Anda di halaman 1dari 8

Hukum Pajak Internasional

Pajak Internasional

HUKUM PAJAK INTERNaSIONAL


Prof. Dr. Ottmar Buhler Dlm arti sempit
Norma hk. Perselisihan berdasar kan pada hukum antar bangsa Norma hk. antar bangsa & huk. nasional dg. objek hukum antar bangsa

HPI
Dlm arti luas Rosendorff

HPI adalah keseluruhan hukum pajak nasional dari semua negara di dunia

Dr. P.Verloren van Themaat


HPI adalah keseluruhan norma-norma, termasuk kebiasaan-kebiasaan dan traktat internasional
Membatasi kedaulatan suatu negara dalam pemungutan pajak Pemajakan thd orangorang luar negeri

Prof. Dr. P.J.A.Adriani

HPI

Kesatuan hukum dalam UU pajak nasional yang mengatur

Penghindaran pengenaan pajak berganda


Traktat-traktat
3

Prof. Dr. H.J. Hofstra

HPI

Keseluruhan peraturan hukum yang membatasi wewenang suatu negara utk memungut pajak thd hal-hal internasional

Prof. Dr. J.H. Christiaanse

HPI

Bag. hukum fiskal yg berdasarkan sumbernya adalah nasional tetapi memberikan perat.-perat. utk masalah internasional

Prof. Mr. J.P.Scheltens

HPI
Anglo sakson

Membatasi kedaulatan suatu negara dlm pemungutan pajak Bagian dari hukum nasional yang memiliki daya kerja keluar batas negara karena ada unsur asing Perundang-undangan & perat. pajak dari negara-negara di seluruh dunia

National external Tax law Foreign Tax Law International Tax Law

HPI

Dalam arti sempit

Slr kaidah pajak berdasarkan hk antar neg. & prinsipprinsip hk pajak yg lazim diterima oleh neg-neg di dunia

Dalam arti luas

Dlm arti sempit ditambah kai4 dah hk nas. yg ada unsur asing

HUKUM PAJAK INTERNASIONAL menurut Prof. dr. rochmat soemitro, s.h.

PRINSIP KEBIASAAN INTERNASIONAL KAIDAH NASIONAL HUKUM PAJAK NASIONAL KAIDAH DARI TRAKTAT

MENGATUR SOAL PERPAJAKAN YG MENGANDUNG UNSUR ASING BAIK SUBJEK MAUPUN OBJEKNYA KAIDAH HUKUM PAJAK NASIONAL
SUMBER HPI INDONESIA
BILATERAL Ps. 5, Ps. 24, Ps. 26 UU PPh 1984 Tax Treaties antara Indonesia dg Belanda Conventie Geneva

KAIDAH DARI TRAKTAT

MULTILATERAL

KEPUTUSAN HAKIM NASIONAL ATAU KOMISI INTERNASIONAL TTG PAJAK INTERNASIONAL

Putusan Pengadilan Pajak, Putusan International Court of Juctice di Den Haag


5

LATAR BELAKANG HPI


PERTAUTAN TATBESTAND
Negara yang berhak memungut pajak
PERBUATAN
Negara yang memungut pajak dikaitkan dengan tempat dilakukan suatu perbuatan

SUBJEK
N egara yg memu ngut pajak dikaitkan dengan tempat tinggal atau kedudukan atau kewarganegaraan

OBJEK
Negara yang memungut pajak dikaitkan dengan letak objek pajaknya

Asas Pemungutan Pajak


Asas domisili Asas kebangsaan Asas sumber Asas teritorial
6

Asas campuran Domisili, sumber, kebangsaan.

KEDAULATAN HUKUM KEADILAN

Suatu negara tidak boleh melakukan tindakan administrasi dlm wilayah negara lain tanpa memperoleh izin sebelumnya

Perlakuan yg sama terhadap wajib pajak tanpa membedakan pribumi, asing, kewarganegaraan, agama, aliran politik dsb.
Pungutan pajak diatur dg UU yg mengandung unsur keadilan dan kepastian hukum

NEGARA HUKUM

INTERNATIONAL COURTESY

PRINSIP & ASAS-ASAS HK PAJAK INTERNASIONAL


UNIVERSALITAS

Perlakuan khusus terhadap perwakilan negara asing berdasarkan reciprocal principle dan perwakilan organisasi internasional

ASAS NEGARA DOMISILI ASAS NEGARA SUMBER


ASAS KEWARGANEGARAAN (KEBANGSAAN) ASAS PERMANENT ESTABLISHMENT ASAS TEMPAT TINGGAL
7

ASAS DOMISILI

Negara tempat tinggal seseorang tanpa memandang kewarganegaraannya, berhak mengenakan pajak atas pen penghasilan yang berasal dari manapun.

World wide income (universal)

ASAS SUMBER

Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan seseorang atau badan dimanapun yang diperoleh dari sumber penghasilan yang berada di negara tersebut.

ASAS PEMUNGUTAN PAJAK

ASAS KEWARGANEGARAAN

Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan seseorang selaku warga negaranya atau badan yg. didirikan berda sarkan hukum di negara tsb, dimanapun orang itu bertempat tinggal atau badan itu berkedudukan. Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan siapapun atau perusahaan dari negara manapun yang melakukan kegiatan usaha dalam wilayah negara itu.

ASAS TERITORIAL

KOMBINASI ASAS DOMISILI, SUMBER, KEWARGANEGARAAN


8