciri- ciri psikopat adalah: -Rajin Monitor. Setiap jam ia selalu menelepon untuk mencari tahu secara detil apa yang Anda lakukan saat itu, bersama siapa, dan sebagainya. Bila teleponnya tidak dijawab, ia akan meneror Anda hingga diangkat. -Berbohong Tentang Masa Lalu. Ketika membicarakan mantan-mantannya, ia selalu memposisikan diri sebagai obyek penderita. Ia akan membual tentang mantan-mantannya yang bermasalah, dan bagaimana ia disakiti oleh mereka. -Membajak Keluarga dan Teman. Tanpa meminta izin dan tidak melibatkan Anda, ia sering mengajak sahabat Anda nonton, menelepon teman-teman dan ibu Anda berjam-jam. Kelihatannya ia ingin mencari tahu tentang Anda, tapi Anda tidak pernah tahu motivasi sesungguhnya. -Berdebat di Muka Umum. Ia tidak bisa memilih-milih tempat untuk bertengkar, bahkan ia kerap mengkritisi Anda di depan keluarga dan teman-teman - Sikapnya Susah Ditebak. Ia bisa tiba-tiba marah dan berteriak pada Anda tanpa alasan. Sedetik kemudian berlaku supermanis. - Rajin Bohong. Ia biasa berbohong tentang apa saja, besar atau kecil, dan terkadang tanpa alasan. - Menginterogasi Anda. Di matanya, Anda tidak pernah benar. Ia selalu ingin tahu mengapa Anda terlambat 10 menit. Ia akan menginterogasi Anda semalaman untuk memuaskan keingintahuannya. - Memata-Matai. Awalnya ia akan melakukan invasi terhadap privasi Anda, kemudian ia akan mengecek email, telepon, bahkan berkunjung diam-diam ke kantor dan rumah untuk mencari tahu apakah ada lelaki lain dalam hidup Anda. - Cemburu Berlebihan. Ia tidak tahan melihat Anda dekat dengan lelaki lain, meski itu teman Anda sendiri. Ciri-ciri psikopat menurut American Psychiatric Asociation adalah 1. Sering berbohong, fasih dan dangkal. Psikopat seringkali pandai melucu dan pintar bicara, secara khas berusaha tampil dengan pengetahuan di bidang sosiologi, psikiatri, kedokteran, psikologi, filsafat, puisi, sastra, dan

lain-lain. Seringkali pandai mengarang cerita yang membuatnya positif, dan bila ketahuan berbohong mereka tak peduli dan akan menutupinya dengan mengarang kebohongan lainnya dan mengolahnya seakan-akan itu fakta. 2. Egosentris dan menganggap dirinya hebat. 3. Tidak punya rasa sesal dan rasa bersalah. Meski kadang psikopat mengakui perbuatannya namun ia sangat meremehkan atau menyangkal akibat tindakannya dan tidak memiliki alasan untuk peduli. 4. Senang melakukan pelanggaran dan bermasalah perilaku di masa kecil. 5. Sikap psikopat di usia dewasa. 6. Kurang empati. Bagi psikopat memotong kepala ayam dan memotong kepala orang, tidak ada bedanya. 7. Psikopat juga teguh dalam bertindak agresif, menantang nyali dan perkelahian, jam tidur larut dan sering keluar rumah. 8. Impulsif dan sulit mengendalikan diri. Untuk psikopat tidak ada waktu untuk menimbang baik-buruknya tindakan yang akan mereka lakukan dan mereka tidak peduli pada apa yang telah diperbuatnya atau memikirkan tentang masa depan. Pengidap juga mudah terpicu amarahnya akan hal-hal kecil, mudah bereaksi terhadap kekecewaan, kegagalan, kritik, dan mudah menyerang orang hanya karena hal sepele. 9. Tidak mampu bertanggung jawab dan melakukan hal-hal demi kesenangan belaka. 10. Manipulatif dan curang. Psikopat juga sering menunjukkan emosi dramatis walaupun sebenarnya mereka tidak sungguh-sungguh. Mereka juga tidak memiliki respon fisiologis yang secara normal diasosiasikan dengan rasa takut seperti tangan berkeringat, jantung berdebar, mulut kering, tegang, gemetar -- bagi psikopat hal ini tidak berlaku. Karena itu psikopat seringkali disebut dengan istilah "dingin". 11. Hidup sebagai parasit karena memanfaatkan orang lain untuk kesenangan dan kepuasan dirinya.

