Anda di halaman 1dari 18

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sesungguhnya agama yang di ridhoi Allah di sisinya adalah agama islam (QS. Ali Imron : 19) Dalam bahasa Arab, perkataan "Islam" bermaksud "tunduk" atau "patuh". Jika seorang Muslim ditanya, "Apakah itu Islam?", biasanya dia akan menjawab, "Agama yang tunduk kepada Allah, satu-satu Tuhan yang benar." Tetapi itu tidak mencakup segala aspek yang dipertanyakan. Sedangkan Sejarah Islam adalah sejarah agama Islam mulai turunnya wahyu pertama pada tahun 622 yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira, Arab Saudi sampai dengan sekarang. Banyak umat muslim yang tidak tau dengan agamanya sendiri, ia hanya tahu dengan beribadahnya saja tapi sangat jarang yang tahu apa tujuannya beribadah temasuk saya Oleh karena itu saya melakukan penelitian dengan mencari informasi lewat internet. Penelitian ini saya lakukan berdasarkan oleh pengalaman saya sendiri sebagi salah satu umat muslim.

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan pertanyaan : 1.2.1 1.2.3 1.2.4 1.2.5 Apa pengertian Islam secara lengkap? Apa pengertian sejarah Islam ? Apa sajakah proses sejarah Islam? Apa sajakah perkembangan Agama Islam?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian yang saya lakukan adalah : 1.3.1 1.3.2 1.3.3 1.3.4 Untung mengetahui pengertian Islam secara lengkap Untuk mengetahui pengertian sejarah Islam Untuk mengetahui proses sejarah Islam Untuk mengetahui perkembangan Agama Islam

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 1.4.2 Untuk mengetahui seberapa penting Agama Islam Untuk mengetahui perkembangan Agama Islam

BAB II Hasil dan Penelitian


2.1 Pembahasan

Pengertian Agama Islam Dari Aspek Bahasa dan Istilah


Akhir-akhir ini media seluruh dunia banyak memuat berita mengenai Islam. Banyak orang yang punya pandangan buruk mengenai Islam. Tapi itu semua karena mereka tidak tahu pengertian agama Islam.

Pengertian agama Islam bisa kita bedah dari dua aspek, yaitu aspek kebahasaan dan aspek peristilahan. Dari segi kebahasaan, Islam berasal dari bahasa Arab yaitu dari kata salima yang mengandung arti selamat, sentosa, dan damai. Dari kata salima selanjutnya diubah menjadi bentuk aslama yang berarti berserah diri masuk dalam kedamaian. Oleh sebab itu orang yang berserah diri, patuh, dan taat kepada Allah swt. disebut sebagai orang Muslim. Dari uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa kata Islam dari segi kebahasaan mengandung arti patuh, tunduk, taat, dan berserah diri kepada Allah swt. dalam upaya mencari keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Hal itu dilakukan atas kesadaran dan kemauan diri sendiri, bukan paksaan atau berpurapura, melainkan sebagai panggilan dari fitrah dirinya sebagai makhluk yang sejak dalam kandungan telah menyatakan patuh dan tunduk kepada Allah. Adapun pengertian Islam dari segi istilah, banyak para ahli yang mendefinisikannya; di antaranya Prof. Dr. Harun Nasution. Ia mengatakan bahwa Islam menurut istilah (Islam sebagai agama) adalah agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad saw. sebagai Rasul. Islam pada hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang bukan hanya mengenal satu segi, tetapi menganal berbagai segi dari kehidupan manusia. Sementara itu Maulana Muhammad Ali mengatakan bahwa Islam adalah agama perdamaian; dan dua ajaran pokoknya, yaitu keesaan Allah dan kesatuan atau persaudaraan umat manusia menjadi bukti nyata bahwa agama Islam selaras benar dengan namanya. Islam bukan saja dikatakan sebagai agama seluruh Nabi Allah, sebagaimana tersebut dalam Al Quran, melainkan pula pada segala sesuatu yang secara tak sadar tunduk 3

sepenuhnya pada undang-undang Allah. Di kalangan masyarakat Barat, Islam sering diidentikkan dengan istilah Muhammadanism dan Muhammedan. Peristilahan ini timbul karena pada umumnya agama di luar Islam namanya disandarkan pada nama pendirinya. Di Persia misalnya ada agama Zoroaster. Agama ini disandarkan pada nama pendirinya, Zarathustra (W.583 SM). Agama lainnya, misalnya agama Budha, agama ini dinisbahkan kepada tokoh pendirinya, Sidharta Gautama Budha (lahir 560 SM). Demikian pula nama agama Yahudi yang disandarkan pada orang-orang Yahudi (Jews) yang berasal dari negara Juda (Judea) atau Yahuda. Penyebutan istilah Muhammadanism dan Muhammedan untuk agama Islam, bukan saja tidak tepat, akan tetapi secara prinsip hal itu merupakan kesalahan besar. Istilah tersebut bisa mengandung arti bahwa Islam adalah paham Muhammad atau pemujaan terhadap Muhammad, sebagaimana perkataan agama Budha yang mengandung arti agama yang dibangun oleh Sidharta Gautama Budha atau paham yang berasal dari Sidharta Gautama. Analogi nama dengan agama-agama lainnya tidaklah mungkin bagi Islam. Berdasarkan keterangan tersebut, Islam menurut istilah mengacu kepada agama yang bersumber pada wahyu yang datang dari Allah swt, bukan berasal dari manusia/Nabi Muhammad saw. Posisi Nabi dalam agama Islam diakui sebagai orang yang ditugasi Allah untuk menyebarkan ajaran Islam tersebut kepada umat manusia. Dalam proses penyebaran agama Islam, nabi terlibat dalam memberi keterangan, penjelasan, uraian, dan tata cara ibadahnya. Keterlibatan nabi ini pun berada dalam bimbingan wahyu Allah swt. Dengan demikian, secara istilah, Islam adalah nama agama yang berasal dari Allah swt. Nama Islam tersebut memiliki perbedaan yang luar biasa dengan nama agama lainnya. Kata Islam tidak mempunyai hubungan dengan orang tertentu, golongan tertentu, atau negeri tertentu. Kata Islam adalah nama yang diberikan oleh Allah swt. Hal itu dapat dipahami dari petunjuk ayat-ayat Al Quran yang diturunkan Allah swt. Selanjutnya, dilihat dari segi misi ajarannya, Islam adalah agama sepanjang sejarah manusia. Agama dari seluruh Nabi dan Rasul yang pernah diutus oleh Allah swt. pada berbagai kelompok manusia dan berbagai bangsa yang ada di dunia ini. Islam adalah agama Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Yakub, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Isa, Nabi Muhammad saw. Dengan kata lain, seluruh Nabi dan Rasul beragama Islam dan mengemban risalah menyampaikan Islam. Hal itu dapat dipahami dari ayat-ayat yang terdapat di dalam Al Quran yang menegaskan bahwa para Nabi tersebut termasuk orang yang berserah diri kepada Allah. Kesimpulannya, pengertian agama Islam secara bahasa berarti tunduk, patuh, dan damai. Sedangkan menurut istilah, Islam adalah nama agama yang diturunkan Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar dan sesuai fitrah kemanusiaan. Islam diturunkan bukan kepada Nabi Muhammad saja, tapi diturunkan pula kepada seluruh

