P. 1
7.SOLECHAN.pengaruh Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen Dan Desentralisasi Sebagai Variabel Moderating Terhadap Kinerja Manajerial

7.SOLECHAN.pengaruh Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen Dan Desentralisasi Sebagai Variabel Moderating Terhadap Kinerja Manajerial

|Views: 411|Likes:
Dipublikasikan oleh Andi La Beneamata

More info:

Published by: Andi La Beneamata on Apr 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/07/2014

pdf

text

original

PENGARUH KARAKTERISTIK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN DAN DESENTRALISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (STUDI EMPIRIS

PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI KABUPATEN SEMARANG)
(The Influence Of Management Accounting System (MAS) Characteristic And Decentralization On Managerial Performance At Manufacturing Company In Kabupaten Semarang)
Achmad Solechan *) Ira Setiawati *)
Abstract This research is aimed for investigating the influence of Characteristic of Management Accounting System (MAS) and Decentralization on Managerial Performance at Manufacturing Company in Kabupaten Semarang. Data was gathered from 68 respondents that were chosen using purposive sampling. This research employed regression technique to analyze the obtained data. This research showed that Characteristic of Management Accounting System (MAS) positively influence on Managerial Performance; Decentralization is not influence on Managerial Performance; and then the relationship between Characteristic of Management Accounting System (MAS) and Decentralization is not influence on Managerial Performance. Number Coefficient Determination (Adjusted R Square) equal to 0,812. Matter this means that Characteristic of MAS variable (Xl) and Variable Characteristic MAS and Decentralization as Variable Moderating (Xj.Xz) to Managerial Performance (Y) have contributed to 81,20% in explaining Managerial Performance (Y). While other factors which have an effect on to Managerial Performance have its contribution equal to 18,80%. Keywords: Characteristic of Management Accounting System, Decentralization and Managerial Performance

Abstraksi
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengaruh karakteristik sistem akuntansi manajemen (SAM) terhadap kinerja manajeriaI di perusahaan manufaktur di Kabupaten Semarang, dengan variabel desentralisasi sebagai variabel moderating. Data terdiri dari 68 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa *) Dosen STMIK HIMSYA Semarang