E. DIAGNOSA Kesulitan metodologis dalam penelitian tentang Psikopat, terutama datang dari terbatasnya kasus yang tersedia. Karena itu beberapa penelitian hanya didasarkan pada satu kasus saja (Hare, 1993; Litman, 2004; Bauchard, 2002). Beberapa penelitian lain terbatas pada sampel tertentu yang bias, seperti Narapidana, hanya bisa dilakukan terhadap topik-topik yang lebih umum dan bisa menggunakan responden umum seperti studi komparatif (N orang dengan indikasi Psikopat berdasarkan DSM IV = 89, N kontrol = 20) (Dolan & Fullam, 2004), atau studi simulasi (N mahasiswa S1 = 174) (Guy & Edens,2003).(3) Walaupun tidak dapat menentukan penyebabnya, saat ini terdapat alat yang baik untuk mendiferensiasi antara orang-orang dengan gejala psikopat dengan yang tidak, yaitu Psychopath Check List Revised (PCL-R) yang dikembangkan oleh Prof.Robert Hare yang terdiri atas 20 kuesioner yang memiliki skor 0-2 di setiap pertanyaan. Sedikit kutipan dari 20 pertanyaan dalam PCL-R tentang ciri-ciri psikopat, sebagai berikut (5) : 1. Persuasif dan memesona di permukaan 2. Menghargai diri yang berlebihan. 3. Butuh stimulasi atau gampang bosan. 4. Pembohong yang patologis. 5. Menipu dan manipulatif. 6. Kurang rasa bersalah dan berdosa. 7. Emosi dangkal. 8. Kasar dan kurang empati. 9. Hidup seperti parasit. 10. Buruknya pengendalian perilaku. 11. Longgarnya perilaku seksual 12. Masalah perilaku dini (sebelum usia 13 tahun).

13. Tidak punya tujuan jangka panjang yang realistis. 14. Impulsif. 15. Tidak bertanggung jawab atas kewajiban. 16. Tidak bertanggung jawab atas tindakan sendiri. 17. Pernikahan jangka pendek yang berulang. 18. Kenakalan remaja. 19. Melanggar norma. 20. Keragaman kriminal. Indonesia saat ini menggunakan Tes Minessota Multiphasic Personality Inventory-2 (MMPI-2) untuk mendeteksi kepribadian psikopat ini yang didalamnya terdapat skala klinis, Skala isi, dan Skala penunjang. Pada awalnya tes MMPI-2 digunakan dalam pelayanan kesehatan jiwa, kemudian meluas ke kalangan militer dan pemerintahan sebagai bagian dari seleksi dan rekruitmen calon pegawai, pejabat (Legislatif & Eksekutif), termasuk calon presiden dan wakilnya. (6) Alat ukur lain yang digunakan berdasarkan teori yang sudah eksis (metode deduksi) adalah Primitive Defense Guide (Helfgott, 2004), Rorschach (Cunliffe & Gacono, 2005), ToM (Theory of Mind) (Dolan & Fullam, 2004; Ritchell, et al. 2003), SCT (Sentence Completion Test) (Endres, 2004), dan NEO PIR (Miller & Lynam, 2003). (3)

Lima tahap mendiagnosis psikopat : 1. Mencocokan kepribadian pasien dengan 20 kriteria yang ditetapkan

Prof. Hare. Pencocokkan ini dilakukan dengan cara mewawancara keluarga dan orang-orang terdekat pasien, pengaduan korban, atau pengamatan prilaku pasien dari waktu ke waktu. 2. Memeriksa kesehatan otak dan tubuh lewat pemindaian

menggunakan elektroensefalogram, MRI, dan pemeriksaan kesehatan secara lengkap. Hal ini dilakukan karena menurut penelitian gambar hasil PET (positron emission tomography) perbandingan orang normal,

pembunuh

spontan,

dan

pembunuh

terencana

berdarah

dingin

menunjukkan perbedaan aktivitas otak di bagian prefrontal cortex yang rendah. Bagian otak lobus frontal dipercaya sebagai bagian yang membentuk kepribadian 3. Wawancara menggunakan metode DSM IV (The American

Psychiatric Association Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder versi IV) yang dianggap berhasil untuk menentukan kepribadian antisosial. 4. Memperhatikan gejala kepribadian pasien. Biasanya sejak usia

pasien 15 tahun mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kejiwaan. 5. E. ONSET Onset gangguan adalah sebelum usia 15 tahun. Anak perempuan biasanya memiliki gejala sebelum pubertas, dan anak laki-laki biasanya lebih awal. (Kaplan & Sadock) Melakukan psikotes. Psikopat biasanya memiliki IQ yang tinggi.

