Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM ALAT UKUR DAN PENGUKURAN

OSILOSKOP I

Oleh
Danuar Trianur Rohman 091331039
Tanggal Percobaan : Kamis, 3 Desember 2009 Partner Kelas : Abdul Baits Fauziyyah : 1TCB (091331033) (091331045)

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2009

OSILOSKOP 1

I. Tujuan
Melakukan Pengukuran tegangan dc, ac dan frekuensi dengan Osiloskop

II. Teori Dasar


Secara umum osiloskop mempunyai tiga fungsi dasar: 1) Mengukur amplitude tegangan ac 2) Mengukur perioda waktu tegangan ac 3) Melihat bentuk gelombang ac Tinggi bentuk gelombang tegangan ditampilkan dilayar osiloskop adalah berbanding langsung dengan amplitude puncak ke puncak (peak-to-peak) dari tegangan. Sehingga, untuk persamaan Volt/Div, atau control penguat vertical, sinyal 100 V akan dua kali tinggi sinyal 50 V. Metode yang baru saja dijelaskan juga digunakan untuk mengukur tegangan searah. Saklar ac-dc diposisikan pada posisi dc, dan probe dihubungkan ke titik di rangkaian dilokasi dengan dc. Kabael ground dari osiloskop dihubungkan ke ground rangkaian jumlah bagian (divisi) dari trace naik diatas atau dibawah penempatan trace nol sebagai ukuran tegangan positif atau negative dari tegangan dc. Sebelum tegangan ac dapat diukur secara tepat, simpangan vertical harus dikalibrasi. Bila kita memasang tegangan ac yang nilainya tidak diketahui ke input vertical dan mengamati simpangan, kita dapat menyimpulkan bahwa tegangan yang tidak diketahui mempunyai tegangan puncak ke puncak. Ep-p = sensitivitas simpangan x simpangan = Volt/Div x Jumlah divisi Dalam mengunakan osiloskop mengukur waktu, kita harus mengkalibrasi simpangan horizontal sebagai fungsi dari waktu. Bila sinyal dengan lama waktu (durasi) yang tidak diketahui diamati untuk satu siklus penuh, perioda sinyal adalah : T = factor simpangan horizontal x sapuan (sweep) horizontal per siklus = Time/Div x jumlah divisi horizontal

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 1)

Sebagai contoh, sinyal mempunyai simpangan vertical 4 cm dan sapuan horisontal per siklus 3,33 cm. Kontrol Volt/Div dipasang pada 10 V, dan control Time/Div dipasang pada 5 msec. Maka Ep-p T = Volt/Div x simpangan = 10 x 4 = 40 V = Time/Div x sapuan horisontal per siklus = 5 x 3,33 = 16,66 msec Frekuensi didapatkan dari perioda sebagai berikut: f = 1 1 = = 60 Hz T 16,66m sec

III. Alat dan Bahan


1 Catu daya : dc dan ac Osiloskop Power Supply Function generator Kit Percobaan 1 resistor 5,6 k 1 resistor 10 k 1 resistor 15 k Kabel-kabel penghubung dan jumper Multimeter digital

IV. Langkah Percobaan


1. Merangkai rangkaian seperti gambar 1

5,6 K
A B

AC

10 K

15 K

Gambar 1. Tegangan ac melalui rangkaian pembagi tegangan Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 1) 3

Mencatat bahwa tegangan A ke G adalah tegangan puncak-ke-puncak. Sedangkan voltmeter mengukur tegangan rms, jadi kita harus menghitung terlebih dahulu tegangan rms agar diperoleh tegangan puncak-ke-puncak. 2. Menggunakan osiloskop, mengukur dan mencatat tegangan puncak-ke-puncak dari A ke G, A ke B, B ke C, dan C ke G. 3. Menghitung dan mencatat dalam tabel data tegangan puncak-ke-puncak secara berurut. 4. Menghitung dan mencatat presentase perbedaan antara nilai terukur dan yang dihitung. 5. Mengukur dan mencatat perioda gelombang sinusoidal dari A ke G. 6. Menghitung dan mencatat frekuensi. 7. Mengukur dan mencatat presentase perbedaan antara frekuensi terukur dan frekuensi jalajala (1 KHz). 8. Mengganti tegangan input ac pada AG dengan catu daya dc dipasang pada 2 volt. 9. Menggunakan osiloskop untuk mengukur tegangan melalui AG, AB , BC , dan CG. 10. Menghitung dan mencatat presentase kesalahan antara nilai terukur dan yang dihitung.

V. Data Percobaan
Tabel 1
Tegangan ac (volts peak-topeak) Dihitu Diukur ng 5,8 V 1,2 V 2V 2,8 V 1 KHz 1 msec 5,6 V 1024 V 1,83 V 2,745 V 1 KHz 1 msec Persen Perbedaa n Tegangan dc (volts) Diukur 2V 0,4 V 0,6 V 1V Dihitu ng 2V 0,37 V 0,65 V 0,98 V 0% 8,1 % 7,7 % 2% Persen Perbedaan

Titik Test

A ke G A ke B B ke C C ke G Frekuen si Perioda

3,6 % 17,6 % 9,3 % 1,8 % 0%

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 1)

VI. Analisa
Untuk Tegangan ac Vrms = Veff = 2 V Karena 1 gelombang penuh maka Vm = 2 (Veff 2 ) Vac = 2 (Vrms 2 ) = 2 (2 2 ) = 2 x 2,8 = 5,6 V VAG = Vac = 5,6 V Iac = Vac 5,6 = Rtot 30,6 x 10 3 Untuk Tegangan dc Vdc = Vrms = Veff = 2 V VAG = Vdc = 2 V Idc = Vdc 2 = Rtot 30,6 x 10 3

= 0,0654 x 10-3 Ampere VAB = 0,0654.10-3 x 5,6.103 = 0,364 V VBC = 0,0654.10-3 x 10.103 = 0,65 V VCG = 0,0654.10-3 x 15.103 = 0,975 V

= 0,183 x 10-3 Ampere VAB = 0,183.10-3 x 5,6.103 = 1,025 V VBC = 0,183.10-3 x 10. 103 = 1,83 V VCG = 0,183.10-3 x 15. 103 = 2,745 V

T = 1 msec f = 1 1 = = 1 KHz T 1 m sec

Untuk menghitung persen perbedaan pada ac maupun dc digunakan rumus : Pr esentase (%) = Vhitung Vukur Vhitung X 100%

Dengan rumus diatas didapat hasil sesuai dengan data pada tabel

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 1)

VII. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa : Pengukuran dengan menggunakan oscilloscope memiliki banyak kelebihan. Yang dalam hal ini penggunaan Osiloskop pada suatu rangkaian disamping sebagai alat ukur dapat sekaligus menggambarkan besarnya nilai nilai tegangan, frekuensi, serta langsung ditampilkan pada layar monitor berupa gelombang sinus, segitiga, segiempat, gigi gergaji. Ocilloscope memiliki berbagai fungsi, yaitu untuk melihat dan mengukur sinyal listrik, mengukur tegangan searah, bolak-balik, dan beda fasa dari dua gelombang yang sejenis. Gelombang-gelombang yang muncul mempunyai nilai-nilai tertentu seperti time/div, volt/div, dan dari nilai tersebut kita dapat menghitung nilai yang lainnya seperti frekuensi, periode atau yang lainnya. Seperti halnya alat ukur lainnya sebelum menggunakan osiloskop kita harus mengkalibrasinya terlebih dahulu untuk menghindari kesalahan saat pengukuran.

Laporan Praktikum Alat Ukur dan Pengukuran (OSILOSKOP 1)