nabi dan rasul. Sesungguhnya seluruh nabi dan rasul mengajarkan Islam kepada umatnya. Wallahu Alam. Untuk memahami Islam yang benar, satu gambaran yang jelas yang diperlukan. Untuk mendapat gambaran yang jelas ini, satu penelitian sejarah diperlukan. Islam Dalam Sejarah Sebelum Islam bertapak di tanah Arab di bawah pimpinan Muhammad, terdapat empat jenis kepercayaan yang berpengaruh di sana. 1. Arab Jahiliah Mereka ini penyembah-penyembah berhala yang percaya kepada satu Tuhan yang Maha Tinggi, dewa-dewi dan berbagai jenis kuasa ghaib. Walaupun begitu, sebilangan besar daripada mereka (terutamanya bani Quraisy di Mekah) mengaku diri mereka dari keturunan Ibrahim. Rumah berhala mereka yang terkenal ialah Kaabah yang bertempat di Mekah. Di dalamnya terdapat berbagai objek-objek pujaan dan berhala. 2. Yahudi Pada zaman Muhammad, terdapat ramai orang Yahudi di tanah Arab. Sebilangan besar dari mereka bukan Yahudi sejati melainkan yang telah memeluk agama Yahudi. Menurut Yaqubi, bani Yahudi Quazah dan Nadhir di Madinah merupakan suku-bangsa Arab Jurham yang telah diyahudikan. Orang Yahudi pada masa itu lebih berpengetahuan tentang dongeng rakyat dan tulisan ulama mereka daripada apa yang sebenarnya di tulis dalam Taurat. Malah, ada yang telah lupa bahasa asal mereka dan tidak dapat lagi membaca kitab Taurat yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Kerana ulama-ulama Yahudi sahaja yang memahami kitab Taurat, ayat-ayat dari kitab itu terpaksa diterjemahkan secara spontan ke dalam bahasa Arab dalam upacara-upacara sembahyang umum.

3. Kristian Orang yang pertama menjadi Kristian ialah orang Yahudi. Mereka berbeza dengan orang Yahudi lain kerana menerima Isa sebagai Al-Masih yang telah dijanjikan Allah. Apabila semakin ramai orang bukan-Yahudi memeluk agama Kristian, mereka mula membentuk identiti mereka sendiri. Pada zaman Muhammad, orang Kristian telah wujud selama enam ratus tahun. Dalam masa yang singkat itu, agama Kristian berjaya menjadi agama utama di Timur Tengah. Akan tetapi orang Kristian pada masa itu telah pudar semangat dan banyak ajaran-ajaran sesat telah berjaya memecahbelahkan penduduk Kristian kepada 5

kelompok-kelompok yang bertentangan fahaman. Ramai orang keliru tentang fahaman Kristian yang benar terutamanya mereka yang tidak berpeluang membaca Alkitab (gabungan kitab Taurat, Mazmur dan Injil) untuk mengkaji isu-isu yang diperdebatkan. Suasana ini merebak ke tanah Arab yang pada masa itu tidak memiliki Alkitab dalam bahasa Arab. Orang Kristian di tanah Arab pada masa itu terdiri dari golongan Nestoria, Baizantin dan Monofisit. Golongan Baizantin dan Monofisit merupakan dua golongan paling berpengaruh dan merekalah yang menimbulkan perbalahan apabila memanggil Maryam, Ibu Tuhan. Maka tidak hairanlah jika suasana seperti itu telah menghalang Muhammad daripada mendapatkan ajaran Kristian yang benar. Akhirnya, penyebaran ajaran-ajaran sesat ini dapat disekat dan dibetulkan. Prosesnya mengambil masa yang lama kerana campur tangan berbagai pihak yang berkuasa. Apabila umat Kristian berjaya bangkit dari kemelut akidah yang telah memecahbelahkan mereka, Islam telah pun bertapak di Timur Tengah dan Afrika Utara. 4. Hanif Perkataan Hanif bermaksud "Dia yang berpaling" iaitu daripada penyembahan berhala. Orang Hanif ialah orang Arab Jahiliah yang telah dipengaruhi oleh fahaman Yahudi dan Kristian lalu mereka menolak amalan penyembahan berhala. Mereka tidak berjemaah tetapi percaya agama yang benar ialah agama yang dipegang bapa bangsa mereka, Ibrahim. Agama Yahudi, Kristian dan Islam masing-masing menuntut mewakili agama Ibrahim yang sebenar. Adalah menarik bahawa dari empat Hanif yang diceritakan oleh Ibn Ishaq, tiga daripada mereka menemui kebenaran yang dicari-cari mereka dalam agama Kristian. Hanif yang pertama ialah Waraqah bin Naufal, sepupu Khatijah, isteri pertama Muhammad. Dia memeluk agama Kristian dan menjadi seorang Kristian yang terpelajar. Walaupun dia adalah saudara dan penasihat rohani Muhammad, dia tidak pernah memeluk agama Islam. Selepas kematiannya, Muhammad telah bermimpi melihat Waraqah berpakaian putih dan mengambilnya sebagai tanda Waraqah selamat di syurga. Hanif kedua ialah Abdullah bin Jashy. Pada mulanya dia memeluk agama Islam tetapi kemudiannya memeluk agama Kristian setelah berhijrah ke Habsyah akibat penganiayaan di Mekah. Abdullah selalu bersaksi kepada pelarian Islam yang lain tentang pengalaman rohaninya yang baru itu. Dia pernah berkata, "Kami (Kristian) melihat dengan jelas tetapi kamu (Islam) mengerdip mata sahaja." Maksudnya jelas Abdullah percaya bahawa orang kristian mempunyai pandangan yang jelas dalam hal-hal rohani manakala Islam masih belum berjaya melihat terang kebenaran Allah. Hanif yang ketiga ialah Usman bin Huarith. Dia merupakan saudara isteri pertama Muhammad dan memeluk agama Kristian semasa di Baizantin. 6