F. PREVALENSI Prevalensi gangguan kepribadian adalah 3 persen pada laki-laki dan 1 persen pada wanita. Keadaan ini paling sering ditemukan pada daerah perkotaan yang miskin dan di antara penduduk yang berpindah-pindah dalam daerah tersebut. Anak laki-laki dengan gangguan berasal dari keluarga yang lebih tinggi. Dibandingkan anak perempuan dengan gangguan. Di dalam populasi penjara, prevalensi gangguan kepribadian psikopat mungkin setinggi 75 persen. Suatu pola familial ditemukan di mana gangguan lima kali lebih sering pada sanak saudara derajat pertama dari laki-laki. (Kaplan & Sadock)

G. TERAPI Psikopat sebagai kelainan kepribadian, belum bisa dipastikan dapat disembuhkan atau tidak. Dari hasil penelitian membuktikan bahwa perawatan terhadap psikopat bukan saja tidak menyembuhkan, melainkan justru menambah parah gejalanya karena psikopat yang bersangkutan. Malah bisa semakin canggih memanipulasi perilakunya yang merugikan orang lain.

menurut penelitian Prof Hare juga menjelaskan alasan-alasan mengapa seorang psikopat bukan orang yang tepat untuk menjalani terapi: Psikopat bukan individu yang rapuh, apa yang mereka pikir dan

lakukan adalah hasil dari struktur kepribadian yang keras tidak tergoyahkan oleh pengaruh-pengaruh dari luar. Pada saat mereka menjalani program penyembuhan formal sikap-sikap dan pola prilaku mereka sudah mengakar, sulit untuk diubah bahkan dalam situasi yang sangat baik sekalipun.

Banyak psikopat yang terlindungi dari kosekuensi atas tindakan mereka

oleh anggota keluarga dan teman-teman yang menyayangi mereka.

Tidak seperti individu-individu yang lain, psikopat tidak mencari

bantuan untuk dirinya. Keluarga mereka yang biasanya memaksa mereka untuk mengikuti terapi, atau mereka menjalani perawatan atas perintah pengadilan sebagai sebuah tahap awal untuk pembebasannya.

Kalaupun mereka mengikuti terapi biasanya mereka tidak serius

mengikuti terapi. Psikopat tidak memiliki keinginan untuk berubah, merasa bahwa kata hati adalah alasannya, tidak mempunyai konsep tentang masa depan, menolak semua pihak yang berwenang termasuk para ahli terapi.

Psikopat sering kali mendominasi sesi-sesi terapi kelompok atau dengan interpretasi mereka.

individu

alaupun psikopat belum bisa disembuhkan bukan berarti psikopat tidak perlu dirawat sama sekali.Disisi lain kepribadian psikopat juga terbentuk karena salah asuh pada masa kecil. Dalam hal ini psikopat bisa dicegah jika indikasi kelainan kepribadian itu bisa dideteksi sedini mungkin dan diberi asuhan sedemikian rupa sehingga meminimalkan resiko individu dari kekurangan kasih sayang (afeksi) pada masa kecilnya yang akan menyebabkan berkembangnya perilaku yang merugikan dari seorang psikopat.

Jadi yang sangat menentukan adalah pola asuh dalam keluarga, ajari anak sejak dini untuk belajar perilaku prososial, melatih anak untuk takut dan menghindari hukuman dan bila anak sudah mengalami pengalaman kekerasan cepat lakukan antisipasi dengan bantuan para psikolog/psikiater. Jika pasien gangguan kepribadian psikopat diimobilisasi (sebagai contohnya, di masukkan di dalam rumah sakit), mereka seringkali dapat menjalani psikoterapi. Dalam proses terapi, dukungan dari kelompok sangat menentukan perubahan perilaku. Oleh sebab itu, maka terapi kelompok lebih dapat menghilangkan gangguan di bandingkan dengan memasukannya kedalam penjara. Sebelum terapi dimulai, sangat penting untuk dibuat batasan-batasan yang kuat terlebih dahulu. Ahli terapi harus menemukan suatu cara untuk menghadapi perilaku merusak diri sendiri pada klien. Dan untuk mengatasi rasa takut klien gangguan kepribadian psikopat terhadap keintiman, ahli terapi harus