64

Vol.4 No.1 Junl 2009: 64 - 74

Fokus Ekonomi

HasiI penelitian lainnya dilakukan Aulia Fuad Rahman 65 PENGARUH KARAKTERISTIK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN DAN DESENTRALISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI KABUPATEN SEMARANG) Achmad Solechan Ira Setiawati . Dengan nilai koefisien determinasi sebesar 81. Dampak interaksi antara sistem akuntansi manajemendengan desentralisasi akan semakin positif terhadap kinerja manajerial. Karakteristik informasi yang tersedia dalam organisasi akan rnenjadi efektif apabila rnendukung kebutuhan pengguna informasi akan pengambilan keputusan. 1998) Tingkat desentralisasi akan mempengaruhi tingkat kebutuhan terhadap karakteristik informasi akuntansi rnanajemen.x2 terhadap Kinerja rnanajerial (Y) dipengaruhi oleh faktor lain. Ietje Nazarudin (1998).20% yang berarti bahwa kharakteristik variable SAM (Xl ). Kata kunci: Kharakteristik Manajerial Sistem Akuntansi Manajemen. Hal ini dapat digarnbarkan bahwa informasi akuntansi manajemen sebagai sub sistem kontrol dalam organisasi. akan selalu dihadapkan dengan sub sistem kontrol lainnya seperti desentralisasi karena kedua sub sistem kontrol tersebut secara signifikan selalu ada dalarn suatu organisasi. aggregation dan integration (Chenhall dan Morris. standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. 1980 dalarn Ietje Nazaruddin. Karakteristik sistern akuntansi rnanajernen yang bermanfaat berdasarkan persepsi rnanajerial sebagai pengambil keputusan antara lain: broad scope. Kesesuaian antara informasi dengan kebutuhan pembuat keputusan akan mendukung kualitas keputusan yang akan diambil dan pada akhimya dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Tjhai Fung Jen (2002) berhasiI membuktikan bahwa sistem akuntansi manajemen berpengaruh signifikan dan positif terhadap kinerj a manajer. Namun penelitian yang dilakukan oleh Rustiana (2002) belum berhasiI mernbuktikan adanya pengaruh yang signifikan antara sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajer. Aida Ainul Mardiah dan Gudono (2001). Penilaian kinerja merupakan penentuan secara periodik efektifitas operasional suatu organisasi. 2001). Desentralisasi dan Kinerja 1. Salah satu fungsi karakteristik sistern akuritansi manajemen adalah sebagai sumber informasi penting untuk membantu manajer mengendalikan aktivitasnya. 1998). bagian organisasi dan karyawan berdasarkan sasaran. desentralisasi dan interaksi antara X1.kharakteristik sistem akuntansi rnanajernen berpengaruh positif terhadap kinerja rnanajerial. rnungkin tidak selalu sarna untuk setiap organisasi tetapi ada faktor tertentu lainnya yang akan rnempengaruhi tingkat kebutuhan terhadap informasi akuntansi manajemen. Pendahuluan Sistem akuntansi rnanajernen rnerupakan prosedur dan sistem formal yang rnenggunakan informasi untuk rnempertahankan dan rnenyediakan altematif dari berbagai kegiatan perusahaan.8%. Miah and Mia (1996). sedangkan hubungan antara kharakteristik sistern akuntansi rnanajernen (SAM) dan desentralisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja rnanajerial. desentralisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja rnanajerial. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan adanya hasil penelitian yang berbeda-beda. Hal inisejalan dengan pendekatan kontigensi bahwa tingkat ketersediaan dari rnasing-rnasing karakteristik informasi sistern akuntansi. timeliness. serta mengurangi ketidakpastian lingkungan dalarn usaha rnencapai tujuan organisasi dengan sukses (Ietje Nazaruddin. sebesar 18. (Outley. Penilaian kinerja berarti penilaian atas perilaku manajer dalarn melaksanakan beban yang mereka mainkan dalam organisasi secara efektif dan efisien. 1986 dalarn Aida Ainul Mardiyah dan Gudono.

Sebagai salah satu tipe akuntansi yaitu akuntansi manajemen merupakan suatu sistem pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi. Akuntansi manajemen merupakan salah satu tipe akuntansi diantara dua tipe akuntansi yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Secara tradisional informasi manajemen didominasi oleh informasi financial. Sedangkan sebagai salah satu tipe informasi. Akuntansi manajemen adalah informasi keuangan yang merupakan keluaran yang dihasilkan oleh tipe akuntansi manajemen yang dimanfaatkan terutama oleh pemakai intern organisasi. tetapi dalam perkembangannya ternyata peran informasi nonfinancial juga menentukan.1. akuntansi manajemen merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai satuan ukuran. 1995).(2000). alternatif yang akan dipilih. Aida Ainul Mardiah dan Gudono (2001). Sistem Akuntansi Manajemen Menurut Mulyadi (1997) akuntansi manajemen dapat dipandang dari dua sudut yaitu akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe akuntansi dan akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe informasi. Penelitian ini mengambil obyek penelitian pada perusahaan rnanufaktur di Kabupaten Semarang. maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi penuh. maka akan dihasilkan konsep informasi akuntansi diferensial. Ietje Nazarudin (1998) membuktikan bahwa desentralisasi berpengaruh positif terhadap kinerja manaj erial . Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan obyek informasi. timeliness. sedangkan Miah and Mia (1996) tidak berhasil rnembuktikan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara desentralisasi terhadap kinerja manajerial. Jika informasi akuntansi manajemen dihubungkan dengan altematifyang dipilih. agregasi dan integrasi. Alasan pemilihan obyek karen a perusahaan manufaktur yang ada di Kabupaten Semarang tidak sebanyak perusahaan-perusahaan yang ada kawasan Jabodetabek yang mernang rnerupakan salah satu kawasan industri di Indonesia. Akuntansi manajemen menghasilkan informasi yang berguna untuk membantu para pekerja. Pembahasan 2. Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan riga hal : obyek informasi. Dari hasil-hasil tersebut rnembuktikan adanya perbedaan penelitian (gap research) dan rnenunjukkan bahwa setiap penelitian rnemiliki situasi dan kondisi yang menyebabkan pengaruh desentralisasi dan sistem akuntansi rnanajemen tidak sarna diterapkan pada beberapa obyek penelitian yang dikaji oleh para peneliti tersebut. Rustiana (2002). 2.74 Fokus Ekonomi . 4 No. dan wewenang manajer. Menurut Itje Nazarudin (1998) kriteria umum mengenai karakteristik infonnasi yang baik dapat dijabarkan pada pembahasan 66 Vol. manajer. Penelian Chenhall dan Morris (1986) menemukan bukti empiris mengenai karakteristik informasi yang bermanfaat menurut persepsi para manajerial yaitu terdiri dari informasi berikut : broad scope.1 Junl 2009: 64 . yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan. Adapun tujuan dari penulisan ini adalah untuk menganalisis pengaruh karakteristik sistem akuntansi manajemen (SAM) terhadap kinerja manajerial. Disamping itu juga menganalisis pengaruh desentralisasi terhadap kinerja manajerial serta untuk menganalisis pengaruh karakteristik sistem akuntansi manajemen terhadap kinerja manajerial dengan desentralisasi sebagai variabel moderating. dan eksekutif untuk membuat keputusan yang lebih baik (Atkinson.