Hanif yang keempat, Zaid bin Amru, tetap Hanif sampai akhir hayatnya. Dikatakan dia selalu berdoa, "Ya Allah. Jika aku tahu jalan mana yang paling Engkau berkenan, aku akan menyembah-Mu dengannya. Tetapi aku tidak tahu." Sebelum kerasulannya, Muhammad merupakan seorang Hanif. Pada setiap tahun, di bulan Ramadan, dia akan pergi bertapa di Gua Hira yang berdekatan dengan Mekah. Amalan ini sebenarnya berasal daripada orang Kristian di Syria yang kemudiannya menjadi popular di kalangan orang Arab. Mengikut ajaran Islam, kenabian Muhammad bermula pada satu malam pada bulan Ramadan apabila dia terdengar satu suara menyuruh dia "mengucap" (yakni ayat-ayat Al-Quran yang bakal diturunkan kepadanya). Suara ini didengarnya ketika dia sedang bertapa di Gua Hira. Apabila dia mempertimbangkan kata-kata tersebut, malaikat Jibrail telah menjelma dan memberitahunya, "Muhammad! Engkaulah rasul Allah." Pada mulanya Muhammad menyebarkan mesej Islam di kalangan orang Arab sahaja. Selepas dia berhijrah ke Madinah (yang banyak berpenduduk Yahudi), dia cuba memujuk orang Yahudi menerimanya sebagai seorang nabi setaraf nabi-nabi dalam kitab Taurat. Muhammad mengelar orang Yahudi dan Kristian "ahli-ahli kitab". Walaupun begitu, orang Yahudi menentang Muhammad dan menolak mesejnya. Mereka yakin kitab suci mereka tidak menyatakan apa-apa tentangnya. Sejak dari itu, Muhammad mula bermusuhan dengan mereka. Apabila ditanya sama ada orang Islam orang Yahudi atau Kristian, Al-Quran mengarahkan orang Islam untuk memberi jawapan ini: Berkata mereka itu: Beragama Yahudilah kamu, atau beragama Nasrani, supaya kamu mendapat petunjuk. Katakanlah: Bahkan agama Ibrahim yang lurus (kami ikut), dan bukanlah dia termasuk orang-orang musyrik. Katakanlah: Kami telah beriman kepada Allah dan (Kitab) yang diturunkan kepada kami dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Yaqub dan anak-anaknya (begitu juga kepada kitab) yang diturunkan kepada Musa dan Isa, dan apa-apa yang telah diturunkan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka, tiadalah kami perbezakan seorang juga di antara mereka itu dan kami patuh kepada Allah. Maka jika mereka beriman seperti keimanan kamu, sesungguhnya mereka mendapat petunjuk; tetapi jika mereka berpaling (tiada beriman seperti keimananmu), maka hanya mereka dalam perpecahan (dengan kamu); maka engkau akan dipeliharakan Allah dari kejahatan mereka, dan Dia Mahamendengar, lagi Mahamengetahui. (2 Surah Al-Baqarah ayat 135-137)

Sejarah Islam
Sejarah Islam adalah sejarah agama Islam mulai turunnya wahyu pertama pada tahun 622 yang diturunkan kepada rasul yang terakhir yaitu Muhammad bin Abdullah di Gua Hira, Arab Saudi sampai dengan sekarang.

Nabi Muhammad
Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang sangat mundur. Kebanyakkan orang Arab merupakan penyembah berhala dan yang lain

merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi. Mekah ketika itu merupakan tempat suci bagi bangsa Arab. karena di tempat tersebut terdapat berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Sumur Zamzam dan yang paling penting adalah Ka'bah. Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah pada Tahun Gajah yaitu pada tanggal 12 Rabi'ul Awal atau pada tanggal 20 April (570 atau 571 Masehi). Nabi Muhammad merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah bin Abdul Muttalib meninggal ketika ia masih dalam kandungan dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal dunia ketika ia berusia 7 tahun. Kemudian ia diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib. Setelah kakeknya meninggal ia diasuh juga oleh pamannya yaitu Abu Talib. Nabi Muhammad kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah ketika ia berusia 25 tahun. Ia pernah menjadi penggembala kambing. Nabi Muhammad pernah diangkat menjadi hakim. Ia tidak menyukai suasana kota Mekah yang dipenuhi dengan masyarakat yang memiliki masalah sosial yang tinggi. Selain menyembah berhala, masyarakat Mekah pada waktu itu juga mengubur bayibayi perempuan. Nabi Muhammad banyak menghabiskan waktunya dengan menyendiri di gua Hira untuk mencari ketenangan dan memikirkan masalah penduduk Mekah. Ketika Nabi Muhammad berusia 40 tahun, ia didatangi oleh Malaikat Jibril. Setelah itu ia mengajarkan ajaran Islam secara diam-diam kepada orang-orang terdekatnya yang dikenal sebagai "as-Sabiqun al-Awwalun(Orang-orang pertama yang memeluk agama Islam)" dan selanjutnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah. Pada tahun 622, Nabi Muhammad dan pengikutnya pindah dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini dinamai Hijrah. Semenjak peristiwa itu dimulailah Kalender Islam atau kalender Hijriyah. Penduduk Mekah dan Madinah ikut berperang bersama Nabi Muhammad saw. dengan hasil yang baik walaupun ada di antaranya kaum Islam yang tewas. Lama kelamaan para muslimin menjadi lebih kuat, dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat, seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan Islam.

