Anda di halaman 1dari 6

HUKUM-HUKUM DASAR KIMIA

1.

A. B. C. D. E. 2.

Pada perubahan kimia (reaksi kimia) tidak diikuti oleh perubahan massa. Hal ini sesuai dengan hukum . Proust Lavoisier Dalton Gay_Lussac Avogadro Materi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan : ia hanya dapat berubah dari satu jenis menjadi jenis yang lain. Pendapat ini didukung oleh fakta . A. terbentuknya zat baru B. tidak terjadi perubahan volume C. massa total zat zat sebelum dan sesudah reaksi sama D. terjadinya perubahan wujud E. perubahan suhu campuran

D. E.

3. Hukum Proust yang disebut hukum perbandingan tetap menyatakan bahwa . A. jumlah massa sebelum dan sesudah reaksi kimia adalah tetap B. setiap senyawa terbentuk oleh unsur unsur yang bergabung dengan perbandingan berat yang tetap C. setiap senyawa terbentuk oleh unsur unsur yang bergabung dengan perbandingan volume tetap massa atom relatif setiap unsur adalah tetap jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap 4. Pada P dan T yang sama, semua gas yang mempunyai volume yang sama akan mempunyai jumlah molekul yang sama. Hal ini dikemukakan oleh . Gay Lussac Avogadro B. Dalton Provst C. Lavoisier 5. Pernyataan bahwa : volum gas-gas yang bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana berlaku jika diukur pada . A. suhu yang sama B. volum yang sama C. tekanan yang sama D. suhu dan volum yang sama E. suhu dan tekanan yang sama

6. Pada perubahan pita magnesium terjadi reaksi kimia sebagai berikut : Mg(s) + O2(g) MgO(s) Jika pita magnesium dan gas oksigen yang digunakan berturut-turut 24 g dan 20 g, ternyata dihasilkan 40 g senyawa. Maka menurut Lavoisier, massa zat sesudah reaksi adalah . A. 84 g B. 64 g C. 60 g D. 44 g E. 40 g 7. Dari reaksi di bawah ini yang sesuai dengan hukum kekekalan massa adalah . (Ar. H=1 ; C=12 ; N=14 ; O=16 ; S=32 ; Fe=56) A. Karbon + Osigen karbon diogsida 12 gram + 8 gram 20 gram
B. Hidrogen

1 gram
C. Belerang D. Nitrogen

+ +

Oksigen 16 gram

Air 17 gram

+ Oksigen 32 gram + 32 gram 14 gram + +

belerang dioksida 64 gram

Hidrogen Amoniak 2 gram 16 gram


E. Besi

+ Belerang 28 gram + 8 gram

Besi Sulfida 36 gram

4H2O Perbandingan a dan b adalah . A. 2 : 3 B. 3 : 2 C. 3 : 5 D. 5 : 3 E. 5 : 4

8. Untuk memenuhi hukum Lavoisier, pada reaksi: C3H8 + aO2 b CO2 +

9. Persamaan reaksi berikut ini yang memenuhi hukum kekebalan massa dari lavoisiser adalah . A. SO3 + H2S H2SO4 B. CuO + 2H2 Cu + H2O C. SO2 + O2 SO3 D. 2NaOH + H2CO3 Na2CO3 + 2HJ2O E. Fe + HCl FeCl2 + 1 2 H 2

10. Pada percobaan pembentukan senyawa pirit (FeS2), dengan data

A. B. C. D. E.

sebagai berikut : Massa Massa Massa besi (Fe) belerang pirit (S) (FeS2) 3,5 gram 4,0 7,5 gram 7,0 gram gram 15,0 15,0 9,0 gram gram gram 30,0 21,0 16,0 gram gram gram 45,0 24,0 gram gram Maka menurut Proust perbandingan massa Fe : S adalah . 6:8 3:5 5:7 4:9 7:8
11. Perbandingan massa kalsium dan massa oksigen yang membentuk