Informasi integrasi mencakup aspek seperti ketentuan target atau aktivitas yang dihitung dari proses interaksi antar sub unit dalam organisasi. 2003). 1995 dalam Juniarti dan Evelyn. PENGARUH KARAKTERISTIK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN DAN DESENTRALISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (STUDr EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI KABUPATEN SEMARANG) Achmad Solechan 67 Ira Setiawati . Informasi yang tepat waktu akan membantu manajer dalam pengambilan keputusan (Chusing. 1998 dalam Itje Nazarudin. 1994 dalam Itje Nazarudin. 2. 1998). 1998). dan fungsi kontrol. yang biasanya meliputi aspek ekonomi (pangsa pasar. 1987). 1998). Inforrnasi agregasi diperlukan dalam organisasi desentralisasi karena dapat mencegah kemungkinan terjadinya overload inforrnasi (Iselin. 1995 dalarn Itje Nazarudin. demografi (Chia. Integrasi Karakteristik informasi integrasi mencenninkan kompleksitas dan saling keterkaitan antara bagian satu dengan bagian lain (Nazarudin. 4. tanggung jawab. 1995 dalam Itje Nazarudin. Inforrnasi dikatakan tepat waktu apabila inforrnasi tersebut mencerminkan kondisi terldni dan sesuai dengan kebutuhan manajer (Bordnar. 1995 dalam Itje Nazarudin. Inforrnasi broad scope berguna untuk mencapai kinerja yang lebih baik (Sathe dan Watson. 1998). Broad Scope Broad scope merupakan inforrnasi yang memiliki cakupan luas dan lengkap. tetapi tetap mencakup hal-hal penting sehingga tidak mengurangi nilai informasi itu sendiri (Bordnar. Timeliness Timeliness menunjukkan ketepatan waktu dalam memperoleh informasi mengenai suatu kejadian (Echols. 1996 dalam Itje Nazarudin. Informasi terintegrasi berperan sebagai koordinator dalam mengendalikan pengambilan keputusan yang beraneka ragam. Informasi yang teragregasi akan berfungsi sebagai masukan yang berguna dalam proses pengambilan keputusan karena lebih sedikit waktu yang diperlukan untuk mengevaluasinya. Manfaat informasi yang terintegrasi dirasakan penting saat manajer dihadapkan pada situasi dimana harus mengambil keputusan yang akan berdampak pada unit yang lain. 3. 1988 dalam Itje Nazarudin. 1998). Agregasi Informasi yang disampaikan pada karakeristik informasi agregasi ini dalam bentuk yang lebih ringkas. Perbedaan tingkat desentralisasi akan mengakibatkan perbedaan kebutuhan inforrnasi broad scope. Inforrnasi terintegrasi bermanfaat bagi man ajer ketika mereka dihadapkan untuk melakukan decision making yang mungkin akan berpengaruh pacta sub unit lainnya. sehingga meningkatkan efisiensi kerja manajemen (Chia. 1998).total penjualan) dan aspek non ekanomi misalnya :kemajuan teknologi. Tingginya tingkat desentralisasi menyebabkan manajer membutuhkan inforrnasi broad scope untuk meningkatkan otoritas.1. . 1998). produk domestik bruta. perubahan sosiologis.