Perkembangan Islam
Secara umum Sejarah Islam setelah kematian Nabi Muhammad telah berkembang secara luas di seluruh dunia. Kerajaan Bani Ummaiyyah, 8

Kerajaan Bani Abbasiyyah, dan Kerajaan Turki Utsmani boleh dikatakan penyambung kekuatan Islam setelah pemerintahan Khulafaur Rasyidin.

Khulafaur Rasyidin

632 M - Wafatnya Nabi Muhammad dan Abu Bakar diangkat menjadi khalifah. Usamah bin Zaid memimpin ekspedisi ke Syria. Perang terhadap orang yang murtad yaitu Bani Tamim dan Musailamah al-Kadzab. 633 M - Pengumpulan Al Quran dimulai. 634 M - Wafatnya Abu Bakar. Umar bin Khatab diangkat menjadi khalifah. Penaklukan Damaskus. 636 M - Peperangan di Ajnadin atas tentara Romawi sehingga Syria, Mesopotamia, dan Palestina dapat ditaklukkan. Peperangan dan penaklukan Kadisia atas tentara Persia. 638 M - Penaklukan Baitulmuqaddis oleh tentara Islam. Peperangan dan penkalukan Jalula atas Persia. 639 M - Penaklukan Madain, kerajaan Persia. 640 M - Kerajaan Islam Madinah mulai membuat mata uang Islam. Tentara Islam megepung kota Alfarma, Mesir dan menaklukkannya. 641 M - Penaklukan Mesir 642 M - Penaklukan Nahawand, kerajaan Persia dan Penaklukan Persia secara keseluruhan. 644 M - Umar bin Khatab mati syahid akibat dibunuh. Utsman bin Affan menjadi khalifah. 645 M - Cyprus ditaklukkan. 646 M - Penyerangan Byzantium di kota Iskandariyah Mesir. 647 M - Angkatan Tentara Laut Islam didirikan & diketuai oleh Muawiyah Abu Sufyan. Perang di laut melawan angkatan laut Byzantium. 648 M - Pemberontakan menentang pemerintahan Utsman bin Affan. 656 M - Utsman mati akibat dibunuh. Ali bin Abi Talib dilantik menjadi khalifah. Terjadinya Perang Jamal. 657 M - Ali bin Abi Thalib memindahkan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah. Perang Siffin meletus. 659 M - Ali bin Abi Thalib menyerang kembali Hijaz dan Yaman dari Muawiyah. Muawiyah menyatakan dirinya sebagai khalifah Damaskus. 661 M - Ali bin Abi Thalib mati dibunuh. Pemerintahan Khulafaur Rasyidin berakhir. Hasan (Cucu Nabi Muhammad) kemudian diangkat sebagai Khalifah ke-5 Umat Islam menggantikan Ali bin Abi Thalib. 661 M - Setelah sekitar 6 bulan Khalifah Hasan memerintah, 2 kelompok besar pasukan Islam yaitu Pasukan Khalifah Hasan di Kufah dan pasukan Muawiyah di Damsyik telah siap untuk memulai suatu pertempuran besar. Ketika pertempuran akan pecah, Muawiyah kemudian menawarkan rancangan perdamaian kepada Khalifah Hasan yang kemudian dengan pertimbangan persatuan Umat Islam, rancangan perdamaian Muawiyah ini diterima secara bersyarat oleh Khalifah Hasan dan kekhalifahan diserahkan oleh Khalifah Hasan kepada Muawiyah. Tahun itu kemudian dikenal dengan nama Tahun Perdamaian/Persatuan Umat (Aam Jamaah) dalam sejarah Umat Islam. Sejak saat itu Muawiyah menjadi Khalifah Umat Islam yang kemudian dilanjutkan dengan sistem Kerajaan Islam yang pertama yaitu pergantian pemimpin (Raja Islam) yang dilakukan secara turun temurun (Daulah Umayyah) dari Daulah 9

Umayyah ini kemudian berlanjut kepada Kerajaan-Kerajaan Islam selanjutnya seperti Daulah Abbasiyah, Fatimiyyah, Usmaniyah dan lain-lain.

Kerajaan Bani Ummaiyyah


661 M - Muawiyah menjadi khalifah dan mndirikan Kerajaan Bani Ummaiyyah. 669 M - Persiapan perang melawan Konstantinopel 670 M - Penaklukan Kabul. 677 M - Penyerangan Konstantinopel yang pertama namun gagal. 679 M - Penyerangan Konstantinopel yang kedua namun gagal karena Muawiyah meninggal di tahun 680. 680 M - Kematian Muawiyah. Yazid I menaiki tahta. Peristiwa pembunuhan Saidina Hussein. 685 M - Khalifah Abdul Malik menjadikan Bahasa Arab sebagai bahasa resmi kerajaan. 700 M - Tentara Islam melawan kaum Barbar di Afrika Utara. 711 M - Penaklukan Sepanyol, Sind, dan Transoxiana. 712 M - Tentara Bani Ummayyah ke Spanyol, Sind, dan Transoxiana. 713 M - Penaklukan Multan. 716 M - Serangan kepada Konstantinopel. 717 M - Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah. Pembaharuan yang hebat dijalankan. 725 M - Tentara Islam melawan Nimes di Perancis. 749 M - Kekalahan tentera Ummayyah di Kufah, Iraq ditangan tentara Abbasiyyah. 750 M - Damaskus ditaklukkan oleh tentera Abbasiyyah. Runtuhnya Kerajaan Bani Ummaiyyah.