kalsium oksida adalah 5 : 2. Jika 20gram kalsium direaksikan dengan 10 gram oksigen, maka kalsium oksida yang terbentuk adalah . A. 10 gram B. 15 gram C. 20 gram D. 28 gram E. 30 gram 12. Perbandingan massa besi : massa belerang dalam senyawa besi (II) sulfida adalah 7 : 4. Jika 14 gram besi direaksikan dengan 10 gram belerang, maka setelah reaksi . A. terbentuk 24 gram senyawa B. terbentuk 22 gram senyawa C. terbentuk 22 gram senyawa, dan sisa belerang 2 gram D. terbentuk 20 gram senyawa, dan sisa belerang 4 gram E. terbentuk 20 gram senyawa, dan sisa 4 gram besi
13. Perbandingan massa besi (Fe) dan massa belerang (S) dalam senyawa

besi belerang (FeS) adalah 7 : 4. Jika 20 gram besi dipanaskan dengan 8 gram belerang, maka sesudah reaksi terdapat . A. 6 gram besi sisa B. 6 gram belerang sisa C. 22 gram FeS

D. 6 gram besi sisa dan 22 gram FeS E. 14 gram besi sisa dan 22 gram FeS
14. Perbandingan massa kalsium dan oksigen dalam kalsium oksida adalah

A. B. C. D. E.

5 : 2. Jika 10 gram kalsium direaksikan dengan 5 gram oksigen, maka kalsium oksida yang terbentuk 5 gram 10 gram 14 gram 15 gram 50 gram
15. Pada reaksi : Ca + O2 CaO. Perbandingan massa kalsium dan

oksigen yang bereaksi 5 : 2. Jika 10 gram kalsium direaksikan dengan 5 gram oksigen, maka massa zat yang tersisa adalah . A. 1 gram Ca B. 1 gram O C. 2 gram Ca D. 3 gram O E. tidak ada yang tersisa

16. Pirit mwmpunyai rumus molekul FeS2 dengan perbandingan massa besi

dan belerang = 7 : 8. Untuk membentuk 60 gram pirirt diperlukan A. 30 gram Fe dengan 30 gram S B. 28 gram Fe dengan 32 gram S C. 25 gram Fe dengan 35 gram S D. 24 gram Fe dengan 36 gram S E. 14 gram Fe dengan 36 gram S 17. Perbandingan massa belerang dan oksigen dalam belerang trioksida = 2 : 3. Untuk membuat 100 gram gas belerang trioksida diperlukan belerang sebanyak . A. 20 gram B. 30 gram C. 40 gram D. 60 gram E. 80 gram
18. Sebanyak 75 liter gas hidrogen akan bereaksi dengan gas oksigen

menghasilkan uap air. Jika diukur pada P dan T yang sama maka volume uap air sebanyak . A. 25 liter 150 liter B. 50 liter 175 liter C. 75 liter

19. Sebanyak 25 ml gas Cx Hy tepat dapat dibakar dengan 100 ml gas

oksigen, Jika pengukuran dilakukan pada Pdan T yang sama, maka rumus molekul CxHy adalah . A. C3H4 B. C3H6 C. C2H4 D. C2H6 E. CH4 20. Pada P dan T yang sama, senyawa yang akan menghasilkan gas CO2 terbanyak, jika 1 liter senyawa tersebut dibakar adalah . A. C2H4 B. C3H6 C. C3H8 D. C2H6 E. C4H10 21. Pada P dan T yang sama, 30 liter oksida Nitrogen diuraikan sempurna menghasilkan 30 liter gas Nitrogen dan 75 liter gas Oksigen. Rumus Oksida Nitrogen adalah . A. N2O B. NO C. NO2 D. N2O3 E. N2O5
22. Pada reaksi : 2NO(g) + O2(g) 2NO2(g)

Pada suhu dan tekanan tertentu 10 liter gas NO akan tepat bereaksi dengan gas O2 yang volumenya . A. 1 liter D. 4 liter B. 2 liter E. 5 liter C. 3 liter

23. Untuk membuat 20 liter gas amoniak pada suhu dan tekanan yang sama diperlukan gas nitrogen dan gas hidrogen masing-masing sebanyak . A. 5 liter dan 5 liter B. 5 liter dan 10 liter C. 5 liter dan 15 liter D. 10 liter dan 30 liter E. 15 liter dan 10 liter