investigasi.4 No. 2. Seberapa besar dukungan informasi yang diperlukan oleh para manajer tergantung pada variabellingkungan tugas yang dihadapinya. pengarahan dan pengambilan keputusan. Dampak interaksi antara sistem akuntansi manajemen dengan desentralisasi akan semakin positif terhadap kinerja manajerial. Menurut Siswanto Sastrohadiwiryo (2002) unsur-unsur yang dapat dinilai dalam menilai kinerja antara lain: (1) Kesetiaan. d~mperwakilanlrepresentatif di lingkungan organisasinya.1. Tingkat pendelegasian menunjukkan seberapa jauh manajemen yang lebih tinggi mengizinkan manajemen yang lebih rendah untuk membuat kebijakan secara independen artinya pendelegasian yang diberikan kepada menajemen yang lebih rendah (subordinate) dalam kaitannya dengan otoritas pembuatan keputusan {decision making) dan desentralisasi memerlukan tanggung jawab terhadap aktivitas subordinate tersebut. (5) Kejujuran. para manajer diberikan hak untuk mengambil keputusan oleh superior (atasannya) dan mengimplementsikannya. pengoordinasian. tetapi di sisi lain manajer bertanggung 68 Vol. Pengaruh Sistem Akuntansi Manajemen dan Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial 2. Tidak sedikit sumber tersebut mempengaruhi proses penilaian. Para manajer membutuhkan dukungan informasiuntuk menjalankan aktivitasnya. (3) Tanggung Jawab. Penilaian kinerja dianggap memenuhi sasaran apabila memiliki dampak yang baik pada tenaga kerja yangbaru dinilai kinerjanya.2.2. dan (7) Prakarsa. (2) Prestasi Kerja. (Siswanto Sastrohadiwiryo.1 Junl 2009:64 .3. pengorganisasian.74 Fokus Ekonomi . 2. pengawasan.4. (4) Ketaatan. Dengan demikian. Hubungan tersebut terjadi karena adanya desentralisasi. Karakteristik hubungan antarsub unit organisasi dan besarnya tingkat desentralisasi yang diperlukan oleh organisasi. 2. Kinerja Manajerial Kinerja merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menilai pekerjaan yang dilakukan seseorang dengan cara membandingkan dengan kinerja dengan uraian atau deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu. Penilaian kinerja merupakan proses subyektif yang menyangkut penilaian manusia. Kinerja manajerial adalah kinerja manajer dalam kegiatankegiatan yang meliputi perencanaan. 2002) Kinerja yang efektif adalah kesadaran bahwa keberhasilan seseorang paling tidak dipengaruhi oleh masalah prosedur dan proses maupun jenis bentuk atau sistem pencatatan standar yang digunakan.penilaian kinerja sangat mungkin keliru dan sangat mudah dipengaruhi oleh sumber yang tidak aktual.2. Desentralisasi Desentralisasi merupakan pendelegasian wewenang tanggungjawab kepada para manajer lebih rendah. jawab trhadap keputusanyang telah ditetapkan.4. pengaturan . sehingga hams diperhitungkan dan dipertimbangkan dengan wajar. Pengaruh Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial Tingkat desentralisasi akan mempengaruhi tingkat kebutuhan terhadap karakteristik informasi akuntansi manajemen.4. (6) Kerjasama. Pengaruh Sistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial Perusahaan mendesain sistem akuntansi manajemen untuk membantu organisasi melalui para manajer dalam hal perencanaan. evaluasi.staf (staffing).