Kerajaan Bani Abbasiyyah


752 M - Berdirinya Kerajaan Bani Abbasiyyah. 755 M - Pemberontakan Abdullah bin Ali. Pembunuhan Abu Muslim. 756 M - Abd ar-Rahman I mendirikan Kerajaan Bani Ummaiyyah di Spanyol. 763 M - Pendirian kota Baghdad. Kekalahan tentara Abbasiyyah di Spanyol. 786 M - Harun al-Rasyid menjadi Khalifah. 792 M - Penyerangan selatan Perancis. 800 M - Aljabar diciptakan oleh Al-Khawarizmi. 805 M - Perlawanan atas Byzantium. Penyerangan Pulau Rhodes dan Cyprus. 809 M - Kematian Harun al-Rasyid. Al-Amin diangkat menjadi khalifah. 814 M - Perang saudara antara Al-Amin dan Al-Ma'mun. Al-Amin terbunuh dan Al-Ma'mun menjadi khalifah. 1000 M - Masjid Besar Cordoba siap dibangun. 1005 M - Multan dan Ghur ditaklukkan. 1055 M - Baghdad diserang oleh tentara Turki Seljuk. Pemerintahan Abbasiyyah-Seljuk dimulai, yang berdiri sampai tahun 1258 ketika tentara Mongol memusnahkan Baghdad. 1085 M - Tentara Kristen menyerang Toledo (di Spanyol). 1091 M - Bangsa Norman menyerang Sicilia, pemerintahan Islam di sana berakhir. 1095 M - Perang Salib pertama dimulai. 10

1099 M - Tentara Salib menaklukkan Baitul Maqdis. Mereka membunuh semua penduduknya. 1144 M - Nuruddin Zengi menaklukkan Edessa dari tentera Kristian. Perang Salib kedua berlaku. 1187 M - Salahuddin Al-Ayubbi menaklukkan Baitulmuqaddis dari tentera Salib. Perang Salib ketiga berlaku. 1194 M - Tentera Muslim menaklukkan Delhi, India. 1236 M - Tentera Kristen menaklukkan Cordoba (di Spanyol). 1258 M - Tentera Mongol menyerang dan memusnahkan Baghdad. Ribuan penduduk terbunuh. Runtuhnya Baghdad. Tamatnya pemerintahan Kerajaan Bani Abbasiyyah-Seljuk. 1260 M - Kebangkitan Islam. Kerajaan Bani Mamluk di Mesir (merupakan pertahanan Islam yang ketiga terakhir setelah Makkah & Madinah) pimpinan Sultan Saifuddin Muzaffar Al-Qutuz menewaskan tentera Mongol di dalam pertempuran di Ain Jalut.

Kerajaan Turki Utsmani


1243 M - Bangsa Turki yang hidup secara nomad menetap secara tetap di Asia Kecil. 1299 M - Sebuah wilayah pemerintahan kecil Turki di bawah Turki Seljuk didirikan di barat Anatolia. 1301 M - Osman I menyatakan dirinya sebagai sultan. Berdirinya Kerajaan Turki Usmani. 1345 M - Turki Seljuk menyeberangi Selat Bosporus. 1389 M - Tentara Utsmani menewaskan tentara Serb di Kosovo. 1402 M - Timurlane, Raja Tartar (Mongol) menumpaskan tentera Uthmaniyyah di Ankara. 1451 M - Sultan Muhammad al-Fatih menjadi pemerintah. 1453 M - Constantinople ditaklukkan oleh tentara Islam pimpinan Sultan Muhammad al-Fatih. Berakhirnya Kerajaan Byzantium. 1520 M - Sultan Sulaiman al-Qanuni dilantik menjadi sultan. 1526 M - Perang Mohacs 1529 M - Serangan dan kepungan ke atas Vienna. 1571 M - Perang Lepanto terjadi. 1641 M - Pemerintahan Sultan Muhammad IV 1683 M - Serangan dan kepungan ke atas Vienna untuk yang kedua kalinya. 1687 M - Sultan Muhammad IV meninggal dunia. 1703 M - Pembaharuan kebudayaan di bawah Sultan Ahmed III. 1774 M - Perjanjian Kucuk Kaynarca. 1792 M - Perjanjian Jassy. 1793 M - Sultan Selim III mengumumkan "Pentadbiran Baru". 1798 M - Napoleon mencoba untuk menaklukkan Mesir. 1804 M - Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia pertama. 1815 M - Pemberontakan dan kebangkitan bangsa Serbia kedua. 1822 M - Bermulanya perang kemerdekaan Greece. 1826 M - Pembunuhan massal tentara elit Janissari. Kekalahan tentera laut Uthmaniyyah di Navarino. 1829 M - Perjanjian Adrianople. 1830 M - Berakhirnya perang kemerdekaan Greece. 11

1841 M - Konvensyen Selat. 1853 M - Dimulainya Perang Crimea. 1856 M - Berakhirnya Perang Crimea. 1878 M - Kongres Berlin. Serbia dan Montenegro diberi kemerdekaan. Bulgaria diberi kuasa autonomi. 1912 M - Perang Balkan pertama. 1913 M - Perang Balkan kedua. 1914 M - Kerajaan Turki Utsmani memasuki Perang Dunia I sebagai sekutu kuasa tengah. 1919 M - Mustafa Kemal Atatrk mendarat di Samsun. 1923 M - Sistem kesultanan dihapuskan. Turki menyatakan sebagai sebuah Republik. 1924 M - Khalifah dihapus. Berakhirnya pemerintahan Kerajaan Turki Utsmani.

