Anda di halaman 1dari 3

H. BATASAN OPERASIONAL 1.

Penderita kanker ginekologik Adalah penderita yang didiagnosis sebagai kanker ginekologi (pada kanker serviks, endometrium dan kanker vulva berdasarkan hasil biopsi pra pembedahan dan pada kanker ovarium pada saat pembedahan) dan ditatalaksanai sesuai protocol di bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unsri/RSMH dr. M. Hoesin Palembang yang direncanakan untuk tindakan kemoterapi 2. Status gizi Adalah penilaian berdasarkan parameter pemeriksaan antropometri indeks massa tubuh, lingkar lengan atas dan kehilangan berat badan pemeriksaan laboratorium berupa kadar albumin jumlah leukosit dan jumlah limfosit darah sebelum dan sesudah pembedahan.

3. Batas ambang IMT untuk Indonesia adalah: IMT =

4. Perubahan berat badan yang hilang Blackburn menyarankan dengan cara: %BBH =

Keterangan: BBH: berat badan yang hilang BBB: berat badan sebelum tindakan operatif BBS: berat badan 1 minggu post operatif

Kemudian dilakukan evaluasi perubahan berat badan selama perawatan sebagai berikut: Bila dilakukan 1 minggu pasca pembedahan kehilangan berat badan 1-2% dianggap bermakna dan bila lebih dari 2% dianggap berat menurut Blackburn. 5. Lingkar lengan atas, penilaiannya bila kurang dari persentil ke-5, dimana persentil ke-5 untuk wanita usia antara 18-74 tahun berkisar antara 23, 5 cm menurut Depkes tahun 1990.

6. Jumlah limfosit menurun bila jumlah limfosit 1. 500-2. 750/ mm3 malnutrisi sedang dan di bawah 900/ mm3 malnutrisi berat, dengan rumus:

Limfosit total =

7. Kadar albumin dengan kriteria diagnostik Bila kadar albumin 3-3, 4 g/ dl menunjukkan penurunan ringan protein visceral, bila kadar albumin 2, 4- 2, 9 g/ dl menunjukkan penurunan sedang, sedangkan bila kadar albumin kurang dari 2, 4 g/ dl menunjukkan penurunan berat. 8. Jenis kanker dan tindakan kemoterapi Jenis kanker ginekologik yang direncanakan dan dilakukan tindakan kemoterapi meliputi kanker serviks, kanker endometrium, kanker ovarium dan kanker vulva yang didiagnosis sejak dirawat atau paska tindakan operatif berdasarkan pemeriksaan histopatologinya. Sedangkan jenis tindakan kemoterapi

I.

ANALISA DAN PENGOLAHAN DATA Data penderita dicatat dalam suatu formulir data yang telah disiapkan, kemudian data disusun dalam suatu data base dengan mempergunakan program komputer. Data dilakukan tabulasi sesuai dengan tujuan penelitian dan akan diolah dengan mempergunakan program pengolah data spesifik (SPSS : Statistical Product and service Solutions) versi 10.0. Tabulasi data dianalisa secara deskriptif dan diuji dengan Chisquare atau Fischers exact untuk data kategorikal, paired t-test untuk data kontinyu.