Timeliness diukur dengan empat item pertanyaan. Variabel moderating: Desentralisasi (Xz) Desentralisasi merupakan pendelegasian wewenang tanggung jawab kepada para manajer Iebih rendah. Kerangka Pemikiran KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI MANAJEMEN KINERJA MANAJERIAL I DESENTRALISASI Variabel Moderating 2. Definisi Operasional dan Pengukurannya Variabel independen adalah tipe variabel yang menjelaskan atau rnernpengaruhi terhadap variabellain (Nur Indriantoro dan Bambang Suporno. Tingkat pendelegasian menunjukkan seberapajauh manajemen yang lebih tinggi mengizinkan manajemen yang lebih rendah untuk membuat PENGARUH KARAKTERISTlK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN DAN DESENTRALISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (STUDI EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI KABUPATEN SEMARANG) Achmad Solechan 69 Ira Setiawati . Hipotesis Hipotesis adalah suatu pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan perlu dibuktikan atau dugaan yang sifatnya masih sementara (M. Agregasi diukur dengan lima item pertanyaan.1.Gambar 2. yaitu terdiri dari empat dimensi (aspek) yaitu informasi Broad scope diukur dengan enam item pertanyaan. Berdasarkan permasalahaan dan tujuan penelitian yang dikemukakan yaitu: HI: H2: H3: Sistem Akuntansi Manajemen (SAM) berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial Desentralisasi berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial Interaksi SAM dan Desentralisasi berpengaruh positif terhadap manajerial di atas maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan kinerja 2. Variabel independent: Karakteristik Sistern Akuntansi Manajernen (Xl) Karakteristik sistem akuntansi rnanajemen yaitu suatu sistem pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi (Menurut Mulyadi.5. 1999). b. Iqbal Hasan. 2002). Pengukurannya dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Chenhall dan Morris (1996).6. Masing-masing pertanyaan diukur dalam 5 skala. 1997). Variabel-variabel dalam penelitian ini terdiri dari : a. Integrasi diukur dengan tiga item pertanyaan.

investigasi. Instrumen ini terdiri dari delapan dimensi kinerja personal yaitu perencanaan.7. 1978 dalam Itje Nazarudin. yaitu kebijakan dalam pengambilan produk atau jasa baru. pengawasan. koordinasi.74 . (Siswanto Sastrohadiwiryo. c. Data Penelitian Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah manajemen puncak (top management) yang mengetahui organisasi atau perusahaan manufaktur di Kabupaten Semarang. pengalokasian anggaran dan penentuan harga jual. yaitu memilih sampel berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Kriteria sampel yang diambil dalam penelitian adalah : manajer I pimpinan / kepala bagian I kepala seksi yang mengetahui organisasi I perusahaan manufaktur di Kabupaten Semarang dan mau berpartisipasi dalam pengisian kuesioner yang diperoleh sebanyak 68 responden.kebijakan secara independen artinya pendelegasian yang diberikan kepada menajemen yang lebih rendah (Hellriegel dan Slocum. negoisasi. Para responden diminta menilai kinerj a mereka dibandingkan dengan rata-rata kinerja rekan mereka. evaluasi. perwakilan dan satu dimensi kinerja secara keseluruhan. evaluasi. 70 Fokus Ekonomi Vol. 2002) Variabel kinerja manajerial diukur dengan menggunakan instrumen self rating yang dikembangkan oleh Mahoney (1963). Variabel desentralisasi diukur dengan menggunakan instrumen yang telah dikembangkan oleh Gordon dan Narayan (1984). pengawasan. dan perwakilan atau representatif di lingkungan organisasinya. investigasi. pengaturan staf (staffing). penentuan investasi dalam skala besar. kebijakan dalam pernutusan hubungan kerja. 2. 1998). 4 No. 1 Juni 2009: 64 . Kelima pertanyaan tersebut untuk mengetahui seberapa jauh pengambilan keputusan didelegasikan pada para manajer. pengoordinasian. yakni diukur dengan lima item pertanyaan dalam 5 skala. Variabel terikat (dependen) : Kinerja Manajerial (Y) Kinerja manajerial adalah kinerja manajer dalam kegiatan-kegiatan yang meliputi perencanaan. staff. Teorl pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Kinerja manajerial diukur dengan sembilan item pertanyaan yang diukur dengan 5 skala.