Islam di Indonesia
Islam telah dikenal di Indonesia pada abad pertama Hijriyah atau 7 Masehi, meskipun dalam frekuensi yang tidak terlalu besar hanya melalui perdagangan dengan para pedagang muslim yang berlayar ke Indonesia untuk singgah untuk beberapa waktu. Pengenalan Islam lebih intensif, khususnya di Semenanjung Melayu dan Nusantara, yang berlangsung beberapa abad kemudian.Agama islam pertama masuk ke Indonesia melalui proses perdagangan, pendidikan dan lain-lain. Tokoh penyebar agama islam adalah walisongo antara lain, Sunan Ampel,Sunan Bonang,Sunan Muria,Sunan Gunung Jati,Sunan Kalijaga,Sunan Giri,Sunan Kudus,Sunan Drajat,Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)

Demografi
Masjid Quba di Madinah, Arab Saudi. Saat ini diperkirakan terdapat antara 1.250 juta hingga 1,4 miliar umat Muslim yang tersebar di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut sekitar 18% hidup di negara-negara Arab, 20% di Afrika, 20% di Asia Tenggara, 30% di Asia Selatan yakni Pakistan, India dan Bangladesh. Populasi Muslim terbesar dalam satu negara dapat dijumpai di Indonesia. Populasi Muslim juga dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di Republik Rakyat Cina, Amerika Serikat, Eropa, Asia Tengah, dan Rusia. Pertumbuhan Muslim sendiri diyakini mencapai 2,9% per tahun, sementara pertumbuhan penduduk dunia hanya mencapai 2,3%. Besaran ini menjadikan Islam sebagai agama dengan pertumbuhan pemeluk yang tergolong cepat di dunia. Beberapa 12

pendapat menghubungkan pertumbuhan ini dengan tingginya angka kelahiran di banyak negara Islam (enam dari sepuluh negara di dunia dengan angka kelahiran tertinggi di dunia adalah negara dengan mayoritas Muslim. Namun belum lama ini, sebuah studi demografi telah menyatakan bahwa angka kelahiran negara Muslim menurun hingga ke tingkat negara Barat.

Salah Satu Dasar Ajaran Agama Islam


Al-Quran al-Karim Secara etimologi kata al-Quran dan adalah bentuk mashdar dari kata yang berarti bacaan ( .)Adapun makna terminologis dari alQuran adalah;

[1]
Al-Quran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW berbahasa Arab yang melemahkan dalam bentuk yang ringkas (mujiz), tertulis dalam mushaf-mushaf, dinukilkan secara mutawatir, beribadah membacanya, dimulai dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat al-Nas. Di antara anugerah Allah yang terbesar bagi manusia adalah bahwasanya Allah tidak akan membiarkan manusia begitu saja dalam mengarungi kehidupan ini, Ia akan senantiasa memberi hidayah bagi hamba-hamba-Nya berupa fitrah atau potensi yang lurus (al-fitrah al-salmah). Hal ini akan senantiasa menggiring manusia pada kebaikan dan kemaslahatan. Bahkan untuk menyempurnakan akhlaq dan peradaban manusia dalam hidup dan kehidupannya, Allah juga mengutus nabi dan rasul serta membawa kitab suci sebagai pedoman bagi manusia dalam kehidupannya. Sehingga manusia dapat hidup dalam lindungan wahyu dan akal sehat dalam menjalani hidup dan ia mampu menghadapi berbagai problema dan kesulitan. Tentu semua itu adalah dengan merujuk kepada al-Quran dan yang lainnya seperti sunnah nabi dan sebagainya. Al-Quran adalah risalah sempurna yang diperuntukkan Allah bagi manusia, ia mencakup nash-nash, petunjuk dan dalil yang senantiasa menggiring dan menuntun manusia. Dengan ajarannya yang universal dan komprehensif, ia mencakup seluruh aspek dan sendi kehidupan manusia, sehingga manusia dapat meniti dan menempuh jalan yang pas, tepat dan selamat. Dari defenisi al-Quran di atas, ada beberapa hal yang menjadi keistimewaan dan ciri khas dari al-Quran itu sendiri. Di antaranya adalah bahwasanya al-Quran itu adalah kalam Allah. Bukti bahwasanya al-Quran itu kalam Allah adalah kemukjizatannya, di mana dengan kemukjizatannya itu ia memberi tantangan (tahaddiy) kepada manusia untuk mendatangkan semisalnya. Al-Quran memberi tantangan kepada kafir Quraisy dan siapa saja yang mengingkarinya, yaitu dengan membuka peluang untuk mendatangkan semisalnya. Mula-mula mereka ditantang untuk mendatangkan al-Quran secara keseluruhan (QS al-Thur/ 52: 34); Kedua, mereka ditantang untuk mendatangkan sepuluh surat dari al-Quran (QS Hud/ 11: 13); Ketiga, mereka ditantang untuk mendatangkan satu surat dari al-Quran (QS Yunus/ 10: 38) dan, yang terakhir mereka ditantang untuk mendatangkan yang lebih kurang sama dengan satu surat dari al-Quran (QS al-Baqarah/ 2: 23).

