Anda di halaman 1dari 5

Kemajuan teknologi berdampak positif dan negatif. Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari bersama - sama.

a. Dampak Positif

Globalisasi, sebagai akibat dari kemajuan Iptek, memberikan manfaat yang begitu besar bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Ini berarti bahwa globalisasi memberikan dampak positif bagi umat manusia. Sebagai contoh, mudahnya masyarakat memperoleh informasi maka masyarakat memiliki wawasan yang lebih luas. Bayangkan olehmu, jika tempat tinggal kamu merupakan daerah yang sulit mendapatkan informasi dan transportasi. Pasti tempat tinggal kamu akan menjadi tempat yang tertinggal dari daerah yang lainnya. Dengan adanya alat transportasi, semua kegiatan di daerah menjadi berjalan. Coba saja jika tidak ada kendaraan, bagaimana hasil pertanian dapat dijual dengan cepat di tempat lain? Wah, hasil pertanian tersebut pasti akan membusuk. Sekarang, bayangkan lagi jika informasi sulit masuk ke daerah kita. Betapa tertinggalnya daerah kita. Sekolah pun akan tertinggal karena informasinya jauh tertinggal dari daerah lain.

b. Dampak Negatif

Kamu sudah dapat menyimpulkan dampak positif dari globalisasi. Sekarang, kita pelajari dampak negatif dari globalisasi tersebut. Masuknya informasi dengan mudah melalui berbagai media cetak dan elektronik dari luar tidak dapat dibendung dengan mudah. Kebiasaan negara Barat yang tidak sesuai dengan kebiasaan bangsa Timur dapat memengaruhi kejiwaan generasi bangsa Indonesia. Untuk itu, diperlukan penyaring (filter) dalam menerima segala bentuk arus globalisasi. Perhatikan daerah di sekelilingmu, mungkin sudah ada swalayan yang menyediakan berbagai kebutuhan kita. Pernahkah kamu belanja di toko swalayan? Sekarang ini swalayan sudah banyak berdiri bahkan sampai di perdesaan. Dengan adanya pasar swalayan, masyarakat akan mudah membeli barang-barang yang sangat diperlukan. Namun, karena mudahnya mendapatkan barang, masyarakat akan mudah membelanjakan uangnya dengan membeli barang yang tidak diperlukan.

1. Jelaskan pengertian etika ? 2. Jelaskan pengertian akhlak ? 3. Jelaskan obyek kajian akhlak ? 4. Jelaskan tiga macam nafsu yang terdapat dalam diri manusia ? 5. Apa yang dimaksud moral itu, dan apa perbedaan serta persamaannya dengan etika dan akhlak ?

6. Jelaskan makna takwa ? 7. Jelaskan pengertian tasawuf ? 8. Jelaskan tiga macam pengetahuan menurut Zun Nun al-misri ? 9. Jelaskan tujuan ilmu akhlak ? 10. Jelaskan ruang lingkup ajaran akhlak ? 11. Jelaskan indikator manusia yang berakhlak ? 12. Jelaskan aktualisasi akhlak dalam kehidupan ? 13. Jelaskan pengertian tasawuf dan apa alasan zikir merupakan cara pembersihan hati ? 14. Jelaskan langkah lahir yang harus ditempuh untuk membentuk akhlak yang baik ? 15. Jelaskan cara mengubah kebiasaan buruk menurut Ahmad Amin dan Al-Ghazali ? 16. Jelaskan pengertian akhlak pada lingkungan ? Jawab 1. Ajaran yang membahas kebaikan dan keburukan berdasarkan ukuran akal. 2. Ajaran yang membahas kebaikan dan keburukan, terpuji dan tercela, baik perkataan maupun perbuatan manusia lahir dan batin berdasarkan Al Quran dan Sunnah. 3. Menerangkan apa yang harus dilakukan oleh seorang manusia terhadap manusia lainnya dan menjelaskan tujuan yang seharusnya dicapai oleh manusia dengan perbuatan-perbuatannya. 4. 1) Nafsu syahwaniyyah : nafsu yang cenderung pada kelezatan. 2) Nafsu al-ghadabiyyah : nafsu yang cenderung pada amarah dan ambisi. 3) Nafsu al-nathiqah : nafsu yang cenderung pada pola pikir. 5. Ajaran kebaikan dan keburukan dengan tradisi yang berlaku di suatu masyarakat tertentu. Secara substansial akhlak, etika dan moral adalah sama yaitu ajaran tentang baik dan buruk berkaitan dengan sikap hidup manusia. Yang membedakan satu dengan yang lainnya adalah sumber kebenarannya. Akhlak bersumberkan Al Quran dan Sunnah, sementara etika bersumberkan akal karena ia bagian dari filsafat. Sedangkan moral bersumberkan adat istiadat (tradisi) yang berlaku di masyarakat. 6. Menjauhi perbuatan-perbuatan jahat dan melakukan perbuatan-perbuatan baik. 7. Proses pendekatan diri kepada Allah SWT dengan cara mensucikan hati. 8. 1) Pengetahuan awam : Tuhan satu dengan perantaraan ucapan syahadat.