x tidak berpengaruh baiknya tinggi kinerja manajerial. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Aida Ainul Mardiah dan Gudono (2001) dan Ietje Nazarudin (1998) yang mengemukakan bahwa desentralisasi dan sistem akuntansi manajemen berpengaruh positif dan dapat meningkatkan kinerja manajerial.938 8. dan Rustiana (2002) yang mengemukakan bahwa sistem akuntansi manajemen berpengaruh positif dan dapat meningkatkan kinerja manajerial.170 dan angka probabilitas sebesar 0. = 5% (0.005 0.05). maka akan semakin rendah kinerja manajeriaI.170 0.510 0.000 = Berdasarkan pengujian statistik dengan SPSS didapatkan angka t-hitung antara Karakteristik SAM: (X) terhadap KinerjaManajerial (Y) sebesar 2.812 X1X2 .820 F hitung = 97. berarti terletak pada daerah Ho ditolak.866 > taraf signifikansi a. = 5% (0. Output Regresi Linier Berganda TabeI HasH Penelitian Model Koefisien beta stan dar Standar Error T hitung Signifikan Kesimpulan Konstanta 7.933 0. 0. Angka t-hitung antara Variabel Karakteristik SAM dan Desentralisasi (XI 2) terhadap Kinerja Manajerial (Y) sebesar 0. maka akan semakin tinggi pula kinerja manajeriaL Sebaliknya. berarti terletak pada daerah Ho ditertma. Angka t-hitung antara Variabel Desentralisasi (X2) terhadap Kinerja Manajerial (Y) sebesar 0.8.507 0.514 Tidak Signifikan Koefisien determinasi (Adjusted R Square) Multiple R = 0.280 0.X:/. sehingga secara parsial (individu) tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara DesentraIisasi (X2) terhadap Kinerja Manajerial (Y). Miah and Mia (1996).657 0.087 0. .514 > taraf signifikansi ex.007 0. Tidak adanya pengaruh yang signifikan ini mengindikasikan bahwa baik buruknya keterkaitan hubungan antara Karakteristik SAM dan sistem desentralisasi yang diterapkan pada suatu perusahaan.2. sehingga secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Karakteristik SAM (XI) terhadap KinerjaManajerial CY). letje Nazarudin (1998). semakin buruk karakteristik SAM: pada suatu perusahaan.) terhadap Kinerja Manajerial (Y). Tidak adanya pengaruh yang signifikan ini mengindikasikan bahwa baik buruknya sistem desentralisasi yang diterapkan pada suatu perusahaan. sehingga secara parsial (individu) tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Karakteristik SAM dan Desentralisasi sebagai Variabel Moderating (XI.034 < taraf signifikansi ex.034 Signifikan X2 0.266 Signifikan F = 0.170 0.866 Tidak Signifikan 0. PENGARUH KARAKrERISTIK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN DAN DESENTRALISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP KINERJA MANAJERIAL (srUDI EMPIRIS PERUSAHMN MANUFAKrUR DI KABUPATEN SEMARANG) Achmad Solechan Ira Setiawati 7i .Angka signifikan dan positif ini mengindikasikan bahwa semakin baik karakteristik SAM: pada suatu perusahaan.657 dan angka probabilitas sebesar 0.129 2.354 Xl 0. tidak berpengaruh pada kinerja manajerial perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Aida Ainul Mardiah dan Gudono (2001).170 dan angka probabilitas sebesar 0.05).05). berarti terletak pada daerah Ho diterima. = 5% (0.