13

Menurut Azyumardi Azra (editor) ada beberapa segi kemukjizatan al-Quran, antara lain yaitu: 1) Kemukjizatan al-Quran dari segi kebahasaan Di antara bentuk kemukjizatan al-Quran dari segi kebahasaannya antara lain adalah keseimbangan dalam pemakaian kata. Abd al-Razaq al-Naufal mengungkapkan setidaknya ada lima bentuk keseimbangan kosa kata dalam al-Quran, yaitu keseimbangan antara jumlah kata dengan antonimnya (seperti antara kata al-hayy dengan al-maut masing-masing sebanyak 145 kali), keseimbangan jumlah kata dengan sinonimnya (seperti al-harts dengan al-zirah yang berarti membajak atau bertani masing-masing sebanyak 14 kali, keseimbangan jumlah antara suatu kata dengan kata lain yang menunjukkan akibatnya (seperti kata al-infq dengan al-ridh masingmasing sebanyak 73 kali), keseimbangan antara jumlah kata dengan dengan kata penyebabnya (seperti al-isrf/ pemborosan dengan al-surah/ tergesa-gesa masingmasing sebanyak 23 kali). Di samping itu juga terdapat konsistensi pemakaian huruf yang menjadi pembuka surah. Hasil penelitian Rasyad Khalifah memperlihatkan keajaiban al-Quran yang sekaligus memperlihatkan otentisitasnya, yaitu konsistensi pemakaian huruf yang digunakan sebagai pembuka surah. Dalam surah-surah yang dimulai dengan huruf, jumlah huruf dalam surah itu selalu habis dibagi 19, yang merupakan jumlah huruf dalam basmalah. Bahkan semua kata dalam al-Quran yang terhimpun dalam basmalah juga habis bila dibagi dengan 19. sebagai contoh adalah huruf qf yang merupakan pembuka surah ke-50, ditemukan terulang sebanyak 57 kali, yakni 3 x 19. Huruf nn yang menjadi pembuka surah al-Qalam terulang sebanyak 133 kali, yaitu 7 x 19 dan lain-lain sebagainya. Selanjutnya kemukjizatan al-Quran dari segi kebahasaannya adalah keindahan susunan kata dan pola-pola kalimatnya. Syekh Fakhruddin al-Razi, penulis kitab tafsir yang berjudul Maftih al-Ghaib, menyatakan bahwa kefasihan bahasa, keindahan susunan kata dan pola-pola kalimat al-Quran amat luar biasa. Sementara itu Qhadhi Abu Bakar dalam Ijz al-Qurn menyatakan bahwa memahami kemukjizatan alQuran dari sisi keindahan bahasanya jika dibandingkan dengan syiir dan sastra Arab, amat sukar ditandingi. Abu Hasan Hasim al-Quthajani menyatakan bahwa keluarbiasaan al-Quran itu antara lain terlihat dalam konsistensi, kefasihan bahasa dan keindahan susunan kalimatnya. Bahkan al-Quran amat sempurna dilihat dari semua segi, sehingga tidak mungkin menentukan tingkatan keindahan susunanya itu karena tidak ada alat untuk mengukurnya. Adapun bagian-bagian kebahasaan yang menjadi pusat perhatian tentang keindahan al-Quran itu antara lain dapat dilihat dari segi jz, tasybh, majz dan istirah. 2) Kemukjizatan al-Quran dari segi pemberitaan Semua ajaran yang terkandung dalam al-Quran secara keseluruhan merupakan mukjizat bagi para penantangnya. Namun terdapat bagian-bagian tertentu yang betulbetul jz dan siapapun tidak mungkin dapat melakukannya, yaitu menyangkut pemberitaan-pemberiataan ghaib, baik kisah-kisah lama yang luput dari penelitian sejarah maupun peristiwa-peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Adapun di antara pemberitaan-pemberitaan tersebut antara lain adalah pemberitaan kisah-kisah lalu dan hal ini sekaligus menjadi mukjizatnya, yaitu pemaparannya tentang kisah-kisah lama yang sudah tidak hidup lagi dalam cerita-cerita rakyat Arab. Tentunya hal ini tidak mungkin ditemukan secara keseluruhan dalam kajian-kajian kesejarahan. Sebagai contoh adalah QS Hud/ 11: 49 yang berbunyi:


14

Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang kami wahyukan kepada Muhammad, tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak pula kaum sebelum ini (QS Hud/ 11: 49). Ayat ini diturunkan dalam konteks pemberitaan kisah Nabi Nuh dan para pengikutnya yang menyelamatkan diri dari musibah banjir besar sebagai cobaan bagi para penantang dakwahnya. Al-Quran juga mengisahkan nabi-nabi lain seperti Nabi Ibrahim, Ismail. Luth, Yaqub, Yusuf, Musa, Harun dan lain-lain. Semua itu tentunya sulit untuk diketahui manusia ketika itu tanpa adanya wahyu. Di samping itu, al-Quran juga mengungkapkan pemberitaan tentang peristiwaperistiwa silam lewat rangkaian kisah-kisah, al-Quran juga mengungkapkan peristiwaperistiwa yang akan terjadi, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Peristiwa-peristiwa yang digambarkan al-Quran dan akan terjadi setelah itu telah terbukti dalam sejarah. Sebagai contohnya adalah QS al-Qamar/ 54: 45, yaitu;


Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang (QS al-Qamar/ 54: 45). Melalui ayat ini Allah memberitahu Muhammad SAW behwa kaum musyrikin Quraisy akan dapat dikalahkan. Ayat ini diturunkan semasa Rasul masih tinggal di kota Makkah. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada tahun 8 H, mereka dikalahkan secara total dalam peristiwa fath al-Makkah. 3) Isyarat-isyarat keilmuan Selain memiliki kekuatan dalam segi kebahasaan dan pemberitaan, al-Quran juga memperlihatkan keistimewaannya melalui ilustrasi-ilustrasi ajarannya yang memberi isyarat ke arah pengembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Ilustrasiilustrasi ajarannya menyoroti banyak hal yang ada dalam kehidupan alam ini, baik mengenai proses terjadinya alam, mekanisme mengenai kehidupan makhluk-makhluk termasuk manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan.[4] Padahal bangsa Arab zaman itu tergolong pada masyarakat yang lemah tradisi tulis baca serta lemah dari segi wawasan dan pengetahuan tentang berbagai bidang keilmuan, kecuali dalam aspek perdagangan yang sudah menjadi tradisi di kalangan masyarakat Quraisy sejak masa nenek moyang mereka. Kontak mereka dengan orang-orang Byzantium dari Eropa Timur bukanlah kontak keilmuan, tetapi kontak perdagangan. Maka dari itu, al-Quran mengistilahkan mereka sebagai masyarakat ummiy (lemah tradisi tulis-bacanya). Demikian pula dengan Muhammad yang merupakan bagian dari anggota masyarakat Quraisy. Beliau tidak punya akses terhadap ilmu pengetahuan, baik khazanah keilmuan hasil peradaban masyarakat Yunani Kuno yang lebih bercorak ilmu-ilmu kontemplatif dalam berbagai aspek kehidupan alam semesta dan tersimpan dengan utuh di bawah kekuasaan Byzantium maupun ilmu-ilmu falsafah mistik dari Persia. Namun demikian, satuhal yang harus disadari adalah bahwa al-Quran bukanlah buku ilmu pengetahuan, tetapi dalam proses penyampaian pesan-pesan ajarannya, alQuran mengungkapkan berbagai ilustrasi tentang kehidupan alam dan kemudian ditangkap para ilmuwan sebagai isyarat ilmu pengetahuan. Sebagai contoh adalah ketika al-Quran mengungkap tentang proses kejadian alam semesta di mana dalam kajian ilmu pengetahuan modern hal ini termasuk dalam kajian disiplin ilmu fisika. Menurut Ahmad Baiquni[5], al-Quran memberi isyarat tentang bagaimana proses awal alam ini diciptakan. Isyarat itu terlihat antara lain dalam QS al-Anbiya/ 21: 30 yang berbunyi;