2) Pengetahuan ulama : Tuhan satu menurut logika akal. 3) Pengetahuan kaum sufi : Tuahn satu dengan perantaraan hati sanubari. 9. Kesejahteraan hidup manusia di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat. 10. Akhlak kita terhadap diri sendiri, akhlak kita terhadap Allah, akhlak terhadap kalam Allah, akhlak terhadap Rasulullah, akhlak terhadap sesama manusia. 11. Manusia yang suci dan sehat hatinya. 12. Perbaikan akhlak yang merupakan bagian dari tujuan pendidikan islam. 13. Upaya spiritual bagaimana agar manusia dapat memiliki akhlak al-karimah. Zikir adalah ruh amal shalih, jika sebuah amal shalih lepas dari zikir maka laksana jasad tanpa ruh. 14. Menyempurnakan kebiasaan baik dan harus menghilangkan kebiasaan buruk. 15. Menjaga dan memelihara baik-baik kekuatan penolak jiwa yaitu kekuatan penolak terhadap perbuatan yang buruk. Perbuatan baik dipelihara dengan istiqamah, ikhlas dan jiwa tenang. 16. Penciptaan suasana kondusif pada lingkungan yang berpengaruh bagi pertumbuhan positif berakhlak al-karimah.

Soal 1. Bagaimana pendapat saudara tentang pengembangan seni di era globalisasi ? 2. Jelaskan perbedaan IPTEKS yang islami dan IPTEKS yang sekuler ? 3. Berikan ilustrasi integrasi antara iman, ilmu, dan amal ? 4. Bagaimana profil orang beriman yang mengembangkan IPTEKS yang islami ? 5. Pada prinsipnya pengembangan IPTEKS dalam islami adalah untuk kesejahteraan, keseimbangan, dan pemerataan kesejahteraan hidup manusia. Mengapa IPTEKS selama ini tidak seperti yang diharapkan ? faktor-faktor apa yang menyebabkan kondisi seperti itu ? 6. Sebutkan dampak positif dan dampak negatif dari pengembangan IPTEKS di zaman modern ini ? Jawab

1. Seni dalah hasil ungkapan akal dan budi manusia dengan segala prosesnya. Seni merupakan ekspresi jiwa sesorang, hasil ekspresi jiwa tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni identik dengan keindahan, sekarang ini banyak benda-benda diolah secara kreatif oleh sekelompok orang, sehingga muncul sifat-sifat keindahan dalam pandangan manusia secara umum, itulah yang disebut sebagai karya seni. 2. IPTEKS yang islami selalu mengutamakan kepentingan orang banyak dan kemaslahatan bagi kehidupan manusia. IPTEKS dalam pandangan islam merupakan hasil olah pikir dan olah rasa manusia juga tidak bebas nilai. Sedangkan IPTEKS yang sekuler selalu berkembang sesuai dengan perkembangan akal budi manusia. Oleh sebab itu IPTEKS sangat relatif dan juga bebas nilai. 3. Dalam pandangan islam antara agama, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasi kedalam suatu sistem yang disebut dinul islam. Di dalamnya terkandung tiga unsur pokok yaitu akidah, syariah, dan akhlak, dengan kata lain iman, ilmu, dan amal shalih. Ini merupakan gambaran bahwa antara iman, ilmu, dan amal merupakan satu kesatuan yang utuh tidak dapat dipisahkan antara satu sama lain. Iman di identikan dengan akar dari sebuah pohon yang menupang tegaknya ajran islam. Ilmu bagaikan batang pohon yang mengeluarkan dahan-dahan dan cabang-cabang ilmu pengetahuan. Sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu identik dengan teknologi dan seni. IPTEKS dikembangkan diatas nilai-nilai iman dan ilmu akan menghasilkan amal shalih bukan kerusakan alam. 4. Seseorang yang dapat mengembangkan ilmu-ilmunya atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, yang akan memberikan jaminan kemaslahatan bagi kehidupan umat manusia termasuk bagi lingkungannya. 5. Adanya kecendrungan kepada perbuatan fasik yang mengacu pada kejahatan yang selalu didorong oleh nafsu dan amarah yang mengakibatkan ketidaksanggupan dalam menjaga keseimbangan, dan pemerataan kesejahteraan kehidupan manusia. 6. IPTEKS dapat membawa dampak positif berupa kemajuan dan kesejahteraan bagi manusia juga sebaliknya dapat membawa dampak negatif berupa ketimpangan-ketimpangan dalam

kehidupan manusia dan lingkungannya yang berakibat kehancuran alam semesta. Netralitas teknologi dapat digunakan untuk kemanfaatan sebesar-besarnya bagi kehidupan manusia atau digunakan untuk kehancuran manusia itu sendiri.