X2) terhadap Kinerja Manajerial (Y). Towards an Open Systems Approach to Budgeting. MAS Information Characteristics and their Interaction Effects on Managerial Accounting Systems. Simpulan . Accounting Information Systems. New York: Ptiman. 2001. 4 No. Hopwood. New Jersey. 4 No. 1979.3. Management Accounting System. 1970. 2000. 1995.. Aulia Fuad Rahman. Rineka Cipta. Banker. George and William. Budget Planning and Control System. an empirical analysis. Jakarta. Management Accounting System. Ansari. 72 Fokus Ekonomi Vol. Journal Accounting Review. Atkinson. Berdasarkan pembahasan diatas. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Dan Desentralisasi Terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen. Jakarta: Penerbit LP3ES. 1984. Environment and Interdependence on the Perceived Usefulness of Management Accounting System. Management Accounting. Analysis and Society. 1995. Jurnal Ekuitas. 2000. Prentice Hall. Decentralization. Prosedur Penelitian. 2002. Journal Accounting.1 Juni 2009 : 64 .74 . Bodnar. Upper Saddle River: Prentice Hall.secara parsial (individu) tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Desentralisasi (X2) terhadap KinerjaManajerial (Y). The Impact of Structure. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Vol. Accounting. 1995. Perceived Environmental Uncertainty and Organization Structure. Peran Karakteristik Informasi Broad Scope dan AgregatonSistem Akuntansi Manajemen pad a Kondisi Ketidakpastian Lingkungan dan Desentralisasi Serta Peningkatan Kinerja Manajerial. Accounting Review. Chenhall dan Morris. dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu secara parsial (individu) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Karakteristik SAM (XI) terhadap Kinerja Manajerial (Y). l. Arikunto Suharsimi. 1986. Organization and Society. Gordon dan Narayana. DAFTAR PUSTAKA Aida Ainul Mardiyah dan Gudono. 8th Edition. Kaplan. Algifari. secara parsial (individu) tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Karakteristik SAM dan Desentralisasi sebagai Variabel Moderating (X[. Metode Statistik. Chia. Arney.

41 No. 1994. 1980. The Contingency Theory of Managemenet Accounting: Achievement and Prognosis. Bumi Aksara. Cost Accounting: A managerial emphasis. Foster. Management Contingency Approach.7. Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. Organization and Society. Englewood Cliffs. 1998. Prentice Hall. 'Desentralisasi. Iselin. Hellriegel dan Slocum. 1999. The Effect of Management Accounting System. 1973. (STUm EMPIRIS PERUSAHAAN MANUFAKTUR Dr KABUPATEN SEMARANG) 73 Achmad Solechan . Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. dan Manajemen. Addison Wesley. Pengaruh Desentralisasi dan Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial. Pengaruh Sistem Akuntansi Manajemen. 1996. Hongren. Journal. Mulyadi. Cincinnati. Accounting Irresponsible. 1 No.2 MeL Jurnal RisetEkonorni PENGARUH KARAKTERISTIK SISTEM AKUNTANSI MANAJEMEN DAN DESENTRALISASI SEBAGAI VARIABEL MODERATING TERHADAP KINERJA MANAJERIAL . Is Responsibility Accountants. Accounting Controls and Performance of Government Organizations: A New Zealand Empirical Study. Ira Setiawati . 2 No. Cambridge. Gramedia Pustaka Utama. 1978. Imam Ghozali. and Datar. Semarang : PT. Accounting. 1997. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia Badan Penertbit Universitas Diponegoro. 1998. Metodologi Penelitian Bisnis. 1988. Mahoney. Vol. Vol. 1971. Accounting.Gul. 1963. Akuntansi Manajemen. Perceived Environmental Uncertainty and Decentralization on Managerial Performance A Test of Three Ways Interaction. New York Certified Public 2002. Ekonomi YKPN.2. Pick. Iqbal Hasan. Rustiana. Yogyakarta : BPFE. Vol. Development of Managing Performance: A Research Approach. Miah and Mia. The Effect of Information Load and Information Diversity on Decision Quality in the Structured Decision Task. 2002. Lorsh dan Allen. dan Perceived environmental Uncertainty (PEu) terhadapKinerjaManajerial: Three Way Interaction. Metode Riset Bisnis. Accounting Organization and Society. Harvard University Press. Pokok-pokok Materi Stattstik 2 (StatistikInferensi). Jakarta: Ietje Nazaruddin. Decentralization. Managing Diversity and Interdependence. OH : South Western. Organization and Society. Untuk Akuntasni Yogyakarta: Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi Ilmu Jakarta: Penerbit dan Manajemen. Outley. 1982. Husein Umar. 2005.

Englewood 74 Fokus.74 . 1 Juni 2009: 64 . New Jersey. 4 No. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem InformasiAkuntansi. Manajemen Tenaga Kerja dan Operasional. Prentice Hall. Ekonomi Vol. Jakarta: Bumi Aksara. Corporate Clifts. Indonesia Pendekatan Tjhai Fung Jen. 1970. Control and Business Behavior.Siswanto Sastrohadiwiryo. 2002. Administratif 2002. Jurnal. Williamson.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->