15


Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapakan mereka tiada juga beriman (QS al-Anbiya/ 21: 30). Ayat ini pada dasarnya merupakan seruan kepada orang-orang kafir untuk beriman kepada Allah dan tunduk kepada segala perintahnya, karena Tuhan adalah pencipta alam semesta, termasuk mereka yang kafir kepada-Nya. Tuhan memperlihatkan awal kejadian alam di mana menurut informasi al-Quran, langit dan bumi pada awalnya satu, kemudian dipecah oleh-Nya sehingga terpisah-terpisah. Lalu apa yang dimaksud dengan langit, apa yang dimaksud dengan bumi dan bagaimana proses pemisahan tersebut? Inilah beberapa pertanyaan yang dapat dikembangkan dari ayat di atas yang memberi pertanyaan untuk berpikir kritis terhadap alam semesta. Kalau ditafsirkan dalam bahasa ilmu pengetahuan, langit itu tiada lain adalah gugusan bintang-bintang yang berada di luar planet bumi, sedang bumi adalah planet tempat tinggal manusia. Ayat di atas menjelaskan bahwa antara gugusan bintang-bintang dengan planet bumi pada awalnya bersatu, kemudian dipisahkan oleh Tuhan. Persoalan ini menurut Bauquni bisa terjawab kalau penyatuan tersebut pada gumpalan hidrogen dalam konsentrasi yang amat padat. Sedangkan pemecahan bumi dan langit adalah peristiwa ledakan dahsyat akibat suhu amat panas yang muncul karena gesekan-gesekan atas atom hidrogen yang memadat tersebut. Sesuai dengan analisis laboratorium fisika, kejadian alam berasal dari kondensasi hidrogen yang menimbulkan panas yang sangat tinggi, lalu terjadi ledakan besar yang membuat hamparan galaksi-galaksi, yang kemudian memadat karena suhu dingin. Salah satu galaksi tersebut adalah galaksi bima sakti yang memancarkan sinar (matahari) ke planet bumi, serta memberi kehidupan untuk berbagai jenis makhluk di planet bumi termasuk manusia. Itulah sekilas tentang isyarat-isyarat ilmiah yang terdapat dalam al-quran. Di samping itu al-Quran juga masih memuat isyarat tentang ilmu pengetahuan lainnya seperti biologi, astronomi, kimia, geologi, ilmu kesehatan, hidrologi, demografi, ekonomi, perdagangan dan lain-lain sebagainya. Dari gambaran di atas, terlihat bahwa sesungguhnya al-Quran memang berasal dari sisi Allah, sehingga sampai saat ini tidak satupun makhluk yang mampu untuk menandinginya, sebab al-Quran penuh dengan kemukjizatan sebagaimana telah dijelaskan di atas. Adapun ciri khas dan keutamaan lainnya yang dimiliki al-Quran berdasarkan defenisi sebelumnya adalah bahwa al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab dan tidak satupun yang memuat bahasa ajam (asing/ selain bahasa Arab). Kemudian ciri khas lainnya yang dimiliki al-Quran adalah bahwasanya al-Quran dinukilkan secara mutawatir (populer atau diketahui oleh banyak orang yang memustahilkan adanya kerja sama untuk membuat-buat atau mereka-reka). Dengan demikian penukilan al-Quran dapat diyakini dengan pasti, sebab hal ini berpatokan kepada keabsahan riwayat.[6] Umat Islam sepakat bahawasanya al-Quran adalah hujjah bagi kaum muslimin serta wajib mengamalkan isi dan kandungannya. Di samping itu, tidak dibolehkan untuk berpaling darinya kecuali dalam hal atau suatu kejadian yang tidak ada dalil hukumnya, namun semua itu harus didasarkan pada akal sehat serta pemahaman yang benar terhadap hakikat syariah dan maqshid al-syarah. Adapun argementasi bahwasanya al-Quran merupakan hujjah yang harus diamalkan oleh seluruh manusia 16

adalah karena al-Quran berasal dari sisi Allah SWT yang diturunkan untuk mengatur kehidupan manusia di bumi dan bukti bahwasanya al-Quran berasal dari sisi Allah adalah karena dia mengandung mukjizat yang tidak mampu ditandingi oleh siapapun. [7]

BAB III PENUTUP


3.1 Simpulan
Jadi kesimpulannya, pengertian agama Islam secara bahasa berarti tunduk, patuh, dan damai. Sedangkan menurut istilah, Islam adalah nama agama yang diturunkan Allah untuk membimbing manusia ke jalan yang benar dan sesuai fitrah kemanusiaan. Islam diturunkan bukan kepada Nabi Muhammad saja, tapi diturunkan pula kepada seluruh nabi dan rasul. Sesungguhnya seluruh nabi dan rasul mengajarkan Islam kepada umatnya.

17

3.2 Saran
Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan pembaca dan menjadikan petunjuk bagi umat islam. Juga membuat pembaca makin mencintai dan menghargai agama islam ini.Terimakasih

DAFTAR PUSTAKA
http://witho-sang-pembual.blogspot.com/2010/10/pengertian-agama-islam-dariaspek.html wikipedia.org google.com http://awalbarri-penggolongan.blogspot.com/2010/01/pengertian-agama-islam.html http://apri76.wordpress.com/2008/07/14/dasar-dan-tujuan-ajaran-islam-suatu-kajianteoritis/

18