menggagalkan usaha klien untuk melarikan diri dari perjumpaan dengan orang lain dalam melakukan hal itu, ahli terapi menghadapi tantangan memisahkan kendali dari hukuman dan memisahkan pertolongan dan konfrontasi dari isolasi sosial dan ganti rugi. Farmakoterapi. Farmakoterapi digunakan untuk menghadapi gejala yang diperkirakan akan timbul seperti kecemasan, penyerangan, dan depresi. Tetapi karena klien seringkali merupakan penyalahguna zat, obat harus digunakan secara

bijaksana. Jika klien menunjukan bukti-bukti adanya gangguan defisit atensi/ hiperaktifitas, psikostimulan, seperti methylphenidate (ritalin), mungkin

digunakan. Harus di lakukan usaha untuk mengubah metabolisme katekolamin dengan obat-obatan dan untuk mengendalikan perilaku impulsif dengan obat antiepileptik, khususnya jika bentuk gelombang abnormal ditemukan pada EEG.

H. PREVENSI Kirkman, yang percaya bahwa psikopat terbentuk karena salah asuh pada masa kecil, berpendapat bahwa psikopat bisa dicegah dengan indikasi kelainan kepribadian itu bisa dideteksi sedini mungkin dan diberi asuhan sedemikian rupa sehingga meminimalkan resiko individu dari kekurangan afeksi pada masa kecilnya yang akan meyebabkan berkembangnya perilaku yang merugikan dari seorang psikopat. (Kaplan & Sadock)

I. KUALITAS HIDUP Berdasarkan pengamatan kami terhadap berbagai film yang bertema psikopat, seperti the orphan dan saw dapat kami ambil kesimpulan bahwa penderita gangguan ini mempunyai kualitas hidup yang sama seperti orang normal. Mereka tidak merasakan adanya suatu gangguan dalam diri mereka. Bahkan perilaku mereka tidak membawa hal buruk terhadap dirinya. Yang membedakan hanyalah perilaku mereka yang cenderung maladaptif dan cenderung merugikan orang lain demi kepentingan dan kepuasan dirinya sendiri.

BAB III KESIMPULAN

Jadi, psikopat adalah suatu gejala kelainan kepribadian yang sejak dulu dianggap berbahaya dan mengganggu masyarakat. Istilah psikopat sudah

tidak digunakan lagi di dalam PPDGJ, istilah pskopat masuk ke dalam gangguan kepribadia antisosial. Penyebab seorang menjadi psikopat dari

berbagai faktor seperti faktor biologis, faktor psikis, sosial, dan spiritualnya. Empat ciri karakter psikopat, yakni antisosial (antisocial), pribadi yang sulit diduga (borderline), pandai bersandiwara (histrionic) dan luar biasa egois (narcisstic). Biasanya terjadi pada usia 15 tahun. Anak perempuan biasanya

memiliki gejala sebelum pubertas, dan anak laki-laki biasanya lebih awal. Dan gangguan tersebut lebih banyak terdapat pada laki-laki dibanding wanita. Prevalensi gangguan kepribadian adalah 3 persen pada laki-laki dan 1 persen pada wanita. Seorang psikopat lebih baik di beri terapi kelompok karena lebih dapat menghilangkan gangguan di bandingkan dengan memasukannya ke dalam penjara. Farmakoterapi digunakan untuk menghadapi gejala yang diperkirakan akan timbul seperti kecemasan, penyerangan, dan depresi. Tetapi karena klien seringkali merupakan penyalahguna zat, obat harus digunakan secara bijaksana. penderita gangguan ini mempunyai kualitas hidup yang sama seperti orang normal. Mereka tidak merasakan adanya suatu gangguan dalam diri mereka. Bahkan perilaku mereka tidak membawa hal buruk terhadap dirinya. Yang membedakan hanyalah perilaku mereka yang cenderung maladaptif dan cenderung merugikan orang lain demi kepentingan dan kepuasan dirinya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA

1. Amalia (2008). Kenali 11 gejala Psikopat. http://amillavtr.multiply.com. Diakses 3 Maret 2010. 2. Sarwono, Sarlito. W., (2008). Antara Psikopat Dan Sosiopat:Kajian Dalam Jurnal-Jurnal Barat. www.ilmupsikologi.com. Diakses 3 Maret 2010. 3. Kaplan & Sadock (1997). Sinopsis Psikiatri. Edisi ketujuh. Jakarta.

4. http://chillinaris.wordpress.com/tag/pengobatan-psikopat/
5. Majalah Gatra edisi Februari 2006. Bagaimana Menghadapi Psikopat. Hal 22.